ABID ABDILLAH BIN SUPRIADI (3, Katup Jantung Miring, Pendarahan Pencernaan, kelainan kromosom) Alamat : BTN Pao Pao Permai Blok G 7/14, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Adik Abid kini di usia 3 tahun, namun tumbuh kembangnya seperti anak usia 1 tahun, semua penyakit tersebut adalah penyakit bawaan sejak lahir. Akibat dari berbagai penyakit yang diderita dari ujung kaki sampai ujung kepala ini, adik Abid jauh berbeda dengan anak-anak se usianya, belum dapat berkomunikasi dengan orang lain, dalam bermain sibuk dengan dunianya sendiri, gampang lelah dan jatuh, gampang bosan serta sulit diarahkan.
Alhamdulillah, Saat ini kondisi Adik Abid menunjukkan kemajuan, Adik Abid sdh bisa duduk di sepeda mainannya, kakinya yang bengkok sudah dapat digerakkannya sendiri untuk memaju mundurkan sepeda mainannya.. Adik Abid bersama Ayahnya Supriadi (47) dan ibunya Nuraini (42) hidup di rumah kontrakan bersama 4 orang kakaknya, ayahnya adalah pegawai kontrak pada salah satu kantor koperasi di Makassar, terkadang sepulangnya dari kantor, Ayah Adik Abid nyambi narik becak demi menghidupi keluarga dan untuk tambahan biaya pengobatan Adik Abid yang tidak sedikit, sementara itu ke 4 orang anaknya yang lain juga membutuhkan biaya hidup dan biaya sekolah. Meskipun Adik Abid memiliki Fasilitas Kesehatan berupa BPJS. Adik Abid setiap pekannya harus kontrol ke dokter di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo pada poli Anak yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai pemeriksaan atas berbagai penyakitnya dengan obat-obatan yang tidak sedikit dan terkadang tidak semua obat tersebut ditanggung oleh Fasilitas BPJS yang dimilikinya
Bantuan ini adalah bantuan ke-2 untuk Adik Abid guna biaya berobat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya Adik Abid masuk dalam Rombongan 709

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal : 03 Aguatus 2015

Abid menderita Katup Jantung Miring, Pendarahan Pencernaan, kelainan kromosom

Abid menderita Katup Jantung Miring, Pendarahan Pencernaan, kelainan kromosom


DIDIN SYAEFUDIN (39, Keropos Tulang Pinggul). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Hampir dua tahun Kang Didin tak berdaya. Jangankan untuk menghidupi keluarganya; untuk berjalan pun ia tak mampu, karena tulang/otot punggangnya tak berfungsi. Mungkin karena kuli bangunan ini terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya. Sampai saat ini ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Bapaknya, juga terkena stroke cukup lama. Saat bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda. Tak henti-hentinya ia juga mengucapkan terima kasih dan doa bagi semua. Berbulan-bulan Didin tak ada di kampungnya. Ia diajak berobat alternatif oleh saudaranya. Akan tetapi, upaya ini juga tak dilanjutkan. Pada pertemuan dengan kurir #SR tanggal 22 Februari 2015 Didin menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Secara psikologis, kondisi Pak Didin kini membaik, meskipun aktivitasnya masih menggunakan kursi roda. Pada kunjungan terakhir, 11-September 2015, ia menuturkan bahwa ia sebulan sekali ke Puskesmas dan diterapi urut. Karena itu, bantuan lanjutan kembali disampaikan kepada bapak satu anak ini untuk membayar BPJS, ongkos, dan biaya sehari-hari. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 705.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal: 11 September 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak didin menderita Keropos Tulang Pinggul

Pak didin menderita Keropos Tulang Pinggul


AGUS HIDAYAT (47, Stroke). Alamat: Kampung Cihanjawar RT.3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Agus mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh serangan penyakit stroke yang ia derita. Semenjak sakit, istrinyalah yang mencari nafkah untuk keluarga mereka dengan bekerja sebagai buruh cuci. Selama ini bapak dari dua anak ini berobat di Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang dengan fasilitas Jamkesmas. Selain minum obat, Pak Agus, yang dikenal dengan Agus Boncel ini, juga disarankan mengikuti fisioterapi seperti latihan menggerakkan jari-jari tangan, lengan, dan kaki. Pak Agus juga menjalani terapi pijat tradisional yang dirasakannya membantu proses kesembuhan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat mendampingi Pak Agus berobat sampai saat ini. Lebih dari itu, santunan dari sedekaholics #SR pun kembali disampaikan kepada Pak Agus di gubuk pinjaman dari tetangganya itu. Bantuan ini digunakan untuk membeli obat, keperluan sehari-hari, dan transport. Bantuan sebelum ini, administrasinya sudah masuk di Rombongan 728. Pada kunjungan yang terakhir, 11 September 2015, kondisinya semakin membaik walaupun ia belum bisa berjalan seperti biasa dan harus pakak tongkat. Pak Agus juga masih harus kontrol berkala ke Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal: 11 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucanda @hapsarigendhis

Pak agus menderita Stroke

Pak agus menderita Stroke


REJA MAULANA (2, Hernia dan tumbuh-kembang tak normal). Alamat: Kampung Banjarsari RT.5/9, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Fasilitas kesehatan: BPJS. Reja tinggal bersama kedua orabgtuanya di rumah kontrakan. Ayahnya, Agus Sajidin (28), hanyalah buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Sehari ia mendapat bayaran Rp.50.000. Itu pun kalau ada yang membutuhkan jasa tenaganya. Ibunya, Iim Nurhanah (31) adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus kedua anaknya. Kini ibunya tak mampu lagi membantu suaminya mencari tambahan penghasilan, karena ia diduga mengidap kanker payudara. “Anak saya yang kedua ini sering sakit-sakitan, dan bila menangis, muncul pembengkakan di selangkangannya. Kata mantri dan Puskesmas, Reja terkena Hernia. Reja aja dulu, pak, bantu biar sembuh,” pinta ibunya saat kurir berkunjung ke rumah orangtuanya. Reja nampak tidak bergairah seperti layaknya anak-anak. Bukan hal mudah memang merasakan sakit berbulan-bulan tanpa upaya penyembuhan yang optimal. “Kami hanya mampu membawanya sampai Puskesmas. Takkan mampu kalau harus ke rumah sakit. Ia hanya diberi obat penahan sakit saja,” kata bapaknya sambil menunduk haru. Dengan bantuan kader PKK dan kedus setempat, akhirnya kita bisa membuatkan BPJS untuk melanjutkan pengobatan Reja. Relawan #SedekahRombongan memeriksakan Reja dua kali ke RSUD Soreang. Akhirnya Reja dioperasi di RSUD Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung dan berhasil. Tiga minggu sekali ia kontrol ke RSUD Al Ihsan dalam tiga bulan. Penyakit hernianya dinyatakan sembuh. Selain mengidap Hernia, pertumbuhan dan perkembangan Reja ternyata tidak normal. Ia juga harus berobat jalan empat minggu sekai ke Bagian Tumbuh Kembang RSUD Soreang. Alhamdulillah kini pertumbuhan dan perkembangannya menggembirakan, meskipun sebulan sekali ia masih harus terapi ke RSUD rujukan itu. Untuk melanjutkan ikhtiar bagi kesembuhan Reja, santunan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan kepada Reja Maulana di rumahnya, untuk transportasi dan biaya sehari-hari. Bantuan untuk Reja sebelum ini administrasinya masuk di Rombongan 725.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 11 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Reja menderita  Hernia dan tumbuh-kembang tak normal

Reja menderita Hernia dan tumbuh-kembang tak normal


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. #SedekahRombongan Area Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung, fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RUSPN RSCM kita mengontrak dua rumah untuk pasien rawat jalan, tentunya mereka menjadi perhatian kita sehari-harinya. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-harinya dengan menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listriknya untuk 2 rumah singgah tersebut dan beberapa kamar kos yang kita sewa yang setiap bulan kita siapkan untuk mereka yang sedang berjuang berobat untuk kesembuhannya. Saat ini pasien yang ada di RSSR 1 & 2 berjumlah 24 orang ditambah keluarga yang mendampingi, Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik, Operasional bulan September 2015 dan renovasi beberapa kamar di RSSR Jakarta, Bantuan operasional sebelumnya masuk pada Rombongan 711.

Jumlah Bantuan Untuk RSSR 1 & 2 : Rp. 14.000.000,-
Tanggal: 2 September 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies

Bantuan operasional

Bantuan operasional


II TUNIA (57, Tumor Ginjal Kiri). Alamat: Jl. Industri Dalam RT.9/8, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Bandung Jawa Barat. Bu Ii Tunia saat ini tinggal bersama 3 anaknya setelah suaminya meninggal dunia. Ia menderita tumor ginjal kiri sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan nyeri dan pegal di pinggang sebelah kiri. Ia memeriksakan diri ke Puskemas dan dirujuk ke RS Salamun Bandung. Setelah diketahui menderita tumor ia dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini bu Ii sedang dalam fase pengobatan tumornya. Hampir setiap hari ia menangis karena bingung untuk bagaimana menafkahi anaknya. Anak yang paling besar hanya bisa membantu semampunya karena sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang masih kecil. Bantuan yang diberikan hanya cukup untuk ibu Tunia saja dan tidak mencukupi biaya kuliah Uni (19), anak bu Ii yang lalin. Sempat Bu Ii putus asa karena sudah tidak mampu menghadapi penyakitnya. Syukur Alhamdulillah #SR dapat bertemu keluarga Bu Ii Tunia, dan setelah dibujuk melanjutkan pengobatan, semangatnya muncul kembali. Ia dimotivasi agar jangan sampai putus pengobatan. Alhamdulillah kini ibu Ii kondisinya membaik setelah pasca operasi penganggatan Batu ginjal pada bulan Juni ini dan telah mulai beraktifitas kembali di rumah dan hanya melanjutkan kontrol rutin 1 bulan sekali di RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan, Aamiin YRA. Saat ini #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat-obatan paska operasi yang cukup mahal yang tak ter-cover oleh BPJS kesehatan. Ibu Ii Tunia yang sebelumnya masuk pada Rombongan 726 bulan April yang lalu .

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri


DG. ASIH BOLA’ (65, Tumor di perut, lepra, janda dhuafa miskin) Alamat : Kel. Karunrung Rt/Rw 02/04 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dg. Asih adalah seorang janda miskin yang menderita penyakit tumor di perut dan juga lepra yang dideritanya selama bertahun tahun. Sejak 3 tahun yang lalu Dg. Asih merasakan ada kelainan pada perutnya yang semakin membesar dan berat, meski tidak merasakan sakit yang mengganggu namun kekhawatiran juga ia rasakan seiring terus membesarnya perutnya. Karena tidak memiliki dana untuk berobat ke dokter maka Dg Asih hanya berobat kampung ke kabupaten Takalar. Sulawesi Selatan. Lepra yang Dg. Asih derita pun cukup mengganggu aktifitasnya sehari hari, Dg. Asih merasa dikucilkan dari lingkungan. Hal tersebut mengakibatkan beliau lebih banyak berdiam di rumahnya kecilnya.
Kini Dg. Asih hidup sendiri karena suaminya Dg. Bola’ yang berprofesi sebagai buruh bangunan meninggal dunia 8 bulan yang lalu akibat jatuh dari lantai 3 bangunan tempat ia bekerja. Ususnya  terburai keluar dan beliau meninggal saat itu juga. Dg. Asih memutuskan untuk menghentikan segala pengobatan yang selama ini ia lakukan dengan alasan tidak ada lagi yang membiayai segala kebutuhan berobatnya. Ia hanya pasrahkan pada Allah atas segala penyembuhan penyakitnya, namun semangat untuk sembuh tetap ada. Bahkan pada saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumah beliau, beliau terlihat rian dan penuh semangat. Beliau memiliki 3 anak yang putus sekolah, meski 1 anaknya sudah berkeluarga namun belum mampu menanggung kebutuhan hidup orang tuanya serta ke dua saudaranya, anak ke dua Dg. Asih terkadang ikut membantu penjual sayur, namun hasilnya juga tak seberapa. Kebutuhan hidup yang semakin sulit dirasa sangat menjadi beban hidup keluarga Dg. Asih. Untuk menebus beras raskin dari pemerintah pun terkadang masyarakat bergantian membantu Dg. Asih. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan Dg. Asih belum memiliki BPJS.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan beliau, Bantuan ini semoga bisa meringankan beban beliau, selain untuk berobat juga untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari. Terimakasih dan doa disampaikan beliau untuk #SedekahRombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal : 16 Juli 2015

Ibu asih menderita Tumor di perut, lepra, janda dhuafa miskin

Ibu asih menderita Tumor di perut, lepra, janda dhuafa miskin


DG. BOLLO BINTI RUPPA (55, Lumpuh, Asam Urat, janda dhuafa miskin) Alamat : Kel. Karunrung Rt/Rw 04/04 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dg. Bollo janda miskin menderita penyakit Asam Urat sejak 4 tahun lalu. Dahulu Dg. Bollo bekerja memetik kangkung pada daerah persawahan belakang rumahnya yang dilakukannya pada malam atau subuh setiap harinya, kakinya yang terus menerus terendam dalam air sering membengkak dan tidak dapat digerakkan. Beberapa kali Dg. Bollo berobat ke puskesmas namun penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.
Saat ini Dg. Bollo tinggal di rumah saudaranya dimana rumah tersebut telah direnovasi oleh pemerintah melalui program PNPM bersama 3 orang saudaranya yang juga ke tiganya adalah janda dhuafa miskin yang setiap harinya bekerja sebagai tukang cuci dari rumah kerumah. karena beliau tidak mampu lagi beraktifitas, ke tiga saudaranya lah yang menanggung biaya hidup Dg. Bollo suaminya yang meninggal 2 tahun lalu meninggalkan 2 orang anak yang kini sudah berkeluarga, namun sang anak yang berprofesi sebagai buruh bangunan pun hanya dapat menghidupi keluarganya sendiri dan tinggal di kota yang berbeda dengan beliau. Dg. Bollo terkadang berobat ke puskesmas dengan fasilitas kesehatan jamkesmas, namun tak kunjung sembuh bahkan saat ini kondisi kesehatan beliau menurun dan jika makanan masuk ke perut beliau langsung muntah. Hal ini menghawatirkan saudaranya dan berniat membawa berobat ke rumah sakit, namun karena keterbatasan biaya maka mereka mengurungkan niat tersebut dengan alasan takut biayanya yang besar sementara mereka sama sekali tidak memiliki uang.
Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dg. Bollo dan menyampaikan santunan karena merasakan kesulitan beliau, Bantuan ini semoga bisa digunakan untuk melanjutkan pengobatan beliau dan juga untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari. Beliau sangat ber Terimakasih kepada #SedekahRombongan. Semoga Allah mengangkat penyakit Dg. Bollo dan memberi ketabahan menerima ketentuanNya ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal : 16 Juli 2015

Ibu bollo menderita Lumpuh, Asam Urat, janda dhuafa miskin

Ibu bollo menderita Lumpuh, Asam Urat, janda dhuafa miskin


DG. CAYA BINTI DG. BANI (76, Janda dhuafa miskin) Alamat : Kel. Karunrung Rt/Rw 01/04 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dg. Caya adalah seorang Janda Miskin yang hidup sendiri tanpa sanak saudara, beliau hidup dilingkungan padat penduduk di Kelurahan Karunrung Makassar, karena umur yang sudah tua, kini Dg. Caya pikun, beliau sudah tidak mampu lagi menghidupi dirinya sendiri, hanya belas kasihan para tetangga lah yang mengulurkan tangan memberi makanan dan minuman setiap harinya. Dg. Caya sangat tergantung pada pemberian dan pegurusan orang lain.
Suami Dg. Caya meninggal 10 tahun yang lalu, memiliki satu orang anak yang setahun lalu juga meninggal dunia, dari anaknya itu Dg. Caya memiliki seorang cucu yang kini berusia 9 tahun, namun dibawa oleh ibunya yang telah menikah dengan orang lain. Kini Dg. Caya hidup sendiri dirumahnya yang kecil. Dg. Caya sehari-hari dapat memelihara rumahnya dengan menyapu dan lain-lain, namun untuk memasak para tetangga melarang beliau karena ditakutkan beliau lupa dan dapat mengakibatkan kebakaran, hal tersebut sudah sering terjadi akibat pikun yang kini sudah menyerang beliau. Atas hal tersebut para tetangga bergantian memenuhi kebutuhan makan minum Dg. Caya. Dahulu Dg. Caya pandai memasak dan selalu membantu para tetangganya ketika tetangganya menyelenggarakan hajatan, namun kini tak ada lagi yang mampu beliau lakukan. Sehari-hari beliau hanya duduk-duduk didepan rumahnya yang sempit.
Ketika #SedekahRombongan mengunjungi Dg. Caya dan memberikan bantuan dari para #Sedekaholic, para tetangga tak dapat menahan haru, Dg. Caya mengucapkan hamdalah dan berterima kasih pada Allah atas nikmat ini. Beliau juga menitip ucapan terima kasih untuk #SedekahRombongan, terucap “Barakallah” dari mulut beliau. Semoga bantuan ini dapat sedikit membahagiakan beliau, memenuhi kebutuhan harian beliau melalui tetangga dan handai taulan disekitar rumah beliau. Alhamdulillah

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal : 16 Juli 2015

Bantuan tunai

Bantuan tunai


DG. JIPA’ BINTI TABA (65, Asma Akut, Janda dhuafa miskin) Alamat : Kel. Karunrung Rt/Rw 04/04 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dg. Jipa’ biasa beliau disapa adalah Janda Dhuafa Miskin yang menderita Asma Akut, penyakit ini dirasakan oleh beliau sejak satu tahun ini sejak suami beliau meninggal. Pengobatan ke dokter meski melalui puskesmas belum pernah ditempuh, hanya dengan meminum ramuan-ramuan yang diberikan tetangganya yang dilakukannya. Jika penyakitnya itu menyerang beliau sesak disertai batuk yang tak henti-henti.
Dg. Jipa’ adalah seorang Janda Dhuafa Miskin yang baru setahun ditinggalkan oleh suaminya, beliau tidak memiliki tempat tinggal, selama ini hanya menumpang di rumah kos yang kosong yang jika rumah/kamar kos tersebut terisi, Dg. Jipa harus berpindah lagi ketempat yang lain. Terkadang beliau tidur di luar rumah kos berupa gubuk tanpa atap disamping rumah kos yang biasa beliau tempati. Bahkan pada saat suami Dg. Jipa’ meninggal dunia, jenazah suaminya itu harus dibawa ke rumah orang lain untuk diurus sebelum dikebumikan. Kini dengan modal Rp. 200.000,- Dg. Jipa’ mulai berjualan snack dan sabun2 di depan rumah orang yang sedang dibangun dan belum ditempati. Atas kesibukan mencari nafkah untuk menghidupi dirinya itulah sehingga Dg. Jipa’ tidak lagi memperdulikan kondisi kesehatannya dengan berobat ke dokter jika Asma yang dideritanya kambuh kembali.
Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dg. Jipa’, beliau yang kami temui sedang menunggui jualannya tetap tampak tersenyum. Semoga bantuan dari #SedekahRombongan ini membantu kehidupan beliau dan biasa menambah modal usaha kedepannya, juga dapat digunakan untuk pengobatan atas penyakitnya. Dg. Jipa’ sangat senang dengan bantuan dari #SedekahRombongan, beliau mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para #sedekaholic. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda gumam beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal : 16 Juli 2015

Ibu jipa menderita Asma Akut

Ibu jipa menderita Asma Akut


DG. KAMMA BINTI DG. NAI (75, Sakit Tulang Persendian Lutut, janda dhuafa miskin) Alamat : Kel. Karunrung Rt/Rw 04/04 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dg. Kamma adalah janda tua miskin yang sulit bergerak karena seluruh persendian terutama lututnya yang sakit. Dg. Kamma dahulunya adalah seorang pencari ikan di rawa-rawa sampai dengan sakit persendian itu dirasakannya barulah Dg. Kamma berhenti bekerja. Pengobatan dilakukan hanya dengan meminum ramuan2 dedaunan hasil saran dari tetangga-tetangganya. Dg. Kamma tak pernah berobat ke rumah sakit bahkan ke puskesmas dengan alasan bahwa memang penyakit ini karena beliau sudah berusia tua.
Dg. Kamma tinggal di rumah peninggalan suaminya bersama cucunya. Dg. Kamma memiliki 5 orang anak dan kelima-limanya sudah meninggal dunia. Hanya seorang cucu perempuan yang belum menikah itulah yang menemani beliau. Sejak beliau tidak mampu lagi bekerja menafkahi keluarganya sang cucu itu lah yang mengambil alih tugas Dg. Kamma mencari nafkah dengan berjualan kue titipan para tetangganya berkeliling gang setiap hari. Namun penghasilan dari berjulan kue itupun terkadang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Dg. Kamma tidak memiliki fasilitas kesehatan
Saat kurir #SedekahRombongan berkunjuang ke rumahnya dan menyampaikan santunan untuk keperluan pengobatan dan biaya hidup sehari-hari, Dg. Kamma sangat terharu dan tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih dan bersyukur atas Nikmat yang Allah berikan. Semoga santunan tersebut bermanfaat untuk keluarga Dg. Kamma.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal : 16 Juli 2015

Ibu kamma menderita Sakit Tulang Persendian Lutut

Ibu kamma menderita Sakit Tulang Persendian Lutut

—-
BANI BINTI DAENG SIJA (60, MAAG KRONIS) Alamat: Perintis Kemerdekaan 6, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan. Dinda adalah siswi kelas 5 SD yang tinggal berdua dengan sang nenek. Dinda usia 11 bersekolah di SD Negeri Perumahan Dosen Unhas. Sehari-hari mejadi peminta-minta di jalanan.
Bani Binti Daeng Sija harus menahan sakit di perut yang melilit hingga ke belakang badannya. Penyakit ini ia mulai rasakan sejak beberapa  tahun terakhir. Beragam obat telah dicobanya untuk meringankan penyakit tersebut namun karena persoalan dana Bani akhirnya memilih untuk berobat tradisional saja dan lebih banyak menahan sakitnya.  Akibat sakit ini Bani yang sehari-hari hanya tinggal berdua dengan sang cucu setelah anak keduanya, ayah Dinda memlih untuk mencari nafkah di kampung bersama istri dan anaknya.
Sehari-harinya jika Bani sedang ‘sehat’ atau penyakit tersebut tidak menghinggapi tubuh rentanya. Ia menjajakkan kue dan buah di sepanjang kawasan perumahan penyakit Kusta di sekitar rumahnya. Dari pendapatan hasil jual kue tersebut Bani dan cucunya terkadang mengumpulkan sekira 25 ribu/hari. Selain hasil berjualan biaya hidup, pendidikan Dinda dan membiayai pembayaran kos sehari-harinya. Dinda menjadi peminta-minta pada pengguna jalan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan. Pendapatan Dinda tidak menentu dari hasil meminta-minta ini. Jangankan untuk berobat untuk membiayai kehidupan sehari-hari Bani masih kesulitan. Dirinya pun masih berharap dari kerabatnya untuk membantu mereka khususnya untuk pendidikan Dinda.
Sedekah rombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan pun telah disalurkan. Setelah sebulan dibantu Bani daeng Sija kini telah berjualan di depan rumahnya. Ia menjual bermacam jualan seperti Buah, minuman dan kue panganan. Menurutnya keuntungan berjualan tersebut cukup baik . Jualan di depan rumah ia pilih sebab selain tidak membutuhkan tenaga untuk menjaga penyakit perut yang melilitnya tidak kambuh ia juga dapat menikmati waktu bersama Dinda yang tidak lagi turun ke jalan.

Jumlah bantuan: Rp 500.000
Kurir    : @areefy_dip @wangi_kemuning
tanggal: 12 Juli 2015

Bani menderita maag kronis

Ibu Bani menderita maag kronis


DG. SUNGGUH BINTI SAMIRUDDIN (73, Buta, luka borok diabetes, janda dhuafa miskin) Alamat : Kel. Karunrung Rt/Rw 04/04 Kecamatan Rappocini Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dg. Sungguh saat ini menderita kebutaan dan juga merasakan sakit pada kakinya karena terdapat luka borok diabetes. Hal tersebut sangat menyulitkan aktifitas beliau apalagi beliau hanya tinggal bersama dengan anak dan menantunya. Suami Dg. Sungguh telah lama meninggal dunia. Kini kebutaan yang telah 2 tahun dialami beliau berawal dari gatal yang dirasakan Dg. Sungguh pada matanya yang kemudian sedikit demi sedikit mulai tidak nampak jelas apa yang ada didepannya hingga kemudian mengalami kebutaan total. Selain dari kebutaan itu, Dg. Sungguh juga menderita Diabetes yang telah mengakibatkan borok pada kaki beliau.
Dg. Sungguh hidup bersama seorang anak perempuan dan menantu yang bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu, dengan fasilitas jamkesda Dg. Sungguh telah beberapa kali dibawa berobat oleh anaknya ke puskesmas dan setelah diberi beberapa macam obat, hingga kini belum ada perubahan yang signifikan, bahkan sekarang beliau tidak lagi mampu bergerak sendiri karena luka borok diabetes yang dideritanya. Kini Dg. Sungguh sangat tergantung pada bantuan orang lain untuk bergerak termasuk untuk ke kamar mandi. Anaknya yang dulu bekerja menjadi pembantu rumah tangga kini tak dapat lagi bekerja karena setiap saat harus merawat ibunya, menantunya yang buruh bangunan juga sangat merasa kekurangan, tetangga-tetangga merekalah yang bergantian membantu kebutuhan hidup mereka. Bantuan pengobatan sangat dibutuhkan oleh beliau  terutama penanganan luka diabetesnya, namun apa daya ketidakmampuan biaya membatasi langkah keluarga Dg. Sungguh.
#SedekahRombongan berkesempatan mengunjungi kediaman beliau dan melihat langsung kondisi kesehatan dan kehidupan beliau, semoga beliau diberi ketabahan dalam menghadapi ketentuan Allah ini,  bantuan dari #SedekahRombongan disambut haru dan sesekali meneteskan air mata, beliau berterima kasih yang sedalam-dalamnya atas bantuan dan perhatian #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal : 16 Juli 2015

Ibu sungguh menderita Buta, luka borok diabetes

Ibu sungguh menderita Buta, luka borok diabetes


SENITA SARI NIKOLAUS (20, Tonsi Kista Coklat Ovarium Kanan) Alamat : Manggaluva, Desa Pongleko, Kec. Ruteng Flores Nusa Tenggara Timur.
Senita Sari adalah perantau asal Flores yang datang ke Makassar 4 bulan lalu berbekal ijazah SD dan menumpang di kamar kost teman sekampungnya, setelah 2 bulan menganggur akhirnya Senita Sari diterima bekerja di salah satu keluarga di Makassar sebagai Pembantu Rumah Tangga, pada Kamis Malam tanggal 27 Agustus 2015 merasakan sakit yang sangat dan tidak tertahankan pada perutnya, oleh majikannya Senita Sari dibawa ke RS Labuang Baji Makassar yang kemudia setelah di observasi, dokter harus mengambil tindakan operasi karena Tonsi Kista Coklat Ovarium Kanan yang dideritanya.
Senita Sari adalah anak ke 2 dari 5 orang bersaudara putri Bapak Nikolaus Hampur (60 thn) dan Ibu Sobina Jenanut (50 thn) yang berprofesi sebagai petani di kampungnya, karena kesulitan keluarga, maka Senita Sari memberanikan diri merantau ke Makassar bersama 4 orang temannya untuk mencari pekerjaan. Pasca operasi dilakukan majikan yang tadinya mengantar senita ke rumah sakit tak kunjung datang lagi menjenguk apalagi bertanggung jawab membiayai seluruh biaya Rumah Sakit. Senita dan kawan-kawannya pun tak memiliki dana sedikitpun untuk menebus seluruh biaya tersebut. Sekiranya 3 hari setelah Operasi Senita sudah dibolehkan pulang oleh dokter, namun karena identitas diri tak satu pun yang dimiliki oleh Senita sehingga urusan Administrasi menemui jalan buntu, fasilitas kesehatan yang sekiranya diberikan Negara pada Tiap-tiap warganya tidak dapat dinikmati oleh senita, maka pihak Rumah Sakit menahannya dan tidak memberikan izin pulang padanya hingga biaya dibayarkan sebagai pasien Umum.
Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Senita Sari, Bantuan ini digunakan untuk menebus biaya Operasi dan seluruh biaya-biaya Rumah Sakit lainnya selama Senita di Rawat. Senita menangis Haru dan berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.039.540,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal : 01 September 2015

Senita menderita Tonsi Kista Coklat Ovarium Kanan

Senita menderita Tonsi Kista Coklat Ovarium Kanan


HUSAIN BIN H SARAH. (56 th, Komplikasi, Stroke). Alamat di Dusun Manarang,Desa Tukamasea, Kecamatan Bantimurung. Kab. Maros, Sulawesi Selatan.
Sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di sawah.Bapak Husain awalnya hanya menderita Sesak nafas biasa. Dua tahun lalu ia mengalami sesak nafas yang membuat ia harus dilarikan ke rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sebulan ia mengalami pengobatan di RS Wahidin. Saat itu tubuhnya membengkak dan berisi cairan mirip lendir. Cairan itu suatu waktu keluar dari tubuhnya. Dokter memberi pengobatan secara intensif sehingga ia mulai membaik dan diperbolehkan kembali ke rumah. Setelah keluar dari rumah sakit, ia sudah bisa beraktivitas namun hanya di sekitar rumahnya. Meski demikian, ia tak mampu lagi bekerja di sawah. Disamping mengkonsumsi obat dokter, ia juga menjalani Pengobatan secara tradisional karena asmanya biasa kambuh.
Sebulan lalu, tubuhnya tiba-tiba mengalami kejang kejang. Saat itu keluarganya mengandalkan ustad untuk melakukan rukhiyah, pengobatan secara islami. Setelah sembuh dan sadarkan diri tubuhnya sudah tidak normal. Sebagian tubuhnya tidak bisa bergerak. Pun Jika berjalan ia harus dipapah. Seringkali Jika batuk, ia mengeluarkan banyak lendir Sehingga setiap malam ia susah tidur.
Istrinya hatija (50 thn). Ibu rumah tangga. Anaknya Muryana (40 thn) yang menanggung biaya hidup orang tuanya. Bersama  Zul (25) yang membantu mengelola sawah yang dikelola bersama secara bagi hasil dengan pemilik lahan. Dari sawah itulah ia menghidupi keluarga dan ayahnya yang masih sakit. Termasuk biaya berobat, apalagi Bapak Husain tidak punya fasilitas kartu BPJS.
#sedekahrombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan awal diberikan untuk biaya pengobatan dan kehidupan sehari hari Bapak Husain.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Kurir  : @areefy_dip @ismawan_as
Tanggal : 27 Juli 2015

Pak husain menderita Komplikasi, Stroke

Pak husain menderita Komplikasi, Stroke


H. AMBO TANG ( 69, Diabetes Melitus)Alamat di Perumnas Antang, Makassar, Sulawesi Selatan. H. Ambo Tang adalah seorang lelaki yang menderita  beberapa  penyakit degeneratif seperti diabetes dan asam urat.  Diusianya yang sudah senja,  beliau hanya hidup berdua dengan istrinya yang juga sudah sakit-sakitan. Mereka berdua tak memiliki  anak kandung,  hanya seorang  anak angkat laki-laki yang kini  telah berkeluarga dan hidup mandiri.  Keseharian mereka berdua sederhana,  karena H.  Ambo Tang yang kini tak lagi memiliki pekerjaan,  dan hanya menanti  bantuan sanak keluarga  yang tidak tetap. Setiap rupiah yang mereka dapatkan hanya untuk menyambung hidup sehari-hari serta membeli obat-obatan generik yang sudah menjadi makanan pokok kedua yang secara terus menerus mereka konsumsi karena keadaan  kesehatan yang tak prima lagi.  Alhamdulillah #sedekahrombongan bisa menjangkau kehidupan mereka dan memberi titipan dari langit sebesar Rp500.000 yang akan mereka gunakan sebagai pembeli obat,  terlebih lagi sebulan yang lalu kondisi H.  Ambon Tang sangat drop sehingga membutuhkan obat-obatan diabetes untuk menyeimbangkan kadar gula darahnya. Mereka sangat berterimakasih pada #sedekahrombongan atas perhatian yang mereka peroleh. Insya allah dana yang diberikan,  akan mereka pergunakan sebaik-baiknya.

Jumlah Santunan         : Rp. 500.000
Kurir : @areefy_dip @mursyidah
Tanggal      : 20 Juli 2015

Pak ambo menderita Diabetes Melitus

Pak ambo menderita Diabetes Melitus


HANENG DAENG SIJA (72, Stroke ringan). Alamat: Kampung Buntusu, Keluarahan Tamalanrea, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan.
Pertengahan tahun 2014, mulanya hanya terserang sakit perut biasa. Ia dan keluarganya mulanya menganggap biasa dan menyikapinya dengan hanya obat kampung biasa. Namun, selang beberapa hari kemudian kondisi tubuhnya makin menurun dan mulai merasakan keanehan karena saat buang air besar terdapat darah. Keluarganya kemudian memutuskan untuk membawanya berobat ke rumah sakit umum Tajuddin Challid Daya. Di rumah sakit, kondisi tubuh Daeng Sija makin lemah dan kekurangan darah. Hasil pemeriksaan dokter juga melihat adanya gejala stroke yang ditandai separuh badannya kaku. Kurang lebih 2 minggu beliau dirawat di rumah sakit hingga keluarga memutuskan untuk mengeluarkan beliau karena melihat kondisi fisiknya yang mulai membaik. Meski sebenarnya setelah dipulangkan, ia masih merasakan kaku di separuh badannya. Ketika berjalan terlihat beliau masih sempoyongan. Kini, setahun setelah serangan stroke tersebut, ia masih merasakan fisiknya tidak sekuat dulu lagi. Makanya, ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai tukang gandeng sayur keliling. Pekerjaan yang telah puluhan tahun beliau geluti. Padahal, selama ini perannya sangat vital sebagai kepala keluarga dan tumpuan satu-satunya dalam mencari nafkah. Oleh karena itu, istri beliau memutuskan untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di tetangga dekat rumahnya agar dapat membantu perekonomian keluarga meski gajinya sangat terbatas. Saat di jenguk kurir #sedekahRombongan, ia menuturkan kondisinya yang secara fisik tidak kuat lagi tapi enggan berobat ke dokter. Padahal, beliau memperoleh fasilitas jamkesmas dari pemerintah.  #SedekahRombongan turut prihatin dengan kondisi Daeng Sija beserta keluarga. Olehnya, #SedekahRombongan member bantuan kepada Daeang Sija dan keluarga pada saat menjelang idul fitri lalu dengan harapan semoga kesehatan Daeng Sija segera membaik dan bantuan tersebut dapat dipergunakan untuk membantu Daeng Sija.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-.
Kurir     : @areefy_dip @ @iqbal_muh84 @ismawan_as
Tanggal : 11 juli 2015.

Haneng menderita Stroke ringan

Haneng menderita Stroke ringan


RAMING (65 Tahun, STROKE ). Alamat: Sannaletang, Dusun Mattirobaji, Desa Lassa-Lassa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pada hari jum’at tanggal 03 juli 2015 sekitar jam 11 siang wita,  RAMING ditemukan tergeletak  tak sadarkan diri dijembatan dekat rumahnya. menurut keterangan istrinya (Rali)  pada hari itu sebelum kejadian, Raming pamit untuk pergi ke sawah yang sudah menjadi rutinitasnya sebagai petani, setelah Raming sampai dan memantau semua sawah yg digarapnya, raming kemudian melangkah pulang kerumahnya dan sekaligus  berniat untuk bersiap -siap pergi menunaikan ibadah Shalat Jum’at, namun di tengah perjalanan menurut keterangan Raming waktu di tanya setelah ia sadar, Ia sempat merasakan pusing kepalanya sampai pada akhirnya ia terjatuh pingsan, setelah waktu menunjukkan pukul 11:45  wita, maka ditemukanlah Raming oleh seorang tetangganya yang bernama Daeng Jido dalam keadaan tak sadar. Daeng Jido yang hendak pergi ke Masjid untuk Shalat Jum’at kaget melihat Raming yang tergeletak pingsan di jembatan dan pada saat itu juga Daeng Jido langsung membawa Raming kerumahnya untuk diberikan pertolongan. selang waktu berjalan selama satu jam Raming pun tak kunjung sadar, akhirnya keluarga terutama istrinya yang bernama Rali memutuskan untuk membawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan sentuhan medis. setelah di tangani oleh pegawai puskesmas selama 2 hari dan adapun hasil diagnosanya, Raming terkena penyakit Stroke  yang berakibat pada matinya separuh tubuhnya. karena kondisinya tidak ada perubahan selama perawatan di puskesmas maka istrinya menyimpulkan untuk membawanya pulang kerumahnya meskipun ada arahan dari kepala puskesmas kecamatan Bontolempangan untuk di rujuk ke RSUD Kab. Gowa namun istri Raming menolak dengan alasan finansial yang tidak memadai walaupun di Kabupaten Gowa sudah di terapkan program Kesehatan Gratis namun intensitas pelayanan tentu berbeda dengan pasien yang masuk melalui jalur umum sehingga hasilnya pun sama saja, tutur istri Raming. akhirnya Raming pun  dirawat dirumahnya dengan pengobatan secara tradisional. keluarga Raming, besar harapannya untuk dirawat di salah satu Rumah Sakit besar yang ada di Kota Makassar namun kenyataan berbicara lain karena terkendala oleh biaya yang besar bagi keluarga Raming yang hidup dalam keadaan sederhana.
setelah dibawah pulang dari puskesmas, Raming  tetap tidak berdaya dirumahnya dan sampai saat ini kondisinya pun tidak kunjung membaik, tersirat kesedihan yang dirasakan oleh keluarganya, begitu besar harapan keluarga terutama istrinya Rali (60 tahun) kepada Raming agar bisa sembuh kembali seperti sediakala, kesedihan yang sangat dalam,  mengingat Raming adalah tulang punggung keluarga yang memiliki  5 orang anak. di usia yang sudah tua tentu bukan pekerjaan yang mudah dimana 3 orang anaknya masih menggantungkan hidupanya sama Raming dan 2 anaknya yang lain sudah berkeluaraga. Raming adalah seorang petani yang berpenghasilan relatif kecil, rata-rata pendapatannya dalam satu bulan sekitar 500 ribu rupiah itupun terkadang dibawah nominal 500 ribu. sebelum menderita sakit, Raming yang menggantungkan hidupnya  kepada alam dengan menggarap sawah yang kenyataannya lebih banyak menggarap sawah orang lain dengan sistem bagi hasil setelah panen harus menanggung beban untuk membiyai keluarga  ditengah tuntutan hidup yang berat dan serba uang sementara minim pendapatan apalagi sekarang Raming dalam keadaan  terbaring sakit, bagaimana nasib keluarganya kedepan disaat tulang punggung tak mampu lagi menopangnya, itulah ungkapan kata kesedihan keluarga Raming saat di jenguk kurir #Sedekah Rombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan Fasilitas Kartu BPJS Kesehatan tidak ada , Saat inipun biaya sementara dibantu oleh sanak saudara, 2 orang anaknya dan  tetangganya.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan. Semoga Raming  segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat beraktivitas  seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir : @areefy_dip @ismawan_as @ridwanmuhammad
Tanggal : 23 Juli 2015

Pak raming menderita Stroke ringan

Pak raming menderita Stroke ringan


GAITSA SALSABILA BINTI IRFAN, (46 Hari, Pneumonia bilateral dan Radang Paru-Paru). Alamat:  Jl. Jend. Sudirman No.71, Maros, Sulawesi Selatan.
Dik Icha, sapaan akrabnya. Sekitar 3 minggu yang lalu Dik Icha sering batuk-batuk dan seminggu yang lalu semakin parah dengan bertambahnya keluhan sesak. Sebelumnya Dik Icha sempat dirawat di RS. Salewangan Maros, ketika gejala awal muncul, kedua orang tuanya mengira hanya batuk-batuk biasa yang tertular dari orang tuanya. Selama dirawat Dik Icha diinfus dan dipasang NGT (selang makan lewat hidung) dan memakai Oksigen.  Setelah beberapa hari dirawat, Dik Icha terpaksa dipulangkan oleh kedua orangtuanya, meskipun sesak yang dirasakan Dik Icha belum sembuh secara total. Alasan satu-satunya ia dipulangkan karena orangtuanya tidak memiliki jaminan kesehatan. Sedangkan, untuk menjadi pasien umum sangat membutuhkan biaya yang besar. Menurut keterangan dokter,  bahwa penyakit Dik Icha semestinya sudah sembuh (menurut pengalaman dokter) jadi dokter mecurigai adanya gangguan jantung yang tidak seimbang. Dan dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit yang lebih lengkap untuk melakukan  pemerikasaan khusus jantung anak.Ayah Icha Pak Irfan (31) hanya seorang wiraswasta dan Ibunya Cahyani (26) hanya IRT, dan mereka masih menumpang tinggal dirumah orang tua. Penghasilan ayahnya yang pas-pasan hanya bisa untuk biaya hidup, sementara biaya perawatan selama ini hanya dapat bantuan dari keluarga dekat dan orang tuanya. Bantuan #SR sangat beliau harapkan untuk pengobatan selanjutnya dan sangat berharap bisa berkelanjutan sampai Dik Icha sembuh, karen kedepan Dik Icha masih perlu pengobatan dan maksimal tentu membutuhkan biaya yang besar juga.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir : @areefy_dup @ismawan_as @abdraufpawaly
Tanggal : 12 Juli 2015

Gaitsa menderita Pneumonia bilateral dan Radang Paru-Paru

Gaitsa menderita Pneumonia bilateral dan Radang Paru-Paru


ABDUL GAFFAR (64, Stroke, Diabetes Melitus). Alamat Lingkungan Sambotara, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.
Sejak dua bulan lalu, Bapak Abdul Gaffar mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Setiap hari Ia merasa lemas dan susah bangun dari tempat tidur. Ketika keluar dari rumah, ia seringkali merasa pusing dan sakit pada bagian kepala. Istrinya, Rukiah (43) berupaya untuk membawanya ke dokter. Namun Bapak Gffar bersikukuh bahwa apa yang ia alami hanya penyakit biasa. Ia hanya mengkonsumsi obat herbal yang dibeli di pinggir jalan.
Dua pekan lalu, Bapak Gaffar sudah tidak mau mengkonsumsi makanan. Daya tahan tubuhnya menurun. Ia bahkan sudah tidak mampu berjalan. Sepanjang hari ia hanya tertidur di kasur yang terpasang di bawah rumahnya. Tiga hari kemudian, paha Bapak Gaffar membengkak. Sehingga bergerak di kasur pun baginya amat sulit. Selain itu, luka juga timbul di paha dan pinggangnya. Awalnya luka kecil yang kemudian berkembang menjadi besar. Tangan kiri Bapak Gaffar juga sudah kaku dan tidak bisa bergerak.
Bapak Gaffar hanya seorang pekerja biasa. Istrinya, Ibu Rukiah ibu rumah dan tangga yang menanggung tiga anaknya yang sudah besar. Ilham (22), Ilman Alim(18) dan Iksan (15).
#Sedekah Rombongan merasakan penderitaan mereka. Bantuan diberikan untuk membiayai kebutuhan sehari hari dan membeli obat herbal. Bapak Gaffar dan keluarga amat senang mendapat bantuan #SR. Ia mendoakan semoga kurir keluarga besar SR makin berkah.
Namun, Allah berkehendak lain. Dua pekan setelah itu. Bapak Gaffar dipangil yang maha kuasa. Keluarga amat sedih, tapi tetap pasrah pada kekuasaan Allah Swt. Sekali lagi, ibu Rukiah mengucapan terima kasih yang sebesar besarnya pada #sedekahrombongan yang telah membantu dan peduli pada keluarga.

Jumlah bantuan :Rp.1.000.000
Kurir :   @areefy_dip @ismawan_as @hasnungsyamsi
Tanggal : 30 Juli 2015

Abdul menderita Stroke, Diabetes Melitus

Abdul menderita Stroke, Diabetes Melitus


NURYANI Binti SUKIYO ( 52 Tahun, Bantuan Tunai ). Beliau hidup miskin, tinggal di ds. Sidorejo RT03/2, Pakelan, Tirtomoyo, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini sangat membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari. Hidup menjanda sudah cukup lama, karena suami telah meninggal dunia kurang lebih delapan tahun silam. Tanpa dikaruniai seorang anak pun, beliau hidup sebatang kara. Tiap hari tinggal di rumah, dan sesekali mencari kayu bakar untuk dijual di pasar. Namun, hasil tersebut tidak bisa digunakan sebagai jaminan mencukupi kebutuhan hidupnya. Melihat kondisi beliau tersebut, kami berupaya untuk meringankan beban hidupnya. Dengan memberikan santunan berupa bantuan tunai agar bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan pokok sehari – hari. Mudah – mudahan bantuan ini meringankan beban hidup beliau saat ini. Terimakasih untuk dermawan atau sedekaholics bersama sedekah rombongan membantu warga miskin seperti ibu tersebut. Semoga selalu diberikan kemudahan dalam mencari rejeki. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juni 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

 Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


RIJAL, (72, Komplikasi Jantung). Alamat Dusun Masale, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Ustadz Rijal adalah seorang Pembina di Panti Asuhan Darul Barokah. Maros.  Gejala penyakit yang ia derita sudah cukup lama. Komplikasi penyakit jantung, diabetes, paru-paru, hipertensi dan stroke akhir Desember 2014 mulai terasa. Awalnya ia tak mau berobat karena merasa apa yang ia derita tidak apa apa. Tubuhnya makin lemah dan rasa sakit makin sering ia rasakan. Hingga ia kemudian tak mampu menahan rasa sakitnya dan harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Ustadz Rijal terbaring di Rumah Sakit selama tujuh hari, namun saat kondisinya mulai membaik ia memaksa keluar. Pekerjaannya sebagai Pembina panti asuhan tak mampu membayar tagihan rumah sakit yang cukup besar. Dengan terpaksa ia kembali ke Desa dan berobat jalan.
Karena kondisi tubuh yang belum stabil Ustadz Rijal pernah terjatuh di kamar mandi, hingga ia tak sadarkan diri dan membuat keluarganya membawa Ustadz Rijal kembali ke Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan bahwa komplikasi yang dialami ust Rijal sangat berpengaruh pada tubuhnya. Apalagi penyakit jantung yang mengancam jiwanya. Dokter memutuskan bahwa harus dipasangkan cincin di jantungnya agar nyawanya bisa diselamatkan. Untuk melakukan operasi pemasangan cincin butuh biaya besar. Sementara keluarga tak mampu mencari dana untuk biaya operasi tersebut. Meski memiliki kartu BPJS, namun tak mampu mengcover biaya operasi.
Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, anak Ustadz Rijal, Indah mengungkapkan kesedihannya dan penyesalan yang mendalam. Di tengah ayahnya yang membutuhkan pertolongan, mereka tak punya simpanan. Saat ini biaya berobat ust Rijal dibantu oleh tetangga dan sanak keluarga. ini adalah santunan yang keempat, sebelumnya Ustadz Rijal masuk dalam Rombongan 701, 723 dan 726. Semoga Ustadz Rijal segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat membina anak panti di pondoknya.

Jumlah Bantuan : Rp.5.600.000,- :
Kurir    : @areefy_dip @Hasnung
Tanggal : 25 Juli 2015

Pak rijal menderita Komplikasi Jantung

Pak rijal menderita Komplikasi Jantung


ELIYANTI, ( 3, Retino blastoma). Jalan Pattimura, No. 5 Kawasan Kuda Mati, Ambon, Kepulauan Maluku. Eliyanti adalah Adik usia tiga tahun yang biasa dipanggil Yanti. Sebulan yang lalu, Adik Eliyanti harus dilarikan ke Rumah Sakit Haulusi Ambon. Gejala penyakitnya bermula sejak ia berusia satu tahun. Awalnya hanya benjolan biasa. Namun perlahan benjolan makin besar. Ayahnya, Salmin (25) berupaya mencari tahu apa yang dialami anak kecilnya itu. Eliyanti kemudian dibawa ke dokter untuk diperiksa secara intensif. Kedua orang tuanya sungguh kaget saat dokter menyampaikan kalau anaknya terkena penyakit Tumor. Kesedihan orang tua Adik Eliyanti makin bertambah saat mereka menyadari tak bisa merawat anak semata wayangnya itu karena tak ada biaya. Adik Eliyanti pun dibawah ke rumah dengan alternatif melakukan pengobatan tradisional. Selama lima bulan menjalani pengobatan tradisional, kesehatan Eliyanti tidak membaik. Kondisi tubuhnya makin drop dan lemah. Oleh sanak keluarganya Adik Eliyanti dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Kini Eliyanti terbaring di ruang perawatan Lontara RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Kondisi tubuhnya belum membaik meski sudah mendapat pengobatan dari dokter. Untungnya, orangtuanya sebelum berangkat ke Makassar masih sempat mengurus BPJS kelas tiga. Namun ujian menimpa ayah Eliyanti, motor yang setiap hari dipakai mengojek dicuri orang. Sungguh berat ujian yang mereka hadapi. Namun mereka tetap harus berusaha untuk kesembuhan anaknya ini.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan. Semoga Eliyanti  segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat kembali ke Ambon.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @areefy_dip @shofia @ismawan_as
Tanggal : 25 Juli  2015

Eli menderita Retino blastoma

Eli menderita Retino blastoma


SASTRO KIMIN Bin Alm. KARTO TARNO ( 72 Tahun, Asma Akut ). Tinggal di ds.Hargantoro RT04/3, Kaliwungu, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau saat ini hanya tinggal dengan istrinya yang sudah tua. Kesehariannya hanya mencari rumput untuk pakan ternak di rumahnya, beberapa hari yang lalu beliau merasakan sesak nafas. Dan akhirnya dibawa kerumah sakit. Karena tidak mampu, dan belum mempunyai jaminan kesehatan maka biaya rumah sakit menggunakan biaya umum. Setelah mendapatkan perawatan selama kurang lebih dua hari, beliau membaik. Dan akhirnya bisa di bawa pulang ke rumahnya. Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah cukup bagus. Dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Semoga bantuan biaya untuk pengobatan ini memberikan semangat dan motivasi hidupnya. Terimakasih untuk para dermawan yang telah bersama sedekah rombongan membantu warga kurang mampu seperti bapak ini. Semoga segala kebaikan mendapatkan kebaikan yang bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.

Bantuan : Rp. 2.131.400,-
Tanggal : 28 Juni 2015
Kurir : @Mawan@Tarni@Yuliantonuzul

Pak sastro menderita Asma Akut

Pak sastro menderita Asma Akut


SUPARDI BIN SUTOKARIYO (45th, lumpuh) beralamat di Jonosari RT 01 Cemeng, Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah. Saat ini keadaan Pak Supardi lumpuh. Awal mulannya pada tanggal 22 Juni 2015, Pak Supardi yang bekerja sebagai buruh pengangkat tahu di pabrik tahu rumahan, disuruh oleh pemilik pabrik untuk memotong ranting pohon mangga yang berada di depan rumahnya, namun tangga yang digunakan tidak seimbang karena geser sehingga mengakibatkan Pak Supardi terjatuh. Bahkan, saat terjatuh tubuh Pak Supardi tersangkut diranting beberapa kali. Ketika jatuh dibawah pun punggung Pak Supardi menatap cor beton. Oleh warga dibawa ke RSUD Sragen, lalu dirujuk ke RS Orthopedi Surakarta. Saat #kurir Sedekah Rombongan melakukan survey, mengalami kesulitan memperoleh informasi medis karena keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Menurut istri Bapak Supardi yaitu Ibu Ngadiyem (41th), 10 hari yang lalu, Bapak Supardi tidak bisa bicara. Oleh karena itu, dibawa ke RS Mardi Lestari di Sragen. Di Rumah sakit, Bapak Supardi 2 hari dirawat diruang ICU dan 7 hari dirawat di kamar inap. Karena tidak menggunakan jaminan kesehatan, sehingga biaya membengkak sebesar Rp 11.671.000,00. Pihak keluarga menjual hewan ternaknya. Selama pengobatan berlangsung biaya yang sudah dikeluarkan pihak keluarga sekitar Rp 25.000.000,00.  Ibu Ngadiyem selama 3 bulan ini tidak bekerja karena harus merawat Bapak Supardi yang saat ini hanya terbaring ditempat tidur, bahkan tidak dapat menggerakkan beberapa bagian tubuhnya. Untuk merasakan buang air kecil maupun besar pun Bapak Supardi tidak bisa. Setiap hari Ibu Ngadiyem dengan telaten membersihkan luka dipunggung Bapak Supardi, Ibu Ngadiyem mengetahui cara untuk membersihkan luka dari perawat. Bapak Supardi masih memiliki 2 tanggungan yaitu Joko Priyanto (16th) saat ini duduk dibangku kelas 8 di SMP PGRI 10 Ngrampal dan Mile Centia Anggrahini (10th) murid kelas 4 di SD Cemeng 1. Untuk membantu kebutuhan keluarga, saat ini Joko sepulang sekolah bekerja di pabrik tahu dengan pendapatan yang tidak menentu, kurang lebih Rp 15.000,00 per hari. Ibu Ngadiyem ingin suaminya dapat sembub karena masih memiliki 2 tanggungan anak yang masih kecil. Saat ini, Bapak Supardi rutin kontrol di Rumah Sakit Mardi Lestari seminggu sekali. Maka dari itu, untuk membantu biaya pengobatan Bapak Supardi, #kurir Sedekah Rombongan menyampaikan sedekah dari #Sedekahholic sebesar Rp 2.000.000,00 dengan rincian Rp 337.100,00 untuk membeli sembako dan Rp 1.662.900,00 untuk biaya berobat. Selain itu, bantuan berupa kasur dekubitus juga telah disampaikan. Semoga dengan sedekah tersebut dapat meringankan biaya berobat Bapak Supardi. Tak lupa keluarga juga menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang sudah diberikan.

Santunan: Rp 2.000.000,00
Tanggal: 12 September 2015
Kurir: @Lastiko, @Shofawa

Pak supardi menderita  lumpuh

Pak supardi menderita lumpuh


SARDI PURNOMO (33 , DIFABLE) Mas sardi purnomo tinggal di dukuh Jerengan RT 1/IV Jatimulyo, Pedan, Klaten,Jawa Tengah. Mas Pur demikian tetangganya mengenalnya. Kesehariannya sebagai penjual rokok keliling dengan kursi roda yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi kendaraan sekaligus kaki untuk mas Pur, karena mas Pur memiliki anugrah dari Tuhan sebagai seorang difable. Mas Pur selama 33 tahun ini mengalami kelumpuhan kaki dan tangan sebelah kanan namun keaadan tersebut tidak mengurangi semangat Mas Pur dalam menjrmput Rezeki dari Allah.
Dalam menjemput rezeki mas Pur berjualan Rokok dengan penghasilan rata-rata perbulan kurang dari Rp 300.000.
Mas Pur tinggal bersama ayahnya dan saudara kembarnya yang  mengalami gangguan jiwa. Ayahnya sudah renta yang bekerja sebagai buruh tani lepas yang penghasilannya juga tidak kurang dari Rp 1.000.000 /bulan.
Kurir Sedekah rombongan dipertemukan Allah dengan mas Pur dan menemukan bahwa sepeda yang terbuat dari kursi roda milik mas pur terlihat sudah rusak dan tidak layak pakai. Alhamdulillah harapan beliau bisa terwujud melalui santunan dari para sedekaholic sebesar Rp 10.000.000 untuk kendaraan khusus difable. Mas Pur mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Santunan : Rp. 10.000.000,00
Tanggal : 7 September 2015
Kurir : @lastiko

Bantuan motor difabel

Bantuan motor difabel


KONOK BINTI DINTA (70, pembengkakan di tangan, perut dan kaki). Alamat : Kp. Datar Kupa RT. 5/7 , Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut Selatan Jawa Barat. Sejak bulan Juni 2015 lalu, tangan dan kaki Ibu Konok mengalami pembengkakan lalu disusul di bagian perutnya juga mengalami bengkak yang belum diketahui apa penyebabnya dikarnakan hingga saat ini belum melakukan pemeriksaan di dokter setempat di karnakan tidak memiliki biaya. Pada awalnya Ibu Konok dapat berjalan dengan bantuan tongkat, namun setelah satu bulan berlalu, rasa sakit yang di deritanya semakin kuat, pembengkakan kakinya tak kunjung sembuh sehingga kondisi ibu Konok sekarang tidak bisa berdiri dan berjalan.Keluarga ibu Konok dan suaminya, Pak Ebes (75), merupakan keluarga yang tidak mampu, dari pertama sakit ibu Konok belum pernah di bawa ke puskesmas karena tidak mempunyai uang untuk berobat, adapun yang memeriksa adalah seorang perawat kesehatan yang datang langsung ke rumahnya. Akses jalan ke rumah ibu Konok terbilang cukup sulit dan terjal. Setelah mendapat informasi dari perawat yang memeriksa ibu Konok, akhirnya kurir #SedekahRombongan dipertemukan oleh Ibu Konak oleh Allah SWT dan lalu membawa ibu Konok langsung ke Puskesmas yang lumayan jauh dari rumahnya sebagai pemeriksaan awal. Kondisinya semakin lemah, kaki bengkaknya tak mampu menopang berat tubuh ibu Konok yang sudah kurus. #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dialami mereka, bantuan awal pun disampaikan. Semoga penyakit ibu Konok segera disembuhkan oleh Allah SWT sehingga ia bisa beraktivitas lagi seperti biasa. Namun takdir berkata lain, malamnya Bu Konok dikabarkan meninggal dunia. Semoga amal ibadahnya selama di dunia di terima Allah SWT, aamiin..

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 7 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @ceppymooien @avinptr

Ibu konok menderita pembengkakan di tangan, perut dan kaki

Ibu konok menderita pembengkakan di tangan, perut dan kaki


SURYANI BINTI ISAM (39,Kista Ovariun Sindum Kanan. Alamat : Kp. Srengseng Jaya RT.3/2, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pernah menjalani pemeriksaan awal beberapa bulan yang lalu, Bu Suryani langsung mendapat surat rujukan ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Pada pemeriksaan yang kedua di Bandung ia divonis Kista Ovarium dan harus menjalani operasi. Namun karena usia kehamilannya saat ini yang sudah berusia 8 bulan, maka dokter menunda rencana operasi sampai waktu yang akan ditentukan. Dokter menganjurkan agar Bu Suryani tetap harus menjalani kontrol rutin. Suaminya, Pak Rahmanul Hak (43) adalah seorang buruh harian yang penghasilannya tidak menentu. Mereka sangat kebingungan saat menjelang keberangkatan Bu Suryani ke Bandung meskipun biaya rumah sakit tercover Kartu BPJS yang ia miliki namun untuk biaya transport yang tidak sedikit jumlahnya harus disiapkan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Semoga diberi kemudahan untuk Bu Suryani dalam menjalani pengobatan penyakit Kista nya. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom

Ibu suryani menderita Kista Ovariun Sindum Kanan

Ibu suryani menderita Kista Ovariun Sindum Kanan


EDI BIN ENAN (54, Stroke). Alamat : Kp. Cabang Pulo Bambu RT.1/5, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sekitar 2 tahun lalu, Pak Edi terjatuh saat sedang mandi dan sempat dilarikan ke Klinik terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Setelah 3 hari menjalani perawatan di Klinik, ia baru sadar kalau kedua kakinya sudah tidak bisa digerakan lagi. Bahkan upaya keluarga pernah membawa Pak Edi ke beberapa rumah sakit di Bekasi, namun semuanya tidak membuahkan hasil. Hingga sekarang Pak Edi hanya bisa duduk bersandar pada kursi roda usang yang diragukan kekuatannya untuk menopang tubuhnya. Sebelumnya Pak Edi seorang supir angkot, namun karena ia sakit, tugas mencari nafkah diambil alih oleh istrinya, Bu Caswi (50) yang berprofesi sebagai tukang urut di kampungnya dengan pernghasilan tidak menentu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan kursi roda dan uang untuk keperluan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @alle_recycle

Pak edi menderita  Stroke

Pak edi menderita Stroke


ILHAM MAULANA (4, Pembengkakan Ginjal). Alamat : Kp. Pamahan RT.2/1, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Bermula sekitar satu bulan yang lalu, Ilham tidak bisa buang air kecil dan kondisi tubuh membengkak. Awalnya keluarga mengira bahwa Ilham sedang mengalami kegemukan. Tapi kejanggalan terjadi karena pertumbuhannya sangat cepat ditambah Ilham gak bisa beraktifitas. Oleh keluarga, Ilham dibawa ke klinik terdekat dan mendapat saran agar dibawa ke rumah sakit. Bermodalkan Kartu BPJS, setelah mendapat perawatan di RS. Bakti Husada Cikarang, Ilham sudah bisa buang air kecil dan dari hasil pemeriksaanpun diketahui bahwa Ilham dinyatakan pembengkakan ginjal. Meskipun kondisinya sudah membaik, Ilham harus tetap harus menjalani perawatan di RS. Bakti Husada Cikarang. Ilham tergolong dari keluarga tidak mampu, Ayahnya bernama Pak Renin (35) seorang buruh harian lepas dengan penghasilan tidak memadai. Ibunya, Dariyah (32) seorang ibu rumah tangga. Sehingga untuk biaya akomodasi selama Ilham dirawat terasa menjadi beban berat untuk mereka. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @iid.fahrudin

Ilham menderita Pembengkakan Ginjal

Ilham menderita Pembengkakan Ginjal


ROSIH BINTI ROHIM (40, Susp. Tumor Pariatis Bilateral). Alamat : Kp. Gili-gili RT.1/6, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah 3 tahun lebih Bu Rosih menderita Susp. Tumor Pariatis Bilateral. Awalnya hanya benjolan kecil pada bagian bawah telinga kiri dan kanan yang lama-kelamaan makin membesar. Memang tidak ada rasa sakit, namun cukup mengganggu karena ukurannya semakin membesar. Ironisnya, karena ketiadaan biaya, Bu Rosih tidak melanjutkan pengobatannya di RSUD Cibitung, padahal keinginannya untuk berobat sangat besar. Suaminya, Pak Asman (45) hanya seorang buruh tani yang penghasilannya tidak menentu. Berkat bantuan dari Kurir #SedekahRombongan akhirnya Bu Rosih dibantu untuk pembuatan Kartu BPJS sehingga bisa melanjutkan pengobatan di RSUD Cibitung  sebelum akhirnya mendapat rujukan ke RS. Hasan Sadikin Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke RS. Hasan Sadikin Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @abu_fatan

Ibu rosih menderita Susp. Tumor Pariatis Bilateral

Ibu rosih menderita Susp. Tumor Pariatis Bilateral


MUHIDIN BIN NATA (48, Susp. Liver, Jantung dan Plek). Alamat : Kp. Blokang RT.4/7, Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah satu tahun Pak Muhidin terbaring tak berdaya, awalnya plek, batuk dan perut kembung. Pernah sekitar 6 bulan yang lalu dirawat di RS. Mutiara Husada selama 2 hari lalu disarankan untuk dirujuk ke RS yang lebih besar. Tapi karena ketiadaan dana, hanya bisa pasrah dengan keadaannya. Pak Muhidin sehari-hari bekerja sebagai pemulung, namun karena kondisinya sedang sakit, kini Sang istri Mariyah (38) yang menggantikan bekerja sebagai pemulung. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke RSUD Cibitung. Insya Allah Kurir #SedekahRombongan akan melakukan pendampingan pengobatan Pak Muhidin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Zaenudin

Pak muhidin menderita Susp. Liver, Jantung dan Plek

Pak muhidin menderita Susp. Liver, Jantung dan Plek


ROSITA BINTI IRI (38, Radang usus besar). Alamat : Kp. Sempu Darussalam RT.3/2, Desa Pasir Gombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Selama  3 bulan terakhir Bu Rosita merasakan nyeri di perut bagian kiri tapi tidak begitu dirasakan dan masih terus menjalani aktivitas sebagai  buruh cuci di 3 rumah. Sampai pada seminggu yang lalu ia merasakan nyeri yang hebat sampai tidak bisa bangun. Bu Rosita dibawa ke klinik terdekat, di klinik Bu Rosita sempet pingsan sebelum akhirnya dirujuk ke RS. Sentra Medika Cikarang. Di RS. Sentra Medika, Bu Rosita menjalani perawatan selama beberapa hari. Namun untuk kebutuhan akomodasi selama ia dirawat mereka kesulitan biaya, sedangkan untuk biaya rumah sakit sudah tercover BPJS. Suaminya, Pak Nandar (36) hanya seorang buruh serabutan dengan tanggungan 4 orang anak yang masih sekolah. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri

Ibu rosita menderita  Radang usus besar

Ibu rosita menderita Radang usus besar


MUHAMMAD ZAINAL (4, Penyumbatan gumpalan darah di kepala). Alamat : Ujung Harapan At Taufiq Gg 2 RT.1/44, Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Hasil pemeriksaan awal dirumah sakit, ada penyumbatan atau semacam gumpalan darah di kepala, sehingga sampai usia hampir 5 tahun, ia tidak bisa jalan dan bicara, tangannya hanya mengepal seperti bayi. Dengan bermodalkan fasilitas jaminan Kesehatan berupa BPJS, keluarga terus berusaha mengobati dik Zainal meskipun kadang harus cari pinjaman untuk kebutuhan biaya akomodasi ke RSUD Kota Bekasi. Ayahnya bernama Pak Osim (40) seorang petugas kebersihan yang setiap bulannya menerima upah 800 ribu rupiah, sedangkan ibunya, Bu Fatmawati (38) ibu rumah tangga. Dengan penghasilan tersebut, Pak Osim menghidupi keluarga istri dan 2 orang anak. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa

Zainal menderita Penyumbatan gumpalan darah di kepala

Zainal menderita Penyumbatan gumpalan darah di kepala


MASTUR SUNARYA (45, Infeksi di kemaluan). Alamat kontrakan: Ujung Harapan Gang Sejahtera RT.1/17, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Awalnya gatel gatel dibagian kemaluan karena sering digaruk akhirnya menimbulkan infeksi, bengkak dan membesar. Setelah berpisah dengan isterinya sekitar 3 tahun lalui, saat ini Pak Mastur yang mantan supir ini tinggal sendirian di kontrakan. Hanya berobat seadanya, karena untuk makan sehari-haripun hanya dari belas kasihan tetangga. Saat kurir #SedekahRombongan silaturahmi kekediaman Pak Mastur, luka pada alat kelaminnya sudah membesar dan pecah bahkan mengeluarkan nanah. Setiap hari Pak Mastur merintih kesakitan. Saat ini pak mastur sudah tidak bisa berjalan, hanya bisa tiduran dan pasrah. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit bantuan awal, untuk membantu biaya pengobatan Pak Mastur. Semoga ia diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa

Pak mastur menderita  Infeksi di kemaluan

Pak mastur menderita Infeksi di kemaluan


MUHAMMAD TAUFIQ (51. Serangan Jantung). Alamat : Kampung Makbul RT.2/4 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bapak dari tiga anak ini dikenal di kampungnya sebagai Ketua RT yang rajin membantu warga yang sakit untuk berobat. Dia juga kerap membantu #SedekahRombongan menjadi relawan. Untuk menghidupi keluaganya, Pak Opik —begitu panggilan kesehariannya— bekerja sebagai penjahit dibantu istrinya, Mulyawati (47). Ketika sedang megerjakan pesanan, pada 9 September 2015, dia tiba-tiba merasakan sesak nafas dan nyeri di dada yang luar biasa.   Sore itu juga dia dievakuasi keluarga dan warga ke IGD RSUD Soreang, dan alhamdilillah mendapatkan penanganan terbaik. Ikhtiar maksimal telah dilakukan. Menurut tim medis dia mendapat serangan jantung dan harus dirawat inap. Akan tetapi, Allah Swt berkehendak lain. Bersamaan dengan azan Magrib berkumandang, ia menghembuskan nafas terakhirnya di ruang perawatan disaksikan istri dan anak sulungya. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Semoga Allah Swt menerima amal ibadahnya dan mengampuni segala doaanya. Berempati atas musibah yang dialami keluarga dhuafa ini, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan duka kepada mereka yang diterima saudaranya setelah MTSR mengantarkan jenazah Pak Opik ke rumah duka.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 9 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Alm.Pak taufik menderita Serangan Jantung

Alm.Pak taufik menderita Serangan Jantung


RAHMAT HIDAYAT (20, Susp. Mag Kronis). Alamat: Kampung Cikranaya RT.2/2 Desa Cikoneng, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Rahmat adalah anak kedua dari dua bersaudara hasil pernikahan Pak Solihin (47) dan Bu Entin (40). Ayah dan ibunya sehari-hari bekerja sebagai pengerajin bilik bambu. Setelah tamat SMU, kegiatan rutin Rahmat mengikuti jejak orangtuanya: menjadi pengerajin. Berdasarkan informasi dari tetangganya, keluarga ini cukup keras menjalani kehidupan. Rahmat dan keluarganya diuji Allah Swt dengan kesulitan ekonomi. Pada 9 September 2015, Rahmat mendapat ujian lagi berupa penyakit. Secara mendadak dia harus dievakuasi ke IGD rumah sakit. Syukur Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Pada pukul 21.00, dengan berbekal Kartu BPJS Kelas 3, Rahmat kemudian diantar MTSR Bandung ke RSUD Soreang. Karena di rumah sakit rujukan Kabupaten Bandung ini penuh, ia dirujuk lagi ke IGD RSHS Bandung. Berdasarkan pemeriksaan medis malam itu, Rahmat diduga mengalami mag kronis dan harus menjalani rawat inap. Alhamdulillah masa kritis yang dialami Rahmat dapat teratasi. Berempati dengan apa yang dialami Rahmat dan keluarganya, Kurir #SedekahRombongan memberinya bantuan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama Rahmat dirawat di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 9 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Rahmat menderita  Susp. Mag Kronis

Rahmat menderita Susp. Mag Kronis


SALAMA NURHALIMAH (19, Kista). Alamat: Desa Panguragan Wetan RT. 3/2 Blok 2, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Salama adalah  anak ke 3 dari Ibu Danisa (60) tahun dan Salama sudah menjadi anak yatim semenjak  ia masih duduk di kelas 1 Sekolah Dasar. Saat kelas 1 SMP sudah memiliki penyakit Kista dan menjalani pengobatan di RSUD Arjawinangun selama 1 tahun , setelah naik ke kelas 2 SMP kemudian Salama menjalani operasi pertamanya di RSUD Arjawinangun Cirebon dengan fasilitas jaminan BPJS kelas 2 yang ia miliki . Sesudah operasi Salama tidak menjalani kontrol rutin yang di sarankan oleh dokter di karenakan tidak memiliki biaya untuk transport ke Bandung, Bagi keluarga kecil ini, sangat berat rasanya. Alhamdulillah, Salamah dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan. Kini Salama berada di RSSR (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) Bandung untuk menjalani kontrol di RS. Hasan Sadikin Bandung. Dan tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan kista kembali. Bantuan awal sudah disampaikan untuk pembelian obat dan bekal selama menjalani pengobatan di RS. Hasan Sadikin Bandung. Semoga diberi kemudahan dalam menjalani pengobatannya, aamiin…

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 7 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Salama menderita Kista

Salama menderita Kista


SUMIYATI BINTI HAWA (48, Ca Mamae). Alamat : Kampung Cibayur RT. 2/4, Kelurahan Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat . Suami dari Bu Sumyati ialah Pak Mamat (55) yang bekerja sehariannya menjadi montir kapal kapal nelayan di daerah Surade Jawa Barat dan mempunyai 3 orang anak yang 2 di antaranya masih dalam tanggunangan mereka. Berawal pada akhir  tahun 2013 lalu Bu Sumiyati merasakan ada yang aneh pada payudara sebelah kirinya yang tumbuh menjolan, lalu kemudian tambah membesar dan memutuskan untuk memeriksa ke RSUD Jampang yang berada tidak jauh dari rumahnya . dan dokter memvonis bahwa Ibu Sumyati terdiagnosa Ca Mamae atau sering di sebut dengan kanker payudara. Pak Mamat, berupaya membawa sang istri menuju RS. Hasan Sadikin Bandung setelah memperoleh surat rujukan dari RSUD setempat dengan motor anaknya beliau membelah kemacatan Sukabumi hingga Bandung bersama sang istri yang menghabiskan waktu kurang lebih 7 jam lamanya perjalanan dan Alhamdulillah kami di pertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga ini di RS. Hasan Sadikan Bandung dan kami mengajaknya ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang tidak jauh dari RS. Hasan Sadikin untuk singgah sementara menunggu jadwal operasi yang telah di tentukan. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal yang dipergunakan untuk membeli obat tidak tercover oleh BPJS Kesehatan serta bekal selama berobat di Bandung .

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 7 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu Sumiati menderita Ca Mamae

Ibu Sumiati menderita Ca Mamae


LILIS NURAINI (53, Ca Mamae). Alamat: Lingkungan Lio RT. 4/6, Desa Cimeungpeuk, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Ibu Lilis istri dari Pak Pepen Supendi (51) berasal dari keluarga yang kurang mampu dan mempunyai 3 orang anak, Bu Lilis dan suaminya berprofesi sebagai pedagang hewan ternak kelinci. Sejak awal tahun 2011 lalu Bu Lilis menderita penyakit di bagian payudara sebelah kiri, yaitu Kanker Payudara (Ca Mamae). Awalnya Bu Lilis merasakan  sakit di bagian payudara dan tumbuh benjolan berwarna merah, Bu Lilis tidak terlalu menghiraukan benjolan tersebut karena menurut beliau itu hanya benjolan biasa. Sekitar 2 bulan kemudian rasa sakit itu kembali dan benjolannya pun semakin membesar, Pak Pepen tidak bisa tinggal diam dan langsung membawanya ke puskesmas terdekat. Setelah 2 minggu berobat di puskesmas penyakitnya belum terdeteksi lalu dirujuk ke RSUD Sumedang untuk memastikan penyakit tersebut. Setelah dilakukan Biopsi (operasi kecil) di RSUD Sumedang, akhirnya terdiagnosa Kanker Payudara. Berangsur-angsur beliau berobat dan pulang pergi ke RSUD Sumedang kondisinya semakin memburuk dan akhirnya di rujuk lagi ke RS. Hasan Sadikin Bandung karena tidak sanggup untuk menangani penyakit tersebut. Ibu Lilis hanya mengandalkan Kartu JAMKESDA dan uang seadanya untuk berobat di Bandung. Alhamdulillah, Akhirnya Bu Lilis dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan. Saat Ini Bu Lilis tinggal di RSSR Bandung dan bantuan awal pun disampaikan untuk membantu meringankan biaya akomodasi selama menjalani kontrol di RS. Hasan Sadikin Bandung.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu lilis menderita Ca Mamae

Ibu lilis menderita Ca Mamae


FAISAL ABDUL AZIS (23, Sindrom Nefrotik). Alamat: Jl. Ir H. Juanda, GG. Masjid Darussa’adah, RT. 1 /10, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Sejak ayahnya, Alm. Iwan Bunardi, meninggal bulan Juni lalu, Faisal Abdul Azis (23) harus menjadi tulang punggung keluarga. Ia harus menghidupi ibu juga ketiga adiknya. Di tengah sakit yang dideritanya, ia sehari-hari bekerja sebagai pelayan restoran. Tiga tahun yang lalu, Faisal didiagnosa menderita Sindrom Nefrotik yakni adanya gangguan pada ginjal, yang jika tidak diobati fatalnya akan menyebabkan gagal ginjal. Baru sekitar satu tahun belakangan ini ia menjalani pengobatan di RS Fatmawati Jakarta, sebelumnya jika sakit ia hanya dibawa ke Puskesmas saja. Pihak Puskesmas menganjurkannya untuk membuat BPJS agar bisa menjalani pengobatan di rumah sakit. Akhirnya setelah BPJS ia miliki ia berobat ke RSUD Tangerang Selatan. RSUD Tangerang Selatan merujuknya ke RS Fatmawati Jakarta. Di sana ia menjalani tindakan biopsi dan setelah itu diharuskan mengonsumsi obat Cellcept. Mulanya obat itu ditanggung BPJS untuk jangka waktu satu bulan setiap berobat, namun sejak bulan ini BPJS hanya menanggungnya untuk jangka waktu satu minggu, sedangkan ia baru dijadwalkan kontrol lagi ke Poli Penyakit Dalam bulan September depan. Obat yang harus dibeli terhitung sangat mahal bagi Faisal, terlebih lagi selain untuk membeli kebutuhan sehari-sehari ia juga harus menyekolahkan adiknya dan membayar kontrakan rumah. Ibunya, Tuti Hartati (46) hanya seorang ibu rumah tangga, ” Makanya saya lagi mencari pekerjaan menjadi pembantu rumah tangga biar bisa bantu anak saya,” ungkapnya. Dalam satu hari Faisal harus meminum sekitar 1 strip obat  Cellcept yang harganya lebih dari Rp. 200.000,-. Karena BPJS hanya menanggung satu minggu, ia harus memenuhi kebutuhan obatnya untuk tiga minggu dalam satu bulan. Jadi, ia membutuhkan uang lebih dari Rp. 6.000.000,- untuk membeli obat Cellcept, belum lagi untuk kebutuhan pengobatan lainnya. Kondisi tersebut membuat Faisal dan Ibunya sangat kebingungan. Saat kurir #sedekahrombongan mengunjungi Faisal di rumahnya, wajahnya bengkak-bengkak. Menurutnya, itu adalah reaksi dari penyakitnya dan jika ia tidak minum obat, fisiknya langsung menurun drastis. Pada Jumat, 11 September 2015 Faisal kembali masuk IGD RS Fatmawati  karena kondisi badannya terasa lemas. Namun oleh pihak RS Faisal tidak dilanjutkan rawat inap karena kondisi Faisal bisa ditangani dengan rawat jalan yakni dengan mnegkonsumsi obat Cellcept. Memang beberapa hari terakhir stok obat Faisal sudah habis. Faisal setiap harinya harus mengkonsumsi obat sebanyak 6 tablet. Di mana harga 1 strip obat isi 10 yaitu sekitar Rp . 200.000. Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan digunakan untuk membeli obat Cellcept. Sebelumnya Faisal masuk di Rombongan 743.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 11 September 2015
Kurir: @ddsyaefudin @nurmanmlana @ririn_restu

Faisal menderita Sindrom Nefrotik

Faisal menderita Sindrom Nefrotik


FAHMI AINUR ROFIQ (15 hari, Atresia Ani). Alamat : Perum Citra Mas Indah Blok BB No. 151 RT. 5/5, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kotamadya Batam. Fahmi nama panggilan yang orangtuanya berikan.  Masih usia 15 hari saat lahir tidak memiliki lubang anus. Bayi Fahmi dilahirkan secara normal dengan bantuan seorang bidan. Pada awalnya tidak terlihat ada kelainan, namun pada saat dimandikan baru diketahui bahwa Bayi Fahmi tidak memiliki anus (Atresia Ani). Atas saran bidan, Bayi Fahmi langsung dirujuk ke RS. Awalbros untuk mendapatkan tindakan medis. Saat itu belum dibuatkan Kartu BPJS, terpaksa menggunakan fasilitas umum yang menghabiskan biaya cukup besar, sekitar 30 juta rupiah. Sehingga orangtuanya berupaya mencari bantuan pinjaman ke sanak saudara. Alhamdulillah saat ini BPJS nya sudah jadi dan sudah dapat dipergunakan untuk pelayanan rumah sakit. Fahmi adalah anak ke 3 dari pasangan Bapak Setiawan (28) dan Ibu Aini Nur Hasanah (29). Pak Setiawan sehari-hari bekerja sebagai tukang antar air galon dan Bu Aini hanya ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan beban kedua orangtua Bayi Fahmi. Semoga mereka diberi kemudahan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 13 September 2015
Kurir : @ddsyaefudin @herubinyatiman

Fahmi menderita Atresia Ani

Fahmi menderita Atresia Ani


ROSNA KALIS (72, Radang sendi, hipertensi dan tuli telinga kanan). Alamat :  Jln. Prof.  Sumantri Brojonegoro RT. 11/ , Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Telanai Pura, Kotamadya Jambi. Etek Rusuh, nama panggilan yang diterima wanita lansia ini sejak ia kecil. Etek Rusuh memiliki penyakit radang sendi lutut dan tuli telinga kanan akibat proses penuaan serta hipertensi terkontrol. Mata kanannya juga sudah dioperasi katarak 2 tahun yang lalu. Etek Rusuh tinggal bersama suaminya yang memiliki riwayat gangguan jiwa akibat kecelakaan berulang yang dialaminya. Sekitar 3 tahun yang lalu, suami Etek Rusuh, Pak kalis (57) mengalami kecelakaan untuk yang ketiga kalinya, yakni ditabrak ojeg.  Sejak saat itu, sikap suaminya ini makin aneh. Ia pernah mengasah 10 pisau dalam semalam hingga akhirnya dibawa ke RS jiwa Kota Jambi dan dirawat selama 4 bulan. Setelah pulang, Pak Kalis ini jarang kontrol. Ia jadi lebih pendiam dan tidak mengijinkan istrinya untuk bekerja lagi, sebelumnya Etek Rusuh sehari-harinya berjualan kacang rebus. Jadi saat ini, Etek Rusuh bekerja sebagai ibu rumah tangga yang mengerjakan pekerjaan rumah. Dengan usia yang semakin bertambah dan tubuh yang semakin lunglai, ia tetap harus mencuci 5-10 potong pakaian sehari. Pak Kalis sehari hari bekerja sebagai kuli panggul di pasar. Cuma karena jiwanya sedikit terganggu, ia jarang dibayar saat kerja. Sehari-hari kadang membawa uang, kadangkala tidak. Kadang cuma Rp. 15.000,- sehari atau Rp. 30.000,- untuk 3 hari. Tapi parahnya, Pak Kalis ini bisa menghabiskan 2 canting nasi dalam sehari. Beruntungnya, mereka membeli beras pembagian dengan harga Rp. 2000/kg. Pasangan suami istri ini memiliki jaminan Jamkesmas yang memudahkan untuk kontrol berobat. Hanya saja, suami etek rusuh ini sudah tidak mau lagi kontrol berobat ke RS Jiwa. Sementara Etek Rusuh, bisa datang mengambil obat ke puskesmas jika ada uang yang tersisa. Terkadang, ia harus berjalan kaki ke pasar dan puskesmas untuk menghemat biaya angkot. Etek Rusuh memiliki 3 orang anak. Dua perempuan berada di padang (anak dari suami pertama yang sudah meninggal) dan satu perempuan (anak dengan suami yang sekarang) yang tinggal di pinggiran Kota Jambi, bersama suaminya bekerja sebagai buruh di perkebunan sayur. Mereka sesekali mengirimkan uang walaupun tidak rutin. Kurir #SedekahRombongan turut merasakan kesulitan yang dihadapi wanita lanjut usia ini. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban Etek Rusuh. Bantuan awal diberikan #SedekahRombongan sambil melakukan mediasi dengan dinas sosial untuk kemungkinan program bantuan lanjut usia berkelanjutan bagi Etek Rusuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin  @shintatantri

Ibu rosna menderita Radang sendi, hipertensi dan tuli telinga kanan

Ibu rosna menderita Radang sendi, hipertensi dan tuli telinga kanan


NURLELA BINTI MUHAMMAD (58, Asma persisten sedang-berat dan riwayat depresi berat). Alamat:  Jln. Slamet riyadi RT.10, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanai Pura, Kota Jambi. Wak Inur, biasa wanita lanjut usia ini dipanggil oleh warga sekitar rumahnya. Wak Inur ditinggalkan oleh suaminya dan dititipkan di rumah adiknya,Bu Nurjanah sejak kurang lebih 15 tahun lamanya. Hal ini terjadi ketika putri satu-satunya Wak Inur meninggal dunia. Kala itu, Wak Inur mengalami depresi berat, keluarga menceritakan ia bahkan tinggal di pemakaman anaknya selama hampir kurang lebih sepekan lamanya. Selain itu, Wak Inur juga memiliki riwayat penyakit asma yang dalam beberapa tahun terakhir kekambuhannya semakin sering. Selama ini, Wak Inur bekerja sebagai pengupas bawang dan cabai di pasar Angso Duo Kota Jambi. Tapi, karena semakin bertambahnya persaingan , lama kelamaan Wak Inur kehilangan pendapatannya sejak sekitar  6 bulan terakhir dan berakhir menjadi peminta sedekah di masjid. Adiknya, Bu Nurjanah (54) hanya ibu rumah tangga biasa. Suami Bu Nurjanah bekerja sebagai kuli bangunan yang pendapatannya pun tidak seberapa. Keluarga ini tinggal di rumah berdinding dan beralas papan. Bu Nurjanah memiliki 5 orang anak, 4 sudah menikah, 1 belum menikah dan putus sekolah akibat keterbatasan biaya. Keluarga ini memiliki jaminan kesehatan jamkesmas bagi warga yang tidak mampu dari pemerintah sehingga Wak Inur bisa mendapatkan pengobatan rutin dari puskesmas. Situasi saat ini, Kota Jambi sedang dilanda bencana kabut asap yang cukup berat sehingga penyakit Wak Inur menjadi makin sering kambuh dan ia harus sering bolak-balik puskesmas untuk mengambil obat. Akan tetapi, dengan situasi kabut dan penyakit yang sering kambuh ia tetap pergi meminta sedekah untuk memenuhi kebutuhan makannya sehari-hari. Karena itulah, #SedekahRombongan turut merasakan kesulitan yang dihadapi wanita lanjut usia ini. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat menopang kebutuhan hidupnya. Bantuan awal diberikan #SedekahRombongan sambil melakukan mediasi dengan dinas sosial untuk kemungkinan program bantuan lanjut usia berkelanjutan bagi Wak Inur.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @shintatantri

Nurlaela menderita Asma persisten sedang-berat dan riwayat depresi berat

Nurlaela menderita Asma persisten sedang-berat dan riwayat depresi berat


PANTI ASUHAN ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) SUHARJO PUTRO yang beralamat di Sepat, Ngoro-ngoro, Patuk, Gunungkidul Yogyakarta ini awal mulanya merupakan suatu sekolah sederhana yang dimulai tahun 2005. Dimulai dari ruangan sangat sederhana, Pak Suharjo yang merupakan pamong desa menjadi satu-satunya guru dan pengelola. Pasca gempa Yogyakarta 2006, sekolah untuk ABK ini diselenggarakn di tengah lapang dengan beralaskan tenda. Sebuah organisasi kemanusiaan internasional kemudian memberikan bantuan untuk mendirikan sekolah. Saat itulah Sekolah ini pertama kalinya memiliki bangunan sendiri yang dibangun di atas tanah wakaf lurah, yang kemudian diberi nama sesuai nama guru pertama sekolah tersebut: Suharjo Putro. Saat ini sekolah ini juga memiliki panti di bagian belakang sekolah. 15 guru menjadi tenaga pengajar bagi 42 siswa (SD-LB, SMP-LB, hingga SMA-LB). Pada 12 September  2015, Tim POPIMAS#SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan )  menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak). Semoga bantuan ini semakin menyemangati ABK di Panti Suharjo Putro untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan  : 12 September  2015
Kurir :  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan tunai

Bantuan tunai


PANTI ASUHAN YATIM DAN DHUAFAH MUSTIKA TAMA ( Santunan ) yang berada Cemplung, Padokan Kidul, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul, Yogyakarta  didirikan pada 19 Juli 2010. Menempati rumah sewa kontrakan hingga tahun 2013, kini Panti Mustika Tama menempati tanah wakaf dan bangunan milik Yayasan yang dibangun atas kepedulian masyarakat, swasta, dan pengurus yang berjumlah 48 orang. Saat ini terdapat 12 anak yang diasuh dalam panti, rata-rata mereka berusia 1 hingga 5 tahun. Mayoritas adalah anak yatim piatu atau anak yang ditinggalkan orangtuanya di panti. Selain anak, Panti Mustika Tama juga merawat 98 orang kaum dhuafa yang bermukim di sekitar lingkungan panti. Pada 12 September  2015 Tim POPIMAS#SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan )  menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk Sembako. Semoga bantuan ini meringankan dan membantu Panti Mustika Tama untuk mengasuh anak yatim piatu menjadi anak sholeh dan sholehah berakhlaq mulia serta mandiri mendapat ridho Allah.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 September  2015
Kurir  :  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan tunai

Bantuan tunai


PONDOK PESANTREN AL QUR’ANI  yang beralamat di Playen Kab. Gunungkidul, Yogyakarta, dipimpin oleh KH. Muhammad Thohari, dan aktivitas keseharian Ponpes dibantu oleh Ketua Ponpes yaitu Bp.Syarif Harnadi. Saat ini Ponpes Al Qur’any menampung 25 siswa dhuafa. Banyak santri merupakan siswa berprestasi di sekolah. Sehari-hari para siswa iuran untuk mencukupi bahan pangan. Untuk ikut meringankan biaya kebutuhan harian khususnya sembako, Tim POPIMAS #SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) menyampaikan santunan yang di wujudkan dalam bentuk beras, minyak goreng dan gula, senilai Rp. 1000.000,-

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 September  2015
Kurir  :  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan tunai

Bantuan tunai


YAYASAN PENDIDIKAN AL QURAN AL MARQ ( santunan ) berdiri tahun 2011 yang beralamat di dusun Weru Botodayaan Kecamatan Rongkop Gunungkidul Yogyakarta, berdiri di atas sebuah tanah wakaf milik seorang pengusaha. Yayasan Pendidikan Al Quran Al Mar-Q mendidik 121 santri yang terdiri dari usia PAUD, SD hingga SMA. Orangtua santri juga banyak yang mengikuti agenda belajar ketika putra-putrinya TPA. Aktivitas diselenggarakan 6 hari dalam sepekan, setiap sore. Dalam waktu tertentu juga mengadakan acara pengajian sesuai segmen bagi ibu-ibu, bapak-bapak dan remaja. Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yang berjumlah 8 orang ustadz-ustadzah. Pada 12 September  2015, Tim POPIMAS#SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan )  menyampaikan bantuan senilai Rp. 500.000 yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak). Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan #SedekahRombongan untuk aktivitas belajar di Al Mar-Q.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000,-
Tanggal Penyerahan  : 12 September  2015
Kurir  :  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan tunai

Bantuan tunai


PANTI ASUHAN ISLAM PLAYEN berada di Dusun Tumpak Playen Gunungkidul Yogyakarta. Bangunan Panti Asuhan sempat rusak akibat gempa, kemudian mendapat bantuan sehingga saat ini dapat berdiri kembali. Saat ini Panti Asuhan Islam Playen mengasuh 30 orang anak, yang terdiri dari seorang siswa SMP dan 29 siswa SMK. Anak-anak cerdas ini kebanyakan bersekolah di tempat panti. Sebenarnya terdapat sekolah lain dengan mutu pendidikan yg lebih baik, namun karena kesulitan transportasi, mereka terpaksa disekolahkan di sekitar Panti. Pada 12 September  2015, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan)  menyampaikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- yg diwujudkan dalam bentuk sembako (beras, gula, teh, minyak, susu). Semoga bantuan ini semakin menyemangati santri-santri di Panti Asuhan Islam Playen untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 September  2015
Kurir :  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan tunai

Bantuan tunai


PANTI ASUHAN DAN SLB SEKAR HANDAYANI terletak di pegunungan gersang Girisekar, Jalan Panggang-Wonosari KM.6,5. Girisekar, Panggang, Gunungkidul Yogyakarta, seakan menjadi oase yang menyejukkan dahaga ilmu para Anak Berkebutuhan Khusus di daerah Panggang. SLB yang juga dilengkapi dengan Panti ini mendidik 27 anak ( ABK -A,B,C) berusia 10 hingga 18 tahun. Setiap bulan, Panti dan SLB Sekar Handayani membutuhkan 1 kuintal beras, dan kebutuhan sembako lainnya. Minimnya bantuan dari pihak luar menjadikan pemenuhan kebutuhan ini masih terasa sulit bagi pengelola Panti.Kondisi Panti yang sederhana, dapur yang minimalis masih membutuhkan banyak uluran tangan.Pada tanggal 12 September  2015, Tim POPIMAS #SR  ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) datang untuk menyerahkan bantuan sembako senilai Rp. 1.000.000, Semoga bantuan ini dapat menjadi bagian dukungan#SedekahRombongan bagi aktivitas Panti dan  SLB Sekar Handayani.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan :  12 September  2015
Kurir  :  @kissherry @ekow_st @aniesanorma

Bantuan tunai

Bantuan tunai

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Abid 1,000,000
2 Didin 500,000
3 Agus 500,000
4 Reja 500,000
5 RSSR JAKARTA 14,000,000
6 II Tunia 500,000
7 DG asih bola 1,000,000
8 DG Bollo 500,000
9 DG Caya 750,000
10 DG Jipa 1,000,000
11 DG Kamma 750,000
12 Bani 500,000
13 DG Sungguh 1,000,000
14 Senita 3,039,540
15 Husain 500,000
16 H Ambo 500,000
17 Haneng 500,000
18 Raming 750,000
19 Gaitsa 750,000
20 Abdul 1,000,000
21 Nuryani 1,000,000
22 Rijal 5,600,000
23 Eliyanti 1,000,000
24 Sastro 2,131,400
25 Supardi 2,000,000
26 Sardi 10,000,000
27 Konok 1,000,000
28 Suryani 500,000
29 Edi 500,000
30 Ilham 500,000
31 Rosih 500,000
32 Muhidin 500,000
33 Rosita 500,000
34 M Zainal 500,000
35 Mastur 1,000,000
36 M Taufiq 500,000
37 Rahmat 1,000,000
38 Salama 1,000,000
39 Sumiyati 750,000
40 Lilis 500,000
41 Faisal 2,000,000
42 Fahmi 500,000
43 Rosna 500,000
44 Nurlaela 500,000
45 Panti Asuhan ABK 1,000,000
46 PA Mustika Tama 1,000,000
47 PA Al Qurani 1,000,000
48 YPA Al Marq 500,000
49 PA Islam Playen 1,000,000
50 PA dan SLB Sekar handayani 1,000,000
Total 69,520,940

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 69,520,940,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 747 ROMBONGAN

Rp. 28,109,680,448,-