SARMIN Bin Alm. KAMIJAN ( 58 Tahun, Duafa ). Alamat Gumiwang RT03/2, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup kurang mampu, keseharian hanya bertani dan merawat ladang. Saat kami datang beliau sedang menyirami tanaman lombok yang ada di belakang rumahnya. Saat kering kemarau seperti ini, air sangat sulit di dapatkan. Sehingga, tanaman susah berkembang. Hasilnya pun kadang tidak seperti apa yang diharapkan. Sekalipun upaya sudah dilakukan dengan rutin. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari nya, beliau cukup kesulitan. Bantuan ini semoga bisa meringankan beban beliau saat ini.

Jumlah Santuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2015
Kurir : @lastiko @Mawan @yuli

Bantuan tunai

Bantuan tunai


PANTI ASUHAN HIMMATU ( Bantuan Sepeda ) , Panti asuhan yang berpusat di dusun Ngenthak Plebengab Bambanglipuro, Bantul Yogyakarta, memiliki 13 cabang binaan, yang masing masing berada di  Pleret, Srandakan, Pandak I , Pandak II, Kretek, Sanden, Parangtritis, Bantul, Jetis, Gesikan , Sewon, Sidomulyo, dan Pundong. Panti Asuhan yang didirikan oleh Bapak Sudadi ini menampung 782 orang dengan latar belakang Yatim, Piatu dan Dhuafa. Dari sekian jumlah penghuni yang ada, tentunya banyak juga kebutuhan yang mereka belum terpenuhi, salah satunya adalah kebutuhan alat transportasi sederhana seperti sepeda, untuk itu Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) menyalurkan 10 buah sepeda jenis MTB senilai Rp. 9.100.000,-

Jumlah Bantuan Total : Rp. 9.100.000,-
Tanggal Penyerahan : 16 Agustus  2015
Kurir :  @kissherry  @ekow_st

Bantuan Sepeda

Bantuan Sepeda


MASJID AR – RIDLO ( Bantuan Tunai ) beralamat di dusun Genting RT 02, Tirtomulyo, Kretek, Bantul Yogyakarta. Bangunan masjid dengan luas tanah 541m2 dan Luas masjid 221m2 berdiri diatas tanah wakaf. Disebelah barat bangunan masjid didirikan ruangan Taman Bacaan Al-Quran (TPA). Saat ini santri yang belajar di TPA tersebut sebanyak 96 santri yang berasal dari anak-anak dusun genting maupun dusun disekitarnya.  Masjid ini pernah direnovasi namun karena umur bangunan yang tua mengakibatkan atap ternit runtuh dan kayu-kayu penyangga mulai keropos. Warga sekitar bersepakat untuk merombak struktur bangunan agar lebih kuat dan aman. Warga dan jamaah khawatir ternit yang rontok bisa berbahaya bagi jamaah dan santri yang sedang melakukan aktifitas di masjid. Pondasi dan tembok bangunan sudah berdiri. Namun, pembangunan terhenti karena kendala keuangan iuran warga sudah habis sedangkan bantuan dari proposal yang disebarkan oleh panitia belum juga membuahkan hasil. Masjid ini biasa digunakan untuk sholat lima waktu dan sholat jum’at, serta tiap sore digunakan santri TPA mengaji. Sedekah Rombongan melalui Tim Popimas#SR memberikan bantuan dana untuk membeli sejumlah Rp. 5.000.000

Jumlah Bantuan Total : Rp.5.000.000-
Tanggal Penyerahan : 28 Agustus 2015
Kurir :  @Kissherry  @faisal_gudeg @keliker

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


DIAN CANDRA WIJAYA ( 16 Th, bantuan biaya sekolah dan Sepeda) merupakan salah satu siswa kelas 10 dari SMK Muhammadiyah Karangmojo, Gunungkidul Yogyakarta . Dik  Candra merupakan putra pertama dari bapak Sukiman (41 tahun) dan ibu Priyati Dwi Lestari (33 tahun) dari 3 bersaudara. Dik Candra tinggal bersama keluarganya di rumah yang sederhana yang terletak di Karangwetan, Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul. Candra memiliki tunggakan biaya seragam di sekolah. Orang tua Candara belum mampu membayar uang seragam karena keterbatasan dana. Sehari-hari bapaknya hanya bekerja sebagai penjual kelapa hasil dari panjatannya. Selain itu Candra setiap pagi harus berjalan kaki sekitar 4 Km untuk menuju ke Sekolah. Karena tak ada uang untuk naik angkot atau sepeda yang dapat dinaiki menuju sekolah. Oleh karena itu, Sedekah Rombongan melalui Tim Popimas#SR ( Pondok pesantren, Panti asuhan dan Masjid  #SedekahRombongan ) pada tanggal 30 Agustus 2015 datang ke SMK Muhammadiyah Karangmojo untuk membayarkan uang seragam dan memberikan bantuan sepeda kepada Candra. Agar Candra bisa lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 2.000.000-
Tanggal Penyerahan : 30 Agustus 2015
Kurir :  @Kissherry  @ilhamasmara

Bantuan biaya sekolah dan Sepeda

Bantuan biaya sekolah dan Sepeda


KARTINAH  (72 th, Santunan ) merupakan warga RT 02/01 Ds. Gogodalem Kec. Bringin Kab. Semarang Jawa Tengah.  Mbah Kar ( nama akrabnya ) sudah berstatus janda 30 tahun silam ketika Bpk Tohir, suaminya meninggal lantaran sakit. Sejak itu mbah Kar harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dengan cara bertani.  Selang  5 tahun mbah Kar menikah dengan Bpk Sunardi. Kehidupan mbah Kar mulai mapan dengan lahan pertanian yang dikerjakan dengan suaminya selalu melimpah hasil panennya karena daerah tersebut sangat subur untuk daerah pertanian. Sekitar 3 tahun silam, bpk Sunardi meninggal dunia karena sakit. Sehingga mbah Kar menjanda untuk kedua kalinya. Kini dengan usia yang sudah cukup tua mbah Kar menempati rumah kecil dan sederhana dari kayu, dengan dinding dari papan dan gedeg, dengan lantai sudah di pelur ( disemen ). Walau nampak sederhana namun rumah itu nampak bersih dan rapi.  Untuk meringankan beban mbah Kar, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan berupa selimut, jarik, beras, mie, susu, gula dan sembako lainnya.  Atas bantuan yang telah disampaikan mbah Kar mengucapkan terima kasih seraya berdoa semoga para sedekaholics dan kurir i #SedekahRombongan dilimpahkan rizki dan dimudahkan segala urusannya,  Aamiin.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000-
Tanggal Penyerahan : 30 Agustus  2015
Kurir :  @Kissherry  Via Samsudin

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


WAINEM (89 th, Santunan ) merupakan warga RT 01/05 Ds. Kebontimun  Kec. Kiringan Kab. Boyolali Jawa Tengah.  Mbah Wainem  sudah berstatus janda 30 tahun silam . Sejak itu mbah Wainem berjualan es dawet untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta anaknya. Hasil berjualan es dawet cukup lumayan mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka.  Namun sejak beberapa tahun terakhir mbah Wainem tidak dapat berjualan dawet karena mbah Wainem jatuh yang mengakibatkan sulit berjalan dan beraktifitas. Untuk berdiri dan melangkah saja mbah Wainem harus menggunakan alat bantu. Mbah Wainem kini menempati rumah sederhana bersama anaknya Sarti (47 th). Untuk meringankan beban mbah Wainem, #SR (#SedekahRombongan) menyampaikan bantuan berupa selimut, jarik, beras, minyak goreng, susu, gula, mie dan sembako lainnya. Dengan berlinang air mata mbah Wainem mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga sedekaholic diberikan rizki berlimpah, dimudahkan dan dilapangkan segala urusan.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000-
Tanggal Penyerahan : 30 Agustus  2015
Kurir :  @Kissherry  Via Samsudin

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


RUMINI (73 th, Santunan ) merupakan warga RT 01/05 Ds. Kalimaro  Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah.  Mbah Ru (nama panggilannya) merupakan  janda dari bpk Suyadi (alm). Bpk Suyadi meninggal sekitar 20 tahun silam karena sakit. Sejak kepergian suaminya mbah Ru berprofesi sebagai petani untuk memenuhi kebutuhab hidupnya.  Sejak 3 tahun terakhir mbah Ru mulai terganggu kesehatannya, sering sakit dan untuk berjalan harus menggunakan tongkat. Mbah Ru kini menempati sebuah rumah dari kayu dan dinding papan bersama anak semata wayangnya Bariyah (43). Untuk meringankan beban mbah Ru, #SR (#SedekahRombongan) menyampaikan bantuan berupa selimut, beras, susu, mie instan, gula, minyak goreng dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Mbah Ru mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga sedekaholic diberikan rizki berlimpah, dimudahkan dan dilapangkan segala urusan.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 31 Agustus  2015
Kurir :  @Kissherry  Via Samsudin

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SEMI ( 75  th, Santunan ) merupakan warga RT 04/04 Ds. Kalimaro  Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah.  Mbah Semi  merupakan  janda dari bpk Mukmin (alm) yang meninggal 7 tahun yang lalu karena sakit. Mbah Semi awalnya bekerja sebagai pembeli hasil panen warga sekitar berupa kacang tanah, kacang hijau, kedelai, wijen dan jagung atau sering disebut tukang tebas. Kemudian hasil tersebut dijual ke pasar Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah. Dari jual beli hasil panen tersebut bisa mencukupi kebutuhannya. Namun seiring usia bertambah, mbah Semi sering mengalami gangguan kesehatan dan mengurangi aktifitas jual belinya. Bahkan saat ini mbah Semi tidak berjualan lagi. Mbah Semi kini menempati rumah kecil ukuran  terbuat dari kayu dengan dinding dari papan dan gedeg, lantai masih tanah. Tidak ada barang mewah seperti kulkas, TV, atau lainnya. Yang ada dalam rumah hanya meja kursi kayu, balai-balai dan radio kecil. Untuk meringan beban mbah Semi, #SR (#SedekahRombongan) menyampaikan bantuan berupa selimut, beras, mie instan, susu, minyak goreng, gula dll. Atas bantuan yang disampaikan, mbah Semi mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga sedekaholic dilimpahkan rizkinya dan dimudahkan segala urusannya. Amiin.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 31 Agustus  2015
Kurir :  @Kissherry  Via Samsudin

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


WASIYEM  ( 70  th, Santunan ) merupakan warga RT 03/05 Ds. Kalimaro  Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah.  Mbah Yem   merupakan  janda dari bpk Suklin (alm) yang meninggal 20 tahun yang lalu karena sakit. Sejak ditinggal suaminya mbah Yem harus bekerja sebagai petani dan beternak kambing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dari hasil pertanian dan memelihara kambing itu mbah Yem mampu bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena usianya yang sudah tua kini mbah Yem mulai terganggu kesehatannya sehingga berkurang aktifitasnya dan untuk bekerja. Kini mbah yem pun sudah tidak beternak kambing lagi karena dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mbah Yem kini menempati sebuah rumah dari kayu dan dinding dari papan. Untuk meringankan beban hidup  mbah Yem, SedekahRombongan  memberikan bantuan berupa selimut, jarik, beras, susu, gula, minyak goreng dan barang kebutuhan hidup lainnya.Atas bantuan ini mbah Wasiyem sangat senang dan berdoa semoga sedekaholic dilancarkan rizkinya dan dimudahkan segala urusannya. Amiin.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 31 Agustus  2015
Kurir :  @Kissherry  Via Samsudin

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


RAKINAH ( 102 Th , Santunan ) merupakan warga RT 01/04 Ds. Kalimaro  Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah.  Mbah Rakinah  merupakan  janda dari bpk Reso Utomo (alm) yang meninggal 25 tahun yang lalu karena sakit. Sebelumnya mbah Rakinah adalah seorang ahli pijat bayi dan balita. Apabila ada warga sekitar yang memiliki bayi maka selama selapan (35 hari) perawatannya dibantu oleh mbah Rakinah. Dari menjual jasa tersebut mbah Rakinah mendapat upah ala kadarnya dari penerima jasa.Namun sudah sekitar 10 tahun terakhir mbah Rakinah sudah tidak mampu menjalankan tugasnya seiring bertambahnya usia juga karena sudah buyuten (pelupa). Sekarang ini mbah Rakinah hanya mampu berharap banyak bantuan dari kerabat dan keluarganya.  Mbah Rakinah menempati sebuah rumah dari kayu dengan dinding papan dan gedeg. Mbah Rakinah hidup bersama anak perempuannya yaitu Ibu Mujiyem (68) dan juga seorang janda. Lek Mujiyem (nama panggilannya) bekerja serabutan dengan menjual jasa tenaganya kepada warga sekitar. Dari itu semua Lek Mujiyem mendapat upah yang digunakan memenuhi kebutuhannya dan ibunya.  Untuk meringankan beban mbah Rakinah, #SR (#SedekahRombongan) menyampaikan bantuan berupa selimut, jarik, beras, mie instan, susu,gula dll.  Atas bantuan yang disampaikan, mbah Rakinah merasa senang dan berdoa semoga sedekaholic diberi rizki halal barokah dan dimudahkan segala urusannya. Aamiin

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000-
Tanggal Penyerahan : 31 Agustus  2015
Kurir :  @Kissherry  Via Samsudin

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MAHMUD BIN YADAN (82, Gangguan penyumbatan air seni) Beralamat di Desa Transat, Kec. Wundulako,  Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Awal mula penyakit muncul sejak sejak 2 tahun yang lalu, suhu badan Pak Mahmud turun sangat drastis, walaupun ia makan banyak. Ia belum pernah berobat, keluarga tidak membawanya ke dokter karena tidak adanya biaya dan Pak Mahmud setiap saat selalu mengeluarkan air seni, baik saat ia berdiri, duduk atau berbaring dan sering kali itu tanpa ia sadari. Tahun pertama Pak Mahmud masih bisa bangun dan berjalan, namun satu tahun terakhir ini ia habiskan di tempat tidur saja, ke WC pun ia sudah tidak bisa, sehingga ia buang air besar dan kecil hanya di tempat tidurnya.
Pak Mahmud adalah seorang pensiunan tentara, namun sudah 30 tahun ia sudah tidak menerima gaji pensiunannya. Istrinya Ibu Suhra (80 tahun) hanya bisa pasrah dan bersabar dengan kondisinya saat ini. Ia mempunyai 2 orang anak, namun anak ke duanya telah wafat saat usianya masih muda, anak pertamanya sudah menikah tapi tinggal sangat jauh dari rumahnya.Saat ini ia hanya dirawat oleh istri dan keponakannya. Ia sangat sulit untuk mencari biaya pengobatan. Apalagi ia tidak punya kartu Jamkesmas.Saat #kurir SR kerumahnya,ada harapan besar bahwa beliau bisa segera sembuh.
#Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan.Untuk membantu meringankan biaya pengobatannya.Saat bantuan diserahkan,Pak Mahmud dan istrinya seketika terharu, menangis bahagia dan terus mengulang kata-kata terima kasih.

Jumlah bantuan :Rp.500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @naim_dahlan
Tanggal             :13 Juli 2015

Pak mahmud menderita Gangguan penyumbatan air seni

Pak mahmud menderita Gangguan penyumbatan air seni


PURNOMO BIN AHMAD (33, Cacat persendian paha kiri) Alamat Desa Letawe, Kec, Wawo Kab. Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Sehari setelah lebaran pada Ramadhan 2010, Pak Purnomo, istri dan dua anaknya hendak bersilaturrahim ke rumah keluarga yang agak jauh dari rumahnya, menggunakan sepeda motor. Di tengah perjalanan ia mengalami kecelakaan, motor yang ia kendarai ditabrak oleh mobil, Akibatnya Pak  Purnomo istri dan kedua anaknya dilarikan ke Puskesmas. Namun hanya ia dan anak pertamanya yang sangat parah, karena tempurung kepalanya retak dan Pak Purnomo persendian pahanya bergeser. Akhirnya ia di rujuk ke RSUD Kolaka, hanya anak pertamanya yang di operasi dibantu oleh kartu Jamkesmas, sedangkan Pak Purnomo memilih urut kampung karena dana yang dimilikinya sangat terbatas.
Sehari-hari Pak Purnomo bekerja sebagai buruh bangunan yang penghasilannya tak menentu dan istrinya, Nismayanti hanya seorang Ibu Rumah Tangga. Saat ini walaupun persendian pahanya belum sembuh total, ketika berjalan ia harus mengangkat pahanya karena ia sudah tak bisa bergerak sendiri. Kini ia harus memaksa dirinya untuk bekerja untuk menghidupi istri dan kedua anaknya, walaupun hanya tangan kanannya yang sepenuhnya bekerja, karena tangan kirinya harus selalu memegang pahanya yang sakit. Saat tim kurir #SR pertama kali berkunjung ke rumahnya, ia menyampaikan bahwa ia tidak pernah memeriksakan sakitnya ke dokter karena ia kekurangan biaya.
#Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka,bantuan awalpun di sampaikan.untuk membantu biaya pengobatan dan pemeriksaan.Pak Purnomo dan keluarganya merasa sangat terbantu dan menyampaikan terima kasih kepada #Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan :Rp.500.000,-
Kurir    : @areefy_dip @naim_dahlan
Tanggal             :13 Juli 2015

Pak purnomo menderita Cacat persendian paha kiri

Pak purnomo menderita Cacat persendian paha kiri


RALE’ BINTI PETTA SIGA (90, Maag Akut)  Alamat : Kel. Tosiba, Kec. Samaturu, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Awalnya ia selalu sakit kepala lalu kemudian ia diare dan akhirnya ia terkena maag akut. Ini sejak 6 tahun yang lalu. Ia tidak pernah ke Puskesmas untuk memeriksakan penyakitnya karena ia tidak punya dana sedikitpun. Ia sudah tuli, ia juga merasa selalu pusing karena kekurangan darah, bahkan beberapa kali pingsan ketika ia sedang berjalan. Ia hanya hidup dari pemberian tetengga, untuk makan sehari-haripun ia sangat sulit, hanya makan seadanya, bahkan sering kali ia hanya makan nasi dan garam.
Ia tidak punya pekerjaan, waktunya hanya ia habiskan di rumah, lebih banyak di tempat tidur. Suaminya Pette Renta'(alm) telah wafat 5 tahun yang lalu. Ia mempunyai 6 orang anak,  4 anaknya sudah menikah dan tinggal berjauhan dengannya, bahkan saat Kurir  berkunjung kesana tetangganya menyampaikan bahwa ia sangat jarang di jenguk oleh anaknya yang telah menikah. Saat ini ia hanya tinggal dirumah yang dipinjamkan tetangganya karena merasa iba kepadanya, di temani oleh 2 anaknya yang belum menikah dan tidak punya pekerjaan yaitu Husni (45 tahun) dan Amri (30 tahun). Untuk kebutuhan sehari-hari saja ia sangat kesusahan apalagi untuk biaya pengobatan dan ia juga tidak punya kartu Jamkesmas.
#Sedekeh Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-harinya. Saat bantuan ini disampaikan ia sangat bahagia dan berkali-kali berterima kasih.

Jumlah bantuan :Rp.500.000,-
Kurir    : @areefy_dip @naim_dahlan
Tanggal             :13 Juli 2015

Ibu Rale menderita Maag Akut

Ibu Rale menderita Maag Akut


SUDIRMAN BIN NASRUDDIN (26, Sakit tulang sendi lutut) Alamat : Desa Malaha, Kec. Samaturu, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara
Sakit yang ia derita ini sudah hampir dua tahun, awalnya hanya kram biasa, semakin lama lutut dan pinggangnya terasa sakit dan akhirnya ia tak mampu duduk terlalu lama. Ia tidak pernah ke Puskesmas hanya perawat biasa yang sering kerumahnya dan mengantarkan obat.Pak Sudirman enggan memeriksakan diri ke Puskesmas karena merasa malu dengan  ukuran badannya. Memang tidak seperti kebanyakan kita, tinggi badannya 2 Meter lebih, badannya besar dan tinggi.
Pekerjaannya sebelum ia sakit adalah memancing di laut menggunakan perahu milik keluarganya dari jam 7 malam sampai jam 6 pagi, inilah penyebab sehingga lututnya terasa sakit sehingga saat ini ia sulit berjalan jika tak berpegangan dan tidak bisa lagi duduk terlalu lama, padahal ia adalah tulang punggung keluarga, karena ayahnya Pak Nasruddin (50 tahun) tidak punya lagi pekerjaan dan ibunya Ibu Hasni (45 tahun) hanya sebagai ibu rumah tangga. Dari hasil tangkapan ikannyalah ia memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun sudah dua tahun ia tidak memancing karena sakit yang ia derita. selain kekurangan dana untuk pengobatan,ia juga tidak punya kartu jaminan kesehatan sehingga ia sangat kesulitan berobat.
#Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka,bantuan awalpun disampaikan.Sedekah Rombongan memberi bantuan untuk meringankan biaya pengobatannya. Beliaupun sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada #Sedekah Rombongan.

jumlah bantuan :Rp.500.000,-
Kurir    : @areefy_dip @naim_dahlan
Tanggal             :13 Juli 2015

Pak Sudirman menderita Sakit tulang sendi lutut

Pak Sudirman menderita Sakit tulang sendi lutut


TURU’ BINTI TARE’ (60, Asma Akut dan Lemah Jantung) Alamat di Kel, Tenganapo, Kec. Samaturu, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Awalnya ia hanya sakit kepala, tapi karena ia alergi debu akhirnya ia batuk dan asma yang semakin hari semakin parah. Ia juga lemah jantung. Beberapa bulan yang lalu ia pusing, darahnya tidak lancar dan pori-porinya tertutup, akhirnya bengkak seluruh badan karena cairan tidak keluar, hal ini terus berlanjut selama 1 bulan, karena ia tidak punya kartu Jamkesmas. Ia hanya berobat di Dokter praktek terdekat dan diberi obat. Alhamdulillah bengkak dibadannya mulai surut. Ia tidak berani ke Rumah Sakit karena keterbatasan dana dan kondisinya yang tidak memungkinkan untuk tinggal di Rumah Sakit, ketika sakit ia hanya minta dibelikan obat, ia kadang mendapatkan bantuan dana dari keluarga dan tetangga.
Ibu Turu adalah seorang pekerja berat, untuk membantu memenuhi kebutuhan hidupnya, apalagi suaminya Rappe (alm) sudah wafat sejak 2009. Ia mempunyai 7 orang anak yang semuanya sudah menikah, hanya satu yang tinggal bersamanya, ialah yang selalu merawat ibunya, namun ia juga tidak bisa berbuat banyak karena ia juga hanya petani biasa.
#Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Untuk membantu biaya pengobatan dan pemeriksaannya ke dokter, dengan perasaan senang dan bersyukur ia berkali-kali berterima kasih kepada #Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan          : Rp. 500.000,-
Kurir                            : @areefy_dip @naim_dahlan
Tanggal                       :13 Juli 2015

Ibu turu menderita Asma Akut dan Lemah Jantung

Ibu turu menderita Asma Akut dan Lemah Jantung


ZAINAB BINTI SYAMSU (62, Stroke) Alamat : Desa Lambo Lemo, Kec. Samaturu, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara
Awalnya ia merasakan pusing lalu kemudian muntah-muntah, lalu keluarga membawanya ke puskesmas terdekat. Namun, di puskesmas ia diberi surat rujukan ke RSUD Kolaka. Tapi ia tidak tahan di Rumah Sakit dan memaksa anaknya untuk segera dibawa pulang. saat ini ia hanya terbaring di rumahnya dan berobat di dokter praktek.
sehari-hari ia hanya sebagai ibu rumah tangga. suaminya, Abdurrahim (alm) telah wafat sejak 2012. Ia mempunyai 5 orang anak yang semuanya sudah menikah, namun hanya 2 anaknya yang tinggal bersamanya, yang bekerja sebagai petani biasa. Saat ini ia berobat tradisional dan hanya sekali-kali periksa ke dokter, dengan modal Jamkesmas. Saat #Kurir SR melakukan survei ke rumah anaknya  yang sehari-hari hanya sebagai petani, menyampaikan bahwa ia merasa kesulitan membiayai pengobatan ibunya, karena ia juga tidak punya banyak biaya.
#Sedekah Rombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk membantu biaya pengobatan Ibu Zainab, beliau dan keluarga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada #Sedekah Rombongan.

Jumlah bantuan :Rp.500.000,-
Kurir    : @areefy_dip @naim_dahlan
Tanggal        :13 Juli 2015

Ibu zainab menderita stroke

Ibu zainab menderita stroke


SAIMIN ( 66 Tahun, kacamata ) merupakan warga  Bayat Klaten Jawa Tengah.  Pak Saimin hidup menduda karena istrinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Beliau bekerja sebagai pengayuh becak di Yogyakarta, dan tempat tinggal selama di kota pelajar  ini  adalah Masjid Sudirman yang berada di Demangan Colombo. Sudah lama beliau mengalami pandangan yang kabur, terutama jika malam hari, karena setelah di cek minus beliau sudah mencapai 6.25, hal ini sangat berbahaya jika saat mengayuh becak di malam hari, Alhamdulillah kami dipertemukan dengan beliau, pada hari Sabtu 29 Agustus 2015 , melalui Tim Popimas #SR pak Saiman di berikan kacamata yang dibutuhkan, bantuan ini senilai Rp. 500.000,- . Semoga bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal Penyerahan : 29 Agustus  2015
Kurir : @kissherry  @FahmiSQ

Bantuan kacamata

Bantuan kacamata


MUSHOLA NYI AGENG SERANG   ( Karpet dan renovasi  )  berada di dusun Beku Banjarharjo Kalibawang Kulonprogo Yogyakarta. Musholla Nyi Ageng Serang terletak di gugusan perbukitan Menoreh kawasan Kalibawang Kulonprogo. untuk meningkatkan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah sholat berjamaah, Takmir Musholla Nyi Ageng Serang yang diketuai Bapak Sunarto, ingin menyediakan sarana tempat ibadah yang menunjang kekhusyukan dalam beribadah, antara lain dengan melengkapinya dengan karpet permadani dan renovasi sarana wudhu. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah  dipertemukan dengan takmir musholla Nyi Ageng Serang untuk turut serta berpartisipasi dalam renovasi sarana wudhu tersebut dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics melalui Tim #POPIMAS SR berupa material guna renovasi sarana wudhu senilai Rp 2.600.000 dan 32 meter karpet senilai Rp 2.400.000 atau berjumlah Rp 5.000.000

Jumlah Bantuan Total : Rp. 5.000.000-
Tanggal Penyerahan :  28 Agustus 2015
Kurir :  @Kissherry  @faisal_gudeg @windriani

Bantuan karpet dan renovasi

Bantuan karpet dan renovasi


MUSHOLA AL HDAYAH   ( bantuan tunai   )  alamat Duwet 2 Banjarharjo Kalibawang Kulonprogo Yogyakarta. Mushola sebagai salah satu kebutuhan warga untuk beribadah khususnya ibadah sholat berjamaah, maka sangat diperlukan keberadaannya bagi masyarakat sekitar. Untuk menunjang kegiatan ke agamaan di sana dan juga kekhusyukan beribadah, takmir Mushola Al hidayah yang diketuai oleh bapak Warsi, melakukan renovasi ,dan memperbaharui cat tembok bangunan, selain itu juga memerlukan seperangkat alat pengeras suara . Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan takmir musholla al hidayah untuk turut serta berpartisipasi dalam renovasi musholla tersebut diatas dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics melalui Tim #POPIMAS SR yang dipergunakan untuk pembelian material cat dinding, almari mukena,amplifier dan microphone senilai Rp 4.300.000

Jumlah Bantuan Total : Rp. 4.300.000-
Tanggal Penyerahan :  7 Agustus 2015
Kurir :  @Kissherry  @faisal_gudeg @N_jidda

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MUSHOLA AL AMIN   ( bantuan tunai   )  alamat Duwet 2 Banjarharjo Kalibawang Kulonprogo Yogyakarta. Mushola sebagai salah satu kebutuhan warga untuk beribadah khususnya ibadah sholat berjamaah, maka sangat diperlukan keberadaannya bagi masyarakat sekitar. Untuk menunjang kegiatan ke agamaan di sana dan juga kekhusyukan beribadah, takmir Mushola Al hidayah yang diketuai oleh bapak Sunardi, melakukan renovasi tempat wudhu dan kamar mandi Mushola. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan takmir musholla al hidayah untuk turut serta berpartisipasi dalam renovasi musholla tersebut diatas dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics melalui Tim POPIMAS #SR yang dipergunakan untuk pembelian material  renovasi kamar mandi dan sarana wudhu, almari mukena serta karpet yang bernilai Rp 4.350.000

Jumlah Bantuan Total : Rp. 4.350.000-
Tanggal Penyerahan :  7 Agustus 2015
Kurir :  @Kissherry  @faisal_gudeg @N_jidda

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


WARGA DUSUN KAMAL ( bantuan pembuatan sumur bor ) Desa Wunung Kecamatan Wonosari Gunungkidul Yogyakarta , yang berjumlah 368 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa 1.490 , sering mengalami kesulitan air,apalagi di musim kemarau seperti saat ini. Dusun yang warganya rata – rata berprofesi sebagai petani ini, hanya 100 KK yang bisa mengguaan air dari PDAM, selebihnya harus membeli air dengan menggunakan truk tangki. Hampir semua KK memiliki bak penampungan, hal ini disebabkan sumber air yang sangat sulit, kalaupun harus melakukan pengeboran , kedalaman airnya lebih dari 50 meter. Dengan kedalaman seperti ini, dibutuhkan biaya yang cukup besar untuk membuat sumur, itupun harus di bantu dengan Pompa dengan PK yang besar. Hal ini masih dirasa berat, karena dari 368 KK yang ada 260 adalah KK pra sejahtera yang selama ini masuk dalam daftar penerima BLT. Melihat kondisi seperti ini, Alhamdulillah SedekahRombongan bertemu dengan salah satu pemuka masyarakat di sana,dan secara bersama – sama kami merencanakan untuk membuat sumur, dengan estimasi biaya 25 juta. Tetapi setelah melakukan survey dan perhitungan yang lebih matang, jumlah biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 30.000.000 ( biaya pengeboran dan pemasangan unit pompa dengan kapasitas 3 PK ). Berkat support dan dukungan dari para sedekaholics, harapan penduduk dusun Kamal segera terwujud dengan memiliki sumur sendiri yang bisa di pergunaka oleh 368 KK.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 30.000.000-
Tanggal Penyerahan : 30 Agustus 2015
Kurir :  @Kissherry  @ilhamasmara

bantuan pembuatan sumur bor

bantuan pembuatan sumur bor

—-
SULTAN BIN BILALANG, (77, Diabetes dan Hipertensi). Alamat: Poros Bantaeng- Bulukumba, KM.125, Dusun Makkaninong, Desa Biangkeke, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Solo’ adalah panggilan sehari- harinya, sebulan yang lalu masuk Rumah Sakit selama 4 (empat) hari karena komplikasi penyakit yang sudah dideritanya sejak kurang lebih 7 (tujuh) tahun terakhir, tampak keriput pada kulitnya karena Gula kering yang dideritanya selama ini, dibeberapa bagian urat saraf pada bagian pergelangan tangannya juga mengalami pengerasan dan penyumbatan. selain itu, Solo’ juga mengalami masalah pada aliran air urin yang tidak teratur. Pusing dan bahkan terjatuh jika sedang beraktifitas adalah gejala yang paling sering di alaminya, selama ini proses pengobatan secara medis tidak dilakukan secara teratur, hanya sekali- kali jika memang mengalami gejala yang agak serius.
Solo’ sekitar 20 (dua puluh) tahun terakhir sebelum menderita sakit mengabdikan diri sebagai Hansip penjaga pasar Lambocca dengan gaji terakhir pada saat berhenti Rp.100.000/ Bulan. Untuk menutupi kekurangan biaya hidupnya, Solo’ juga berprofesi sebagai buruh nelayan, penghasilannya waktu itu tentulah sangat jauh dari cukup untuk menafkahi isteri dan ke 6 (enam) anak- anaknya waktu itu. Sementara isterinya, Sarinang (72) tidak bisa berbuat banyak dengan profesi utamanya hanya sebagai Ibu Rumah Tangga.  Selama ini, melakukan pemeriksaan dengan menggunakan kartu JamKesDa.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan cobaan hidup yang dialaminya selama ini, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya. Semoga Solo’ semakin membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @muhardin
Tanggal     : 15 Juli 2015

pak sultan menderita Diabetes dan Hipertensi

pak sultan menderita Diabetes dan Hipertensi


AMBO SARABA, (78, Diabetes dan Maag Kronis). Alamat:Dusun Makkaninong, Desa Biangkeke, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Ambo, panggilan sehari- harinya, sakit Diabetes dan Maag sejak 10 (sepuluh) tahun terakhir, sejak awal terkesan terabaikan karena tidak melakukan upaya pengobatan medis secara serius, hanya sesekali meminum ramuan herbal yang dipercaya bisa sedikit mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Aktifitanya pun masih tetap berlanjut saat itu sebagai pembajak sawah, rasa sakitnya semakin terasa sejak kaki kanannya mengalami pembengkakan akibat tertusuk kayu pada saat bekerja disawah sekitar 3 bulan yang lalu. Saat ini waktunya lebih banyak dia habiskan diatas rumah panggungnnya yang sudah mulai reok, tampak dinding rumah yang sudah mulai rapuh dan atap bocor/ rusak sehingga terkadang harus bersabar menunggu hujan redah ketika air hujan masuk ke dalam rumahya.
Sementara isterinya, Sahara (63) juga pernah mengalami sakit tipus, bahkan sempat di rawat inap beberapa hari di RSUD Bantaeng beberapa bulan yang lalu. Aktifitas lainnya selain membantu suaminya pada saat membajak sawah, Sahara juga sesekali mengais rezeki di pesisir pantai, berupaya mencari dan mengumpulkan rumput laut yang terputus dan rumpungnnya yang kemudian terbawa arus ombak hingga ke bibir pantai, rumput laut inilah yang dia kumpulkan lalu dijual ke pengumpul tapi tentunya sangatlah jauh dari rasa cukup, seharinya hanya bisa dapat sekitar 1 Kg yang dia jual dengan harga Rp. 3.000,- dalam keadaan basah/ tidak kering, itupun tidak setiap hari, hanya saat para petani rumput laut menanti waktu panennya. Kebutuhan hidupnya sebagian besar bergantung pada uluran tangan anak- anaknya yang juga berprofesi sebagai pembajak sawah. Selama ini Ambo melakukan pemeriksaan dengan menggunakan kartu JamKesDa.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya dan kebutuhan hidupnya. Semoga kondisi kesehatan Ambo dan isterinya semakin membaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Kurir      : @areefy_dip @muhardin
Tanggal     : 15 Juli 2015

Pak ambo menderita Diabetes dan Maag Kronis

Pak ambo menderita Diabetes dan Maag Kronis


RAHWA BINTI MODDING, (48, Diabetes). Alamat:Dusun Makkaninong Lr.4,  Desa Biangkeke, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Rahwa panggilan sehari- harinya, ibu dari 3 orang anak ini harus merelakan ibu jari kaki kirinya di amputasi sebulan yang lalu akibat penyakit diabetes yang di deritanya sejak 10 tahun terakhir. Aktifitasnya sudah mulai berhenti sejak 8 (delapan) bulan terakhir ketika ibu jari kakinya semakin membengkak, bahkan sebulan terakhir hampir tidak pernah keluar rumah terkecuali ke Rumah Sakit melakukan pemeriksaan rutin pekanan pasca amputasi.
Suaminya, Hasan (55) hanya berprofesi sebagai pembajak sawah milik orang lain, bercocok tanam dengan system tadah hujan dengan masa panen 2 kali setahun, disela- sela masa panennya dia manfaatkan untuk mencari tambahan penghasilan bersama isterinya, Rahwa. Tinggal didaerah pesisir adalah berkah tersendiri bagi keluarga Rahwa, memanfaatkan waktu sebaik- baik mungkin untuk menambah penghasilan keluarga dengan berprofesi sebagai buruh tani tumput laut yang bertugas sebagai pengikat bibit rumput laut pada seutas tali dengan bayaran Rp. 1.500,- per Bentangan tali yang panjangnnya sekitar 20 meter. Sejak kakinya bengkak, Rahwa tidak bisa melakukan aktifitas tersebut, begitupun suaminya yang lebih banyak merawat isterinya di rumah. Sementara ketiga anaknya Mulyana (28), dan Kasmi (31) kini sudah berkeluarga dan merantau ke Malaysia sebagai buruh tani perkebunan kelapa sawit. Kini mereka hanya tinggal bertiga dengan anak sulungnya, Irham (15) yang berhenti sekolah sejak di kelas 6 SD. Selama ini Rahwa melakukan pengobatan dengan menggunakan kartu penjamin kesehatan JamKesDa.

Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya dan kebutuhan hidupnya. Semoga kondisi kesehatan Rahwa semakin membaik.
Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @muhardin
Tanggal    : 15 Juli 2015

Ibu rahwa menderita

Ibu rahwa menderita diabetes


HALIDE BINTI KADE, (63, Maag Kronis). Alamat: Dusun Panramputang, Desa Biangkeke, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Halide, menderita sakit Maag sejak usia muda, waktu itu sakitnya berjalan begitu saja tanpa upaya pengobatan, tetap beraktifitas seperti biasa tanpa ada keluhan, hanya sesekali beristirahat jika sakitnya kambuh kembali. Aktifitasnya sudah mulai terganggu sejak 10 tahun terakhir, ketika sakit Maagnya kambuh harus beristirahat beberapa hari di rumah, hal yang paling menyiksa adalah ketika sedang beraktitas di sawah. Kondisi fisik yang setiap hari semakin melemah, juga berdampak pada aktifitasnya di sawah, sementara sawah yang di bajak adalah milik orang lain dengan system bagi hasil.
Isterinya, Sarinang (57)  Ibu Rumah Tangga yang tidak punya penghasilan lain selain membantu suami pada saat membajak sawah. Hasil panen di sawah hanya cukup disimpang untuk dimakan hingga menunggu musim panen selanjutnya, tidak bisa berharap banyak dari ke 7 (tujuh) orang anaknya yang kini semuanya sudah berkeluarga, 3 (tiga) diantara merantau ke Malaysia, bekerja sebagai buruh tani di perkebunan kelapa sawit, sementara yang lainnya menetap di kampung sebagai petani dan nelayan. Saat ini tinggal bersama 2 (dua) cucunya di rumah tua yang dinding dan atapnya sudah mulai rusak, Halide juga dikenal di kampungnya sebagai orang tua yang banyak mengurus mesjid, satu kesyukuran baginya diberi nikmat oleh Allah SWT untuk senantiasa menghidupkan suasana mesjid termasuk mengumandangkan adzan karena terkadang masyarakat setempat mengabaikan adzan pada waktu- waktu shalat. Selama ini Halide melakukan pengobatan dengan menggunakan kartu penjamin kesehatan JamKesDa.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya dan kebutuhan hidupnya. Semoga kondisi kesehatan Rahwa semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @muhardin
Tanggal    : 15 Juli 2015

Pak halide menderita  Maag Kronis

Pak halide menderita Maag Kronis


NO’NI, (84, Dhuafa). Alamat: Dusun Borong Tala, Desa. Bonto Kassi, Kec. Galesong Selatan, Kab. Takalar – Sulawesi Selatan.
No’ni panggilan sehari- harinya, hidup sendiri dalam sebuah gubuk tua yang berukuran sekitar 2 x 2 Meter, sekilas dari kejauhan seperti sebuah gubuk yang tak berpenghuni, disekelilingnya terpasang pagar dari anyaman bambu seadanya saja, disamping rumahnya juga terlihat beberapa tumpukan batang bambu yang sudah mulai kering. Dari dalam rumahnya hanya berlantai tanah, terlihat beberapa peralatan alat makan yang berserakan di lantai, tempat tidurnya hanya terbuat dari beberapa lembar papan tanpa pengalas tikar dan kasur yang sedikit lebih tinggi dari permukaan tanah. Karena ruangan dalam yang sempit, aktifitas memasak pun dilakukan di luar rumah jika cuaca cerah, menggunakan tungku dari tanah liat dengan hanya bagian atas tungku saja yang menggunakan penutup atap dari beberapa tumpukan daun kelapa, sementara posisi No’ni harus berada dibawah terik sinar matahari jika sedang memasak.
Semangat hidup yang patut di contoh, No’ni tidak ingin menyusahkan saudara- saudaranya yang lain, termasuk beberapa tetangganya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- harinya, profesi lamanya membuat songkok khas Bugis Makassar yang dianyam dari bahan lontar, biasanya memakan waktu hingga hampir sebulan untuk menyelesaikan satu songkok yang kemudian terjual dengan harga Rp.100.000- 200.000 per buah, tergantung kualitas dan motifnya.  Karena usia, fisik sudah mulai melemah, Noni’ beralih profesi sebagai pembuat tusuk bakso, memotong dan membelah bambu kering adalah aktifitas sehari- harinya saat ini, dalam sehari biasanya hanya bisa membuat satu ikat, dengan jumlah batang sekitar 150 batang per ikatnya. Sementara pelanggannya adalah para tetangga yang berprofesi sebagai tukang bakso keliling.
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya disambut gembira, bantuanpun diserahkan untuk sedikit membantu biaya hidupnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Kurir      : @areefy_dip @munatsir
Tanggal        : 13 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


ABD. SALIM DG. TARRU (62, Dhuafa). Alamat: Jalan Pangkep Raya Blok D No. 288, Kel. Sudiang Raya, Kec. Biring Kanaya, Kota Makassar – Sulawesi Selatan.
Salim, panggilan sehari- harinya. Saat ini hidup menumpang di salah satu rumah kosong tak berpenghuni, dari kondisi bangunan yang menggunakan bahan dasar batako sebagai dinding sudah terlihat kropos, beberapa bagian atap sudah mulai bocor, sementara pintu utama hanya tertutup seadannya saja, pada bagian dalamnya nampak berserakan tumpukan kardus dan bahan- bahan plastik, hanya satu ruangan kamar tidur yang sedikit tertata sebagai tempat beristirahat. Ini merupakan rumah ke 4 (empat) yang dia tempati setelah 10 tahun terakhir hidup berpindah- pindah dari rumah kosong yang satu ke lainnya di Perumnas Sudiang.
Isterinya, Rahmawati (44) meninggal dunia di tahun 1999, dikarunia tiga orang anak yang kini sudah berkeluarga dan menetap di kampung sebagai petani dan buruh bangunan. Sejak itu, Salim hidup sendiri tanpa keluarga di Makassar, hingga akhirnya memutuskan untuk menikah kembali dengan isteri keduanya, Niar (49) di tahun 2001, dari pernikahannya dengan Niar di karunia satu orang anak, Syair (10) yang saat ini duduk di kelas 4 SD. Di awal tahun 2013, Salim jatuh sakit dan dirawat inap sekitar 15 hari di Rumah Sakit Daya, dalam kondisi sakit isterinya memilih untuk menikah kembali dengan lelaki lain yang banyak membantu biaya pengobatannya selama dirawat di Rumah Sakit, beban hidupnya semakin bertambah ketika anaknya Syahrir dititipkan kepadanya yang dalam keadaan sakit pada saat itu. Kini, Salim harus berjuang mempertahankan hidupnya, bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk anak semata wayangnya dari isteri keduanya, Niar.
Profesi salim saat ini sebagai pemulung, tidak banyak yang bisa diharapkan dari profesi tersebut, untuk makan sehari- hari saja tidak cukup, dari upaya pengumpulan plastik dan kertas selama sebulan biasanya terjual maksimal Rp.50.000,- untuk menutupi makan sehari- harinya lebih banyak berharap dari para tetangga, bahkan terkadang anaknya Syahrir dia tidak tahu dapat makan darimana dalam sehari, karena dirumah tidak pernah tersedia makanan. Selama Ramadhan, Salim setiap harinya berbuka di mesjid dekat rumahnya, sementara untuk makan sahur berharap undangan makan dari tetangga. Jika tidak, Salim sahur dengan Kue yang dia bawa pulang dari mesjid pada saat berbuka. Banyak tetangga yang simpatik, karena Salim dikenal sebagai orang tua yang aktif beribadah 5 waktu di mesjid, bahkan puasa sunnah Senin Kamis pun dia tunaikan, Doa salim disetiap akhir shalatnya semoga ada penderma yang ingin membantu melanjutkan biaya sekolah anak semata wayangnnya, Syahrir.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya
pengobatannya dan kebutuhan hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir      : @areefy_dip @munatsir
Tanggal   : 15 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MURNIATI BINTI JEMISALANGIT (62, Janda Dhuafa). Alamat: Jalan Pangkep 8 Blok E/104, Kel. Sudiang Raya, Kec. Biring Kanaya, Kota Makassar – Sulawesi Selatan.
Murniati, merupakan isteri kedua yang pisah cerai dengan suaminya sejak anak pertamanya masih berusia 6 bulan dalam kandungan sekitar 20 tahun yang lalu, hingga kini dia hidup berpindah- pindah dalam kompleks Perumnas, menempati setiap rumah kosong yang tak berpenghuni. Saat ini hidup seorang diri, karena anak semata wayangnya lebih memilih untuk ikut bapaknya sejak masih kecil.
Murniati, seakan merasa hidup sendiri dalam keramaian, merasakan betapa tidak pedulinya para tetangga kecuali hanya 1, 2 orang tetangganya saja yang sesekali menjenguknya, termasuk pemerintah setempat yang tidak memasukkannya dalam daftar penerima beras RasKin maupun pelayanan kesehatan gratis. Bahkan, beberapa bulan yang lalu jatuh sakit, sempat dirawat inap di salah satu Rumah Sakit di Daya tapi kemudian pihak Rumah Sakit memintanya kembali ke rumah hanya karena tidak adanya kartu penjamin kesehatan dan keluarga sebagai penjamin. Waktu itu Murniati berobat hanya menggunakan surat keterangan miskin.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, berbagai profesi dilakukannya mulai dari tukang cuci, tukang setrika pakaian hingga tukang masak jika ada tetangga yang melakukan hajatan. Besarnya penghasilan tidak menentu, berapun dia terima, bahkan terkadang bekerja tanpa bayaran.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya kebutuhan hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir      : @areefy_dip @munatsir
Tanggal      : 15 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


ABDULLAH BIN MUSEAF (22, Buta). Alamat: Jalan Daeng Kulling, Lorong 1 RT1/RW12, Kel. Parantambung, Kec. Tamalate, Kota Makassar – Sulawesi Selatan.
Rasa pedih dan gatal sudah mulai terasa pada kedua matanya sejak tahun 2012, waktu itu Abdullah masih berada di Seram, Maluku Tengah. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk merantau ke Makassar di akhir tahun 2013, dengan niat berobat sambil melanjutkan pendidikannya di kelas 2 SMA waktu itu. Takdir hidupnya ternyata tidak berjalan sesuai rencana, disaat prosesesi kenaikan kelas 3 SMA di Makassar, tiba- tiba kedua matanya tidak mampu lagi melihat, waktu itu sempat 2 kali melakukan konsultasi ke dokter mata tapi tidak ada perubahan, hingga akhirnya pasrah tanpa proses pengobatan karena keterbatasan dana. Saat ini Abdullah tinggal di sebuah rumah kontrakan yang menampung orang- orang Maluku Tengah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga PT, beberapa dari mereka berstatus yatim piatu, Semuanya bersifat swadaya tanpa bantuan dana dari Pemda Maluku Tengah dan hanya dipelopori oleh salah seorang mahasiswa dari Seram, Rahman Rumaday (29).
Abdullah adalah anak ke 5 dari 10 bersaudara. Ayahnya, Museaf (54) meninggal sejak tahun 2008, sementara ibunya, Rahmah (52) memilih menikah kembali dan ikut suami barunya. Sejak itu Abdullah bersama saudaranya yang lain tinggal bersama Kakeknya yang hanya berprofesi sebagai petani. Saudara tertua, Rahimah(29) telah berkeluarga, saudara kedua Arobi(25) juga mengalami kebutaan pada kedua matanya dan hanya menyelesaikan pendidikan di tingkat SD, begitupun dengan saudara- saudaranya yang lain semuanya putus sekolah, Parjo (20), Sarmi (18), Senong (15) dan Fitri (16). Sementara tiga saudaranya telah meninggal dunia karena sakit, Assura (19), Fitrah (24) dan Fausiah (12).
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatan matanya, semoga Abdullah segera bisa melihat kembali dan melanjutkan cita- citanya di Makassar.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir      : @areefy_dip @munatsir
Tanggal    : 14 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MAISANI BINTI DG. SIKKI (36, Tifus). Alamat: Jalan Daeng Kulling, Lorong 1 No. 13 B RT1/RW12, Kel. Parantambung, Kec. Tamalate, Kota Makassar – Sulawesi Selatan.
Sani, panggilan sehari- harinya, beberapa pekan yang lalu jatuh sakit dan hanya dirawat di rumahnya selama hampir sepekan, setelah itu sempat merasa kesehatannya pulih kembali selama 2 hari tapi kemudian tiba- tiba jatuh pingsan dan dirawat inap selama 3 hari di Rumah Sakit Haji Makassar.
Sejak pisah cerai dengan suaminya, Syarifuddin (37), Sani berjuang sendiri menafkahi anak semata wayangnya, Muh. Fadhli Ramadhan (6) dengan bekerja sebagai karyawan counter assesories dengan penghasilan Rp. 1.000.000 per bulan, pekerjaan ini dia geluti hampir 6 tahun lamanya, saat ini Sani beralih profesi sebagai pedagang pakaian bekas keliling di pasar- pasar malam di Makassar. Untuk tempat tinggal, Sani menumpang bersama anaknya, Fadhli di rumah orang tua bersama dengan suadara- saudaranya yang lain yang juga sudah berkeluarga. Sani berobat dengan menggunakan kartu penjamin kesehatan JamKesDa.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya. Semoga Sani dan keluarganya senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @munatsir
Tanggal    : 14 Juli 2015

Maisani menderita Tifus

Maisani menderita Tifus


TOMPO BIN MOHA (56, Maag Kronis). Alamat: Dusun Riang, Lorong 4 RT.2/RW.8, Kel. Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar – Sulawesi Selatan.
Dg. Tompo panggilan sehari- harinya menderita sakit Maag sejak 10 tahun terakhir, tidak banyak yang bisa lakukannya selama ini jika sakit maagnya kambuh kembali, selain pasrah dan berusaha menahan rasa sakitnya dan langsung beristirahat dari kerjaan. Selain sakit maag yang dikeluhkan selama ini, Dg. Tompo juga merasakan sakit pada bagian dadanya jika melakukan pekerjaan yang agak berat, sehingga profesi sebagai buruh bangunan yang dia geluti selama ini terpaksa dia tinggalkan untuk sementara waktu.
Tanggung jawab mencari nafkah sepenuhnya dia serahkan ke isterinya, Hasni (52) yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya, setiap paginya harus keliling lorong menjual kue, jika lagi beruntung dalam sehari biasanya mendapatkan omset Rp.50.000- Rp. 80.000 dengan kisaran keuntungan Rp.20.000 jika jualannya habis terjual tapi terkadang juga mengalami kerugian jika kuenya tidak habis terjual bahkan terkadang dalam sehari jualannya kembali hingga 30 biji. Penghasilannya tentu sangat jauh dari cukup, karena harus di sisihkan untuk membayar sewa kamar kontrakan bersama suaminya sebesar Rp. 450.000 per bulan. Dg. Tompo dan isterinya juga tidak bisa berharap banyak dari ke 5 orang anaknya yang juga berpenghasilan tidak menentu, anak pertamanya Nawir (31) berprofesi sebagai tukang batu, Nasir (27) buruh pengangkut sampah, Murni (26) tukang cuci, Nirwan (23) kuli bangunan dan yang terakhir Nurhadi (16) memutuskan untuk berhenti sekolah di kelas 1 SMK tahun ini, mengikuti jejak saudaranya sebagai kuli bangunan. Selama ini Dg. Tompo berobat dengan menggunakan kartu penjamin kesehatan JamKesDa.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya. Semoga kesehatan Dg. Tompo semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir      : @areefy_dip @munatsir
Tanggal    : 14 Juli 2015

Pak tompo menderita Maag Kronis

Pak tompo menderita Maag Kronis


HASIAH BINTI DG.TARRU (54, Diabetes, Paru- paru). Alamat: Gusung Abadi No.8, Kel. Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar – Sulawesi Selatan.
Hasiah, panggilan sehari- harinya menderita sakit Diabetes dan Paru- Paru sejak 4 tahun yang lalu, selama ini hanya berobat dengan meminum ramuan herbal yang olahnya sendiri, yaitu air rebusan kayu manis dan daun sirsak. Karena kondisi fisiknya yang semakin melemah, membuat aktifitasnya juga semakin berkurang, Bahkan di pertengahan bulan Ramadhan, tiba- tiba merasakan sesak di dadanya hingga harus di larikan dan dirawat inap di rumah sakit Haji Makassar selama 3 hari.
Aktifitas lainnya selain Ibu Rumah Tangga, Hasiah juga menjaga warung Kelontong depan rumahnya, tidak banyak yang di jualnya, hanya seadanya dengan ukuran warung 1,5 x 1,5 M, biasanya seharian disana tidur berbaring menunggu pembeli datang. Sementara suaminya, Ahmad Muntu (55) berprofesi sebagai buruh bangunan dengan penghasilan Rp.50.000 per hari, itupun jika lagi ada kerjaan. Sementara ke 4 orang anaknya, Hajrah (36) telah menikah, Hasmawati (34) honorer sebagai staff Kelurahan, Rais (25) dan Haerul (23) bekerja sebaga kuli bangunan. Selama ini Hasiah berobat dengan menggunakan kartu JamKesDa.
Kurir #SedekahRombongan ikut merasakan beban hidup yang dialaminya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit membantu biaya pengobatannya. Semoga kesehatan Ibu Hasiah semakin membaik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @munatsir
Tanggal    : 14 Juli 2015

Ibu Hasiah menderita Diabetes, Paru- paru

Ibu Hasiah menderita Diabetes, Paru- paru


MTSR MAKASAR Demi memudahkan dan melanjutkan estafet penggunaan Ambulance MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) guna menjemput dan mengantar jenazah, dhuafa serta orang sakit, baik itu dalam kota maupun diluar kota. Maka dibutuhkanlah sarana untuk memudahkan kurir dalam mengangkut dan melayani pasien dhuafa untuk berobat, sehingga titipan langit tersampaikan tanpa rumit, sulit dan berbelit-belit. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran untuk pembayaran cicilan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Makassar pada bulan Juli 2015.
Jumlah Bantuan : Rp. 3.600.000,-
Kurir : @areefy_dip  @hasnungsyamsi
Tanggal : 28 Juli 2015

Bantuan operasional

Bantuan operasional


IBU WATI (50, Janda Dhuafa dan Lumpuh), beralamat di Perum BTN H. Banca, Kel. Bontoa, Kec. Mandai, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.
Ibu Wati adalah seorang janda dhuafa yang mengalami kelumpuhan sejak setahun yang lalu sejak suaminya meninggal pada tahun 2010, Ibu Wati memiliki empat orang anak namun saat ini hanya Lisa (10 Tahun) yang setia menemaninya dirumah, ketiga anaknya yang lain ada yang telah berkeluarga dan adapula yang merantau keluar kota dan tidak diketahui dimana keberadaannya. Ibu Wati tinggal disebuah rumah sederhana yang dipinjamkan oleh seorang dermawan yang kapan saja dapat diambil kembali. sewaktu masih sehat Ibu Wati bekerja sebagai pedagang sayur di pasar tradisional. Bantuan yang kami berikan untuk tambahan biaya kebutuhan sehari-hari. ini adalah santunan yang kedua, sebelumnya Ibu Wati masuk dalam Rombongan 584.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @areefy_dip @hasnung_syamsi
Tanggal : 25 Juli 2015.

Bantuan tunai

Bantuan tunai


MTSR SOLO RAYA (MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN) Kendaraan yang biasa digunakan oleh Kurir #SR untuk mengantar dan menjemput pasien dampingan, menyampaikan titipan santunan untuk para dhuafa serta membantu bagi pihak yang membutuhkan ini biasa disebut MTSR. Mobil bermotif batik putih merah, dengan nomor hotline 0815-8911-911 ini sudah hampir satu tahun digunakan oleh Kurir #SR Solo Raya. Keberadaan dari MTSR sudah semakin banyak diketahui oleh masyarakat sekitar Solo. Sehingga diperlukan biaya operasional untum dapat merawat dan menjalankan MTSR. Maka, santunan ke-12 untuk MTSR bulan ini telah disampaikan. Pengeluaran MTSR bulan ini dapat dirinci sebagai berikut:

Bensin : Rp2.450.000,-
Plat nomer : Rp.60.000,-
Cuci mtsr : Rp.95.000,-
Jasa supir mtsr : Rp.1.000.000,-
DP doorpass : Rp.150.000,-
Total : Rp.3.755.000,-
Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 629, 632, 647, 657, 668, 677, 705, 719, 730, 736.
Semua karena keringanan hati dari #SahabatSR yang telah bersedekah. Semoga dengan santunan ini, MTSR semakin berguna bagi masyarakat dan membantu semua yang membutuhkan. Aamiiin.

Jumlah santunan : Rp. 3.755.000,-
Tanggal : 31 Juli 2015
Kurir : @lastiko , @ciciii , @gabelaArdavy , @hendra @MeifiAldi

Bantuan operasional

Bantuan operasional


PAMUJI RAHAYU ( 28, cacat berat ) ALAMAT : Dusun Krajan 1, RT 6 / RW 1, Desa Gowak, KEC Pringsurat, KAB Temanggung , PROP Jawa Tengah .
Pamuji begitu beliau di sapa adalah anak pertama dari pasangan Bp Sutrimo (55) Tani dan Ibu  Wuryani (51) Tani yang mempunyai kelainan atau cacat fisik dari lahir. Cacat itu meliputi kaki tidak bisa tumbuh sebagai mana mestinya sehingga tidak bisa untuk berdiri apalagi jalan. Tangannya pun juga tidak bisa leluasa untuk di gerakkan. Dahulu sudah dilakukan beberapa kali pemeriksaan ke dokter dan ke RSUD menggunakan Jamkesmas tetapi tetap tidak ada hasilnya sampai saat ini.Bahkan kedua orang tuanya sudah melakukan berbagai pengobatan alternatif tetapi tidak ada hasil yang memuaskan. Meskipun mengalami cacat fisik Pamuji punya semangat hidup yang sangat luar biasa, dia setiap selesai subuh sering keluar rumah meskipun jalannya ngesot. Kondisi saat ini beliau hanya bisa ngesot untuk sekedar keluar rumah sampai kakinya lecet-lecet, sehingga sangat menyulitkan untuk keluar rumah. Alhamdulillah dengan diantar oleh Bp. Kades dan Bp. Kadus setempat #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Pamuji Rahayu. Bantuan dari Sedekah Rombongan  dipergunakan untuk membeli kursi roda dengan harapan bisa digunakan untuk membantu bergaul bersama tetangga dan rekan rekannya.

Jumlah Bantuan Rp 1.000.000,-
Tanggal : 3 September 2015.
Kurir : @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Swastiko

Pamuji mengalami cacat berat

Pamuji mengalami cacat berat


SUYANTO (40, lumpuh/saraf terjepit), Alamat : Tejosari RT06/RW06, Magersari, Kec. Magelang Selatan, Magelang, Jawa Tengah.
Nama istri SURATI(40) bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, Bpk Suyanto telah menderita lumpuh sejak kurang lebih 8 tahun lalu karena kecelakaan, pernah menjalani pengobatan medis di RSU Magelang selama 20 hari, tetapi tidak ada perkembangan kesembuhan. Karena keterbatasan biaya keluarga akhirnya hanya pasrah dan dirawat dirumah sampai sekarang. Alhamdulillah,  #Sedekah Rombongan oleh Allah SWT  dipertemukan dengan keluarga Bpk Suyanto.Bantuan #SR digunakan untuk biaya berobat.
Bpk Suyanto dan keluarga mengucapkan terimakasih kepada #Sedekahholic atas bantuan ini.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 2 September 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82, Sigit Purnomo

Suyanto menderita lumpuh/saraf terjepit

Suyanto menderita lumpuh/saraf terjepit


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) PURWOREJO keberadaannya sangat mendukung dalam operasional penyampaian santunan kepada keluarga duafa, pasien dan juga dalam penyampaian sedekah lain baik ke masjid pondok maupun panti asuhan yang berada di wilayah Purworejo dan sekitarnya termasuk Kebumen. Disamping itu juga membantu merujuk pasien dampingan Sedekah Rombongan baik ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang ada di Jogjakarta maupun Solo dan Rumah Sakit. Bahkan diperlukan juga untuk mengantar jenazah jika dibutuhkan oleh masyarakat sekitar. MTSR ini baru ada sekitar bulan Mei 2015. Pada bulan Juli 2015 biaya yang dikeluarkan untuk operasional MTSR Purworejo untuk :
Pembelian BBM mengantar pasien Ke Solo A/n  Moh. anwar Rp.200.000 tgl 27 Mei 2015
Pembelian BBM nengantar pasien ke Jogja a/n Ani Herawati
Rp.100.000 tgl 31 Mei 2015
Pembelian BBM mengantar pasien ke Jogja a/n shofiyatun Rp.100.000 tgl 2 Juni 2015
Pembelian BBM penyampaian santunan Sasaran Purworejo Rp.100.000 tgl 12 Juni 2015
Pembelian BBM mengantar pasien a/n Novida ke Solo Rp. 150.000 tgl 16 Juni 2015
Pembelian BBM ke Jogja untuk pengajian dg anak yatim dan panti Rp.100.000 tgl 27 Juni 2015
Penggantian kampas kopling Rp.895.000 tanggal 2 Juli 2015
Pembelian BBM penyampaian santunan Bp. Nasirin (Kebumen) Rp.150.000 tgl 7 Juli 2015
Pembelian BBM jemput pasien a/n Ani Herawati ke Jogja Rp.100.000 tgl 22 Juli 2015
Ganti ban 2 buah Rp. 1070.000 tanggal 28 Juli 2015
Ongkos cuci mobil dan parkir Rp.35.000 tanggal 29 Juli 2015

Jumlah bantuan Rp. 3,000.000,-
Tanggal pemberian 14 Agustus 2015
Kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto.

Bantuan operasional

Bantuan operasional


SURYANI HERI RIYANTO (67, radang payudara) Alamat  RT 02 RW 04 Kelurahan Sindurjan Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo Jawa Tengah .
Bu Suryani istri dari pak Heri Rianto (66, tukangtambal ban
dan pemulung). Mempunyai tanggungan 1 anak dan 2 cucu. Tinggal di tanah milik PT. Kereta Api Indonesia dengan kontrak 3 tahun namun belum bisa membayar uang kontrakan.
Riwayat sakit, sekitat 18 tahun  yang  lalu bu Suryani mengalami radang pada payudara sebelah kanan, pada awalnya tidak dirasakan namun semakin lama semakin sakit dan tambah parah. Bu Suryani hanya berobat ke mantri kesehatan namun usaha itu tidak membuahkan hasil, sakit tidak sembuh juga kemudian berhenti. 2 tahun  berikutnya radang membesar, bu Suryani minta bantuan tenaga medis untuk memberikan suntikan namun malah tambah membesar. Bu Suryani merasa kapok dengan obat medis dan karena keterbatasan biaya akhirnya nekad dengan menyilet sendiri radangnya  kemudian nanah di keluarkan. Hal ini mengakibatkan infeksi,
Kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat bantuan pengobatan tetapi tidak sembuh, karena putus asa
akhirnya diobati sendiri dengan di bubuhi kopi supaya tidak bau. Pernah dianjurkan ke RS Bathesda, Jogjakarta
Untuk operasi, tetapi tidak punya biaya. Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi dari tetangganya dan mendatangi kediaman rumah bu Suryani untuk  sekedar nemberi santunan agar dapat mengurus pembuatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS. Sedekah Rombongan memberikan santunan awal Sejumlah Rp.500.000 untuk pengurusan tersebut dan akan mendampingi untuk pengobatan selanjutnya. Semoga bu Suryani dapat sembuh dan dapat menikmati hari hari berikutnya dengan penuh kebahagian.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2015
kurir : @MarjunulNP, Toto Sudiarto, Any Baelah, Endah Kesga dan Rani UMP.

Ibu suryani menderita radang payudara

Ibu suryani menderita radang payudara


YUFIKA TYA SAPUTRI (3, Hidropcephalus) Alamat : Kedungsari RT 5 RW 6, Kelurahan Kedungsari Kecamatan Magelang Utara Jawa Tengah.
Dik Yufika merupakan putri dari Ibu Hevy Yuli (24) dan Bapak Tri Budi Susanto (30) karyawan di persewaan alat pesta.
Semenjak berumur 3 bulan, tumbuh benjolan di sekitar hidung Dik Yufika. Namun karena ketiadaan biaya, keluarga tidak membawa Dik Yufika untuk berobat di Rumah Sakit. Ketika usia 6 bulan, Dik Yufika pernah menjalani pengobatan alternatif, namun hasilnya nihil. #SedekahRombongan bertemu dengan Dik Yufika saat berumur 9 bulan, dan langsung didampingi untuk berobat di RS dr Sarjito terkait benjolan di hidungnya yang semakin membesar. Dokter kemudian mendiagnosis Hidrocephalus dan memberikan penanganan medis. Saat ini terus dalam dampingan SedekahRombongan untuk proses perawatan lanjutan di RS. Sardjito.
Setelah beberapa kali menjalani operasi dokter menyarankan yufika untuk fisioterapi agar nantinya tulang-tulangnya kuat dan bisa mandiri. Karena penyakit hydrosepalus tersebut mempengaruhi tumbuh kembang otak dan persendian. Sekarang ini yufika rutin kontrol di RS Jiwa Magelang untung menjalani fisioterapi. Selain dekat dengan kediaman juga orang tua dapat mencari nafkah untuk kehidupan kesehariannya. Sekarang Yufika sudah tumbuh semakin sehat walaupun belum bisa berjalan dengan sempurna. Dokter menyarankan membeli alat bantu berupa meja untuk melatih berdiri agar nantinya tulang persendiannya bisa normal seperti anak-anak yang lainnya.

Jumlah bantuan Rp. 1.000.000
Tanggal : 2 September 2015
Kurir : @MarjunulNP @fathurrozaq82

Yufika menderita Hidropcephalus

Yufika menderita Hidropcephalus


WINANTI Bin TAYAT (20 Tahun, Megacolon), Tinggal di Pagersengon RT02/07, Selopuro, Batuwarno, Wonogiri, Jawa Tengah. Pasien ini kita dampingi sudah setahun lebih. Saat ini, Winanti sudah dirawat kembali di rumahnya. Setelah hampir dua bulan menginap dan dirawat di Rumah Sakit Moewardi Surakarta. Pasca operasi ketiganya, luka bekas operasi yang terakhir malahan semakin membesar. Kondisinya kritis, tubuh semakin kurus dan melemah. Akhirnya, atas keputusan dokter, dia kami bawa pulang. Saat ini Winanti sedang menjalani upaya pemulihan dan penyembuhan luka post op stoma. Saran dokter untuk dibawa pulang dengan alasan supaya luka tidak tertular oleh virus lain dari pasien lain. Kekhawatiran tersebut yang menjadi alasan Winanti harus pulang. Tim solo pun dengan MTSR Luxio kemudian mengantarkan Winanti sampai ke rumahnya. Karena saat itu tim kurir Wonogiri sedang menghandle dua pasien yang tidak bisa kami tinggalkan. Saat ini, Winanti dirawat di rumah, dibantu mbak Runi yang kurir juga seorang perawat. Perawatan di rumah di handle oleh Runi. Kondisi Winanti saat ini sudah ada perkembangan. Dari luka pasca operasi ketiga, luka di bagian perut membesar. Seperti luka sobek yang semakin menganga. Berangsur – angsur dengan perawatan rutin luka itupun semakin mengecil. Butuh perawatan ekstra, karena luka rawan dengan bakteri. Tanggal 28 Agustus 2015 kemaren rencananya akan di bawa ke Moewardi lagi karena merasakan sakit di perutnya. Setelah di cek oleh Runi ternyata kena diare. Dan alhamdulillah saat ini sudah membaik. Kemungkinan untuk proses Winanti akan membutuhkan penghandelan dalam jangka waktu yang cukup lama. Semoga sedekah rombongan bisa selalu mendampinginya sampai benar – benar sembuh total.

Jumlah Santuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 30 Agustus 2015
Kurir : @Lastiko @Mawan @Runi

Winanti menderita Megacolon

Winanti menderita Megacolon


SUMITRO WIYONO Bin Alm. KIMIN SUKIJO ( 53 Tahun, Gagal Ginjal ). Tinggal di ds.Sendang Ijo, RT03/1, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau menderita sakit gagal ginjal dan saat kami datang sedang tertidur di rumahnya yang sangat sederhana. Beliau sudah beberapa kali dperiksakan ke rumah sakit untuk pengobatan, namun karena kondisi ekonomi yang miskin tersebut maka pengobatan pun tidak bisa dilakukan secara rutin. Keterbatasan ekonomi lah yang membuat seperti ini. Ketika harus mencukupi kebutuhan pokok sehari – hari pun cukup sulit, cobaan hidup pun di alami dengan kondisi sakit seperti ini. Anaknya pun sudah berupaya semaksimal mungkin, namun apa daya mas Kirno sebagai anak laki – laki nya pun juga hanya bekerja serabutan saja. Terkadang menjadi kondektur, kadang juga menjadi petugas parkir saat ada acara hiburan di kampungnya. Hal ini yang membuat pengobatan sang ayah tidak maksimal. Bantuan diterima anak beliau, semoga bantuan ini meringankan beban hidup keluarga mereka saat ini. Dan bisa untuk biaya pengobatan saat kontrol ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Agustus 2015
Kurir : @Lastiko @Mawan @Yuli

Pak Sumitro menderita Gagal Ginjal

Pak Sumitro menderita Gagal Ginjal


KARDI Bin KATIMAN ( 17 Tahun, Bantuan Tunai ). Tinggal di ds.Pucung lor, Pucung, RT04/2, Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah. Keluarga Kardi ini hanyalah seorang buruh tani saja, untuk memenuhi kebutuhannya di sekolah cukup sulit. Kadang orang tuanya tidak mampu membayar biaya sekolahnya. Kardi sedikit mengalami keterbelakangan mental. Namun, anak ini cukup rajin dalam membantu orang tuanya untuk menyelesaikan pekerjaan di rumahnya dan juga sering ikut bapak nya ke ladang garapan dari tetangga saat bapaknya harus bekerja demi mencukupi kebutuhannya dalam bersekolah. Hasilnya pun masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk kebutuhan sehari – hari pun cukup sulit. Kekurangan ekonomi dirasakan mereka cukup berat oleh keluarga ini. Rumahnya pun sangat sederhana. Semoga bantuan ini meringankan beban keluarganya. Untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya, serta menambah kebutuhan pokok sehari – hari mereka. Semoga bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2015
Kurir : @Lastiko , mawan, Yuli

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


FITRI Binti Alm.PARNI ( 13 Tahun, Bantuan Tunai ). Tinggal di Ds.Pulutan Kulon RT04/3, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Fitri mengalami cacat dari lahir yaitu bisu, saat ini sekolah di SLB dan dia sangat berprestasi. Hidup bersama nenek nya yang sudah tua. Saat kami datang untuk memberikan bantuan, dia sedang mencuci piring dan membantu membersihkan rumah serta pekerjaan neneknya. Dia sangat rajin. Namun, karena keterbatasan fisik serta ekonomi, kondisinya cukup memprihatinkan. Bantuan ini untuk menambah kebutuhannya dalam bersekolah dan juga untuk kebutuhan sehari – hari neneknya dalam mencukupi kebutuhan pokok makan serta kebutuhan Fitri yang lainnya. Semoga bantuan ini meringankan beban hidup mereka saat ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Agustus 2015
Kurir : @Lastiko  @Mawan @Yuli

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai

—-
SUPARTI (50, PEMBENGKAKAN EMPEDU) Wanita paruh baya yang beralamat di Karanganyar RT 7/2, Klego, Klego, Boyolali, Jawa Tengah. Tinggal dengan suami beliau Bapak Ujang Kenedi, yang kesehariannya bekerja sebagai tukang jahit dengan penghasilan rata-rata perhari Rp. 25.000,-. Bu Suparti merupakan seorang ibu rumah tangga. Beliau memiliki tanggungan 1 orang anak dirumah yang tidak dapat bekerja karena sakit sejak 5 tahun yang lalu, sementara 1 orang anaknya yang lain sudah bekerja dan berkeluarga. Bu Suparti menderita pembengkakan empedu, sakit beliau ini terjadi sejak kurang lebih 11 bulan yang lalu. Awalnya, beliau jatuh terpeseleset dari tangga, selang beberapa hari rasa sakit di dada mulai terasa hingga muntah-muntah. Suami beliau kemudian memeriksakan beliau ke dokter spesialis di daerah kacangan. Dokter mengatakan bahwa beliau menderita infeksi empedu. Bu Suparti kemudian menjalani rawat jalan hingga merasa lebih baik, namun 1 bulan setelahnya, sakit kembali beliau rasakan, hingga kembali dibawa ke dokter spesialis tempat beliau periksa dahulu. Setelah dilakukan scan, diketahui bila empedu Bu Suparti mengalami pembengkakan, hingga harus menjalani rawat jalan dengam biaya sendiri sampai 10 bulan. Untuk satu kali periksa beliau harus merogoh kantong Rp. 350.000,- yang tentu saja berat bagi beliau, mengingat penghasilan suami yang pas-pasan. Setelah menjalani pengobatan pun, beliau tidak merasakan adanya kemajuan berarti, justru kondisi beliau semakin menurun, hingga kulit pucat kekuningan. Karena merasa tak ada perkembangan, pihak keluarga membawa beliau berobat alternatif di Sumatra. Namun, tetap tidak ada kemajuan. Hingga akhirnya beliau dibawa ke puskesmas di daerah Simo, Boyolali. Oleh pihak puskesmas beliau dirujuk ke RS. di Boyolali, namun karena keterbatasan alat untuk melakukan operasi beliau kembali dirujuk ke RS. Moewardi Solo. Namun karena terkendala masalah dana, beliau mengurungkan niat untuk melanjutkan pengobatan, karena beliau juga tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Kurir #SRsolo dipertemukan dengan beliau, dan kemudian menyampaikan santuna lepas sebesar Rp. 6.000.000,- untuk membantu pengobatan beliau agar dapat menjalani operasi. Bu Suparti dan keluarga merasa bersyukur dan senang sekali atas bantuan yang diberikan. Doa terbaik dari beliau untuk #SahabatSR semua agar selalu dalam berkah. Semoga dengan santunan ini dapat meringankan dan membantu beliau menjemput kesembuhannya. Aaamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 6.000.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2015
Kurir : @lastiko , @anissetya60 , @roschandptr

Pembengkakkan empedu

Pembengkakkan empedu


IRMA KURNIAWATI (20 tahun, Ca Mamae) Alamat : Dusun Jejer Desa Pleset RT 01 RW 03 Kabupaten Ngawi Jawa Timur. Dua tahun yang lalu Irma divonis terkena kanker payudara sebelah kanan dan di lakukan operasi di rsu Caruban. Saat itu dokter tidak menyarankan kemo dan hanya beberapa kali kontrol. Dua tahun berikut nya Irma mengalami sesak nafas dan ketika melakukan pemeriksaan ternyata sel kanker payudara telah mengalami metastase sampai ke paru-paru. Selama ini pengobatan dilakukan dengan fasilitas Jamkesmas. Namun keluarga kesulitan biaya pengobatan, terutama untuk transportasi ke RSDM Solo karena bapak dik Irma yaitu Pak Mujiono (48 tahun) hanya sebagai buruh serabutan dengan pendapatan rata-rata Rp 800.000 per bulan. Ibunya, yaitu Bu Sri Arwani hanya sebagai ibu rumah tangga biasa dan masih mempunyai tanggungan 1 anak yang masih sekolah. Informasi tentang dik Irma di peroleh dari salah satu kurir #Sedekah Rombongan. Titipan santunan Rp 500.000 dari para sedekaholic telah disampaikan sebagai santunan awal untuk akomodasi proses pengobatan berikut nya. Pak Mujiono sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Sabtu, 5 September 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive @ronypratama

Irma menderita Ca Mamae

Irma menderita Ca Mamae


TUMA’NINAH (23 Tahun, Depresi Berat). Alamat Asal: Jethak, Sendangtirto, Berbah, Sleman, DIY. Tuma’ninah mulai mengalami depresi sesaat setelah ditinggal pergi oleh suaminya. Kondisinya sangat tidak stabil, bahkan dia pun
tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Ibu muda ini mempunyai sepasang anak kembar, namun karena kondisinya yang labil maka anak-anaknya dirawat oleh ibu dari suaminya. Saat ini, Tuma’ninah tinggal berdua saja bersama ibu kandungnya yang bekerja di sebuah rumah makan. Sehari-harinya, Tuma’ninah hanya berdiam diri di rumah saja dan tidak ada kegiatan yang bisa ia lakukan. Hal ini makin memperparah kondisinya. Terkadang, Tuma’ninah mengalami kejang-kejang seperti epilepsi. Sebenernya Tuma’ninah pernah diperiksakan ke beberapa dokter dan diberi obat, namun tidak berujung pada kesembuhan. Tuma’ninah disarankan untuk kontrol dan terapi secara rutin, namun keluarganya tidak memiliki biaya. #SedekahRombongan memberikan bantuan tunai yang akan digunakan untuk membiayai pengobatan sekaligus kontrol rutin yang rencananya akan dilakukan satu minggu sekali. Semoga kontrol dan terapi Tuma’ninah berjalan dengan lancar.

Jumlah Bantuan Senilai : Rp. 1.000.000,-
Kurir : Saptuari & Basyiron
Tanggal Penyerahan : 5 September 2015

Tumaninah mengalami Depresi Berat

Tumaninah mengalami Depresi Berat


PANTI SOSIAL DAN DHUAFA HAFARA (Biaya Operasional). Panti Hafara beralamat di Jalan Tempuran, Brajan RT. 08 Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183. Panti Hafara merupakan sebuah lembaga sosial yang hadir dalamupaya pengentasan, pemberdayaan, dan pembinaan bagi mereka penyandang masalah kesejahteraan sosial. Fokus utama Panti Hafara adalah menangani anak yatim, anak jalanan, eks. penderita gangguan jiwa, dan eks. korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Selain itu Panti Hafara juga mengurus jenazah terlantar yang tidak memiliki keluarga. Panti Hafara saat ini menampung 45 orang binaan dengan 10 orang relawan yang mengurus panti sederhana ini. Panti Hafara menempati bangunan sewaan yang dibangun di atas lahan kas desa..Panti Hafara telah bekerja sama dengan dinas sosial setempat dan mendapat bantuan rutin berupa santunan tunai bagi yang masih anak-anak dan modal usaha bagi yang telah dewasa. Meski demikian, Panti Hafara masih sangat membutuhkan bantuan dan santunan terutama dari masyarakat umum. #SedekahRombongan sebagai gerakan sosial yang aktif dalam gerakan menyampaikan sedekah merasa harus ikut ambil bagian saat gerakan lain yang serupa merasa butuh bantuan.
Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan titipan dari para #Sedekaholic untuk membantu Panti
Hafara. Bantuan ini akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan dan kebutuhan operasional, sekaligus untuk
membiayai pengobatan dan perawatan dua orang penghuni panti yang sedang kini sakit. Semoga santunan yang
diberikan oleh #Sedekaholic dapat bermanfaat bagi Panti Hafara dan para penghuninya.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Penyerahan : Rabu, 7 September 2015
Kurir : @Saptuari

Biaya Operasional

Biaya Operasional

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Sarmin 1,000,000
2 PA Himmatu 9,100,000
3 Masjid Ar Ridlo 5,000,000
4 Dian Candra 2,000,000
5 Kartinah 600,000
6 Wainem 600,000
7 Rumini 500,000
8 Semi 500,000
9 Wasiyem 500,000
10 Rakinah 600,000
11 Mahmud 500,000
12 Purnomo 500,000
13 Rale 500,000
14 sudirman 500,000
15 Turu 500,000
16 zainab 500,000
17 Saimin 500,000
18 Mushola Nyi Ageng 5,000,000
19 Mushola Al Hidayah 4,300,000
20 Mushola Al Amin 4,350,000
21 Warga Dusun Kamal 30,000,000
22 Sultan 500,000
23 Ambo 750,000
24 Rahwa 500,000
25 Halide 500,000
26 Noni 750,000
27 Abd Salim 750,000
28 Murniati 750,000
29 Abdullah 1,000,000
30 Maisani 500,000
31 Tompo 750,000
32 Hasiah 500,000
33 MTSR Makassar 3,600,000
34 Ibu Wati 500,000
35 MTSR SOLO 3,755,000
36 Pamuji 1,000,000
37 Suyanti 1,000,000
38 MTSR PURWOREJO 3,000,000
39 Suryani 500,000
40 Yufika 1,000,000
41 Winanti 1,500,000
42 Sumitro 1,000,000
43 Kardi 1,000,000
44 Fitri 1,000,000
45 Suparti 6,000,000
46 Irma 500,000
47 Tumaninah 1,000,000
48 Panti Harafa 3,000,000
Total 104,155,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 104,155,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 744 ROMBONGAN

Rp. 27,956,208,042,-