ZAHRA KARTIKA BIN JASMANI, (9 tahun, Bantuan Tunai), Gantung, RT.03/RW.02, Sidoarjo, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Zahra saat ini sekolah di Madrasah Iftidakiyah Sidoarjop kelas 5, dia termasuk anak yang rajin di sekolah. Orang tuanya termasuk keluarga yang secara ekonomi kurang mampu, ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan dan serabutan dengan penghasilan yang minim, ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan ayahnya hanya cukup untuk mencukupi kebutuhan makan dan keperluan mereka sehari-hari. Baju seragam yang Adik Zahra pakai saat ini sudah sobek dan tidak layak pakai, tas untuk sekolahnya juga tidak punya. Orang tuanya ingin sekali membelikan seragam dan tas sekolah untuk adik zahra namun belum terwujud karena tidak ada uang. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- akan dipakai untuk membeli seragam sekolah Adik Zahra yaitu merah putih dan pramuka sisanya akan digunakan untuk membeli sepatu dan tas sekolah serta buku dan alat tulis . Semoga Adik Zahra dapat tersenyum setelah mendapatkan seragam sekolah baru dan menjadi bersemangat untuk belajar agar menjadi anak yang pintar.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 27 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


PARTI BIN KARSOMO, (53 tahun, Bantuan Tunai), Klepu, RT.02/RW.04, Losari, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Parti seorang janda yang hidup seorang diri di rumah kampung sederhana, beliau tidak memiliki tanah sendiri sehingga rumahnya yang ditempati sekarang berdiri di tanah magersari yaitu tanah milik orang lain yang diijinkan untuk ditempati sampai orang diberi ijin meninggal dunia. Suaminya baru saja meninggal dunia karena sakit sekitar 1,5 bulan yang lalu, beberapa hari yang lalu beliau baru saja mengadakan tahlilan 40 hari meninggalnya suaminya. Ibu Parti setiap hari bekerja sebagai buruh bikin sapu lidi jika ada yang memesan, setiap satu ikat sapu lidi beliau mendapatkan upah Rp.1.000,-. Namun jika sedang tidak ada pesanan beliau bekerja mencari daun jati dan daun pisang untuk dijual ke pasar uang hasil penjualannya beliau pakai untuk membeli beras. Ibu Parti termasuk orang yang rajin bekerja jika ada tetangga yang punya kebun cengkeh menyuruhnya untuk bekerja mengumpulkan daun cengkeh kering beliau akan melakukan dengan upah per karung. Informasi tentang kondisi kehidupan Ibu Parti diperoleh dari Mas Kusnadi dan Mas Arif yang merekomendasikan untuk dapat dibantu oleh #SedekahRombongan, mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk Ibu Parti agar digunakan buat  biaya hidup dan makan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 29 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


KATINAH BIN KASTOMO, (70 tahun, Bantuan Tunai), Klepu, RT.02/RW.04, Losari, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Katinah seorang janda yang hidup seorang diri dirumah kampung sederhana, beliau tidak memiliki tanah sendiri sehingga rumahnya yang ditempati sekarang berdiri di tanah magersari yaitu tanah milik orang lain yang diijinkan untuk ditempati sampai orang diberi ijin meninggal dunia. Suaminya sudah lama meninggal dunia karena sakit. Ibu Katinah setiap hari bekerja sebagai buruh bikin sapu lidi jika ada yang memesan, setiap satu ikat sapu lidi beliau mendapatkan upah Rp.1.000,-. Namun jika sedang tidak ada pesanan beliau bekerja mencari daun jati dan daun pisang untuk dijual ke pasar uang hasil penjualannya beliau pakai untuk membeli beras. Ibu Katinah termasuk orang yang rajin bekerja jika ada tetangga yang punya kebun cengkeh menyuruhnya untuk bekerja mengumpulkan daun cengkeh kering beliau juga mau melakukan dengan upah per karung. Informasi tentang kondisi kehidupan Ibu Katinah diperoleh dari Mas Kusnadi dan Mas Arif yang merekomendasikan untuk dapat dibantu oleh #SedekahRombongan, mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk Ibu Katinah agar digunakan buat biaya hidup dan makan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 29 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SOIMIN BIN PAKARSO, (70 tahun, Sakit Rematik), Klepu, RT.02/RW.04, Losari, Tulakan, Pacitan, Jawa Tengah. Bapak Soimin harus hidup sebatang kara diusia yang semakin tua semenjak istrinya meninggal dua tahun yang lalu karena sakit. Bapak Soimin tidak memiliki anak dari pernikahannya. Bapak Soimin tinggal dirumah kampung yang sangat sederhana, dindingnya dari gedeg bambu dan lantainya masih tanah. Beliau tidak memiliki tanah sendiri sehingga rumah yang beliau tempati sekarang berdiri di tanah magersari yaitu tanah milik orang lain yang diijinkan untuk ditempati sampai orang diberi ijin meninggal dunia. Bapak Soimin sekarang tidak punya penghasilan karena kondisi fisiknya sudah tidak mampu untuk bekerja sebagai buruh tani dan serabutan untuk makan sehari-hari beliau masak seadanya terkadang dikasih tetangga sekitar rumahnya. Bapak Soimin sering sakit rematik jika sedang kambuh beliau hanya mampu membeli obat dari warung saja tidak pernah diperiksakan ke dokter atau puskesmas karena tidak punya biaya. Informasi tentang kondisi Bapak Soimin diperoleh Mas Kusnadi dan Mas Arif yang merekomendasikan agar bisa dibantu oleh #SedekahRombongan, mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk Bapak Soimin agar digunakan untuk biaya hidup sehari-hari, biaya periksa ke dokter dan menebus obat. Semoga beliau diberikan kesehatan dan panjang umur.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 29 Agustus 2015

Pak soimin menderita  Sakit Rematik

Pak soimin menderita Sakit Rematik


MARNO BIN SOIMIN, (45 tahun, Sakit Asma), Klepu, RT.02/RW.04, Losari, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Marno saat ini hidup sendiri di rumah kampung sederhana, beliau tidak memiliki tanah sendiri rumahnya itu didirikan di atas tanah magersari yaitu tanah milik orang lain yang diijinkan untuk ditempati sampai orang diberi ijin meninggal dunia. Istrinya sudah setahun lalu meninggal dunia karena sakit, dari pernikahan mereka beliau tidak dikaruniai anak. Bapak Marno bekerja sebagai buruh pencari batu untuk bahan pondasi rumah, pekerjaan itu sudah lama beliau tekuni namun semenjak sakit asmanya mulai sering kambuh membuat beliau tidak bekerja. Jika Bapak Marno tidak bekerja maka beliau tentu tidak punya penghasilan untuk makan sehari-hari dan untuk membeli obat sakit asmanya. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- yang diserahkan oleh Mas Arif semoga dapat dipakai Bapak Marno untuk biaya periksa ke dokter dan menebus obat untuk sakit asmanya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 29 Agustus 2015

Pak marno menderita Sakit Asma

Pak marno menderita Sakit Asma


DIMAS ILHAM BIN RAINUDIN, (10 tahun, Bantuan Tunai), Losari, RT.02/RW.04, Losari, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Dimas dan adiknya yang baru berumur 4 tahun saat ini diasuh dan dirawat oleh neneknya, kedua orang tuanya merantau ke kota lain untuk mencari nafkah. Adik Dimas sekarang sedang menempuh pendidikan di Madrasah Iftidakiyah Negeri Losari kelas 4, dia termasuk anak yang rajin di sekolah. Tahun ajaran baru kemarin seragam sekolah yang selama ini Adik Dimas pakai sudah rusak dan tidak layak dipakai lagi, buku dan alat tulisnya juga belum terbeli, sepatu sekolahnya sudah sobek. Nenek yang merawatnya sebenarnya ingin sekali membelikan kebutuhan sekolah untuk cucunya namun tidak punya uang. Neneknya bekerja sebagai buruh tani dan serabutan di desanya, beliau harus merawat kedua cucunya sendiri karena suaminya meninggal dua tahun yang lalu karena sakit. Orang tua Adik Dimas jarang sekali mengirimkan uang untuk biaya sekolah dan hidup untuk kedua anak mereka. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- akan dipakai untuk membeli seragam sekolah Adik Dimas sisanya akan digunakan untuk membeli buku dan alat tulis, sepatu dan tas sekolah. Semoga Adik Dimas dapat tersenyum setelah mendapatkan seragam sekolah baru dan menjadi bersemangat untuk belajar agar menjadi anak yang pintar.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 29 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


IMELDA BINTI IMAM, (7 tahun, Bantuan Tunai), Krajan, RT.01/RW.04, Sirnoboyo,  Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Imelda setelah lulus dari TK Pertiwi kemudian melanjutkan ke sekolah dasar. Oleh orang tuanya dia disekolahkan ke SD N 1 Sirnoboyo, saat ini Adik Imelda sudah diterima dan mulai belajar di sekolah itu, namun belum mempunyai seragam sekolah yaitu merah putih, pramuka dan baju olah raga. Dia juga belum memiliki sepatu dan tas sekolah, untuk saat ini Adik Imelda masih memakai sepatu dan tas sewaktu di TK. Ayah Adik Imelda yaitu Bapak Imam bekerja sebagai nelayan tradisional, beliau menjaring ikan untuk dijual ke pasar dengan penghasilan yang tidak menentu, tergantung musim ikan di laut. Jika ikan di laut sedang tidak banyak maka Bapak Imam bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi anak istrinya. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- akan dipakai untuk membeli seragam sekolah Adik Imelda yaitu merah putih, pramuka dan baju olah raga sisanya akan digunakan untuk membeli sepatu dan tas sekolah. Semoga Adik Imelda dapat tersenyum setelah mendapatkan seragam sekolah baru dan menjadi bersemangat untuk belajar agar menjadi anak yang pintar.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 27 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SITI SAMSIAH BINTI HARJO TUMINO, (80 tahun, Sakit Rematik), Krajan, RT.01/RW.04, Sirnoboyo,  Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Samsiah sudah beberapa bulan terakhir ini menderita sakit rematik, beliau juga sudah tidak mampu bekerja lagi karena usia beliau yang sudah tua untuk kebutuhan makan dan minum dipenuhi oleh anaknya. Ibu Samsiah saat ini tinggal dan dirawat oleh anaknya yang secara ekonomi juga pas-pasan,  mereka tinggal dirumah yang sederhana. Anaknya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang minim, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri kadang masih kurang. Pengobatan untuk sakit rematik Ibu Samsiah biasanya hanya dibelikan obat dari warung saja, untuk dibawa ke dokter atau rumah sakit masalah biaya menjadi kendala utamanya. Beberapa hari yang lalu beliau sempat jatuh dan sekarang kakinya terasa sakit jika dipakai untuk berjalan. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- akan dipakai untuk biaya berobat Ibu Samsiah ke dokter agar sakit rematik dan kesleo di kakinya segera sembuh.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 27 Agustus 2015

mbah siti menderita Sakit Rematik

mbah siti menderita Sakit Rematik


EKY BINTI BONARI, (16 tahun, Bantuan Tunai), Krajan, RT.01/RW.04, Sirnoboyo,  Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Eky saat ini sedang menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah N Pacitan kelas 13, dia merupakan siswa baru di sekolahan itu. Adik Eky sampai sekarang masih memakai baju seragam SMP karena biaya bahan seragam sekolah yang baru sebanyak 3 stel belum mampu dibayar oleh orang tuanya. Kondisi ekonomi orangtuanya memang sangat pas-pasan, ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan sedangkan ibunya bekerja di tempat produksi kerupuk sebagai buruh bungkus krupuk. Biaya administrasi sekolah sudah bisa dibayar namun untuk biaya bahan seragam sekolah belum lunas, perlengkapan sekolah seperti buku dan alat tulis belum ada, tas dan sepatu yang lama juga sudah rusak dan tidak layak pakai. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- akan dipakai untuk melunasi biaya bahan seragam sekolah dan sisanya untuk biaya jahit seragam dan membeli perlengkapan sekolah yang dibutuhkan Adik Eky.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 27 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


URIPA BIN SISWOYO, (15 tahun, Bantuan Tunai), Krajan, RT.01/RW.04, Sirnoboyo,  Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Urip saat ini sedang menempuh pendidikan di MTs Sirnoboyo kelas 12, dia termasuk anak yang rajin di sekolah. Adik Urip dirawat dan diasuh oleh neneknya yang bekerja serabutan sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak pasti. Kedua orang tuanya saat ini sedang merantau dan jarang sekali pulang bahkan untuk kirim biaya sekolah pun tidak pernah. Menurut informasi yang didapat dari neneknya, Adik Urip belum membayar tunggakan biaya sekolah sebesar Rp.700.000,- sampai sekarang belum bisa dilunasi karena neneknya tidak ada uang. Penghasilan neneknya hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan makan mereka sehari-hari. Baju segam yang dimiliki Adik Urip juga sudah sobek dan tak layak pakai, sepatunya dan tasnya juga sudah rusak, namun tetap dia pakai karena belum mampu membeli yang baru. Neneknya menjadi terharu dan menangis ketika menceritakan kondisi yang dialami cucunya. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- akan dipakai untuk melunasi tunggakan biaya sekolah dan sisanya untuk membeli seragam sekolah baru untuk Adik Urip.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 27 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


BONARI BIN ASMOREJO, (60 tahun, Sakit Kaki Gajah dengan Luka Koreng), Jatisati, RT.01/RW.02, Pagutan, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Bonari harus hidup sendiri dirumahnya yang sangat sederhana, semenjak istrinya pergi meninggalkanya puluhan tahun yang lalu. Beliau sudah tidak mampu bekerja lagi karena menderita sakit pada kaki kanannya yang bengkak seperti kaki gajah dengan mengalami luka koreng yang tak kunjung kering dan sembuh. Sudah hampir 20 an tahun terakhir sakit itu beliau rasakan, sudah mencoba berbagai macam pengobatan ditempuh dengan biaya yang tidak sedikit namun sakit dikakinya tidak kunjung sembuh. Bapak Bonadi sekarang sudah pasrah dengan kondisi sakit dikakinya itu semangat untuk sembuh pun sekarang sudah sirna, beliau hanya bisa membungkus luka dikakinya dengan kain kaos bekas. Anak beliau yang selama ini merawat dan mengurusi untuk makan dan minum sudah tidak sanggup lagi untuk membawa dan mencarikan obat untuk ayahnya, karena tidak mempunyai biaya. Anaknya hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu, diapun harus menghidupi anak dan istrinya. Informasi tentang kondisi Bapak Bonadi diperoleh dari teman yang merupakan tetangga beliau yaitu Mas Kusnadi yang merekomendasikan untuk bisa di bantu oleh donatur #Sedekah Rombongan. Regu Semut #SR menitipkan bantuan sebesar Rp.1.000.000,- melalui Mas Kusnadi untuk meringankan biaya hidup sehari-hari dan biaya membeli obat untuk luka pada kaki beliau.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin
Tanggal Pemberian: 25 Agustus 2015

Pak bonari menderita  Sakit Kaki Gajah dengan Luka Koreng

Pak bonari menderita Sakit Kaki Gajah dengan Luka Koreng


SUMARMI BINTI SOGIMAN, (38 tahun, Bantuan Tunai), Jatisari, RT.02/RW.02, Pagutan, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Sumarmi saat ini tinggal bersama adiknya yaitu Ibu Samsiah yang sudah berkeluarga dan memiliki satu anak. Orang tua mereka sudah lama meninggal. Ibu Sumarmi memiliki cacat fisik berupa tuna wicara dan tuna rungu serta sedikit cacat mental yang membuatnya tidak bisa hidup normal dan bersosialisasi di masyarakat, seperti bekerja dan hidup berumah tangga. Kehidupan ekonomi adiknya yang selama ini merawat beliau juga sangat pas-pasan, namun sebagai pengganti orang tuanya untuk merawat sang kakak, Ibu Samsiah dan suaminya menjalankannya dengan ikhlas. Ibu Samsiah dan suaminya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Setiap hari Ibu Sumarmi menghabiskan hari-harinya dirumah sambil momong dan bermain dengan keponakannya, beliau hanya melakukan pekerjaan rumah yang ringan saja. Informasi tentang kondisi keluarga Ibu Sumarmi diperoleh dari seorang teman kurir Rudi yaitu Mas Kusnadi yang merupakan tetangga beliau. Berdasarkan rekomendasi dari Mas Kusnadi agar Ibu Sumarmi bisa dibantu oleh #Sedekah Rombongan maka Regu Remut #SR menitipkan bantuan dari donatur #SR berupa uang sebesar Rp.1.000.000,- untuk keluarga Ibu Sumarmi. Semoga dengan bantuan itu dapat digunakan untuk membeli kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Penyerahan bantuan disampaikan oleh Mas Kusnadi sebagai kepanjangan tangan untuk Regu Semut #SR.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin
Tanggal Pemberian: 25 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


RAKA BIN GOJAS, (6 tahun, Bantuan Tunai), Tarub, RT.03/RW.02, Sidoarjo, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Raka saat ini sedang bersekolah di TK B Pertiwi, dia termasuk terlambat masuk sekolah TK di usia 6 tahun sehingga lansung masuk TK B. Kondisi ekonomi kedua orang tuanya termasuk keluarga kurang mampu, ayahnya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang minim sedangkan ibunya tidak bekerja hanya ibu rumah tangga saja. Orang tuanya belum mampu membayar biaya seragam sekolah TK anaknya, sehingga untuk sekolah adik raka masih memakai baju biasa. Adik Raka terkandang merasa minder dan iri karena belum punya seragam seperti teman-temannya yang lain. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.700.000,- akan dipakai untuk melunasi biaya seragam sekolah, sisanya untuk membeli sepatu dan tas sekolah baru untuk Adik Raka.

Jumlah Bantuan: Rp.700.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 21 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SUMARYONO BIN KARYONO, (60 tahun, Sakit Komplikasi Ginjal dan Diabetes), Caruban, RT.01/RW.03, Sidoarjo, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Sumaryono saat ini hidup seorang diri disebuah rumah magersari (menumpang di rumah orang lain) karena beliau tidak punya rumah sendiri. Beliau sampai sekarang belum pernah menikah dan tidak punya saudara. Kondisi Bapak Sumaryono sejak tiga tahun terakhir menderita sakit komplikasi ginjal dan diabetes yang mengharuskan setiap tiga hari sekali harus berobat ke RSUD Pacitan untuk kontrol dan cuci darah. Biaya berobat ke rumah sakit beliau selama ini bisa dijamin oleh BPJS namun untuk tranportasi harus membayar sendiri. Bapak Sumaryono biasanya minta tolong pada tukang becak untuk mengantarkan beliau ke RSUD dengan ongkos Rp.20.000,- untuk berangkat dan pulang, namun lebih sering beliau tidak mampu membayar ongkos becak karena memang tidak punya uang. Beliau sudah tidak punya kerabat yang mau mengurusi selama sakit ini, hanya mengharapkan belas kasihan tetangga sekitar untuk makan dan minumnya. Bapak Sumaryono menggunakan tongkat kaki tiga untuk berjalan dan berakitivitas di rumahnya, tak jarang jika sedang menurun tenaganya beliau sampai harus ngesot di lantai. Informasi tentang kondisi Bapak Sumaryono diperoleh dari Mbak Lilis yang merekomendasikan untuk beliau bisa dibantu oleh #Sedekah Rombongan. Mbak Lilis yang ditemani Mas Arif menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.700.000,- untuk membantu biaya tranportasi periksa ke RSUD dan biaya makan sehari Bapak Sumaryono, semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan panjang umur.

Jumlah Bantuan: Rp.700.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 21 Agustus 2015

Sakit Komplikasi Ginjal dan Diabetes

Sakit Komplikasi Ginjal dan Diabetes

—-
JEDIK BINTI TARUB, (76 tahun, Bantuan Tunai), Tuban, RT.04/RW.02, Sidoarjo, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Kondisi Ibu Jedik sekarang hidup sebatang kara, beliau tinggal di tanah magersari (milik orang lain), sedangkan rumah yang saat ini beliau tempati merupakan hasil sumbangan dan gotong royong warga sekitar beberapa tahun yang lalu. Rumah yang cukup sederhana dengan ukuran kira-kira 400cm X 600cm kondisinya cukup sempit dan kotor karena Ibu Jedik juga sudah semakin tua. Rumah beliau tidak ada ruang tamu maupun kursi, tempat tidur jadi satu dengan dapur untuk masak, kasur tempat beliau tidur bercampur dengan pakaian beliau karena tidak punya almari pakaian. Ibu Jedik untuk makan setiap hari masih mampu untuk memasak nasi, sayur dan lauk pauk walaupun seadanya, selama ini beliau sering mendapatkan bantuan dari tetangga sekitar karena Ibu Jedik yang sudah tidak mampu bekerja lagi. Informasi tentang kondisi Ibu Jedik diperoleh dari Mbak Lilis yang merekomendasikan untuk beliau bisa dibantu oleh #Sedekah Rombongan. Mbak Lilis yang ditemani Mas Arif menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.700.000,- agar bisa digunakan Ibu Jedik untuk membeli beras, lauk dan kebutuhan sehari-hari yang lain serta membeli obat atau periksa ke dokter jika beliau sakit, semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan panjang umur.

Jumlah Bantuan: Rp.700.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 21 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SANUDI BIN MARTOREJO, (54 tahun, Sakit Diabetes), Gantung, RT.02/RW.02, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Sanudi sudah lama hidup sebatang kara, tidak punya istri dan anak. Semenjak setahun yang lalu beliau sakit diabetes yang membuat kondisi fisiknya menjadi semakin lemah. Bapak Sanudi sudah tidak lagi mampu bekerja menjadi buruh serabutan sehingga tidak punya penghasilan untuk makan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Semenjak sakit diabetes untuk kebutuhan makan beliau hanya mengharapkan pemberian dari tetangga sekitar yang prihatin melihat kondisinya. Rumah Bapak Sanudi berada di puncak sebuah bukit, rumah itu merupakan bantuan pribadi dari Bapak Bupati dan warga sekitar yang mengerjakan sehingga dapat terwujud rumah sederhana dengan ukuran 6 meter x 3 meter yang saat ini ditempati oleh Bapak Sanudi. Rumah Bapak Sanudi sudah ada penerangan listrik juga, sebelumnya beliau tinggal di samping sebuah kuburan karena sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.400.000,- yang diserahkan melalui Mas Arif dan Mbak Lilis diwujudkan dalam bentuk kasur untuk beliau tidur, lemari pakaian kecil, dan uang untuk biaya beliau jika ingin periksa ke dokter dan menebus obat. Mbak lilis juga membawa sembako berupa beras 25 kg, mie instan, gula, telur, minyak goreng yang secara pribadi beliau beli karena prihatin melihat kondisi beliau. Bapak Sanudi mgucapkan banyak terima kasih dan sampai menangis terharu ketika menerima bantuan itu.

Jumlah Bantuan: Rp.1.400.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 21 Agustus 2015

Pak sanudi menderita Sakit Diabetes

Pak sanudi menderita Sakit Diabetes


NATASYA BINTI KATMADI, (11 tahun, Bantuan Tunai), Gantung, RT.02/RW.02, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Natasya baru saja mendapatkan musibah yaitu ayahnya meninggal dunia karena sakit menahun yang beliau derita. Ibunya sekarang harus menjadi orang tua tunggal untuk ketiga putranya, adik natasya merupakan anak yang paling bungsu, sekarang duduk di kelas 5 SD. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan yang pas-pasan untuk menghidupi dan menyekolahkan ketiga putranya. Setelah naik ke kelas 5 ini Adik Natasya belum bisa membeli sepatu karena sepatu yang lama sudah sobek dan tidak layak pakai, buku dan alat tulis untuk belajar setahun ke depan juga belum terbeli. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk Adik Natasya akan dipakai untuk membeli seragam dan sepatu sekolah sisanya akan digunakan untuk membeli buku dan alat tulis. Semoga Adik Natasya dapat tersenyum setelah mendapatkan seragam dan sepatu sekolah baru dan menjadi bersemangat untuk belajar agar menjadi anak yang pintar.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 21 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


ALDI PRATAMA BIN SANUR, (11 tahun, Bantuan Tunai), Gantung, RT.02/RW.02, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Aldi saat ini hidup berdua dengan ibunya di sebuah rumah yang sederhana, ayahnya sudah lama meninggal dunia karena sakit. Ibunya bekerja sebagai buruh tani dan serabutan untuk menghidupi anaknya, penghasilan beliau yang sangat minim hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan makan mereka sehari-hari. Adik Aldi sekarang naik ke kelas 5 SD seragam sekolah dan sepatu yang selama ini dia pakai sudah sobek dan tidak layak pakai. Peralatan sekolah seperti buku dan alat tulis juga belum ada, ibunya sudah berusaha untuk membelikan namun karena tidak ada uang sehingga sampai sekarang belum dapat terwujud. Adik Aldi sampai tidak mau berangkat sekolah karena malu dengan teman-temannya. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- oleh ibunya akan dipakai untuk membeli seragam sekolah Adik Aldi butuhkan yaitu merah putih dan pramuka sisanya akan digunakan untuk membeli sepatu dan tas sekolah serta buku dan alat tulis. Semoga Adik Aldi dapat tersenyum setelah mendapatkan seragam sekolah baru dan menjadi bersemangat untuk belajar agar menjadi anak yang pintar dan bisa membahagiakan ibunya kelak.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 21 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


WAHYU ARELLA PUTRA BIN SANTOSO, (21 tahun, Bantuan Tunai), Gantung, RT.02/RW.02, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Wahyu seorang anak yang mempunyai cacat mental dan fisik sejak lahir. Walaupun usia dia sudah 21 tahun tapi pemikiran dan tingkah masih seperti anak kecil. Oleh orang tuanya Adik Wahyu disekolahkan di SLB Sumberharjo agar dapat bersosialisasi dan menggali potensi positif yang dimilikinya. Tahun ajaran baru ini Adik Wahyu harus masuk sekolah namun belum punya seragam sekolah, buku dan alat tulis, sepatu dan tas sekolah, orang tuanya termasuk keluarga yang secara ekonomi kurang mampu sehingga sampai sekarang kebetuhan sekolah anaknya belum bisa terbeli. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani dan serabutan, sedangkah ibunya hanya ibu rumah tangga yang setiap hari merawat adik wahyu dan adik-adiknya. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- akan dipakai untuk membeli seragam sekolah, buku dan alat tulis, sepatu dan tas sekolah yang dibutuhkan Adik Wahyu.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 21 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


JUMIRAH BINTI SASTRO, (76 tahun, sakit Asam Urat), Krajan, RT.03/31.03, Slagi, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Jumirah sekarang ini hidup seorang diri di rumahnya yang sederhana, suaminya sudah lama meninggal dunia, beliau tidak punya anak. Rumah yang beliau tempati sekarang merupakan rumah magersari (menumpang di rumah orang lain) karena beliau tidak punya rumah sendiri. Beberapa bulan terakhir ini beliau sering sakit asam urat yang membuat kedua kakinya menjadi membengkak sehingga terasa sakit jika digunakan untuk berjalan. Dahulu sebelum sakit Ibu jumirah bekerja sebagai buruh tani dan serabutan, namun sekarang sudah tidak mampu bekerja sehingga tidak punya penghasilan untuk biaya makan sehari-hari, bahkan untuk periksa ke dokter dan membeli obat ketika sakit beliau kadang tidan punya uang. Selama sakit ini untuk makan beliau hanya mengharap pemberian dari tetangganya saja. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- yang diserahkan melalui Mas Arif dan Mbak Lilis agar bisa dipakai oleh Ibu Jumirah untuk membeli beras, biaya periksa ke dokter dan untuk menebus obat.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 23 Agustus 2015

Ibu jumirah sakit Asam Urat

Ibu jumirah sakit Asam Urat


SOGINEM BINTI KARYOREJO, (80 tahun, Bantuan Tunai), Krajan, RT.03/31.03, Slagi, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Soginem tinggal berdua dengan cucunya disebuah rumah yang sederhana. Beliau saat ini sakit katarak sehingga sudah tidak mampu melihat lagi. Cucunya yang setiap hari merawat beliau, membantu menyuapi, mengantarnya mandi dan menuntunnya ketempat tidur jika ingin beristirahat. Cucunya saat ini masih sekolah di kelas 8 SMP, setelah pulang sekolah dia menyuapi neneknya untuk makan siang. Jika sudah selesai mengurus neneknya dia kemudian bekerja sambilan membantu tetangganya untuk menyapu atau mengepel agar bisa mendapatkan upah untuk membeli beras. Kondisi Ibu Soginem sungguh memprihatinkan rumahnya belum ada listriknya, sehingga jika malam pasti gelap, cucunya tidak mau menggunakan lilin takut jika tersenggol neneknya dan bisa terjadi kebakaran. Sebenarnya ada tetangga yang mau menyalurkan listrik dari rumahnya namun karena Ibu Soginem tidak mampu membayar iuran setiap bulannya maka oleh tetangganya listriknya diputus. Kasur tempat tidurnya ternyata banyak sekali kutu kasurnya sehingga setiap tidur selalu digigit kutu dan bentol-bentol. Setelah mendapat bantuan pertama dari donatur #Sedekah Rombongan beliau dibawa ke dokter untuk periksa tentang sakit yang kemarin beliau rasakan dengan ditemani Bapak RT setempat. Ini merupakan bantuan ke dua dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.2.000.000,- oleh Mbak Lilis dan Mas Arif diwujudkan dalam bentuk pemasangan listrik baru untuk rumah Ibu Soginem, dibelikan satu set tempat tidur berupa dipan, kasur, bantal dan sprei baru untuk mengganti tempat tidur lama yang penuh dengan kutu kasur. Ibu Soginem juga dibantu sembako berupa beras, mie instan, telur dan minyak goreng.

Jumlah Bantuan: Rp.2.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, kusnadi Arifudin, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 22 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MISGINEM BINTI KROMOREJO, (65 tahun, Bantuan Tunai), Gantung, RT.01/RW.02, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu misginem hidup seorang diri di rumah kampung sederhana miliknya, semenjak suaminya meninggal dunia beberapa tahun yang. Sungguh ironis kehidupan Ibu Misginem di usia yang semakin tua tidak ada satu anaknya yang mau tinggal dan merawat beliau. Akhir-akhir ini beliau sering sakit rematik yang membuatnya tidak lagi mampu bekerja untuk kebutuhan makan beliau sehari-hari sering sekali diberi oleh tetangga sekitar secara bergantian. Jika sakit rematik Ibu Misginem kambuh membuat beliau susah untuk berjalan dan hanya dibelikan obat di warung saja tidak pernah diperiksakan kedokter atau rumah sakit karena tidak ada biaya. Informasi tentang kondisi keluarga Ibu Misginem diperoleh dari Mbak Lilis dan Mas Arif. Mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu biaya hidup sehari-hari, memeriksakan ke dokter dan menebus obat untuk Ibu Misginem.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 23 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


WAGINEM BINTI GUNUNG, (73 tahun, Sakit Stroke), Gantung, RT.02/RW.02, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Waginem sudah beberapa tahun ini menderita sakit stroke, separuh badan sebelah kiri beliau lumpuh. Beliau saat ini hanya dapat terbaring di tempat tidurnya saja untuk berjalan harus di bopong oleh anaknya. Ibu Waginem selama sakit tinggal dirumah anaknya, untuk kebutuhan makan dan minum disediakan oleh anaknya. Kondisi ekonomi keluarga anaknya termasuk keluarga yang tidak mampu, dia bekerja sebagai buruh tani. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan sebesar Rp.1.000.000,- yang diserahkan melalui Mas Arif dan Mbak Lilis agar bisa dipakai oleh Ibu Waginem untuk membeli beras, biaya periksa ke dokter dan untuk menebus obat.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 23 Agustus 2015

ibu waginem menderita Sakit Stroke

ibu waginem menderita Sakit Stroke


SUDIRNO BIN SARJI, (47 tahun, Sakit Asma dan TBC), Gantung, RT.02/RW.02, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Sudirno saat ini hidup sebatang kara di sebuah rumah kampung sederhana miliknya, istrinya sudah lama meninggal dunia karena sakit. Sudah hampir setahun terakhir ini Bapak Sudirno sakit asma dan TBC yang beliau derita sering kambuh yang membuat beliau sudah tidak mampu bekerja sebagai buruh serabutan yang selama ini menjadi sumber penghasilan untuknya. Kondisi Bapak Sudirno cukup memprihatinkan untuk kebutuhan makan sehari-hari saja kadang tidak terpenuhi apalagi pergi ke dokter atau rumah sakit untuk memeriksakan sakit TBCnya. Tetangga sekitar yang tidak tega melihat kondisi Bapak Sudirno secara bergantian memberikan makanan atau memberikan bahan makanan mentah seperti beras dan mie instan karena beliau terkadang masih bisa masak sendiri. Informasi tentang kondisi keluarga Bapak Sudirno diperoleh dari Mbak Lilis dan Mas Arif. Mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu biaya hidup sehari-hari, memeriksakan sakit TBC nya ke dokter dan menebus obat untuk Bapak Sudirno.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 23 Agustus 2015

Pak sudirno menderita Sakit Asma dan TBC

Pak sudirno menderita Sakit Asma dan TBC


MESINAH BINTI KROMOREJO, (65 tahun, Sakit Asma), Gantung, RT.02/RW.02, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Mesinah hidup berdua dengan suaminya disebuah rumah kampung sederhana. Ibu Mesinah sudah lama menderita sakit asma yang tidak kunjung sembuh, jika kambuh biasanya hanya dibelikan obat asma yang mereka beli di warung. Penyakit asma yang itu membuat Ibu Mesinah berhenti bekerja sehingga suaminya saat ini yang bekerja sebagai buruh serabutan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan makan sehari-hari. Informasi tentang kondisi keluarga Ibu Mesinah diperoleh dari Mbak Lilis dan Mas Arif. Mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan membeli obat untuk Ibu Mesinah.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 23 Agustus 2015

Ibu mesinah menderita Sakit Asma

Ibu mesinah menderita Sakit Asma


KATWANDI BIN WANDIONO, (81 tahun, Bantuan Tunai), Ampel, RT.05/RW.07, Ploso, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Katwandi hidup berdua dengan istrinya di sebuah rumah magersari (menumpang di tanah orang lain) karena beliau tidak memiliki tanah dan rumah milik sendiri. Rumah beliau beberapa tahun yang lalu mendapatkan bantuan renovasi rumah dari Kodim Pacitan sehingga menjadi layak huni dengan dinding dari GRC yang dulunya dari gedeg bambu, lantai sudah diplester. Bapak Katwnandi dari pernikahannya sampai sekarang tidak memiliki anak. Akhir ini beliau sering sakit sehingga tidak mampu bekerja sebagai buruh serabutan lagi, istrinya juga karena faktor usia yang semakin tua juga tidak mampu bekerja seperti dulu lagi. Mereka berdua akhirnya tidak mempunyai penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan makan sehari-hari, untuk makan biasana ada tetangga yang bergantian memberikan makanan untuk mereka. Informasi tentang kondisi keluarga Bapak Katwandi diperoleh dari Mbak Lilis dan Mas Arif. Mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan membeli obat untuk Bapak Katwandi.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 21 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SIIS BIN SARPONEN, (69 tahun, Bantuan Tunai), Gantung, RT.02/RW.02, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Siis saat ini hidup berdua dengan istrinya, sudah beberapa tahun terakhir beliau sakit maag dan kaki sebelah kiri cacat karena pernah mengalami kecelakaan dan sekarang harus memakai tongkat penyangga untuk berjalan. Semenjak kakinya cacat bapak siis sudah tidak tidak mampu bekerja lagi. Istrinya yang kemudian menggantikan beliau untuk bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang minim yang penting dapat dipakai untuk makan sehari-hari. Jika sakit maag bapak siis kambuh biasanya hanya dibelikan obat di warung. Informasi tentang kondisi keluarga Bapak Siis diperoleh dari Mbak Lilis dan Mas Arif. Mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan membeli obat untuk Bapak Siis.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 23 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


JUMARI BIN KARYOREJO, (50 tahun, Sakit Lumpuh terkena Virus TORCH), Mbangi, RT.04, Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Bapak Jumari sudah hampir 10 bulan ini menderita sakit lumpuh sehingga untuk berjalan harus dibantu dengan tongkat kaki empat. Semenjak sakit 10 bulan yang lalu beliau sudah tidak bekerja lagi sebagai pelayan toko Diantama yang sudah hampir 20 tahun bekerja di situ. Ketika Bapak Jumari sakit pihak toko tempat beliau bekerja sudah banyak membantu biaya pengobatannya dari yang medis, rukyah dan alternatif yang berjalan hampir 7 bulan, namun belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bapak Jumiran sudah berkeluarga memiliki seorang istri dan 3 anak yang masih bersekolah semua. Sejak 4 bulan terakhir Bapak Jumari dirawat oleh kakaknya karena di rumah istrinya tidak kunjung ada peningkatan kesehatan. Oleh kakaknya beliau dibawa berobat ke sebuah klinik Bapak H. Juanda, setelah di cek laboratorium iridiologi ternyata Bapak Jumari terkena virus TORCH dengan hasil cek darah di laboratorium virus TOXO (virus kucing) = 40 dan viruc CMV (virus unggas) = 57. Oleh klinik Bapak H. Juanda beliau disarankan untuk menjalani terapi ramuan herbal aquatreat therapy selama 6 bulan berturut-turut dengan dosis sehari satu takaran. Satu botol besar ramuan herbal itu untuk 24 hari dengan harga Rp. 1.000.000,-. Ramuan itu berupa ekstrak buah pace yang di tambahi ramuan rahasia keluarga Bapak H Juanda untuk mengatasi virus TORCH. Bapak Jumari sudah dua kali menjalani terapi ramuan herbal aquatreat therapy dan hasilnya cukup signifikan beliau sudah mampu berjalan sendiri walaupun jika sore hari dan kondisi stamina menurun beliau terpaksa harus berpengangan dinding jika ingin berjalan. Informasi tetang kondisi Bapak Jumari diperoleh dari Bapak Tery yang mengatakan bahwa untuk biaya menebus ramuan herbal aquatreat therapy yang ketiga ini Bapak Jumari sudah tidak memiliki biaya lagi. Bapak Tery kemudian merekomendasikan untuk Bapak Jumari bisa dibantu oleh #Sedekah Rombongan untuk menebus ramuan herbal aquatreat therapy sebesar Rp. 1.000.000,- dan biaya pendaftaran dan konsultasi Rp. 300.000,-. Regu Semut #SR melalui kurir Rudi menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp. 1.500.000,- untuk membantu biaya terapi Bapak Jumari, semoga beliau selalu memiliki semangat untuk sembuh dan segera diberikan jalan kesembuhan untuk sakit lumpuh yang beliau derita.

Jumlah Bantuan: Rp.1.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Harmoko
Tanggal Pemberian: 19 Agustus 2015

Pak jumari menderita Sakit Lumpuh terkena Virus TORCH

Pak jumari menderita Sakit Lumpuh terkena Virus TORCH


SUJUNO BIN POIMIN, (56 tahun, Bantuan Tunai), Gantung, RT.01/RW.05, Gantung, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Keluarga Bapak Sujuno termasuk keluarga yang secara ekonomi kurang mampu dan cenderung miskin. Beliau bekerja sebagai buruh tani dan serabutan dengan penghasilan yang minim untuk menghidupi istri dan anaknya yang berjumlah 6 anak. Istrinya tidak bekerja hanya ibu rumah tangga yang merawat 6 anaknya. Semua anak Bapak Sujuno tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah anak yang paling besar seharusnya sudah duduk di SMP dan anak yang bungsu masih berumur 2 tahunan. Penghasilan Bapak Sujuno hanya mampu untuk mencukupi kebutuhan makan anak-anaknya sedangkan kebutuhan untuk pendidikan memang tidak mampu beliau penuhi. Keluarga Bapak Sujuno tinggal di rumah yang sederhana, didingnya kombinasi batako dan sekat ruang kamarnya menggunakan gedeg bambu, sebagian lantai rumahnya masih tanah. Informasi tentang kondisi keluarga Bapak Sujuno yang memprihatinkan itu diperoleh dari Mbak Lilis dan Mas Arif. Mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu kebutuhan hidup dan makan sehari-hari keluarga bapak sujuno, semoga suatu saat nanti ada sebagian anak beliau bisa mengenyam pendidikan sekolah agar bisa memperbaiki nasib keluarga mereka.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Kusnadi Arifudin, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 27 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


AGUNG MUDO’I BIN NURIKHAN, (36 tahun, Sakit Herpes di Separuh Wajah), Miri, RT.08, Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Bapak Agung tidak menyangka jika sakit yang dia rasakan di kepalanya seperti sakit migren (sakit kepala sebelah) ternyata salah beliau terkena sakit herpes yang berat hampir separuh kepala sebelah kanan menjadi bengkak dan di bagian mata kanan, dahi kanan dan kepala kanan terdapat luka melepuh seperti tersiram air panas. Bapak Agung pada awal sakit selama hampir 6 hari tidak dapat tidur beliau sudah mencoba berobat ke puskesmas, dokter umum, dokter mata namun obat yang diberikan tidak ada yang mampu mengurangi rasa sakit yang dirasaknya. Akhirnya dengan diantar kakanya Bapak Agung memutuskan untuk periksa ke dokter spesialis kulit, menurut diagnosis dikter beliau terkena virus herpes yang cukup berat dengan penanganan yang terlambat. Oleh dokter, beliau diberikan obat salep untuk membuat kering luka bakarnya dan obat antibiotik yang harus di minum untuk mengobati virus dari dalam. Setelah sehari meminum obat itu Bapak Agung sudah dapat tidur dan luka bakar yang ada sudah mulai mengering dan mengelupas. Dokter menyarankan agar 5 hari kemudian Bapak Agung harus kontrol lagi untuk melihat perkembangan virus herpesnya, beliau harus istirahat total sekitar 3 sampai 4 minggu, tidak boleh terlalu banyak berinteraksi dengan udara luar. Semenjak sakit Bapak Agung praktis tidak bisa bekerja di bengkel las listriknya, beliau sudah memiliki istri dan dua anak yang butuh dinafkahi beruntung ada adiknya yang bisa menggantikan dirinya untuk mengerjakan pekerjaan yang terlanjur harus diselesaikan. Titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.500.000,- disampaikan melalui kurir Rudi Regu Semut #SR untuk membantu Bapak Agung membayar biaya kontrol dan menebus obat untuk periksa ke dokter sepesialis kulit yang akan datang, semoga beliau segera diberi kesembuhan dan kemudahan urusan selama sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yulianto Baliztik
Tanggal Pemberian: 10 Agustus 2015

Pak agung menderita Sakit Herpes di Separuh Wajah

Pak agung menderita Sakit Herpes di Separuh Wajah


SARDO BIN HARJO PAWIRO, (62 tahun, Sabrang, RT.03/04, Karangan, Klaten, Jawa Tengah. Keluarga Bapak Sardo saat ini hidup dalam kondisi serba kekurangan, beliau harus merawat istrinya yang sakit lumpuh dan setiap hari hanya bisa terbaring ditempat tidur saja. Bapak Sardo bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak pasti jika ada orang yang menyuruhnya bekerja maka beliau baru bisa memperoleh uang.  Penghasilan yang tidak pasti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan mereka sehari-hari. Rumah Bapak Sardo sangat sederhana dengan ukuran kecil lantai rumah mereka masih dari tanah. Ruangan tidur dan dapur mereka terlihat tak teratur, kotor dan kumuh. Melihat kondi rumah bapak sardo, Mas Yuli kemudian merekomendasi ke #Sedekah Rombongan untuk dapat dibantu plesterisasi lantai rumah dan mengganti sekat triplek kamar tidur yang rusak agar istrinya yang sedang sakit dapat nyaman dan sehat. Warga sekitar sudah sepakat untuk membantu tenaga secara gotong royong agar keinginan tersebut bisa terwujud. Bantuan dari donatur #SedekahRombongan untuk membantu bahan material plester lantai sebesar Rp.1.000.000,- diserahkan melalui Mas Yuli via Mas Timbul kepada Bapak Sardo.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Pemberi Bantuan: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh, Timbul
Tanggal Pemberian: 13 Agustus 2015

Bantuan tunai

Bantuan tunai

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Zahra 1,000,000
2 Parti 1,000,000
3 Katinah 1,000,000
4 Soimin 1,000,000
5 Marno 1,000,000
6 Dimas 1,000,000
7 Imelda 1,000,000
8 Siti 1,000,000
9 Eky 1,000,000
10 Uripa 1,000,000
11 Bonari 1,000,000
12 Sumarmi 1,000,000
13 Raka 700,000
14 Sumaryono 700,000
15 Jedik 700,000
16 Sanudi 1,400,000
17 Natasya 1,000,000
18 Aldi 1,000,000
19 Wahyu 1,000,000
20 Jumirah 1,000,000
21 Soginem 2,000,000
22 Misginem 1,000,000
23 Waginem 1,000,000
24 Sudirno 1,000,000
25 Mesinah 1,000,000
26 Katwandi 1,000,000
27 Siis 1,000,000
28 Jumari 1,500,000
29 Sujuno 1,000,000
30 Agung 500,000
31 Sardo 1,000,000
Total 31,500,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 31,500,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 741 ROMBONGAN

Rp. 27,667,313,175,-