TPQ AL MUTTAQIEN Alamat: Dusun Tegaljoho Desa Mojotengah Temanggung. TPQ ini sudah memulai kegiatannya sejak 2 tahun yg lalu dan masih memerlukan perlengakapan yaitu karpet karena yg ada sudah usang, bekas dari pemberian masjid Al Muttaqien. Saat ini membina 30 santri laki2 dan 42 santri perempuan. Adapun ustadnya berjumlah 6 orang. TPQ ini nantinya diharapkan bisa menjadi solusi positif mengingat anak2 yg usia dini perlu pendampingan serius karena lingkungan yg kurang kondusif bagi kegiatan keagamaan.
Alhamdulillah dapat dipertemukan dengan sedekah rombongan dan bisa terpenuhi kebutuhan untuk memperlancar kegiatan belajar mengaji di TPQ Al Muttaqien. Bantuan digunakan untuk kebutuhan bangku belajar,
2 buah Karpet ukuran 3 mX 8 m @ Rp 650.000
Pembenahan asbes Rp 500.000

Jumlah bantuan : 1.800.000,-
Tanggal : 10-08-2015
Kurir: @MarjunulNP @Fathurrozaq82, Wasono

Bantuan alat belajar

Bantuan alat belajar


TPQ AL – FATIH. Dusun Jambon Rt2  Rw3 Desa Gandurejo Kec.Bulu Kab.Temanggung Jawa Tengah.TPQ yang berada 2 km dari kaki bukit gunung sumbing ini adalah TPQ satu satunya di Dusun Jambon Desa Gandurejo Bulu Temanggung Jawa tengah. TPQ ini merupakan wakaf dari keluarga Bp. Rohmad yang juga selaku ketua ini mulai dirintis pada tahun 2011. Awal pendirian ini karena melihat kenyataan di Dusun dimana anak anak kecil yang merupakan generasi emas tidak memiliki sarana atau tempat untuk mengaji, sehingga dengan dibantu beberapa ustad mereka mencoba mengajak anak anak untuk mengaji. Alhamdulillah hasilnya anak anak mau mengaji meskipun masih ada kekurangan untuk mendukung kegiatan mengaji diantaranya Alquran, meja belajar mengaji dan tikar.
Saat ini alhamdulillah sudah ada 20 santri putra dan 10 Putri yang aktif tiap bakdo magrib mengaji.namun ada kendala yang dihadapi yaitu masih kurangnya sarana mengaji seperti Alquran, meja ngaji dan tikar yang layak untuk kegiatan mengaji.
Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak Pengurus TPQ AL- FATIH  untuk turut serta berpartisipasi  dengan menyampaikan santunan titipan #SahabatSR yang dipergunakan untuk Pembelian Alquran. Meja mengaji dan Tikar

Jumlah Bantuan : Rp. 1.450.000,-
TANGGAL : 11 Agustus 2015
KURIR : @MarjunulNP  @Fathurozaq82, Swastiko

Bantuan  untuk Pembelian Alquran

Bantuan untuk Pembelian Alquran


MASJID Al BEJAJI PONPES ORA AJI    ( Bantuan Tikar ) yang berada di dusun Tundan Purwomartani Kalasan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Pondok Pesantren Ora Aji asuhan Gus Miftahul Naim selain melaksanakan kegiatan syiar agama Islam secara rutin layaknya sebuah ponpes, juga mengadakan pengajian akbar 35 hari  sekali . Pengajian akbar yang di kemas dalam acara Mujahadah Dzikirul Ghofillin yang dilaksanakan pada malam ahad pahing dalam penanggalan jawa tersebut dihadiri oleh puluhan ribu jamaah dari berbagai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Selama ini untuk fasilitas alas tempat duduk jamaah masih ala kadarnya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan takmir masjid Al Bejaji selaku panitia penyelenggara pengajian mujahadah dzikirul ghofillin untuk turut serta berpartisipasi dalam penyediaan alas tempat duduk jamaah pengajian tersebut. Dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics melalui Tim #POPIMAS SR berupa 40 lembar tikar dengan nilai nominal Rp 5.000.000

Jumlah Bantuan Total : Rp. 5.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 10 Juni  2015
Kurir :  @Kissherry @faisal_gudeg @KedunkUSSIL

Bantuan Tikar

Bantuan Tikar


MASJID AL AMIN ( Bantuan Tunai ) yang berada di dusun Soka RT 30/ RW 08 Ngoro-oro Pathuk Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Masjid Al Amin berawal berdiri pada tahun 1983 sebuah langgar atau musholla di sebidang tanah wakaf Bapak Sugino warga masyarakat setempat. Seiring bertambahnya waktu, bertambahnya jumlah warga masyarakat serta kesadaran warga setempat tentang menegakan ajaran agama islam pada tahun 1995 diadakan perluasan musholla dan renovasi beberapa bagian yang sudah tidak layak. Namun karena bangunan Musholla Al Amin masih semi permanen , pada tahun 2013 takmir Musholla Al Amien yang dipimpin Bapak Suharto menyelenggarakan renovasi total seluruh bangunan musholla dari pondasi awal yang mengacu pada perbaikan arah kiblat, adapun sumber dana dari iuran swadaya masyarakat serta donasi.Sehingga pembangunan musholla tersebut diatas sudah 70 persen jadi tinggal pembangunan tahap akhir. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan Panitia Penyelenggara Pembangunan Masjid Al Amin untuk turut serta berpartisipasi dalam pembangunan masjid tersebut diatas dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan pembelian material senilai Rp 5.000.000

Jumlah Bantuan Total : Rp. 5.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 4 Juni  2015
Kurir :  @Kissherry @faisal_gudeg @KedunkUSSIL @bbbintang

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


PANTI ASUHAN DAN SLB DHARMA PUTRA ( Santunan Sembako )  beralamat di Dusun Kracan Semin Gunugkidul Yogyakarta. SLB ini mengasuk 82 murid yang terdiri dari SLB A, B, C, D dan Autis. Murid-murid yang timggal di asrama  sangat memerlukan kebutuhan makan sehari-hari karena sekolah tidak mampu mencukupinya, Untuk itu, Tim POPI Sedekah Rombongan mendukung aktivitas SLB Darma Putra dengan membantu bahan makanan pokok bagi murid-murid senilai Rp.1.000.000 yang terdiri dari beras, mie, minyak, gula dan susu. Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban pengelola Panti Asuhan dan SLB Dharma Putra.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000-
Tanggal Penyerahan : 7 Juni 2015
Kurir :  @Kissherry  (@aniesanorma, @imamnurhuda

Santunan Sembako

Santunan Sembako


SEMBRANG ( 80 tahun, bantuan sembako dan tunai ) warga  Kasihan RT 02 RW 04, Balong, Girisubo, Gunungkidul Yogyakarta.Mbah Sembrang yang telah berusia 80 tahun ini seorang janda yang hidup sendiri di dalam gubuknya yang sangat sederhana.  Memiliki 4 putra yang kesemuanya mencari penghidupan di luar Jogja. Sehari-hari Mbah Sembrang bekerja sebagai buruh tani. Namun karena usianya yang sudah tidak muda lagi serta kesehatan yang semakin lemah, Mbah Sembrang tidak bekerja dan hanya mengandalkan bantuan dari warga sekitar untuk kehidupan sehari-harinya. Pada hari Ahad, 7 Juni 2015 Tim POPI Sedekah Rombongan berkesempatan untuk bersilaturahim serta menyerahkan santunan berupa sembako dan uang senilai Rp.1000.000. Semoga santunan ini dapat membantu Mbah Sembrang untuk kebutuhan sehari-hari selama Bulan Ramadhan.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000-
Tanggal Penyerahan : 7 Juni 2015
Kurir :  @Kissherry  (@aniesanorma, @rizki4

Bantuan sembako dan tunai

Bantuan sembako dan tunai


PAWIRODIMEJA  ( 90 tahun, bantuan sembako dan tunai ) merupakan warga dusun  Kasihan RT 02 RW 04, Balong, Girisubo, Gunungkidul , Yogyakarta. Mbah Prawirodimeja masih ditemani seorang istri yang usianya juga tidak jauh berbeda, pasangan yang sudah lansia ini dikarunia empat orang anak, tetapi tempat tinggal mereka berada jauh dari rumah Mbah Pawiro. Kondisi ini membuat mereka hanya hidup berdua di dalam rumah sederhana. Sudah beberapa tahun ini Mbah Pawirodimeja  tidak dapat bekerja. Fisiknya yang kian lemah dan sudah pikun, kondisi ini mengundang simpati warga sekitar untuk turut membantu kebutuhan makan  sehari-hari. Pada hari Ahad, 7 Juni 2015 Tim POPI Sedekah Rombongan berkesempatan untuk bersilaturahim serta menyerahkan santunan berupa sembako dan uang senilai Rp.1000.000. Semoga santunan ini dapat membantu Mbah Pawirodimeja untuk sementara waktu memenuhi kebutuhan sehari—harinya, karena sesungguhnya Allah lah yang menjamin rejeki mereka berdua.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000-
Tanggal Penyerahan : 7 Juni 2015
Kurir :  @Kissherry  (@aniesanorma, @rizki4

Bantuan sembako dan tunai

Bantuan sembako dan tunai


WAGIYEM  (85 tahun, santunan sembako dan tunai ) merupakan warga  Kasihan RT 04 RW 04 Balong, Girisubo, Gunungkidul Yogyakarta.Kami menemui Mbah Wagiyem sebatang kara di dalam rumahnya malam itu. Di usianya yang memasuki 85 tahun, Mbah Wagiyem telah lama menjanda dan tidak memiliki putra. Saat ini kondisi  kaki beliau yang sakit, sehingga aktivitas beliau sangat terbatas, semuanya dilakukan di atas tempat tidur. Pada hari Ahad, 7 Juni 2015 Tim POPI Sedekah Rombongan berkesempatan untuk bersilaturahim serta menyerahkan santunan berupa sembako dan uang senilai Rp.1000.000. Semoga santunan ini dapat membantu Mbah Wagiyem untuk kebutuhan sehari-hari selama Bulan Ramadhan.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000-
Tanggal Penyerahan : 7 Juni 2015
Kurir :  @Kissherry  (@aniesanorma, @rizki4

Bantuan sembako dan tunai

Bantuan sembako dan tunai

—-
PONDOK PESANTREN DAN PANTI ASUHAN AL MURTADLO ( Tunai ) beralamat di Komplek SMP Muhammadiyan Susukan 2, Genjahan Ponjong Gunungkidul Yogyakarta.Ponpes dan Panti ini di asuh oleh Ustads Sudiyarto, sudah berdiri sejak tahun 2000. Dengan jumlah santri mencapai 23, yang berasal dari berbagai kota , seperti Klaten, purwodadi, Gunungkidul, dan merauke ) Para santri kebanyakan bersekolah di sekolahan  Muhammadiyah. ( 4 SMP dan 11 SMA). Sehari-sehari dikelola oleh Pengurus yg berjumlah 20 orang dan Ustadz-uztadzah yang berjumlah 5 orang. Para santri juga didukung untuk berwirausaha di bagian usaha Pondok Pesantren yaitu perikanan. Pada bulan suci Ramadhan sudah menjadi tradisi ada pengajian umum yang di helat di ponpes. Untuk mensupport pengajian RamadhanTim POPIMAS #SR  ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) memberikan bantuan Tunai senilai Rp. 500.000,-

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan :  7 Juni  2015
Kurir :  @Kissherry @aniesa

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


PANTI ASUHAN YATIM & DHU’AFA NURUL HAQ beralamatkan di Jl. Janti, gang gemak, no.88 Banguntapan, Bantul Yogyakarta. Panti ini memiliki anak asuh  sebanyak 70 anak putra dan putri. Dalam kesempatan kali ini SR melalui tim Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) melakukan pemeriksaan mata bagi penghuni panti ini dan terdapat 22 penghuni yang membutuhkan kacamata. #SR memberikan bantuan kacamata kepada anak asuh agar penglihatan mereka normal kembali dan dapat mendukung kegiatan belajar

Jumlah Bantuan : Rp. 3.300.000,-
Tanggal Penyerahan : 31 Juni 2015
Kurir : @kissherry  @FahmiSQ

Bantuan kacamata

Bantuan kacamata


FAJAR INDRA CITRA (36, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat: Gang Asem RT. 2/5 , Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. “Sekujur tubuh langsung lemas, saat itu saya benar-benar putus asa dan ingin marah” ujar Sandrawati (42) saat mengetahui dirinya dinyatakan positif terjangkit Penurunan Kekebalan Tubuh akibat infeksi virus. Kondisi tersebut ia alami setelah suaminya, Fajar Indra Citra (36), terinfeksi lebih dulu. Gejala  penyakit itu sudah mereka rasakan sejak tahun 2010. Putus asa tidak ada gunanya, karena itu mereka terus bersemangat untuk berobat meski harapan kesembuhan kecil. Selama ini mereka berobat di RS. Fatmawati Jakarta dengan biaya sendiri. Mulanya biaya tersebut masih bisa mereka keluarkan karena Fajar masih bisa bekerja, namun sekarang untuk makan sehari-hari saja terkadang mereka kesulitan. Hal tersebut membuat mereka menghentikan pengobatan sejak Februari 2015 yang lalu. Sebagai kepala keluarga, Fajar kini tak bisa lagi bekerja karena kondisi fisiknya terus menurun. Ia sering sesak nafas dan mudah lelah karena ada  gangguan  paru. Tak hanya itu, ia juga mengalami infeksi toksoplasma di otak.  Kini istrinya yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja freelance memasarkan asuransi namun penghasilannya tidak menentu.  Fajar sebelumnya melakukan kontrol dan memberikan hasil lab di Fatmawati. Didapati Cd4 Fajar sudah 500 ukuran standarnya 600-1500 dan sang istri CD4 sebelumnya 300 dan sekarang 350. Aulya juga sudah melakukan tes lab di RS Dharmais dan didapat penurunan persentase CD4. Hasil tersebut nantinya akan diserahkan kepada dokter RS Fatmawati yang dijadikan dasar apakah Aulya sudah saatnya menjalani program pengobatan apa belum.    juga akan kontrol ke spesialis anak untuk mendapat rekomendasi minum obat ARV. Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan digunakan untuk operasional berobat keluarga dan pengurusan identitas keluarga Fajar supaya bisa dengan segera mendaftar BPJS.  Sebelumnya Fajar dibantu pada rombongan 732

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 23 Agustus 2015
Kurir: @ddsyaefudin @nurmanmlana @ririn_restu

Penurunan Kekebalan Tubuh

Penurunan Kekebalan Tubuh


KARNITI BINTI KARMAN. (37, Ca Mammae). Alamat : Kampung Pabuaran RT.3/2, Kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Karniti biasa dipanggi ibu Iti, memiliki 2 putra yang telah berusia 11 dan 6 tahun. Iti tinggal bersama suaminya, Pak Ansori (33) yang tidak mempunyai  pekerjaan dan penghasilan tetap. Jika sedang dapat pinjaman motor, Pak Ansori mengojek. Pekerjaan menjadi kenek kuli bangunan juga dijalani bila ada tetangga yang mengajaknya. Sejak 3 tahun yang lalu Bu Iti mulai merasa ada benjolan dan yang kadang disertai rasa nyeri hilang timbul di  payudara kirinya. Dengan berbekal Jamkesmas yang dimilikinya,  Ibu Iti mulai memeriksakan kesehatannya ke puskesmas Mekar Wangi. Oleh puskesmas ia  dirujuk ke RS PMI Kota Bogor. Setelah melalui beberapa pemeriksaan Bu Iti dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Pada awal tahun 2015 dilakukan operasi pada Ca Mamae di RS Harapan Kita. Observasi yang dilakukan setelah beberapa bulan operasi, menurut dokter yang memerika ibu Iti, masih harus menjalani 1 kali lagi operasi. Bu Iti dan suaminya  merasa senang dan bersyukur, karena semua operasi yang harus dijalaninya gratis dengan jaminan Jamkesmas. #Sedekahrombongan menyampaikan bantuan yang bisa dipergunakan ibu Iti untuk biaya transport ke rumah sakit karena Bu Iti masih harus  kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2015
Kurir :@ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu karniti menderita Ca Mammae

Ibu karniti menderita Ca Mammae


MTSR BANDUNG, (B 1629 SZF, Biaya Operasional). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015 intensitas penggunaan MTSR Bandung semakin tinggi. Maka ketersediaan bahan bakar MTSR Bandung dan penggantian pelumas secara rutin menjadi suatu keharusan. Alhamdulillah para sedekaholik #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bensin MTSR Bandung untuk bulan Juni, Juli, dan Agustus 2015 juga pembelian pelumas. Insya Allah, MTSR Bandung akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Semoga kedermawanan (tsaqawah) para sedekaholiks #SR dibalas Allah Swt dengan berkah dan jannah di dunia san akhirat. Amin.

Jumlah Bantuan: Rp. 4.750.000,-
Tangggal: 24 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya Operasional

Biaya Operasional


BEDE BIN M.IDRIS, (58 , kaki mengecil dan tidak mampu berjalan) Alamat : Dusun Ressa Kel. Lambanan Kec. Balanipa, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Bapak Bede  menderita penyakit aneh ini sejak usia beliau masih balita , awal mula penyakit ini menyerang lutut beliau dan mengalami pembengkakan selama beberapa waktu lalu kemudian mengecil dan akhirnya membuat kedua kakinya seperti tidak memiliki tenaga, beliau juga tidak mengerti nama penyakit yang menyerang beliau dan kedua orang tua beliau juga tidak pernah menjelaskan secara detail riwayat penyakit beliau ini, menurut anak beliau (Fitriani 30 Tahun ) bapaknya sudah beberapa kali diobati secara tradisional namun tidak ada perkembangan berarti bahkan sempat juga dikonsultasikan ke puskesmas terdekat namun juga belum ada hasil, sehingga bapak Bede dan keluarga hanya bisa bersabar dan berdo’a semoga suatu saat nanti Allah memberi kesempatan untuk bisa berjalan layaknya orang normal lainnya.
Bapak Bede adalah seorang petani kebun yang penghasilan bulannya tidak menentu, bahkan menurut beliau terkadang dalam sehari hanya bisa makan nasi tanpa lauk sama sekali selain garam dapur, ditambah lagi beliau harus menafkahi seorang istri (Habiba 60) dan 3 orang anak (Fitriani 30 , Ahmad Muhajir 20 dan Sitti Rafikah 17 ), kondisi ekonomi beliau ini jugalah yang membuat pengobatan beliau terkendala, apalagi jarak tempat tinggal beliau dengan rumah sakit yang cukup jauh sehingga membutuhkan biaya transfortasi yang tidak sedikit, menurut bapak Bede sebenarnya beliau sudah bebepara kali mendapat tawaran fasilitas kesehatan dari pemerintah namun beliau sampai sekarang belum bisa mendapatkannya karena beliau tidak mengerti prosedur pengurusan dan juga beliau tidak mampu baca tulis dengan baik.
Kurir #SR dengan izin Allah sempat bertemu langsung dengan beliau dan melihat kondisi ekonomi keluarga beliau yang sangat memperihatinkan dan Alhamdulillah ada bantuan dari #SR yang bisa kami salurkan kepada beliau, keluarga besar Bapak Bede  sangat terharu dengan bantuan teman-teman semua dan mengucapkan banyak terima kasih semoga amal teman-teman diterima disisi Allah SWT. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @abunabil
Tanggal                 :  15 Juli 2015

Pak bebe kaki mengecil dan tidak mampu berjalan

Pak bede kaki mengecil dan tidak mampu berjalan


CICCI BINTI SAPPE, ( 63, Mata Rabun dan Janda Dhuafa)  Alamat : Lemo gamba Kel. Barumbung, Kec. Matakali Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Ibu Cicci saat ini menderita mata rabun yang membuat beliau tidak mampu lagi berkegiatan seperti biasanya, menurut beliau kedua matanya sejak 3 tahun lalu tiba-tiba mengalami gatal-gatal dan kemudian sedikit demi sedikit penglihatannya mulai rabun, beberapa kali beliau coba berkonsultasi ke dokter umum yang ada di puskesmas di kampung beliau dan diberi beberapa macam obat namun sampai sekarang belum ada perubahan, bahkan sekarang beliau tidak lagi mampu melihat dan membedakan benda-benda yang ada di depan beliau, satu-satunya yang beliau kenali adalah cahaya sehingga jika malam hari praktis beliau tidak bisa melihat sama sekali.
Ibu Cicci  saat ini hidup seorang diri karena suami beliau telah meninggal dunia beberapa tahun yang  lalu dan beliau juga tidak dikarunia anak, ketika mata beliau masih normal beliau berprofesi sebagai petani dengan menggarap sawah peninggalan almarhum suami beliau, namun sejak kondisi penglihatannya menurun beliau lebih banyak di rumah dan lebih banyak mengharap bantuan tetangga beliau.
Kami kurir #SR berkesempatan mengunjungi kediaman beliau dan melihat langsung kondisi kehidupan beliau, kami hanya bisa mengelus dada ketika melihat suasana kediaman beliau dan berdo’a semoga beliau diberi ketabahan dalam menghadapi ujian ini, kami juga menyalurkan bantuan dari SR kepada beliau yang disambut haru dan sesekali meneteskan air mata, beliau berterima kasih yang sedalam-dalamnya atas bantuan dan perhatian dari kawan-kawan SR semoga amal ini menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @abunabil
Tanggal                 :  15 Juli 2015

Ibu cici Mata Rabun dan Janda Dhuafa

Ibu cici Mata Rabun dan Janda Dhuafa


HARUN BIN ABD HAMID, (41, Kedua kaki diamputasi karena gula)  Alamat : Cerebon, Kel. SIdodadi, Kec. Wonomulyo, Kab. Polewali Mandar,  Sulawesi Barat.
Bapak Harun  menderita penyakit gula sejak usia beliau 35 tahun, awalnya beliau menderita luka di kedua  telapak kaki beliau karena tertusuk duri namun lama kelamaan luka tersebut semakin membesar dan tidak ada tanda-tanda membaik walaupun telah diobati dengan bermacam-macam obat, sehingga pada waktu itu diputuskan untuk konsultasi ke dokter ahli yang ada di kabupaten Polewali mandar, dan alangkah kagetnya beliau ketika dokter mengatakan bahwa beliau positif penyakit gula dan luka yang ada di kedua kakinya kemungkinan besar akan melebar ke seluruh tubuh beliau jika tidak secepatnya diatasi, dengan perasaan yang tidak menentu ini kemudian beliau berusaha mencari dana secukupnya untuk biaya pengobatan ditambah dengan fasilitas kesehatan dari pemerintah setempat lalu kemudian kembali beliau mendatangi Rumah Sakit kabupaten dan kemudian mendapat rujukan ke Rumah Sakit Provinsi di Makassar, namun setelah mendapat penjelasan dari dokter beliau malah semakin stress, betapa tidak solusi yang ditawarkan oleh dokter begitu berat bagi beliau dan keluarga, dokter menyarankan kepada beliau agar mau diamputasi kedua kakinya sampai lutut demi menyelematkan dirinya dari ancaman penyakit gula ini, akhirnya dengan memohon petunjuk dari Allah SWT dan dengan saran keluarga beliau menerima keputusan berat ini tapatnya pada tahun 2013 lalu, dan sejak itu sampai sekarang beliau harus bisa mererima keadaan dirinya yang tidak memiliki kedua kaki dan harus berjalan dengan bantuan kursi ruda.
Bapak Harun  sekarang berdagang kebutuhan sehari-hari di rumah beliau, penghasilan dari usaha dagang beliau tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan tanggung jawab beliau yang harus memberi nafkah kepada istri (Husna 36) dan 2 anak (Mifta 10 dan Afdal 5 ), apalagi beliau sejak tiga tahun lalu tidak lagi bisa bekerja dengan normal karena tidak memiliki kedua kaki namun beliau tetap tegar dan terus berusaha tanpa rasa minder sedikitpun, bahkan beliau dengan besar hati menolak menjadikan kekurangan fisik beliau sebagai kesempatan untuk mencari belas kasihan dari orang lain dengan cara-cara yang tidak terhormat.
Mendapatkan kabar tentang sosok bapak Harun  ini maka Tim kurir #SR berusaha menemui beliau dikediaman beliau yang sangat sederhana dengan kursi roda yang setia menemani beliau, pertemuan kami dengan beliau begitu hangat dan tidak  nampak sedikitpun dari wajahnya raut kesedihan justru sebaliknya dari mulutnya mengalir kata-kata optimis dan ketegaran yang luar biasa, kamipun berkesempatan menyalurkan bantuan seadanya kepada beliau demi meringankan beban hidup keluarga beliau, seraya memohon do’agar Allah terus membimbing beliau dan keluarga ke jalan yang diridhoinya. Amin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @abunabil
Tanggal                 :  15 Juli 2015

Pak Harun menderita  Kedua kaki diamputasi karena gula

Pak Harun menderita Kedua kaki diamputasi karena gula


LIJA BINTI RAHMANG, ( 41 , Sesak nafas dan Janda dhuafa)  Alamat : Batu-batu, Kel. Darma, Kec. Polewali  Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Ibu Lija menderita sesak nafas sejak puluhan tahun lalu, kemudian beberapa tahun terakhir kondisi beliau semakin parah karena beliau juga menderita kepikunan, menurut cucu beliau (busrah 28th) ibu Lija semenjak suaminya meninggal dunia sekitar 15 tahun lalu sampai sekarang tidak pernah lagi mendapatkan perawatan kesehatan dari dokter atau rumah sakit, beliau hanya diobati dengan pengobatan-pengobatan alternative dan semua dilakukan dengan bantuan tetangga beliau, namun kondisi beliau tidak banyak perubahan malah semakin sesak nafas dan semakin tidak bisa diajak komunikasi lagi.
Ibu Lija sekarang hidup dengan dua orang cucu (Busrah 28th dan Arnita 16th ) beliau sepenuhnya ditanggung hidupnya oleh cucu-cucu beliau ini, namun yang menjadi masalah adalah kedua cucu beliau juga belum memiliki penghasilan tetap karena mereka hanya petani kebun dan sekali-kali ikut menjadi tukang batu , dengan penghasilan yang seadanya tersebut mereka hidup dan menafkahi nenek mereka yang sedang terbaring sakit.
Alhamdulillah kurir #SR sempat mengungjungi kediaman Ibu Lija untuk mengetahui lebih banyak tentang beliau dan keluarganya, kami juga sempat menyalurkan bantuan dana kepada beliau demi meringankan beban hidup keluarga beliau, mereka hanya bisa berterima kasih dan memohon dido’akan agar terus bisa diberi kesabaran mengurus nenek mereka Ibu Lija. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @abunabil
Tanggal                 :  15 Juli 20

Ibu lija menderita Sesak nafas dan Janda dhuafa

Ibu lija menderita Sesak nafas dan Janda dhuafa


MULIA BINTI SUMAILA, (57 , Paru-paru akut)  Alamat : Dusun Ressa Kel. Lambanan kec. Balanipa, Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat.
Ibu Mulia merasakan kelainan di dadanya sejak 20 tahun yang lalu, ketika itu beliau mengalami batuk kering namun tidak kunjung sembuh walaupun beliau telah mengkomsumsi beraneka macam obat-obatan, kondisi ini terus menyerang beliau sehingga menyebabkan berat badan beliau turun derastis, melihat kondisi istrinya yang semakin hari semakin kurus suami beliau (Tanda 63th) mencoba memeriksakan kembali kondisi istri beliau ke rumah sakit yang ada di ibu kota kabupaten Polewali Mandar, dari pemeriksaan inilah kemudian terdiagnosa bahwa Ibu Muliamenderita penyakit paru-paru berat dan membutuhkan penanganan yang serius.
Ibu Mulia adalah ibu rumah tangga dan istri dari Bapak Tanda 63th yang berprofesi sebagai petani kebun, penghasilan suami beliau tidak berbeda jauh dengan petani lainnya di kampung beliau bahkan terkadang dalam sebulan tidak ada hasil tani yang bisa dijual, Ibu Muliajuga memiliki 3 anak yang harus beliau nafkahi (Jaisa 33th, Jumaati 25 dan Rahmi 23th ) yang semuanya masih bergantung kepada orang tuanya karena belum memiliki pekerjaan selain menggarap kebun, kondisi ekonomi inilah yang menyebabkan pengobatan Ibu Muliamengalami kendala, menurut suami beliau (Tanda 63th) bahwa pemerintah setempat talah memberikan pasilitas kesehatan kepada istri beliau hanya saja sebagian besar obat yang harus dikomsumsi istri beliau tidak ditanggung oleh fasilitas kesehatan tersebut, sehingga membuat pengobatan Ibu Muliatidak tuntas dan terkesan setengah-setengah, keluarga beliau berharap kedepan pemerintah lebih memperhatikan kesehatan rakyatnya khususnya rakyak yang ada di pelosok daerah seperti Ibu Mulia ini, sehingga juga bisa menikmati fasilitas kesehatan layaknya orang yang ada di kota-kota besar.
Mengetahui kondisi keluarga Ibu Mulia seperti ini kami kurir #SR segera bergerak mengunjungi kediaman beliau yang berjarak 40 km dari ibukota Polewali Mandar dan sempat bersilaturrahmi dengan beliau dan menyaksikan kondisi kesehatan dan kondisi ekonomi keluarga beliau yang sangat memperihatinkan, kami juga diberi kesempatan untuk menyalurkan bantuan #SR kepada beliau yang kemudian disambut dengan perasaan haru dan syukur oleh Ibu Muliadan keluarga, beliau berterima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada teman-teman SR dan semua donator yang telah memperhatikan beliau walaupun tempat tinggal beliau sangat jauh di pelosok Sulawesi barat, beliau mendo’akan semoga kawan-kawan semua diberi kesehatan dan memohon dido’akan agar bisa sehat kembali. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir      : @areefy_dip @abunabil
Tanggal                 :  15 Juli 2015

Ibu mulia menderita Paru-paru akut

Ibu mulia menderita Paru-paru akut


NASIR BIN BEBA, ( 39 , Cacat bawaan, tidak mampu berbicara dan berjalan)  Alamat : Batu-batu, Kel. Darma, Kec. Polewali  Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Pak Nasir adalah seorang penderita tuna rungu dan keterbelakangan mental sejak lahir, tidak diketahui pasti penyebabnya namun menurut penuturan ayahnya bapak Beba (70)  kemungkinan anaknya mengalami kekurangan gizi sejak berada dalam kandungan ibunya sehingga ketika dilahirkan sudah terlihat tidak normal seperti bayi lainnya, diantaranya kedua kakinya seperti terlilit dan tidak bisa lurus kemudian kepalanya selalu menoleh ke atas dan lain sebagainya, kedua orang tua beliau sudah berusaha memberikan pengobatan semaksimalnya namun tetap saja tidak ada perubahan.
Pak Nasir sekarang hidup dengan kedua orang tuanya (Beba 70  dan Nuru 65 ) serta seorang adik Ainri ayu 16 Tahun , beliau sangat tergantung kepada kedua orang tuanya dikarenakan cacat beliau yang tidak memungkinkannya mencari nafkah, ayah beliau adalah seorang petani dan ibunya hanya ibu rumah tangga, sehingga kondisi ekonomi yang serba kekurangan ini membuat hidup Pak Nasir terlihat sangat memperihatinkan dan sama sekali tidak pernah mendapatkan penanganan yang memadai.
Kami kurir #SR kemudian menyambangi kediaman Pak Nasir dan merasakan betul penderitaan beliau dan keluarganya, kami juga diamahkan untuk menyalurkan bantuan SR kepada beliau dan disambut dengan sangat haru dari beliau dan keluarga, mereka semua mengucapkan ribuan terima kasih kepada teman-teman #SR dan mendo’akan semoga mendapat balasan dari Allah SWT. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @abunabil
Tanggal                 :  15 Juli 2015

Pak nasir menderita Cacat bawaan, tidak mampu berbicara dan berjalan

Pak nasir menderita Cacat bawaan, tidak mampu berbicara dan berjalan


NURSIA BINTI ACO, (80 ,tidak mampu berjalan dan berbicara)  Alamat : Batu-batu, Kel. Darma, Kec. Polewali,  Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Ibu Nursia menderita penyakit pikun dan tidak mampu berjalan dan berbicara sejak 10 tahun yang lalu, tidak diketahui pasti sebab kepikunan beliau tetapi menurut keluarga beliau kemungkinan karena usia beliau yang sudah menginjak kepala delapan, walaupun sebenarnya tidak diketahui  secara pasti tahun berapa kelahiran ibu Nursia ini , hanya menurut perkiraan keluarga beliau bahwa usia ibu ini antara 80-100.
Ibu Nursia sekarang hanya hidup sebatang kara karena tidak ada keturunan beliau, beliau hanya dirawat oleh salah satu kerabat beliau yang kebetulan berdekatan rumah dengan beliau, namun keluarga yang baik hati inipun sebenarnya hidup dibawah garis kemiskinan karena hanya berprofesi sebagai tukang kayu dan sekali-kali mengayuh becak demi menutupi kebutuhan rumah tangga beliau.
Oleh karena itu kami kurir #SR tergerak hati untuk mengungjungi kediaman Ibu Nursia, dan Alhamdulillah kami bisa bersilaturrahmi dengan beliau dan melihat langsung kondisi beliau dan keluarganya yang sangat memperihatinkan ini, kami juga diamanahkan untuk menyalurkan bantuan dana demi meringankan beban Ibu Nursia dan keluarganya, semoga Allah SWT membalas semua jasa baik keluarga beliau dan para dermawan #Sedekah Rombongan . Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @abunabil
Tanggal                 :  15 Juli 2015

Ibu nursia tidak mampu berjalan dan berbicara

Ibu nursia tidak mampu berjalan dan berbicara


NURUBIA BIN MASSE, (48 , Tunanetra dan Dhuafa)  Alamat : Lemogamba, Kel. Barumbung, Kec. Matakali, Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat.
Ibu Nurubia  saat ini menderita Buta kedua matanya, beliau telah mengalami kebutaan sejak 5 tahun yang lalu, awal mula beliau hanya merasa gatal-gatal di sekitar mata beliau lalu kemudian seperti ada lapisan yang tumbuh dikedua bola mata hitam beliau, menurut keterangan keluarga, kemungkinan Ibu Nurubia menderita katarak dan pelemahan saraf mata, beberapa waktu yang lalu ada upaya dari keluarga untuk membawa beliau ke rumah sakit namun karena terkendala biaya sehingga beliau sampai sekarang hanya ditangani seadanya saja.
Ibu Nurubia  saat ini hidup dengan anak beliau Hamzah 23th yang telah berumah tangga dan berprofesi sebagai sopir angkot, penghasilan anak beliau sangat terbatas dan tidak menentu bahkan terkadang dalam sehari hanya cukup untuk bayar setoran rutin ke pemilik mobil angkot, sehingga tidak jarang beliau sekeluarga menyiasati kondisi ini dengan meminjam uang atau bahan makanan pokok ke tetangga sebelah demi menyambung hidup keluarga mereka.
Kami kurir #SR berkesempatan mengunjungi ibu Nurubia di kediaman beliau, kami bisa merasakan bagaimana beratnya hidup beliau yang buta kedua matanya, ditambah lagi kondisi ekonomi keluarga beliau yang hidup di bawah kondisi normal, kami juga berkesempatan menyalurkan bantuan dana SR kepada beliau yang disambut dengan sangat haru, sambil meneteskan air mata beliau tidak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada teman-teman #SR yang telah memperhatikan kehidupan keluarga beliau, semoga ibu Nurubia dan keluarga diberi kekuatan oleh Allah SWT dalam menghadapi cobaan hidup ini. Amin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @abunabil
Tanggal                 :  15 Juli 2015

Ibu narubia seorang Tunanetra dan Dhuafa

Ibu narubia seorang Tunanetra dan Dhuafa


SAMSIA  M. SAING, (64, BRONHITIS DAN ASMA)  Alamat : Desa lagiagi, Kec. Campalagian, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Ibu Samsia saat ini menderita penyakit bronchitis dan asma, kondisi beliau sangat memperihatinkan selain batuk yang sangat parah beliau juga terlihat sangat kurus, penyakit ini telah menyerang beliau sejak beberapa tahun yang lalu, analisa sementara karena terlalu sering kena angin malam dan pola hidup yang tidak sehat, menurut suami beliau M. Saing (74) upaya pengobatan sudah sering dilakukan bahkan sudah menghabiskan biaya yang tidak sedikit, mulai dari pengobatan tradisional sampai kepada pengobatan di rumah sakit umum polewali mandar namun sampai sekarang belum juga ada perubahan yang berarti, suami beliau juga telah mengusahakan jamin kesehatan dari pemerintah setempat agar mendapat keringanan biaya pengobatan namun karena jarak rumah sakit yang jauh dari kediaman beliau sehingga masih terasa berat bagi mereka, untuk sekedar pemeriksaan saja mereka harus mengeluarkan biaya transportasi dan akomodasi yang tidak sedikit jumlahnya .
Ibu Samsia dan suaminya hanya hidup berdua di sebuah gubuk sederhana dengan pasilitas yang sangat tidak layak, mereka berdua harus saling membantu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dikarenakan mereka tidak dikarunia keturunan, sebagai petani  mereka hanya menggarap sebuah kebun yang jaraknya cukup jauh dari kediaman mereka, sehingga mereka saat ini hanya bisa bekerja semampu mereka sambil mengharap belas kasihan dari tetangga-tetangga  mereka.
Kurir #SR sempat mengungjungi Ibu Samsia dan suaminya di kediaman mereka, kami sempat berbincang-bincang cukup lama dengan mereka dan kamipun bisa merasakan  beban hidup mereka berdua, bantuan dana yang kami sampaikan kepada Ibu Samsia disambut dengan sangat  haru oleh mereka bahkan mereka sempat meneteskan air mata karena tidak menyangka ada orang jauh yang masih peduli dengan nasib mereka, mudah-mudahan penyakit Ibu Samsia dan kesulitan hidup beliau dan suami segera diangkat oleh Allah SWT.  Amin

Jumlah bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir      : @areefy_dip @abunabil
Tanggal                 :  15 Juli 2015

Ibu samsia menderita BRONHITIS DAN ASMA

Ibu samsia menderita BRONHITIS DAN ASMA

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 TPQ Al Muttaqin 1,800,000
2 TPQ Al Fatih 1,450,000
3 Masjid Al Bejadi 5,000,000
4 Masjid Al Amin 5,000,000
5 PA Dharma Putra 1,000,000
6 Sembrang 1,000,000
7 Pawirodimeja 1,000,000
8 Wagiyem 1,000,000
9 PA Al Murtadlo 500,000
10 PA Nurul Haq 3,300,000
11 Fajar 2,000,000
12 Karniti 500,000
13 MTSR Bandung 4,750,000
14 Bebe 500,000
15 Cici 500,000
16 Harun 500,000
17 Lija 500,000
18 Mulia 750,000
19 Nasir 500,000
20 Nursia 500,000
21 Narubia 500,000
22 Samsia 750,000
Total 33,300,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 33,300,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 740 ROMBONGAN

Rp. 27,635,813,175,-