JOKO SETIAWAN ( 11 Tahun, Hemobtu ). Alamat : RT01/04, Krajan, Kalikuning, Pacitan, Jawa Timur. Anak ini menderita sakit yang menyebabkan sesak nafas serta batuk berdarah, sudah hampir satu minggu Joko kambuh dari sakit yang diderita sejak kecil. Keluarga membutuhkan bantuan untuk perawatan selama di rumah sakit Pacitan, serta akomodasi saat penanganan di RS tersebut. Joko di rawat di ruang Soka RSUD Pacitan kelas III. Karena belum mempunyai jaminan kesehatan/ BPJS maka selama di rumah sakit biaya yang digunakan adalah dengan menggunakan biaya umum. Karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit tersebut maka sedekah rombongan membantunya. Bantuan ini semoga meringankan beban keluarga tersebut. Aamiin.

Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 18 Juni 2015
Kurir : @Lulut@Mawan

Joko menderita Hemobtu

Joko menderita Hemobtu


AINUR RAFIQA BINTI MUKHLIS (16, Amandel). Beralamat di Jalan Lembaga, Desa Timbuseng, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan.Dik Fika, begitu ia disapa oleh teman-temannya. Dik Fika Terserang penyakit amandel sejak 3 tahun yang lalu. Bila sakitnya kambuh amandelnya perlahan membesar dan Dik Fika merasakan kesusahan makan dan minum. Selama ini usaha pengobatan dilakukan di rumah dengan mengonsumsi obat-obatan tradisional. Dik Fika saat ini masih berstatus sebagai santri tahfidz qur’an disalah satu pesantren swasta di Desa Timbuseng. Ayahnya bernama Mukhlis Adil (40) dan Ibunya Riska Khaerani (35) punya 8 orang anak sehingga betul-betul tidak memiliki dana yang lebih untuk mengobati Dik Fika ke Rumah Sakit. Pak Mukhlis sehari-hari bekerja sebagai karyawan penjaga toko bangunan yang memiliki penghasilan yang tidak seberapa, hanya cukup untuk makan sehari-hari, belum lagi kebutuhan saudara-saudara Dik Fika yang lain yang masih membutuhkan biaya sekolah dan biaya tak terduga lainnya. Dik Fika tidak memiliki fasilitas kesehatan. Alhamdulillah kurir #SR akhirnya dipertemukan dengan Dik Fika, Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya melakukan pemeriksaan sambil mengurus fasilitas kesehatan guna semakin memudahkan Dik Fika dalam memeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit.

Jumlah bantuan: Rp 750.000
Kurir    : @areefy_dip @mahmud_adil
Tanggal           : 15 Juli 2015

Ainur menderita Amandel

Ainur menderita Amandel


MADRASAH IBTIDAIYAH DDI NURUL JIHAD.   Beralamat di Dusun Kaballokang, Desa Moncongloe, Kec. Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jihad yang berdiri pada tahun 2010 adalah satu-satunya Madrasah setingkat SD yang ada di Desa Moncongloe dan sampai saat ini  kondisi sekolah tersebut sangat memprihatinkan dimana sarana dan prasarana sebagai faktor pendukung aktivitas belajar belumlah memadai. adapun sejarah awal mula pendirian MI DDI NURULJIHAD ini, berawal dari keprihatinan salah seorang Tokoh Agama yang bernama Bapak Mustafa (60) yang pada saat itu  melihat kondisi sosial dan spiritual masyarakat Kaballokang boleh dikata cukup memprihatinkan disebabkan karena minimnya tingkat pendidikan  seperti tidak adanya pendidikan agama yang diterapkan mulai dari kecil sehingga tidak ada bekal keilmuan yang mampu  membentuk karakter dan membangun moral ketika dewasa nanti. 2M masih marak di sana kala itu. 2M  adalah singkatan dari Minum dan Maling sebuah istilah yang umum dipakai untuk memberi label pada suatu kondisi seseorang atau masyarakat yang jauh dari agama. atas dasar itulah Pak Mustafa bersama Tokoh-tokoh lainnya membicarakan dan  berinisiatif untuk membangun sebuah Sekolah Madrasah sebagai sarana pendidikan dasar yang berbasis keagamaan dan akhir dari sebuah pembicaraan melahirkan kesepakatan bersama untuk mendirikan Madrasah Ibtidaiyah yang sekarang kita kenal Madrasah Ibtidaiyah DDI Nurul Jihad. Pak Mustafa dan tokoh-tokoh lainnya memiliki ekspektasi kedepan tentang berdirinya sebuah Sekolah Madrasah agar nantinya menjadi penempa lahirnya  generasi yang bermoral dan berbudi pekerti luhur.

Pada tahun 2010 MI DDI NURUL JIHAD resmi didirikan, Sekolah yang masih baru ini  memiliki 3 orang tenaga pendidik dan siswa baru kelas 1 sebanyak 15 orang. Meskipun tanpa adanya gedung ruang kelas mereka tetap optimis dan semangat untuk menjalankan proses pengajaran yang pada saat itu sarana yang dipakai untuk aktivitas belajar masih menumpang di masjid yang  tidak jauh dari lokasi sekolah saat ini. Tahun 2011 seorang dermawan datang kerumah Pak Mustafa yang kebetulan juga ia adalah Imam Dusun Kabollokang, maksud kedatangan Pak Imam adalah untuk menawarkan sebidang tanah untuk keperluan pendirian. Pak Mustafa yang memang sangat membutuhkan lokasi sangat bersyukur dan menerima tawaran tersebut, akhirnya Pak Mustafa membeli rumah yang bahannya dari bambu kemudian rumah itu di bongkar untuk dibangun kembali di lokasi itu  dalam bentuk sekolah. adapun luas tanah yang di wakafkan oleh Pak Imam Dusun kaballokang kepada Pak Mustafa untuk dibanguni sekolah yaitu 2.500 m2.
untuk sekarang gedung sekolah yang berdindingkan bambu ini memiliki guru honorer sebanyak 9 orang diantaranya:
1. Mustafa, S.PdI
2. Rosma
3. Bahtiar
4. Hasbiyah, S.PdI
5. Nurhikmah
6. Sumarni
7. Usman
8. Nuraini
9. Tajuddin.

Menurut Pak Mustafa, hiruk pikuk pembangunan Sekolah ini memang tak lepas dari tantangan dan hambatan terutama soal dana apalagi sekolah baru  yang belum memiliki izin operasional dari pemerintah sehingga bantuanpun susah untuk didapatkan. Pak Mustafa dan Kawan-kawan mau tidak mau harus berusaha keras untuk membangun sekolahnya sesuai harapan dan terus berusaha untuk memenuhi syarat-syarat dari pemerintah guna menerbitkan izin operasionalnya. Pada akhir tahun 2013 jerih payah perjuangan Pak Mustafa dan kawan-kawan terjawab sudah, izin opersionalpun dikeluarkan dan pada bulan Januari 2014 dana BOS pun  di gelontorkan ke sekolah tersebut. meski sekolah tersebut secara legal formal sudah diakui dan akses bantuan pun sudah ada namun kondisi sekolah masih sangat memprihatinkan, gedung sekolah masih seperti yang dulu dimana bangunan-bangunanya masih  dari bambu, sarana-sarana penunjang lain seperti MCK belum ada. aktivitas belajar tentu belum maksimal karna tidak ditunjang oleh sarana dan prasarana yang memadai.
Jadi, Pak Mustafa  memikul tiga tugas berat sekaligus, yaitu membangun infrastruktur Sekolah, mendidik santri, dan membina masyarakat Kaballokang terutama yang ada sekitar sekolah.
akhirnya tim Sedekah Rombongan (SR) mendatangi lokasi sekolah tersebut untuk memberikan bantuan dana sebesar Rp. 2.000.000, Pak Mustafa yang langsung menerima bantuan tersebut mengungkapkan rasa syukurnya dan berterimah kasih kepada #SR. adapun harapan Pak Mustafa kedepan semoga ia dan kawan2 mampu membangun MI DDI NURUL JIHAD sesuai harapan dan mewujudkan masyarakat Kaballokang Desa Moncongloe sebagai masyarakat yang lebih religius dan cerdas.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Kurir : @areefy_dip @ismawan_as @ridwanmuhammad
Tanggal : 26 Juli 2015

Bantuan tunai

Bantuan tunai


ISMAWATI BIN SYAMSUDDIN ( 20, Lumpuh). Alamat Jalan Poros Makassar-Maros, Lingkungan Sambotara. Kel. Bontoa, Kec. Mandai, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.

Ismawati nama akrabnya sehari hari hanya berdiam diri di rumahnya. Ia tidak bisa bekerja atau beraktivitas. Pasalnya cacat yang ia alami membuat ia tak mampu berdiri. Kondisi bagian kaki sangat kecil dan tidak mampu menopang berat badannya saat ini. Bukan hanya itu, kondisinya makin memprihatinkan karena duduk pun ia tak bisa. Ia hanya terbaring ditempat tidur. Sehari hari ia jalani kehidupan seperti itu dengan penuh kesabaran.

Ismawati mengalami cacat saat usia satu tahun. Kejadiannya saat itu Ismawati yang harusnya sudah bisa duduk tidak mampu duduk normal. Orangtuanya Bapak Syamsuddin (36) tidak membawa Ismawaty ke dokter karena alasan biaya yang cukup besar. Selain itu, ketidaktahuan mengenai kesehatan membuat orang tuanya tidak menghiraukan penyakit apa yang sedang dialami Ismawati. Apa lagi tidak ada kartu BPJS. Bapak Syamsuddin hanya bekerja sebagai tukang ojek yang penghasilannya tidak menentu.

#sedekahrombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan awal diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Mendapati bantuan tersebut, keluarga Ismawaty amat bahagia dan mengucapkan terima kasih pada #SR.
Jumlah Bantuan :   Rp 1.000.000
Tanggal : 15 Juli 2015
Kurir : @areefy_dip  @abuzed

Isma menderita Lumpuh

Isma menderita Lumpuh


NAFELA AULIA RAHMA ( 1,7 Tahun, Atresiani/Kloaka ), tinggal di RT04/02, Ngalian, Borang, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur. Putri pertama pasangan Bapak Ahmad Efendi dan Ibu Nofia Nur Cahyati ini menderita atresiani/ kloaka ( tidak mempunyai lubang dubur ) hal ini diketahui oleh keluarga sejak bayi. Karena kelainan yang dideritanya ini, Nafela mengalami kesulitan saat buang air besar, sebab tidak mempunyai lubang dubur. Nafela sudah lebih dari 30 kali menjalani pemeriksaan medis di RS Sardjito Yogyakarta, kemudian kelanjutannya akan menjalani cek kromosom atau cek kandungan, pemeriksaan tersebut diluar tanggungan BPJS sehingga sang ayah yang hanya bekerja sebagai kuli bangunan tidak mampu untuk membiayainya. Keluarga sangat berharap bantuan sedekah rombongan, semoga upaya untuk penyembuhan Nafela bisa berjalan dengan lancar. Aamiin.

Bantuan : Rp. 2.788.000,-
Tanggal : 21 Juni 2015
Kurir : @Lulut@Mawan

Nafela menderita Atresiani/Kloaka

Nafela menderita Atresiani/Kloaka


RIZKA MARHANI ( 2 Tahun, Demam Tinggi ). Tinggal di ds.Punduhsari RT04/3, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Bocah kecil ini tiba – tiba demam tinggi dan mengalami step, keluarganya melalui bantuan tetangga membawa ke Puskesmas setempat. Sang ibu, Martinah ( 36 Tahun ) sangat bingung dengan kondisinya ketika itu. Akibat panas tubuh yang tinggi maka Rizka pun seperti sudah tidak mempunyai tanda kehidupan saat itu. Keluarga ini sangat miskin, dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari pun sulit. Dengan kondisi ini, mereka sangat membutuhkan bantuan. Semoga bantuan sedekah rombongan ini bisa sedikit meringankan beban hidup keluarga Rizka.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

Rizka menderita Demam Tinggi

Rizka menderita Demam Tinggi


GIYATMI Binti Alm. SARJONO ( 68 Tahun, Bantuan Tunai ). Tinggal di dsn.Pringapus, Gunungan, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup sendiri di rumah gubuk yang rapuh dan memprihatinkan kondisinya. Berlantaikan tanah serta dinding gedek yang sudah tidak layak pakai. Sebab ketika hujan serta udara dingin masuk ke dalam rumah. Bantuan dari pemerintah desa sudah sering di terima oleh beliau, misalkan adanya bantuan beras untuk warga miskin. Namun, untuk kebutuhan lainnya beliau kurang mampu dalam mencukupinya. Sehingga ketika kita bergerak untuk survey salah satu sasaran yaitu dek Rizka, sekaligus memberikan bantuan tunai kepada Giyatmi agar bisa digunakan untuk meringankan beban hidupnya. Semoga, bantuan ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan bagi nya dan bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok yang dibutuhkan saat ini. Semoga meringankan beban beliau.

Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 22 Juni 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

Ibu giyatmi menderita Bantuan Tunai


KAMILAH Binti Alm. SUPONO KARIMAN ( 53 Tahun, Bantuan Tunai ), tinggal di ds. Mlopoharjo RT02/1, Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup kurang mampu. Dan membutuhkan bantuan untuk membeli beras dalam pemenuhan kebutuhan pokok makan sehari – hari. Saat kurir datang untuk memberikan bantuan, sang suami sedang pergi mencari rumput untuk pakan ternak mereka. Masih banyak yang hidup kekurangan seperti kondisi beliau saat ini. Tiap informasi mengenai sasaran dhuafa, sebisa mungkin kami lakukan survey. Dan bantuan dari para sedekaholics ini semoga bisa meringankan beban hidup seperti Kamilah. Bergerak bersama sedekah rombongan, berusaha meringankan beban hidup para dhuafa. Doa dari beliau untuk kita semua selalu diberikan kemudahan rejeki dan kesehatan. Aamiin.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Juni 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


DARA DINANTI BINTI DUDUNG WIDIONO, (12 tahun, Bantuan Tunai), Jln. Kandri, No.29, RT.01/14, Cilacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah. Adik Dara hidup berdua dengan kakaknya di sebuah kos-kosan, ayahnya yaitu Bapak Dudung Widiono bekerja di Jakarta sebagai sopir angkot, ibunya meninggal beberap tahun yang lalu karena sakit. Bapak Dudung biasanya sebulan sekali pulang ke Cilacap untuk menengok dan memberikan uang saku untuk kedua anaknya yaitu Ragil dan Dara. Adik Dara sebelum ke Cilacap dia ikut saudaranya yang tinggal di Palembang, ketika harus pindah ke Cilacap, Adik Dara tidak bisa mengurus kelanjutan sekolahnya karena dokumen administrasi yang lupa tidak dibawa ke Cilacap. Berkat kebaikan Ibu Retno dan Ibu Nunik yang mencarikan dan mengurus dokumen administrasi untuk bisa melanjutkan sekolah akhirnya Adik Dara dapat melanjutkan sekolah di kelas 6 SD. Adik Dara termasuk anak yang beruntung setelah beberapa bulan hidup berdua dengan kakaknya di kos-kosan akhirnya dia bertemu sebuah keluarga yang mau menjadi orang tua asuh untuknya. Keluarga yang baik itu adalah Bapak Gandung Supriyanto dan Ibu Nunik Poerwanti yang dengan rela bersedia merawat dan membiayai sekolah Adik Dara. Keluarga Bapak Gandung termasuk keluarga yang mapan secara ekonomi, anak mereka cuma satu yang sudah dewasa dan sedang kuliah di kota Yogyakarta, Bapak Gandung juga sering bekerja di luar kota dan Ibu Nunik seorang guru yang tinggal di rumah sendiri jika suami ada tugas kerja keluar kota. Adik Dara sekarang sudah nyaman tinggal di keluarga Bapak Gandung, oleh Ibu Nunik dia dibuatkan rekening tabungan sendiri jika ada orang yang memberikan bantuan uang untuknya. Semoga Adik Dara menjadi anak yang pandai di sekolah dan untuk keluarga Bapak Gandung diberi keberkahan dan rejeki yang melimpah oleh Allah.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno, Retno Riani, Spd
Tanggal Pemberian: 08 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SADINEM BINTI MAT SUKEMI, (80 tahun, Bantuan Tunai), Kedung Banteng, RT.03/RW.01, Jeruk Legi, Cilacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah. Ibu Sadinem seorang janda yang sudah lama ditinggal mati suaminya karena sakit. Beliau bekerja sebagai buruh tani dan tukang “ngasak padi” jika musim panen tiba dari penghasilannya itu beliau pakai untuk makan sehari-hari. Ibu Sadinem tinggal dirumah yang sederhana, lantainya sudah diplester semen, dindingnya terbuat dari bambu yang sudah dilabur dengan gamping. Ibu Sadinem harus hidup sendiri diusia yang semakin tua karena anak-anaknya sudah hidup merantau dan menetap di kota lain. Beliau masih semangat bekerja ke sawah agar tetap dapat makan setiap hari, walaupun terkadang harus beristirahat karena sakit.  Informasi tentang kondisi Ibu Sadinem di dapat dari Mas Jasiwan yang kemudian disampaikan ke kurir Regu Semut Mas Trisno untuk direkomendasikan bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan. Mas Trisno yang ditemani oleh Mas Jasiwan kemudian menyampaikan titipan bantuan sebesar Rp.1.000.000,- untuk Ibu Sadinem agar dipakai untuk membeli beras dan membeli obat jika sakit. Ibu Sadinem menjadi terharu ketika menerima bantuan itu, beliau berdoa semoga donatur dan kurir #Sedekah Rombongan diberikan kemudahan dan kelancaran rejeki oleh Allah.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno, Jasiwan
Tanggal Pemberian: 08 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


LUSIAH BINTI MAT NASIR, (80 tahun, Bantuan Tunai), Kedung Banteng, RT.01/01, Jeruk Legi, Cilalacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah. Ibu Lusiah hidup seorang diri di sebuah rumah yang sangat sederhana, dindingnya terbuat dari gedeg, tiang dan rangka rumah dari bambu sedangkan lantainya masih tanah. Beliau sudah sangat tua tetapi kondisi fisiknya masih sehat dan semangat bekerja masih tinggi, setiap hari masih kuat untuk bekerja sebagai buruh tani. Jika sedang musim panen tiba biasanya Ibu Lusiah selain bekerja buruh tani beliau nyambi sebagai tukang “ngasak padi” yaitu mengumpulkan sisa-sisa butiran padi yang masih menempel di tangkainya setelah dirontokan dengan mesin perontok padi. Hasil butiran-butiran padi yang terkumpul akan disimpan sebagai cadangan beras untuk makan sehari-hari. Ibu Lusiah memiliki lima anak, semuanya pergi merantau dan tidak ada yang mau tinggal di rumah menemani dan merawat beliau. Informasi tentang kondisi Ibu Lusiah didapat dari Mas Jasiwan yang kemudian disampaikan ke kurir Regu Semut Mas Trisno untuk direkomendasikan bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan. Mas Trisno yang ditemani oleh Mas Jasiwan kemudian menyampaikan titipan bantuan sebesar Rp.1.000.000,- untuk Ibu Lusiah agar dipakai untuk membeli beras dan membeli obat jika sakit. Ibu Lusiah menjadi terharu ketika menerima bantuan itu, beliau berdoa semoga donatur dan kurir #Sedekah Rombongan diberikan kemudahan dan kelancaran rejeki oleh Allah.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno, Jasiwan
Tanggal Pemberian: 08 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SAMINEM BINTI MAT DASIRAN, (77 tahun, Bantuan Tunai), Karang Jengkal, RT.03/RW.06, Trita Lor, Cilacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah. Ibu Saminem hidup berdua dengan anaknya yang tuna rungu dan tuna wicara, mereka tinggal dirumah yang sangat sederhana, lantainya masih tanah, dindingnya dari gedeg bambu, tiang dan rangka rumah juga dari bambu. Ibu Saminem sebenarnya punya enam anak, tetapi yang kelima anaknya yang lain saat ini sudah merantau ke kota, sedangkan yang satunya karena tuna rungu dan wicara tinggal bersama ibunya. Ibu Saminem sudah semakin tua namun masih sehat dan mampu bekerja sebagai buruh tani, anaknya yang tinggal bersama beliau juga bekerja sebagai buruh tani juga. Hasil dari mereka bekerja dipakai untuk kebutuhan makan mereka sehari-hari. Informasi tentang kondisi Ibu Saminem di dapat dari Mas Jasiwan yang kemudian disampaikan ke kurir Regu Semut Mas Trisno untuk direkomendasikan bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan. Mas Trisno yang ditemani oleh Mas Jasiwan kemudian menyampaikan titipan bantuan sebesar Rp.1.000.000,- untuk Ibu Saminem agar dipakai untuk membeli beras dan membeli obat jika beliau sakit. Ibu Saminem menjadi terharu ketika menerima bantuan itu, beliau berdoa semoga donatur dan kurir #Sedekah Rombongan diberikan kemudahan dan kelancaran rejeki oleh Allah.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno, Jasiwan
Tanggal Pemberian: 08 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


FATHUR ROZI BIN MUSTAQIM, (13 tahun, Bantuan Tunai), Tanggung, RT.04/RW.10, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Fathur saat ini sudah diterima sebagai murid baru di MTs Nurul Huda Tulakan, dia mendapatkan keringanan biaya pendidikan dari pihak sekolah. Namun untuk biaya seragam sekolah masih harus membeli sendiri, kondisi orang tuanya yang kurang mampu secara ekonimi belum bisa membayar uang seragam. Biaya seragam yang harus dilunasi Adik Fathur sekita Rp.760.000,-, dia juga belum memiliki buku, alat tulis, sepatu dan tas sekolah. Berdasarkan informasi yang diterima Mbak Lilis dari tetangganya tetang kondisi orangtuanya yang kuram mampu itu, Mbak Lilis kemudian merekomendasikan untuk bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan.  Melalui Regu Semut #SR kemudian Mbak Lilis dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah yang Adik Fathur perlukan, “Dia terlihat senang sekali ketika mengetahui jika dia bisa beli sepatu baru untuk sekolah.” kata Mbak Lilis.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


IRMAWATI BINTI JUMANI, (14 tahun, Bantuan Tunai), Tanggung, RT.01/RW.09, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Irma sebulan yang lalu ibunya meninggal dunia karena sakit stroke, sekarang dia harus hidup berdua dengan ayahnya yaitu Bapak Jumani. Ayahnya bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang minim. Adik Irma setelah lulus SD sekarang melanjutkan sekolah ke MTs Nurul Huda dengan mendapatkan keringanan biaya pendidikan dari pihak sekolah, namun untuk biaya seragam sekolah masih harus membeli sendiri. Kondisi ayahnya yang kurang mampu membuatnya tidak mampu untuk melunasinya, untuk perlengkapan sekolah seperti buku, alat tulis, sepatu dan untuk sekolah juga belum ada. Berdasarkan informasi dari seorang guru yang mengajar di MTs tentang kondisi Adik Irma dan orang tuanya yang tidak mampu dan memprihatinkan itu kemudian Mbak Lilis merekomendasikan untuk bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan. Alhamdulillah melalui Regu Semut #SR kemudian Mbak Lilis dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah yang Adik Irma perlukan, “Dia terlihat senang sekali ketika mengetahui jika dia bisa beli sepatu baru untuk sekolah.” kata Mbak Lilis.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


GIARTO BIN BONANDI, (14 tahun, Bantuan Tunai), Pageran, RT.03/RW.08, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur.
Adik Giarto saat ini dirawat oleh Buliknya yaitu Ibu Sumiyem karena ayahnya yang masih ada dalam kondisi depresi semenjak istrinya meninggal yaitu ibunya Adik Giarto. Ayahnya semenjak depresi sudah tidak mampu untuk merawat anaknya oleh karena itu Adik Giarto dititipkan ke bulinya. Adik Giarto sudah lulus SD dan sekarang melanjutkan ke MTs Nurul Huda Tulakan dengan mendapatkan keringanan biaya sekolah, namun untuk biaya seragam tetap harus membeli sendiri. Ayah dan buliknya sampai saat ini belum mampu membayar uang seragam, perlengkapan sekolah seperti buku dan alat tulis, sepatu dan tas sekolah belum ada. Adik Giarto termasuk anak yang rajin dan pandai, dia mau bekerja mencari rumput untuk makan ternak tetangganya dengan upah Rp.2.000,-. Berdasarkan informasi tetang kondisi Adik Giarto yang memprihatinkan itu, kemudian Mbak Lilis merekomendasikan untuk dia bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan, melalui Regu Semut #SR kemudian Mbak Lilis dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah yang Adik Giarto perlukan seperti buku dan alat tulis, sepatu dan tas sekolah. Raut bahagia terpancar dari wajah Adik Giarto dan orang tuanya ketika menerima bantuan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


KHAMIDAH NUR LAILI BIN LAMIDI, (13 tahun, Bantuan Tunai), Saman, RT.04/RW.05, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Khamidah seorang anak yatim piatu, ayahnya sudah lama meninggal dunia karena sakit sedangkan ibunya baru dua bulan yang lalu meninggal dunia juga karena sakit. Semenjak ibunya meninggal dunia, dia dan adiknya saat ini dirawat oleh pamannya. Adik Khamidah baru saja lulus SD dan sekarang melanjutkan di MTs Nurul Huda Tulakan, dia mendapatkkan keringanan biaya sekolah, namun untuk seragam sekolah tetap harus membeli sendiri. Perlengkapan sekolah seperti buku dan alat tulis, sepatu dan tas sekolah juga belum punya. Adik Khamidah harus membayar biaya bahan seragam sekolah sebesar Rp.760.000,- sampai saat ini belum mampu dibayar oleh pamannya. Berdasarkan informasi yang diterima Mbak Lilis dari tetangganya tetang kondisi Adik Khamidah, Mbak Lilis kemudian merekomendasikan untuk bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan, melalui Regu Semut #SR kemudian Mbak Lilis dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah yang Adik Khamidah perlukan, seperti buku dan alat tulis, sepatu dan tas sekolah. Dia terlihat senang sekali sampai menangis ketika menerima bantuan itu.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


AGUS NURCAHYO BIN SAERAN, (13 tahun, Bantuan Tunai), Kalialang, RT.03/RW.11, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Agus baru saja lulus dari bangku SD dan akan melanjutkan ke jenjang SMP, dia sudah mendaftar ke MTs Nurul Huda Tulakan dan telah diterima. Pihak sekolah memberikan keringanan biaya sekolah karena orang tuanya termasuk keluarga yang kurang mampu secara ekonomi, namun untuk biaya seragam sekolah tetap harus membayar. Bapak Saeran yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan minim sedangkan ibunya bekerja sambilan sebagai tukang pencari daun cengkeh kering untuk dijual ke pengepul penyulingan minyak cengkeh. Menurut seorang guru di MTs itu, sampai saat ini orang tuanya belum mampu membayar biaya seragam sekolah sebesar Rp.760.000,-, untuk sekolah dia masih memakai seragam pinjaman dari tetangganya yang sudah lulus. Adik Agus juga belum membeli buku dan alat tulis, sepatu dan tas sekolahnya yang lama sudah tidak layak pakai karena rusak dan sobek, dia berharap bisa mempunyai sepatu baru untuk sekolah. Berdasarkan informasi yang diterima Mbak Lilis dari tetangga Adik Agus tetang kondisi orangtuanya, dia kemudian merekomendasikan untuk bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan.  Melalui Regu Semut #SR kemudian Mbak Lilis dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah yang Adik Agus perlukan, “Dia terlihat senang sekali ketika mengetahui jika dia bisa beli sepatu baru untuk sekolah.” kata Mbak Lilis.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


BAMBANG SETIAWAN BIN SUKATMIN, (14 tahun, Bantuan Tunai), Njenggring, RT.04/RW.08, Ngile, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Bambang tinggal berdua dengan ayahnya di rumah yang masih magersari (menumpang rumah orang lain) dengan kondisi yang sangat sederhana, lantainya masih tanah dan dindingnya gedeg. Ibunya sudah lama pergi entah kemana meninggalkan suami dan anaknya. Bapak Sukatmin saat ini tubuhnya terlihat kurus karena sering sakit-sakitan, beliau bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan sangat minim. Adik Bambang sudah diterima sebagai siswa baru di MTs Nurul Huda Tulakan, dia mendapatkan keringanan biaya sekolah kecuali biaya seragam sekolah sebesar Rp.750.000,- orang tuanya tetap harus membayar dan sampai saat ini belum mampu membayarnya karena belum ada uangnya. Adik Bambang juga belum mempunyai buku dan alat tulis, sepatu dan tas sekolahnya yang lama sudah mulai rusak dan tak layak pakai, dia ingin sekali bisa mempunyai sepatu dan tas baru namun ayahnya belum mampu untuk membelikan untuk anaknya. Berdasarkan informasi yang diterima dari tetangga Bapak Sukatmin tetang kondisi sekolah anaknya, Mbak Lilis kemudian merekomendasikan untuk bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan, melalui Regu Semut #SR kemudian Mbak Lilis dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah yang Adik Bambang perlukan. Dia dan ayahnya terlihat senang sekali ketika menerima bantuan itu, ayahnya sampai terharu.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MUHAMAD SUBKHAN BIN IHSANUDIN, (14 tahun, Bantuan Tunai), Tanggung, RT.01/RW.09, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Subkhan baru saja lulus dari SD dan akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMP, dia sudah mendaftar dan diterima di MTs Nurul Huda Tulakan. Daerah tempat tinggal Adik Subkhan merupakan pegunungan di timur kota Pacitan, ayahnya bekerja sebagai buruh tani. Mereka tinggal di rumah kampung yang sederhana dan kurang mampu dalam hal ekonomi. Berdasarkan informasi yang disampaikan Mbak Lilis yang bertanya pada seorang guru di sekolahan Adik Subkhan menceritakan bahwa orang tua Adik Subkhan belum mampu melunasi biaya seragam sekolah. Dia juga belum mempunyai buku dan alat tulis, sepatu buat sekolah sudah rusak dan tasnya juga robek. Orang tuanya ingin membelikan perlengkapan sekolah itu namun belum ada uang. Mbak lilis kemudian merekomendasikan untuk bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan.  Melaui Regu Semut #SR kemudian Mbak Lilis menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah yang Adik Subkhan perlukan. “Dia terlihat senang sekali ketika mengetahui jika dia bisa beli sepatu baru untuk sekolah.” kata Mbak Lilis. Ayahnya juga terharu dan mengucapkan terima kasih banyak setelah menerima bantuan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


WAHYU MUHAMAD KURNIAWAN BIN SOIMAN, (13 tahun, Bantuan Tunai), Njenggring, RT.03/RW.08, Ngile, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Wahyu saat ini hidup bersama dengan orang tuanya di rumah yang masih sederhana, didingnya masih berupa gedeg dan lantainya masih lantai tanah. Adik Wahyu termasuk anak yang pandai di sekolahan, dia baru saja lulus dari SD dan akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Adik Wahyu sudah mendaftar dan diterima di MTs Nurul Huda Tulakan. Menurut guru di MTs itu, orang tuanya belum mampu membayar biaya bahan seragam sekolahnya sebesar Rp.760.000,-, untuk sementara dia harus pinjam tetangganya yang sudah lulus sampai orang tuanya dapat membayar seragam sekolahnya. Bapak Soiman bekerja sebagai buruh tani dan ibunya bekerja sampingan sebagai pencari daun cengkeh kering untuk dijual ke pengepul untuk disuling. Adik Wahyu juga belum punya buku dan alat tulis, sepatu dan tas untuk sekolah yang lama sudah rusak dan robek, dia berharap bisa mempunyai sepatu baru untuk sekolah. Berdasarkan informasi yang diterima Mbak Lilis dari saudaranya yang merupakan tetangga Adik Wahyu, dia kemudian merekomendasikan untuk bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan.  Melalui Regu Semut #SR kemudian Mbak Lilis dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah yang Adik Wahyu perlukan, “Dia terlihat senang sekali ketika mengetahui jika dia bisa beli sepatu baru untuk sekolah.” kata Mbak Lilis.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


ASROFUL ANAM BIN BAHRUDIN, (12 tahun, Bantuan Tunai), Kalialang, RT.03/RW.12, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Adik Anam tinggal berdua dengan neneknya di sebuah rumah kampung yang sangat sederhana, dindingnya masih gedeg dan lantainya masih berupa tanah, kedua orang tuanya saat ini sedang bekerja merantau ke kota. Neneknya bekerja sebagai buruh tani untuk dapat menghidupi dan merawat cucunya, terkadang neneknya dengan dibantu oleh Adik Anam juga mencari daun cengkeh kering untuk dijual dan hasilnya bisa untuk membeli beras. Walau hidup dalam kekurangan namun neneknya tetap ingin agar cucunya terus bersekolah, Adik Anam termasuk anak yang pandai, nilai pelajaran disekolahnya bagus. Adik Anam sudah diterima sebagai murid baru di MTs Nurul Huda Tulakan, dia mendapatkan keringanan biaya sekolah kecuali untuk bahan seragam sekolah sebesar Rp.760.000,- tetap harus membeli sendiri yang sampai saat ini belum mampu untuk dibayar. Adik Anam juga belum mempunyai buku dan alat tulis, tas dan sepatu untuk sekolah yang lama sudah rusak dan tak layak pakai. Berdasarkan informasi tetang kondisi Adik Anam yang disampaikan ke Mbak Lilis oleh tetangganya kemudian Mbak Lilis mekomendasikan untuk bisa dibantu oleh donatur #Sedekah Rombongan. Melalui Regu Semut #SR kemudian Mbak Lilis dengan ditemani Mas Arif menyerahkan titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa dipakai untuk membeli perlengkapan sekolah yang Adik Anam perlukan. Dia terlihat senang sekali ketika menerima bantuan itu keinginannya untuk bisa membeli sepatu baru untuk sekolah bisa terwujud.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 11 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


DARIYAH BINTI RESO SAIMAN, (65 tahun, Bantuan Tunai), Karangan, RT.02/RW.07, Karanganom, Klaten, Jawa Tengah. Ibu Dariyah seorang nenek yang hidup sebatang kara sampai saat ini beliau belum menikah sehingga tidak memiliki anak. Ibu Dariyah tidak punya tempat tinggal untuk makan biasanya diberi oleh tetangganya. Ibu Dariyah saat ini hidup menupang dan dirawat oleh Bapak Slamet tetangga terdekatnya. Walaupun kondisi ekonomi yang juga belum mapan tetapi bapak slamet tetap memutuskan merawat Ibu Dariyah semampunya. Bapak Slamet baru saja habis operasi hernia sehingga dia tidak bisa bekerja sedangkan putranya juga belum bisa berjalan karena musibah kecelakaan lalu lintas yang menimpanya. Ibu Slamet lah yang sekarang menjadi tulang punggung mencari nafkah, yang lebih memilukan lagi Ibu Slamet sebenarnya sakit gula kering, beliau disarankan untuk opnam oleh dokter, tetapi dia menolak karena harus merawat suami, anaknya dan Ibu Dariyah. Ibu Dariyah harus sabar dan tabah untuk hidup di keluarga Bapak Slamet yang sedang diuji dengan musibah sakit yang membutuh banyak biaya untuk hidup dan berobat. Regu Semut melalui kurir Mas Yuli menyampaikan bantuan dari Donatur #Sedekah Rombongan untuk Ibu Dariyah sebesar Rp.1.000.000,- untuk meringankan biaya hidup sehari harinya.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir Bantuan : @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh, Timbul
Tanggal Penyampaian : 12 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MUKHLAS GALIH PANGESTU BIN SUGIYANTO, (12 tahun, Hidrochepalus Minor), Mertan, RT.02/10, Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo, Yogyakarta. Adik Mukhlas mengalami cacat fisik dan mental semenjak lahir, dia menderita cacat fisik yaitu hidrochepalus minor, semua jarinya tak beruas, bisu,tuli, dan di bagian kelopak matanya sedikit keluar dari struktur normal mata. Adik Mukhlas adalah putra tunggal dari pasangan Bapak Sugiyanto dan Ibu Ratmini dengan kondisi ekonomi yang sangat tidak mampu. Dahulu ketika Ibu Ratmini akan melahirkan dan membutuhkan biaya banyak, Bapak Sugiyanto berusaha mencarikan kekurangan dana yang belum ada namun ketika diperjalanan beliau mengalami kecelakaan yang membuatnya mengalami patah tulang. Akibat kecelakaan itu Bapak Sugiyanto menderita cacat permanen sampai sekarang. Bapak Sugiyanto dulu bekerja sebagai buruh bangunan namun semenjak kecelakaan itu beliau praktis tak bisa bekerja mencari nafkah hingga sekarang, Ibu Ratmini yang kemudian menggantikan perannya bekerja. Bapak Sugiyanto saat ini yang harus di rumah menjaga dan merawat anaknya. Ketika Regu Semut #SR yang diwakili kurir Yuli berkunjung ke rumah Bapak Sugiyanto kondisi rumah beliau sangat tidak layak, menurut cerita tetangganya rumah itu sudah lebih baik dari yang sebelumnya. Adik Mukhlas terlihat tidak mau bertemu dan sedikit berontak ketika hendak bersalaman dengan kurir Yuli namun akhirnya bisa ditenangkan oleh ibunya. Kondisi keluarga Bapak Sugiyanto serba kekurangan ditambah harus merawat anaknya yang menderita cacat fisik dan mental mendorong kepedulian tetangga untuk membantu semampu mereka, ada yang memberi uang atau makanan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Kurir Penyampai: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh S, Sutrisno B
Tanggal Penyampaian: 13 Agustus 2015

Mukhlas menderita Hidrochepalus Minor

Mukhlas menderita Hidrochepalus Minor


NARTI BINTI SUPARNO, (60 tahun, Sakit Pembengkakan Jantung dan Komplikasi Kolesterol ), Jln. Meliwis Putih, RT.01/RW.01, Ngrowo, Bojonegoro, Jawa Timur. Ibu Narti seorang janda dengan empat orang anak, suaminya meninggal 10 tahun yang lalu. Selama ini beliau bekerja sebagai penjual gorengan untuk menghidupi ke empat anaknya. Saat ini ke empat anaknya sudah dewasa, anak yang pertama bekerja sebagai buruh serabutan, anak yang kedua bekerja sebagai penjaga rental mobil, anak yang ketiga belum bekerja, sedangkan anak yang ke empat bekerja sebagai pelayan di warung kopi. Seminggu yang lalu Ibu Narti harus dirawat di ruang ICU RSUD Bojonegoro karena sakit pembengkakan jantung dan komplikasi kolesterol, beliau beruntung Jamkesmas yang dimilikinya bisa dipakai untuk jaminan biaya administrasi di rumah sakit. Mas Budiyanto yang merupakan teman dari anak Ibu Narti sekaligus kurir Regu Semut #SR di Bojonegoro  merekomendasikan agar Ibu Narti bisa dibantu #Sedekah Rombongan. Melalui Regu Semut bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- disampaikan oleh mas budiyanto yang diterima oleh anak keduanya sebagai perwakilan dari Ibu Narti. Pada saat penyerahan bantuan ternyata Ibu Narti sudah mendapatkan izin dokter untuk pulang dan menjalani rawat jalan, semoga Ibu Narti segera diberi kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Kurir Penyampai: @IqbalRekarupa, Rudianto, Wahyu Budiyanto
Tanggal Penyampaian: 18 Agustus 2015

Ibu narti menderita Sakit Pembengkakan Jantung dan Komplikasi Kolesterol

Ibu narti menderita Sakit Pembengkakan Jantung dan Komplikasi Kolesterol


LUKMANTO BIN DALIMAN, (75 tahun, Sakit Komplikasi: Paru-paru Basah dan Jantung), Miri, RT.08, Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Bapak Lukman bekerja sebagai tukang rosok keliling, beliau mengumpulkan dan kadang membeli barang rosok dari kampung ke kampung dengan menggunakan sepeda ontel dan kronjot bambu diboncengannya. Jika barang rosokan yang dikumpulkan sudah banyak maka beliau akan menjualnya ke pengepul rosok, uang yang diperolehnya beliau pakai untuk menghidupi istri dan anaknya. Semenjak dua bulan yang lalu Bapak Lukman sudah tidak rutin mencari rosok lagi karena merasa sesak nafas dan badannya sakit. Sebulan terakhir nafsu makannya mulai menurun sehingga badannya terlihat semakin kurus. Tanggal 18 Agustus Bapak Lukman dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul kerena sesak nafas yang berat, beliau beruntung BPJS yang dimiliki bisa dipakai untuk jaminan administrasi. Menurut diagnosis dokter Bapak Lukman sakit paru-paru basah dan pembengkakan jantung. Melihat kondisi ekonomi keluarga beliau yang tidak mampu kurir Rudi memutuskan untuk menitipkan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.500.000,- untuk membantu biaya akomodasi dan transportasi dalam masa perawatan di rumah sakit, semoga Bapak Lukman segera diberi kesembuhan dan keluarga yang merawatnya diberi kemudahan dan kelancaran urusan olah Allah.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lina Yuliani
Tanggal Pemberian: 19 Agustus 2015

Pak lukmanto menderita Sakit Komplikasi: Paru-paru Basah dan Jantung

Pak lukmanto menderita Sakit Komplikasi: Paru-paru Basah dan Jantung


SOGINEM BINTI KARYOREJO, (80 tahun, Bantuan Tunai), Krajan, RT.03/31.03, Slagi, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Soginem tinggal berdua dengan cucunya disebuah rumah yang sederhana. Beliau saat ini sakit katarak sehingga sudah tidak mampu melihat lagi. Cucunya yang setiap hari merawat beliau, membantu menyuapi, mengantarnya mandi dan menuntunnya ketempat tidur jika ingin beristirahat. Cucunya saat ini masih sekolah di kelas 8 SMP, setelah pulang sekolah dia menyuapi neneknya untuk makan siang. Jika sudah selesai mengurus neneknya dia kemudian bekerja sambilan membantu tetangganya untuk menyapu atau mengepel agar bisa mendapatkan upah untuk membeli beras. Kondisi Ibu Soginem sungguh memprihatinkan rumahnya belum ada listriknya, sehingga jika malam pasti gelap, cucunya tidak mau menggunakan lilin takut jika tersenggol neneknya dan bisa terjadi kebakaran. Sebenarnya ada tetangga yang mau menyalurkan listrik dari rumahnya namun karena ibu soginem tidak mampu membayar iuran setiap bulannya maka oleh tetangganya listriknya diputus. Kasur tempat tidurnya ternyata banyak sekali kutu kasurnya sehingga setiap tidur selalu digigit kutu dan bentol-bentol. Beberapa hari ini beliau sering merasakan sakit dan tidak enak badan namun tidak punya biaya untuk periksa ke puskesmas atau dokter.
Informasi tentang kondisi keluarga Ibu Soginem di dapat melalui teman kurir Rudi yang ada di Pacitan yaitu Mbak Lilis dan Mas Arif. Mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan biaya periksa ke puskesmas untuk Ibu Soginem. Semoga cucunya diberi kekuatan dan kesabaran untuk merawat Ibu Soginem dengan baik.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 19 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SOGIRAH SAMIN, (85 tahun, Bantuan Tunai), Tanjungsari, RT.03/31.03, Tanjungsari, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Sogirah hidup berdua dengan suaminya yaitu Bapak Samin disebuah rumah magersari (menumpang di rumah orang lain) karena mereka sudah tidak punya rumah sendiri. Bapak Samin saat ini sakit stroke yang hanya bisa terbaring di tempat tidur saja, untuk makan dan minum harus disuapin serta buang air kecil dan besar harus dibantu oleh istrinya. Ibu Sogirah sudah tidak bekerja lagi karena memang harus merawat dan mengawasi suaminya untuk makan dan minum sehari-hari mereka dibantu oleh tetangga sekitar.
Jika tidak ada yang memberi makan terpaksa mereka puasa, sampai ada tetangga yang datang mengantarkan makan untuk mereka. Informasi tentang kondisi keluarga Ibu Sogirah di dapat melalui teman kurir Rudi yang ada di Pacitan yaitu Mbak Lilis dan Mas Arif. Mereka kemudian bersedia untuk membantu menyampaikan titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk membantu biaya hidup sehari-hari dan membeli obat untuk Bapak Samin. Semoga Ibu Sogirah diberi kekuatan dan kesabaran untuk merawat suaminya dengan baik.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 19 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


AZAMIL HASAN (2, Leukemia). Alamat: Dusun Tengkolak Timur, RT.4/2, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang,  Jawa Barat. Ayahnya bernama Nuriban (55) dan ibunya bernama Kartini (48). Jaminan kesehatan yang dimiliki keluarga ini adalah Jamkesmas dengan tanggungan keluarga 3 orang. Azamil  sejak satu tahun yang lalu mejalani rawat jalan di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung karena Leukemia yang ia derita. Ia harus menjalani kemoterapi setiap minggunya agar keadaannya segera pulih dan sel-sel kanker hilang dari tubuhnya. Ayah Azamil merasa tak sanggup membiayai seluruh pengobatan anaknya ini karena penghasilannya sebagai buruh harian hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka membutuhkan biaya transport Karawang-Bandung dan biaya hidup sehari-hari selama pengobatan.  Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan banjutan lanjutan untuk Azamil. Bantuan sebelum ini sudah tercatat di Rombongan 686. Bantuan saat ini juga akan dipergunakan untuk pembelian obat (Mercaptopurin).

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Agustus 2015
Kurir:  @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Azamil menderita  Leukemia

Azamil menderita Leukemia


ASEP M. AKBAR (4, Kanker Darah). Alamat: Kampung Cibeleton RT.3/9, Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindang Kerta, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Akbar adalah anak kedua dari pasangan suami istri, Bapak Iwan K. (32) yang bekerja sebagai buruh serabutan, dan ibu Nia K (32), seorang ibu rumah tangga. Akbar diketahui menderita kanker darah sejak bulan Juli 2013. Awalnya sakit Akbar dibawa berobat ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Cililin dan RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menggunakan jaminan SKTM. Karena biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan Akbar sangat besar sedangkan penghasilan ayah Akbar sebagai buruh serabutan kurang mencukupi, terpaksa keluarga dhuafa ini menjual rumah yang mereka tempati. Saat ini mereka terpaksa tinggal di rumah nenek Akbar. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Akbar dan orangtuanya sehingga dapat membantu pengurusan jaminan kesehatan BPJS Non PBI Kelas 3 sekaligus mendampingi Akbar menjalani pengobatan. Akbar mendapat kemoterapi yang dijadwalkan setiap 5 minggu sekali. Sampai dengan saat ini ia telah menyelesaikan kemoterapi ke-27. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan yang digunakan untuk membeli obat Mercaptopurin yang masih kurang namun sangat dibutuhkan Akbar. Obat ini tidak dijamin oleh  BPJS. Sebelum ini bantuan untuk Akbar sudah masuk Rombongan 686. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada Akbar dan keluarganya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Asep menderita Kanker Darah

Asep menderita Kanker Darah


AHMAD MUZAKI (4, leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT .2/1 Desa Wanayasa Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Zaki adalah buah hati pasangan Bp. Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak 1 tahun yang lalu, Zaki didiagnosis menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Saat ini Zaki tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia termasuk pasien dampingan #SR yang telah menerima bantuan. Sebelum ini bantuan baginya masuk di Rombongan 723. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik. Meskipun demikian, ia masih harus melanjutkan terapinya. Karena itu, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan dari sedekaholoks yang dia pergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak tercover oleh jaminan kesehatan BPJS yang di miliki. Jazakumullah sedekahholics! Sedekahmu bisa meringankan saudara kita yang saat ini membutuhkan obat untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Ahmad menderita leukemia

Ahmad menderita leukemia


ERINA NURFADILAH (4, Leukemia Limpoblastik Akut (LLA)). Alamat: Dusun Sukasari RT.8/4, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Balita buah cinta pasangan Ahmad (37) dan Dedeh Ropiah (35) ini menderita Leukemia sejak satu tahun yang lalu. Sebelumnya Erina sering mengeluh merasa nyeri di tubuhnya disertai  lemas. Melihat kondisi fisiknya yang terus menurun, oleh orangtuanya Erina dibawa ke RSUD Karawang untuk diperiksa. Setelah mendapat perawatan sementara di rumah sakit ini, Erina kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung  karena penyakit yang dideritanya tergolong parah dan memerlukan penanganan yang lebih komprehensif. Setelah dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang yang lengkap di RSHS Bandung, Erina didiagnosis mengidap Leukimia Limpoblastik Akut dan harus menjalani tatalaksana kemoterapi sebanyak 8 kali. Fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah yang dimiliki,  cukup meringankan penderitaan mereka saat berobat mengingat Pak Ahmad, ayah Erina hanya bekerja sebagai buruh tani harian. Pada saat #SedekahRombongan bertemu pertama kali dengan Erina, ia terlihat hampir tidak bisa berjalan karena kanker darahnya sudah menyebar ke tulang. Tanpa berbelit-belit dan rumit, titipan dari langit untuk Erina segera disampaikan. Erina rutin dibawa kontrol teratur ke rumah sakit setiap bulannya. Alhamdulillah, kemajuan perkembangan kesehatan Erina sangat menggembirakan. Saat ini a sudah dapat bermain, berlari dan terlihat lincah seperti anak seusianya. #SedekahRombongan melakukan pendampingan dan santunan berkelanjutan kepada Erina melengkapi bantuan sebelumnya yang tercatat  dalam rombongan 695. Saat ini kembali diberikan bantuan untuk membeli obat Mercapto setelah kemoterapi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Agustus 2015
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung@hapsarigendhis

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut (LLA)

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut (LLA)


SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Sopa, putri Bp. Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics #SR sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan santunan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 695. Perkembangan kondisi Sopa terus membaik. Santunan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Bantuan tersebut juga digunakan untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut setelah kontrol rutin di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Agustus 2015
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @hapasrigendhis

Sopa menderita Lupus

Sopa menderita Lupus


SINTA BINTI MAHMUDIN (7, Kanker Darah) Alamat: Kampung Papanggungan RT.1/6, Mekarsari, Cikajang, Garut. Anak pasangan Mahmudin (48) dan Eneng Suryati (47) ini menderita kanker darah sejak 2 tahun yang lalu. Sampai dengan saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di RS Hasan Sadikin Bandung. Kesulitan yang dirasakan keluarga Bapak Syarifudin adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung, walaupun untuk berobat mereka cukup terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang sementara ini terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan mereka, sehingga bantuan lanjutan untuk Sinta dapat disampaikan. Bantuan ini dipergunakan untuk membeli obat kemoterapi (MP6). Kini Sinta tengah menjalani kemoterapi ke-42 dari 52 kali kemo yang dijadwalkan. Sebelum ini ia sudah tercatat masuk di Rombongan 656. Alhamdulillah kondisi Sinta menggembirakan dan terus mengalami perbaikan meskipun masih harus menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Sinta menderita Kanker Darah

Sinta menderita Kanker Darah


NENENG BAITASIAH (32, Tumor Jinak di Payudara). Alamat : Kp. Kadu Hejo RT.7/3, Kel. Citumenggung, Kec. Bojong, Kota Pandeglang, Prop. Banten, Kode Pos 42275. Ibu Neneng Baitasiah (32) mungkin tak pernah menyangka, benjolan kecil di payudaranya yang mulanya dikatakan dokter tidak berbahaya, kini berubah menjadi sangat besar bahkan melebihi ukuran kepalanya sendiri. Sebetulnya benjolan di payudara sebelah kanannya sudah ada sebelum ia menikah, namun ukurannya masih kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit sehingga ia biarkan saja. Setelah ia menikah benjolan itu mulai mengalami perkembangan, terlebih lagi ketika ia mengandung anak pertamanya, Adara Irdina Ulani yang kini berusia 10 bulan. Ibu Neneng telah memeriksakan payudaranya ke salah satu rumah sakit di Serang, meskipun ia berobat menggunakan BPJS ia tetap saja diminta untuk menyiapkan sejumlah uang. Jangankan untuk biaya berobat, untuk mempersiapkan biaya persalinan saja Ibu Neneng kebingungan karena ia dan suaminya, Durohman (30), sudah tidak lagi bekerja. Sebelumnya mereka sama-sama bekerja di tempat pembibitan tanaman, namun penghasilan yang didapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Akhirnya berbulan-bulan ia tak lagi berobat, dan payudaranya terus semakin membesar. Karena khawatir berpengaruh terhadap kehamilannya, ia berobat ke RSUD Pandeglang. Dokter di sana menyarankan Ibu Neneng untuk dioperasi Caesar sekaligus diangkat benjolan di payudaranya. Namun Ibu Neneng sangat menginginkan proses persalinannya berlangsung secara normal, dan berkat kuasa Allah, ia dapat melahirkan anaknya secara normal dengan bantuan bidan di dekat rumahnya. Setelah melahirkan, beberapa bulan berikutnya ia baru bisa memeriksakan lagi payudaranya yang saat itu sudah sangat besar bahkan sudah mulai ada luka yang bermunculan. Ia berobat ke RSUD Pandeglang, namun karena kondisi Ibu Neneng sudah semakin parah dan RSUD Pandeglang terbatas peralatan medisnya, Ibu Neneng dirujuk ke RS Dharmais Jakarta. Meski belum ada hasil pemeriksaan medis yang menyatakan Ibu Neneng menderita kanker, RSUD Pandeglang tetap merujuknya dengan diagnosa Ca Mamae (Kanker Payudara) ke RS Dharmais yang merupakan rumah sakit khusus kanker. Karena tidak ada keterangan medis yang relevan, sebetulnya Ibu Neneng tidak bisa mendapatkan tindakan medis di RS Dharmais, terlebih lagi menggunakan BPJS. Namun karena sudah terlalu lelah untuk berpindah ke rumah sakit lain,  akhirnya ia mendapatkan tindakan biopsi di RS Dharmais dengan biaya sendiri, namun Alhamdulillah ia mendapatkan keringanan, biaya yang seharusnya dikeluarkan sebesar Rp. 3.000.000,- hanya perlu dibayar kurang lebih Rp. 1.000.0000,-. Hasil biopsi menyatakan  ada tumor jinak di payudara Ibu Neneng. Karena hasil yang negatif kanker itulah Ibu Neneng tidak bisa menggunakan BPJS untuk pengobatannya. Dokter dan suster yang menangani, Dr. Alban dan Suster Tuti merasa kasian terhadap Ibu Neneng. Mereka mengusahakan agar Ibu Neneng bisa berobat dengan BPJS, bahkan Dr. Alban mengajukan kasus Ibu Neneng ini ke dewan direksi RS Dharmais. Dr. Alban terus berupaya agar ia bisa menangani Ibu Neneng karena kondisinya sudah semakin parah dan khawatir jika dibiarkan terlalu lama akan terjadi pendarahan. Terlebih lagi jika Ibu Neneng dirujuk ke rumah sakit lain akan memeperlama proses pengobatannya. Karena belum ada keputusan terkait pembiayaannya, Ibu Neneng kembali ke rumahnya di Pandeglang. Perkembangan tumor di payudara Ibu Neneng semakin cepat, namun ia belum bisa  berobat ke RS Dharmais karena ketiadaan biaya dan belum adanya keputusan apakah bisa menggunakan BPJS atau tidak. Untuk membeli susu anaknya saja ia dibantu saudaranya. Selama di rumah, Ibu Neneng hanya bisa membalut payudaranya yang luka.  Setelah mendapat info terkait Ibu Neneng, Kurir #sedekahrombongan segera melihat kondisi Ibu Neneng di rumahnya. Jarak antara rumah Ibu Neneng ke RS Dharmais sangat jauh dan membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Untuk ke RS Dharmais pun keluarga harus menyewa mobil, belum lagi untuk bensin dan sewa supirnya. Meski begitu, semangat Ibu Neneng untuk sembuh sangat besar sehingga ia terus berdoa semoga ada jalan dan kemudahan. Alhamdulillah, #sedekahrombongan dapat membantu pengobatan Ibu Neneng. Pada 18 Agustus 2015, Suster Tuti menginfokan telah tersedia kamar untuk Ibu Neneng. Keesokan harinya, Ibu Neneng berangkat ke RS Dharmais dan di sana didampingi oleh Kurir #sedekahrombongan. Ibu Neneng akan dijadwalkan untuk operasi dan membutuhkan biaya lebih dari Rp. 30.000.000,-, itupun sudah mendapat keringanan berkat bantuan Dr. Alban. Kurir #sedekahrombongan memberikan bantuan dari sedekaholic sebesar Rp.15.000.000 untuk operasional dan uang muka rumah sakit. Kurir #sedekahrombongan terus mendampingi Ibu Neneng. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan dan kelancaran berobat untuk Ibu Neneng.

Jumlah Bantuan : Rp. 15.000.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @ririn_restu @jessicaputrich @endangmplus @pratama_chatur

Ibu neneng menderita Tumor Jinak di Payudara

Ibu neneng menderita Tumor Jinak di Payudara


ABU HAMZAH (54, Batu ginjal dan asam urat tinggi). Alamat: Kp. Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Satu  tahun yang lalu,  Pak Abu, mengalami gejala nyeri pinggang disertai pembengkakan pada kedua kaki sehingga tidak bisa berjalan. Dengan berbekal kartu BPJS keluarga Pak Abu membawanya ke RS. Sentra Medika Cikarang Bekasi. Pak Abu disarankan oleh dokter  untuk dirawat. Selama dalam masa perawatan di rumah sakit ini, menjalani  pemeriksaan penunjabg termasuk pemeriksaan laboratorium dan USG. Dari hasil USG dokter menyatakan Pak Abu menderita batu ginjal dan harus dioperasi, namun karena ada kendala asam urat tingguyang dideritanya, Pak Abu tidak segera dioperasi. Setelah menjalani perawatan selama 8 hari di RS. Sentra Medika, kadar asam uratnya mulai menurun. Ia diperbolehkan pulang dan selanjutnya harus kontrol seminggu sekali. Pada awal Mei 2015, Pak Abu menjalani penyinaran batu ginjal dengan jaminan kartu BPJS di RS. Sentra Medika Cibinong, tetapi karena ukuran batunya yang terlalu besar, proses penyinaran harus dilakukan beberapa kali. Sayangnya, ketika akan menjalani penyinaran laser yang ke 2, pihak BPJS Kesehatan menyatakan keberatan dan diminta agar penanganannya dilakukan di rumah sakit yang ada di sekitar Bekasi dan bisa melakukan penyinaran laser. Akhirnya, keluarga mengupayakan mencari rumah sakit yang ada di sekitar Bekasi, ternyata bisa RS. Karya Medika Cikarang . Pak Abu sudah hampir  4 tahun menganggur setelah di-PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, istrinya yang bernama Bu Karyati (45) terpaksa harus bekerja sebagai pelayan warung bakso untuk menafkahi 3 tanggungan keluarga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan lanjutan biaya akomodasi ke RS. Karya Medika. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 720.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Pak abu menderita Batu ginjal dan asam urat tinggi

Pak abu menderita Batu ginjal dan asam urat tinggi


SITI SUNARSIH (22, Kusta Basah). Alamat Kp. Bojong RT.1/5, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Bu Sunarsih berawal  5 bulan yang lalu. Ia merasakan sekujur tubuhnya terasa gatal, namun tidak begitu dihiraukan karena dianggap hanya gatal biasa. Namun, hari demi hari yang awalnya gatal-gatal ternyata berubah menjadi kemerahan di kulitnya  sehingga menimbulkan bengkak dan luka. Upaya yang dilakukan sudah berobat ke Puskesmas dan klinik terdekat. Namun, semua dokter menyarankan agar Sunarsih memeriksakan diri ke Rumah Sakit Khusus Kusta di Tangerang. Atas permintaan keluarga Sunarsih, akhirnya pengobatan hanya dilakukan di RSUD Cibitung. Setelah menjalani pengobatan selama 1 bulan, luka Sunarsih berangsur mengering dengan mengkonsumsi obat bicrolid. Namun sayangnya obat tersebut sulit ditemui di apotik RSUD Cibitung dan hingga saat ini terpaksa harus membeli di apotik lain. Harganya pun berkisar Rp. 125.000,-/strip @10 butir yang hanya cukup untuk 5 hari. Suaminya, Anen (25) adalah seorang kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Mereka memiliki tanggungan 1 anak yang saat ini berusia 5 bulan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat bicrolid. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 732.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Siti menderita kusta basah

Siti menderita kusta basah


YULNIDA (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Karees Kulon RT.5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Ibu Yulnida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anaknya dan ibunya yang sudah renta. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh harian lepas untuk menafkahi keluarga. Beban hidupnya dirasakan semakin berat sejak ia mengalami gagal ginjal kronik 4 tahun yang lalu. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia harus mengatur pola makannya sesuai anjuran dokter dan teratur minum obat. Tidak hanya itu, ia juga harus menjalani hemodialisa 2 kali dalam satu minggu agar kondisi fisiknya tetap stabil. Bu Yulnida berobat menggunakan kartu BPJS PBI Kelas 3. Alhamdulillah, sampai saat ini #SedekahRombongan dapat mendampingi Bu Yulnida berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dari perjalanan penyakitnya, diketahui bahwa pada bulan Juni 2014, Bu Yulnida mendapat tindakan penyedotan untuk mengurangi cairan di bagian perut. Keadaannya sesudah itu ia berangsur membaik. Namun, pada bulan Agustus 2014, bagian kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Bu Yulnida berobat kembali pada bulan September 2014. Saat ini kondisinya stabil meskipun ada keluhan gatal di badannya. Pada awal bulan Januari 2015 kurir SR mendapat informasi dari Bu Yulnida bahwa ia kerap merasakan denyut jantungnya berdetak cepat dan keras. Pada 29 Juni 205 kurir #SedekahRombongan menemuinya di ruangan Hemodialisa RSHS Bandung dan menyampaikan Santuan Lanjutan. Pada kunjungan terakhir tanggal 26 Februari 2015, Bu Yulnida mengutarakan bahwa tim dokter RSHS menganjurkannya berkonsultasi ke Poli Kulit serta tetap kontrol dan menjalani hemodialisa 2 kali seminggu. Pada 30 April 2015 kurir SR mengunjungi Bu Yulnida di RSHS. Pada akhir Juni 2015 ia juga menjalani kontrol rutinnya ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan meskipun permasalahan pada kulitnya sudah teratasi. Karena ikhtiar pengobatan Bu Yulnida masih panjang, kembali #SR menyampaikan Santunan Lanjutan untuk transportasi dan biaya sehari-hari Bu Yulnida selama berobat. Pada awal Agustus 2015 MTSR Bandung kembali mengantar-jemputnya ke RSHS Bandung. Bantuan untuk Bu Yulnida ini administrasinya tercatat si Rombongan 724.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik

Ibu yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik


HANI NURHAWATI (34 , Lupus dan Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang, RT.1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah walau kini ia ditinggal suaminya yang tak kuat menerima ujian. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya semakin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Ia masih harus terus berobat. Untuk meringankan beban Bu Hani, kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk uang transport dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 726.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 18 Agustus 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Hani menderita Lupus dan Kanker Kulit

Hani menderita Lupus dan Kanker Kulit


ANNISA BINTI WAWAN (3, Hydrochepalus). Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT.2/13, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Annisa, Wawan (29) bekerja sebagai kusir delman; sedangkan ibunya, Isma, hanya ibu rumah tangga. Saat Annisa berusia satu bulan, ia didiagnosis hydrochepalus. Berbekal Jamkesmas waktu itu Annisa sudah menjalani pemasangan selang (vp shunt) dan tiga kali mendapat tindakan operasi. Tetapi, sampai saat ini penyakitnya belum teratasi. Pada akhir tahun 2014 dokter menyarankan Annisa dioperasi kembali. Akan tetapi, orangtuanya merasa belum siap. Apalagi saat itu Annisa tidak terdaftar lagi sebagai peserta Jamkesmas. Masalah biaya rumah sakit menjadi kendala. Sebelumnya Annisa dirawat di RSHS Bandung karena penyakitnya kambuh, kepalanya terus membesar dan diduga mengalami meningitis. Tata laksana  terhadap keadaan Annisa membutuhkan waktu lama dan diperlukan kesiapan moril dan materiil. #SedekahRombongan kemudian mendaftrakan Annisa sebagai peserta BPJS sehingga orangtuanya tidak perlu merasa khawatir akan biaya pengobatan yang sangat mahal. Sampai Januari 2015 Annisa berobat jalan ke RSUD Soreang menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Setelah Annisa memiliki Kartu BPJS, alhamdulillah orang tuanya termotivasi kembali untuk melanjutkan tindakan operasi keempat bagi Annisa. Sayang, operasi belum dilaksanakan karena kondisi Annisa belum stabil. Ia kerap mengalami kejang setiap hari. Bahkan kini kedua matanya tak bisa melihat. Pada awal.Agustus 2015 #SR bisa bertemu lagi dengan Annisa dan keluarganya. Untuk kesekian kalinya, mereka didampingi kembali mengawali pemeriksaannya ke RSUD Soreang. Memahami begitu beratnya cobaan yang dialami keluarga miskin ini, kembali bantuan dari sedekaholics #SR disampaikan kepada mereka untuk mengurangi beban hidup dan kegalauan mereka. Bantuan yang mereka terima di rumah saudaranya ini digunakan untuk biaya transportasi ke rumah sakit, membayar iuran BPJS, serta membeli obat (kandistatin) dan biaya keperluan sehari-hari. Bantuan untuk Annisa sebelum ini administrasinya sudah masuk di Rombongan 726.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  14 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Annisa menderita Hydrochepalus

Annisa menderita Hydrochepalus


REDI GUSTIANDI (23, Gangguan Kejiwaan). Alamat: Kampung Ciwidey Tengah RT.2/10 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak kedua dari Bapak Aman (56) dan ibu Leni (56) ini tingggal di rumah kontrakan di Ciwidey bersama ketiga sausata kandunhnya. Lima tanggungan keluarga ini amat memberatkan keluarga dhu’afa ini. Apalagi, sejak empat tahun yang lalu, Redi mengalami gangguan kejiwaan. Berbagai upaya penyembuhan telah dijalankan keluarganya, baik melalui alternatif maupun medis (rawat jalan). Ia belum pernah dirawat inap secara intensif di rumah sakit, karena sampai saat ini keluarga miskin ini tidak punya jaminan kesehatan, baik Jamkesmas maupun BPJS. Fasilitas yang mereka miliki hanya SKTM dan Gakinda Kabupaten Bandung yang nominal jaminannya sangat terbatas. Domisili keluarga ini tidak menetap. Mereka kerap berpindah kontrakan. Perekonomian keluarga Rendi amat terpuruk. Ayahnya hampir dua tahun tidak bekerja karena sakit. Karena Redi dan keluarganya perlu dibantu, kader PKK Desa Ciwidey menghubungi #SedekahRombongan untuk bersama-sama mencarikan solusi. Alhamdulillah kini Redi sudah dibuatkan BPJS dan mulai bisa dimanfaatkan sejak 6 April 2015. Gangguan yang dialami Redi kerap meresahkan warga, sehingga kemudian ia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Selama 19 hari akhirnya Redi dirawat inap di RSHS Bandung dengan dampingan #SedekahRombongan. Pada 5 Mei 2015 Redi diizinkan pulang dan harus kontrol seminggu kemudian. Kini pengobatan Redi bisa dilakukan di RSUD Soreang dan ia harus kontrol sebulan sekali. Karena mereka masih sangat membutuhkan biaya untuk meneruskan pengobatan Redi, kembali pada bulan Agustus 2015 #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transport, bayar BPJS dan keperluan sehari-hari. Titipan dari langit ini diterima Redi di tempat parkir RSUD Soreang. Bantuan sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 731.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Redi menderita Gangguan Kejiwaan

Redi menderita Gangguan Kejiwaan


SYARIF NURDIANSYAH (38, Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minghu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Karena Pak Syarif masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan ikhtiar berobatnya mulai pertengahan Agustus 2015, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transport, membeli obat dan biaya sehari-hari kepada muadzin yang rutin mengajar mengaji di mushola ini. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 713.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 18 Agustus 2015
Kurir : @dd.syaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

pak syarif menderita Neurofibromatosis

pak syarif menderita Neurofibromatosis


DONI SYAIFUL RAHMAN (18,  Thalasemia Major). Alamat : Jl. Ancol Kawung No. 34 RT.4/3, Kelurahan Ancol Kawung, Kecamatan Ancol, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Doni adalah anak kedua dari Bapak Sabar (58) dan Ibu Lisa Setiawati (50). Anak pertama Pak Sabar, Desy, telah meninggal dunia di usia 25 tahun dengan  penyakit yang sama diderita Doni. Pak Sabar sempat  membiayai pengobatan dua orang anaknya tanpa jaminan kesehatan apa pun. Semua hasil jerih payah usaha Pak Sabar sudah habis terkuras. Kini yang tersisa hanyalah gubuk kecil di ujung gang sempit,  yang kini jadi tempat tinggal mereka. Rumah pengap itu menjadi saksi betapa selama ini mereka harus memikul cobaan hidup yang teramat berat! Penghasilan Pak Sabar sebagai pedagang bakso tahu pikulan keliling tentu tak seberapa dibandingkan dengan tuntutan hidup dan keniscayaan yang harus mereka hadapi setiap hari. Meskipun demikian, Pak Sabar tak pernah merasa lelah berusaha, sambil mengobati anaknya. Doni diduga mengidap penyakit Thalasemia Major sejak usia 9 bulan. Beberapa tahun terakhir ia harus ditransfusi darah dua minggu sekali. Akibat transfusi itu terjadi pembengkakan limpa dan perutnya membesar.  Ia sering mengalami sesak nafas dan harus diberi bantuan oksigen  Meskipun tabung oksigen  sudah dimilikinya, mereka harus mengisinya dua kali setiap bulan. Sebelum Doni terdaftar sebagai peserta BPJS, biaya transfusi dibayar sendiri dari hasil kerja dan pinjaman karena pengajuan SKTM tidak pernah selesai. Kini biaya transfusi darah sudah  ditanggung BPJS. Tetapi, untuk membeli obat yang lain, biaya transportasi dan kebutuhan oxygen harus mereka keluarkan sendiri walau mereka harus meminjam ke pihak ketiga. Padahal, hutang mereka terdahulu yang digunakan untuk membiayai pengobatan putranya –sebelum ada BPJS– belum terlunasi. Pak Sabar dan keluarganya membutuhkan bantuan untuk biaya pengobatan yang tidak ditanggung BPJS, transportasi, dan biaya tambahan untuk kebutuhan sehari-hari. Biaya yang mereka butuhkan untuk membeli obat, isi ulang oxygen, dan lain-lain per bulan sekitar Rp.800.000,-.  Cerita duka keluarga dhuafa ini sampai kepada kurir #SedekahRombongan berdasarkan informasi salah satu radio swasta di Kota Bandung. Alhamdulillah #SR dapat bersilaturahmi dengan keluarga yang tabah dan tawakal ini. Dan dengan rahmat Allah Swt, alhamdulillah #SR dapat menyampaikan titipan langit melalui para sedekaholics untuk membantu meringankan beban hidup keluarga dhuafa ini. Bantuan awal yang mereka terima di rumah gubuknya ini digunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @azepbima @hapsarigendhis

Doni menderita Thalasemia Major

Doni menderita Thalasemia Major


ABDUL MALIK (12; Suspect : thypus  & Demam Berdarah Dengue). Alamat: Kampung Kaum Kidul Barat RT.1/14, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Abdul Malik adalah anak kedua dari pasangan suami-istri, Syarif Hermawan (47) dan Siti Fatimah (48). Anak kelas 5 SD Negeri Babakan Tiga Ciwidey ini dikenal sebagai siswa yang aktif dan mudah bergaul. Akan tetapi, sejak 5 Agustus 2015 keceriaannya tak lagi mewarnai rumah sederhana tempat mereka merajut kehidupan. Baim –panggilan kesehariannya– jatuh sakit. Ia mengalami demam hebat dan sesekali tak sadarkan diri. Dua kali ia diperiksakan ke dokter praktek di kampungnya. Karena tak kunjung membaik, pada 10 Agustus 2015, orangtuanya menghubungi kurir #SedekahRombongan, meminta bantuan untuk kelanjutan penanganan Baim ke rumah sakit. Siang itu juga Baim langsung dievakuasi MTSR Bandung ke IGD RSUD Soreang. Baim segera ditangani tim medis dengan sigap. Malam harinya ia dipindahkan ke ruang rawat inap kelas 3 setelah jaminan kesehatan SKTM Kab. Bandung  (dengan plafon 5 juta) selesai dibuatkan. Ia diduga mengalami  demam typhoid  dan DBD. Pada 12 Agustus 2015 kondisi Baim memburuk. Menurut dokter, pada lambungnya terjadi pendarahan. Pemasangan selang nasogastric tube (NGT) dari hidungnya terpaksa dilakukan untuk mengeluarkan darahnya. Tindakan selanjutnya, ia juga  harus menerima transfusi darah. Golongan darahnya O negatif. Karena di rumah sakit tidak tersedia, #SedekahRombongan ikut mencarikannya ke PMI Kabupaten Bandung, PMI Kota Bandung, juga menyampaikan info tentang donor ini  melalui jaringan kurir #SR sampai tanggal 13 Agustus 2015, pk. 04.00 WIB. Allah SWT pasti Mahatahu yang terbaik bagi Abdul Malik. Satu jam kemudian, tepatnya  pukul 05.17 Abdul Malik alias Baim meninggal dunia di Ruang Kenanga RSUD Soreang Kab. Bandung. Sejak awal berjumpa dengan Baim dan keluarganya,  #SR sudah berempati kepada keluarga dhuafa ini. Mereka sungguh  layak dibantu ini. Dengan kehendak Allah SWT, alhamdulillah, tanda cinta dari sedekaholics  #SR telah disampaikan kepada mereka sesaat setelah jenazah Abdul Malik dikebumikan. Innaa lillaah wa innaa ilaihi raaji’uin! Semoga Dia menyambutnya: “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi. Masuklah sebagai hambaKu dan masuklah ke surgaKu”.

Jumlah Bantuan : Rp.1,000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Abdul menderita thypus  & Demam Berdarah Dengue

Alm.Abdul menderita thypus & Demam Berdarah Dengue

IIN SOLIHIN (16,  Suspect: Lumpuh Layu). Alamat : Kampung Arca RT.1/27 Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Iin Solihin sehari-hari dipanggil Ihin– adalah anak pertama dari tiga bersaudara, bukti kasih pasangan suami istri, Pak Yana (41) dan Ibu Siti Nuraeni (38). Di kampungnya, ayah Ihin dikenal sebagai buruh bangunan yang bekerja berpindah-pindah bahkan sampai ke luar Jawa. Karena itu, Ihin jarang bercengkerama dengan ayahnya. Ibunyalah yang sehari-hari menemaninya dan mengurus anak-anaknya yang lain. Sampai usia sembilan tahun, Ihin menjalani masa kanak-kanaknya seperti anak-anak lainnya: sehat dan ceria. Akan tetapi, menjelang usia sepuluh tahun, Ihin terserang sakit, Hampir dua tahun ia kerap mengalami demam berkepanjangan dan sesekali kejang-kejang. Ihin pernah diperiksakan ke Puskesmas dan dokter praktek tetapi belum pernah ditangani secara serius di rumah sakit. Walaupun memiliki Jamkesmas, keluarganya selalu khawatir kalau berurusan dengan rumah sakit. Pada tahun 2010, kondisi Ihin semakin memburuk. Ia mengalami kelumpuhan total. Tenaga medis di Puskeamas menduga Ihin terserang lumpuh layu. Sayang, pengobatan Ihin hanya dijalani secara tradisional, yaitu: diurut dan diberi ramuan berdasarkan informasi yang mereka dapat. Ihin terpuruk tak berdaya; keluarganya hanya bisa berdoa di tengah kemiskinan mereka. Bahkan kini mereka tinggal di rumah saudaranya karena rumah kecil mereka tinggali kini sudah berpindah tangan. Kegetiran hidup yang dialami keluarga ini  sampai kepada sedekaholics #SR berdasarkan informasi dari kader kesehatan di RSUD Soreang. Alhamdulillah #SedekahRombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga dhuafa ini, juga dapat menyampaikan bantuan awal untuk melanjutkan biaya pengobatan dan biaya sehari-hari Ihin dan keluarganya. Pada hari Kamis, 20 Agustus 2015 Ihin akan mengawali pemeriksaan di RSUD Soreang. Semoga Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Iin menderita Suspect: Lumpuh Layu

Iin menderita Suspect: Lumpuh Layu


HASANAH BINTI TASAR, (43, Hypertiroid / Stroke, Lumpuh Tangan & Kaki kanan). Alamat: Kampung Babakan RT. 01/10 No.29 Tapos, Kot Depok, Jawa Barat. Ibu Hasanah istri dari Bapak Saripin, seorang marbot masjid, sejak tahun 2010 mengidap Hypertiroid. Karena sering mengalami kejang, beliau sempat beberapa kali dirawat di RS. Simpangan, Depok. Ternyata Allah masih menguji keluarga ini dengan yang lebih berat, beliau terkena stroke. Kondisi ini membuat Bapak Saripin yang awalnya bekerja sebagai penjaja roti keliling akhirnya berhenti dan  fokus merawat ibu Hasanah sambil menjadi marbot masjid di kampungnya. Upaya pengobatan telah dilakukan oleh keluarga ini dengan berbagai cara dan sudah banyak biaya yang dikeluarkannya termasuk menjual semua harta yang ada, bahkan tanah dan rumah yang mereka tempatipun ikut terjual. Keluarga ini kini menumpang tinggal di rumah family. Ibu Hasanah sempat mengalami putus asa dengan penyakit dan keadaannya yang mengakibatkan beliau koma selama beberapa bulan di awal tahun 2015 lalu. Rumah sakit tempaat beliau dirawat sebelumnya merujuk ibu Hasanah ke RS Tugu Ibu Cimanggis Depok untuk melanjutkan pengobatannya. Berobat dengan menggunakan Fasilitas Kesehatan BPJS sangat membantu dalam berikhtiar untuk kesembuhannya namun biaya obat-obatan yang tidak dijamin oleh BPJS sangat memberatkan apalagi selama ibu Hasanah sakit bapak Saripin sudah tidak memiliki biaya lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan pertama sudah kami sampaikan untuk biaya transportasi selama pengobatan rawat jalan, kontrol rutin dan melakukan therapy rutin di RS.Tugu Ibu Depok. Semoga Allah memberikan kesembuhan maksimal untuk Ibu Hasanah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Agustus 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @ernatsan @endangnumik

Ibu hasanah menderita Hypertiroid / Stroke, Lumpuh Tangan & Kaki kanan

Ibu hasanah menderita Hypertiroid / Stroke, Lumpuh Tangan & Kaki kanan


FAISAL ABDUL AZIS (23, Sindrom Nefrotik). Alamat: Jl. Ir H. Juanda, GG. Masjid Darussa’adah, RT 001 RW. 010, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Sejak ayahnya, Alm. Iwan Bunardi, meninggal bulan Juni lalu, Faisal Abdul Azis (23) harus menjadi tulang punggung keluarga. Ia harus menghidupi ibu juga ketiga adiknya. Di tengah sakit yang dideritanya, ia sehari-hari bekerja sebagai pelayan restoran. Tiga tahun yang lalu, Faisal didiagnosa menderita Sindrom Nefrotik yakni adanya gangguan pada ginjal, yang jika tidak diobati fatalnya akan menyebabkan gagal ginjal. Baru sekitar satu tahun belakangan ini ia menjalani pengobatan di RS Fatmawati Jakarta, sebelumnya jika sakit ia hanya dibawa ke Puskesmas saja. Pihak Puskesmas menganjurkannya untuk membuat BPJS agar bisa menjalani pengobatan di rumah sakit. Akhirnya setelah BPJS ia miliki ia berobat ke RSUD Tangerang Selatan. RSUD Tangerang Selatan merujuknya ke RS Fatmawati Jakarta. Di sana ia menjalani tindakan biopsi dan setelah itu diharuskan mengonsumsi obat Cellcept. Mulanya obat itu ditanggung BPJS untuk jangka waktu satu bulan setiap berobat, namun sejak bulan ini BPJS hanya menanggungnya untuk jangka waktu satu minggu, sedangkan ia baru dijadwalkan kontrol lagi ke poli penyakit dalam bulan September depan. Obat yang harus dibeli terhitung sangat mahal bagi Faisal, terlebih lagi selain untuk membeli kebutuhan sehari-sehari ia juga harus menyekolahkan adiknya dan membayar kontrakan rumah. Ibunya, Tuti Hartati (46) hanya seorang ibu rumah tangga, ” Makanya saya lagi mencari pekerjaan menjadi pembantu rumah tangga biar bisa bantu anak saya,” ungkapnya. Dalam satu hari Faisal harus meminum sekitar 1 strip obat  Cellcept yang harganya lebih dari Rp. 200.000,-. Karena BPJS hanya menanggung satu minggu, ia harus memenuhi kebutuhan obatnya untuk tiga minggu dalam satu bulan. Jadi, ia membutuhkan uang lebih dari Rp. 6.000.000,- untuk membeli obat Cellcept, belum lagi untuk kebutuhan pengobatan lainnya. Kondisi tersebut membuat Faisal dan Ibunya sangat kebingungan. Saat kurir #sedekahrombongan mengunjungi Faisal di rumahnya, wajahnya bengkak-bengkak. Menurutnya, itu adalah reaksi dari penyakitnya dan jika ia tidak minum obat, fisiknya langsung menurun drastis seperti yang ia alami satu bulan yang lalu, yang menyebabkan ia dibawa ke UGD RS Fatmawati dan akhirnya dirawat. Saat ditemui, obat Faisal yang diberikan dokter hanya tinggal untuk dua kali konsumsi saja. Namun Alhamdulillah, kurir #sedekahrombongan datang dan bisa membantu meringankan beban Faisal untuk membeli obat.  Faisal sudah mencoba mengajukan keringanan ke RS Fatmawati dengan membuat surat pernyataan tidak sanggup membeli obat, namun tetap saja obat tersebut tidak penuh ditanggung oleh BPJS. Bantuan yang diberikan dipergunakan untuk membeli obat Cellcept. Semoga Faisal segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT dan ada jalan keluar untuk permasalahannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 12 Agustus 2015
Kurir: @ddsyaefudin @nurmanmlana @ririn_restu

Sindrom Nefrotik

Faisal menderita Sindrom Nefrotik

Faisal menderita Sindrom Nefrotik


SLAMET KARNOTO (53, Bocor Jantung), Alamat : Jl. Hidup Baru RT. 6/2, kelurahan Pademangan Barat Jakarta Utara. Bapak Slamet Karnoto, bapak tiga anak suami dari ibu Astuti (51) sudah delapan tahun menderita sakit jantung bocor. Gejala dan keluhan awal yang dialami oleh bapak Slamet Karnoto ia sering mengalami sesak pada dada sebelah kiri dan sulit bernafas apabila ia berjalan jauh. Pengobatan pernah dilakukannya pada Puskesmas terdekat dan dari hasil pemeriksaan dokter Puskesmas bapak Slamet Karnoto diharuskan melanjutkan pengobatannya ke RSUD Koja Jakarta Utara. Dari hail pemeriksaan dokter RSUD Koja Jakarta Utara gejala dan keluhan yang dirasakan oleh bapak Slamet Karnoto adalah gejala sakit jantung, setelah beberapa kali melakukan pemeriksaan di poli jantung RSUD Koja bapak Slamet Karnoto terdiagnosa mengalami pembengkakan jantung. Pengobatanpun terus dilakukannya berikhtiar untuk kesembuhannya namun lambat laun penyakit yang dialaminya bertambah parah dan dari hasil pemeriksaan dokter jantung, bapak Slamet Karnoto sudah mengalami kebocoran pada jantungnya. Berobat dengan fasilitas BPJS sangat membantu dalam berikhtiar untuk kesembuhannya namun biaya harian dan transportasi selama pengobatan dirasakan oleh bapak Slamet Karnoto sangat memberatkannya apalagi selama sakit ia sudah tidak bekerja lagi. Alhamdulillah #SedekahRombongan memahami kesulitan yang dialami oleh keluarga ini, bantuan awal untuk membantu biaya transportasi selama berobat jalan sudah disampaikan. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000.-
Tanggal : 13 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pak slamet menderita Bocor Jantung

Pak slamet menderita Bocor Jantung


MAHWA MAHMUD (75, Tumor di Dagu). Alamat : Gang Taufiq Kelurahan / Desa Banjar Serasan RT.2/1, Kecamatan Pontianak Timur Kota pontianak, Kalimantan Barat. Gejala penyakit Bu Mahwa muncul sejak 3 tahun yang lalu. Awalnya muncul benjolan kecil di bawah dagu namun karena tidak terasa nyeri,  Bu Mahwa tidak pernah pernah memperdulikannya sampai akhirnya benjolan tersebut semakin membesar. Di benjolan itu juga mulai  terasa sakit disertai  luka, bernanah. Rasa nyeri sangat mengganggu sampai Ibu Mahwa  terganggu  tidurnya. Putra putrinya,  Saparudin (51), Desi Nur Fitri (46), Minati (43) dan Sri Warsih (40) mengungkapkan kesedihan dan penyesalannya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan. Maklum saja putra dan putri nya sudah berkeluarga dan memiliki anak, jangankan untuk membawa ibu Mahwa  berobat, untuk bisa menghidupi anak dan istri saja sudah sangat pas-pasan. #SedekahRombongan merasakan betul kesulitan keluarga ibu Mahwa dan terutama saat mendampingi Bu Mahwa berobat. Selanjutnya ibu Mahwa  dirujuk ke RSCM Jakarta, ia tinggal beberapa hari disana dan melakukan beberapa tindakan pengobatan di RSCM. Seminggu ia berada di Jakarta namun akhirnya dokter RSCM meyarankan untuk berobat jalan kembali di Pontianak, Bantuan kembali disampaikan untuk transportasi dan membeli persediaan obat untuk bu Mahwa. Bantuan sebelumnya masuk di rombongan 734.

Jumlah Bantuan: Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 10 Agustus 2015
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis via Moch.Taqiyudin

Ibu mahwa menderita Tumor di Dagu

Ibu mahwa menderita Tumor di Dagu


MIZDA MULYADI (26, Pecah pembuluh darah otak). Alamat :  Kontrakan Ibu Debyo Unit IV Gg. Atmorejo No. 64E RT. 5/35, Ngabean kulon, Sinduharjo Ngaglik Sleman, Yogyakarta. Mizda Mulyadi yang saat ini sedang hamil 4,5 bulan mengalami rupture (pecah) pembuluh darah  saat sedang melaksanakan sholat shubuh. Pada saat melakukan sujud Mizda mengalami rasa nyeri kepala yang tidak tertahankan.   Kondisi tersebut membuat  Mizda harus segera dibawa ke rumah sakit untuk  mendapatkan pertolongan segera. Setelah dibawa ke RS Premier Jatinegara, Mizda langsung mendapatkan perawatan khusus di ruang ICU dan harus segera dilakukan tindakan  operasi untuk mengurangi cairan di otak. Alhamdulilah operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Mizda sedang menjalani masa pemulihan.  Biaya rumah sakitsampai dengan saat ini yang harus disiapkan berkisar sekitar 150 juta rupiah untuk biaya operasi dan ruang perawatan. Wimar Aditya (27), suami Mizda yang bekerja sebagai camera-person pasrah dengan keadaan  ini. Semangat Mas Wimar serta keluarga besarnya untuk kesembuhan Mizda sangat luar biasa. Doa dan support selalu dilakukan demi kesembuhan sang istri tercinta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan santunan lanjutan disampaikan kepada pak Wimar kembali setelah sebelumnya masuk di rombongan 728. Semoga  Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 16 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @jawierjawa  @hapsarigendhis

Ibu mizda menderita Pecah pembuluh darah otak

Ibu mizda menderita Pecah pembuluh darah otak


LARTI Binti Alm. KROMO SALI ( 67 Tahun, Bantuan Tunai ) tinggal di ds. Plosorejo RT03/2, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup seorang diri, kondisi sangat memprihatinkan. Beliau mengalami gejala sakit stroke dan saat kurir menyampaikan bantuan untuknya, beliau nampak terbaring lemah tak berdaya. Bantuan ini untuk meringankan beban beliau saat ini, untuk mencukupi kebutuhan makan sehari – hari. Dan membeli kebutuhan lainnya yang diperlukan saat ini. Kami cukup kesulitan untuk menghandle beliau dalam hal proses penyembuhan, sebab tak ada sanak saudara serta tempat tinggal yang cukup jauh dari kota, sehingga melalui rembug dengan RT setempat, maka kami memutuskan untuk memberikan bantuan tunai tersebut. Paling tidak bisa sedikit meringankan beban beliau saat ini.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Juni 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

 Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


ELIATUL IKHLAS, (12, Tumor Pembuluh Darah), Alamat : kampung Pakojaan RT.2/5, Desa. Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten . Eliatul Ikhlas Anak ke 2 dari 4 bersaudara, putri bapak Umed (44 tahun) dan Ibu Lilis (39 tahun) ini sejak lahir sudah memiliki kelainan. pada sebagian tubuhnya dipenuhi benjolan-benjolan bahkan benjolan itu tumbuh pada bagian dalam mata kanannya, dan juga bibirnya membiru, Bapak Umed yang bekerja sebagai seorang nelayan ini hanya pasrah saja dengan keadaan putrinya, karna keterbatasan biaya yang menjadi kendala, penghasilan pa Umed sebagai nelayan hanya cukup untuk biaya sehari-hari, dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan ini, Eliatul Ikhlas tidak mempunyai kesempatan untuk berobat. Kondisi Elia terus berlanjut saat ia memasuki usia sekolah, bahkan Elia sering demam tinggi, saat demam sebagian tubuhnya akan dipenuhi benjolan, kaki dan tangannyapun sulit digerakkan, pengobatan Elia baru terlaksana saat usia Elia 9 tahun. Pengobatan pertama dilakukan di RSUD Betah Pandeglang Banten. Hasil diagnosa pemeriksaan dokter Elia terdiagnosa Tumor pembuluh darah. Pengobatan lanjutannya Elia dirujuk ke RSCM Jakarta, Pengobatan ke RSCM baru terlaksana 1 tahun kemudian, dengan biaya seadaanya keluarga ini datang ke Jakarta, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan bantuan lanjutan untuk biaya harian sudah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 728. Eliatul Ikhlas sudah kembali berada di RSSR Jakarta setelah memulihkan stamina dan kondisinya dan sekaligus merayakan hari raya Iedul Fitri di kampung halamannya. Untuk rencana pengobatan selanjutnya, Eliatul Ikhlas menunggu panggilan dari ruangan rawadt inap untuk kembali melakukan operasi yang ketiga kalinya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobata dan juga untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah


MUHAMMAD ADNAN (1, Riwayat Penyakit Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Cibitung RT.3/2 Desa Cibitung. Kecamatan Munjul. Kabupaten Pandeglang Banten. Muhammad Adnan Anak kedua dari bapak Anda Juanda (34) dan ibu Siti Khaerunah (31) sejak usia 40 hari, Muhammad Adnan menderita sakit Tumor Pembuluh darah, gejala awal terdapat benjolan pada leher dan setelah diperiksakan di RS Adjie Darmo M Adnan menderita tumor pembuluh darah, dari RS Adjie Darmo pengobatan lanjutannya M adnan dirujuk ke RSUD Betah Pandeglang, Banten yang kemudian dirujuk kembali ke RSCM Jakarta, Bapak Anda juanda yang bekerja sebagai buruh tani ini memiliki 2 orang anak dan ke dua anaknya menderita sakit, anak pertama menderita microxephalus dan anak keduanya, M.Adnan menderita Tumor pembuluh darah. Dirujuk pengobatan anaknya membuat bapak Anda Juanda sangat kebingungan, keterbatasan biaya memberatkan keluarga ini, berbekal seadanya mereka berobat ke RSCM Jakarta, selama berobat rawat jalan kelurga ini tidur di selasar RSCM, karna mereka tidak mampu untuk sewa kos disekitar Rumah Sakit, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan membawa keluarga ini untuk tinggal semetara di RSSR Jakarta, bantuan lanjutan untuk biaya harian sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 703. Muhammad Adnan kembali sudah berada di RSSR Jakarta, Muhammad Adnan baru saja melakukan operasi pengangkatan tumor pada telingganya. Operasi selama empat jam Alhamdulillah sukses mengangkat tumor yang ada di dalam telinganya, kondisi Muhammad Adnan pasca operasi Alhamdulillah stabil dan untuk selanjutnya Muhammad Adnan diminta untuk control satu minggu sekali di poli bedah tumor RSCM Jakarta. Mohon doa dari rekan sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Adnan menderita Riwayat Penyakit Tumor Pembuluh Darah

Adnan menderita Riwayat Penyakit Tumor Pembuluh Darah


SADIO (83, stroke dan lumpuh). Alamat:  Guntung Puna RT.3, Kelurahan Darusalam Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun. Pak Sadio tinggal di rumah,  persis di  pinggir hutan yg jauh dari pedesaan. Penyakit stroke yang dideritanya berawal sejak dari tahun 2013 yang lalu.  Sebelum sakit, Pak Sadio adalah petani karet yang rajin bekerja dan gesit. Awalnya ia  jatuh di  parit  sewaktu pulang dari kebun dan merasakan keluhan nyeri dibagian kaki. Akhirnya Pak Sadio di bawa ke rumah sakit umum daerah di  Tg. Balai Karimun. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Sadio menderita stroke dan harus menjalani rawat inap, namun  karena kekurangan biaya ia terpaksa dibawa berobat kembali pulang kerumah.Ibu Sutiam (73),  istri  Pak Sadio mengungkapkan kesedihannya  saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Mereka tidak memiliki simpanan lagi untuk berobat selanjutnya dan fasilitas Kartu BPJS Kesehatan belum ada. Saat ini Pak Sadio mengandalkan bantuan dari anak serta dari penghasilan istrinya sebagai pengoreh karet dengan upah Rp. 15.000,- perhari. Kurir #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, sehingga tanpa sulit dan berbelit, bantuan awalpun segera disampaikan. Semoga Pak Sadio segera sembuh dan dapat beraktifitas lagi seperti biasanya. Aamiin

Jumlah Bantuan :  Rp.  1.000.000,-
Tanggal :  13 Juli 2015
Kurir :   @ddsyaefudin @agushandayani36 @hapsarigendis

pak sadiyo menderita stroke dan lumpuh

pak sadiyo menderita stroke dan lumpuh


SUMI BINTI SINAH (42, TB Paru). Alamat: Kp. Pisangan RT.3/2, Desa Karang Patri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala  penyakit  yang dialami  Bu Sumi sejak 5 tahun yang lalu adalah sering sesak napas. Sesak ini semakin bertambah  jika ia banyak beraktivitas. Oleh keluarganya, Bu Sumi sudah dibawa ke berbagai rumah sakit. Sudah banyak uang yang mereka keluarkan untuk berobat,  bahkan  rumah yang ditinggalipun terjual untuk biaya pengobatan Bu Sumi. Saat ini mereka tinggal menumpang di rumah orang tua mereka.  Meskipun  keluarga sudah berusaha maksimal,  kondisi bu Sumi belum  pulih dan  membaik, seperti sedia kala. Ia masih sering merasakan sesak jika satu  hari saja  telat minum obat. Hal ini bisa  terjadi saat keluarga tidak memiliki uang untuk berobat.  Bu Sumi hanya mengandalkan suaminya, Acan Bin Alih (43) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh harian lepas dan kuli tani dengan tanggungan 4 orang anak. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini dan membantu membuatkan  kartu jaminan  BPJS serta menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom Via Kaam Suwardi @hapsarigendhis

Ibu sumi menderita TB Paru

Ibu sumi menderita TB Paru


SAMUDI BIN SURYA (62,  Kaki diamputasi karena infeksi). Alamat : Kp. Pulo Kecil RT.4/2, Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Basrat. Sekitar 3 yahun yang lalu, Pak Samudi mengalami luka kecil di kaki kirinya. Karena ketiadaan dana untuk berobat, luka tersebut hanya diobati dengan obat tradisional   atas saran dari tetangga. Hasilnya, luka malah semakin melebar bahkan membusuk menimbulkan aroma yang tidak sedap. Kemudian, dengan bermodalkan Jamkesmas dan uang transport pinjam ke tetangga, keluarganya membawa pak Samudi ke RSUD Cibitung Bekasi. Karena luka yang sudah infeksi, akhirnya kaki Pak Samudi diamputasi.  Sebelumnya laki-laki dhuafa ini hidup seorang diri, namun semenjak ia sakit kini ia tinggal bersama keluarga adik perempuannya, Bu Suarah (47). Suami Bu Suarah, Ade Iskandar (57) sehari-harinya bekerja sebagai tukang sol sepatu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi kontrol pasca operasi ke RSUD Cibitung Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom Via KH. Mubarok Nuri @hapsarigendhis

Pak samudi menderita Kaki diamputasi karena infeksi

Pak samudi menderita Kaki diamputasi karena infeksi


JAUHARI UMIN (28, Gangguan Jiwa). Alamat Kp. Tanah Tinggi RT.1/4, Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Riwayat gangguan yang dialami Jauhari mulai terlihat saat ia berusia 8 tahun. Awalnya  karena takut jarum suntik, ia tidak mau sekolah dan tidak mau bergaul dengan teman-temanya sehingga menurut keluarga ia terlihat menarik diri dan tidak mau bergaul.  Saat ini ia masih menjalani  rawat jalan di rumah  sakit di Bekasi.  Seringkali mereka kesulitan biaya ongkos ke rumah sakit meskipun untuk obat-obatan  sudah tercover oleh jaminan BPJS kesehatan. Ayahnya, Pak Umin (52) hanya seorang buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu karena stamina Pak Umin sudah tidak sekuat dulu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa @hapsarigendhis

Pak jauhari menderita Gangguan Jiwa

Pak jauhari menderita Gangguan Jiwa


MARIA ULFAH (45, Gangguan Jiwa). Maria beralamat di Kp. Bogor RT.1/3, Desa Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit yang dialami Maria berawal sejak  beberapa tahun yang lalu.  Pikiran Maria terganggu dan  ia lebih sering  melamun serta mengurung diri. Semakin hari kondisi kejiwaannya semakin terganggu sehingga kemudian keluarga membawa ke rumah sakit jiwa di Jakarta.  Saat ini Maria masih menjalani kontrol rutin dengan menggunakan jaminan kartu BPJS di RSUD Kabupaten Bekasi. Hari demi hari keluarga semakin merasakan beban berat biaya transport ke rumah sakit. Maklumlah, ayah Maria, Pak Subro (76) sudah tidak bekerja lagi. Jangankan untuk ongkos, untuk makan sehari-hari saja Pak Subro sudah kesulitan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan kepada Maria. Semoga Allah memberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa @hapsarigendhis

Maria menderita Gangguan Jiwa

Maria menderita Gangguan Jiwa


ALFARIZA MAHENDRA, (5,6 tahun, Gangguan Pendengaran), tinggal di rumah kontrakan Jl.Pasar Baru RT.5/2, Tanjung Uban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi KEPRI. Alfa, demikian anak ini dipanggil, pada usia 3,6 tahun belum bisa bicara karena sakit/gangguan pada telinganya bukan karena cacat bawaan sehingga dirujuk ke RSCM Jakarta. Ayah Alfa, Marzen(39), pekerjaan sehari-harinya adalah Sopir, ibunya Novisari(34) seorang ibu rumah tangga, tidak bekerja. Fasilitas jaminan kesehatan sudah dimiliki atas inisiatif Kurir #SedekahRombongan KEPRI Farida Salim kepada pemerintahan setempat dan membantu persiapan pemberangkatan Alfa ke Jakarta dan Alfa sudah dilakukan beberapa tindakan medis termasuk diberikan alat bantu pendengaran secara cuma-cuma serta Alfa dapat berobat dengan terapi lanjutan di Bintan. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya terapi setelah sebelumnya masuk di Rombongan 670, Alfariza dibantu #SR untuk biaya terapi 2 bulan sekali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @ieda_salim

Alfariza menderita Gangguan Pendengaran

Alfariza menderita Gangguan Pendengaran


MTSR BEKASI, (B 1349 SZM, Servis dan perawatan). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan dhuafa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Oleh karena itu perlu adanya perawatan rutin Servis dan ganti oli pelumas. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah membiayai servis dan ganti oli MTSR Bekasi. Insya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan servis sebelumnya masuk di Rombongan 717.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @alle_Recyclle

Biaya operasional

Biaya operasional


DOROTUN NAFSIAH (8 bulan, Benjolan di Leher). Alamat Kp. Gaga RT.1/2, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sejak  lahir  di leher Dik Nafsiah sudah muncul benjolan sebesar telur ayam. Kini seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut sudah berukuran kira-kira sebesar kepala orang dewasa. Kedua orangtunya kemudian  memeriksakan Dik Nafsiah ke  Puskesmas terdekat, dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Bekasi. Karena ketiadaan  biaya ongkos dan berobat dan kartu jaminan kesehatan,  akhirnya pemeriksaan untuk Nafsiah pu. belum dilakukan. Nafsiah adalah anak ke 2 dari pasangan Bp. Misar (35) dan Ibu Kurniasih (30). Pak Misar sehari-hari mencari penghasilan dengan berjualan tahu keliling. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan untuk biaya transport ke rumah sakit serta membantu membuatkan kartu BPJS. Semoga penyakitnya segera diangkat Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Dorotun menderita Benjolan di Leher

Dorotun menderita Benjolan di Leher


M. YADI MAHARUDIN (31, Batu Empedu dan Gangguan Hati). Alamat; Kp. Gili-gili RT.2/6, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Pak Yadi yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek didaerah Bekasi, ini berawal sejak satu bulan yang lalu.  Ia merasakan nyeri hebat di bagian pinggang kanan. Keluarganya segera membawa Pak Yadi  ke RSUD Cibitung Bekasi, dan kemudian ia dirawat selama 6 hari dengan  jaminan Jamkesmas. Setelah kondisinya mulai membaik, Pak Yadi dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung, karena gangguan hati dan penyakit batu empedu yang ia derita membutuhkan penanganan lebih lanjut. Setelah beberapa kali kontrol ke RS. Hasan Sadikin Bandung, keluarga mulai tak sanggup untuk mencari dana transport ke Bandung, karena untuk perawatan di RSUD Cibitung Bekasi saja mereka sudah banyak meminjam uang ke tetangga dan saudara. Pak Yadi sudah tidak bisa bekerja lagi semenjak ia sakit, sehingga tidak memiliki penghasilan. Istri Pak Yadi,  Jubaedah (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini sehingga dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 723. Semoga Allah memberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @hapsarigendhis

Pak yadi menderita Batu Empedu dan Gangguan Hati

Pak yadi menderita Batu Empedu dan Gangguan Hati


SITI JUBAEDAH (50, Susp. Usus Buntu dan hipertensi). Alamat : Kp. Pulomurub RT.8/3, Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah sejak  4 tahun terakhir Bu Siti Jubaedah atau yang biasa dipanggil Bu Siti ini sering sakit-sakitan. Setelah menjalani pemeriksaan di puskesmas dan klinik terdekat ia diduga menderita infeksi usus buntu dan darah tinggi. Saat ini kondisinya semakin memburuk dan kemudian ia langsung dibawa ke RS. Mutiara Husada Sukatani, sambil menunggu Kartu BPJS yang masih dalam proses pembuatan. Dengan dana pinjaman dari beberapa tetangga, akhirnya Bu Siti menjalani perawatan di RS. Mutiara Husada. Janda tua ini tinggal bersama anaknya yang sudah berkeluarga. Anak Bu Siti  sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan suami Bu Siti, Pak Malim sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @iidfahrudin @hapsarigendhis

Ibu siti menderita  Susp. Usus Buntu dan hipertensi

Ibu siti menderita Susp. Usus Buntu dan hipertensi


FAJAR NURMAWATI (33, Gangguan Jiwa). Alamat:  Kp. Cibeber RT.2/5, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Saat berusia 15 tahun, Fajar Nurmawati atau  biasa dipanggil Nurma, mulai terlihat mengalami gangguan kejiwaan. Orangtua Nurma sudah   membawanya berobat ke  rumah sakit dan pengobatan tradisional.  bahkan sampai ke upaya Saat ini kondisinya  sudah mulai pulih, namun ia masih tetap harus kontrol teratur di rumah sakit di Bekasi. Dengan fasilitas kartu jaminan BPJS ia rutin menjalani pengobatan di RSUD Cibitung, namun untuk biaya transport orang tua Nurma kadang tidak punya uang bahkan iuran BPJS pun terlambat  sampai 4 bulan. Ayahnya bernama Pak Muchni Minarno (61) dan ibunya, Nyai Rohati (53) sehari-hari membuat gorengan untuk dipasok. Nurma juga turut membantu kegiatan ini. Kini mereka  tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan jumlah tanggungan Pak. Muchni sebanyak 4 orang. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga Allah memberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Fajar menderita Gangguan Jiwa

Fajar menderita Gangguan Jiwa


NURHAYATI BINTI LILI (30, Gangguan Jiwa). Alamat Kp. Walahir RT.1/5, Desa Waluya, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sekitar 4 tahun yang lalu, Nurhayati mengalami kesedihan  mendalam yang dipicu tekanan dalam rumah tangganya. Suaminya, pergi meninggalkannya bersama anak semata wayang. Sejak itu ia terlihat sering melamun dan mengalami perubahan perilaku. Keluarga, yaitu orangtua Bu Nurhayati sudah  membawanya berobat ke rumah sakit di Bekasi. Saat ini kondisinya mulai pulih dan terkontrol namun ia masih harus  rutin minum obat. Selama berobat  menggunakan fasilitas kartu BPJS. Nurhayati tinggal bersama ayah dan ibunya di sebuah rumah kontrakan dengan jumlah tanggungan 3 orang. Ayahnya bernama Pak Lili (63) seorang pedagang gorengan, sedangkan ibunya, Bu Lilih (58) ibu rumah tangga. Tanggungan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit terasa berat belum lagi harus membiayai sekolah 2 orang adik Nurhayati. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Ibu nur menderita Gangguan Jiwa

Ibu nur menderita Gangguan Jiwa


KEISYA RIA AMANSYAH (5, Epilepsi). Alamat: Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ayah Keisya bernama Dasman Firmansyah (31), sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Ibunya bernama Mimin Minarti (29), seorang ibu rumah tangga.  Jumlah tanggungan mereka 3 orang.  Semenjak lahir di RS Permata Bunda Cibitung Bekasi, Keisya sudah mendapatkan perawatan intensif karena gangguan pernapasan dan kejang.  Keisya dirawat selama 3 minggu dan  diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat. Namun, setelah 1 minggu di rumah Keisya kembali kejang-kejang dan di rawat di RSUD Cibitung selama 1 bulan. Setelah itu Keisya mengalami kejang berulang  kali sampai dirawat di rumah sakit.  Seiring bertambah usia Keisya,  kedua orangtuanya merasa beban semakin berat. Hingga akhirnya ada teman orangtua Keisya yang memberikan bantuan untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, Keisya dinyatakan menderita epilepsi. Ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga harus beli sendiri. Perkembangan Keisya saat ini harus menjalani pemeriksaan ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan untuk biaya akomodasi ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Santunan sebelumya masuk di Rombongan 716. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Keisya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 Agustus 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Keisya menderita Epilepsi

Keisya menderita Epilepsi

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Joko 2,500,000
2 MI DDI Nurul Jihad 2,000,000
3 Ismawati 1,000,000
4 Nafela 2,788,000
5 Rizka 1,000,000
6 Giyatmi 850,000
7 Kamilah 500,000
8 Dara 500,000
9 Sadinem 1,000,000
10 Lusiah 1,000,000
11 Saminem 1,000,000
12 Fathur 1,000,000
13 Irmawati 1,000,000
14 Giarto 1,000,000
15 Khamidah 1,000,000
16 Agus 1,000,000
17 Bambang 1,000,000
18 M Subkhan 1,000,000
19 Wahyu 1,000,000
20 Asroful 1,000,000
21 Dariyah 1,000,000
22 Mukhlas 1,000,000
23 Narti 1,000,000
24 Lukmanto 500,000
25 Soginem 1,000,000
26 Sogirah 1,000,000
27 Azamil 500,000
28 Asep 500,000
29 Ahmad Muzaki 500,000
30 Erina 500,000
31 Sopa 500,000
32 Sinta 500,000
33 Neneng 15,000,000
34 Abu 500,000
35 Siti 500,000
36 Yulnida 500,000
37 Hani 500,000
38 Annisa 500,000
39 Redi 500,000
40 Syarif 500,000
41 Doni 1,000,000
42 Abdul 1,000,000
43 Iin 2,000,000
44 Hasanah 1,000,000
45 Faisal 1,000,000
46 Slamet 500,000
47 Mahwa 5,000,000
48 Mizda 4,000,000
49 Larti 1,500,000
50 Eliatul 500,000
51 M Adnan 500,000
52 Sadio 1,000,000
53 Sumi 500,000
54 Samudi 500,000
55 Jauhari 500,000
56 Maria 500,000
57 Alfariza 500,000
58 MTSR Bekasi 500,000
59 Dorotun 500,000
60 M Yadi 500,000
61 Siti 500,000
62 Fajar 500,000
63 Nurhayati 500,000
64 Keisya 500,000
Total 75,138,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 75,138,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 737 ROMBONGAN

Rp. 27,447,647,015,-