SRI PUJIANTI BINTI MULYONO (36 tahun, kanker payudara) Alamat : Dukuh Watugarit RT 15 RW 03 Durenan Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Ibu Sri adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita kanker payudara disebelah kanan. Ibu Sri sudah melakukan operasi pengangkatan payudaranya di RSU Moewardi bulan Maret 2013 yang lalu dan juga sudah melakukan 3x kemoterapi. Namun hingga saat ini penyakitnya masih belum sembuh dan harus terus melakukan kontrol. Keluarga Bu Sri adalah keluarga yang tidak mampu dengan suaminya Supaham (36 tahun) yang bekerja sebagai kuli bangunan.Penghasilannya yang hanya Rp.750.000,- /bulan tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi keluarga Bu Sri memiliki tanggungan 2 orang anak yang masih sekolah dibangku Sekolah Dasar dan Taman Kanak- kanak (TK). Gaji yang didapat tidaklah cukup untuk bisa berobat. Memang keluarga ini memiliki fasilitas jaminan kesehatan (Jamkesmas), namun untuk biaya tranportasi, biaya makan dan lain-lain saat melakukan pengobatan terasa berat bagi mereka. Apalagi jika ada obat yang harus ditebus yang tidak tercover oleh jamkesmas. Keluarga ini mengungkapkan kesedihannya kepada #SedekahRombongan yang kesulitan melakukan pengobatan karena tidak adanya biaya. Santunan lepas dari #Sedekah Rombongan digunakan untuk biaya pengobatan Bu Sri selanjut nya. Ucapan terimakasih dari keluarga pak Supaham untuk para sedekaholic yg telah memberikan santunan melalui #Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Rabu, 5 Agustus 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive @ronypratama

Ibu sri menderita kanker payudara

Ibu sri menderita kanker payudara


FIKRI HANIF SETIAWAN (1 bulan, bibir dan langit-langit sumbing). Alamat : Jl. Kelud RT 08 RW 1 Mulyorejo Kauman, Kelurahan Magetan Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dik Fikri lahir pada tanggal 1 Juni 2015 dengan berat badan 3,2 kilogram di salah satu bidan di desa nya. Dik Fikri adalah putra pertama dari pasangan Bapak Amin Setiawan dan Ibu Kundariyanti. Bapak Amin Setiawan sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta dengan penghasilan 1 juta per bulan, sedangkan Ibu Dik Fikri hanya seorang ibu rumah tangga. Dik Fikri terlahir dengan kondisi yang kurang sempurna, yaitu dengan penyakit bibir dan langit-langit sumbing. Semenjak dalam kandungan, ibu Dik Fikri tidak pernah memeriksakan kehamilannya ke dokter. Penyakit Dik Fikri baru ketahuan setelah Dik Fikri lahir. Kesehariannya Dik Fikri hanya bisa minum susu dari dot, karena bibirnya tidak bisa menyusu ibunya. Selama ini Dik Fikri sudah berobat ke Rumah Sakit Sayidiman Magetan. Kata dokter, Dik Fikri baru bisa dioperasi di usia 3 bulan dengan berat badan 5 kilo. Saat ini, orang tua Dik Fikri sedang mengurus Akta Kelahiran untuk pembuatan BPJS. Santunan lepas dari #SedekahRombongan digunakan untuk biaya operasi Dik Fikri jika sudah memenuhi syarat usia dan berat badan. Keluarga Pak Amin mengucapkan terima kasih atas santunan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Rabu, 5 Agustus 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive @riena_maia @jeans_oswolf @ronypratama

Fikri mengalami bibir dan langit-langit sumbing

Fikri mengalami bibir dan langit-langit sumbing


SUPARTI BINTI IMAM SUWADI ( 43 tahun, Gegar otak karena kecelakaan). Alamat : RT 7 RW 2 Dusun Bringin Dua, Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi Jawa Timur. Pada tanggal 1 Juli 2015 bu Parti mengalami kecelakaan sepeda motor, bertabrakan dengan suami nya sendiri. Bu Parti setelah bercerai dengan suami pertama menikah lagi dengan Pak Mujiono (55 tahun) seorang guru SD. Dari suami pertama mempunyai 3 anak sedangkan dengan suami ke 2 mempunyai seorang anak yg berumur 2 tahun. Sejak kelahiran anak bungsu, bu Parti sudah ditelantarkan suami nya, tidak pernah dikunjungi dan tidak diberi nafkah. Pada tanggal 1 Juli 2015 itulah bu Parti bertemu suaminya dan mengejar untuk meminta hak-hak nya sebagai istri. Saling mengejar dengan sepeda motor sampai terjadi kecelakaan yg mengakibatkan bu Parti koma sampai hari ini. Dalam kondisi demikian, suami nya bukan menolong tapi malah melarikan diri dari tanggung jawab. Bu Parti dirawat di rsu Widodo kota Ngawi, yaitu sebuah rumah sakit swasta dan tidak memakai bpjs. Sampe hari ke 3 dirawat, tagihan sudah mencapai 7 juta. Klaim asuransi Jasa Raharja bisa diusahakan dengan nomimal maksimal 10 juta. Pada saat hari Selasa, 4 Agustus 2015 kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan lepas, kondisi Ibu Suparti sudah lebih baik, sudah bisa berkomunikasi tetapi tidak bisa berjalan karena syaraf kaki terkena pada saat kecelakaan. Santunan lepas yg disampaikan digunakan untuk biaya kontrol selanjut nya yang dilakukan seminggu dua kali. Bu Suparti mengucapkan terimakasih atas santunan dari sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Selasa, 4 Agustus 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive @jeans_oswolf @ronypratama

Ibu suparti mengalami Gegar otak karena kecelakaan

Ibu suparti mengalami Gegar otak karena kecelakaan


AMBULANCE MTSR MAGETAN BULAN JUNI B 1755 KVD (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Wilayah Solo Raya dengan nomer hotline 0815 8911 911 dan berplat nomer B 1755 KVD  yang beralamat di RT 1 RW 1 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mobil berwarna hitam dengan gradasi warna putih-merah yang biasa disebut MTSR oleh para kurir ini merupakan mobil operasional yang digunakan oleh para kurir dan driver untuk mengantar jemput pasien, mengantar barang ke panti asuhan, memberikan kebutuhan pada para dhuafa yang membutuhkan, orang sakit yang tak mampu, warga miskin dan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan, serta mengangkut jenazah. Selama bulan Juni biaya MTSR sejumlah Rp.2.280.950 yang meliputi Bensin mtsr : Rp 2.184.450, biaya pembuatan amplop dan pembelian buku untuk pecatatan laporan sejumlah Rp. 96.500. Sedekah dari para #sedekahholic semua sangat membantu dan menunjang kebutuhan kami dalam menyalurkan santunan. Doa kami menyertai #sedekahholic semua agar selalu dilindungi dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Jumlah santunan :  Rp 2. 280.950
Tanggal : Kamis,  2 Juli  2015
Kurir : @lastiko, @ervinsurvive @jeans_oswolf

Biaya operasional

Biaya operasional


ALMH. MARSIYAM BINTI SODINOMO (61 tahun, Ca Mamae) warga Jalan Manggis 78B RT 1 RW 11 Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur  adalah seorang pembuat kue ampyang (gula-gula kacang) bersama suaminya, Harsono  (65 tahun). Anaknya, Galih (27 tahun), sudah menikah. Bulan April 2015 Bu Marsiyam baru diketahui terindikasi mengidap Cancer  payudara stadium 4. Selama ini ia hanya berobat alternatif. Dokter merujuk ke Rumah Sakit Solo, Yogyakarta, atau Surabaya. Akan tetapi ia dan keluarga tak mampu melanjutkan pengobatan karena kendala biaya. Kondisinya juga sangat lemah, cancernya terus mengeluarkan cairan. Kurir Sedekah Rombongan mendapat informasi mengenai Bu Marsiyam dari salah satu driver MTSR Magetan. Bu Marsiyam memiliki fasilitas jaminan Kesehatan BPJS mandiri dan masih akan berlaku hingga tanggal 6 Agustus 2015. Pada tanggal 5 Agustus 2015 kurir Sedekah Rombongan datang ke rumah beliau untuk menyampaikan santunan lepas, kondisi beliau sudah sangat lemah. Pada saat keluarga memutuskan untuk memulai pengobatan, pada Senin 10 Agustus 2015 Ibu Marsiyam telah meninggal dunia. Semoga arwah beliau diterima disisiNya sesuai amalan kebaikan semasa beliau hidup di dunia.

Jumlah Santunan : Rp 3.000.000
Tanggal : Rabu, 5 Agustus 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive @ronipratama

Almh. Marsiyam menderita Ca Mamae

Almh. Marsiyam menderita Ca Mamae


BINGKISAN LEBARAN PASIEN DAMPINGAN #SR SOLO RAYA. Ramadhan telah memasuki penghujung waktu, penanda hari kemenangan akan tiba. Umat muslim mulai mempersiapkan kebutuhann untuk lebaran, baju baru, sepatu, berbagai macam kue dan segala persiapan lainnya. Namun, tidak semua dapat merasakan nikmatnya perayaan kemenangan ramadhan. Banyak diantara mereka yang harus merayakan lebaran dengan terbaring di Rumah Sakit, maupun dirumah dengan dinding yang sempit. Pun demikian dengan pasien dampingan #SR Solo Raya, banyak yang masih harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit dan berbagai macam pengobatan lainnya. Karena itu untuk memberikan dampak positif bagi para pasien agar dapat turut serta menikmati hari kemenangan, kurir menyampaikan hasil sedekah dari para #sahabatSR semua. Dengan total Rp. 2.000.000,- untuk 20 pasien dampingan #SR Solo Raya. Berikut rincian pembelanjaan parsel lebaran:
Astor 18 bungkus = Rp 190.035
Sariwangi 18 = Rp. 79.180
Good day 10 = Rp. 102,124
Good day vanila 8 =Rp. 81,669
Kardus motif kecil 18 = Rp.107,096
Sirup abc 18 = Rp. 178,200
Gerry coco 18= Rp. 324,007
Minyak goreng 18 = Rp. 193,725
Roti wonderland 18 = Rp. 293,872
Gula pasir 18 = Rp. 233,284
2 parsel tambahan = Rp. 218.000
Jumlah Rp. 2.000.000,-. Pasien merasa sangat semamg dan bersyukur sekali atas parsel yang diterima. Semoga segala amal ibadah dan niat baik kita dapat diterima Allah, diangkat segala macam sakit dan dimudahkan dalam segala urusan. Aaamiiin

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir : @lastiko , @ciciiii , @anisstya60

Bingkisan lebaran

Bingkisan lebaran

—-
SUMIYEM BINTI GITO KUAT (40, Kanker payudara kiri). Alamat: Blimbing RT.01/05, Wonorejo, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah. Biasa dipanggil ibu Sumi merupakan seorang ibu rumah tangga dan bekerja sebagai buruh harian lepas / sebagai penitipan balita dengan penghasilan perharinya sekitar Rp. 15.000, ibu Sumi memiliki 2 putra. 3 bulan yang lalu sekitar bulan Mei, beliau merasakan terdapat  benjolan besar di payudara sebelah kirinya. Kemudian ibu Sumi memeriksakan ke dokter umum dekat rumah. Dari dokter tersebut, ibu Sumi disarankan untuk periksa ke dokter spesialis patologi di Surakarta. Dari hasil tersebut, dokter mendiagnosa ibu Sumi terkena tumor payudara kiri. Karena ibu Sumi memiliki JAMKESMAS, maka dirujuk ke RSUD Sukoharjo agar dilakukan tindakan medis selanjutnya.  Tanggal 23 Juli 2015 ibu Sumi masuk ke RSUD Sukoharjo, operasi dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2015 pukul 11.00 wib. Operasi berjalan lancar selama 2 jam. Tumor payudara kiri ibu Sumi berhasil di ambil dengan berat sekitar 1 kg. Suami ibu Sumi, bapak Sumarno yang bekerja sebagai buruh harian lepas dengan penghasilan sekitar Rp. 800.000 harus menafkahi seorang istri dan 2 putranya yang masih sekolah. Putra pertama Rizal Muntohar duduk di kelas 2 SMK Imam Syuhada. Sedangkan putra ke dua Rizki Ali Munandar duduk di kelas 4 MIM Jatisobo. Biaya sekolah tidak ditanggung oleh pemerintah karena bukan sekolah negeri. Semenjak ibu Sumi didiagnosa penyakitnya, suaminya tidak bisa bekerja karena harus menunggu ibu Sumi di rumah sakit. Sehingga tidak ada pemasukan untuk keluarganya. Sebelumnya saat ibu Sumi berumur 16 tahun memiliki riwayat penyakit tumor payudara sebelah kanan dan dulu juga sudah di operasi. Saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi ibu Sumi, kondisi belau masih lemas karena baru saja menjalani operasi. Dokter belum bisa mendiagnosa penyakit ibu Sumi termasuk kanker payudara atau masih tumor payudara, karena dokter masih memeriksa lebih lanjut. Alhamdulillah pada hari minggu tanggal 16 Agustus 2015 sedekah berupa santunan lepas sebesar Rp. 2.000.000 dari para #SedekahHolic disampaikan kepada ibu Sumiyem. Diagnosa dari dokter ibu Sumi mengidap kanker payudara stadium 2 yang bersifat invasif atau menyebar dan dokter menyarankan untuk operasi kanker payudara lagi, baru bisa dilakukan kemoterapi. Saat ini ibu Sumiyem masih bingung untuk melanjutkan operasi atau tidak, karena ibu Sumi masih trauma untuk melakukan operasi. Rencananya santunan digunakan untuk biaya akomodasi kontrol di rumah sakit.  Keluarga memohon doa kepada semua agar ibu Sumi diberikan kesehatan selalu dan berterima kasih sekali kepada #SedekahRombongan, semoga dibalas oleh Allah SWT dengan imbalan berlipat-lipat.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 16 Agustus 2015
Kurir : @lastiko @RizqiRizqie

Ibu sumiyem menderita  Kanker payudara kiri

Ibu sumiyem menderita Kanker payudara kiri


SANGSANG BIN SARMIN MENTOWIYONO (49 tahun, Radang Usus Buntu) beralamat di Ngrabagan RT 09, Katelan, Tangen, Sragen, Jawa Tengah. Bapak Sangsang saat ini merasakan kaku dan sakit di perut bagian kanan, serasa ada benjolan. Selama setahun ini sudah 3 kali keluar masuk Rumah Sakit. Pada saat rawat inap di Rumah Sakit, didiagnosa oleh dokter spesialis penyakit dalam di daerah Sragen, Bapak Sangsang menderita radang usus buntu. Selama 3 hari dirawat di rumah sakit Amal Sehat, biaya administrasi sebesar Rp 4.000.000,00 dan Bapak Sangsang tidak memiliki fasilitas jaminan kesehatan yang dapat meringangkan biaya berobat. Karena biaya rawat inap mahal, keluarga memutuskan untuk membawa pulang Bapak Sangsang meskipun dokter belum mengijinkan untuk dibawa pulang. Oleh dokter, Bapak Sangsang disarankan untuk menjalankan operasi dengan perkiraan biaya sekitar Rp 10.000.000,00. Pihak keluarga tidak memiliki biaya sehingga sampai saat ini Bapak Sangsang belum menjalankan operasi. Bapak Sangsang dan istrinya, Ibu Dinah (50th) bekerja sebagai buruh pembuat bis beton di toko bangunan. Pendapatan Rp 30.000,00 per hari. Selama Bapak Sangsang sakit, Ibu Dinah tidak bekerja. Karena apabila bekerja sendiri, Ibu Dinah tidak kuat. Ujar beliau, membuat bis beton sangat berat, tenaganya tidak mampu. Anak beliau Haryanto (30th) saat ini sudah menikah dan hanya bekerja sebagai buruh pencari pasir di sungai bengawan solo. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan keluarga saat ini, Ibu Dinah berjualan jamu keliling dengan pendapatan Rp 15.000,00-20.000,00 per hari. Karena operasi yang mahal, keluarga hanya bisa membiayai untuk obat jalan. Setiap kontrol, keluarga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 500.000,00-Rp 600.000,00 untuk menebus obat. Maka, untuk meringankan biaya berobat Bapak Sangsang, melalui kurir #SedekahRombongan menyampaikan sedekah dari #Sedekahholic sebesar Rp 2.500.000,00. Keluarga tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang sudah diberikan. Semoga dengan sedekah dari #Sedekahholic tersebut dapat meringankan biaya berobat dari Bapak Sangsang dan dapat sembuh seperti dulu agar bisa tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Santunan : Rp 2.500.000,00
Tanggal : 17 Agustus 2015
Kurir : @Lastiko, @Shofawa

Pak sangsang menderita radang usus buntu

Pak sangsang menderita radang usus buntu


WINANTI Bin TAYAT (20 Tahun, Megacolon), Pagersengon RT02/07, Selopuro, Batuwarno, Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini, Winanti sudah dirawat kembali di rumahnya. Setelah hampir dua bulan menginap dan dirawat di Rumah Sakit Moewardi Surakarta. Pasca operasi ketiganya, luka bekas operasi yang terakhir malahan semakin membesar. Kondisinya kritis, tubuh semakin kurus dan melemah. Akhirnya, atas keputusan dokter, dia kami bawa pulang. Saat ini Winanti sedang menjalani upaya pemulihan dan penyembuhan luka post op stoma. Saran dokter untuk dibawa pulang dengan alasan supaya luka tidak tertular oleh virus lain dari pasien lain. Kekhawatiran tersebut yang menjadi alasan Winanti harus pulang. Tim solo pun dengan MTSR Luxio kemudian mengantarkan Winanti sampai ke rumahnya. Karena saat itu tim kurir Wonogiri sedang menghandle dua pasien yang tidak bisa kami tinggalkan. Saat ini, Winanti dirawat di rumah, dibantu mbak Runi yang kurir juga seorang perawat. Perawatan di rumah di handle oleh Runi. Saat ini kondisi Winanti berangsur membaik. Semoga kondisi semakin kondusif. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 26 Juni 2015
Kurir : @Nonis@Runi@Mawan

Winanti menderita Megacolon

Winanti menderita Megacolon


NINIK SRIYATI Binti Alm. MARKUM ( 42 Tahun, Bantuan Tunai ). Beliau hidup seorang diri dan seorang janda yang tinggal di Ds, Sedayu RT04/2, Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah. Kehidupannya sangat kurang mampu dan saat ini sering mengeluh kesakitan pada bagian kepala, merasa sering pusing ( migren ). Kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan, membantu tetangga yang membutuhkan tenaganya. Tidak mempunyai anak sehingga saat ini hanya tinggal sendirian di rumahnya yang kondisi rumah pun memprihatinkan. Bantuan tunai ini dimaksudkan untuk mengurangi beban beliau saat ini. Sekedar membeli kebutuhan pokok untuk menunjang kebutuhan hidup untuk sementara waktu, semoga bisa bermanfaat dan meringankan beban beliau. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2015
Kurir ; @Teguh@Mawan

Bantuan tunai

Bantuan tunai

—-
PURWANTI Binti Alm. KROMO KASIO ( 44 Tahun, Gejala Typus ). Tinggal di ds.Pandan RT05/2, Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu satu anak ini menderita sakit gejala tipus. Tubuhnya lemah tak berdaya dan tergolek di tempat tidur menahan rasa sakitnya. Telah diperiksakan ke puskesmas setempat dan diberikan obat jalan. Karena tidak mampu, bantuan ini sebagai pengganti biaya dalam upaya penyembuhan sakit beliau. Juga untuk akomodasi saat nantinya akan cek up ke dokter lagi. Semoga bermanfaat.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

Purwanti menderita Gejala Typus

Purwanti menderita Gejala Typus


TUTIK Binti Alm. PARDI ( 42 Tahun, Bantuan Tunai ). Tinggal di Ds.Gebang RT04/2 Pracimantoro Wonogiri Jawa Tengah. Beliau saat ini sangat membutuhkan bantuan berupa bahan bangunan untuk membuat rumah sederhana sebagai tempat tinggal yang layak. Beberapa kali mengajukan permohonan kepada lembaga sosial namun belum kunjung mendapatkan bantuan. Rumah sederhana yang masih berlantaikan tanah, dan genteng sudah banyak yang bocor. Sehingga perlu mendapatkan perbaikan. Namun, karena kondisi kurang mampu saat ini proses bangun/rehab terhenti. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk pembelian material dan kebutuhan lain yang diperlukan oleh beliau. Selain itu, banyak warga miskin lainnya yang juga membutuhkan bantuan serupa. Namun, beberapa akan kami survey dan upayakan untuk mendapatkan bantuan dari sedekah rombongan. Doa beliau semoga kita selalu diberikan kelancaran rejeki serta kemudahan dalam bergerak. Aamin.

Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2015
Kurir : @Sarno@Yuli@Mawan

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


WARSI Binti Alm. SUGENG ( 63 Tahun, Bantuan Tunai ). Tinggal di ds. Watangrejo RT03/1, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup menjanda sudah puluhan tahun dan tidak dikaruniai anak. Sehingga kehidupannya saat ini sungguh memprihatinkan. Untuk mencukupi kebutuhan makan pun sulit. Seringkali tetangga juga perduli dengan kondisinya sehingga memberikan bantuan terutama makan sebagai penunjang hidup. Tinggal sendirian, meratapi nasib atas kemiskinan yang dialaminya. Terharu jika melihat kondisi beliau saat ini. Usia sudah tua, namun tidak ada siapapun yang menjadi teman di rumahnya. Semoga bantuan ini meringankan beban hati beliau, bisa bermanfaat untuk menunjang kehidupan beliau saat ini. Aamin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 15 Juni 2015
Kurir :  @Samino@Teguh@Mawan

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


CAHYO SAFFARUDIN Bin SUPRIYONO ( 3 Tahun, Megacolon ) tinggal di Dusun Kaligading RT01/RW01, Desa Tambak Merang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Ini merupakan bantuan lanjutan dalam penghandelan pengobatan Cahyo yang mengalami sakit megacolon. Sejak lahir, Cahyo sudah ada tanda – tanda kelainan terutama di saluran pencernaan dengan susahnya Buang Air Besar ( BAB ). Usia 40 hari diperiksakan ke dokter dengan diagnosa sementara adalah Megacolon dan menjalani perawatan berobat jalan. Memasuki usia 9 bulan, kondisi Afar begitu biasa dia di panggil tak semakin membaik. Afar semakin susah Buang Air Besar bahkan dalam waktu sebulan kadang tidak Buang Air Besar. Perut semakin membesar dan akhirnya dokter memutuskan tindakan operasi. Operasi dilakukan di Rumah Sakit Dr.Oen Solo. Pasca operasi, kondisi sempat membaik dan pengobatan tetap di lanjutkan dengan rawat jalan hingga usia Afar menginjak 2 tahun 3 bulan. Ketiadaan biaya menjadi salah satu faktor berhentinya pengobatan, mengingat orang tua Afar hanya buruh tani. Secara otomatis, keadaan ini mempengaruhi kondisi Afar, perut semakin membesar hingga usia dia sekarang 3 Tahun 3 Bulan. 17 April 2015, kami Tim Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang Afar dan hari itu juga kami langsung bergerak. Tanpa membuang waktu pada saat senja sudah di ufuk barat barat Tim Sedekah Rombongan Wonogiri bergerak membawa Afar ke Rumah Sakit Umum Daerah Moewardi Surakarta, dengan harapan segera mendapat penanganan medis. Karena poli umum sudah tutup, kami memutuskan memasukkan Afar lewat IGD. Dokter di IGD menilai kondisi Afar tidak mengkhawatirkan dan menyarankan kembali lagi esok harinya melalui poli umum. 18 April 2015, kami kembali bergerak ke Moewardi dan kemudian Afar ditangani di Poli Anak. Dan operasi pun akhirnya dilakukan. Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan saat ini tinggal kontrol rutin tiap seminggu dua kali agar upaya penyembuhan pasca operasi berjalan dengan baik. Bantuan lanjutan untuk biaya obat yang tidak di tanggung oleh BPJS serta biaya akomodasi, transportasi serta pegangan orang tua untuk pembelian kebutuhan gizi bagi Cahyo agar asupan energi yang baik bisa membantu proses pemulihan luka pasca operasi.

Bantuan : Rp. 2.050.000,-
Tanggal : 15 Juni 2015
Kurir : @Nonis@Yuli@Mawan

Cahyo menderita Megacolon

Cahyo menderita Megacolon


KORBAN KEBAKARAN. (Masyarakat Asmat) Jl. Lafran Pane (Kaliweda), Kelurahan Seringau, Kabupaten Merauke, Propinsi Papua. Pada tanggal 28 Juli 2015, terjadi kebakaran dikomplek perumahan masyarakat Asmat yang umumnya berbahan papan kayu. Total 3 rumah habis terbakar dan 1 rumah sebagiannya habis. Ada total 4 keluarga kurang mampu yang terdampak karena kebakaran ini, diantaranya ada anak-anak. Penyebab kebakaran berasal dari tungku api memasak salah satu rumah. Umumnya mata pencaharian kepala keluarganya sebagai buruh bangunan. Bantuan sangat dibutuhkan untuk membangun kembali rumah kayu yang ada. #sedekahrombongan membantu sedikitnya santunan untuk membeli bahan bangunan per masing-masing kepala keluarga. Serah terima santunan diberikan langsung dilokasi oleh kurir #sedekahrombongan Merauke. Serah jarum jam, penerima bantuan sebagai berikut: 1) Pak Andrianus Saman, 2) Pak Dance, 3) Ibunda Piter Saman, dan 4) Bu Sila Sarau – Istri dari Pak Yafet Saman. Info lebih lanjut tentang berita kebakaran ini dapat diklik pada link dibawah ini:
http://humaspoldapapua.com/berita/baca/Polisi-Membantu-Warga-Korban-Kebakaran-Di-Merauke

Jumlah bantuan: Rp. 4.000.000,-
Tanggal: 31 Juli 2015
Kurir: @bratamanggala via Sunarso

Bantuan tunai

Bantuan tunai


ANDREAS JAVI (5 Thn, TBC). Alamat: Jl. Mata Dewa, Kelurahan Malawei Sorong, Propinsi Papua Barat. Dik Andreas menderita Tuberculosis Anak berdasarkan diagnosa dokter satu bulan lalu dan diduga mengalami kekurangan gizi. Orangtua Dik Andreas bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan tidak menentu. Walaupun Dik Andreas memiliki Jamkesmas, namun orangtuanya masih kesulitan untuk memberikan dukungan pera seperti makanan bergizi harian dan juga kontrol ke RSUD. Santunan Sedekah Rombongan disampaikan untuk mendukung penyembuhan Dik Andreas.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 Agustus 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Faisal, Rima Rahayu

Andreas menderita TBC

Andreas menderita TBC


AHMAD (45 Thn, Stroke dan Ginjal). Jl. Mawar Kelurahan Majaran, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Pak Ahmad menderita penyakit stroke dan juga gangguan ginjal sejak 1 bulan lalu, berdasarkan pemeriksaan dokter di Puskesmas terdekat. Pak Ahmad termasuk keluarga tidak mampu dan bekerja sebagai petani. Untuk pengobatan, Pak Ahmad menggunakan fasilitas Jamkesmas tetapi ada beberapa biaya yang tidak dijamin, sehingga sangat memerlukan bantuan untuk pembelian obat dan kebutuhan diluar Jamkesmas serta biaya transportasi kontrol ke puskesmas. Santunan melalui #sedekahrombongan disampaikan oleh teman-teman kurir Sorong.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 Agustus 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Faisal, Rima Rahayu

Pak ahmad menderita Stroke dan Ginjal

Pak ahmad menderita Stroke dan Ginjal


WARISEM (29 Thn, Tumor Payudara). Alamat: Kampung Wonosobo Distrik Moi Segen, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Warisem didiagnosa menderita Tumor payudara selama 3 tahun dan sudah 2 kali menjalani operasi. Pada tanggal 10 Maret 2014, Bu Warisem mendapatkan operasi pertama payudara sebelah kiri dibantu Sedekah Rombongan. Kemudian pada tanggal 6 Agustus menjalani operasi kedua untuk payudara kanan. Bu Warisem kini diharuskan untuk terus berobat jalan. Karena termasuk keluarga kurang mampu, Bu Warisem sangat memerlukan bantuan selama berobat jalan termasuk biaya transportasi pulang pergi ke RSUD. Santunan melalui #sedekahrombongan disalurkan untuk membantu pengobatan Bu Warisem.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 9 Agustus 2015
Kurir: @bratamanggala via @Ibe_yapari, Yuyanti

Ibu warisem menderita Tumor Payudara

Ibu warisem menderita Tumor Payudara

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Sri 2,000,000
2 Fikri 2,000,000
3 Suparti 2,000,000
4 MTSR Solo 2,280,950
5 Almh. Marsiyam 3,000,000
6 Bingkisan lebaran SR Solo 2,000,000
7 Sumiyem 2,000,000
8 Sangsang 2,500,000
9 Winanti 1,500,000
10 Ninik 1,000,000
11 Purwanti 1,500,000
12 Tutik 2,000,000
13 Warsi 1,500,000
14 Cahyo 2,050,000
15 Korban kebakaran warga asmat 4,000,000
16 Andreas 1,000,000
17 Ahmad 1,000,000
18 Warisem 1,000,000
Total 34,330,950

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 34,330,950,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 736 ROMBONGAN

Rp. 27,372,509,015,-