BUKA BERSAMA ANAK YATIM SOLO Ramadhan merupakan  bulan yang penuh berkah dan ampunan, banyak kebaikan yang bisa dilakukan. Hal yang bisa dilakukan seperti beribadah, membaca Alqur’an, Zakat, Shodaqoh dan berbagi salah satunya dengan Anak Yatim. #Kurir Sedekah Rombongan Bekerja sama dengan  Forum Komunikasi Aktifitas Masjid (FKAM BAITULMAL) dan Pengurus  Masjid Pusat Grosir Solo (PGS) mengadakan kegiatan Buka bersama dengan Anak Yatim Non Panti. Acara tersebut  diadakan pada tanggal 5 Juli 2015 dan bertempat di Masjid PGS.Acara ini didukung dengan 50 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Karisidenan Surakarta yang berusia 5-12 tahun dan bukan berasal dari salah satu panti Asuhan. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi:
1.Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an oleh ananda Hafidz salah seorang kontestan Hafidz Qur’an Indonesia.
2. Dongeng Ceria oleh Kak Firman dari LKG TPA Solo Raya.
3. Pembagian bingkisan sekolah dan uang saku.
4. Buka bersama dilanjutkan Sholat Ma’grib berjamaah. Untuk kesuksesan acara tersebut Sedekah dari #SahabatSR sebesar Rp5.493.000 kami sampaikan untuk membantu kesuksesan kegiatan Buka Bersama Anak Yatim.
Adapun rincianya sebagai berikut: Perlengkapan mandi (Dari Sahabat komunitas ORIFLAME), Paket Sekolah: meliputi Tas (dari FKAM BAITULMAL), Buku tulis 1 pack, Buku gambar 1 lembar, Dusgrip 1 buah, Bolpoin 1 lusin, Pensil 1 lusin, Penggaris 1pcs, Tip ex 2pcs, Rautan 2pcs, Penghapus 2pcs, buku iqro’ 1pcs Total: Rp2.967.500. Uang saku anak yatim 50X @60.000 total Rp3.000.000. MMT & bingkisan tamu undangan Rp493.000. Total keseluruhan pengeluaran Rp6.460.500. Kekurangan dana dibantu dari sedekah sahabat FKAM,komunitas Oriflame dan Pengurus masjid PGS. Tidak lupa terimakasih juga kami ucapkan kepada Pengurus Masjid PGS Yang sudah meluangkan waktu dan memberikan tempat, serta Konsumsi sehingga acara Buka Bersama Anak Yatim bisa terlaksana. Semoga dengan diadakan buka bersama anak yatim Ini, dapat memberikan kegembiaraan dan dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan sekolah para Anak Yatim. Aaamiin.

Jumlah Santunan : Rp5.493.000
Tanggal : 5 Juli 2015
Kurir : @Lastiko, @Cicicinta  @ocid_ahmad @kowi_solo

Bukber RSSR Solo

Bukber RSSR Solo


AZKA SALSABILA, (1,4, Gizi Buruk). Alamat:  Sarang Burung RT.3/2. Dusun Jambu, Muaro Jambi. Ayah: Junaidi (32) dan Ibu : Sanawati (33). Sejak usia 8 bulan, Azka mulai mengalami hambatan dalam proses pertumbuhannya. Berat badannya hanya berkisar 6 kg hingga 7,5 kg. Sekitar 1 bulan belakangan, nafsu makan Azka semakin menurun, diikuti dengan seringnya ibunya menemukan cacing pada kotoran Azka. Pada awalnya, orangtua Azka yang tinggal di daerah sebrang kota jambi, dimana didaerah ini masih umum digunakan pengobatan tradisional sudah sering membawa Azka ke pengobatan tradisional di kampungnya. Karena dirasa tidak ada perbaikan, orangtua Azka membawanya berobat ke puskesmas. Disanalah diketahui bahwa Azka ternyata gizi buruk dan harus segera dirawat di rumah sakit karena kondisinya yang tampak lemah. Azka sering mencret dan beberapa kali muntah. Saat ditimbang, BBnya hanya 6,2kg. Akhirnya, orangtua Azka setuju anaknya dirawat di rumah sakit. setelah 3 hari dirawat di RSUD Abdul manap kota Jambi, Ayah Azka yang sehari-harinya bekerja sebagai satpam di sebuah perumahan di luar kota jambi mulai menyadari keterbatasan dana yang ia miliki untuk biaya perawatan Azka. Pasalnya, keluarga ini belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Sementara istrinya, hanya sebagai ibu rumah tangga biasa yang mengurusi ketiga anaknya. Dengan berat hati, walaupun saat itu berat Azka baru saja mulai mengalami kenaikan yakni menjadi 6,5kg, orangtuanya memutuskan untuk pulang paksa dari rumah sakit karena tidak mampu membiayai biaya perawatan di rumah sakit. Pada saat itulah, Allah mempertemukan SR dengan keluarga ini. SR membantu mengarahkan pak Junaidi dalam proses pembuatan BPJS agar bisa aktif dengan segera dan memotivasi keluarga ini untuk bertahan selama proses pengobatan Azka agar putri mereka bisa segera pulih dan bermain kembali dengan kedua kakak perempuannya. Bantuan sedekaholics yang disampaikan oleh SR digunakan keluarga ini untuk biaya perawatan awal saat BPJS nya belum aktif, untuk biaya kebutuhan sehari-hari selama Azka dirawat di RS dan transportasi kepulangan Azka hingga ke rumahnya di dusun sebrang kota Jambi. Setelah dirawat selama kurang lebih 20 hari di rumah sakit, Azka mulai mengalami perbaikan dengan berkurangnya intensitas mencret dan muntahnya. Diikuti dengan tidak ada lagi cacing yang keluar melalui kotorannya dan kenaikan berat badannya hingga 6,7kg. Saat ini, Azka sudah pulang ke rumah sekitar 3 pekan. BB nya sudah naik menjadi 7,2kg. Nafsu makannya semakin membaik dan sudah mulai kembali ceria. Kita doakan bersama, semoga Azka bisa segera pulih dan tumbuh kembangnya berjalan optimal. Aamiin ya Allah

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @shintatantri

Azka mengalami gizi buruk

Azka mengalami gizi buruk


GUSTI NGURAH NOVA YUDAN (3, Infeksi Telinga). Alamat: Desa Banjar Petak, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, Bali. Dik Nova itulah panggilan akrabnya, adalah anak dari Bpk. Ketut  Mustika (47). Keseharian Pak Ketut bekerja sebagai buruh harian lepas yang tidak memiliki penghasilan yang tetap, karena ia hanya  bekerja jika ada yang membutuhkan tenaganya. Ibu Dik Nova, Jero Made Suratni (39) bekerja sebagai buruh di pasar yang membantu menjaga toko orang yang membutuhkan jasanya. Gejala penyakit berawal saat  Dik Nova merasakan demam hampir seminggu lamanya. Kondisi tersebut membuat kedua orangtuanya kuatir. Dik Nova sudah dibawa berobat ke Bidan setempat  dua kali, namun belum  mengalami kesembuhan. Karena tidak ada perubahan, orang tua Dik Nova kemudian membawa Dik Nova ke Rumah Sakit Umum Daerah setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan disimpulkan Dik Nova mengalami infeksi telinga akut dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Mereka menggunakan jaminan JKBM. Kurir #SedekahRombongan  bersyukur dapat dipertemukan Allah dan menyampaikan  bantuan awal untuk keluarga ini. Santunan tersebut akan dipergunakan untuk biaya sehari-hari selama masa perawatan dirawat. Semoga Tuhan mempermudah kesembuhan  Dik Nova agar ia bisa bermain dan beraktifitas seperti biasa lagi. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @tuniknata @avinptr @hapsarigendhis

Gusti menderita Infeksi Telinga

Gusti menderita Infeksi Telinga


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. #SedekahRombongan Area Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung, fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RUSPN RSCM kita mengontrak dua rumah untuk pasien rawat jalan, tentunya mereka menjadi perhatian kita sehari-harinya. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-harinya dengan menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listriknya untuk 2 rumah singgah tersebut dan beberapa kamar kos yang kita sewa yang setiap bulan kita siapkan untuk mereka yang sedang berjuang berobat untuk kesembuhannya. Saat ini pasien yang ada di RSSR 1 & 2 berjumlah 26 orang beserta keluarga yang mendampingi, Bantuan ini seperti biasa disampaikan untuk keperluan Logistik dan Operasional RSSR bulan Agustus 2015.

Jumlah Bantuan Untuk RSSR 1 & 2 : Rp. 13.100.000,-
Tanggal: 1 Agustus 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies

Bantuan operasional

Bantuan operasional


RAYNA ANGELIKA (4, infeksi tulang  kaki). Alamat: Kampung Babakan Jawa, Desa Bojongloa, RT. 1/12, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Rayna merupakan putri dari Ibu Ririn (28),  seorang ibu rumah tangga  dan Pak Agus (30) yang sehari-hari bekerja pada di tempat steam mobil milik tetangganya. Rayna mengalami yang infeksi tulang di bagian kaki kirinya. Awalnya  Reyna jatuh dari tangga satu tahun yang lalu. Keesokan harinya kaki kiri Rayna mengalami bengkak  dan mengeluarkan nanah. Orang tua Rayna segera membawanya  ke RSUD Majalaya dan setelah dilakukan pemeriksaan, kesimpulannya Rayna mengalami infeksi  tulang. Setelah  berobat di RSUD Majalaya akhirnya ia dirujuk ke RSHS Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Orang tua Rayna sempat kebingungan karena kesulitan  biaya ongkos selama berobat, karena penghasilan Pak Agus yang tidak menentu. Alhamdulillah Pak Agus dipertemukan dengan #SedekahRombongan, sehingga santunan  awal  dapat segera diberikan. Bantuan tersebut dipergunakan untuk membuat jaminan kesehatan BPJS agar bisa meringankan biaya berobat. Saat ini Rayna masih menjalani terapi secara rutin  di RS Hasan Sadikin Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000,000.-
Tanggal : 21 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Rayna menderita infeksi tulang  kaki

Rayna menderita infeksi tulang kaki


M. FAATIR MUBARROQ (19 bulan; Bibir Sumbing & tidak memiliki langit-langit). Alamat:  Kp. Srengseng RT.1/3 Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Faatir dilahirkan  dalam kondisi fisik yang  tidak sempurna. ia mengalami kelainan berupa bibir sumbing dan tidak memiliki langit-langit di rongga mulutnya (labiopalatoschizis). Atas bantuan sebuah yayasan sosial yang bekerja sama dengan RS. Mulya Sari Plumpang Jakarta Utara, Bayi Faatir yang saat itu berusia 6 bulan, menjalani operasi awal menjahit celah di bibirnya. Pasca operasi pertama, dokter menyarankan kepada orangtuanya agar dilakukan operasi lanjutan jika usia Faatir  sudah 1,5 tahun. Ayah Fatir, Pak Nurdin (24) sehari-hari   bekerja sebagai penjaga toko yang penghasilannya pas-pasan, sedangkan ibunya, Lilis Sari (23) merupakan ibu rumah tangga. Mereka mengalami  kesulitan biaya saat Faatir akan menjalani pemeriksaan ke rumah sakit sebelum  tindakan operasi yang ke-2. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan keluarga ini dan memberikan bantuan awal yang akan dipergunakan untuk pembuatan kartu BPJS dan biaya ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @hapsarigendhis

Faatir menderita Bibir Sumbing & tidak memiliki langit-langit

Faatir menderita Bibir Sumbing & tidak memiliki langit-langit


NIRIN BIN SONANG (31, TB Paru dan usus buntu). Beralamat di Kp. Pulo Ngandang RT.10/3, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pada Bulan Februari 2015, Nirin menjalani operasi usus buntu di RS. Medirossa Cikarang  dan dirawat selama  1 minggu. Setelah operasi yang dilakukan, Nirin dan keluarga berharap  penyakit yang dideritanya akan segera sembuh. Namun sejak bulan Februari 2015 itu juga ia dinyatakan menderita TB Paru. Kondisi fisik Nirin terlihat lemah dan badannya semakin kurus kering. Upaya pengobatan yang dilakukan hanya sebatas ke puskesmas setempat saja karena keterbatasan biaya yang mereka  punya.  Rencananya ia akan menjalani pemeriksaan penunjang  lengkap di rumah sakit dengan jaminan  Kartu BPJS. Sudah lama Nirin hidup menduda, ia tinggal bersama ayah dan ibunya. Ayahnya bernama Pak Sonang (55) adalah seorang buruh tani dan ibunya, Bu Kini (50) ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke RSUD Bekasi di  Cibitung. Semoga diberi kesembuhan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Pak nirin menderita TB Paru dan usus buntu

Pak nirin menderita TB Paru dan usus buntu


ELI DEVI (36, Melahirkan dengan Sectio Cesarea). Alamat: Kp. Cikarang Jati RT.1/3, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Setelah menjalani operasi Sectio Cesarea  di RS. Bakti Husada Cikarang,  Eli Devi yang biasa dipanggil Bu Eli, menjalani perawatan bersama dengan bayinya. Bayi Bu Eli menjalani perawatan intensif di ruang NICU selama 3 hari karena kondisinya sangat lemah.   Mereka dirawat dengan biaya pribadi karena mereka tidak  memiliki kartu jaminan apapun. Setelah mendapat kebijakan dari pihak RS. Bakti Husada, Bu Eli dan Bayinya pun diperbolehkan pulang dengan syarat dibuatkan Surat Jaminan Pelayanan (SJP) dari PemKab. Bekasi. Selanjutnya kurir #SedekahRombongan membantu keluarga pasien untuk mengurus SJP dari Pemkab. Bekasi tersebut.  Meskipun  melalui negosiasi yang alot, alhamdulillah SJP bisa didapat dan keluarga dhuafa ini tidak memiliki tanggungan rumah sakit sebesar sembilan juta rupiah seperti terhutang  sebelumnya.  Suami Bu Eli, yakni Pak Kandi (37) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, merasa mustahil mencari uang sebanyak itu dalam waktu  singkat. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat menyampaikan bantuan biaya operasional mengurus SJP ke PemKab Bekasi. Dengan berbekal SJP, akhirnya Bu Eli dan bayinya bisa pulang ke rumah mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom Via Zaenudin @hapsarigendhis

Ibu eli Melahirkan dengan Sectio Cesarea

Ibu eli Melahirkan dengan Sectio Cesarea


JUMENAH RAMAN (65,  Suspek Gangguan Hati). Alamat:  Kp. Ceger RT.2/3, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani Kabupaten, Bekasi Jawa Barat. Riwayat penyakit Bu Jumenah mulai timbul sejak 5 tahun terakhir. Namun kini semakin hari ia merasakan perutnya semakin membesar, apalagi setelah makan dan rasanya  sulit untuk bernafas. Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas dan mantri kesehatan di dekat rumahnya, Bu Jumenah diduga mengalami gangguan  hati yang sebenarnya  sudah lama ia rasakan. Ingin hati ia sembuh dan tidak ada keluhan, namun karena ketiadaan biaya keluarga hanya bisa pasrah dan hanya membawa berobat  ke mantri sekitar,  jika ibu dengan 3 anak ini, mengalami sakit  luar biasa. Pekerjaan sehari-hari suami Bu Jumenah, Pak Raman (74) adalah buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya pembuatan kartu BPJS dan biaya akomodasi ke RSUD Cibitung Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom Via Zaenudin @hapsarigendhis

Jumenah menderita Suspek Gangguan Hati

Jumenah menderita Suspek Gangguan Hati


NURAINI BINTI DODO (37, Gangguan Paru). Alamat : Gang Kukupu, RT.1/9, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Nur,  panggilan sehari-hari Nuraini,  adalah ibu rumah tangga dengan 4 anak. Suaminya bernama Joyo (40), tidak memiliki pekerjaan tetap,  kadangkala mengojek dengan menggunakan motor sewaan. Gejala penyakit Ibu Nur ini berawal pada Januari 2015 ketika ia hamil anak ke 4. Saat kehamilannya memasuki  bulan ke-2, Nur mulai kurang sehat dan sering batuk serta nafsu  makannya berkurang. Mereka menganggap itu hal yang biasa mengingat Nur sedang hamil muda sehingga dianggap kondisi tersebut adalah bawaan bayinya. Menginjak bulan ketiga usia kehamilan,  batuknya  semakin berat  dan nafsu makannya hilang. Bertambahnya usia kehamilan Nur tidak diiringi dengan naiknya berat badan sebaliknya  Nur semakin kurus. Berat badan Nur sebelum hamil ini hanya 36 kg dengan  tinggi 150 cm. Setiap bulannya ia periksa kehamilan  ke bidan. Saat usia kandungan masuk usia 7 bulan ia disarankan untuk USG dan periksa ke  dokter spesialis kandungan serta ke dokter spesialis penyakit dalam, mengingat kondisi badan Nur yang semakin menurun. Nur tidak memiliki jaminan kesehatan apapun. Pada tanggal 15 Juli 2015 anak ke-4 Nur lahir prematur dengan usia kandungan kurang dari 7 bulan dengan berat bayinya hanya 1900 gram. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Nur untuk memberikan bantuan awal dan perawatan di RS Paru Cisarua Bogor.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Agustus 2015
Kurir  : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu Nuraini menderita Gangguan Paru

Ibu Nuraini menderita Gangguan Paru


ENDAH BINTI FULANAH, (27, Orang terlantar dengan tuna grahita). Alamat: Terminal Bus Baranang Siang, Kel. Baranang Siang, Kec. Bogor Timur. Kurir #SedekahRombongan mendapatkan informasi mengenai Endah dari laporan warga Kelurahan Baranang Siang, yang merasa kuatir mengenai keadaannya. Endah  adalah  seorang perempuan yang sehari-harinya ada  di dalam lingkungan terminal dan dalam keadaan tuna grahita.  Endah mengalami gangguan pendengaran dan penglihatan serta Endah tidak dapat berkomunikasi dengan normal. Saat ini Endah Endah tidak memiliki identitas apapun. Namun menurut seorang ibu penjual es di terminal yang sudah lama mengenal Endah dan telah menganggap Endah ini sebagai adiknya, mengatakan bahwa sepengetahuannya Endah   mulai tinggal  di terminal itu sejak 3 tahun yang lalu. Pada hari ke 3 Idul Fitri 1436 Hijriah yang lalu, kurir #SR mengunjungi Endah untuk melihat keadaannya dan menemukan Endah sedang dalam keadaan demam tinggi serta  tampak kesakitan dibagian pinggang dan kaki. Segera Kurir #SR membawa Endah ke UGD RS Karya Bakti untuk mendapatkan perawatan. Endah dirawat diruang Flamboyan RS Karya Bakti dan masih diupayakan untuk bisa menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesda. Menurut kesimpulan dokter, Endah mengalami gangguan kesehatan pada lambung dan tidak bisa buang air kecil, sehingga harus  dipasang kateter. Semoga Allah memberi Endah kesembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500. 000,-
Tanggal : 19 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu endah menderita Orang terlantar dengan tuna grahita

Ibu endah menderita Orang terlantar dengan tuna grahita


DEDEN ARIEF BIN USEP (8, penyakit lumpuh layu) Alamat : Panaragan Penggilingan RT/RW .2/6 Kelurahan Panaragan. Kecamatan Bogor Tengah. Deden dilahirkan secara normal. Sampai usianya  5 tahun, Deden tumbuh  dan berkembang dengan baik.  Namun di usia 5 itu ia mengalami susah buang air besar sehingga ibunya Neneng (40) membawa Arief ke Puskesmas. Deden  kemudian dirujuk ke rumah sakit dengan membawa jaminan Jamkesda. Saat itu Deden menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sampai pada saat pengambilan cairan di bagian tulang belakang,  Deden  mengalami koma sampai beberapa saat.  Setelah ia  bisa melewati saat komanya, Deden mengalami kelumpuhan  anggota gerak serta tidak dapat bicara. Pada perawatan selanjutnya ia   diberikan obat-obat untuk kesembuhannya sampai akhirnya Deden diijinkan  pulang. Saat ini Deden tinggal bersama ibu dan kakaknya di sebuah rumah kontrakan. Kurir  #SR memberikan santuna serta bantuan kursi roda agar memudahkan Deden beraktivitas.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Deden menderita penyakit lumpuh layu

Deden menderita penyakit lumpuh layu


RAHMA ROHIDATUL (3, epilepsy, CP spastis). Alamat: Jembatan Besi RT.6/1, Kelurahan Jembatan Besi Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi. Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki jaminan kesehatan BPJS. Rahma saat ini perlu dibantu karena membutuhkan biaya pemeriksaan mata di Klinik Mata Sumatera Eye Centre Rawamangun Jakarta sebesar Rp 930.000,-. Rahma menderita gangguan penglihatan dan epilepsi serta cerebral palsy (CP). Kedua orangtuanya tidak memiliki biaya transport yang cukup, sehingga Rahma tidak kontrol di Poli Neurologi dan juga tidak menjalani terapi di Unit Rehabilitasi Medis RSCM. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya membayar kontrakkan dan biaya membeli susu setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 687. Saat dikunjungi Kurir #SR kondisi Rahma Rohidatul menurun dan sedang dirawat intensif di IGD RSCM Jakarta. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics  untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @hapsarigendhis

Rahma menderita epilepsy, CP spastis

Rahma menderita epilepsy, CP spastis


ELIKA FITRIANA (9 bln, ATRESIA BILLIER), Alamat : Dusun 1 Centilan RT.6/1, Kelurahan Lebak, Kecamatan Greget, Kabupaten Cirebon Jawa Barat, Elika Fitriana putri dari bapak Eno Raharjo (32) dan ibu Danasih (28) sejak dilahirkan sudah menderita sakit dengan diagnosa Atresia Billier,  yang ditadai dengan tubuh yang menguning dan perut membuncit. Pengobatan pernah dilakukannya pada puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Cirebon, dari hasil pemeriksaan team dokter RSUD Cirebon, Elika Fitriana terdiagnosa Atresia Billier (kanker). Pengobatan kemudian dilanjutkan ke RSCM Jakarta, Tingginya biaya harian dan biaya kos selama empat bulan menjalani pengobatan di RSCM sangat memberatkan bapak Eno Raharjo yang sehari – harinya berprofesi sebagai pedagang buah keliling ini, pengobatan Elika Fitriana tidak bisa dilanjutkan lagi. Kondisi Elika Fitriana semakin hari semakin menurun, badannya panas dan lemas, melihat kondisi putrinya ini bapak Eno Raharjo kembali membawa putrinya ke RSCM Jakarta untuk melanjutkan pengobatannya, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan untuk membantu biaya kos kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 721. Team dokter yang menanganinya meminta Elika Fitriana untuk melakukan tindaka endoskopi namun karna kondisi Elika Fitriana sering turun dan berat badannya belum cukup 7 kg tindakan tersebut belum bisa dilakukan. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harjie_anis

Elika menderita ATRESIA BILLIER

Elika menderita ATRESIA BILLIER


ROHENDI (44,  Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher). Alamat: Kp. Bojong Gede RT.2/16 Desa Sukarame Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Rohendi sehari-harinya adalah buruh. Ia mulai merasakan pgejala penyakitnya sejak 7 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan benjolan yang muncul di lehernya disertai nyeri. Bersama istrinya, Nani (38) Rohendi berobat ke RSUD Garut selama 3 bulan kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk penanganan yang lebih. Mereka sempat bingung mengambil keputusan berangkat ke Bandung atau tidak karena harus meninggalkan tiga anak da nada keterbatasan biaya bekal berobat.  Namun karena ingin sembuh, akhirnya Rohendi bertekad berangkat dan menitipkan anak mereka ke orangtua Rohendi. Untuk biaya transport mereka terpaksa meminjam ke tetangga. Setelah diperiksa ternyata Rohendi mengalami penyakit kelenjar getah bening. Selama di Bandung mereka tidur di koridor rumah sakit selama satu bulan sampai akhirnya bertemu dengan #SedekahRombongan. Kurir #SR segera mengajak untuk tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Rohendi sangat bersyukur dan berharap cepat sembuh agar ia dapat  bekerja lagi. Sedekah rombongan kembali memberi santunan lanjutan untuk pak Rohendi yang saat ini sedang menjalani terapi Sinar yang di jadwalakan sebanyak 35X  di Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. Santunan sebelumnya masuk pada rombongan 721.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Juli 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Pak Rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher

Pak Rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher


HERDIANTO BAYUAJI (16, Bantuan SPP) Alamat : Jln. Tegal Wangi 2, No. 2B, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan, ProPinsi Bali. Herdianto anak ke dua dari pak Febhihantoro (49) dan Ibu Widiastuti (45). Herdiantoberasal dari keluarga yang sangat terbatas ekonominya beliaupun murid yang cukup berprestasi di sekolahnya di SMK Denpasar dengan jurusan Multimedia dan mau naik ke kelas dua.  Lima bulan yang lalu ayah Herdianto sudah tidak bisa bekerja karena kondisi badan yang  tidak memungkinkan, oleh karena itu berat hati Herdianto terpaksa mogok sekolah karena belum dapat melunasi tunggakan SPP selama tiga bulan dan raportnya pun ditahan oleh wali kelasnya, iuran yang harus dibayar sebesar Rp. 250.00,- perbulan, Sedangkan Herdianto menunggak selama tiga bulan. Ibu Herdiantopun demikian, tidak bisa bekerja karena mempunyai balita yang masih harus diperhatikan. Alhamdulillah Herdianto dengan tidak sengaja membuka website #SedekahRombongan dan mengajukan bantuan, Kurir #SR bergegas untuk survey ke tempat tinggal beliau dan memberikan bantuan secepatnya. Senyum lebarpun yang terpampang di wajah Herdiato terlihat bahagia karena beliau bisa melanjutkan sekolahnya dan tetap menjadi anak yang berpestasi.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 29 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @tuniknata @athaya336

Bantuan SPP

Bantuan SPP


ADI CARDIA, (52, Batu Ginjal). Alamat: Kampung Pagersari RT.1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Adi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan menderita batu ginjal sejak 8 bulan yang lalu. Gejala awalnya, ia tidak dapat buang air kecil dan buang air besar dengan lancar selama 8 hari. Warga sekita, didampingi #SedekahRombongan, membawa Pak Adi ke rumah sakit di Bandung. Di RSUD Al Ihsan Bale Endah, Adi mendapatkan penanganan dengan cepat antara lain dengan pemasangan kateter sehingga pengeluaran air kencingnya lancar kembali. Empat bulan yang lalu, ia j.uga dirawat di RSUD Al-Ihsan selama 1 minggu dan dilanjutkan dengan rawat jalan dua minggu sekali. #SedekahRombongan telah mendampingi dan memberinya bantuan untuk biaya pembuatan BPJS dan transportasi ke rumah sakit. Setelah berkali-kali didampingi kurir #SR ke RS Al Ihsan Bale Endah Kab. Bandung, Pak Adi berangsur membaik. Masa kritisnya telah lewat. Akan tetapi, dokter yang menangani Pak Adi menyarankannya untuk melanjutkan pengobatan di RSHS Bandung untuk memfungsikan kembali saluran kencingnya. Sedekaholik SR  terus mendampinginya ke RSHS. Tanggal 7 dan 8 Januari 2015 Pak Adi mulai menjalani pemeriksaan awal di RSHS. Ia menginap dua hari di Rumah Singgah SR (RSSR). Tanggal 13 Januari 2015 ia juga menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit yang sama. Pada 27 dan 28 Januari 2015 ia juga harus ke RSHS karena kateternya bocor. Pada 9 Februari 2015 Pak ADI menjalani pemeriksaan sebelum operasi. Karena kondisinya memburuk, jadwal operasinya belum bisa ditentukan. Selasa 14 April 2015 Pak Adi didampingi kembali ke RSHS untuk pemeriksaan darah yang hasilnya bisa didiagnosa pada Selasa 21 April 2015 sambil menjalani pemeriksaan lainnya yang terus ia jalani sampai awal bulan Juni 2015. Alhamdulillah, berkah sedekah, kini Pak Adi sudah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan sebelum mendapatkan tindakan operasi. Pak Adi tinggal menunggu panggilan untuk dirawat inap dan dioperasi di RSHS Bandung. Pada 3 dan 10 Agustus 2015 Pak Adi harus ke RSHS lagi untuk menjalani kontrol. Semoga Pak Adi segera mendapatkan penanganan terbaik seperti yang direncanakan tim medis RSHS. Memahami betapa beratnya tahapan pemulihan kesehatan Pak Adi, kembali #SedekahRombongan memberinya bantuan untuk transportasi, akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. Bantuan sebelum ini administrasinya masuk di Rombongan 717.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak adi menderita Batu Ginjal

Pak adi menderita Batu Ginjal


OTONG MULAWARMAN (49, Gangguan Tiroid). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT.2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa! Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. Istrinya, Anah R (38) hanya ibu rumah tangga yang tak punya pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarganya. Bersama istri dan anak tunggalnya, Mang Otong menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PJKA, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan Mang Otong semakin berat sejak ia didiagnosis mengalami gangguan kelenjar tiroid pada tahun 2005 yang lalu. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tidak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya sambil menunduk. Berdasarkan penuturannya pula, ia juga pernah mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada tahun 2005 sampai 2006. Hasil ikhtiarnya: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada tahun 2009, ia sempat memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya, namun kembali terhenti karena alasan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Mang Otong, dan bisa membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta menyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata Cicendo Kota Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia menjalani kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Pada awal Agustus 2015 dia harus melakukan pemeriksaan matanya yang kini kemampuan melihatnya menurun 40 lersen. Ia masih memerlukan bantuan untuk terus berobat. Alhamdulillah, sedekaholik SR juga terus berempati kepada Mang Otong dan memberinya santunan lanjutan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan #SR sebelumnya untuk Mang Otong administrasinya tercatat di Rombongan 724.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak otong menderita Gangguan Tiroid

Pak otong menderita Gangguan Tiroid


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (4 Bulan, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT.2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi akhirnya sampai pada kurir #SR. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini dan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini, administrasinya masuk di Rombongan 724. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015. Pada awal Agustis 2015 anak yatim ini harus menjalani kembali serangkaian pemerksaan medis di RSHS Bandung. Keluarganya masih memerlukan bantuan untuk mengikhtiarkan kesembuhan Shiddiq. Semoga Allah memberi kesembuhan terbaik bagi Shiddiq. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Siddiq menderita Meningokel

Siddiq menderita Meningokel


RANGGA ANANDA BIN ZAENUDIN (2,5;  Kelainan tumbuh kembang). Alamat: Sumur Wangi, RT.2/10. Kelurahan Mekar Wangi, Kecamatan Tanah Sareal. Kota Bogor. Rangga dilahirkan saat usia kehamilan ibunya menginjak 8 bulan dengan proses kelahiran normal. Setelah dilahirkan kondisi Rangga sehat seperti umumnya bayi seusianya. Saat usia Rangga 1 tahun, ibu Rangga, Yati (40) mulai merasa kuatir mengenai tumbuh kembang anaknya  itu karena belum  dapat tengkurap dan duduk.  Sampai usia Rangga  2 tahun kekuatiran  Yati dan Zaenudin, ayah Rangga bertambah karena Rangga masih juga belum bisa tengkurap, duduk, berjalan dan bicara. Sekarang usia Rangga sudah 2,5 tahun. Ia merupakan anak kedua dari 2 bersaudara. Kakak Rangga saat ini berusia 10 tahun dan sudah bersekolah kelas 4 SD. Rangga tidak memiliki jaminan kesehatan. Kurir #SedekahRombongan mengunjungi Rangga dan mendampingi orangtuanya  Rangga dalam mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan dan  rujukan dari Puskesmas untuk berobat ke rumah sakit. Prosedur pengurusan surat-surat ini yang bisa dipergunakan orang tua Rangga untuk Rangga bisa mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada dokter spesialis anak di RS Karya Bakti. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, Rangga dirujuk ke Poli Tumbuh Kembang anak. Zaenudin yang sehari-harinya bejualan keliling asesoris   seperti jepit rambut, sisir dan lain-lainnya, sesekali juga mangkal di depan Stasiun Kereta Cilebut. Ia terpaksa harus meliburkan diri tidak berjualan untuk  mendampingi anaknya berobat. Jika tidak berdagang praktis   tidak ada pemasukan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup hari itu. Kurir #SedekahRombongan mengunjungi dan menyampaikan santunan untuk keluarga ini. Semoga Allah memberi kemudahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Rangga menderita Kelainan tumbuh kembang

Rangga menderita Kelainan tumbuh kembang


ROKHIMUN MAHMUDI ( 53 TH.KORBAN KEBAKARAN RUMAH TOTAL) DUSUN KRAJAN RT 3 RW 6 DESA SOBOREJO KEC.PRINGSURAT KAB.TEMANGGUNG, JAWA TEGAH.
Pak rokhim begitu biasa dipanggil adalah seorang petani kecil yang mempunyai 3 orang anak ( 1 perempuan 23 th dan 2 laki laki 15 dan 17 th), beliau hidup di pinggiran desa yang merupakan pojok utara kab.Temanggung dan berbatasan dengan kab. Semarang Jawa Tengah. Hari itu seperti biasa setelah pulang dari mengurus sawah karena sudah lama tidak di tengok karena idul fitri Pak rohim tiduran setelah sholat zuhur dan sedang asyik-asyiknya tidur beliau dikagetkan suara dari istrinya pak kebakaran kebakaran……..dan di luar api sudah berkobar di bagian kamar dalam, secara spontan pak rokhim berusaha mematikan api yang diduga berasal dari konsleting listrik di kamarnya namun usaha pak rokhim memadamkan api tidak mampu malah api semakin membesar dan dalam waktu setengah jam seluruh isi rumah habis terbakar beserta ternak ternaknya ikut mati terbakar sehingga tidak ada satu barangpun yang bisa diselamatkan, namun alhamdulillah tidak ada korban jiwa dari keluarga pak rokhim. Pak rokhim saat ini tinggal sementara di rumah saudaranya sambil menunggu uluran dan bantuan dari warga atau siapapun untuk membantu membangunkan rumahnya lagi sehingga bisa memulai hidup kembali seperti sedia kala. Saat ini pak rokhim sangat membutuhkan bantuan untuk membangun rumahnya untuk berteduh sehingga bisa memulai hidup yang baru setelah semuanya hangus terbakar. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Bapak Rokhimun untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk membantu membangun rumah ( pembelian batako dan semen)

Jumlah Bantuan : Rp.10.000.000,-
Tanggal : 09 agustus 2015
Kurir : @arfanesia via swastiko

Korban kebakaran rumah total

Korban kebakaran rumah total


HENDRAWAN CAHYO PURNOMO (5 bulan, kantung cairan di kepala) yang beralamat di Jl.Bunga Rampai II No.55 Purbalingga, Jawa Tengah. Putra pasangan Bapak Joko Purnomo (55 tahun) dan Ibu Heni (38 tahun) saat didalam kandungan di USG terlihat terdapat kelainan pada bagian kepala dan akhirnya diputuskan untuk dilakukan operasi caesar saat usia kandungan masih 8 bulan. Setelah operasi caesar bayi hendra dirawat di  rumah sakit selama 32 hari karena berat badannya dibawah standart serta kondisinya yang masih lemah. Untuk kelanjutan penanganan benjolan kantung cairan dikepala oleh dokter yang nenangani akan dilakukan operasi untuk membuang kantung tersebut setelah berat badannya memenuhi dan kondisinya stabil. Namun saat ini sudah 2 kali akan dilakukan operasi selalu gagal karena kondisi jantung dan paru2 tiba – tiba melemah. Walaupun orang tua sebagai PNS tapi biaya pengobatan waktu dirawat di RS oleh askes cuma di tanggung selama 28 hari dan sisa biaya pengobatan sebesar 24 juta di tanggung sendiri. Saat ini bayi hendra sudah menjalani operasi pemasangan selang untuk mengeluarkan cairan yang ada di kepala. Selanjutnya setelah cairan dan kantung tersebut kempes baru akan dilakukan operasi lanjutan untuk membuang kulit kantung yang ada dikepala. Bantuan dari #SedekahRombongan disampaikan untuk kebutuhan selama di rumah sakit dan membeli obat – obatan. Semoga proses pengobatan bayi hendra dapat lancar dan nantinya kembali sehat, aamiin…

Jumlah bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 1 agustus 2015
Kurir :@arfanesia via @slametpriyadi

Hendrawan menderita kantung cairan di kepala

Hendrawan menderita kantung cairan di kepala


AOLYA ULIS PRAMODITA ( 12 TH, SLE + AIHA (LUPUS) ) ALAMAT DESA RABAK RT 3 RW 2 KALIMANAH PURBALINGGA. Putri dari pasangan suami istri Bapak FAJAR HIDAYAT (37 TH) dan Ibu RIDA KIRANAWATI (35 TH) menderita lupus sudah 2 tahun lebih, awalnya cuma panas namun tidak kunjung reda sehingga dibawa ke rumah sakit. Setelah panas reda dan sehat kembali selang beberapa minggu mengalami panas kembali dan setelah cek laborat di vonis terkena anemia. Bulan berganti bulan sakitnya tak kunjung sembuh dan tiap bulan minimal 1 minggu masuk rumah sakit, sekolahnya pun terpaksa berhenti karena kondisi yang tidak memungkinkan. Setelah melakukan general chekup lengkap barulah diketahui bahwa Dik AOLYA menderita SLE + AIHA (LUPUS). Proses pengobatan lanjutan dilakukan di RS Sardjito, setiap bulan sekali harus ke jogja untuk melakukan pengobatan. #SedekahRombongan membantu biaya transportasi, akomodasi dan keperluan lainnya selama melakukan pengobatan di jogja. Sebelumnya dik a aolya ini sudah pernah dibantu Sedekah Rombongan dan sudah kami laporkan di rombongan 686 dan 703. Semoga Dik AOLYA dapat segera sembuh dan sehat agar bisa bersekolah lagi dan ceria bermain bersama teman – temannya, aamiin…

Jumlah bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2015
Kurir : @arfanesia

Aolya menderita SLE + AIHA (LUPUS)

Aolya menderita SLE + AIHA (LUPUS)

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Bukber RSSR Solo 5,493,000
2 Azka 1,500,000
3 Gusti 500,000
4 RSSR Jakarta 13,100,000
5 Rayna 1,000,000
6 M Faatir 500,000
7 Nirin 500,000
8 Eli 500,000
9 Jumenah 500,000
10 Nuraini 500,000
11 Endah 500,000
12 Deden 1,000,000
13 Rahma 1,000,000
14 Elika 800,000
15 Rohendi 1,000,000
16 Herdianto 750,000
17 Adi 500,000
18 Otong 500,000
19 M Shiddiq 750,000
20 Rangga 500,000
21 Rokhimun 10,000,000
22 Hendrawan 2,000,000
23 Aolya 500,000
Total 43,893,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 43,893,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 733 ROMBONGAN

Rp. 27,247,781,765,-