SINEM BIN ARJO SEMITO (70th,Stroke). Mbah Sinem begitu tetangga memanggil nenek yang tetap riang walaupun anggota tubuh bagian kanannya sudah tidak dapat digerakkan lagi. mbah Sinem tinggal di desa Tegal Sari Janten RT 1 RW 3, Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Mbah Sinem menderita Stroke kurang lebih sudah 9th. awal mulanya beliau merasa pusing kemudian tidur, saat bangun tidur tiba-tiba anggota tubuh bagian kanan tidak bisa digerakkan. oleh keluarga dibawa ke RS Banyudano Boyolali, disana dirawat selama 7hari, karena belum ada perubahan yang signifikan kemudian dibawa ke RS Islam Surakarta.(YARSIS) disana 5 hari, ada perubahan anggota gerak sebelah kanan bisa digerakkan lagi, dokter memperbolehkan pulang, namun harus selalu kontrol dan fisioterapi. Karena ketlatenan berlatih akhirnya mbah Sinem bisa berjalan kembali. Namun  tahun 2014 karena keterbatasan biaya menyebabkan konsumsi obat & Fisioterapi menjadi tidak rutin, anggota tubuh bagian kanan kembali lemas tidak dapat digerakkan. Mbah Sinem tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga saat berobat secara umum ini yang memberatkan putranya. Saat ini mbah Sinem hanya tinggal dengan anak laki-lakinya Agus Lugino (38th) yang bekerja di pabrik asbes dengan penghasilan Rp.1.000.000 sementara ketiga anaknya yang lain tinggal mengikuti suminya. Saat ditinggal kerja anaknya mbah Sinem tidur di tempat tidur diruang depan, beliau melakukan smua aktifitasnya di sana. semua keperluan seperti makan minum disiapkan disamping tempat tidur, hanya ketika mandi, BAB beliau di bopong putranya ke kamar mandi.  saat ini mbah Sinem sudah memiliki kursi roda rancangan putranya sendiri namun  sangat berat dan tidak bisa digunakan tanpa bantuan orang lain. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan dari sedekaholic sebesar Rp.1.500.000 dan 1unit kursi roda dengan rincian Rp.1.190.000 berupa uang tunai dan Rp. 310.000 berupa 25kg beras dan kebutuhan pokok. Keluarga mbah Sinem mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang diberikan.

Jumlah santunan: Rp.1.500.000,-
Tanggal :31 Mei 2015
Kurir : @Lastiko, @anisetya60

Ibu sinem menderita stroke

Ibu sinem menderita stroke


RSSR SOLO (RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN SOLO) Rumah yang dijadikan sebagai tempat persinggahan bagi pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan ini beralamat di Jalan Duku No. 1 Gang 4, Jajar, Laweyan, Solo, Barat Rumah Sakit paru-paru / kantor Samsat Solo Jawa Tengah dengan nomor hotline 08158911911. Dikenal dengan nama RSSR oleh masyarakat maupun para kurir, rumah yang sudah ditempati hampir satu tahun ini sangat membantu para pasien dampingan baik yang berasal dari Solo maupun yang berasal dari luar Solo saat hendak berobat. Agar dapat memberikan kenyamanan bagi pasien selama berada di RSSR, logistik dan perlengkapan lain yang dibutuhkan pun terus kami tingkatkan. Santunan ke-10 untuk kebutuhan bulan Juni 2015 pun tersampaikan, setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan  710 Bulan ini, santunan tersebut antara lain digunakan untuk :
Konsumsi pasien Rp1.909.750,-
Buku untuk RSSR (Alqur’an, bacaan Sholat) Rp500.400,- Biaya listrik bulan juni: Rp249.105,-
Biaya obat-obatan, peralatan medis: Rp260.000,-
Gaji Rumah Tangga RSSR : Rp1.000.000,-
Bingkisan pasien dampingan : Rp1.165.000,-
Total : Rp5.084.255,-
Semoga dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut, pasien merasa nyaman dan dapat memberikan energi positif untuk membantu proses penyembuhan pasien. Doa dan syukur senantiasa kami panjatkan untuk #SahabatSR semua yang telah menyisihkan sebagian rejekinya sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan RSSR. Semoga Allah selalu memberikan Rahmat dan berkah bagi kita semua. Aaamiin.

Jumlah Santunan : Rp5.084.255,-
Tanggal : 13 juli 2015
Kurir : @lastiko, @ciciiii, @anissetya60

Bantuan operasional

Bantuan operasional


SITI SAPUROH (17th, TB Tulang) Dik Siti, putri kedua dari Pak Ruslam (74th) yang bertempat tinggal di Dusun Sidakaton, Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini sejak bulan April 2014 lalu sudah mengalami sakit. Awalnya dada kanan bawah Dik Siti terdapat benjolan sebesar telur ayam. benjolan tersebut di diagnosis dokter sebagai tumor, namun setelah dilakukan operasi pada Juni 2014  diketahui jika benjolan tersebut merupakan abses dingin akibat infeksi kuman TB yang berasal dari paru-paru dan menjalar ke tulang belakang Dik Siti. Pengobatan TB Dik Siti telah berjalan rutin selama 6 bulan terakhir, namun hal tersebut mengakibatkan tulang belakang Dik Siti mengalami kebengkokan yang menyebabkan sulit duduk, sulit berjalan dan nyeri pada lututnya. Sejak di vonis menderita Tuberkulosis, Dik Siti yang masih duduk di bangku kelas X SMA cuti dari sekolahnya. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai buruh tani kesulitan untuk membiayai sekolah dan pengobatan Dik Siti. Dik Siti tinggal berdua dengan sang ayah dirumah milik pamannya. Ibunya sudah meninggalkannya sejak Dik Siti berumur 4 tahun. Dik Siti harus menjalani pengobatan terapi obat anti tuberkulosis (OAT)  yang harus diminumnya setiap hari, mengingat dampak dari pengobatan tersebut, tim dokter kemudian merujuk Dik Siti untuk menjalani perawatan intensif  di RS. Ortopedi Solo (RSO) namun karena keterbatasan biaya pengobatan Dik Siti sempat terhenti. Januari 2015 kurir Sedekah Rombongan membawa Dik Siti ke Solo untuk menjalani pengobatan lanjutan.  Dik Siti Kontrol untuk pertama kali di RSO pada tanggal 19 Januari 2015 dokter menyatakan bahwa tulang belakang Dik Siti sudah bengkok 30° dari kondisi normal, bila tidak dilakukan operasi maka hal tersebut akan berdampak dapat terjadinya penyempitan saraf tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhan total pada  badan bagian bawah Dik Siti. Dik Siti dijadwalkan operasi pelurusan tulang belakang pada tanggal 23 April 2015, namun sebelum operasi Dik Siti harus menjalani kontrol rutin satu bulan sekali. 14 april 2014 dilakukan pemeriksaan Laju endap darah (LED)  hasilnya normal sehingga OAT dihentikan. Setelah Tindakan oprasi selama 6jam pada tanggal 23 April 2015, karena merupakan oprasi besar dan banyak kehilangan darah dik Siti dirawat di ruang ICU, setelah keadaanya membaik dipindah di ruang pemulihan. 29 April 2015 dik Siti diperbolehkan pulang. Dokter menyarankan untuk menggunakan  korset Thoraco Lumbo Sacral Orthosis (TLSO) untuk menopang tulang belakang  sampai kuat dan pulih. luka bekas oprasi tulang belakang sudah kering. Dik Siti sudah diperbolehkan aktivitas seperti biasa dengan catatan harus tetap menggunakan TLSO. 22 Juli 2015 Dik Siti kontrol di RSO dokter mengatakan tulangnya sudah baik sudah  mendekati normal, masih harus sering latihan. Dokter menyatakan proses pengobatan sudah selesai. Dianjurkan untuk kontrol lagi jika ada keluhan. Santunan ke 9 sebesar Rp. 720.000  untuk akomodasi biaya transport pulang ke Tegal disampaikan Kurir #SR kepada Dik Siti, santunan sebelumnya masuk di rombongan 649, 665, 682,694, 705, 710, 723,730. Dik Siti dan ayah merasa sangat bersyukur atas santunan yang diberikan dan memohon doa untuk kesembuhan Dik Siti, agar Dik Siti dapat kembali bersekolah. Amiiin

Jumlah santunan: Rp 720.000,-
Tanggal:  22 Juli 2015
Kurir : @lastiko, @anissetya60, @ cicicinta

Ibu siti menderita TB Tulang

Ibu siti menderita TB Tulang


SRI RAHAYU MURDIYATIN BINTI SUKADI (46 tahun, tumor leher) adalah seorang duafa yang tinggal di Jalan Manyar gang Surikati nomor 17B Mangunharjo Madiun Jawa Timur. Bu Sri sudah menderita tumor leher selama 10 tahun lebih dan saat ini tumor beliau sudah pecah sehingga tiap 2 hari sekali harus diganti perban nya. Pergantian perban ditanggung oleh relawan dari Paguma Madiun. Paguma adalah sebuah Komunitas Sosial di Madiun sekaligus yang menginfokan pasien Bu Sri ke Sedekah Rombongan. Berhubung paguma tidak terbiasa menangani orang sakit. Saat dapat pasien Bu Sri, mereka minta tolong Sedekah Rombongan untuk menghendle. Tapi Sedekah Rombongan tidak mau diberi tanggung jawab sepenuhnya karena setiap hari Bu Sri menjalani medikasi yang ditangani oleh Paguma dan rumah Bu Sri di Madiun jauh dari Magetan sehingga pasien Bu Sri ditanggung bersama. Bu Sri adalah seorang janda beranak 3, suaminya yaitu Alm. Kasdi telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Anak nya yang pertama sudah menikah, anak ke 2 adalah tulang punggung keluarga bekerja serabutan, sedangkan anak ke 3 masih sekolah. Bu Sri mempunyai Jamkesmas, dan pada tahun 2012 berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya didampingi oleh beberapa tetangga. Namun karena proses pengobatan yang antri lama membuat Bu Sri tidak sabar dan minta pulang ke Madiun. Sampai terakhir kondisi memburuk Bu Sri tidak mau berobat lagi. Setelah relawan dari Paguma menemukan Bu Sri dan menginfokan tentang kondisi beliau pada Sedekah Rombongan, Sedekah Rombongan dan Paguma bersama-sama mendampingi pengobatan Bu Sri. Awal Juni lalu, beliau memulai pengobatan di RSDM, akhir Juni beliau menjalani rawat inap untuk persiapan operasi pengangkatan tumor. Operasi kemudiam dilakukan pada Kamis, 9 Juli 2015. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Pasca operasi Bu Sri menjalani masa pemulihan. Luka Bu Sri dinyatakan dokter kurang bagus hingga harus menjalani operasi lagi. Proses penyembuhan yang masih lama hingga melewati hari lebaran tidak bisa diterima Bu Sri. Hari itu Bu Sri memberontak minta pulang dan menolak serangkaian tindakan medis dari dokter alhasil Bu Sri Pulang Paksa. Sebelumnya kurir Sedekah Rombongan, relawan Paguma dan keluarga sudah membujuk untuk tetap menjalani pengobatan, namun Bu Sri tetap memaksa ingin pulang. Karena bu sri sudah tidak bisa di bujuk untuk mengikuti prosedur rumah sakit dan Sedekah Rombongan maka Sedekah Rombongan sudah tidak dapat melanjutkan pendampingan ke bu sri.  Santunan ke 3 dan menjadi santunan terahir Bu Sri ini sebelumnya sudah masuk ke rombongan ke 719 dan 730. Santunan terakhir sebesar Rp. 1.500.000 digunakan untuk biaya transportasi pulang ke madiun dan kebutuhan sehari-hari Bu Sri.

Santunan : Rp 1.500.000
Tanggal : Rabu 15 juli 2015
Kurir : @lastiko, @eli_annnaa @ervinsurvive

Ibu sri menderita tumor leher

Ibu sri menderita tumor leher


AZKA PUTRA MANURUNG DAN KENZA PUTRA MABURI (10 Bulan, Kolestasis) Azka dan Kenza merupakan bayi kembar dari pasangan Bapak Sahid Maburi (34) dan Ibu Sati (32) yang bertempat tinggal di Dusun Pager, Jurug, Desa Wukir Sawit, Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Azka dan Kenza lahir secara prematur saat usia kandungan baru memasuki umur 7 bulan di RS. Dr. Oen Solo. Sejak lahir kondisi Azka dan Kenza sudah mengalami gangguan karena berat badan mereka hanya 1,6 dan 1.7kg, tubuh mereka berdua juga sudah berwarna kuning meskipun belum sampai ke mata. Dokter mengatakan bahwa hal tersebut akan hilang seiring dengan bertambahnya usia. Namun, hingga usia 3 bulan berat badan dan warna kuning kedua bayi kembar tersebut tidak juga mengalami perubahan berarti. Hingga pihak keluarga pun membawa mereka ke RS. Setelah dilakukan pemeriksaan baru diketahui Azka dan Kenza mengalami kerusakan hati. Azka menderita kolestasis (penyumbatan saluran limpa dan empedu) namun belum total, sementara Kenza menderita kolestasis (penyumbatan limpa dan empedu secara total & mengalami hernia inguinalais). Karena penyakitnya tersebut, menyebabkan kadar bilirubin meningkat. Pada April 2015, keduanya dirujuk ke RS. Dr. Moewardi Solo. 28 Mei 2015, keduanya kembali rawat inap karena kekurangan albumin. Penanganan yang dapat dilakukan untuk Azka dan Kenza adalah dengan melakukan pencangkokan hati. Namun, karena biaya yang diperlukan besar, pihak keluarga belum dapat melanjutkan pengobatan karena Bapak Sahid hanya bekerja sebagai pedagang buah di Jakarta dengan penghasilan Rp. 1.500.000,-/bulan. Bapak Sahid berencana untum mencangkokan hatinya, sembari mengumpulkan biaya. Kurir #SedekahRombongan kemudian menyampaikan santunan sebesar Rp. 4.000.000,- untuk biaya kebutuhan sehari-hari Azka dan Kenza, seperti susu dan popok. Pihak keluarga merasa bersyukur sekali atas santunan yang diberikan. Semoga Allah memberikan berkah bagi kita semua.

Jumlah Santunan : Rp. 4.000.000,-
Tanggal : 23 Juni 2015
Kurir : @lastiko , rindusetiaji , anissetya60

Azka menderita Kolestasis

Azka menderita Kolestasis


SURATMAN (36, Sindrom Conus Cauda), merupakan anak ke dua dari Ny. Poniyan (61) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan merupakan suami dari Ny. Sunarti (32) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan memiliki 2 orang anak, bertempat tinggal di Tanjung Rejo RT. 8/4, Pematang Baru Palas, Kabupaten Lampung Selatan. Bpk. Suratan mengidap penyakit lumpuh sudah sejak 6 bulan yang lalu. Kelumpuhan terjadi sejak bulan Januari lalu, Bpk Suratman mengeluhkan setia hari badannya terasa lemas dan diseluruh persendian terasa sakit. Selama 6 bulan terakhir ini, Bpk Suratman hanya menjalani pegobatan di alternatif karena ketidak adaan biaya, namun keadaanya semakin tidak membaik dan kelumpuhan di kedua tungkai dan lengannya menyebabkan pengecilan dari volume otot pada alat geraknya. Selain itu juga keluhan lain yang dirasakan oleh Bapak Suratman adalah tidak bisa BAB dan BAK, karena ketidak adaan biaya Bpk Suratman hanya mampu menjalani pengobatan di RSUD Kalianda,saat akan dirujuk ke RS Abdoel Moloek keluarga menolak. Dari hasil pemeriksaan foto rontgen tulang belakang pada Bpk Suratman didapatkan gambaran normal. Sehingga diagnosis dokter lebih mengarah terjadinyasindrom conus cauda, sindrom conus cauda adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh terjepitnya susunan saraf tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhn secara progresivitas dan kronis. Tak adanya fasilitas Jaminan kesehatan, membuat keluarga Bpk. Suratman semakin ragu untuk menjalani pengobatan lebih lanjut di RSAM. Pada tanggal 15 Juli 2015 tepatnya jam 23.00 WIB keadaan Bapak Suratman semakin memburuk, apalah daya…. kini badannya yang tergeletak lemah sudah dipanggil yang Maha Kuasa… Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan duka untuk Kelurga Bapak Suratman, semoga Allah menganpuni semua dosa-dosa dan menerima amal ibadah Bapak Suratman… Delamat jalan Bapak… Perjuanganmu menjadikan hal terhebat untuk mensyukuri nikmat Allah…. Aaamiiinnn

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 15 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @akhiddd

Alm. Suratman menderita Sindrom Conus Cauda

Alm. Suratman menderita Sindrom Conus Cauda


ADI AGUS  (29, Abces Hepar), merupakan anak pertama dari pasangan orang tua Alm. Bpk Saleh dan Ny. Alimah (55) yang bekerja sebagai penjual pecel, bertempat tinggal di Jl. Ikan Bawal No.36 RT.5 LK.1 Kel. Peswaran, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung. Awal sakitnya Adi Agus terjadi sekitar 1 tahun yang lalu. Sebelumnya Adi Agus menderita BAB darah atau yang disebut dengan penyakit disentri dikarenakan pola makan yang tidak teratur seperti jajan sembarangan, kemudian makin lama kelamaan perut bagian kanan Tn. Adi Agus semakin membesar dan kedua tungkai pasien membengkak walaupun BAB darahnya sudah berhenti. Saat diperiksakan ke dokter spesialis penyakit dalam di RS. Abdoel Moeloek ternyata didapatkan abces atau gumpalan nanah pada hatinya yang diakibatkan parasit yang mengakibatkan penyakit disentri nya menyerang kebagian hati. Kedua tungkaiyang bengkak pun diakibatkan oleh distensi atau tahanan dari pembuluh darah yang ada di hati. Saat ini Tn. Adi Agus sudah tidak dapat bekerja lagi karena sering mengalami sesak napas akibat volume perut yang sudah semakin membesar. Tn. Adi Agus karena sulitnya dala membiayai pengobatan yang harus ia jalani, kini menunda untuk dilakukan tindakan pungsi Abces atau penyedotan nanah pada heparnya dan hanya bisa menjalani berobat jalan dengan menggunakan Fasilitas Jamkesmas. Selain itu juga ibunya Tn. Agus hanya bekerja sebagai seorang tukang pecel yang penghasilan sehari-harinya tidak menentu dan bekerja sebagai tulang punggung keluarga. Oleh karena itu tim #SedekahRombongan menyampaikan titipan dari para sedekah kholic untuk membantu biaya pengobatan Tn. Adi Agus, semoga bantuan ini bisa meringankan penyakit yang diderita Tn. Adi Agus…

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000
Tanggal : 17 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara

Adi menderita Abces Hepar

Adi menderita Abces Hepar


KURNIAWAN (3, Suspect Acute Limfoblastik Leukemia), merupakan anak ke 4 dari 4 bersaudara,  dari pasangan suami istri Rusli () yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibunya Ponirah (30) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga bertempat tinggal di Jalan Gedung Asri No.57 Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Dik Kurniawan datang dengan keluhan bengkak di mata kiri sejak 4 hari sebelum masuk Rumah Sakit Abdoel Moeloek (23/6/15) disertai demam. Awalnya dik Kurniawan mengalami bengkak dileher kiri sebesar kepalan tangan orang dewasa. Saat dilakukan pmeriksaan darah, strktur darah dik Kurniawan jauh dari normal. HB: 7,0. Leukosit: 43.600.HT: 19. Trombosit: 14000. LED: 55. Ureum:18. Creatinin: 0,20. Dari hsil Laboratorium tersebut dokter spsialis anak mendiagnosa dik kurniawan Suspect Acute Limfoblastik Leukemia (ALL). Dan direncanakan mendapatkan tranfusi darah & trombosit. Sedangkan mata kiri dik kurniawan makin bengkak dan memar keunguan. Sehingga mata kirinya tak bisa dibuka. Saat ini dik Kurniawan masih dirawat di ruang anak Alamanda RSUD Dr.Hi. Abdoel Moeloek Prov.Lampung. Bu Ponirah mengatakan sedih melihat kondisi anaknya. Saat dijumpai kurir #SR dik kurniawan sedang tidur. Meskipun menggunakan jaminan Jamkesta BPJS,Bu ponirah mengatakan banyak biaya yg dibutuhkan untuk anaknya dan ongkos selama di tanjung karang. Dik Kurniawan tak memiliki keluarga sama sekali di Tanjung Karang, sehingga keluarga hanya bisa tidur di lantai ruang tunggu anak. Selain itu ada beberapa obat yang tidak ditanggung BPJS kelas III. Orangtua Dik Kurniawan merasa kesulitan dana karena kakak-kakak dik kurniawan masih sekolah SMA, SMP dan SD. Karena sulitnya biaya pengobatan dan kehidupan sehari-hari dik Kurniawan, para kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan dari para sedekah kholic untuk membantu demi kesembuhan dik kurniawan, Semoga Dik Kurniawan diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 5 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @rintawulandari @arisasamara

Kurniawan menderita  Suspect Acute Limfoblastik Leukemia

Kurniawan menderita Suspect Acute Limfoblastik Leukemia


FELICIA (6, HIV AIDS + Gizi Buruk + Diare Kronis dengan Dehidrasi Berat), merupakan anak pertama dari pasangan suami istri Bpk. M. Handoko Santoso (32 ) yang bekerja sebagai sales dan Ny. Susan (32) yang bekerja sebagai Ibu rumah tangga, bertempat tinggal  di Jl. WR Supratman Gang Beringin I no I Kecamatan Teluk Betung Selatan Kota Bandar Lampung. Dik Felicia namanya, diare kronis yang di deritanya kini membuat dik Felicia semakin menurut berat badannya. Gizi buruk dan HIV AIDS yang dideritanya membuatnya semakin kesulitan dalam menjalani pengobatan. Sejak tahun lalu akibat penyakit yang dideritanya dik felicia mengalami penurunan berat badan sebanyak 12 kg semenjak mengidap penyakit diare kronik. Dik Felicia merupakan pasien rujukan dari RS Imanuel Bandar Lampung. Hasil tes imuno serologi (antiHIV Rapid) hasilnya reaktif (positiv HIV), dan saat ini sel kekebelan tubuh dik Felicia khususnya untuk CD4 tersisa dengan nilai positif 2, jauh sekali dibandinkan nilai normal minimum yaitu 400. Akibatnya, dik Felicia saat ini begitu lemas dan belum bisa menjalani pengobatan HIV AIDS dengan menggunakan Anti Retro Viral (ARV). Selain itu, ayah dan ibunya dik Felicia juga menderita HIV AIDS dan sedang menjalani pengobatan yang sama menggunakan ARV. Walaupun obat-obat ARV ditanggung oleh Rumah sakit namun ada beberapa obat yang tidak ditanggung dan harus dibayar mandiri. Saat ini dik Felicia sudah menggunakan fasilitas Jamkessda BPJS dalam menjalankan pengobatan di RS Abdoel Moeleok Bandar Lampung. Beratnya penyakit dan tanggungan pegobatan yang harus dijalani dik Felicia, menjadikan alasan para kurir #SedekahRombongan untuk menyampaikan titipan dari para sedekah kholic untuk membantu dalam proses pengobatan yang sedang dijalani oleh dik Felicia….dik Felicia… Hatimu yang begitu ikhlas dalam menerima rasa sakitnya, membuat kami begitu bersyukur bertemu denganmu… Walau sulit.. Walau begitu sedikit harapan… Allah tetap akan bantu dan memberikan yang terbaik untukmu.. cepat sembuh dik Felicia.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 5 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @rintawulandari @arisasamara

Felicia menderita HIV AIDS + Gizi Buruk + Diare Kronis dengan Dehidrasi Berat

Felicia menderita HIV AIDS + Gizi Buruk + Diare Kronis dengan Dehidrasi Berat


MUHAMMAD BIN SAMSUDIN (64, Nyeri Kepala Hebat ). Alamat Babakan RT .2/3 Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Pak Ahmad saat ini sedang tergolek lemas di kamarnya. Ia mulai mengeluh nyeri di bagian kepalanya sejak Kamis, 16 Juli 2015. Awalnya  pak Ahmad yang saat itu sedang mencangkul tiba-tiba matanya berkunang-kunang dan kemudian jatuh pingsan. Kemudian oleh warga sekitar, Pak Ahmad dibawa ke Puskesmas Bhakti Jaya Tangerang.  Namun  Pak Ahmad kemudian disarankan untuk segera ke RSUD Tangerang Selatan agar diperiksa lebih lengkap.  Keseharian Pak Ahmad adalah  mencangkul lahan garapan orang lain. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Sang istri, Bu Ineng (52) juga membantunya dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Alhamdulillah, kurir #sedekahrombongan bisa dipertemukan dengan pak Ahmad yang saat ini sedang membutuhkan bantuan. Bantuan dari #sedekahrombongan dipergunakan untuk biaya selama berobat di RSUD Tangerang Selatan meskipun ia sudah memiliki jaminan BPJS. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Tanggal : 16 Juli 2015
Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @hapsarigendhis

Pak muhammad menderita Nyeri Kepala Hebat

Pak muhammad menderita Nyeri Kepala Hebat

KARWI BINTI KAMIT (55, Gangguan Jantung). Alamat : Kelapa Dua RT .6/3 Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Bu Karwi yang merupakan istri dari Pak Toyib kini tidak bisa beraktifitas terlalu banyak. Hal ini karena Bu Karwi menderita gangguan jantung. Keadaan tersebut dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Awalnya ia sering mengalami sesak di  dadanya. Pada pertengahan Mei 2015, Bu Karwi terpeleset saat menggoreng tahu. Bu Karwi pun jatuh dan mengalami benturan di daerah dada.   Tak lama setelah kejadian tersebut, Bu Karwi mengalami sesak dada hingga pingsan. Oleh Pak Toyib, Bu Karwi langsung dibawa  ke RSUD Tangerang Selatan dibantu  tetangga mereka. Setelah mendapatkan perawatan dokter kondisinya mulai membaik.  Bu Karwi dirawat selama 5 hari dengan menggunakan E-KTP Tangerang Selatan. Pemerintah Daerah Tangerang Selatan menjamin biaya pengobatan rumah sakit untuk warga yang berobat menggunakan E-KTP. Bu Karwi harus terus kontrol dan minum obat yang diresepkan dokter. Pak Toyib yang pekerjaannya tidak menentu mengeluh soal biaya berobat ke RSUD. Bantuan dari #SedekahRombongan dipergunakan untuk operasional rawat jalan. Keseharian Bu Karwi saat ini hanya ditemani oleh pak Toyib. Semoga pak Toyib selalu diberikan kesehatan agar selalu semangat merawat istri tercintanya.

Tanggal : 16 Juli 2015
Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @hapsarigendhis

Ibu karwi menderita Gangguan Jantung

Ibu karwi menderita Gangguan Jantung


REANG SARTIYAH (75, Nyeri di  Bagian  Kaki). Alamat : Jl.  Kampung Sengkol RT .4/2, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Reang Sartiyah atau yang biasa dipanggil Pak Reang ini adalah seorang lanjut usia  yang malang nasibnya. Di usia yang terbilang sudah lanjut ini pak Reang menempati gubug yang jauh dari kata sederhana. Ia hanya ditemani oleh anaknya, Hasan yang kondisinya cacat pada kaki. Pak Reang diperbolehkan untuk menempati lahan milik orang lain namun tidak diperbolehkan mendirikan bangunan yang permanen. Pak Reang dulunya mempunyai rumah permanen namun sudah dijual  untuk membiayai pengobatan Hasan.  Empat tahun yang lalu Hasan mengalami kecelakaan. Akibat kecelakaan tersebut membuat kaki kiri Hasan terpaksa  diamputasi. Tidak lama setelah peristiwa yang dialami oleh Hasan, pak Reang berpisah dengan istrinya, Hariyah (45). Kebutuhan Keseharian pak Reang dibantu oleh Hasan yang bekerja di bengkel. Penghasilan Hasan  hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, namun pak Reang selalu bersyukur karena Hasan dengan kondisinya itu  masih mau membantu orang tuanya. Kepala RT setempat juga membantu listrik Pak Reang yang dipergunakan untuk penerangan rumahnya.  Pak Reang saat ini sering mengalami nyeri di kakinya. Pak Reang mengaku sudah tidak sanggup berjalan jauh. Kondisi tersebut tidak pernah diperiksakan ke Puskesmas dengan alasan ketidakadaan biaya. Kurir #SedekahRombongan bertemu Pak Reang di rumahnya dan ternyata Pak Reang memiliki kartu JAMKESMAS. Kurir #SR memberikan informasi mengenai penting dan beruntungnya memiliki kartu JAMKESMAS. Kurir #SedekahRombongan juga menyampaikan  titipan dari donatur yang dipergunakan untuk biaya  ke Puskesmas serta kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @hapsarigendhis

Pak reang menderita  Nyeri di  Bagian  Kaki

Pak reang menderita Nyeri di Bagian Kaki


FAJAR INDRA CITRA (36, Penurunan Kekebalan Tubuh). Alamat: Gang Asem RT. 2/5 , Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. “Sekujur tubuh langsung lemas, saat itu saya benar-benar putus asa dan ingin marah” ujar Sandrawati (42) saat mengetahui dirinya dinyatakan positif terjangkit Penurunan Kekebalan Tubuh akibat infeksi virus. Kondisi tersebut ia alami setelah suaminya, Fajar Indra Citra (36), terinfeksi lebih dulu. Gejala  penyakit itu sudah mereka rasakan sejak tahun 2010. Putus asa tidak ada gunanya, karena itu mereka terus bersemangat untuk berobat meski harapan kesembuhan kecil. Selama ini mereka berobat di RS. Fatmawati Jakarta dengan biaya sendiri. Mulanya biaya tersebut masih bisa mereka keluarkan karena Fajar masih bisa bekerja, namun sekarang untuk makan sehari-hari saja terkadang mereka kesulitan. Hal tersebut membuat mereka menghentikan pengobatan sejak Februari 2015 yang lalu. Sebagai kepala keluarga, Fajar kini tak bisa lagi bekerja karena kondisi fisiknya terus menurun. Ia sering sesak nafas dan mudah lelah karena ada  gangguan  paru. Tak hanya itu, ia juga mengalami infeksi toksoplasma di otak.  Kini istrinya yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja freelance memasarkan asuransi namun penghasilannya tidak menentu.  Fajar sebelumnya melakukan kontrol dan memberikan hasil lab di Fatmawati. Didapati Cd4 Fajar sudah 500 ukuran standarnya 600-1500 dan sang istri CD4 sebelumnya 300 dan sekarang 350. Aulyia juga akan kontrol ke spesialis anak untuk mendapat rekomendasi minum obat ARV. Bantuan lanjutan dari #SedekahRombongan digunakan untuk operasional berobat keluarga Fajar serta membantu biaya kontrakan. Sebelumbya Fajar dibantu pada rombongan 709.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Juli  2015
Kurir: @ddsyaefudin @nurmanmlana

Fajar menderita Penurunan Kekebalan Tubuh

Fajar menderita Penurunan Kekebalan Tubuh


RAHMANSYAH (5, TB. Tulang). Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ayahnya Rahmansyah, Martono (55) sehari-hari bekrja sebagai buruh tani  yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga dhu’afa ini ada 3 orang. Mereka menggunakan jaminan kesehatan Jamkesmas. Sampai  usianya kini 5 tahun, Rahmansyah  tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia alami. Saat usia satu tahun ia mengalami  mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Saat berusia 2 tahun ia mengalami  TB tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah tiga tahun orangtua Rahmansyah  berikhtiar untuk  kesembuhan bagi anak keduanya ini. RS Hasan Sadikin Bandung menjadi rumah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS.  Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) serta mendapatkan dampingan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk Rahmansyah telah disampaikan kembali. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini akan dipergunakan untuk membeli obat (Oscall), diapers, susu serta untuk keperluan sehari-hari selama  berobat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 723. Perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Ia sudah bisa berjalan pascaoperasi dan telah dilakukan pemasangan kaki palsu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak se-usianya. Kini ia rajin  menjalani fisioterapi seminggu 3 kali  di RSHS. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan bagi Rahmansyah yang sudah lebih dari 1 tahun kita dampingi bersama Sedekah Rombongan, Aamiin .

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juli 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Rahman menderita TB. Tulang

Rahman menderita TB. Tulang


RSSR BANDUNG atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, terletak di sekitar RS. Hasan Sadikin Bandung, tepatnya di Jalan Sukagalih, Belakang Puskesmas Sukajadi Kota Bandung. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS Bandung, yang berasal dari daerah luar Bandung. Seperti di ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogyakarta, Jakarta, Malang dan kota lainnya. Setelah mencermati adanya tuntutan besar akan adanya rumah singgah di Bandung, Alhamdulillah #SedekahRombongan telah memiliki juga rumah singgah di sekitar rumah sakit rujukan nasional ini. Pasien miskin dari berbagai daerah bisa beristirahat sementara di sini, seperti dari Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, Kuningan dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Pasien dan keluarganya yang sedang berobat tentu saja setiap harinya memerlukan makanan pokok, utamanya beras dan sembako lainnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan terus berempati untuk mengurangi beban hidup pasien dhuafa yang tengah berjuang dan tinggal di RSSR. Kembali bantuan logistik pun disampaikan untuk membeli Sembako dan keperluan di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung  dan kebersihan lingkungan. Bantuan sebelumnya untuk RSSR masuk di rombongan 721. Bantuan saat ini akan digunakan untuk membeli sembako, membayar kontrakan pasien yang di karnakan Rumah Singgah SedekahRombongan saat ini penuh dan untuk membayar tagihan listrik yang rutin dibayar pada akhir bulan serta uang kebersihan lingkungan di sekitar Rumah Singgah #SedekahRombongan Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.900.000,-
Tanggal : 15 juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr

Bantuan operasional

Bantuan operasional


ROHENDI (44,  Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher). Alamat: Kp. Bojong Gede RT.2/16 Desa Sukarame Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Rohendi sehari-harinya adalah buruh. Ia mulai merasakan pgejala penyakitnya sejak 7 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan benjolan yang muncul di lehernya disertai nyeri. Bersama istrinya, Nani (38) Rohendi berobat ke RSUD Garut selama 3 bulan kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk penanganan yang lebih. Mereka sempat bingung mengambil keputusan berangkat ke Bandung atau tidak karena harus meninggalkan tiga anak da nada keterbatasan biaya bekal berobat.  Namun karena ingin sembuh, akhirnya Rohendi bertekad berangkat dan menitipkan anak mereka ke orangtua Rohendi. Untuk biaya transport mereka terpaksa meminjam ke tetangga. Setelah diperiksa ternyata Rohendi mengalami penyakit kelenjar getah bening. Selama di Bandung mereka tidur di koridor rumah sakit selama satu bulan sampai akhirnya bertemu dengan #SedekahRombongan. Kurir #SR segera mengajak untuk tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Rohendi sangat bersyukur dan berharap cepat sembuh agar ia dapat  bekerja lagi. Sedekah rombongan kembali memberi santunan lanjutan untuk pak Rohendi yang saat ini berada di Ruang Kana Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung, untuk melakukan transfusi bntuan lanjutan kini  di pergunakan untuk biaya ongkos pulang ke garut untuk berlebaran bersama keluarg tercinta . pemberian.Santunan sebelumnya masuk pada rombongan 721

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Juli 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Pak rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher

Pak rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher


SUGIMAN BIN SADI (16, Tumor Ganas di Kaki Kanan).  Alamat : Blok 2  RT .3/2 Desa Panguragan Wetan Kecamatan Panguragan Cirebon Jawa Barat. Sugiman sudah yatim, ayahnya, Sadi (alm) sudah meninggal  karena kecelakaan satu tahun yang lalu. Ibunya, Mastini (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan yang ia miliki adalah BPJS. Riwayat penyakit yang ia alami berawal empat bulan yang lalu, saat ia keseleo karena terjepit motor. Setelah kejadian tersebut, Sugiman hanya diurut, namun karena tidak ada perbaikan lalu ia memeriksakan diri ke RSUD Cirebon. Di rumah sakit tersebut ia diperiksa  CT-Scan. Hasilnya, Sugiman didiagnosis tumor ganas di kaki kanan. Selanjutnya ia dirujuk ke RSHS Bandung agar mendapat penanganan yang lebih baik. Saat ini Sugiman sedang menjalani pengobatan di RSHS  dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ia perlu dibantu karena kondisi ekonominya sangat terbatas. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan santunan untuk pembelian tongkat helper untuk mempermudah Sugiman berjalan. Laporan bantuan sebelum ini  masuk di Rombongan 711. Saat ini Sugiman telah menjalani operasi amputasi dan Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar ,tepat pada tanggal 28 Mei kemarin kami mendampingi Sagiman untuk pembuatan kaki palsu di Kerawang Jawa Barat dan kami pun menyampaikan bantuan lanjutan untuk Sugiman yang di pergunakan untuk biaya Ongkos kembali ke Cirebon untuk merayakan lebaran bersama keluarga besar di kampung halaman . jazakumulloh khairan katsiran

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Juli 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Sugiman menderita Tumor Ganas di Kaki Kanan

Sugiman menderita Tumor Ganas di Kaki Kanan


DENI AUP (48, Ca Laring). Alamat:  Kp. Cimariuk Ds. Manggungharja RT.3/17 Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Gejala penyakit yang dialami Pak Deni berawal sejak dua  tahun yang lalu.  Pak Deni mulai merasakan sesak nafas dan batuk darah. Karena keluarga kuatir Pak Deni semakin memburuk ia langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Sumedang oleh istrinya,  Iim Karlina (35). Karena semakin memburuk  dan memprihatinkan, ia kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin  Bandung untuk pengobatan lebih lanjut. Pak  Deni sempat  berhenti  berobat karena kebingungan biaya untuk transport dan keperluan sehari-hari  selama di Bandung karena pengobatanya itu butuh waktu yang cukup lama sedangkan ia  mempunyai 2 anak yang masih harus dinafkahi. Akhirnya Pak Deni menitipkan kedua anaknya itu ke orang tuanya dan bertekad  pergi ke RSHS Bandung ditemani  istrinya hanya membawa kartu jaminan  BPJS dan bekal seadanya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan  Pak Deni di RSHS Bandung  sedang duduk di sebuah ruangan dengan wajah pucat dan tidak berdaya. Kurir #SR segera membantunya dan membawanya ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) sambil menunggu pengobatan selanjutnya. Saat ini Pak Deni sedang menjalani kemoterapi  sebanyak  7 kali.

Jumlah Bantuan : Rp.750,000.-
Tanggal : 5 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr

Pak deni menderita Ca Laring

Pak deni menderita Ca Laring


NATA SAPUTRA (36, Nasofaring), Alamat : Kp. Kebon Kelapa RT. 4/4 Kelurahan Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kota Tangerang Banten. Nata Saputra bapak tiga anak suami dari ibu Unah (30). Bapak Nata Saputra sehari – harinya berprofesi sebagai penjual buah keliling sudah dua tahun ini menderita sakit kanker nasofaring. Pengobatan pernah dilakukannya di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Tangerang. Dan dari RSUD Tangerang bapak Nata Saputra kemudian dirujuk pengobatannya ke RSCM Jakarta. Berobat dengan jaminan kesehatan BPJS sangat membantu bapak Nata Saputra dalam menjalani pengobatan di RSCM Jakarta, namun biaya untuk transportasi dan biaya harian sangat memberatkannya apalagi selama bapak Nata Saputra menderita sakit praktis ia sudah tidak berdagang lagi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan awal untuk biaya transportasi sudah disampaikan dan semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Pak Nata menderita Nasofaring

Pak Nata menderita Nasofaring


NURKI BINTI NISO (52, Suspek tumor hati dan penyakit paru). Alamat: Desa panguragan Lor  Blok 2 RT. 4/2 Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Riwayat penyakit Bu Nurki berawal 5 bulan yang lalu. Ibu 5 anak ini terserang demam dan sesak nafas yang muncul setelah ia  pulang berjualan. Karena  kuatir dengan kondisinya,  Pak Mahadi (62) suami Bu Nurki segera  membawanya ke Puskesmas terdekat. Semula Bu Nurki  diduga menderita thypus sehingga untuk memastikan ia kemudian dirujuk ke RSUD Arjawinangun Cirebon.  Setelah di-USG, diduga ada massa tumor di bagian perut dan  hati. Bu Nurki akhirnya dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin  Bandung. Bu Nurki sempat  tidak mau berobat karena tidak mempunyai ongkos untuk pulang-pergi  ke Bandung. Setelah dipertimbangkan akhirnya ia mau berobat karena mendapat bantuan dari  anaknya untuk biaya transport dan biaya pembuatan BPJS.   Ibu Nurki yakin Allah akan memberi kesembuhan dan semangat berangkat ke Bandung ditemani anak keduanya, Aan (23) anak  meski dengan  bekal seadanya. Sesampainya di Bandung mereka mengontrak rumah karena pengobatannya yang ia jalani memerlukan  waktu yang panjang. Bu Nurki hanya sanggup membayar kontrakan selama 1 bulan mengontrak rumah karena kehabisan uang. Allah mempertemukan keluarga ini dengan kurir #SedekahRombongan, Kini ibu Nurki kembali pulang ke kampung halaman setelah di rawat selama 2 minggu di RSHS dan tim dokter angkat tangan dengan penyakit yang Bu Nurki alami . Semoga Allah memberikan keajaiban kepada kepada Bu Nurki jazakumulloh #sedekahholics bantuan sebelumnya bisa di lihat pada rombongan 723.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Nurki menderita  Suspek tumor hati dan penyakit paru

Nurki menderita Suspek tumor hati dan penyakit paru


MUH. RIZKI, (4, Rabdomiosarcoma) Alamat: kampung Pabuaran RT.1/5, Kertajaya, Rumpin, Bogor. Sungguh menyedihkan nasib Rizki, Sejak Kecil sudah terkena penyakit yang sangat menyakitinya. Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS, Mata sebelah kirinya menonjol keluar dan saat ini sedang berobat jalan ke RSCM Jakarta. Sepertinya akan mengalami tindakan perobatan panjang, begitu kata ibunya: Siti Solihat, 39 tahun menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana tanggungan anakpun semuanya 5 orang masih kecil-kecil. Ayahnya: Acang, 41 tahun adalah seorang Supir Truk pengangkut pasir, Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 711.dari hasil ctscn terakhir memperlihatkan bahwa sisa tumor pada mata kiri Muh. Rizki masih ada. Team dokter yang menanganinya meminta Muh. Rizki untuk melakukan serangkaian tes ulang sebelum masuk pada pengobatan selanjutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Rizki menderita Rabdomiosarcoma

Rizki menderita Rabdomiosarcoma


PULUNG BIN SARKAYA, (61, Penyakit Tumor Lidah), Alamat : Kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Suami dari Ibu Sawnah ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya. Mereka dikarunia 3 anak. Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu, di bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Ia sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung Banten namun kondisinya belum mengalami perbaikan sehingga ia dirujuk ke RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta. Fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya walau ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain itu ada kendala biaya untuk biaya sehari-hari dan tempat tinggal. Selama berobat di RSCM, pak Pulung dan istrinya tinggal di rumah singgah #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, dengan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 725. Kondisi bapak Pulung bin Sarkaya menurun dan sedang dirawat intensif di gedung A RSCM Jakarta. Team dokter kembali melakukan tindakan penyinaran untuk membantu menghentikan pendarahan yang terus keluar dari lehernya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pak pulung menderita Penyakit Tumor Lidah

Pak pulung menderita Penyakit Tumor Lidah


KHOIRANI BINTI MUAMAR, (5, Kelainan Anus/Atresia Ani), Alamat: Danau Embat RT.2/1 Kelurahan Danau Embat, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari, Jambi. Ayah: Muamar (32), buruh petani, Ibu: Ratna Holila (29), tanggungan: 2 anak. Sejak lahir Khoirani menderita sakit dengan diagnosis Atresia ani, operasi colostomi sudah dilakukan di RSUD Raden Mataher Jambi dan untuk operasi lanjutan pembuatan lubang anus (PSARP) akan dilakukan di RSCM Jakarta, dengan fasilitas Jamkesda. Waktu pengobatan yang cukup panjang selama di Jakarta, membuat bekal keluarga ini terkuras habis, sangat membutuhkan bantuan untuk biaya tinggal sementara (kos) dan biaya sehari-hari selama berobat di Jakarta. #SedekahRobongan menjumpai Khoirani, menjalin tali kasih dan santunan lanjutanpun disampaikan untuk biaya transportasi mengurus perpanjangan surat jamkesda ke Lampung setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 721. Kondisi Khoirani Binti Amar Alhamdulillah stabil. Saat ini Khoirani masih menunggu panggilan dari ruang rawat inap BCH RSCM untuk tindakan operasi penutupan lubang colostominya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 27 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Khoirani menderita Kelainan Anus/Atresia Ani

Khoirani menderita Kelainan Anus/Atresia Ani


SARAH BINTI SARBINI (48, suspek tumor abdomen). Alamat: Kp. Srengseng RT.3/5, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Riwayat penyakit Bu Sarah berawal  6 bulan yang lalu. Ia merasakan ada benjolan di dalam perutnya dan berusaha untuk memeriksakan diri ke Puskesmas dengan berbekal kartu Jamkesmas. Hasil pemeriksaan diduga ada benjolan di dalam rongga perut Bu Sarah. Bu Sarah disarankan  dirujuk ke rumah sakit terdekat. Namun karena ketiadaan biaya transportasi, Bu Sarah hanya sekali datang ke RS Sentra Medika Cikarang dan dirujuk lagi ke RSUD Kota Bekasi. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, akhirnya Bu Sarah kembali dirujuk ke RSCM Jakarta. Kontrol berikutnya Bu Sarah akan menjalani beberapa kali pemeriksaan di RSCM Jakarta yang untuk selanjutnya akan segera ditentukan jadwal operasi. Bu Sarah tinggal bersama suami dan 2 anaknya yang masih sekolah. Suami Bu Sarah, Pak Melih (48) yang bekerja sebagai tukang mencari katak di sawah pada malam hari dengan penghasilan sekitar Rp. 10.000,- sampai dengan Rp. 30.000,- perhari.  Penghasilan ini dirasakan sangat tidak mencukupi. Semenjak Bu Sarah jatuh sakit,  beban yang harus dipikul keluarga ini dirasakan semakin berat. Agenda Bu Sarah kali ini akan menjalani kontrol setelah menjalani operasi. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan yang sebelumnya masuk di Rombongan 725. Semoga operasi Bu Sarah dilancarkan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Ibu sarah menderita suspek tumor abdomen

Ibu sarah menderita suspek tumor abdomen


SEFITA BINTI MUHTAROM (2th, Hydrocephalus dan Gizi Buruk) adalah putri pertama dari Bapak Muhammad Muhtarom dan Ibu Epi Daryani, warga Karanganyar RT. 27, RW. 12, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Bapak Muhtarom setiap harinya bekerja sebagai buruh serabutan lepas, sedangkan Ibu Epi hanya sebagai ibu rumah tangga. Sefita menderita penyakit Hydrocephalus sejak lahir. Pada usia 6 bulan, ia diperiksakan ke dokter dan dokter menganjurkan untuk operasi. Karena terbentur biaya, sampai usianya 2 tahun, Sefita tidak mendapatkan penanganan medis. Hingga pada awal Maret 2015, Sefita bertemu dengan Sedekah Rombongan dan mendapat kesempatan untuk berobat ke RS Kariadi Semarang. Dokter di RS Kariadi mendiagnosis Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk. Berat badan Sefita sangat tidak ideal, yaitu di usianya yang sudah 2.5 tahun, berat badannya hanya 4 kg. Lalu, dokter menganjurkan agar Sefita untuk sementara waktu diperiksakan ke rumah sakit daerah terlebih dahulu untuk perbaikan gizi. Pada pertengahan Juni 2015, berat badan Sefita mengalami fluktuasi. Awalnya, berat badan Sefita mengalami penurunan karena kondisi tubuhnya yang sedang sakit. Namun, kini berat badan Sefita meningkat menjadi 6,5 kg. Meski demikian, dokter masih menganjurkan Sefita untuk melakukan perbaikan gizi lagi hingga berat badannya mencapai 10 kg agar dapat dilakukan operasi. Sementara ini, Sefita hanya berobat di rumah sakit daerah dan rutin mengikuti pemeriksaan di Posyandu.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juni 2015
Kurir : @indrades @astialfatin @fatkhiyaah

Sefita mendeita Hydrocephalus dan Gizi Buruk

Sefita mendeita Hydrocephalus dan Gizi Buruk


MUHAMMAD RIZQI (14 Bulan, Tumor Hati) merupakan putra dari Bapak Nur Wasis (44 tahun) dan Ibu Istilah (40 tahun). Mereka tinggal di Capgawen Utara Rt 001/ Rw 003 Dusun Kedungmuni Timur Kecamatan Kedungmuni, Pekalongan Jawa Tengah. Pada usia enam bulan Muhammad Rizqi sering mengalami panas dalam jangka waktu yang lama. Ketika orang tua nya memeriksakan ke puskesmas setempat, dokter yg menangani Muhammad Rizqi mengatakan bahwa tidak ada penyakit yang perlu di khawatirkan karena hanya sakit panas biasa. Orang tua Muhammad Rizqi belum bisa tenang karena sakit panas yang hampir 3 bulan tidak kunjung sembuh dan perut anaknya semakin membesar, karena itulah Muhammad Rizqi di bawa ke RS. Keraton Pekalongan oleh orang tua nya. Setelah dilakukan beberapa tindakan medis, akhir nya diketahui bahwa Muhammad Rizqi menderita Tumor Hati. Saat itu usianya 11 bulan dan harus segera di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat tindakan selanjutnya. Namun kekurangan biaya menjadi penghambat proses pengobatan. Orang tua Muhammad Rizqi yang hanya bekerja sebagai buruh tidak mampu membawa Muhammad Rizqi untuk berobat ke RSUP Dr. Kariadi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Bapak Nur Wasis dan ikut membantu meringankan bebannya.  Rizqi telah melalui kemoterapi hingga paket ketiga di RSUP Dr. Kariadi. Pada tanggal 15 Juni yang lalu, keadaannya drop, kejang dan dilarikan ke RS Keraton Pekalongan. Namun Allah berkehendak lain, Rizqi dipanggil menghadap-Nya tanggal 17 Juni 2015. Santunan dari #SedekaHolics disampaikan untuk meringankan proses pembayaran Rumah Sakit dan pemakaman.

Jumlah Santunan : Rp 1.300.000
Tanggal : 17 Juni 2015
Kurir : @indrades @HarumNHS Joko Pitoyo

M Rizki menderita Tumor Hati

Alm.M Rizki menderita Tumor Hati


RUDI DALIMANTORO (57th, Tumor Pipi) biasa dipanggil Pak Rudi merupakan warga Kesesi RT 1 RW 7 Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Beliau sudah mengidap penyakit tumor pipi sejak 10 tahun yang lalu. Pak Rudi yang dulunya pernah bekerja di sebuah proyek bangunan di Jakarta beralih profesi menjadi tukang becak semenjak terkena penyakit tumor pipi. Selama beliau sakit, Rudi tetap berjuang untuk menghidupi 5 anaknya hingga hampir 10 tahun. Rudi bekerja dengan menjadi tukang becak untuk melaksanakan tugas sebagai seorang ayah dan juga kepala keluarga. Pada tahun 2014, Rudi dipertemukan Allah dengan Tim Sedekah Rombongan. Sejak saat itu pengobatan Pak Rudi mulai dilakukan di RSUP Kariadi Semarang. Beliau didampingi oleh anak pertamanya Rendi (33) saat pertama kali di Semarang. Rudi kemudian menjalani operasi pengangkatan tumor pipi pada tahun 2014 dan menjalani perawatan hingga sekarang. Tumor pipi Rudi diangkat dan dipasang alat bantuan penyangga rahangnya. Pemasangan alat bantu ini tentunya akan diperlukan kontrol rutin untuk memastikan bahwa pasien dalam keadaan baik. Selama menjalani masa kontrol dengan dokter di bagian Poli Onkologi, Rudi disarankan oleh dokter untuk menjalani perawatan dengan obat. Tidak ada tindakan khusus yang lain. Namun jika ada keluhan dari pasien, dokter pun akan menindaklanjuti dengan serius. Seperti saat Pak Rudi merasakan ada jaringan yang mengganggu di bagian mulut, maka setelah diperiksakan ke dokter bagian poli Onkologi, Rudi disarankan untuk periksa di dokter bagian gigi dan mulut. Akan tetapi proses pemeriksaannya terkendala dimana tidak dapat dilakukan CT Scan akibat alat bantu rahangnya terbuat dari besi. Sehingga dokter pihak Poli Gigi dan Mulut belum bisa membantu untuk tindakan selanjutnya. Alhasil, Pak Rudi kembali menjalani perawatan rutin lagi dengan obat. Kondisi terakhir Pak Rudi sebetulnya membaik. Hanya saja ada kendala selama kontrol rutin yang akibat mengkonsumi obat penghilang bisul tanpa saran dokter, Pak Rudi mengalami bengkak yang cukup berat di bagian wajah hingga menyebabkan kelopak matanya tertutup. Menurut dokter, hal ini karena Pak Rudi tidak kuat mengkonsumsi obat yang di belinya tanpa anjuran dokter. Setelah diperiksakan ke dokter poli Onkologi RSUP Kariadi Semarang, Rudi mendapat pengobatan dan sembuh setelah meminum obat yang diberikan dokter selama 3 hari. Meskipun bengkak ini tidak ada kaitanyya dengan tumor pipi yang pernah dideritanya, tetapi bengkak ini sempat membuat Rudi kualahan dalam mengerjakan aktivitasnya di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Semarang. Santunan dari #SedekaHolics ini disampaikan untuk biaya akomodasi di Semarang selama menjalani pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Juni 2015
Kurir :@indrades, @zenirofiqoh @Syamok

Pak rudi menderita Tumor Pipi

Pak rudi menderita Tumor Pipi


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium) tinggal di Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan Jawa Tengah. Ibu dari 2 anak ini hidup dengan 2 anaknya di rumah, suaminya bekerja sebagai tukang batu di Jakarta dan saat ini masih berjuang juga untuk menghidupi keluarganya. Bu Musiyam telah mengidap Kanker Ovarium sejak tahun 2014, sudah pernah berobat di RS setempat dan dianjurkan untuk dirujuk ke RS Kariadi untuk tindakan intensif. Massa tumor saat ini semakin membesar dan mengalami perlengketan hebat dengan usus dan ureter sehingga mendesak bagian ginjal kiri sehingga mengalami gangguan saluran kencing. Mengingat kondisi tersebut dokter menyarankan untuk diangkat rahimnya, namun Bu Mus tidak bersedia untuk dioperasi. Maka dari itu saat ini dokter memberi saran untuk kelanjutan medis degan kemoterapi dan tidak bisa ditentukan sampai berapa tahun dan kali lamanya. Sampai saat ini Bu Mus masih rutin berangkat dan pulang Pekalongan Semarang untuk menjalani kemoterapi. Pada awal bulan juni lalu, Bu Mus telah menjalani kemoterapi ke 6.  Hingga tindakan kemoterapi terakhir masa tumor yang ada telah mengalami perubahan dibandingkan masa tumor saat awal kemoterapi. Namun dokter menyampaikan bahwa perubahan tersebut tidak signifikan sehingga akan dilakukan evaluasi selama 3 bulan. Tindakan tersebut juga sebagai bentuk pengistirahatan tubuh Bu Mus setelah menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali. Melihat besarnya beban yang di tanggung, maka kurir #sedekahrombongan mencoba membantu beberapa biaya untuk operasional mengingat untuk tindakan medis sudah tercover BPJS. Bantuan dari #Sedekaholics ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan keluarga untuk biaya operasional beliau saat kemoterapi ke RS Kariadi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.200.000,-
Tanggal : 1 Juli 2015
Kurir : @indrades @idaiddo @diahpertiwi1110

Ibu siti menderita Kanker Ovarium

Ibu siti menderita Kanker Ovarium


SUDI BIN KASDI (46 th, Kanker Kepala) adalah warga Sidorejo Tengah RT 05 RW 04 Balong Kembang Jepara Jawa Tengah. Beliau tinggal bersama istrinya, Bu Marsulin yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan dua orang anaknya. Sakit Pak Sudi berawal di tahun 2004 atau sekitar 11 tahun yang lalu. Benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet, Jepara.  Setelah operasi, beliau hanya kontrol perawatan luka. Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternative, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya beliau menjalani operasi ke-2 di Bulan April 2014 di RS Kartini.  Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RS Kariadi Semarang di bulan November  2014. Setelah evaluasi pasca operasi, diputuskan dari tim dokter untuk melanjutkan kemoterapi. Berkat bantuan dari #SedekaHolics saat ini Pak Sudi telah menjalani kemoterapi yang ketiga. Selanjutnya, beliau akan menjalani kontrol dan kemoterapi ke empat. Mohon doa dari #SedekaHolics semoga pengobatan Pak Sudi bisa terus dilakukan hingga dinyatakan sembuh. Terimakasih disampaikan dari keuarga Pak Sudi untuk semua #SedekaHolics yang telah membantu pengobatan beliau. Dan bantuan yang disampaikan kali ini ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.600.000,-
Tanggal        : 21 Juli 2015
Kurir          : @indrades @DiahPertiwi1110 @desiariyanii

Pak sudi menderita Kanker Kepala

Pak sudi menderita Kanker Kepala


AHMAD ARIF SETIAWAN (14, Tumor Tangan) tinggal bersama orangtuanya di Desa Gebangkarep RT 002 RW 002 Kelurahan Gebangkarep Kecamatan Sragi Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Tumor yang dialami dik Ahmad muncul sejak dia masih bayi. Awalnya hanya berupa garis garis hitam di tangan kirinya dan orangtua nya pun mengira itu hanyalah bawaan bayi. Namun seiring bertambahnya usia Dik Ahmad, garis garis hitam itu terus berkembang menjadi benjolan dan lama kelamaan semakin membesar. Berbagai upaya pengobatan telah di lakukan mulai dari operasi amputasi hingga pengobatan tradisional. Bukannya mengecil dan sembuh, tumor ini malah semakin membesar dan membuat gerak dik Ahmad menjadi terbatas. Ayah Dik Ahmad sehari harinya bekerja sebagai buruh dan Ibunya yang hanya ibu rumah tangga ini memutuskan untuk menghentikan pengobatan karena adanya keterbatasan biaya. Hingga akhirnya di bulan Februari 2015 kami  di pertemukan dengan keluarga dik Ahmad di Pekalongan. Mengingat tindakan medis dik Ahmad sudah tercover oleh Jamkesmas, maka kami Tim Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama pengobatan di RSUP Dr. Kariadi  Semarang. Saat ini tindakan pengobatan pun telah di lakukan, yakni di bulan maret 2015 dik Ahmad telah melakukan operasi pertamanya pengangkatan tumor secara bertahap sedikit demi sedikit. Pasca operasi pertama ini membuat kondisi dik Ahmad sedikit menurun dan mengalami pendarahan. Selang beberapa hari setelah kondisinya membaik, dik Ahmad tetap harus rutin kontrol ke RSUP Dr. Kariadi guna medikasi luka (penggantian perban). Di tanggal 20 April 2015 saat kontrol rutin untuk yang kedua kalinya, luka Dik Ahmad pasca operasi semakin melebar, lembab dan membusuk. Lantas pihak Dokter pun menyarankan dik Ahmad untuk segera melakukan operasi kedua pengangkatan tumornya guna mengantisipasi resiko terburuk. Dik Ahmad melakukan operasi kedua di tanggal 28 April 2015, dan Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Semakin hari kondisi dik Ahmad sudah semakin membaik, dan saat ini dik Ahmad sedang antri kamar ranap di RS Dr. Kariadi guna operasi tahap ketiga pengangkatan tumor di tangannya. Kami mohon doa dari para #SedekaHolics agar pengobatan dik Ahmad diberikan kelancaran dan kemudahan hingga dik Ahmad benar benar sembuh. Santunan sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah dari #SedekaHolics kami sampaikan kepada dik Ahmad untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Tak lupa Dik Ahmad dan keluarga juga mengucapkan banyak terima kasih atas dampingan dari para kurir Sedekah Rombongan dan santunan dari #SedekaHolics selama ini sehingga bisa sangat membantu biaya akomodasi selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan  : Rp 1.500.000,-
Tanggal         : 28 Juli 2015
Kurir           : @Indrades @HarumNHS @colourish_

Ahmad menderita Tumor Tangan

Ahmad menderita Tumor Tangan


MASJID AL ROHIM   yang berada di dukuh Dawangsari Sambirejo Prambanan Sleman Yogyakarta. Masjid yang berada di perbukitan piyungan ini,digunakan oleh warga sekitar yag berjumlah 3 RT. Sudah menjadi kebiasaan warga Dawangsari  menjelang  bulan Ramadhan warga dan takmir masjid Ar – Rohim bergotong-royong membersihkan masjid serta melakukan renovasi beberapa sarana ibadah yang rusak. Tidak lupa selain kebiasaan  ini,takmir juga selalu membagikan bingkisan sembako kepada warga sekitar masjid yang kekurangan, tidak dibatas oleh suku, agama maupun ras. Pada musim kemarau biasanya juga sulit untuk mendapatkan air, sehingga selain penggantian karpet masjid, juga membutuhkan supply air bersih . Untuk keperluan tersebut diatas Tim POPIMAS#SR ( Pondok Pesantren Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1.810.000 yang diwujudkan dalam bentuk bantuan air dua truck tangki dan karpet. Selain itu Tim POPIMAS#SR juga menyampaikan bantuan 25 paket sembako untuk para dhuafa disekitar masjid Ar-Rohim yang meliputi Rt. 01, 02 dan 03 diwilayah Dawangsari, Sambirejo, Prambanan, Sleman.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.810.000-
Tanggal Penyerahan : 13 Juni  2015
Kurir :  @Kissherry @widjiyono

Paket sembako

Paket sembako


SIMAN ( 65 TH ) warga desa Nglindur Girisubo Gunungkidul Yogyakarta. Pak Siman merupakan pensiunan guru SMP yang mewakafkan waktunya untuk kegiatan dakwah di desanya. Beliau dengan sabar membimbing warga desa Nglindur belajar agama. Beliau melakukan ini dari rumah ke rumah, dari Masjid ke masjid. Hal ini tergantung kebiasaan warga binaannya. Untuk yang sudah membiasakan diri jamaah di masjid, maka pendampingan belajarnya di Masjid. Untuk yang masih belum mau ke masjid, beliau lah yang mendatangi ke rumah rumah, membimbingnya dengan sabar dan tanpa imbalan berupa materi dari jamaah binaannya. Bahkan setiap pengajian pak Siman lah yang mengeluarkan biaya dari kantong pribadinya untuk sekedar beli minum dan snack jamaahnya yang sekarang ada 32 kelompok. Aktivitas ini sudah berjalan 5 tahun semenjak Pak Siman pensiun sebagai Guru. Untuk menunjang aktivitas ini,  Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaian dukungan dengan untuk pengadaan peralatan penunjang belajar bagi jamaah binaannya, terutama perlengkapan sholat, senilai  Rp. 2.800.000,- Semoga bisa membantu aktivitas  Pak Siman dalam membimbing dan mendampingi warga dusun Nglindur.

Jumlah Bantuan  : Rp. 2.800.000,-
Tanggal Penyerahan : 19 Juni 2015
kurir :  @kissherry @aniesanorma

Bantuan peralatan belajar dan sholat

Bantuan peralatan belajar dan sholat


PAGUYUBAN KEMATIAN RUKTI LAYON RW 02 PURWOKERTO WETAN SEKRETARIAT JL.PENATUSAN GANG 1 RT 03 RW 02 PURWOKERTO WETAN KABUPATEN BANYUMAS, Jawa Tengah. Diwilayah Purwokerto terdapat salah satu paguyuban kematian rukti layon salah satunya di lingkungan RW 02 Purwokerto Wetan. Keberadaan paguyuban ini telah banyak memberi manfaat pada masyarakat sekitar dikawasan sekitar bahkan sampai tingkat kelurahan. Paguyuban rukti layon sejak didirikan pada tahun 1980an sudah mempunyai berbagai peralatan diantaranya bangunan gudang peralatan, kasuraga dari besi, padusan ( alat memandikan jenazah ), dan peralatan lainnya yang berhubungan dengan perawtan jenazah. Seiring berjalannya waktu maka terdapat peralatan yang umurnya semakin tua dan kemampuan daya tahannya semakin berkurang bahkan mengkhatirkan untuk digunakan, yaitu berupa kasuraga yang umurnya sudah lebih dari 30 tahun. Paguyuban rukti layon RW 02 Purwokerto Wetan yang merupakan paguyuban sosial dari masyarakat untuk masyarakat berencana mengganti kasuraga tersebut dengan yang baru dari bahan stainles dan perkiraan harga kurang lebih Rp. 5.000.000,- ( lima juta rupiah ). #SedekahRombongan memberi bantuan untuk dapat membeli kasuraga tersebut dan semoga dapat digunakan dan dimanfaatkan untuk masyarakat luas yang membutuhkan.

Jumlah bantuan Rp. 2.000.000,-
Tanggal :  5 juli 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Bantuan kasuraga

Bantuan kasuraga


BAPAK SANMARDI (85th) DAN IBU DITEM (83th) (RUMAH TERRBAKAR), JL.Kenanga rt 1 rw 1 Grendeng Purwokerto Utara Banyumas Jawa Tengah. Pada saat pertengahan bulan puasa kemarin keluarga bapak Sanmardi mengalami musibah yaitu rumah yang mereka tempati mengalami kebakaran. Rumah yang terbuat dari anyaman bambu dan sudah cukup reyot tersebut terbakar habis bersama isinya. Api yang cepat menjalar membuat para beliau tidak dapat menyelamatkan barang – barang yang ada dirumah. Dari pakaian dan perabot lainnya semuanya ikut hangus terbakar. Bapak sanmardi beserta istrinya terus menangis sangat sedih dan meratapi rumah beserta isinya yang habis terbakar. Bapak sanmardi tadinya bekerja sebagai buruh tani namun karena keterbatasan usia saat ini beliau sudah tidak bekerja dan saat ini mereka berdua hanya mengandalkan pemberian dari anak – anaknya untuk menyambung hidup sehari – hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga beliau dan sangat memahami kondisi beliau. Akhirnya bersama warga dan bantuan dari beberapa pihak dibangunlah kembali rumah beliau dan #SedekahRombongan membantu memberikan bantuan kebutuhan alat rumah tangga kumplit antara lain kompor gas, lemari, majicom, kasur busa dan lainnya serta  memberikan juga santunan untuk menyelesaikan pembangunan rumah dan untuk membeli kebutuhan sehari hari. Saat ini rumah beliau sudah berdiri kembali walau belum sempurna dan senyum ceria mereka berdua terpancar kembali. Semoga bantuan tersebut dapat bermanfaat dan keluarga beliau tidak henti – hentinya bersyukur dan mengucap terimasih kepada #SedekahRombongan semoga berkah, aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Bantuan alat rumah tangga

Bantuan alat rumah tangga


NUR AZRA FATIKHA (11 bulan), katub jantung bocor yang beralamat di Jl. Kombas gang 1 rt 1/rw 3 no. 632 kec. Purwokerto timur, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Sejak lahir sering mengalami sakit sakitan dan berat badan sangat dibawah normal, belakangan baru diketahui ia menderita katub jantung bocor, akibatnya ia harus menderita karena penyakitnya tersebut dan pertumbuhannya terganggu. Sang ibu Suryani(33) hanyalah seorang penjual minuman serbuk untuk anak anak kecil yg hasilnya jauh dari kata cukup untuk kehidupan sehari harinya, sementara sang ayah sudah lama pergi entah kemana tanpa memberi kabar, latar belakang keluarganya yg serba berkekurangan tidak memungkinkan baginya untuk bisa melakukan pengobatan yg intensif untuk anaknya tersebut. Fasilitas kesehatan juga tidak ia miliki, sehingga kami alokasikan bantuan untuk kami daftarkan semua anggota keluarga tersebut di BPJS kesehatan, untuk kepesertaan selama 1 tahun.

Jumlah bantuan: 1.530.000.-
Tanggal: 6 juli 2015
Kurir: @arfanesia via Yunanto

Nur menderita katub jantung bocor

Nur menderita katub jantung bocor


PANTI ASUHAN YATIM DAN DHUAFA NAILUNNAJAH  beralamat  di Jl. Piyungan-Prambanan Srimartani Munggur Piyungan Bantul Yogyakarta. Panti yang diasuh oleh Ustadz Yasid S.ag memiliki 23 anak asuh yatim , piatu dan dhuafa putra dan putri dengan program utama Tahfidz Qur’an. Dengan 23 santri yang tinggal di asrama, kebutuhan untuk bahan pangan seperti beras atau sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membantu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1. 000.000 yang di wujudkan dalam bentuk sembako berupa: beras, mie instant , gula pasir, teh, minyak goreng, bumbu dapur,  perlengkapan mandi dan pembalut wanita. Santunan ini rutin dua bulan sekali. Harapan kami yang sedikit ini bisa mengurangi beban bagi pengasuh, semoga masih banyak donatur yang masih terus bersimpati terhadap panti Asuhan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 9 Juni 2015
Kurir : @kissherry  Via  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


HARDO bin HARDJOMARTOYO (Pendarahan kepala) yang beralamat di  Kp. Gunungkidul  RT.04/01, girimulyo, panggang gunung kidul, Jawa Tengah. Pak harda sudah berkeluarga dengan mempunyai 2 orang putra, gejala penyakitnya pusing , yang di sebabkan oleh kecelakaan di jalan payaman, magelang arah semarang , 14 juli 2015 sampai saat ini masih di rawat di rumah sakit dan tidak mempunyai jaminan kesehatan dancmereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat sedangkan fasilitas Kartu BPJS Kesehatanpun belum bisa difungsikan karna baru mendaftar, Saat inipun biaya sementara dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan. Semoga Pak Hardo kesadarannya segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000 ,-
Tanggal : 30 Juli 2015
Kurir : @arfanesia via @wasono

Pak hardo menderita Pendarahan kepala

Pak hardo menderita Pendarahan kepala


YUDISTIRA PRATAMA, (5, Jantung Bocor dan Microcephalus), Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery pasca operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 721. Dari hasil tes kromoson sudah bisa dipastikan bahwa jenis kelamin Yudistira adalah lelaki dan sebelum masuk pada operasi pembedahan pada kelamin Yudistira masih diharuskan melakukan beberapa tes dan juga suntik hormon. Semoga pengobatannya dilancarkan oleh Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Microcephalus

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Microcephalus


ALWAN INAYATULLAH ( 11, Neurofibroma ). Alamat di Kp. Ceger RT.7/3, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Memiliki kelainan/tumbuhan di batok kepala bagian depan, belakang telinga dan pangkal paha. Saat usia 3 tahun, ada kelainan di beberapa bagian tubuhnya, tumbuh beberapa tonjolan seperti daging yang setelah diperiksa beberapa waktu kemudian oleh Dokter di RS.Sumber Waras, disimpulkan bahwa kelainannya adalah penyakit Neurofibroma, harus di operasi, tapi belum cukup umurnya, harus menunggu usia sekitar 9 tahun, baru operasi pengangkatan bisa di lakukan. Saat usia Alwan 9 tahun, keluarga mulai berusaha kembali dalam upayanya mengobati sang buah hati. Hanya saja, kembali keluarga mengalami kendala saat RSUD Cibitung Kabupaten Bekasi merujuk anak dari Hasan Basri, 50 tahun mengharuskannya ke RSHS Bandung. Sementara pekerjaan sang ayah hanya tukang Tambal Ban dan kerjaan Ibundanya, Neneng Suryani, 46 tahun adalah Ibu Rumah Tangga, tidak terbayang dana dari mana untuk biaya akomodasi jika harus sering PP Bekasi-Bandung, sementara tanggungan jiwa masih ada 2 orang di rumahnya. Selama ini Alwan sangat menderita jika setiap malam, kumat sampai kejang, bahkan bisa 3 kali dalam semalam, Karena sakit yang di deritanya, pertumbuhan rohaninya agak terganggu bahkan dia tidak bisa bersekolah. Saat ini Alwan sudah menjalani operasi benjolan di batok kepala dan akan menjalani operasi benjolan di bagian paha kiri#SedekahRombongan kembali menyampaikan Titipan Langit untuk keperluan Alwan selama berobat, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 542. Alwan sudah sehat melalui rangkaian tindakan dan operasi pada beberapa rombongan dampingan dan kini ia harus kontrol ulang paska operasi tersebut yang sudah dilakukan pada beberapa bulan lalu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom

Alwan mederita Neurofibroma

Alwan mederita Neurofibroma


KARLINAN BIN SUBUR (14, Luka di Bokong Kanan). Alamat: Kp. Srengseng RT.1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan.  Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan  bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS,  Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi  pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang  kaki  kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Saat ini Karlinan harus menjalani therapy rutin ke RSUD Kota Bekasi seminggu 2 kali dan ke RSCM sebulan sekali. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjuan untuk biaya akomodasi Karlinan ke rumah sakit. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 725. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @hapsarigendhis

Karlinan menderita Luka di Bokong Kanan

Karlinan menderita Luka di Bokong Kanan


POPTI atau Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia adalah sebuah organisasi yang di dalamnya berhimpun orangtua dengan latar belakang anaknya menderita Thalassemia. POPTI berperan menjembatani komunikasi antara orangtua penderita thalassemia dengan pihak rumah sakit dalam pengurusan obat, dan terkadang juga  mencarikan bantuan untuk penderita thalassemia yang kurang mampu. Saat ini totalnya ada 147 penderita Thalassemia yang menjalani tranfusi rutin di RS Sentra Medika Cikarang. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak usia sekolah yang setiap 2-4 minggu sekali datang ke rumah sakit untuk menjalani transfusi. Selain itu, mereka harus rutin minum obat kelasi besi. Syukur alhamdulillah hampir semua pengobatan dicover oleh jaminan BPJS. Akan tetapi dari 147 anak ini ternyata  memiliki latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda-beda. Berdasarkan data POPTI, ada 50 anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan donatur untuk membayar iuran BPJS atau biaya transport ke rumah sakit. Meskipun menggunakan BPJS kelas 3 biaya iuran tetap dirasakan berat. Bahkan ada satu anak yang jaminan BPJS-nya telah  dinonaktifkan karena lebih dari 3 bulan tidak dibayar. Ada anak yang sejak kecil ditinggal orangtuanya dan sekarang tinggal bersama neneknya yang tidak bekerja. Anak yang lain ada yang ditinggalkan ibunya karena sang ibu tidak bisa menerima keadaannya. Ada orangtua yang harus menggadaikan telepon genggam untuk biaya transport dari kota Bekasi ke rumah sakit. #SedekahRombongan bertemu anggota POPTI di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemia yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 716.

Jumlah Bantuan: Rp.1.250.000,-
Tanggal: 29 Juli 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @untaririri @hapsarigendhis

Bantuan iuran BPJS

Bantuan iuran BPJS


SITI SUNARSIH (22, Kusta Basah). Alamat Kp. Bojong RT.1/5, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Bu Sunarsih berawal  5 bulan yang lalu. Ia merasakan sekujur tubuhnya terasa gatal, namun tidak begitu dihiraukan karena dianggap hanya gatal biasa. Namun, hari demi hari yang awalnya gatal-gatal ternyata berubah menjadi kemerahan di kulitnya  sehingga menimbulkan bengkak dan luka. Upaya yang dilakukan sudah berobat ke Puskesmas dan klinik terdekat. Namun, semua dokter menyarankan agar Sunarsih memeriksakan diri ke Rumah Sakit Khusus Kusta di Tangerang. Atas permintaan keluarga Sunarsih, akhirnya pengobatan hanya dilakukan di RSUD Cibitung. Setelah menjalani pengobatan selama 1 bulan, luka Sunarsih berangsur mengering dengan mengkonsumsi obat bicrolid. Namun sayangnya obat tersebut sulit ditemui di apotik RSUD Cibitung dan hingga saat ini terpaksa harus membeli di apotik lain. Harganya pun berkisar Rp. 125.000,-/strip @10 butir yang hanya cukup untuk 5 hari. Suaminya, Anen (25) adalah seorang kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Mereka memiliki tanggungan 1 anak yang saat ini berusia 5 bulan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat bicrolid. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 725.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

42 siti

NAKUM BIN NAIL (50, Cabut ven). Beralamat di Kp. Kali RT.2/3, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Berawal dari kecelakaan beberapa tahun yang lalu yang menyebabkan kaki pak Nakum bagian pahanya patah, kemudian dioperasi dan dipasang Ven di RS. Hasan Sadikin Bandung. Setelah menjalani cabut ven yang pertama sekitar 6 bulan yang lalu, rencananya pertengahan bulan Juni Pak Nakum akan menjalani pencabutan ven yang kedua. Tapi sebelum itu ia harus melakukan beberapa tahap pemeriksaan di RSHS. Menghadapi situasi seperti ini Pak Nakum kebingungan karena tidak memiliki ongkos ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Pak Nakum sudah tidak bekerja semenjak mengalami kecelakaan dan mempunyai tanggungan 3 orang. Istrinya Bu  Juju (45) hanya seorang ibu rumah tangga. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transport pak Nakum ke RS Hasan Sadikin Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 711.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Pak nakum Cabut ven di paha

Pak nakum Cabut ven di paha


NURMAN BIN NURANIH (30, Gangguan Jiwa, TB paru dan Morbus Hansen/Lepra). Alamat: Kp. Ceger RT.6/3, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hingga saat ini Nurman belum berkeluarga. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya yang penghasilannya dari bekerja serabutan. Sudah sekitar 5 tahun ini  Nurman lebih banyak terbaring di tempat tidur. Ia menderita tuberculosis (TB) paru, lepra dan gangguan jiwa. Saat ini Nurman rutin kontrol berobat di RSUD Cibitung Bekasi. Nurman mengalami kesulitan biaya transport dan biaya sehari-hari. Keadaannya sampai dengan saat ini makin membaik, tapi sayangnya obat yang biasa dikonsumsi sering tidak ada di RSUD Cibitung sehingga harus beli di apotik luar rumah sakit. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan lanjutan kepada Nurman, yang sebelumnya masuk di Rombongan 721. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Nurman menderita Gangguan Jiwa, TB paru dan Morbus Hansen/Lepra

Nurman menderita Gangguan Jiwa, TB paru dan Morbus Hansen/Lepra


PANTI ASUHAN AL BAROKAH (PUTRA)   beralamat  di Serut, Madurejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Panti yang diasuh oleh Bapak Jailani  memiliki 20 anak asuh yatim , piatu dan dhuafa putra dari usia sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dengan 20 anak asuh yang tinggal di asrama, kebutuhan untuk bahan pangan seperti beras atau sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membantu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1. 000.000 yang di wujudkan dalam bentuk sembako berupa  beras, mie instant , gula pasir, teh, minyak goreng, bumbu dapur,  perlengkapan cuci dan mandi. Santunan ini bersifat berkala yang waktunya tidak tentu, terkadang dua bulan sekali kadang lebih. Harapan kami bantuan yang sedikit ini bisa mengurangi beban bagi pengasuh, semoga dengan stimulan ini makin  banyak donatur yang masih terus bersimpati terhadap nasib anak –anak di panti asuhan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 8 Juni 2015
Kurir : @kissherry  Via  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN YATIM DAN DHUAFA AL HIKMAH SEJALAN   beralamat  di Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Panti yang diasuh oleh Bapak Suharna memiliki 40 anak asuh yatim , piatu dan dhuafa putra dan putri yang rata rata berpendidikan dasar hingga menengah Atas. Dengan 40 anak asuh yang tinggal di asrama, kebutuhan untuk bahan pangan seperti beras atau sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membantu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1. 000.000 yang di wujudkan dalam bentuk sembako berupa beras, mie instant , gula pasir, teh, minyak goreng, bumbu dapur,  perlengkapan mandi dan pembalut wanita. Santunan ini bersifat berkala yang waktunya tidak tentu, kadang rutin dua bulan sekali atau lebih. Harapan kami bantuan yang sedikit ini bisa mengurangi beban bagi pengasuh, semoga masih banyak donatur yang masih terus bersimpati terhadap panti Asuhan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 Juni 2015
Kurir : @kissherry   @widjiyono

Gangguan Jiwa, TB paru dan Morbus Hansen/Lepra

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DARUL ULUM   beralamat  di Jl. Ringroad Timur Pranti No. 221 Jomblangan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Panti yang diasuh oleh Ustadzah Dini Harti  memiliki 20 anak asuh yatim , piatu dan dhuafa putrI dari usia sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Dengan 20 anak asuh yang tinggal di asrama, kebutuhan untuk bahan pangan seperti beras atau sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membantu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1. 000.000 yang di wujudkan dalam bentuk sembako berupa  beras, mie instant , gula pasir, teh, minyak goreng, bumbu dapur,  perlengkapan cuci dan mandi. Santunan ini bersifat berkala yang waktunya tidak tentu, terkadang dua bulan sekali kadang lebih. Harapan kami bantuan yang sedikit ini bisa mengurangi beban bagi pengasuh, semoga dengan stimulan ini makin  banyak donatur yang masih terus bersimpati terhadap nasib anak –anak di panti Asuhan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 11 Juni 2015
Kurir : @kissherry  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN DAN PONPES AL MUJIB   beralamat  di Pondok Suruh, Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Panti yang diasuh oleh Ustadz Gunarto  memiliki 50 anak asuh yatim , piatu dan dhuafa putra dan putri  dari usia sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Dengan 50 anak asuh yang tinggal di pondok, kebutuhan untuk bahan pangan seperti beras atau sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membantu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1. 000.000 yang di wujudkan dalam bentuk sembako berupa  beras, mie instant , gula pasir, teh, minyak goreng, bumbu dapur,  perlengkapan cuci dan mandi. Santunan ini bersifat berkala yang waktunya tidak tentu, terkadang dua bulan sekali kadang lebih. Harapan kami bantuan yang sedikit ini bisa mengurangi beban bagi pengasuh, semoga dengan stimulan ini makin  banyak donatur yang masih terus bersimpati terhadap nasib anak –anak di panti Asuhan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 09 Juni 2015
Kurir : @kissherry  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN YATIM PIATU DAN DHUAFA AMANAH   beralamat  di Prigi Kidul Rt.03 Rw.04, Gemblegan, Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah. Panti yang diasuh oleh Bapak Teguh  memiliki 21 anak asuh yatim , piatu dan dhuafa putra dan putri  . Dengan 21 anak asuh yang tinggal di asrama, kebutuhan untuk bahan pangan seperti beras atau sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membantu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1. 000.000 yang di wujudkan dalam bentuk sembako berupa  beras, mie instant , gula pasir, teh, minyak goreng, bumbu dapur,  perlengkapan cuci dan mandi. Santunan ini bersifat berkala yang waktunya tidak tentu, terkadang dua bulan sekali kadang lebih. Harapan kami bantuan yang sedikit ini bisa mengurangi beban bagi pengasuh, semoga dengan stimulan ini makin  banyak donatur yang masih terus bersimpati terhadap nasib anak –anak di panti Asuhan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 08 Juni 2015
Kurir : @kissherry  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN MIFTAHUNNAJAH   beralamat  di Jl. Ringroad Timur, Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Panti yang diasuh oleh Bapak M Khoeron  memiliki 52 anak asuh yatim , piatu dan dhuafa putra dan putri dengan usia sekolah dasar sampe dengan perguruan tinggi. Dengan 52 anak asuh yang tinggal di asrama, kebutuhan untuk bahan pangan seperti beras atau sembako, sepenuhnya di topang dari para donatur yang sifatnya insidentil, sehingga kebutuhan sembako kadang tidak bisa terpenuhi. Untuk ikut membantu kebutuhan tersebut , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 1. 000.000 yang di wujudkan dalam bentuk sembako berupa  beras, mie instant , gula pasir, teh, minyak goreng, bumbu dapur,  perlengkapan cuci dan mandi. Santunan ini bersifat berkala yang waktunya tidak tentu, terkadang dua bulan sekali kadang lebih. Harapan kami bantuan yang sedikit ini bisa mengurangi beban bagi pengasuh, semoga dengan stimulan ini makin  banyak donatur yang masih terus bersimpati terhadap nasib anak –anak di panti Asuhan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 12 Juni 2015
Kurir : @kissherry  @widjiyono

Bantuan sembako

Bantuan sembako


FORUM KOMUNIKASI LEMBAGA KESWADAYAAN MASYARAKAT Kecamatan Karanganom Klaten Jawa tengah, melaksanakan kegiatan berbagi bersama warga Dhuafa di daerah karanganom dan sekitarnya. Program atau kegiatan ini sifatnya tahunan dan biasanya diadakan menjelang hari raya idul fitri, dengan jumah penerima santunan 160 orang. Hal ini dilakukan karena masih banyaknya warga miskin yang membutuhkan perhatian saat lebaran, karena mereka tidak hanya butuh beras saja yang mereka terima selaku mustahik. Atas dasar inilah maka kegiatan ini dilaksanakan. Untuk memenuhi 160 paket bingkisan, FK LKM menggandeng beberapa pihak sebagai penyandang dana atau donatur. Salah satuya adalah dengan #SedekahRombongan. Untuk mensupport kegiatan ini , dari #SR memberikan donasi untuk 60 Paket bingkisan senilai dengan Rp. 2.835.000  . Semoga dengan dukungan ini memberikan kebahagian bagi  warga yang kurang beruntung .

Jumlah Bantuan : Rp. 2.835.000,-
Tanggal Penyerahan : 2 Juli 2015
Kurir : @kissherry  @widjiyono

60 Paket bingkisan

60 Paket bingkisan


MASJID BAITUSSALAM    yang berada di alamat Jalan Mastrip gang pajak no.7 RT/RW 07/13 Kanigaran, Probolinggo, Jawa Timur. Mushola yang dibangun tahun 2006 dengan swadaya masyarakat sekitar ini membutuhkan karpet sebagai  sarana tambahan untuk menunjang kekhusu’a jamaah dalam beribadah. Selain fungsinya sebagai tempat ibadah, mushola Baitussalam juga di gunakan untuk kegiatan belajar Al qur’an atau TPA. Untuk menujang kebutuhan tersebut, Tim POPIMAS#SR ( Pondok Pesantren Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) menyampaikan bantuan dari sedekaholic senilai Rp. 4.340.000 yang diwujudkan dalam bentuk Karpet, sajadah, dan uang tunai untuk operasional Takmir. Bantuan ini di terima oleh ketua takmir Mushola Bapak Masfu

Jumlah Bantuan Total : Rp. 4.340.000-
Tanggal Penyerahan : 7 Juli  2015
Kurir :  @Kissherry @fahmisq

Bantuan Karpet, sajadah, dan uang tunai

Bantuan Karpet, sajadah, dan uang tunai


TIYEM BINTI SUTO SEMITO, (75 tahun, Bantuan Tunai), Jarum, RT.01/06, Saradan,  Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Tiyem adalah seorang janda tua yang hidup menumpang di sebuah rumah kampung sederhana  milik salah satu keponakannya. Ibu Tiyem semenjak menikah dengan suaminya tidak dikaruniai anak. Dahulu Ibu Tiyem sebenarnya memiliki rumah dan tanah namun sudah beliau jual untuk biaya berobat ketika suaminya sakit. Selama bertahun-tahun Ibu Tuyem sudah berusaha untuk mencarikan obat untuk suaminya namun tak kunjung sembuh sampai akhirnya suami beliau meninggal dunia. Sepeninggalan suaminya Ibu Tiyem hidup menumpang dan dirawat oleh keponakanya, sekarang untuk makan sehari-hari hanya mengharap pemberian dari keponakannya karena beliau sudah tidak mampu bekerja lagi. Tetangga Ibu Tiyem juga terkadang memberikan dan mencarikan bantuan berupa bantuan tunai maupun makanan yang prihatin melihat kondisi beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Relawan Pemberi : @IqbalRekarupa, Rudianto, Edy Hartono
Tanggal Pemberian : 04 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SUKINEM BINTI SOMITO, (55 tahun, Bantuan Tunai), Munggung, RT.03/01, Saradan, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Sukinem seorang janda yang hidup berdua dengan ibunya yang  sudah sangat tua dan sering sakit, beliau setiap hari bekerja sebagai buruh momong anak kecil dari mantan majikannya dulu. Kondisi Ibu Sukinem yang sekarang tidak dapat lagi bekerja ke rumah majikannya karena beliau harus merawat dan menjaga ibunya, maka beliau cuma bisa momong anak majikanya. Penghasilan Ibu Sukinem dari buruh momong juga hanya sedikit dibanding ketika bisa datang ke rumah majikannya menjadi pembantu rumah tangga. Ibunya yang sakit kondisinya hanya bisa terbaring di tempat tidur saja, untuk makan dan minum harus selalu disuapin, untuk mandi dan buang air juga harus dibantu. Kondisi mereka yang sepoerti itu menimbulkan simpati dari tetangga sekitar untuk membarikan bantuan semampu mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Relawan Pemberi : @IqbalRekarupa, Rudianto, Edy Hartono
Tanggal Pemberian : 06 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SUKINEM SURONO, (37 tahun, Sakit Paru-Paru/Bronchitis), Klampeyan, RT.02/04, Panekan, Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Sukin menderita sakit paru-paru (bronchitis) sudah sejak 13 tahun yang lalu. Selama 7 bulan terakhir ini sakitnya mulai kambuh lagi yang membuat tubuh Ibu Sukin menjadi semakin kurus dan sering batuk yang mengeluarkan dahak. Ibu Sukin di bawa berobat ke Klinik Rontgen dr. Sutrisno Pawirodarsono, Jln. Pasar Kliwon Depan Apotik, Solo, setiap bulan harus kontrol dan menebus obat untuk satu bulan sebesar Rp.280.000,-. Pada tanggal 4 Juli besuk Ibu Sukin harus kontrol rutin ke dr. Sutisno di Solo, Ibu Sukin memberitahukan jika beliau belum mempunyai biaya kontrol bulan ini. Kurir Rudi melalui Mas Putut meminta tolong untuk menyampaikan bantuan biaya berobat dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.500.000,- agar Ibu Sukin bisa berangkat untuk kontrol rutin. Titipan sedekah diterimakan melalui suaminya yaitu Bapak Sarono yang bekerja sebagai buruh di sebuah warung mie ayam di daerah Colomadu. Akhirnya Ibu Sukin bisa berangkat kontrol ke Solo, menurut dokter yang menanganinya berdasarkan hasil rontgen kemarin, penyakit bronchitisnya sudah dinyatakan sembuh pada pengobatan yang ke-8 ini. Dokter menyarankan tinggal mengembalikan berat badan Ibu Sukin yang masih kurus agar kembali normal.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto
Tanggal Pemberian: 23 Mei 2015

Ibu sukinem menderita Sakit Paru-Paru/Bronchitis

Ibu sukinem menderita Sakit Paru-Paru/Bronchitis


SOGIMAN TURAB, (77 tahun, Bantuan Tunai), Turab, RT.02/RW.02, Sidoarjo, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Sogiman sekarang ini tinggal seorang diri di rumah magersari (milik orang lain), istrinya sudah meninggal setahun yang lalu. Anaknya jarang sekali menengok beliau karena tinggal di tempat lain. Kebutuhan makan dan minum setiap harinya dibantu oleh tetangga yang baik hati yaitu Bapak Muslih dan istrinya. Bapak Sogiman sudah tidak mampu bekerja lagi karena usia yang semakin tua. Bapak Sogiman memiliki semacam daging tumbuh di keningnya, menurut cerita beliau hal tersebut terjadi karena pernah terjadi benturan dikeningnya yang setelah beberapa bulan bisa mengering namun menjadi seperti daging tumbuh. Kurir Rudi berdasarkan informasi dar seorang teman yang tinggal di Pacitan yaitu Mbak Lilis yang merekomendasikan untuk Bapak Sogiman bisa dibantu oleh #Sedekah Rombongan, dengan ditemani Mbak Lilis, kurir Rudi menyampaikan titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar dipakai Bapak Sogiman untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan membeli obat atau periksa ke dokter jika suatu saat beliau sakit, semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan panjang umur.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi
Tanggal Pemberian: 02 Agustus 2015

 Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SIRENG BINTI KASTOMO, (75 tahun, Bantuan Tunai), Turab, RT.01/RW.02, Sidoharjo, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Kondisi Ibu Sireng sekarang hidup sebatang kara, beliau tinggal di tanah magersari (milik orang lain) yaitu milik Bapak H. Musa, sedangkan rumah yang saat ini beliau tempati merupakan hasil sumbangan dan gotong royong warga sekitar beberapa tahun yang lalu. Rumah yang cukup sederhana dengan ukuran kira-kira 220cm X 500cm kondisinya cukup sempit dan kotor karena Ibu Sireng juga sudah semakin tua. Rumah beliau tidak ada ruang tamu maupun kursi, tempat tidur jadi satu dengan dapur untuk masak, kasur tempat beliau tidur bercampur dengan pakaian beliau karena tidak punya almari pakaian. Ibu Sireng untuk makan setiap hari masih mampu untuk memasak nasi, sayur dan lauk pauk walaupun seadanya, selama ini beliau sering mendapatkan bantuan dari tetangga sekitar karena Ibu Sireng yang sudah tidak mampu bekerja lagi. Kurir Rudi berdasarkan informasi dari seorang teman yang tinggal di Pacitan yaitu Mbak Lilis yang merekomendasikan untuk Ibu Sireng bisa dibantu oleh #Sedekah Rombongan, dengan ditemani Mbak Lilis, kurir Rudi menyampaikan titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar dipakai Ibu Sireng untuk membeli beras, lauk dan kebutuhan sehari-hari yang lain serta membeli obat atau periksa ke dokter jika suatu saat beliau sakit, semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan panjang umur.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi
Tanggal Pemberian: 02 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


RIA PRATIWI LALANG DWI HARYANTO, (28 tahun, Anemia dan Depresi Prenatal), Godek Kulon, RT.02/RW.05, Jetak, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Dua bulan yang lalu Ibu Ria harus dirawat di RSUD Pacitan karena mengalami kelelahan dan capek yang sangat, menurut dokter yang menanganinya, Ibu Ria ternyata hamil dengan umur kandungan 2 bulan. Menurut dokter Ibu Ria mengalami anemia (kekurangn sel darah merah) saat hamil yang disertai kecemasan berlebih, panik dan hilangnya nafsu makan karena depresi prenatal atau depresi karena kehamilan. Ibu Ria harus opnam di RSUD selama lima hari karena kondisi tubuhnya yang sangat lemah sampai harus diinfus yang menghabiskan 7 kantong. Kondisi Ibu Ria dan janinnya sekarang sudah semakin sehat, nafsu makannya juga sudah mulai normal walau terkadang masih sering muntah sehabis makan tetapi beliau tetap berusaha untuk makan lagi. Ibu Ria setiap bulan masih harus kontrol ke dokter kandungan yang menanganinya di RSUD dulu yaitu dr. Agung, S.Pog untuk melihat perkembangan janinnya dan menebus obat jika diperlukan. Ibu Ria saat ini memutuskan untuk tinggal di rumah orang tuanya di daerah kecamatan Tulakan dan selama dua bulan ini kondisi mental dan fisiknya sudah mulai membaik. Ibu Ria masih tetap harus menaikan berat badannya yang belum normal untuk standar wanita hamil. Bapak Lalang suaminya dengan sabar merawat dan mengantarkan Ibu Ria untuk kontrol ke dokter walaupun perjalan yang harus ditempuh sekitar 30-45 menit. Titipan sedekah dari donatur #SR sebesar Rp.1.000.000,-  agar digunakan untuk biaya kontrol dan menebus obat, semoga Ibu Ria dan janinnya selalu diberikan kesehatan sampai saatnya melahirkan nanti.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Kusnadi Arifudin
Tanggal Pemberian: 02 Agustus 2015

Ibu ria menderita Anemia dan Depresi Prenatal

Ibu ria menderita Anemia dan Depresi Prenatal


SIGI BUBAKAN, (83 tahun, Bantuan Tunai), Bubakan, RT.03/RW.08, Bubakan, Tulakan, Pacitan. Ibu Sigi seorang janda tua yang tidak memiliki anak, beliau tinggal di rumah mager sari (milik orang lain). Kebutuhan hidup sehari-hari Ibu Sigi selama ini ditanggung oleh keponakannya yang walau kondisi ekonominya yang pas-pasan tetapi rela untuk merawat dan mencukupi kebutuhan Ibu Sigi semampunya. Tetangga sekitar juga terkadang memberikan bantuan berupa makanan untuk Ibu Sigi yang prihatin melihat kondisi beliau. Ibu Sigi akhir-akhir ini sering sakit pada kedua kakinya, jika sedang kambuh kedua kakinya mengalami pembenggkaan yang membuat beliau tidak mampu berjalan. Kurir Rudi melalui teman yang tinggal di Pacitan yaitu Mbak Lilis dan Mas Arif yang bersedia untuk membantu menyampaikan titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar bisa membantu membeli kebutuhan hidup dan membeli obat atau periksa ke dokter jika sakit Ibu Sigi kambuh, semoga beliau diberi panjang umur dan kesembuhan dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 04 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


IJEM PAGERAN, (52 tahun, Sakit Asma), Pageran, RT.03/RW.08, Bubakan, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Ijem seorang janda tua yang hidup seorang diri disebuah rumah mager sari ( milik orang lain) yang sangat sederhana. Kebutuhan makan dan minum sehari-hari beliau di tanggung oleh keponakannya dan tetangga sekitar rumahnya. Ibu Ijem memiliki riwayat sakit asma, jika kambuh nafasnya tersengal-sengal disertai batuk. Ketika teman kurir Rudi yaitu Mbak Lilis dan Mas Arif melakukan survei target ibu Ijem sedang kambuh asmanya, beliau ingin ke dokter namun tidak punya biaya. Melalui teman kurir Rudi yang ada di Pacitan yaitu Mbak Lilis dan Mas Arif yang dengan suka rela membantu menyampaikan titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- agar dapat di gunakan untuk biaya periksa ke dokter dan membeli obat untuk sakit asma ibu ijem. Semoga beliau segera diberi kesembuhan dari penyakit asmanya dan diberi panjang umur.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 04 Agustus 2015

Ibu Ijem menderita Sakit Asma

Ibu Ijem menderita Sakit Asma


SOIMAN GEMULUNG, (65 tahun, Sakit Stroke), Gemulung, RT.02/RW.02, Tanjungsari, Pacitan, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Soiman sudah beberapa tahun terakhir sakit stroke, beliau hanya bisa terbaring lemah ditempat tidurnya. Bapak Soiman tinggal di tanah dan rumah mager sari (milik orang lain), beliau boleh menempati rumah itu sampai beliau meninggal nanti. Selama sakit stroke, beliau dirawat oleh istrinya yaitu Ibu Sumi yang kondisinya juga sakit katarak (buta), mereka hanya tinggal berdua saja karena anaknya merantau dan ada yang tinggal di desa lain. Kondisi kehidupan Bapak Soiman yang memprihatinkan itu membuat tetangga sekitar rumahnya saling bergiliran membantu memberikan kebutuhan makan dan munim semampu mereka. Ibu Sumi yang sakit katarak sudah tidak mampu bekerja lagi, apalagi harus merawat suaminya dirumah sehingga beliau tidak punya penghasilan untuk hidup sehari-hari. Melalui teman kurir Rudi yang ada di Pacitan yaitu Mbak Lilis dan Mas Arif yang bersedia untuk membantu menyampaikan titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk dipakai sebagai biaya hidup dan membeli obat untuk Bapak Soiman. Semoga Bapak Soiman segera diberi kesembuhan dari penyakitnya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lilis Sukesi, Arif Mujahidin
Tanggal Pemberian: 04 Agustus 2015

Pak soiman menderita Sakit Stroke

Pak soiman menderita Sakit Stroke


KHAMIM MAFULUDIN BIN MUZAERI, (29 tahun, Bantuan Tunai), Kedung Banteng, RT. 04/01, Sumingkir, Jeruklegi, Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah. Bapak Khamin tinggal dirumah yang sederhana bersama keluarganya yang terdiri dari nenek, istri dan seorang anaknya. Semenjak kecil beliau dirawat dan dibesarkan oleh neneknya, hingga sekarang beliau sudah berumah tangga gantian merawat neneknya sudah mulai jompo. Bapak Khamin bekerja sebagai buruh harian di sebuah bengkel mebel alumunium milik salah satu saudaranya. Sudah bertahun-tahun beliau bekerja di bengkel itu timbul keinginan untuk bisa merintis usaha sendiri, beliau mulai dengan membeli alat produksi dari tabungannya yang setiap hari beliau kumpulkan, beberapa alat sudah mampu dibeli namun ada satu alat yang sampai sekarang belum terbeli yaitu gergaji mesin potong duduk yang harganya sekitar Rp.1.800.000,-. Berdasarkan rekomendasi Kurir Sutris mengajukan untuk dibantu dibelikan mesin potong duduk agar beliau dapat mewujudkan usaha karena beliau memiliki keinginan kuat dan kemampuan untuk bisa merintis usaha. Alhamdulillah dengan bantuan dana dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.2.000.000,- , Bapak Khamin sudah dapat memebeli satu unit mesin gergaji potong duduk. Bapak Khamil akan memulai usaha setelah lebaran yang akan datang tiga bulan lagi.

Jumlah Bantuan: Rp.2.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno dan Retno Riani, Spd
Tanggal Pemberian: 10 Pebruari 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SANIREJA BIN SANTARI, (75 tahun, Bantuan Tunai), Sumingkir, RT.04/01, Jeruklegi, Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah. Bapak Sanirejo hidup berdua dengan istrinya di sebuah rumah kampung yang sederhana. Mereka sebenarnya memiliki anak yang sudah menikah dan tinggal di tempat lain, mereka pernah diajak untuk ikut saja dengan anaknya namun Bapak Sanirejo menolaknya dengan alasan lebih senang tinggal di rumah mereka sendiri. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Bapak Sanirejo bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang sangat minim. Istri Bapak Sanirejo akhir-akhir ini mulai sakit-sakitan, beliau ingin membawa berobat ke dokter namun tidak memiliki biaya. Titipan bantuan dari donatur #Sedekah Rombongan yang diserahkan melalui kurir Sutris semoga bisa dimanfaat untuk mereka membeli kebutuhan hidup sehari-hari dan membeli obat

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno dan Retno Riani, Spd
Tanggal Pemberian: 10 Pebruari 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SARIKEM BINTI KROMOREJO, (75 tahun, Bantuan Tunai), Munggung, RT. 03/01, Saradan, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Sarikem saat ini hidup ikut dengan anaknya yaitu Bapak Wardi yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang minim. Bapak Wardi dengan sabar merawat ibunya yang sudah jompo, selain itu Bapak Wardi harus merawat dan  membiayai sekolah kedua anaknya seorang diri karena istrinya sudah lama pergi meninggalkan beliau dan kedua anaknya. Bapak Wardi dengan sekuat tenaga merawat dan menjaga keluarganya walau kehidupan mereka dalam serba kekurangan untuk bisa makan sehari-hari terkadang masih kekurangan. Ibu Sarikem sudah tidak mampu lagi bekerja kondisi fisik beliau sudah mulai sakit-sakitan, biasanya jika beliau sakit hanya dibelikan obat dari warung saja, karena kemampuan Bapak Wardi tidak bisa membawa  berobat ke dokter atau rumah sakit. Ibu Sarikem  sudah mulai pikun atau lupa ingatan, namun beliau masih ingin untuk bisa menikmati hidup yang wajar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Relawan Pemberi : @IqbalRekarupa, Rudianto, Edy Hartono
Tanggal Pemberian : 04 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


TUGINEM BINTI IROREJO, (58 tahun, Bantuan Tunai), Munggung, RT.02/RW.01, Saradan, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Tuginem adalah seorang janda yang hidup seorang diri, beliau setiap hari bekerja sebagai penjual sayuran di pasar Baturetno. Dahulu Ibu Tuginem hidup berdua ditemani oleh cucunya yang telah menjadi yatim piatu karena kedua orangtuanya meninggal dunia. Ibu Tugiyem dengan penuh kasih sayang merawat dan mendidik cucunya, berkat kerja keras yang beliau lakukan cucunya berhasil menyelesaikan sekolah hingga tingkat SLTA. Cucunya setelah lulus kemudian merantau mengadu nasib di kota Jakarta dan sekarang cucunya sudah bekerja di sebuah pabrik elektronik. Di saat Ibu Tuginem harus menyekolahkan cucunya beliau terpaksa harus berhutang pada koperasi harian untuk membayar biaya sekolah dan kebutuhan hidup sehari-hari. Tekanan dan himpitan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi oleh Ibu Tugiyem membuat jumlah nilai hutangnya menjadi semakin menumpuk banyak, akhirnya sebidang tanah milik beliau harus dijual untuk membayar hutang tersebut. Hutang beliau di koperasi harian sampai saat belum bisa lunas, beliau masih memiliki tanggungan hutang lebih dari Rp.2.000.000,-. Sebenarnya Ibu Tuginem ingin sekali bisa melunasi tanggungan hutang itu, namun kondisi ekonomi beliau yang sedang terpuruk membuat keinginannya itu belum bisa terlaksana. Ibu Tuginem sampai saat ini belum bisa lepas dari lingkaran jerat hutang, sungguh malang nasib beliau harus hidup menanggung hutang di usia tua.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi : @IqbalRekarupa, Rudianto, Edy Hartono
Tanggal Pemberian : 04 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SUTIYEM BINTI SONOKARSO, (70 tahun, Bantuan Tunai), Klapeyan, RT.02/RW.04, Panekan, Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Sutiyem saat ini hidup berdua dengan adiknya yang bernama Bapak Tukimin, beliau sampai sekarang belum menikah sehingga tidak mempunyai anak, begitu juga dengan bapak tukimin tidak pernah menikah juga. Ibu sutiyen sudah semakin tua dan pikun, beliau sudah tidak mampu lagi bekerja mencari nafkah, sedangkan bapak tukimin setiap hari bekerja mencari rumput untuk makan kambingnya walau kondisi kakinya yang cacat karena dahulu pernah mengalami kecelakaan. Ibu sutiyem masih bisa memasak nasi dan lauk untuk makan beliau dan adiknya setiap hari walaupun hanya seadanya yang penting bisa makan. Seorang keponakannya yang bernama  Mas Giarto yang rumahnya tinggal berdampingan dengan mereka berdua biasanya merawat dan mengawasi mereka berdua, jika butuh apa-apa mas giarto yang selalu menolong mereka. Kurir Rudi yang menyempatkan diri untuk bertemu dengan ibu sutiyem dan bapak tukimin menyampaikan titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- untuk mereka berdua, dengan persetujuan ibu sutiyem bantuan yang mereka terima dititipkan kepada mas giarto jika ibu sutiyen atau bapak tukimin sewaktu-waktu pengen membeli sesuatu untuk kebutuhan mereka, mereka tinggal meminta pada mas giarto.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto
Tanggal Pemberian: 01 Agustus 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


TRIYANI BINTI JUMINEM, (35 tahun, Sakit Stroke), Cepor Kidul, RT.06, Palbapang, Bantul, Yogyakarta. Perjalanan hidup Ibu Triyani sungguh memilukan, ujian berupa penderitaan datang silih bergantian. Pada usia yang masih sangat muda beliau harus kehilangan ayahnya yang meninggal dunia karena sakit stroke, ekonomi keluarga yang sangat lemah membuat ayahnya tak bisa mendapat pengobatan yang memadai. Sepeninggalan ayahnya, ibu triyani harus hidup berdua dengan ibunya yaitu Ibu Juminem. Namun tidak lama kemudian Ibu juminten juga harus menyusul kepergian suaminya, beliau meninggal dunia karena sakit kanker payudara. Kondisi ekonomi keluarga ibu triyani yang lemah membuat ibunya tidak bisa mendapatkan pengobatan yang memadai juga. Setahun yang lalu tepatnya tanggal 8 Agustus 2014, ibu triyani mengalami serangan sakit stroke yang membuat tangan dan kaki sebelah kiri beliau lumpuh atau mati separuh. Akibatnya ibu Triyani tidak bisa berjalan sendiri, jika ingin beraktivitas beliau harus digendong oleh suaminya dan terkadang jika suaminya tidak ada beliau terpaksa harus ngesot. Selama ini suaminya dengan sabar merawat Ibu Triyani, karena tidak punya biaya untuk berobat jarang sekali beliau dibawa ke RS atau dokter. Suaminya tidak mempunyai pekerjaan tetap, beliau saat ini bekerja dirumah membuat sangkar ayam dari bambu, hasil penjualanya beliau pakai untuk makan sehari-hari. Anak semata wayang mereka yang bernama Layla Nurjana saat ini sekolah di SMP Pandak setelah pulang sekolah dia membantu ayahnya untuk merawat ibunya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh S, Fajar Jati M, Ngadilan, Jaka Sulistya
Tanggal Pemberian: 29 Juli 2015

Ibu tri menderita Sakit Stroke

Ibu tri menderita Sakit Stroke


JOKO PURWONO BIN PRAPTO SUWARNO, (60 tahun, Bantuan Tunai), Jurangjero, RT.03/RT.02, Karanganom, Klaten, Jawa Tengah. Bapak Joko saat ini tinggal bersama istrinya yang sakit stroke di rumah mereka yang berukuran kecil dengan kondisi dinding tembok dan lantai rumah yang belum diplester sedangkan penyekat kamar hanya dari triplek. Kondisi rumah Bapak Joko memang cukup memprihatinkan dan tidak layak huni. Bapak Joko bekerja sebagai buruh serabutan terkadang jika ada orang yang sedang punya hajatan beliau diminta untuk jadi tukang patean (tukang masak air). Semenjak istrinya sakit stroke, Bapak Joko lebih banyak di rumah merawat istrinya yang hanya bisa terbaring di tempat tidur, beliau tidak bisa leluasa bekerja sehingga beliau tidak punya penghasikan. Keempat anak Bapak Joko sudah bekerja sebagai karyawan pabrik dengan penghasilan yang pas-pasan mereka hanya mampu membantu biaya berobat ibunya semampu mereka. Pak Joko saat ini sangat membutuhkan biaya untuk merawat dan membelikan obat untuk istrinya karena penghasilan Bapak Joko yang sangat minim. Titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan sebesar Rp.1.000.000,- semoga dapat digunakan untuk meringankan biaya berobat istrinya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Pemberi Bantuan: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh S, Timbul
Tanggal Pemberian: 28 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MESIRAN BIN JOKARYO BARI, (64 tahun, Stroke), Belah, RT.03/RW.02, Belah, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Mesiran sudah hampir setahun menderita sakit stroke, kondisi beliau masih mampu berjalan, tetapi tangan sebelah kiri masih susah untuk digerakkan. Bapak Mesiran pada tanggal 20 juni 2014 terjatuh ketika sedang menyirami tanaman cabai dipekarangannya, beliau terjatuh sebanyak tiga kali. Kondisi fisik yang mungkin lemah karena beliau memaksakan diri untuk tetap berpuasa pada dua hari sebelumnya. Setelah terjatuh Bapak Mesiran sudah tidak mampu berjalan lagi, kondisi tubuhnya menjadi menurun drastis, oleh pihak keluarga beliau dibawa ke RSUD Wonogiri untuk mendapatkan penanganan medis. Sabtu sore Bapak Mesiran sudah ditangani pihak rumah sakit di bangsal intermediet khusus sakit stroke, beliau beruntung kartu BPJSnya dapat dipakai untuk mengurus administrasi pendaftaran. Berdasarkan hasil CT Scan di kepala Bapak Mesiran diketahui jika terjadi gumpalan darah karena terdapat pembuluh darah di otak beliau yang pecah. Dokter dan rumah sakit yang menangani Bapak Mesiran sudah berusaha mengobati semaksimal mungkin namun memang nasib beliau berkehendak lain. Pada tanggal 24 Juni 2015 jam 00.00 Bapak Mesiran meninggal dunia diusia 64 tahun, pihak keluarga beliau sudah mengikhlaskan kepergiannya. Bapak Mesiran dimakamkan di kampung halamannya di Donorojo, Pacitan. Titipan sedekah dari donatur #Sedekah Rombongan untuk meringankan biaya transportasi dan akomodasi selama empat hari dirawat RSUD Wonogiri sebesar Rp.1.500.000,- diserahkan oleh Mas Putut yang diterima oleh anak bungsu Bapak Mesiran. Semoga Bapak Mesiran meninggal dalam khusnul qotimah, diampuni semua dosa dan khilaf selama hidup di dunia, diterima amal kebaikan beliau, diberi tempat yang terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini, terutama anak bungsunya yang kini menjadi yatim piatu dan masih bersekolah di kelas 11 SMK.
Bapak Mesiran bin Jokaryo Bari sudah pernah menerima donasi dari donatur Sedekah Rombongan pada rombongan 588, 653, 669, 679 dan 728

Jumlah Bantuan: Rp.1.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Putut Restianto
Tanggal Pemberian: 21 Juni 2015

Pak mesiran menderita Stroke

Pak mesiran menderita Stroke


PERSYADHA ( PERSYERIKATAN DAKWAH AL HAROMAIN ) gerakan dakwah  yang ber basis di Maguwoharjo Depok  Sleman Yogyakarta , bekerjasama dengan  #SedekahRombongan , pada hari Sabtu 11 Juli 2015 menggelar event bertajuk “Pesantren Kreasi Yatim dan Dhuafa” yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini diikuti oleh 250 peserta dari anak anak yatim, piatu dan dhuafa. kegiatan ini mengarah pada bimbingan aktivitas yang terbiasa dilakukan dalam pesantren ditambah membuat berbagai  kreatifitas tangan. Peserta mulai membuat berbagai kreasi sesuai dengan klasifikasi kelas atau umur. Masing-masing kelompok terdapat satu pembimbing karya tangan.  Berbagai kreasi bernilai jual dapat terlihat hasilnya usai acara. Seperti ; toples kue lebaran, dan berbagai aksesioris lain.  Hal ini dimaksudkan untuk mendidik mereka menjadi insan yang lebih mandiri, telaten dan sabar serta berfikir dapat menghasilkan suatu karya tanpa harus bergantung pada belas kasih orang lain. Acara ini juga diselingi dengan Tausiyah dan parenting bagi wali peserta yatim piatu dan dhuafa yang hadir

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 10 Juli 2015
Kurir : @kissherry

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


PANTI ASUHAN DAN SLB KRIDA MULIA ( Sembako ), beralamat di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunung Kidul Yogyakarta, berdiri pada bulan Oktober 2010 dan berada dibawah naungan yayasan yang sama dg SLB Krida Mulia I di Rongkop, saat ini jumlah Guru ada 10 orang dg jumlah PNS 2 org, dengan  jumlah siswa 47 org yang berasal dari berbagai wilayah di Gunung Kidul, sedangkan jumlah siswa yang inap dipanti sebanyak 5 org. Pada tanggal 8 Juli 2015, Tim POPIMAS#SR ( Pondok pesantren, Panti asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) menyampaikan  bantuan berupa sembako senilai Rp. 1.000.000,-, semoga bisa mengurangi beban biaya kebutuhan sehari hari untuk anak asuhnya.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 8 Juli  2015
Kurir : @kissherry  @aji_kristanto

Bantuan Sembako

Bantuan Sembako


PANTI ASUHAN DAN SLB PUSPA MELATI ( Sembako ) beralamatkan Pudak RT 01 RW 19, Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta, dengan total anak asuhnya  50 orang . Sebagian besar anak asuhnya menderita tuna rungu, sebagian lainya tuna daksa, dan tuna ganda . SLB Puspa Melati ini masih menumpang di Balai Desa setempat. Karena kondisi Balai Desa tersebut tidak ada kamar dan kasur, maka untuk itu selain memberikan bantuan sembako, Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) juga memberikan bantuan berupa kasur untuk tidur anak asuh yang tinggal di SLB tersebut. Sebelumnya kami sudah menyalurkan bantuan berupa sembako dan kursi roda . Alhamdulillah pada hari Selasa 8 Juli 2015, kami kembali berkunjung memberikan santunan berupa sembako Senilai Rp. 1.000.000

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 8 Juli  2015
Kurir :  @kissherry  @aji_kristanto

Bantuan sembako

Bantuan sembako


PANTI ASUHAN SUTAWIJAYA  , Panti Asuhan Anak berkebutuhan khusus ini beralamat di Tancep, Ngawen,  Gunungkidul Yogyakarta. Panti ini awal mulanya didirikan pada bulan Juni tahun 2006, dengan pertimbangan karena banyaknya siswa yang berasal dari daerah yang cukup jauh dari SLB sehingga diperlukan tempat untuk para siswa tinggal agar tidak jauh bolak-balik dari rumah ke sekolah. Sampai dengan saat ini jumlah siswa yg tinggal dipanti ini sebanyak 26 orang dengan usia yang beragam. Untuk mencukupi kebutuhan bulanan panti selain ada bantuan dari dinsos dan para donatur, pengurus dan guru juga mengutip atau ber iuran dari gaji bulanan mereka, padahal sebagian besar  masih berstatus sebagai guru honorer. 15 guru menjadi tenaga pengajar bagi 43 siswa. Pada 8 Juli 2015 tim POPIMAS #SR( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) menyampaikan bantuan berupa sembako senilai Rp.1.000.000, Semoga bantuan ini semakin menyemangati ABK di Panti Suta Wijaya untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000-
Tanggal Penyerahan : 8 Juli  2015
Kurir :  @Kissherry @aji_kristanto

Bantuan sembako

Bantuan sembako


KUSNIYAH BINTI NGATEMAN, (48, Stroke) dengan alamat di Tegaljoho RT 06/01 Mojotengah kec. Kedu kab. Temanggung Jawa Tengah. Mbak Kusni biasa masyarakat memanggilnya, mengalami stroke pada 1 bulan yang lalu ketika beliau sedang beekerja mencari pasir dan batu kali. Pada saat itu beliau sedang mengangkut pasir dari sungai dengan “tenggoknya” ketika melewati jalan yang menanjak tiba-tiba kakinya terasa nyeri, beliau langsung terjatuh dan seketika itu juga lumpuh pada bagian kanan tubuhnya. Bersamaan dengan kejadian tersebut pata tetangga yang melihatnya datang dan menolongnya dibawa ke RSK Ngesti Waluyo. Kurir #SedekahRombongan yang mendapat informasi ini langsung bergerak dan menyurvei beliau setelah beliau pulang dari rumah sakit. Ketika kurir #SedekahRombongan datang beliau sangat berharap agar penyakitnya segera sembuh. Kurir #SedekahRombongan berharap semoga beliau diberi kesabaran dan bisa bekerja kembali mengingat beliau adaalah janda yang suaminya telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Agustus 2015
Kurir : @arfanesia via @wasono_saputro.

Ibu kusniyah menderita stroke

Ibu kusniyah menderita stroke


TURMI BINTI SANWIRAJI (75TH, LUKA BAKAR) yang tinggal di tanah wakaf di desa dukuhwaluh Rt 2 Rw 4 kecamatan kembaran kabupaten banyumas, Jawa Tengah. Luka bakar yang dialami mbah turmi berawal dari kebakaran rumah yang terjadi pada november 2014, Mbah turmi sempat dirawat di rs margono selama 24 hari,  dalam proses pengobatan mbah turmi terbantu dengan adanya jamkesmas,namun setelah selesai opnam mbah turmi tidak pernah kontrol mbah turmi hanya mengkonsumsi obat2an warung secara rutin sampai sekarang. Bukan hanya luka bakar yang dialami mbah turmi beliau pun kehilangan harta bendanya yang hangus terbakar. Kondisi luka mbah turmi saat ini jari jari tanganya masih kaku dan susah bergerak, mbah turmi tidak pernah kontrol karena terkendala biaya dan transportasi, walaupun mbah turmi sudah punya jamkesmas namun jamkesmas tidak menanggung biaya kontrol. Alhamdulillah #Sedekahrombongan dipertemukan oleh Alloh SWT dengan mbah turmi untuk turut berpartisipasi meringankan beban dan derita yang  beliau alami dengan menyampaikan  santunan titipan #sedekahholics yang dipergunakan untuk membantu biaya lanjutan pengobatan luka bakar, santunan dan membelikan kebutuhan alat rumah tangga yang telah hangus terbakar. Mohon doanya agar proses pengobatan beliau berjalan lancar dan semoga mbah turmi segera dikaruniai kesehatan.

Jumlah bantuan: Rp. 5.000.000
Tanggal : 5 agustus 2015
Kurir: @arfanesia via @slamet_priyadi @menttariii

Mbah turmi menderita Bantuan sembako

Mbah turmi menderita Bantuan sembako


THALIA NUGRAHING SYAHPUTRI ( 15 th, Bantuan Tunai) alamat Notoyudan GT II/961 Kel Pringgokusuman Kec Gedong Tengen Kota Yogyakarta . Thalia merupakan anak dari pasangan Bapak Endar Sarwono ( 48 Th ) dan Ibu Haning Widyastuti ( 44 th ) . Profesi Pak Endar sebagai karyawan di usaha potong rambut dan Ibu Haning bekerja sebagai assisten rumah tangga. Rumah yang ditempati Thalia bersama keluarga statusnya masih menjadi milik simbahnya Thalia . Saat ini mereka bertiga terpaksa harus kontrak di Jl.Nagan Tengah No. 43 A Kel Patehan Kec Kraton Kota Yogyakarta. Hal ini bermula dari niat baik keluarga ini untuk menolong tetangganya dengan meminjamkan sertifikat tanah  / rumah untuk di jadikan jaminan untuk sewa mobil rental. Tetapi niat baik tersebut dibalas dengan perbuatan yang tidak semestinya, Mobil rental tersebut dilarikan. Berawal dari inilah kondisi ekonomi yang sebelumnya boleh dibilang Pas – pasan karena pendapatan sebagai karyawan tukang cukur dan assiten rumah tangga hanya cukup untuk keperluan pokok saja , sekarang menjadi minus , karena harus mengangsur pemilik mobil rental tersebut. Saat ini Thalia butuh membayar sejumlah administrasi sekolahnya untuk dapat mengambil ijazahnya di salah satu SMP di Yogyakarta. Karena Ijazah sangat di butuhkan untuk  melanjutkan belajar di SMK. Untuk membantu meringankan keluarga dik Thalia, #SedekahRombongan menyampaikan santunan dari sedekaholics senilai Rp. 1.300.000,- Semoga dengan bantuan ini dik Thalia bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.300.000-
Tanggal Penyerahan : 12 Juli 2015
Kurir :  @Kissherry  Via Jemy

Bantuan tunai

Bantuan tunai


250 ANAK – ANAK PANTI ASUHAN dari 7  panti Asuhan yaitu PA Muhammadiyah Putri Prambanan Sleman,PA Muhammdiyah Putra Prambanan Sleman, PA La Tahzan Banguntapan ,PA Miftahunnajah Banguntapan, PA Himatu Bantul, PA Yapitu Putri Prambanan, PA Darul Qolbi Wedomartani Sleman , pada hari Sabtu 28 Juni 2015 berkumpul bersama di Pondok Pesantren Ora Aji Tundan Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta  untuk berbuka bersama dengan para kurir #SedekahRombongan. Yang menjadi berbeda dengan bukber pada umumnya, bukan saja mendapat Tausiyah dari Gus Miftah selaku pengasuh Ponpes Ora Aji, tetapi event ini juga dihadiri motivator beken Mas Saptuari ( Founder #SR ). Motivasi ini diharapkan anak – anak Panti menjadi lebih semangat dan tidak minder menggapai cita – cita dan menjalani hidup di Panti. Selain mengahadiahkan hiburan – hiburan yang renyah dan segar , selepas acara, anak – anak juga diberikan bingkisan berserta uang saku. Total biaya untuk  event “ Ramadhan Lebih Indah dengan Berbagi “ sebesar Rp. 33.375.000. Alhamdulillah senyum – senyum gembira dari anak – anak Panti membuat kebahagiaan tersendiri.

Jumlah Bantuan  : Rp. 33.375.000,-
Tanggal Penyerahan : 28 Juni 2015
kurir :  @kissherry @ekow_St

Bantuan tunai

Bantuan tunai


BUKA BERSAMA SEDEKAH ROMBONGAN SOLO (BUSER) Ramadhan merupakan bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia, karena di bulan ini, keberkahan melimpah, pintu ampunan dibuka, segala kegiatan dilipatgandakan pahalanya. Tak heran bila banyak yang berlomba-lomba untuk memperoleh keberkahan dari Allah S.W.T di bulan yang mulia ini. Demikian pula dengan rekan-rekan kurir #SedekahRombongan Wilayah Solo Raya yang mengagendakan suatu kegiatan yang bermanfaat untuk membantu sesama di bulan yang penuh rahmat ini. Maka, disepakatilah kegiatan membagikan nasi untuk berbuka bagi para dhuafa yang berlokasi di pelosok jalanan arteri di Solo Raya. Kegiatan tersebut diberi nama BuSer (Buka Bersama Sedekah Rombongan). Buser berlangsung sebanyak 8 kali selama bulan Ramadhan dengan total Rp. 4.200.000,- dana dari para #SahabatSR semua digunakan untuk membagikan 100 – 150 nasi bungkus untuk berbuka bagi para dhuafa, dengan rincian:
19 Juni 2015 Rp. 500.000,- 21 Juni 2015 Rp. 500.000,-
26 Juni 2015 Rp. 800.000,-
28 Juni 2015 Rp. 500.000,-
3 Juli 2015 Rp. 500.000,-
5 Juli 2015 Rp. 500.000,-
10 Juli 2015 Rp. 500.000,-
12 Juli 2015 Rp. 400.000,-
total jumlah nasi bungkus yang telah dibagikan sebanyak 860 bungkus.
Semoga apa yang telah kita niatkan, segala amalan yang telah diperbuat dan dilaksanakan di bulan Ramadhan kemarin dapat diterima oleh Allah S.W.T dan akan menjadi amal jariyah bagi kita semua. Aaamiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 4.200.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir : @lastiko , @ciciiii , @nana

Bantuan makanan buka puasa

Bantuan makanan buka puasa


SITI ROBIATUN ( 63 TH, Santunan ) warga RT 33/08 Dsn Wedilelo Ds Karangduren Kec Tengaran Kab Semarang Jawa Tengah. Beliau berstatus janda sejak 15 tahun yang lalu karena suaminya meninggal disebabkan sakit. Saat ini Bu Siti tinggal di rumah kecil dengan dinding terbuat dari papan kayu berlantai tanah.Untuk menghidupi dirinya sendiri, Bu Siti membuat kerupuk rambak, dan penjualan krupuk ini sebetunya sudah cukup untuk ukuran desa. Kondisi menjadi berubah ketika bu Siti mengidap penyakit gula atau diabetes. Saat ini Bu Siti baru saja keluar dari opname di RS DKT Dr Asmir Jln Dr Muwardi no 50 Salatiga  Kodya Salatiga Jawa Tengah karena penyakit gulanya. Bahkan karena sakitnya sudah parah, hingga jari tengah kaki kanannya harus diamputasi. Saat ini bu Siti tidak bisa memproduksi kerupuk rambak lagi.  Untuk meringankan beban hidup Bu Siti , #SedekahRombongan menyampaikan bantuan berupa selimut,beras, minyak goreng, gula dan sembako lainnya. Atas bantuan yang disampaikan lek Siti mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga sedekaholich diberi kelancaran rizki dan dimudahkan segala urusan .Amiin.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Juli 2015
Kurir :  @Kissherry  Via Samsudin

Bantuan Sembako

Bantuan Sembako


KENIK RAHAYU NINGSIH   ( 33 Th, Santunan ) warga RT 01/01 Dsn Setugur Desa Jetak Kec Getasan Kab Semarang Jawa Tengah. Mbak kenik bekerja sebagai buruh pabrik tekstil di wilayah Boyolali. Tahun 1998 mengalami kecelakaan kerja , sehingga satu tangannya hingan lengan harus di amputasi karena hancur tergilas mesin. Saat ini status mba Kenik sudah menjadi, karena dua tahun lalu, suami tercinta harus terlebih dahulu berpulang menghadap sang Khalik saat hendak menjemput mbak Kenik sepulang kerja. Kecelakaan Lalu lintas yang merenggut nyawa suaminya membuat dia semakin terpukul. Saat ini Mbak Kenik tinggal di rumah kecil sederhana bersama anak semata wayangnya, Zacky Abyan Rahman ( 8Th ). Untuk meringankan beban mbak Kenik dan dik Zacky, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan berupa tas, sepatu, karpet anak, buku, alat tulis, beras, minyak goreng, gula, susu dan kebutuhan sembako lainnya. Atas bantuan yang telah disampaikan mbak Kenik merasa sangat bahagia dan berdoa semoga sedekaholich diberi kelancaran rizki dan dimudahkan segala urusan. Amiin

Jumlah Bantuan Total : Rp. 650.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Juli 2015
Kurir :  @Kissherry  Via Samsudin

Bantuan Sembako

Bantuan Sembako


SULASTRI ( 60 Th , Santunan ) warga RT 35/08 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Jawa Tengah. Bu Sulastri sudah berstatus janda, tinggal dirumah yang kurang layak disebut rumah sehat. Hidup sebatang kara karena dari pernikahannya tidak dikaruniai anak. Untuk menopang hidup dan memenuhi kebutuhan hidup lek Tri ( demikian panggilan sehari hari ) bekerja serabutan, kadang beburuh di tempat pembuatan jenang dodol, trasikan, wajik atau jadah. Dari beburuh ini lek Tri mendapat upah. Kadang pula lek Tri beburuh bercocok tanam atau beburuh panen hasil pertanian, dari beburuh tani ini lek Tri mendapat upah berupa hasil panen dari tetangga. Untuk meringankan beban lek Tri, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan berupa selimut, jarik, sajadah, beras, gula, minyak goreng, mie instan dan kebutuhan sembako lainnya. Atas bantuan yang disampaikan lek Tri mengucap syukur pada Allah SWT dan mengucapkan terima kasih kepada #SedekahRombongan sembari berdoa semoga amal baik ini di balas oleh Allah SWT dan orang – orang di #SedekahRombongan dilancarkan rizkinya. Amiin

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Juli 2015
Kurir :  @Kissherry  Via Samsudin

Bantuan Sembako

Bantuan Sembako


SIGIT SETYAWAN ( 15Th, Santunan Tunai ) merupakan putra dari pasangan Bapak Jumiran ( Alm ) dengan Ibu Warsih yang tinggal di Geplakan RT07 RW06, Banyuraden, Gamping, Sleman,Yogyakarta. Sigit tidak tinggal bersama ibu dan adiknya karena letak sekolah dan rumahnya yg sangat jauh. Ia tinggal di Pesantren Fadlun Minalloh, Wonokromo, Pleret, Bantul. Ia pulang sebulan sekali atau ketika jadwal di Pesantren tidak sedang padat. Terkadang ibu dan adiknya yg menjenguknya di Pesantren. Sang ibu yang hanya seorang penjual sayur keliling berjuang sangat gigih untuk memenuhi kebutuhan Sigit dan adiknya yg baru duduk dibangku kelas 2 SD. Saat ini Sigit masuk ajaran baru dari SMP masuk ke SMK di Pleret Bantul, total biaya masuk sebesar 9 juta, tetapi ada komponen yang bisa dibayar sambil berjalan dan ada yg bisa diangsur. Khusus biaya seragam harus di bayarkan di awal, untuk itu, pada hari Selasa, 14 Juli 2015, tim POPIMAS#SR menyerahkan bantuan uang senilai Rp 1.500.000  untuk membantu pembayaran uang seragam sekolah di SMK Pleret Bantul.

Jumlah Bantuan Total : Rp.1.500.000-
Tanggal Penyerahan : 14 Juli 2015
Kurir :  @Kissherry  @aryani_iyan

Bantuan Sembako

Bantuan Sembako


RIKI FEBRIAN alias DEWI (13, Intermediete Sex). Alamat: Desa Karang Nangka RT 2 / RW 5, Kec. Kedung Banteng, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. RIKI,  biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar SMP, dulunya ia dipanggil dengan DEWI. Iya, Riki yang diketahui memiliki kelamin ganda (Intermediete Sex) tersebut sempat operasi di RSUP Dr Kariadi pertama kali pada tahun 2008. Dia sekarang menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan  untuk operasi selanjutnya, karena masih ada dua kali operasi agar alat kelaminnya bisa berfungsi sebagaimana mestinya.  Jarak rumah dengan sekolah lumayan jauh (4KM) itu biasanya ditempuh dengan jalan kaki atau naik angkudes ketika ortunya ada uang. Ayah Riki, Isnen (47) dan ibunya, Kitem (42) mengungkapkan  kesedihan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat ataupun untuk pendidikan Riki, bahkan uang masuk SMP kemarin dibantu oleh aparat desa. Pak Isnen dan Bu Kitem mengais rezeki dan menafkahi 6 orang anggota keluarganya hanya dengan penghasilan buruh. Mereka tinggal di rumah sederhana dari bambu (semi permanen). #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka,  bantuan pun disampaikan yaitu membelikan Riki sepeda agar tidak perlu berjalan lagi bila berangkat ke sekolah. Sambil menunggu dua operasi lanjutannya, semoga Riki semakin termotivasi untuk belajar lebih giat dan semakin semangat sekolahnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 5 Agustus 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi @olipe_oile

Intermediete Sex

Intermediete Sex

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Sinem 1,500,000
2 RSSR Solo 5,084,255
3 Siti 720,000
4 Sri 1,500,000
5 Azka 4,000,000
6 Suratman 500,000
7 Adi agus 750,000
8 Kurniawan 500,000
9 felicia 500,000
10 Muhammad 500,000
11 karwi 500,000
12 Reang 500,000
13 Fajar 1,000,000
14 Rahmansyah 500,000
15 RSSR Bandung 4,900,000
16 Rohendi 500,000
17 Sugiman 500,000
18 Deni Aup 750,000
19 Nata 500,000
20 Nurki 500,000
21 M Rizki 500,000
22 Pulung 500,000
23 Khoirani 1,000,000
24 Sarah 500,000
25 Sefita 1,000,000
26 M Rizqi 1,300,000
27 Rudi 10,000,000
28 Siti 1,200,000
29 Sudi 1,600,000
30 Ahmad 1,500,000
31 Masjid Ar Rohim 1,810,000
32 Siman 2,800,000
33 Paguyuban 2,000,000
34 Sanmardi 5,000,000
35 Nur Azra 1,530,000
36 Panti Asuhan Nailunnajah 1,000,000
37 Hardo 500,000
38 Yudistira 500,000
39 Alwan 500,000
40 Karlinan 500,000
41 Popti 1,250,000
42 Siti 500,000
43 Nakum 500,000
44 Nurman 500,000
45 PA Al barokah 1,000,000
46 PA Al Hikmah 1,000,000
47 PA Daruk Ulum 1,000,000
48 PA Al Mujib 1,000,000
49 PA Amanah 1,000,000
50 PA Miftahhujannah 1,000,000
51 FKLKM 2,835,000
52 Masjid Baitussalam 4,340,000
53 Tiyem 500,000
54 Sukinem 500,000
55 Sukinem Surono 500,000
56 Sogiman 1,000,000
57 Sireng 1,000,000
58 Ria 1,000,000
59 Sigi 1,000,000
60 Ijem 1,000,000
61 Soiman 1,000,000
62 Khamim 2,000,000
63 Sanireja 1,000,000
64 Sarikem 500,000
65 Tuginem 1,000,000
66 Sutinem 1,000,000
67 Triyani 1,000,000
68 Joko 1,000,000
69 Mesiran 1,500,000
70 Persyadha 3,000,000
71 PA krida mulia 1,000,000
72 PA Puspa Melati 1,000,000
73 PA Sutawijaya 1,000,000
74 Kusniyah 500,000
75 Turmi 5,000,000
76 Thalia 1,300,000
77 7 Panti Asuhan 33,375,000
78 Bukber RSSR Solo 4,200,000
79 Siti 600,000
80 Kenik 650,000
81 Sulastri 500,000
82 Sigit 1,500,000
83 Riki 1,250,000
Total 148,244,255

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 148,244,255,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 732 ROMBONGAN

Rp. 27,203,888,765,-