SALMIATI BINTI KARYO SARNO (67 tahun, Liver) adalah seorang janda ber anak satu yang tinggal di Jl. Raung No. 279 RT 01 RW 2 Kelurahan Magetan, Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Salmiati, tinggal seorang diri di rumahnya. Anaknya, Ahmad Puryatin (40) sudah berkeluarga dan sekarang tinggal di luar kota. Suaminya bu Salmiati, Bapak Sarmun ( almarhum) sudah meninggal sejak tahun 1973. Sebenarnya Bu Salmiati diajak untuk tinggal bersama anaknya, tetapi beliau tidak mau. Beliau ingin hidup dan mati dirumahnya sendiri. Bu Salmiati sudah tidak bekerja. Dulu waktu masih sehat, bu Salmiati bekerja sebagai penjual sayur dirumahnya. Tetapi sekarang beliau sering sakit-sakitan, badannya sudah tidak kuat untuk bekerja. Untuk makan sehari-hari bu Salmiati diberi oleh saudaranya, yang kebetulan rumahnya dekat dengan beliau. Sesekali anaknya juga pulang untuk menjenguk. Awalnya bu Salmiati merasakan sakit di sekitar leher dan badannya panas. Kemudian dibawa ke salah seorang dokter di Madiun. Akhirnya bu Salmiati menjalani rawat jalan selama 10 hari dirumah saudaranya. Karena belum ada perkembangan, akhirnya bu Salmiati dibawa ke dibawa ke rumah sakit Dr. Sayidiman Magetan dan menjalani rawat inap selama 5 hari. Setelah diperiksa dokter, bu Salmiati, didiagnosa terkena liver dan harus segera diobati. Saran dari dokter agar bu Salmiati segera dirujuk ke RS. Dr. Soetomo Surabaya karena disana peralatan medis nya lebih lengkap. Tanggal 6-7-2015 bu Salmiati kembali drop sehingga dirawat kembali di rumah sakit. Kurir Sedekah Rombongan mendapatkan informasi tentang bu Salmiati berdasarkan informasi dari tetangga beliau. Santunan lepas dari Sedekah Rombongan sebesar Rp. 1.500.000 digunakan untuk biaya pengobatan di rsu karena BPJS nya baru berlaku tanggal 13-7-2015. Saat menerima santunan, anak bu Salmiati sampai bercucuran air mata. Ucapan terimakasih tak lupa disampaikan beliau atas bantuan para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Jumlah Santunan : Rp 1.500.000
Tanggal : Selasa, 7 Juli 2015
Kurir : @lastiko, @ervinsurvive @riana1_rina

Ibu salmi menderita liver

Ibu salmi menderita liver


ALM. DANI  SAPUTRO BIN SADIRAN (6 tahun, Gizi Buruk) tercatat sebagai warga RT 28 RW 5 Dusun Mojogedang Desa Banjarejo Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pada tanggal 13 Mei 2015 sakit dan dirawat di RS Sayidiman Magetan dengan kondisi gizi buruk. Berat badannya 12kg, tidak mau makan, muntah, demam, dan tidak dapat dilakukan medikasi lanjut (tensi, tes darah,dll) karena badan sangat kecil (berat badan kurang). Dari hasil USG tidak nampak jelas kondisi perutnya. Dokter akan melakukan bedah perut yang bertujuan mengeksplorasi apakah ada pelekatan usus karena makanan tidak dapat masuk ke lambung (selalu muntah). Dani adalah seorang yatim, putra dari Ibu Titing Sunarti (40 tahun, tidak bekerja, ayah meninggal karena sakit) asli Kediri, Jawa Timur. Dik Dani dititipkan pada keluarga calon suami kedua ibu Titing yaitu Pak Santosa yang bedomisili di Magetan karena Bu Titing bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya. Baru bekerja kurang lebih satu bulan, Dani sakit, sehingga Bu Titing terpaksa meninggalkan pekerjaannya. Selama di rawat, Dani menjadi pasien umum karena tidak memiliki jamkes/bpjs. Menurut keterangan dokter, keluarga Dani mengalami kesulitan untuk menebus obat, bahkan untuk infus 3 hari terakhir terpaksa dibantu oleh dokter. Biaya selama perawatan Dani dipenuhi ibunya dari sisa gaji sebulan yang tak seberapa dan usaha serabutan calon suaminya. Namun tak semua kebutuhan obat bisa dibeli. Sedangkan dokter perlu segera menstabilkan kondisi Dani. Jika kondisi fisik stabil, dokter akan melakukan bedah. Dokter yang merawat Dani menghubungi kurir SR yang langsung melakukan survey. Keluarga dan dokter berharap Dani bisa dibantu segera untuk memenuhi kebutuhan pembelian obatnya mengingat kondisi badannya yang memburuk (berat badan sangat kurang). Tanggal 12 Juni 2015 Dani dirujuk ke rsu dr. Soetomo Surabaya untuk mendapatkan proses pengobatan yang lebih baik karena peralatan yang lebih lengkap. Tetapi Tuhan berkehendak lain, setelah dirawat selama 2 minggu di Surabaya, Dani menghembuskan nafas terakhir tanggal 26-6-2015 jam 21.00. Santunan dari Sedekah Rombongan sebesar Rp 2.000.000 digunakan sebagai DP perawatan di rsud Sayidiman Magetan saat pertama kali dirawat karena belum mempunyai BPJS. Bu Titing mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas pendampingan Dani selama lebih dari sebulan. Semoga arwah Dani mendapatkan tempat yang layak disisiNya, Amin.

Jumlah Santunan : Rp 2.000.000
Tanggal : Senin, 25 Mei 2015
Kurir : @lastiko, @ervinsurvive @diana_sasa @riana1_rina

Alm Dani menderita  Gizi Buruk

Alm Dani menderita Gizi Buruk


PARTI BINTI MARTO SADAD (61 tahun, Kanker Servik) Seorang warga kurang mampu yang bertempat tinggal di RT 4 RW 2 Dusun Terung Desa Terung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Beliau bekerja sebagai buruh cuci baju dan pembantu rumah tangga. Sekitar 5 bulan yang lalu sewaktu periksa di Rumah Sakit Sayidiman Magetan beliau divonis mengidap kanker serviks. Oleh karena itu dokter akan merujuk beliau untuk ke Rumah Sakit yang lebih besar sehingga keluarga beliau mengalami  kesulitan untuk biaya ke Rumah Sakit. Bu Parti tinggal bersama anak perempuan semata wayang nya yang berumur 21 tahun dan suaminya Bapak Sadiran (63 tahun) hanya pekerja serabutan proyek yang pendapatan penghasilan kurang lebih Rp. 35.000/hari. Rumah yang ditinggali beliau pun bukanlah rumah beliau sendiri, melainkan rumah kontrakan. Kurir #SR dipertemukan dengan beliau dan kemudian mendampingi pengobatan beliau. Kemo yang ke-4 kembali beliau jalani awal Juli kemarin. Santunan ke-4 untuk beliau pun kembali kurir sampaikan, setelah santunan sebelumnya masuk di rombongan 697. Santunan tersebut untuk biaya akomodasi selama rawat inap di RS sebesar Rp. 500.000,-. Dengan rincian Rp. 200.000,- biaya ranap selama di Solo dan Rp. 300.000,- biaya ranap selama di Magetan. Keluarga merasa sangat terbantu dengan santunan yang diberikab dan memohon doa agar kemoterapi berjalan lancar. Amiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2015
Kurir : @lastiko , @ciciiii , @eli_annaa

Ibu parti menderita Kanker Servik

Ibu parti menderita Kanker Servik


SRI RAHAYU MURDIYATIN BINTI SUKADI (46 tahun, tumor leher) adalah seorang duafa yang tinggal di Jalan Manyar gang Surikati nomor 17 Mangunharjo, Madiun, Jawa Timur. Bu Sri sudah menderita tumor leher selama 10 tahun lebih dan saat ini tumor beliau sudah pecah sehingga tiap 2 hari sekali harus diganti perban. Pergantian perban ditanggung oleh relawan dari Paguma Madiun. Bu Sri adalah seorang janda beranak 3, suaminya yaitu Alm. Kasdi telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Anak nya yang pertama sudah menikah, anak ke 2 adalah tulang punggung keluarga bekerja serabutan, sedangkan anak ke 3 masih sekolah. Bu Sri mempunyai Jamkesmas, dan pada tahun 2012 berobat ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya didampingi oleh beberapa tetangga. Namun karena proses pengobatan yang antri lama membuat Bu Sri tidak sabar dan minta pulang ke Madiun. Sampai terakhir kondisi memburuk Bu Sri tidak mau berobat lagi. Sampai relawan dari Paguma menemukan Bu Sri dan menginfokan tentang kondisi beliau pada Sedekah Rombongan, dengan harapan Sedekah Rombongan bersedia mendampingi pengobatan Bu Sri. Awal Juni lalu, beliau memulai pengobatan di RSDM, akhir Juni beliau menjalani rawat inap untuk persiapan operasi pengankatan tumor. Operasi kemudiam dilakukan pada Kamis, 9 Juli 2015. Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan saat ini beliau masih menjalani perawatan intensif di ICU. Kurir Sedekah Rombongan kembali memberikan santunan yang ke-2 sebesar Rp. 500.000,- untuk biaya sehari-hari selama beliau menjalani rawat inap. Santunan awal telah disampaikan dalam rombongan 719. Pihak keluarga merasa senang serta bersyukur dan memohon doa agar Bu Sri dapat segera sembuh. Aaamiin.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 10 Juli 2015
Kurir : @lastiko, @roschandptr , @gabeeela.

Ibu sri menderita tumor leher

Ibu sri menderita tumor leher


WAGIYONO BIN SIAM KARSO REJO (42, Benjolan Di Perut) Bertempat tinggal di RT 3/1 Tegalrejo, Gondosuli, Karanganyar, Jawa Tengah, Pria yang disapa Pak Wagiyo ini kesehariannya bekerja sebagi buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Hal ini dikarenakan beliau bukanlah pekerja tetap, melainkan hanya buruh panggilan. Dengan penghasilam yang tak menentu, beliau masih memiliki tanggungan seorang istri dan 1 orang anak. Tri Ningsih (32), Istri beliau, kesehariannya bekerja berkebun buah labu cina untuk dapat membantu mencukupi kebutuhan hidup. 4 bulan lalu saat Pak Wagiyo sedang bekerja, beliau terjatuh, sejak saat itu, kondisi beliau semakin menurun, beliau gampang sakit dan merasa lemas, serta timbul benjolan kecil di sekitar perut bagian kanan bawah beliau. Oleh pihak keluarga, beliau kemudian dibawa ke puskesmas setempat, dan diberi obat. Namun, tidak ada perubahan berarti hingga pihak keluarga membawa beliau berobat le RSUD Jengglong, dan dirawat selama 1 (satu) minggu disana. Meskipun demikian, tidak ada indikasi apapun berkaitan dengan sakit yang diderita oleh beliau dan belum ada tanda-tanda kesembuhan. Senin, 22 Juni lalu, Pak Wagiyo dilarikan ke RS. Moewardi (RSDM) karena kondisi kembali menurun. Selama di RSDM beliau melalukan rontgent, cek darah dan transfusi 4 kantong darah serta usg untuk dapat mengetahui apa sakit beliau. Selama beliau dirawat, anak beliau Laeni Afifaf C. (12) dititipkan di tempat eyang karena istri beliau harus menemani selama beliai berobat di RS.  Selama dirawat di RSDM, beliau maupun istri sama sekali tidak bekerja, untuk mencukupi kebutuhan hidup, mereka terpaksa meminjam uang ke saudara mereka terlebih dahulu. Alhamdulillah, Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau dan menyampaikan santunan kepada Pak Wagiyo sebesar Rp 2.000.000,- untuk membantu biaya berobat yang tidak tercover bpjs, karena beliau dirawat menggunakan biaya dari bpjs kelas 3. Keluarga, merasa sangat bersyukur atas santunan yabg diberikan dan tiada henti mengucap terimakasih untuk para sedekahholic semua. Semoga, Pak Wagiyo segera sembuh dan dapat bekerja kembali seperti sedia kala. Aaamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 6 Juli 2015
Kurir : @lastiko , @roschandptr

Pak wagiyono menderita  Benjolan Di Perut

Pak wagiyono menderita Benjolan Di Perut


AMBULANCE MTSR SOLO (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Wilayah Solo Raya. Mobil bermotif batik dengan gradasi warna putih-merah yang biasa disebut MTSR oleh para kurir ini merupakan mobil operasional yang memiliki nomer hotline 081-58-911-911 dan digunakan oleh para kurir dan driver untuk mengantar jemput pasien, mengantar barang ke panti asuhan, memberikan kebutuhan pada para dhuafa yang membutuhkan, orang sakit yang tak mampu, warga miskin dan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan. Setelah bulan lalu biaya operasional untuk MTSR masuk pada rombongan 719.
Pengeluaran MTSR Juni 2015
Bensin : Rp1.210.000,-
Hotline MTSR : Rp109.998,-
Service MTSR : Rp1.400.000,-
Gaji supir MTSR Juni : Rp800.000,-
Balik nama MTSR : Rp4.726.000
Total : Rp8.245.998,-
sedekah dari para #sedekahholic semua sangat membantu kami dalam menunjang kebutuhan kami dalam menyalurkan santunan, doa kami menyertai #SedekahHolic semua agar selalu dilindungi dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Jumlah santunan : Rp   Rp8.245.998
Tanggal : 22 Juni 2015
Kurir : @Lastiko, @Cicicinta,

Biaya operasional

Biaya operasional


SARMI Binti alm. WATIR ( 67 tahun, bantuan tunai ). Tinggal di dsn.Jendi RT04/3, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu dengan satu anak tersebut hidup kurang mampu, kesehariannya jualan kayu bakar untuk mencari uang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Suami sudah kurang lebih 8 tahun meninggal dunia. Dan anaknya yang bernama mas Mardi ( 42 Tahun ) sering sakit-sakitan, sehingga saat ini beban hidup beliau cukup berat. Selain itu, beliau sering membantu tetangga untuk sekedar mendapatkan imbalan yang cukup untuk membeli kebutuhan pokok makan. Kondisi rumah cukup memprihatinkan, dengan dinding yang belum sepenuhnya sempurna dan lantai tanah, genteng sudah banyak yang bocor. Sedekah rombongan memberikan bantuan tunai, sebagian untuk merawat anaknya, juga untuk mencukupi kebutuhannya. Semoga bantuan ini meringankan beban beliau saat ini. Doa mereka untuk kita semua agar selalu dimudahkan dalam menjalankan tugas sebagai kurir, dan pada yang menyumbangkan untuk membantunya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.650.000,-
Tanggal : 22 Mei 2015
Kurir : @Mawan@Yuliantonuzul

bantuan tunai

bantuan tunai


RSSR SEMARANG (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak Agustus 2014 kami mengontrak rumah di Jl. Pleburan 6 No.7 Semarang untuk digunakan sebagai tempat tinggal pasien sambil mereka berobat di Rumah Sakit sekitar Semarang. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan April 2015.

Jumlah Bantuan : Rp 8.854.000,-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @indrades dan All Kurir Semarang

Biaya operasional

Biaya operasional


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan Nomor Polisi H 8690 QF, adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, pembayaran cicilan ambulance, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan April 2015.

Jumlah Bantuan : Rp 7.280.000,-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @indrades dan All Kurir Semarang

Biaya operasional

Biaya operasional


SURATENTI BINTI AHMAD (48th, Kanker Payudara) tinggal bersama suaminya Bapak Warto (46) di Jl. Wijaya Kusuma RT 2/I Desa Kabunan Kec. Slawi Kab. Tegal. Bu Tenti, panggilan akrabnya. Dahulu sebelum sakit Bu Tenti seorang Ibu Rumah Tangga yang mengurus 1 suami dan 2 anaknya. Tahun 2011, Bu Tenti didiagnosa curiga kanker payudara setelah diperiksa ke RSUD Soesilo karena keluhan adanya benjolan di payudaranya. Lalu pihak RS menganjurkan Bu Tenti untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo Purwokerto. Disana dilaksanakan pemeriksaan awal dengan pengambilan sampel dan didapatkan hasil bahwa Bu Tenti mengalami kanker payudara. Lalu dokter menganjurkan untuk dilakukan kemoterapi 4 kali. Namun setelah dilakukan kemoterapi kali pertama, Bu Tenti mengatakan pada suaminya (Warto, 46 tahun) kalau dia tidak ingin melakukan kemoterapi untuk kedua kalinya. Bu Tenti menyerah dan mngeluhkan sakit yang teramat akibat pengobatannya itu. Alasan keterbatasan biaya juga mengharuskan anak pertamanya keluar dari sekolah. Dan akhirnya memang pengobatan secara medis tidak dilanjutkan tetapi suami Bu Tenti tetap berusaha untuk kesembuhan istrinya dengan megkonsumsi obat herbal. Pak Warto dahulu bekerja sebagai salah satu karyawan kepercayaan seorang pengusaha keramik. Tetapi karena sakit yang diderita istrinya, Pak Warto beralih pekerjaan sebagai sopir angkutan di dalam kota saja. Bu Tenti sendiri tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Bantuan dari SedekahHolics yang disampaikan berupa santunan untuk pengobatan dan sehari-hari untuk keluarga Bu Suratenti.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 10 Mei 2015
Kurir : @indrades @astialfatin

Ibu suratenti menderita Kanker Payudara

Ibu suratenti menderita Kanker Payudara


PANTI ASUHAN TARBIYATUL YATIM SEMARANG (Alamat: Jl.Simongan 1 RT.08 RW.02, Ngemplak, Simongan, Semarang, Jawa Tengah). Minggu, 31 Mei 2015 Kurir #SRSemarang berkunjung dan berbagi keceriaan di PA. Tarbiyatul Yatim. Panti ini dihuni 62 anak yang terdiri dari anak usia dini sampai jenjang kuliah. Prestasi mereka pun beragam dari bidang akademik sampai bidang non akademik.Kegembiraan anak-anak sangat terasa saat teman-teman #KurirSR menyambangi dan bermain bersama. Anak-anak membaur menjadi satu dengan kurir Sedekah Rombongan yang saat itu mengagendakan kegiatan rebana, Games beregu menambah kekompakan antara anak-anak di Panti dan kurir, hiburan lain hingga ditutup dengan doa bersama. Atas bantuan #SedekahHolic diserahkan bantuan untuk membantu kebutuhan panti sehari-hari dan juga bantuan untuk peralatan sekolah. Terima kasih #SedekahHolic.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 31 Mei 2015
Kurir : @Indrades @Syamok @Auliarahman04 @FajarHidayatNur @Shofiaa_yusuf

Bantuan sembako

Bantuan sembako


KHUSNUL LIA RAMADHANI (10, Kejang & Lumpuh) atau biasa dipanggil Dik Khusnul adalah putri pasangan Bpk Darwaji (45) dan Ibu Kasmonah (41). Keluarga kecil ini tinggal di sebuah rumah sederhana di Desa Mangir RT 001 RW 004 Nolokerto Kaliwungu Kendal Jawa Tengah. Saat usia Dik Khusnul masih 5 bulan, ia mengalami panas tinggi dan kejang. Pertolongan yang dilakukan saat itu adalah membawanya ke Puskesmas Kaliwungu kemudian dirujuk ke Dokter Spesialis yang buka praktek di Kendal.  Disana dinyatakan bahwa Dik Khusnul menderita sakit Kejang. Pengobatan selanjutnya hanya di Puskesmas. Pada usia 11 bulan Dik Khusnul mengalami kejang lagi dan sempat tak sadarkan diri selama satu hari kemudian dibawa ke RS Soewondo Kendal. Profesi sang ayah yang seorang tukang becak tidak mampu meneruskan pengobatan untuk Dik Khusnul dan pengobatan berhenti saat itu. Ibunya seorang ibu rumah tangga yang selalu menemani dan merawat Dik Khusnul. Tidak berobat dan kejang-kejang membuat tubuh Dik Khusnul lumpuh. Hingga usianya kini 10 tahun, Dik Khusnul selalu dalam gendongan orang tuanya. Bantuan dari #SahabatSR ini ditujukan untuk membantu meringankan biaya pengobatan Dik Khusnul dan biaya hidup sehari – hari. Salam dan ucapan terimakasih disampaikan oleh keluarga Dik Khusnul untuk #SahabatSR.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal        : 13 Mei 2015
Kurir          : @indrades @desiariyanii

Khusnul menderita Kejang & Lumpuh

Khusnul menderita Kejang & Lumpuh


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6th, Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah) adalah putri ketiga dari pasangan Bapak Yunan Purnomo dan Ibu Nur Alfiana yang beralamatkan di Ds.Gondang RT.3 RW.1 Kec.Wonopringgo Kab.Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak lahir, Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya. Beberapa hari setelah kelahiran, Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP.Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfiroh yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarga memutuskan tidak melanjutkan proses pengobatan yang harusnya masih panjang. Sejak Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi dalam pendampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Sedekah anda ini kami sampaikan untuk membantu kebutuhan akomodasi keluarga Dik Maghfiroh selama di Semarang. Mohon doanya agar proses pengobatan untuknya lancar dan semoga Dik Maghfiroh segera dikaruniai kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.545.000,-
Tanggal : 27 Mei 2015
Kurir : @auliarahman04 @diahpertiwi1110

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah


MUBIHAH BINTI ABDULROCHIM (52, Kelainan Paru – Paru). Alamat Dukuh Kauman RT 02/06, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Ibu MUBIHAH mengalami sakit sekitar 6 bulan yang lalu. Awalnya beliau hanya merasakan sakit sesak nafas dan batuk kering tidak keluar dahak. Bu Mubihah di diagnosis dokter sakit paru-paru dan harus sering kontrol ke RSUD Kajen Pekalongan dalam kurun waktu 2 minggu sekali. Pengobatan Ibu Mubihah yang mengalami sakit pada paru-paru ini harus dijalankan secara rutin berobat ke RSUD Kajen Pekalongan. Tidak banyak yang dapat diharapkan oleh beliau dan selama ini Ibu Mubihah berobat menggunakan kartu Jamkesmas. Dengan kondisi tersebut, kurir #sedekahrombongan memiliki inisiatif untuk membantu beban yang harus ditanggung Ibu Mubihah yang tinggal seorang diri. Saat ditemui oleh kurir #sedekahrombongan dan memberikan santunan, tampak wajah berseri dan penuh semangat untuk tetap berjuang dengan kesehatannya. Sedekahmu hari ini tersampaikan dan mendapat ucapan terima kasih dan doa yang senantiasa terpanjatkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 25 Mei 2015
Kurir : @indrades @abudfurqon

Ibu mubibah menderita Kelainan Paru - Paru

Ibu mubibah menderita Kelainan Paru – Paru


MISRIYAH BINTI SUNARTO (38, Kanker Payudara) biasa dipanggil Mbak Riyah. Selama ini beliau tinggal bersama saudaranya di Jl. Setia Bhakti Gg. Rukun RT.2/3 Podosugih, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Sudah 5 Tahun Mbak Riyah berjuang menghadapi sakitnya. pada awalnya beliau merasakan sesak nafas, batuk batuk, hingga didiagnosa dokter terkena kanker payudara. Bulan Februari kemarin, Mbak Riyah berhasil melaksanakan operasi di RS Kraton Pekalongan dan hingga saat ini terus mengalami perkembangan positif terhadap luka bekas operasinya. Malang nasib Mbak Riyah, sudah 5 tahun berjuang dengan sakitnya, kini beliau juga harus kehilangan pekerjaan karena sakit yang sering dirasakannya. Dengan kondisi seperti ini kurir #sedekahrombongan mencoba melakukan survey dan santunan untuk dapat membantu meringankan beban keuangan yang harus ditanggung Mbak Riyah. Hingga akhirnya bantuan dari #sedekaholics pun datang, raut muka bahagia dan senang terpancar dari wajah beliau, dan kini beliau siap menghadapi proses penyembuhan selanjutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 24 Mei 2015
Kurir : @indrades @abudfurqon

Ibu misriyah menderita Kanker Payudara

Ibu misriyah menderita Kanker Payudara

—-
DEWI KURNIA PUTRI (25 tahun, Pasca Persalinan) adalah seorang Ibu muda dari desa Kauman RT 03 RW 05, Kelurahan Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Istri dari Bp. Cahyono (28 Tahun) ini baru saja melahirkan anaknya yang pertama. Anak Ibu Dewi ini sebenarnya lahir dengan normal, dan bayi pun dalam keadaan sehat. Proses persalinan dilakukan di RSUD Kajen Pekalongan dengan kondisi Ibu yang sehat saat itu. Bapak Cahyono yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian yang berpenghasilan tak menentu ini harus menanggung beban biaya rumah sakit dari proses kelahiran istrinya. Karena tidak adanya jaminan kesehatan yang dimiliki dan biaya yang dikenakan adalah pasien umum maka biaya pun membeludak. Karena tidak adanya biaya maka bayi kesayangan pasangan Bp Cahyono dan Ibu Dewi terpaksa ditahan di rumah sakit Kajen. Adapun biaya yang terbebankan adalah di angka 3 juta, angka yang tidak kecil untuk Bp Cahyono yang kesehariannya seorang buruh. Meningat akan hal tersebut wrga sekitar berinisiatif untuk membantu dan mendapatkan sebanyak Rp 1.500.000. Uang itu pun juga belum cukup untuk mengambil buah hatinya yang tertahan di Rumah Sakit. Hingga akhirnya tim kurir #SedekahRombongan mendengr kabar tersebut. Dengan gerak cepat dan tanggap kita lakukan survey dan eksekusi pemberian bantuan. Bantuan kekurangan biaya pun dapat tertutup, Alhamdulillah. Sedekahmu bernilai berharga bagi Keluarga Pak Cahyono yang membutuhkan dana untuk dapat mengambil buah hatinya tercinta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 10 Mei 2015
Kurir : @indrades @abudfurqon

Bantuan biaya persalinan

Bantuan biaya persalinan

—-
ZAHRATUSITA BINTI YUNUS SUBUR (4th, Kelainan Kaki C-TEV) atau biasa dipanggil Dik Cita adalah anak ketiga dari Bapak Yunus Subur (28) & Ibu Dika Aryanti (26) warga di Jl. Pena Pekiringan RT.14 RW.1 Talang Tegal ini mengidap kelainan kaki (CTEV)sejak lahir. Dik Cita baru menjalani terapi saat usia 8 bulan, kemudian operasi pertama di RS. Kariadi Semarang saat berusia 1 tahun dan operasi kedua satu tahun kemudian. Pasca operasi Dik Cita juga sebenarnya diharuskan untuk ganti gips seminggu sekali. Setelah ke 8x ganti gips seharusnya operasi lagi di bulan Juni 2013. Namun karena keterbatasan biaya untuk transportasi dan biaya hidup di Semarang hal itupun tertunda hingga kami bertemu Dik Cita sekitar bulan September 2013. Sejak saat itu Dik Cita kami dampingi pengobatannya di RS. Nurhidayah Bantul Yogyakarta dan sudah menjalani satu kali operasi. Rencananya masih akan ada lagi beberapa tindakan medis yang akan dilakukan terhadap Dik Cita setelah operasi sebelumnya. Dan saat ini Dik Cita sedang menggunakan sepatu khusus yang dirancang untuk pengobatan kakinya juga harus mondar mandir Tegal – Jogja untuk pemeriksaan berkala. Biaya ini ditujukan untuk akomodasi Dik Cita dan Ibunya berangkat ke Jogja  dari Tegal pada nulan Mei 2015.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2015
Kurir : @indrades @astialfatin

Zahra menderita  Kelainan Kaki C-TEV

Zahra menderita Kelainan Kaki C-TEV


SEFITA BINTI MUHTAROM (2th, Hydrocephalus dan Gizi Buruk) adalah putri pertama dari Bapak Muhammad Muhtarom dan Ibu Epi Daryani, warga Karanganyar RT 27 RW 12, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Bapak Muhtarom setiap harinya bekerja sebagai buruh serabutan lepas, sedangkan Ibu Epi hanya sebagai ibu rumah tangga. Sefita menderita penyakit Hydrocephalus sejak lahir. Pada usia 6 bulan, ia diperiksakan ke dokter dan dokter menganjurkan untuk operasi. Karena terbentur biaya, sampai usianya 2 tahun, Sefita tidak mendapatkan penanganan medis. Hingga pada awal Maret 2015, Sefita bertemu dengan Sedekah Rombongan dan mendapat kesempatan untuk berobat ke RS Kariadi Semarang. Dokter di RS Kariadi mendiagnosis Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk. Berat badan Sefita sangat tidak ideal, yaitu di usianya yang sudah 2.5 tahun, berat badannya hanya 4 kg. Lalu, dokter menganjurkan agar Sefita untuk sementara waktu diperiksakan ke rumah sakit daerah terlebih dahulu untuk perbaikan gizi. Pada pertengahan Mei 2015, berat badan Sefita mengalami peningkatan menjadi 6 kg. Namun, dokter masih menganjurkan Sefita untuk melakukan perbaikan gizi lagi hingga berat badannya mencapai 10 kg agar dapat dilakukan operasi.

Jumlah : Rp 2.788.000,-
Tanggal : 25 Mei 2015
Kurir : @indrades @fatkhiyaah

Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk

Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk


SEFITA BINTI MUHTAROM (2.5, Hydrocephalus dan Gizi Buruk) adalah putri pertama dari Bapak Muhammad Muhtarom dan Ibu Epi Daryani, warga Karanganyar RT 27 RW 12, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Bapak Muhtarom setiap harinya bekerja sebagai buruh serabutan lepas, sedangkan Ibu Epi hanya sebagai ibu rumah tangga. Sefita menderita penyakit Hydrocephalus sejak lahir. Pada usia 6 bulan, ia diperiksakan ke dokter dan dokter menganjurkan untuk operasi. Karena terbentur biaya, sampai usianya 2 tahun, Sefita tidak mendapatkan penanganan medis. Hingga pada awal Maret 2015, Sefita bertemu dengan Sedekah Rombongan dan mendapat kesempatan untuk berobat ke RS Kariadi Semarang. Dokter di RS Kariadi mendiagnosis Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk. Berat badan Sefita sangat tidak ideal, yaitu di usianya yang sudah 2.5 tahun, berat badannya hanya 4 kg. Lalu, dokter menganjurkan agar Sefita untuk sementara waktu diperiksakan ke rumah sakit daerah terlebih dahulu untuk perbaikan gizi. Pada pertengahan Mei 2015, berat badan Sefita mengalami peningkatan menjadi 6 kg. Namun, dokter masih menganjurkan Sefita untuk melakukan perbaikan gizi lagi hingga berat badannya mencapai 10 kg agar dapat dilakukan operasi.

Jumlah             : Rp 1.068.000,-
Tanggal           : 8 April 2015
Kurir                : @indrades @astialfatin

Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk

Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk


DEWI SHOFIANAWATI (20th, Tumor Mata). Alamat: Ds.Kubangjati I RT.3 RW.1 Kec.Ketanggungan, Kab. Brebes Jawa Tengah. biasa dipanggil Dewi lahir pada tanggal 8 Juli 1994. Dewi adalah putri dari pasangan Bapak Umardiyanto (51), seorang penjual aksesoris dan mainan keliling dan Ibu Shofiyah (47) seorang IRT. Dewi mulai merasakan sakit berupa benjolan di mata kiri tahun 2003 ketika duduk di kelas 3. Ketika SMA benjolan di mata Dewi semakin membesar. Sempat berobat di RS Cirebon dan RS Jakarta. Ketika berobat di RS Jakarta tahun 2002 inilah Dewi didiagnosa menderita Tumor Mata. Sejak dua tahun yang lalu Dewi sudah dalam dampingan tim Sedekah Rombongan di Jogja dan sempat menjalani pengobatan di RSAU. Hardjolukito dan RSUP. Dr. Sardjito Jogja. Namun karena hingga Mei 2015 belum membuahkan hasil yang maksimal, rencananya kami akan mencarikan “second opinion” di RSUP. Dr. Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk biaya pengurusan BPJS dan biaya akomodasi Dewi berobat di RS. Brebes pada bulan Mei 2015.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal: 4 Mei 2015
Kurir : @indrades @astialfatin

Dewi menderita  Tumor Mata

Dewi menderita Tumor Mata

—-
ALFAN TAFIQU (11th, Kanker Kelenjar Getah Bening) Dik Alfan adalah putra dari Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36) warga Desa Kasepuhan Kec.batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh bocah kelas lima SD ini. Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014 kami bertemu Dik Alfan dan membawanya mulai berobat di RS Kariadi Semarang. Saat ini Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RS Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Dengan adanya benjolan pada limfa maka Dik Alfan harus menjalani kemoterapi. Hingga saat ini Dik Alfan telah menjalani kemoterapi kedua di RSUP Dr Kariadi. Mohon doa dari rekan-rekan sekalian agar proses pengobatan Dik Alfan berjalan lancar dan semoga segera berbuah kesembuhan untuknya dan menggapai cita-citanya. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi Dik Alfan dan keluarga selama pengobatan di RSUP Dr Kariadi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 Mei 2015
Kurir : @fajarhidayatnur @indrades

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Alfan menderita Kanker Kelenjar Getah Bening


RSSR SEMARANG (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak Agustus 2014 kami mengontrak rumah di Jl. Pleburan 6 No.7 Semarang untuk digunakan sebagai tempat tinggal pasien sambil mereka berobat di Rumah Sakit sekitar Semarang. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Mei 2015.

Jumlah Bantuan : Rp 9.578.000,-
Tanggal : 31 Mei 2015
Kurir : @indrades dan All Kurir Semarang

Biaya operasional

Biaya operasional


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) dengan Nomor Polisi H 8690 QF, adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, pembayaran cicilan ambulance, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Mei 2015.

Jumlah Bantuan : Rp 7.240.000,-
Tanggal : 31 Mei 2015
Kurir : @indrades dan All Kurir Semarang

Biaya operasional

Biaya operasional


MUHAMMAD RIF’AN FAIZIN (11th, Kanker Leher) atau biasa dipanggil Dik Rifan yang beralamat di RT 2 RW 2 Desa Wantilgung Blora adalah putra pasangan Bpk Ngasto (45), seorang petani,  dan ibu Rubiyatun (51),  seorang ibu rumah tangga. Bungsu dari 3 bersaudara ini merasakan adanya benjolan pada kepalanya semenjak umur 9 tahun. Benjolan yang awalnya kecil, lama-lama sebesar telur ayam. Sempat mendapatkan perawatan di RS Blora dan RS Purwodadi,  namun karena keterbatasan alat akhirnya dirujuk ke RS Kariadi Semarang,  dan baru diketahui Dik Rifan terdiagnosa kanker leher. Tahun 2013 Dik Rifan menjalani operasi pertama di RS Kariadi. Sempat memilih pengobatan alternatif,  benjolan tumbuh dan dioperasi lagi 1,5 th kemudian,  namun tumbuh lagi dan benjolan tersebut akhirnya pecah. Bulan maret 2015 tim #SRSemarang dipertemukan dengan Dik Rifan dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatannya. Operasi Dik Rifan telah dilakukan pada tanggal 13 april 2015 dan kini menjalani kontrol rawat jalan paska operasi. Sempat juga mendapat transfusi darah karena Hb turun drastis ketika melakukan perawatan luka di RS Blora.  Kini luka bekas operasi berangsur membaik dan telah menjalani kemoterapi pertama. Saat ini Dik Rifan masih menunggu jadwal kontrol untuk melihat perkembangan hasil lab serta menunggu jadwal kemoterapi berikutnya.  Bantuan dari #SedekaHolics ini diberikan guna membantu meringankan biaya akomodasi selama kontrol rawat jalan di RS Kariadi.

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000
Tanggal: 4 Juni 2015
Kurir: @indrades @DiahPertiwi1110 @nissa_gizi

Irfan menderita  Kanker Leher

Irfan menderita Kanker Leher


SITI SAPUROH (17th, TB Tulang) merupakan pasien dampingan kurir SR Tegal-Solo sejak 6 bulan terakhir. Siti didiagnosis TB tulang oleh dokter spesialis bedah RSUD Dr Soeselo Kab.Tegal dan karena terjadi pembengkokan tulang belakang yang diakibatkan infeksi tersebut akhirnya Siti dirujuk ke RS Orthopedi Soeharso Surakarta untuk dikonsultasikan lebih lanjut. Di sana Siti diberi saran untuk dilakukan operasi perbaikan tulang belakang. Tulang belakangnya yang melengkung lebih dari 30 ° dikhawatirkan akan menyulitkan aktifitasnya di kemudian hari. Tanggal 21 April 2015 lalu Alhamdulillah Siti telah menjalani operasi perbaikan tulang belakang di RS Soeharso Solo. Atas doa #SedekaHolics sekalian operasi Dik Siti berjalan lancar,meski akibat kehilangan banyak darah selama operasi Siti harus memperoleh transfusi darah. Sebulan kemudian Siti kontrol pertama kali pasca operasi. Selama menunggu waktu kontrol Siti dirawat di RSSR Solo untuk perawatan luka yang dilakukan oleh salah seorang kurir SedekahRombongan yang berprofesi sebagai perawat. Tanggal 23 Juni 2015 kemarin Siti menjalani kontrol kedua pasca operasi. Menurut dokter keadaan Siti membaik, disarankan untuk sering bersepeda untuk mempercepat perbaikan tulang belakangnya. Santunan dari #SedekahHolics disampaikan kepada Siti untuk biaya transportasi dan akomodasi selama kontrol ke RS. Soeharso Solo.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 21 Juni 2015
Kurir : @indrades @kumells

Siti menderita TB Tulang

Siti menderita TB Tulang


SUDI BIN KASDI (46 TH, TUMOR KEPALA) adalah warga Sidorejo Tengah RT/RW 005/004 Balong Kembang Jepara. Beliau tinggal bersama istrinya, Bu Marsulin yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan dua orang anaknya. Sakit Pak Sudi berawal di tahun 2004 atau sekitar 11 tahun yang lalu. Benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet, Jepara.  Setelah operasi, beliau hanya kontrol perawatan luka. Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternatif, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya beliau menjalani operasi ke-2 di Bulan April 2014 di RS Kartini.  Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RS Kariadi Semarang di bulan November  2014. Setelah evaluasi pasca operasi, diputuskan dari tim dokter untuk melanjutkan kemoterapi. Berkat bantuan dari #SahabatSR saat ini Pak Sudi bisa menjalani kemoterapi yang kedua. Selanjutnya, beliau menjalani kontrol dan program kemoterapi lanjutan. Bantuan yang diberikan ini ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 22 Juni 2015
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110 @desiariyanii @colourish_

Pak sudi menderita TUMOR KEPALA

Pak sudi menderita TUMOR KEPALA


SEPTIANA DEWI (2 , Tumor Pipi) adalah putri pertama dari pasangan suami istri Dimyati (34) yang bekerja sebagai tukang tambal ban dan Umiasih (24) seorang ibu rumah tangga warga Jl.Angkatan 66 Gang 10A RT 004 Rw 002 Desa Kramatsari Pekalongan Barat Pekalongan Jawa Tengah . Dik Septiana Dewi mengidap tumor di pipi sejak lahir dan terus membesar hingga saat ini usianya 2 tahun. Sesaat setelah kelahiran, Dik Septi sempat menjalani serangkaian pengobatan hingga ke RSUP Dr. Kariadi Semarang namun tim dokter baru bisa melanjutkan proses pengobatan setelah Dik Septi berusia 2 tahun karena organ tubuh dan wajahnya juga masih sangat rentan jika dilakukan tindakan medis lanjut,misalnya pembedahan. Sejak pertengahan September 2014 kami bertemu Dik Septi dan mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP DR. Kariadi Semarang. Saat ini Septi sudah menjalani operasi tahap pertama pengangkatan tumor tipi, akan dilakukan operasi penggangkatan tumor tahap kedua sekitar bulan juli akhir. Bantuan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan akomodasi Dik Septi di

Tanggal santunan : 30 Juni 2015
Jumlah bantuan : 1.500.000,-
Kurir : @indrades @diahpertiwi1110 @jummhann

Septiana menderita Tumor Pipi

Septiana menderita Tumor Pipi


MUJANAH BINTI SIMUS (85th, Dhuafa). Alamat: RT.04 RW.02 Dk. Gayudan Proyonanggan Selatan Kab. Batang Jawa Tengah. Dalam 5 tahun terakhir Mbah Mujanah hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur karena sudah sangat sepuh dan menderita berbagai penyakit. Beliau tinggal bersama kedua putranya, Bapak Sabari (65) dan Bapak Naridi (62) yang bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi keluarga ini. Sehari-hari kedua putra Mbah Mujanah yang mengurusi beliau, kebutuhan makan dan kebutuhan lainnya diurus dengan sebaik mungkin demi sang Ibunda. Bantuan ini kami tujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Mbah Mujanah dan kedua putranya.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2015
Kurir : @indrades @HeyriWOB Zarkoni

Bantuan tunai

Bantuan tunai


KODRAT BIN JAPAN (54th, Batu Ginjal). Alamat: RT.07 RW.03 Dukuh Surodadi Desa Surodadi Kel. Surodadi Kec. Gringsing Kab. Batang Jawa Tengah. Sejak 2012 Bapak Kodrat sudah didiagnosa menderita Batu Ginjal dan beberapa kali menjalani perawatan di RSUD Batang dan RS. Berlian Batang. Bersama istri beliau, Ibu Miati (57) mereka mempunyai 4 orang putrid yang saat ini sudah mulai bekerja sendiri dan dapat membantu orang tuanya berobat. Saat ini Bapak Kodrat yang tadinya bekerja sebagai buruh penebang pohon ini, sedang menjalani serangkaian operasi yang dilakukan di RSUD Batang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari beliau dan keluarga selama berobat.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 Juni 2015
Kurir : @indrades

Pak kodrat menderita Batu Ginjal

Pak kodrat menderita Batu Ginjal


MUHAMMAD RIF’AN FAIZIN (11th, Kanker Leher) atau biasa dipanggil Dik Rifan adalah putra pasangan Bpk Ngasto dan ibu Rubiyatun warga RT 2 RW 2 Desa Wantilgung, Blora, Jawa Timur. Bungsu dari 3 bersaudara ini merasakan adanya benjolan pada kepalanya semenjak umur 9 tahun. Benjolan yang awalnya kecil, lama-lama menjadi sebesar telur ayam. Sempat mendapatkan perawatan di RS Blora dan RS Purwodadi, namun karena keterbatasan alat akhirnya dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Baru dari sinilah diketahui bahwa dik Rifan terdiagnosa kanker leher. Tahun 2013 dik Rrifan menjalani operasi pertama di RSUP Kariadi. Namun benjolan kembali tumbuh dan harus dioperasi lagi 1,5 tahun kemudian. Kesembuhan belum juga diperolehnya, benjolan tersebut tumbuh kembali dan semakin membesar.  Ayahnya, seorang petani dan sang ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga sudah kehabisan biaya untuk pengobatan dik Rifan. Pengobatan alternatif pun dipilihnya untuk kesembuhan sang anak. Namun benjolan tersebut malah pecah dan semakin membesar.  Akhirnya di bulan Maret 2015 tim #SRsemarang dipertemukan dengan dik Rifan dan sepakat untuk mendampingi proses pengobatannya. Setelah 1 bulan menjalani rawat inap dan perbaikan keadaan umum di Ruang Anak RSUP Kariadi, tanggal 13 April 2015 dik Rifan menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Alhamdulillah operasi berjalan lancar, dan luka berangsur membaik. Kini dik Rifan telah menjalani kemoterapi ke 3, dan kemoterapi selanjutnya (ke 4) dijadwalkan tanggal 22 Juli 2015. Bantuan dari #SedekaHolics ini diberikan guna membantu meringankan biaya akomodasi selama kontrol rawat jalan dan kemoterapi di RSUP Kariadi.

Jumlah Bantuan: Rp 1.900.000
Tanggal: 30 Juni 2015
Kurir: @indrades @DiahPertiwi1110 @n155a_gizi

Rifan menderita Kanker Leher

Rifan menderita Kanker Leher


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6th, Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah) Dik Maghfiroh adalah putri ketiga dari pasangan Bapak Yunan Purnomo dan Ibu Nur Alfiana yang beralamatkan di Ds.Gondang RT.3 RW.1 Kec.Wonopringgo Kab.Pekalongan, Jawa Tengah. Sejak lahir, Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya. Beberapa hari setelah kelahiran, Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP Dr  Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfiroh yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarga memutuskan tidak melanjutkan proses pengobatan yang harusnya masih panjang. Sejak Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi dalam pendampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Sedekah anda ini kami sampaikan untuk membantu kebutuhan akomodasi keluarga Dik Maghfiroh selama di Semarang. Mohon doanya agar proses pengobatan untuknya lancar dan semoga Dik Maghfiroh segera dikaruniai kesehatan.

JumlahBantuan : Rp 1.600.000,-
Tanggal : 22 Juni 2015
Kurir : @indrades @auliarahman04 @diahpertiwi1110

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh menderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah


FATMAH BINTI BAGHOWI (58, Tumor Kandungan) atau biasa dipanggil Bu Fatmah merupakan warga Ambokembang Gg 17 RT 029 RW 014 Kel. Ambokembang Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan Jawa Tengah. Beliau tinggal bersama suaminya, Bapak Ghopar (55) yang berprofesi sebagai buruh harian. Beliau dianugerahi  5 orang anak perempuan yang 4 diantaranya sudah menikah. Saat ini Bu Fatmah dan suami masih mempunyai tanggungan 1 orang anak yang belum menikah. Kesehatan Bu Fatmah mulai menurun semenjak tahun 2012. Kondisi perutnya membesar dan tubuhnya semakin kurus kering. Awalnya dikira hanya sakit biasa, akan tetapi perutnya tidak segera kembali normal. Kemudian beliau berobat di RSI Pekajangan dan terdiagnosa Tumor Kandungan. Tim dokter merujuknya untuk berobat di RS Kariadi Semarang. Namun karena ketiadaan biaya, niat berobat di Semarang diurungkan dan tetap memilih berobat jalan di Pekalongan. Di awal bulan Juni 2015, tim kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau dan diputuskan untuk mendampingi beliau berobat di Semarang. Dan berkat bantuan dari #SedekaHolics, di pertengahan bulan Juni beliau sudah bisa melanjutkan pengobatan di RS Kariadi Semarang. Saat ini serangkaian pemeriksaan awal telah dilakukan dan sedang menunggu program pengobatan selanjutnya. Santunan yang disampaikan kali ini untuk membantu akomodasi selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 30 Juni 2015
Kurir : @indrades @DiahPertiwi1110 @desiariyanii

Ibu fatmah menderita Tumor Kandungan

Ibu fatmah menderita Tumor Kandungan

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Salmiati 1,500,000
2 Alm Dani 2,000,000
3 Parti 500,000
4 Sri 500,000
5 Wagiyono 2,000,000
6 Ambulance 8,245,998
7 Sarmi 1,650,000
8 RSSR Semarang 8,854,000
9 MTSR Semarang 7,280,000
10 Suratenti 1,000,000
11 Panti asuhan semarang 2,000,000
12 Khusnul 1,000,000
13 Maghfiroh 1,545,000
14 Mubihah 1,500,000
15 Misriyah 1,000,000
16 Dewi Kurnia 1,500,000
17 Zahra 500,000
18 Sefita 2,788,000
19 Sefita 1,068,000
20 Dewi Shofi 2,000,000
21 Alfan 1,000,000
22 RSSR Semarang 9,578,000
23 MTSR Semarang 7,240,000
24 M Rifan 1,500,000
25 Siti 1,000,000
26 Sudi 1,000,000
27 Septiana 1,500,000
28 Mujanah 500,000
29 Kodrat 1,000,000
30 Rifan 1,900,000
31 Maghfiroh 1,600,000
32 Fatmah 1,000,000
Total 77,248,998

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 74,748,998,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 730 ROMBONGAN

Rp. 26,970,491,136,-