DWI SETYANINGSIH BINTI SUHARDI, (19 tahun, Bantuan Tunai), Duwet Lor, RT.03/16, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Adik Dwi Setyaningsih seorang pelajar di SMK (SMEA) Muhamadiyah 1 Baturetno kelas 3, dia sudah berhasil mengikuti ujian akhir sekolah dan dinyatakan lulus.  Adik Dwi masih memiliki tanggungan biaya sekolah sebesar Rp.750.000,- yang harus dilunasi sebagai syarat untuk dapat mengambil ijasahnya. Kondisi ekonomi orang tuanya yang sedang terpuruk tidak mampu untuk melunasi biaya tersebut. Adik Dwi sudah melamar pekerjaan di Jakarta dan kemungkinan bisa diterima kerja namun dia khawatir jika ijasahnya nanti tidak bisa diambil sebagai syarat lampiran untuk melamar kerja. Adik Dwi  kemudian memohon kepada #SR melalui Mas Edi untuk bisa dibantu melunasi tunggakan biaya sekolahnya. Adik Dwi sekarang sudah bekerja di PT. Duta Mas Garment, Cengkareng, Tangerang, Banten. Dik Dwi Setyaningsih binti Suhardi juga pernah mendapat donasi dari donatur Sedekah Rombongan pada Rombongan 679

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Edi Hartono
Tanggal Pemberian: 04 Mei 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MESIRAN BIN JOKARYO BARI, (63 tahun, Stroke), Belah, RT.03/RW.02, Belah, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Mesiran sudah sebelas bulan ini sakit stroke, kondisi beliau sudah mampu berjalan, tetapi tangan sebelah kiri masih susah untuk digerakkan. Bapak Mesiran memiliki semangat untuk sembuh yang sangat tinggi, beliau ingin bisa sembuh sehingga bisa bekerja mencari nafkah untuk anaknya yang masih sekolah di SMK. Bapak Mesiran dengan dibantu anaknya membuat arang kayu dibelakang rumahnya, dari hasil menjual arang kayu itu, beliau dapat membeli beras dan lauk pauk. Berdasarkan informasi dari Mas Putut yang bertemu Bapak Mesiran, dua minggu yang lalu Bapak Mesiran harus membayar uang sekolah anaknya sebesar Rp.200.000,- sebagai syarat ikut ujian tengah semester, karena tidak punya uang beliau menggadaikan sepeda motornya ke tetangganya sebesar Rp.500.000,- selama 1 bulan dengan perjanjian bunga selama satu bulan Rp.300.000,- dan upah perantara Rp.50.000,-. Jika dalam waktu 1 bulan Bapak Mesiran tidak bisa menebus hutangnya maka motornya akan disita dan menjadi milik tetangganya itu. Kondisi Bapak Mesiran yang sedang sakit tidak akan mampu untuk membayar uang tebusan motornya sehingga Mas Putut memutuskan untuk beliau dibantu oleh #SR, kurir Rudi memutuskan untuk mengirimkan dana sebesar Rp. 1.000.000,- dengan rincian Rp.850.000,- untuk uang tebusan motor dan sisanya untuk membeli obat Bapak Mesiran. Kondisi bapak mesiran sungguh memilukan, sudah sakit, tidak mampu bekerja masih harus terjebak dalam perangkap rentenir. Bapak Mesiran bin Jokaryo Bari sudah pernah menerima donasi dari donatur Sedekah Rombongan pada rombongan 588, 653, 669 dan 679

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Putut Restianto
Tanggal Pemberian: 28 Mei 2015

Pak mesiran menderita Stroke

Pak mesiran menderita Stroke


RIA PRATIWI LALANG DWI HARYANTO, (28 tahun, Anemia dan Depresi Prenatal), Caruban, RT.01 RW.03, Sidoharjo, Pacitan, Jawa Timur. Enam bulan yang lalu Ibu Ria melahirkan anak keduanya dengan kondisi prematur yaitu umur janin 7 bulan-an harus sudah lahir yang membuat bayinya harus diinkubator selama 11 hari. Bayinya sekarang sudah sehat daan baik-baik saja. Bapak Lalang tentu saja bergembira mendapat anak lagi walaupun harus mengeluarkan biaya banyak untuk persalinan anak keduanya itu. Bapak Lalang bekerja sebagai montir modifikasi motor jadul di bengkelnya sendiri. Seminggu yang lalu Ibu Ria harus dirawat di RSUD Pacitan karena mengalami kelelahan dan capek yang sangat, menurut dokter yang menanganinya, Ibu Ria ternyata hamil lagi dengan umur kandungan 2 bulan. Menurut dokter Ibu Ria mengalami anemia (kekurangn sel darah) saat hamil yang disertai kecemasan berlebih, panik dan hilangnya nafsu makan karena depresi prenatal atau depresi karena kehamilan. Ibu Ria harus opnam di RSUD selama lima hari karena kondisi tubuhnya yang sangat lemah sampai harus diinfus yang menghabiskan 7 kantong. Bapak Lalang ketika itu tidak mempunyai BPJS untuk jaminan biaya istrinya sehingga beliau harus membayar sendiri biaya rumah sakit dan obatnya. Bapak Lalang sudah mencari dana untuk membayar biaya rumah sakit namun masih kurang Rp.1.500.000,-. Bapak Lalang kemudian menghubungi kurir Rudi di Jogja dan menceritakan kesulitan yang beliau sedang rasakan. Kurir Rudi kemudian memutuskan memberikan bantuan dari #SR untuk membayar kekurangan biaya rumah sakit istrinya. Semoga Bapak Lalang dan istrinya diberikan kemudahan untuk memikul amanah yang Allah anugerahkan kepada mereka.

Jumlah Bantuan: Rp.1.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto
Tanggal Pemberian: 04 Juni 2015

Ria menderita Anemia dan Depresi Prenatal

Ria menderita Anemia dan Depresi Prenatal


MARGIO BIN WADIMAN, (30 tahun, Cacat Fisik Kaki dan Tangan Abnormal), Tanjung Sari, RT.03, Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kurir Rudi bertemu Mas Margio di sebuah jalan di kota Wonosari, ia sedang digendong ibunya. Kurir Rudi kemudian menghampiri mereka dan berbicara dengan ibunya yang bernama Ibu Atmorejo, beliau duduk di trotoar jalan sambil terus menggendong Mas Margio yang memiliki cacat fisik sejak lahir. Mas Margio sudah berumur 30-an tahun, tangan dan kakinya tidak bisa berkembang normal, dia juga tidak bisa berbicara. Rumah Ibu Atmorejo di daerah Tanjung Sari, Tepus, mereka berangkat dari rumah dengan naik ojek di pagi hari dan pulang juga dijemput oleh ojek di sore hari. Mereka tidak setiap hari ke kota Wonosari, kadang seminggu sekali saja. Melihat kondisi mereka kurir Rudi memutuskan untuk memberikan titipan sedekah dari #SR sebesar Rp.500.000,-.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Relawan Bantuan : @IqbalRekarupa, Rudianto
Tanggal Pemberian : 05 Juni 2015

Margio menderita Cacat Fisik Kaki dan Tangan Abnormal

Margio menderita Cacat Fisik Kaki dan Tangan Abnormal


SRIYATNO BIN GONDO SUKAMTO, ( 47 tahun, Bantuan Tunai), Sutopadan, RT.02, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Keluarga Bapak Sriyatno tinggal di sebuah rumah yang sederhana di daerah Sutopadan yang termasuk pemukiman padat, disana rumahnya saling berhimpitan. Bapak Sriyatno hidup berempat dengan istri dan kedua anaknya. Bapak Sriyatno bekerja sebagai buruh amplas di sebuah pabrik mebel, sedangkan istrinya hanya seorang ibu rumah tangga. Penghasilan beliau dari bekerja sebulan ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya selama sebulan, biasanya hanya cukup sampai 15 hari. Bapak Sriyatno yang mengenal  kurir Yuli menceritakan keinginannya untuk merintis usaha jual beli beras, kebetulan di daerah asal beliau yaitu Klaten berasnya  terkenal kwalitasnya yang cukup baik dan murah, namun Bapak Sriyatno terkendala permodalan. Regu Semut #SR melalui kurir Yuli memutuskan untuk memberi bantuan sebesar Rp.1.000.000,- sebagai modal usaha, dalam pelaksanaanya nanti Bapak Sriyatno akan didampingi dan dipantau oleh kurir Yuli. Semoga selama 10 bulan ke depan dapat kita lihat perkembangan dari usaha jual beli berasnya.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Kurir : @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh Prayitno
Tanggal Pemberian : 11 Juni 2015

Sriyatno menderita Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


ASTANIA WULAN ROMADHONI BINTI AGUS SUPRIYADI, (7 tahun, Bantuan Tunai), Miri, RT.08, Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Adik Astania baru saja lulus dari TK B dan akan melanjutkan sekolah di SD. Adik Astania termasuk anak yang pandai, namun kedua orang tuanya tidak mampu. Ayahnya bekerja sebagai sopir di sebuah toko bangunan sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga yang bekerja sampingan sebagai tukang jahit payet untuk membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga kecil mereka. Ayahnya ketika berbicara dengan kurir Rudi mengatakan jika beliau belum bisa membelikan seragam sekolah untuk persiapan masuk sekolah SD anaknya. Kurir Rudi melalui Ibu Lina memutuskan untuk memberikan bantuan dari #SR sebesar Rp.500.000,- agar Adik Astania bisa membeli seragam sekolah dan perlengkapan yang lainnya. Ibu Lina kemudian menemani Adik Astania dan ibunya untuk membeli dua setel seragam merah putih, sepatu dan tas sekolah. Adik Astania merasa senang sekali dan kedua orang tuanya merasa sangat terbantu, mereka tinggal memikirkan bagaimana menyiapkan biaya untuk pendaftaran anaknya ke SD.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Lina Yuliani
Tanggal Pemberian: 12 Juni 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SINAH BINTI JOKARSO, (90 tahun, Bantuan Tunai), Belah, RT.02/RW.02, Belah, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Mbah Sinah seorang janda yang tidak memiliki anak, beliau tinggal di rumah beliau yang sudah mulai rusak oleh umur dan tidak lagi terawat. Rumah dan tanah dimana Mbah Sinah tinggal saat ini sebenarnya sudah dijual ke keponakannya, namun oleh keponakanya dijual lagi ke orang lain, beliau tetap bisa menempati rumah itu sampai beliau nanti meninggal dunia. Kondisi Mbah Sinah saat ini sering sakit, sudah mulai rabun dan pikun setiap hari beliau hanya terbaring dan duduk di tempat tidurnya. Keponakan beliau yang seharusnya merawat dan menjaga beliau malah tidak peduli dan acuh dengan keadaanya. Beruntung Mbah Sinah ditolong oleh tetangganya yaitu keluarga Bapak Tumino yang prihatin dan peduli dengan kondisi beliau. Setiap hari istri Bapak Tumino menengok dan menyiapkan makanan untuk Mbah Sinah, terkadang juga sampai membantu memandikan dan mencuci pakaian beliau yang sudah kotor. Mbah Sinah sangat senang ketika mendapatkan bantuan dari #SR, dengan persetujuan beliau yang disaksikan juga oleh Bapak RT 2, bantuan itu beliau percayakan untuk dikelola oleh Bapak Tumino. Keluarga Bapak Tumino berniat untuk merawat dan menjaga mbah Sinah sebaik-bainya.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Putut Ristianto
00Tanggal Pemberian: 24 Mei 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SIMEN BIN TIRTOREJO, (64 tahun, Bantuan Tunai), Belah, RT.08/RW.02, Belah, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur.  Bapak Simen sudah lama memiliki gangguan jiwa, sakit itu beliau derita sejak beranjak dewasa. Bapak Simen memiliki emosi dan perasaan yang tidak stabil, jika beliau tersinggung perkataan orang lain atau ada yang membicarakan tentang dirinya dan perbuatanya yang tidak berkenan dihatinya maka Bapak Simen akan marah-marah dan kadang bisa sampai mengancam orang lain. Bapak Simen sampai sekarang tidak menikah, beliau hidup seorang diri di sebuah gubug sederhana dengan ukuran 3m X 6m, untuk makan dan minum beliau sehari-hari biasanya dijatah oleh keluarga kakak perempuannya. Jika dalam kondisi normal Bapak Simen masih mampu untuk bercocok tanam, menanami kebun disamping gubugnya dengan tanaman telo atau kacang tanah. Bapak Simen sangat senang sekali ketika menerima bantuan dari #SR, senyum beliau sumringah sekali.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Relawan Pemberi: Rudianto, Putut Ristianto
Tanggal Pemberian: 24 Mei 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


TUKIRAH BINTI KIMEN, (75 tahun, Bantuan Tunai), Belah, RT.07/RW.02, Belah, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Tukirah hidup seorang diri dirumahnya yang sangat sederhana, beliau sebenarnya memiliki tiga anak namun mereka merantau dan sudah menikah di Jakarta dan Solo, tidak ada salah seorang anaknya yang mau tinggal menemani beliau di desa. Ibu Tukirah mengisi hidupnya sekarang dengan bertani semampunya. Beliau mempunyai penyakit kulit yang berhubungan dengan pigmen warna coklat yang berubah menjadi albino, hampir 95 persen kulitnya sekarang berubah menjadi bule. Penyakit itu tidak mengganggu kesehatan beliau secara umum namun membuat penampilan beliau menjadi unik seperti bule. Ibu Tukirah sangat terharu ketika mendapatkan bantuan dari #SR.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Putut Ristianto
Tanggal Pemberian: 24 Mei 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


TOTIM TITANICAN AS BIN MESIRAN, (16 tahun, Bantuan Tunai), Belah, RT.03/RW.02, Belah, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Adik Totim saat ini hidup berdua dengan bapaknya, ibunya sudah lima tahun yang lalu meninggal dunia karena sakit kanker payudara. Sejak setahun yang lalu bapaknya terkena serangan stroke yang membuat separuh badanya menjadi lumpuh, sehingga beliau tidak dapat bekerja lagi. Bapaknya sangat mencintai totim, ia ingin anaknya terus bersekolah hingga SMA, oleh sebab itu beliau mendukung anaknya untuk meneruskan sekolah ke SMK (STM) N Donorojo, jurusan Otomotif dengan program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Pada semester genap ini biaya sekolah Adik Totim belum bisa terbayar yaitu iuran rutin dan iuran buku LKS karena bapaknya belum punya uang untuk melunasinya. Sebentar lagi Adik Totim harus mengikuti ujian akhir semester sehingga pihak sekolah mengharapkan biaya administrasi bisa dibayar sebelum ujian. Kurir Rudi melalui Mas Putut merekomendasikan untuk biaya sekolah Adik Totim bisa dilunasi dengan bantuan dari donatur #SR sebesar Rp.500.000,-. Mas Putut kemudian menemani Adik Totim ke sekolah untuk membayar iuran rutin dan iuran buku LKS yang totalnya Rp.465.000,-. Dengan dilunasinya biaya sekolah semester genap ini semoga Adik Totim tambah giat dalam belajar. Adik Totim dan bapaknya mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga donatur dan para kurir #SR mendapat balasan yang berlipat dari Allah.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000
Pemberi Bantuan: @IqbalRekarupa, Rudianto dan Putut Ristianto
Pemberian Tanggal: 24 Mei 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


MAJELIS WISMA SANTRI NURUL DHOLAM YOGYAKARTA (Bantuan Tunai) Alamat: Jln. Parangtritis, Km.7,5, Bangi Kulon, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Pengasuh: Ahmad Faishol
Sesungguhnya bulan Ramadhan tidak diragukan lagi keberkahan, hikmah dan keutamaannya bagi orang-orang yang mampu mengisinya dengan amal soleh yang didasari ikhlas karena Allah. Majelis Wisma Santri Nurul Dholam telah menyusun rencana untuk mengisi dan menghidupkan bulan Ramadhan ini dengan kegiatan yang bersifat keagamaan dan kemasyarakatan, salah satunya dirangkum dalam kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an yang memuat beberapa subkegiatan berupa santunan anak yatim, santunan pendidikan, santunan dhuafa, jagongan relawan dan tabligh akbar. Kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an bertujuan menjadi sarana silahturahmi dan sinergi dari berbagai kalangan yang memiliki harapan sama yaitu memperoleh keberkahan di bulan suci ini dan terutama memberikan contoh untuk dapat berbagi dengan mereka yang dalam kesempitan dan kurang beruntung agar mereka dapat tersenyum, selain itu juga bertujuan membumikan nilai-nilai Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kegiatan kemasyarakan maupun kemanusiaan. Mereka merencanakan untuk kegiatan santunan anak yatim ada 70 paket, santunan pendidikan ada 50 paket dan santunan dhuafa ada 40 paket. Kegitan itu akan mereka laksanakan pada hari Sabtu, 4 Juli 2015 dari pukul 16.00 WIB sampai 23.00 WIB yang bertempat di sekretariat Majelis Wisma Santri Nurul Dholam. #Sedekah Rombongan melalui Regu Semut menyambut baik kegiatan itu dan memberikkan dukungan berupa sumbangan dana dari donatur #SR sebesar Rp.5.000.000,- yang diterima oleh pengasuh Majelis Wisma Santri Nurul Dholam yaitu Kang Ahmad Faishol. Semoga sinergi ini memberikan manfaat dan keberkahan kepada semua yang terlibat dalam kegiatan yang mulia ini.

Jumlah : Rp.5.000.000,-
Relawan : @IqbalRekarupa, Rudianto
Tanggal : 02 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


TURINAH BINTI MUTIAH, (55 tahun, Bantuan Tunai), Padurekso, RT.03/RW. 05, Pemalang, Jawa Tengah. Ibu Turiah bekerja sebagai penjual asongan minuman dan rokok di sekitar Taman Budaya Yogyakarta yang harus menghidupi 5 anak dan 5 cucu. Ibu Turinah dan keluarganya hidup sangat sederhana, mereka tinggal berpindah- pindah dari emperan toko di sekitar pasar Beringharjo. Dalam mencari nafkah Ibu Turinah dibantu oleh anak-anaknya, sebenarnya beliau memiliki 10 anak namun sampai saat ini yang mampu bertahan hidup hanya 5 orang saja. Kelima anaknya bernasib sama seperti Ibu Turinah, mereka tak memiliki pekerjaan tetap untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Ibu Turinah tidak berpikir untuk mengemis atau ngamen beliau lebih suka mendapatkan uang dari bekerja atau berjualan. Belum lama ini beliau harus kehilangan putranya yang masih remaja yaitu Darmanto karena penyakit komplikasi ginjal dan paru-paru. Selama Darmanto sakit sangat banyak biaya yang harus dikeluarkan oleh Ibu Turinah, setiap satu minggu sekali Darmanto diharuskan cuci darah. Sebagai seorang ibu, beliau sudah berusaha untuk merawat dan mengobatkan anaknya itu, namun Allah berkehendak lain, Darmanto akhirnya meninggal dunia. Kondisi keluarga ibu Turinah yang memprihatinkan itu, membuat beberapa tukang becak juga ikut membantu secara bergantian sesuai kemampuan mereka. Saat ini Ibu Turinah masih terus berjuang untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sekuat kemampuan beliau.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Pemberi Bantuan: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh S, Fajar Jati Marhaendra.
Tanggal Pemberian: 04 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SARDO BIN HARJO PAWIRO, (62 tahun, Sabrang, RT.03/04, Karangan, Klaten, Jawa Tengah. Keluarga Bapak Sardo saat ini hidup dalam kondisi serba kekurangan dan kesempitan hidup. Bapak Sardo harus merawat istrinya yang sakit, kondisi beliau lumpuh sehingga setiap hari hanya bisa terbaring ditempat tidur saja. Jika istrinya ingin udara segar, bapak sardo harus menggendongnya ke teras rumah namun jika digendong tidak bisa maka harus digotong sekalian dengan tempat tidurnya. Bapak Sardo tidak mampu membawa istrinya untuk berobat ke dokter atau rumah sakit karena tidak punya biaya. Bapak Sardo bekerja sebagai buruh serabutan, beliau baru bisa memperoleh uang jika ada orang yang menyuruhnya bekerja.   Penghasilan beliau tidak cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari mereka walaupun sudah dibantu anaknya yang juga bekerja sebagai buruh serabutan juga. Rumah Bapak sardo sangat sederhana dan ukurannya kecil.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Pemberi Bantuan: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh P, Fajar Jati M, Timbul
Tanggal Pemberian: 05 Juli 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


TUKIRAH BINTI IROREJO, (84 tahun, Bantuan Tunai), Belah, RT.07/RW.02, Belah, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Ibu Tukirah hidup sendirian dirumah kampung miliknya yang sederhana, ukuranya 5 x 7 meter. Suaminya sudah lama meninggal, anaknya sudah menikah dan tinggal ikut dengan istrinya, beliau memilih untuk tinggal di rumahnya sendiri ketika diajak untuk tinggal dengan anaknya. Ibu Tukirah untuk makan sehari masih masak sendiri namun anaknya sering mengirimi jatah makan untuk ibunya. Ibu Tukirah sudah tidak mampu bekerja sebagai buruh tani seperti waktu masih muda dulu, saat ini beliau hanya mengisi waktunya dengan menanami kebun disamping rumahnya dengan tanaman ketela atau kacang saja. Oleh ketua RT dan perangkat desa setempat, Ibu Tukiran sering diajukan untuk mendapat bantuan dari sumber pemerintah maupun swasta, namun terkadang tidak bisa cair entah sebab apa.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Putut Ristianto
Tanggal Pemberian: 24 Mei 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


JASMAN (70 tahun, sesak nafas dan gejala stroke) yang bertempat tinggal di alamat Sokaraja tengah, rt 4/rw 6. Desa Sokaraja tengah, kec. Sokaraja, kab. Banyumas, Jawa Tengah. Sejak beberapa tahun terakir pak jasman kondisi kesehatannya terus menurun, yang berakibat ia tidak bisa melakukan pekerjaannya sebagai buruh. Pak jasman hanya tinggal sendirian dirumahnya yang lebih menyerupai gubug berlantai tanah, berdinding papan yg sudah mulai rapuh disana sini, karena penyakit sesak nafas dan gejala strokenya belakangan semakin parah dan sering kambuh sementara keadaan ekonominya yg serba berkekurangan tidak memungkinkan untuk berobat secara intensif, Alhamdulillah Sedekah Rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga kami diberi kesempatan untuk sedikit membantu yang selanjutnya kami alokasikan bantuan untuk biaya pengobatannya.

Jumlah bantuan: 1.500.000.-
Tanggal: 4 Juli 2015
Kurir: @arfanesia via Yunanto

Mbah jasman menderita sesak nafas dan gejala stroke

Mbah jasman menderita sesak nafas dan gejala stroke


SATIJEM ( 43 tahun, ca mamae ). Wanita paruh baya berusia 43 tahun ini adalah warga dusun Blimbing RT02/16, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri. Pandangan syahdu nya seakan membuat hati menangis. Terpancar sebuah penderitaan yang teramat berat untuk di kabarkan. Saat tubuh mulai melemah, Satijem hanya bisa berharap sakit itu segera terhenti. Adakah yang ingin seperti dia, mengalami penderitaan menahan sakit yang tak kunjung sembuh sebab tak mampu untuk berobat. Rumah sangat sederhana itu bagai saksi keseharian Satijem dalam berharap. Bilik berdinding gebyok rapuh dan anyaman bambu ( gedhek ) yang sudah banyak lubang di sana sini. Lantai tanah berdebu, dengan tiang rumah dari kayu yang mulai mengeropos. Seakan rayap – rayap menemukan dunianya dan menari dalam sebuah penderitaan. Bahkan atap rumahnya pun sudah tak lagi utuh. Banyak genting yang pecah dan belum di ganti. Begitulah. Bisa Anda bayangkan. Satijem, selama satu tahun ini berjuang menahan penderitaan dari rasa sakit akibat kanker payudara. Tubuhnya kurus, lemah dan pucat. Jangankan beraktivitas, duduk berlama – lama pun tidak kuat. Sesekali merintih kesakitan sekalipun hanya menggerakkan tangannya. Sebenarnya, sudah dari setahun yang lalu Satijem disarankan oleh RSUD Wonogiri untuk segera berobat ke Moewardi Solo untuk penanganan medis lebih lanjut, namun karena ketiadaan biaya hal itu pun tak terwujudkan, sampai saat ini. Dia hanya bisa pasrah, ke Puskesmas pun tidak mampu untuk membayar ojek. Suaminya pun sedang sakit, dalam kondisi sakit sang suami nekat untuk merantau ke Jakarta sebagai buruh jahit. Hasil yang diperoleh suami hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari – hari dan membiayai anak semata wayang mereka yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SD. Keinginannya saat ini, bisa berobat dan sembuh dari sakitnya. Satijem menceritakan harapan itu sambil menangis. Kondisi yang cukup parah saat kami temukan mengharuskan untuk segera di bawa ke rumah sakit, namun beliau belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Beberapa minggu di rawat untuk opname, dan kemudian di rujuk ke rumah sakit moewardi surakarta. Selama proses tersebut kami berupaya untuk mencarikan BPJS agar penghandelan selanjutnya lebih mendapatkan biaya yang ringan. Semoga bantuan dan pendampingan pengobatan untuk beliau saat ini bisa meringankan beban keluarganya. Bantuan ini untuk biaya selama di rumah sakit dan kebutuhan hidup sehari – hari. Semoga memberikan kebahagiaan bagi beliau yang miskin, dan menjadikan semangat hidup untuk merawat anak nya hingga menjadi besar. Aamiin.

Bantuan : Rp. 3.264.800,-
Tanggal : 16 Mei 2015
Kurir : @Nonis@Mawan

Mbah sartijem menderita Hernia

Mbah sartijem menderita Hernia


PARTINI BINTI ALM.MARYOMO ( 57 tahun, demam tinggi ). Tinggal di ds.Sukorejo RT04/3, Puh pelem, Wonogiri, Jawa tengah. Beliau hidup seorang diri, menjanda sudah lebih dari delapan tahun. Tidak mempunyai sanak saudara dan juga tidak mempunyai anak. Hidup di gubuk yang kondisinya memprihatinkan. Saat sakit, beliau tak mempunyai biaya untuk berobat. Informasi yang kami peroleh dari informan kemudian kita tindak lanjuti. Dan bantuan kami berikan untuk cek kesehatan di Puskesmas setempat serta untuk memenuhi kebutuhan hidup poko selama beberapa hari agar kondisinya semakin membaik. Semoga bisa meringankan beban beliau saat ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.600.000,-
Tanggal : 15 Mei 2015
Kurir : @Warmanto@Teguh@Mawan

Ibu partini menderita ca mamae

Ibu partini menderita ca mamae


SADIMAN BIN ALM. JOMOKARTO ( 69 tahun, bantuan tunai ). Tinggal di ds. Ngaglik, RT02/3, Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Sadiman hidup miskin, untuk memenuhi kebutuhan sehari cukup sulit. Ini merupakan bantuan tunai untuk membantu meringankan beban beliau saat ini. Agar bisa digunakan untuk meringankan beban hidupnya. Sadiman yang kesehariannya hanya sebagai buruh tani, tidak mempunyai lahan untuk digarap, sehingga ketika bantuan tenaga dibutuhkanlah beliau membantu untuk sekedar mendapatkan kebutuhan makan agar tetap bertahan hidup. Kondisi rumah pun sangat sederhana, berlantaikan tanah dan dinding dari papan kayu. Dengan kondisi tersebut kami memutuskan untuk memberikan bantuan tunai, agar bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok selama beberapa waktu ke depan. Semoga meringankan beban beliau saat ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Mei 2015
Kurir : @Paidi@Teguh@Mawan

bantuan tunai

bantuan tunai


TARNI ( 62 tahun, Sakit Jantung ). Tinggal di Kayuloko RT02/03, Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau saat ini proses pendampingan sedekah rombongan atas sakit jantung yang dideritanya. Kontrol dilakukan tiap sebulan sekali ke dr Paul di Rumah Sakit dr Oen kandang sapi Surakarta. Untuk biaya obat di luar BPJS biaya harus ditanggung sendiri oleh beliau. Karena kondisi kurang mampu, maka beliau cukup kesulitan menanggung biaya pengobatannya. Pengobatan mungkin memerlukan proses cukup lama, terapi pun dilakukan dokter agar sakit jantung nya membaik. Alhamdulillah, kondisi saat ini untuk beliau sudah cukup mengalami kemajuan. Bantuan ini untuk membayar biaya obat di luar tanggungan BPJS dan untuk akomodasi selama proses pendampingan serta perawatan. Harapan kami, beliau bisa segera pulih dari sakitnya.

Bantuan : Rp. 1.320.900,-
Tanggal : 17 Mei 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

Ibu tarni menderita Sakit Jantung

Ibu tarni menderita Sakit Jantung


SUNARMI BINTI ALM. SUKIJO ( 57 Tahun, Anemia Aplastik ). Tinggal di Singodutan RT03/2, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu satu anak ini menderita penyakit yang disebut dengan anemia aplastik, yaitu suatu penyakit yang diderita pada pembuluh darah akibat kekurangan produksi sel darah. Secara medis, ini membutuhkan waktu cukup lama dalam penanganannya. Kondisi pasien dengan sakit ini jika kambuh maka tubuh tiba – tiba lemas dan seperti tidak mempunyai kekuatan, saat itu tiba – tiba beliau pingsan, karena kondisi saat itu juga kelelahan akibat bekerja seharian sebagai buruh cuci. Pekerjaan sebagai buruh cuci, setrika baju, dan pembantu memang cukup berat. Namun, apalah daya karena kebutuhan ekonomi untuk mencukupi kebutuhan pokok hidup mengharuskan beliau untuk bekerja seperti itu. Agar mampu bertahan hidup dengan kondisi ekonomi yang sulit saat ini. Dan kemudian beliau di rawat di RSUD wonogiri, semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban beliau dalam pengobatannya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Mei 2015
Kurir : @Yuliantonuzul@Mawan

Ibu sunarmi menderita Anemia Aplastik

Ibu sunarmi menderita Anemia Aplastik


ALM.M. FAJRI RAMADHAN (7, Retino Blastoma). Alamat : Jl. Sultan Khairun Rt/Rw : 007/004 Kel. Soa-Sio, Kota Ternate, Maluku Utara.
Adik Fajri mengalami tumor mata sejak pertengahan 2013 berawal dari kecelakaan ketika bermain dan matanya terkena pagar besi yang kemudian membengkak. Pengobatan dilakukan di RS Ternate kemudian di rujuk ke RSWS Makassar. Kemoterapi telah dilakukan sejak 2013 dengan fasilitas Jamkesmas dan BPJS, namun siklus pertama kemoterapi terputus karena Adik Fajri dibawa pulang ke Ternate oleh ayahnya. Adik Fajri adalah anak satu-satunya dari Bpk. M. Arsyad do Mahfud dan ibu Herlywati Botutihe, ibunya telah meninggal dunia sehingga Adik Fajri hanya dibesarkan seorang bapak yg setiap hari narik ojek untuk biaya hidup dan berobat anaknya.
Sejak Oktober 2013 #SedekahRombongan dipertemukan dengan Adik Fajri yang kemudian dalam dampingan #SedekahRombongan diberangkatkan ke Makassar untuk melanjutkan pengobatan pada RSWS pada November 2014 atas rujukan RS Ternate karena Adik Fajri sering terkena malaria dan HB yang sangat rendah, darah terus menerus keluar dr hidungnya.
Hingga Adik Fajri Meninggal dunia pada hari ini Rabu, 24 Juni 2015  Siklus kemoterapi yang telah berjalan sejak November 2015  hingga 8 siklus yang kemudian terputus dan kembali menjalani siklus yang baru sebanyak  5 kali pemberian obat, kondisi ini membuat daya tahan tubuhnya terus melemah dan tidak sanggup lagi melewati proses demi proses pemberian obat. Transfusi terus dilakukan setiap hari hingga pagi hari tadi Adik Fajri menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Bantuan diberikan sebesar Rp. 500.000,- adalah untuk biaya pemakaman jenazah Adik Fajri di Taeng Kabupaten Gowa Makassar. Jenazah tidak dipulangkan ke Ternate dengan alasan kemudahan dan akses yang sulit serta orang tua Adik Fajri (Bapak M. Arsyad do Mahfud) pada saat Adik Fajri meninggal juga berada di Makassar mendampingi Anaknya sedangkan keluarga lainnya di Ternate telah mengikhlaskan pemakaman dilakukan di Sulawesi Selatan. Sebelumnya Adik Fajri masuk dalam rombongan 464, 633, 637, 648, 658, 665, 706, 709 dan 726.  Santunan sebelumnya Rp. 1.000.000,- disampaikan pada tanggal 11 Juni 2015.
Keluarga Adik Fajri pada kesempatam terakhir ini menyampaikan sangat berterima kasih pada bantuan #Sedekah Rombongan yang terus mendampingi dari awal hingga Adik Fajri Meninggal. Mereka amat bersedih namun juga bersyukur dengan pertolongan itu dan berharap serta mendoakan segenap donatur dan tim kurir #SedekahRombongan  diberi karunia berupa kesehatan dan kemudahan menjalani aktifitasnya setiap hari.

Jumlah Bantuan  : Rp. 500,000,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal         :  24 Juni 2015

alm. fajri menderita Retino Blastoma

alm. fajri menderita Retino Blastoma


MARIO LONIS (6 Thn, Tumor leher). Alamat Dusun Tabonat A Desa Manleas Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Adik Mario menderita penyakit tumor sejak 3 bulan lalu. Pada awalnya, keluarga menganggap gejala penyakit Adik Mario sebagai penyakit biasa, yang dengan digosok obat saja langsung sembuh. Namun nyatanya sampai sekarang, leher Adik Mario mengalami pembengkakan dan terus membesar. Mamanya pernah membawa Adik Mario ke Puskesmas dan sekali ke dokter di RSU Atambua. Menurut dokter, penyakit yang dideritanya adalah tumor dan harus dioperasi. Orangtua Adik Mario pernah berbicara dengan pihak kesusteran setempat dan mereka masih berupaya untuk mencari dana operasi Adik Mario. Saat ini adik Mario akan masuk Sekolah Dasar, sehingga penyakitnya ini tentu saja akan sangat mengganggunya bersekolah nanti. Kondisi Adik Mario diinfokan oleh teman-teman pemerhati anak yang bekerja disebuah organisasi sosial di NTT. Santunan melalui  #sedekahrombongan kemudian disampaikan kepada Adik Mario dan keluarga. Dengan dana santunan tersebut, Adik Mario akhirnya kembali berobat ditemani kakaknya ke RSU Atambua. Perjalanan dari Kabupaten Malaka ke Kupang NTT ditempuh selama 9 jam perjalanan darat. Setelah beberapa hari di RSU, hasil diagnosa terakhir Adik Mario menderita Tumor Colli. Dokter juga merujuk Adik Mario ke rumah sakit di Bali atau Surabaya untuk operasi pengangkatan cairan dilehernya, karena tidak bisa ditangani di Kupang. Dengan demikian, akhirnya Adik Mario dan Kakaknya harus kembali ke tempat tinggalnya di Malaka. Bantuan lanjutan sangat dibutuhkan menimbang keluarga Adik Mario sangat kekurangan. Ayahnya bekerja sebagai petani jagung dan ubi-ubian. Kondisi rumahnya hanya berdindingkan kayu dan atap daun. Saat serah terima dilakukan dirumah kerabatnya di Kupang.

Jumlah bantuan: Rp. 4.000.000,-
Tanggal: 6 Juli 2015
Kurir: @bratamanggala via Ilma, Gerry

Mario menderita Tumor leher

Mario menderita Tumor leher


ARDIANSYAH ARSAD (23 Thn, Malaria Tersiana). Alamat: Jl.Sapta Taruna KM.10 Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Saat melakukan pengobatan ke rumah sakit, dokter menyatakan bahwa Ardiansyah menderita Malaria Tersiana dan batuk berdahak. Gejala yang dialami terakhir ini adalah demam tinggi secara berkala. Ardiansyah belum punya pekerjaan dan masih tergantung dari keluarganya. Pengobatan intensif masih belum didapat karena kondisi ekonomi keluarganya yang tidak terlalu baik. Orangtua Ardiansyah membuka kios sederhana untuk menghidupi keluarga. Ardiansyah kebetulan sudah mempunyai Jamkesmas sehingga masih mampu untuk berobat. Namun sejak beberapa obat tidak dijamin Jamkesmas, Ardiansyah menjadi sangat kesulitan. Santunan kemudian disalurkan melalui #sedekahrombongan dan rencananya akan digunakan untuk membeli obat penyakit Malaria yang tidak ditanggung Jamkesmas. Kurir langsung menyerahkan santunan tersebut di RS Herlina Sorong, dimana Ardiansyah dirawat. Kebetulan kurir #sedekahrombongan ada yang bekerja juga sebagai perawat dirumah sakit tersebut, sehingga apabila mendengar ada pasien yang tidak mampu segera dibantu.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Juni 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Faisal, Rima Rahayu

Ardi  menderita Malaria Tersiana

Ardi menderita Malaria Tersiana


ALCI RAMADHAN (6 Thn, Malaria). Alamat: Jl.Anggrek Raya KM 12 Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Adik Alci menderita demam tinggi beberapa hari sebelumnya. Ibunya segera membawa ke rumah sakit dan berobat dengan Jamkesmas. Dokter yang ditemui mendiagnosa Adik Alci menderita Malaria Tersiana. Orangtua Adik Alci bekerja sebagai nelayan dan penghasilannya tidak menentu. Walaupun mempunyai Jamkesmas, orangtua Adik Alci cukup kesulitan dengan biaya beberapa obat yang tidak dijamin Jamkesmas serta biaya lainnya selama perawatan dirumah sakit. Informasi mengenai kebutuhan Adik Alci diketahui oleh kurir #sedekahrombongan yang bekerja sebagai perawat di RS Herlina. Santunan diberikan langsung kepada Adik Alci bersama ibunya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 Juni 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Faisal, Rima Rahayu

Alci menderita Malaria

Alci menderita Malaria


MUHAMMAD ISRA (48 Thn, Diabetes Melitus). Alamat: Jl. Poncowati Klasaman, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Pak Isra menderita diabetes mellitus setelah didiagnosa oleh dokter di Puskesmas setempat. Gejala yang dialami mulai dari sering buang air, kondisi lemah dan kadang pandangan kabur. Pak Isra bekerja sebagai pengemudi ojek. Bantuan diberikan menimbang kondisinya termasuk keluarga tidak mampu dan juga sulit untuk secara rutin berobat. Santunan diserahkan kurir #sedekahrombongan kepada Pak Isra yang ditujukan untuk membeli obat dan tambahan makanan bergizi selama proses penyembuhan. Saat ini keluarga yang merawat hanya anak perempuannya.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 23 Juni 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Faisal, Rima Rahayu

Pak Isra menderita Diabetes Melitus

Pak Isra menderita Diabetes Melitus


SUWITO (23 Thn, Tuberkolosis). Alamat: Jl.Pandang Majener Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Pak Suwito menderita penyakit Tuberkolosis dan sudah pernah diperiksakan di Puskesmas terdekat. Berkenaan dengan penyakitnya, Pak Suwito disarankan untuk melakukan pengobatan konsisten selama 6 bulan. Gejala yang dialami Pak Suwito seperti sesak nafas, dada sakit dan demam yang dialami dimalam hari. Pekerjaan harian Pak Suwito sebagai petani dibantu istrinya. Kondisi Pak Suwito diberitakan oleh relawan dari program pendamping Tuberkolosis dimasyarakat. Kebutuhan yang akan dibantu melalui #sedekahrombongan yaitu dukungan transportasi rutin pemeriksaan ke rumah sakit terdekat, serta dukungan makanan bergizi untuk mempertahankan kesehatan Pak Suwito saat pengobatan.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Juni 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Endang

Pak suwito menderita Tuberkolosis

Pak suwito menderita Tuberkolosis


PESANTREN ALFITROH (Panti, Bantuan renovasi musola). Alamat: Daerah Arso 8, Kabupaten Keerom, Propinsi Papua. Pondok Pesantren Alfitroh berdiri sejak 4 tahun lalu, dikelola oleh pengurusnya bernama Pak Rohim bersama 4 orang tenaga pendidik. Pondok ini, selain menjadi tempat belajar agama, juga menerima anak yatim dan anak dari keluarga tidak mampu untuk tinggal disana. Jumlah anak yang tinggal sejumlah 50 anak, dimana 12 diantaranya yatim. Anak-anak ini juga bersekolah dari tingkat SD sampai SMU. Karena pembiayaan pembangunan dilakukan secara swadaya, dengan demikian fasilitas masih sangat sederhana dan membutuhkan bantuan, misalnya saja kondisi musola panti yang tidak layak hanya bersekat papan kayu tua. Kurir #sedekahrombongan Jayapura mengetahui kesulitan panti dari komunitas Sahabat Alam yang secara kebetulan akan mengadakan bakti sosial bersama anak-anak panti. Santunan via Sedekah Rombongan diberikan kepada pengurus panti, disaksikan seluruh warga panti. Bantuan tersebut akan digunakan untuk memperbaiki musola bagi penghuni panti. Kegiatan serah terima dilakukan sambil berkolaborasi dengan komunitas Sahabat Alam yang juga mengadakan kegiatan amal untuk anak-anak panti. (Foto insert: Musola)

Jumlah bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 3 Juli 2015
Kurir: @bratamanggala via Chana

Bantuan renovasi musola

Bantuan renovasi musola


SISKA FANDESWARI (23, Nasofaring). Alamat : Jl. Dalam Gadung RT. 2/8. No.62. Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat. Siska Fandeswari putri bapak Dasfamiyanto(41) seorang pedagang di Padang. Keluarga Dasfamiyanto sudah 3 bulan berada di Jakarta untuk mengobati putri mereka, Siska yang mengalami kanker Nasopharing. Walau dibekali jamkesmas dari tempat asalnya, tetapi jamkesmas tidak menanggung biaya transport, penginapan dan konsumsi. Untuk menjaga semangat agar adik Siska tetap bertahan menjalani proses pengobatan. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi pulang ke Padang sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 716. Kondisi Siska Alhamdulillah stabil. setelah melakukan beberapa pemeriksaan di poli tht RSCM. team dokter yang menanganinya mengatakan hasil pemeriksaannya bagus namun Siska Fandeswari masih harus dalam pengawasan team dokter setidaknya untuk lima tahun kedepan. Untuk sementara Siska Fandeswari sudah bisa diperbolehkan pulang dan kembali kontrol tiga bulan mendatang.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Siska menderita Nasofaring

Siska menderita Nasofaring


JALI MUHAMAD (50, Tumor Otot), Alamat : Danau Sipin RT. 036, Desa Legok, Kecamatan Telanaipura, Kabupaten Kota Jambi, Provinsi Jambi. Jail M. yang berprofesi sebagai pedagang ikan keliling, bapak dua anak, suami dari ibu Ernawati (33) sudah tiga tahun ini menderita sakit Tumor Otot, gejala awal yang dialami oleh bapak Jali M, ia sering mengalami demam setiap malam dan timbul benjolan pada pangkal paha kanannya. Pengobatan pertama sudah dilakukannya pada puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Dari hasil pemeriksaan dokter di RSUD Raden Mattaher Jambi bapak Jali M kemudian dirujuk pengobatannya ke RSCM Jakarta, sudah tiga bulan ini bapak Jali M berobat rawat jalan di RSCM Jakarta, berobat dengan jaminan kesehatan Jamkesmas sangat meringankan beban bapak Jali M dan ibu Ernawati dalam menjalani pengobatan namun biaya kos dan juga biaya harian selama pengobatan di Jakarta sangat memberatkannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini. Bantuan awal untuk membantu biaya harian sudah disampaikan. Semoga bantuan awal ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Pak jali menderita Tumor Otot

Pak jali menderita Tumor Otot


SUHAYAT OYO (28, Tumor pada Telinga), Alamat Kampung Pamatang RT.14/7, Desa Sukacai, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak kecil mengalami memar pada daun telinga kanannya, namun sudah 1 tahun ini, daun telinga kanannya dirasakan sakit dan gatal disertai pembengkakan, Suhayat anak kedua dari tiga bersaudara putra bapak Satiri (61) dan ibu Sarwiyah (56) tidak bisa berbuat banyak untuk mengobati sakitnya, Suhayat sejak sakit sudah tidak bisa bekerja yang sebelumnya ia bekerja menjadi buruh bangunan dengan gaji harian, sementara kedua orang tuanya tergolong dari keluarga miskin dan tidak bisa membantu anaknya berobat. Dibantu warga sekitar, Suhayat bisa menjalani pengobatan hanya sampai RSUD Serang Banten, sejak dirujuk pengobatannya ke RSCM setahun yang lalu, Suhayat tidak bisa melanjutkan pengobatannya karana tidak ada biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Suhayat dan keluarganya, bantuan lanjutan untuk biaya harian telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 724. Tindakan operasi pembedahan pada telinga Suhayat Oyo sudah dilakukan dan Alhamdulillah sukses, operasi ini untuk mengangkat tumor yang ada pada telinganya, pasca operasi Suhayat Oyo diharuskan melakukan pemulihan staminanya sebelum masuk pada operasi bedah plastic selanjutnya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Suhayat menderita Tumor pada Telinga

Suhayat menderita Tumor pada Telinga


TRI BUDIANTORO (40. TBC MDR), Alamat : Jl. Budimulia RT8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan. Jakarta Utara. Tri Budiantoro sejak dua bulan ini menderita sakit TBC Mdr, gejala awal yang dialami pemuda lajang ini, ia sering mengeluhkan demam dan kondisi berat badan turun drastis, pengobatan pertama dilakukannya ke Puskesmas terdekat,  dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Tri Budiantoro positif menderita TBC, dan diharuskan berobat rutin selama Sembilan bulan, namun kondisi Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD tersebut Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 709. Alhamdulillah Tri Budiantoro sudah kembali ke rumah setelah sebelumnya sempat rawat inap di RSUD Persahabatan Jakarta karna kondisinya menurun. Pengobatan rawat jalan suntik streptomycin masih rutin dilakukannya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pak tri menderita TBC MDR

Pak tri menderita TBC MDR


ALM.SUTARDI SUGIONO (73, Tumor paru-paru), Alamat : Jl. Budimulia RT. 9/4. Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Sutardi Sugiono bapak empat anak sudah tiga bulan ini menderita sakit tumor paru-paru. Gejala awal yang dialaminya, bapak Sutardi Sugiono mengalami batuk – batuk yang terus menerus selama tiga minggu lebih. Pengobatan pertama dilakukannya di puskesmas Pademangan Jakarta Utara, dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas bapak Sutardi Sugiono terdiagnosa mengalami sakit paru – paru dan dari hasil rongent diketahui pada paru – paru kanan terdapat cairan. Dokter puskesmas menganjurkan kepada bapak Sutardi untuk melanjutkan pengobatannya ke RSUD Persahabatan Jakarta Timur. Berbekal BPJS yang dimilikinya bapak Sutardi kemudian melanjutkan pengobatan ke RSUD Persahabatan Jakarta Timur dan dari hasil penyelidikan dokter di RSUD tersebut, selain terdapat cairan pada paru – parunya, bapak Sutardi juga terdiagnosa tumor paru – paru. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu bapak Sutardi dalam menjalani pengobatannya namun biaya harian dan biaya transportasi sangat memberatkannya. Alhamdulllah #SedekahRombongan dipertemukan dengan bapak Sutardi, bantuan lanjutan untuk santunan kematian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 721. Innalillahi wainnailaihi rojiun telah meninggal dunia bapak Sutardi Sugiono pada hari jumat tanggal 10 Juli 2015, kita sudah sama-sama berikhtiar untuk kesembuhan almarhum namun Allah jualah yang menentukan., semoga amal ibadah almarhum semasa hidupnya diterima disisiNYA dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Alm.Pak sutardi menderita Tumor paru-paru

Alm.Pak sutardi menderita Tumor paru-paru


ELIATUL IKHLAS, (12, Tumor Pembuluh Darah), Alamat : kampung Pakojaan RT.2/5, Desa. Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten . Eliatul Ikhlas Anak ke 2 dari 4 bersaudara, putri bapak Umed (44 tahun) dan Ibu Lilis (39 tahun) ini sejak lahir sudah memiliki kelainan. pada sebagian tubuhnya dipenuhi benjolan-benjolan bahkan benjolan itu tumbuh pada bagian dalam mata kanannya, dan juga bibirnya membiru, Bapak Umed yang bekerja sebagai seorang nelayan ini hanya pasrah saja dengan keadaan putrinya, karna keterbatasan biaya yang menjadi kendala, penghasilan pa Umed sebagai nelayan hanya cukup untuk biaya sehari-hari, dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan ini, Eliatul Ikhlas tidak mempunyai kesempatan untuk berobat. Kondisi Elia terus berlanjut saat ia memasuki usia sekolah, bahkan Elia sering demam tinggi, saat demam sebagian tubuhnya akan dipenuhi benjolan, kaki dan tangannyapun sulit digerakkan, pengobatan Elia baru terlaksana saat usia Elia 9 tahun. Pengobatan pertama dilakukan di RSUD Betah Pandeglang Banten. Hasil diagnosa pemeriksaan dokter Elia terdiagnosa Tumor pembuluh darah. Pengobatan lanjutannya Elia dirujuk ke RSCM Jakarta, Pengobatan ke RSCM baru terlaksana 1 tahun kemudian, dengan biaya seadaanya keluarga ini datang ke Jakarta, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan bantuan lanjutan untuk biaya harian sudah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 711. Alhamdulillah kondisi Eliatul Ikhlas stabil pasca operasi keduanya, team dokter yang menanganinya kembali menjadwalkan untuk tindakan embolisasi yang pertama. Saat ini Eliatul Ikhlas sudah siap maju untuk tindakan tersebut namun team dokter belum memanggilnya untuk masuk keruangan rawat inap.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah


IIM NURJANAH (32 Tahun. Kanker Payudara Kanan). Alamat: Kampung Banjarsari RT.5/9 Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Bu Iim tinggal bersama suami dan anak-anaknya  di rumah kontrakan yang kecil dan pengap. Suaminya, Agus Sajidin (29), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Iim tidak menyangka di usianya kini ia harus mengalami derita sakit yang berat. Ia menderita kanker payudara, sementara anaknya yang masih menyusui mendeita hernia. Terenyuh mendengar cerita hidupnya. Ia mengatakan terus-terusan nasibnya seperti ini, padahal mereka orang tidak berpunya. Sekarang, ia dan anaknya harus terus berobat. Bisa dibayangkan kepedihan keluarga mereka terutama saat Bu Iim sakit dan tak bisa menjalankan tugas mulianya mengurus rumah tangga serta ketiga anaknya dengan baik karena harus lebih banyak istirahat. Penyakit kanker yang menyerangnya itu muncul hampir dua tahun yang lalu diawali dengan munculnya benjolan di payudara kanannya. Semakin lama benjolan di payudara sebelah kanannya semakin membesar dan akhirnya pecah disertai nanah dan membusuk. Puting payudaranya kini rusak, padahal ibu ini masih menyusui anak ketiganya. Pada awalnya keluarga tidak memeriksakan Bu Iim ke rumah sakit, karena kuatir masalah biaya. Keluarga dhuafa ini layak dibantu karena penyakit dan risikonya cukup besar jika tidak diobati. Alasan lainnya, tanggungan mereka juga cukup banyak dan anak ketiganya mengalami hernia. Selama didampingi kurir #SedekahRombongan,  ia rutin berobat jalan ke RS Al Ihsan Kab. Bandung dan RSUD Soreang. Alhamdulillah kini bercak di payudaranya sudah kering. Akan tetapi ia masih harus terus kontrol lima minggu sekali. Oleh karena itu, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan kepada Bu Iim. Bantuan ini digunakan  untuk biaya transport ke rumah sakit dan biaya sehari-hari. Sebelum ini bantuan  untuk Bu Iim sudah masuk di Rombongan 678.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juli 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu iim menderita  Kanker Payudara Kanan

Ibu iim menderita Kanker Payudara Kanan

—–
AGUS HIDAYAT (47, Stroke). Alamat: Kampung Cihanjawar RT.3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Agus mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh serangan penyakit stroke yang ia derita. Semenjak sakit, istrinyalah yang mencari nafkah untuk keluarga mereka dengan bekerja sebagai buruh cuci. Selama ini bapak dari dua anak ini berobat di Puskesmas Pasirjambu dan RSUD Soreang dengan fasilitas Jamkesmas. Selain minum obat, Pak Agus, yang dikenal dengan Agus Boncel ini, juga disarankan mengikuti fisioterapi seperti latihan menggerakkan jari-jari tangan, lengan, dan kaki. Pak Agus juga menjalani terapi pijat tradisional yang dirasakannya membantu proses kesembuhan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat mendampingi Pak Agus berobat sampai saat ini. Lebih dari itu, santunan dari sedekaholics #SR pun kembali disampaikan kepada Pak Agus di gubuk pinjaman dari tetangganya itu. Bantuan ini digunakan untuk membeli obat, keperluan sehari-hari, dan transport. Bantuan sebelum ini, administrasinya sudah masuk di Rombongan 706. Pada kunjungan yang terakhir, 12 Juli 2015, kondisinya tampak membaik walaupun ia belum bisa berjalan seperti biasa dan masih harus kontrol berkala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 12 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucanda @hapsarigendhis

Pak agus menderita Stroke

Pak agus menderita Stroke


CUCU SUMIATI (45, Kanker Payudara). Alamat: Kampung Ciseupan RT.5/18 Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bu Cucu tinggal bersama suaminya, Rukman Rohendi (47), dan dua anaknya di rumah kecil dan sederhana. Rumah itu kini tengah ditawarkan untuk dijual. Hal itu mereka lakukan karena suaminya yang berprofesi sebagai buruh bangunan kini hampir tak mampu menghidupi keluarganya dengan layak. Semenjak anak pertamanya, Abdullah Ridwan (22), menjadi korban tabrak lari dan istrinya diketahui mengalami kanker payudara, kondisi ekonomi mereka semakin menurun. Gejala penyakit Bu Cucu dirasakan sejak setahun yang lalu. Berbekal Jamkesmas, ia tak kenal lelah berjuang mengobati penyakitnya. Pada bulan Desember 2014 ia sempat dirawat di RSUD Soreang. Di rumah sakit ini ia menjalani operasi pengangkatan tumor. Ia kontrol rawat jalan di RSUD Soreang dan pada Maret 2015 dirujuk ke RS Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung. Di rumah sakit ini ia menjalani kemoterapi. Selama berobat, Bu Cucu didampingi saudaranya, Bu Imas, kader PKK di Desa Panyocokan. Bu Imas inilah yang menyampaikan kegetiran hidup keluarga Bu Cucu kepada #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Allah Swt mempertemukan #SR dengan mereka. Sampai saat ini ia telah menjalani empat kali kemoterapi dari enam kali kemo yang dijadwalkan. Pada 13 Juli 2015 ia didampingi #SedekahRombongan menjalani kontrol pasca kemoterapi yang ke-4 di RSUD Al Ihsan. Pada 15 Juli 2015 Bu Cucu dianjurkan konsultasi ke RSHS dengan rujukan dari RS Al Ihsan. Karena tahapan pengobatan Bu Cucu masih cukup lama, kembali Titipan Langit dari sedekaholics #SR disampaikan kepadanya. Bantuan yang ia terima di rumah biliknya ini digunakan untuk biaya transport dan biaya sehari-hari selama ia berobat. Bantuan untuk Bu Cucu sebelum ini tercatat administrasinya di Rombongan 699.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu cucu menderita Kanker Payudara

Ibu cucu menderita Kanker Payudara


HERMAWATI BINTI HERMAN (29, Kanker Kolon). Alamat: Kampung Hegarsari RT.1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hermawati dan suaminya, Utep Karna Sutisna (35), tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anak mereka yang masih kecil. Pak Utep yang bekerja sebagai pengojek di terminal Ciwidey, menceritakan, “… Dalam satu tahun ini kesehatan istri saya semakin menurun. Awalnya ada gangguan saat buang air besar dan perutnya terus membengkak, hingga ia tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Kami telah memeriksakannya ke dokter. Menurut dokter, ada gangguan di usus besarnya.” Utep, yang selama ini dikenal sering membantu warga sekitar mengurus orang sakit ini, akhirnya memeriksakan istrinya ke RSUD Al-Ihsan Bale Endah Kabupaten Bandung menggunakan Jamkesmas. Setelah melalui beberapa kali pemeriksaan dan rawat inap, tim dokter menyimpulkan Hermawati menderita kanker usus besar dan harus menjalani operasi serta  kemoterapi. Paska operasi pembuatan lubang di perut untuk buang air besar (kolostomi), kondisi Bu Hermawati semakin membaik. Sampai kini ia rutin menjalani kemoterapi setiap tiga minggu di RS Al Ihsan Baleendah Bandung. Segala puji bagi Allah, pembengkakan di perutnya terus semakin mengecil. Hal ini membuat Bu Hermawati semakin bersemangat untuk terus berobat sampai selesai. Akan tetapi, pada pemeriksaan terakhir di bulan April 2015, dokter yang menanganinya menemukan adanya metastase sel kanker dan merujuknya untuk berobat ke RSHS Bandung. Namun, dugaan adanya penyebaran sel kanker ini alhamdulillah tidak terbukti. Mulai bulan Juni 2015 pengobatannya kembali dirujuk ke RS Al Ihsan. Sebulan sekali –selama dua tahun ke depan– ia harus menjalani kemoterapi. Pada 10 Juli 2015 kondisi Bu Herawati memburuk. Dari perutnya kerap keluar darah melalui kateter yang sampai saat ini terus terpasang. Maka untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Bu Hera, kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya berobat serta kontrol di RSUD Al Ihsan yang mereka terima di rumah kontrakannya. Administrasi laporan bantuan untuk Bu Hermawati sebelum ini masuk di Rombongan 707.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juli 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucu_cuanda @hapsarigendhis

Ibu herma menderita Kanker Kolon

Ibu herma menderita Kanker Kolon


RAYA ANDARA (6 bulan, Penyempitan Usus).  Alamat Jl. Legoso Raya RT.7/1 Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Bayi malang yang biasa dipanggil Raya ini menderita penyempitan usus. Keadaan ini diketahui pada saat Raya dilahirkan di RS Fatmawati pada 10 Desember 2014. Karena gangguan di ususnya itu, Raya tidak bisa buang air besar melalui lubang anusnya. Sebaliknya justru kotoran tersebut keluar dari mulutnya. Dua hari setelah Raya dilahirkan kondisinya semakin memburuk sehingga pada hari ketiga usianya  Raya mendapatkan tindakan berupa pembuatan lubang sementara di perut sebagai saluran pembuangan. Raya dirawat selama 28 hari di RSUP Fatmawati Jakarta. Selama perawatan Raya menggunakan biaya pribadi (umum). Orang tua Raya, Jamaludin (30) dan Siti Aisyah (26) tidak mengetahui informasi terkait aturan BPJS tentang pendaftaran bayi yang masih dalam kandungan. Hal ini yang membuat biaya perawatan Raya membengkak. Pak Jamaludin tidak bisa membayar biaya rumah sakit selama  Raya dirawat sebesar Rp. 62.000.000,-. Penghasilannya sebagai kurir pabrik tidak mampu menutupi biaya pengobatan Raya. Oleh karena itu, pak Jamaludin membuat surat perjanjian untuk mengangsur biaya pengobatan Raya. Banyak usaha yang telah dilakukan oleh pak Jamaludin untuk menutupi biaya rumah sakit Raya. Pak Jamaludin mencari bantuan ke Kementerian Kesehatan, KPAI, bahkan menulis surat untuk Presiden. Allah memanggil #SedekahRombongan untuk turut serta membantu pak Jamaludin. Selain biaya hutang rumah sakit, pak Jamaludin juga harus membeli kebutuhan Raya yang berupa susu dan kantong kolostomi. Bantuan awal pun diberikan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @hapsarigendhis

Raya menderita Penyempitan Usus

Raya menderita Penyempitan Usus


MIZDA MULYADI (26, Pecah pembuluh darah otak). Alamat :  Kontrakan Ibu Debyo Unit IV Gg. Atmorejo No. 64E RT. 5/35, Ngabean kulon, Sinduharjo Ngaglik Sleman, Yogyakarta. Mizda Mulyadi yang saat ini sedang hamil 4,5 bulan mengalami rupture (pecah) pembuluh darah  saat sedang melaksanakan sholat shubuh. Pada saat melakukan sujud Mizda mengalami rasa nyeri kepala yang tidak tertahankan.   Kondisi tersebut membuat  Mizda harus segera dibawa ke rumah sakit untuk  mendapatkan pertolongan segera. Setelah dibawa ke RS Premier Jatinegara, Mizda langsung mendapatkan perawatan khusus di ruang ICU dan harus segera dilakukan tindakan  operasi untuk mengurangi cairan di otak. Alhamdulilah operasi berjalan dengan lancar dan saat ini Mizda sedang menjalani masa pemulihan.  Biaya rumah sakitsampai dengan saat ini yang harus disiapkan berkisar sekitar 150 juta rupiah untuk biaya operasi dan ruang perawatan. Wimar Aditya (27), suami Mizda yang bekerja sebagai camera-person pasrah dengan keadaan  ini. Semangat Mas Wimar serta keluarga besarnya untuk kesembuhan Mizda sangat luar biasa. Doa dan support selalu dilakukan demi kesembuhan sang istri tercinta. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan dapat menyampaikan bantuan awal untuk tambahan biaya  rumah sakit. Semoga  Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 13 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @jawierjawa  @hapsarigendhis

Mizda mengalami Pecah pembuluh darah otak

Mizda mengalami Pecah pembuluh darah otak

SARMIN BIN ALM. SOIKROMO ( 72 Tahun, Hernia ) tinggal di Kayuloko, RT03/2 Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau saat masuk rumah sakit belum mempunyai jaminan kesehatan, sehingga informasi kami terima saat itu sudah membutuhkan biaya pengobatan dan pembayaran rumah sakit dengan biaya umum. Namun, saat ini sudah kita upayakan BPJS sebagai bentuk kepedulian dan alur pendampingan sedekah rombongan untuk penghandelan pasien – pasien yang kita tangani. Dengan kondisi aturan yang semakin dirasa sulit, mengenai waktu klaim dari peserta jaminan kesehatan kami pun harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut. Sarmin mengalami sakit hernia, dan selama kurang lebih dua minggu opname di RSUD Wonogiri. Sarmin adalah warga miskin yang kehidupannya cukup memprihatinkan, untuk kebutuhan sehari – harinya cukup sulit. Saat sakit, tetangga pun membawanya ke rumah sakit. Dan salah satu warga, tetangga beliau, mas Paryono memberikan informasi kepada kami mengenai kondisi tersebut. Saat akan dibawa pulang, biaya untuk proses medis belum terbayarkan. Karena jaminan kesehatan belum ada, mau tidak mau maka kami pun harus membayar melalui biaya umum. Saat ini BPJS sudah kita proses dengan harapan ke depannya dalam pendampingan kontrol agar lebih mendapatkan keringanan biaya. Semoga bantuan ini memberikan semangat hidup bagi beliau. Bantuan untuk biaya selama di rumah sakit dan juga untuk memenuhi kebutuhan pokok pasca operasi.

Bantuan : Rp. 4.050.000,-
Tanggal : 7 Mei 2015
Kurir : @Paryono@Teguh@Mawan

Mbah sarmin menderita Hernia

Mbah sarmin menderita Hernia

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Dwi 750,000
2 Mesiran 1,000,000
3 Ria 1,500,000
4 Margio 500,000
5 Sriyatno 1,000,000
6 Astania 500,000
7 Sinah 500,000
8 Simen 500,000
9 Tukiran 500,000
10 Totim 500,000
11 Majelis wisma santri 5,000,000
12 Turinah 1,000,000
13 Sardo 1,000,000
14 Tukirah 500,000
15 Jasman 1,500,000
16 Satijem 3,264,800
17 Partini 1,600,000
18 Sadiman 1,500,000
19 Tarni 1,320,900
20 Sunarmi 1,000,000
21 M Fajri 500,000
22 Mario 4,000,000
23 Ardiansyah 500,000
24 Alci 500,000
25 M Isra 1,000,000
26 Suwito 1,000,000
27 Pesantren Al Fitroh 3,000,000
28 Siska 2,000,000
29 Jali 500,000
30 Suhayat 500,000
31 Tri Budi 500,000
32 Sutardi 500,000
33 Eliatul 500,000
34 Iim 500,000
35 Agus 500,000
36 Cucu 500,000
37 Hermawati 500,000
38 Raya 500,000
39 Mizda 5,000,000
40 Sarmin 4,050,000
Total 51,485,700

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 51,485,700,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 728 ROMBONGAN

Rp. 26,869,952,838,-