M. FAJRI RAMADHAN (7, Retino Blastoma). Alamat : Jl. Sultan Khairun Rt/Rw : 007/004 Kel. Soa-Sio, Kota Ternate, Maluku Utara.
Adik Fajri mengalami tumor mata sejak pertengahan 2013 berawal dari kecelakaan ketika bermain dan matanya terkena pagar besi yang kemudian membengkak. Pengobatan dilakukan di RS Ternate kemudian di rujuk ke RSWS Makassar. Kemoterapi telah dilakukan sejak 2013 dengan fasilitas Jamkesmas dan BPJS, namun siklus pertama kemoterapi terputus karena Adik Fajri dibawa pulang ke Ternate oleh ayahnya. Adik Fajri adalah anak satu-satunya dari Bpk. M. Arsyad do Mahfud dan ibu Herlywati Botutihe, ibunya telah meninggal dunia sehingga Adik Fajri hanya dibesarkan seorang bapak yg setiap hari narik ojek untuk biaya hidup dan berobat anaknya.
Sejak Oktober 2013 #SedekahRombongan dipertemukan dengan Adik Fajri yang kemudian dalam dampingan #SedekahRombongan diberangkatkan ke Makassar untuk melanjutkan pengobatan pada RSWS pada November 2014 atas rujukan RS Ternate karena Adik Fajri sering terkena malaria dan HB yang sangat rendah, darah terus menerus keluar dr hidungnya.
Saat ini Siklus kemoterapi yang telah berjalan hingga 8 siklus harus terputus dan di vonis dokter harus kembali menjalani siklus yang baru karena setelah 2 bln yang lalu kondisi adik Fajri memburuk, badannya sangat kurus dan matanya bengkak, saat itu siklus kemoterapi yang dijalani terputus karena kondisi yang tidak memungkinkan, pendarahan aktif terus menerus, HB turun dan harus transfusi setiap hari 3 kantong, hal tersebut yang mengakibatkan siklus selanjutnya tidak dapat lagi dilanjutkan. saat kurir #sedekah Rombongan datang ke RS Wahidin Sudirohusodo kondisi Adik Fajri sangat lemah dan semakin kurus, bahkan benjolan di kepala bertambah terus dan bernanah selain matanya yang membengkak semakin besar.
Bantuan diberikan sebesar Rp. 1.000.000,- adalah bantuan ke 9 untuk biaya pembelian obat-obatan yang tdk tercover BPJS dan juga biaya sehari-hari Adik Fajri selama berada di Makassar. Sebelumnya Adik Fajri masuk dalam rombongan 464, 633, 637, 648, 658, 665, 706 dan 709
Keluarga adik Fajri sangat berterima kasih pada bantuan #Sedekah Rombongan yang terus mendampingi dari awal hingga saat ini. Mereka amat bersyukur dengan pertolongan itu dan berharap segera kembali ke Ternate dalam kondisi sehat wal afiat.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1,000,000,-
Kurir : @areefy_dip @Wangi_Kemuning
Tanggal         :  11 Juni 2015

Fajri menderita Retino Blastoma

Fajri menderita Retino Blastoma


ATIFAH MUHIMMAH BINTI HAMKA (5 thn, Spinabifida / sumbing tulang belakang) . Alamat Jalan Poros Makassar-Maros Km 25, lingkungan Sambotara, Kelurahan Bontoa, Kabupaten Maros. Sulawesi Selatan.
Adik Atifah terkena sakit Spinabifida sejak ia lahir di Maros. Saat itu, keluarga berinisiatif membawanya ke dokter di Rumah sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Dokter mendiagnosis bahwa Adik Atifah kekurangan Asam Folat. Dampaknya terjadi Luka di punggung seperti bisul yang mau meletus. Sejak saat itu, keluarga berinisiatif mengobati dengan bantuan obat herbal. Namun, luka di belakangnya tetap tidak bisa sembuh.
Ayah Adik Atifah Hamka (38) adalah seorang Da’i. Ia bekerja memberi penyadaran pada korban rehabilitasi narkoba. Penghasilannya tak menentu. Seringkali hanya mendapat bantuan dari keluarga yang simpati. Tiga orang anaknya yang masih kecil menjadi tanggungan Bapak Hamka. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka. Bantuan pun diberikan untuk meringankan beban keluarga dan pengobatan Adik Atifah.
Bapak Hamka amat senang dengan bantuan #SedekahRombongan. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang dalam. Harapannya para pemberi sedekah tetap dan senantiasa
dalam lindungan dan rahmat Allah. Rencananya, dana yang ada akan digunakan untuk pengobatan adik Atifah dan biaya perawatannya.

Jumlah Bantuan Rp 2.000.000.
Kurir      : @areefy_dip @ismawan_as
Tanggal : 03 Juni 2015

Atidah menderita Spinabifida / sumbing tulang belakang

Atidah menderita Spinabifida / sumbing tulang belakang


MTSR MAKASAR Demi memudahkan dan melanjutkan estafet penggunaan Ambulance MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) guna menjemput dan mengantar jenazah, dhuafa serta orang sakit, baik itu dalam kota maupun diluar kota. Maka dibutuhkanlah sarana untuk memudahkan kurir dalam mengangkut dan melayani pasien dhuafa untuk berobat, sehingga titipan langit tersampaikan tanpa rumit, sulit dan berbelit-belit. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran untuk pembayaran cicilan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Makassar pada bulan Juni 2015.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.600.000,-
Kurir : @areefy_dip  @hasnungsyamsi
Tanggal : 28 Juni 2015

Cicilan MTSR Makasar

Cicilan MTSR Makasar


LAYLI BINTI KUSMANA (23.Kulit menebal dan hitam seluruh tubuh) Alamat di Maccopa, Jl. Poros Makassar-Maros KM.24, Kel, Bontoa, Kec. Mandai, Kab, Maros.
Sebelumnya Ibu Laely tinggal di Purwakarta, Jawa Barat dan pindah ke Maros sekitar 1 bulan yang lalu. Sekitar 1 tahun yang lalu pasien mengalami gatal-gatal dibadan, namun tidak dihiraukan karena dianggapnya gatal-gatal biasa atau alergi, sampai beberapa hari Ibu Layli berinisiatif membeli obat gatal dan alergi diapotik terdekat, namun tidak memberikan perubahan, tetangga menganjurkan untuk mandi di air asin atau di laut tetapi itupun tidak membantu mengatasi gatal yang dirasakan sampai 3 bulan gatal-gatalnya semakin melebar keseluruh tubuh dan mulai memberikan perubahan pada warna kulit, sehingga setiap yang digaruk selalu meninggalkan bekas dan semakin sering digaruk semakin gatal dan berubah warna gelap. 3 bulan berikutnya Ibu Laily sempat ke RS.Holistic Indonesia di Purwakarta untuk konsultasi ke dokter kulit dan dokter menganjurkan untuk dirawat inap, Ibu Laely sempat dirawat di Rumah Sakit tersebut selama 1 bulan dan dokter tidak dapat memberikan solusi yang signifikan, kakak Ibu Laely yang bernama Deni Ramdhani menganjurkan untuk diruqyah dan ternyata memberikan rekasi positif bahwa Ibu Laely terindikasi dengan faktor X, ada gangguan Jin. Suami Ibu Laely yang bernama Abid Abdillah yang bekerja sebagai tenaga medis (perawat) di RS.Holistic mengajak istrinya untuk pindah ke Maros dan terapi Ruqyah dengan rutin. Di Maros sempat dilakukan Ruqyah sebanyak 2 kali dan mulai memberikan perubahan secara perlahan-lahan.
Suami Ibu Laely seorang karyawan swasta di Rumah Sakit Holistic di Purwakrta selama 5 tahun, namun sekarang sudah resign karena mau berkarya dikampung halaman Maros, sampai sekarang Pak Abid (30) masih belum bekerja kecuali membantu orang tua dan tinggal menumpang dirumah orang tua.
Ibu Laely hanya seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Yang masih kecil.
Fasilitas selama dia berobat di Purwakarta adalah jaminan kesehatan dari kantor suaminya.
Ibu Laely sangat membutuhkan bantuan SR untuk membantu biaya pengobatan alami selama di Maros dan membantu kebutuhan hidup karena suami masih dalam proses mencari pekerjaan.
Ibu Laely sangat terharu dengan adanya bantuan #SR untuk membantu kebutuhan hidup keluarga khusunya kedua anaknya yang masih membutuhkan susu formula.

Jumlah bantuan:  Rp. 750.000,-
Kurir   : @areefy_dip @ismawan_as @ar_pawaly
Tanggal         : 15 Juni 2015

Laily menderita Kulit menebal dan hitam seluruh tubuh

Laily menderita Kulit menebal dan hitam seluruh tubuh


RIJAL, (72, Komplikasi Jantung). Alamat Dusun Masale, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ustadz Rijal adalah seorang Pembina di Panti Asuhan Darul Barokah. Maros.  Gejala penyakit yang ia derita sudah cukup lama. Komplikasi penyakit jantung, diabetes, paru-paru, hipertensi dan stroke akhir Desember 2014 mulai terasa. Awalnya ia tak mau berobat karena merasa apa yang ia derita tidak apa apa. Tubuhnya makin lemah dan rasa sakit makin sering ia rasakan. Hingga ia kemudian tak mampu menahan rasa sakitnya dan harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Ustadz Rijal terbaring di Rumah Sakit selama tujuh hari, namun saat kondisinya mulai membaik ia memaksa keluar. Pekerjaannya sebagai Pembina panti asuhan tak mampu membayar tagihan rumah sakit yang cukup besar. Dengan terpaksa ia kembali ke Desa dan berobat jalan.
Karena kondisi tubuh yang belum stabil Ustadz Rijal pernah terjatuh di kamar mandi, hingga ia tak sadarkan diri dan membuat keluarganya membawa Ustadz Rijal kembali ke Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan bahwa komplikasi yang dialami ust Rijal sangat berpengaruh pada tubuhnya. Apalagi penyakit jantung yang mengancam jiwanya. Dokter memutuskan bahwa harus dipasangkan cincin di jantungnya agar nyawanya bisa diselamatkan. Untuk melakukan operasi pemasangan cincin butuh biaya besar. Sementara keluarga tak mampu mencari dana untuk biaya operasi tersebut. Meski memiliki kartu BPJS, namun tak mampu mengcover biaya operasi.
Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, anak Ustadz Rijal, Indah mengungkapkan kesedihannya dan penyesalan yang mendalam. Di tengah ayahnya yang membutuhkan pertolongan, mereka tak punya simpanan. Saat ini biaya berobat ust Rijal dibantu oleh tetangga dan sanak keluarga. ini adalah santunan yang ketiga, sebelumnya Ustadz Rijal masuk dalam Rombongan 701 dan 723. Semoga Ustadz Rijal segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat membina anak panti di pondoknya.

Jumlah Bantuan : Rp.5.600.000,- :
Kurir    : @areefy_dip @Hasnung
Tanggal : 25 Juni 2015

Pak rijal menderita Komplikasi Jantung

Pak rijal menderita Komplikasi Jantung


TARMIN BIN ALM. TAMBI ( 68 tahun, Demam Tinggi ). Beliau tinggal di sebuah gubuk di ds.Biting, RT03/1, Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Saat itu informasi tersampaikan mas Pri setelah kami menyampaikan bantuan ke ponorogo. Sekaligus dalam perjalanan pulang, kami lakukan survey ke rumah mbah Tarmin. Beliau saat itu sakit demam tinggi, dan sudah kita lakukan tindakan medis melalui pengecekan kesehatan serta pengobatan di rumah sakit di Slogohimo. Alhamdulillah, saat ini beliau sudah mampu berdiri dan bisa melakukan aktivitasnya sehari – hari. Bantuan pengobatan, sekaligus untuk mencukupi kebutuhan pokok mbah Tarmin. Harapan kami, bisa bermanfaat untuk menunjang kehidupan beliau yang tak mampu, bertahan hidup untuk kemudian hari. Bisa memberikan keringanan dalam menjalani akhir masa tua beliau. Masih banyak warga miskin seperti beliau yang butuh perhatian. Doa – doa dari orang seperti beliau semoga diijabahi, untuk kita semua para sedekaholics serta kurir yang menyampaikan bantuan kepadanya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.956.000,-
Tanggal : 5 Mei 2015
Kurir : @Teguh@Priyanto@Mawan

Pak tarmin menderita Demam Tinggi

Pak tarmin menderita Demam Tinggi


RASMIN ( 68 tahun, Bantuan Tunai ). Beliau tinggal di ds.Sukorejo RT02/4, Kec.Puh Pelem, Wonogiri, Jawa Tengah. Kondisi mbah Rasmin sungguh sangat menyedihkan, usia sudah tua, hidup kurang mampu dan tinggal seorang diri tanpa anak. Kesehariannya mencari rumput untuk ternak kambing yang dimilikinya. Bantuan tetangga pun sering beliau terima, untuk sekedar mencukupi kebutuhan makan agar bertahan hidup. Saat kami melakukan survey ke rumah beliau, sekaligus menyampaikan bantuan untuk nya, beliau sedang duduk di dalam rumahnya. Di sebuah tempat tidur yang ada tumpukan kulit singkong yang sudah kering untuk makan ternak nya. Semoga bantuan ini meringankan beban mbah Rasmin, setidaknya bisa memberikan kebahagiaan tersendiri dengan tercukupinya kebutuhan pokok untuk mendukung kehidupan beliau yang cukup sulit dan tak mampu. Doa dari beliau untuk para sedekaholics, melalui ucapan terimakasihnya yang disampaikan berkali – kali, semoga selalu diberikan kesehatan agar bisa bergerak membantu warga atau orang miskin lainnya. Dan hal seperti ini yang membuat semangat tersendiri bagi kurir dalam menyampaikan amanah kepada warga tak mampu seperti beliau. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2015
Kurir : @Teguh @Mawan

Bantuan tunai

Bantuan tunai


KASINI BIN ALM. KROMO SUTIYO ( 71 Tahun, Bantuan Tunai ). Beliau tinggal di pelosok desa Biting, Kec. Badegan, Kab. Ponorogo, Jawa Timur. Desa ini merupakan tetangga dari desa di purwantoro, wonogiri. Kasidi membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari – hari. Tinggal bersama mbah Painem, sang istri yang merawatnya tiap hari. Karena sering mengalami sakit rheumatik akut yang menyebabkan kondisi kasidi semakin melemah. Karena usia pun cukup tua, mereka kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Terutama kebutuhan makan. Sedekah rombongan, melalui informan yang bernama mas priyanto yaitu warga kismantoro wonogiri, beliau mempunyai rekan yang merupakan tetangga mbah Kasidi. Kemudian survey kita lakukan, dan kita berikan bantuan tunai untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka saat ini. Harapan kami, hal ini bisa sedikit meringankan beban hidup mereka yang semakin berat. Doa – doa mereka bagi kita, para sedekaholics, para kurir dan yang telah membantunya, semoga terkabulkan. Kita selalu diberikan kemudahan dan kesehatan sehingga bisa membantu banyak warga miskin yang membutuhkan bantuan kita. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2015
Kurir : @Teguh@Priyanto@Mawan

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


WARGA NGASEM ( Pengobatan Gratis Warga Miskin ). Sedekah rombongan melakukan kegiatan pengobatan gratis untuk masyarakat di Rt 005/ Rw 007 Dusun Ngasem, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Dusun Ngasem adalah sebuah dusun yang letaknya sangat jauh sekali dengan perkotaan , perjalanan yang sangat menyusahkan melewati tanjakan – tanjakan curam sekitar >7 km untuk menembus lokasi Dusun Ngasem tersebut,  jumlah penduduknya sangat banyak dalam  satu dusun terdapat 16 RT yang rata-rata penduduknya adalah warga jompo dan dhuafa. Warga dusun ini sangat membutuhkan sarana pengobatan bagi warga usia tua. Namun terkendala dengan jarak serta lokasi yang sangat jauh sekali  dengan tempat cek kesehatan atau berobat seperti Puskesmas atau Rumah Sakit, seandainya ada kendaraan motor pun para dhuafa Jompo ini tidak berani naik kendaraan, akhirnya mereka membiarkan semua rasa sakit tersebut. Alhamdulillah kegiatan pengobatan gratis sedekah rombongan ini diikuti oleh kurang lebih 300 orang warga tak mampu. Dan kegiatan berjalan lancar. Warga dusun ngasem sangat senang, dan ucapan terimakasih kepada sedekah rombongan. Doa – doa mereka semoga menjadi kebaikan bagi kita semua, bagi para sedekaholics, bagi para kurir yang selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam menyalurkan dan menyampaikan amanah sedekah tanpa sulit, tanpa rumit dan tanpa berbelit – belit. Semoga, harapan dari masyarakat dusun Ngasem terwujudkan, sedekah rombongan selalu eksis dan semakin banyak warga miskin lainnya yang terbantu. Aamiin.

Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 23 Mei 2015
Kurir : @Lulut@Mawan

Pengobatan Gratis Warga Miskin

Pengobatan Gratis Warga Miskin


NYAI SAYATI (58, Kusta/Lepra). Alamat: Kp. Pulo Sirih RT.1/3, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Bu Nyai, demikian  biasa orang-orang memanggilnya,  pada bulan Januari 2015 menjalani pemeriksaan di RS. Medirossa Cikarang.  Dari pemeriksaan tersebut    disimpulkan ia menderita  penyakit Kusta. Melihat kondisi Bu Nyai, dokter menyarankan  agar  ia dirawat dan dirujuk ke RS. Sitanala Tangerang.  Namun karena kondisi keuangannya yang tidak memungkinkan Bu Nyai lebih memilih rawat jalan,  sehingga pengobatan yang dilakukan menjadi tidak maksimal. Suaminya, Pa Koing (70) hanya seorang pedagang kecil yang pendapatannya hanya cukup untuk makan sehari-hari. Jumlah tanggungan keluarga mereka 4 orang. Besar harapan Bu Nyai untuk kesembuhannya namun terhalang biaya. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan membuatkan Kartu BPJS untuk meringankan biaya perawatan rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @hapsarigendhis

Ibu nyai menderita Kusta/Lepra

Ibu nyai menderita Kusta/Lepra


RAME BINTI MIANG (55, gangguan kelenjar getah bening). Beralamat di Kp. Gandu RT. 5/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sejak 3 bulan terakhir ini Bu Rame menjalani pengobatan di RSUD Bekasi dengan menggunakan fasilitas kartu Jamkesmas. Ia  berobat karena muncul  benjolan di leher sebelah  kanan. Semakin lama  benjolan tersebut makin membesar, sehingga ia harus kontrol 3 kali dalam 1 bulan. Rencananya benjolan di leher Bu Rame akan dioperasi, namun karena kadar Hb-nya rendah untuk sementara ia hanya menjalani pengobatan untuk meningkatkan kadar Hb. Pada hari Rabu, tanggal 1 Juli 2015, ia  kontrol rutin ke RSUD Bekasi di Cibitung. Setiap kali kontrol ke rumah sakit, ia terlihat sangat kesulitan mencari biaya ongkos, karena selama ini ia tinggal bersama anaknya yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan tidak seberapa. Suaminya,  Pak Ambri sudah wafat pada usia 80 tahun,  1 tahun yang lalu. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke rumah sakit. Semoga dapat meringankan kesulitan Bu Rame. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @iidfahrudin @hapsarigendhis

Ibu rame menderita gangguan kelenjar getah bening

Ibu rame menderita gangguan kelenjar getah bening


SANI BINTI DURAHMAN (50, Suspek Kanker Hati). Alamat :  Kp. Serang RT.6/2, Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Bu Santi muncul 1 bulan yang lalu. Awalnya ia merasakan rasa lemah dan rasa tidak enak di perut sebelah kanan. Bu Santi kemudian memeriksakan diri di Puskesmas terdekat dan ternyata ia dirujuk ke rumah sakit karena butuh penanganan lebih lanjut.  Namun  Bu Sani hanya berdiam diri di rumah karena meskipun  memiliki kartu Jamkesmas, ia masih kebingungan untuk biaya tranport ke rumah sakit. Penyakit yang ia alami adalah adanya   benjolan yang mengeras di bagian perut atas, dan diduga merupakan kanker hati. Suami Bu Sani, Pak Wahi (60), hanyalah seorang buruh tani dengan penghasilan  pas-pasan. Selama ini untuk makan sehari-hari saja sulit. Keinginan Bu Sani untuk sembuh sangat besar. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport  ke rumah sakit. Semoga  Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @ahmadfathoni78 @hapsarigendhis

Ibu sani menderita  Suspek Kanker Hati

Ibu sani menderita Suspek Kanker Hati


ABDUL JABAR MAJID (Lahir tanggal 24 Juni 2015, Atresia Ani). Beralamat di  Kp. Bangkong Reang RT.2/1, Desa Wangun Harja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi , Jawa Barat. Sejak lahir di RS. Sentra Medika Cikarang pada hari Rabu, 24 Juni 2015, Abdul sudah mengalami kelainan fisik.  Ia  dilahirkan tanpa memiliki anus (Atresia Ani). Karena tidak ada biaya, Bayi Abdul hanya dirawat sehari  di RS. Sentra Medika Cikarang, kemudian keluarga membawanya pulang. Selama 2 hari di rumah, kondisi Bayi Abdul memburuk, perut buncit dan mengeluarkan  kotoran dari mulut sehingga keluarga membawanya kembali ke IGD  RS. Sentra Medika Cikarang. Bayi Abdul kembali dirawat di ruang perawatan khusus selama 2 hari, namun dokter menyarankan agar dirujuk untuk segera dilakukan operasi pembuatan anus buatan. Atas saran dokter dan persetujuan keluarga akhirnya Bayi Abdul dirujuk ke RS. Mitra Keluarga Cikarang,  dengan menggunakan MTSR Bekasi. Bayi yang sejak lahir tidak memiliki    jaminan kesehatan ini, akhirnya dapat ditangani di RS. Mitra Keluarga dengan biaya umum berkat bantuan teman-teman dari orang tua bayi dan keluarga. Ayah Bayi Abdul bernama Pak Misda Lamsah (35) seorang buruh pabrik, sedangkan ibunya, Banih (26),  ibu rumah tangga. Tim Kurir #SedekahRombongan yang ikut membawa Bayi Abdul menyampaikan titipan sedekaholics #SR untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga  Allah member kemudahan. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @mardisay @untaririri @Alle_recycle @hapsarigendhis

Abdul menderita Atresia Ani

Abdul menderita Atresia Ani


SYARIAH BINTI DANI (22, Susp. Pembengkakan Jantung). Alamat : Kp. Blokang RT.2/13, Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit yang dialami Syariah muncul satu tahun yang lalu. Awalnya Syariah tiba-tiba merasakan sesak nafas sehingga ia  langsung dibawa  ke RSUD Kabupaten Bekasi di Cibitung. Ia sempat menjalani perawatan  selama 2 hari dan kemudian diperbolehkan pulang. Namun, 4 hari kemudian ia mengalami gejala yang sama dan setelah dilakukan pemeriksaan lengkap ia dinyatakan mengalami gangguan jantung.  Syariah kemudian dirujuk ke RS. Harapan Kita Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjut. Saat ini,  Syariah dalam masa kehamilan usia 5 bulan. Ia masih menjalani tahap-tahap pemeriksaan di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Namun karena terlalu sering menjalani pemeriksaan, suami dan orang tua Syariah mengalami kesulitan untuk biaya transport ke rumah  sakit. Untuk  biaya rumah sakit sudah tercover dengan kartu BPJS yang ia miliki. Maklum saja, suaminya, Nedih (33) hanya seorang buruh serabutan, sedangkan ayahnya, Pak Dani (50) hanya seorang buruh tani. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @alle_Recyclle Via Kadus Zae

Syarian menderita  Susp. Pembengkakan Jantung

Syariah menderita Susp. Pembengkakan Jantung


INDRAWAN BIN UJANG (8, Suspek Cerebral Palsy). Alamat : Kp. Katimaha RT.1/5 Desa Karangsetia, Kecamatan  Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Indrawan mengalami kelumpuhan saraf  sejak ia   berusia 3 bulan.  Orangtua  Indrawan  melihat ada kelainan  karena perkembangan fisiknya  lebih lambat dibandingkan bayi seusianya. Orangtuanya kemudian  membawa Indrawan  ke Puskesmas dan RSUD Bekasi  dan  ke RSCM Jakarta. Namun karena ketiadaan biaya, Indrawan  tidak dapat melanjutkan pengobatan. Karena kemiskinannya pula untuk makanpun kesulitan. Menurut nenek Indrawan,  mereka terkadang hanya makan satu kali sehari. Alhasil saat ini, di usianya  8 tahun, Indrawan bukan hanya mengalami  kelumpuhan tangan dan kaki, ia juga mengalami  gizi buruk. Saat ini Indrawan diasuh neneknya, Ramah (60), yang juga seorang janda. Ibu Indrawan sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Dalam kesehariannya untuk memenuhi kebutuhan hidup, Bu Ramah menjadi kuli serabutan. Alhamdulillah,  #SedekahRombongan dipertemukan pada keluarga ini dan menyampaikan bantuan awal untuk membeli kasur, bantal, selimut dan pampers juga kebutuhan sehari-hari mereka. Meski tak mampu berbicara, terlihat dari gerakan tangan dan rona wajah bahagia Indrawan, Seakan berkata, “Ternyata masih ada saudara kami yang peduli..”

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 2 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @romli_iyom @abu_fatan @alle_Recyclle @hapsarigendhis

Indrawam menderita Suspek Cerebral Palsy

Indrawam menderita Suspek Cerebral Palsy


MARIAM HUTABARAT (19, Acute Loss Vision Eye) Alamat:  Jl. Cipamulaan,  RT.2/8 Kampung Reundeuh, Desa Pondok Kaso, Kecamatan Parung Kuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mariam sehari-hari  tinggal bersama  kakaknya.  Riwayat penyakit terjadi awal bulan Juli 2015. Ia  jatuh dan  mengalami benturan di bagian kepala  yang mengakibatkan ia  tidak sadarkan diri. Saat itu Mariam  langsung dibawa ke RSUD Sukabumi, serta mendapatkan perawatan  intensif. Dari hasil pemeriksaan dokter, Mariam mengalami Acute Loss Vision Eye, akibat  benturan  saat jatuh mengenai mata. Artinya  Mariam mengalami  gejala akut penurunan lapang pandang. Kondisi ini terjadi karena cairan bola mata yang harusnya jernih, tertutupi oleh darah yang mengakibatkan aliran cairan bola mata terhambat, sehingga tekanan di dalam  bola matanya meningkat dan apabila tidak ditangani dengan cepat dapat berakibat kebutaan. Saat ini Mariam tinggal bersama kakaknya,  Khairil. Kakak Mariam berprofesi sebagai  seorang  pengajar yang penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah pada hari Minggu, 5 Juli 2015 #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mariam dan menyampaikan santunan yang digunakan untuk mengurus BPJS dan untuk bekal selama pengobatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 5 Juli 2015
Kurir: @ddsyaefudin @deri_darusman @hapsarigendhis

Mariam menderita  Acute Loss Vision Eye

Mariam menderita Acute Loss Vision Eye


HAFID AZIZ (2, Tumor Ginjal) Alamat : Blok Babakan Indah RT.2/9, Desa Kosokandel, Kec. Kosokandel, Majalengka, Jawa Barat. Ayahanda Hafid, Adung (37) sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah harian dan hanya jika ada yang membutuhkan jasanya saja. Ibunya Lina Herlina (37)  kesehariannya sebagai ibu rumah tangga. Mereka memiliki tanggungan 2 anak yang  keduanya sedang diuji oleh Allah SWT. Sang kakak Ana (6), saat ini mengalami gangguan fungsi ginjal  yang membuatnya harus smenjalani rawat jalan selama hidupnya.  Sang adik, Hafid saat ini sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung setelah sebelumnya mendapat surat rujukan dari RSUD  Majalengka. Gejala yang dialami Hafid berawal sejak 6 bulan yang lalu. Mulanya  Hafid merasakan nyeri dan bengkak di testisnya. Ia lalu dibawa berobat ke  RSUD Majalengka dan menjalani operasi pengangkatan testis kiri.  Paska operasi ia mengalami pembengkakan  ginjal dan kemudian di rujuklah ke RSHS. Hafid  dirawat di Ruang Kenanga dan dijadwalkan segera menjalani kemoterapi.  Ser Setelah 4 hari berada di ruang perawatan kondisinya memburuk. Ia kemudian meninggal  , namun Allah memiliki rencana lain untuk dik Hafid 14 jam setelah 4 jam di ruang tindakan. Tubuh Hafid tidak kuat menahan sakit yang di alaminya dan akhirnya kembali ke pangkuan sang Pencipta. #SedekahRombongan sudah mendampingi  Hafid  sejak 1 bulan yang lalu, tinggal bersama-sama  di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung  dan mengantarkan hingga ke tempat peristirahatan  terakhir. Kini biarlah tawamu menjadi kenangan yang indah buat kami.  Selamat jalan Hafid Aziz,  selamat bermain di taman SurgaNya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Alm. Hafid menderita Tumor Ginjal

Alm. Hafid menderita Tumor Ginjal


NENG RAHMAWATI (9, Leukimia). Alamat: Kp. Cibetik Cipageran, RT.5/14, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Bandung, Jawa Barat. Anak dari Bapak Dede Syaefudin (47) dan ibu Ratmini (45) ini sejak 1 tahun yang lalu berjuang melawan ganasnya kanker darah Akut (ALL-HR). Penyakit yang Neng alami   mengharuskan anak periang ini berobat di RS  Hasan Sadikin Bandung hingga saat ini.  Sang ayah, Dede Syaefudin  seorang kepala keluarga yang bekerja sebagai buruh tani yang upah kerjanya hanya Rp. 35.000,- perhari. Tak heran mereka  sangat kesulitan untuk membeli obat yang tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan yaitu Mercaptopurin. Obat ini  harus diminum setiap hari  mulai tanggal 24 Juni 2015 hingga   Juli 2016. Kini  Neng sedang menjalani kemoterapi sesuai tatalaksana  yang direncanakan agar kondisinya pulih lagi. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dapat  bertemu dengan Neng Rahmawati dan keluarganya. Semua ini atas izin Allah SWT.   #SedekahRombongan mengantarkan titipan dari para sedekaholics #SR untuk meringankan beban keluarga ini. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada Neng. Aamiin.

Jumlah Bantuan :  Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Neng menderita Leukimia

Neng menderita Leukimia


II TUNIA (57, Tumor Ginjal Kiri). Alamat: Jl. Industri Dalam RT.9/8 Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Bandung Jawa Barat. Bu Ii Tunia saat ini tinggal bersama 3 anaknya setelah suaminya meninggal dunia. Ia menderita tumor ginjal kiri sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan nyeri dan pegal di pinggang sebelah kiri. Ia memeriksakan diri ke Puskemas dan dirujuk ke RS Salamun Bandung. Setelah diketahui menderita tumor ia dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini bu Ii sedang dalam fase pengobatan tumornya. Hampir setiap hari ia menangis karena bingung untuk bagaimana menafkahi anaknya. Anak yang paling besar hanya bisa membantu semampunya karena sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang masih kecil. Bantuan yang diberikan hanya cukup untuk ibu Tunia saja dan tidak mencukupi biaya kuliah Uni (19), anak bu Ii yang lalin. Sempat Bu Ii putus asa karena sudah tidak mampu menghadapi penyakitnya. Syukur Alhamdulillah #SR dapat bertemu keluarga Bu Ii Tunia, dan setelah dibujuk melanjutkan pengobatan, semangatnya muncul kembali. Ia dimotivasi agar jangan sampai putus pengobatan. Alhamdulillah kini ibu Ii kondisinya membaik setelah pasca operasi penganggatan Batu ginjal pada bulan Juni ini dan telah mulai beraktifitas kembali di rumah dan hanya melanjutkan kontrol rutin 1 bulan sekali di RSHS Bandung. Semoga Allah memberi kesembuhan, Aamiin YRA. Saat ini #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat-obatan paska operasi yang cukup mahal yang tak ter-cover oleh BPJS kesehatan. Ibu Ii Tunia yang sebelumnya masuk pada rombongan 695 bulan April yang lalu .

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 30 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri


ANNISA BINTI WAWAN (3, Hydrochepalus). Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT.2/13, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Annisa, Wawan (29) bekerja sebagai kusir delman; sedangkan ibunya, Isma, hanya ibu rumah tangga. Saat Annisa berusia satu bulan, ia didiagnosis hydrochepalus. Berbekal Jamkesmas waktu itu Annisa sudah menjalani pemasangan selang (vp shunt) dan tiga kali mendapat tindakan operasi. Tetapi, sampai saat ini penyakitnya belum teratasi. Pada akhir tahun 2014 dokter menyarankan Annisa dioperasi kembali. Akan tetapi, orangtuanya merasa belum siap. Apalagi saat itu Annisa tidak terdaftar lagi sebagai peserta Jamkesmas. Masalah biaya rumah sakit menjadi kendala. Sebelumnya Annisa dirawat di RSHS Bandung karena penyakitnya kambuh, kepalanya terus membesar dan diduga mengalami meningitis. Tata laksana  terhadap keadaan Annisa membutuhkan waktu lama dan diperlukan kesiapan moril dan materiil. #SedekahRombongan kemudian mendaftrakan Annisa sebagai peserta BPJS sehingga orangtuanya tidak perlu merasa khawatir akan biaya pengobatan yang sangat mahal. Sampai Januari 2015 Annisa berobat jalan ke RSUD Soreang menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Setelah Annisa memiliki Kartu BPJS, alhamdulillah orang tuanya termotivasi kembali untuk melanjutkan tindakan operasi keempat bagi Annisa. Sayang, operasi belum dilaksanakan karena kondisi Annisa belum stabil. Ia kerap mengalami kejang setiap hari. Bahkan kini kedua matanya tak bisa melihat. Pada 30 Juni 2015 #SR bisa bertemu lagi dengan Annisa dan keluarganya setelah beberapa bulan mereka mengadu nasib di Cirebon. Untuk kesekian kalinya, mereka didampingi kembali mengawali pemeriksaannya ke RSUD Soreang kemudian ke RSHS Banding. Memahami begitu beratnya cobaan yang dialami keluarga miskin ini, kembali bantuan dari sedekaholics #SR disampaikan kepada mereka untuk mengurangi beban hidup dan kegalauan mereka. Bantuan yang mereka terima di rumah saudaranya ini digunakan untuk biaya transportasi ke rumah sakit, membayar iuran BPJS, serta membeli obat (kandistatin) dan biaya keperluan sehari-hari. Bantuan untuk Annisa sebelum ini administrasinya sudah masuk di Rombongan 656.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Annisa menderita Hydrochepalus

Annisa menderita Hydrochepalus


HANI NURHAWATI (34 , Lupus dan Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang, RT.1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Ia juga mencoba terus pasrah walau kini ia ditinggal suaminya yang tak kuat menerima ujian. Karena ketidaknyamanan dan stres, kondisinya semakin memprihatinkan. Ia merasakan nyeri, gatal dan perih hampir di setiap bagian dari tubuhnya. Ia masih harus terus berobat. Untuk meringankan beban Bu Hani, kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk uang transport dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 700.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 7 Juli 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit


FARZANA AHZA HAFIY SYAHMI (8 bulan, Bronkopneumonia). Alamat : Jl. Haji Gamun, RT.5/11 Jatimakmur, Pondok gede, Bekasi. Farzana didiagnosis bronkopneumonia (radang paru-paru). Dokter klinik tempat  Farzana diperiksa mengharuskan ia segera dibawa ke rumah sakit, karena kondisi Farzana sesak nafas disertai diare terus-menerus. Saat dibawa  ke RS Bunda Aliyah, Farzana harus mendapatkan perawatan khusus di ICU dan  mereka diwajibkan membayar deposit karena tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS. Ayah Farzana, Bpk. Reza (30) bekerja  sebagai operator telepon dan ibunya, Hilda (27) seorang ibu rumah tangga biasa. Saat ini mereka dalam kesulitan untuk membayar tagihan biaya rumah sakit. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan santunan lanjutan untuk membayar biaya rumah sakit kembali disampaikan, Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 721.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 2 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @jawierjawa @hapsarigendhis

Farzana menderita Bronkopneumonia

Farzana menderita Bronkopneumonia


ERLI ERLANI DEWI (33, Tumor Rektum) Perum Griya Batu Aji Asri Tahap 5 Blok H2 No 30, Batu Aji, Batam.  Bu Erli biasa dipanggil, beliau bekerja  sebagai ibu rumah tangga yang dikaruniai 6 anak.  Suami bu Erli yaitu Bapak Buyung (44) hanya bekerja bekerja seraputan.  Penyakit bu Erli bermula saat Lebaran tahun lalu 2014, dimulai sakit saat buang air besar dan sakit digunakan untuk duduk, awalnya dikira hanya sakit Ambeyen dan hanya mengkonsumsi obat ambeyen, akan tetapi beberapa bulan tidak kunjung sembuh.  Hingga akhirnya dibawalah kerumah sakit dan dinyatakan oleh dokter bukan sakit ambeyen, melainkan Tumor Rektum.  Dalam kurun kurang lebih 6 bulan sebelum kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Erli, pihak keluarga seudah berkali kali melakukan berbagai cara pengobatan. Operasi perpindahan Anus di RS Embung Fatimah Batam, kemudian Terapi Sinar X untuk Membunuh sel kangker di Rumah sakit Pekanbaru. Hanya bertahan 1 bulan setelah terapi, bu Erli kembali lagi masuk Rumah sakit Embung Fatimah. Pak Buyung (44) suami bu Erli megungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan.  Alhadulillah sudah memiliki BPJS yang sedikit meringankan beban biaya selama di rumah sakit.  Akan tetapi ada beberapa obat yang tidak tercover oleh BPJS.  Dengan kondisi keuangan pak Buyung yang hnya kerja serabutan sekaligus harus memenuhi kebutuhan ke 6 anak nya tentu saja ini sangat berat.  #SedekahRombongan merasakan kesulitan yang dirasakan pak Buyung dan keluarga. Saat santunan pengobatan akan disampaikan oleh Kurir ternyata Allah berkendak lain, Ibu Erli Erlaini Dewi telah berpulang. Kurir tetap sampaikan dana bantuan sebagai Dana Belasungkawa, semoga amal ibadah ibu Erli Allah terima. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal:  11 Juni 2015
Kurir : @herubinyatiman

Ibu erli menderita Tumor Rektum

Ibu erli menderita Tumor Rektum


RAJA SAIPUL (63, Lumpuh Kaki). Alamat: Baran 1, RT.3/3 No. 56, Karimun, Kepulauan Riau. 11 Tahun lalu pak SAIPUL Bekerja serabutan, mulai jasa panjat kelapa, panjat pohon durian sampai jadi kuli bangunan. Suatu hari setelah selesai pak Saipul memanjat pohon kelapa, mendadak tidak bisa mengerakkan anggota badan (kaki) sampai dengan saat ini. Pengobatan sudah sering dijalani dan pernah operasi pemindahan saluran pembuangan air seni memalalui selang. Kondisi pak Saipul lemah tak berdaya, ia tidak dapat bangun dari tempat tidur hingga segala aktifitasnya hanya dapat dilakukannya diatas kasur mulai dari makan sampai buang air menggunakan alat bantu selang. Pengobatan selama ini hanya menggunakan anti biotik yang mereka sanggup beli karena tidak mampu. Ibu Jainah (63, isteri) kini menjadi tulang punggung keluarga, beliau bekerja sebagai tukang pijat keliling. Mereka memiliki 10 anak yang kini tinggal bersama hanya 4 orang, 3 anaknya yang lain sudah menikah dan hidup terpisah diperantauan. Pak Saipul ingin berobat namun tak memiliki biaya, #SedekahRombongan merasakan derita mereka. Bantuan awalpun disampaikan untuk persiapan pak Raja berobat dan dimulai dengan membuat KJN BPJS agar pak Saipul lebih semangat untuk berobat.

Jumlah Bantuan Rp. 1.000.000
Tanggal : 2 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @agushandayani36

Pak Raja menderita Lumpuh Kaki

Pak Raja menderita Lumpuh Kaki

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Fajri 1,000,000
2 Atifah 2,000,000
3 MTSR Makasar 3,600,000
4 Laily 750,000
5 Rijal 5,600,000
6 Tarmin 1,956,000
7 Rasmin 1,000,000
8 Kasini 1,500,000
9 Warga ngasem 3,000,000
10 Nyai Sayati 500,000
11 Rame 500,000
12 Sani 500,000
13 Abdul Jabar 1,000,000
14 Syariah 500,000
15 Indrawan 2,000,000
16 Mariam 1,000,000
17 Hafid 1,000,000
18 Neng Rahma 1,000,000
19 II Tunia 1,000,000
20 Annisa 500,000
21 Hani 500,000
22 Farzana 2,000,000
23 Erli 1,000,000
24 Raja 1,000,000
Total 34,406,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 34,406,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 726 ROMBONGAN

Rp. 26,756,869,538,-