RIKI FEBRIAN alias DEWI (13, Intermediete Sex). Alamat: Desa Karang Nangka RT 2 / RW 5, Kec. Kedung Banteng, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. RIKI,  biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar Sekolah Dasar yang baru lulus, dulunya ia dipanggil dengan DEWI. Iya, Riki yang diketahui memiliki kelamin ganda (Intermediete Sex) tersebut sempat operasi di RSUP Dr Kariadi pertama kali pada tahun 2008. Dia pun rutin kontrol ke RSUP Dr Kariadi karena ada donatur yang membiayai transportasi dan akomodasi, namun setelah uang donatur habis Riki praktis tidak pernah kontrol lagi. Orangtua Riki mulai mengkhawatirkan keadaan Riki karena masih ada dua kali operasi agar alat kelaminnya bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Apalagi Riki mulai tahun ini akan melanjutkan sekolah SMP. Ayah Riki, Isnen (47) dan ibunya, Kitem (42) mengungkapkan  kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat. Pak Isnen dan Bu Kitem mengais rezeki dan menafkahi 6 orang anggota keluarganya hanya dengan penghasilan buruh. Mereka tinggal di rumah sederhana dari bambu (semi permanen). #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan. Semoga Riki segera membaik dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat melanjutkan SMP tanpa harus merasa khawatir.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 24 Juni 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi @olipe_oile @kusumawardani05

Riki mengalami Intermediete Sex

Riki mengalami Intermediete Sex


SRIYATI AHMAD SALIMIN (35, Ca Mammae). Alamat:  Desa Kemranggon RT 01 / RW 4, Kec. Susukan, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. Ibu Sriyati biasa dia dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga dengan dua anak. Selepas lebaran tahun 2014, Ibu Sriyati merasakan puting susu luka makin parah dan tidak sembuh – sembuh. Ketika periksa ke bidan, dirujuk langsung untuk memeriksakan diri ke RSUD. Margono. Dari RSUD. Margono, Ibu Sriyati didiagnosa Ca Mammae (kanker payudara) stadium 4, dan langsung disarankan untuk operasi pengangkatan payudara dan kemoterapi sebanyak enam kali. Kemoterapi sudah dilakukan tiga kali, dan masih ada tiga kali kemoterapi lagi. Suaminya, Bapak Ahmad Salimin (37) bekerja hanya sebagai buruh lepas. Ibu Sriyati pun mengungkapkan  kesedihan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan kecuali mengandalkan BPJS, namun untuk transportasi dan kebutuhan sehari – hari mereka merasakan kekurangan karena suami hanya buruh lepas dan harus menyekolahkan dua anak sekaligus menafkahi enam keluarganya. Semenjak didiagnosa sakit, Bu Sriyati yang terkadang bekerja sebagai buruh bulu mata pun praktis tidak pernah bekerja lagi. Mereka tinggal di rumah mertua. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka,  bantuan awalpun disampaikan. Semoga Ibu Sriyati segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal :  23 Juni 2015
Kurir : @arfanesia via @olipe_oile @kusumawardani05

Ibu sriyati menderita Ca Mammae

Ibu sriyati menderita Ca Mammae


SUWITO BIN TIRTA MENAWI (68 th, Hernia Nukleus Pulposus / Syarat Terjepit Tulang Belakang) yang beralamatkan di Jl. H.M. Bachroen RT.4 RW.1 Kec. Purwokerto Wetan, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Sakit yang dialami Pak Suwito berawal dari musibah terjatuh dari atap suatu bangunan dengan tinggi 3 meter kurang lebih setahun yang lalu. Pak Suwito hanya menjalani terapi pijat dan tidak mendapatkan pengobatan medis apapun. Setelahnya Pak Suwito merasa baik – baik saja, tidak mengalami keluhan apapun. Sekitar 3 minggu yang lalu, Pak Suwito baru mengeluh sakit pada bagian tulang belakang. Kemudian Pak Suwito dirawat di RS Hidayah kurang lebih selama 4 hari atas diagnosa HNP / syaraf terjepit pada tulang belakang. Saat ini Pak Suwito sedang menjalani rawat jalan dengan tetap mendapatkan terapi kontrol yang sudah dijadwalkan oleh dokter. Dalam proses pengobatan, Pak Suwito terbantu dengan adanya fasilitas JAMKESMAS. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh ALLAH SWT dengan pihak keluarga Pak Suwito untuk turut berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekaholics yang dipergunakan untuk membantu biaya selama kontrol dan pembiayaan kebutuhan pengobatan lain yang tidak ditanggung oleh JAMKESMAS. Mohon doanya agar proses pengobatan berjalan lancar dan semoga Pak Suwito segera dikaruniai kesehatan.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2015
Kurir : @arfanesia via @kaaimaa

Pak suwito menderita Hernia Nukleus Pulposus / Syarat Terjepit Tulang Belakang

Pak suwito menderita Hernia Nukleus Pulposus / Syarat Terjepit Tulang Belakang


SUPRIYATIN BINTI MARSINU (46 th, Komplikasi Asma dan Lemah Jantung) yang beralamat di Jl. H.M. Bachroen RT.4 RW.1Kec. Purwokerto Wetan, Kab. Banyumas, Jawa Tengah. Sejak kecil, kurang lebih sekitar kelas 3 SD Ibu Supriyatin sudah mempunyai riwayat penyakit asma. Selama ini Ibu Supriyatin menjalani terapi kontrol rutin setiap bulannya. Karena merasa sehat dan baik – baik saja, 2 bulan terakhir Ibu Supriyatin tidak menjalani kontrol seperti biasanya. Sekitar akhir Juni, asma Ibu Supriyatin kambuh dan kemudian dirawat di RS Hidayah selama 4 hari. Dari keluhan dan hasil pemeriksaan dokter, Ibu Supriyatin juga terdiagnosa lemah jantung. Saat ini Ibu Supriyatin sedang menjalani rawat jalan dengan tetap mendapatkan terapi kontrol yang sudah dijadwalkan oleh dokter. Dalam proses pengobatan Ibu Supriyatin terbantu dengan adanya fasilitas JAMKESMAS. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh ALLAH SWT dengan pihak keluarga Pak Suwito untuk turut berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini. Sedekah anda ini kami sampaikan untuk membantu biaya selama kontrol dan pembiayaan kebutuhan pengobatan lain yang tidak ditanggung oleh JAMKESMAS. Mohon doanya agar proses pengobatan berjalan lancar dan semoga Ibu Supriyatin segera dikaruniai kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2015
Kurir : @arfanesia via @kaaimaa

ibu supriyatin menderita Komplikasi Asma dan Lemah Jantung

ibu supriyatin menderita Komplikasi Asma dan Lemah Jantung


YAYASAN GALUH (Pusat Rehabilitasi Cacat Mental), beralamat di Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT 3/2, kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi. Ketua: Bpk. Suhanda Gendu, 59 tahun, anak dari Gendu Mulatip (Pendiri). Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/Gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan sejak tahun 1980, Diatas Tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini ada sekitar 320an pasien dari Bekasi dan luar kota lainnya, Kebutuhan beras dalam sebulan mencapai 6 Ton + Lauk Pauk yang harus mereka siapkan dibantu relawan sebanyak 45 orang. Mereka adalah orang-orang yang terpilih Tuhan dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang skizofrenia, cacat mentalnya dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 #SedekahRombongan rutin menyampaikan untuk keperluan operasional Yayasan Galuh dan pada santunan inipun #SedekahRombongan menyampaikan 300 potong baju baru untuk persiapan Idul Fitri. Bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 700.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 27 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @jawierjawa

Bantuan untuk Yaysan Galuh Pusat Rehabilitasi Cacat Mental

Bantuan untuk Yaysan Galuh Pusat Rehabilitasi Cacat Mental


ENI NURAENI (20, Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah). Alamat : Kampung Babakan Girang RT.1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak Banten. Eni Nuraeni, anak pertama dari dua bersaudara putri bapak Husen (43) dan ibu Yoyoh (39), sudah empat tahun ini menderita sakit Bells Pallsy (Kelainan pada syaraf wajah), Gejala awal sakitnya di rasakan Eni Nuraeni sejak ia masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP, Eni Nuraeni sering mengalami demam panas tinggi dan nyeri disekitar rahang atau telinga serta kejang-kejang / kejang pada mata, bibir dan hidungnya, rasa sakitnya ini menyerang Eni Nuraeni jika kondisi badan dalam keadaan cape dan lelah, Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolahnya terganggu, pasca lulus dari SMP, Eni Nuraeni tidak bisa meneruskan pendidikannya ke SMU karna sakitnya, Pengobatan sering dilakukan, Bapak Husen yang bekerja sehari-hari menjadi buruh tani terus mengusahakan kesembuhan untuk putri tercintanya ini, namun pasca di rujuk pengobatannya ke RSCM jakarta dari RSUD Adji Darmo Lebak Banten, bapak Husen tidak memiliki biaya lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 713. Kondisi Eni Nuraeni Alhamdulillah stabil team dokter yang menanganinya untuk sementara menunda penjadwalan operasi bedah wajah yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Eni Nuraeni masih harus melakukan tes pemeriksaan ulang dan ctscan kembali. Semoga pengobatannya dilancarkan oleh Allah dan Eni Nuraeni diberikan kesembuhan yang maksimal. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 28 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah


MULYATI ENDANG (52, Kista Ovarium), Alamat ; Kampung Ongkrak RT.3/3, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mulyati Endang, Ibu dua anak istri dari bapak Endang Mulyana (60) sudah lima tahun menderita sakit Kista Ovarium, gejala awal yang dirasakan ibu Mulyati, ada benjolan kecil pada perutnya yang lambat laun benjolan itu membesar, Pengobatan yang dilanjutkan dengan operasi pertama pernah dilakukannya di RSHS Bandung pada tahun 2013, dari hasil operasi itu baru sebagian mengangkat tumornya, tahun 2014, bapak Endang Mulyana yang bekerja sebagai supir angkot ini kembali membawa istrinya menjalani pengobatan lanjutan di RSCM karna tumor yang tumbuh pada perut istrinya tersebut kembali membesar, Berobat dengan fasilitas BPJS meringankaan beban bapak Endang Mulyana dan ibu Mulyati, namun biaya harian dan mahalnya biaya kos disekitar RSCM sangat memberatkannya, apalagi selama istrinya sakit bapak Endang Mulyana sudah tidak bekerja dan praktis tidak memiliki penghasilan lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 715. Ibu Mulyati Endang sementara menunggu panggilan dari team dokter yang menanganinya untuk penjadwalan operasinya, rencananya ibu Mulyati Endang akan melakukan kembali operasi pengangkatan seluruh tumor yang kembali tumbuh di dalam perutnya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Juni 2015
Kurir:  @ddsyaefudin@endangnumik

Ibu Mulyati menderita Kista Ovarium

Ibu Mulyati menderita Kista Ovarium


MAHIRA ASLA FAZILAH (7 bulan, Atresiabillier), Alamat : Jl. Lumba – lumba 2 RT. 1/11 Kelurahan Jati, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Mahira Asla Fazilah sejak lahir sudah menderita sakit Atresiabillier (kondisi bawaan /kongenital di mana terjadi penyumbatan pada tuba (saluran) yang membawa cairan empedu dari hati ke kandung empedu. Atresia bilier terjadi ketika saluran empedu di dalam atau di luar hati tidak berkembang secara normal., gejala awal atau tanda – tanda yang tampak pada Mahira Asla Fazila anak pertama dari bapak Adutta Tri Anugrah (38) dan ibu Mesinah (30) ini kondisi tubuhnya menguning dan disertai kondisi perut yang membuncit. Pengobatan pertama sudah dilakukannya pada puskesmas terdekat, dari puskesmas kemudian dirujuk ke RS Kartika Pulo Mas Jakarta Timur. Saat ini Mahira Asla Fazila sedang menjalani pengobatan rawat inap di RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu pengobatan Mahira namun kondisi rawat jalan yang panjang membuat bapak Adutta Tri Anugrah yang berprofesi sebagai karyawan swasta ini merasa terbebani dengan biaya transportasi selama pengobatan Mahira. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan memahami kesulitan bapak Adutta dan keluarganya. Bantuan awal untuk meringankan biaya transportasi sudah disampaikan semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis

Mahira menderita Atresiabillier

Mahira menderita Atresiabillier


MUHAMMAD FARHAN ( 17, Angiofibroma Nasofaring Juvenille). Alamat:  Kp. Srengseng RT.6/2, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayah Farhan  bernama Pak Alim (45), yang sehari-harinya bekerja serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan ibunya bernama Bu Tenih (40), seorang ibu rumah tangga. Penyakit yang diderita Farhan sudah ia alami  sejak  6 bulan yang  lalu. Gejalanya diawali adanya darah keluar dari mulut. Ia segera memeriksakan keluhan tersebut ke klinik terdekat hingga akhirnya ia dirujuk ke  RS Medirossa Cikarang, RS Sentra Medika Cikarang, RSUD Bekasi Cibitung dan RSCM Jakarta. Farhan sudah beberapa kali  menjalani pemeriksaan di RSCM dan saat ini sedang menunggu jadwal operasi. Kondisi fisiknya saat ini terlihat lemah dan ketika Farhan tidur  serta mendengkur tercium bau yang tidak sedap dari nafasnya. Hal ini membuat keluarga ingin Farhan mendapatkan penanganan secepatnya agar penyakitnya sembuh. Akhirnya 5 hari yang lalu, Farhan menjalani operasi pemasangan selang dan dirawat selama 5 hari di RSCM Jakarta dan hari Selasa, 7 Juli 2015 akan kembali ke RSCM untuk pembukaan selang yang terpasang pada hidungnya. Alhamdulillah, Kurir #SRbergerak kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada Farhan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 702. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi ke RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 Juli 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Farhan menderita Angiofibroma Nasofaring Juvenille

Farhan menderita Angiofibroma Nasofaring Juvenille


OTONG MULAWARMAN (49, Gangguan Tiroid). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT.2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa! Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. Istrinya, Anah R (38) hanya ibu rumah tangga yang tak punya pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarganya. Bersama istri dan anak tunggalnya, Mang Otong menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PJKA, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan Mang Otong semakin berat sejak ia didiagnosis mengalami gangguan kelenjar tiroid pada tahun 2005 yang lalu. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tidak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya sambil menunduk. Berdasarkan penuturannya pula, ia juga pernah mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada tahun 2005 sampai 2006. Hasil ikhtiarnya: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada tahun 2009, ia sempat memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya, namun kembali terhenti karena alasan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Mang Otong, dan bisa membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta menyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata Cicendo Kota Bandung. Pada akhir Juni 2015 ia menjalani kontrol kembali ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Ia masih memerlukan bantuan untuk terus berobat. Alhamdulillah, sedekaholik SR juga terus berempati kepada Mang Otong dan memberinya santunan lanjutan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan biaya sehari-hari. Bantuan #SR sebelumnya untuk Mang Otong administrasinya tercatat di Rombongan 700.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak otong menderita Gangguan Tiroid

Pak otong menderita Gangguan Tiroid

—-
SUHAYAT OYO (28, Tumor pada Telinga), Alamat Kampung Pamatang RT.14/7, Desa Sukacai, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak kecil mengalami memar pada daun telinga kanannya, namun sudah 1 tahun ini, daun telinga kanannya dirasakan sakit dan gatal disertai pembengkakan, Suhayat anak kedua dari tiga bersaudara putra bapak Satiri (61) dan ibu Sarwiyah (56) tidak bisa berbuat banyak untuk mengobati sakitnya, Suhayat sejak sakit sudah tidak bisa bekerja yang sebelumnya ia bekerja menjadi buruh bangunan dengan gaji harian, sementara kedua orang tuanya tergolong dari keluarga miskin dan tidak bisa membantu anaknya berobat. Dibantu warga sekitar, Suhayat bisa menjalani pengobatan hanya sampai RSUD Serang Banten, sejak dirujuk pengobatannya ke RSCM setahun yang lalu, Suhayat tidak bisa melanjutkan pengobatannya karana tidak ada biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Suhayat dan keluarganya, bantuan lanjutan untuk biaya menebus obat yang tidak terjamin Jamkesda dan biaya kos telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 718. Kondisi suhayat Alhamdulillah stabil. Tindakan embolisasi sudah dilakukan dan untuk operasi bedah pada telinganya team dokter sudah menjadwalkan insyaAllah akan dilakukan pada tanggal 10 Juli 2015. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan juga untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Suhayat menderita Tumor pada Telinga

Suhayat menderita Tumor pada Telinga


YULNIDA (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Karees Kulon RT.5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Ibu Yulnida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anaknya dan ibunya yang sudah renta. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh harian lepas untuk menafkahi keluarga.  Beban hidupnya dirasakan semakin berat sejak ia mengalami gagal ginjal kronik 4 tahun yang lalu. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia harus mengatur pola makannya sesuai anjuran dokter dan teratur minum obat. Tidak hanya itu, ia juga harus menjalani hemodialisa 2 kali dalam satu minggu agar kondisi fisiknya tetap stabil. Bu Yulnida berobat menggunakan kartu BPJS PBI Kelas 3. Alhamdulillah, sampai saat ini #SedekahRombongan dapat mendampingi Bu Yulnida berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dari perjalanan penyakitnya, diketahui bahwa pada bulan Juni 2014, Bu Yulnida mendapat tindakan penyedotan untuk mengurangi cairan di bagian perut. Keadaannya sesudah itu ia berangsur membaik. Namun, pada bulan Agustus 2014, bagian kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Bu Yulnida berobat kembali pada bulan September 2014. Saat ini kondisinya stabil meskipun ada keluhan gatal di badannya. Pada awal bulan Januari 2015 kurir SR mendapat informasi dari Bu Yulnida bahwa ia kerap merasakan denyut jantungnya berdetak cepat dan keras. Pada 29 Juni 205  kurir #SedekahRombongan menemuinya di ruangan Hemodialisa RSHS Bandung dan menyampaikan Santuan Lanjutan. Pada kunjungan terakhir tanggal 26 Februari 2015, Bu Yulnida mengutarakan bahwa tim dokter RSHS menganjurkannya berkonsultasi ke Poli Kulit serta tetap kontrol dan menjalani hemodialisa 2 kali seminggu. Pada 30 April 2015 kurir SR mengunjungi Bu Yulnida di RSHS. Pada akhir Juni 2015 ia juga menjalani kontrol rutinnya ke RSHS Bandung. Kondisinya masih stagnan meskipun permasalahan pafa kulitnya sudah teratasi. Karena ikhtiar pengobatan Bu Yulnida masih panjang, kembali #SR menyampaikan Santunan Lanjutan untuk transportasi dan biaya sehari-hari Bu Yulnida selama berobat. MTSR Bandung sempat mengantar-jemputnya ke RSHS Bandung. Bantuan unruk Bu Yulnida ini administrasinya tercatat si Rombongan 701.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Yulinda menderita Gagal Ginjal Kronik

Yulinda menderita Gagal Ginjal Kronik


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (4 Bulan, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT.2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya– ini pada usia delapan hari setelah dilahirkan kemudian diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi akhirnya sampai pada kurir #SR. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini dan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini, administrasinya masuk di Rombongan 711. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Selama bulan Juni 2015 lima kali Shiddiq menjalani pemeriksaan di RSHS Banding sebelum tindakan operasi. Pada 1 dan 2 Juli 2015 ia juga dirujuk ke RS Mata Cicendo Kota Bandung yang hasil pemeriksaannya akan keluar 7 Juli 2015 . Semoga Allah memberi kesembuhan terbaik bagi anak yatim ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 26 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

M Shiddiq menderita Meningokel

M Shiddiq menderita Meningokel


MUHAMMAD ZILDAN (5 bulan, Meningitis), alamat: Karang Tempel Utara, Semarang, Jawa Tengah. Zildan, begitulah biasanya balita lucu itu disapa oleh orang – orang. Sekitar beberapa hari yang lalu, dek zildan mengalami demam disertai dengan batuk- batuk. Kedua orang tuanya pun membawa Zildan untuk berobat ke PUSKESMAS karena menganggap hanya sakit biasa yang menyerang anak balita. Namun setelah mendapat pengobatan, demamnya tidak kunjung turun dan tetap tinggi. Keadaannya pun mulai lemah, hanya bisa terbaring di tempat tidur. Ia sudah tidak bergerak lincah dan girang layaknya anak seumuran dengannya. Akhirnya orang tuanya pun memutuskan untuk membawanya ke RSU Ambarawa, mengingat rumah nenek Zildan di sana. Betapa terkejutnya kedua orang tuanya ketika mengetahui hasil pemeriksaan rumah sakit bahwa Zildan terserang infeksi selaput otak atau meningitis. Ia harus rawat inap dirumah sakit. Ketika kurir SR menemui kedua orang tua Zildan, Sartono (41) dan Siti Rohmanah (36), mereka mengungkapkan perasaan sedih dan kekhawatirannya akan kondisi Zildan yang kini terbaring lemah. Orang tua Zildan sebenarnya merasa sangat keberatan dengan jumlah biaya rumah sakit yang harus dikeluarkan untuk perawatan Zildan, namun disisi lain mereka sangat berharap Zildan sembuh kembali. Maklum saja, Sartono ayah Zildan adalah seorang buruh bangnan, sedangkan ibunya berprofesi sebagai buruh cuci. Dengan penghasilan dari pekerjaan tersebut, keduanya berusaha mencukupi kebutuhan keluarga dengan 3 anak. Tidak cukup namun dicukup – cukupkan, begitulah ujar mereka. Keluarga ini tidak memiliki tabungan kesehatan dan tidak terdaftar BPJS, hanya memiliki kartu sehat yang belum diterima oleh pihak rumah sakit karena programnya belum jelas. Dengan terpaksa, Zildan didaftarkan dengan status pasien umum sehingga biayanya mahal. Sampai saat ini, telah menghabiskan dana sekitar 4,5 juta. Uang itu berasal dari kerabat dan tetangga yang peduli. Setelah mendapat perawatan kondisinya mulai membaik, Sebenarnya Zildan harus masih harus dirawat untuk beberapa hari kedepan, namun kondisi orang tua yang merasa tidak mampu membayar biaya rmah sakit berniat untuk segera membawa Zildan pulang. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga kesehatannya pulih kembali seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 1 April 2015
Kurir: @indrades @youdanok Nur Akhmad

Zildan menderita Meningitis

Zildan menderita Meningitis


RASTIAH BINTI MUARIF (68th, Dhuafa) adalah warga RT.5 RW.5 Kedungrejo Proyonanggan Selatan Kec.Batang Kab. Batang Jawa Tengah. Di usia beliau yang sudah lanjut, Mbah Rastiah mulai menderita berbagai penyakit seperti sesak nafas dan kaki beliau mulai sakit saat berjalan. Beliau saat ini tinggal bersama seorang putrinya yang bekerja sebagai buruh jahit dan mereka hidup dengan keterbatasan ekonomi. Saat ini Mbah Rastiah masih terus menjalani rawat jalan di RSUD Kalisari Batang untuk mengobati sakit beliau. Sedekahmu kami sampaikan untuk membantu biaya berobat Mbah Rastiah dan membantu biaya kebutuhan beliau sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 6 April 2015
Kurir: @indrades Zarkoni

Bantuan tunai

Bantuan tunai


PANTI ASUHAN FAHRUDIN adalah Panti Asuhan Yatim Dhuafa yang beralamat di Kel. Padangsari Kec. Banyumanik Kota Semarang Jawa Tengah. Di panti asuhan ini terdapat 22 anak yatim dhuafa yang tinggal di panti dan berusia sekolah SD-SMP, anak-anak ini juga bersekolah di beberapa sekolah di sekitar panti. Bersama komunitas Pagi Berbagi Semarang, pada tanggal 5 April 2015 kami berkunjung dan mengadakan kegiatan bersama di PA. Fahrudin Banyumanik Semarang. Sedekahmu ini kami sampaikan untuk santunan agar digunakan sebaik-baiknya oleh PA.Fahruddin Banyumanik Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 5 April 2015
Kurir: @indrades @auliarahman04 @colourish_

Bantuan tunai

Bantuan tunai


MADRASAH IBTIDAIYAH DARUSSALAM adalah sebuah sekolah setingkat SD di salah satu daerah terpencil di Kab. Pemalang Jawa Tengah. Tepatnya di Dk. Siranti Ds. Bongas Kec. Watukumpul Kab. Pemalang Jawa Tengah dengan sekitar 3 jam perjalanan dari pusat Kota Pemalang karena daerah ini sangat terpencil. Di sekolah ini terdapat 123 siswa, mereka belajar di ruang kelas sederhana dengan peralatan yang juga secukupnya. Bersama komunitas 1000 Guru, kami berkolaborasi membantu para siswa untuk menyediakan perlengkapan belajar di sekolah ini. Sedekahmu ini kami gunakan untuk membelikan alat tulis untuk 123 siswa di MI Darussalam Watukumpul Pemalang.

Jumlah Bantuan : Rp 2.189.000,-
Tanggal : 23 April 2015
Kurir: @indrades @Abudfurqon

Bantuan perlengkapan sekolah

Bantuan perlengkapan sekolah


SURAHMIN BIN SAWAN (42, Tumor Pipi). Beliau adalah warga Jl. Mangunharjo RT.1 RW.2 Kel. Mangunharjo Kec. Tugu Kota Semarang Jawa Tengah ini sejak 4 tahun terakhir menderita Tumor Pipi yang menggerogoti bagian pipi dan wajah beliau. Pak Surahmin sudah kami dampingi pengobatannya sejak tahun 2012 dan hingga saat ini beliau sudah menjalani banyak tindakan medis seperti kemoterapi, operasi, dan rencananya kali ini akan dilanjutkan dengan program terapi penyinaran di RS. Kariadi Semarang. Pak Surahmin tinggal bersama Bu Darsih (45) memiliki 5 orang anak dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Darsih yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh bangunan karena Pak Surahmin tidak dapat bekerja dan putra putri mereka juga masih kecil. Tim kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya berobat dan akomodasi Pak Surahmin di RS.Kariadi Semarang yang saat ini dalam penyinaran rutin, setelah sebelumnya beliau menjalani kemoterapi.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 18 April 2015
Kurir : @indrades @diahpertiwi1110 Wawan Qomaril

Pak surahim menderita Tumor Pipi

Pak surahim menderita Tumor Pipi


YATI BIN ALM. NISWANTO NAKAM (25th,paru-paru) Alamat : Desa pageraji Rt 06/09 Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Profinsi Jawa Tengah. Almarhum Yati telah berkeluarga dengan suami yang bernama Eka Agus Setyawan (25) telah pergi meninggalkan mereka. Mereka telah dikaruniai 2 anak yaitu Galang Aji Mahardika (5) dan Putri Melit Maharani (3). Almarhum telah menderita penyakit paru sudah berlangsung lama, hanya saja baru 2 bulan terakhir ini sakitnya mulai parah dan di rawat di RSU. Ajibarang selama 2 bulan. Berangsur-angsur keadaan sudah membaik dan diperbolehkan pulang tetapi setelah beberapa hari di rumah penyakitnya Kambuh lagi, karna tidak sempat di bawa ke rumah sakit. Pada tanggal 6 Juli 2015 sdri Yati meninggal dunia. Sehingga kini salah satu anak Almarhum Yati Putri M Maharani (3) diasuh oleh salah seorang saudara yang kebetulan belum punya keturunan dan anak laki- laki Almarhum Galang Aji (5) kini hidup serumah dengan Mbah/ibu Nisem (ibu alrhum Suaminya sudah meninggal 2th yang lalu) dan tinggal dengan 2 orang anak Ibu nisem. Ibu Nisem ini hanya seorang Pembantu rumah tangga dan harus menghidupi mencukupi 3 orang anak. Alhamdulillah kurir #sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan berkesempatan menyampaikan bantuan yang akan digunakan untuk biaya sekolah dan sekedar tambahan untuk kehidupan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 2 juli 2015
Kurir : @arfanesia via Nanang M

Ibu yati menderita penyakit paru

Ibu yati menderita penyakit paru


DEFIKA SUCI AYUNI  (14 Th, MAKULA KORNEA) tinggal di Adiwerna RT 22 RW 05 Kec Adiwerna Kab Tegal, Jawa Tengah. Defika Suci mengalami sakit mata sejak kecil matanya memerah bengkak dan terus mengeluarkan air,selama ini hanya berobat dipuskesmas karna keterbatasan biaya untuk berobat ke rumah sakit. Namun tak ada perubahan, pada bulan Februari 2015 Defika diperiksakan ke RSUD Dr Soeselo Slawi dan didiagnosa oleh dokter spesialis mata dengan Makula Kornea, yang menyebabkan matanya bengkak dan mengeluarkan air mata terus menerus. Dokter menyarankan untuk memeriksakan Defika secara rutin karena dikhawatirkan akan semakin mengganggu penglihatannya. Sehari-hari kegiatan Defika bersekolah dan mengaji ,ibunya bernama Nurhayati (40) seorang janda yang mempunyai 3 orang anak kandung dan 1 orang anak tiri dari pernikahan suaminya terdahulu adalah seorang pekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu setiap harinya. Defika,ibunya dan ke 3 saudaranya masih tinggal satu rumah bersama nenek dan saudara lainnya. Fasilitas kesehatan yang dimiliki adalah jamkesmas. Bantuan dari #SedekahHolics yang kami sampaikan berupa santunan untuk pengobatan rutin ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 Mei 2015
Kurir : @indrades @CunielNiel

Defika menderita MAKULA KORNEA

Defika menderita MAKULA KORNEA


WAREM BINTI TAMAT (71 tahun, Dhuafa) biasa dipanggil Mbah Warem, tinggal di Jl. Wijaya Kusuma RT 2/4 Desa Kabunan Kec. Slawi Kab. Tegal. Mbah Warem merupakan seorang ibu lansia yang hanya tinggal berdua dengan anak tunggalnya yaitu Makrom (36 tahun, Buruh Harian Lepas). Sejak bulan Juli 2014 mbah Warem tidak bisa berjalan kaki karena beliau jatuh (terpeleset) di dalam rumahnya. Memang sebelum musibah itu, mbah Warem sudah menderita asam urat dan hipertensi. Setelah peristiwa jatuh tersebut Mbah Warem tidak langsung dibawa ke RS karena alasan keterbataan biaya sehingga hanya diperiksakan ke bidan desa setempat. Semenjak saat itu, kegiatan sehari-hari Mbah Warem hanya duduk dan tidur di tempat tidurnya yang hanya beralas dipan kayu dan tikar. Setiap harinya, sebelum berangkat bekerja, Makrom harus memandikan ibunya dengan menggendongnya, memakaikan baju, memasak untuk sarapan dan makan siang mbah Warem. Rumah yang ditempati keluarga Mbah Warem-pun adalah hasil dari dana sosial pemerintah setempat yang membangunkan rumah bertembok dan berlantaikan semen. Dulu, mbah Warem mempunyai jamkesmas tetapi sudah tidak berlaku lagi. Bantuan dari SedekahHolics ini disampaikan untuk membiayai keperluan pengobatan dan kebutuhan sehari-hari Mbah Warem.

Tanggal : 10 Mei 2015
Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir : @indrades, @astialfatin

Bantuan tunai

Bantuan tunai


EKA NOVIANTI (17 TAHUN ) – Kanker Tulang atau sering dipanggil Dik Eka adalah putri pertama dari Bapak Imron dan Ibu Lastri , warga dari Kelurahan Panjang Wetan Gang 5 , Rt 5 Rw 5 kota Pekalongan , Jawa Tengah. Keseharian Bapak Imron Buruh serabutan di Tempat Pelelangan ikan Pelabuhan Pekalongan,sedangkan ibu Lastri seorang ibu rumah tangga sesekali membantu membuat kerupuk.Dik Eka pertama kali merasa sakit saat terjatuh pada pelajaran olah raga,keseleo di kaki sebelah kanan, lama kelamaan membesar dan mulai memeriksaan di RS Budi Rahayu Pekalongan, saat itu didiagnosa kanker tulang (osteosarcoma) lalu dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang. Sampai kurang lebih 7 bulan ini sudah menjalani 4 kali kemoterapi dan kontrol.Saat ini keadaan dik Eka mengalami penurunan. Bantuan dari SedekahHolics disampaikan sebagai santunan biaya sehari-hari dan kebutuhan akomodasi kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 18 Mei 2015
Kurir : @indrades @Abudfurqon @zimamarofiq Rudi

Eka menderita Kanker Tulang

Eka menderita Kanker Tulang


BANDIYAH BINTI RASMIN (73, Dhuafa) adalah warga Desa Karangmulyo RT 02 RW 03 Kec. Pegandon Kendal Jawa Tengah. Mbah Bandiyah tinggal di rumah sederhana bersama anaknya Suharti (58, Cacat Kaki) dan cucunya Yulianto (37, Depresi). Keseharian Mbah Bandiyah hanya di atas tempat tidur beralas tikar sederhana. Hal ini karena beliau mengalami kelumpuhan sejak tahun 2002. Awalnya beliau memiliki warung sederhana di teras rumahnya. Ketika sedang beraktifitas seperti biasa, tiba-tiba jatuh dan kedua kakinya tidak bisa digerakkan. Beliau dibawa ke Puskesmas dan sempat di rujuk ke RS Soewondo Kendal. Namun karena keterbatasan biaya, hal itu tidak bisa dilakukan. Berobat alternatif menjadi pilihannya. Sempat bisa berjalan seperti biasa, namun karena kelelahan , kondisi beliau menurun drastis dan sakitnya kambuh lagi. Tekanan darahnya mencapai 210 dan kedua kakinya mengalami kelumpuhan hingga saat ini. Kondisinya semakin memburuk karena cucunya mengalami depresi di tahun 2005. Sang cucu, Yulianto mengalami sakit Infeksi Saluran Kencing dan harus di operasi. Tak kuat mendengar kabar ini, kondisi kejiwaannya terganggu dan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa sebanyak 2x. Kondisi sang anak, Ibu Suharti juga tidak bekerja. Kaki kanannya cacat sejak umur 2 tahun. Cacat kakinya diderita setelah dirinya mendapatkan suntikan imunisasi. Keluarga ini sama sekali tidak memunyai pemasukan. Untuk makan sehari – harinya hanya mengandalkan pemberian tetangganya dan bantuan dari Dinsos setempat. Bantuan dari #SahabatSR diberikan untuk membantu kebutuhan sehari – hari beliau dalam bentuk sembako, kebutuhan rumah, dan bantuan uang tunai.

Jumlah Bantuan : Rp 2.385.000,-
Tanggal        : 15 Mei 2015
Kurir          : @indrades @desiariyanii @syamok @Arifin_yaa @harumnNHS  @colourish_

Bantuan tunai

Bantuan tunai


MANISAH BINTI MUHRIBUT (35, Kanker Payudara) merupakan warga Desa Ngerjo RT 006 RW 001 Kel. Ngerjo Kec. Ringinarum Kendal Jawa Tengah. Ibu dari tiga orang anak ini tinggal bersama orang tuanya yaitu Bapak Muhribut yang bekerja sebagai petani dan ibu Karmi seorang ibu rumah tangga. Bu Manisah adalah penderita Kanker Payudara sejak tahun 2013 saat beliau pulang dari Arab Saudi sebagai TKW. Deteksi awal diketahui saat beliau berobat di RS Soewondo Kendal. Sudah sempat menjalani biopsy tapi akhirnya pengobatannya tidak bisa dilakukan karena diketahui beliau sedang mengandung. Bulan Februari 2014 anak ke tiga nya lahir. Setelah kondisi Ibu Manisah stabil, pengobatan dilanjutkan di RS Tugurejo Semarang dan saat ini kankernya sudah masuk stadium 4. Kemoterapi pertamanya dijalani di bulan Desember 2014 dan sudah menjalani 6x kemo. Dan selanjutnya akan menjalani kemoterapi lanjutan. Untuk berobat beliau menggunakan fasilitas JAMKESMAS dari Pemerintah. Bantuan yang disampaikan untuk membantu akomodasi beliau saat berobat.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal              : 13 Mei 2015
Kurir           : @indrades @desiariyanii @syamok @Arifin_yaa @harumNHS @colourish_

Ibu manisah menderita Kanker Payudara

Ibu manisah menderita Kanker Payudara


AHMAD ARIF SETIAWAN (14, TUMOR TANGAN), tinggal di Desa Gebangkarep RT 002 RW 002 Kelurahan Gebangkarep Kecamatan Sragi Pekalongan Provinsi Jawa Tengah.Tumor yang dialami dik Ahmad muncul sejak dia masih bayi. Awalnya hanya berupa garis garis hitam di tangan kirinya dan orangtua nya pun mengira itu hanyalah bawaan bayi. Namun seiring bertambahnya usia Dik Ahmad, garis garis hitam itu terus berkembang menjadi benjolan dan lama kelamaan semakin membesar. Berbagai upaya pengobatan telah di lakukan mulai dari operasi amputasi hingga pengobatan tradisional. Bukannya mengecil dan sembuh, tumor ini malah semakin membesar dan membuat gerak dik Ahmad menjadi terbatas. Ayah dik Ahmad sehari harinya bekerja sebagai buruh dan Ibunya yang hanya ibu rumah tangga ini memutuskan untuk menghentikan pengobatan karena adanya keterbatasan biaya. Hingga akhirnya di bulan Februari 2015 kami  di pertemukan dengan keluarga dik Ahmad di Pekalongan. Mengingat tindakan medis dik Ahmad sudah tercover oleh Jamkesmas, maka kami Tim Kurir Sedekah Rombongan mencoba membantu biaya operasional selama pengobatan di RSUP Dr. Kariadi  Semarang. Saat ini tindakan pengobatan pun telah di lakukan, yakni di bulan maret 2015 dik Ahmad telah melakukan operasi pertamanya pengangkatan tumor secara bertahap sedikit demi sedikit. Pasca operasi pertama ini membuat kondisi dik Ahmad sedikit menurun dan mengalami pendarahan. Selang beberapa hari setelah kondisinya membaik, dik Ahmad tetap harus rutin kontrol ke RSUP Dr. Kariadi guna medikasi luka (penggantian perban). Di tanggal 20 April 2015 saat kontrol rutin untuk yang kedua kalinya, luka Dik Ahmad pasca operasi semakin melebar, lembab dan membusuk. Lantas pihak Dokter pun menyarankan dik Ahmad untuk segera melakukan operasi kedua pengangkatan tumornya guna mengantisipasi resiko terburuk. Dik Ahmad melakukan operasi kedua di tanggal 28 April 2015, dan Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Saat ini kondisi dik Ahmad sudah membaik, dan seminggu sekali dik Ahmad melakukan kontrol rutin di RSUP Dr. Kariadi Semarang guna pembersihan luka dan penggantian perban. Kami mohon doa dari para #SahabatSR agar pengobatan dik Ahmad diberikan kelancaran dan kemudahan hingga dik Ahmad benar benar sembuh. Santunan sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah dari #SahabatSR kami sampaikan kepada dik Ahmad untuk biaya akomodasi selama berobat di Semarang. Tak lupa Dik Ahmad dan keluarga juga mengucapkan banyak terima kasih atas dampingan dari para kurir Sedekah Rombongan dan santunan dari #SedekahSR selama ini sehingga bisa sangat membantu biaya akomodasi selama pengobatan di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2015
Kurir : @Indrades @diahpertiwi1110 @colourish_

Ahmad menderita TUMOR TANGAN

Ahmad menderita TUMOR TANGAN


SITI MUSIYAM (45, Kanker Ovarium) tinggal di Desa Karangsari, Kec Bojong, Kab Pekalongan. Ibu dari 2 anak ini mengalami kanker ovarium sejak tahun 2014, sudah pernah berobat di RS setempat dan dianjurkan untuk dirujuk ke RS Kariadi untuk tindakan intensif. Massa tumor saat ini semakin membesar dan mengalami perlengketan hebat dengan usus dan ureter sehingga mendesak bagian ginjal kiri sehingga mengalami gangguan saluran kencing. Mengingat kondisi tersebut dokter menyarankan untuk diangkat rahimnya, namun Bu Mus tidak bersedia untuk dioperasi. Maka dari itu saat ini dokter memberi saran untuk kelanjutan medis degan kemoterapi dan tidak bisa ditentukan sampai berapa tahun dan kali lamanya. Saat ini Bu Musiyam hidup dengan 2 anaknya di rumah, suaminya bekerja sebagai tukang batu di Jakarta dan saat ini masih berjuang juga untuk menghidupi keluarganya. Bahkan sampai saat ini Bu Mus masih rutin berangkat dan pulang Pekalongan Semarang untuk menjalani kemoterapi.  Pada akhir bulan April lalu, Bu Mus telah menjalani kemoterapi ke 5.  Setelah menjalani kemoterapi hingga 5 kali, hasilnya massa tumor dalam tubuh Bu Mus sudah semakin mengecil. Tindakan medis selanjutnya Bu Mus telah dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi ke 6 pada awal bulan Juni. Melihat besarnya beban yang di tanggung, maka kurir #sedekahrombongan mencoba membantu beberapa biaya untuk operasional mengingat untuk tindakan medis sudah tercover BPJS. Bantuan dari #sedekaholics ini ditujukan untuk Bu Musiyam dan Keluarga untuk biaya operasional beliau saat kemoterapi ke RS Kariadi.

Jumlah bantuan : Rp 1.000.000,00
Tanggal            : 27 Mei 2015
Kurir                : @indrades @diahpertiwi1110 @shofiaa_yusuf @iddaiddooo

Siti menderita Kanker Ovarium

Siti menderita Kanker Ovarium


JUARIYAH BINTI SUTI MUKTI (43TAHUN, LUMPUH KARENA PENJEPITAN SYARAF TULANG BELAKANG) merupakan istri dari Bapak Heru Setiawan (41). Ibu Juariyah bekerja sebagai guru mengaji untuk anak-anak di Jl.Sadewo VII/40 RT.001/RW.004 Kel.Pendrikan Lor, Semarang Tengah Kota Semarang Jawa Tengah. Dibalik keterbatasannya beliau tulus ikhlas untuk mengajar mengaji dan rela digaji seikhlasnya demi anak-anak. Suaminya hanya seorang tukang pijat yang kadang ada pasien kadang juga tidak. 10 tahun yang lalu ibu Juariyah mengalami kecelakaan tragis, dan setelah dibawa ke rumah sakit dokter memvonis bahwa ibu harus dikursi roda selamanya. Dalam dampingan kurir #SedekahRombongan bu Juariyah sudah berobat ke poli orthopedi RSUP Dr Karyadi Semarang . Bulan Mei ini disarankan untuk MRI, EMG dan Spinometri. Hasil dari pemeriksaan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa Ibu Juariyah menderita kelainan saraf dimana  motor penggerak daru sarafnya tidak berfungsi. Dari Poli Orthopedi Bu Juariyah dirujuk internal ke Poli Saraf agar penanganananya lebih maksimal. Oleh dokter juga dianjurkan untuk fisioterapi 8 kali dan telah terlaksana 2 kali, Bantuan #SedekahHolic digunakan untuk keperluan sehari-hari termasuk transportasi ke rumah sakit.

Tanggal : 28 Mei 2015
Jumlah : Rp 1.000.000,-
Kurir : @indrades @syamok

Ibu juariyah menderita lumpuh karena penjepitan syaraf tulang belakang

Ibu juariyah menderita lumpuh karena penjepitan syaraf tulang belakang


SUDI BIN KASDI (45, Tumor Kepala) adalah warga Sidorejo Tengah RT/RW 005/004 Balong Kembang Jepara. Beliau tinggal bersama istrinya, Bu Marsulin yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan dua orang anaknya. Sakit Pak Sudi berawal di tahun 2004 atau sekitar 11 tahun yang lalu. Benjolan kecil tumbuh di kepala bagian belakang. Tak berapa lama benjolan tersebut membesar. Operasi pertama kali dilakukan di tahun 2013 di RS Kelet, Jepara.  Setelah operasi, beliau hanya kontrol perawatan luka. Benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Sempat berobat alternative, namun bukan kesembuhan yang diperoleh justru benjolan semakin membesar. Hingga akhirnya beliau menjalani operasi ke-2 di Bulan April 2014 di RS Kartini.  Tak berhenti sampai disitu, benjolan kembali tumbuh dan terus membesar. Tujuh bulan setelah operasi, pak Sudi harus menjalani operasi yang ke-3 di RS Kariadi Semarang di bulan November  2014. Setelah evaluasi pasca operasi, diputuskan dari tim dokter untuk melanjutkan kemoterapi. Saat ini Pak Sudi telah menjalani kemoterapi yang pertama. Selanjutnya, beliau menjalani kontrol dan program kemoterapi lanjutan. Bantuan yang diberikan ini ditujukan untuk membantu akomodasi pengobatan Pak Sudi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.500.000,-
Tanggal              : 28 Mei 2015
Kurir                   : @indrades @DiahPertiwi1110 @desiariyanii

Pak sudi menderita Tumor Kepala

Pak sudi menderita Tumor Kepala


MUHAMMAD RIZQI (1th, Tumor Hati) merupakan putra dari Bapak Nur Wasis (44) dan Ibu Istilah (40). Mereka bertempat tinggal  di Capgawen Utara Rt 001/ Rw 003 dusun Kedungmuni Timur Kecamatan Kedungmuni, Pekalongan Jawa Tengah. Pada usia enam bulan Muhammad Rizqi sering mengalami panas dalam jangka waktu yang lama, ketika orang tua nya memeriksakan ke puskesmas setempat, dokter yg menangani Muhammad Rizqi mengatakan bahwa tidak ada penyakit yang perlu di khawatirkan karena hanya sakit panas biasa. Orang tua Muhammad Rizqi belum bisa tenang karena sakit panas yang hampir 3 bulan tidak kunjung sembuh dan perut anaknya semakin membesar, karena itulah Muhammad Rizqi di bawa ke RS. Keraton Pekalongan oleh orang tua nya. Setelah dilakukan beberapa tindakan medis, akhir nya diketahui bahwa Muhammad Rizqi menderita Tumor Hati. Saat itu usianya 11 bulan dan harus segera di rujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapat tindakan selanjutnya, namun akibat kekurangan biaya proses pengobatan menjadi terhambat. Orang tua Muhammad Rizqi yang hanya bekerja sebagai buruh tidak mampu membawa Muhammad Rizqi untuk berobat ke RSUP Dr. Kariadi. Alhamdulillah #Sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Nur Wasis dan ikut membantu meringankan bebannya. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya akomodasi dan biaya transportasi selama di rawat di RSUP Dr. Kariadi

Jumlah : Rp 1.345.000,-
Tanggal : 27 Mei 2015
Kurir : @indrades @desiariyanii @diahpertiwi1110 @harumNHS

Rizqi menderita Tumor Hati

Rizqi menderita Tumor Hati


RUDI DALIMANTORO (57, Tumor Pipi), atau Pak Rudi-biasa beliau dipanggil, merupakan warga Kesesi RT 01 RW 07 Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah sudah mengidap penyakit tumor pipi sejak 10 tahun yang lalu. Pak Rudi yang dulunya pernah bekerja di sebuah proyek bangunan di Jakarta beralih profesi menjadi tukang becak semenjak terkena penyakit tumor pipi. Selama beliau sakit, Pak Rudi tetap berjuang untuk menghidupi 5 anaknya hingga hampir 10 tahun. Pak Rudi bekerja dengan menjadi tukang becak untuk melaksanakan tugas sebagai seorang ayah dan juga kepala keluarga. Pada tahun 2014, Pak Rudi dibantu oleh Tim Sedekah Rombongan. Beliau didampingi oleh anak pertamanya Rendi (33) saat pertama kali di Semarang. Pak Rudi kemudian menjalani operasi pengangkatan tumor pipi pada tahun 2014 dan menjalani perawatan hingga sekarang. Santunan dari #SedekahHolics berikut kami sampaikan untuk biaya akomodasi Pak Rudi selama kontrol di RSUP Kariadi.

Jumlah bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 Mei 2015
Kurir : @indrades @diahpertiwi1110 @zenirofiqoh

Pak rudi menderita Tumor Pipi

Pak rudi menderita Tumor Pipi


TAYIP BIN KROMO KARTO ( 69 tahun, bantuan tunai ) alamat di ds Miricinde, RT03/2, Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Pak Tayip merupakan duda yang hidup miskin, kehidupannya serba sulit. Informasi rekan mengenai beliau kami terima, ketika beliau sedang sakit mendadak karena sesak nafas. Akhirnya, salah satu kurir menuju ke rumahnya yang kondisinya memprihatinkan. Kondisi rumah yang sederhana, dan beliau saat itu tergeletak lemah di tempat tidurnya. Dan dibantu tetangganya, kami berikan bantuan tunai untuk berobat, sisa dari dana tersebut untuk mencukupi kebutuhan makan sehari – hari. Semoga bantuan ini meringankan beban beliau. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2015
Kurir : @Tarjo@Teguh@Mawan

Pak tayib menderita bantuan tunai

Pak tayib menderita bantuan tunai


SILAM (59 tahun, Mucocele disertai Sel Apitik acinic Cell Carcinoma ), Lahir di Pacitan pada tanggal 21 Nopember 1960. Alamat: Rt 08 / Rw 07 Dusun Ngasem, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Ibu Silam  mempunyai suami yang bernama bapak Beni dan di karuniai tiga anak yang semuanya sudah menikah. Suaminya yang hanya petani merasa sangat kebingungan karena melihat  keadaan Istrinya seperti ini dalam satu rumah hanya tinggal berdau dari ketiga anaknya ada yang merantau serta sudah punya rumah sendiri , benjolan yang muncul di bawah telinga kanan ibu Silam ini memang sudah sangat lama sekali sekitar 7 tahun yang lalu mau di bawa kerumah sakit terkendala biaya sehingga dibiarkan sampai saat ini kambuh sakit dan bengkak, setelah bertemu dengan #SR Bergerak Kurir Lulut Pribadi akhirnya kami bawa ke RSUD Kab Pacitan hasilnya dari cek laboratorium dan cek di Prodia bahwa penyakit ini di pastikan ada keganasannya sehingga harus operasi. Ibu silam tiga kali kami bawa ka RSUD Pacitan Guna untuk melakukan pemeriksaan setelah semuanya hasil cek selesai dan tinggal melakukan tindakan operasi ibu Silam tidak mau karena saat tindakan ingin di tunggu semua keluarganya terutama Anak-anaknya yaitu setelah lebaran nanti. Semoga bantuan ini meringankan beban beliau. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2015
Kurir : @Lulut@Mawan

Silam menderita Mucocele disertai Sel Apitik acinic Cell Carcinoma

Silam menderita Mucocele disertai Sel Apitik acinic Cell Carcinoma


DESI WULANSARI BINTI SURADI (14 tahun, Ca Epidermorid ), lahir pada 26 Desember 2001.  Alamat di Rt.01 Rw. 04 Dusun Krajan, Desa Kalikuning, kecamatan Tulakan , kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Putri ketiga dari pasangan bapak Suradi dan ibu Yatun ini terkena penyakit Ca Epidermorid atau benjolan di bawah telinga kiri sejak lahir, keluarga bapak Suradi ini adalah keluarga yang sangat kurang mampu sekali punya rumahpun di bantu sama intansi Pemerintah kab Pacitan, dek Desi sudah tiga kali menjalani proses operasi di RSUD Pacitan namun hasilnya seperti ini setelah di operasi tumbuh lagi. Keluarga bapak Suradi sudah tidak kurang-kurang mengusahakan anaknya seakan sudah menyerah mau dibawa ke rumah sakit yang di luar kota namun terkendala sama biaya. Melihat kondisi keluarga bapak Suradi seperti ini dan kemauan dik Desi untuk sembuh juga tinggi maka #SR Bergerak Kurir Lulut Pribadi memutuskan untuk diperiksa  ke RSUD Pacitan dan setelah menjalani beberapa pemeriksaan di poli Bedah akhirnya dari RSUD Pacitan memutuskan dik Desi di rujuk ke RSDM solo guna untuk menjalani penanganan selanjutnya saat ini dik Desi singgah di RS SR Solo.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2015
Kurir : @Lulut@Mawan

Ibu desi menderita  Ca Epidermorid

Ibu desi menderita Ca Epidermorid


MAKEN BINTI SONO ( 67 tahun, Bantuan Tunai ). Bu Maken menderita sakit gejala  pembesaran leher ( gondok ), beliau seorang janda yang tinggal di Plosorejo, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Di daerah ini banyak masyarakat yang sakit pembengkakan kelenjar gondok. Pemerintah Daerah sebenarnya sudah berupaya untuk menanggulanginya. Tetapi sepertinya ini merupakan hal turun temurun, kekurangan zat yodium menyebabkan kondisi seseorang bisa mengidap sakit gondok. Informasi yang kami terima tentang bu Maken kemudian kami tindak lanjuti dengan memberikan bantuan tunai. Di maksudkan agar beliau bisa membeli kebutuhan hidup sehari – hari. Beliau hidup menjanda cukup lama, dan dalam pemenuhan kebutuhan makan pun sulit. Kondisi demikian yang membuat hati kami tersentuh, beliau berjuang untuk tetap hidup dalam keterbatasannya di usia senja. Semoga bantuan ini meringankan beban beliau di masa tuanya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 4 Mei 2015
Kurir : @Martini@Teguh@Mawan

 Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SIKUN BIN ALM. IRODIKROMO ( 72 Tahun, bantuan tunai ). Tinggal di Kerjolor, Rt03/4, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup kurang mampu, membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari. Saat ini juga sering mengeluh sakit di kaki, akibat pernah jatuh saat beliau mencangkul di kebun. Beliau juga mempunyai hutang sebesar empat ratus dua puluh lima ribu rupiah ke tetangganya, saat bulan yang lalu memeriksakan diri ke puskesmas karena sakit demam. Saat ini, hidup dan tinggal bersama seorang anaknya, bernama mas Larjo ( 43 Tahun ). Mas Larjo juga tidak mempunyai pekerjaan tetap, sudah berkeluarga dan mempunyai dua orang anak yang masih kecil. Kehidupannya pun tidak jauh berbeda dengan ayahnya. Sama – sama hidup dengan keterbatasan dan kekurangan. Saat informasi kami terima, kemudian kami survey dan berikan bantuan tunai. Agar beliau sedikit bisa memenuhi kebutuhan serta meringankan beban hutangnya. Dan bisa mencukupi kebutuhan sementara waktu dalam hal kebutuhan pokok. Mudah – mudahan bantuan ini meringankan beban beliau saat ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

 Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


LAHAMI BIN MANGNGURANGI, (75, Maag Kronis). Alamat: Makkaninong, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Lahami, dimasa mudanya berprofesi sebagai penarik delman, menuntut dia untuk beraktifitas lebih awal dari pukul 03.00 dini hari hingga menjelang siang hari setelah aktifitas pasar sudah mulai berhenti karena sebagian besar pelanggannya adalah para pedagang yang berjualan dipasar. Dari penuturan perjalanan hidupnya, ketidak teraturan sarapan pagi bahkan makan siangpun kadang terlambat waktu itu, menjadi penyebab awal mula munculnya sakit maag. Waktu itu jika sakitnya kambuh, tidak ada penangan medis, hanya sesekali meminum air kelapa muda untuk mengurangi rasa sakitnya, dan itu dilakukan sejak berpuluh- puluh tahun yang lalu. Hingga kini, sakit maagnya semakin parah, hasil terakhir pemeriksaan dokter, sudah masuk kategori maag kronis. Selain sakit maag kronis yang sudah dideritanya sejak ± Sepuluh Tahun (10) yang lalu, beliau juga mengalami pembengkakan pada kedua kakinya sehingga tak bisa lagi beraktifitas terlalu lama diluar rumah.
Untuk kebutuhan hidup sehari- harinya, Lahami hanya berharap pemberian uang dari dua orang anak- anaknya yang semuanya sudah berkeluarga tapi tentunya tidak dalam jumlah yang besar karena profesi mereka hanya sebagai pembajak sawah milik orang lain di kampungnya. Untuk sedikit meringankan beban hidupnya, Lahami hanya terfokus pada salah satu profesi lamanya sebagai penjaga makam tua, dengan penghasilan yang tidak menentu, hanya berharap uluran tangan dari para peziarah yang datang. Saat ini beliau juga tinggal bersama salah seorang cucunya, Anti (22) yang profesi sehari- harinya sebagai buruh tani rumput laut, yang bertugas mengikat bibit pada bentangan tali yang panjangnya sekitar 20 Meter dengan gaji Rp.2000,- per bentangan dan biasanya menyelesaikan hingga 15 bentang setiap harinya. Sesekali memeriksakan kondisi kesehatannya pada Puskesmas terdekat dengan menggunakan kartu penjamin kesehatan Jamkesmas
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya disambut gembira, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan sakitnya. Semoga kondisi kesehatan Lahami semakin membaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Kurir         : @areefy_dip @ismawan_as @muhardin
Tanggal       : 04 Juni 2015

Pak lahami menderita  Maag Kronis

Pak lahami menderita Maag Kronis


BASO DAENG NGAWING, (90, Asma Akut). Alamat: Biangkeke Lama, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Daeng Ngawing, Bapak dua anak dari yang bekerja sebagai penjaga makam ini menderita asma sejak lima tahun lalu. Gejala awal yang ia rasakan yakni sulit bernafas. Sejak saat itu menyangka hanya gangguan pernafasan biasa. Namun, lambat laun ia seringkali kesulitan bernafas. Untuk mengatasi rasa sakit di dadanya, Dg Ngawing berupaya mengkonsumsi obat-obatan herbal. Meskipun sesekali ia ke puskesmas, namun ia tak kunjung sembuh.
Dg Ngawing adalah seorang penjaga makam di desanya. Sejak ia sakit, isterinya, Nasa (86) juga tidak bisa berbuat banyak, hanya berharap uluran tangan dari keluarga yang lain. Anak mereka yang sudah berkeluarga tidak bisa diharapkan memberi bantuan karena kondisi ekonomi yang juga serba kekurangan.
Jika kondisinya lagi membaik, biasanya Dg Ngawing kembali melanjutkan profesinya sebagai penjaga makam. Dari pekerjaannya itu, ia tidak mendapat gaji,  hanya berharap uluran dari para peziarah makam yang berkunjung. Untuk kebutuhan sehari-hari, Dg Ngawing dan istrinya menanam sayuran di sekitaran rumah, jika masa panen tiba, sayuran bisa dijual ke pasar terdekat. Dg Ngawing  Sesekali berobat ke Puskesmas dengan menggunakan Jamkesmas.
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya memberikan bantuan untuk biaya pengobatan penyakit yang ia derita. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Kurir : @areefy_dip @ismawan_as @muhardin
Tanggal       : 04 Mei 2015

Baso daeng menderita Asma Akut

Baso daeng menderita Asma Akut


LIMA BINTI MANJA, (79, Hipertensi). Alamat: Biangkeke, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan. Ibu Lima, panggilan sehari- harinya, tiga tahun terakhir lebih banyak terbaring didalam kamar rumahnya, hasil Diagnosa terakhir dokter ia menderita sakit Hipertensi (tekanan darah tinggi) yang kini sudah mulai terkomplikasi pada penyakit jantung, pusing, sakit kepala, dan leher terasa tegang adalah rasa yang paling sering dikeluhkannya, bahkan terkadang tiba- tiba terjatuh jika sedang berjalan. Upaya penyembuhan selama ini lebih banyak dilakukan dengan cara alami dengan meminum air perasan buah mengkudu, tapi karena rasanya yang menyengat Ibu Lima lebih memilih air perasan mentimun.
Suaminya, Ramang (81) yang berprofesi sebagai pembajak sawah milik orang lain telah meninggal dunia sejak empat (4) tahun yang lalu, sejak itu kebutuhan hidup sehari- harinya lebih banyak bergantung dari cucunya, Raming (28) yang profesi sebagai penggarap sawah orang lain yang saat ini hidup serumah dengannya. Profesi yang lain disela- sela masa panen sawahnya, Raming juga berprofesi sebagai petani rumput laut, dengan keuntungan yang tidak menentu, terkadang sekali panen mendapat Rp.1.000.000,- s/d Rp.1.500.000 sekali panen per 40 Hari, itupun jika lagi mujur, sebab terkadang jika terserang hama, panennya gagal total dan tidak mendapatkan apa- apa. Sementara ketiga (3) orang anaknya kini semuanya sudah berkeluarga, dengan kondisi ekonomi yang sangat pas pasan sebagai petani rumput laut. Untuk meringankan biaya pengobatannya Ibu Lima menggunakan kartu penjamin kesahatan Jamkesmas.
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya disambut gembira, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan sakitnya. Semoga kondisi kesehatan Ibu Lima semakin membaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir         : @areefy_dip @ismawan_as @muhardin
Tanggal       : 04 Mei 2015

Ibu lima menderita Hipertensi

Ibu lima menderita Hipertensi


BASSE BINTI TOJENG, (65, Jantung, Hipertensi dan Buta). Alamat: Kampung Makkaninong, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Basse, sejak tiga (3) tahun yang lalu menderita sakit komplikasi (Jantung, Hipertensi, Maag) dan dua (2) tahun terakhir matanya tiba- tiba tidak bisa melihat, bahkan beberapa bulan yang lalu kembali dilarikan ke Rumah Sakit karena kondisi perutnya yang membesar, tidak bisa BAB hingga harus di rawat inap beberapa hari dalam Rumah Sakit. Saat ini, Basse lebih banyak menghabiskan waktunya terbaring dalam rumah dan dirawat oleh satu satu anak perempuannya, Irma (31). Untuk penanganan penyakit Hipertensi dan Jantungnya lebih banyak mengkonsumsi obat herbal, sementara kebutaan pada matanya belum pernah mendapat penanganan medis secara serius.
Suaminya Kr. Kasau (72) sudah tidak  bisa lagi bekerja, hanya berharap dari uluran tangan dua (2) anaknya yang sudah berkeluarga sebagai buruh tani pembajak sawah milik orang lain dengan penghasilan yang tidak menentu. Untuk tambahan kebutuhan sehari- harinya, hanya bisa berharap banyak dari anaknya gadisnya, Irma. Yang profesi sehari- harinya sebagai buruh tani rumput laut, yang bertugas mengikat bibit pada bentangan tali yang panjangnya sekitar 20 Meter dengan gaji Rp.2000,- per bentangan dan biasanya menyelesaikan hingga 15 bentang setiap harinya. Selama ini Basse berobat dengan menggunakan kartu penjamin kesehatan JamKesMas.
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya memberikan bantuan awal untuk biaya pengobatan dan chek up kondisi terakhir penyakitnya. Semoga segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Kurir      : @areefy_dip @ismawan_as @muhardin
Tanggal       : 04 Mei 2015

Ibu Basse menderita Jantung, Hipertensi dan Buta

Ibu Basse menderita Jantung, Hipertensi dan Buta


SAINANG BINTI NASA, (75, Stroke). Alamat: Biangkeke Lama, Kec. Pa’Jukukang, Kab. Bantaeng – Sulawesi Selatan.
Menderita stroke sejak lima (5) tahun lalu, kondisinya sangat memprihatinkan, terbaring sepanjang hari di rumahnya. Kamar gelap yang berukuran 3 x 3 M tanpa aliran listrik. Pengap dan panas juga sangat terasa dalam rumahnya yang tidak memiliki ventilasi.
Ibu Sainang sudah berupaya berobat ke Rumah Sakit Bantaeng. Namun upaya untuk sembuh terhenti karena kesulitan anggaran. Biasanya ia mendapat kiriman dana dari sanak keluarga. Namun lama kelamaan sudah tidak ada bantuan.
Suaminya, Raba (73) meninggal dunia tiga tahun yang lalu. Sejak sat itu, Ibu Sainang makin tidak terurus. Apalagi memang, ia tak bisa berbuat apa-apa dalam kondisi penyakit Stroke. Saat ini Ibu Sainang tinggal bersama salah seorang cucunya, Iwan (17). Iwan yang bekerja sebagai buruh tani rumput laut membantu kebutuhan ibu Sainang.  Meski pendapatannya kecil, namun masih bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Saat Kurir #SedekahRombongan berkunjung ke rumahnya disambut gembira, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir          : @areefy_dip @ismawan_as @muhardin
Tanggal        : 04 Juni 2015

Ibu sainang menderita Stroke

Ibu sainang menderita Stroke

—-
HAMSYIAH BINTI HAMID, (51, Stroke Ringan). Alamat: Jalan Cakalang 5 No.43  RT2/ RW2, Kel. Totaka, Kec. Ujung Tanah, Kota Makassar – Sulawesi Selatan.
Hamsyiah, menderita sakit Stroke sejak 8 bulan yang lalu, selama sakit belum pernah mendapatkan pengobatan medis secara serius, hanya berobat seadanya di Puskesmas sekitar tempat tinggalnya. Aktifitasnya lebih banyak berdiam diri dalam rumah, hanya berharap bantuan dari salah satu anaknya yang sudah mulai bekerja di salah satu perusahaan retail dengan gaji di bawah UMP.
Suaminya, Thamrin (54) meninggal dunia sejak tiga (3) tahun yang lalu, pekerjaan suami waktu itu hanya penjual buah  sehari- hari dipinggir jalan.  Penghasilan yang tidak menetap, mengharuskan dia harus bekerja lebih keras untuk menafkahi isteri dan empat (4) orang anaknya. Kini, Hamsyiah hanya pasrah menahan rasa sakitnya, tinggal di rumah kontrakan dalam kompleks TNI AL.
Saat ini, tidak hanya berjuang melawan rasa sakitnya, tapi juga berjuang keras untuk mendapatkan tempat tinggal, rencananya dua (2) bulan kedepan akan ada penggusuran yang akan dilakukan oleh TNI AL terhadap 50 KK yang menempati lahan tersebut. Selama ini hanya berobat dengan menggunakan kartu jaminan kesehatan Jamkesmas.
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya disambut gembira oleh seluruh anggota keluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit meringankan biaya pengobatannya, semoga Hamsyiah segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @ismawan_as @munatsir
Tanggal       : 04 Juni 2015

Ibu Hamsiyah menderita Stroke Ringan

Ibu Hamsiyah menderita Stroke Ringan


SYAMSUDDIN DG. NABA, (63, Stroke). Alamat: Jalan Gusung Abadi No.1 RT.1/ RW.1, Kel. Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar – Sulawesi Selatan.
Syam, panggilan sehari- harinya. Menderita sakit sejak lima (5) tahun yang lalu, awalnya dokter hanya memvonis sakit maag, sejak itu aktifitasnya sudah mulai terganggu tidak bisa lagi bekerja secara maksimal, tapi karena tuntutan hidup tidak ada alasan untuk berdiam diri dirumah, aktifitas sehari- harinya tetap dia lakukan hingga suatu hari syam pun tiba- tiba terjatuh dan dinyatakan stroke ringan oleh dokter. Kini, Syam tak bisa lagi menahan rasa sakit yang selama ini ditahannya agar bisa tetap bekerja. Kondisi tangannya yang terus bergetar sangat menyulitkan untuk beraktifas diluar rumah.
Profesinya sebagai penjual bakso keliling dan terkadang nongkrong di depan salah satu Sekolah di sekitar rumahnya tak bisa lagi dia lakukan sejak menderita sakit stroke, tanggung jawab untuk menafkahi empat (4) orang anaknya kini diambil alih oleh isterinya, Nursiah (55) dengan membuka warung gorengan depan rumahnya, sekaligus melanjutkan profesi suami sebagai penjual bakso. Hingga kini Syam masih aktif berobat secara medis maupun herbal, karena penghasilan yang tidak menentu bahkan terkadang tidak cukup untuk makan sehari- hari, Syam harus terpaksa memohon belas kasihkan kepada keluarga yang lain dan salah satu anaknya yang sudah berkeluarga tapi juga dengan kondisi ekonomi yang pas- pasan. Untuk meringankan biaya pengobatannya, Syam baru memiliki kartu jaminan kesehatan BPJS sekitar tiga (3) bulan yang lalu.
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya disambut gembira oleh keluarga, ekspresi kegembiraan Nampak jelas pada raut wajahnya, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit meringankan biaya pengobatannya. Semoga Syam segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir :    @areefy_dip @ismawan_as @munatsir
Tanggal       : 04 Juni 2015

Pak syamsudin menderita Stroke

Pak syamsudin menderita Stroke


SAMING BINTI BILI, (69, Asma). Alamat: Jalan Manunggal 31 RT.7/ RW.1, Kel. Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar – Sulawesi Selatan.
Ibu tanpa anak ini harus berjuang menahan rasa sakit untuk tetap bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Tuntutan hidup sehari- hari mengalahkan rasa sakit pada kedua kakinya, ia tetap memaksakan diri melanjutkan profesi sebagai tukang cuci keliling di sekitar rumahnya, Saming terkadang harus terjatuh jika tak bisa lagi menahan rasa sakit dan lelah setelah seharian bekerja. Selama ini hanya pasrah menahan rasa sakitnya tanpa proses pengobatan secara medis, uang yang dia dapatkan hanya digunakan untuk makan sehari- hari, itupun terkadang tidak cukup.
Profesi Saming sebagai tukang cuci keliling hanya mendapatkan upah Rp.50.000,- per Minggu. Sedangkan suaminya, Lahude’ (73) sehari- harinya berprofesi sebagai penarik becak dengan penghasilan yang tidak menentu. Penghasilan kedua sangatlah tidak cukup untuk mengejar setoran kamar kontrakan Rp.350.000,-  Per Bulan, Pasangan suami isteri yang hingga kini belum dikarunia anak seakan- akan pasrah menunggu sisa hidupnya dalam kamar kontrakan berukuran 3 x 4 M ditengah- tengah pemukiman yang padat. Saming tidak memiliki kartu penjamin kesehatan BPJS, sehingga terkadang dia lebih memilih untuk makan daripada berobat.
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya disambut gembira oleh keduanya, ketika uang diserahkan, rasa gembira tak bisa dia sembunyikan, Saming bersama suaminya sejenak terdiam dan menangis tersedu- sedu, mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan terimah kasih kepada kurir yang telah berkunjung, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit meringankan biaya pengobatannya, semoga Saming segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir :    @areefy_dip @ismawan_as @munatsir
Tanggal       : 04 Juni 2015

Ibu Saming menderita Asma

Ibu Saming menderita Asma


NURMIATI BINTI SUPARDI. (35, Janda Dhuafa) Alamat: Jl. Abdullah Daeng Sirua, Kec. Tello, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Ibu Nur adalah seorang janda sejak satu tahun yang lalu dengan 3 orang anak, sehari-harinya hanya ibu rumah tangga. Mantan suami tidak lagi memberikan nafkah walaupun ketiga anaknya diasuh oleh Ibu Nur, Kadang untuk makan dan kebutuhan hidup sehari-hari. Ibu Nur harus menumpang di rumah saudaranya atau teman dekatnya. Kondisi itulah yang membuat ia stress ditambah tubuhnya yang makin kurus.
Suaminya Fendy (40) amat ringan tangan, sekarang suaminya tinggal di rumah orang tuanya, sementara Ibu Nur tinggal di rumah kos yang sangat sederhana bersama ketiga anaknya. Kadang Ibu Nur tinggal seorang diri jika mantan suaminya mengambil anaknya atau jika dia tidak mampu mengurus anaknya karena sakit,
Jika sakit, Ibu Nur hanya tinggal dirumah dan tidak berobat ke dokter karena tidak ada biaya dan jaminan kesehatan. Ia hanya berharap uluran tangan keluarga dan teman-temannya yang simpati padanya. Ia juga berharap kepada Allah semoga bisa disembuhkan. Santunan yang diberikan untuk digunakan sebagai tambahan biaya hidup bersama tiga anaknya yang masih kecil, membayar sewa kost dan beberapa pinjaman dari tetangga yang belum terbayar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir  : @areefy_dip @ismawan_as @AR_Pawaly
Tanggal : 9 Juni 2015

Nurmiati menderita Janda Dhuafa

Nurmiati menderita Janda Dhuafa


JUMAING (42, LUMPUH SETENGAH BADAN). Alamatnya di dusun Manarang desa Tukamasea kab. Maros, Sulawesi Selatan.
Bapak Jumaing adalah seorang kepala  keluarga  dari 5 anak yang semuanya perempuan. Bapak Jumaing berprofesi sebagai buruh sawah seperti kebanyakan penduduk sekitar di dusunnya. Sekitar 1 tahun yang lalu, tanpa sebab yang jelas bapak Jumaing mengeluh sakit pada daerah tulang belakang, namun ia tak hiraukan. Lama kelamaan, keluhan itu ternyata berlanjut dengan rasa kebas pada kaki. Namun karna keterbataan informasi dan pendidikan, beliau  hanya mengobatinya dengan obat-obatan kampung. Tak disangka inilah wal cobaan itu terjadi. Kebas pada kaki akhirnya berlanjut pada mati rasa perlahan lahan pada salah satu kakinya.
Tak berselang lama, kaki yang satunya pun mulai menunjukkan gejala yang sama. Saat itulah, keluarga memutuskan untuk membawanya ke puskesmas terdekat, namun langsung dirujuk ke RSUD Salewangang Maros. Tindakan pengobatan sempat diberikan, namun setelah 4 hari tidak ada perubahan signifikan, mereka memutuskan pulang untuk dirawat di rumah.
Bapak Jumaing yang berprofesi sebagai buruh tani ini. Pekerjaan sebagai buruh tani membuat keluarga ini hidup dalam kesederhanaan. Menurut kepala dusun manarang, bapak Abdul halim, keluarga ini termasuk dalam keluarga pra sejahtera. Keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan ditambah lagi cobaan yang menimpa bapak Jumaing sebagai seorang kepala keluarga, membuat istri beliau harus mengambil alih tugas mencari nafkah. Olehnya itu, keluarga ini sangat memerlukan bantuan untuk penyembuhan Bapak Jumain
Dana yang diberikan oleh #sedekah rombongan akan mereka pakai untuk biaya berobat.Semoga dengan bantuan tersebut, Bapak Jumaing bisa segera sembuh dari sakitnya.

Jumlah Bantuan :     Rp. 500.000
Kurir           : @areefy_dip @ismawan_as @mursyidah
Tanggal      : Selasa, 9 juni 2015

Pak jumaing menderita Janda Dhuafa

Pak jumaing menderita Janda Dhuafa


ANWAR ABU BAKAR (43, Parkinson ) Beralamat di Jalan Poros Makassar-Maros Km 25 Kel. Bontoa, Kec. Mandai, Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Pak Anwar menderita parkinson jantung dan sesak nafas. Ayah empat anak ini setiap hari bekerja menanam sayuran didepan rumahnya, beliau tidak sanggup lagi untuk bekerja ditempat yang jauh, selain karena kondisi tubuhnya yang lemah, Pak Anwar hanya bisa berdiri selama 5 menit, setelah itu ia harus duduk atau berbaring kembali. Sebelumnya, Pak Anwar pernah berobat ke RS setempat tetapi karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, pengobatan itu berhenti dan tidak berlanjut hingga sekarang. Istri Pak Anwar, Masnawati ( 38) sehari-hari mambantu suami mencari nafkah dengan berjualan makanan ringan di Sekolah Dasar dekat rumahnya guna meringankan sedikit beban keluarga yang semestinya ditanggung oleh suaminya. Bantuan kami salurkan untuk meringankan beban keluarga Pak Anwar. Ini adalah bantuan yang kedua untuk Pak Anwar yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 548. Pak Anwar sangat berterimakasih kepada #sedekahrombongan dan dana yang diberikan menurutnya untuk keperluan membeli beras, membayar hutang dan juga biaya berobat.

Jumlah Bantuan :  Rp. 750.000,-
Kurir :                   @areefy_dip @ismawan_as @usamahasnung
Tanggal :               11-06-2015

Pak anwar menderita Parkinson

Pak anwar menderita Parkinson


MINNE BINTI IMASSERE, (84, Stroke). Alamat: Jalan Pattingalloang RT03/ RW11, Kel. Bonto Kassi, Kec. Galesong Selatan, Kab. Takalar – Sulawesi Selatan.
Daeng Minne, panggilan sehari- harinya menderita Stroke sejak satu tahun yang lalu, waktu itu tiba- tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri, sempat dirawat selama Sembilan (9) hari di Rumah Sakit yang sebelumnya berada di dalam kamar ICU selama 5 hari, seluruh biaya pengobatannya waktu itu ditanggung secara patungan oleh seluruh keluarga. karena usianya yang juga sudah masuk Lansia kini lebih banyak berdiam diri dalam rumah, sesekali hanya berobat di Puskesmas dekat rumahnya.
Daeng Minne hingga kini belum berkeluarga, tidak berpenghasilan, menumpang hidup disalah satu rumah  saudaranya, kebutuhan hidupnya hanya menunggu uluran tangan dari keluarga yang lain, untuk meringankan biaya pengobatannya hanya menggunakan Kartu Warga Miskin karena kartu BPJS yang digunakan sebelumnya sudah Kadaluarsa.
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya disambut gembira, bantuan awalpun disampaikan untuk sedikit meringankan biaya pengobatannya, semoga Daeng Minne segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir      : @areefy_dip @ismawan_as @munatsir
Tanggal       : 04 Juni 2015

Ibu minnie menderita Stroke

Ibu minnie menderita Stroke


NABILA NARA CAMELIA (8th, Gangguan Pendengaran ) Alamat Brengkelan  RT 03 RW 1 Purworejo kecamatan dan Kabupaten Purworejo, dik Nabila anak ke dua dari pasangan Bapak Hendro Awang Darmono (38 tahun) buruh di toko kijing Purworejo dan Ibu Erniwan Susana (39 tahun ) buruh pelayan warung makan .. dik Bila begitu panggilannya pada saat lahir normal namun ketika umur 6 bulan pernah jatuh dari tempat tidur dan sempat panas sampai 3 hari. Dibawa ke bidan terdekat dan diberi obat akhirnya panasnya sembuh namun ada semacam benjolan di belakang telinga.Mulai saat itu bayi Nabila mulai mengalami gangguan pendengaran. Karena ketidaktahuan dan ketidakmampuan dalam ekonomi Dik bila hanya dibiarkan saja. Ketika menginjak umur 2 tahun dik Bila dibawa ke RSUD Sarashusada Purworejo untuk diperiksakan pendengarannya dari  hasil pemeriksaan disarankan untuk diperiksa lebih lanjut di RSUP Sardjito di Jogjakarta. Karena ketidak mampuan dalam ekonomi dik Nabila hanya sempat dibawa satu kali di Sardjito dengan beaya sendiri.Keluarga Pak Hendro tidak punya Jaminan Kesehatan Apa pun. Dengan tes pendengaran yang dilakukan ternyata dik Nabila mengalami gangguan pendengaran (tuli) cukup serius. Tingkat ketulian telinga sebelah kanan sampai 150 satuan dan yang kiri 90 satuan. Untuk mengurangi hal tersebut keluarga Pak Hendro harus menebus obat minimal Rp.150.000 sekali kontrol atau  terapi dan itu tidak hanya sekali harus dilakukan sampe sembuh. Namun karena tidak ada beaya dik Nabila akhirnya dibiarkan saja sampai sekarang.Saat ini dik Nabila sudah masuk sekolah di Sekolah Luar Biasa Muhammadiyah Purworejo. Pernah mendapat alat bantu dengar tapi ternyata kekuatan alatnya masih dibawah dengan tingkat pendengaran dik Nabila sehingga alat tersebut tidak dapat digunakan . Alhamdulillaah pada bulan Februari Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga dik Nabila sehingga dapat menyalurkan sedekahnya dengan memesankan Alat Bantu Dengar (ABD) yang lebih baik sehingga dapat digunakan dik Nabila. Pada akhir bulan mei ABD ini tiba di Indonesia karena pembuatannya di Jerman. Alhamdulillaah pada tanggal 14 Juni 2015 ABD dapat dipasang di telinga dik Nabila. Dengan ABD ini diharapkan dik Nabila dapat mendengar lebih baik riuh rendahnya suara kehidupan di sekelilingnya. Sedekah Rombongan  membantu membelikan ABD.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto
Tanggal : 14 Juni 2015

Nabila menderita Gangguan Pendengaran

Nabila menderita Gangguan Pendengaran


JESI AULIA PUTRI ( 2 Minggu, hidrocepalus) alamat Rt 3 RW 1 desa Mendiro Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Dik Jesi lahir tgl 30 mei 2015 (umur 2 minggu ) anak ke dua dari pasangan  Mugo Triyono umur 35 tahun pekerjaan buruh tani dan  Susilowati umur 27 tahun ibu rumah  tangga. Dik Jesi dideteksi mengalami kelainan hidrocepalus ketika masih dalam kandungan ketika umur kehamilan 7 bulan melalui pemeriksaan USG. Ketika lahir dan umur 2 hari di USG lagi untuk memastikan adanya kelainan tersebut.dari hasil USG dik Jesi diduga mengalami hemiatropi cerebri sinistra. Dan untuk memastikan diagnose tersebut disarankan dilakukan CT scan kepala. Keluarga masih menunggu waktu yang tepat karena jaminan kesehatan yg dibuat belum jadi. Rencanya jika BPJS kesehatannya sudah jadi akan segera melakukan CT scan .Sedekah rombongan memberi santunan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibunya agar ASInya lancar agar  dik Jesi tetap tumbuh sehat

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto
Tanggal : 13 Juni 2015

Jesi menderita hidrocepalus

Jesi menderita hidrocepalus


MOHAMMAD ANWAR ( 26 th , patah tulang) alamat RT 03 RW 02 desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Jawa Tengah anak dari bapak Achmat Sarno 54 tahun wiraswasta pembuat batako, ibu Painah 47 tahun penjual dawet di pasar Grabag. Pada Bulan Juli 2014 saat mudik lebaran , mas Anwar Naik motor dari Jakarta pulang ke Kampung halaman Purworejo. Sebelumnya baru pulang lembur kerja sift pagi malam langsung pulang . Dalam suasana ngantuk dan hujan lebat mas Anwar mengalami kecelakaan tunggal di daerah pantura. Saat itu juga diberi pertolongan pertama dan dilarikan je rumah sakit terdekat. Keluarga akhirnya membawa pulang ke Purworejo dan langsung masuk RSUD Saras Husada Purworejo. Karena hasil rontgen dan pemeriksaan lainnya mas anwar perlu operasi dokter menyarankan dirujuk je RS Ortopedi Soeharso Solo saat itu juga . Karena sesuatu hal mas Anwar tidak jadi di rujuk ke Solo namun malah dibawa pulang je rumah. Di rumah hanya diobati dengan pengobatan tradisional yaitu dipijat dan diolesi minyak urut saja. Saat ini kondisinya hanya bisa berbaring di tempat tidur dan kedua kakinya sulit digerakkan . Mas Anwar punya jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS . Kurir sedekah rombongan memberikan saran kepada keluarga agar meminta rujukan kembali untuk operasi di RSO Soeharso Solo. Alhandulillaah setelah keluarga bermusyawarah akhirnya mas Anwar akan dirujuk ke RSO Soeharso Solo. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk melunasi tunggakan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang belum terbayar dan keperluan lain untuk mas Anwar dan sedejah rombongan akan membantu membawanya ke Solo.Yang sebelumnya masuk dalam rombongan

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto
Tanggal : 27 Mei 2015

Anwar menderita  patah tulang

Anwar menderita patah tulang


ATMO PAWIRO ( 78th,  cancer paru ) Alamat Gebang Wironatan Rt 01 Rw 01 . Istri Ngadirah (70 th) ibu rumah tangga kondisi sakit stroke dengan kelumpuhan tangan sebelah. Pak Atmo pada awalnya batuk- batuk biasa tidak ada keluhan namun sekitar 3 bulan yang lalu Pak Atmo batuk-batuk dan mengeluarkan darah. Pak Atmo memeriksakan batuknya pada dokter praktek swasta di daerah sekitar tempat tinggalnya. Atas saran dokter pak Atmo harur dirontgen dan diperiksakan ke BP4 (Balai pemeriksaan dan Pengobatan Paru-paru ) di Kebumen. Dari hasil rontgen diketahui ada cancer paru dan harus diperiksa lebih lanjut di RSUD Saras Husada. Pak Atmo akhirnya dirujuk ke RSUD Saras Husada dan harus menjalani pemeriksaan PA (Patologi Anatomi ) untuk mengetahui tingkat keganasan kankernya. Pemeriksaan ini harus dilakukan di RSUP Sardjito. Karena tidak ada beaya akhirnya Pak Amat pulang kembali ke rumah dan hanya berobat jalan. Saat ini  Pak Atmo masih sering batuk-batuk dan berobat jalan di RS Palang Biru Kutoarjo dengan menggunakan fasilitas JKN non PBI . Anak pak Atmo 6 orang tinggal di luar kota 4 orang , 2 orang tinggal di desa menunggu pak Atmo.Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk keperluan Pak Atmo dalam berobat jalan di RS terdekat dan persiapan seandainya harus dirujuk kembali ke RS di Jogjakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto @JoMarkijo
Tanggal : 23 Mei 2015

Pak atmo menderita cancer paru

Pak atmo menderita cancer paru


AMAT SALMAN  (61th, Syaraf Kejepit) Alamat Desa Wonoyoso RT 002 RW 001 Kecamatan  Pituruh  Kabupaten Purworejo.Menderita syaraf kejepit sudah tiga tahun yang lalu .Istri Rosidah 53 tahun , Pekerjaan ibu rumah tangga. Pada awalnya pak Amat sebagai penderes air kelapa untuk dibuat gula merah. Saat itu  sedang memanjat pohon kelapa dan jatuh terduduk dari pohon kelapa kira kira dari ketinggian 4 meter pada siang  hari dan hanya diolesi minyak urut namun ketika malam hari  terasa sakit dan langsung dibawa ke RSU Saras Husada. Disana ternyata harus opname setelah dicek ternyata ada penyempitan syaraf dan pengeroposan tulang. Disamping itu pak Salman juga mengalami gangguan saluran pencernaan dan harus dioperasi . saat itu juga pak Salman dioperasi dengan beaya kurang lebih Rp. 35.000.000. Karena tidak punya jaminan kesehatan apa pun akhirnya keluarga Pak Salman harus jual sawah untuk membeayai opname dan operasinya.Selain itu juga mengalami anemia dan harus transfusi darah sdh 7 kali kira kira habis 30 kolf. Pak  Salman sudah  sering keluar masuk rumah sakit. Oleh karena penyakitnya yang komplikasi akhirnya Pak Salman Ikut Asuransi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS bidang Kesehatan .Terakhir kurang lebih 3 bulan yang lalu Pak Salman Opname lagi di Runah Sakit karena adanya gangguan ginjal dan sudah menjalani haemodialisis ( cuci darah) . Saat ini Pak Salman hanya bisa terbaring di tempat tidur dan segala aktifitas pribadinya dilakukan  di tempat tidur , mulai dari makan mandi dan lain sebagainya dengan dibantu oleh istrinya.Anak 3  sudah dewasa semua dan tinggal di luar kota. Ada  satu yang tinggal di desa tetapi tidak satu rumah . sedekah rombongan memberikan bantuan untuk keperluan sehari hari Pak Amat

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto @JoMarkijo
Tanggal : 23 Mei 2015

Pak amat menderita Syaraf Kejepit

Pak amat menderita Syaraf Kejepit


MUAMAR  KHOIRUL AZAM ( 3,5th, Leukemia ) alamat Dukuh Kedung Lumpang RT 002 Rw 001 desa Wonosuko Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Dik Muamar anak pertama  dari bapak Sutamto (33 tahun ) pekerjaan buruh serabutan , ibu Fatimah (23 tahun ) sebagai ibu rumah kurang lebih 2 th yg lalu dik Muamar mengalami Gejala panas demam  berulang – ulang disertai badan lemas lemas timbul bintik merah merah di kulitnya.Setelah dibawa ke bidan terdekat paling 3 hari sembuh kemudian  panas lagi. Karena penyakitnya berulang demikian akhirnya orang tua Muamar memeriksakannya ke dokter spesialis anak di Klinik PKU Muhammadiyah Kutoarjo . Di klinik ini dik Muamar di cek darahnya  ternyata haemoglobinnya rendah hanya, 2.8 mmhg. Dan harus ditransfusi darah . Karena di klinik PKU tidak bisa akhirnya di rujuk ke RSU Saras Husada Purworejo. Di RSU inilah dik muamar ditransfusi hingga hbnya meningkat hingga 9,3 mmhg.  Namun 15 hari kemudian kondisi dik Muamar ngedrop lagi  dan  kontrol lagi di PKU Kutoarjo kemudian dicek di laboratorium prodia ternyata ada sel ganas yaitu kanker darah dan harus di rujuk RSUP Sardjito. Opname 1 minggu di Sardjito utk pelacakan dengan cara pengambilan sumsum tulang belakang. Dari hasil pemeriksaan dik Muamar harus menjalani kemoterapi setiap minggu sekali selama 3 bulan berturut – turut. Saat ini masih menjalani kemoterapi sudah yang ke 42 dari total 111 kemoterapi dengan fasilitas BPJS non PBI ( JKN mandiri) . Sedekah Rombongan sedikit memberikan santunan  untuk keperluan kebutuhan dik Muamar terutama untuk pemenuhan gizinya. Karena kondisi dik Muamar saat ini sudah membaik dan badanya sudah agak gemuk.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto
Tanggal : 21 Mei 2015

Muamar menderita  Leukemia

Muamar menderita Leukemia


SUPARNI (44, gangguan syaraf) suami bernama Rasman (45) bekerja sebagai buruh tani alamat desa Kalikotes RT 1/ RW 2 kec. Pituruh kab. Purworejo, Jawa Tengah. Anaknya bernama Septian Imam Primantoro (21) kuliah sambil kerja sebagai buruh di pabrik otomotif dan Annisa Alfi Rohmah (14 thn) masih SMP. Bu Suparni pada awalnya pernah jatuh di dapur pada tanggal 9 Mei 2009 dan mengalami kesleo kemudian diurut oleh dukun urut dan sembuh . Namun 1 tahun setelah kejadian itu, bu Suparni yang saat itu sedang bekerja sebagai staf honorer di TU salah satu SMP di Pituruh, tiba tiba merasakan kakinya yang mati rasa. Lalu temannya membawa pulang ke rumah, beliau sudah tidak bisa berjalan dan mengalami demam sampai 1 bulan. Keluarga membawanya ke puskesmas, dari situ kemudian dirujuk ke PKU Muhammadyah Purworejo, sampai akhirnya dirujuk lagi ke PKU Muhammadyah Yogyakarta dan dirawat selama 9 hari. Tetapi karena tidak ada tindakan lanjutan dan keluarga takut dengan biaya yang membengkak akhirnya dibawa pulang dan dirawat di rumah hingga sekarang. Kini beliau hanya bisa terbaring di tempat tidur, kedua kakinya sudah tidak bisa digerakkan. Kami memberinya santunan untuk menambah biaya hidup beliau dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto @tyanurulendah @jomarkijo
Tanggal : 16 Mei 2015

Pak Suparno menderita gangguan syaraf

Pak Suparni menderita gangguan syaraf


MISO (60th, syaraf kejepit) desa Kesawen Rt 4 Rw 1. Pituruh Purworejo. istri Sugiarti (50) Pekerjaan sebelum sakit pak Miso adalah buruh bangunan. Anak beliau ada 3, sudah  berkeluarga dan bekerja di Jakarta sebagai buruh bangunan. Pak Miso pada bulan Januari 2015 jatuh di toko saat membeli lampu. Kondisi saat itu beliau pusing dan tiba2 jatuh tergeletak di lantai. Akhirnya keluarga membawa ke puskesmas dan dirujuk ke RSUD Saras Husada Purworejo, beliau dirontgen hasilnya tak ada sesuatu yang bermasalah, dokter mendiagnosis beliau mengalami syaraf kejepit. Karena tidak ada biaya dan terlalu lama di RS beliau pulang dan sekarang menjalani pengobatan rawat jalan dengan fisioterapi. Kini pak Miso dirawat di rumah dan hanya bisa tidur di ranjang, Kami dari Sedekah Rombongan memberinya santunan untuk kebutuhan beliau sehari-hari, pembelian selang kateter.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto @tyanurulendah @jomarkijo
Tanggal : 16 Mei 2015

Pak miso menderita  syaraf kejepit

Pak miso menderita syaraf kejepit


KARTO WIKROMO ( 67th, Stroke ) Alamat RT 3 RW 2 SIWELEWEL Kelurahan Mranti Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo. Mbah Karto sudah lebih lima tahun. Istri BuNikmah 53 tahun menderita lumpuh tangan kanan , Awalnya mbah Bejo seorang pedagang sosis keliling dengan menggunakan sepeda ontel  keliling dari desa ke desa lain namun pada suatu ketika tangannya apernah mengalami kesemutan dan pegal pegal sampai tak terada. Lama kelamaan tangannya lemas tidak berdaya sehingga pernah jatuh dan gerobak sosisnya terbakar karena ketumpahan minyak. Tiga bulan yang lalu mbah Bejo masuk rumah sakit gara gara tekanan darah tinggi 250 mmhg dengan menggunakan fasilitas bpjs mandiri. Opname selama 6 hari akibatnya sekarang kalo berbicara agak repot ( lidahnya menceng) dan jalannya sulit . sementara istrinya mbah Nikmah 53 th mengalami patah tulang lengan kanan sampai sekarang otot tendon bagian atas lepas tidak tersambung sehingga tulang lengan atasnya lepas dan tidak dapat digerakkan sama sekali. Kejadiannya ketika tahun 1988 Mbah Nikmah mengalami kecelakaan lalu lintas. Mbah Nikmah waktu masih agak muda mengendarai sepeda  motor mengalami kecelakaan bertabrakan dengan mobil pick  up dan mbah Nikmah meskipun tangan kanannya tidak dapat digerakkan namun tetap bekerja serabutan sebagai pembantu rumah tangga berangkat pagi pulang petang. Saat ini mereka tinggal di rumah kontrakan ukuran 1 kamar 3x 4 meter dan dapur 2 x 6 m lyang sekaligus sebagai ruang tamu dan kamar tidur mbah Bejo . Rumah kontrakannya masih berupa lantai tanah dan tembok bambu .Mereka tinggal berdua saja karena anak- anaknya sudah berumah tangga dan tinggal di luar kota sebagai buruh swasta. Kurir Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk keperluan hidup sehari hari dan bisa untuk membayar iuran BPJS yang terhutang selama 4 bulan .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto @tyanurulendah @jomarkijo
Tanggal : 15 Mei 2015

Pak karto menderita Stroke

Pak karto menderita Stroke


TIRTO PAMBUDI BRAMAMTYO ( 21 bulan, Hidrocepalus ) alamat  Wonoroto RT 3 RW 1 desa Wonoroto Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dik Tirto anak dari Bapak Paryanto 39 tahun pekerjaan sebagai perangkat desa ibu Nur Hayati 30 tahun sebagai ibu rumah tangga alamat  Wonoroto RT 3 RW 1 desa Wonoroto Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Dik Tirto nama panggilannya menderita hedrocepalus sudah sejak dalam kandungan ketika kehamilan bu Nur Hayati  diperiksakan secara USG. Sejak saat itu bu Nur merasa kuatir akan keselamatan bayi dan dirinya selama kehamilan dan persalinannya nanti. Namun karena beliau rutin periksa dan mematuhi perintah tenaga kesehatan akhirnya kehamilan dan persalinannya bisa berjalan dengan aman meskipun dik Tirto ini harus dilahirkan dengan cara operasi cesar. Dik Tirto pun begitu lahir harus segera dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta demi mendapatkan perawatan intensif. Dan dari hasil perawatan dan pemeriksaan di Sardjito ini dik Tirto harus kontrol setiao 2 minggu sekali . Namun karena keterbatasan beaya dan keadaan ekonomi yang kurang mendukung dik Tirto hanya sempat dikontrolkan 1 kali saja dan selebihnya jika ada keluhan hanya diperiksakan ke bidan terdekat. Keluarga ini tidak mempunyai jaminan kesehatan apa pun sehingga dik Tirto kurang maksimal dalam memperoleh perawatan kesehatannya. Ia hanya seminggu sekali setiap pagi dibawa ke pantai  (diembun-embunke bhs jawane ) untuk mendapat angin segar yang katanya itu juga merupakan salah satu alternatif penyembuhan . Sampai saat ini dik Tirto yang usianya menjelang 2 tahun belum bisa berjalan dan pertumbuhan berat badannya juga kurang optimal . Dia mengalami gizi buruk. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk sekedar membantu membeli obat – obatan yang diperlukan untuk proses penyembuhan dik Tirto.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto
Tanggal : 13 Mei 2015

Tirto menderita Hidrocepalus

Tirto menderita Hidrocepalus


SHOFIYATUN (13 bln, Jantung Bocor dan Flek Paru-paru) Alamat dusun Sabrang Wetan RT 003 RW 002 Desa Brunosari Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo , Orang tua Ayah Musafa (29 th) pekerjaan buruh serabutan , Ibu Lailatul Zuhriyah (25 th) ibu rumah tangga . Mula-mula dik Sofi pada umur 40 hari mengalami sakit batuk pilek dan panas kemudian sempat dibawa ke bidan desa setempat. Sakit dik Sofi sembuh namun hampir setiap bulan sekali dik Sofi selalu sakit batuk pilek dan setelah berobat ke Puskesmas Bruno disarankan untuk berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah Sarashusada (RSUD Sarashusada) Purworejo .  Akhirnya dik Sofi diketahui kena kelainan bocor jantung dan fleks di Paru – paru . atas saran dokter juga dik Sofi harus dirujuk ke RS Sardjito Jogjakarta. Orang tua dik Sofi kebingungan karena tdk punya beaya dan tempatnya jauh serta tidak punya jaminan kesehatan apa pun.   Namun berkat dukungan dari pak lurah dan usaha pinjam tetangga akhirnya orang tua dik Sofi mendaftarkannya ikut Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS meskipun sampe saat ini juga masih ngutang BPJS karena tidak punya uang. Dik sofi setiap bulan sekali harus kontrol di RS untuk mengetahui kemajuan kesehatannya. Sedekah rombongan memberikan santunan awal untuk melunasi hutang di BPJS dan kebutuhan lain untuk kesehatan dik Sofi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto @JoMarkijo
Tanggal : 9 Mei 2015

Sofi menderita Jantung Bocor dan Flek Paru-paru

Sofi menderita Jantung Bocor dan Flek Paru-paru


SOIMAH (58th, Diabetes Melitus ) di  Kelurahan Mranti rt 4 Rw 2 Kec. Purworejo Kabupaten Purworejo., Suaminya sudah meninggal lebih dari 10 tahun yang lalu.Anaknya tiga sdh berkeluarga semua dan tinggal di luar Mranti bahkan ada yg tinggal di luar Jawa, anak-anaknya juga hidupnya pas-pasan. Mbah Soimah hidup sendiri di rumah yang sederhana, menderita DM sudah 3 tahun yang lalu mula -mula kakinya tersandung batu dan jempol kaki kirinya luka sdh diobati tapi tidak sembuh2 bahkan semakin parah akhirnya dirujuk ke RSUD SarasHusada Purworejo. Setelah dicek laborat barulah ketahuan kalo kadar gula darahnya tinggi .Karena sudah tidak mungkin disembuhkan lagi akhirnya jempol kakinya diamputasi. Setelah sembuh mbah soimah diperbolehkan pulang. Namun beberapa bulan kemudian mbah soimah masuk rumah sakit lagi. Bahkan setahun terakhir sdh 3 kali masuk RS. Hal ini karena kadar gulanya tidak stabil .Bahkan jempol kaki kanannya juga diamputasi gara-gara tersiram minyak goreng ketika membantu tetangga yang punya hajatan. Saat ini mbah soimah opname lagi di RSUD SarasHusada Purworejo karena tak sadarkan diri disebabkan kadar gula darahnya terlalu rendah. Ini karena mbah Soimah terlalu hati – hati dalam hal makannya sehingga kadar gula darahnya tdk stabil.Mbah Soimah punya fasilitas Jamkesmas. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk meringankan penderitaannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto
Tanggal : 22 April 2015

Ibu soimah menderita Diabetes Melitus

Ibu soimah menderita Diabetes Melitus


EARLITA ANINDYA WIDIAWATI ( 7 bln, Epilespi) Alamat Desa Tunjungan Rt 02 Rw 1 kec. Ngombol kab. Purworejo. anak dr Edi winarso 20 th pekerjaan buruh pabrik  istri Febri hermawati 21 th ibu rumah tangga  alamat Desa Tunjungan Rt 02 Rw 1 kec. Ngombol kab. Purworejo. menderita kejang2 di bawa sdh di bawa ke bidan desa setempat namun karena kejangnya hebat dan panas tinggi bidan menyuruh dibawake  puskesmas terdekat , Ngombol yang merupakan Puskesmas rawat inap  namun panasnya tdk turun turun, kurang lebih39 derajat celcius,) akhirnya harus dirujuk ke Rumah sakit yang lebih tinggi. Anindya akhirnya dirujuk ke RSUD Saras Husada   Purworejo sampat masuk di ICU dan dari diagnose dokter Anindya mengalami gejala epilepsi dan harus opname .Orang tua tdk punya jamkesmas/BPJS dan  sedang mengurus keterangan tdk mampu . Pasangan ini (orang tua Anindya) merupakan pasangan muda  yg baru sj menikah ,saat ini masih numpang pd orang tua sementara orang tua yg ditumpangi hanya bakul dawet kecil- kecilan dan masoh mempunyai tanggungan menyekolahkan 2 anaknya .Sedekah rombongan memberikan bantuan untuk meringankan beaya rumah sakit dan mengurangi beban hidupnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto
Tanggal : 16 April 2015

Earlita menderita Epilespi

Earlita menderita Epilespi

—-

DRAGBAR untuk 2 desa yaitu Desa Kaliwungu dan DesaWatuduwur , Kedua desa ini berada di Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo. Bantuan dragbar ato tandu ini diberikan  krn medannya  sulit dijangkau transport dg kendaraan susah , proses evakuasi utk orang sakit masih manual (dibopong) dan dipikul ketinggian daerah kurang lebih  1500m dpl. Daerah pegunungan dan masuk rawan bencana longsor. Penyerahan. Sedekah Rombongan membantu untuk pembelian 2 dragbar atau tandu untuk mempermudah evakuasi di daerah pegunungan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.700.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto
Tanggal : 14 April 2015

Bantuan dragbar

Bantuan dragbar

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Riki 1,700,000
2 Sriyati 500,000
3 Suwito 500,000
4 Supriyatin 500,000
5 Yayasan galuh 1,500,000
6 Eni 1,000,000
7 Mulyati 1,000,000
8 Mahira 1,000,000
9 M Farhan 500,000
10 Otong 500,000
11 Suhayat 1,000,000
12 Yulnida 500,000
13 M Shiddiq 750,000
14 M Zildan 1,000,000
15 Rastiah 500,000
16 Panti asuhan fahrudin 2,000,000
17 MI Darussalam 2,189,000
18 Surahim 1,500,000
19 Yati 1,000,000
20 Defika 1,000,000
21 Warem 1,000,000
22 Eka 1,000,000
23 Bandiyah 2,385,000
24 Manisah 1,000,000
25 Ahmad 1,500,000
26 Siti 1,000,000
27 Juariyah 1,000,000
28 Sudi 1,500,000
29 M Rizqi 1,345,000
30 Rudi 1,000,000
31 Tayip 1,500,000
32 Silam 1,500,000
33 Desi 500,000
34 Maken 1,500,000
35 Sikun 1,500,000
36 Lahami 750,000
37 Baso daeng 750,000
38 Lima 500,000
39 Basse 750,000
40 Sainang 500,000
41 Hamsiyah 500,000
42 Syamsudin 500,000
43 Saming 500,000
44 Nurmiati 500,000
45 Jumaing 500,000
46 Anwar 750,000
47 Minne 500,000
48 Nabila 4,500,000
49 Jesi 500,000
50 M Anwar 500,000
51 Atmo 500,000
52 Amat 500,000
53 Muamar 500,000
54 Suparni 500,000
55 Miso 500,000
56 Karto 500,000
57 Tirto 500,000
58 Sofiyatun 500,000
59 Soimah 500,000
60 Earlita 500,000
61 Dragbar 1,700,000
Total 58,569,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 58,569,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 724 ROMBONGAN

Rp. 26,694,713,538,-