TRISNA BIN WARIS (26 TH, Kanker Tulang) Setelah sempat didampingi oleh kurir SR Semarang untuk melanjutkan pengobatan di RS Kariadi, rupanya kondisi Trisna terus memburuk. Saat terakhir kontrol di poli Bedah RS Kariadi pada 24 Maret 2015 dokter spesialis Bedah Tulang yang menangani menyatakan masih perlu konsultasi dengan spesialis Bedak Onkologi mengingat kasus Trisna cukup sulit dan akan dikonfirmasi apabila akan dilakukan tindakan. Namun ternyata kondisi Trisna makin memburuk, diperkirakan karena perluasan kanker yang diderita. Pada tanggal 9 April 2015 dini hari Trisna dilarikan ke IGD RSUD Soeselo Kabupaten Tegal karena kondisinya merosot jauh. Beberapa jam di IGD Trisna dinyatakan meninggal oleh dokter. Esok harinya tim kurir SR Tegal datang takziah ke rumah duka di Ds.Dukuhwaru Kab,Tegal sekaligus menyerahkan santunan bagi keluarga Alm. Trisna.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2015
Kurir : @indrades @kumells

Ibu trisna menderita Kanker Tulang

Ibu trisna menderita Kanker Tulang


SEFITA BINTI MUHTAROM (2.5, Hydrocephalus dan Gizi Buruk) adalah putri pertama dari Bapak Muhammad Muhtarom dan Ibu Epi Daryani, warga Karanganyar RT 27 RW 12, Kec. Kedungbanteng, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Bapak Muhtarom setiap harinya bekerja sebagai buruh serabutan lepas, sedangkan Ibu Epi hanya sebagai ibu rumah tangga. Sefita menderita penyakit Hydrocephalus sejak lahir. Pada usia 6 bulan, ia diperiksakan ke dokter dan dokter menganjurkan untuk operasi. Karena terbentur biaya, sampai usianya 2 tahun, Sefita tidak mendapatkan penanganan medis. Hingga pada awal Maret 2015, Sefita bertemu dengan Sedekah Rombongan dan mendapat kesempatan untuk berobat ke RS Kariadi Semarang. Dokter di RS Kariadi mendiagnosis Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk. Berat badan Sefita sangat tidak ideal, yaitu di usianya yang sudah 2.5 tahun, berat badannya hanya 4 kg. Lalu, dokter menganjurkan agar Sefita untuk sementara waktu diperiksakan ke rumah sakit daerah terlebih dahulu untuk perbaikan gizi. Pada pertengahan Mei 2015, berat badan Sefita mengalami peningkatan menjadi 6 kg. Namun, dokter masih menganjurkan Sefita untuk melakukan perbaikan gizi lagi hingga berat badannya mencapai 10 kg agar dapat dilakukan operasi.

Jumlah             : Rp 1.068.000,-
Tanggal           : 8 April 2015
Kurir                : @indrades @astialfatin

Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk

Sefita menderita Hydrocephalus dan Gizi Buruk


FATMA FITRIYANI (8) adalah penderita Jantung Bocor. Dik Fitri adalah putrid kedua Bapak Rohmat (39) dan Ibu Ruminah (30) warga Margosari Kuripan RT.1 RW.6 Susukan, Kab.Salatiga Jawa Tengah. Keseharian Bapak Rohmat bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan Ibu Ruminah adalah seorang ibu rumah tangga..Dik Fitri sebenarnya sudah lama menunjukkan gejala bahwa ada yang tidak normal pada jantungnya namun tidak terlalu diperhatikan oleh orang tuanya. Hingga pada pertengahan tahun 2014 Dik Fitri mengalami panas tinggi selama 5 hari dan dirawat di RSUD Salatiga hingga kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan intensif diketahui jantung Dik Fitri mengalami kebocoran sebesar 10mm. Pada akhir Januari 2015 telah dilakukan operasi bedah jantung untuk mengobati jantung Dik Fitri yang mengalami kebocoran tersebut. Hingga saat ini Dik Fitri masih terus menjalani kontrol rutin di RSUP Dr.Kariadi Semarang untuk memantau kondisi kesehatannya. Bantuan ini diberikan untuk membantu akomodasi berobat Dik Fitri dan keluarganya selama di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Setelah menjalani operasi, Dik Fitri dijadwalkan kontrol rutin setiap bulan untuk mengetahui kondisi jahitan setelah operasi. Dr hasil kontrol terakhir bulan April dinyatakan kondisi sudah semakin membaik, namun setelah di cek Eco masih terdapat bbrp lubang kecil2 sehingga masih Akan dilakukan pengobatan lanjut.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir : @indrades @desiariyanii @datikdungg

Fatma menderita Jantung Bocor

Fatma menderita Jantung Bocor


DARI BIN RASJID (37, Ibu Hamil Resiko Tinggi) merupakan istri dari Bpk Daim, mereka tinggal di Ds.Dukuhbenda Rt 06 Rw 04 Kec Bumijawa Kab Tegal Jawa Tengah bersama ketiga anak mereka, menempati rumah sederhana terbuat dari kayu yang lantainya masih ber alas tanah. Sehari-hari Bpk.Daim bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu. Sementara Bu Dari hanya ibu rumah tangga biasa. Kabupaten Tegal pada tahun 2014 lalu menempati peringkat kedua terbanyak Angka Kematian Ibu (AKI), yang terjadi selama dan setelah persalinan. Melihat kondisi Bu Dari yang telah berusia 37 tahun dengan kehamilan ke 4, Bu Dari tergolong ibu hamil beresiko sedang (RESTI sedang) yang perlu pengawasan selama dan setelah persalinan,di mana persalinan tidak bisa dilakukan di rumah bidan,namun harus di Puskesmas Poned atau Rumah Sakit. Untuk rencana tersebut terdapat masalah yaitu tidak adanya pembiayaan persalinan sementara keluarga Bu Dari tergolong miskin. Bu Dari tidak memiliki jaminan kesehatan apapun karena tidak memiliki kelengkapan administrasi Kartu Keluarga (KK). Sementara untuk mengurus KK butuh biaya transportasi karena harus menuju ibu kota Kabupaten yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal Bu Dari. Bantuan dari #SedekahHolics berikut disampaikan sebagai dana bantuan biaya persalinan.

Tanggal : 15 April 2015
Jumlah : Rp 1.500.000,-
Kurir : @indrades, @kumells, Mustika

Ibu dari mengalami Ibu Hamil Resiko Tinggi

Ibu dari mengalami  Hamil Resiko Tinggi


SITI SAPUROH (17 TH, TB TULANG)  merupakan pasien dampingan kurir SR Tegal-Solo sejak 4 bulan terakhir. Siti didiagnosis TB tulang oleh dokter spesialis bedah RSUD Dr Soeselo Kab.Tegal dan karena terjadi pembengkokan tulang belakang yang diakibatkan infeksi tersebut akhirnya Siti dirujuk ke RS Orthopedi Soeharso Surakarta untuk dikonsultasikan lebih lanjut. Di sana Siti diberi saran untuk dilakukan operasi perbaikan tulang belakang. Tulang belakangnya yang melengkung lebih dari 30 ° dikhawatirkan akan menyulitkan aktifitasnya di kemudian hari. Tanggal 21 April 2015 ini rencananya Siti akan menjalani operasi perbaikan tulang belakang. Sebelumnya pada tanggal 14 April Siti akan lebih dahulu kontrol sekaligus pemeriksaan LED (Laju Endap Darah) untuk melihat perkembangan infeksi tuberkulosisnya. Apabila membaik maka Obat Anti Tuberkulosisnya akan dihentikan. Kami mohon doa dari sedekahholic semua bagi kelancaran operasi Siti. Santunan sebesar satu juta rupiah kami sampaikan kepada Siti untuk memenuhi kebutuhan transportasi (travel) juga akomodasi selama di Solo.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 12 April 2015
Kurir : @indrades @kumells

Siti menderita TB TULANG

Siti menderita TB TULANG


SALIM BIN USMAN (26 TH, CURIGA THALASSEMIA) meskipun berusia 26  tahun, kondisi fisik Salim tampak jauh lebih muda dari usianya. Badannya yang kurus dan kemampuan komunikasinya terbatas. Salim tinggal di rumahnya di Desa Suradadi RT 1 RW 13 Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Jawa Tengah bersama ibu dan 3 orang saudaranya. Bapaknya—Usman Yuda—sudah meninggal sejak beberapa tahun yang lalu. Ibunya—Tuminah—saat ini berusia 40 tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah seorang tetangga mereka. Saat berusia 8 tahun (tahun 2002) Salim menderita panas tinggi sampai beberapa minggu. Setelahnya perut Salim membesar dan matanya menguning. Perkembangan tubuh dan mentalnya pun tidak sama seperti anak-anak seusianya. Salim sempat diperiksakan ke puskesmas dan disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit daerah. Meskipun memiliki Jamkesmas waktu itu, ibu Salim tidak mengantar Salim ke RS karena keterbatasan biaya transportasi ke RS mengingat jarak rumah dan RS cukup jauh. Saat ini keadaan Salim cukup stabil dengan keadaan tubuh perut membuncit, warna kulit dan mata kekuningan. Akan tetapi karena sudah 13 tahun tidak memperoleh pengobatan maka tim SR memotivasi keluargnya untuk dilakukan pemeriksaan kembali, untuk mengatahui status kesehatannya, sekaligus mengantisipasi apabila terjadi perburukan kondisi sewaktu-waktu.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2015
Kurir :@indrades, @kumells, Nur Khasanah

Salim menderita suspek thalasemia

Salim menderita suspek thalasemia


MTSR MAKASAR Demi memudahkan dan melanjutkan estafet penggunaan Ambulance MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) guna menjemput dan mengantar jenazah, dhuafa serta orang sakit, baik itu dalam kota maupun diluar kota. Maka dibutuhkanlah sarana untuk memudahkan kurir dalam mengangkut dan melayani pasien dhuafa untuk berobat, sehingga titipan langit tersampaikan tanpa rumit, sulit dan berbelit-belit. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran untuk pembayaran cicilan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Makassar pada bulan Mei 2015.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.600.000,-
Kurir : @areefy_dip  @hasnungsyamsi
Tanggal : 30 Mei 2015

Cicilan mtsr makassar

Cicilan mtsr makassar


RIJAL, (72, Komplikasi Jantung). Alamat Dusun Masale, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Ustadz Rijal adalah seorang Pembina di Panti Asuhan Darul Barokah. Maros.  Gejala penyakit yang ia derita sudah cukup lama. Komplikasi penyakit jantung, diabetes, paru-paru, hipertensi dan stroke akhir Desember 2014 mulai terasa. Awalnya ia tak mau berobat karena merasa apa yang ia derita tidak apa apa. Tubuhnya makin lemah dan rasa sakit makin sering ia rasakan. Hingga ia kemudian tak mampu menahan rasa sakitnya dan harus dilarikan ke Rumah Sakit.
Ustadz Rijal terbaring di Rumah Sakit selama tujuh hari, namun saat kondisinya mulai membaik ia memaksa keluar. Pekerjaannya sebagai Pembina panti asuhan tak mampu membayar tagihan rumah sakit yang cukup besar. Dengan terpaksa ia kembali ke Desa dan berobat jalan.
Karena kondisi tubuh yang belum stabil Ustadz Rijal pernah terjatuh di kamar mandi, hingga ia tak sadarkan diri dan membuat keluarganya membawa Ustadz Rijal kembali ke Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan dokter menyebutkan bahwa komplikasi yang dialami ust Rijal sangat berpengaruh pada tubuhnya. Apalagi penyakit jantung yang mengancam jiwanya. Dokter memutuskan bahwa harus dipasangkan cincin di jantungnya agar nyawanya bisa diselamatkan. Untuk melakukan operasi pemasangan cincin butuh biaya besar. Sementara keluarga tak mampu mencari dana untuk biaya operasi tersebut. Meski memiliki kartu BPJS, namun tak mampu mengcover biaya operasi.
Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan, anak Ustadz Rijal, Indah mengungkapkan kesedihannya dan penyesalan yang mendalam. Di tengah ayahnya yang membutuhkan pertolongan, mereka tak punya simpanan. Saat ini biaya berobat ust Rijal dibantu oleh tetangga dan sanak keluarga. ini adalah santunan yang kedua, sebelumnya Ustadz Rijal masuk dalam Rombongan 701. Semoga Ustadz Rijal segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat membina anak panti di pondoknya.

Jumlah Bantuan : Rp.5.600.000,- :
Kurir    : @areefy_dip @Hasnung
Tanggal : 30 Mei 2015

Pak Rijal menderita Komplikasi Jantung

Pak Rijal menderita Komplikasi Jantung


ANORA NABANALIF RAHMATSYAH (11th, Hemofilia) beralamatkan di Bumen, RT023/RW006, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. Anora merupakan putra pertama dari pasangan Rahmadiyanto (41th) dan Ermiyanti (35th), profesi keduanya adalah pembuat dan penjual roti dengan pendapatan yang seadanya, dan untuk menambah penghasilan, Pak Rahmadiyanto mempunyai sambilan sebagai tukang parker di daerah Jalan Monjali. Saat umur tiga tahun, terjadi pendarahan pada jari Anora, namun kemudian susah untuk sembuh. Saat diperiksakan akhirnya diketahui bahwa Anora terkena Hemofilia, yang menurun dari keluarga ibu (Ermiyanti). Saat kambuh, harus disuntik obat sebanyak 3 dus (pedus 500cc), dan menghabiskan sekitar 7 juta. Saat belum mendapatkan Jamkesmas pada tahun 2012, pernah menjalani suntik yang menghabiskan 36 juta, mendapatkan bantuan 15 juta, namun karena sudah mendapat Jamkesmas, semuanya sudah ter-cover. Sekarang Anora harus kontrol sebulan dua kalia ke Hematologi Anak di RS Sardjito atau Hardjolukito, dan mendapatkan obat terus menerus. Kondisi terkini dari Anora yaitu ada bengkak di kaki sebelah kanan, dan jalan agak pincang. Ketika banyak aktivitas, akan timbul bengkak di persendian Anora. Saat ini, walaupun sudah di-cover Jamkesmas, puskesmas tidak berani untuk menyuntikkan obat tersebut, karena tidak berani jika salah prosedur, dikarenakan harga obat yang mahal. Di RS Sardjito, juga ditemui kendalan stok obat yang tidak siap setiap saat, sehingga saat kambuh, belum tentu disana ada. Kemudian ada perawat di Jl. Monjali yang berani untuk menyuntikkan obat tersebut, namun tidak dapat di-cover oleh Jamkesmas, sehingga harus mengeluarkan biaya pribadi. Kendala yang dihadapi juga pada saat bengkak, adik Anora harus dikompres dengan obat yang sudah dibekukan dilemari es, dan ketiadaan lemari es, Ibu Ermi harus menumpang mendinginkan obat tersebut di tetangganya, namun saat ini kulkas tetangganya tersebut sedang rusak, sehingga tidak didinginkan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Anora untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita keluarga beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic yang dipergunakan untuk membantu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @Hutdi_Nur   @ciputy_huny
Tanggal : 20 Juni 2015

Anora menderita Hemofilia

Anora menderita Hemofilia


BAMBANG ISBIANTORO (39th, Gangguan Jiwa F20) beralamatkan di Kauman RT.01, Tamanan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Bambang (39 thn) merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, dan putra dari Almh. Ibu Sumilah dan sejak kecil keberadaan Ayahnya tidak di ketahui. Sejak tahun 2007, Bambang mengalami gangguan kejiwaan yang disebabkan karena memikirkan gajinya yang tidak dibayarkan saat dia pernah bekerja di luar kota, sehingga pulang ke Yogya dengan tangan kosong. Kondisinya semakin parah saat terjadi gempa, yang menyebabkan rumahnya hancur. Sejak tahun 2012 Bambang melakukan pengobatan rutin di RSJ Grhasia untuk memulihkan kondisinya, dan sampai sekarang pengobatan itu masih berlanjut. Selama menjalani proses pengobatan Bambang menggunakan jaminan kesehatan dari panti. Kendala yang dihadapi oleh pihak keluarga yaitu biaya akomodasi pengobatan di RSJ Grhasia. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak panti yang merawat Bambang, untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban deritanya, dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic. Pihak panti mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada #Sedekahholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @FahmiSQ
Tanggal : 20 Mei 2015

Bambang menderita  Gangguan Jiwa F20

Bambang menderita Gangguan Jiwa F20


NANANG RUSBIANTO (35th,Gangguan Jiwa F20) Alamat Kauman Rt.01 Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta. Nanang (39 thn) merupakan anak ke 2 dari 3 bersaudara. Putra dari Almh. Ibu Sumilah dan sejak kecil keberadaan Ayahnya tidak di ketahui. Sejak tahun 2004 Nanang mengalami gangguan kejiwaan yang disebabkan karena motor yang biasa Nanang pakai dijual oleh ibunya ,  karena hal tersebut dia mengkonsumsi obat”an yang memabukan. Sejak tahun 2012 Nanang melakukan pengobatan rutin di RSJ. Grhasia untuk memulihkan kondisinya dan sampai sekarang pengobatan itu masih berlanjut . Selama menjalani proses pengobatan Nanang menggunakan jaminan kesehatan dari panti. Kendala yang dihadapi oleh pihak keluarga yaitu biaya akomodasi pengobatan di RSJ. Grhasia karena Nanang sudah tidak mempunyai keluarga Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak panti yang merawat Bambang, untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban deritanya, dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic. Pihak panti mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada #Sedekahholic.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @FahmiSQ
Tanggal : 20 Mei 2015

Nanang menderita Gangguan Jiwa F20

Nanang menderita Gangguan Jiwa F20


JUMRONAH (31th, Leukimia) beralamatkan di Karangasem RT.01, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Ibu Jumronah merupakan istri dari Ridwan/Mustangin (34th) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pekerjaan sehari-hari Ibu Jumronah sendiri adalah menyungging wayang, dengan penghasilan borongan, dan upah yang didapat adalah Rp. 4.000/pcs untuk setiap wayang yang dikerjakannya. Beliau memiliki dua orang anak, yang pertama berumur sebelas tahun, dan anak yang kedua berumur enam tahun. Rumah yang sekarang beliau tempati berdiri di tanah orang lain, dan rencananya akan dibongkar oleh pemilih tanah tersebut karena untuk perluasan halaman, sehingga harus pindah ke rumah orang tua. Beliau selama ini juga belum pernah mendapat bantuan dari manapun, dan biaya berobat selama ini dijamin oleh Jamkesmas. Pada tahun 2009, setelah melahirkan anak yang ke dua, saat usia anak masih satu bulan, perut Ibu Jumronah berasa kembung seperti hamil, namun saat itu perut belum mengeras. Kemudian diperiksakan di Puskesmas Imogiri, dan ditemukan kelainan darah, lalu dirujuk ke RS Sardjito. Setelah diperiksa di RS Sardjito, beliau dinyatakan positif menderita leukimia. Dahulu beliau sering pingsan dan mimisan, tapi sekarang sudah jarang. Ibu Jumronah juga melakukan pengobatan rutin ke RS Sardjito, yaitu sebulan sekali. Pada tahun 2014, beliau sempat opname di RS Sardjito selama 14 hari, dikarenakan kencing darah. Saat itulah terakhir beliau pergi berobat dan tidak berobat lagi, karena suami sibuk dan anak tidak bisa ditinggal. Dahulu saat pergi kontrol, Ibu Jumronah hanya diantar sampai Terminal Giwangan, lalu naik bus ke RS Sardjito. Ibu Jumronah juga pernah merasa malas untuk berobat lagi, karena setiap kali kontrol hanya diberi obat yang sama, sehingga sering muntah jika meminum obat. Sekarang beliau ingin melanjutkan pengobatan agar bisa pulih, dan sehingga perutnya dapat kempes kembali. Keluhan yang dirasakan oleh Ibu Jumronah saat ini adalah selalu merasa gerah, sehingga harus selalu menggunakan kipas angin. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak Jumronah, untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic, yaitu biaya akomodasi mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada #Sedekahholic, semoga dapat membantu pengobatan beliau yang berpenghasilan pas-pasan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @imbams
Tanggal : 11 Mei 2015

Ibu jumroneh menderita Leukimia

Ibu jumroneh menderita Leukimia


MOHAMMAD ANWAR (26th, Patah Tulang) Alamat RT 03 RW 02 desa Grabag Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Jawa Tengah anak dari bapak Achmat Sarno 54 tahun wiraswasta pembuat batako, ibu Painah 47 tahun penjual dawet di pasar Grabag. Pada Bulan Juli 2014 saat mudik lebaran , mas Anwar Naik motor dari Jakarta pulang ke Kampung halaman Purworejo. Sebelumnya baru pulang lembur kerja sift pagi malam langsung pulang . Dalam suasana ngantuk dan hujan lebat mas Anwar mengalami kecelakaan tunggal di daerah pantura. Saat itu juga diberi pertolongan pertama dan dilarikan je rumah sakit terdekat. Keluarga akhirnya membawa pulang ke Purworejo dan langsung masuk RSUD Saras Husada Purworejo. Karena hasil rontgen dan pemeriksaan lainnya mas anwar perlu operasi dokter menyarankan dirujuk je RS Ortopedi Soeharso Solo saat itu juga . Karena sesuatu hal mas Anwar tidak jadi di rujuk ke Solo namun malah dibawa pulang ke rumah. Di rumah hanya diobati dengan pengobatan tradisional yaitu dipijat dan diolesi minyak urut saja. Saat ini kondisinya hanya bisa berbaring di tempat tidur dan kedua kakinya sulit digerakkan . Mas Anwar punya jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS . Kurir sedekah rombongan memberikan saran kepada keluarga agar meminta rujukan kembali untuk operasi di RSO Soeharso Solo. Alhandulillaah setelah keluarga bermusyawarah akhirnya mas Anwar akan dirujuk ke RSO Soeharso Solo. Setelah melakukan pemeriksaan di RSO Soeharso Solo hampir satu bulan penuh  ternyata syaraf dan sumsum tulang belakang mas Anwar tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Kalau pun terpaksa dilakukan operasi angka keberhasilannya hanya 10 persen. Sehingga dokter hanya menyarankan untuk melakukan fisiotherapi dengan mwnfuatkan fungsi otot lengan atas dan bawah sehingga dapat menopang tubuh  bagian bawah dan mampu menggerakkan kursi roda secara mandiri. Karena mas Anwar akhirnya disarankan untuk menggunakan kursi roda  untuk aktifitas sehari harinya. Sedekah rombongan memberi bantuan ke dua sekedar untuk pemenuhan gizi mas anwar sehingga mampu berlatif menguatkan otot otot lengannya untuk menggerakkan kursi rodanya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Anora untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita keluarga beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic yang dipergunakan untuk membantu pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @TotoSudiarto
Tanggal : 25 Juni 2015

Pak anwar menderita Patah Tulang

Pak anwar menderita Patah Tulang


ERI YULIANTA (31th, Hernia Nukleus Purposus) bertempat tinggal di Sareyan rt 04, karangtalun, imogiri, bantul, yogyqkarta. Pekerjaan sebelumnya adalah berdagang, namun pada akhirnya usahanya bangkrut karena beliau mengalami kelumpuhan sehingga tidak bisa melanjutkan berdagang. Istri beliau sudah 1,5 bulan meninggalkan rumah dan tidak pernah datang ke rumah lagi dikabarkan sudah kembali ke rumah orang tuanya. Riwayat penyakit beliau dimulai pada tahun 1997 terindikasi HNP (penyakit syaraf tulang belakang) dan baru pada tahun 2007 melakukan operasi HNP untuk pertamakalinya. Pada tahun 2013 beliau mengalami 3 kali operasi HNP namun gagal, sehingga lumpuh sampai sekarang. Setelah itu bertahun2 melakukan terapi di rumah sakit dan pengobatan alternatif tetapi hasilnya masih nihil atau belum ada perkembangan dan sampai saat ini belum ada bantuan untuk berobat lagi. Disamping itu beliau mengalami kesulitan dalam bergerak. Untuk BAB dan BAK beliau harus dibantu orang lain karena bagian perut ke bawah telah mati rasa. Selama ini beliau dibantu adiknya yang belum bekerja dan juga memiliki tanggungan istri dan anak. Bpk. Eri membutuhkan bantuan untuk berobat lagi dan untuk pengadaan kursi roda agar bisa memudahkan aktivitas beliau walaupun juga harus dibantu oleh adiknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @imbams
Tanggal : 8 Mei 2015

Pak eri menderita Hernia Nukleus Purposus

Pak eri menderita Hernia Nukleus Purposus


SUPRIYATI (32th, Decubritus) bertempat tinggal di Kadirojo rt 08,  palbapang, bantul. Putri dari bpk. Sumarno (65, buruh) dan ibu Nuraeni (50, pembantu rumah tangga), Nuraeni merupakan anak ke-2 dari 4 bersaudara. Penyakit decubritus yang beliau derita pada awalnya adalah akibat tertimpa material rumah saat gempa bumi mengguncang Yogyakarta pada tahun 2006 sehingga mengakibatkan patah tulang pada bagian kaki dan tulang belakang. Pertolongan yang dilakukan pada saat itu adalah membawanya ke PKU Bantul untuk mendapatkan penanganan dari Tim medis. Setelah mendapat perawatan di PKU, beliau dibawa ke Solo untuk menjalani pengobatan alternatif. Seminggu setelah menjalani pengobatan alternatif, kemudian beliau dibawa ke RS Pantirapih untuk operasi kaki dan tulang belakang dan mendapatkan perawatan selama 10 hari di RS tersebut. Sebulan kemudian, pada bulan Juni 2006 beliau dibawa ke RS Panembahan Senopati Bantul karena efek dari luka decubitus (luka tekan). Mulai saat itu beliau memakai kursi roda untuk jualan es dan untuk beraktivitas. Pada tahun 2013 beliau sempat dirawat di PKU dan RS Elisabeth, Ganjuran, pada tahun 2014 untuk menjalani operasi decubritus yang biaya operasi dan perawatan terbantu oleh Jamkesmas.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @donyarc
Tanggal : 7 Mei 2015

Ibu supriyati menderita Decubritus

Ibu supriyati menderita Decubritus


HERI SULISTIYA (13th, Jantung Bocor), beralamat di Pandak bantul, yogyakarta. Heri Sulistiya merupakan putra dari bpk. Longgaryono dan ibu Suprapti. Ayah beliau yakni bpk. Longgayono bekerja sebagai buruh lepas sedangkan ibunya yakni ibu Suprapti bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pada saat eco ulang pada 20 Maret 2015 di RS Sarjito kondisinya sudah lemah dan saat ini sudah semakin lemah. Pada bulan April beliau dibawa ke Jakarta untuk eco ulang, ronsen dan MRI. Setelah pulang ke rumahnya di Yogyakarta, 12 hari kemudian dibawa lagi ke Jakarta untuk mengambil hasilnya. Rencananya, Heri Sulistiya akan menjalani operasi pada 22 Mei 2015, tetapi seminggu sebelum operasi diwajibkan opname di RS Harapan Kita di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @donyarc
Tanggal : 20 Mei 2015

Heri menderita Jantung Bocor

Heri menderita Jantung Bocor


WAGIYEM (50th, Jantung). Alamat Progowati, Magelang. Ibu Wagiyem, seorang ibu rumah tangga, sering mengeluh nyeri dada sebelah kiri dan kadang juga sesak nafas. Kemudian beliau diperiksakan di puskesmas, dokter mengatakan beliau mengalami lemah jantung dan ada tekanan darah tinggi. Dokter memberikan obat yg harus dikonsumsi rutin, dan menyarankan untuk kontrol rutin. Sehari-hari, beliau hanya dirumah saja, tidak bekerja, karena jika untuk aktifitas berlebihan, ibu Wagiyem merasakan cepat lelah dan sesak nafas. Dirumahnya yang masih beralaskan tanah tersebut, beliau tinggal bersama suami, anak, menantu, dan cucunya. Kalau pagi hari, menantunya jualan sayur milik tetangganya ke pasar. Sedangkan suaminya sudah tidak bisa bekerja lagi, karena sedang sakit asam urat dan kolesterol tinggi, hingga susah berjalan. Saat ini, ibu Wagiyem sedang opname di Puskesmas Borobudur sejak 5 hari yang lalu. Beliau mempunyai kartu Jamkesmas, yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatannya. Namun, untuk biaya akomodasi masih kesulitan, karena untuk makan sehari-hari saja pas-pasan.Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 690.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @RofiqSILVER @Noventata @suaravinda
Tanggal : 8 Juni 2015

Ibu Wagiyem menderita Jantung

Ibu Wagiyem menderita Jantung


MARDIWIYONO (71th, Hernia Mata ) alamat Ngijo RT/RW 03/02 Srimulyo, Piyungan. tinggal bersama dua keluarga dalam satu rumah, beliau tidak memiliki pekerjaan, memiliki anak bernama Slamet (40) yang berprofesi sebagai buruh bangunan. Dari penghasilan anaknya tersebut terkadang untuk makan sehari-hari juga masih kurang. Riwayat sakit beliau adalah bermula hanya luka dimata kanan tetapi tidak dihiraukan selam kurang lebih 5tahun dan sekarang terlihat seperti tumor  kemudian menjalar ke mata sebelah kiri. Saat ini mata sebelah kiri tidak bisa melihat karena keterbatasan biaya jadi beliau belum pernah diperiksakan sama sekali. Sebelumnya beliau pernah mendapatkan bantuan dari pihak Puskesmas setempat namun tidak ada hasil, Mbah Mardiwiyoni memiliki Jamkesmas. #sedekahrombongan memberikan bantuan tersebut untuk pembelian perlengkapan medikasi setiap hari. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 6713.

Jumlah Bantuan : Rp. 697.000
Kurir: @RofiqSILVER @nurabili @inejuine
Tanggal : 28 February  2015

Pak mardi menderita Hernia Mata

Pak mardi menderita Hernia Mata


SUKRI BIN MAIL (41th, Gagal Ginjal ) alamat Peleman RT 33/ RW 43 Rejowinangun Kotagede Kodya Yogyakarta DIY , Bp.Sukri (41th) yang berprofesi buruh harian lepas (tukang bangunan) suami dari Ibu Yuliani (43th) yang berprofesi wiraswasta jasa menjahit baju dan mengurus rumah tangga , serta bapak dari 3 orang anak masih usia sekolah . Berawal ketika bulan mei 2014 mengalami pusing dan mual-mual hingga muntah diperiksakan di RS Happy Land Yogyakarta, berdasarkan hasil diagnosa dinyatakan menderita sakit gagal ginjal akibat dari hypertensi (darah tinggi) yang berkepanjangan sehingga harus menjalani hemodialisa(cuci darah) rutin 2 kali dalam 1 minggu di RS Happy Land Yogyakarta , selama menjalani proses pengobatan beserta tindakan-tindakan medis lainnya menggunakan fasilitas Jamkesmas. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan keluarga Bp.Sukri untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban biaya dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekaholic.Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 685.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @RofiqSILVER @haniaamien
Tanggal : 25 Juni 2015

Pak Sukri menderita Gagal Ginjal

Pak Sukri menderita Gagal Ginjal


RISMANTO (43th, Gagal Ginjal) beralamatkan di Kembang Basen KG III/220, RT012/RW004, Purbayan, Kotagede. Beliau mempunya istri bernama Fajar Yuliastuti (34th) dan mempunyai dua orang anak yang pertama akan masuk kelas satu SMA, dan yang kedua akan masuk kelas satu SMP. Pada awalnya, beliau merupakan kernet bus pariwisata PO Sargede, namun karena kondisi badan yang sudah tidak memungkinkan, akhirnya beliau tidak bekerja sejak Desember sampai sekarang. Istri beliau juga hanya berjualan kroket yang dititipkan ke rumah-rumah. Awal menderita gagal ginjal, banyak orang mengira bahwa Pak Rismanto terkena diabetes, namun saat dicek gula darah, hasilnya selalu normal. Penyakit beliau terkuak sesaat sebelum tahun baru, beliau tiba-tiba lemas, lalu dilarikan ke RS Sardjito. Bulan Februari, beliau masuk rumah sakit kembali, dan diharuskan untuk melakukan cuci darah seminggu sekali. Beliau juga mendapatkan Jamkesmas belum lama ini, dan itu dibantu oleh pihak RT setempat. Sekarang semua biaya dapat dicover Jamkesmas, namun ada obat tertentu yang tidak dicover, yaitu ketika harus membeli obat Hemapo, yang bertujuan untuk menaikkan Hb, karena jika tidak, harus dilakukan transfusi darah. Kondisi terkini Pak Rismanto sudah cukup membaik, berat badannya sudah mulai naik, kondisi Hb sekarang sudah 8, namun masih lemas, serta terus mengonsumsi obat-obatan herbal yang tidak dicover Jamkesmas, serta vitamin-vitamin. Kesulitan yang dihadapi keluarga Pak Rismanto yaitu faktor ekonomi, dikarenakan beliau terkena gagal ginjal, beliau harus makan makanan yang bergizi, dan setiap lima hari sekali harus membeli obat herbal dan vitamin. Istri beliau juga berhutang kepada tetangga untuk biaya berobat Pak Rismanto, tetapi tidak disampaikan berapa karena takut menjadi beban pikiran Pak Rismanto. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak Bapak Rismanto untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban keluarganya, dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic senilai Rp. 1.000.000. Pihak keluarga Bapak Rismanto mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada #Sedekahholic, semoga titipan bantuan dari #Sedekahholic dapat membantu meringankan pengobatan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @Hutdi_Nur @haniaamien
Tanggal : 25 Juni 2015

Pak rismanto menderita Gagal Ginjal

Pak rismanto menderita Gagal Ginjal


TUMINEM (61th, Kanker Payudara) Alamat: Getas, Playen, Gunung Kidul. Bu Tum merupakan ibu dari anak bernama Muhammad Masrur (30) dan Khilmi Masduki (24). Bu Tum juga hidup bersama dengan suami yang bernama Marjuki (61) yang bekerja sebagai buruh tani. Bu Tum mempunyai riwayat penyakit kanker payudara yang beliau alami sejak tahun 2013. Pada awalnya Bu Tum hanya merasakan gatal dan jika diraba terdapat benjolan pada daerah payudaranya. Setelah diperiksakan ternyata Bu Tum mengalami penyakit kanker payudara dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Karena jika tidak dilakukan tindakan maka kanker tersebut dapat menjalar ke bagian tubuh yang lain. Karena Bu Tum tidak mempunyai dana yang cukup untuk melakukan pengobatan maka Bu Tum mengurus jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah yaitu Jamkesmas. Setelah mendapatkan jamkesmas Bu Tum segera ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit yang dapat menangani penyakitnya Bu Tum tersebut. Bu Tum sempat bercerita kepada tetangganya untuk masalah penyakitnya tersebut, dan tetangganya yang berada di daerah Maguwo tersebut menyarankan untuk meminta bantuan kepada Sedekah Rombongan. Dan setelah meminta bantuan ke Sedekah Rombongan yang berada di Jogja, Bu Tum mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Hardjolukito yang letaknya tidak terlalu jauh dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang berada di Maguwo. Pada bulan Januari 2014 dilakukan tindakan operasi untuk mengangkat kanker payudara tersebut. Setelah operasi dilakukan dokter yang menangani Bu Tum menyarankan untuk tetap kontrol dan dilakukan Kemoterapi agar penyakit yang bersarang di tubuh Bu Tum dapat sembuh dengan total. Bu Tum sudah menjalani Kemoterapi sebanyak sembilan kali. Dan dinyatakan sembuh oleh dokter pada tanggal 26 Maret 2015. Yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 713.

Jumlah Bantuan : Rp. 778.000
Kurir: @RofiqSILVER @bbbintanggg
Tanggal : 30 April 2015

Ibu tuminem menderita Kanker Payudara

Ibu tuminem menderita Kanker Payudara


MTSR BEKASI, (B 1349 SZM, Perpanjangan STNK, Servis dan perawatan). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan dhuafa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Baru saja STNK MTSR Bekasi diperpanjang dan akan siap kembali menjelajah ranah Bekasi. Insya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.250.000,-
Tanggal : 30 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @alle_Recyclle

Biaya operasional

Biaya operasional


ABIANSHA KASHILLA (8 bulan, Atresia Biller). Alamat : Kampung Bojong, RT.01/13 No.32 Cipayung, Bojong, Pondok Terong, Depok. Ayah, Bambang S.J (35) dan Ibu, Nissa (22). Sejak usia 2 bulan, Abiansha kerap berobat ke puskesmas karna nampak ada kelainan yang terlihat yaitu sekujur badannya terlihat kuning, hingga akhirnya pernah dirawat di RS.Harapan Kita dan RSCM Jakarta selama 1 bulan. Ia terdiagnosis menderita Atresia Biller dan sudah sirosis saat usia 7 bulan. Saat terakhir Abiansha dirawat di RSAB Harapan Kita tindakan selanjutnya adalah Abiansha harus dilakukan operasi cangkok hati atau transplantasi juga screening pendonor, estimasi biayanya mencapai 25juta perorang. Bambang dan Nissa merasa sedih atas derita buah hati si mata wayang yang mereka miliki namun satu sisi mereka tak memiliki biaya untuk upaya penyembuhan yang harus mereka bayar, Bambang kerja tidak menentu dan jaminan yang mereka miliki hanya BPJS yang tidak meng-cover biaya transplantasinya. Sungguh berat beban mereka, ditambah lagi Abiansha menderita Hernia dan Virus CMV. Abiansha juga harus mengkonsumsi susu khusus yang sangat mahal harganya, lengkap sudah derita keluarga prasejahtera ini. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk membeli susu Abiansha setelah bantuan sebelumnya masuk rombongan 720..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @deni_delon

Abiansa menderita Atresia Biller

Abiansa menderita Atresia Biller


JUANSIH BINTI HOMSIN (53, Kanker Payudara & patah tulang kaki). Alamat: Kp. Jaya Mukti RT.1/1 Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Bu Juansih saat ini berada di Rumah Singgah Sedekah Rombongan ( RSSR) Bandung didampingi suaminya. Riwayat penyakitnya, sejak 4 tahun yang lalu bu Juansih menderita kanker payudara. Awalnya ia hanya  merasa nyeri di payudaranya, namun kemudian timbul benjolan yang semakin membesar. Ia sudah berobat ke Puskesmas Surade dan RS Jampang Sukabumi, lalu dirujuk ke RS Samsudin Sukabumi dan dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Bu Juansih berobat dengan menggunakan Jamkesmas. Ia perlu dibantu karena membutuhkan tempat tinggal selama berobat. Ia juga memerlukan kendaraan yang memudahkan mobilisasi karena patah tulang kakinya menyebabkan bu Juansih sulit berjalan dan duduk. Kondisi keuangan yang terbatas  membuat ia hanya mengandalkan uang kiriman dari anak-anaknya. Saat ini bu Juansih sedang menunggu jadwal operasi. Bu Juansih merupakan pasien dampingan #SedekahRombongan, sebelumnya pada rombongan 702 Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics #SR sudah disampaikan. Dan kami jelaskan progres atau perkembangan terakhir dari bu Juansih, sudah mulai menunjukan peningkatan kesehatannya, biasanya hanya terbaring di tempat tidur, saat ini sudah bisa duduk dan untuk bergerak sudah bisa merangkak, Pada pertengahanbulan Juni, Ibu Juansih harus menjalani pengobatan lanjutan, dikarenakan bekal yang dimilikinya sudah habis untuk transport dari Sukabumi menuju Bandung. Untuk kebutuhan hidup dan pembelian obat memerlukan uang tambahan selama tinggal di Bandung Semoga Allah memudahkan segala urusannya selama berobat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-,
Tanggal: 28 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @deri_darusman @avinptr @hapsarigendhis

Ibu juansih menderita Kanker Payudara & patah tulang kaki

Ibu juansih menderita Kanker Payudara & patah tulang kaki


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. #SedekahRombongan Area Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung, fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RUSPN RSCM kita mengontrak dua rumah untuk pasien rawat jalan, tentunya mereka menjadi perhatian kita sehari-harinya. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-harinya dengan menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listriknya untuk 2 rumah singgah tersebut dan beberapa kamar kos yang kita sewa yang setiap bulan kita siapkan untuk mereka yang sedang berjuang berobat untuk kesembuhannya. Saat ini pasien yang ada di RSSR 1 & 2 berjumlah 19 orang ditambah keluarga yang mendampingi, Bantuan ini seperti biasa disampaikan untuk keperluan Logistik dan Operasional RSSR bulan Juli 2015.

Jumlah Bantuan Untuk RSSR 1 & 2 : Rp. 10.000.000,-
Tanggal: 29 Juni 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies

Biaya operasional

Biaya operasional


ANDIKA SURYA (5 tahun, ALL). Alamat:  Kp. Gunung Guruh RT.35/17, Desa Cikajang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Andika sejak 7 bulan kebelakang  terserang  penyakit  Akut Leukimia Limfoblastik awal mula yang dirasakan adalah kondisi tubuhnya sering sakit dan berat badannya menyusut, Andika terlahir dari  keluarga yang dikategorikan kurang mampu.  Ayahnya Andika bapak  Sumanto (31),  sehari- harinya hanya seorang  guru honorer di salah satu sekolah di sukabumi. Sedangkan  ibunya, Rini Andrian (31) aktifitas sehari–hari sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga ini sangat minim dan hanya cukuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja.  Andika saat ini sedang menjalani terapi pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehata BPJS. Kondisi terakhir dari Pasien Andika sangat baik , bahkan dari hasil BMP evaluasi Tim dokter Hermato RSHS, hasilnya menunjukan kondisi Andika  menuju ke arah sehat. Untuk menjalani pengobatan Andika harus berangkat dari Sukabumi menuju RSHS Bandung, selama menjalani pengobatan tersebut, Andika membutuhkan uang transport dan bekal selama di bandung, Sebelumnya di rombongan 711, pasien Andika telah di berikan santunan awal oleh #SedekahRombongan untuk pembelian obat Mercapto yang tidak di cover oleh BPJS, Keluarga dhuafa ini memerlukan bantuan lanjutan untuk membeli obat serta transport untuk melakukan pengobatan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Juni  2015
Kurier: @ddsyaefudin @deri_darusman @abahlutung @hapsarigendhis

Andika menderita Akut Leukimia Limfoblastik

Andika menderita Akut Leukimia Limfoblastik


SATRIA PUTRA PRATAMA (2, gangguan katup jantung  dan Down Syndrome). Alamat di Kp. Pekopen RT.6/7, Desa Tambun, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Dik Satria adalah putra kedua dari pasangan Bapak Hadi Iswanto (30) dengan Ibu Erni Ningsih (38). Saat usianya  5 bulan, baru diketahui kalau Dik Satria menderita kelainan katup jantung. Riwayat penyakitnya berawal saat ibunya memperhatikan tumbuh kembang Satria yang tidak seperti anak seusianya. Ibu Erni lalu  berinisiatif membawanya berobat ke bidan, dan selanjutnya disarankan agar Dik Satria dibawa ke dokter spesialis anak. Dik Satria kemudian dibawa diperiksa di  RSUD Cibitung Bekasi. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, ia dikatakan menderita kelainan jantung dan sindrom down. Satria ke RSCM Jakarta. Dengan berbekal jaminan kartu BPJS dari tempat ayahnya bekerja, Satria dibawa ke RSCM Jakarta. Berat badan Satria  saat ini hanya 5,2 kg, sehingga  fokus pengobatan pada perbaikan gizi  dan peningkatan berat badan sampai 7 kg terlebih dulu. Kondisi saat ini sudah 2 hari Dik Satria dalam perawatan di ruang ICU RSUD Kota Bekasi karena sebelumnya kondisi sangat mengkhawatirkan. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak dapat menyampaikan santunan  lanjutan untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 711.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Satria menderita gangguan katup jantung  dan Down Syndrome

Satria menderita gangguan katup jantung dan Down Syndrome

—-
HASNA NILAWATI (52, Gangguan penglihatan). Alamat di Kp. Pekopen RT.5/7, Kelurahan Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Suami Bu Hasna, Pak Supriyadi (53) sehari-hari berjualan empek-empek keliling. Tanggungan keluarga mereka berjumlah  4 orang. Mereka tinggal di rumah kontrakan sederhana.  Pak Supriyadi harus membiayai 2 anaknya sekolah yang bersekolah  di SMK dan  di SMP di Bekasi. Bu Hasna adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita gangguan penglihatan. Sejak kecil ia sudah memakai kacamata, karena gangguan visus. Menurut  Bu Hasna, mata kanan minus 11 dan mata kirinya minus 12. Tetapi sekitar sebelas tahun yang lalu, ia memutuskan untuk membuka kacamatanya, karena tidak ada perbedaan dengan pengelihatannya antara memakai kacamata maupun melepas kacamata. Sampai dengan saat ini, ia belum memeriksakan diri ke dokter karena ketiadaan biaya. Melihat keadaannya seperti ini, Bu Hasna hanya bisa pasrah karena untuk biaya makan sehari hari saja sering pinjam ke tetangga terdekat. Padahal ia sangat mendambakan kesembuhan matanya. Kondisi Bu Hasna saat ini, matanya sudah bisa melihat kembali setelah menjalani operasi pada tanggal 17 Februari 2015 di RSUD Kota Bekasi. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama menjalani kontrol ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 681. Semoga Allah memberinya  kesembuhan. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @untaririri @hapsarigendhis

Ibu hasna menderita Gangguan penglihatan

Ibu hasna menderita Gangguan penglihatan


RIDWAN GINTING (44, karsinoma sel skuamosa). Alamat: Jl. Bintara Jaya 8 RT.13/9, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kotamadya Bekasi Jawa Barat. Pak Ginting sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di sekitar tempat tinggalnya. Istrinya, Wiwit Dwi Handayani (37) adalah seorang ibu rumah tangga.  Gejala penyakit Pak Ginting bermula ketika  muncul benjolan kecil di dalam telinga kanannya  yang kemudian dikorek dengan lidi dan kapas agar sembuh. Namun sebaliknya benjolan tersebut ternyata semakin membesar hingga kini, bahkan diikuti  timbulny bintik-bintik di muka, telinga dan sekujur badan. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan keluarga agar keadaan Pak Ginting pulih kembali. Dari hasil pemeriksaan di RS. Persahabatan Jakarta Timur ia dinayatakan mengalami kanker kulit (karsinoma sel skuamosa). Ia kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Tanggal 19 Juni 2015, Pak Ridwan menghembuskan nafas terhakhir di kediaman Jl. Bintara Jaya 8 RT.13/9, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kotamadya Bekasi Jawa Barat. Kurir #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan berupa uang duka kepada keluarga Pak Ridwan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 706. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa @hapsarigendhis

Alm.Pak Ridwan menderita karsinoma sel skuamosa

Alm.Pak Ridwan menderita karsinoma sel skuamosa


M. YADI MAHARUDIN (31, Batu Empedu dan Gangguan Hati). Alamat; Kp. Gili-gili RT.2/6, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Pak Yadi yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek didaerah Bekasi, ini berawal sejak satu bulan yang lalu.  Ia merasakan nyeri hebat di bagian pinggang kanan. Keluarganya segera membawa Pak Yadi  ke RSUD Cibitung Bekasi, dan kemudian ia dirawat selama 6 hari dengan  jaminan Jamkesmas. Setelah kondisinya mulai membaik, Pak Yadi dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung, karena gangguan hati dan penyakit batu empedu yang ia derita membutuhkan penanganan lebih lanjut. Setelah beberapa kali kontrol ke RS. Hasan Sadikin Bandung, keluarga mulai tak sanggup untuk mencari dana transport ke Bandung, karena untuk perawatan di RSUD Cibitung Bekasi saja mereka sudah banyak meminjam uang ke tetangga dan saudara. Pak Yadi sudah tidak bisa bekerja lagi semenjak ia sakit, sehingga tidak memiliki penghasilan. Istri Pak Yadi,  Jubaedah (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini sehingga dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 711. Semoga Allah memberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @hapsarigendhis

Pak yadi menderita Batu Empedu dan Gangguan Hati

Pak yadi menderita Batu Empedu dan Gangguan Hati


WANDI BIN USEP (6, Rabdhomyosarcoma). Alamat: Kampung Karangmulya Desa Karangmulya RT.1/7 Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Ayahnya,  Usep Sumardi  (45) sehari-harinya bekerja sebagai seorang supir. Ibunya Kokom Komara (40) seorang ibu rumah tangga. Riwayat penyakit Wandi, sejak dua tahun yang lalu ia menderita tumor otot dan jaringan (rabdhomyosarcoma) di wajah dan kaki. Ia menjalani kemoterapi di RS Hasan Sadikin Bandung, dan sudah mengalami perkembangan yang semakin membaik. Namun karena kendala biaya transport, Wandi sering terlambat datang kemoterapi.  Jaminan kesehatan yang dimiliki adalah Jamkesmas, namun masih ada obat utama yang harus dibeli yaitu Dactisin yang harganya Rp. 1.200.000,- per vial.  Alhamdulillah Allah mempertemukan kuris #SR dengan Wandi dan kedua orangtuanya. Keluarga ini perlu dibantu karena selain dhuafa, rencana pengobatan Wandi  membutuhkan waktu yang lama. Kini Wandi harus kembali ke protocol kemotrapi awal dan Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Wandi. Bantuan sebelumnya untuk Wandi ada pada rombongan 673.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.200.000,-
Tanggal: 28 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Wandi menderita Rabdhomyosarcoma

Wandi menderita Rabdhomyosarcoma


SANTI NOVIANTI (15, Leukemia). Alamat: Kampung Cikupa RT.3/8, Kelurahan Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk, Bandung. Santi putri dari Nandang Wahyudin (50) dan Cuneng Sunangsing (48). Dua tahun yang lalu Santi diketahui menderita kanker darah dan pernah dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung menggunakan jaminan Jamkesmas. Santi menjalani kemoterapi dan radioterapi dan pada akhir tahun 2013 kondisinya dinyatakan terkontrol. Saat ini Santi mengalami gejala yang sama seperti 2 tahun yang lalu, yaitu sering lemas, pusing dan pucat. Orangtuanya kembali membawa Santi berobat ke RSHS. Kondisi terus membaik. Ia sudah bisa bersekolah seperti biasa, namun harus kontrol teratur. Keinginan Santi agar ia sembuh terlihat dari kesunggguhanya berobat. Ia tetap semangat meskipun harus kembali menjalani kemoterapi untuk siklus yang baru sebanyak 46 kali. Sampai dengan pertengah bulan Februari 2015, ia telah menjalani 7 kali kemoterapi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan titipan sedekaholics #SR. Santunan ini digunakan untuk biaya pembelian obat mercaptopurin paska kemoterapi. Riwayat perkembangan Santi sebelumnya tercatat di Rombongan 695 dan Alhamdulillah perkembangan Santi saat ini sangat Bagus. Terima kasih #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 27 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Santi menderita  Leukemia

Santi menderita Leukemia


ASEP M. AKBAR (4, Kanker Darah). Alamat: Kampung Cibeleton RT.3/9, DesRancasenggang, Kecamatan Sindang Kerta, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Akbar, adalah anak kedua Bapak Iwan K. (32) yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan ibu Nia K (32), seorang ibu rumah tangga. Akbar diketahui menderita kanker darah sejak bulan Juli 2013. Awalnya sakit Akbar dibawa berobat ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD Cililin dan RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menggunakan jaminan SKTM. Namun karena biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan Akbar sangat besar sedangkan penghasilan ayah Akbar sebagai buruh serabutan kurang mencukupi, terpaksa keluarga dhuafa ini menjual rumah yang mereka tempati. Saat ini mereka terpaksa tinggal di rumah nenek Akbar. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Akbar dan orangtuanya sehingga dapat membantu pengurusan jaminan kesehatan BPJS Non PBI Kelas 3 sekaligus mendampingi Akbar menjalani pengobatan. Akbar mendapat kemoterapi yang dijadwalkan setiap 5 minggu sekali. Sampai dengan saat ini ia telah menyisahkan17 kemoterapi lagi yang di jadwalkan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan  yang digunakan untuk membeli obat Mercaptopurin yang masih kurang namun sangat dibutuhkan Akbar. Obat ini tidak dijamin oleh  BPJS, Sebelum ini bantuan untuk Akbar sudah masuk Rombongan 686. Semoga Allah memberikan kekuatan pada Akbar, Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin  @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Asep menderita Kanker Darah

Asep menderita Kanker Darah


AHMAD MUZAKI (4, leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT .2/1 Desa Wanayasa Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Zaki adalah buah hati pasangan Bp. Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak 1 tahun yang lalu, Zaki didiagnosis menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Saat ini Zaki tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia menerima bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 695. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik dan bantuan lanjutan ini di pergunakan untuk pembelian obat Mercaptopurin yang tidak tercover oleh jaminan kesehatan BPJS yang di miliki. Jazakumullah sedekahholics sedekahmu bisa meringankan saudara kita yang saat ini membutuhkan obat untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @abahlutung @hapsarigendhis

Ahmad menderita  leukemia

Ahmad menderita leukemia


RAHMANSYAH ( 5, TB. Tulang). Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ayahnya Rahmansyah, Martono (55) sehari-hari bekrja sebagai buruh tani  yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga dhu’afa ini ada 3 orang. Mereka menggunakan jaminan kesehatan Jamkesmas. Sampai  usianya kini 5 tahun, Rahmansyah  tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia alami. Saat usia satu tahun ia mengalami  mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Saat berusia 2 tahun ia mengalami  TB tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah tiga tahun orangtua Rahmansyah  berikhtiar untuk  kesembuhan bagi anak keduanya ini. RS Hasan Sadikin Bandung menjadi rumah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS.  Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) serta mendapatkan dampingan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk Rahmansyah telah disampaikan kembali. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini akan dipergunakan untuk membeli obat (Oscall), diapers, susu serta untuk keperluan sehari-hari selama  berobat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 711 tepatnya Bulan Mei kemarin. Perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Ia sudah bisa berjalan pascaoperasi dan telah dilakukan pemasangan kaki palsu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak se-usianya. Kini ia rajin  menjalani fisioterapi setiap hari  di RSHS. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan bagi Rahmansyah yang sudah lebih dari 1 tahun kita dampingi bersama Sedekah Rombongan, Aamiin .

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Rahmansyah menderita TB. Tulang

Rahmansyah menderita TB. Tulang


NADIROH, (50, CA Mammae) Alamat: Kampung Melayu, RT.3/3, Tanah Baru, Pakis Jaya, Karawang. Derita Ibu Nadiroh seorang janda yang 11 tahun sudah bergelut dengan Kanker Payudara. Pada tahun 2009 pernah dioperasi 1X di RSUD Dukuh Ringin Slawi kemudian dirujuk ke RSUD Margono untuk dilanjut Kemoterapi. Namun karna ketiadaan biaya transportasi dan operasional untuk rawat jalan tersebut maka tindakannya hanya baru 2 kali dilakukan, hingga saat ini dia sering kesakitan di bagian dadanya dimana terdiagnosa Kankernya terus tumbuh dan harus segera dilakukan tindakan kembali ke Rumah Sakit. Bu Nadiroh tidak bekerja dan  mempunyai tanggungan 3 orang anak. Berobat menggunakan Jamkesmas. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan operasional selama berobat, sebulan yang lalu bu Nadiroh selesai dioperasi matanya di RS Cicendo karna penyakit glukomanya dan minggu ini direncanakan kontrol kembali dengan jarak waktu setiap 2 minggu sekal Dan Penyakit CA Mammae yang dideritanya kini hanya tinggal kontrol setiap 3 bulan, bantuan disampaikan di RSSR Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 708. Jazakumulloh di bulan Ramadhan ini semoga harta yang disedekahkan oleh para #Sedekaholics SR menjadi amal kebaikan yang berlipat ganda Amin .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Juni 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @avinptr  @hapsarigendhis

Nadiroh menderita CA Mammae

Ibu Nadiroh menderita CA Mammae


NURKI BINTI NISO (52, Suspek tumor hati dan penyakit paru). Alamat: Desa panguragan Lor  Blok 2 RT. 4/2 Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Riwayat penyakit Bu Nurki berawal 5 bulan yang lalu. Ibu 5 anak ini terserang demam dan sesak nafas yang muncul setelah ia  pulang berjualan. Karena  kuatir dengan kondisinya,  Pak Mahadi (62) suami Bu Nurki segera  membawanya ke Puskesmas terdekat. Semula Bu Nurki  diduga menderita thypus sehingga untuk memastikan ia kemudian dirujuk ke RSUD Arjawinangun Cirebon.  Setelah di-USG, diduga ada massa tumor di bagian perut dan  hati. Bu Nurki akhirnya dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin  Bandung. Bu Nurki sempat  tidak mau berobat karena tidak mempunyai ongkos untuk pulang-pergi  ke Bandung. Setelah dipertimbangkan akhirnya ia mau berobat karena mendapat bantuan dari  anaknya untuk biaya transport dan biaya pembuatan BPJS.   Ibu Nurki yakin Allah akan memberi kesembuhan dan semangat berangkat ke Bandung ditemani anak keduanya, Aan (23) anak  meski dengan  bekal seadanya. Sesampainya di Bandung mereka mengontrak rumah karena pengobatannya yang ia jalani memerlukan  waktu yang panjang. Bu Nurki hanya sanggup membayar kontrakan selama 1 bulan mengontrak rumah karena kehabisan uang. Allah mempertemukan keluarga ini dengan kurir #SedekahRombongan, Kini ibu Nurki menjalani perawatan di ruang Kemuning kamar 3 RSHS Bandung dan bantuan ini pergunakan untuk membeli obat,dan kebutuhan ibu Nurki seperti Diepers ,Kassa dll, jazakumulloh #sedekahholics bantuan sebelumnya bisa di lihat pada rombongan 705.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu nurki menderita Suspek tumor hati dan penyakit paru

Ibu nurki menderita Suspek tumor hati dan penyakit paru

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Trisna 1,000,000
2 Sefita 1,068,000
3 Fatma 1,000,000
4 Dari 1,500,000
5 Siti 1,000,000
6 Salim 1,000,000
7 MTSR MAKASAR 3,600,000
8 Rijal 5,600,000
9 Anora 500,000
10 Bambang 1,000,000
11 Nanang 1,000,000
12 Jumronah 1,000,000
13 M Anwar 500,000
14 Eri Yulianta 1,000,000
15 Supriyati 1,000,000
16 Heri 1,000,000
17 Wagiyem 1,000,000
18 Mardiwiyono 697,000
19 Sukri 1,000,000
20 Rismanto 1,000,000
21 Tuminem 778,000
22 MTSR Bekasi 3,250,000
23 Abiansa 1,000,000
24 Juansih 500,000
25 RSSR Jakarta 10,000,000
26 Andika 500,000
27 Satria 500,000
28 Hasna 500,000
29 Ridwan 500,000
30 M Yadi 500,000
31 Wandi 1,200,000
32 Santi 1,000,000
33 Asep 500,000
34 Ahmad 500,000
35 Rahmansyah 500,000
36 Nadiroh 500,000
37 Nurki 750,000
Total 49,443,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 49,443,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 723 ROMBONGAN

Rp. 26,636,144,538,-