MUHAMMAD TIO HANDIKA (16 bulan. Hernia dan Tuberculosis/TB Paru). Alamat: Kampung Cikondang RT.2/21 Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama kedua orang tuanya, Tio tinggal di kawasan pertanian di Ciwidey. Kehidupan mereka sederhana. Ayah Tio bernama Tardi (31) dan ibunya,  Ema (20). Pak Tardi hanyalah buruh tani harian di kampung yang mengandalkan tenaganya untuk bekerja di ladang milik orang. Ibunya lebih banyak mengerjakan urusan rumah tangga. Walau tanggungannya hanya dua orang, Tardi merasakan sesaknya beban kehidupan di tengah kemiskinan yang menghimpitnya. Apalagi, kini, anak semata wayangnya mengalami hernia. Gejala sakitnya sudah terlihat beberapa hari setelah ia dilahirkan, namun saat itu orangtuanya masih menganggapnya hal biasa. Tio kemudian diperiksakan ke dokter atas saran warga setempat. Kesimpulan dokter, Tio menderita hernia. Selanjutnya, ia berobat rawat jalan menggunakan jaminan kesehatan BPJS di Puskesmas dan RSUD Soreang. Tim medis RSUD Soreang menyarankan tindakan operasi hernia bagi Tio setelah ia selesai menjalani terapi TB Paru. Pada kontrol Februari 2015, alhamdulillah, TB Paru yang diidap Tio dinyatakan dapat teratasi. Pada 30 dan 31 Maret 2015 MTSR Bandung kembali mendampinginya ke RSUD Soreang. Hasilnya, dokter menunda tindakan operasinya sampai kondisi Tio siap. Pada akhir Mei 2015 ia diperiksakan lagi ke RSUD Soreang karena mengalami demam cukup lama. Karena itu, untuk kelanjutan ikhtiar keluarga dhuafa ini, kembali #SedekahRombongan menyampaikan Titipan Langit dari sedekaholics #SR untuk biaya berobat Tio. Bantuan yang diterima orangtua Tio ini digunakan untuk transportasi, akomodasi, dan biaya sehari-hari selama berobat. Administrasi bantuan sebelum ini, tercatat masuk di Rombongan 692.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Tio menderita Hernia dan Tuberculosis/TB Paru

Tio menderita Hernia dan Tuberculosis/TB Paru


FIKRI AHMAD MULYANA (2). Penyakit: infeksi telinga kanan. Alamat: Kampung Babakan Sukamenak RT.1/14, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Bersama kedua orangtua dan kakak kandungnya Fikri tinggal rumah berukuran 15 meter persegi peninggalan kakek Fikri. Di rumah ini tinggal pula ini keluarga paman Fikri. Hendra (32), ayah Fikri adalah buruh tani sesekali-kali jual beli ayam kampung untuk tambahan nafkah keluarga. “Penghasilan saya mah tak seberapa dan tak menentu, Pak, ” ungkapnya sambil menunduk getir. Istrinya, Yayah (30), berdagang warung kelontong di sudut rumahnya yang sempit dan kumuh ini. Tersirat gambaran kemiskinan di keluarga ini. Kesedihan mereka semakin menjadi saat mendapati Fikri mengalami kecelakaan ketika bermain bersama kakak dan teman-temannya di dekat rumah. Fikri mengalami benturan pada kepala, akibatnya dari dalam telinga kanan keluar cairan. Berdasarkan keterangan dokter Puskesmas yang memeriksanya, ada infeksi di gendang telinga kanan Fikri. Berbekal Jamkesmas,  Fikri sudah beberapa kali diperiksakan di Puskesmas serta diberi rujukan ke RSUD Soreang. Awalnya saran itu belum dapat  mereka sanggupi karena masalah biaya. Dana untuk berobat ke dokter dan rumah sakit pun kerap mereka peroleh dari pinjaman pihak ketiga dan bantuan saudara. Alhamdulillah Allah mempertemukan #SedekahRombongan dengan keluarga miskin yang tabah ini. Berkah sedekah, kini cairan pada telinga kirinya semakin berkurang dan frekwensi keluarnya pun semakin jarang. Yang keluar dari telinga kirinya hanya cairan bening. Akan tetapi, sayang, dari telinga kanannya sering keluar cairan seperti yang dialami telinga kirinya. Karena itu, sampai kini, Fikri masih rutin diperiksakan ke Puskesmas dan klinik rujukan. Mereka masih memerlukan bantun untuk terus berikhiar. Alhamdulillah dengan empati sedekaholics, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk ongkos, akomodasi dan biaya sehari-hari selama pengobatan Fikri. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombonngan 652.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Fikri menderita infeksi telinga kanan

Fikri menderita infeksi telinga kanan


ADI CARDIA, (52, Batu Ginjal). Alamat: Kampung Pagersari RT.1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Adi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan menderita batu ginjal sejak 8 bulan yang lalu. Gejala awalnya, ia tidak dapat buang air kecil dan buang air besar dengan lancar selama 8 hari. Warga sekita, didampingi #SedekahRombongan, membawa Pak Adi ke rumah sakit di Bandung. Di RSUD Al Ihsan Bale Endah, Adi mendapatkan penanganan dengan cepat antara lain dengan pemasangan kateter sehingga pengeluaran air kencingnya lancar kembali. Empat bulan yang lalu, ia juga dirawat di RSUD Al-Ihsan selama 1 minggu dan dilanjutkan dengan rawat jalan dua minggu sekali. #SedekahRombongan telah mendampingi dan memberinya bantuan untuk biaya pembuatan BPJS dan transportasi ke rumah sakit. Setelah berkali-kali didampingi kurir #SR ke RS Al Ihsan Bale Endah Kab. Bandung, Pak Adi berangsur membaik. Masa kritisnya telah lewat. Akan tetapi, dokter yang menangani Pak Adi menyarankannya untuk melanjutkan pengobatan di RSHS Bandung untuk memfungsikan kembali saluran kencingnya. Sedekaholik SR terus mendampinginya ke RSHS. Tanggal 7 dan 8 Januari 2015 Pak Adi mulai menjalani pemeriksaan awal di RSHS. Ia menginap dua hari di Rumah Singgah SR (RSSR). Tanggal 13 Januari 2015 ia juga menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit yang sama. Pada 27 dan 28 Januari 2015 ia juga harus ke RSHS karena kateternya bocor. Pada 9 Februari 2015 Pak ADI menjalani pemeriksaan sebelum operasi. Karena kondisinya memburuk, jadwal operasinya belum bisa ditentukan. Selasa 14 April 2015 Pak Adi didampingi kembali ke RSHS untuk pemeriksaan darah yang hasilnya bisa didiagnosa pada Selasa 21 April 2015 sambil menjalani pemeriksaan lainnya yang terus ia jalani sampai awal bulan Juni 2015. Alhamdulillah, berkah sedekah, kini Pak Adi sudah menjalani seluruh tahapan pemeriksaan sebelum mendapatkan tindakan operasi. Pak Adi tinggal menunggu panggilan untuk dirawat inap dan dioperasi di RSHS Bandung. Semoga Pak Adi segera mendapatkan penanganan terbaik seperti yang direncanakan tim medis RSHS. Memahami betapa beratnya tahapan pemulihan kesehatan Pak Adi, kembali #SedekahRombongan memberinya bantuan untuk transportasi, akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. Bantuan sebelum ini administrasinya masuk di Rombongan 695.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Adi menderita Batu Ginjal

Adi menderita Batu Ginjal


ANGGI AROVA DEWI (5,8 Tahun.  Polydactili tangan kanan). Alamat: Kampung Sukamenak RT.1/14, Desa Sukawening, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bersama kedua orangtua dan kakaknya, Anggi tinggal di rumah sederhana yang dindingnya terbuat dari bambu. Meski begitu rumah itu terlihat rapi dan bersih. Ayah Anggi, Asep Hermawan (39), sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tak tetap dan tidak seberapa. “Hanya cukup untuk beli tahu. Itu pun kalau ada yang mempekerjakannya,” jelas ayah Anggi memberi gambaran pendapatan sehari-harinya. Ibunya, Erni Nurhayati (37), hanya lulusan sekolah dasar, tak mampu membantu suaminya mendongkrak ekonomi keluarga mereka. Dengan jumlah tanggungan keluarga 3 orang, cukup berat tantangan kehidupan yang dirasakan keluarga miskin ini. “Bujeng-bujeng kanggo lalandong Si Eneng, kanggo sadidinten ge repot, Pak,” katanya polos saat #SedekahRombongan pertama kali bertemu dan menanyakan riwayat penyakit dan pengobatan untuk anak bungsu mereka. Anggi mengalami cacat bawaan: ada gumpalan daging, yang menempel di jempol tangan kanannya sehingga terlihat ia mempunyai 6 jari (polydactili). Keluarganya baru membawa Anggi ke rumah sakit setelah mengetahui gangguan yang dialami Anggi dapat diatasi. Awalnya mereka kuatir masalah biaya jika berurusan dengan dokter dan rumah sakit karena mereka menyadari tak ‘kan mampu membayar biaya berobat/operasi dan tak punya jaminan kesehatan. Kini Anggi dan keluarganya tidak khawatir untuk berobat di klinik dan RSUD Soreang Kabupaten Bandung karena sudah memiliki Kartu BPJS. Sebulan sekali Anggi menjalani kontrol ke Puskesmas dan klinik rujukan. Rencananya, setelah Anggi berusia enam tahun, tindakan operasinya baru akan dilakukan. Mereka masih memerlukan bantuan untuk kelanjutan pengobatan Anggi. Alhamdulillah, kembali @SRbergerak menyampaikan bantuan untuk ongkos, bayar BPJS, dan biaya sehari-hari Anggi selama berobat. Bantuan sebelum ini, administrasinya tercatat di Rombongan 680.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Anggi menderita  Polydactili tangan kanan

Anggi menderita Polydactili tangan kanan


AMANAH BINTI ABUNG (56, Suspect: Tumor Tenggorokan). Alamat: Kampung Lebakmuncang RT.2/3 Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bu Amanah,  istri Bp. Usa (58) ini diduga menderita tumor tenggorokan. Ia berobat menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Jumlah tanggungan keluarga saat ini 2 orang. Gejala penyakit Bu Amanah bermula sejak enam bulan yang lalu. Awalnya ibu pendiam ini sering merasakan nyeri saat menelan.  Berdasarkan hasil pemeriksaan di Puskesmas dan beberapa dokter praktek, ia diduga menderita benjolan di tenggorokan. Sangat disayangkan, ikhtiar medisnya tidak dilanjutkan; ia malah memutuskan untuk mengobati benjolan di tenggorokannya melalui jasa pengobatan alternatif. Akan tetapi, usahnya ini tidak membuahkan hasil. Benjolan di tenggorokannya justru semakin membesar. Ia hampir putus asa karena merasa kehabisan daya dan biaya. Untung saja seorang kader PKK, Bu Enur, berhasil memotivasinya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit dengan menggunakan jaminan BPJS. Relawan desa ini pula yang memperkenalkan Bu Amanah dengan kurir #SedekahRombongan. Kini Bu Amanah sudah memiliki Kartu BPJS dan didampingi kurir #SR berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung pada 23 Februari 2015. Berbagai tahapan pemeriksaan awal di RSHS telah dijalani, bahkan tindakan biopsi pun sudah dilakukan. Pada Senin 2 Maret 2015 Bu Amanah harus ke RSHS Bandung lagi untuk mengetahui hasil patologi anatomi biopsinya. Pada 2 Juni 2015 Bu Amanah dirawat inap di RSHS Bandung sebelum menjalani tindakan kemoterapi yang pertama. Tiga hari ia dirawat; kemudian ia diperbolehkan pulang. Baru saja dua hari istirahat di rumah, kondisinya menurun drastis. MTSR Bandung kemudian mengevakuasinya ke IGD RSHS Bandung. Ibu Amanah akhirnya dirawat inap kembali di rumah sakit rujukan nasional itu. Karena Bu Amanah dan keluarganya masih membutuhkan biaya untuk melanjutkan pengobatan, kembali @SRbergerak memberinya santunan untuk transportasi, akomodasi dan biaya sehari-hari selama berobat. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 676.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal: 9 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu amanah menderita Tumor Tenggorokan

Ibu amanah menderita Tumor Tenggorokan


MUHAMMAD RIFAI, (16, Varicess oesophagus). Alamat : Teluk Baru RT.1/3, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. M.Rifai, Pelajar SMP anak pasangan Aspar (43) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Miswati (40) juga hanya seorang Ibu Rumah Tangga. M.Rifai selama ini mengidap penyakit anemia aplastik yang belum diketahui penyebabnya dan dicurigai kaganasan, selama ini pasien hanya mendapatkan terapi berupa transfusi Packed Red Cell sebanyak 40 kantong dan obat-obatan simptomatis akhirnya setelah menjalani berbagai pemeriksaan di RSCM, diketahui bahwa penyebab anemia aplastik yang diderita rifai disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di oesophagusnya (varices oesophagusnya). Saat ini kondisi Rifai semakin membaik, sudah genap 1 tahun Rifai menjalani pengobatan di RSCM dan menjadi pasien dampingan kurir #Sedekahrombongan. Ayah pasien merupakan seorang buruh tani yang pada saat ini tidak mampu lagi untuk bekerja akibat harus berbagi tugas dengan istrinya dalam menemani anaknya menjalani pengobatan di RSCM. Rumah dan kebun sudah dijual ayah pasien untuk pengobatan anaknya tersebut. Kendala biaya hidup dan transportasi selama tinggal di RSSR Jakarta, menjadi faktor utama pasien ketika menjalani pengobatan di RSCM.Tidak adanya keluarga maupun sanak saudara juga mempersulit keluarga pasien untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya hidup  di RSSR Jakarta, setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 686. Alhamdulillah kondisi Muhammad Rifai semakin membaik dan mengarah kepada kesembuhannya. Team dokter RSCM siap untuk melakukan endoskopi lanjutan… Semoga Allah memberikan kesembuhan yang maksimal untuk Muhammad Rifai. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harjie_anis

Rifai menderita Varicess oesophagus

Rifai menderita Varicess oesophagus


HERMAWATI BINTI HERMAN (29, Kanker Kolon). Alamat: Kampung Hegarsari RT.1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hermawati dan suaminya, Utep Karna Sutisna (35), tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anak mereka yang masih kecil. Pak Utep yang bekerja sebagai pengojek di terminal Ciwidey, menceritakan, “… Dalam satu tahun ini kesehatan istri saya semakin menurun. Awalnya ada gangguan saat buang air besar dan perutnya terus membengkak, hingga ia tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Kami telah memeriksakannya ke dokter. Menurut dokter, ada gangguan di usus besarnya.” Utep, yang selama ini dikenal sering membantu warga sekitar mengurus orang sakit ini, akhirnya memeriksakan istrinya ke RSUD Al-Ihsan Bale Endah Kabupaten Bandung menggunakan Jamkesmas. Setelah melalui beberapa kali pemeriksaan dan rawat inap, tim dokter menyimpulkan Hermawati menderita kanker usus besar dan harus menjalani operasi serta  kemoterapi. Paska operasi pembuatan lubang di perut untuk buang air besar (kolostomi), kondisi Bu Hermawati semakin membaik. Sampai kini ia rutin menjalani kemoterapi setiap tiga minggu di RS Al Ihsan Baleendah Bandung. Segala puji bagi Allah, pembengkakan di perutnya terus semakin mengecil. Hal ini membuat Bu Hermawati semakin bersemangat untuk terus berobat sampai selesai. Akan tetapi, pada pemeriksaan terakhir di bulan April 2015, dokter yang menanganinya menemukan adanya metastase sel kanker dan merujuknya untuk berobat ke RSHS Bandung. Namun, dugaan adanya penyebaran sel kanker ini alhamdulillah tidak terbukti. Mulai bulan Juni 2015 pengobatannya kembali dirujuk ke RS Al Ihsan. Sebulan sekali –selama dua tahun ke depan– ia harus menjalani kemoterapi. Untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Bu Hera, kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya berobat serta kontrol di RSUD Al Ihsan yang mereka terima di rumah kontrakannya. Administrasi laporan bantuan untuk Bu Hermawati sebelum ini masuk di Rombongan 700.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucu_cuanda @hapsarigendhis

Herma menderita Kanker Kolon

Herma menderita Kanker Kolon


DODI HERIYANSYAH  (55, Diabetes Melitus, Hipertensi & Gangguan Jantung). Alamat:  Kp. Pisangan RT.12/3, Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Dodi Heriyansyah 9 tahun  terakhir menderita  penyakit gula dan darah tinggi (hipertensi). Saat ini penyakit tersebut disertai pula dengan penyempitan jantung (sudah 50%).   Keparahan sakitnya tampak dari jari-jari tangan sebelah kirinya yang bengkak dan bernanah serta adanya  sesak napas  yang membuat Pak Dodi  tidak dapat tidur nyenyak. Keadaan ekonomi keluarga serta tanggungan 2 orang anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar sementara Pak Dodi tidak bekerja lagi membuat istrinya, Ibu Kasni (35)  berjualan donat keliling kampung agar  tetap bisa menyambung biaya hidup sehari-hari. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Dodi. dan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 713. Saat ini Pak Dodi masih terbaring di ruang ICCU RS. Persahabatan Jakarta.  Semoga Allah segera memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 6 Juni  2015
Kurier: @ddsyaefudin @jawierjawa @hapsarigendhis

Pak dodi menderita Diabetes Melitus, Hipertensi & Gangguan Jantung

Pak dodi menderita Diabetes Melitus, Hipertensi & Gangguan Jantung


MTSR BEKASI, (B 1349 SZM, Servis dan perawatan). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan dhuafa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Oleh karena itu perlu adanya perawatan rutin Servis dan ganti oli pelumas. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah membiayai servis dan ganti oli MTSR Bekasi. Insya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat. Pembiayaan servis sebelumnya masuk di Rombongan 693.

Jumlah Bantuan : Rp. 950.000,-
Tanggal : 14 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @alle_Recyclle

Servis dan perawatan

Servis dan perawatan


RAHMA BINTI RUSLI (78, Osteoporosis). Alamat  Perum Bulak Kapal Permai  Blok E No. 2 RT.2/3, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kotamadya Bekasi Jawa Barat. Semenjak 2 tahun lalu Bu Rahma menderita osteoporosis dan hingga saat ini ia tidak bisa berjalan lagi. Sehari-harinya ia hanya bisa berbaring dan duduk di dalam kamar. Selama 2 tahun ini ia hidup dalam kelumpuhan, namun semangatnya untuk sembuh sangat tinggi. Setiap dua minggu sekali dengan bantuan kedua cucunya ia memeriksakan perkembangan penyakitnya ke dokter di  RSUD Kota Bekasi dengan menggunakan fasilitas kartu BPJS. Kesulitan muncul ketika ada obat yang harus dibeli di apotik luar rumah sakit karena yang tidak dijamin BPJS. Bahkan pernah suatu ketika obat yang diperlukan tidak terbeli karena kurang biaya. Bu Rahma memiliki  harapan  suatu saat nanti dapat memiliki kursi roda, yang dapat digunakan untuk mobilitas sehari-hari. Bu Rahma adalah ibu kandung dari Bu Rosmani salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan yang tinggal satu rumah. Suami Bu Rahma, alm. Pak Solihin sudah meninggal 30 tahun yang lalu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjut untuk membeli kursi roda. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 708.

Jumlah Bantuan : Rp. 800.000,-
Tanggal : 15 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa @hapsarigendhis

Ibu rahma menderita Osteoporosis

Ibu rahma menderita Osteoporosis


RASIM (47, Tumor Intra Abdomen) yang beralamat di desa Karang Klesem Rt 2 Rw 6, Purwokerto Selatan, Jawa Tengah. Awal periksa pada tanggal 1 Mei 2015 di RS Dadi Keluarga – Teluk, Pak Rasim mengeluh pusing, mual, perut membesar dan nyeri, sesak nafas, kaki bengkak dan kesulitan jalan. Oleh dokter Pak Rasim disarankan di rontgen, dan dari hasilnya disarankan untuk dioperasi pada benjolan perut bagian bawah (kelenjar getah bening). Operasi pun dilakukan pada tanggal 2 Mei 2015, dan diperbolehkan pulang pada esok harinya untuk rawat jalan dan menunggu hasil biopsi. Pak Rasim bekerja sebagai buruh bangunan, istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga, anak pertamanya (Dewi, janda beranak satu) bekerja sebagai karyawan, sedangkan anak kedua masih sekolah SMA. Pak Rasim dengan penghasilan tak menentu karena tidak setiap saat ada orang yang membangun rumah, menjadikan Dewi menjadi tulang punggung keluarga yang menghidupi anak dan seluruh keluarganya. Dewi sendiri baru mengurus pembuatan BPJS setelah ayahnya dilakukan operasi. Hari Senin (4 Mei 2015), seharian Pak Rasim mengeluh nyeri perut, dan mual. Karena tidak ada biaya, akhirnya hanya disuruh untuk beristirahat di rumah. Pagi hari pada hari yang sama, Dewi mencoba mengurus pembuatan BPJS untuk ayahnya, malam harinya Dewi menemui salah satu Kurir #SedakahRombongan dan meminta bantuan untuk pengobatan ayahnya karena tidak memiliki uang dan masih menanggung hutang ke Rumah Sakit. Keesokan harinya, ketika salah satu Kurir #SedekahRombongan hendak menengok keadaan Pak Rasim, ternyata Pak Rasim meninggal dunia. Dan Dewi masih harus menanggung hutang kepada pihak rumah sakit sebesar Rp. 2.930.250. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuanpun diberikan. Dengan mengurus surat kematian dan mencoba menghubungi pihak Rumah Sakit Dadi Keluarga untuk meminta keringanan bagi keluarga (Alm) Pak Rasim. Pihak rumah sakit memberikan keringanan dengan mengurangi biaya jasa dokter spesialis.

Jumlah bantuan : Rp. 2.750.000
Tanggal : 15 Mei 2015.
Kurir : @arfanesia via @olipe_oile

Pak rasim menderita Tumor Intra Abdomen

Alm Pak rasim menderita Tumor Intra Abdomen


ESTA YULIANTO (9,lumpuh) yang beralamat lengkap di desa Tretep rt 9/3 tretep, kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ini merupakan putra dari seorang petani dimana dik Esta ini merupakan anak terakhir dari 2 bersaudara dan sangat semangat sekali untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan diantar jemput ibunya dengan digendong sehingga membuat guru-guru di sekolah merasa iba, awal mula terjadi kelumpuhan yaitu pada saat usia 8 tahun mengalami jatuh tetapi tidak dirasakan, setelah 2 bulan dari kejadian tersebut mulai merasa kakinya lemes tidak kuat untuk berdiri sehingga hanya bisa duduk di kursi roda yang merupakan bantuan dari desa, kemudian di periksakan ke rsu temanggung di fisioterapi tetapi tidak ada hasilnya sehinnga sampai sekarang hanya duduk di kursi roda dan sekarang tangannya juga sudah mulai lemes, sehingga akhirnya dirujuk ke RS. Sardjito Yogyakarta tetapi karena keterbatasan biaya maka tim Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk biaya berobat dan untuk kebutuhan sehari-hari ketika menjalani proses fisioterapi di RS. Sardjito Yogyakarta.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 20 Mei 2015
Kurir : @arfanesia via swastiko nugroho

Esta menderita lumpuh

Esta menderita lumpuh


RIZAL EFENDY (29,kelenjar getah bening&dispepsi) yang beralamat di jl. Kenanga 4 rt 8/rw 2 kel. Sumampir, kec. Purwokerto utara, kab. Banyumas, Jawa Tengah. Sejak beberapa bulan yg lalu Rizal mengalami gejala mual-mual dan pusing yg semakin lama semakin parah, sehingga harus dirawat di RS Margono purwokerto, Rizal pernah bekerja di sebuah rental komputer, namun kesehatannya yg terus menurun membuat ia tidak bisa meneruskan pekerjaannya tersebut, sementara kedua orangtuanya sudah meninggal sehingga ia tinggal bersama kakaknya, ketika itu kami kurir Sedekah Rombongan menjenguknya di rumah sakit Margono, melihat kondisi ekonomi keluarganya yg kurang mampu kami bermaksud membantu pengobatannya dengan pendampingan sampai sembuh, namun setelah 5 hari dirawat di rumah sakit Alloh SWT berkehendak lain, Rizal meninggal dunia. Dengan demikian maka bantuan ini dipergunakan untuk biaya pemakaman dan tahlilan.

Jumlah bantuan : 1.000.000
Tanggal : 24 Mei 2015
Kurir : @arfanesia via Yunanto

Rizal menderita kelenjar getah bening&dispepsi

Rizal menderita kelenjar getah bening&dispepsi


MUHAMMAD SYARIFUDIN (14, colonostomi) yang bertempat tinggal di Desa Warga Mulya Lamunti 2  B-1  Rt 04/ Rw o2 Kec. Mantangai Kab. Kuala Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. Kode pos : 73553. Merupakan putra dari Bp. Medi 50th, yang bekerja sebagai buruh sawit. Muhammad Syarifudin yang biasa dipanggil Ujang ini sdh mengalami kelaian tdk punya dubur sejak lahir namun baru diketahui orang tua dan keluarga saat dia berusia 3 bulan, dan dilakukan operasi pertama pembuangan kotoran dari dalam perut yang sudah tertimbun selama 3 bulan dan pembuatan saluran pembuangan sementara di perut. Operasi pembuatan dubur belum bisa dilaksnakan sebelumnya karena banyak faktor, setelah kelas 6 operasi pembuatan dubur baru bisa dilaksanakan setelah anak tersebut selesai  melakukan ujian sekolah, ayahnya Medi (50th) adalah buruh sawit yang gajinya didapat harian. Jarak rumah sakit ditempuh selama 2,5 jam perjalanan, dirumah sakit tidak bisa langsung dioperasi harus nunggu jadwal yang tidak menentu. Ibunya Almrhmah Mimin (45th) baru meninggal 4bln lalu, sehingga yang harus mndampingi adalah ayahnya, sedangkan ayahnya adalah buruh yang penghasilannya didapat perhari. Jika ayahnya menunggu itu berarti tidak ada pemasukan sama sekali. Biaya operasi sudah ditanggung BPJS karena mereka sudah terdaftar, yang perlu dibantu adalah biaya operasional untk keluarga slama operasi, karena biasanya di rumah sakit dibutuhkan waktu yang lama dari proses menunggu sebelum dan setelah operasi. #Sedekah Rombongan merasakan kesulitan keluarga Ujang dan memberikan bantuan untuk kesulitan keluarga Ujang. Semoga operasi ujang berjalan dengan baik sehingga bisa mempunyai dubur yang normal seperti anak lain.

Jumlah bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 6 Juni 2015
Kurir : @arfanesia via @SenyumO

Syarif menderita colonostomi

Syarif menderita colonostomi


NIKEN WATINAH, (36, Ca mamae) yang beralamat di desa Panjangsari RT 01/07 Parakan Wetan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Mbak Niken biasa ia dipanggil adalah seorang ibu rumah tangga dengan 3 putra, 2 tahun yg lalu kurang lebih pada bulan April 2013 ia mengira bahwa benjolan kecil di payudaranya bisa doobati dan dianggap hal yg biasa namun dari ketidaktahuanya tersebut benjolan tersebut mulai membesar hingga sekrang. Pada bulan Januari-Mei 2014 sudah mencoba pergi berobat ke RSK Parakan & RSUD Temanggung dengan jaminan kartu Jamkesmas, tapi karena kartu tersebut expired maka tidak bisa digunakan lagi. Mbak niken & suaminya berharap bisa dibantu asal tidak merepotkan,hal ini mereka sampaikan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah atas kehendak allah SWT #SedekahRombongan dipertemukan dengan mbak niken sehingga akhirnya kami memberikan bantuan yang dapat dipergunakan utk kontrol ke Rumah Sakit, semoga mbak niken segera membaik  dan kesehatannya pulih kembali sehingga ia dapat beraktifitas seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Januari 2015
Kurir : @arfanesia @wasono_saputro

Ibu niken menderita Ca mamae

Ibu niken menderita Ca mamae


NICHOLAS ALVERO ANDRIANTO (3th, Atresia Ani dan Jantung Bocor) Alamat Gang Soka RT 05 RW 03 No. 55 Kebumen. biasa dipanggil dik Nico Lahir di Kebumen, 17 April 2012. Ibunya Ratna Diana Wati ( 30) bekerja sebagai IRT dan ayahnya bernama Irfan Andrianto (33) yang bekerja sebagai sales. Dik Niko merupakan bungsu dari 4 bersaudara, yaitu: 1. Kelvin Rafli Smith (13), 2. Revando Afrianto (8), 3. Jonathan Valentino (7).. Dik Niko ini menderita kelainan fisik sejak lahir tidak memiliki anus sehingga pada usianya yang baru 4 hari, Dik Niko harus menjalani menjalani operasi colostomi di RS Sarjito yakni pada Tanggal Tanggal 21 April 2012. Operasi kedua yang dijalani Dik Niko dilaksanakan Tanggal 27 Juni 2012, yaitu operasi PRSAP (pembuatan anus buatan). Saat ini dik Niko sedang dalam masa pendampingan dengan Sedekah Rombongan untuk operasi lanjutan, disaat menunggu operasi yang berikutnya ternyata dik nicho dan ibunya dalam waktu bersamaan terkena sakit typus sehingga bantuan ini digunakan untuk akomodasi transport , biaya rawat inap dan biaya pembelian obat. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 674 dan rombongan 690

Jumlah Bantuan : Rp. 1.930.950
Kurir : @arfanesia
Tanggal : 25 Mei 2015

Nicholas menderita Atresia Ani dan Jantung Bocor

Nicholas menderita Atresia Ani dan Jantung Bocor

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 M Tio 500,000
2 Fikri 500,000
3 Adi 500,000
4 Anggi 500,000
5 Amanah 500,000
6 M Rifai 500,000
7 Hermawati 500,000
8 Dodi 500,000
9 MTSR Bekasi 950,000
10 Rahma 800,000
11 Rasim 2,750,000
12 Esta 500,000
13 Rizal 1,000,000
14 M Syarifudin 2,000,000
15 Niken 500,000
16 Nicholas 1,930,950
Total 14,430,950

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 14,430,950,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 717 ROMBONGAN

Rp. 26,401,502,043,-