KARTOREJO BIN ALM. SAMIKUN ( 71 Tahun, Gejala Stroke ) bertempat tinggal di Ds. Tawangrejo, RT03/5, Jatipurono, Wonogiri.  Beliau sakit sudah lebih dari dua tahun. Dan saat ini hanya tergolek lemah di tempat tidurnya, beliau hanya sebagai buruh tani, sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari sulit. Istrinya, bu Marikem ( 65 tahun ) sudah meninggal kurang lebih 6 tahun yang lalu. Dan saat ini hanya tinggal sendirian di rumah. Kondisi stroke membuatnya semakin terpuruk. Untuk pengobatan tidak mempunyai biaya. Usia pun sudah cukup tua, dan tidak produktif lagi. Anak – anaknya merantau ke Jakarta. Mempunyai dua orang anak, Kasidi ( 44 Tahun ) dan Titik lestari ( 41 tahun ). Terkadang mereka mengirimkan uang untuk kartorejo, namun tak lebih untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari, kebutuhan pokok makan. Sebab, mereka pun juga kurang beruntung, kehidupannya juga kurang mampu. Mereka sudah berkeluarga semuanya. Hidup di perantauan pun sedang berjuang, demi kebutuhan hidup mereka di sana. Sehingga, untuk pengobatan sakit beliau tidak bisa maksimal. Hal ini dikarenakan memang sulit untuk mencukupi kebutuhan masing – masing, untuk bertahan hidup di perantauan. Bantuan ini semoga sedikit meringankan beban kartorejo, untuk akomodasi dan transportasi pemeriksaan di puskesmas setempat serta bisa digunakan mencukupi kebutuhan pokok beberapa waktu ke depan. Semoga bisa bermanfaat dengan baik, sehingga beban hidup beliau sedikit berkurang. Ini pun bukan merupakan pilihan hidupnya, kondisi yang mau tidak mau dijalani. Bertahan hidup serta tetap bersyukur kepada-Nya. Semoga Tuhan memberikan kesehatan serta rejeki bagi anak – anak beliau sehingga tetap mampu memberikan yang terbaik bagi keluarga mereka.

Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 26 April 2015
Kurir : @Mawan@teguh

Pak karto menderita Gejala Stroke

Pak karto menderita Gejala Stroke


KONEM BINTI ALM. JUMINO PARTODIKROMO ( 69 Tahun, TBC ). Bertempat tinggal di ds. Ngaglik, RT03/1, Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini tinggal sendirian dirumah dan sudah hidup menjanda kurang lebih delapan tahun yang lalu. Suami meninggal dunia karena sakit ginjal, sehingga saat ini konem harus berjuang sendiri dalam mencukupi kebutuhan hidupnya sehari – hari. Beliau tidak mempunyai anak, kondisi ini yang membuat kami prihatin. Informasi dari salah satu rekan di sana yang memberikan informasi tentang keberadaan dan kondisi ibu ini. Sering sesak nafas, dan kemudian kami periksakan ke rumah sakit amal sehat di slogohimo untuk mendapatkan diagnosa secara medis. Hasilnya, konem menderita sakit TBC. Namun, karena kondisi sudah tua, dan beliaupun hanya pasrah saja dengan kondisinya tersebut. Konem mengatakan tidak mau lagi berobat untuk penyembuhan. Beliau bilang yang penting bisa cukup untuk makan bertahan hidup saja. Baginya ini pilihan yang beliau lakukan, sebab untuk penyembuhan pastinya memerlukan proses yang cukup lama. Dan beliau tidak mempunyai siapa – siapa lagi yang akan mendampingi jika harus berobat rutin. Hasil pemeriksaan tersebut sebagai informasi tentang sakit yang dialami konem saat ini. Sehingga dengan permintaan beliau yang sudah pasrah dengan kondisi, pendampingan selanjutnya tidak kami lakukan. Bantuan saat pemeriksaan medis, transportasi , akomodasi serta untuk kebutuhan hidup sementara waktu kita berikan, semoga sedikit mengurangi beban konem saat ini. Hal ini adalah pilihan beliau, sehingga kami pun tidak bisa memaksakan kehendaknya. Semoga, bantuan ini sedikit meringankan beban beliau. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.748.000,-
Tanggal : 26 April 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Ibu konem menderita TBC

Ibu konem menderita TBC


TEGUH PRIHANTO ( 47 Tahun, Inveksi usus ). Sakit tak dapat di tolak, dan bahkan kita tidak pernah tau kapan kita akan menderita sakit. Bisa saja terjadi tiba – tiba karena banyak faktor yang menyebabkan sakit tersebut. Bisa karena kelelahan, makanan, atau kondisi yang melemah karena kurangnya asupan energi pada tubuh kita. Saat itu, beliau akan mengantarkan pasien dampingan sedekah rombongan yang bernama cahyo saffarudin yang sakit megacolon ( perut membesar ) untuk pemeriksaan awal di moewardi solo. Dan saat itu teguh belum istirahat seharian sebab baru saja pulang dari mengantar rombongan pengajian ke salatiga, dari pagi hingga sore hari. Sehingga sesampainya di wonogiri kurang lebih pukul 5 sore, saat kami berkoordinasi untuk mengatar pasien dampingan ke moewardi, tiba – tiba teguh mengeluh sakit yang sangat di perutnya. Teguh tinggal di Kayuloko RT04/5, Sidoharjo, Wonogiri. Akhirnya pasien dampingan kami carikan driver untuk mengantar ke solo.  Dan teguh pulang, malamnya masuk rumah sakit dan di opname selama kurang lebih lima hari di rumah sakit. Terjadi inveksi usus di perutnya, dan ini memerlukan perawatan secara medis. Beliau belum mempunyai bpjs, karena kondisi keluarga juga pas – pas an. Demi untuk kesembuhannya, agar bisa membantu bergerak dalam menangani dan mendampingi warga miskin, dhuafa yang tak mampu mendapatkan pengobatan melalui dampingan sedekah rombongan, segala biaya tersebut kita handle untuk membantu meringankan beban beliau. Alhamdulillah, saat ini beliau sudah bisa bergerak bareng lagi untuk membantu warga miskin maupun dhuafa yang sakit untuk kita dampingi pengobatannya. Tuhan memberikan kesembuhan baginya, hal yang patut kami syukuri. Semoga semakin banyak pasien dampingan sedekah rombongan terhandle bersama kami, semoga Tuhan selalu memberikan kami kesehatan dan kekuatan agar selalu bisa memberikan yang terbaik membaikkan dhuafa warga miskin yang membutuhkan pertolongan bersama sedekah rombongan. Aamiin.

Bantuan : Rp. 3.210.000,- ( biaya rumah sakit dan perawatan )
Tanggal : 28 April 2015
Kurir : @mawanhananto

Pak teguh menderita Inveksi usus

Pak teguh menderita Inveksi usus


RINO ( 20 Tahun, Hidrochepalus ), tinggal di RT02/4, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Ibunya bernama Sarti ( 67 Tahun ) adalah janda yang ditinggal suaminya meninggal dunia karena tersengat saluran listrik pada tahun 2003 lalu. Mereka tinggal di gubug kecil ini bertiga yaitu nenek tua, Sarti, dan anaknya Rino yang terkena Hidrochepalus  sejak kecil. Keluarga ini sama sekali tidak pernah mendapatkan bantuan ataupun perhatian dari pihak pemerintah terkait sejak dulu , sudah dilaporkan oleh aparat desa namun juga tidak ada yang memberikan bantuan terhadap keluarga ini. Aktifitas ibu Satri adalah petani namun, sudah setahun ini aktifitas bertaninya terpaksa berhenti karena kakinya terkena asam urat hingga tidak bisa jalan, untuk berobat ke dokter pun mereka tidak bisa karena tidak ada biaya , biaya kebutuhan sehari-hari pun juga sangat kekurangan sekali. Bantuan sedekah rombongan semboga bisa membantu meringankan beban hidup keluarga Sarti ini.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 April 2015
Kurir : @Mawan@Lulut

Rino menderita Hidrochepalus

Rino menderita Hidrochepalus


MARWANTI Binti KARTO KADIMAN ( 46 Tahun, Bantuan Tunai ), tinggal di RT05/02, Ds.Pule,Kec.Ngadirojo,Kab.Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup kurang mampu, mempunyai satu anak dan masih kecil. Informasi yang diberikan kepada kurir tentang kondisinya, segera kita respon untuk survey dan mendatanginya. Rumah cukup memprihatinkan, dinding anyaman bambu yang sudah banyak berlobang. Saat itu, dia sedang menggendong Desi ( anaknya ), dan sedang duduk sendirian di rumah bersama anak tersebut. Informasi kurir, baru seminggu ini desi sembuh dari sakit demam tinggi, setelah pulang dari Rumah Sakit Wonogiri tanggal 20 Maret 2015. Alhamdulillah, kondisi anak bu Marwanti semakin membaik. Bantuan ini, untuk meringankan beban beliau. Semoga bisa bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan nya selama ini, serta membelikan kebutuhan gizi anaknya agar semakin membaik. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi keluarga mereka. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Maret 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

Bantuan tunai

Bantuan tunai



KASIKEM Binti KASIMIN ( 48 Tahun, Bantuan Tunai ), tinggal di RT02/04, Ds. Semen, Kec. Slogohimo, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini tinggal seorang diri, suami bekerja mencari nafkah menjadi kuli bangunan di Jakarta. Dan saat ini kondisi sering sakit, diagnosis pada saat kurir mencari informasi saat itu sakit yang di alami Ibu Kasikem yaitu bronchitis, sering merasakan sesak nafas, dan badan kemudian panas tinggi. Beliau hidup kurang mampu, rumahnya pun setelah kurir melakukan survey memang cukup memprihatinkan. Bantuan ini, untuk meringankan beban beliau, mencukupi kebutuhan sehari – hari, terutama kebutuhan pokoknya. Karena, biaya hidup semakin sulit dan kiriman dari suami pun tidak bisa mencukupi sepenuhnya untuk kebutuhan sehari – harinya. Semoga bantuan ini sedikit meringankan bebannya dan bermanfaat. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Maret 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

Bantuan tunai

Bantuan tunai


KASNI BIN TARDI ( 52 Tahun, Bantuan Tunai ), tinggal di RT04/02, Doho, Kec. Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup kurang mampu, seorang janda dan hidup bersama anaknya yang masih kecil. Beliau bercerai dengan suaminya, dan ditinggalkan begitu saja. Untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari cukup sulit, kondisi rumah memprihatinkan. Dinding rumah anyaman bambu yang sudah banyak berlobang/rusak. Bantuan sedekah rombongan, untuk meringankan beban hidupnya semoga bermanfaat di gunakan untuk mencukupi kebutuhan yang belum terpenuhi, kebutuhan pokok makan dan lainnya. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Maret 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

Bantuan tunai

Bantuan tunai


SISKA FANDESWARI (23, Nasofaring). Alamat : Jl. Dalam Gadung RT. 2/8. No.62. Lubuk Begalung Padang Sumatera Barat. Siska Fandeswari putri bapak Dasfamiyanto(41) seorang pedagang di Padang. Keluarga Dasfamiyanto sudah 3 bulan berada di Jakarta untuk mengobati putri mereka, Siska yang mengalami kanker Nasopharing. Walau dibekali jamkesmas dari tempat asalnya, tetapi jamkesmas tidak menanggung biaya transport, penginapan dan konsumsi. Untuk menjaga semangat agar adik Siska tetap bertahan menjalani proses pengobatan. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 121. Siska Fandeswari kembali datang ke poli THT RSCM Jakarta setelah dirujuk pengobatan lanjutannya dari RSUD Padang. Menurut team dokter yang menanganinya Siska Fandeswari kembali harus melakukan serangkaian pemeriksaan karna menurut dokter pasca pengobatan yang sudah dilakukannya beberapa bulan yang lalu, Siska Fandeswari terdiagnosa suspect kelenjar getah bening. Untuk memastikannya team dokter meminta Siska Fandeswari melakukan ct scant dan biopsi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan tunai

Bantuan tunai


KHOLIL  ABDUL ROZAK (3, Luka Bakar), Alamat : Jl. Kebon Kelapa RT, 8/1 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, Kholil Abdul Rozak anak ke dua dari bapak Ariyanto (30) dan ibu Rosyidah (33) mengalami musibah kecelakaan saat ia tengah bermain. Bapak Ariyanto yang sehari – harinya berdagang siomay keliling ini seperti biasa menaruh gerobak siomay di depan kontrakannya untuk mempersiapkan berdagang, namun naas pada hari itu gerobak dagangnya terbalik tepat mengenai tubuh Kholil Abdul Rozak yang sedang duduk bermain, seluruh siomay dan air panas dalam wajan tertumpah melukai tubuh Kholil Abdul Rozak. Melihat kejadian tersebut bapak Ariyanto dan ibu Rosyidah melarikan Kholil Abdul Rozak ke IGD RSUD Cengkarang untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan. Dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Cengkareng Kholil Abdul Rozak mengalami luka bakar yang cukup serius team dokter RSUD Cengkareng kemudian merujuk pengobatan lanjutannya ke IGD RSCM Jakarta. Setelah enam hari mendapatkan perawatan secara intensif kondisi Kholil Abdul Rozak sudah mulai membaik. Bapak Ariyanto dan ibu Rosyidah sangat kebingungan saat pihak rumah sakit mengeluarkan perincian biaya perawatan selama enam hari sebesar Rp. 25.000.000,- jangankan untuk membayar biaya rumah sakit untuk biaya harian saja kedua orang tua ini sudah tidak mempunyai bekal lagi. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya pembayaran biaya perawatan rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 715. Kondisi Kholil Abdul Rozak sudah membaik, team dokter yang menanganinya sudah memperbolehkan pulang dan selanjutnya Kholil Abdul Rozak diharuskan kontrol rutin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Kholil menderita Nasofaring

Kholil menderita Nasofaring


MARKIYEM BINTI JOYOTIRTO (81, Parkinson), Alamat : Jl. Bukit Duri Utara 1, RT. 16/2 No. 41, Kelurahan Manggarai Kecamatan Tebet Jakarta Selatan. Ibu Markiyem Binti Joyotirto sudah 10 tahun menderita parkinson. Gejala awal yang dialami oleh ibu tua ini, beliau sering mengalami pegal-pegal dan pusing kepala namun ibu Markiyem yang tinggal bersama anak tertuanya ini hanya mengkomsumsi obat warung saja untuk mengobati sakitnya. Sudah satu tahun ini ibu Markiyem menjalani pengobatan di klinik terdekat. Saat ini kondisi ibu Markiyem hanya bisa tertidur saja. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantunya namun biaya transportasi selama berobat sangat memberatkannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan. Bantuan awal untuk biaya transportasi selama pengobatan sudah disampaikan, semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Ibu markiyem menderita Luka Bakar

Ibu markiyem menderita Luka Bakar


RISMA SIAHAAN (22, Arterio Venous Malformation), Alamat : Jl Jend.Sudirman 45 Pendawa 2 No 256 Sampit RT. 48/18, Desa Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah. Risma Siahaan, putri ke-2 dari tiga bersaudara, anak dari Ibu Rosita Boru Nadeak (47) sudah 12 tahun ini mengalami sakit pada tungkai dan kaki kanannya. Gejala awal yang sering ia rasakan adalah nyeri dan pegal-pegal pada kaki. Selain itu Risma juga tidak kuat berdiri terlalu lama, dan biasanya ia akan merasa baal serta kesemutan. Selama ini, karena hidup dengan ekonomi yang pas-pasan dan sepenuhnya masih dibiayai oleh ibunya yang bekerja sebagai buruh tani, Risma anak yatim ini tidak pernah mendapatkan fasilitas pengobatan yang memadai. Alhamdulillah pada pertengahan tahun 2014, dengan dibantu oleh sanak saudaranya dan dibekali jaminan kesehatan BPJS, Risma dapat menjalani pengobatan di RSUD Murjani Sampit Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter RSUD Murjani yang menanganinya Risma menderita penyakit dengan diagnosis AVM Regio Femur sampai Pedis dextra (AVM regio femur-pedis dextra yaitu: terbentuknya hubungan abnormal antara pembuluh darah arteri dengan vena disertai bypass pada sistem kapiler darah pada daerah paha hingga kaki kanan) dan pengobatan lanjutannya harus dirujuk ke RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Meskipun telah berobat dengan fasilitas BPJS, yang sangat membantu Risma dalam menjalani pengobatannya, akan tetapi tingginya biaya kost dan biaya hidup sehari-hari di Jakarta dirasa sangat memberatkan, apalagi Risma saat ini sama sekali belum memiliki pekerjaan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Risma, sekaligus membantu meringankan beban Risma, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 703. Rencana untuk tindakan operasi pembedahan pada kaki Risma Siahaan oleh team dokter yang menanganinya di tunda dan diganti dengan tindakan embolisasi atau penempatan kateter kecil di pembuluh darah dan suntikan partikel pada pembuluh darah yang tersumbat. Embolisasi ini sudah dilakukan dan pasca tindakan embolisasi Risma Siahaan sudah berada kembali di RSSR Jakarta untuk pemulihan staminanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Ibu Risma menderita Parkinson

Ibu Risma menderita Parkinson


SURYA TALANGSARI (55,  Kusta). Alamat : Komplek RS. Stenala RT.1/13, Kelurahan Talangsari Kecamatan Negasari, Kota Tangerang. Pak Surya adalah seorang kepala keluarga dengan 2 orang anak yang masih duduk di bangku SMP.  Istrinya telah pergi meninggalkan keluarga kecilnya sejak Pak Surya diketahui menderita  kusta. Pak Surya sehari-hari mengemis  di trotoar perumahan Senayan, Bintaro. Pak Surya mengalami penyakit ini  sejak tahun 1975. Kini ia tak mampu lagi menegakkan kedua kakinya, karena jari dan telapak kakinya mulai kaku dan sebagian rapuh digerogoti kusta. Kurir # SR sering melihat pak Surya ngesot di trotoar setiap malam Rabu, malam Jum’at dan malam Minggu. Penasaran dengan hal itu, kurir #SR ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan Pak Surya. Pak Surya bercerira tentang sakitnya bahwa ia juga pernah berobat di RS. Sitanala dan  memiliki kartu  Jamkesmas. Namun pak Surya masih awam dengan administrasi rumah sakit serta bingung dan saat ini ia tidak menjalankan proses pengobatannya lagi. Kadang Pak Surya mengeluhkan paha kanannya mulai  sering terasa nyeri. Jari-jari tangannya juga sudah mulai menghilang termakan kusta. Santunan dari sedekaholics #SedekahRombongan telah disampaikan.  Pak Surya mengucapkan banyak terimakasih.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlna @rianananudz @hapsarigendhis

Pak surya menderita Kusta

Pak surya menderita Kusta


RIZKI FIRLIANSYAH (1,5; Gizi Buruk dan Lemah Jantung). Alamat : Jalan Musyawarah RT. 5/4 No.102, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Sofyan (40) dan Suliah (35). Mereka adalah orang tua dari Muhamad Rizki Firliansyah. Rizki, biasa ia disapa, menderita penyakit lemah jantung dan gizi buruk. Ia tinggal bersama orang tua dan 2 kakaknya. Rizki mulai terlihat sakit ketika ia berusia 5 bulan karena kondisi badannya yang kurus. Dengan bantuan BPJS, ia dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan Tanah Abang. Namun sayang, BPJS yang menjadi bekal pengobatannya hilang setelah berobat di rumah sakit tersebut. Gizi buruk menggerogoti tubuh Rizki hingga ia terlihat kurus dari anak seusianya. Namun sekarang sudah terlihat membaik setelah ibunya memberi susu SGM, Nestle, dan air putih. Jika anak seusianya sudah dikenalkan dengan nasi, namun tidak dengan Rizki. Dokter mengatakan bahwa rongga tenggorokannya kecil, sehingga makan bubur pun tidak bisa. Penyakit jantung pun membuatnya tidak boleh merasa kaget. Begitu ia merasa kaget, badannya akan langsung panas. Sejak berobat, Rizki memang tidak dianjurkan untuk rawat inap. Sampai sekarang sudah terlalu banyak obat yang telah dikonsumsi Rizki yang menyebabkan ia tidak diperkenankan untuk minum obat untuk sementara. Ayahnya, Sofyan, yang bekerja sebagai kuli di tanah abang dengan gaji sekitar Rp 500.000 per bulan hanya mampu untuk mencukupi kehidupan makan sehari-hari serta sewa kontrakan. Anak tertua Sofyan sudah putus sekolah, sedangkan anak keduanya masih duduk di SD kelas 1. Alhamdulilah, keluarga ini bertemu dengan Kurir #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 3 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlna @rianananudz @singsantai

Rizki menderita Gizi Buruk dan Lemah Jantung

Rizki menderita Gizi Buruk dan Lemah Jantung


RASAN BIN LANCONG (41, Tumor Nasofaring). Alamat: Bencongan Brebes, RT. 4/1, Kelapa Dua, Tangerang. Pak Rasan, biasa ia dipanggil, merupakan bapak dari 3 orang anak. Sehari-hari  ia bekerja sebagai  tukang ojeg, namun semenjak sakit, praktis tidak dapat bekerja. Gejala penyakit yang dialami pak Rasan berawal sejak 6 bulan yang lalu. Semula Pak Rasan hanya merasa ada benjolan kecil di lehernya, namun semakin hari benjolan tersebut semakin bertambah besar dan terasa nyeri. Ia berobat pertama kali di RSUD Tangerang dan kemudian dirujuk untuk berobat ke RS. Dharmais Jakarta. Pada tanggal 19 Mei 2015, pak Rasan sudah diperiksa di laboratorium RS. Dharmais. Hasil pemeriksaan memberikan kesimpulan diagnosis kerja saat ini adalah Tumor Nasofaring. Masih dipikirkan kemungkinan diagnosis lain yaitu Limfoma Non Hodgkin (LNH) dan keganasan nasofaring (Karsinoma Nasofaring). Saat ini keluhan yang dirasakan selain jumlah benjolan di leher kanan dan kiri semakin banyak  dan membesar, Pak Rasan juga mengalami penurunan berat badan sehingga ia terlihat sangat kurus. Ia juga merasa lemas dan setiap saat merintih kesakitan. Meskipun biaya berobatnya ditanggung oleh BPJS, namun karena tidak mempunyai biaya transport ke rumah sakit dan biaya untuk keperluan sehari-hari, maka proses pengobatan lanjutannya sempat terhenti. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya transportasi berobat ke RS. Dharmais tanggal 15 Juni 2015. Saat ini Pak Rasan tinggal di rumah kakak perempuannya, yang berpenghasilan dari berdagang kelontong dari warung di rumahnya. Pak Rasan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp.  500.000,-
Tanggal: 6 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlna @chaturpratama @hapsarigendhis

Pak rasan menderita Tumor Nasofaring

Pak rasan menderita Tumor Nasofaring


POPTI atau Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia adalah sebuah organisasi yang di dalamnya berhimpun orangtua dengan latar belakang anaknya menderita Thalassemia. POPTI berperan menjembatani komunikasi antara orangtua penderita thalassemia dengan pihak rumah sakit dalam pengurusan obat, dan terkadang juga  mencarikan bantuan untuk penderita thalassemia yang kurang mampu. Saat ini totalnya ada 147 penderita Thalassemia yang menjalani tranfusi rutin di RS Sentra Medika Cikarang. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak usia sekolah yang setiap 2-4 minggu sekali datang ke rumah sakit untuk menjalani transfusi. Selain itu, mereka harus rutin minum obat kelasi besi. Syukur alhamdulillah hampir semua pengobatan dicover oleh jaminan BPJS. Akan tetapi dari 147 anak ini ternyata  memiliki latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda-beda. Berdasarkan data POPTI, ada 50 anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan donatur untuk membayar iuran BPJS atau biaya transport ke rumah sakit. Meskipun menggunakan BPJS kelas 3 biaya iuran tetap dirasakan berat. Bahkan ada satu anak yang jaminan BPJS-nya telah  dinonaktifkan karena lebih dari 3 bulan tidak dibayar. Ada anak yang sejak kecil ditinggal orangtuanya dan sekarang tinggal bersama neneknya yang tidak bekerja. Anak yang lain ada yang ditinggalkan ibunya karena sang ibu tidak bisa menerima keadaannya. Ada orangtua yang harus menggadaikan telepon genggam untuk biaya transport dari kota Bekasi ke rumah sakit. #SedekahRombongan bertemu anggota POPTI di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemia yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 696.

Jumlah Bantuan: Rp.1.250.000,-
Tanggal: 13 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @untaririri @hapsarigendhis

Bantuan tunai

Bantuan tunai


KEISYA RIA AMANSYAH (5, Epilepsi). Alamat: Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ayah Keisya bernama Dasman Firmansyah (31), sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Ibunya bernama Mimin Minarti (29), seorang ibu rumah tangga.  Jumlah tanggungan mereka 3 orang.  Semenjak lahir di RS Permata Bunda Cibitung Bekasi, Keisya sudah mendapatkan perawatan intensif karena gangguan pernapasan dan kejang.  Keisya dirawat selama 3 minggu dan  diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat. Namun, setelah 1 minggu di rumah Keisya kembali kejang-kejang dan di rawat di RSUD Cibitung selama 1 bulan. Setelah itu Keisya mengalami kejang berulang  kali sampai dirawat di rumah sakit.  Seiring bertambah usia Keisya,  kedua orangtuanya merasa beban semakin berat. Hingga akhirnya ada teman orangtua Keisya yang memberikan bantuan untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, Keisya dinyatakan menderita epilepsi. Ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga harus beli sendiri. Perkembangan Keisya saat ini dalam perawatan di RS. Hosana Medika Cikarang karena kondisinya menhgkhawatirkan sejak seminggu yang lalu. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan untuk membeli obat yang dibeli Keisya. Santunan sebelumya masuk di Rombongan 711. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Keisya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Keisya menderita Epilepsi

Keisya menderita Epilepsi


ROSMANI BINTI SOLIHIN (60, Kista). Alamat Perum Bulak Kapal Permai  Blok E No. 2 RT.2/3, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kotamadya Bekasi Jawa Barat. Bu Rosmani menderita  kista di bagian perut dan sudah  menjalani operasi pengangkatan kista tersebut  pada tahun 2006 di RSCM Jakarta. Bu Ros, begitu ia biasa dipanggil  merasa lega dan  berharap penyakitnya   sembuh. Kondisi kembali pulih, namun pada peretengahan tahun 2011, perutnya mulai membesar lagi dan muncul kista abdomen lagi. Hingga saat ini Bu Ros masih menjalani pemeriksaan di RSCM dengan  menggunakan fasilitas kartu BPJS.   Rencananya  Bu Ros akan kembali menjalani operasi pengangkatan kista. Setiap kali berangkat kontrol ke RSCM, ia harus menyiapkan sejumlah  uang yang tidak sedikit untuk transport dan itu terasa memberatkan bagi Bu Ros. Maklum saja suami Bu Ros, alm. Pak Danan sudah meninggal 5 tahun yang lalu, sedangkan kedua anaknya sudah berkeluarga semua dan tidak bisa membantu dengan maksimal karena mereka dari keluarga yang  tidak mampu. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Sebelumnya Bu Rosmani masuk di Rombongan 708.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa @hapsarigendhis

Ibu rosmani menderita Kista

Ibu rosmani menderita Kista

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Kartorejo 2,000,000
2 Konem 1,748,000
3 Teguh 3,210,000
4 Rino 500,000
5 Marwati 1,000,000
6 Kasikem 1,000,000
7 Kasni 1,000,000
8 Siska 1,000,000
9 Kholil 2,000,000
10 Markiyem 1,000,000
11 Risma 500,000
12 Surya 500,000
13 Rizki 500,000
14 Rasan 500,000
15 Popti 1,250,000
16 Keisya 500,000
17 Rosmani 500,000
Total 18,708,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 18,708,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 716 ROMBONGAN

Rp. 26,387,071,093,-