MULYATI ENDANG (52, Kista Ovarium), Alamat ; Kampung Ongkrak RT.3/3, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mulyati Endang, Ibu dua anak istri dari bapak Endang Mulyana (60) sudah lima tahun menderita sakit Kista Ovarium, gejala awal yang dirasakan ibu Mulyati, ada benjolan kecil pada perutnya yang lambat laun benjolan itu membesar, Pengobatan yang dilanjutkan dengan operasi pertama pernah dilakukannya di RSHS Bandung pada tahun 2013, dari hasil operasi itu baru sebagian mengangkat tumornya, tahun 2014, bapak Endang Mulyana yang bekerja sebagai supir angkot ini kembali membawa istrinya menjalani pengobatan lanjutan di RSCM karna tumor yang tumbuh pada perut istrinya tersebut kembali membesar, Berobat dengan fasilitas BPJS meringankaan beban bapak Endang Mulyana dan ibu Mulyati, namun biaya harian dan mahalnya biaya kos disekitar RSCM sangat memberatkannya, apalagi selama istrinya sakit bapak Endang Mulyana sudah tidak bekerja dan praktis tidak memiliki penghasilan lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 656. Ibu Mulyati Endang sudah kembali ke Jakarta untuk melakukan control di poli kebidanan RSCM Jakarta. Kondisi ibu Mulyati Endang stabil, namun tumor ovarium yang sudah diangkat pasca operasi kembali tumbuh dan mulai membesar. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 Juni 2015
Kurir:  @ddsyaefudin@endangnumik

Ibu mulyati menderita Kista Ovarium

Ibu mulyati menderita Kista Ovarium


ELMA TIANA, (10, Bocor Jantung dan TB Tulang). Alamat: Lingkungan VII, RT.2/2, Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara. Provinsi Lampung, Ayah: Abadi, 50 tahun dan Ibu: Mariana, 42 tahun. Elma saat ini berada dalam perawatan jalan di RSCM Jakarta, Karna mengalami jantung bocor – Elma juga lumpuh kedua kakinya. Dirujuk dari RS Abdul Muluk Lampung berbekal Jamkesmas, Kedua Orangtua Elma berihtiar melewati jarak yang begitu jauh dilalui dari rumahnya. Pengorbanan waktu dan tenaga demi ihtiar kesebuhan Elma tercinta, Walau mereka hidup dalam kesulitan – Abadi hanya seorang Buruh Tani dan masih menanggung 5 orang anaknya yang saat ini ditinggalkan. #SedekahRombongan ikut meringankan beban mereka dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah sebelumnya masuk di Rombongan 704. Kondisi Elma Tiana Alhamdulillah stabil, menurut team dokter dari poli bedah dan poli jantung RSCM, hasil dari operasi jantungnya cukup bagus dan untuk operasi pada kaki kanan Elma Tiana menurut team dokter poli orthopaedi belum bisa dilakukan karna dikhawatirkan kondisi Elma Tiana belum kuat, penjadwalan untuk operasi pada kaki kanan Elma Tiana insyaAllah akan dilakukan pada bulan Januari 2016.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Elma menderita Bocor Jantung dan TB Tulang

Elma menderita Bocor Jantung dan TB Tulang


YUDISTIRA PRATAMA, (5, Jantung Bocor dan Microcephalus), Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery pasca operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 706. Tes kromosom sudah dilakukan namun hasil dari tes tersebut baru bisa diambil bulan Juli mendatang. Dari hasil tes tersebut Yudistira direncanakan akan melakukan operasi kelamin. Semoga pengobatannya dilancarkan oleh Allah. aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Microcephalus

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Microcephalus


EVA SURYATI (34, Riwayat sakit : Retinaglauman), Alamat : Jl. Budimulia RT.4/.4, Kel. Pademangan Barat, Kec. Pademangan, Jakarta Utara. Satu tahun pasca musibah kecelakaan berlalulintas menggunakan sepeda motor, Ibu Eva Suryati mengalami benturan pada kepala dan pelipis kanannya. Sejak saat itu mata kanan ibu Eva Suryati sering mengeluarkan cairan dan pandangannya kabur. Bapak Denny Eka Sagita (35) suami dari ibu Eva Suryati yang memang tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak bisa berbuat banyak untuk membantu istrinya menjalani pengobatan kerumah sakit. Eva Suryati ibu satu anak warga kontrakan di Pademangan Barat ini, sehari-harinya bekerja sebagai tukang urut keliling, mulai menjalani pengobatannya satu bulan yang lalu di RS Tarakan Jakarta. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Eva Suryati menderita sakit Meningitis dan Retinaglauma. Berobat dengan fasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu dalam proses pengobatan, namun biaya transportasi menjadi kendala untuk ibu Eva Suryati, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu yang sedang kesulitan ini. Bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 630. Kondisi Eva Suryati Alhamdulillah stabil. Untuk tindakan medis selanjutnya Eva Suryati menunggu penjadwalan untuk operasi besar pada bagian matanya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik,

Ibu eva menderita Riwayat sakit : Retinaglauman

Ibu eva menderita Riwayat sakit : Retinaglauman


KHOLIL  ABDUL ROZAK (3, Luka Bakar), Alamat : Jl. Kebon Kelapa RT, 8/1 Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, Kholil Abdul Rozak anak ke dua dari bapak Ariyanto (30) dan ibu Rosyidah (33) mengalami musibah kecelakaan saat ia tengah bermain. Bapak Ariyanto yang sehari – harinya berdagang siomay keliling ini seperti biasa menaruh gerobak siomay di depan kontrakannya untuk mempersiapkan berdagang, namun naas pada hari itu gerobak dagangnya terbalik tepat mengenai tubuh Kholil Abdul Rozak yang sedang duduk bermain, seluruh siomay dan air panas dalam wajan tertumpah melukai tubuh Kholil Abdul Rozak. Melihat kejadian tersebut bapak Ariyanto dan ibu Rosyidah melarikan Kholil Abdul Rozak ke IGD RSUD Cengkarang untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan. Dari hasil pemeriksaan dokter RSUD Cengkareng Kholil Abdul Rozak mengalami luka bakar yang cukup serius team dokter RSUD Cengkareng kemudian merujuk pengobatan lanjutannya ke IGD RSCM Jakarta. Setelah enam hari mendapatkan perawatan secara intensif kondisi Kholil Abdul Rozak sudah mulai membaik. Bapak Ariyanto dan ibu Rosyidah sangat kebingungan saat pihak rumah sakit mengeluarkan perincian biaya perawatan selama enam hari sebesar Rp. 25.000.000,- jangankan untuk membayar biaya rumah sakit untuk biaya harian saja kedua orang tua ini sudah tidak mempunyai bekal lagi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini bantuan awal untuk biaya harian sudah disampaikan. Semoga bantuan ini bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Kholil menderita Luka Bakar

Kholil menderita Luka Bakar


ASSYIFA VIRGINIA PUTRI (3, Susp. Hirsprunch desease). Alamat : Dusun Sukajaya. Muko Bathin 7, Kabupaten Muarabungo, Jambi. Assyiga Virginia Putri anak ke-2 dari pasangan Wawan Kurniawan (33) dan Septa Warni (30) sejak usia 3 bulan sudah sakit menderita suspect Hirsprunch Desease dan saat ini sedang berobat di RSCM Jakarta. Gejala awal Assyifa sulit BAB dan dalam beberapa bulan perut membuncit, melihat kondisi ini Wawan yang sehari-hari bekerja sebagai Buruh serabutan membawanya ke Puskesmas terdekat. Syifa dirujuk ke RS.HANAFI Muara Bungo, RS.Raden Mataher untuk berobar jalan dalam beberapa bulan dan kemudian akhirnya dirujuk ke RSCM Jakarta, Kini Syifa bersiap untuk operasi ke-3 di RSCM setelah sebelumnya operasi Colostomi dan Repair Stoma. Biaya yang sudah melebihi batas Jamkesda Jambi sudah mencapai hampir 12jt dan ditambak estimasi untuk operasi ke-3 sekitar 37jt – itulah yang menjadi penyebab operasi ke-3 belum dilaksanakan, Sambil menjadi berihtiar menjadi Supir tembak angkot di Jakarta – Wawan terus tawakal dan berharap ada bantuan Rezeki dari manapun buat anaknya tercinta hingga dapat kembali sehat. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya kos dan biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 466. Alhamdulillah kondisi Assyifa Virginia Putri stabil. Saat ini Assyifa sudah kembali berada di ruang rawat inap BCH anak RSCM untuk penjadwalan operasi penutupan colostominya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis

Assyifa menderita Susp. Hirsprunch desease

Assyifa menderita Susp. Hirsprunch desease


RAYINAN PRASETYA (7, Jantung Bocor), Alamat : Selobentar RT. 2/2, Banyudono, Kecamatan Munthilan, Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Dek Rayinan Prasetya adalah putra dari bapak Komari (40) dan ibu Satimah (44), bapak Komari yang berprofesi sebagai buruh pembuat cobek dan ibu Satimah adalah seorang pedagang mainan anak-anak di sekolah. Dek Rayinan menderita jantung bocor sejak berusia 40 hari hingga saat ini kebocoran jantungnya mencapai 19mm. Dek Rayinan di bawa ke RS. Sardjito lalu dirujuk pengobatan lanjutannya ke RS. Harapan Kita Jakarta. Pada tanggal 9 April yang lalu sudah dibawa ke Jakarta dengan didampingi kurir SR Jogja. Selama ini berobat dengan menggunakan fasilitas kesehatan jamkesmas. Alhamdulillah bantuan lanjutan untuk biaya kos kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 536. Kondisi dek Rayinan Prasetya Alhamdulillah stabil, saat dikunjungi Kurir #SR, dek Rayinan Prasetya masih menunggu penjadwalan kateterisasi dan operasi besar pada jantungnya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis

Rayinan menderita Jantung Bocor

Rayinan menderita Jantung Bocor


AZIZ DEBIA AROBI, (19, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT.4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama,  yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup.  Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya,  semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 5 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen  beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit  hanya cukup untuk 1 bulan dan ia  harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman  kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Saat ini Aziz rutin menjalani kontrol ke RSCM. Sebelumnya ia menjalani pemeriksaan di Poli Endokrin, tapi sekarang sudah menjalani pemeriksaan lanjut di Poli Penyakit Dalam RSCM.  Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RSCM. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 700. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @suharna_yana @mardisay @hapsarigendhis

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum


FIKRI BIN MADRUDIN (5, Hemophilia). Alamat:  Kp. Pulo Kukun RT.2/6, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Fikri putra Pak Madrudin (35) dan Ibu Engkar (31). Fikri mengalami gejala hemophilia sejak usia 9 bulan. Awal gejala penyakitnya yaitu seluruh badan Fikri tampak  membiru dan pucat.  Setelah diagnosis dokter ditegakkan bahwa ia mengalami hemophilia, Fikri harus menjalani pengobatan seumur hidup. Fikri dijadwalkan  kontrol teratur 1 bulan sekali ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Tujuannya adalah kondisi fisiknya tetap fit, kuat dan tidak melemah. Empat tahun terakhir mereka sering pulang-pergi Bekasi-Bandung untuk pengobatan Fikri. Kemiskinan mereka menjadi kendala dalam masalah biaya, sehingga ada kalanya ibunda Fikri hanya membawa berobat saat kondisi Fikri memburuk. Alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya transport berobat. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 695.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Fikri menderita Hemophilia

Fikri menderita Hemophilia


ANDINI KAYLA RAHMA (2, Epilepsi; suspek thalasemia). Alamat:  Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.  Andini tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah kontrakan sederhana milik Bapak Birong.  Ayah Andini, Pak Dedi Rahayu (26)  sehari-harinya  bekerja sebagai pedagang asongan sedangkan ibunya, Anita Dewi (28) seorang ibu rumah tangga.  Andini dilahirkan keadaan normal dan sehat. Pada usia 1 tahun ia  dirawat di RS dr. Sander B, Cikarang selama 8 hari karena diare dan thypus. Setelah satu minggu setelah dirawat Andini diperbolehkan pulang namun sesudah itu  Andini mulai mengalami kejang-kejang. Karena keterbatasan biaya, Andini dirawat di rumah saja selama 2 hari. Ketika kondisinya semakin memburuk  orangtuanya  membawa ke RS dr.Sander B., Cikarang dengan berbekal uang pinjaman dari tetangga. Di rumah sakit tersebut Andini mendapatkan pertolongan dan dirawat selama 11 hari. Setelah dilakukan pemeriksaan EEG, Andini dinyatakan menderita epilepsi dan harus berobat rutin ke RS Sentra Medika Cikarang. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak dapat bertemu dengan Andini dan kedua orangtuanya. @SRbergerak kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya untuk Andini masuk di Rombongan 696. Semoga Allah SWT segera  memberikan kesembuhan untuk Andini. Amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Andini menderita  Epilepsi; suspek thalasemia

Andini menderita Epilepsi; suspek thalasemia


HASAN BIN REANG (31, Cacat kaki kiri).  Alamat: Jl. Kampung Sengkol RT.4/2, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Hasan hanya memiliki satu kaki, namun kondisi ini tidak membuatnya   patah semangat dalam menjalani hidup. Bapak satu anak ini mau mencoba sesuatu yang mungkin menurut orang lain tak bisa ia lakukan. Hasan bisa mengendarai sepeda, motor, hingga mobil truk. Ia berjalan tidak menggunakan tongkat akan tetapi begitu lincah  dengan cara meloncat-loncat dengan kaki kanannya. Hasan kehilangan kakinya karena kecelakaan motor pada tahun 1996. Ia kini tinggal bersama ayahnya, Reang (75) di rumah semi permanen yang jauh dari kata layak yang mereka dirikan di tanah milik orang. Rumah tersebut memiliki dua ruangan, satu untuk kamar tidur hasan dan satunya lagi untuk kamar ayahnya. Di depan ruangan itu terdapat sumur dan kamar mandi seadanya. Listrikpun mereka dapatkan dari bantuan warga. Istri dan anak Hasan tinggal di rumah mertuanya di Bogor, karena rumah yang ditempati Hasan tak baik untuk perkembangan anaknya yang masih berusia 11 bulan. “Hujan pasti bocor, angin gampang masuk, belum lagi di belakang rumah ada jurang, kasihan kalau istri sama anak tinggal disini,” ungkap Hasan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hasan bekerja di bengkel temannya yang tak jauh dari rumah. Penghasilannya tergantung ramai atau tidaknya bengkel itu. Hari Jum’at, 22 Mei 2015 yang lalu merupakan hari yang membahagiakan bagi Hasan. Di hari itu ia sangat bersemangat karena mendapat bantuan kaki palsu melalui program bakti sosial sebuah perusahaan di Karawang. Beberapa hari terakhir, hasan tidak bekerja di bengkel milik temannya. Hal itu dikarenakan kondisi Hasan yang terkena demam. Dengan tidak bekerja maka secara otomatis Hasan tidak mempunyai penghasilan. Hasan juga harus menahan laparnya karena memang tidak mempunyai uang sama sekali. Bantuan lanjutan dari sedekah rombongan digunakan untuk operasional sehari-hari. Sebelumnya Hasan dibantu pada rombongan 708.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @restu_ririn

Hasan menderita Cacat kaki kiri

Hasan menderita Cacat kaki kiri


NINA BINTI MILAN (38, Kanker Serviks). Jl. Damai RT.1/ No 25, Kelurahan Babakan Kelapa Dua, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Nina, istri dari Bpk. Aang (52 th) seorang tukang parkir di kawasan Tangerang Selatan. Bu Nina menderita Kanker Serviks dan sudah menjalani radioterapi dan akan melakukan radiasi ulang selama 3 bulan di RSCM. Bu Nina kondisinya sempat drop dimana tubuhnya terasa dingin dan wajah bu Nina terlihat pucat. Bu Nina sempat dilarikan ke UGD RSCM. Namun alhamdulillah, tidak lama di UGD kondisinya sudah mulai stabil. Saat ini kondisinya sangat lemas akibat adanya benjolan di bagian paha. Menurut dokter, Benjolan tersebut efek dari kanker serviks. Untuk tindakan medis selanjutnya, bu Nina masih menunggu keputusan dari Dept. Radiologi RSCM , apakah pengobatan ibu Nina akan dilakukan dengan penynaran atau dengan kemotherapi. Bantuan lanjutan disampaikan kembali dan akan digunakan untuk operasional di RSCM, bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 706.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 8 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana

Nina menderita Kanker Serviks

Nina menderita Kanker Serviks


ALFREDO MATTHEW (7, Leukemia). Alamat:  Jalan Masjid Al Mujahidin, RT. 2/ 6, No 34, Meruyung, Depok Jawa Barat.  Alfredo, putra Ibu Rina (31) dan Bpk. Sudung (41) menderita kanker darah. Ia sudah menjalani kemoterapi  selama 2 tahun di RS Dharmais. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium darah dan BMP terakhir masih terdapat sel-sel kanker sebanyak 72%. Karena itu, Alfredo harus menjalani kemoterapi  kembali yang diperkirakan sampai 2 tahun kedepan. Alfredo saat ini dirawat di kamar tindakan Rumah Sakit Fatmawati. Kondisi Alfredo sangat kritis dan hilang kesadaran. Sang ibu, Rina sudah mengikhlaskan jika Alfredo dipanggil sang maha kuasa. Namun Rina masih sangat optimisi bahwa Alfredo adalah anak yang kuat dan mampu melewati masa kritisnya. Sebelumnya Alfredo sempat masuk UGD RS. Fatmawati selama 5 hari dan masuk ruang isolasi 2 hari. Bantuan lanjutan dari sedekah rombongan digunakan untuk operasional di RS. Dan membeli obat buat jantungnya. Di bagian jantung Alfredo terdapat cairan. Sebelumnya Alfredo dibantu pada rombongan 280.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 8 Juni 2015
Kurir: @ddsyaefudin @nurmanmlana @ririn_restu

Alfredo menderita  Leukemia

Alfredo menderita Leukemia


SUYADI BIN PAWIRO (39 th, cacat tangan&lumpuh), merupakan seorang difabel dengan cacat pada tangan kirinya yang teramputasi akibat ledakan petasan saat usianya 16 tahun. Bersama dengan istrinya Mulyati (33 th, lumpuh kaki), saat ini mereka tinggal di rumah milik orangtua di dukuh Pentur RT 01/5 Selondoko Ampel Boyolali Jawa Tengah. Sebelumnya pak Suyadi masih bisa bergerak bekerja sebagai sales mainan, menawarkan dagangannya ke warung-warung. Pertengahan puasa bulan Agustus 2014, beliau terjatuh ke jurang saat mencari rumput yang menyebabkan syaraf dan tulang belakangnya putus. Awalnya pak  Suyadi di bawa ke RSUD Moewardi, karena 1 minggu tidak dilakukan perawatan pada lukanya maka keluarga membawanya ke RS Karima Utama Kartasura. Operasi penyambungan syaraf & tulang telah dilakukan di RSKU, dan menghabiskan biaya 30 juta rupiah, dimana pembayarannya saat ini masih terhitung hutang. Operasi yang dilakukan tidak lantas memberikan kesembuhan 100%, dan saat ini pak Suyadi mengalami kelumpuhan setengah tubuh bagian bawah. Sepekan setelah perawatan di rumah karena kurang mobilisasi punggung pak suyadi mengalami luka koreng di punggung (dekubitus), dan kelumpuhannya juga menyebabkan gangguan saat berkemih atau buang air kecil (BAK). Untuk mengatasi gangguan BAK, awalnya dipasang selang saluran kemih (kateter), namun satu minggu setelah penggantian kateter beliau mengalami perdarahan. Pak Suyadi pernah dibawa ke RSU Pandanarang Boyolali untuk operasi saluran kemih dan operasi perawatan luka dikubitus. Saat ini pak Suyadi telah dirawat di rumah, luka di punggung di rawat oleh istrinya setiap dua hari sekali. Selama pak Suyadi sakit, ibu mulyati menjadi tulang punggung untuk menyekolahkan putrinya Wafa Khoirunnisa (6 th) dan membiayai pengobatan pak Suyadi. Bu Mulyati mengungkapkan rasa keputus-asaannya, bagaimana harus melanjutkan pengobatan pak Suyadi, sementara penghasilanya dari warung tidak lebih dari 20 ribu perhari. #SedekahRombongan sudah memberikan bantuan dan pendampingan selama pengobatan pqk Suyadi. Namun 13 Februari 2015, istri beliau (Ibu Mulyati) meninggal dunia karena perlengketan usus kronik. semenjak istrinya meninggal pak Suyadi jarang kontrol, karena hidupnya bergantung pada ibu dan adiknya. Beliau juga harus menyekolahkan anaknya pertama, anak kedua ikut nenek dari pihak ibu. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan santunan yang ke-tujuh untuk biaya melanjutkan pengobatan sebesar Rp. 500.000. Santunan sebelumnya masuk rombongan 665.  Pak Suyadi menyampaikan terimakasih atas bantuan dan pendampingan yang diberikan #SedekahRombongan selama ini untuk kesembuhan beliau.

Jumlah Santunan:  Rp 500.000
Tanggal : 2 Juni 2015
Kurir : @lastiko @anissetya60 @cicicinta @Meifialdi

Suyadi menderita cacat tangan&lumpuh

Suyadi menderita cacat tangan&lumpuh


AMBULANCE MTSR MAGETAN (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan)  dengan nomer hotline 0815 8911 911 yang beralamat di RT 1 RW 1 Desa Candirejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mobil berwarna hitam dengan gradasi warna putih-merah yang biasa disebut MTSR oleh para kurir ini merupakan mobil operasional yang digunakan oleh para kurir dan driver untuk mengantar jemput pasien, mengantar barang ke panti asuhan, memberikan kebutuhan pada para dhuafa yang membutuhkan, orang sakit yang tak mampu, warga miskin dan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan, serta mengangkut jenazah. Selama bulan April dan Mei biaya MTSR sejumlah Rp.4.645.000 yang meliputi Bensin mtsr : Rp 3.015.000, biaya finishing garasi MTSR : Rp 1.038.500, Biaya perlengkapan MTSR : Rp 444.500 dan biaya makan pasien : Rp. 147.000. Sedekah dari para #sedekahholic semua sangat membantu dan menunjang kebutuhan kami dalam menyalurkan santunan. Doa kami menyertai #sedekahholic semua agar selalu dilindungi dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Jumlah santunan : Rp. 4.645.000
Tanggal : Minggu, 31 Mei 2015
Kurir : @lastiko, @ervinsurvive @agung_hermawan @riana1_rina @jeans_oswolf

Biaya operasional MTSR Magetan

Biaya operasional MTSR Magetan


AGUNG ROHMAD (28 tahun, Luka Bakar) tinggal di desa kragilan, RT 1 RW 9 Jetis Baki Sukoharjo Jawa Tengah. Anak dari pasangan Pak Ibrahim(54 Tahun) dan Ibu Maryem(53 Tahun) sehari-hari bekerja sebagai penjual mie ayam keliling dengan penghasilan Rp 60.000 per hari. Namun saat ini beliau harus istirahat total lantaran sakit. Kronologinya tanggal 8 april 2015 waktu berjualan mie ayam keliling. Saat Mas Agung lewat jalan sempit dari arah berlawanan ada motor lewat yang mengharuskan Mas Agung menepi dan ditepi jalan ada kayu karna tertutup semak kayunya tidak kelihatan. Kemudian keranjang mie ayamnya menyenggol kayu yang mengakibatkan airnya keluar hingga mengenai tubuhnya. Warga yang melihat langsung mengatar Mas Agung pulang. Oleh keluarganya Mas Agung dibawa ke RS dr.Oen. Karena di RS dr.Oen tidak bisa berbuat banyak Mas Agung langsung dirujuk ke RSDM. Sampai di RSDM Mas Agung disarankan puasa. Jam 3.00 Mas Agung dioperasi. Semenjak mas agung dirawat dirumah sakit tidak ada pemasukan lagi, istrinya tidak bisa bekerja lagi lantaran harus menjaga kedua anaknya. Mas agung memiliki tanggungan 1 istri (Wahyuningsih,25 tahun) dan 2 anak (Silvia nur khalifah, 4 tahun dan Estiana rahmawati 2 tahun). Selama Mas Agung dirawat di RSDM menggunakan jaminan kesehatan jamkesmas. Setelah 18 hari dirawat di RSDM, Mas Agung sudah banyak perkembangan luka bakar mulai kering dan kaki bisa buat jalan kembali. Kemudian pada tanggal 26 April 2015 mas agung pulang dari rumah sakit dan menjalani rawat jalan dirumah. Setelah 2 kali menjalani kontrol dan dirasa sudah tidak ada keluhan dokter menyarankan untuk tidak perlu kontrol lagi hanya saja tetap mengonsumsi obat berupa salep sesuai resep dokter untuk pemulihan bekas luka bakarnya.  Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mas Agung dan Melalui kurir #Sedekah rombongan , santunan dari #Sedekaholic untuk Mas  Agung yang terakhir sebelumnya di rombongan 697 disampaikan untuk menebus resep dokter dan modal membuka usahanya kembali. Keluarga merasa terbantu dengan santunan ini dan mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan. Saat kurir #SR berkunjung pada tanggal 22 Mei 2015. Terlihat Mas Agung mulai melakukan aktivitasnya berjualan mie ayam, namun kini geraknya sedikit terbatas yang biasanya bisa berjualan keliling saat ini hanya berjualan di rumah dengan dibantu istrinya lantaran kaki masih kaku. Keluarga memohon do`a supaya selalu diberi kesehatan dan dilancarkan usahanya.

Santunan : Rp 800.000,-
Tanggal   : 22 Mei 2015
Kurir       : @lastiko, @eli_annnaa

Agung menderita Luka Bakar

Agung menderita Luka Bakar


AFFIFAH BIN NANDA ARI WIBOWO (8, KECELAKAAN TRAUMA WAJAH & MATA) Affifah putri pertama  pasangan Bapak Nanda Ari Wibowi (30) dan Ibu Sugiyarti (30) yang saat ini bersekolah di SDIT Al Falah Yayasan Al Madinah Sukoharjo mengalami kecelakaan saat pulang sekolah setelah dijemput ayahnya naik motor.  Ayah, affifah dan adiknya saat hendak pulang pada Sabtu sekitar satu minggu yang lalu ditabrak oleh pengendara sepeda motor yang ternyata anak SLB yang tuna rungu & wicara, akibatnya Affifah harus dibawa RS karena terjadi pendaharan hebat disekitar matanya, setelah dibawa ke RS di Cawas, RS merujuk Affifah ke RS Klaten, namun RS Klaten tidak dapat melanjutkan tindakan karena kekurangan alat, kemudian RS Klaten merujuk ke RS. Sarjito Jogja, namun pihak keluarga menolak lantaran lokasi yang jauh dari rumah. Akhirnya Affifah di Rujuk ke RS. Moewardi, namun di RS. Moewardi, Affifah tidak ditangani dengan baik sehingga pihak keluarga membawa Affifah ke RS. Dr. Oen Solo. Affifah masuk dengan jalur umum karena keluarga tidak memiliki Jamkes.  Biaya yang dikeluarkan untuk operasi sejumlah Rp. 18.650.000 belum termasuk biaya perawatan sehari-hari obat yang masuk perhari Rp. 750.000,- biaya ruang di ICU selama 5 hari. Sang ayah  bekerja sebagai imam di Masjid As Salam Abu haidar Weru, Sukoharjo dan mengurus paud bersama istri. Rumah yang mereka tempati merupakan rumah pemberian dari sang imam mereka terdahulu dari yayasan At Turoh. Karena tidak terikat dengan yayasan sehingga sehari-hari uang yang didapat merupakan uang sumbangan dari jamaah Masjid dan dari PAUD, dalam sebulan penghasilan bersih yang diperoleh sekitar Rp. 250.000 – 300.000,- untuk biaya operasi kemaren, kedua orang tua Affifah memperoleh pinjaman 10juta dari Pondok Istihsom Jogja tempat sang ayah dulu belajar. 3 Juta dari sumbangan jamaah masjid Baiturahmah. Affifah merupakan anak cerdas yang sudah hafal 2 juz saat ini. Senin lalu, operasi di sekitar mata telah dilakukan, Affifah menjalani 2 kali operasi, kemudian dirawat  ruang Teratai kamar 7-g. senin 8 Juni 2015 dik Affifah diperbolehkan pulang. namun tanggal 9 Juni diharuskan kontrol lagi ke RS Dr. Oen Surakarta. saat ini  mata sebelah kiri belum bisa melihat , bahkan terkadang masih mengeluarkan darah. Dik affifah harus kontrol setiap 3 hari sekali. Sedekah rombongan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic untuk membantu pengobatan dik Affifah sebesar Rp. 2.000.000. Dik Affifah dan keluarga mengucapkan banyaj terimakasih atas bantuan yang diberikan. dan meminta doa supaya dik Affifah segera diberi kesembuhan. Aamiiin

Jumlah Santunan : Rp.2.000.000
Tanggal : 9 Juni 2015
Kurir : @Lastiko, @cicicinta, @anissetya60

Afifah menderita kecelakaan trauma wajah dan mata

Afifah menderita kecelakaan trauma wajah dan mata


MARDALINA BINTI LOSO NEGER (23 Tahun, Tumor Pantat) beralamat di Sugehwaras RT 02/ RW 06 Wonorejo,  Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Mbak Lina biasa beliau dipanggil, menderita tumor jinak dibagian pantat (daging tumbuh). Awalnya waktu kecil terdapat benjolan kecil dibagian pantat, namun dibiarkan oleh Mbak Lina. Sampai akhirnya waktu SMP benjolan tersebut terus membesar. Hal tersebut sangat mengganggu aktivitas Mbak Lina. Pada tahun 2010, akhirnya diperiksakan di RS Pandanaran Boyolali, oleh dokter dirujuk ke RS DR.Moewardi. Setelah kontrol di Poli Bedah, oleh dokter disarankan untuk segera dioperasi. Operasi pertama diangkat benjolan bagian kanan. Setelah itu, Mbak Lina tidak pernah kontrol lagi. Padahal benjolan bagian kiri belum dioperasi dan semakin hari semakin membesar. Anak ketiga dari lima bersaudara ini, saat ini bekerja sebagai pengasuh anak. Dengan gaji Rp 400.000,00 per bulan . Sedangkan Bapak Loso Neger(46Tahun) dan Ibu Sutiyem (45Tahun) bekerja sebagai kuli bangunan. Namun  sangat disayangkan, melihat kondisi Mbak Lina yang sedang sakit, Bapak Loso tidak lagi peduli dengan keluarganya. Akhirnya bersama Ibu dan kedua adiknya, saat ini Mbak Lina tinggal bersama neneknya. Awalnya keluarga tidak memiliki biaya untuk berobat. Setelah dibantu #Sedekahholic untuk membuat bpjs sebesar Rp 500.000,00 dan masuk dalam rombongan 665, akhirnya Mbak Lina dapat kembali berobat. RS Daerah Surakarta merujuk di RS Moewardi Surakarta. Kontrol beberapa kali di poli bedah, dokter menyarankan untuk dioperasi. Pada tanggal 29 Mei 2015 Mbak Lina menjalani operasi di RS Moewardi. Selama 5 jam berada di ruang operasi membuat Ibu Sutiyem dan keluarga khawatir. Berkat doa #SahabatSR semua, operasi berjalan lancar. Untuk pemulihan Mbak Lina dirawat di ruang ICU. Semoga Mbak Lina dapat segera sembuh dan dapat melanjutkan aktifitasnya tanpa terganggu karena tumor dipantatnya. Maka dari itu, #kurir Sedekah Rombongan menyampaikan santunan kedua sebesar Rp 500.000,00 untuk biaya selama dirawat di RS Moewardi Surakarta. Ibu Sutiyem tidak dapat menahan tangis saat #kurir menyampaikan sedekah dari #Sedekahholic. Tak hentinya mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Santunan: Rp 500.000,00
Tanggal: 29 Mei 2015
Kurir: @Lastiko ,@Shofawa @Roschandptr

Ibu Mardalina menderita Tumor Pantat

Ibu Mardalina menderita Tumor Pantat


MUYINO BIN ABDUL ROHMAD (77 tahun, Pembengkakan Hati), beralamat di Gondang RT 03 RW 03 Manahan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Pak Muyino bekerja sebagai penjaga Masjid di kampung Gondang dengan penghasilan Rp. 450.000,-. Suami dari Ibu Slamet binti Romo Suwarno (72 tahun) ini mengalami gangguan kesehatan sejak bulan April 2015. Beliau sering merasakan kembung dan sebah di bagian perut. Dalam sebulan Pak Muyino diperiksakan ke tiga dokter tetapi belum juga menemui kesembuhan. Disamping itu, istri Pak Muyino juga memiliki penyakit stroke yang sudah menimpa sejak 1972, sehingga tidak bisa bekerja membantu keuangan Pak Muyino. Saat masih bekerja, untuk makan sehari-hari Bu Slamet, Pak Muyino sendiri yang menyiapkan semuanya. Saat ini Pak Muyino tinggal dengan putra pertamanya yang bekerja sebagai tukang ojek dan bekerja serabutan dengan penghasilan antara Rp 700.000,- sampai Rp 900.000,- serta menantu dan cucu yang masih bersekolah di tingkat SMP. Putranya yang kedua sudah berkeluarga dan berada di Kendal. Alhamdulillah, Sedekah Rombongan bisa dipertemukan dengan beliau. Saat bersilaturahmi ke rumah Pak Muyino, beliau tampak menahan sakit dan bernapaspun terasa sulit. Sejak tanggal 27 April 2015 lalu, Pak Muyino sudah di rawat di Rumah Sakit dr. Moewardi untuk menyembuhkan penyakit dan memulihkan kondisi beliau. Silaturahmi kedua, Sedekah Rombongan menyampaikan titipan Sedekaholic untuk beliau sebesar Rp. 2.000.000,- Semoga santunan tersebut dapat meringankan perawatan beliau di Rumah Sakit. Tak lupa Pak Muyino dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : Minggu, 31 Mei 2015
Kurir : @Lastiko, @Aisyahnka

Muyono menderita Pembengkakan Hati

Muyono menderita Pembengkakan Hati


AGUSTINAH (32th, Bantuan Tunai) Alamat di Nandan Rt 08 Rw 39, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.Ibu Agustinah bekerja sebagai asisten rumah tangga sudah sekitar 5 tahun yang lalu. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga. Suaminya, Rachmat Susilo (37 th)mengidap sakit epilepsi semenjak tahun 2002. Alhamdulillah untuk pengobatannya, pak Rachmat memiliki BPJS dari Pemerintah. Untuk menopang ekonomi keluarga pak Rachmat bekerja sebagai tukang parkir dan buruh serabutan. Kedua pasangan suami-istri tersebut tinggal di Nandan Rt 08 Rw 39, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Pendapatan pak Rachmat yang tak seberapa tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. ibu Agustinah dan pak Rachmat dikaruniai 3 orang anak yaitu anak pertama  Sheva Putra Susilo (12th), anak kedua Mahatamtama Arya Wijaya (10th)  putra ketiga Rafly Kusuma Sijaya (8 th). Ketiga anak tersebut sudah duduk di bangku sekolah dasar, meski di sekolah negri tetap saja masih ditarik iuran sekolah. Anaknya yang pertama yang duduk di bangku kelas 6, mempunyai tagihan biaya les sebesar Rp.700.000,- sedangkan anak yang terakhir duduk di bangku kelas 1 mempunyai tagihan biaya perawatan gedung sebesar Rp.300.000,- . Tim #SR mendapat informasi bahwa kedua pasangan orang tua tersebut sangat membutuhkan bantuan biaya sekolah. Setelah melakukan survey ke rumah ibu Agustinah dan bapak Rachmat, tim #SR sepakat untuk membantu meringankan biaya sekolah kedua putra mereka dengan memberi santunan sebesar Rp.1000.000,-. Semoga uang tersebut dapat digunakan untuk membayar biaya sekolah sehingga beban hidup keluarga ibu Agustinah dan pak Rachmat dapat sedikit berkurang.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @nuliwsaputri
Tanggal : 13 Mei 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


RAINAN PRASETYO (7th, Jantung Bocor) beralamatkan Dusun Selobentar,RT 02/ RW 02,Desa Banyudono, Kec Dukun, Kab Magelang, Prop Jateng. Rainan merupakan putra dari Bapak Komari (40th) dan Ibu Satimah (44th). Pekerjaan Pak Komari sehari-hari adalah perajin cobek, sedangkan Ibu Satimah merupakan pedagang mainan anak. Rainan menderita jantung bocor sejak lahir, dan mendapatkan pengobatan medis sejak umur 4th. Kondisi terkini Rainan jika saat beraktifitas nafasnya masih tersenggal-senggal dan saat ini kondisinya dijaga agar siap untuk menjalani operasi. Untuk pengobatan sendiri, Rainan mendapatkan bantuan dari Program Jamkesmas. Kendala yang dihadapi Bapak Komari dan Ibu Satimah untuk mengobati Rainan sendiri adalah ketiadaan biaya, karena pendapatan yang mungkin tidak menentu. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dek Rainan untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita keluarganya dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic yang dipergunakan untuk biaya berobat, Dek Rainan mengucapkan terimakasih kepada #Sedekahholic, dan semoga dapat membantu biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER Ardo Limar dan @fathurrozaq82
Tanggal : 19 Mei 2015

Rainan menderita Jantung Bocor

Rainan menderita Jantung Bocor


SUKIR (52th, Ca Nashofaring) Alamat di Parang, RT03, Nogosari 3, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Bapak Sukir mempunyai istri bernama Rokimah (41th). Pak Sukir juga mempunyai tiga anak, yaitu Patin Rahayu (SLTA), Titik Rahayu (SD), dan yang terakhir Mayasari (SD). Pekerjaan Pak Sukir sendiri sehari-hari adalah buruh batu, dan suatu ketika saat setelah selesai memukul batu, telinga beliau berdengung dan sangat saki. Kemudian beliau diperiksakan ke dokter THT, namun hasilnya tidak ditemukan penyakit apa-apa di dalam telinga beliau. Selang 3 minggu kemudian, Pak Sukir memeriksakan diri ke RS NH, dan langsung disarankan untuk dilakukan operasi, namun hasilnya tidak sesuai dengan keadaan. Saat itu juga, Pak Sukir dibawa ke RS Sardjito dan didiagnosa menderita kanker leher. Untuk berobat sendiri, Pak Sukir dibantu oleh program Jamkesmas dari pemerintah. Kondisi terkini Pak Sukir masih menjalani kontrol rutin di RS Sardjito, dan ada cairan, riak, dan darah keluar dari hidung beliau. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Pak Sukir untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita keluarga beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic yang dipergunakan untuk membantu biaya berobat beliau, Pak Sukir mengucapkan terimakasih kepada #Sedekahholic, dan semoga dapat membantu biaya kehidupan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @imbams @teguh_bcl
Tanggal : 11 Mei 2015

Pak sukir menderita Ca Nashofaring

Pak sukir menderita Ca Nashofaring


SATIYEM (53th, Katarak) bertempat tinggal di Dodogan RT03, Jatimulyo, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Mempunyai suami bernama Sujono (59th, petani dan peternak), dan dua orang anak yang masing-masing sudah bekerja, sedangkan Ibu Satiyem sendiri merupakan pedagang gorengan dan sayur-mayur. Pada tahun 2013, Ibu Satiyem mulai merasa pandangannya terasa kabur, Lalu membeli kacamata. Kemudian Ibu Satiyem memeriksakan matanya di RS Mata YAP, dan dinyatakan katarak. Lalu Ibu Satiyem mencari rujukan, dan akhirnya dioperasi di PKU Jogja. Mata Ibu Satiyem yang dioperasi baru sebelah kanan, sedangkan yang sebelah kiri belum, dan rencana operasi tanggal 21 April 2015. Ibu Satiyem juga sudah mempunyai Kartu Jamkesmas untuk membantu biaya berobatnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Bu Satiyem untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita keluarga beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic yang dipergunakan untuk biaya akomodasi berobat, Ibu Satiyem mengucapkan terimakasih kepada #Sedekahholic, dan semoga dapat membantu biaya kehidupan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @imbams
Tanggal : 16 April 2015

Ibu satiyem menderita Katarak

Ibu satiyem menderita Katarak


PARIYEM (66th, Stroke) bertempat tinggal di Barongan, RT05, Sumberagung, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Ibu Pariyem mempunyai suami bernama Tukijo/Slamet, dan tidak mempunyai pekerjaan, sehingga biaya hidup sehari-hati mengikuti anaknya. Pada tahun 2010, Ibu Pariyem mengalami stroke tanpa sebab, dan langsung lumpuh. Kemudian dibawa berobat ke akupunktur, setelah itu berobat jawa, kemudian pijat, sehingga belum pernah dibawa ke dokter. Kondisi saat ini hanya terbaring saja di tempat tidur, tidak bisa diajak komunikasi, dirawat oleh suaminya, yaitu Bapak Tukijo. Alhamdulillah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Bu Pariyem untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita keluarga beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic yang dipergunakan untuk biaya hidup dikarenakan penghasilan sehari-hari beliau yang minim, Pariyem mengucapkan terimakasih kepada #Sedekahholic, dan semoga dapat membantu biaya kehidupan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @imbams
Tanggal : 16 Mei 2015

Ibu pariyem menderita Stroke

Ibu pariyem menderita Stroke


TUMINEM (61th, Kanker Payudara) Alamat: Getas, Playen, Gunung Kidul. Bu Tum merupakan ibu dari anak bernama Muhammad Masrur (30) dan Khilmi Masduki (24). Bu Tum juga hidup bersama dengan suami yang bernama Marjuki (61) yang bekerja sebagai buruh tani. Bu Tum mempunyai riwayat penyakit kanker payudara yang beliau alami sejak tahun 2013. Pada awalnya Bu Tum hanya merasakan gatal dan jika diraba terdapat benjolan pada daerah payudaranya. Setelah diperiksakan ternyata Bu Tum mengalami penyakit kanker payudara dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Karena jika tidak dilakukan tindakan maka kanker tersebut dapat menjalar ke bagian tubuh yang lain. Karena Bu Tum tidak mempunyai dana yang cukup untuk melakukan pengobatan maka Bu Tum mengurus jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah yaitu Jamkesmas. Setelah mendapatkan jamkesmas Bu Tum segera ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit yang dapat menangani penyakitnya Bu Tum tersebut. Bu Tum sempat bercerita kepada tetangganya untuk masalah penyakitnya tersebut, dan tetangganya yang berada di daerah Maguwo tersebut menyarankan untuk meminta bantuan kepada Sedekah Rombongan. Dan setelah meminta bantuan ke Sedekah Rombongan yang berada di Jogja, Bu Tum mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Hardjolukito yang letaknya tidak terlalu jauh dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang berada di Maguwo. Pada bulan Januari 2014 dilakukan tindakan operasi untuk mengangkat kanker payudara tersebut. Setelah operasi dilakukan dokter yang menangani Bu Tum menyarankan untuk tetap kontrol dan dilakukan Kemoterapi agar penyakit yang bersarang di tubuh Bu Tum dapat sembuh dengan total. bantuan ini untuk pembelian susu penunjang, uang akomodasi. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 696.

Jumlah Bantuan : Rp.718.000
Kurir: @RofiqSILVER @inejuine @royekanala
Tanggal : 23 Maret 2015

Tuminem menderita Kanker Payudara

Tuminem menderita Kanker Payudara


GIYEM (55th, Ca Ovarium) Alamat Srunggo 2 RT 1, Imogiri. Beliau sakit tumor kandungan dan pernah dioperasi 2 tahun yang lalu.Akan tetapi setahun setelah operasi masih terdapat keluhan lagi dengan perutnya dan kembali membesar. Mbah Giyem kami bawa ke RS dan sekarang dalam proses pengembalian kondisi fisik sebelum menjalani tindakan lanjutan sampai Mbah Giyem sembuh nanti kami akan mendampingi. Dan bantuan ini adalah untuk uang akomodasi untuk pemeriksaan rutin di Rumah Sakit, dan pembelian susu. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 535

Jumlah Bantuan : Rp. 728.000
Kurir: @RofiqSILVER @imamnurhuda @inejuine
Tanggal : 23 Maret

Giyem menderita Ca Ovarium

Giyem menderita Ca Ovarium


HELMY TAQIYUDIN (3th, Retinoblastoma) Alamat di Desa Danasri RT 002 Rw 001, Kelurahan Buayan, Kecamatan Buayan Gombong Kebumen. Dek Helmy adalah putra dari Bapak Turisman (35) yang bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dan Ibu Kamsiyah (33) yang merupakan seorang Ibu Rumah Tangga.. Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata. Oleh keluarganya hanya diberi obat tetes mata. Namun lama kelamaan mata kirinya semakin membesar seperti bola pingpong. Saat ini dek Helmy sudah dioperasi dan menjalani serangkaian kemotherapy Dan terdapat 105 kali kemo yang dijadwalkan oleh dokter dan harus dijalani oleh Dek Helmy. Kami akan terus mendampingi dek Helmy hingga kesembuhannya kelak. Bantuan ini merupakan biaya kemotherapy terakhir di RS Sardjito Yogyakarta  dan Akomodasi selama di Yogyakarta. yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 693.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @imamnurhuda @ernaNH
Tanggal : 23 Maret 2015

Helmy menderita Retinoblastoma

Helmy menderita Retinoblastoma

—-
SUTARNI ( 55th, Jantung ) Alamat di wirosari RT 012 RW 005, somopuro, jogonalan, Klaten. Pekerjaan beliau sehari-hari adalah menjualan nasi, minum, dll. penghasilan beliau rata-rata 10-20rb per hari. Bu Sutarni Mempunyai riwayat penyakit yaitu jantung sejak 15 tahun yg lalu, tiap bulan menjalani pengobatan alternatif,pada tahun 2014 masuk Rumah Sakit sebanyak 3 kali, biasanya ke Rumah Sakit hanya ketika jantungnya terasa sakit, kalau tidak terasa sakit beliau pun tidak memeriksanya. terakhir kali ke Rumah sakit tegalyoso bulan ini dan beliau masuk ranap. Untungnya beliau mempunyai jaminan kesehatan ASKES untuk meringankan pengobatannya, beliau pernah dibantu berobat sebelumnya. Bu Sutarni mempunyai anak 1, tinggal dgn ibunya anaknya bekerja sebagai satpam dan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Bantuan di berikan untuk akomodasi pemeriksaan di Rumah Sakit Pusat Sardjito susu, pronalges, Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 696.

Jumlah Bantuan : Rp. 856.000
Tanggal : 23 maret 2015
Kurir : @RofiqSILVER @cheblink_ @dhanis

Ibu Sutarni menderita Jantung

Ibu Sutarni menderita Jantung


SIYAM( 52th, Ca Mammae & Tulang Retak ) Alamat dusun Jurug rt 80, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Beliau mengidap kanker payudara diketahui pada awal tahun 2014 dengan sebuah benjolan pada payudara kiri. Pada awal bulan agustus benjolan itu pecah, sampai saat ini belum pernah di obatkan ke rumah sakit. Kondisi di perparah saat kaki ibu Siyam kesleo yang menimbulkan tulang retak pada kaki kiri sehingga tidak bisa berjalan. Bantuan dari sedekah rombongan ini digunakan sebagai biaya akomodasi kontrol di RS. Hardjolukito Yogyakarta, uang saku, kontrol, susu , yang sebelumnya masuk dalam rombongan 705.

Jumlah Bantuan : Rp. 718.000
Kurir : @RofiqSILVER @ernanh @danishcookiez
Tanggal :18 Februari 2015

Ibu siyam menderita Ca Mammae & Tulang Retak

Ibu siyam menderita Ca Mammae & Tulang Retak


SIYAM( 52th, Ca Mammae & Tulang Retak ) Alamat dusun Jurug rt 80, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Beliau mengidap kanker payudara diketahui pada awal tahun 2014 dengan sebuah benjolan pada payudara kiri. Pada awal bulan agustus benjolan itu pecah, sampai saat ini belum pernah di obatkan ke rumah sakit. Kondisi di perparah saat kaki ibu Siyam kesleo yang menimbulkan tulang retak pada kaki kiri sehingga tidak bisa berjalan. Bantuan dari sedekah rombongan ini digunakan sebagai biaya akomodasi kontrol di RS. Hardjolukito Yogyakarta, uang saku, kontrol, susu ,USG abdomen, thorax PA, pelvis AP, yang sebelumnya masuk dalam rombongan 705.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.028.000
Kurir : @RofiqSILVER @yeslofe @danishcookiez
Tanggal : 23 Maret 2015

Ibu Siyam menderita Ca Mammae & Tulang Retak

Ibu Siyam menderita Ca Mammae & Tulang Retak


DALIYO (82th,Prostat dan Jantung) Alamat di Pundungsari Kec Semin Kab Gunungkidul. Mbah Daliyo menderita sakit prostat dan jantung sejak 10 tahunan yang lalu, mbah dalio sebelum sakit bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya,sehari harinya mbak Daliyo tinggal sendiri dirumah gubuknya. Istri beliau meninggal sudah berpuluh2an taun yang lalu ,mbah Daliyo mempunyai anak tapi dia tidak mau merawat dan peduli dengan bapaknya, padahal anak beliau tinggal tidak jauh dari rumah mbah dalio sendiri. Mbah daliyo tinggal di rumah gubuk bambu milih bapak dukuh setempat, mbah dalio mengalami postrat sudah 10 taun yang lalu dan belum diperiksakan sama sekali sampai kami menemukan beliau dan kami mendampingi pengobatan beliau. Santunan dari Sedekah Rombongan ini diberikan untuk biaya kontol, obat jantung, daftar poli, uang saku dan akomodasi untuk kebutuhan sehari hari. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 675.

Jumlah Bantuan : Rp1.858.900
Kurir : @RofiqSILVER @ernanh@danishcookiez
Tanggal : 18 February 2015

Pak Daliyo menderita Prostat dan Jantung

Pak Daliyo menderita Prostat dan Jantung


ALVARO RICKI ADITYA (2th,Retina Blastoma) Alamat di Karang Banjar RT 021/009 kec. Bojongsari kab. Purbalingga. Alvaro Putra dari Kirman (29), beliau sehari-hari bekerja sebagai buruh di kota Jakarta, dan ibunya bernama Miyanti (26) bekerja sebagai buruh pabrik. Dik Alvaro tinggal bersama kedua orang tuanya yang Adek Alvaro mengidap penyakit tumor mata, bermula pada umur 4 bulan pihak keluarga mengira hanya “belekan” saja namun lama kelamaan matanya semakin membesar, hingga sebesar bola pingpong dan mengakibatkan penglihatan tidak berfungsi secara maksimal. Karena keterbatasan biaya dik Alvaro tidak pernah dibawa oleh pihak keluarganya untuk berobat. Hal tersebut terdengar oleh tetangga rumahnya, akhirnya warga setempat berinisiatif untuk membawa dik Alvaro ke RSUD Purwokerto untuk melakukan pengobatan. Namun, pihak Rumah Sakit tidak mampu melakukan tindakan medis lebih lanjut dan akhirnya pihak rumah sakit merujuknya ke RS Sardjito. Sesampai di RS Sardjito, pihak dokter menyarankan dik Alvaro untuk segara operasi. Sebelumnya dik Alvaro belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak manapun dan merupakan dari keluarga yang kurang mampu. Kini kami mendampinginya dalam proses pengobatan dan kemoterapi di RSUP Dr Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk biaya pengobatan serta pembelian obat selama di rumah sakit, Konsul Gizi di RS.Panti Rapih Yogyakarta, Susu dan Uang Saku Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 668.

Jumlah Bantuan : Rp.1.226.000
Tanggal : 18 February 2015
Kurir: @RofiqSILVER @inejuine  @ninikns

Alvaro menderita Retina Blastoma

Alvaro menderita Retina Blastoma


ISROMAH (46th,Ca Mammae ) Alamat di Susukan, Tegal Arum, Borobudur Magelang Jawatengah, bersama suami dan 2 anaknya. Suaminya kerja sebagai tukang ojek di kampungnya, dengan penghasilan tak menentu. Bu Isromah menderita kanker payudara dengan indikiasi awal muncul benjolan di payudaranya sejak tahun 2011, setelah menyusui anak keduanya kemudian diperiksakan ke RST untuk di biopsi. Selanjutnya bu Isromah menjalani operasi di RSKB Jogja pada bulan Agustus 2011. Setelah operasi, benjolan kembali muncul ditempat yang sama dan menjalar ke leher sampai pipi. Kemudian diperiksakan ke Sardjito, dan dianjurkan untuk kemoterapi. Bu Isromah sudah menjalani kemo beberapa kali, dengan memakai jamkesmas pada th 2012. Tapi, sekarang jamkesmasnya sudah tidak bisa dipakai lagi, dan Bu Isromah tidak mempunyai biaya sehingga kemoterapi tidak bisa dilanjutkan sampai sekarang. Bantuan ini digunakan untuk biaya pemeriksaan  di RS.Sardjito, cek lab, uang saku, , biaya kontrol, susu peptamen serta akomodasi. Sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 675.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.628.400
Tanggal : 23 Maret & 1 April 2015
Kurir : @RofiqSILVER @yesilofe @Ninikns @NH_Erna @inejuine

Ibu Isromah menderita Ca Mammae

Ibu Isromah menderita Ca Mammae


SRI SARJONO, (63, Stroke). Alamat: Kerapyak Triharjo RT 11 RW 21 Sleman Yogyakarta. Bapak Sarjono yang sudah tidak bekerja semenjak tahun 2009 lalu, Gejala penyakitnya berawal pada awal tahun 2009 tanggal 1 Januari sesudah pulang dari sawah malam harinya bapak tidur dan jam 02.00 dini hari terbangun. Saat itu juga tangan dan kaki bapak sebelah kanan tidak bisa bergerak, bapak hanya bisa berdoa kepada Allah dan akhirnya beberap menit kemudian tangan dan kaki bisa digerakan sedikit demi sedikit. Hal itu dilakukan terus menerus jika keadaan tangan dan kaki beliau tidak bisa digerakan lagi, pengobatanpun hanya dilakukan dengan pengobatan herbal yang dibuat sendiri dari tumbuh2han.dan pada tahun 2013 istri pak Sarjono Ibu Warsinarsih (58) sempat kita dampingi pada akhir tahun 2013 karena sakit Tumor Payudara tetapi saat itu beliau Strokenya belum seberapa parah dan belum mau dibawa ke RS. akhir tahun 2014 pihak kurir di hubungi lagi oleh keluarga memberitahukan bahwa keadaan bapak semakin tidak baik. pada saat itu kita langsung menju kerumah beliau dan membawanya ke RS. Hardjolukito untuk diperiksakan ke poli syaraf, Jaminan kesehatan BPJS pun bapak Sarjono belum mempunyai karena dari awal sakit sampai sekarang beliau belum pernah periksa ke RS karena keterbatasan biaya,bantuan ini untuk kontrol, obat, suntik, akomodasi selama di rumah saki.Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 675.

Jumlah Bantuan : Rp.1.452.600
Tanggal Penyerahan : 1 April 2015
Kurir : @RofiqSILVER @keliqer @blurhaikal

Pak sri menderita Stroke

Pak sri menderita Stroke


TARYONO (24th, Kanker Tulang) Warga Desa Sidosari Kec. Kesesi Kab. Pekalongan, Jawa Tengah. Pemuda ini menderita Kanker Tulang sejak 2 tahun yang lalu setelah mengalami kecelakaan dan kakinya terluka parah namun tidak diobati karena ketiadaan biaya. Orang tuanya, Bapak Sardan (53) dan Ibu Karsidah (5h) hanya bekerja sebagai buruh tani dan tidak mampu membiayai pengobatan untuk anaknya. Saat ini kami sudah membawa Taryono ke Jogja dan proses pengobatannya dilakukan di RSAU Hardjolukito. Dokter spesialis menyarankan agar kaki Taryono diamputasi karena sakitnya sudah terlalu parah. Bantuan ini merupakan keperluan mas Taryono selama di RSSR , tiket travel, pembuatan dan pelunasan kaki palsu, uang saku. Yang Sebelumnya masuk dalam rombongan 690.

Jumlah Bantuan :Rp. 2.563.000,-
Kurir : @RofiaqSILVER @@rian_hdytllh @cheblink_ @teguh_bcl
Tanggal : 23 Maret  2015

Pak Taryono menderita  Kanker Tulang

Pak Taryono menderita Kanker Tulang


ESTI BUDIARTI (33th,Tumor Pangkal Paha) Alamat Pedukuhan Bayur Kel. Bojong RT. 11 RW. 03 Jatibarang adalah seorang ibu rumah tangga yang merupakan istri dari bapak Jumari yang bekerja sebagai seorang petani. Pasangan ini dikaruniai 2 anak yang berumur 10 tahun dan 1,5 tahun. Mereka tinggal di Pedukuhan Bayur Kel. Bojong RT. 11 RW. 03 Jatibarang bersama ayah dari ibu Esti yaitu bapak Kusmiati (57) yang bekerja sebagai petani seperti suami dari bu Esti. Ibu Esti sejak 2 tahun terakhir mengidap tumor di bagian pangkal paha setelah kepulangannya dari arab. Sebelumnya sudah pernah menjalani operasi tetapi tumornya kembali tumbuh besar lagi selama kurang lebih 1 tahun hingga saat ini. Biaya ini digunakan untuk uang saku, kontrol panti rapih, kontol sarjto, cek lab, obat.sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 669.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.762.800
Kurir : @RofiqSILVER via @inejuine @ninikns @sinta_murtina @danishcookiez
Tanggal : 23 Maret 2015

Ibu Esti menderita Tumor Pangkal Paha

Ibu Esti menderita Tumor Pangkal Paha


ARTI ( 52th, Ca Mammae) Alamat di Kempong RT 040/ RW 019 Banjaroyo kec. Kalibawang kab. Kulonprogo Yogyakarta. Bu Arti yang setiap harinya beliau sebagai petani untuk menanggung biaya hidup anaknya yang masih sekolah kelas 2 SMK dan kelas 1 SMP. Kadang beliau juga dibantu oleh 2 anak lainnya yang sudah bekerja. Bu Arti menderita kanker payudara dan sudah menjalar ke tangan sejak 4 tahun yang lalu. Menggunakan fasilitas jamkesmas, Ddlu bu arti dibawa ke RSUD Wates dan pernah menjalani operasi. Setelah 3tahun kembali merasakan sakit, beliau dibawa ke RSUD Wates untuk kontrol. Oleh dokter beliau dirujuk ke RS Sardjito dan dianjurkan kemoterapi. Sampai sekarang beliau belum juga kemo karena sudah 4 kali berangkat ke Sarjito tetapi kemoterapi diundur. Dan untuk saat dari team Sedekah Rombongan membawa bu Arti ke Rumah Singgah untuk mempermudah pengobatan kemoterapy di RS.Hardjolukito. Bantuan ini digunakan untuk  Akomodasi, susu protein tinggi dan uang saku. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 696.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.218.000
Kurir: @RofiqSILVER  @nh_erna @danis @ninikns
Tanggal : 23 Maret 2015

Ibu arti menderita Ca Mammae

Ibu arti menderita Ca Mammae


DALIYO (82th,Prostat dan Jantung) Alamat di Pundungsari Kec Semin Kab Gunungkidul. Mbah Daliyo menderita sakit prostat dan jantung sejak 10 tahunan yang lalu, mbah dalio sebelum sakit bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya,sehari harinya mbak Daliyo tinggal sendiri dirumah gubuknya. Istri beliau meninggal sudah berpuluh2an taun yang lalu ,mbah Daliyo mempunyai anak tapi dia tidak mau merawat dan peduli dengan bapaknya, padahal anak beliau tinggal tidak jauh dari rumah mbah dalio sendiri. Mbah daliyo tinggal di rumah gubuk bambu milih bapak dukuh setempat, mbah dalio mengalami postrat sudah 10 taun yang lalu dan belum diperiksakan sama sekali sampai kami menemukan beliau dan kami mendampingi pengobatan beliau. Santunan dari Sedekah Rombongan ini diberikan untuk biaya kontol, obat jantung, daftar poli, uang saku dan akomodasi untuk kebutuhan sehari hari. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 675.

Jumlah Bantuan : Rp.1.808.600
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine @ernanh@danishcookiez
Tanggal : 23 Maret 2015

Pak daliyo menderita Prostat dan Jantung

Pak daliyo menderita Prostat dan Jantung


ERINDA AFIKAH (15bl, Leukimia Komplikasi) Alamat desa Pangen Juru Tengah RT 02 RW 1 Purworejoputri terakhir dari bapak Ariyono (45) dan ibu Wagirah (43) yang bekerja membuka bengkel dan warung kelontong di rumahnya yang beralamat desa Pangen Juru Tengah RT 02 RW 1 Purworejo. Dek Erinda sakit glaukoma (kelainan pada mata), down syndrom dan jantung bocor. Sejak umurnya masih 2 bulan, kami mendampingi pengobatan dek Erinda di RS Sardjito. Setiap bulan, dek Erinda kontrol dengan dokter untuk melihat perkembangan mata, setiap minggu sekali dek Erinda juga menjalani fisioterapi untuk perkembangan tumbuh kembangnya.  Dulu dek Erinda kontrol di poli mata, ternyata mata kanan dek Erinda juga didiagnosa terserang glaukoma. Dokter kemudian akan segera mengoperasi namun harus menjalani cek darah terlebih dahulu untuk memastikan kondisi dek Erinda bisa dioperasi. Setelah dicek berulang kali ternyata trombosit darah Erinda sangat rendah,
dokter menduga ada kelainan pada darahnya. Akhirnya dek Erinda dicek sumsum tulangnya dan hasilnya menyatakan dia positif leukimia. Dek Erinda harus segera dilakukan kemoterapi. Kemoterapi telah dilakukan. Bantuan ini digunakan untuk biaya pembelian obat tetes mata untuk sakit glaukomanya, biaya obat di luar jaminan BPJS, biaya opname serta  kebutuhan selama di Rumah Sakit dan biaya transportasi pulang ke Purworejo. yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 667.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.050.000
Kurir: @RofiqSILVER  @sinta_murtina
Tanggal : 23 Maret 2015

Erinda menderita Leukimia Komplikasi

Erinda menderita Leukimia Komplikasi


SUPARMAN HARNO SISWOYO (51 Tahun, Polip hidung & Kanker mata sebelah kiri) biasa dipanggil pak Parman bertempat tinggal di Dukuh gadingan RT 1 RW 2 Jombor Sukoharjo Jawa Tengah. Pak Parman yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang ayam potong di Pasar Soekarno Sukoharjo terkena polip hidung sejak bulan Maret kemudian telah menjalani operasi polip hidungnya di RSUP dr Sardjito Yogyakarta tanggal 24 April 2015. Saat periksa pertama kali di RSUD Sukoharjo, pak Parman langsung di rujuk ke RSUP dr. Sardjito Yogyakarta untuk dilakukan operasi polip hidung. Biaya operasi sudah ditanggung pemerintah karena pak Parman sudah memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Pasca operasi polip hidung, Pak Parman mengalami kanker mata sebelah kiri yang berkembang sangat cepat (terjadi 2 minggu). Tanggal 7 Mei, Pak Parman melakukan konsultasi dan pemeriksaan di RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Sebenarnya Senin tanggal 11 Mei kemaren pak Parman dijadwalkan untuk mengambil hasil Lab, tetapi karena keterbatasan biaya transportasi hasil Laboratoriumnya belum diambil hingga sekarang.  Menurut dokter, kanker Mata tersebut harus segera di operasi. Keadaan mata pak Parman sebelah kiri yang terkena kanker mata sudah tidak berfungsi sama sekali. Sedangkan keadaan mata kanan masih bisa berfungsi tetapi untuk melihat agak buram. Semenjak pak Parman aakit, pak Parman tidak bisa bekerja lagi dan istrinya juga tidak bisa bekerja karena merawat pak Parman. Istri pak Parman, Bu Martini (47 Tahun)  bekerja sebagai pedagang sayur dengan penghasilan kurang lebih Rp. 25,000 per harinya. Pak Parman memiliki 3 anak, beruntung semua anaknya sudah bekerja. Anak pertama Ariyoga Cahyo Nugroho (27 tahun) yang bekerja di bank swasta di Solo sudah menikah memiliki penghasilan kira-kira Rp. 1.000.000, sedangkan anak ke 2 Reni Nurcahyanti (21 tahun) dan anak ke 3 Irfan Rahma Triwibowo (18 tahun) sudah bekerja sebagai pegawai toko dengan penghasilan sekitar Rp. 800.000 perbulan. Saat ini kondisi pak Parman hanya bisa tidur lemas dan tubuhnya semakin kurus. Pak Parman saat ini sangat membutuhkan biaya untuk operasinya termasuk biaya transportasi dari rumahnya ke RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Alhamdulillah Pak Suparman dipertemukan oleh Allah SWT dengan kurir #SedekahRombongan. Jum’at tanggal 15 Mei 2015 santunan untuk pasien dampingan baru #SedekahRombongan dari para #SedekahHolic disampaikan kepada keluarga pak Parman. Rencananya santunan digunakan untuk biaya konsul di rumah sakit dan semoga kanker mata pak Parman segera dilakukan operasi. Keluarga pak Parman mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada #SedekahRombongan dan semoga Allah membalas dengan kemudahan-kemudahan serta sedekahnya dilipatgandakan oleh Allah.

Jumlah santunan : Rp. 500.000
Tanggal : 15 Mei 2015
Kurir : @lastiko , @RizqiRizqie

Pak suparman menderita Polip hidung & Kanker mata sebelah kiri

Pak suparman menderita Polip hidung & Kanker mata sebelah kiri

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Mulyati 1,000,000
2 Elma 500,000
3 Yudistira 500,000
4 Eva 500,000
5 Kholil 1,000,000
6 Assiya 1,000,000
7 Rayinan 1,000,000
8 Sukamantri 500,000
9 Fikri 500,000
10 Andini 500,000
11 Hasan 500,000
12 Nina 500,000
13 Alfredo 1,000,000
14 Suyadi 500,000
15 MTSR Magetan 4,645,000
16 Agung 800,000
17 Afifah 2,000,000
18 Mardalina 500,000
19 Muyino 2,000,000
20 Agustina 1,000,000
21 Rainan 1,000,000
22 Sukir 500,000
23 Satiyem 500,000
24 Pariyem 1,000,000
25 Tuminem 718,000
26 Giyem 728,000
27 Helmy 500,000
28 Sutarni 856,000
29 Siyam 718,000
30 Siyam 1,028,000
31 Daliyo 1,858,900
32 Alvaro 1,226,000
33 Isromah 1,628,400
34 Sri 1,452,600
35 Taryono 2,563,000
36 Esti 1,762,800
37 Arti 1,218,000
38 Daliyo 1,808,600
39 Erindra 2,050,000
40 Suparman 500,000
Total 44,061,300

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 44,061,300,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 715 ROMBONGAN

Rp. 26,368,363,093,-