ALBERTINA YANAIPITA (2 Thn, Kanker darah). Alamat: Kampung Manasari, Kota Timika, Propinsi Papua. Untuk menempuh perjalanan ketempat Adik Albertina diperlukan 4 jam menggunakan long boat. Pekerjaan orangtua tidak tetap, keseharian biasanya mencari kepiting jika ada yang membutuhkan. Kurir #sedekahrombongan menemui Dik Albertina di RSUD Timika, kemudian menyalurkan santunan untuk kebutuhan selama perawatan. Santunan akan digunakan untuk membeli pampers dan kebutuhan perawatan lainnya, serta makanan untuk orangtua yang mendampingi.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 10 Mei 2015
Kurir: @bratamanggala via @ibe_yapari

Albertine menderita Kanker darah

Albertine menderita Kanker darah


BAYI NY NAFIAH ( 3hr, Megacolon)  Alamat lengkap: Dusun ngajaran rt 4/2 Keblukan Kaloran Temanggung Jawa Tengah,Ibu Nafiah 29 th yang bekerja sebagai ibu rumah tangga melahirkan  bayi tersebut lahir dalam kondisi normal 9 bulan.setrlah lahir 2 hari belum BAB. Perutnya kembung.dan setiap dikasih minum muntah.srhingga langsung di rujuk ke rsud, setelah dari bidan bayi tersebut dirujuk ke rsud dan di rsud diketahui menderita MEGACOLON.Rsud pun tidak bisa sehingga merujuk ke RS Sarjito.pada tanggal 5 juni dibawa ke Rs Sarjito.Saat ini bayi sudah berada di Rs Sarjito dan dalam masa pemulihan kondisi sebelum tindakan operasi. Ibu tersebut telah cerai dengan suaminy.sehari hari hany ibu rumah tangga dan seorang buruh tani.keluarga tersebut juga blom mempunyai jaminan kesehatan sehingga perlu bantuan untuk biaya di Rs sarjito.klo untuk di Rsud tmg masih menhgunakan surat keterangan tidak mampu .Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Ibu Nafiah untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya akomodasi .Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @Hutdi_Nur   @ciputy_huny
Tanggal : 7 Juni  2015

Bayi ny nafiah menderita  Megacolon

Bayi ny nafiah menderita Megacolon


LESTIYO HARJATI (36th, Stillbirth) Alamat: Senepo Barat Rt 2 Rw 3 Kutoarjo Purworejo. Ibu Lestiyo mengalami Stillbirth, atau bayi lahir mati, adalah kematian janin di dalam rahim atau selama persalinan operasi cesar anak ke 6 yg meninggal di dalam perut. Sebelum nya dirawat d rumah sakit di kutoarjo,atas bantuan kepala rsud dan bidan disana dirujuk ke Sarjito. Masih meninggalkan hutang 50.000 d rumah sakit kutoarjo. Posisi sekarang,bayi meninggal dan masih bingung gimana mau bawa pulang nya. Pasien hanya didampingi suami.Nurwita (39th) yang sehari hari berkerja sebagai Buruh 50rb/hr.Ibu Lestiyo Harjati masih dalam perawatan intensif pasca operasi.Sudah tidak memiliki uang saku untuk biaya hidup selama istri di rawat.Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga(Ibu Lestiyo Harjati) untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk Biaya perawatan pasca operasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Kurir: @RofiqSILVER @JemiRicab  @ciputy_huny @Hania
Tanggal : 30 Mei dan 5 Juni  2015

Ibu lestiyo mengalami Stillbirth

Ibu lestiyo mengalami Stillbirth


RUKIMAH BINTI AHMADBASHAR (59th, Kanker Payudara) alamat Sekarpetak RT 01 Bangunjiwo Kasihan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Rukimah Binti Ahmadbashar (59th) seorang janda beranak 1 yang berprofesi pekerja rumah tangga namun sejak menderita sakit sudah tidak bekerja. Ibu Rukimah sejak tahun 2011 menderita sakit kanker payudara (CA Mammae) berawal hanya sebuah benjolan kecil yang semakin bertambah membesar namun tidak pernah dihiraukan. Pada 07 juni 2012 benjolan pada payudara Ibu Rukimah yang sudah membesar mengalami pecah dan berbau busuk selanjutnya diperiksakan ke RS PKU Muhammadiyah Bantul dikarenakan keterbatasan alat dan tenaga medis. Ibu Rukimah dirujuk ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta untuk tindakan lebih lanjut, Oleh tim medis RSUP Dr Sarjito dianjurkan untuk segera tindakan operasi pengangkatan kanker pada payudaranya namun dikarenakan antrian kamar perawatan yang panjang. Ibu Rokimah dirujuk ke RS Bedah Diponegoro 21 Klaten Jawatengah. Namun Ibu Rukimah terkendala masalah biaya besar yang harus dikeluarkan.Alhamdulillah oleh Allah SWT Ibu Rokimah dipertemukan dengan Organisasi Sosial Hafara yang beralamat di Gonjen Tirtonirmolo Kasihan Bantul diuruskan surat Jamkesmas dan dibantu akomodasi.Selanjutnya proses operasi pengangkatan kanker pada payudara Ibu Rukimah dilaksanakan di RS Diponegoro 21 Klaten. Setelah pasca operasi pengangkatan kanker payudara Ibu Rukimah menjalani tindakan kemotherapy 6 kali mulai tanggal 16 mei 2012 hingga 19 oktober 2012.Setelah selesai jadwal kemotherapy Ibu Rukimah dirujuk ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta guna tindakan medis selanjutnya berupa fototherapy (penyinaran) sebanyak 30 kali antara tanggal 27 oktober 2012 hingga 3 november 2012. Sejak bulan november 2012 hingga kini secara rutin menjalani kontrol rutin sebulan sekali di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta. Pada bulan april 2015 sewaktu pagi hari perjalanan berangkat kontrol dari kediaman beliau menuju RSUP Dr Sarjito yang diantar oleh tetangganya dengan diboncengkan dengan sepeda motor, ketika sampai di kawasan Alun-Alun Yogyakarta menjadi korban penjambretan sehingga mengakibatkan Ibu Rukimah kehilangan beberapa uang dan surat-surat berharga dan patah tulang tangan serta luka-luka karena terjatuh dari sepeda motor. Karena keterbatasan biaya Ibu Rukimah hanya berobat secara alternatif.
Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Ibu Rukimah Binti Ahmadbashar untuk turut serta meringankan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan meringankan biaya obat atau tindakan medis diluar jaminan kesehatan tersebut diatas dan meringankan akomodasi melanjutkan pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @bbbintanggg
Tanggal : 22 Mei 2015

Ibu rukimah menderita Kanker Payudara

Ibu rukimah menderita Kanker Payudara


ANGGITA PUTRI MAHARDIKA (9bln, Jantung Bocor) alamat Tegalsari RT 05/ RW 39 Tegalrejo Wedomartani Ngemplak Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Dik Anggita Putri Mahardika (9bln) putri ke 3 dari 3 bersaudara pasangan Bapak Trikuatno (34th) yang berprofesi buruh harian lepas atau sopir jasa angkut hewan ternak dan Ibu Ana Suharsih (35th) yang berprofesi mengurus rumah tangga. Dik Anggita Putri Mahardika sejak usia 2 bulan terdeteksi menderita sakit kelainan pada fungsi jantung mengalami penyumbatan pada jantung setelah pemeriksaan dan rawat inap di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta. Selanjutnya secara rutin melakukan pemeriksaan di RSUP Dr Sarjito dan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak, pada usia 7 bulan Dik Anggita dinyatakan menderita sakit jantung bocor. Pada usia 9 bulan Dik Anggita menjalani rawat inap di ruang NICU Preenatal RSUP Dr Sarjito Yogyakarta namun segala bentuk ikhtiar terbaik yang dilakukan pihak keluarga dan tim medis RSUP Dr Sarjito Yogyakarta Allah SWT berkehendak lain. Pada hari kamis 21 mei 2015 pukul 06.30 Dik Anggita berpulang ke Rahmatullah.Innalillahi waainna illaihi roji’un, segenap keluarga besar #SedekahRombongan turut berdukacita dengan meninggalnya Dik Anggita Putri Mahardika dan turut mendo’akan semoga arwah beliau diterima disisi-NYA serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan amiien. Selama menjalani proses pengobatan Dik Anggita menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesda Sleman namun masih ada obat atau tindakan medis diluar jaminan kesehatan tersebut diatas yang harus dibayar oleh pihak keluarga. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT  dipertemukan dengan pihak keluarga Dik Anggita Putri Mahardika untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang diperuntuk meringankan perawatan jenazah almarhumah Anggita Putri Mahardika.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @Faisal_Gudeg
Tanggal : 24 Mei 2015

Almh.Anggita menderita Jantung Bocor

Almh.Anggita menderita Jantung Bocor


MAULA BUDI ASTUTI (11th, Leukimia) alamat Kretek RT 16/ RW 08 Glagah Temon Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Dik Maula Budi Astuti (11 th) pelajar kelas 5 SD, putri ke 3 dari 3 bersaudara pasangan Bapak Budiharto (43th) yang berprofesi buruh harian lepas alias jasa ojek dengan kendaraan bermotor yang saat ini merantau di wilayah Cikarang Bekasi Jawabarat dan Ibu Dasem (42th) yang berprofesi mengurus rumah tangga. Dik Maula Budi Astuti menderita sakit berawal pada januari 2015 saat itu mengalami sering mengeluh pusing, demam dan badan pucat oleh pihak keluarga dibawa periksa di Klinik Sritinah Cikarang Bekasi Jawabarat, dari hasil pemeriksaan awal dan hasil cek laboratorium di diagnosa anemia (kekurangan darah ), selanjutnya oleh Klinik Sritinah dik Maula dirujuk ke RS Bakti Husada Cikarang Bekasi untuk transfusi darah dan observasi. Pada pertengahan bulan januari 2015 Dik Maula Budi Astuti dinyatakan positif menderita sakit kanker darah (leukimia).Selanjutnya oleh pihak keluarga dik Maula dipindahkan ke RSUD Nyi Ageng Serang di Wates Kulonprogo Yogyakarta karena dengan alasan lebih dekat dengan tempat tinggal asli Bapak Budiharto. Di RSUD Nyi Ageng Serang Wates Kulonprogo Yogyakarta setelah mendapatkan perawatan dan transfusi darah 8 kantong, selanjutnya pada 27 januari  2015 Dik Maula Budi Astuti dirujuk ke RSUP Dr Sarjito di Yogyakarta. Di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta Dik Maula Budi Astuti  menjalani tindakan pemeriksaan dan oleh tim medis RSUP Dr Sarjito Yogyakarta dianjurkan untuk menjalani tindakan medis kemotherapy. Kondisi saat ini pasca kemotherapy ke 10 dari 114 kali yang dijadwalkan. Selama menjalani proses kesembuhannya menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 2, namun pihak keluarga mengalami kendala masalah biaya akomodasi jarak antara rumah tinggal dan rumah sakit yang jauh serta masih harus membayar obat dan tindakan medis diluar jaminan kesehatan tersebut diatas.
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dik Maula Budi Astuti untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang diperuntukan meringankan biaya akomodasi pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @sintamurtina @KedunkUSSIL
Tanggal : 22 Mei 2015

Maula menderita Leukimia

Maula menderita Leukimia


SUWARSI BINTI HARJOSUDARMO (51th, Kanker Payudara) alamat Trenggulon RT 03/RW 11 Giripanggung Tepus Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Suwarsi Binti Harjosudarmo (51th)yang berprofesi mengurus rumah tangga dan bertani, Istri dari Bapak Sugi Bin Tirono (53th) yang berprofesi tani, serta Ibu dari 2 orang anak yang sudah dewasa. Ibu Suwarsi sejak 4 tahun yang lalu menderita sakit kanker payudara (CA Mammae) namun tak dihiraukan, baru pada akhir tahun 2014 mulai diperiksakan di RS Bethesda Selang Gunungkidul untuk pemeriksaan awal dengan diagnosa kanker payudara oleh tim medis RS Bethesda Selang dianjurkan untuk tindakan operasi, selanjutnya pada 1januari 2015 dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan.Di RS Bethesda Yogyakarta Ibu Suwarsi dianjurkan untuk pemeriksaan mulai rongent, cek laboratorium dan konsultasi dokter spesialis bedah namun karena terkendala keterbatasan biaya pengobatannya dihentikan oleh pihak keluarga. Pada awal bulan februari 2015 setelah pengurusan kartu jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3 bisa dipergunakan Ibu Suwarsi melanjutkan pengobatannya. Berawal ke berobat ke Puskesmas Tepus Gunungkidul yang selanjutnya dirujuk ke RSUD Wonosari untuk tindakan lebih lanjut. Pada tanggal 7 februari 2015 Ibu Suwarsi menjalani tindakan medis operasi pengangkatan kanker pada payudaranya,setelah kondisi membaik pasca operasi tersebut diatas Ibu Suwarsi diperbolehkan pulang ke rumahnya.Pada tanggal 24 februari 2015 Ibu Suwarsi dirujuk ke Poli khusus kanker RSUP Dr Sarjito Yogyakarta untuk kontrol dan menindaklanjuti pengobatannya, di Bagian Tulip RSUP Dr Sarjito Ibu Suwarsi dianjurkan untuk tindakan kemotherapy dan fototherapy. Kondisi rawat jalan saat ini pasca kemotherapy ke 4 dari 12 kali yang dijadwalkan. Selama ini pengobatan Ibu Suwarsi menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3, namun mengalami kendala masih adanya obat dan tindakan medis diluar jaminan kesehatan tersebut yang harus dibayar serta biaya akomodasi karena jarak antara kediaman dan rumah sakit yang jauh. Terkadang Ibu Suwarsi tidak pulang,harus menginap di lorong-lorong rumahsakit untuk menghemat biaya akomodasi. Alhamdulillah saat ini atas budi baik dari Majikan tempat bekerja seorang anaknya memperbolehkan Ibu Suwarsi untuk sementara waktu turut serta tinggal ditempat bekerja anaknya di wilayah Mancasanlor Condongcatur Depok Sleman.
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT  dipertemukan dengan pihak keluarga Ibu Suwarsi Binti Harjosudarmo untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang diperuntukan meringankan pengobatan Ibu Suwarsi .

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @KedunkUSSIL
Tanggal : 21 Mei 2015

Ibu suwarsi menderita Kanker Payudara

Ibu suwarsi menderita Kanker Payudara

—-
DESTA ANGGA PRADITYA (7th, Leukimia) alamat Baron RT 03/ RW 04 Jatipuro Karangjati Ngawi Jawatimur. Dik Desta Angga Praditya (7th) putra semata wayang dari pasangan Bapak Suparno (35th) yang berprofesi petani dan Ibu Marmi (30th) yang  berprofesi mengurus rumah tangga.Dik Desta sejak tahun 2012 menderita sakit panas demam selanjutnya oleh pihak keluarga diperiksakan di RSUD Suroto Ngawi Jawatimur dari hasil pemeriksaan awal dengan diagnosa menderita sakit leukimia (kanker darah) selanjutnya dirujuk ke RSUP Dr Sarjito di Yogyakarta untuk menjalani tindakan yang lebih lanjut. Di RSUP Dr Sarjito Dik Desta menjalani proses kesembuhannya selama 2 tahun lebih adapun tindaknya kemotherapy 114 minggu keseluruhan dari protokoler pertama yang berakhir pada bulan oktober 2014 dan dinyatakan sehat dan pulang ke kampung halamannya. Namun selang 3 bulan sakitnya Dik Desta kambuh lagi, pada bulan februari 2015 kembali diperiksakan di RSUD Suroto Ngawi Jawatimur oleh tim medis RSUD Suroto Ngawi Jawatimur kembali dirujuk ke RSUP Dr Sarjito di Yogyakarta. Kondisi saat ini Dik Desta rawat inap di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta untuk menjalani kemotherapy ke 10 dari 114 kali yang dijadwalkan .Selama proses kesembuhan Dik Desta menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas namun pihak keluarga mengalami kendala masih adanya obat atau tindakan medis diluar jaminan kesehatan tersebut diatas yang harus dibayar pihak keluarga dan masalah akomodasi selama rawat inap. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga Dik Desta Angga Praditya untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk meringankan biaya akomodasi selama rawat inap di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @KedunkUSSIL
Tanggal : 18 Mei 2015

Desta menderita Leukimia

Desta menderita Leukimia


DEVINA MARCELLA PUTRI (8th, Tumor Otak & Hydrocepallus) alamat Dowangan RT 02/ RW 16 Banyuraden Gamping Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Dik Devina Marcella Putri (8th) anak ke 2 dari 3 bersaudara pasangan Bapak Haryadi (38th) yang berprofesi buruh harian lepas dan Ibu Mawar Sari (33th) yang berprofesi mengurus rumah tangga. Berawal pada bulan oktober 2014 Dik Devina sering pusing, panas demam dan sering kejang apabila panasnya tinggi .Oleh pihak keluarga diperiksakan ke Rumah Sakit Akademik UGM di Yogyakarta, berdasarkan hasil pemeriksaan awal Dik Devina didiagnosa menderita sakit tumor pada otaknya dan hydrocepallus (kelebihan cairan pada otak), selanjutnya oleh tim medis RSA UGM dirujuk ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta guna mendapatkan tindakan lebih lanjut. Di RSUP Dr Sarjito kembali dilakukan pemeriksaan, oleh tim medis RSUP Dr Sarjito Yogyakarta dianjurkan untuk operasi pengankatan tumor pada otak Dik Devina serta pemasangan selang dikepala guna mengurangi kelebihan cairan di kepalanya. Kondisi terkini selama 1 bulan terakhir Dik Devina menjalani rawat inap di RSUP Dr Sarjito guna kesembuhannya. Setelah menjalani operasi pertama pengangkatan tumor diotak Dik Devina saat ini perbaikan kondisi umum pasca operasi. Setelah kondisi fisiknya membaik Dik Devina akan kembali masuk ruang operasi guna pemasangan selang pada kepalanya yang berfungsi mengurangi kelebihan cairan pada kepala. Selama menjalani proses kesembuhan Dik Devina menggunakan fasilitas kesehatan Jamkesmas namun pihak keluarga mengalami kendala masih adanya obat atau tindakan medis yang harus dibayar diluar jaminan kesehatan tersebut diatas dan masalah akomodasi.
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dik Devina Marcella Putri untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang diperuntukan meringankan biaya akomodasi selama rawat inap di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @rizkyaditya4 @KedunkUSSIL
Tanggal : 18 Mei 2015

Devina menderita Tumor Otak & Hydrocepallus

Devina menderita Tumor Otak & Hydrocepallus


RAISYA QUEENA LARASATI  (5bln, Hydrocepallus) alamat Kriyan RT 01/RW 02 Popongan Banyuurip Purworejo Jawatengah. Dik Raisya Queena Larasati (5bln) anak ke 2 dari 2 bersaudara pasangan Bapak Sigit Purnomo (31th) yang berprofesi buruh harian lepas sebagai bengkel kendaraan dengan penghasilan tidak tetap dan Ibu Rusmiatun (30th) yang berprofesi mengurus rumah tangga. Berawal sejak usia 2 bulan dik Raisya menderita sakit sering demam disertai kejang serta pembesaran lingkaran kepala yang diatas perkembangan bayi normal selanjutnya oleh pihak keluarga di periksakan ke RSUD Purworejo Jawatengah untuk menjalani pemeriksaan awal.Dari hasil pemeriksaan awal tersebut terdeteksi bahwa Dik Raisya menderita sakit hydrocepallus (kelebihan cairan pada kepala) .Oleh RSUD Purworejo Dik Raisya selanjutnya dirujuk ke RSUP Dr Sarjito di Yogyakarta guna tindakan lebih lanjut, di RSUP Dr Sarjito dik Raisya menjalani pemeriksaan dan dianjurkan untuk operasi pemasangan selang pada kepala yang berfungsi mengurangi kelebihan cairan pada kepalanya. Dalam 1 bulan terakhir ini Dik Raisya menjalani rawat inap di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta untuk perbaikan kondisi umum persiapan operasi pemasangan selang di kepala. Selama menjalani proses kesembuhannya menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas, namun pihak keluarga mengalami kendala masih ada obat atau tindakan medis diluar jaminan kesehatan tersebut diatas yang harus dibayar serta masalah akomodasi . Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dik Raisya Queena Larasati untuk turut serta berpartisipasi meringan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk meringankan biaya akomodasi selama rawat inap di RSUP Dr Sarjito .

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @rizkyaditya4 @KedunkUSSIL
Tanggal : 14 Mei 2015

Raisya menderita Hydrocepallus

Raisya menderita Hydrocepallus


WASIYEM BINTI SOIKROMO (85th, Kanker Payudara) alamat Logandeng RT 23/RW 05 Logandeng Playen Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Wasiyem Binti Soikromo (85th) yang berprofesi mengurus rumah tangga, Istri dari Almarhum Bapak Kartotamiyo dan Ibu dari 10 orang anak 2 telah wafat, 7 orang anak sudah berkeluarga, seorang anak lajang dewasa.Ibu Wasiyem sejak 3 tahun lalu menderita sakit kanker payudara stadium 4 dan hanya berobat secara non medis tradisional herbal dikarenakan masalah biaya. Pada 30 maret 2015 #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan keluarga Ibu Wasiyem untuk turut serta berpartipasi meringankan beban dan derita beliau menyampaikan santunan awal titipan #sedekahollics Rp. 1.000.000 yang dipergunakan untuk pengurusan jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 3 . Setelah pengurusan jaminan kesehatan BPJS kelas 3 bisa dimanfaatkan Ibu Wasiyem oleh pihak keluarga di bawa berobat ke Dokter Praktek untuk pemeriksaan awal, dari hasil pemeriksaan awal selanjutnya dirujuk ke Poly Kanker RSUP Dr Sarjito Yogyakarta untuk tindakan medis lebih lanjut. Oleh pihak tim medis RSUP Dr Sarjito dianjurkan untuk tindakan operasi pengangkatan kanker di payudara Ibu Wasiyem serta kemotherapy dan fototherapy (penyinaran).Namun pada tanggal 27 april 2015 kondisi Ibu Wasiyem kian memburuk, setelah 3 hari mengalami masa kritis dirumah. Ibu Wasiyem pada tanggal 30 april 2015 berpulang ke rahmatullah, Innalillahi waina illaihi roji’un segenap kurir #SedekahRombongan turut berdukacita atas meninggalnya Ibu Wasiyem Binti Soikromo semoga amal ibadah beliau diterima disisi-NYA. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita keluarga Almarhumah Ibu Wasiyem dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk meringankan biaya pemakaman beliau .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @emanggita @KedunkUSSIL
Tanggal : 14 Mei 2015

Ibu wasiyem menderita Kanker Payudara

Almh.Ibu wasiyem menderita Kanker Payudara


SARGINEM BINTI MARTOPAWIRO (55th, Bantuan Tunai) alamat Bintarankulon RT 03 Srimulyo Piyungan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Ibu Sarginem Binti Martopawiro (55th) yang berprofesi mengurus rumah tangga dan mengamen, Istri dari Bapak Sagi Harno Wiharjo(65th) yang berprofesi buruh harian lepas tukang menanak nasi apabila hajatan dirumah tetangganya, serta Ibu dari 4 orang anak yang sudah berkeluarga. Ibu Sarginem yang saat ini sebagai tulang punggung keluarga dikarenakan suaminya Bapak Sagi Harno Wiharjo sudah tidak bisa bekerja secara maksimal karena faktor usia dan penyakit asmanya yang sering kambuh. Ibu Sarginem hidup menderita berawal dari ketika rumahnya yang dulu di jalan Gejayan Mrican Caturtunggal Depok Sleman oleh salah seorang anak menantunya digadaikan namun tidak bisa membayar melunasi hutangnya Ibu Sarginem harus merelakan sebidang tanah dan rumah tinggalnya dijual sebagian guna melunasi hutang dan sebagian lagi dibelikan sebidang tanah di pinggiran kali opak dusun Bintarankulon RT 03 Srimulyo Piyungan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta yang saat ini sebagai rumah tinggal yang dihuni 6 orang. Setelah masalah diatas selesai kembali anak menantunya menggadaikan surat sertifikat tanah tersebut dan kembali tidak bisa membayar hutangnya sehingga Ibu Sarginem merelakan untuk kedua kalinya menjual sebagian tanah yang ditinggali sekarang dan yang lebih tragis lagi anak menantunya meninggalkan rumah tanpa pamit setelah kejadian tersebut. Ibu Sarginem yang berpenghasilan Rp 40.000 hingga Rp 50.000 perhari dari mengamen untuk menghidupi 6 orang yang tinggal bersamanya tentunya untuk hidup makan sehari-hari jauh dari cukup apalagi bisa tinggal di rumah yang representative tentu saja sangatlah sulit. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan keluarga Ibu Sarginem Binti Martopawiro untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban hidup dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari .

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000
Kurir: @RofiqSILVER @emanggita @KedunkUSSIL
Tanggal : 14 Mei 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


NUR LIA CULE (39, Sakit Perut dan  Asam Urat) Beralamat di Dusun Bonto Manai, Desa Laiya, Kec. Cendrana, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.
Rasa sakit yang diderita oleh Ibu Lia berawal sekitar dua tahun yang lalu, ia tiba-tiba merasakan sakit perut yang tak tertahankan, rasa sakitnya terasa sampai dibagian punggung belakang  setelah ia mengangkat dan menjemur padi hasil panen milik orang lain yang ia kerjakan. Sudah 6 Tahun Ibu Lia ditinggal pergi oleh suaminya, maka otomatis Ibu Lia menjadi tulang punggung dari Lima orang anak yang hidup bersamanya. Mengangkat dan memikul padi adalah hal biasa bagi Ibu Lia, karena itulah satu-satunya pekerjaan yang bisa ia kerjakan saat ini. Ketika sakit perut itu kambuh maka sangat sulit bagi Ibu Lia untuk bekerja, dan susah tidur dimalam hari. Usaha Ibu Lia untuk berobat pernah ia jalani, mulai dari klinik sampai pengobatan tradisional sekalipun. Namun,  sampai saat ini tak jua ada perubahan dalam dirinya. Ibu Lia sangat membutuhkan bantuan untuk berobat lagi, ia khawatir jikalau ia berhenti berobat maka penyakit yang ia derita akan semakin parah dan akan lebih membutuhkan biaya yang lebih besar. #SedekahRombongan merasakan kesulitan Ibu Lia, bantuan awalpun disampaikan senilai Rp.500.000 kami salurkan untuk keperluan berobat dan transportasi karena letak rumah Ibu Lia sangat jauh dari keramaian, belum lagi akses jalan yang hanya bisa dilalui kendaraan ketika musim kemarau saja.

Jumlah Bantuan      : Rp. 500,000,-
Kurir               : @areefy_dip @syukran_mayran @ahmadhamzahmo
Tanggal             : 23 Mei 2015

Nurlia menderita Sakit Perut dan  Asam Urat

Nurlia menderita Sakit Perut dan Asam Urat


RISKA YULIANA DEWI (14th, Patah Tulang Tangan Kanan , Selip Tulang Bahu & Pinggul) alamat Turunan RT 09/ RW 02 Ringinlarik Musuk Boyolali Jawatengah. Dik Riska Yuliana Dewi (14th) putri ke 3 dari 3 bersaudara pasangan Bapak Misri Abdul Rohim (53th) yang berprofesi sebagai buruh harian lepas (tenaga bangunan) dan Ibu Sulami (45th) yang berprofesi mengurus rumah tangga.Pada tanggal 28 april 2015 Dik Riska Yuliana Dewi mengalami kecelakaan lalulintas di depan kantor keluraham Musuk Boyolali Jawatengah ketika berkendara dengan sepeda motor terserempet sebuah truk sehingga tak sadarkan diri oleh beberapa warga sekitar terjadinya kecelakaan dibawa ke RSUD Pandanaran Boyolali Jawatengah namun kondisinya semakin kritis setelah rawat inap di RSUD Pandanaran selanjutnya pada tanggal 29 april 2015 dirujuk ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta untuk tindakan medis yang lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal Dik Riska menderita sakit patah tulang tangan, selip pada tulang bahu dan tulang pinggul, setelah 1 minggu terakhir ini mendapatkan perawatan intensif di Ruang IRNA RSUP Dr Sarjito Yogyakarta kondisinya kian membaik. Selama menjalani proses kesembuhan Dik Riska menggunakan fasilitas umum karena tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Kendala yang dihadapi oleh pihak keluarga selama kesembuhan Dik Riska terutama masalah biaya pengobatan dan akomodasi untuk kebutuhan hidup sehari-hari saja pas-pasan apalagi ditambah dengan sakitnya Dik Riska. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dik Riska Yuliana Dewi untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan deritanya  dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan meringankan biaya kesembuhannya di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @feri_rachman
Tanggal : 14 Mei 2015

Riska menderita  Patah Tulang Tangan Kanan , Selip Tulang Bahu & Pinggul

Riska menderita Patah Tulang Tangan Kanan , Selip Tulang Bahu & Pinggul


YUSWANDI (49th, Bantuan Tunai) Alamat: Kaliurang, RT 01 RW 14, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta.Pak Yuswandi adalah kepala keluarga yang menanggung istri dan dua anaknya. Pak Yuswandi tidak punya pekerjaan tetap atau serabutan sehingga penghasilannyapun tak tentu. Kadang ada pekerjaan kadang juga mengannggur.  Beliau membuka penginapan sederhana tetapi juga kurang laku. Sementara istrinya sebagai ibu rumah tangga, salah satu anaknya bekerja sebagai buruh pabrik dan anaknya yang lain masih sekolah, duduk di bangku kelas 4 SD Kaliurang II. Kondisi ekonomi keluarganya sangat kurang, oleh karena itu #SedekahRombongan membantu meringankan biaya hidupnya dengan memberikan bantuan dana. Semoga dapat membantu kehidupan keluarga Pak Yuswandi.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @annisahalimatus
Tanggal : 13 Maret 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


JANANG MUKTI PRABOWO (17th, Bantuan Tunai).Alamat: Kaliurang, RT 04 RW 13, Hargobinangun, Pakem, Sleman, YogyakartaJanang adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Janang adalah siswa kelas XII di SMK Negeri Cangkringan. Ayahnya telah meninggal. Janang, anak yatim yang kehidupannya dibiayai oleh ibunya (Ibu Sumariah). Ibunya bekerja membantu di warung  Jadah Tempe Mbah Carik dan membuka penginapan sederhana. Kedua kakaknya telah bekerja dan mempuyai penghidupan masing- masing. Salah satu kakaknya telah berkeluarga dan bekerja swasta. Sementara kakaknya yang lain bekerja sebagai teknisi mesin pesawat di Jakarta. #SedekahRombongan memberikan bantuan biaya sekolah dan semoga dapat membantu meringankan beban Ibu Sumariah.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @annisahalimatus
Tanggal : 13 Maret 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


SUGIARNI (74th, Bantuan Tunai) Alamat: Kaliurang, RT 04 RW 13, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Ibu Sugiarni adalah istri dari Bapak Hadi Wiyono. Bapak Hadi Wiyono telah lanjut usia dan mengalami sakit jantung. Selain itu diceritakan juga oleh Ibu Sugiarni bahwa Pak Hadi Wiyono sering mengucapkan kata- kata yang tidak sinkron atau tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Sementara itu, kehidupan ekonomi mereka hanya berasal dari ketiga anaknya yang semuanya telah berkeluarga dan memiliki tanggungan masing- masing karena ibu Sugiarni adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja. #SedekahRombongan memberikan bantan kepada Ibu Sugiarni untuk dapat membantu biaya hidup dan juga pengobatan Pak Hadi Wiyono.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @annisahalimatus
Tanggal : 13 Maret 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


PONIRAN BUDI RAHARJO (81th, Bantuan Tunai) Alamat: Kaliurang, RT 06 RW 13, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Pak Poniran berasal dari keluarga kurang mampu. Beliau mengalami sakit jantung, sementara istrinya pernah operasi di kaki karena terjatuh, tetapi sejak saat itu istrinya tidak bisa kemana mana lagi karena sakit. Kehidupan keluarganya hanya mengandalkan pada anak- anaknya yang semuanya telah berkeluarga. SedekahRombongan memberikan bantan kepada Ibu Sugiarni untuk dapat membantu biaya hidup dan juga pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @annisahalimatus
Tanggal : 13 Maret 2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


NUR FAISA (6, Bibir Sumbing) Beralamat di Kampung Dera RT 1/RW 3, Desa Bontomanai, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Nurfaisa, ia dipanggil Faisa di kampungnya. Sejak lahir Faisa sudah menderita bibir sumbing. Lahir di Puskesmas Pundatabaji, Faisa tidak mendapat perawatan lebih lanjut. Ibu Faisa yang bernama Munawwara (42) mengutarakan perasaannya kepada kurir #SedekahRombongan ketika ditemui saat itu. Ibu Munawwara sempat mengeluhkan bahwa ketika Faisa di dalam kandungan, ia selalu merasakan sakit di bagian rahimnya dan punggung, juga ia sempat jatuh di empang akibat hujan deras,ini menjadi indikasi cacatnya Faisa.
Faisa ketika lahir sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Pangkep, namun apa daya karena ayah dan Ibu Faisa tidak dapat membaca dan tidak ada yang memandu mereka selama di rumah sakit serta tidak ada biaya untuk memenuhi kebutuhan makan harian mereka. ,maka mereka memutuskan untuk keluar dari rumah sakit.
Ayah Faisa, Labbai (42) memenuhi kebutuhan keluarganya dengan menjaga tambak orang lain. Mendapat penghasilan dikala panen saja, itupun tidak menentu. Rumah keluarga Faisa hanya memakai pelita berbahan minyak tanah sebagai pengganti cahaya karena tidak ada listrik di rumah mereka.
Berkat pendampingan dari #SedekahRombongan akhirnya Faisa memiliki Jamkesmas yang dapat meringankan biayanya nanti untuk dilakukan operasi. Sebelumnya orang tua Faisa hanya memakai Jamkesda di Puskesmas jika Faisa sakit.
#SedekahRombongan memberikan bantuan senilai Rp.1.000.000,- untuk mendampingi Faisa guna dilakukan operasi bibir sumbing nantinya. Bantuan diberikan langsung kepada Ibu Faisa. Saat itu kurir #SedekahRombongan menjemput Faisa di rumahnya yang berjarak 60 km dari Makassar. Setelah itu membawa Faisa yang ditemani ibunya saat itu dengan adiknya ke RSUD Pangkep yang berjarak sekitar 10 km dari rumahnya.
Setelah mendapat arahan dari dokter ahli bedah di Pangkep bahwa pasien harus dirujuk ke Makassar, kami pun melanjutkan perjalanan ke Makassar.
Di Makassar, Faisa sekeluarga menginap bersama-sama kurir #SedekahRombongan di sebuah kamar kontrakan yang tidak jauh dari Rumah Sakit Wahidin.
Saat ini,setelah berhasil menemui dokter ahli bedah plastik. Pasien diarahkan untuk cek darah dan foto rontgen. Hasil laboratorium akan dianalisis oleh dokter anak dan dokter bius untuk selanjutnya ditentukan tahapan selanjutnya,yaitu operasi. Kurir #SedekahRombongan saat ini mendampingi Faisa dan ibunya di Makassar untuk menunggu arahan dokter selanjutnya untuk melakukan operasi bibir sumbing.

Jumlah bantuan        : Rp. 1.000.000
Kurir                 : @areefy_dip @ismawanamir @sriwulandani
Tanggal               : 23 Mei 2015

Nur faisa menderita Bibir Sumbing

Nur faisa menderita Bibir Sumbing


ERINDA AFIKAH (2th 11 bln , Glukoma, Jantungbocor & Leukimia) alamat Pangenjurutengah RT 02/ RW 01 Pangenjurutengah Purworejo Purworejo Jawatengah. Dik Erinda Afikah (2th 11bln) anak ke 3 dari 3 bersaudara pasangan Bapak Ariyono yang berprofesi wiraswasta jasa bengkel kendaraan bermotor roda 2 dan Ibu Wagirah yang berprofesi ganda mengurus rumah tangga dan berwiraswasta berjualan kios kelontong di kediamannya. Dik Erinda Afikah sejak usia 2 bulan menderita sakit glaukoma (kelainan pada mata)  sejak saat itu pula #SedekahRombongan mendampingi pengobatannya di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta. Pada usia 1 tahun terdeteksi menderita kelainan pada jantung mengalami kebocoran dan down syndrome dan pada awal tahun 2014 Dik Erinda terdeteksi positif menderita sakit kanker darah (Leukimia) sehingga harus bolak-balik rawat inap di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta untuk berikhtiar dalam kesembuhannya. Kondisi 2 minggu terakhir rawat inap di Ruang Estella RSUP Dr Sarjito beberapa kali transfusi darah untuk menjaga kestabilan tubuh Dik Erinda namun kondisinya semakin memburuk. Segala bentuk ikhtiar terbaik yang dilakukan pihak keluarga maupun tim medis sudah maksimal, namun Allah berkehendak lain. Dik Erinda berpulang ke Rahmatullah pada hari minggu tanggal 24 mei 2015. Innalillahi waainna illaihi roji’un, segenap keluarga besar #SedekahRombongan turut berdukacita dengan wafatnya Dik Erinda Afikah serta mendo’akan arwah beliau diterima disisi-NYA dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Allhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dik Erinda Afikah untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahollics pada rombongan: 478,503, 516,526,535,540,547,559,571,583,598,613,645,667 . Dan kini kembali menyampaikan santunan guna meringankan biaya pengobatan diluar jaminan kesehatan Jamkesmas dan guna meringankan biaya perawatan jenazah.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000
Kurir: @RofiqSILVER @tya_nurulendah @KedunkUSSIL
Tanggal : 25 Mei 2015

Erindra menderita Glukoma, Jantungbocor & Leukimia

Erindra menderita Glukoma, Jantungbocor & Leukimia


KADIRAN BIN RASYID (58, Katarak & Diabetes Melitus), Alamat : Kp.Pisangan RT. 8/3, Gang Bona Blok D, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Kadiran,  bapak tiga anak sudah 3 tahun  ini menderita katarak dan sejak 6 tahun yang lalu ia juga menderita penyakit gula (diabetes melitus). Saat ini mata sebelah kanan Pak Kadiran sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Pak Kadiran berharap serta  berkeinginan mata kanannya segera dioperasi agar ia dapat melihat demgan jelas lagi.  Namun yang menjadi kendala saat ini adalah masalah biaya. Keuangannya tidak mencukupi sehingga Pak Kadiran mengurungkan niatnya untuk berobat. Keseharian Pak Kadiran adalah sebagai pencari dana sedekah untuk masjid di wilayah sekitar Cakung, tepatnya di bawah jembatan fly over Stasiun Klender Baru Pondok Kopi. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bapak Kadiran sehingga santunan awal dapat diberikan.  InsyaAllah dengan menggunakan kartu BPJS, minggu ini Pak Kadiran segera berobat dan menunggu jadwal pelaksanaan operasi kataraknya. Bantuan dari #SR digunakan untuk  biaya transport ke rumah sakit.  Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @jawierjawa @hapsarigendhis

Pak kadiran menderita Katarak & Diabetes Melitus

Pak kadiran menderita Katarak & Diabetes Melitus


DODI HERIYANSYAH  (55, Diabetes Melitus, Hipertensi & Gangguan Jantung). Alamat:  Kp. Pisangan RT.12/3, Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Dodi Heriyansyah 9 tahun  terakhir menderita  penyakit gula dan darah tinggi (hipertensi). Saat ini penyakit tersebut disertai pula dengan penyempitan jantung (sudah 50%).   Keparahan sakitnya tampak dari jari-jari tangan sebelah kirinya  yang bengkak dan bernanah serta adanya  sesak napas  yang membuat Pak Dodi  tidak dapat tidur nyenyak. Keadaan ekonomi keluarga serta tanggungan 2 orang anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar sementara Pak Dodi tidak bekerja lagi membuat istrinya, Ibu Kasni (35)  berjualan donat keliling kampung agar  tetap bisa menyambung biaya hidup sehari-hari. Alhamdulilah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Dodi,  sehingga bantuan awal untuk biaya berobat ke RS. Persahabatan Jakarta dapat disampaikan Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Juni  2015
Kurier: @ddsyaefudin @jawierjawa @hapsarigendhis

Pak doddy menderita Diabetes Melitus, Hipertensi & Gangguan Jantung

Pak doddy menderita Diabetes Melitus, Hipertensi & Gangguan Jantung

—-
ENI NURAENI (20, Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah). Alamat : Kampung Babakan Girang RT.1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak Banten. Eni Nuraeni, anak pertama dari dua bersaudara putri bapak Husen (43) dan ibu Yoyoh (39), sudah empat tahun ini menderita sakit Bells Pallsy (Kelainan pada syaraf wajah), Gejala awal sakitnya di rasakan Eni Nuraeni sejak ia masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP, Eni Nuraeni sering mengalami demam panas tinggi dan nyeri disekitar rahang atau telinga serta kejang-kejang / kejang pada mata, bibir dan hidungnya, rasa sakitnya ini menyerang Eni Nuraeni jika kondisi badan dalam keadaan cape dan lelah, Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolahnya terganggu, pasca lulus dari SMP, Eni Nuraeni tidak bisa meneruskan pendidikannya ke SMU karna sakitnya, Pengobatan sering dilakukan, Bapak Husen yang bekerja sehari-hari menjadi buruh tani terus mengusahakan kesembuhan untuk putri tercintanya ini, namun pasca di rujuk pengobatannya ke RSCM jakarta dari RSUD Adji Darmo Lebak Banten, bapak Husen tidak memiliki biaya lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 706. Penjadwalan operasi bedah wajah Eni Nuraeni masih menunggu keputusan dari team dokter yang menanganinya dan masih menunggu kesiapan mentalitas serta kesiapan kondisi Eni Nuraeni. Saat ini Eni Nuraeni masih memulihkan staminanya pasca operasi pada telinganya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 4 Juni 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah


FATAHIAH BINTI ECIM, (10, Keterbelakangan IQ), Alamat: Jl. Warakas 1, RT.13/1, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta. Ipat biasa Fatahiah dipanggil, adalah anak yang cantik buah dari pasangan ECIM (38) dan Linah (38). Kasihan sekali Ipat, yang memiliki penyakit yang sangat aneh yaitu Kelebihan Genetik, sudah beberapa tahun mereka berupaya berobat bahkan dibantu oleh Media dan Lembaga Sosial namun tidak konsisten dan berhenti di tengah jalan – terakhir berobat tahun 2011. Penyakit Ipat membuat perhatian banyak orang, bahkan hampir ada yang memanfaatkan untuk dijadikan obyek mencari uang demi bisnis pribadi karna hampir seluruh bagian badan depan dan belakang hingga kaki Ipat ditumbuhi bulu dan pernah baru sekali dioperasi sebagian kulitnya yang memerlukan waktu bertahap dan seharusnya terus berlanjut ke operasi berikutnya, maklum waktu itu yang harus sedianya membantu raib tak melanjutkan bantuannya – Sementara Ecim hanya bekerja sebagai penambal ban di pinggir jalan kampung serta Linah beburuh sebagai Kuli Cuci Gosok. Karna penyakit aneh itu yang membuat Ipat rendah diri serta keadaan ekonomi keluarga Ecim yang menanggung 6 jiwa dengan penghasilan di bawah kecukupan itu, Ipat pun kini tidak dapat melanjutkan sekolah. Harapan mereka Ipat dapat dibantu lagi dan tumbuh sehat seperti rekan-rekan sebayanya untuk menatap masa depannya dengan baik, Alhamdulillah – beberapa #Sedekaholics menginfokan tentang keberadaan Ipat dan menitipkan bantuannya khusus untuk Ipat hingga proses operasi pada bagian kelaminnya sudah dilakukan walau kedua orangtuanya memutuskan untuk operasi kulitnya tidak dilanjutkan, Bantuan lanjutanpun disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 700 . Bantuan saat ini difokuskan untuk 10 kali therapy IQ Ipat di RSCM, seminggu 2 kali jadwalnya karna hingga saat ini Ipat masih belum mengenal huruf dan warna.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 1 Juni 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis

Fatahiah menderita  Keterbelakangan IQ

Fatahiah menderita Keterbelakangan IQ


RSSR 1 JAKARTA atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, Pada bulan Juni 2013 #SedekahRombongan menyewa Rumah di sekitar RSCM Jakarta yang fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya, Setahun telah berlalu dan Alhamdulillah melalui #SedekahRombongan para #Sedekaholic, para Muzakih menitipkan bersama-sama untuk kebutuhan tinggal para pasien rawat jalan dari Kabupaten-kabupaten yang berasal dari luar Jakarta seperti Lampung, Banten, Bogor, Bandung, Cirebon, Jambi, Riau, Bintan, dan pulau-pulau serta propinsi lainnya. Kini kembali kita menyewa Rumah untuk RSSR 1 Jakarta hingga petengahan tahun depan (2016), RSSR tersebut beralamat di Jl.Inspeksi Kali Ciliwung Jakarta, persis dibelakang RSCM dan posisinya berdekatan dengan RSSR 2 Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 37.000.000,- (biaya kontrak rumah singgah selama 1 tahun)
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 29 Mei 2015.

Biaya operasional

Biaya operasional


SIHABUDIN SOFA (40, retak tulang kaki kanan akibat kecelakaan lalu lintas). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.2/9 Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Suami Tita S dan ayah tiga anak ini terserempet truk pada Jumat 10 April 2015 pukul 14.00 WIB di depan Terminal Banjaran Kabupaten Bandung. Polisi yang bertugas di Polsek Banjaran kemudian mengantar Sofa ke RSUD Soreang. Saat Sofa ditangani di rumah sakit rujukan Kab. Bandung inilah, petugas Polsek menghubungi kurir #SedekahRombongan untuk membantu Sofa karena harus dirujuk ke IGD RS Al Ihsan Baleendah Bandung setelah  mendapat penanganan luka luar. Dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Bandung, Sofa dibawa ke RSUD Al Ihsan. Selain mendapat penanganan kegawatdaruratan, ia juga difoto rontgen untuk memastikan pengaruh benturan pada tulang kaki kanannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat retak di tulang kaki kanannya dan lututnya memar. Tim medis RSUD Al Ihsan menawarkan tindakan operasi dengan syarat Sofa harus dirawat terlebih dahulu. Bagian Rawat Inap rumah sakit juga menawarkan Kelas Utama yang waktu itu masih kosong untuk perawatan Sofa. Tetapi, pihak keluarga tak sanggup membiayainya. Sofa hanyalah buruh harian pabrik kerupuk yang penghasilannya tak seberapa. Apalagi, ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Akhirnya, dimintalah rujukan agar ia ditangani di RSHS Bandung. Alhamdulillah, di rumah sakit ini ia mendapatkan penanganan yang lebih maksimal. Malam itu juga tim medis RSHS mengambil tindakan operasi di Ruang Bedah Minor IGD RSHS dari pukul 22.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Setelah memantau hasil operasi selama beberapa waktu, tim medis akhirnya memperbolehkan Sihabudin Sofa pulang. Pukul 03.00 WIB Sofa diantar MTSR Bandung pulang ke rumahnya. Penanganan yang sigap dari rumah sakit membuahkan hasil menggembirakan. Masa kritis Sofa telah terlampaui. Pada Senin 13 April 2015, Sofa didampingi kembali ke RSHS Bandung untuk kontrol. Alhamdulillah seluruh biaya pengobatan, baik di RSUD Soreang, RSUD Al Ihsan maupun di RS Hasan Sadikin dibayarkan dengan santunan dari sedekaholics #SR. Kini kondisi Sihabudin hampir pulih. Pembaikan tulang kakinya hampir mencapai 85 persen. Akan tetapi, ia masih harus kontrol ke rumah sakit daerah. Karena itu, kembali #SR memberinya bantuan untuk biaya pembuatan BPJS, transportasi, dan akomodasi berobat. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 695.

Jumlah Bantuan: 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Sihabuan menderita retak tulang kaki kanan akibat kecelakaan lalu lintas

Pak Sihabuan menderita retak tulang kaki kanan akibat kecelakaan lalu lintas


SYARIF NURDIANSYAH (38, Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minghu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Hasilnya, alhamdulillah, tidak ada indikasi ia terserang tumor pada syarafnya. Karena Pak Syarif masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan ikhtiar berobatnya, kembali. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transport, membeli obat dan biaya sehari-hari kepada muadzin yang rutin mengajar mengaji di mushola ini. Bantuan sebelum ini administrasinya tercatat di Rombongan 700.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2015
Kurir : @dd.syaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis


KHAIRUNNISA SAFITRI (4 bulan). Penyakit: suspek kelainan jantung bawaan tetralogy of fallot dengan cyanotic spell. Alamat:  Jl Cendrawasih Rt .3/5 Tanjung Uban Kabupaten Bintan Utara KEPRI. Khairunnisa putri ke-4 Bp.Zarmedi (43) dan ibu Mairus Nuryani (38). Keluarga sederhana ini masih tinggal di rumah kontrakan dan belum memiliki jaminan kesehatan apapun. Ayah Khairunnsa bekerja sebagai karyawan swasta dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Kedua orangtuanya tidak menyadari bahwa Khairun Nisa mengalami kelainan jantung sejak lahir. Mereka baru mengetahui bulan Desember 2014 setelah Khairun Nisa berusia 4 bulan. Selama ini mereka sering mendapati badan serta kuku-kuku jari Khairun Nisa membiru saat menangis atau saat sedang melakukan aktivitas gerak yang berlebihan. Ketika dibawa ke dokter di Tanjung Pinang, ia diduga mengalami kebocoran jantung serta cyanotic spells yaitu kondisi kebiruan disertai sesak dan adanya bunyi jantung abnormal yang umumnya  terjadi pada kelainan jantung bawaan Tetralogy of Fallot. Pada keadaan seperti ini Khairunnisa harus segera dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk mendapatkan penatalaksanaan yang lebih baik. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan orangtua Khairunnisa, sehingga bantuan dari sedekaholics #SR dapat disampaikan, bantuan sebelumnya masuk di rombongan 650. Bantuan saat ini digunakan untuk pengurusan biaya makan selama di Jakarta, tanggal 29 Mei 2015  dik Nissa bertolak ke Jakarta didampingi Dinkes Bintan.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Mei 2015
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @ieda_salim @hapsarigendhis

Khairunnisa menderita suspek kelainan jantung bawaan

Khairunnisa menderita suspek kelainan jantung bawaan


HERI SULISTIYO (15, Bocor Jantung). Alamat : Pandak RT.3/1, Desa Wijirejo, Kecamatan. Pandak, Kabupaten  Bantul, DIY. Heri Sulistiyo anak pertama dari bapak Longgaryono (44) dan ibu Suprapti (42), sejak lahir menderita bocor jantung, ditandai dengan bibir yang membiru dan sering cepat lelah, pengobatan pertama baru bisa dilakukan saat Heri Sulistiyo berusia 10 tahun di RS Sarjito, kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat bapak Longgaryono yang bekerja sebagai pekerja bangunan ini baru bisa membawa putra pertamanya ini berobat ke rumah sakit. Sudah 4 tahun ini Heri Sulistiyo menjalani rawat jalan di RS Sarjito dan tahun 2014 ini Heri Sulistiyo dirujuk pengobatan lanjutannya ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Berobat dengan fasilitas BPJS/KJN sangat membantu keluarga ini dalam menjalani pengobatan, namun biaya harian dan juga sewa tempat tinggal sementara sangat memberatkan, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini dan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 564. Operasi besar pada jantung Heri Sulistiyo sudah dilakukan dan Alhamdulillah sukses. Pasca operasi Heri Sulistiyo sudah diperbolehkan pulang oleh dokter untuk memulihkan kondisinya di rumah. Heri Sulistiyo diharuskan kembali control ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta tiga bulan kedepan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harjie_anis

Heri menderita Bocor Jantung

Heri menderita Bocor Jantung


RAFI ARYA SATYA BIN MUCHAMMAD ARNANTO (2,5 tahun; Hidrosefalus sejak usia 40 hari). Alamat: Jl. Kasuari 3, RT.7/3, Desa Tegalreja, Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan. Rafi  merupakan putra pasangan Ibu Mia Rusmiati (28) dan Bpk. Muhamad Armanto (29). Ayahnya bekerja sebagai sopir antar jemput anak sekolah.  Pada November 2012, ketika  baru berusia 40 hari, Rafi menderita sakit demam tinggi disertai kejang. Oleh orangtuanya, Rafi dibawa ke RS Hermina Bogor. Setelah dilakukan pemeriksaan, Rafi dirujuk ke RS Azra untuk dilakukan tindakan CT Scan. Kemudian setelah  didiagnosis hydrosefalus, ia dirujuk ke RS PMI Bogor. Di rumah sakit ini Rafi sempat dirawat, selanjutnya dirujuk ke RSCM Jakarta dan setelah itu dirujuk ke RS Sardjito Jogyakarta untuk tindakan  operasi pemasangan selang dikepala.  Karena keadaan ekonomi semakin sulit dan untuk pengobatan Rafi membutuhkan biaya besar serta n waktu yang panjang, ayah Rafi memutuskan  kembali ke Bogor agar dapat bekerja lagi. Mereka kembali ke Bogor dan tinggal di rumah  kontrakan di Bantar Jati Atas, RT.3/13, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Pada tanggal 20 Mei 2015, Rafi mengalami demam dan kejang sehingga dibawa ke RS.PMI Bogor dan dilakukan perawatan sekitar  1 minggu. Kurir #SedekahRombongan memberikan santunan untuk membeli obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS. Setelah 12 hari dirumah, Rafi kembali mengalami deman disertai kejang -kejang dan akhirnya kembali dirawat di RS PMI Bogor.  Kurir #SedekahRombongan kembali memberikan santunan  untuk membeli obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS. Setelah 3 hari  kemudian kondisi Rafi stabil dan dizinkan pulang ke rumah, orang tuanya menginginkan Rafi untuk dirujuk kembali ke RS Sardjito Yogyakarta. Alhamdulillah pada tanggal 2 Juni 2015, Rafi dan orangtuanya didampingi oleh kurir #SedekahRombongan berangkat menuju Jogjakarta dengan pesawat dan dijemput oleh kurir #SR dan MTSR Jogja di Bandara Adi Sucipto. Untuk selanjutnya Rafi tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Jogjakarta.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.130.000,-
Tanggal: 9 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Rafi mederita Hidrosefalus sejak usia 40 hari

Rafi mederita Hidrosefalus sejak usia 40 hari


ELIS SUDARWATI BINTI MOHAMMAD (39, TB Paru & Gangguan Lambung). Alamat : Kampung Sukasari RT.1/14, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Elis biasa dipanggil Ecih, adalah seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak, usia 15 dan 12 tahun. Suaminya, Ujang (49) sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan terkadang bekerja sebagai kuli bangunan. Sudah 2 tahun ini Ecih dalam kondisi sering sakit, badannya lemah dan kurang nafsu makan karena mual. Kalaupun bisa dipaksakan untuk makan, Ecih biasanya akan muntah. Selain nyeri lambung, Ecih juga menderita sesak nafas. Pada bulan April 2015, Ecih dibawa berobat dan dirawat selama seminggu di RSUD Cimacan, Cianjur. Dari hasil pemeriksaan dokter, Ecih didiagnosis TB Paru serta  gangguan lambung  yang menyebabkan ia mual dan badannya lemah. Saat kurir #SedekahRombongan mengunjunginya, Ecih sedang tinggal sementara di rumah adiknya. Ia menempati ruang  tamu merangkap sebagai kamar tidur. Ia terlihat sedang  berbaring tidur berkasur tipis di atas lantai kayu. Saat itu keadaan Ecih sedang demam dan lemah  sampai tangan Ecih pun bergemetar karena saking lemahnya. Alhamdulillah kurir #Sedekahrombongan telah menyampaikan santunan kepada Ecih untuk membantu biaya obat yang tidak ditanggung oleh BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-.
Tanggal : 5 Mei 2015
Kurir  : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu elis menderita TB Paru & Gangguan Lambung

Ibu elis menderita TB Paru & Gangguan Lambung


ENDAY HIDAYAT BIN IMANG (48, TB Paru).  Alamat: Gang Karet RT.5/1, Kelurahan Tanah Sareal , Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Enday Hidayat biasa dipanggil Iki, sejak 2 tahun yang lalu menderita TB Paru. Ia sudah mendapatkan obat dari dokter dan harus diminum rutin. Pada awal bulan Mei 2015,  Iki mengalami sesak nafas hebat sampai tidak sadarkan diri di tempatnya kerjanya. Ia segera dibawa ke UGD Puskesmas Tanah Sareal oleh teman kerjanya  dengan membawa jaminan kesehatan yang ia miliki, kartu Jamkesmas. Sebelum mengalami penyakitnya ini, pekerjaan Iki adalah kuli bangunan, namun setelah menderita TB Paru Iki sudah tidak dapat melakukan pekerjaan berat lagi. Saat ini ia hanya bisa berkerja  dengan beban pekerjaan yang ringan. Terkadang  Iki bekerja sebagai tukang servis sofa sederhana atau menjadi tukang parkir di perkantoran tidak jauh dari rumahnya. Iki adalah seorang duda dengan satu anak, yang  tinggal menumpang di rumah sederhana milik orang tuanya, Bu Hindun seorang janda tua. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat mengantarkan titipan para sedekaholics kepada Iki. Semoga Allah mengangkat penyakitnya, sehingga Pak Iki dapat bekerja menjemput nafkah kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2015 .
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Pak enday menderita TB Paru

Pak enday menderita TB Paru


ARYANA BIN MURSIDI (17, Demam Berdarah & Campak). Alamat : Kampung Bulak RT.3/5, Kelurahan Kencana,  Kecamatan  Tanah Sareal, Kota Bogor.  Yana adalah anak sulung dari Bpk. Mursidi dan Ibu Ai Yanah. Yana masih kelas 2 di  SMK Sukaraja Cilebut Barat Bogor. Pak Mursidi (40),  ayah Yana bekerja sebagai tukang ojek dan kadang mencari nafkah tambahan sebagai kuli bangunan. Sedangkan untuk menambah penghasilan, ibu Yanah (35 tahun) bekerja sebagai tukang cuci di dekat rumah mereka. Yana diluar jam sekolah, bekerja sebagai pencabut benang pada industri rumahan sebuah garment yang dekat dari rumahnya. Dengan sistem upah borongan, bila pekerjaan mencabut benang selesai , Yana biasanya mendapat bayaran 100 ribu rupiah per dua minggu sekali. Hasil ini cukup lumayan untuk bisa membeli kebutuhan sehari hari dan kebutuhan sekolahnya. Awal bulan Mei yang lalu, Yana menderita demam tinggi. Oleh ibunya, Yana diobati dengan minum obat yang dibelinya di warung. Namun demamnya tidak kunjung turun, bahkan dari kulit disekitar tangannya timbul bercak-bercak merah yang melebar dan merata. Karena panasnya tidak turun juga, oleh pengurus RT setempat Yana diantar ke UGD RS. Islam Kota Bogor. Yana tidak bisa diterima dengan alasan Yana harus dirawat di ruang Isolasi.  Lalu selanjutnya diantar lagi sampai ke 3 rumah sakit lainnya di kota Bogor  dan tetap tidak bisa diterima karena tidak ada ruang isolasi atau ruang isolasinya penuh.  Akhirnya Yana dibawa ke klinik  yang letaknya tidak jauh dari rumah Yana untuk mendapatkan perawatan sementara. Menurut dokter yang memeriksa, Yana terkena DBD dan Campak. Yana dirawat selama 2 hari 1 malam di klinik tersebut, tetapi tidak dapat menggunakan fasilitas kesehatan BPJS yang dimilikinya, karena klinik tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS. Pada hari kedua perawatan Yana di klinik , orang tua Yana memutuskan untuk membawa paksa pulang Yana karena pertimbangan tidak mampu membayar biayanya walaupun sebenarnya keadaan Yana belum membaik. Keputusan tersebut terpaksa diambil karena keadaan terpaksa. Bahkan orang tua Yana harus menjual ayam untuk mendapatkan uang yang tidak mencukupi untuk membayar biaya perawatannya Yana. Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan Aryana dan orangtuanya,sehingga dapat mengantarkan titipan sedekaholics #SR  untuk menyelesaikan pembayaran biaya perawatan Yana. Bantuan diberikan dua kali, yaitu di awal saat masuk klinik pada tanggal 6 Mei 2015 dan yang kedua pada tanggal 26 Mei 2015 saat pembayaran biaya klinik.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Aryana menderita Demam Berdarah & Campak

Aryana menderita Demam Berdarah & Campak


ACAH BINTI ALI (60, Diabetes Melitus, Hipertensi & Asma). Alamat : Kampung Belakang  Kulon, RT .1/5, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Cianjur Jawa Barat. Bu Acah tinggal seorang diri di rumah kayu yang sangat sederhana, berukuran 3×3 m2. Rumah tersebut tanpa kamar mandi, sehingga untuk mandi dan mencuci ia harus berjalan sekitar 50 meter dari rumahnya menuju kamar mandi umum. Bu Acah menderita penyakit kencing manis, darah tinggi dan penyakit asmanya sejak usianya 30 tahun. Biasanya, bila penyakit asmanya sedang kambuh Bu Acah berobat ke puskesmas. Begitu juga bila darah tingginya atau gula darahnya sedang tinggi. Diusia tuanya seperti sekarang dan dalam keadaan ekonomi yang sangat memprihatinkan  penyakitnya semakin sering kambuh. Gejala sesak nafasnya semakin berat dirasakan disertai tangan dan kakinya terasa sakit dan kaku bila digerakkan atau berjalan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Bu Acah untuk mengantarkan santunan titipan sedekaholics #SR. Bu Acah tampak sangat bahagia dan beliau mendoakan semoga rejeki para sedekaholics #SR semakin bertambah dan berkah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Acah menderita  Diabetes Melitus, Hipertensi & Asma

Acah menderita Diabetes Melitus, Hipertensi & Asma


AISYAH BINTI EMAD  (60, Hipertensi dan sakit  di belakang lutut). Alamat: Kedung Halang Poncol RT.3/6, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.  Aisyah biasa dipanggil Isah, menderita penyakit darah tinggi sejak beberapa sudah tahun yang lalu. Bila tekanan darahnya sedang tinggi, Bu Isah biasanya hanya datang berobat ke puskesmas dengan fasilitas jamkesmas yang dimilikinya. Sejak awal tahun 2015 Bu Aisyah juga mulai sering merasakan nyeri dan pegal di kaki, disekitar lututnya. Awalnya Bu Isah menduga hanya karena pegal atau karena kelelahan saja, tetapi lama kelamaan rasa sakitnya menjadi lebih sering datang serta dan mengganggu aktifitasnya sehari-hari. Bu Isah segera memeriksakan kesehatannya ke puskesmas dan diberikan rujukan ke rumah sakit. Bu Isah adalah seorang janda. Suaminya sudah lama meninggal tahun 2005. Sejak itu, bu Isah tinggal di rumah peninggalan orang tuanya bersama keempat anaknya. Anak sulung Bu Isah yang sekarang membiayai kebutuhan hidup mereka, padahal kondisi anaknya sendiri dalam keadaan ekonomi yang sangat memprihatinkan dan  bekerja sebagai kuli tidak tetap. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat bertemu dengan bu Isah dan menyampaikan titipan dari sedekaholics#SR untuk meringankan biaya berobat ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 Mei 2015
Kurir: @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu asiyah menderita Hipertensi dan sakit  di belakang lutut

Ibu asiyah menderita Hipertensi dan sakit di belakang lutut


TUWUHONO (62th, Stroke),bertempat tinggal di Purwodiningratan 1/768 yogyakarta. Awalnya beliau menderita gejala stroke ringan, namun pada tahun 2005 beliau sempat terjatuh sehingga sampai saat ini beliau menderita penyakit tersebut. Beliau kontrol 2 bulan sekali di puskesmas setempat namun dengan catatan jika tidak ada keluhan lain yang dirasakan. Kondisi beliau saat ini masih bisa berjalan walaupun sangat pelan dan terkadang harus dibantu oleh anaknya untuk bisa berjalan. Kaki beliau terlihat kaku dan beliau mengalami sedikit kesulitan dalam berbicara karena penyakit yang diderita. Selama ini pengobatan beliau di puskesmas terbantu oleh askes dan telah mendaftarkan bpjs namun belum ditindak lanjuti. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan oleh Allah SWT dengan pihak keluarga bpk. Tuwuhono untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau selama ini dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang dipergunakan untuk biaya pengobatan sejumlah Rp 500.000,-. Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat dengan baik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @Fikri_item
Tanggal : 6 Juni  2015

Pak tuwohono menderita Stroke

Pak tuwohono menderita Stroke


DWI SUPRAPTO (46th, Bantuan Tunai)Alamat:Karangbendo Kulon No.284 Rt 09/Rw 04,Banguntapan,Yogyakarta. Bpk Dwi S. memiliki 2 orang putri yaitu Yasmin R.&Rizki H. Saat ini Bp.Suprapto membutuhkan bantuan untuk melunasi biaya sekolah dik Yasmin yg menunggak 8 bulan terahir sejumlah Rp.998.000,- jika tidak segera dilunasi dik Yasmin tidak bisa mendapatkan Surat tanda Kelulusan sbg syarat untuk masuk SMP. Sedangkan Bp.Suprapto hanya bekerja sbg Tukang Sapu di Kids Fun dan bukan pegawai tetap,sehingga jasa beliau hanya dipergunakan ketika ada event di Kids Fun.Sedangkan Ibu Retno bekerja sebagai buruh di kantin Akakom dan Pembantu Rumah Tangga sore harinya.Penghasilan yg mereka dapat habis untuk kehidupan sehari-hari,mereka jg terpaksa tinggal bersama 2 keluarga lain dalam 1 rumah peninggalan orang tua Bp.Suprapto. Berkat laporan kerabat beliau #kurir #SedekahRombongan segera melakukan tindak lanjut untuk membantu. Alhamdulilah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Pak Dwi Suprapto untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic yang dipergunakan untuk biaya pendidikan dek Yasmin Rp. 1.000.000. Pak Dwi Suprapto sangat berterimakasih kepada #Sedekahholic, dan semoga dapat membantu untuk biaya pendidikan dek Yasmin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @Hutdi_Nur   @ciputy_huny
Tanggal : 6 Juni  2015

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


ISMAWATI WULAN (44th, Komplikasi), beliau tinggal di Semoyan RT 01 no. 12, dukuh 2, singosaren, banguntapan, bantul, yogyakarta. Istri dari bpk Wardani dan ibu dari 2 orang anak ini setahun sebelumnya telah diperiksa dan diketahui memiliki kadar gula darah yang tinggi. Beliau juga sudah menjalani operasi pada jempol kaki karena diabetes. Berawal dari situlah penyakit ibu Ismawati yang lainnya diketahui oleh pihak dokter. Selain diabetes ternyata beliau juga memiliki kadar kokesterol yang tinggi serta mengalami pengapuran pada pergelangan kaki sehingga beliau juga menglami kesulitan berjalan. Pada saat tim SedekahRombongan mendatangi beliau yang sedang dirawat di bangsal Cempaka 1e RSUD Wirosaban Yogyakarta, kondisi beliau cukup baik, namun masih terlihat agak lemah walaupun beliau mencoba mengajak tim SedekahRombongan untuk mengobrol. Menurut beliau, perkembangan yang dirasakan sudah cukup baik hanya saja belum mendapat kepastian kapan bisa pulang dari rumah sakit. Alhamdulillaah, tim SedekahRombongan dipertemukan oleh ibu Ismawati Wulan untuk menyalurkan bantuan dari para SedekahHolic untuk biaya BPJS dan akomodasi untuk beliau sebesar Rp 500.000,-

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @Fikri_Item
Tanggal : 22 Mei  2015

Ibu isma menderita Komplikasi

Ibu isma menderita Komplikasi


TEDI KURNIAWAN (28th, Leptospirosis), tinggal di Gg. Bambang Tutuko no. 8, Mrican Pringgodani, Caturtunggal, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta. Suami dari Rini dan ayah 2 anak yang menderita leptospirosis ini sebelumnya sudah 5 hari beristirahat dan dirawat di rumah beliau karena pada awalnya, beliau dan pihak keluarga hanya mengira bahwa penyakit beliau hanyalah masuk angin biasa. Selama beliau dirawat di rumah, beliau tidak mendapatkan pengobatan yang semestinya, padahal beliau sudah merasakan sakit yang diderita. Setelah 5 hari berada di rumah tanpa pengobatan yang semestinya, pihak keluarga memutuskan untuk membawa beliau ke RS Hardjolukito Yogyakarta. Disitulah beliau mengetahui bahwa beliau menderita leptospirosis. Pada saat kurir Sedekah Rombongan mendatangi beliau yang berada di kamar Merak no. 321, kondisi beliau sudah cukup membaik setelah 8 hari mendapat pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Alhamdulillaah, tim kurir Sedekah Rombongan bisa membantu menyalurkan bantuan dana dari SedekahHolic untuk biaya pengobatan dan perawatan bpk. Tedi Kurniawan. Semoga dengan bantuan tersebut beban keluarga bpk. Tedi Kurniawan untuk melunasi biaya selama di rumah sakit menjadi lebih ringan. Keluarga bpk. Tedi Kurniawan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang berperan membantu biaya pengobatan dan perawatan selama di rumah sakit khususnya pada tim Sedekah Rombongan. Semoga bantuan berupa dana dari SedekahHolic bisa bermanfaat untuk bpk. Tedi Kurniawan dan mendapat balasan yang terbaik dari Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @Fikri_Item
Tanggal : 22 Mei  2015

Tedi menderita Leptospirosis

Tedi menderita Leptospirosis


YAHMI (59 tahun, pendarahan pada mata) bertempat tinggal di RT 3 RW 2 Dukuh Krajan Desa Baron, Kec Magetan Ka b Magetan Jawa Timur bersama suaminya bapak Sumadi (69 tahun), serta anaknya yaitu Astri (30 tahun) berstatus janda anak 1. Ibu Yahmi mengalami sakit pada mata setelah  berapa minggu yang lalu mata beliau terkena potongan kayu bakar sehingga mata kiri beliau tidak bisa melihat lagi. Kami bertemu Bu Yahmi saat berobat ke poly mata RSU Sayidiman Magetan dengan kondisinya yang selalu mengerang kesakitan. Ibu Yahmi tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga  terpaksa mencari SKTM.
Oleh dokter mata bu Yahmi hanya diberikan obat tetes dan belum ada tindakan lanjutan, sementara sakit beliau tidak tertahankan. Astri anaknya adalah tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai buruh serabutan. Bantuan ini dari Sedekah Rombongan digunakan untuk biaya pemeriksaan ke RS YAP Yogya akomodasi selama di Jogja dan ongkos pulang pergi magetan – Jogja . Keluarga Bu Yahmi sangat terbantu dan mengucapkan terimakasih untuk bantuan dari sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, Yang Sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 634.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @vitrasq @admin
Tanggal : 23 Maret 2015

Ibu yahmi menderita pendarahan pada mata

Ibu yahmi menderita pendarahan pada mata


SUYATMI (54th, Diabetes) Alamat di Soronanggan RT 42 RW 21 desa Tawang Sari, kecamatan Pengasih, kabupaten Kulonprogo Yogyakarta,ibu Suyatmi adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari bapak Rusdi (58) yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran di perempatan pojok beteng wetan Jogja. beliau memiliki 5 anak dan 6 cucu, hanya anak bungsu yang masih ikut beliau. Berawal dari sakit gula dan sempat kehilangan memorinya, sekarang beliau tidak bisa melihat dengan jelas, setiap benda yang dilihat hanya berupa bayangan hitam. Saat ini suaminya menganggur karena harus menjaga Ibu Suyatmi. Bantuan ini digunakan untuk kontrol rutin di Rumah Sakit Islam PDHI Kalasan, obat di luar Jaminan dan  akomodasi selama tinggal di Rumah Singgah, obat, susu penunjang gizi. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 690.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @SintaMurtina
Tanggal : 6 April  2015

Ibu suyatmi menderita Diabetes

Ibu suyatmi menderita Diabetes


ENI ANGGRAENI  (47th,Kanker Serviks dan Gagal Ginjal) Alamat di Dusun Bronggang RT 01 RW 27 Kelurahan Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Beliau didiagnosa menderita kangker servics stadium 3B sejak 12 desember 2012. Bu Eni Sudah 6 kali kemoterapi di RSUP dr. Sardjito dan akan dilanjutkan dengan terapi penyinaran sel kanker sebanyak 31 kali. Selain itu Bu Eni juga menjalani kontrol ginjal rutin karena ginjal sebelah kanan dipasang alat nefrostomi dan ginjal sebelah kiri dipasang digiesten,setiap 3 hari sekali Bu Eni menjalani Hemodialisa di RS.Sardjito Yogyakarta Bu Eni harus mengganti nefrostomi sebulan sekali dan mengganti Digiesten tiap tiga bulan sekali melalui operasi dan rawat inap. Sebenarnya Bu Eni membutuhkan Digiesten silikon supaya masa pergantiannya lebih lama dan tidak setiap tiga bulan sekali menjalani operasi. Digiesten silikon mampu bertahan selama satu tahun. Harga Digiesten silikon mencapai 3 juta rupiah. Kebutuhan medis rutin Bu eni diantaranya kasa steril, perban, hepafix, dan perlengkapan medis lainnya mencapai 300rb/bulan. Bu Eni tinggal berdua bersama anaknya (Mbak Nata, 21 Tahun). Suami Bu Eni meninggal ketika anaknya baru berumur 2 tahun. Bu Eni tidak punya saudara kandung karena dulu Bu Eni hanya anak angkat. Pada awalnya Bu Eni mengandalkan nafkah dari anaknya yang bekerja di swalayan. Tapi setelah kondisi Bu Eni memburuk, anaknya memilih berhenti bekerja dan fokus menemani Bu Eni berobat. Bantuan ini digunakan untuk Bantuan ini digunakan untuk pembelian Oksigen, inhalasi, nebulizer, kebutuhan pribadi, obat, akomodasi rawat inap selama di rumah sakit. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 704.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine @mwatsik @dhanis
Tanggal : 23 Maret 2015

Ibu eni menderita Kanker Serviks dan Gagal Ginjal

Ibu eni menderita Kanker Serviks dan Gagal Ginjal


MARDIWIYONO (71th, Hernia Mata ) alamat Ngijo RT/RW 03/02 Srimulyo, Piyungan. tinggal bersama dua keluarga dalam satu rumah, beliau tidak memiliki pekerjaan, memiliki anak bernama Slamet (40) yang berprofesi sebagai buruh bangunan. Dari penghasilan anaknya tersebut terkadang untuk makan sehari-hari juga masih kurang. Riwayat sakit beliau adalah bermula hanya luka dimata kanan tetapi tidak dihiraukan selam kurang lebih 5tahun dan sekarang terlihat seperti tumor  kemudian menjalar ke mata sebelah kiri. Saat ini mata sebelah kiri tidak bisa melihat karena keterbatasan biaya jadi beliau belum pernah diperiksakan sama sekali. Sebelumnya beliau pernah mendapatkan bantuan dari pihak Puskesmas setempat namun tidak ada hasil, Mbah Mardiwiyoni memiliki Jamkesmas. #sedekahrombongan memberikan bantuan tersebut untuk pembelian perlengkapan medikasi setiap hari. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 649.000
Kurir: @RofiqSILVER @SintaMurtina
Tanggal : 31 Januari  2015

Pak mardi menderita Hernia Mata

Pak mardi menderita Hernia Mata


JUANDI (40th, Ca Nasofaring) beralamat di desa Wonolelo Jambe Wangi Kaponan kec. Pakis kab. Magelang. Pada awalnya beliau mimisan lalu dibawa ke mantri, setelah itu bibirnya perot/miring selama 6 bulan, kemudian di bawa ke RS dan dirujuk ke RS Sardjito. Di RS Sarjito dilakukan biopsi dan hasilnya didiagnosa sebagai kanker Nasofaring/ CANASOFARING. Hingga sekarang pak Juandi sudah dilakukan 3X kemo dan penuinaran. Dalam pengobatannya beliau menggunakan jaminan kesehatan : BPJS (mandiri kelas 3). Dahulu pak Juandi pernah dibantu dengan pemberian santunan dari koran Kedaulatan Rakyat. Karena beliau sudah tidak bisa bekerja, istrinya terpaksa yang harus menghidupi keluarga dengan menjadi pembantu rumah tangga. Kasi Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk meringankan beliau dalam pengobatan terutama untuk akomodasi ke rumah sakit. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Mei 2015
Kurir: @RofiqSILVER @suaravinda @noventata

Pak Juwandi menderita Ca Nasofaring

Pak Juwandi menderita Ca Nasofaring


BAYI IBU YASINTA ( Premature) beralamat di Tlogo kidul Rt 18 Rw 05 Tlogo Prambanan Klaten.Bayi dari Pasangan Ibu Yasinta dan bapak Irfan ini lahir dg berat badan rendah dan prematur. Orangtua bayi Usia bayi saat ini kurang lebih 1 bulan. Bayi tsb mendapat perawatan intensif di NICU RS Sardjito selama 3 minggu, karena organ-organnya belum berfungsi sempurna. Bayi ny. Yasinta jg mengalami infeksi, sehingga harus mendapatkan perawatan intensif. Saat ini, bayi ny. Yasinta sudah membaik kondisinya, dan sudah dirawat di ruang pemulihan. Biaya RS hingga saat ini kurang lebih 28jt. Tidak ada jaminan kesehatan yg digunakan, karena keterlambatan pengurusan. Dengan penghasilan sehari-hari yg sebagai pedagang, bapak Irfan mengalami kesulitan biaya untuk perawatan anaknya. Tetapi pihak RS akan memperbolehkan orangtua pasien untuk mengangsur biaya tsb, jika nanti sudah diperbolehkan pulang, dg surat perjanjian piutang. Alhamdulillaah, tim SedekahRombongan dipertemukan oleh Keluarga Ibu Yasinta untuk menyalurkan bantuan dari para Sed ahHolic untuk meringankan beban biaya Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 15 Mei 2015
Kurir: @RofiqSILVER @suaravinda @noventata

Bayi ibu yasnita mengalami Premature

Bayi ibu yasnita mengalami Premature


WASTINAH (49th,Kanker Payudara) bertempat tinggal si rt 03,rw 05, Walikan, Pulutan, Wonosari, Gunungkidul. Beliau memiliki suami bernama Ngadino Mursidiutomo berusia 59th bekerja sebagai buruh. Awal mula beliau sakit ada benjolan di bagian payudara, lama kelamaan semakin membesar karena tidak mempunyai biaya untuk operasi. Beliau masih memiliki hutang di kas balai desa sejumlah 1juta rupiah dan kas kelompok ayam 1 juta. Kondisi saat ini sudah semakin membaik setelah selesai kemo, masih menjalani kontrol 1 bulan sekali dengan dokter Gede. Selain itu beliau juga kontrol dengan Dr Edi dan diberi obat sejumlah 10tablet. Beliau kontrol kembali dengan Dr Edi setiap obat yang diberikan habis atau setiap 10hari sekali. Beliau pada saat tidak melakukakn kegiatan terasa sakit pada bagian kanan. Beliau memiliki jaminan kesehatan berupa Jamkesmas. Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT  meringankan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics yang diperuntukan meringankan pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp.793.000
Kurir: @RofiqSILVER @inejuine @ernanh
Tanggal : 1 April 2015

Ibu Wastinah menderita Kanker Payudara

Ibu Wastinah menderita Kanker Payudara


PIRAH/YUGO PRAWIRO (80th, komplikasi) beralamatkan Plumutan RT03/RW17, Mulyodadi, Bambanglipura, Bantul, DIY. Mbah Pairah merupakan Ibu dr 6 orang anak,dan tinggal bersama satu orang cucu bernama Ambarwati (11th) yang sekarang bersekolah kelas 6 SD dan akan melanjutkan SMP. Untuk hidup sehari-hari, mbah Pairah mengandalkan kiriman salah seorang putranya yg telah menetap di jakarta(Pakdenya de Ambarwati)& perempuannya yang tinggal disebelah rumah beliau.Mbah Pirah sudah lama mempunyai penyakit komplikasi,pendengaran beliau jg sudah mulai berkurang(menurut saya cukup parah).Mbah Pairah menderita penyakit Magh&Jika stres muka,tangan serta kakinya membengkak. Untuk biaya berobat,mbah Pairah mengandalkan kiriman dr putranya&bantuan dari para tetangga yang merasa iba kepada dirinya, karena sudah sepuh, tidak bekerja dan masih mempunyai tanggungan seorang cucu. Berkat laporan dari tetangga beliau, #kurir #SedekahRombongan segera melakukan tindak lanjut untuk membantu. Alhamdulilah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan Mbah Pairah untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic yang dipergunakan untuk berobat serta biaya kehidupan sehari-hari senilai Rp. 500.000 sangat berterimakasih kepada #Sedekahholic, dan semoga dapat membantu untuk biaya sejolah de Ambar& berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @Hutdi_Nur   @ciputy_huny @masis
Tanggal : 26 Mei  2015

Ibu pirah menderita komplikasi

Ibu pirah menderita komplikasi


SAWAL BIN ASEMO (47th, komplikasi) beralamatkan Plumutan RT03/RW17, Mulyodadi, Bambanglipura, Bantul, DIY. Pak Sawal merupakan suami dari Tuginah yang sudah meninggal dari 2006, dan mempunyai satu orang putra bernama Wahadi (10th) yang sekarang bersekolah kelas 5 SD. Untuk hidup sehari-hari, Pak Sawal mengandalkan bantuan dari para tetangga, serta kakak perempuannya yang tinggal disebelah rumah beliau. Walaupun begitu, kakak perempuannya juga hanya bekerja sebagai buruh tani, sehingga penghasilannya tidak menentu. Pak Sawal sudah lama mempunyai penyakit komplikasi, diperkirakan sejak 2006, penyakit tersebut mulai parah. Menurut diagnosis dokter, Pak Sawal menderita penyakit paru-paru basah, jantung, maag, dan darah rendah. Pak Sawal sering sesak nafas dan penyakitnya sering kambuh, sehingga sangat bergantung dengan obat yang diberikan oleh dokter, bahkan saat berbicarapun nafasnya masih terdengar berat. Untuk biaya berobat, Pak Sawal mengandalkan bantuan dari para tetangga yang merasa iba kepada dirinya, karena sudah tidak bekerja dan masih mempunyai tanggungan seorang putra. Berkat laporan dari tetangga beliau, #kurir #SedekahRombongan segera melakukan tindak lanjut untuk membantu. Alhamdulilah, #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Pak Sawal untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban derita beliau dengan menyampaikan santunan titipan #Sedekahholic yang dipergunakan untuk berobat serta biaya kehidupan sehari-hari senilai Rp. 500.000. Pak Sawal sangat berterimakasih kepada #Sedekahholic, dan semoga dapat membantu untuk biaya berobatnya yang rutin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir: @RofiqSILVER @Hutdi_Nur   @ciputy_huny @masis
Tanggal : 26 Mei  2015

Pak sawal menderita komplikasi

Pak sawal menderita komplikasi


SITI SURAIDA (33th, Ca Mammae) Alamat Pelemrejo KG I 595 Rt 30 rw 10 Purbayan Kotagede Yogyakarta. Satu tahun yang lalu bulan November 2013 payudara bagian kiri bu Siti pernah di operasi di RSUD Wirosaban Yogyakarta pengangkatan payudara bagian kiri. Dan setelah di lakukan operasi bu siti disarankan untuk melakukan kemoterapi karena hasil dari Patologi Anatomi di nyatakan Ganas, dikarenakan RSUD belum bisa melakukan tindakan kemoterapy maka oleh pihak Rumah Sakit di rujuk ke Rumah Sakit Bethesda dan di Bethesda saat itu mou nya dengan jamkeda kuotanya habis, dan pasien memakai jalan lain dengan altetnatif, dan setelah alternative malah sakit batuk tak berkesudahan lalu di periksakan di bp4 kotagede dan disana dinyatakan di paru-paru ada cairan dan di bp4 di sedot cairan, setelah dilakukan alternavi gak ada hasil yang baik, maka pihak keluarga membawa pasien ke Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan untuk saat ini sudah menjalani kemo ke 6 di Rumah Sakit Panti Rapih sejak bulan Oktober 2014.Ibu Siti dikarenakan sudah menjalar ke Paru-paru, setiah hari membutuhkan bantuan Oksigen untuk pernafasannya,untuk tabung besar harga untuk pengisiannya Rp.87.500 setiap 2 hari sekali  habis,Ibu Siti Suraida yang lahir 13 November 1981, sebelum sakit pernag berkerja menjadi penjaga perpustakaan SD Rejowinangun 2 Kotagede , Suami Karhat Protoputranto 35th 17 Agustus  ( buruh di pengrajin patung fiber) mempunyai Tanggungan: Putra 1 7tMuhammad AL khanafi,Keluarga ini untuk tinggal masih ikut ke Orang Tua Ibu Siti Suraida, Orang tua Ayah Udi Utomo (pensiunan pns) Ibu Uminah ( ibu rumah tangga). Bantuan ini untuk santunan awal dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembelian Oksigen, cek lab,kontrol dan obat. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 698.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 April 2015
Via: @RofiqSILVER @rizkyaditya4

Ibu siti menderita Ca Mammae

Ibu siti menderita Ca Mammae


LILIK TRI NURSIH (32th, Rahim Turun). Alamat: Mranggen RT03 RW01, Bandarsedayu, Windusari, Magelang Jawa Tengah. Ibu Lilik, biasa ia dipanggil adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Tiga Bulan yang lalu ia merasakan sakit pada bagian rahim. Gejala penyakit berawal pada awal Januari 2014, tetapi Ibu Lilik tidak pernah merasakan sakit yang luar biasa dan tetap menajalankan aktifitas rumah tangga dengan normal, setelah lebih dari setahun Ibu Lilik baru merasakan sakit yang luar biasa pada bagian rahim. Setelah itu Ibu Lilik didampingi kurir #SedekahRombongan memeriksakan diri ke Puskesmas Depok 1, di Puskesmas Depok 1 hasil pemeriksaan di diagnose menderita Prolab Uteri (Rahim Turun). Ibu Lilik diharuskan menjalankan operasi dengan biaya berkisar Delapan Juta Rupiah, namun dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, dan dengan ditambah anak terkahir dari Ibu Lilik Menderita penyakit Hidrochepalus yang di damping juga oleh tim #SedekahRombongan operasi pun harus di tunda. Suami Ibu Lilik yaitu Suheri (35) yang bekerja hanya sebagai supir dengan penghasilan yang pas-pasanpun tidak mampu untuk membiayai biaya operasi Ibu Lilik dikarenakan anak terakhir mereka juga harus mengeluarkan biaya lebih dan harus menafkahi anak-anaknya yang masih bersekolah. Bantuan awal disampikan untuk mengurus surat-surat rujukan dan akomodasi untuk Ibu Lilik. Semoga Operasi Ibu Lilik cepat terlaksana dengan lancar. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 690.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir : @RofiqSILVER @ernanh
Tanggal : 23 Maret 2015

Ibu lilik mengalami Rahim Turun

Ibu lilik mengalami Rahim Turun


DHIKA ALFINO (4th, Kanker Darah) alamat Kalisalak RT 01/RW 07 Kalisalak Kebasen Banyumas Jawatengah. Dik Dhika Alfino (4th) putra dari Bapak Suranto (35th) yang berprofesi tenaga kontrak perbaikan rel kereta api dan Ibu Sulfiah (31th) yang berprofesi mengurus rumah tangga. Dik Dhika Alfino menderita sakit berawal pada bulan september 2014 mengalami panas demam dan muka pucat selanjutnya oleh keluarga dibawa ke Puskesmas Kebasen Banyumas Jawatengah untuk menjalani pemeriksaan dari hasil pemeriksaan awal Dik Dhika menderita sakit anemia (kekurangan sel darah merah).Selanjutnya oleh Puskesmas Kebasen Banyumas dirujuk ke RSUD Banyumas untuk menjalani transfusi darah dan rawat inap selama seminggu untuk menjalani observasi.Dari hasil observasi di RSUD Banyumas Jawatengah Dik Dhika dinyatakan positif menderita sakit   kanker darah (Leukimia). Selanjutnya oleh RSUD Banyumas Dik Dhika dirujuk ke RSUP Dr Sarjito Yogyakarta dengan alasan lebih memadai tenaga medis dan alat-alat medis.Di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta Dik Dhika Alfino oleh tim medis RSUP Dr Sarjito dianjurkan untuk menjalani proses pengobatan kemotherapy 114 kali sesuai protokoler yang dijadwalkan. Kondisi saat ini kemotherapy ke 27 dari 114 kali yang dijadwalkan. Selama menjalani proses kesembuhannya Dik Dhika Alfino menggunakan fasilitas jaminan kesehatan BPJS mandiri kelas 2. Namun pihak keluarga masih mengalami kendala dengan masih adanya obat atau tindakan medis diluar jaminan kesehatan tersebut diatas yang harus dibayar serta biaya akomodasi untuk menjalani proses kesembuhan.
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan pihak keluarga Dik Dhika Alfino untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics guna meringankan biaya akomodasi dan obat atau tindakan medis diluar jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 28 Mei 2015
Via: @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @arfanesia

Dhika menderita Kanker Darah

Dhika menderita Kanker Darah


RONI WALUYO (35th, Lumpuh Kedua Kaki) alamat Plembangan RT 01/ RW 07 Banyuwangi Bandongan Magelang Jawatengah. Bapak Roni Waluyo (35th) yang dulunya sebelum menderita kelumpuhan berprofesi buruh harian lepas sebagai tukang kayu dalam pembangunan rumah, kini karena mengalami kelumpuhan pada bagian pusar kebawah berprofesi wiraswasta membikin kerajinan anyaman berbahan dasar bambu atau tali plastik, Suami dari Ibu Sadariyah (34th) yang berprofesi tenaga kerja wanita di luar negeri tepatnya di negara Singapura. Dan Bapak dari seorang anak yang Muhammad Arya Ardani (11th) pelajar kelas 5 SD yang tinggal bersama Ibu Mertua dari Bapak Roni Waluyo yang berada di Kabupaten Wonosobo Jawatengah . Bapak Roni Waluyo saat ini tinggal bersama seorang ibu yang bernama Ibu Zaimah (53th) janda dari Almarhum Bapak Dulpadi yang berprofesi sebagai buruh tani berserta 3 anggota keluarga lainnya yang setiap hari merawat Bapak Roni Waluyo.
Bapak Roni Waluyo menderita sakit lumpuh sebagian bawah organ tubuhnya berawal ketika pada bulan juli tahun 2006 atau 9 tahun yang lalu  mengalami kecelakaan kerja pada sebuah pembangunan rumah pribadi. Bapak Roni Waluyo terjatuh dari stager setinggi 2,5 meter dari lantai dasar ketika memasang eternit.Posisi terjatuhnya dalam keadaan duduk, akibat dari benturan dengan benda keras mengakibatkan trauma lumbal atau cedera pada tulang ekor. Selanjutnya dibawa ke RSUD Tidar Magelang untuk menjalani pemeriksaan ,dari hasil pemeriksaan dengan diagnosa patah tulang belakang bagian ekor sehingga mengakibatkan gangguan disfungsi organ tubuh bagian bawah pusar.Setelah menjalani rawat inap selama 2 bulan di RSUD Magelang Jawatengah pada tahun 2006 karena keterbatasan masalah biaya upaya pengobatan di hentikan secara sepihak oleh keluarga. Setelah berhenti dari berobat pengobatan selanjutnya ke RSUP Dr Sarjito untuk menjalani proses fisiotherapy namun karena antrian yang panjang saat itu bersamaan dengan penanganan korban gempa yang meluluhlantakan sebagian besar wilayah Yogyakarta upaya pengobatannya dipindahkan oleh pihak keluarga ke pengobatan alternatif di wilayah Muntilan Jawatengah dengan pertimbangan masalah keterbatasan biaya. Namun hingga saat ini Bapak Roni Waluyo mengalami kelumpuhan disfungsi organ bagian bawah pusar. Selama menjalani pengobatan untuk kesembuhan menggunakan fasilitas umum dikarena tidak memiliki jaminan kesehatan apapun.
Alhamdulillah #SedekahRombongan oleh Allah SWT dipertemukan dengan Bapak Roni Waluyo untuk turut serta berpartisipasi meringankan beban dan derita beliau, dengan menyampaikan santunan titipan #sedekahollics berupa sebuah kursi yang dipergunakan mendukung aktifitas diluar ruangan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27Mei 2015
Via: @RofiqSILVER @KedunkUSSIL @arfanesia

Pak roni menderita  Lumpuh Kedua Kaki

Pak roni menderita Lumpuh Kedua Kaki


SITI SURAIDA (33th, Ca Mammae) Alamat Pelemrejo KG I 595 Rt 30 rw 10 Purbayan Kotagede Yogyakarta. Satu tahun yang lalu bulan November 2013 payudara bagian kiri bu Siti pernah di operasi di RSUD Wirosaban Yogyakarta pengangkatan payudara bagian kiri. Dan setelah di lakukan operasi bu siti disarankan untuk melakukan kemoterapi karena hasil dari Patologi Anatomi di nyatakan Ganas, dikarenakan RSUD belum bisa melakukan tindakan kemoterapy maka oleh pihak Rumah Sakit di rujuk ke Rumah Sakit Bethesda dan di Bethesda saat itu mou nya dengan jamkeda kuotanya habis, dan pasien memakai jalan lain dengan altetnatif, dan setelah alternative malah sakit batuk tak berkesudahan lalu di periksakan di bp4 kotagede dan disana dinyatakan di paru-paru ada cairan dan di bp4 di sedot cairan, setelah dilakukan alternavi gak ada hasil yang baik, maka pihak keluarga membawa pasien ke Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan untuk saat ini sudah menjalani kemo ke 6 di Rumah Sakit Panti Rapih sejak bulan Oktober 2014.Ibu Siti dikarenakan sudah menjalar ke Paru-paru, setiah hari membutuhkan bantuan Oksigen untuk pernafasannya,untuk tabung besar harga untuk pengisiannya Rp.87.500 setiap 2 hari sekali  habis,Ibu Siti Suraida yang lahir 13 November 1981, sebelum sakit pernag berkerja menjadi penjaga perpustakaan SD Rejowinangun 2 Kotagede , Suami Karhat Protoputranto 35th 17 Agustus  ( buruh di pengrajin patung fiber) mempunyai Tanggungan: Putra 1 7tMuhammad AL khanafi,Keluarga ini untuk tinggal masih ikut ke Orang Tua Ibu Siti Suraida, Orang tua Ayah Udi Utomo (pensiunan pns) Ibu Uminah ( ibu rumah tangga). Bantuan ini untuk santunan awal dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembelian Oksigen, cek lab,kontrol dan obat. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 698.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Mei 2015
Via: @RofiqSILVER @arfa_barbershop

Ibu siti menderita Ca Mammae

Ibu siti menderita Ca Mammae

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Albertina 1,000,000
2 Bayi Ny Nafiah 500,000
3 Lestiyo 1,500,000
4 Rukimah 1,000,000
5 Anggita 1,000,000
6 Maula 1,000,000
7 Suwarsi 2,000,000
8 Desta 1,000,000
9 Devina 500,000
10 Raisya 500,000
11 Wasiyem 1,000,000
12 Sarginem 1,500,000
13 Nur Lia 500,000
14 Riska 1,000,000
15 Yuswandi 500,000
16 Janang 500,000
17 Sugiarni 500,000
18 Poniran 500,000
19 Nur Faisa 1,000,000
20 Erindra 3,500,000
21 Dodi 500,000
22 Eni 1,000,000
23 Fatahiah 1,000,000
24 RSSR Jakarta 37,000,000
25 Sihabuan 500,000
26 Syarif 500,000
27 Khairunnisa 500,000
28 Heri 1,500,000
29 Rafi 3,130,000
30 Elis 500,000
31 Enday 500,000
32 Aryana 1,000,000
33 Acah 500,000
34 Aisyah 500,000
35 Tuwohono 500,000
36 Dwi 1,000,000
37 Ismawati 500,000
38 Tedi 2,000,000
39 Yahmi 500,000
40 Suyatmi 500,000
41 Eni 2,000,000
42 Mardiwiyono 649,000
43 Juwandi 1,000,000
44 Bayi Ibu Yasnita 2,000,000
45 Wastinah 793,000
46 Sawal 500,000
47 Siti 1,000,000
48 Lilik 500,000
49 Dhika 2,000,000
50 Roni 1,000,000
51 Siti 1,000,000
Total 86,572,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 86,572,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 713 ROMBONGAN

Rp. 26,302,916,793,-