ELIATUL IKHLAS, (11, Tumor Pembuluh Darah), Alamat : kampung Pakojaan RT.2/5, Desa. Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten . Eliatul Ikhlas Anak ke 2 dari 4 bersaudara, putri bapak Umed (44 tahun) dan Ibu Lilis (39 tahun) ini sejak lahir sudah memiliki kelainan. pada sebagian tubuhnya dipenuhi benjolan-benjolan bahkan benjolan itu tumbuh pada bagian dalam mata kanannya, dan juga bibirnya membiru, Bapak Umed yang bekerja sebagai seorang nelayan ini hanya pasrah saja dengan keadaan putrinya, karna keterbatasan biaya yang menjadi kendala, penghasilan pa Umed sebagai nelayan hanya cukup untuk biaya sehari-hari, dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan ini, Eliatul Ikhlas tidak mempunyai kesempatan untuk berobat. Kondisi Elia terus berlanjut saat ia memasuki usia sekolah, bahkan Elia sering demam tinggi, saat demam sebagian tubuhnya akan dipenuhi benjolan, kaki dan tangannyapun sulit digerakkan, pengobatan Elia baru terlaksana saat usia Elia 9 tahun. Pengobatan pertama dilakukan di RSUD Betah Pandeglang Banten. Hasil diagnosa pemeriksaan dokter Elia terdiagnosa Tumor pembuluh darah. Pengobatan lanjutannya Elia dirujuk ke RSCM Jakarta, Pengobatan ke RSCM baru terlaksana 1 tahun kemudian, dengan biaya seadaanya keluarga ini datang ke Jakarta, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan bantuan lanjutan untuk biaya harian sudah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 706. Kondisi Eliatul Ikhlas Alhamdulillah stabilm, saat ini Eliatul Ikhlas sudah kembali berada di RSSR Jakarta untuk memulihkan kondisinya pasca operasi. Untuk tindakan medis selanjutnya Eliatul Ikhlas kembali akan menjalani operasi tahapan selanjutnya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah

Eli menderita Tumor Pembuluh Darah


MUH. RIZKI, (4, Rabdomiosarcoma) Alamat: kampung Pabuaran RT.1/5, Kertajaya, Rumpin, Bogor. Sungguh menyedihkan nasib Rizki, Sejak Kecil sudah terkena penyakit yang sangat menyakitinya. Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS, Mata sebelah kirinya menonjol keluar dan saat ini sedang berobat jalan ke RSCM Jakarta. Sepertinya akan mengalami tindakan perobatan panjang, begitu kata ibunya: Siti Solihat, 39 tahun menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana tanggungan anakpun semuanya 5 orang masih kecil-kecil. Ayahnya: Acang, 41 tahun adalah seorang Supir Truk pengangkut pasir, Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 704, Kondisi Muh. Rizki Alhamdulillah stabil. Kontrol rutin dilakukan satu kali dalam seminggu, team dokter yang menanganinya meminta Muh. Rizki melakukan tes usg dan dari hasil tes usg akan diperbandingkan hasil ctscan awal dan ctscan terakhir untuk melihat dan memastikan kondisi tumor pada mata Muh. Rizki, Hasil evaluasi ini akan menentukan pengobatan selanjutnhya untuk Muh. Rizki.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Rizky menderita Rabdomiosarcoma

Rizky menderita Rabdomiosarcoma


RIZKI BAYU (8, Limfoma Non Hodgkin). Alamat: Dusun 1 Bumi Harjo Kecamatan Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur. Rizki adalah putra tunggal Bpk. Sarmidi (48) dan ibu Rohma (46). Rizki Bayu merupakan seorang pelajar SD, saat ini dia tidak mampu menjalani kegiatan belajar nya seperti biasanya seperti yang teman-temannya lakukan. Badannya terkulai lemas di ruang observasi RS Abdoel Moeloek (RSAM) Bandar Lampung. Pada tanggal 6 April 2015 Rizki dirujuk dari RSUD Kalianda ke RSAM dengan keluhan pucat, demam dan tidak nafsu makan. Semua komponen darah dik Rizki menurun, terkecuali untuk leukositnya yang menngkat 2 kali lipat dari nilai normalnya. Mulanya, tim dokter RSAM mendiagnosis Rizki terkena penyakit kanker darah, tetapi setelah dilakukan biopsi ulang pada kelenjar getah bening yang berikutnya, ternyata didapatkan keganasan pada kelenjar getah bening atau yang dinamakan Non Hodgkin Limfoma Disease. Sudah selama 1 bulan lebih Rizki dirawat di RSAM . Banyak sekali transfusi sel darah merah dan trombosit yang diberikan kepadanya namun kondisi dik Rizki tidak kunjung membaik. Kondisi dik Rizki beberapa terakhir ini bahkan sempat mengalami penurunan kesadaran, terkadang dik Rizki terbangun karena merasakan nyeri pada sluruh sendi-sendinya dan tidak bisa digerakkan. Tim dokter menyatakan bahwa Rizki sangat memerlukan penanganan khusus untuk kondisinya saat ini dan membutuhkan waktu yang cukup panjang karena komponen darah dik Rizki yangtak kunjung stabil. Ayah dan ibu Rizki selau mendampingi anaknya, hal ini meyebabkan ayahnya tidak dapat bekerja menggarap sawah yang disewanya di kampung. Walaupun dik Rizki sudah menggunakan fasilitas BPJS, tetapi masih ada beberapa obat yang tidak ditanggung BPJS untuk pengobatan dik Rizki. Biaya hidup sehari-hari orang tua dik Rizki pun cukup besar, karena kedua orang tua dik Rizki tidak memiliki sanak saudara di Bandar Lampung. Melalui #SedekahRombongan santunan dari sedekaholics #SR telah disampaikan kepada dik Rizki untuk membantu biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari kedua orang tua dik Rizki selama menjalani pengobatan. Semoga Allah segera mengangkat penyakitmu dik…. dan memberikan yang terbaik, aamiinn…..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 8 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @rintawulandari @hapsarigendhis

Rizky menderita Limfoma Non Hodgkin

Rizky menderita Limfoma Non Hodgkin


DENIS SATRIA (6, Luka Bakar grade II & Gizi Kurang).  Alamat: Kp. Sukamaju RT.6/6 No.145 Kelurahan Padasuka  Kecamatan Cimahi Tengah, Cimahi. Denis merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara putra Bpk. Arif Nurcahya (41), buruh serabutan dan ibu Yani Mulyani (37) seorang ibu rumah tangga. Gejala penyakit Denis berawal tanggal 5 Mei 2015 setelah ia sekolah dan ingin membeli mie ayam di depan rumahnya. Tanpa disangka, ia tertimpa gerobak  mie ayam yang berada di depan tubuhnya karena penyangga gerobak lepas. Kedua kaki Denis pun tersiram oleh air panas dari  gerobak tersebut. Selama satu hari Denis kesakitan dan tidak dapat melakukan apa-apa karena kulit kakinya melepuh serta berwarna kehitaman. Orangtua Denis tidak membawa  anaknya berobat karena tidak memiliki biaya dan jaminan kesehatan. Sekolah PAUD tempat Denis belajar berinisiatif memberikan bantuan  kepadanya. Denis menjalani pengobatan awal, Dokter yang menanganinya merupakan salah satu kurir #SedekahRombongan. Tindakan yang dilakukan mulai pengeluran cairan di kedua kakinya (pungsi bula), pengangkatan jaringan dan kulit yang mati (fasciotomi), hingga pembuangan cairan nanah yang terjadi karena pengobatan yang terlambat dilakukan. Orang tua pasien tidak mampu mengantar berobat  Denis ke fasilitas kesehatan terdekat, karena ayahnya selalu bekerja di luar kota dan ibunya sendiri mengurus 4 orang anak yang masih kecil. Berat badan yang kurang (gizi kurang) juga membuat proses penyembuhan terhambat karena ia memerlukan banyak asupan protein dan energi untuk memperbaiki granulasi jaringan kulit. Semestinya  Denis pun mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit namun keluarga menolak dan  hanya dirawat dirumah saja.  Setiap hari ia diganti balutan di rumah agar lukanya bersih dan segera tumbuh jaringan kulit baru.  Kurir #SR tergerak menyampaikan amanah santunan dari  sedekahholics #SR. Semoga cepat sembuh Denis, cepat sekolah lagi, dapat beraktivitas seperti biasa lagi. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @arisasamara @hapsarigendhis

Denis menderita Luka Bakar grade II & Gizi Kurang

Denis menderita Luka Bakar grade II & Gizi Kurang


ALI NAHROWI (11, Gangguan fungsi ginjal). Alamat: Perum Taman Jaya Asri I2 No. 1 Batu Aji, Batam. Ali, biasa ia dipanggil adalah pelajar kelas 4 SD 001 Batu  Aji Batam. Ali, putra Bapak Irga ini mengalami gangguan ginjal. Gejala penyakit Ali berawal satu bulan yang lalu. Kondisi fisiknya lemah dan terlihat pucat serta sebagian badannya membengkak. Awalnya ayah dik Ali mengira ia hanya keracunan biasa dan memberi Ali air kelapa agar ia sehat kembali. Namun setelah tiga minggu Ali tidak kunjung sembuh malahan badan Ali semakin membengkak. Ali kemudian diperiksakan ke Puskesmas terdekat dan hasil pemeriksaan laboratorium urin menguatkan dugaan Ali menderita gangguan ginjal. Karena keterbatasan alat, Ali dianjurkan periksa ke rumah sakit agar mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Akan tetapi ada keraguan di hati Pak Irga karena pengalaman berobat di rumah sakit dahulu, yang mengakibatkan Pak Irga sakit berkepanjangan dan terpaksa berhenti dari tempat kerjanya. Bahkan uang pesangonnya pun ludes untuk biaya pengobatan pak Irga saat itu.  Karena itu  Pak Irga hanya membelikan obat tradisional seperti gamat, ekstrak kulit manggis dan sejenisnya untuk meningkatkan daya tubuh Ali. Alhamdulillah  #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Ali dan keluarganya. Setelah dibujuk, Pak Irga bersedia membawa Ali berobat ke RS Embung Fatimah Batam untuk pemeriksaan laboratorium dan foto rontgen. Pak Irga mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan.  Ia menceritakan bahwa saat ini sudah tidak memiliki simpanan lagi untuk biaya berobat di Ali.  Tiap harinya Pak Irga hanya mengandalkan kerja serabutan di tukang jahit konveksi yang hasilnya tidak seberapa untuk menghidupi istri, 5 anak  dan mertuanya, ditambah lagi untuk membiayai pengobatan Ali. Bahkan biaya untuk membeli obat tradisional tersebutpun masih dibantu tetangganya, #SedekahRombongan merasakan kesulitan Pak Irga dan segera menyampaikan bantuan lanjutan untuk berobat. Semoga  Dik Ali segera sembuh dan bisa masuk sekolah kembali. Dalam waktu 1 minggu kondisi dik Ali berat badan naik secara signifikan badan mulai membengkak lagi.  Dua hari yang lalu tepatnya tanggal 23 Mei  2015 hasil dari pemeriksaan dokter, Nutrisi dalam tubuh dik Ali masih belum bagus.  Dokter yang memeriksa dik Ali geram karena selama ini resep obat yang diberikan tidak diminum dan hanya mengandalkan obat herbal karena Trauma dari Pak Irga. Bantuan sebelumnya di Rombongan 694.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal :  30 Mei 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @ieda_salim @herubinyatiman @hapsarigendhis

Ali menderita Gangguan fungsi ginjal

Ali menderita Gangguan fungsi ginjal


MUSLIMAH (63, Diabetes Melitus). Alamat : Bengkong Swadebi Blok H/ 39, Sungai Panas, Batam. Ibu rumah tangga ini istri dari Bpk. Masani, seorang buruh bangunan. Mereka dikaruniai  9 anak. Riwayat penyakit Ibu Muslimah berawal sejak tahun 2009. Mulanya tumbuh jamur di kakinya yang semakin lama semakin membesar yang menyebabkan kesulitan beraktivitas. Keluarga kemudian membawa ke  rumah sakit dan akhirnya benjolan tesebut dioperasi. Akan tetapi tidak lama kemudian benjolan itu muncul lagi meskipun tidak sampai membesar. Penyakit kencing manis yang ia derita membuat luka bekas operasi semakin parah. Ia sudah melakukan berbagai usaha pengobatan, namun tidak kunjung sembuh, malah kondisinya semakin menurun. Kini bu Muslimah hanya bisa berbaring saja dan memerlukan bantuan ketika beraktivitas. Sehari-hari ia dirawat oleh anak ke-8. Karena belum memiliki jaminan kesehatan BPJS, Bu Muslimah hanya menjalani pengobatan secara tradisional dengan minum jamu dan madu. Sebenarnya ada keinginan dari anak-anaknya agar ia dirawat di rumah sakit, namun mendapat  larangan dari Pak Masani, karena kuatir biayanya mahal. #SedekahRombongan dipertemukan Allah dengan bu Muslimah, sehingga dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk perobatan bu Muslimah. Kondisi terakhir kesehatan ibu Muslimah semakin menurun, waktu kunjungan kurir pertama kali ibu muslimah masih bisa makan nasi, dan masih bisa mengucapkan beberapa patah kata, sedangkan sekarang kondisinya benar-benar seperti lumpuh, tidak bisa menggerakkan anggota badan dan hanya bisa diam. Makanpun sekarang dibantu menggunakan bubur. Keluarga sudah pasarah sepenuhnya dengan kondisi ibu muslimah sekarang ini, Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 687.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal: 20 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @herubinyatiman @hapsarigendhis

Ibu muslimah menderita Diabetes Melitus

Ibu muslimah menderita Diabetes Melitus


SUPAMI BINTI DARSINI (55, Kanker Serviks).  Alamat  Desa Pangurangan Lor Blok 5 RT. 11/5, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon. Ibu Supadmi adalah istri Bpk Dirham (70). Sehari-hari Pak Dirham bekerja sebagai buruh bangunan yang dengan penghasilan tidak menentu tergantung apabila ada yang memberikan pekerjaan kepadanya. Ibu 4 anak ini sedang diuji Allah SWT dengan penyakit kanker serviks yang ia alami sejak satu tahun yang lalu. Awalnya Bu Padmi berobat ke RSUD Arjawinangun namun karena keterbatasan alat ia dirujuk ke RSHS Bandung. Di rumah sakit ini, seorang staf  yang mengenal #SedekahRombongan dari sosial media menyampaikan kepada  kurir #SR tentang kondisi Bu Supadmi. Pada bulan April 2015 yang lalu kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Ibu Supami serta anaknya yang mendampinginya  istirahat dan tidur di  teras IGD RSHS Bandung. Mereka menjalani itu karena tidak memiliki biaya untuk mengontrak. Padahal udara malam sangat dingin apalagi menjelang dini hari. Kurir #SR segera mengajak Ibu Supami untuk tinggal sementara bersama pasien-pasien dampingan #Sedekahrombongan yang lainnya di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung yang tidak jauh dari Rumah Sakit Hasan Sadikin. Saat ini Ibu Supami sudah menjadi dampingan #SR.  Bantuan awal sudah disampaikan untuk biaya sehari-hari selama menjalani pengobatan. Terima kasih banyak untuk semua yang terlibat di #SedekahRombongan yang sudah memberikan saya ijin untuk tinggal sementara di rumah singgah ini dan memberikan uang untuk bekal saya berobat di sini, semoga Allah membalas semua kebaikannya,  aamiin,” sebait doa terucap dari keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu supami menderita Kanker Serviks

Ibu supami menderita Kanker Serviks


NIA KURNIASIH (64, Lumpuh). Alamat Cibeger RT.5/20 Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ibu Nia saat ini tinggal bersama anak keempatnya yang bekerja sebagai montir di bengkel dekat rumahnya. Ia juga  tinggal bersama adik kandungnya yang membantu mengurus dirinya. Rumah mereka sangat sederhana, terletak di sebuah gang sempit  dan hingga saat ini rumah itu belum tersentuh aliran listrik. Penerangan rumah mereka hanya berupa cahaya api kecil yang tercipta dari sebatang lilin yang menyala sebagai teman setia di waktu malam datang. Riwayat sakit Ibu Nia berawal pada tahun 2006. Ketika itu  kondisi fisik dan daya tahan tubuhnya mulai melemah, namun karena  dengan keterbatasan ekonomi ia  hanya minum obat seadanya dan tidak pernah sama sekali berobat ke rumah sakit.  Saat ini Ibu Nia sudah tidak mampu melakukan aktivitas sendiri seperti  berjalan dan kegiatan harian lainnya karena kelumpuhan yang ia alami. Bahkan untuk  makanpun ia harus disuap oleh adiknya. Kurir #SedekahRombongan bersyukur dipertemukan dengan Ibu Nia dan sudah menyurvey ke rumah mereka. Santunan diberikan kepada Bu Nia untuk membeli kursi roda serta membeli obat dan vitamin. Terucap sebuah doa yang sangat tulus dari Ibu Nia kepada para sedekaholics #SR  hingga ia meneteskan air matanya. Terima kasih, berkat sedekahmu,  kini Ibu Nia bisa melihat indahnya matahari dari halaman depan rumahnya  dengan kursi roda. Jazakumullah khairan katsiran. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu nia menderita Lumpuh

Ibu nia menderita Lumpuh


RAHMANSYAH ( 5, TB. Tulang). Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ayahnya Rahmansyah, Martono (55) sehari-hari bekrja sebagai buruh tani  yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga dhu’afa ini ada 3 orang. Mereka menggunakan jaminan kesehatan Jamkesmas. Sampai  usianya kini 5 tahun, Rahmansyah  tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena sakit berat yang ia alami. Saat usia satu tahun ia mengalami  mengalami hydrocephalus. Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, ia dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Saat berusia 2 tahun ia mengalami  TB tulang kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini, sudah tiga tahun orangtua Rahmansyah  berikhtiar untuk  kesembuhan bagi anak keduanya ini. RS Hasan Sadikin Bandung menjadi rumah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS.  Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) serta mendapatkan dampingan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk Rahmansyah telah disampaikan kembali. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini akan dipergunakan untuk membeli obat (Oscall), diapers, susu serta untuk keperluan sehari-hari selama  berobat. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 699. Perkembangan Rahmansyah sangat menggembirakan. Ia sudah bisa berjalan pascaoperasi dan telah dilakukan pemasangan kaki palsu untuk memudahkan ia berjalan serta bermain seperti anak-anak se-usianya . Kini ia rajin  menjalani fisioterapi setiap hari  di RSHS. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan bagi Rahmansyah yang sudah lebih dari 1 tahun kita dampingi bersama Sedekah Rombongan, Aamiin YRA.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Mei 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Rahman menderita TB. Tulang

Rahman menderita TB. Tulang


SUGIMAN BIN SADI (16, Tumor Ganas di Kaki Kanan).  Alamat : Blok 2  RT .3/2 Desa Panguragan Wetan Kecamatan Panguragan Cirebon Jawa Barat. Sugiman sudah yatim, ayahnya, Sadi (alm) sudah meninggal  karena kecelakaan satu tahun yang lalu. Ibunya, Mastini (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan yang ia miliki adalah BPJS. Riwayat penyakit yang ia alami berawal empat bulan yang lalu, saat ia keseleo karena terjepit motor. Setelah kejadian tersebut, Sugiman hanya diurut, namun karena tidak ada perbaikan lalu ia memeriksakan diri ke RSUD Cirebon. Di rumah sakit tersebut ia diperiksa  CT-Scan. Hasilnya, Sugiman didiagnosis tumor ganas di kaki kanan. Selanjutnya ia dirujuk ke RSHS Bandung agar mendapat penanganan yang lebih baik. Saat ini Sugiman sedang menjalani pengobatan di RSHS  dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ia perlu dibantu karena kondisi ekonominya sangat terbatas. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan santunan untuk pembelian tongkat helper untuk mempermudah Sugiman berjalan. Laporan bantuan sebelum ini  masuk di Rombongan 699. Saat ini Sugiman telah menjalani operasi amputasi dan Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar ,tepat pada tanggal 28 Mei kemarin kami mendampingi Sagiman untuk pembuatan kaki palsu di Kerawang Jawa Barat dan kami pun menyampaikan bantuan lanjutan untuk Sugiman yang di pergunakan untuk biaya Ongkos ke Kerawang dan membeli perban serta obat .

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Mei 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Pak sugiman menderita Tumor Ganas di Kaki Kanan

Sugiman menderita Tumor Ganas di Kaki Kanan


ROHENDI (44,  Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher). Alamat: Kp. Bojong Gede RT.2/16 Desa Sukarame Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Rohendi sehari-harinya adalah buruh. Ia mulai merasakan pgejala penyakitnya sejak 7 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan benjolan yang muncul di lehernya disertai nyeri. Bersama istrinya, Nani (38) Rohendi berobat ke RSUD Garut selama 3 bulan kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk penanganan yang lebih. Mereka sempat bingung mengambil keputusan berangkat ke Bandung atau tidak karena harus meninggalkan tiga anak da nada keterbatasan biaya bekal berobat.  Namun karena ingin sembuh, akhirnya Rohendi bertekad berangkat dan menitipkan anak mereka ke orangtua Rohendi. Untuk biaya transport mereka terpaksa meminjam ke tetangga. Setelah diperiksa ternyata Rohendi mengalami penyakit kelenjar getah bening. Selama di Bandung mereka tidur di koridor rumah sakit selama satu bulan sampai akhirnya bertemu dengan #SedekahRombongan. Kurir #SR segera mengajak untuk tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Rohendi sangat bersyukur dan berharap cepat sembuh agar ia dapat  bekerja lagi. Sedekah rombongan kembali memberi santunan lanjutan untuk pak Rohendi yang saat ini di pergunakan untuk pembelian obat dan bekal untuk di Bandung setelah kembali datang ke RSSR Bandung sejak  pulang ke kampung halaman bulan april kemarin. Santunan sebelumnya masuk pada rombongan 695.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Mei 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Pak rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher

Pak rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher


HENDRA GUNAWAN (26, Giant cell Tumor). yang beralamat: Kampung Rawa Sentul RT.2/4 Desa Jaya Mukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Sejak 3 tahun yang lalu  Hendra mulai merasakan nyeri dan bengkak di lutut kiri. Ia sudah berobat secara tradisional selama satu tahun, namun penyakitnya bertambah parah. Bengkak di lututnya semakin besar hingga akhirnya ia berobat ke RS Medirosa Bekasi. Hendra dinyatakan mengalami tumor di lutut kiri dan dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Pada tahun 2012 Hendra sudah menjalani operasi pertama dan dilanjutkan dengan radioterapi sebanyak 30 kali. Selama rutinitas pengobatan Hendra tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Santunan dari sedekaholics #SR telah di sampaikan kepada Hendra untuk bekal dan untuk membeli obat setelah santunan awal telah di sampaikan pada rombongan 696. Kini Hendra bersama kami di Rumah Singgah sambil menunggu jadwal untuk masuk Ruangan menjalani operasi berikutnya di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 25 MeI 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Hendra menderita Giant cell Tumor

Hendra menderita Giant cell Tumor


ANDIKA SURYA (5 tahun, ALL). Alamat:  Kp. Gunung Guruh RT.35/17, Desa Cikajang,   Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Andika sejak 7 bulan kebelakang  terserang  penyakit  Akut Leukimia Limfoblastik awal mula yang dirasakan adalah kondisi tubuhnya sering sakit dan berat badannya menyusut, Andika terlahir dari  keluarga yang  dikategorikan kurang mampu.  Ayahnya Andika bapak  Sumanto (31),  sehari- harinya hanya seorang  guru honorer di salah satu sekolah di sukabumi. Sedangkan  ibunya, Rini Andrian (31) aktifitas sehari–hari sebagai ibu rumah tangga. Penghasilan keluarga ini sangat minim dan hanya cukuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya saja.  Andika saat ini sedang menjalani terapi pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehata BPJS. Untuk menjalani pengobatan Andika harus berangkat dari Sukabumi menuju RSHS Bandung, selama menjalani pengobatan tersebut, Andika membutuhkan uang transport dan bekal selama di bandung, Sebelumnya di rombongan  692, pasien Andika telah di berikan santunan awal oleh #SedekahRombongan untuk pembelian obat Mercapto yang tidak di cover oleh BPJS, Keluarga dhuafa ini memerlukan bantuan lanjutan untuk membeli obat serta transport untuk melakukan pengobatan lanjutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Mei  2015
Kurier: @ddsyaefudin @deri_darusman @abahlutung @hapsarigendhis

Andika menderita

Andika menderita


MEMEH BINTI ADAM (65, Pendarahan Hebat di Kepala Akibat Tertabrak Motor). Alamat: Kampung Tonggoh Kudang RT.1/7 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat.  Mak Memeh, begitu ia biasa dipanggil adalah janda tua yang tinggal sendirian di rumah sederhana peninggalan almarhum suaminya. Ia juga dikenal ahli pengajian. Hampir setiap hari ia mengikuti pengajian yang ada di kampungnya dan didaerah lainnya yang terjangkau dengan jalan kaki. Sore itu, pukul 17.30 WIB, selepas pengajian, Mak Memeh bergegas pulang. Ba’da Maghrib ia berencana menginap di salah satu anaknya. Ketika ia melintasi jalan raya, mendadak ada pengendara motor yang menyerempetnya. Akibatnya  ia terpelanting dan terkapar di tengah jalan. Warga yang menyaksikan kecelakaan itu segera membawanya ke klinik setempat. Tangan kiri Mak Memeh patah dan kepalanya mengalami pendarahan hebat akibat benturan keras. Ia segera dirujuk ke IGD RSUD Soreang. Seorang warga lalu menghubungi #SedekahRombongan untuk mengantar ke rumah sakit. Dengan MTSR Bandung alhamdulillah Mak  langsung dibawa dengan cepat. Di IGD RSUD Soreang ia segera ditangani, akan tetapi Allah SWT berkehendak yang terbaik bagi Mak Memeh. Ia meninggal dunia di ruangan IGD RSUD Soreang pukul 20.00 WIB. Malam itu jenazah almarhumah diantar pulang ke rumah duka menggunakan MTSR Bandung. Sebagai empati atas musibah yang menimpa janda yang juga dikenal dermawan ini, #SR menyampaikan bantuan yang digunakan untuk membayar biaya rumah sakit dan transportasi.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu memeh menderita Pendarahan Hebat di Kepala Akibat Tertabrak Motor

Ibu memeh menderita Pendarahan Hebat di Kepala Akibat Tertabrak Motor


TUTIH BINTI APUD ( 55 tahun, Infeksi mata kanan). Alamat: Kampung Cibeureum, Jl. Goalpara RT.3/5 Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Sukabumi Jawa Barat. Riwayat penyakit Bu Tutih berawal sejak 3 bulan yang lalu. Bu Tutih menceritakan, bu Tutih merasakan gangguan pandangan serta gatal di mata sebelah kanan. Semakin lama rasa gatalnya tidak berkurang, malah menjadi bengkak. Ibu Tutih memeriksakan matanya ke RSUD Syamsudin Sukabumi, setelah diperiksa diindikasikan terdapat tumor pada matanya dan mesti dirujuk RS Mata Cicendo Bandung. Dokter mengatakan bu Tutih menderita tumor mata ketika diperiksa di Rs Cicendo.  Bu Tutih kemudian menjalani operasi pada tanggal 11 Februari 2015 dengan menggunakan fasilitas jaminan kesehatan Jamkesmas) yang ia miliki,. Alhamdulillah operasinya telah berjalan lancar. kemudian  diharuskan kontrol  kembali tanggal 1 Maret 2015. Suami bu Tutih, pak Idim (60) adalah  buruh bangunan dan memiliki tanggungan 3 orang anak. meskipun memiliki sedikit bekal, untuk keperluan berobat biasanya mereka juga dibantu dari saudara-saudara dekat. Bu Tutih saat ini sudah menjalani operasi dan sedang menunggu hasil Patalogy Anatomi dari RSHS dan untuk sementara menetap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Santunan #SedekahRombongan sebelumnya masuk di Rombongan 692.  Santunan lanjutan ini diberikan kepada bu Tutih untuk transport perjalanan dari bandung ke Sukabumi dan ada bebarapa obat yang  tidak tercover oleh BPJS  semoga pasien lekas sembuh Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 28 Mei  2015
Kurir: @ddsyaefudin @deri_darusman @hapsarigendhis @avinptr

Ibu tutih menderita Infeksi mata kanan

Ibu tutih menderita Infeksi mata kanan


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. #SedekahRombongan Area Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung, fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RUSPN RSCM kita mengontrak dua rumah untuk pasien rawat jalan, tentunya mereka menjadi perhatian kita sehari-harinya. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-harinya dengan menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listriknya untuk 2 rumah singgah tersebut dan beberapa kamar kos yang kita sewa yang setiap bulan kita siapkan untuk mereka yang sedang berjuang berobat untuk kesembuhannya. Saat ini pasien yang ada di RSSR 1 & 2 berjumlah 21 orang ditambah keluarga yang mendampingi, Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik dan Operasional bulan Juni 2015.

Jumlah Bantuan Untuk RSSR 1 & 2 : Rp. 10.000.000,-
Tanggal: 31 Mei 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies

Biaya operasional RSSR Jakarta

Biaya operasional RSSR Jakarta


KARLINAN BIN SUBUR, (14, Luka di Bokong Kanan). Alamat: Kp. Srengseng RT.1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan.  Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan  bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS,  Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi  pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang  kaki  kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Saat ini Karlinan harus menjalani therapy rutin ke RSUD Kota Bekasi seminggu 2 kali dan ke RSCM sebulan sekali. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 695. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @hapsarigendhis

Karlinan menderita Luka di Bokong Kanan

Karlinan menderita Luka di Bokong Kanan


KEISYA RIA AMANSYAH (5, Epilepsi). Alamat: Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ayah Keisya bernama Dasman Firmansyah (31), sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan. Ibunya bernama Mimin Minarti (29), seorang ibu rumah tangga.  Jumlah tanggungan mereka 3 orang.  Semenjak lahir di RS Permata Bunda Cibitung Bekasi, Keisya sudah mendapatkan perawatan intensif karena gangguan pernapasan dan kejang.  Keisya dirawat selama 3 minggu dan  diperbolehkan pulang setelah dinyatakan sehat. Namun, setelah 1 minggu di rumah Keisya kembali kejang-kejang dan di rawat di RSUD Cibitung selama 1 bulan. Setelah itu Keisya mengalami kejang berulang  kali sampai dirawat di rumah sakit.  Seiring bertambah usia Keisya,  kedua orangtuanya merasa beban semakin berat. Hingga akhirnya ada teman orangtua Keisya yang memberikan bantuan untuk berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung.  Setelah dilakukan pemeriksaan lengkap, Keisya dinyatakan menderita epilepsi. Ada beberapa obat yang tidak ditanggung oleh BPJS, sehingga harus beli sendiri. Perkembangan Keisya saat ini setelah menjalani penanganan pemeriksaan lanjut di RS. Sentra Medika Cikarang, ia dirujuk ke RSCM Jakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat menyampaikan santunan untuk membeli obat yang dibeli Keisya. Santunan sebelumya masuk di Rombongan 692. Semoga Allah memberi kesembuhan untuk Keisya. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Mei 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Keisya menderita Epilepsi

Keisya menderita Epilepsi


SATRIA PUTRA PRATAMA (2, gangguan katup jantung  dan Down Syndrome). Alamat di Kp. Pekopen RT.6/7, Desa Tambun, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Dik Satria adalah putra kedua dari pasangan Bapak Hadi Iswanto (30) dengan Ibu Erni Ningsih (38). Saat usianya  5 bulan, baru diketahui kalau Dik Satria menderita kelainan katup jantung. Riwayat penyakitnya berawal saat ibunya memperhatikan tumbuh kembang Satria yang tidak seperti anak seusianya. Ibu Erni lalu  berinisiatif membawanya berobat ke bidan, dan selanjutnya disarankan agar Dik Satria dibawa ke dokter spesialis anak. Dik Satria kemudian dibawa diperiksa di  RSUD Cibitung Bekasi. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, ia dikatakan menderita kelainan jantung dan sindrom down. Satria ke RSCM Jakarta. Dengan berbekal jaminan kartu BPJS dari tempat ayahnya bekerja, Satria dibawa ke RSCM Jakarta. Berat badan Satria  saat ini hanya 5,2 kg, sehingga  fokus pengobatan pada perbaikan gizi  dan peningkatan berat badan sampai 7 kg terlebih dulu. Pada hari Kamis, 22 Februari 2015, Satria akan kembali ke RSCM Jakata untuk menjalani kontrol rutin. Sebelumnya,  saat akan berobat  ke RSCM Jakarta, orang tua Dik Satria sibuk mencari pinjaman ke tetangga, karena gaji yang ia dapat dari tempatnya bekerja hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak dapat menyampaikan santunan  lanjutan untuk biaya transport Dik Satria ke RSCM Jakarta. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 670. Semoga ini menjadi salah satu jalan yang diberikan Allah untuk kesembuhannya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Satria menderita gangguan katup jantung  dan Down Syndrome

Satria menderita gangguan katup jantung dan Down Syndrome


NAKUM BIN NAIL (50, Cabut ven). Beralamat di Kp. Kali RT.2/3, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Berawal dari kecelakaan beberapa tahun yang lalu yang menyebabkan kaki pak Nakum bagian pahanya patah, kemudian dioperasi dan dipasang Ven di RS. Hasan Sadikin Bandung. Setelah menjalani cabut ven yang pertama sekitar 6 bulan yang lalu, rencananya pertengahan bulan Juni Pak Nakum akan menjalani pencabutan ven yang kedua. Tapi sebelum itu ia harus melakukan beberapa tahap pemeriksaan di RSHS. Menghadapi situasi seperti ini Pak Nakum kebingungan karena tidak memiliki ongkos ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Pak Nakum sudah tidak bekerja semenjak mengalami kecelakaan dan mempunyai tanggungan 3 orang. Istrinya Bu  Juju (45) hanya seorang ibu rumah tangga. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transport pak Nakum ke RS Hasan Sadikin Bandung setelah sebelumnya masuk di Rombongan 606.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana

Biaya untuk pengobatan Cabut ven

Biaya untuk pengobatan Cabut ven


MUHAMMAD SHIDDIQ MY (4 Bulani, Meningokel). Alamat: Bojong Gadog RT.2/2, Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Anak yatim ini tinggal bersama ibu dan neneknya di rumah bilik peninggalan kekeknya. Ayahnya meninggal dunia karena sakit saat Siddiq masih berusia empat bulan dalam kandungan ibunya. Sungguh berat cobaan yang mereka alami, terutama ibunya, Khodijah (19). Belum lama ia ditinggal suaminya, kini ia harus menghadapi kenyataan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: anak pertamanya lahir dengan kelainan bawaan: ada benjolan di antara sudut mata kanan dan pangkal hidung. Bayi yang diberi nama Shiddiq –seperti pesan almarhum ayahnya ini– pada usia delapan hari setelah dilahirkan diperiksakan ke dokter praktek di Pasirjambu. Dokter menyarankan Shiddiq segera dibawa ke rumah sakit. Ibu Shiddiq baru membawanya 30 hari kemudian karena kuatir biaya ke rumah sakit. Selain tak memiliki uang, mereka juga tidak punya jaminan kesehatan apa pun. Kesulitan yang mereka hadapi akhirnya sampai pada kurir #SR. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan bisa bersilaturahmi dengan keluarga tabah ini dan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Bantuan sebelum ini, administrasinya masuk di Rombongan 702. Shiddiq memang masih memerlukan penanganan lanjut. Pada kontrol kedua, Sabtu, 23 Mei 2015, ke RSUD Soreang, dokter di Bagian Bedah menduga bahwa benjolan yang perlahan membesar itu adalah Meningokel. Dokter menyarankan tindakan operasi di RSHS Bandung. Selasa 26 Mei 2015 kembali SR mendampinginya menjalani pemeriksaan pertama di POli Bedah dan Poli Anak RSHS Bandung. Karena masih ada tahapan diagnosa yang harus dijalani, pada Jumat 28 Mei 2015 Shiddiq didampingi lagi ke RSHS untuk pemeriksaan darah, jantung, dan paru. Semoga Allah memberi kesembuhan terbaik bagi anak yatim ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Shiddiq menderita Meningokel

Shiddiq menderita Meningokel


SITI SUNARSIH (22, Kusta Basah). Alamat Kp. Bojong RT.1/5, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Bu Sunarsih berawal  5 bulan yang lalu. Ia merasakan sekujur tubuhnya terasa gatal, namun tidak begitu dihiraukan karena dianggap hanya gatal biasa. Namun, hari demi hari yang awalnya gatal-gatal ternyata berubah menjadi kemerahan di kulitnya  sehingga menimbulkan bengkak dan luka. Upaya yang dilakukan sudah berobat ke Puskesmas dan klinik terdekat. Namun, semua dokter menyarankan agar Sunarsih memeriksakan diri ke Rumah Sakit Khusus Kusta di Tangerang. Atas permintaan keluarga Sunarsih, akhirnya pengobatan hanya dilakukan di RSUD Cibitung. Setelah menjalani pengobatan selama 1 bulan, luka Sunarsih berangsur mengering dengan mengkonsumsi obat bicrolid. Namun sayangnya obat tersebut sulit ditemui di apotik RSUD Cibitung dan hingga saat ini terpaksa harus membeli di apotik lain. Harganya pun berkisar Rp. 125.000,-/strip @10 butir yang hanya cukup untuk 5 hari. Rencananya hari rabu, tanggal 27 Mei 2015, Sunarsih akan menjalani kontrol ke RSUD Cibitung untuk mengetahui perkembangan penyakitnya. Suaminya, Anen (25) adalah seorang kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Mereka memiliki tanggungan 1 anak yang saat ini berusia 2 bulan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat bicrolid. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 703.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Siti menderita Kusta Basah

Siti menderita Kusta Basah


ABU HAMZAH (54, Batu ginjal dan asam urat tinggi). Alamat: Kp. Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Satu  tahun yang lalu,  Pak Abu, mengalami gejala nyeri pinggang disertai pembengkakan pada kedua kaki sehingga tidak bisa berjalan. Dengan berbekal kartu BPJS keluarga Pak Abu membawanya ke RS. Sentra Medika Cikarang Bekasi. Pak Abu disarankan oleh dokter  untuk dirawat. Selama dalam masa perawatan di rumah sakit ini, menjalani  pemeriksaan penunjabg termasuk pemeriksaan laboratorium dan USG. Dari hasil USG dokter menyatakan Pak Abu menderita batu ginjal dan harus dioperasi, namun karena ada kendala asam urat tingguyang dideritanya, Pak Abu tidak segera dioperasi. Setelah menjalani perawatan selama 8 hari di RS. Sentra Medika, kadar asam uratnya mulai menurun. Ia diperbolehkan pulang dan selanjutnya harus kontrol seminggu sekali. Pada awal Mei 2015, Pak Abu menjalani penyinaran batu ginjal dengan jaminan kartu BPJS di RS. Sentra Medika Cibinong, tetapi karena ukuran batunya yang terlalu besar, proses penyinaran harus dilakukan beberapa kali. Pak Abu merasa kebingungan mengenai ongkos berobat dan kelanjutan pengobatan karena ia sudah tidak punya uang lagi. Pak Abu sudah hampir  4 tahun menganggur setelah di-PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, istrinya yang bernama Bu Karyati (45) terpaksa harus bekerja sebagai pelayan warung bakso untuk menafkahi 3 tanggungan keluarga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan biaya akomodasi ke RS. Sentra Medika Cibinong.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Pak Abu menderita Batu ginjal dan asam urat tinggi

Pak Abu menderita Batu ginjal dan asam urat tinggi


SATRIA EKA RAMDANI (6, Susp. Gangguan Paru & patah tulang belakang). Alamat: Kp. Srengseng Kali Abang RT.2/4, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Riwayat penyakit Satria berawal satu tahun yang lalu. Ia jatuh dari sepeda saat bermain bersama temannya. Malam harinya badannya demam  dan kemudian ia  dipijat namun karena keadaanya tidak membaik orangtua Satria  membawanya berobat ke pengobatan alternatif  ahli tulang. Ia diterapi sebanyak 4 kali, namun karena penyakitnya belum juga sembuh, orang tua Satria berinisiatif membawanya ke RS. Medirosa Cikarang menggunakan kartu BPJS. Di rumah sakit ini ia menjalani 4 kali rontgen dan dinyatakan patah tulang belakang. Ia juga mengalami gangguan paru  yang diduga komplikasi akibat patah tulang belakang. Saat ini ia masih dalam masa pengobatan paru-paru di RS. Medirosa  dan direncanakan akan dilakukan operasi tulang belakang. Sayangnya, obat yang selama ini dikonsumsi tidak semuanya ditanggung BPJS,  sehingga mau tidak mau orang tua Satria harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli obat secara berkala. Ayah Satria, Pak Dani Hidayat (32), sehari-hari bekerja sebagai penjaga sekolah, sedangkan ibunya, Dwi Lestari (26) seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini sehingga dapat menyampaikan bantuan untuk meringankan beban orang tua Satria.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @abu_fatan @hapsarigendhis

Satria menderita Susp. Gangguan Paru & patah tulang belakang

Satria menderita Susp. Gangguan Paru & patah tulang belakang


M. YADI MAHARUDIN (31, Batu Empedu dan Gangguan Hati). Alamat; Kp. Gili-gili RT.2/6, Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Pak Yadi yang sehari-hari bekerja sebagai pengojek didaerah Bekasi, ini berawal sejak satu bulan yang lalu.  Ia merasakan nyeri hebat di bagian pinggang kanan. Keluarganya segera membawa Pak Yadi  ke RSUD Cibitung Bekasi, dan kemudian ia dirawat selama 6 hari dengan  jaminan Jamkesmas. Setelah kondisinya mulai membaik, Pak Yadi dirujuk ke RS. Hasan Sadikin Bandung, karena gangguan hati dan penyakit batu empedu yang ia derita membutuhkan penanganan lebih lanjut. Setelah beberapa kali kontrol ke RS. Hasan Sadikin Bandung, keluarga mulai tak sanggup untuk mencari dana transport ke Bandung, karena untuk perawatan di RSUD Cibitung Bekasi saja mereka sudah banyak meminjam uang ke tetangga dan saudara. Pak Yadi sudah tidak bisa bekerja lagi semenjak ia sakit, sehingga tidak memiliki penghasilan. Istri Pak Yadi,  Jubaedah (28) adalah seorang ibu rumah tangga. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini sehingga dapat menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Semoga Allah memberi kemudahan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 27 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @hapsarigendhis

Pak Yadi menderita Batu Empedu dan Gangguan Hati

Pak Yadi menderita Batu Empedu dan Gangguan Hati

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Eliatul 500,000
2 M Rizki 500,000
3 Rizky Bayu 500,000
4 Denis Satria 500,000
5 Ali 500,000
6 Muslimah 500,000
7 Supami 500,000
8 Nia 1,500,000
9 Rahmansyah 500,000
10 Sugiman 500,000
11 Rohendi 500,000
12 Hendra 500,000
13 Andika 500,000
14 Memeh 500,000
15 Tutih 500,000
16 RSSR Jakarta 10,000,000
17 Karlinan 500,000
18 Keisya 500,000
19 Satria 500,000
20 Nakum 500,000
21 M Shiddiq 500,000
22 Siti 500,000
23 Abu hamzah 500,000
24 Satria 500,000
25 M Yadi 500,000
Total 23,000,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 23,000,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 711 ROMBONGAN

Rp. 26,206,344,793,-