JUMADI BIN WONORESO, (57 tahun, Bantuan Tunai), Glesung, RT.02/02, Glesungrejo, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Kehidupan sehari-hari Bapak Jumadi sangat sederhan dan bersahaja, beliau seorang tuna netra sejak lahir. Bapak Jumadi memiliki istri dan tiga anak, istrinya tidak buta namun ketiga anaknya juga bernasib seperti beliau yaitu tuna netra sejak lahir, namun dengan kehendak dan kuasa Allah walaupun mereka tuna netra tetapi masing-masing memiliki kelebihan. Bapak Jumadi bekerja sebagai tukang pijat dan urut sedangkan istrinya bekerja sebagai buruh tani dan serabutan. Kehidupan keluarga Bapak Jumadi mengalami cobaan yang berat ketika salah satu anaknya yang serakah menjual beberapa petak tanah milik Bapak Jumadi yang tersisa cuma tanah tempat rumahnya berdiri, tidak hanya itu anak itu juga meninggalkan hutang ke beberapa tetangga sebelum anak itu pergi ke Kalimantan untuk melarikan diri dari tanggung jawab. Bapak Jumadi dan istri yang akhirnya harus menanggung hutang yang ditinggalkan anaknya, hingga saat ini hutang itu belum bisa dilunasi oleh mereka. Penghasilan mereka yang sangat minim tidak mungkin untuk memikul beban hutang tersebut, mereka bisa membeli beras untuk makan saja sudah sangat bersyukur.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi : @IqbalRekarupa, Rudianto, Edi Hartono
Tanggal Pemberian : 23 Mei 2015

Bantuan tunai

Bantuan tunai


HASINA ANCE BORAHIM, (67, Tumor Uterus).  Alamat Desa Tebbange Bori Kamase, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Ibu Hasina adalah seorang Ibu Rumah Tangga dengan suami dan 4 orang anak, setahun yang lalu beliau memeriksakan diri ke Puskesmas karena mengeluh sakit perut yang tidak sembuh sembuh dengan minum obat yang oleh pihak puskesmas diberi rujukan ke Rumah Sakit Daerah (Salewangang), disana beliau rawat inap selama 2 bulan yang pada akirnya kembali di rujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo di Makassar dan di diagnosa menderita Tumor Uterus.
Ibu Hasina, telah menjalani Kemoterapi sebanya 5 kali dari 6 kali yang ditargetkan oleh pihak RSWS atas Tumor Uterus dan kedua adnexa ukuran 15x15x10 cm, pprtio kecil, licin, massa tumor putih padat, melingkar-lingkar.
Pada bulan Agustus 2014 dilakukan operasi yang semestinya pasca operasi tersebut pengobatan dilanjutkan dengan kemoterapi, namun pengobatan sempat terputus karena tidak adanya biaya, baik untuk obat-obatan yang tidak ditanggung Fasilitas Kesehatan BPJS maupun biaya operasional lainnya.
Pada Bulan Desember 2014 Ibu Hasina kembali melanjutkan pengobatan dan dirawat inap selama 20 hari karena sakit berkepanjangan yang dirasakan pada perutnya. Setelah itu kemoterapi dilakukan. Selama menjalani proses kemoterapi tersebut kondisi kesehatan ibu Hasina terus menerus menurun, badan sudah sangat kurus dan lemah. Suaminya Bapak Ance Borahim (73) adalah seorang Nelayan dengan penghasilan yang tidak menentu, ke empat anaknya juga bekerja serabutan menghidupi keluarganya masing-masing.
Ibu Hasina memiliki Fasilita Kesehatan BPJS yang di uruskan oleh keluarganya. Selama pengobatan Ibu hasina bolak balik ke Rumah Sakit ditemani keponakannya karena Suami dan anak-anaknya tidak memiliki dana untuk pengurusan beliau ke Rumah Sakit. Meskipun beliau telah memiliki Fasilitas Kesehatan berupa BPJS.
Saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumah beliau, Suami Ibu Hasina menunjukkan kepasrahan atas kondisi kesehatan istrinya yang terus menerus menurun.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk melanjutkan pengobatan dan kemoterapi yang saat ini terhenti selain karena tidak adanya biaya juga dengan pertimbangan kondisi kesehatan beliau yang sangat lemah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir          : @areefy_dip @wangi_kemuning, @burhan_tawang
Tanggal        : 23 Mei 2015

Ibu hasina menderita Tumor Uterus

Ibu hasina menderita Tumor Uterus


JAENUDDIN BIN RUDDING, (61, Tuna Netra dan Dhuafa). Alamat di Dusun Cendana, Desa Lekopancing, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Daeng Jae’ biasa ia dipanggil adalah seorang petani dhuafa yang mengalami kebutaan sejak 3 tahun yang lalu yang telah 3 kali berobat ke Rumah Sakit namun tidak ada perubahan. Istrinya, Daeng Bollo meninggal sejak 15 tahun yang lalu, sejak saat itu ia hidup sendiri di gubuknya karena anak-anaknya pergi merantau guna mencari kehidupan di kota lain. Ia dirawat oleh keluarga dan tetangganya yang lain berganti-ganti.
Sekitar Sebulan yang lalu hingga saat ini, Dg Jae terbaring di rumah dan tidak bisa bangun sendiri, Ia juga terkadang tidak lagi dapat mengenali dan mengingat orang lain. Menurut analisa petugas kesehatan puskesmas yang dipanggil kerumahn daeng Jae. Ia terkena typus, namun setelah dilakukan perawatan infus tetap tidak ada perubahan dan pengobatannya tidak lagi dilanjutkan apalagi dibawa ke Rumah Sakit karena tidak adanya biaya.
Daeng Jae’ kini dirawat oleh salah satu anak dan menantunya yang telah kembali dari rantauan sejak Daeng Jae’ sakit. Anaknya tersebut bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu, apalagi ia juga sering sakit-sakitan yang jika sakit juga tidak dapat bekerja maksimal untuk membiayai keluarganya.
Daeng Jae’ tidak memiliki Fasilitas Kesehatan BPJS ataupun Fasilitas lainnya, Saat kurir #SedekahRombongan mengunjungi rumahnya, kondisi Daeng Jae terlihat sangat lemah, tidak bisa bangun dan susah menelan makanan.
#SedekahRombongan merasakan kesulitannya, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup sehari-hari nya. Daeng Jae’ sangat terharu atas bantuan yang diberikan dan menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada #SedekahRombongan dengan terbata-bata sambil terus menangis.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir          : @areefy_dip @wangi_kemuning, @burhan_tawang
Tanggal        : 26 Mei 2015

Bantuan tunai untuk pak jaenudin seorang tuna Netra dan Dhuafa

Bantuan tunai untuk pak jaenudin seorang tuna Netra dan Dhuafa


SANUSI (53, TB Paru, Prostat dan Batu Empedu). Alamatnya di Tangkulu, Tanammawang, Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Bapak Sanusi dulunya adalah seorang Pengayuh Becak di Makassar. Sejak sakit-sakitan, Bapak Sanusi tidak lagi mampu mengayuh becak dan kembali ke Kampungnya di Jeneponto dan kemudian menjadi  petani. Bapak Sanusi menderita Asma dan TB Sejak 2010. Bapak Sanusi berobat rutin selama 6 bulan dengan obat oral, namun pengobatan terputus karena minimnya pengetahuan tentang sistem kerja obat.
Tiga bulan yang lalu Bapak Sanusi dimasukkan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar karena Diare. Sakit itu  tidak kunjung sembuh. Setelah  pemeriksaan dan perawatan dokter RSWS Bapak Sanusi di diagnosa menderita TB Paru Prostat dan Batu Empedu.
Sejak sakit, Bapak Sanusin pulang kampung dan berobat dengan fasilitas Jamkesda. Pada bulan November 2014 Bapak Sanusi dibawa ke RS Jeneponto dengan keluhan Sakit Perut dan Batuk. Seminggu di RS, Bapak Sanusi tidak mengalami perubahan sehingga oleh keluarga dan tetangganya dipindahkan ke RS Bhayangkara Makassar dengan fasilitas umum karena belum memiliki BPJS.
Setelah 5 malam di RS Bhayangkara, keluarga tidak sanggup lagi menanggung biaya Bapak Sanusi untuk bayar rumah sakit dan obat-obatan sehingga dikeluarkan dari Rumah Sakit. Kemudian ia  dimasukkan kembali ke RS. Labuang Baji dengan Fasilitas Jamkesda.
Dari RS Labuang Baji Bapak Sanusi di rujuk ke RS. Wahidin Sudirohusodo (RSWS). Selama 5 hari di RSWS Bapak Sanusi keluar atas permintaan sendiri dan dimasukkan kembali ke RSWS setelah keluarga melihat kondisi Bapak Sanusi yang semakin lemah, badan membengkak dan batuk tanpa henti.
Saat ini Bapak Sanusi kembali dikeluarkan dari RSWS atas permintaan sendiri karena ingin berobat jalan. Selain itu keluarga sudah tidak sanggup lagi membayar biaya Bapak Sanusi untuk membeli  obat yang tidak ditanggung Jamkesda.
Setelah keluar dari RS, Bapak Sanusi dirawat di Makassar meski kondisinya masih sangat lemah. SedekahRombongan merasakan kesulitan Bapak Sanusi, bantuan awalpun disampaikan untuk bBapak Sanusiya hidup dan melanjutkan pengobatannya yang saat ini terhenti karena tidak adanya bBapak Sanusiya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir          : @areefy_dip @wangi_kemuning, @burhan_tawang
Tanggal        : 26 Mei 2015

Pak sanusi menderita TB Paru, Prostat dan Batu Empedu

Pak sanusi menderita TB Paru, Prostat dan Batu Empedu


MTSR MAKASSAR.Demi memudahkan dan melanjutkan estafet penggunaan Ambulance MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) guna menjemput dan mengantar jenazah, dhuafa serta orang sakit, baik itu dalam kota maupun diluar kota. Maka dibutuhkanlah sarana untuk memudahkan kurir dalam mengangkut dan melayani pasien dhuafa untuk berobat, sehingga titipan langit tersampaikan tanpa rumit, sulit dan berbelit-belit. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran untuk pembayaran cicilan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Makassar pada bulan April 2015.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.600.000,-
Kurir : @areefy_dip  @hasnungsyamsi
Tanggal : 28 April 2015

Cicilan MTSR Makassar

Cicilan MTSR Makassar


AGUNG ROHMAD (28 tahun, Luka Bakar) tinggal di desa kragilan, RT 1 RW 9 Jetis Baki Sukoharjo Jawa Tengah. Anak dari pasangan pak Ibrahim(54 Tahun) dan ibu Maryem(53 Tahun) sehari-hari bekerja sebagai penjual mie ayam keliling dengan penghasilan 60.000 per hari. Namun saat ini beliau harus istirahat total lantaran sakit. Kronologinya tanggal 8 april 2015 waktu berjualan mie ayam keliling. Saat mas Agung lewat jalan sempit dari arah berlawanan ada motor lewat yang mengharuskan mas agung menepi dan ditepi jalan ada kayu karna tertutup semak kayunya tidak kelihatan. Karna bronjongnya menyenggol kayu mengakibatkan airnya keluar hingga mengenai tubuhnya. Warga yang melihat langsung mengatar mas agung pulang. Oleh keluarganya mas agung dibawa ke RS dr.Oen. Karena di RS dr.Oen tidak bisa berbuat banyak mas Agung langsung dirujuk ke RSDM. Sampai di RSDM mas agung disarankan puasa . Jam 3.00 mas agung dioperasi. Hingga saat ini sudah menjalani 3 kali medikasi. Semenjak mas agung dirawat dirumah sakit tidak ada pemasukan lagi, istrinya tidak bisa bekerja lagi lantaran harus menjaga kedua anaknya. Mas agung memiliki tanggungan 1 istri (Wahyuningsih,25 tahun) dan 2 anak (Silvia nur khalifah, 4 tahun dan Estiana rahmawati 2 tahun). Mas agung dirawat di RSDM ruang Mawar lantai 2 no 7 dengan jaminan kesehatan jamkesmas. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan mas Agung dan Melalui kurir #Sedekah rombongan , santunan dari #Sedekaholic untuk mas  Agung yang pertama disampaikan untuk biaya akomodasi sehari-hari keluarganya. Keluarga merasa terbantu dengan santunan ini dan mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan. Saat kurir #SR berkunjung pada tanggal 25 April 2015. Kondisi mas Agung sudah semakin membaik balutan perban dilukanya sudah dibuka, namun kaki kirinya masih kaku yang paling banyak kesiram air, sehingga belum bisa buat jalan. Keluarga mohon Do`a semoga mas Agung cepat sembuh dan bisa berjalan lagi.

Jumlah Santunan : Rp 500.000,-
Tanggal   : 25 April 2015
Kurir       : @lastiko , @eli_annnaa

Agung menderita Luka Bakar

Agung menderita Luka Bakar


MUHAMMAD ABDUL AZIS (14 tahun, kaki bengkok sejak lahir) putra ke dua dari Bapak Setiyono (47tahun) dan Ibu Amini (40tahun) warga RT 002 RW 001 Dusun Cabean Desa Kertosari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Kakak tertua #DikAZIS baru berusia 16 tahun, sedangkan adiknya ada 3 orang, yang terkecil usia 2 tahun. Seorang guru sekolah #DikAZIS memberi informasi mengenai sakit yang dialami #DikAZIS melalui web  site Sedekah Rombongan. Kurir SR kemudian melakukan survey. Kepada kurir Sedekah Rombongan, sang ibu memberitahu bahwa #DikAZIS mengalami kelainan tumbuh tulang kaki sejak lahir. #DikAZIS lahir sungsang. Ketika para medis memaksakan menarik kakinya kemudian menyebabkan kaki itu tumbuh tidak normal membentuk huruf C. Kaki #DikAZIS tidak dapat ditekuk, sehingga untuk berjalan tidak bisa. #DikAZIS sudah menjalani 6x operasi di RSUD dr Soetomo Surabaya. Pasca operasi kakinya yang kanan sudah bisa dipakai berjalan. Ini sedikit menolong #DikAZIS untuk berjalan. Biaya operasi ditanggung oleh BPJS namun untuk obat tertentu, platina dan peralatan operasi mesti ditanggung sendiri. Selain itu antrian operasi juga cukup lama sehingga keluarga mesti mengeluarkan biaya hidup di Surabaya lebih besar. Ayah #DikAZIS keberatan dengan biaya yang mesti dikeluarkan karena ia hanya seorang tukang batu yang sesekali bekerja serabutan. Demikian pula istrinya. Ditambah lagi harus menghidupi 5 orang anaknya yang masih kecil. Penghasilannya yang kurang dari 1 juta per bulan tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan. #DikAZIS terakhir operasi pada tahun 2009. Setelah itu belum pernah check up lagi. Orang tua #DikAZIS ingin kaki kiri anaknya bisa dioperasi agar bisa berjalan normal. Kaki kanannya ingin dibelikan rangka agar bisa berjalan tegak. Pada liburan sekolah kemarin dik Azis memulai proses pemeriksaan di Rsud Soedono Madiun. Hasil nya operasi hanya bisa dilakukan di Surabaya. Karena mengingat proses operasi yang panjang dan lama, orang tua dik Azis memutuskan untuk menunda operasi sampe dik Azis lulus SMP. Sedekah rombongan menyampaikan santunan lepas untuk dik Azis setelah sebelum nya dibantu pada rombongan ke 696. Keluarga dik Azis mengucapkan terimakasih atas bantuan dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp. 1.500.000
Tanggal : Rabu, 27 Mei 2015
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @dianasasa

Abdul menderita kaki bengkok sejak lahir

Abdul menderita kaki bengkok sejak lahir


ALM. SAID BIN KASAN DIYU (54 tahun, Komplikasi)  adalah warga Dusun Jaten Desa Krajan RT 29 RW 8 Kec.Parang Kab. Magetan Jawa Timur. Menderita diabetes, paru-paru, penyumbatan pembuluh darah perut, amputasi kaki sejak Januari 2014. Awal mulanya kakinya bengkak lalu  terkena goresan kayu bakar saat bekerja. Sudah sering kali periksa ke dokter tapi belum membuahkan hasil. Kondisi kakinya sudah membiru, jemarinya sudah kering dan mata kakinya bernanah karena terjadi penyumbatan pembuluh arteri di kaki. Akhirnya dokter menyarankan amputasi kaki dan telah dilaksanakan tanggal 26 Nov 2014. Istrinya Mainem (45 tahun) adalah seorang buruh tani sedangkan pak Said semasa sehat juga bekerja sebagai buruh tani sehingga penghasilannya tidak mencukupi untuk berobat. Bu Mainem mempunyai 4 orang anak. Anak pertama 26 tahun tapi kondisinya juga ada gangguan otak (stress). Anak ke 2 masih sekolah Aliyah, anak ke 2 SD  kelas 5 dan anak ke 4 SD kelas 1. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Said pada saat beliau dirawat dirumah sakit, sehari sebelum oprerasi amputasi kaki dilaksanakan. Pengobatan Pak Said menggunakan Jamkesmas, tetapi ada beberapa biaya yang tidak tercover Jamkesmas. Setelah beberapa saat berlalu timbul masalah lagi pada perut pak Said, terjadi penyumbatan pada salah satu pembuluh darah sehingga dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSU dr.Moewardi Solo. Pak Said, pada hari Selasa tanggal 26 Mei 2015 baru saja dibawa kontrol ke RSU Moewardi Solo. Tapi Tuhan berkehendak lain, setelah 6 bulan dalam dampingan Sedekah Rombongan, kemarin Rabu tanggal 27 Mei 2015 Sore hari sekitar jam 17.00 Pak Said meninggalkan dunia. Santunan kematian diserahkan dengan harapan membantu meringankan beban keluarga. Semoga Alm. Pak Said mendapat tempat layak disisiNya dan bagi keluarga yg ditinggalkan diberikan ketabahan. Istrinya Bu Mainem mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Sedekah Rombongan selama ini.

Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 27 Mei 2015
Kurir : @lastiko, @ervinsurvive @dianasasa

Alm. Pak said menderita Komplikasi

Alm. Pak said menderita Komplikasi


ALM. MIMIK WIDAYATI BINTI ASLAN (43 tahun, Gagal Ginjal), duafa yg tinggal di Jalan Jawa Nomor  29 Kelurahan Kepolorejo Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Bu Mimik mengalami sakit yang hasil diagnosa dokter karena kekurangan albumin. Awal mula sakit Bu Mimik adalah sesak di dada, pusing dan seluruh badan terasa bengkak terutama kaki sebelah kanan sehingga tidak bisa dipakai untuk berjalan. Bapak Setiabudi, suaminya kemudian membawa ke RSUD dr.Sayidiman Magetan pada hari Kamis,17 April 2015 jam 09.00 WIB. Hasil diagnosa dokter Bu Mimik mengalami kekurangan albumin, oleh dokter disarankan utk dirujuk ke RSUD dr.Soedono Madiun dengan alasan di RSUD dr.Sayidiman tidak ada albumin dan akhirnya Sabtu,18 April 2015 Bu Mimik dibawa ke RSUD dr. Soedono Madiun. Ibu Mimik yg sehari-hari bekerja sbg buruh cuci dan setrika mempunyai anak 3, yang sulung kelas 2 SMA mulai kecil dititipkan di panti asuhan Muhamadiyah Magetan. Suaminya hanya kuli angkut pasir yang penghasilan sebulan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Setelah dirawat di RSUD Soedono Madiun selama beberapa minggu, pada tanggal 26 Mei 2015 Bu Mimik meninggal dunia. Santunan kematian dari Sedekah Rombongan disampaikan, dengan harapan bisa membantu meringankan beban keluarga. Semoga Bu Mimik mendapatkan tempat yg layak disisiNya, diampuni segala kesalahan dan dosa beliau. Bagi keluarga yang ditinggalkam, semoga diberi ketabahan. Tak lupa keluarga Pak Setiabudi mengucapkan terimakasih atas bantuan para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 1.000.000
Tanggal : Rabu, 27 Mei 2015
Kurir : @lastiko, @ervinsurvive @agung_hermawan @dianasasa

Almh. Bu Mimik menderita Gagal Ginjal

Almh. Bu Mimik menderita Gagal Ginjal


NOVIDA BINTI SUROSO (5th, Cerebral Palsy) Gadis mungil yang akrab disapa Dik Opi ini bertempat tinggal di Pandekluwih, RT 001/011, Kel. Purworejo, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo Jawa Tengah bersama dengan kedua orangtua dan kakak perempuannya. Ayahnya Suroso (38th) bekerja sebagai tukang parkir, Ibunya Sriyati (39th) bekerja sebagai buruh cuci dan setrika di lingkungan sekitar rumahnya, kakaknya Nisa (13th) duduk di bangku kelas 7 SMP. Dik Opi lahir secara prematur diusia kandungan 5 bulan dengan berat hanya 1 kg. Seiring bertambahnya usia, Dik Opi tidak dapat berjalan seperti kebanyakan anak seusianya, kedua kakinya tidak dapat menapak dengan baik. Orang tua susdah berusaha mengobati Dik Opi dengan membawa ke tukang pijit namun tetap tidak ada perubahan. Dik Opi pun kemudian diperiksakan ke RS. Saras Husada Purworejo,  pihak dokter menyarankan agar Dik Opi dirujuk ke RS. Ortopedi Dr.Soeharso Solo. Keluarga dik Opi hampir menyerah karena ketiadaan biaya, Tim Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Opi dan langsung membawa Dik Opi untuk kontrol di RS. Ortopedi. Sejak Maret 2015 lalu Dik Opi menjalani pengobatan di RS. Ortopedi Dr. Soeharso Solo, pengobatan dilakukan dengan memasang gips di kedua kakinya dan setelahnya dilakukan operasi. Setelah menjalani 6 kali pemasangan gips, pada 19 Mei 2015 Dik Opi melakukan operasi. Operasi dilaksanakan dengan mengoperasi 3 bagian yakni pergelangan kaki,  lutut dan paha. 22 Mei 2015 Dik Opi sudah boleh pulang, dan melakukan kontrol kembali tanggal 27 Mei 2015. Hasilnya, luka jahitan operasi sudah mulai mengering dan semakin membaik, kontrol ulang dijadwalkan pada 9 Juni 2015. Sedekah Rombongan kembali menyampaikan santunan ke- 3 sebesar Rp. 900.000,- untuk pembelian sepatu AFO Rp. 700.000,- dan Rp. 200.000,- untuk akomodasi ke rumah sakit. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 696. Dik Opi pun kembali ke rumahnya di Purworejo. Keluarga sangat bahagia sekali dan terus memohon doa agar Dik Opi Segera sembuh. Aaamiin

Jumlah Santunan : Rp. 900.000,-
Tanggal : 30 Mei 2015
Kurir : @lastiko , @anissetya60 , @shofawa , @roschandptr

Novida menderita Cerebral Palsy

Novida menderita Cerebral Palsy


SINEM BIN ARJO SEMITO (70th,Stroke). Mbah Sinem begitu tetangga memanggil nenek yang tetap riang walaupun anggota tubuh bagian kanannya sudah tidak dapat digerakkan lagi. mbah Sinem tinggal di desa Tegal Sari Janten RT 1 RW 3, Ngasem, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Mbah Sinem menderita Stroke kurang lebih sudah 9th. awal mulanya beliau merasa pusing kemudian tidur, saat bangun tidur tiba-tiba anggota tubuh bagian kanan tidak bisa digerakkan. oleh keluarga dibawa ke RS Banyudano Boyolali, disana dirawat selama 7hari, karena belum ada perubahan yang signifikan kemudian dibawa ke RS Islam Surakarta.(YARSIS) disana 5 hari, ada perubahan anggota gerak sebelah kanan bisa digerakkan lagi, dokter memperbolehkan pulang, namun harus selalu kontrol dan fisioterapi. Karena ketlatenan berlatih akhirnya mbah Sinem bisa berjalan kembali. Namun  tahun 2014 karena keterbatasan biaya menyebabkan konsumsi obat & Fisioterapi menjadi tidak rutin, anggota tubuh bagian kanan kembali lemas tidak dapat digerakkan. Mbah Sinem tidak memiliki jaminan kesehatan sehingga saat berobat secara umum ini yang memberatkan putranya. Saat ini mbah Sinem hanya tinggal dengan anak laki-lakinya Agus Lugino (38th) yang bekerja di pabrik asbes dengan penghasilan Rp.1.000.000 sementara ketiga anaknya yang lain tinggal mengikuti suminya. Saat ditinggal kerja anaknya mbah Sinem tidur di tempat tidur diruang depan, beliau melakukan smua aktifitasnya di sana. semua keperluan seperti makan minum disiapkan disamping tempat tidur, hanya ketika mandi, BAB beliau di bopong putranya ke kamar mandi.  saat ini mbah Sinem sudah memiliki kursi roda rancangan putranya sendiri namun  sangat berat dan tidak bisa digunakan tanpa bantuan orang lain. Sedekah Rombongan menyampaikan santunan dari sedekaholic sebesar Rp.1.500.000 dan 1unit kursi roda dengan rincian Rp.1.190.000 berupa uang tunai dan Rp. 310.000 berupa 25kg beras dan kebutuhan pokok. Keluarga mbah Sinem mengucapkan banyak terimakasih atas santunan yang diberikan.

Jumlah santunan: Rp.1.500.000,-
Tanggal :31 Mei 2015
Kurir : @Lastiko, @anisetya60

Mbah sinem menderita Stroke

Mbah sinem menderita Stroke


RSSR SOLO (RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN SOLO) Rumah yang dijadikan sebagai tempat persinggahan bagi pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan ini beralamat di Jalan Duku No. 1 Gang 4, Jajar, Laweyan, Solo, Barat Rumah Sakit paru-paru / kantor Samsat Solo Jawa Tengah dengan nomor hotline 08158911911. Dikenal dengan nama RSSR oleh masyarakat maupun para kurir, rumah yang sudah ditempati hampir satu tahun ini sangat membantu para pasien dampingan baik yang berasal dari Solo maupun yang berasal dari luar Solo saat hendak berobat. Agar dapat memberikan kenyamanan bagi pasien selama berada di RSSR, logistik dan perlengkapan lain yang dibutuhkan pun terus kami tingkatkan. Santunan ke-9 untuk kebutuhan bulan Mei 2015 pun tersampaikan, setelah santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 705. Bulan ini, santunan tersebut antara lain digunakan untuk :
Konsumsi pasien Rp1.720.000,-
Konsumsi supir mtsr Rp50.000,-
Konsumsi rapat Rp327.000,-
Pembelian kipas angin Rp240.000,-
Pembelian tempat beras Rp250.000,-
Pulsa modem Rp50.000,-
Pembelian tempat sampah Rp7.000,-
Pembelian antena Rp30.000,-
Akomodasi pasien (taksi) Rp95.000,-
Listrik rssr Rp229.947,-
Total pengeluaran Rp2.998.947,-
Semoga dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut, pasien merasa nyaman dan dapat memberikan energi positif untuk membantu proses penyembuhan pasien. Doa dan syukur senantiasa kami panjatkan untuk #SahabatSR semua yang telah menyisihkan sebagian rejekinya sehingga dapat membantu pemenuhan kebutuhan RSSR. Semoga Allah selalu memberikan Rahmat dan berkah bagi kita semua. Aaamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 2.998.947,-
Kurir : @lastiko , @ciciiii , @shofawa
Tanggal : 30 Mei 2015

Bantuan operasional

Bantuan operasional


SITI SAPUROH (17th, TB Tulang) Dik Siti, putri kedua dari Pak Ruslam (74th) yang bertempat tinggal di Dusun Sidakaton, Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini sejak bulan April 2014 lalu sudah mengalami sakit. Awalnya dada kanan bawah Dik Siti terdapat benjolan sebesar telur ayam. benjolan tersebut di diagnosis dokter sebagai tumor, namun setelah dilakukan operasi pada Juni 2014  diketahui jika benjolan tersebut merupakan abses dingin akibat infeksi kuman TB yang berasal dari paru-paru dan menjalar ke tulang belakang Dik Siti. Pengobatan TB Dik Siti telah berjalan rutin selama 6 bulan terakhir, namun hal tersebut mengakibatkan tulang belakang Dik Siti mengalami kebengkokan yang menyebabkan sulit duduk, sulit berjalan dan nyeri pada lututnya. Sejak di vonis menderita Tuberkulosis, Dik Siti yang masih duduk di bangku kelas X SMA cuti dari sekolahnya. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai buruh tani kesulitan untuk membiayai sekolah dan pengobatan Dik Siti. Dik Siti tinggal berdua dengan sang ayah dirumah milik pamannya. Ibunya sudah meninggalkannya sejak Dik Siti berumur 4 tahun. Dik Siti harus menjalani pengobatan terapi obat anti tuberkulosis (OAT)  yang harus diminumnya setiap hari, mengingat dampak dari pengobatan tersebut, tim dokter kemudian merujuk Dik Siti untuk menjalani perawatan intensif  di RS. Ortopedi Solo (RSO) namun karena keterbatasan biaya pengobatan Dik Siti sempat terhenti. Januari 2015 kurir Sedekah Rombongan membawa Dik Siti ke Solo untuk menjalani pengobatan lanjutan.  Dik Siti Kontrol untuk pertama kali di RSO pada tanggal 19 Januari 2015 dokter menyatakan bahwa tulang belakang Dik Siti sudah bengkok 30° dari kondisi normal, bila tidak dilakukan operasi maka hal tersebut akan berdampak dapat terjadinya penyempitan saraf tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhan total pada  badan bagian bawah Dik Siti. Dik Siti dijadwalkan operasi pelurusan tulang belakang pada tanggal 23 April 2015, namun sebelum operasi Dik Siti harus menjalani kontrol rutin satu bulan sekali. 14 april 2014 dilakukan pemeriksaan Laju endap darah (LED)  hasilnya normal sehingga OAT dihentikan. Setelah Tindakan oprasi selama 6jam pada tanggal 23 April 2015, karena merupakan oprasi besar dan banyak kehilangan darah dik Siti dirawat di ruang ICU, setelah keadaanya membaik dipindah di ruang pemulihan. 29 April 2015 dik Siti diperbolehkan pulang. Dokter menyarankan untuk menggunakan  korset Thoraco Lumbo Sacral Orthosis (TLSO) untuk menopang tulang belakang  sampai kuat dan pulih. luka oprasi dibersihkan 2 kali sehari, saat ini luka bekas oprasi tulang belakang sudah kering. Dik Siti sudah diperbolehkan aktivitas seperti biasa dengan catatan harus tetap menggunakan TLSO. 27 Mei 2015 dik Siti pulang ke Tegal, kontrol selanjutnya tanggal 23 Juni 2015. Santunan ke 8 sebesar Rp. 950.000 untuk akomodasi selama perawatan dan biaya transport pulang ke Tegal disampaikan Kurir #SR kepada Dik Siti, santunan sebelumnya masuk di rombongan 705. Dik Siti dan ayah merasa sangat bersyukur atas santunan yang diberikan dan memohon doa untuk kesembuhan Dik Siti, agar Dik Siti dapat kembali bersekolah. Amiiin

Jumlah santunan: Rp 950.000,-
Tanggal:  27 Mei 2015
Kurir : @lastiko, @roscandraptr

Siti menderita TB Tulang

Siti menderita TB Tulang


SUPRIYATI BINTI ALM. SAMINEM ( 57 Tahun, Gula Darah Tinggi ). Tinggal di Ngesep Kidul RT5/13, Wonokeling, Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Terletak di perbatasan sebelah selatan Karanganyar dengan Wonogiri. Supriyati hidup miskin, dan saat ini membutuhkan bantuan untuk pengobatan sakit gula yang dideritanya selama kurang lebih dua tahun ini. Bapak Ratno ( 62 Tahun ) bekerja sebagai kuli panggul di pasar Jatiyoso, Supriyati pun hidup pas – pas an. Sehingga kesulitan dalam akomodasi untuk pengobatan sakitnya tersebut. Mempunyai seorang anak laki – laki yang saat ini pergi merantau dan jarang pulang, kabarnya diperantauan pun meski berjuang untuk biaya hidupnya. Sebab, Parmin ( 38 Tahun ) juga hanya sebagai kuli bangunan di Jakarta. Jika mengandalkan kiriman dari anaknya pun masih kurang bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari – hari. Bantuan ini semoga meringankan beban beliau.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2015
Kurir : @Teguh@Mawan via Sawitri

Ibu supriyatini menderita Gula Darah Tinggi

Ibu supriyatini menderita Gula Darah Tinggi


SRI WAHYUNI BINTI WIYARTI ( 48 Tahun, Operasi Cesar ). Tinggal di Plosorejo RT03/4, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini sedang dirawat di RS Slogihimo, sebab mengalami pendarahan saat melahirkan bayinya. Beliau warga kurang mampu, dan belum mempunyai BPJS sehingga pembiayaan di rumah sakit menggunakan biaya umum. Alhamdulillah bayi kecilnya selamat, dan berjenis kelamin perempuan. Wahyuni kesehariannya hanya sebagai ibu rumah tangga, sang suami bekerja sebagai penjual kroto ( pakan burung ) dengan itu penghasilan tidak tentu, sehingga jangankan untuk kebutuhan biaya di rumah sakit, untuk makan pun sulit. Eko Partanto ( 50 tahun ) mengisahkan kehidupannya yang sulit, dengan kondisi wilayah yang cukup pelosok sehingga akses kendaraan pun sulit, untuk membawa istrinya dengan kendaraan sewa kurang lebih tiga ratus ribu rupiah. Ini cukup berat bagi mereka. Semoga bantuan pengobatan ini meringankan beban kehidupan keluarganya.

Bantuan : Rp. 2.050.500,- ( biaya akomodasi, obat, transportasi dan santunan )
Tanggal : 23 April 2015
Kurir : @Teguh@Mawan

Bantuan untuk Operasi Cesar

Bantuan untuk Operasi Cesar


RUKEM ( 71 tahun, Stroke ) tinggal di Gedawung Rt04/11 Kismantoro Wonogiri Jawa Tengah. Beliau sudah cukup tua dan mengalami sakit stroke, hidup kurang mampu dan tinggal sendirian. Selama di rumah sakit, tetangganya yang bernama ibu suminem yang merawat dan menunggunya. Kebutuhan keseharian cukup sulit. Dan kondisi semakin melemah. Rukem saat ini sudah di bawa pulang dan dirawat di rumah, kondisi sudah cukup membaik namun perlu asupan makan yang cukup. Karena ketidakmampuannya, tetangganya lah yang sering membantu dan merawat serta mencukupi kebutuhan makan beliau. Semoga bantuan ini meringankan beban hidup beliau, dan bisa memberikan harapan hidup yang lebih baik baginya. Aamiin .

Bantuan : Rp. 1.659.000,-
Tanggal : 24 April 2015
Kurir : @Mawan@All kurir wonogiri

Mbah sukem menderita Stroke

Mbah sukem menderita Stroke


CAHYO SAFFARUDIN Bin SUPRIYONO ( 3 Tahun, Megacolon ) tinggal di Dusun Kaligading RT01/RW01, Desa Tambak Merang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Ini adalah bantuan lanjutan. Kronologis seperti laporan sebelumnya, sejak lahir, Cahyo sudah ada tanda – tanda kelainan terutama di saluran pencernaan dengan susahnya Buang Air Besar ( BAB . 18 April 2015, kami kembali bergerak ke Moewardi dan kemudian Afar ditangani di Poli Anak. Berdasarkan kronologi sakitnya, dokter saat itu belum berani memastikan diagnosa sakitnya dan memutuskan melakukan pemeriksaan ulang mulai dari awal lagi untuk memastikan apakah Afar menderita sakit yang sama ataukah ada penyakit lainnya lagi. Hari itu juga, dokter memutuskan untuk merawat inap kan dek Afar.Dokter langsung melakukan beberapa pemeriksaan seperti foto rongent dan USG untuk mengetahui kondisi perut, hati, pankreas serta fungsi ginjalnya. Hasil dari radiologi baru bisa diambil hari senin, selanjutnya akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis saluran pencernaan dan fungsi hati. Dugaan sementara ada kelainan disaluran pencernaan dan fungsi hati. Saat ini, Afar di rawat di bangsal Melati 2 dan dalam pantauan dokter. Afar juga belum mempunyai BPJS ( Jaminan Kesehatan ), itu artinya segala biaya yang timbul saat ini di cover dengan biaya umum. Dan saat ini sudah dilakukan operasi megacolon yang diderita Cahyo tersebut, alhamdulillah operasi pertama berjalan dengan lancar dan cahyo pun bisa pulang. Akan ada beberapa operasi lagi ke depannya, jika hasil dari operasi pertama kondisi perkembangan semakin membaik insyaallah penanganan akan lebih cepat. Saat ini dilakukan kontrol rutin seminggu sekali untuk cekricek kondisi pasca operasi.

Bantuan : Rp. 16.780.600,-
Tanggal : 26 April 2015
Kurir : @Mawan@Allkurir

Cahyo menderita Megacolon

Cahyo menderita Megacolon


YUSWANDI (49th, Bantuan Tunai) Alamat: Kaliurang, RT 01 RW 14, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Pak Yuswandi adalah kepala keluarga yang menanggung istri dan dua anaknya. Pak Yuswandi tidak punya pekerjaan tetap atau serabutan sehingga penghasilannyapun tak tentu. Kadang ada pekerjaan kadang juga mengannggur.  Beliau membuka penginapan sederhana tetapi juga kurang laku. Sementara istrinya sebagai ibu rumah tangga, salah satu anaknya bekerja sebagai buruh pabrik dan anaknya yang lain masih sekolah, duduk di bangku kelas 4 SD Kaliurang II. Kondisi ekonomi keluarganya sangat kurang, oleh karena itu #SedekahRombongan membantu meringankan biaya hidupnya dengan memberikan bantuan dana. Semoga dapat membantu kehidupan keluarga Pak Yuswandi.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,00
Tanggal Penyampaian: 13 Maret 2015
Kurir : @RofiqSILVER @annisahalimatus

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai


JANANG MUKTI PRABOWO (17, Yatim) Alamat: Kaliurang, RT 04 RW 13, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta.Janang adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Janang adalah siswa kelas XII di SMK Negeri Cangkringan. Ayahnya telah meninggal. Janang, anak yatim yang kehidupannya dibiayai oleh ibunya (Ibu Sumariah). Ibunya bekerja membantu di warung  Jadah Tempe Mbah Carik dan membuka penginapan sederhana. Kedua kakaknya telah bekerja dan mempuyai penghidupan masing- masing. Salah satu kakaknya telah berkeluarga dan bekerja swasta. Sementara kakaknya yang lain bekerja sebagai teknisi mesin pesawat di Jakarta. #SedekahRombongan memberikan bantuan biaya sekolah dan semoga dapat membantu meringankan beban Ibu Sumariah.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,00
Tanggal Penyampaian : 13 Maret 2015
Kurir : @RofiqSILVER @annisahalimatus

Bantuan Tunai

Bantuan Tunai

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Jumadi 1,000,000
2 Hasina 500,000
3 Jaenudin 500,000
4 Sanusi 500,000
5 MTSR MAKASSAR 3,600,000
6 Agung 500,000
7 M Abdul aziz 1,500,000
8 Alm Said 1,000,000
9 Alm Mimik 1,000,000
10 Novida 900,000
11 Sinem 1,500,000
12 RSSR SOLO 2,998,947
13 Siti 950,000
14 Supriyati 1,000,000
15 Sri wahyuni 2,050,500
16 Rukem 1,659,000
17 Cahyo 16,780,600
18 Yuswandi 500,000
19 Janang 500,000
Total 38,939,047

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 38,939,047,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 710 ROMBONGAN

Rp. 26,183,344,793,-