NABBITA ANUGERAH MUKTI (3,5 tahun, Kelainan Tulang Kaki) Lahir pada 23 Juli 2011, Dik Bita sapaannya tinggal dengan ibunya, Bu Dwi (33th) di Pangen, Juru Tengah, RT 002/005, Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. Ayahnya tidak lagi diketahui dimana keberadannya sejak mengetahui sang anak lahir dengan keadaan tidak normal. Dik Bita mengalami kelainan pada tulang kaki sejak lahir yang menyebabkan ia tidak dapat berjalan dengan normal. Untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sang ibu bekerja sebagai penjaga toko dengan penghasilan rata-rata Rp.800.000 perbulan. Pengobatan Dik Bita sudah berjalan sejak 2013 silam, Dik Bita menjalani operasi tulang belakang di RS. Sarjito dan untuk penyembuhan kaki telah di pasang gips sebanyak 3 kali pada 2014 silam di RS.Ortopedi. Setelah pemasangan gips, Dik Bita menggunakan sepatu AFO agar dapat berjalan. Pengobatan selanjutnya dilakukan dengan kontrol rutin 1 bulan sekali di RS.Ortopedi. Karena keadaan kaki semakin baik kontrol menjadi tiap 2bulan 1kali. Rumah Dik Bita di Purworejo jauh dari RS tempat kontrol, kurir sedekah rombongan kembali menyampaikan santunan ke- 8 untuk Dik Bita sebesar Rp. 500.000,- untuk biaya transportasi selama menjalani perawatan, setelah bulan lalu santunan yang diberikan pada Dik Bita masuk di rombogan 692. 18 Mei 2015, Dik Bita kembali menjalani kontrol dan hasilnya dokter menyatakan perkembangan jari kelingking sebelah kirinya semakin membaik, dokter mengatakan harus sering latihan berjalan. Ibu Dik Bita mengucapkan banyak terimakasih kepada sedekah rombongan dan untuk sedekah holic sekalian atas santunan yang diberikan untuk membantu kesembuhan Dik Bita. Bersama, kita doakan agar Dik Bita segera sembuh dan dapat berjalan seperti balita lain seumurnya. Aaamiiin.

Jumalah santunan : Rp. 500.000,-
Kurir : @lastiko via @cicicinta , @anissetya60 , @meifialdy
Tanggal : 18 Mei 2015

Nabbita menderita Kelainan Tulang Kaki

Nabbita menderita Kelainan Tulang Kaki

PULUNG BIN SARKAYA, (61, Penyakit Tumor Lidah), Alamat : kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Suami dari Ibu Sawnah ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya. Mereka dikarunia 3 anak. Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu, di bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Ia sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung Banten namun kondisinya belum mengalami perbaikan sehingga ia dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya walau ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain itu ada kendala biaya untuk biaya sehari-hari dan tempat tinggal. Selama berobat di RSCM, pak Pulung dan istrinya tinggal di rumah singgah #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, dengan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya membeli selang makan dan biaya tes Lab Virus di luar RSCM yang tidak dijamin oleh Jamkesmas setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 704. Bapak Pulung saat ini sudah berada kembali di RSSR Jakarta pasca kemoterapi lanjutannya, kondisi bapak Pulung sudah sedikit membaik. Team dokter yang menanganinya meminta bapak Pulung untuk melakukan tes Lab Virus dan mengganti selang makan pada perutnya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 23 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pak pulung menderita  Penyakit Tumor Lidah

Pak pulung menderita Penyakit Tumor Lidah


WIWIK WARIS WIYANTI (54. Nasofaring). Alamat : Cipinang Kebembem RT.1/10 No.74 Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur. Bu Wiwik seorang Janda dengan 2 anak, saat ini tinggal dg Ibunya dan Adiknya. Dulunya bekerja sebagai tukang rias pengantin namun sekarang sudah tidak bisa lagi karena menderita kanker Nasofaring. Awal mula diketahui ada penyakit ini bu Wiwik mengalami pendarahan dihidung selama 3 bulan sejak bulan Mei 2014 tidak sembuh-sembuh. Ahirnya berobat ke bagian Onkologi RSUP Persahabatan dilakukan biopsi dan terdeteksi kanker Nasofairing stadium 4. Alangkah kagetnya bu Wiwik atas vonis ini. Segera dilakukam Kemoterapi ke-1 tgl 9 september 2014 harus rawat inap selama 5 hari. Kemoterapi ke-2, tgl 9 Oktober 2014 juga rawat inap 5 hari. Biaya ditanggung BPJS. Sekarang semua gigi bu Wiwik telah dicabut karena kankernya telah menyebar dan menghindari inveksi dan kesakitan yang luar biasa.kemoterapi ke-3 tanggal 4 November 2014. Setelah kemo ke tiga berarti sudah melewati satu tahap paket pengobatan dengan selamat. Alhamdulillah #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat dan vitamin yang tidak dijamin oleh BPJS setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 691. Kondisi ibu Wiwik Waris Wiyanti stabil. Menurut team dokter yang menanganinya, dari hasil evaluasi terakhir Alhamdulillah ibu Wiwik Sudah dinyatakan negatif nasofaring, untuk tindakan medis selanjutnya ibu Wiwik diharuskan kontrol rutin dua kali dalam satu bulan dan masih harus dalam pengawasan team dokter dalam jangka waktu lima tahun kedepan. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @MarjunulNP

Ibu wiwik menderita  Nasofaring

Ibu wiwik menderita Nasofaring


MARWAN BIN NACA ( 24, suspek typhus dan gangguan paru). Alamat: Kp. Pulo Tanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Gejala penyakit Marwan berawal 2 mingu yang lalu. Ketika itu Marwan mengalami gejala demam disertai muntah-muntah dan langsung dibawa ke klinik  terdekat. Di klinik ini ia  ia dirawat selama 2 hari dengan penanganan  cairan infus. Kondisinya mulai membaik dan suhu tubuhnya mulai stabil sehingga keluarga meminta agar Marwan bisa dibawa pulang ke rumah. Melihat  kondisi fisik Marwan yang semakin pulih, keluarganya merasa senang dan tidak curiga ada gejala lain.  Namun, setelah 4 hari  menjalani perawatan di rumah,  suhunya kembali tinggi. Keluarga tidak membawa Marwan ke rumah sakit karena tidak mempunyai  biaya. Ia hanya diberi obat seadanya yang dibeli di warung dan dikompres. Bukannya membaik, beberapa hari kemudian kondisinya malah semakin memburuk. Marwan mulai sulit  bicara, sesak nafas  dan demam tinggi. Alhamdulillah, pada saat itu Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dan langsung melakukan pendampingan serta membawa Marwan ke RS Mutiara Husada Sukatani Bekasi  menggunakan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) Bekasi. Setibanya di IGD RS. Mutiara Husada Sukatani Bekasi  Marwan langsung diberi terapi oksigen, cairan infus  dan dirawat. Marwan  merupakan tulang punggung keluarga. Sehari-hari ia bekerja sebagai kuli bangunan untuk menafkahi istri  (Dewi Hastuti, 32) dan anaknya yang masih berusia 3 tahun. #SedekahRombongan meyampaikan santunan  untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit.  Upaya pengobatan telah dilakukan maksimal, namun Allah berkehendak memanggil Marwan kembali kepadaNya. Pada hari Selasa , 19 Mei 2015, Marwan menghembuskan nafas terakhir di RS. Mutiara Husada pukul 12.00 WIB. Semoga Allah menerima segala amalnya dan diberi ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Alm.Pak Marwan suspek typhus dan gangguan paru

Alm.Pak Marwan suspek typhus dan gangguan paru


RUMAH CINTA ANAK KANKER BANDUNG, Adalah Rumah Singgah khusus untuk memfasilitasi anak-anak yang berjuang melawan penyakit kanker dari seluruh penjuru Jawa Barat yang berobat ke RSUP.Hasan Sadikin Bandung dan RS.Cicendo, bahkan ada yang berasal dari Sumatra dan Kalimantan. RCAK BANDUNG ini terletak di Jl. Bijaksana Dalam No.11, RT.10/3, Kelurahan Pasteur, Sukajadi Kodya Bandung. Didirikan oleh bapak Supendi Wijaya 2 tahun lalu bertujuan meringankan beban anak penderita kanker berserta orangtuanya yang tidak mampu secara ekonomi. Fasilitas yang diberikan berupa Makanan sehat gratis yang setiap hari diberikan baik kepada Pasien maupun Keluarganya yang tinggal Di Rumah Cinta maupun yang sedang dirawat di rumah sakit, juga memberikan dana transportasi dan Sekolah Pembelajaran, Motivasi Edukasi serta Pembinaan Karakter Bagi Pasien serta Orangtuanya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk RCAK Bandung untuk membeli sembako dan keperluan makanan lainnya untuk anak-anak kanker tersebut, upaya bersama saling membantu anak-anak yang sedang dalam penderitaan melalui RCAK Bandung. Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 692.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung

Bantuan operasional untuk RC Kanker Bandung

Bantuan operasional untuk RC Kanker Bandung


IRAWAN BUDI (37, Batu Empedu). Alamat: Jalan Sukagalih RT.5/9, Cipedes, Sukajadi, Bandung. Riwayat penyakit pak Irawan sudah 2 tahun ia bermasalah dengan empedunya yang membuat dirinya kini terkulai lemah tak berdaya, ia tak lagi dapat bekerja sebagai karyawan outsourcing sebagai tenaga ahli assembling di sebuah pabrik di Bandung. Biaya sudah banyak ia keluarkan, menurut istrinya, Marini (37) yang seorang Ibu Rumah Tangga biasa berkata : “Kita sudah kehabisan dana, Kita sudah bebeakan buat pengobatan pak Irawan…” dan bahkan BPJSpun kami tak punya.  Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan pak Irawan karna kebetulan ia tinggal tidak jauh dari Rumah Singgah #SR Bandung, santunan awalpun disampaikan dan akan digunakan untuk mendaftarkan BPJS serta membeli diapers dan kursi roda. Semoga ihtiar bersama ini dapat membuat pak Irawan sembuh dari penyakitnya, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung

Pak irawan menderita Batu Empedu

Pak irawan menderita Batu Empedu


JUSMAN (25, luka sobek pada ibu jari). Alamat Lingkungan Batilin, RT 04 RW 02, Desa Batara, Kecamatan Labbakkang, Kabupaten Pangkep.
Kecelakaan kerja saat memasang westafel untuk MCK warga di lingkungan Sambotara Maros . Saat kelebihan keramik di atasnya dilepas dan pecahannya menyobek ibu jari hingga pangkalnya. Darah cukup deras dan tak berhenti mengalir. Ia diberi pertolongan pertama dengan bethadine dan kapas namun tak mampu menahan darah yang keluar. Melihat wajahnya yang mulai pucat, kurir #SR berinisiatif membawanya ke puskesmas terdekat.
Jusman adalah buruh pekerja bangunan, sejak 2002 ia menggeluti pekerjaan itu. Penghasilan sebulan tak menentu, ia menanggung hidup istri dan satu anak.
Istrinya hanya ibu rumah tangga yang mengharap gaji suaminya untuk kebutuhan hidup. Ia juga tidak punya fasilitas kesehatan. Kurir #Sedekah Rombongan yang ada di lokasi melihat itu Perlu dibantu dan dibawa ke UGD. Ia tak punya kartu sehat, ia pun masuk kategori umum yang perlu dibayar penjahitan dan obat.
Bantuan digunakan untuk bayar penjahitan di UGD, menebus obat di Apotik, dan tambahan makan serta minuman vitamin untuk pasien agar cepat pulih.

Jumlah Bantuan     : Rp 200.000
Kurir              : @areefy_dip @fahruddin @ismawan_as
Tanggal            : 21 Mei 2015

Jusman menderita  luka sobek pada ibu jari

Jusman menderita luka sobek pada ibu jari


ACO LAGAMPUNG (18.Meningitis,TBC), Alamat Desa Nonapan 2, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolangmongindow,Sulawesi Utara. Aco,biasa ia dipanggil adalah seorang anak asuh di panti asuhan Darul Istiqamah Manado. Ayahnya SAMIN LAGAMPUNG (Alm) meninggal ketika ia masih usia TK, sementara ibu nya NIA LALIAMU (Alm) juga meninggal ketika ia berada di kelas 3 SD. Sekarang ia berstatus siswa di klas X Aliyah di MA Darul Istiqamah Manado.
Satu pekan lalu berulang kali ia tidak sadarkan diri disertai demam tinggi dan muntah darah. Gejala penyakitnya berawal sekitar 4 bulan lalu. Ia mengalami demam tinggi dan muntah darah. Awalnya hanya demam dan batuk biasa, setelah di bawa ke puskesmas dan diberi obat oleh dokter, keadaannya sedikit membaik. Namun satu bulan kemudian ia kembali demam tinggi dan muntah darah. Satu-satunya saudara dia (kakaknya) berinisiatif untuk merawatnya di kampung dengan pengobatan tradisional. Langkah itu diambil karena keterbatasan biaya. Selama di kampung keadaan Aco makin memburuk. Ia tak kunjung membaik malah semakin parah. Pihak keluarga mengira bahwa Aco menderita penyakit malaria.
Keluarga semakin khawatir dengan keadaan Aco, puncaknya ia mengigau dan tidak sadarkan diri disertai artikulasi pembicaraan yang tidak jelas.
Kini Aco terbaring lemas di R.S Kandou Malalayang Manado dengan kesimpulan sementara suspect meningitis dan TBC. Untuk memastikannya masih menunggu hasil CT-Scan kepala.
Kakak Aco Mahidi Lagampung (26) mengungkapkan penyesalan dan kesedihan mendalam saat dijenguk kurir #Sedekah Rombongan, terlebih dengan keadaan mereka sebagai yatim piatu sejak kecil.Mereka juga tidak punya simpanan untuk biaya berobat. Saat inipun biaya sementara ditanggung sanak keluarga, tetangga dan panti asuhan. Kakak Aco mengais rezeki dan menafkahi satu orang istri dan seorang anak dengan cara kerja serabutan. Prinsipnya yang penting halal.
#Sedekah Rombongan merasakan kesedihan mereka, bantuan awalpun di sampaikan. Semoga Aco segera membaik dan kesehatannya pulih sehingga dapat sekolah seperti biasa.
Dan tentunya masih sangat diharapkan bantuan selanjutnya,mengingat penyakit yang diderita sangat parah dan membutuhkan perawatan yang lebih intensif lagi.

Jumlah bantuan             : Rp.2.000.000,
Kurir                      : @areefy_dip @muh_rijal11 @ismawan_as
Tanggal                    : 18 Mei 2015

Aco menderita Meningitis,TBC

Aco menderita Meningitis,TBC


M.RUSLI BIN AHMAD (45, Gangguan Pernafasan). Alamat BTN Solindo Blok IQ no.7, Kel. Bontoa, Kec.  Mandai, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.
1 tahun yang lalu Pak Rusli merasa lemas dan selalu batuk, tetapi beliau tidak menghiraukan dan tetap melanjutkan pekerjaannya sampai pada kondisi lemas dan sesak. setelah istri beliau, Halminah (39), mengetahui barulah dibawa berobat dan diberikan obat yg harus dikomsumsi selama 6 bulan, selama masa pengobatan pasien tidak bekerja. Setelah 6 bulan mengkonsumsi obat, Pak Rusli merasa tidak ada perubahan sehingga lebih banyak istirahat di rumah saja karena tidak ada biaya untuk berobat ke RS. Pengobatan awal dilakukan di dokter  praktek di Ambon. Waktu itu Pak Rusli sempat merantau di Ambon bersama istri demi mencari rezki.
Penyebab sakit belum diketahui secara pasti,
tetapi dokter menyarankan untuk meminum obat yang telah diberikan selama 6 bulan dan istirahat total.
Pak Rusli sehari-hari bekerja sebagai penjual minyak gosok dan tukang urut di atas kapal laut dengan rute Makassar menuju Ambon. Pekerjaan beliau telah berjalan Sekitar 10 Tahun, penghasilan tidak menentu sementara beliau punya tanggungan Dua orang anak yang masih duduk dibangku SMP, namanya Putri (13) dan Fitri (11).
Kurir #SedekahRombongan kemudian dipertemukan dengan Pak Rusli. Kemudian beliau dibawa ke RS. Salewangan Kab. Maros. Beliau dirawat selama dua pekan kemudian dirujuk ke RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan fasilitas Jamkesda. Keluarga Pak Rusli sangat membutuhkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari selama di Rumah Sakit dan juga biaya untuk membeli obat yang tidak tertanggung. Tim #Sedekah Rombongan kemudian memberi santunan sebesar Rp. 1.000.000 untuk meringankan sedikit beban dan tanggungan Pak Rusli selama dirawat di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan          : Rp. 1.000.000,-
Kurir                   : @areefy_dip via abdulrauf
Tanggal                 : 21 Mei 2015

Pak rusli menderita Gangguan Pernafasan

Pak rusli menderita Gangguan Pernafasan


MASJID AL MUJAHIDIN yang beralamat di dusun Bumen Wetan Baturetno Banguntapan Bantul Yogyakarta lokasinya bersebelahan persis dengan rumah singgah SedekahRombongan selama ini halaman masjid belum tertutup dengan atap yang memadai sehingga ketika banyak jamaah yang sholat mereka harus mencari tempat yang teduh atau sholat di tengah kondisi yang panas, bantuan dari Sedekahrombongan untuk renovasi dan pembuatan atap halaman masjid.
Dalam kondisi kondisi tidak terpakai halaman masjid tersebut juga digunakan untuk tempat berteduh ambulans SedekahRombongan yang sedang diparkir, Semoga bantuan ini menjadi manfaat untuk orang banyak baik para jamaah maupun kurir SedekahRombongan yang ada di dekat lokasi masjid. Bantuan sudah diterima oleh takmir masjid bapak Endro seusai proses pembangunan atap selesai.

Jumlah bantuan: Rp 2.700.000
Tanggal penyampaian 27 Mei 2015
Kurir : @Saptuari & @arifinsuharto99

Bantuan pembangunan masjid

Bantuan pembangunan masjid


SULAIMANA BIN RAYA ( 75, Lumpuh). Sulaiman tinggal di Dusun Gala 1, Desa Bala, Kec. Balanipa, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Sulaiman (75) menderita lumpuh sehingga membuat beliau tidak mampu berjalan kecuali dengan bantuan tongkat, kondisi ini telah ia alami sejak 1.5 tahun yang lalu. Menurut penuturan Sulaimana ketika itu tubungnya mengalami demam selama beberapa hari kemudian secara mendadak kedua kakinya tidak bisa digerakkan sebagaimana biasanya. Selang beberapa minggu setelah itu ia menderita lumpuh di kaki dan sebagian anggota tubuhnya, Sulaimana tidak pernah berkonsultasi kepada dokter ahli. Sampai sekarang ia tidak tahu pasti apa nama penyakit yang menyerangnya.
Sulaimana adalah seorang petani yang sudah tidak memiliki istri karena meninggal. Beberapa tahun lalu, ia sendirian membesarkan ke enam anaknya yang semuanya belum menikah, yaitu Sappeami (37), Halima (33), Ilham (29), Baharuddin (27), Nahdawati (24) dan Ahmad Yusuf (20). Sejak menderita sakit lumpuh semua pekerjaan di kebun diambil alih oleh anak-anaknya. Semuanya juga berprofesi sebagai petani. Penghasilan sebagai seorang petani tentu sangat tergantung kepada alam dan luasnya garapan tanian, sementara keluarganya bukanlah keluarga yang berada, mereka hanya menggarap beberapa petak sawah sambil sekali-kali membantu tetangga ketika panen raya. Untuk membiayai pengobatan bapak sulaimana sangat sulit, ditambah lagi jarak mereka dengan rumah sakit yang cukup jauh dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mereka lebih memilih merawat Bapak Sulaimana  di rumah dengan sekali-kali mendatangi mantri (dokter kampung) untuk berkonsultasi.
#SedekahRombongan ketika mengunjungi kediaman beliau merasakan betul kesulitan hidup bapak Sulaimana  dan anak-anaknya.  Kurir #SR berkesempatan memberikan bantuan kepada beliau dengan harapan mudah-mudahan itu bisa meringankan beban hidup beliau dan dapat dipergunakan untuk berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir    : @areefy_dip @mujahid
Tanggal           : 16 Mei 2015

Pak sulaiman menderita Lumpuh

Pak sulaiman menderita Lumpuh


ASIS BIN YUSUF. (55, Buta mendadak).  Asis beralamat di  BTN Koppe, Kel . Darma, Kec. Polewali , Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat.
Sekitar setengah tahun yang lalu Pak Aziz mengalami penyakit buta mendadak, diawali dengan mata gatal-gatal lalu kedua matanya rabun selama beberapa hari, beliau awalnya tidak terlalu menghawatirkan hal tersebut dan menyangka hanya karena terpapar debu, namun beberapa hari kemudian kejadian aneh menimpa beliau. Mata yang awalnya hanya rabun tiba-tiba mengalami kebutaan, beliau lalu berkonsultasi dengan dokter di puskesmas terdekat dan sempat mendapatkan perawatan dengan mengkomsumsi obat, namun sampai sekarang keadaan kedua mata beliau belum ada perubahan.
Pak Asis , adalah seorang tukang becak yang setiap hari mangkal di sekitar pasar sentral Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pekerjaan ini terlah beliau lakoni selama kurang lebih 30 tahun lamanya,  menurut penuturan Ludia  (46)  istrinya. Penghasilan suaminya sehari sekitar 20-50 ribu rupiah, kalau lagi beruntung bisa sampai 60 ribu Rupiah, namun untuk menafkahi keluarga dan 5 orang anak Husna (22), Masdar (19), Aslam (17), Sukma (14), dan Hasna (11) sangat tidak mencukupi. Oleh karena itu Ludia dibantu anak-anaknya ikut membantu suami beliau mencari nafkah dengan cara menjual singkong berkeliling kampong/ Terkadang beliau juga harus menjadi pembantu rumah tangga musiman demi menutupi kebutuhan hidup keluarga beliau dan membiayai pengobatan suaminya, sebenarnya Pak Asis memiliki fasilitas berobat dalam bentuk Jamkesda namun menurut penuturan Ludia istri beliau masih saja ada obat-obat yang harus beliau tebus ke Apotik ditambah lagi biaya transportasi dan akomodasi selama di rumah sakit yang tentu sangat memberatkan meraka.
#Sedekah rombongan ketika mengunjungi kediaman Pak Asis merasakan betul penderitaan yang mereka alami, bantuan awalpun kami sampaikan. Semoga Pak Asis bisa sembuh dari penyakitnya dan kembali bisa mencari nafkah untuk keluarganya.

Jumlah Bantuan :  Rp. 700.000,-
Kurir  :          @areefy_dip @mujahid
Tanggal :         16 Mei 2015

Asis  menderita Buta mendadak

Asis menderita Buta mendadak


HAMMADING BIN AHMAD (55, Asma, Bronchitis dan Jantung). Hammading beralamat di jalan  Masjid Raya, Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Hammading (55) menderita penyakit stroke sejak 1 tahun yang lalu sehingga ia tidak mampu menggerakkan beberapa bagian tubunya. Adapun penyakit Asma bronhitis serta jantung sudah ia alami semenjak bekerja di satu perusahaan di Kalimantan. Ia harus berhenti dari pekerjaannya dikarenakan penyakit yang ia derita ini. Saran dari dokter kepadanya adalah dengan banyak beristrirahat dan tidak boleh lagi bekerja di tempat itu sehingga ia memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di polewali mandar. Semenjak 10 tahun setelah pulang sampai sekarang, ia masih terus beristirahat sambil berobat ke beberapa dokter dan rumah sakit terdekat.
Hammading adalah mantan pekerja perkebunan di Kalimantan yang sekarang hanya bisa terbaring dan tidak bisa lagi mencari nafkah untuk keluarganya.  Husaini (40) istrinya menuturkan bahwa kondisi keluarganya sekarang sangat tergantung kepada bantuan keluarga dan tetangga sekitarnya. Setiap hari Husaini membantu suami mencari nafkah dengan menjadi tukang cuci pakaian atau berjualan makanan. Terkadang dalam sehari ia hanya mendapatkan 50 ribu rupiah untuk membiayai anak-anak yang masih sekolah dan membiayai pengobatan suaminya. Sebenarnya Bapak Hammading memiliki fasilitas BPJS yang meringankan biaya berobat, namun karena jarak rumah sakit dengan kediaman  yang cukup jauh ditambah lagi akomodasi yang cukup besar selama di Rumah Sakit sehingga ia lebih memilih beristirahat di rumah sambil sekali-kali kalau ada rezki melakukan kontrol di Puskesmas terdekat.
#Sedekah Rombongan melalui kurir yang ada di Sulawesi Barat ketika bersilaturahmi dengan bapak Hammading di kediamannya merasakan betul derita penyakit dan beban hidup yang dialami keluarga ini.  Sehingga kami menyalurkan bantuan secukupnya mudah-mudahan dapat meringankan kesulitan dan dapat dipergunakan untuk berobat demi kesembuhannya,

Jumlah Bantuan          : Rp. 500.000,-
Kurir                   : @areefy­_dip @mujahid
Tanggal                 :               16 Mei 2015

Pak Hammading menderita Asma, Bronchitis dan Jantung

Pak Hammading menderita Asma, Bronchitis dan Jantung

—-
SARYADI BIN DAKIR (42, Diabetes Melitus dan gangguan jantung). Alamat: Kp. Kaliabang RT.3/4, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Saryadi sudah 2 tahun menderita penyakit  kencing manis dan gangguan jantung. Awalnya ia hanya menderita diabetes namun  1 tahun kemudian muncul  gangguan jantung. Hingga saat ini Pak Saryadi masih menjalani kontrol rutin di RS Medirosa Cikarang dengan menggunakan kartu Jamkesmas. Kendala terjadi ketika pengobatan rutin yang selama ini ia jalani membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan ia pernah sampai dirawat selama 1 minggu karena terlambat kontrol. Maklum saja selama Pak Saryadi sakit ia sudah tidak bisa bekerja sebagai pedagang mainan keliling, bahkan untuk ongkos berobat ia pinjam ke tetangga. Istrinya, Bu Darinah (38) seorang ibu tangga. Mereka masih mesti membiayai kedua anak mereka yang masih sekolah. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan  menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom Via Jaenudin @hapsarigendhis

Pak saryadi menderita Diabetes Melitus dan gangguan jantung

Pak saryadi menderita Diabetes Melitus dan gangguan jantung


RUKIYEM PALUR WETAN (90, Jantung dan Infeksi Saluran Kencing). Beliau beralamat di desa Palur Wetan, Palur, Mojolaban,Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah. Mbah Rukiyem tinggal dengan anaknya yang bernama Tini Sutinah karena suami beliau sudah meninggal. Bu Tini sendiri sudah menikah dan memiliki 3 orang anak. Mbah Rukiyem dan keluarga Bu Tini tinggal dirumah yang sederhana. Mbah Rukiyem memiliki riwayat sakit jantung dan infeksi saluran kencing. Hingga saat ini, sakit beliau sering kambuh. Beliau sudah 6 kali masuk Rumah Sakit, yaitu di RS Moewardi dan DKR Sukoharjo. Bahkan terakhir kali, beliau menjalani perawatan 3 bulan yang lalu. Karena tak ingin membebani anak dan menantunya yang hanya bekerja sebagai buruh bangunan, beliau mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pengobatan kembali. Sehingga sampai saat ini apabila penyakit beliau kumat, beliau hanya mengonsumsi obat sekedarnya yang dibeli di apotek. Kurir Sedekah Rombongan bertemu dengan beliau dan menyampaikan santunan Sejumlah Rp. 2.000.000,- dengan rincian Rp. 500.000 dalam bentuk sembako dan Rp. 1.500.000,- dalam bentuk tunai. Keluarga merasa senang sekali dengan santunan yang disampaikan dan mengucap syukur. Semoga Mbah Rukiyem dapat melanjutkan pengobatannya dan terus sehat.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 25 Mei 2015
Kurir : @lastiko , @ciciiii , @wcmaharani , @tasiawestriani , @dvrsdnptr

Mbah rukiyem menderita  Jantung dan Infeksi Saluran Kencing

Mbah rukiyem menderita Jantung dan Infeksi Saluran Kencing

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Nabbita 500,000
2 Pulung 1,300,000
3 Wiwik 500,000
4 marwan 500,000
5 Rumah Cinta Anak Kanker Bandung 2,500,000
6 Irawan 1,500,000
7 Jusman 200,000
8 Aco 2,000,000
9 M Rusli 1,000,000
10 Masjid Al mujahidin 2,700,000
11 Sulaiman 500,000
12 Asis 700,000
13 Hammading 500,000
14 Saryadi 500,000
15 Rukiyem 2,000,000
Total 16,900,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 16,900,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 707 ROMBONGAN

Rp. 26,058,309,746,-