MUNAH ( 68 Tahun, Kista/Mioma ) Mlokomaniskulon RT01/2, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup kurang mampu dan sangat membutuhkan bantuan, sakit kista yang dideritanya sudah cukup lama dan akhirnya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Dilakukan penanganan beberapa hari, yaitu operasi. Dan saat ini Munah sudah sehat kembali dan di rawat di rumah saja. Penanganan medis di lakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Wonogiri. Saat itu belum mempunyai jaminan kesehatan, sehingga biaya dengan umum. Kondisi keluarga beliau sangat miskin, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari – hari pun sulit, apalagi untuk biaya yang harus dikeluarkan saat penanganan di rumah sakit. Alhamdulillah, dengan bantuan ini semoga bisa meringankan beban beliau. Bantuan untuk biaya selama di rumah sakit, akomodasi, serta untuk kebutuhan sehari – hari lainnya. Saat ini pun, masih memerlukan tahapan kontrol agar proses penanganan atas penyakitnya semakin mendapatkan hasil yang diharapkan. Semoga meringankan dan bermanfaat bagi beliau dan keluarganya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 5.215.000,-
Tangal : 5 April 2015
kurir: @mawan@yulianto

Ibu munah menderita Kista/Mioma

Ibu munah menderita Kista/Mioma


MUHAMMAD ADNAN (1, Riwayat Penyakit Tumor Pembuluh Darah). Alamat : Kampung Cibitung RT.3/2 Desa Cibitung. Kecamatan Munjul. Kabupaten Pandeglang Banten. Muhammad Adnan Anak kedua dari bapak Anda Juanda (34) dan ibu Siti Khaerunah (31) sejak usia 40 hari, Muhammad Adnan menderita sakit Tumor Pembuluh darah, gejala awal terdapat benjolan pada leher dan setelah diperiksakan di RS Adjie Darmo M Adnan menderita tumor pembuluh darah, dari RS Adjie Darmo pengobatan lanjutannya M adnan dirujuk ke RSUD Betah Pandeglang, Banten yang kemudian dirujuk kembali ke RSCM Jakarta, Bapak Anda juanda yang bekerja sebagai buruh tani ini memiliki 2 orang anak dan ke dua anaknya menderita sakit, anak pertama menderita microxephalus dan anak keduanya, M.Adnan menderita Tumor pembuluh darah. Dirujuk pengobatan anaknya membuat bapak Anda Juanda sangat kebingungan, keterbatasan biaya memberatkan keluarga ini, berbekal seadanya mereka berobat ke RSCM Jakarta, selama berobat rawat jalan kelurga ini tidur di selasar RSCM, karna mereka tidak mampu untuk sewa kos disekitar Rumah Sakit, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan membawa keluarga ini untuk tinggal semetara di RSSR Jakarta, bantuan lanjutan untuk biaya harian sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 628. Muhammad Adnan kembali akan kontrol di poli bedah dan poli THT RSCM setelah selama enam bulan istrirahat untuk memulihkan kondisinya, dokter THT RSUD Serang Banten sudah merujuknya kembali untuk melakukan penyedotan cairan pada telinga Muhammad Adnan. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya,

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Adnan memiliki  Riwayat Penyakit Tumor Pembuluh Darah

Adnan memiliki Riwayat Penyakit Tumor Pembuluh Darah


ELIATUL IKHLAS, (11, Tumor Pembuluh Darah), Alamat : kampung Pakojaan RT.2/5, Desa. Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten . Eliatul Ikhlas Anak ke 2 dari 4 bersaudara, putri bapak Umed (44 tahun) dan Ibu Lilis (39 tahun) ini sejak lahir sudah memiliki kelainan. pada sebagian tubuhnya dipenuhi benjolan-benjolan bahkan benjolan itu tumbuh pada bagian dalam mata kanannya, dan juga bibirnya membiru, Bapak Umed yang bekerja sebagai seorang nelayan ini hanya pasrah saja dengan keadaan putrinya, karna keterbatasan biaya yang menjadi kendala, penghasilan pa Umed sebagai nelayan hanya cukup untuk biaya sehari-hari, dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan ini, Eliatul Ikhlas tidak mempunyai kesempatan untuk berobat. Kondisi Elia terus berlanjut saat ia memasuki usia sekolah, bahkan Elia sering demam tinggi, saat demam sebagian tubuhnya akan dipenuhi benjolan, kaki dan tangannyapun sulit digerakkan, pengobatan Elia baru terlaksana saat usia Elia 9 tahun. Pengobatan pertama dilakukan di RSUD Betah Pandeglang Banten. Hasil diagnosa pemeriksaan dokter Elia terdiagnosa Tumor pembuluh darah. Pengobatan lanjutannya Elia dirujuk ke RSCM Jakarta, Pengobatan ke RSCM baru terlaksana 1 tahun kemudian, dengan biaya seadaanya keluarga ini datang ke Jakarta, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan bantuan lanjutan untuk biaya harian sudah disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 694. Eliatul Ikhlas masih dalam perawatan di gedung BCH RSCM untuk persiapan operasi pembuluh darah pada tangan dan wajahnya, rencana operasi tersebut insyaAllah akan dilakukan pada hari Sabtu tanggal 16 Mei 2015. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran operasi dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eliatul menderita Tumor Pembuluh Darah

Eliatul menderita Tumor Pembuluh Darah


RISMA SIAHAAN (22, Arterio Venous Malformation), Alamat : Jl Jend.Sudirman 45 Pendawa 2 No 256 Sampit RT. 48/18, Desa Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah. Risma Siahaan, putri ke-2 dari tiga bersaudara, anak dari Ibu Rosita Boru Nadeak (47) sudah 12 tahun ini mengalami sakit pada tungkai dan kaki kanannya. Gejala awal yang sering ia rasakan adalah nyeri dan pegal-pegal pada kaki. Selain itu Risma juga tidak kuat berdiri terlalu lama, dan biasanya ia akan merasa baal serta kesemutan. Selama ini, karena hidup dengan ekonomi yang pas-pasan dan sepenuhnya masih dibiayai oleh ibunya yang bekerja sebagai buruh tani, Risma anak yatim ini tidak pernah mendapatkan fasilitas pengobatan yang memadai. Alhamdulillah pada pertengahan tahun 2014, dengan dibantu oleh sanak saudaranya dan dibekali jaminan kesehatan BPJS, Risma dapat menjalani pengobatan di RSUD Murjani Sampit Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter RSUD Murjani yang menanganinya Risma menderita penyakit dengan diagnosis AVM Regio Femur sampai Pedis dextra (AVM regio femur-pedis dextra yaitu: terbentuknya hubungan abnormal antara pembuluh darah arteri dengan vena disertai bypass pada sistem kapiler darah pada daerah paha hingga kaki kanan) dan pengobatan lanjutannya harus dirujuk ke RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Meskipun telah berobat dengan fasilitas BPJS, yang sangat membantu Risma dalam menjalani pengobatannya, akan tetapi tingginya biaya kost dan biaya hidup sehari-hari di Jakarta dirasa sangat memberatkan, apalagi Risma saat ini sama sekali belum memiliki pekerjaan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Risma, sekaligus membantu meringankan beban Risma, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 699. Saat ini kondisi Risma Siahaan Alhamdulillah stabil. Untuk tindakan medis selanjutnya Risma Siahaan masih menunggu panggilan dari RSCM untuk penjadwalan operasinya. Semoga jadwal operasinya dapat segera dipercepat dan Risma Siahaan diberikan kesembuhan. Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Risma menderita Arterio Venous Malformation

Risma menderita Arterio Venous Malformation


SITI SUNARSIH (22, Kusta Basah). Alamat Kp. Bojong RT.1/5, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Suaminya, Anen (25) adalah seorang kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Mereka memiliki tanggungan 1 anak yang saat ini berusia 2 bulan. Gejala penyakit Bu Sunarsih berawal  5 bulan yang lalu. Ia merasakan sekujur tubuhnya terasa gatal, namun tidak begitu dihiraukan karena dianggap hanya gatal biasa. Namun, hari demi hari yang awalnya gatal-gatal ternyata berubah menjadi kemerahan di kulitnya  sehingga menimbulkan bengkak dan luka. Upaya yang dilakukan sudah berobat ke Puskesmas dan klinik terdekat. Namun, semua dokter menyarankan agar Sunarsih memeriksakan diri ke Rumah Sakit Khusus Kusta di Tangerang. Atas permintaan keluarga Sunarsih, akhirnya pengobatan hanya dilakukan di RSUD Cibitung. Setelah menjalani pengobatan selama 1 bulan, luka Sunarsih berangsur mengering dengan mengkonsumsi obat bicrolid. Namun sayangnya obat tersebut sulit ditemui di apotik RSUD Cibitung dan hingga saat ini terpaksa harus membeli di apotik lain. Harganya pun berkisar Rp. 125.000,-/strip @10 butir yang hanya cukup untuk 5 hari. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat bicrolid. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 695.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @hapsarigendhis

Siti menderita Kusta Basah

Siti menderita Kusta Basah


SARAH BINTI SARBINI (48, suspek  tumor  abdomen). Alamat : Kp. Srengseng RT.3/5, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Riwayat penyakit Bu Sarah berawal  6 bulan yang lalu. Ia merasakan ada benjolan di dalam perutnya dan berusaha untuk memeriksakan diri ke Puskesmas dengan berbekal kartu Jamkesmas. Hasil pemeriksaan diduga ada benjolan di dalam rongga perut Bu Sarah. Bu Sarah disarankan  dirujuk ke rumah sakit terdekat. Namun karena ketiadaan biaya transportasi, Bu Sarah hanya sekali datang ke RS Sentra Medika Cikarang dan dirujuk lagi ke RSUD Kota Bekasi. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, akhirnya Bu Sarah kembali dirujuk ke RSCM Jakarta. Kontrol berikutnya Bu Sarah akan menjalani beberapa kali pemeriksaan di RSCM Jakarta yang untuk selanjutnya akan segera ditentukan jadwal operasi. Bu Sarah tinggal bersama suami dan 2 anaknya yang masih sekolah. Suami Bu Sarah, Pak Melih (48) yang bekerja sebagai tukang mencari katak di sawah pada malam hari dengan penghasilan sekitar Rp. 10.000,- sampai dengan Rp. 30.000,- perhari.  Penghasilan ini dirasakan sangat tidak mencukupi. Semenjak Bu Sarah jatuh sakit,  beban yang harus dipikul keluarga ini dirasakan semakin berat. Saat ini Bu Sarah masih harus menjalani beberapa kali pemeriksaan di RSCM, diantaranya pemeriksaan darah. Karena memerlukan waktu beberapa hari untuk menjalani pemeriksaan di RSCM, ia lebih memilih untuk tinggal di RSSR Jakarta sampai pemeriksaan selesai. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan telah kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama di RSSR dan rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 695. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk Bu Sarah. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @ mardisay @hapsarigendhis

Ibu sarah menderita suspek  tumor  abdomen

Ibu sarah menderita suspek tumor abdomen


MUHAMAD SULAIMAN (26, Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal). Alamat: Tridaya Indah 2 Blok C7/4 RT.2/3, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayah Sulaiman, Pak Ujang Sukiman (61) adalah seorang penarik becak odong-odong. Meskipun pak Ujang sering sakit namun tidak ada pilihan lain demi untuk menghidupi keluarganya. Demikian pula ibunya, Bu Fatimah (50). Bahkan adiknya yang bernama Muhamad Yusuf (23), sudah lama mengalami gangguan kejiwaan. Pada tahun 2006, ketika Sulaiman sepulang dari sekolah ia mendapat musibah yang menimpanya hingga membuat ia lumpuh sampai saat ini. Kejadian di sekitar Cempaka Putih Jakarta, ketika segerombolan anak-anak sekolah dari sekolah lain menyerang Sulaiman dengan senjata tajam dan benda tumpul. Sulaiman mengalami luka bacok dan memar di sekujur tubuhnya. Sulaiman pun terkapar di pinggir jalan tak sadarkan diri. Dengan bantuan masyarakat sekitar Sulaiman dibawa ke RSCM Jakarta. Di rumah sakit ini Sulaiman menjalani perawatan selama 2 bulan dan dilakukan pemasangan pen permanen di punggung. Ia dinyatakan lumpuh.  Sulaiman  juga pernah dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta dan dirawat selama 2 bulan. Belum cukup cukup sampai di sini, pada bulan Juli 2013, Sulaiman merasakan nyeri perut hebat.  Berkat kepedulian warga sekitar, ia dibawa ke RSUD Cibitung untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Sulaiman dinyatakan menderita gangguan lambung  dan pembengkakan ginjal. Karena keadaan keluarga tidak memungkinkan Sulaiman terus dirawat di RSUD Cibitung, akhirnya diputuskan untuk menjalani perawatan di rumah. Hingga saat ini, Sulaiman hanya melakukan perawatan sendiri dengan membersihkan luka dengan kain kasa dan larutan Nacl. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat pembersih luka dan keperluan sehari-hari seperti pampers yang sebelumnya masuk di Rombongan 689. Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban Sulaiman dan orang tuanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana  @Kikie_SR  @hapsarigendhis

Sulaiman menderita Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal

Sulaiman menderita Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal

—-
MUHAMMAD GHANI (2,5 tahun, Atresia Ani). Alamat: Jl. Purnawarman No. 28 RT.4/2, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Sejak lahir, putra pasangan Sodikin dan Rici Susanti ini  tidak memiliki lubang anus (atresia ani). Ghani sudah menjalani operasi tahap pertama (kolostomi) yaitu pembuangan sementara di bagian perutnya di RS Fatmawati Jakarta. Biaya yang dihabiskan sangat besar mencapai Rp. 35.000.000,- dan  saat itu Ghani belum mempunyai jaminan kesehatan apapun sehingga orangtuanya kini masih mempunyai tunggakan biaya di rumah sakit. Untuk mengatasi hal itu ayah Ghani harus menyisihkan Rp. 300.000,- dari penghasilannya menarik becak per bulan untuk membayar cicilan rumah sakit. Penghasilannya yang  sangat kecil terpaksa dicukup-cukupkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membeli susu serta membayar sepetak kontrakan sempit berukuran 3×3 m yang mereka tinggali. Ghani juga menderita gizi buruk karena sedikitnya asupan ASI dari ibunya dan akhirnya ia diberikan susu formula. Diusia 2,5 bulan berat badan Ghani hanya 2,5 kg. Dokter gizi di RS Fatmawati menganjurkan agar Ghani meminum susu formula khusus untuk bayi dengan berat badan kurang, namun harganya lebih mahal dari susu formula yang biasa dibeli orangtuanya. Karena berat badanya yang rendah itu juga, operasi lanjutan untuk penyakit atresia ani belum dapat dilakukan. Menurut dokter anak yang memeriksa Ghani, kemungkinan Ghani juga menderita  kebocoran jantunh oleh karena itu Ghani harus segera di-USG jantung untuk mengetahui pasti kondisi jantungnya. Bantuan dari #sedekaholics yang diberikan oleh kurir #SedekahRombongan dipergunakan untuk berobat ke rumah sakit dan membeli susu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 5 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @restu_ririn

Ghani menderita Atresia Ani

Ghani menderita Atresia Ani


PUSKESMAS PISANGAN (Bantuan Susu untuk penderita gizi buruk). Puskesmas Pisangan terletak di Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan.   Di puskesmas  ini terdapat 6 anak balita penderita gizi  buruk ( Aisyah, Aufa, Romi, Labif, Ajeng dan Mikaila).  Gizi buruk atau malnutrisi adalah kekurangan gizi kronik dan berat.  Selain akibat kekurangan konsumsi jenis makanan bernutrisi seimbang, gizi buruk juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu yang menyebabkan gangguan pencernaan atau gangguan penyerapan zat makanan yang berguna untuk tubuh. Puskesmas Legoso mempunyai Klinik Gizi yang untuk mengevaluasi perkembangan anak terkait gizi dan juga memberikan edukasi mengenai hidup sehat pada orang tua pasien. Klinik ini dikelola oleh ibu Mega.  Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan ibu Mega dan kemudian terjadi diskusi kecil tentang penanganan gizi buruk. Menurut Ibu Mega, mereka yang mengalami gizi buruk berasal dari keluarga yang tidak mampu.  Ia berharap penderita gizi buruk di puskesmas ini mendapat bantuan dari  #SedekahRombongan. Bantuan dari #sedekaholics telah disampaikan dan semoga bantuan tersebut dapat membantu  perbaikan gizi mereka. Aamiin..

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana

Bantuan Susu untuk penderita gizi buruk

Bantuan Susu untuk penderita gizi buruk


ASDAH AMIN (54, Kanker Payudara dan Tumor di kepala). Alamat: Kp. Pulo Kecil RT.4/4, Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Suami Bu  Asdah  bernama Pak Amin (54), adalah seorang buruh tani.  Bu Asdah menderita kanker payudara dan pernah  dioperasi 1 tahun yang lalu di RSCM Jakarta, namun saat ini muncul benjolan lagi di payudaranya. Bersamaan dengan itu tumbuh benjolan di kepalanya yang diduga tumor. Ujian Bu Asdah semakin lengkap karena kondisi kedua kakinya kini tidak dapat digerakan bahkan hampir lumpuh. Saat ini keluarga masih berharap agar Bu Asdah bisa sembuh kembali seperti sedia kala. Untuk penyakit di kakinya, keluarga berinisiatif membawanya ke salah satu klinik di Kota Bekasi dan dokter menyarankan agar Bu Asdah berobat seminggu sekali di klinik tersebut. Meskipun memiliki Kartu Jamkesmas, tapi keluarga miskin ini kesulitan untuk biaya akomodasi. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu meringankan kesulitan keluarga Bu Asdah. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 687. Kondisi saat ini, Bu Asdah sedang menjalani pengobatan herbal yang berfungsi mematikan akar kankernya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 7 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Ibu asdah menderita Kanker Payudara dan Tumor di kepala

Ibu asdah menderita Kanker Payudara dan Tumor di kepala


MUHIDIN BIN MAD SUKUR (27, Gangguan Jiwa). Alamat:  Kp. Pulo Glatik RT.3/4, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Muhidin adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara. Putra Bpk. Mad Sukur (alm) dan Ibu Siti (46) ini awalnya adalah pemuda yang ceria, namun masa mudanya tidak sepenuhnya dapat ia rasakan lagi dengan suka cita sejak mengalami gangguan kejiwaan beberapa tahun lalu. Karena keadaan itu ia lebih banyak menghabiskan waktu berdiam diri di rumah. Gejala yang timbul bila gangguannya kambuh membuat kuatir orang di sekitarnya. Ia beberapa kali ia mengamuk dengan melempar apa saja yang ada di dalam rumah. Upaya keluarga  membawanya berobat ke RSJ Dr. Soeharto Heerdjan di Jakarta Barat awalnya tidak menemui kendala. Namun, ketika ayah Muhidin, Bpk. Mad Sukur meninggal dunia 1 tahun yang lalu, keluarga mulai merasakan beban berat. Bu Siti menafkahi keluarga dengan bekerja sebagai tukang jahit rumahan. Penghasilannya rata-rata 30 ribu rupiah perhari. Muhidin sering kesulitan biaya ongkos ke rumah sakit, sementara ia diharuskan kontrol  setiap 2 minggu.  Bahkan ketika kondisinya buruk ia harus menyewa mobil. Keadaan ini menyulitkan bu Siti. Kakak Muhidin yang sudah berkeluarga tidak bisa banyak membantu, sementara kedua adik Muhidin masih bersekolah. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak menyampaikan dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transport ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 691. Semoga harapan Bu Siti untuk kesembuhan anaknya dikabulkan Allah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 6 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @alle_Recyclle @hapsarigendhis

Muhidin menderita Gangguan Jiwa

Muhidin menderita Gangguan Jiwa


NUR AISYAH, (3 bulan, Katarak). Alamat: Jalan Bonto Duri 10, RT.6 RW.10 Kel. Parantambung, Kota Makassar – Sulawesi Selatan. Aisyah, biasa dia dipanggil, Menderita sakit katarak mata yang baru diketahui oleh kedua orangtuanya beberapa minggu yang lalu, kedua orang tuanya baru sadar ketika anaknya tidak merespon setiap gerakan yang ada dihadapannya, untuk menguji dugaan pada gangguan mata anaknya, merekapun mencoba untuk menyalakan senter tapi itupun tidak ada respon, hingga akhirnya mereka melakukan pemeriksaan ke Dokter anak. Hasil pemeriksaannya positif, Aisyah menderita katarak mata dan harus secepatnya dilakukan operasi sebelum umur Aisyah masuk 4 bulan, sementara umur Aisyah saat ini sudah berumur 3 bulan 20 hari, kurang 10 hari lagi sebelum memasuki usia 4 bulan.
Kurir #SedekahRombongan yang berkunjung ke rumahnya disambut gembira oleh kedua orangtuanya, Tim yang sebelumnya melakukan komunikasi lewat HP dengan ayah Aisyah dijemput dipinggir jalan poros masuk rumahnya. Lumayan Jauh kedalam, berada ditengah-tengah pemukiman padat dan kumuh kota Makassar, seperti memasuki sebuah labirin. Ayahnya Rusdi (26) dan Ibunya Sri Asmawati (21) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja ayahnya yang berprofesi sebagai Security di salah satu kantor swasta dan ibunya sebagai Ibu Rumah Tangga, tidak mempunyai tabungan yang cukup untuk membiayai operasi mata anaknya. Fasilitas Kartu BPJS Kesehatanpun belum bisa mereka fungsikan karena baru mendaftar.
#SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya operasi Katarak Mata, Semoga Aisyah segera membaik dan kesehatannya pulih kembali.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir         :@areefy_dip @Munatsir, @Ismawan_As
Tanggal       : 06 April 2015

Nur menderita Katarak

Nur menderita Katarak


YAYASAN PANTI ASUHAN AL-ANSHAR TIMOR TIMUR, Beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 17, Makassar, Sulawesi Selatan. Pesantren ini didirikan atas permohonan seorang putra Timor Timur yang sebelumnya bernama Bon Bonifacio Fransisco Moreira yang setelah masuk Islam berganti nama menjadi Muhammad Juari.
Pada tahun 1994 M, salah seorang anak dari pejabat Kepala Dinas Tata Kota Makassar yang bernamaIr. H. Syafruddin A. Pattiwiri menyampaikan kepada orangtuanya tentang kondisi memprihatinkan yang dialami oleh anak-anak Panti Asuhan Al-Anshar Timor Timur. Inisiatif positif dari beliau langsung memperkenalkan panti asuhan tersebut kepada salah seorang temannya di Kanwil PU yang sekaligus pengurus BKDI Sulawesi Selatan yakni Drs. Muh. Jardin Mading.
Keprihatinan itu terus berlanjutnya sampai beliau (Ir. H. Syafruddin A. Pattiwiri) dengan temannya memberikan laporan singkat ke Wakil Gubernur Sul-Sel H. A.Ghalib, SH. Beberapa bulan kemudian, pada acara buka puasa bersama di Hotel Victoria Makassar dengan mengundang langsung anak binaan panti asuhan. Wakil Gubernur sangat tersentuh dengan kondisi tersebut.
Yayasan Al-Anshar Timor Timur adalah sebuah lembaga yang bergerak di bidang sosial, pendidikan dan dakwah yang aktifitasnya sangat tergantung pada jiwa atau gerakan misi yang diembannya. Dari jiwa & misi inilah turut serta membantu pendidikan warga masyarakat yang kekurangan, golongan yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya, sehingga kelak dapat mandiri di tengah-tengah masyarakat.
Hal ini sejalan dengan tujuan agama dan program pemerintah yakni wajib belajar dan pemberantasan buta aksara dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.
Visi Yayasan Al-Anshar Timor Timur Pusat  Makassar membentuk generasi yang beriman dan bertakwa (ImtaK), berilmu pengetahuan, terampil serta berakhlak mulia. Tujuan yang ingin dicapai adalah memberdayakan masyarakat Timor Timur khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya dengan mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum dan teknologi.
Kondisi Yayasan yang membina 103 anak yatim dari Timor-Tomor sangat memprihatinkan. Ruang belajar yang tidak memadai, Asrama yang kumuh juga sangat terbatas. Kondisi kumuh sangat telihat jelas karena tidak ada pengelolaan sanitasi dan lingkungan.  Untuk menampung anak anak eksodus dari Timor Timor, dalam satu kamar mereka tidur apa adanya. Begitu pula dengan ruang kelas yang tidak memadai. Seringkali guru juga tidak masuk akibat pembayaran gaji yang tidak lancar.
Saat kurir #sedekah Rombongan mengunjungi lokasi tersebut, anak anak panti asuhan Al Anshar sangat bahagia. Raut muka mereka amat cerah menyambut tim #Sedekah Rombongan. Bersamaan pada saat itu masuk waktu sholat sehingga kurir ikut sholat berjamaah bersama. Anak anak timor Timor ini adalah harapan bangsa di masa mendatang. Kita bersyukur mereka mendapat pembinaan yang baik dibanding berkeliaran di jalanan. Sekarang mereka belajar ilmu agama dengan harapan kelak mereka menjadi manusia yang bisa mencerahkan umat.
Rasa terima kasih disampaikan kepada #SedekahRombongan atas kepedulian itu. Dengan harapan bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pengembangan skill dan kebutuhan aktivitas sehari hari di asrama panti.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Kurir          : @areefy_dip @Ismawan_As
Tanggal        :  25 April 2015

Bantuan opersional untuk kegiatan belajar

Bantuan opersional untuk kegiatan belajar

—-
DARYOTO BIN SANMIHARJO (43th, pecah pembuluh darah). Alamat : jl. Nanas RT:03/02. Kalisabuk, Cilacap, Jawa Tengah. Bp. Daryoto biasa beliau dipanggil, diusia yg menginjak 43 Tahun beliau harus terbaring koma sampai saat ini. Kondisi kesehatan Bp. Daryoto bermula ketika beliau menjadi TKI ke Taiwan, ketika itu mendapat ikatan kerja selama 3 Tahun. Musibah itu datang ketika beliau terjatuh di Taiwan ketika beliau baru 1 Tahun disana tepat nya bulan February 2014. Karena awal nya beliau punya riwayat darah tinggi yg mengakibatkan pembuluh darah nya pecah, sehingga beliau mengalami koma sampai sekarang. Di Taiwan beliau pernah di rawat selama 5 bln, dan pihak keluarga yaitu istri ( Sri Latiningsih, 45th) memutuskan membawanya pulang dan di rawat di RS Karyadi selama 45 hari. Karena tidak ada perubahan dan keterbatasan biaya maka keluarga membawa nya pulang dan dirawat di Rumah sampai sekarang. Bp Daryoto adalah kepala keluarga dan mempunyai 2 orang anak yg saat ini masih sekolah kelas 3 SMA dan 2 SMP. Adapun istri beliau ibu Sri sebagai ibu rumah tangga, yg kesibukan sehari2 membuka warung di Rumah nya. Sebelum Bp. Daryoto mengalami koma, biaya kebutuhan sehari hari masih bisa terpenuh’i. Untuk sa’at ini beban itu sepenuhnya menjadi tanggungan istri beliau yg tentunya sangat berat bagi ibu Sri. Karena selain biaya sekolah untuk kedua anak nya, ibu sri jg harus merawat Bp. Daryoto yg setiap bulan mencapai Rp 1,2jt. #SedekahRombongan merasakan kesulitan keluarga Bp. Daryoto, bantuan pun disampaikan. Semoga Bp. Daryoto bisa segera pulih kembali, sehingga beliau bisa beraktifitas normal lagi.

Jumlah bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 13 Mei 2015
Kurir : @arfanesia via @dhaka712

Pak daryoto menderita  pecah pembuluh darah

Pak daryoto menderita pecah pembuluh darah


PONPES NURUL HIDAYAH, RT  2 RW 3 DESA TAMANSARI KARANGLEWAS KAB.BANYUMAS . Ponpes Nurul Hidayah berada di sebuah desa yang jauh dari keramaian kota dan terletak di antara perkebunan singkong dan sawah sawah warga. Ponpes tersebut menampung para anak yatim dan dhuafa yang tidak mampu untuk dididik dan disekolahkan. Kebanyakan para santri masih kecil kecil dan duduk dibangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Kapasitas tempat dan fasilitas yang seadanya tak membuat para santri patah semangat. Mereka tidur hanya beralas tikar yang sudah rusak dan lusuh. Mereka setiap hari berangkat sekolah dan sepulang sekolah melanjutkan belajar di pondok  mempelajari ilmu ilmu islam. Sedekah Rombongan membantu membelikan kasur busa, bantal, tikar dan membantu biaya untuk menyelesaikan pembangunan kamar mandi. Semoga dengan bantuan tersebut anak anak diponpes nurul hidayah tambah semangat dan nantinnya menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Jumlah bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 28 april 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Bantuan kasur busa, bantal, tikar dan membantu biaya untuk menyelesaikan pembangunan kamar mandi

Bantuan kasur busa, bantal, tikar dan membantu biaya untuk menyelesaikan pembangunan kamar mandi


KUSRINAH (45 TH, RUMAH HANCUR KARENA PUTING BELIUNG) RT 03 RW 09 SANGREMAN RAWALO BANYUMAS. Kurang lebih 3 minggu yang lalu terjadi sebuah bencana alam yaitu puting beliung yang menerjang sebuah desa di kabupaten banyumas tepatnya di desa sangreman kecamatan rawalo. Banyak rumah warga yang rusak akibat dari bencana tersebut namun yang paling parah adalah milik ibu kusrinah. Rumahnya yang terbuat dari bambu dan papan hancur dan tidak dapat didirikan lagi karena sudah lapuk. Beruntung saat kejadian rumahnya roboh ibu kusrinah dan keluarga bisa menyelamatkan diri keluar dari dalam rumah sehingga tidak terjadi korban jiwa. Saat ini ibu kusrinah dan keluarga tinggal menumpang di rumah kakaknya yang tidak jauh dari lokasi. Sedekah Rombongan membantu mendirikan kembali rumah ibu kusrinah yang telah hancur dengan membelikan material material yang dibutuhkan. Walaupun bantuan tersebut belum mencukupi untuk mendirikan sebuah rumah sederhana namun setidaknya dapat meringankan beban ibu kusrinah dan keluarga agar nantinya dapat memiliki rumah kembali.

Jumlah bantuan Rp. 10.000.000,-
Tanggal: 5 mey 2015
Kurir :@arfanesia via @slametpriyadi

Kusrinah menderita  RUMAH HANCUR KARENA PUTING BELIUNG

Kusrinah menderita RUMAH HANCUR KARENA PUTING BELIUNG


SUMINAR (56TH, TULANG RETAK ) RT 01 RW 02 ARCAWINANGUN PURWOKERTO. Ibu Suminar mengalami musibah terjatuh saat perjalanan pulang dari bekerja. Secara reflek tangannya menopang badan namun karena posisinya tidak pas yang mengakibatkan tangan beliau retak. Ibu suminar bekerja sebagai tukang cuci piring disebuah warung makan. Sejak kejadian tersebut ibu suminar tidak memeriksakan diri dan hanya dibalur dengan ramuan beras kencur. Lama kelamaan tangan beliau  mengalami bengkak dan sakit yang tak kunjung reda dan beliaupun tidak dapat bekerja. Ketiadaan biaya yang membuat beliau urung memeriksakan ke dokter. Akhirnya sedekah rombongan membantu agar supaya ibu suminar dapat memeriksakan diri ke dokter dan segera mendapat penanganan medis.

Jumlah bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Ibu suminar mengalami TULANG RETAK

Ibu suminar mengalami TULANG RETAK


DAIRAH BINTI DANURI (70TH, LUKA DIPUNGGUNG DAN PAHA) RT 01 RW 03 DUKUH KARANG KEMIRI DESA PLOMPONG KEC.SIRAMPOG KAB.BREBES. Ibu dairah tinggal disebuah desa di perbukitan kabupaten brebes, akses jalan ke desa tersebut juga belum beraspal  dan medannya berkelok kelok naik turun menembus bukit. Kondisi rumah yang beliau tempati juga tak layak huni dan tinggal seorang diri. Suaminya sudah lama meninggal dan anak satu satunya juga pergi merantau tanpa ada kabar sampai saat ini. Para tetangga yang merasa iba yang merawat beliau selama ini. Beliau pernah dirawat di RSU Bumiayu selama 2 minggu dan biayanya dari iuran warga dan donatur. Namun karena keterbatasan dana dan tenaga akhirnya beliau dibawa pulang kembali ke desanya dan dirawat bersama sama oleh tetangganya. Setiap tiga hari sekali ada petugas dari puskesmas yang membantu mengecek keadaan beliau. Sedekah rombonganang melakukan survey dan langsung memberikan bantuan untuk beliau untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup beliau dan membeli obat obatan untuk mengobati luka beliau.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 mey 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Ibu dairah menderita LUKA DIPUNGGUNG DAN PAHA

Ibu dairah menderita LUKA DIPUNGGUNG DAN PAHA


SUJAI (7 april 1943, Hernia) dan Siti umayah (13 desember 1953, Diabetes) Jl.Prapatan rt 04 rw 01 Bantarkawung,Brebes ,Jawa tengah 52274. Sepasang suami istri dari sebuah desa di kabupaten brebes menderita sakit yang sudah menahun dan sudah lama tidak lagi tersentuh pengobatan secara medis. Banyak faktor yang menyebabkan beliau berdua menahan sakit dan hanya terdiam dirumah dari mulai kendala jarak ke rumah sakit hingga ketiadaan biaya untuk menyewa kendaraan untuk berobat. Saat team #SedekahRombongan tiba disana kondisi bpk Sujai terkulai lemas karena penyakit yang diderita dan hanya bisa beraktifitas di tempat tidur. Menurut keluarga beliau harus segera dioperasi untuk dapat menyembuhkan penyakit hernia yang diderita. Walaupun beliau mempunyai jamkesmas namun keluarga kesulitan untuk membawa beliau ke rumah sakit karena ketiadaan biaya untuk menyewa kendaraan dan lainnya. Team kurir akhirnya memutuskan untuk segera membantu bapak Sujai untuk dapat melakukan operasi dan mendapat perawatan medis. Selang tiga hari kemudian beliau telah melakukan operasi hernia di rumah sakit siti aminah bumiayu dan kondisi saat ini berangsur pulih. Semoga beliau dapat segera sembuh dan sehat seperti sediakala. Aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 April 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Bantuan untuk biaya akomodasi berobat

Bantuan untuk biaya akomodasi berobat


NILAH (87, DIABETES) Alamat Mandirancang Rt 01 Rw 02 Kebasen Banyumas. Ibu Nilah janda tua yang tinggal bersama cucunya yang masih kelas 6 SD menderita diabetes sudah cukup lama dan selama ini tidak pernah lagi berobat ke rumah sakit karena ketiadaan biaya. Kebutuhan hidup sehari hari mengandalkan kiriman dari anaknya yang bekerja di sebuah pabrik. Untuk berobat saat ini terhenti karena ketiadaan biaya dan beliaupun tidak mendapat kartu jamkesmas. Kurir #SedekahRombongan akhirnya mencoba melobi ke pihak kelurahan agar ibu Nilah bisa dibantu dibuatkan kartu jamkesmas untuk bisa melanjutkan pengobatannya ke rumah sakit. Pihak desa merespon dengan baik dan saat ini sedang dalam proses pembuatan kartu jamkesmas atau KBS. #SedekahRombongan yang tadinya mau membantu untuk dibuatikan BPJS akhirnya dialihkan untuk membantu santunan biaya transport dan akomodasi untuk berobat ke RS.Banyumas serta membeli obat yang tidak tercover jamkesmas.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 April 2015
Kurir @arfanesia via @slametpriyadi

Ibu nilah menderita DIABETES

Ibu nilah menderita DIABETES


RSSR PURWOKERTO yang beralamat di JL. Penatusan Gang 1 No.5 RT. 1 RW. 2, Purwokerto. Untuk menunjang kegiatan dan juga untuk sarana melayani pasien dampingan #SedekahRombongan di area BARLINGMASCAKEB maka disediakanlah rumah singgah bagi para pasien dari luar kota yang sedang dan akan melakukan pengobatan di RS.Margono . Rumah Singgah juga sebagai basecamp bagi para kurir serta tempat untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang mendekatkan dengan masyarakat. Saat ini RSSRpurwokerto selama 2 tahun dan berikut ini merupakan pembayaran termin untuk tahun ke dua.

Jumlah : Rp. 17.500.000,-
Tanggal : 21 april 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Cicilan rumah RSSR Purwokerto

Cicilan rumah RSSR Purwokerto


RSSR PURWOKERTO Jl. Penatusan Gang 1 Rt 01 Rw 02 Purwokerto 53111. Untuk melengkapi kebutuhan dan fasilitas di RSSRpurwokerto membuat neonbox sebagai identitas dan tanda bahwasanya tempat tersebut merupakan rumah singgah sedekah rombongan yang diperuntukan bagi para pasien dampingan dari luar kota yang membutuhkan tempat tinggal saat sedang menjalani pengobatan dan sebagai tempat transit. Pengeluaran tersebut juga untuk kebutuhan lain yang meliputi bayar tagihan listrik, iuran RT, iuran ronda, iuran sampah, pengisian tabung oksigen dll selama bulan januari – april.

Jumlah : Rp. 2.210.000,-
Tanggal : 18 April 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Biaya opersional RSSR Purwokerto

Biaya opersional RSSR Purwokerto


AOLYA ULIS PRAMODITA ( 12 TH, SLE + AIHA (LUPUS) ) ALAMAT DESA RABAK RT 3 RW 2 KALIMANAH PURBALINGGA. Putri dari pasangan suami istri Bapak FAJAR HIDAYAT (37 TH) dan Ibu RIDA KIRANAWATI (35 TH) menderita lupus sudah 2 tahun lebih, awalnya cuma panas namun tidak kunjung reda sehingga dibawa ke rumah sakit. Setelah panas reda dan sehat kembali selang beberapa minggu mengalami panas kembali dan setelah cek laborat di vonis terkena anemia. Bulan berganti bulan sakitnya tak kunjung sembuh dan tiap bulan minimal 1 minggu masuk rumah sakit, sekolahnya pun terpaksa berhenti karena kondisi yang tidak memungkinkan. Setelah melakukan general chekup lengkap barulah diketahui bahwa Dik AOLYA menderita SLE + AIHA (LUPUS). Proses pengobatan lanjutan dilakukan di RS Sardjito, setiap bulan sekali harus ke jogja untuk melakukan pengobatan. #SedekahRombongan membantu biaya transportasi, akomodasi dan keperluan lainnya selama melakukan pengobatan di jogja. Sebelumnya dik a aolya ini sudah pernah dibantu Sedekah Rombongan dan sudah kami laporkan di rombongan 686. Semoga Dik AOLYA dapat segera sembuh dan sehat agar bisa bersekolah lagi dan ceria bermain bersama teman – temannya, aamiin…

Jumlah bantuan Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Mei 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Aolya menderita SLE + AIHA (LUPUS)

Aolya menderita SLE + AIHA (LUPUS)


HANIF (8 BULAN, KELAINAN SALURAN PENCERNAAN) DIK HANIF merupakan anak pertama dari pasangan Ayah Trio Basuki dan Ibu Silvia dengan alamat Jl.HM. Bahroen RT 04 RW 01 Purwokerto Wetan, Kabupaten Banyumas. Dik Hanif sejak lahir menderita kelainan saluran pencernaan yang membuatnya kesulitan untuk melakukan buang air besar. Saat ini Dik Hanif baru selesai menjalani operasi pembuatan saluran sementara pembuangan kotoran diperutnya. Menurut dokter yang menangani pada saat usia kurang lebih enam bulan nanti dan bobot tubuh memenuhi baru akan dilakukan operasi lagi untuk mengembalikan fungsi saluran pembuangan kotoran sebagaimana mestinya yaitu lewat anus. Saat ini Dik Hanif harus kontrol 3 hari sekali untuk mengecek hasil dari operasi pertama dan untuk menjaga agar tidak terjadi infeksi. #SedekahRombongan membantu biaya akomodasi selama dirawat di RS. Sardjito untuk dilakukan operasi. Sebelumnya dik hanif sudah pernah kami bantu dan sudah masuk di rombongan 660 di web www.sedekahrombongan.com. Semoga Dik Hanif bisa cepat sembuh dan dapat menjalani operasi lanjutan dengan lancar, aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2015
Kurir : @arfanesia

Hanif menderita KELAINAN SALURAN PENCERNAAN

Hanif menderita KELAINAN SALURAN PENCERNAAN

REKAPITULASI BANTUAN

1 Munah 5,215,000
2 M Adnan 500,000
3 Eliatul 500,000
4 Risma 500,000
5 Siti 500,000
6 Sarah 500,000
7 M sulaiman 500,000
8 M Ghani 500,000
9 Puskemas pisangan 1,000,000
10 Asdah 500,000
11 Muhidin 500,000
12 Nur Aisyah 500,000
13 Panti Asuhan Al Anshar 2,000,000
14 Daryoto 2,000,000
15 Ponpes Nurul Hidayah 5,000,000
16 Kusrinah 10,000,000
17 Suminar 500,000
18 Dairah 1,000,000
19 Sujai 1,000,000
20 Nilah 1,000,000
21 RSSR Purwokerto 17,500,000
22 RSSR Purwokerto 2,210,000
23 Aolya 1,000,000
24 Hanif 500,000
TOTAL 54,925,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 54,925,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 703 ROMBONGAN

Rp. 25,811,704,784,-