JUMADI BIN MAD KASIN (36, Vericula Vulgaris), Alamat : Kampung Pamong Udik RT09/03, Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang Banten. Jumadi bin Mad Kasin bapak dua anak suami dari ibu Nimah (35) sudah 10 tahun menderita sakit dengan diagnosa Vericula Vulgaris (sejenis kutil yang tumbuh pada seluruh tubuhnya). Gejala awal yang dialami bapak Jumadi yang sehari – hari bekerja sebagai buruh tani ini timbul benjolan kecil pada tubuhnya yang lambat laun benjolan itu menyebar dan memenuhi tubuhnya. Saat ini bapak Jumadi sedang melakukan pengobatan rutin rawat jalan di RSCM Jakarta rujukan dari RSUD Serang Banten dengan fasilitas kesehatan BPJS yang sudah dimilikinya. Pengobatan dengan fasilitas Kesehatan BPJS sangat membantu bapak Jumadi dalam berobat, namun biaya obat-obatan yang harus dikomsumsinya seumur hidup tidak bisa dijamin oleh BPJS dan biaya menebus obat sangat mahal dan tidak terjangkau oleh bapak Jumadi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan bapak Jumadi, bantuan awal untuk membeli obat Neotigason sudah disampaikan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 April 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pak jumadi menderita Vericula Vulgaris

Pak jumadi menderita Vericula Vulgaris


ELMA TIANA, (10, Bocor Jantung dan TB Tulang). Alamat: Lingkungan VII, RT.2/2, Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara. Provinsi Lampung, Ayah: Abadi, 50 tahun dan Ibu: Mariana, 42 tahun. Elma saat ini berada dalam perawatan jalan di RSCM Jakarta, Karna mengalami jantung bocor – Elma juga lumpuh kedua kakinya. Dirujuk dari RS Abdul Muluk Lampung berbekal Jamkesmas, Kedua Orangtua Elma berihtiar melewati jarak yang begitu jauh dilalui dari rumahnya. Pengorbanan waktu dan tenaga demi ihtiar kesebuhan Elma tercinta, Walau mereka hidup dalam kesulitan – Abadi hanya seorang Buruh Tani dan masih menanggung 5 orang anaknya yang saat ini ditinggalkan. #SedekahRombongan ikut meringankan beban mereka dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya kos dan biaya harian setelah sebelumnya masuk bantuan di Rombongan 631. Elma Tiana sudah kembali ke Jakarta untuk melanjutkan pengobatanya setelah beberapa bulan memulihkan kondisi  di kampung halamannya Lampung. Team dokter  yang menanganinya sudah memberikan penjadwalan untuk operasi besar pada jantungnya yang insyaAllah akan dilakukan pada tanggal 6 Mei 2015. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.  Aamiin

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Elma menderita Bocor Jantung dan TB Tulang

Elma menderita Bocor Jantung dan TB Tulang


ENI NURAENI (20, Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah). Alamat : Kampung Babakan Girang RT.1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak Banten. Eni Nuraeni, anak pertama dari dua bersaudara putri bapak Husen (43) dan ibu Yoyoh (39), sudah empat tahun ini menderita sakit Bells Pallsy (Kelainan pada syaraf wajah), Gejala awal sakitnya di rasakan Eni Nuraeni sejak ia masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP, Eni Nuraeni sering mengalami demam panas tinggi dan nyeri disekitar rahang atau telinga serta kejang-kejang / kejang pada mata, bibir dan hidungnya, rasa sakitnya ini menyerang Eni Nuraeni jika kondisi badan dalam keadaan cape dan lelah, Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolahnya terganggu, pasca lulus dari SMP, Eni Nuraeni tidak bisa meneruskan pendidikannya ke SMU karna sakitnya, Pengobatan sering dilakukan, Bapak Husen yang bekerja sehari-hari menjadi buruh tani terus mengusahakan kesembuhan untuk putri tercintanya ini, namun pasca di rujuk pengobatannya ke RSCM jakarta dari RSUD Adji Darmo Lebak Banten, bapak Husen tidak memiliki biaya lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan untuk biaya menebus obat kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 692. Operasi pencabutan implant pada mata kanan Eni Nuraeni Alhamdulillah sukses. Pasca operasi Eni Nuraeni sudah diperbolehkan pulang dan kembali tinggal di RSSR Jakarta untuk pemulihan kondisinya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp, 500.000,-
Tanggal : 27 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah


TRI BUDIANTORO (40. TBC MDR), Alamat : Jl. Budimulia RT8/4, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan. Jakarta Utara. Tri Budiantoro sejak dua bulan ini menderita sakit TBC Mdr, gejala awal yang dialami pemuda lajang ini, ia sering mengeluhkan demam dan kondisi berat badan turun drastis, pengobatan pertama dilakukannya ke Puskesmas terdekat,  dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Tri Budiantoro positif menderita TBC, dan diharuskan berobat rutin selama Sembilan bulan, namun kondisi Tri Budiantoro terus menurun yang akhirnya dilarikan ke RSUD Persahabatan Jakarta, di RSUD tersebut Tri Budiantoro langsung mendapatkan perawatan intensif rawat inap selama dua minggu, pasca perawatan pengobatan dilanjutkan dengan berobat jalan, oleh team dokter yang menanganinya Tri Budiantoro diharuskan melakukan injeksi (suntik) setiap hari selama enam bulan dan mengkomsumsi obat TBC selama dua tahun. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu dalam pengobatannya, namun biaya transportasi selama pengobatan sangat memberatkan apalagi selama ini Tri Budiantoro belum bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 694.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pak tri menderita TBC MDR

Pak tri menderita TBC MDR


RUDI BIN HARUN, (14, Riwayat Penyakit Tumor Maxilla), Alamat : Kampung. Kalibaru RT.11/3, Kelurahan Cilangkahan, Kabupaten Lebak, Banten. Rudi murid kelas 1 SMP Anak dari bapak Harun (32) seorang Buruh Tani ini sudah menderita Tumor Maksila dua tahun lalu. Berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh malah melebar menutupi hampir sebagian mukanya. Pada pertengahan Agustus 2012 #SedekahRombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal – Rudy sampai saat ini masih rutin berobat kemoterapi 9X lagi menggunakan fasilitas JAMKESDA dan tinggal di kontrakan sekitar RSCM. Rudy sudah lebih setengah tahun menghentikan perobatannya karna saat itu dirasa sudah baik dan bisa melanjutkan sekolahnya, namun kini ia harus kembali berobat ke RSCM karna saat diperiksa terakhir ia harus melakukan pengecekan ke RSCM kembali, #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 695. Kemoterapi rawat inap yang ke enam belas sudah dilakukan Alhamdulillah kondisi Rudi stabil untuk tindakan medis selanjutnya Rudi akan melakukan kemoterapi rawat jalan namun sebelum kemoterapi rawat jalan rencananya Rudi akan melakukan suntik sumsum tulang belakang. Semoga pengobatannya dilancarkan. Aamiin,

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Rudi menderita Riwayat Penyakit Tumor Maxilla

Rudi menderita Riwayat Penyakit Tumor Maxilla


SUHAYAT OYO (28, Tumor pada Telinga), Alamat Kampung Pamatang RT.14/7, Desa Sukacai, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak kecil mengalami memar pada daun telinga kanannya, namun sudah 1 tahun ini, daun telinga kanannya dirasakan sakit dan gatal disertai pembengkakan, Suhayat anak kedua dari tiga bersaudara putra bapak Satiri (61) dan ibu Sarwiyah (56) tidak bisa berbuat banyak untuk mengobati sakitnya, Suhayat sejak sakit sudah tidak bisa bekerja yang sebelumnya ia bekerja menjadi buruh bangunan dengan gaji harian, sementara kedua orang tuanya tergolong dari keluarga miskin dan tidak bisa membantu anaknya berobat. Dibantu warga sekitar, Suhayat bisa menjalani pengobatan hanya sampai RSUD Serang Banten, sejak dirujuk pengobatannya ke RSCM setahun yang lalu, Suhayat tidak bisa melanjutkan pengobatannya karana tidak ada biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Suhayat dan keluarganya, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 693. Jelang pemanggilan dari team dokter untuk melakukan operasi. Suhayat Oyo diharuskan melakukan konsul di poli Bedah Tumor RSCM. Semoga pengobatannya dilancarkan dan Suhayat Oyo diberikan kesembuhan. aamin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Suhayat menderita Tumor pada Telinga

Suhayat menderita Tumor pada Telinga


ENI NURAENI (20, Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah). Alamat : Kampung Babakan Girang RT.1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak Banten. Eni Nuraeni, anak pertama dari dua bersaudara putri bapak Husen (43) dan ibu Yoyoh (39), sudah empat tahun ini menderita sakit Bells Pallsy (Kelainan pada syaraf wajah), Gejala awal sakitnya di rasakan Eni Nuraeni sejak ia masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP, Eni Nuraeni sering mengalami demam panas tinggi dan nyeri disekitar rahang atau telinga serta kejang-kejang / kejang pada mata, bibir dan hidungnya, rasa sakitnya ini menyerang Eni Nuraeni jika kondisi badan dalam keadaan cape dan lelah, Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolahnya terganggu, pasca lulus dari SMP, Eni Nuraeni tidak bisa meneruskan pendidikannya ke SMU karna sakitnya, Pengobatan sering dilakukan, Bapak Husen yang bekerja sehari-hari menjadi buruh tani terus mengusahakan kesembuhan untuk putri tercintanya ini, namun pasca di rujuk pengobatannya ke RSCM jakarta dari RSUD Adji Darmo Lebak Banten, bapak Husen tidak memiliki biaya lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan untuk biaya kos dan biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 692. Pasca mencabutan inplant pada mata kanannya, Eni Nuraeni sudah kembali dijadwalkan untuk operasi besar bedah wajah yang tujuannya untuk memperbaiki urat syaraf yang rusak pada bagian dalam telinga dan wajahnya. Mohon doa dari rekan sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah


YUDISTIRA PRATAMA, (5, Jantung Bocor dan Microcephalus), Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery pasca operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya untuk tes Lab yang tidak dijamin Jamkesmas setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 692. Team dokter yang menanganinya menyarankan Yudistira Pratama untuk melakukan operasi kelamin. Namun sebelum operasi Yudistira diharuskan melakukan beberapa tes Lab seperti tes Lab Kromoson. Tes ini untuk menentukan jenis kelamin Yudistira Pratama. Karna memang Yudistira memiliki kelamin ganda.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.700.000,-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Microcephalus

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Microcephalus


ABDULLAH ANIS SYUKURILLAH (25). Riwayat penyakit: gangguan depresi. Alamat: Jl.Budi Mulia RT.13/4, Pademangan Barat. Anis adalah pasien yang pernah disantuni #SedekahRombongan sejak tahun 2012. Ia memiliki riwayat gangguan depresi  berat. Gangguan tersebut Anis alami  setelah ibunya meninggal beberapa tahun yang lalu. Sebelum mengalami sakitnya, Anis pernah bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan jasa kurir namun akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut agar ia lebih fokus pada pengobatan.  Anis pernah menjalani rawat inap  dirawat di RSJ Soeharto Heerjan ketika kondisinya akut. Alhamdulillah kondisi kejiwaan Anis sesudah dirawat semakin membaik. Saat ini Anis akan dipindahkan perawatannya ke Yayasan Galuh di Rawa Lumbu Bekasi. Bantuan #SedekahRombongan disampaikan kepada Anis setelah sebelumnya masuk di Rombongan 663.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.000.000,-
Tanggal: 20 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @harji_anis

Abdullah mengalami gangguan depresi

Abdullah mengalami gangguan depresi


WARDINI BINTI CARMADI ( 31, Pembesaran Payudara).  Alamat: Jl. Swadaya 4 No. 22 K, RT.5/6, Kelurahan Rawabunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ibu Wardini melahirkan dua perempuan bayi kembar pada tanggal 18 April 2015 bu Wardini yang ia beri nama Sinta Irawan dan Santi Irawan di RSCM, Jakarta. Ia melahirkan secara caesar dan menggunakan fasilitas BPJS kesehatan kelas III sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Ibu Wardini sudah memiliki dua orang anak sebelum ini. Selama kehamilannya ketiganya  ini ia mengalami kelainan di payudaranya. Awalnya saat kandungannya menginjak usia dua bulan, payudaranya mengalami pembesaran dan semakin membesar seiring pertambahan usia kehamilannya.  Saat  kandungannya 9 bulan dan sudah waktunya melahirkan, payudaranya  membesar bahkan melebihi ukuran kepala orang dewasa. Sebelumnya, Ibu Wardini telah memeriksakan diri di RS Karyadi Semarang.  Menurut dokter kandungan,  kemungkinan keadaan tersebut terjadi karena gangguan hormonal dan kelainan sel darah putih.  Ia juga sudah periksa ke dokter spesialis bedah namun belum dapat memastikan apa yang dialami Ibu Wardini dan memintanya untuk kembali lagi ke RS Karyadi enam bulan setelah melahirkan. Orangtua Ibu Wardini yang tinggal di Jakarta meminta Ibu Wardini untuk kembali ke Jakarta karena kuatir  jika ia melahirkan di Semarang tidak ada keluarga yang mengurus. Akhirnya, Ibu Wardini memutuskan untuk pulang dan melahirkan di Jakarta. Ketika air ketubannya pecah dan mulai mengalami kontraksi, Ibu Wardini dibawa ke RS Budi Asih Jakartaoleh kader kesehatan di lingkungan rumahnya namun  kemudian ia  dirujuk ke RSCM. Di rumah sakit ini juga belum ada yang dapat menjelaskan apa  yang ia alami. Bu Wardini ingin berobat di RS Karyadi Semarang saja meski ia disarankan  untuk kembali beberapa hari setelah melahirkan. Kurir #SedekahRombongan yang bertemu Bu Wardini  menyarankan agar ia berobat di RSCM saja karena lebih dekat dengan rumah dan  juga tak perlu meninggalkan anak-anaknya. Mereka saat ini bingung memikirkan biaya berobat. Suami Bu Wardini, Asep Irawan (33)  sehari-harinya bekerja sebagai tukang masak di rumah makan daerah Bekasi berpenghasilan sangat kecil, yang hanya cukup untuk makan sehari-hari dan membayar kontrakan. Suami Bu Wardini  hanya dapat pulang seminggu sekali agar dapat menghemat biaya. Di rumah  kontrakan sempit dan sederhana yang hanya terdiri dari 1 ruangan untuk tidur dan dapur kecil yang berdekatan dengan kamar mandi itulah, sebagian besar hari-hari Bu Wardini dihabiskan bersama kedua anak kembarnya serta kedua orangtuanya. Kurir #SedekahRombongan  menyarankan Bu Wardini untuk menanyakan ke RS Karyadi, apakah ia harus tetap berobat di rumah sakit tersebut atau bisa berobat di RSCM saja. Bu Wardini masih memikirkan tindakan terbaik yang akan dia pilih dan jika keputusan apapun inshaAllah kurir  #SR  bersedia mendampingi. Bantuan untuk Bu Wardini segera disampaikan dan akan dipergunakan untuk membeli susu dan serta keperluan sehari-hari. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.1.500.000,-
Tanggal :  30 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @ririn_restu @nurmanmlana @harji_anis @hapsarigendhis

Ibu wardini menderita Pembesaran Payudara

Ibu wardini menderita Pembesaran Payudara


SUTIKAH BINTI ANSHORI (72, Gangguan Jantung).  Alamat: Kampung Gusti RT.5/15 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Ibu Sutikah tinggal bersama anak dan menantunya dirumah kontrakan yang berukuran 3×4 meter.  Sudah sejak satu bulan yang lalu Bu Sutikah menderita sesak nafas dan demam. Semula, Agus, anak Bu Sutikah mengira bahwa Bu Sutikah hanya menderita sakit demam biasa. Bu Sutikah hanya diobati dengan obat yang dibeli di warung. Kondisinya sempat membaik, namun beberapa hari kemudian Bu Sutikah kembali mengalami demam tinggi disertai sesak nafas dan beberapa kali tidak  sadarkan diri. Pak Agus kemudian membawa ibunya ke Puskesmas dan ia diberi obat untuk tiga hari serta diminta kontrol 3 hari kemudian. Setelah obat habis, Agus kembali membawa Ibu Sutikah ke Puskesmas dan disimpulkan Ibu Sutikah mengalami gangguan jantung. Ia dirujuk ke RS Atmajaya Pluit Jakarta Utara untuk perawatan lebih lanjut. Pak Agus kemudian membawa ibundanya ke rumah sakit tersebut tanpa bekal jaminan kesehatan karena mereka belum mengurus BPJS. Setelah tujuh hari dirawat inap dan kondisinya membaik, Bu Sutikah diperbolehkan pulang.  Mereka bingung ketika harus kontrol 1 minggu berikutnya, karena kondisi keuangan Pak Agus yang pas-pasan serta kesulitan biaya pelunasan rawat inap sebesar Rp 5.000.000.- Syukurlah Pak Agus mendapat pinjaman dari tetangga sekitar, sehingga tanggungan itu dapat dilunasi. Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga ini dan menyampaikan bantuan untuk biaya transport.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana  @anis_harji @hapsarigendhis

Ibu sutikah mengalami  Gangguan Jantung

Ibu sutikah mengalami Gangguan Jantung


MOHAMMAD RIFKI (10, Katarak). Alamat: Kampung Kolam RT .2/17 Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Rifki adalah siswa  kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah. Anak ke 3 dari 4 bersaudara ini putra Bapak Suharto(45) dan ibu Helena Ropina (42) ini menderita katarak sejak lahir. Penglihatan Rifki kabur yang ia gambarkan seperti ada kelambu yang menghalangi penglihatannya sehingga ia hanya dapat melihat dalam jarak pandang yang sangat dekat saja. Menurut Rifki untuk makanpun ia harus melihat makanan dengan sangat dekat. Demikian juga di sekolah, ia harus duduk di barisan paling depan agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Rifki sudah menjalani 3 kali operasi di RSUD Tanjung Pinang, namun karena belum mengalami perbaikan penglihatan ia dirujuk ke rumah sakit Jakarta. Saran tersebut belum dilakukan karena mereka tidak memiliki sanak keluarga di Jakarta dan bingung akomodasi dan transport sehingga pengobatan Rifki sempat tertunda. Hingga akhirnya suatu hari bertemu dengan seseorang yang menyarankan agar Rifki dioperasi di RS Embung Fatimah Batam. Alhamdulilah setelah menjalani  1 kali  operasi,   penglihatannya membaik. Sudah ada perubahan pada mata yang kiri yang diketahui minus 6. Rencananya pada tanggal 7 Mei 2015 akan dilakukan operasi yang ke 5 untuk mata yang kanannya. Kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini sehingga bantuan untuk Rifki dapat  disampaikan. Bantuan tersebut digunakan untuk biaya transportasi ke Batam melalui Tanjung Pinang. Mereka membutuhkan waktu lebih dari 3 jam perjalanan dengan kapal feri. Selain itu mereka juga berencana menggunakan bantuan untuk membeli kacamata karena kacamata yang sebelumnya sudah pecah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 26 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @ieda_salim @hapsarigendhis

Rifki menderita Katarak

Rifki menderita Katarak


NUR KHUMAIRAH RAYA (6, Thypus). Alamat :  Kp. Bencongan RT.4/1 No. 33 Kelapa Dua Tangerang.  Era, demikian biasa ia dipanggil saat ini masih duduk di kelas 1 SDN Nangka Tangerang.  Era sudah piatu, sejak ibunya Puji Yulian Prihatini meninggal karena typhus 2 tahun yang lalu. Sejak saat itu Era tinggal bersama kakaknya yang bekerja sebagai supir, karena ayah Era saat ini tidak diketahui di mana keberadaannya. Era kini menderita typhus, dan sudah satu minggu dirawat di RSU Siloam Karawaci Tangerang. Era tidak mempunyai kartu BPJS maupun Jamkesmas sehingga perawatannya  menggunakan biaya umum. Agar dapat dirawat mereka membayar jaminan sebesar Rp 900.000.-  Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan di rumah sakit, kondisi Era masih lemah. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang digunakan untuk biaya transport dan membeli obat. Semoga Allah memberi kesehatan dan kesembuhan kepada Era, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 April 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @nurmanmlna @nurzainpriyatno @hapsarigendhis

Nur menderita Thypus

Nur menderita Thypus


DEVAN NOUFAL ARGANI (5 bulan, Hydrocephalus) . Alamat : Kavling Serpong RT .4/3, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Devan Noufal Argani adalah anak kedua, putra  pasangan Dian Yos Prasetyo (31) dan Mia Suryatiningsih (28). Bayi mungil yang biasa dipanggil dengan Devan itu secara fisik terlihat seperti normal seperti anak-anak seusianya. Namun bila diperhatikan lebih seksama, terlihat bagian kepala Devan membesar perlahan-lahan. Pembesaran itu mulai terlihat saat ia berusia 3 bulan. Oleh ibunya Devan dibawa ke Puskesmas Serpong. Dari puskesmas, Devan dirujuk ke rumah sakit, namun karena belum terdaftar sebagai peserta BPJS, mereka tidak melanjutkan pengobatan.  Ayah Devan awam mengenai pengurusan BPJS. Persyaratan untuk mengurus BPJS-pun belum semua terpenuhi.  Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan Allah bertemu dengan keluarga Devan. Menurut ayah Devan, KTP dan KK yang mereka miliki masih tercatat domisili  Cilacap. Mereka berencana mengurus akte kelahiran dan BPJS sesuai alamat KTP. Santunan dari sedekaholics #SR segera disampaikan untuk keluarga ini. Semoga Allah memberi kemudahan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @nurmanmlana @ndaaaaayy @hapsarigendhis

Devan menderita Hydrocephalus

Devan menderita Hydrocephalus


ANING BIN MAHMUD (32, Gangguan Jiwa).  Alamat:  Kedung Halang Poncol, RT 3/6, Kelurahan Sukaresmi, Kota Bogor. Aning, anak ketiga dari 5 bersaudara, pasangan Bp. Mahmud (almarhum) dan Ibu Aisah. Saat remaja, kondisi kesehatan Aning baik. Namun sejak ayahnya meninggal ketika ia berusia 17 tahun,  mulai terlihat perubahan perilaku Aning. Ia terlihat sering melamun dan menyendiri.  Ia mulai mengalami gangguan jiwa. Kini di rumahnya yang sangat sederhana,  Aning tinggal bersama ibu, kakak dan 2 adiknya.  Adik perempuan Aning juga mengalami gangguan yang sama dengan dirinya. Kini  Aning masih suka menyendiri  dan jarang mau berkumpul dengan semua anggota keluarga. Bahkan akhir-akhir ini kondisi gangguan jiwanya semakin memburuk. Menurut ibunya, Aning mulai terlihat sering berbicara sendiri serta mudah emosi. Jika marah, Aning mengamuk dan merusak barang yang ada di sekitarnya. Aisah, ibu Aning hanya bisa menangis melihat keadaan anaknya, demikian juga kakak-kakak Aning tidak bisa berbuat banyak karena ketidaktahuan mereka tentang kondisi Aning. Kurir #SR mendapat informasi mengenai keadaan Aning dan segera menyampaikan bantuan agar Aning segera dibawa berobat ke rumah sakit. Kurir #SR juga menyampaikan tentang apa yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk kondisi yang dialami Aning. Semoga Allah memberi kesembuhan yang terbaik kepada Aning. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir: @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Aning menderita Gangguan Jiwa

Aning menderita Gangguan Jiwa


AGUS SULISTYO BIN SOELIYO (36, Kusta). Alamat: Lembah Hijau Gobel Blok C.13 No.5 RT.8/13 Desa Mekarsari, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Pak Agus menderita penyakit kusta. Karena sakit yang dideritanya, membuat ia terpaksa berhenti bekerja dari perusaan leasing. Bahkan sejak setahun yang lalu ia bahkan sudah tak memiliki biaya  sehingga pengobatan yang rutin dilakukan menjadi terhenti.  Istri pak Aguslah yang kini mencari nafkah dengan  berjualan donat keliling agar mendapat uang untuk makan hari itu. Terkadang tetangga mereka membantu keluarga ini denagan memberi makanan. Pak Agus sempat dirawat di RS Kusta Sitanala Tangerang dan sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik. Saat ini Pak Agus kembali kambuh penyakitnya. Ia diminta meninggalkan kontrakan yang mereka tinggali karena pemilik kontrakan kuatir penyakitnya menular ke warga sekitar. Akhirnya dengan Pak Agus dibawa ke rumah orangtuanya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan ketiga kepada Pak Agus untuk membantu biaya berobat. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 676 . Semoga Allah memberi kesembuhan terbaik. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 30 April 2015
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Pak agus menderita Kusta

Pak agus menderita Kusta


ZAINUDIN BIN JUHANDI (58, Bantuan Kegiatan Pendidikan), biasa dipanggil Pak Udin adalah seorang guru mengaji yang tinggal di Jl. Jembatan 2 RT .1/6 Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Sejak tujuh tahun yang lalu sebagian rumah Pak Udin digunakan untuk belajar mengaji bagi warga di lingkungan rumahnya di wilayah RW 06, khususnya anak-anak, remaja dan ibu-ibu. Jadwal mengaji diatur dengan rapi oleh Pak Udin sehingga warga di lingkungan tersebut dapat menyesuaikan dengan aktivitas mereka sehari-hari. Pagi hari adalah waktu belajar untuk anak usia sekolah dasar yang bersekolah siang hari.   Jadwal siang harinya bagi anak-anak yang bersekolah pagi. Untuk kegiatan mengaji sore hari digunakan bagi ibu-ibu dan remaja putri, 2 kali seminggu. Kegiatan mengaji malam hari untuk bapak-bapak dan remaja putra, diatur bergantian 2 kali seminggu. Pengajar pada kegiatan tersebut berasal dari warga warga setempat yang memperoleh beasiswa dan lulusan pesantren serta ustadz penduduk asli warga Sukaresmi. Mereka mengajar mengaji dengan ikhlas tanpa imbalan tertentu. Sebagai gambaran, wilayah RW 06 Kelurahan Sukaresmi ini adalah wilayah yang cukup padat penduduknya. Mayoritas tingkat ekonomi keluarga termasuk keluarga prasejahtera. Pak Udin dan pengurus RW 06 sangat berterima kasih atas bantuan yang diterima dari #SedekahRombongan. Bantuan ini akan digunakan untuk penambahan sarana dan fasilitas belajar mengaji. Harapannya kualitas belajar dan mengajar akan bertambah.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 April 2015
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Bantuan Kegiatan Pendidikan

Bantuan Kegiatan Pendidikan


UDIN SYAMSUDIN BIN MOCHAMAD SYAMSURI (65, sesak nafas dan kencing manis).  Alamat Kampung Gedong RT .3/1 Kelurahan Kemiri Muka,  Kecamatan Beji, Depok Jawa Barat.  Pak Udin adalah duda dengan 3 anak.  Sejak berhenti bekerja sebagai buruh swasta beberapa  tahun lalu ia mulai sering merasa lelah, sesak nafas dan penurunan berat badan. Badan Pak Udin terlihat semakin kurus dan lemah. g dan menjadi semakin kurus. Hafid (22), anak Pak Udin yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir membawanya berobat ke Puskesmas dengan jaminan BPJS. Pak Udin kemudian  dirujuk ke RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur. Alhamdulillah penyakitnya dapat ditangani.  Ketika Kurir #SedekahRombongan datang mengunjungi  pak Udin tampak sedang terbaring lemah di kasur tipis di lantai di sebuah kamar ukuran 2×3 meter. Terlihat tarikan nafas Pak Udin tampak berat dan perut pak Udin sudah tampak membesar. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 April 2015
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis.

Pak udin menderita sesak nafas dan kencing manis

Pak udin menderita sesak nafas dan kencing manis


NANAH HASANAH BINTI HASAN (52, Lumpuh). Alamat: Kampung Dekeng RT.3/3 Kelurahan Dekeng Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Bu Hanah adalah seorang janda dengan 5 orang anak. Suaminya sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Saat ini mereka tinggal di rumah kecil yang sangat sederhana.  Pekerjaan sehari-hari Bu Hanah berjualan soto mie dibantu anak lelakinya. Riwayat penyakit Bu Hanah awalnya darah tinggi. Gejala penyakit darah tinggi yang telah lama ia rasakan itu umumnya hanya sakit kepala dan dianggap biasa oleh Bu Hanah.  Pada bulan Januari 2015 penyakit darah tinggi Bu Hanah kembali kambuh disertai dengan kelumpuhan pada dari pinggang hingga kedua kakinya. Akibatnya Bu Hanah tidak bisa berjalan, berdiri maupun duduk  bahkan kedua kakinya sudah tidak dapat digerakan sama sekali. Untuk melakukan aktivitas sederhana saja seperti menggerakkan atau menggeser posisi badan saat tidurpun  ia  harus dibantu. Ia sudah berobat di RS Ciawi dan kemudian dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Saat ini setiap 2 minggu Bu Hanah kontrol berobat mengggunakan jaminan BPJS. Karena sakit, Ujang (25) anak Bu Hanah yang kini berjualan soto mie. Selama sakit ini Bu Hanah tinggal di rumah kontrakan sementara. Hal ini karena karena kondisi rumah Bu Hanah yang letaknya sangat terpencil dan tidak dapat dilalui kendaraan serta jalannya curam. Hal ini menyulitkan jika akan membawa Bu Hanah berobat karena harus digotong maupun dibawa dengan tandu. Rumah mereka sering dimasuki ular jika musim hujan, sehingga kuatir membahayakan Bu Hanah. Alhamdulillah santunan dari sedekaholics #SR dapat disampaikan kepada Bu Hanah. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan:  Rp.500.000,-
Tanggal : 23 April 2015
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu nanah menderita Lumpuh

Ibu nanah menderita Lumpuh


SOPIYAN BIN SANIM (35, TB Paru, Suspek Tumor Paru).  Alamat : Cikaret RT.6/1 Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan. Kota Bogor.  Sopiyan biasa dipanggil Iyan, sebelum sakit pekerjaannya adalah kuli bangunan. Iyan sudah menikah dan memiliki satu anak usia balita. Namun saat ini Iyan hanya tinggal bersama ibu dan anaknya karena istri Iyan pergi meninggalkannya. Mereka tinggal di kontrakan sederhana. Ibu Iyanlah yang bekerja mencari nafkah sebagai buruh cuci karena  kondisi fisik Iyan lemah dan tidak dapat bekerja lagi. Iyan berobat dengan menggunakan jaminan BPJS di Puskesmas Pancasan Bogor. Ia mendapat obat penyakit TB-nya serta suntikan rutin. Setelah beberapa bulan kondisi Iyan terus memburuk. Kurir #SR mendapat informasi bahwa Iyan dirawat di RS Ciawi karena ada cairan di rongga parunya. Saat dikunjungi #SedekahRombongan Iyan berada di ruang isolasi dan terlihat kedua lengan hingga jarinya membengkak disertai sesak nafas. Saat ini sedang dilakukan tindakan mengeluarkan cairan tersebut dan observasi untuk mengehui penyebab penyakitnya. Diduga ada massa tumor di paru-paru Iyan. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal. : 26 April 2015
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Pak sopiyan menderita TB Paru, Suspek Tumor Paru

Pak sopiyan menderita TB Paru, Suspek Tumor Paru


MURIYANTO BIN TUKIMIN WIYONO SUKARSO (32 Tahun, Tumor Otak Tahap 1)  biasa dipanggil Pak Muri bertempat tinggal di desa Gatel RT 1 RW 5 Tambakboyo Tawangsari Sukoharjo Jawa Tengah telah mengidap tumor otak sejak tahun 2012. Putra kedua dari pasangan bapak Tukimin Wiyono Sukarso (52 tahun) dan ibu Sumasmi (52 tahun) telah memiliki istri bernama bu Eni Purwaningsih (34 tahun) dan telah dikaruniani putra bernama Hari Wibowo (10 tahun) yang sudah duduk dibagku kelas 3 di SDN Tambakboyo 2 Tawangsari Sukoharjo. Pak Muri telah menjalankan operasi 3 kali di RS dr Sardjito Yogyakarta. Sebelum divonis dokter mengidap tumor otak, pak Muri mengalami migrain dibagian kepala sebelah kiri yang terus menerus. Akhirnya dibawakan ke RSUD Sukoharjo dan di vonis tumor otak. Dari RSUD Sukoharjo dirujuk ke RSDM Surakarta untuk dilakukan operasi. Tetapi karena dokter di RSDM merasa ragu maka dirujuk ke RS dr Sardjito Yogyakarta. Beruntung semua perawatan dirumah sakit tidak dipungut biaya kecuali biaya transport dari rumahnya ke Jogja, karena sudah memiliki JAMKESMAS. Sekitar bulan November 2012 pak Muri menjalankan operasi pertama. Setelah itu operasi kedua dilakukan pada Maret 2013. Dari hasil operasi kedua pak Muri mengalami lumpuh, indra pengelihatan, perasa dan pendengaranpun berkurang dan sering mengalami kejang-kejang. Akhirnya April 2013 dilakukan operasi ketiga di RS dr Sardjito Yogyakarta. Setelah menjalankan operasi ketiga pak Muri melakukan kontrol ke dokter di RS Dr Sardjito sebulan sekali. Pak Muri setiap harinya harus  meminum obatnya, jita telat sehari tidak minum obat pak Muri akan mengalami kejang-kejang dan mata sebelah kanannya seperti mau keluar. Sekarang kondisi pak Muri perlu istirahat terus dan tidak bisa jalan atau duduk terlalu lama sehingga hanya bisa tidur. Dari hasil pemeriksaan kontrol bulan Januari 2015 masih terdapat residu tumor di fossa temporalis dextra. Sebenarnya awal Maret 2015 keluarga dapat panggilan dari RS dr Sardjito untuk melaksanakan operasi ke empat. Tetapi pak Muri belum siap menjalankan operasi karena trauma setelah operasi pasti tubuh pak Muri lumpuh. Sekarang pak Muri memiliki pantangan tidak boleh makan makanan yang mengandung MSG, makanan cepat saji, dan ayam lehor. Pak Muri yang dulu bekerja membantu ayahnya membuat meubel dirumah semenjak menderita sakit tidak bisa lagi bekerja. Sehingga yang menjadi tulang punggung keluarga sekarang istrinya Bu Eni dengan berdagang jamu keliling dengan ibu mertuanya dengan penghasilan sekitar Rp. 20.000 perhari. Beruntung putra tunggalnya sekolahnya di SD Negri sehingga tidak dipungut biaya kecuali untuk keperluan buku dan seragam. Rumah yang ditinggali oleh pak Muri bersama istri, anak, ibu, ayah, dan 2 adiknya yang masih sekolah di SMK adalah rumah yang dibangun di atas tanah orang lain atau istilah jawanya mager sari. Saat ini pak Muri sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan dan persiapan operasi ke empat, mengingat pak Muri adalah kepala keluarga yang harus mencari nafkah untuk keluarganya. Alhamdulillah, pak Muri dipertemukan oleh Allah SWT dengan kurir #SedekahRombongan. Senin 4 Mei 2015 santunan lepas sebesar Rp. 3.000.000 dari para #SedekahHolic disampaikan kepada keluarga  pak Muri. Keluarga pak Muri mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada #SedekahRombongan dan hanya bisa mendoakan semoga sedekahnya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Rencananya santunan akan digunakan untuk biaya pengobatan pak Muriyanto. Keluarga memohon doa kepada semuanya agar Pak Muri bisa sembuh dan diangkat penyakitnya serta bisa melaksanakan tugasnya sebagai kepala keluarga.

Jumlah santunan : Rp. 3.000.000
Tanggal : 4 Mei 2015
Kurrir : @lastiko , @RizqiRizqie

Muriyanto menderita Tumor Otak Tahap 1

Pak Muriyanto menderita Tumor Otak Tahap 1


JENI OKTA SAFITRI BIN HERI ( 5 Tahun, Leukimia ). Lahir di Pacitan tanggal 04 juni 2010 .Alamat:  RT 03, RW 06 Dusun Tugu, Desa Ngunut,  Kecamatan Bandar,Kabupaten Pacitan.  Jeny  adalah balita yang masih berusia 5 tahun,saat ini   ia menderita sakit Leukimia akut. Awalnya tahun 2013 dia mengalami penyumbatan darah sehingga terpaksa dioperasi di RS.Harjono Ponorogo. Dari operasi tersebut orang tuanya menghabiskan uang Rp.30.000.000 lebih. Dari operasi tersebut alhamdulillah penyakitnya dapat di angkat.  Namun, awal bulan februari 2014 Jeny kembali sakit, dan akhirnya di bawa ke RS.Sardjito Yogyakarta untuk menjalani pemeriksaan. Hasilnya ternyata Jeny terkena penyakit leukumia akut, dan solusinya harus di kemotherapi. Ibunda Jeni kurang mampu dalam biaya untuk proses perawatannya. Semoga bantuan Sedekah Rombongan ini bisa meringankan beban keluarganya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 April 2015
Kurir : @Mawan@Lulut

Ibu jeni menderita Leukimia

Ibu jeni menderita Leukimia


AZIZ DEBIA AROBI, (19, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT.4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama,  yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup.  Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya,  semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 5 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen  beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit  hanya cukup untuk 1 bulan dan ia  harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman  kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Saat ini Aziz rutin menjalani kontrol ke RSCM. Agenda hari Senin tanggal 4 April 2015, ia akan menjalani cek jantung, darah lengkap dan mengambil obat di RSCM.  Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RSCM. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 681. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @suharna_yana @mardisay @hapsarigendhis

Pak aziz menderita  Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum

Pak aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum


FATIMAH BINTI MIIN (50, Diabetes Melitus). Alamat : Tridaya Indah 2 Blok C7/4 RT.2/3, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Suami Bu Fatimah,  Pak Ujang Sukiman  sehari-hari bekerja sebagai tukang odong-odong dengan penghasilan tidak tetap. Gejala penyakit bu Fatimah berawal pertengahan tahun 2013. Ia sering merasakan nyeri, kesemutan dan lemas di bagian paha hingga  ke jari-jari kakinya. Di sela-sela kondisi fisiknya yang lemah, ia hanya bisa pasrah karena tidak ada biaya untuk berobat,  karena selain dirinya, kedua anaknya pun sakit-sakitan. Pada bulan Oktober 2013, di betis kanannya timbul seperti bekas luka kecil  yang lama kelamaan membesar. Tahun 2014,  atas bantuan Ketua Rukun Tetangga  setempat, Bu Fatimah dibuatkan kartu  BPJS. Ia kemudian berobat  ke RS Kartika Husada Tambun. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, ia dinyatakan mengalami Diabetes Melitus dan menjalani perawatan selama 1 bulan di rumah sakit.  Saat ini Bu Fatimah kontrol rutin di RS Kartika Husada. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak menyampaikan bantuan lanjutan untuk membantu biaya berobat ke rumah sakit dan membeli obat yang tidak dicover BPJS. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 674. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk kelangsungan pengobatan Bu Fatimah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 29 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Kikie_SR @hapsarigendhis

Ibu fatimah menderita Diabetes Melitus

Ibu fatimah menderita Diabetes Melitus


MIA AULIA (5, Jantung Bocor). Alamat  Kp. Srengseng RT.3/5, Desa Sukamulia, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Mia adalah putir Bp. Mistar (37) dan Ibu Manih (29). Ayah Mia sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Sejak kecil Mia sudah mengalami gangguan jantung, namun ia belum  sempat berobat karena kedua orang tuanya tidak memiliki biaya.  Dua tahun yang lalu Mia mulai berobat ke RS  Hasan Sadikin Bandung karena kondisi penyakitnya kian berat sampai dirawat inap. Mereka berobat menggunakan Jamkesda Kabupaten Bekasi.  Setelah menjalani perawatan beberapa minggu, akhirnya Mia diperbolehkan pulang. Setelah perawatan itu Mia hanya beberapa kali kontrol karena keterbatasan biaya. Pada tanggal 29 April 2015, Mia terpaksa dibawa  ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta karena  penyakitnya kambuh lagi.  Alhamdulillah, Mia dapat ditangani dan kondisinya pulih kembali.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transport selama berobat. Bantuan sebelumnya masuk pada  Rombongan 343.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @alle_Recyclle @hapsarigendhis

Mia menderita Jantung Bocor

Mia menderita Jantung Bocor


RIDWAN GINTING (44, karsinoma sel skuamosa). Alamat: Jl. Bintara Jaya 8 RT.13/9, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kotamadya Bekasi Jawa Barat. Pak Ginting sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di sekitar tempat tinggalnya. Istrinya, Wiwit Dwi Handayani (37) adalah seorang ibu rumah tangga.  Gejala penyakit Pak Ginting bermula ketika  muncul benjolan kecil di dalam telinga kanannya  yang kemudian dikorek dengan lidi dan kapas agar sembuh. Namun sebaliknya benjolan tersebut ternyata semakin membesar hingga kini, bahkan diikuti  timbulny bintik-bintik di muka, telinga dan sekujur badan. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan keluarga agar keadaan Pak Ginting pulih kembali. Dari hasil pemeriksaan di RS. Persahabatan Jakarta Timur ia dinayatakan mengalami kanker kulit (karsinoma sel skuamosa). Ia kemudian dirujuk ke RSCM Jakarta. Dalam kondisi seperti ini Pak Ginting sudah tidak bisa bekerja lagi sehingga seringkali untuk biaya transport ke RSCM dirasakan sangat berat. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak dipertemukan Allah dengan Pak Ginting, sehingga bantuan awal dapat segera disampaikan. Dapat dibayangkan kebahagiaan yang dirasakan Pak Ginting manakala dalam kesulitan seperti ini ia mendapat pertolongan Allah. Ia dapat merasakan uluran bantuan dari #SedekahRombongan. Semoga Allah memberinya kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 Mei 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa @hapsarigendhis

pak ridwan menderita karsinoma sel skuamosa

pak ridwan menderita karsinoma sel skuamosa

—-
RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. #SedekahRombongan Area Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung, fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RUSPN RSCM kita mengontrak dua rumah untuk pasien rawat jalan, tentunya mereka menjadi perhatian kita sehari-harinya. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-harinya dengan menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listriknya untuk 2 rumah singgah tersebut dan beberapa kamar kos yang kita sewa yang setiap bulan kita siapkan untuk mereka yang sedang berjuang berobat untuk kesembuhannya. Saat ini pasien yang ada di RSSR 1 & 2 berjumlah 30 orang ditambah keluarga yang mendampingi, Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik dan Operasional bulan Mei 2015.

Jumlah Bantuan Untuk RSSR 1 & 2 : Rp. 10.000.000,-
Tanggal: 30 Mei 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anies

Bantuan operasional

Bantuan operasional


FATAHIAH BINTI ECIM, (10, Keterbelakangan IQ), Alamat: Jl. Warakas 1, RT.13/1, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta. Ipat biasa Fatahiah dipanggil, adalah anak yang cantik buah dari pasangan ECIM (38) dan Linah (38). Kasihan sekali Ipat, yang memiliki penyakit yang sangat aneh yaitu Kelebihan Genetik, sudah beberapa tahun mereka berupaya berobat bahkan dibantu oleh Media dan Lembaga Sosial namun tidak konsisten dan berhenti di tengah jalan – terakhir berobat tahun 2011. Penyakit Ipat membuat perhatian banyak orang, bahkan hampir ada yang memanfaatkan untuk dijadikan obyek mencari uang demi bisnis pribadi karna hampir seluruh bagian badan depan dan belakang hingga kaki Ipat ditumbuhi bulu dan pernah baru sekali dioperasi sebagian kulitnya yang memerlukan waktu bertahap dan seharusnya terus berlanjut ke operasi berikutnya, maklum waktu itu yang harus sedianya membantu raib tak melanjutkan bantuannya – Sementara Ecim hanya bekerja sebagai penambal ban di pinggir jalan kampung serta Linah beburuh sebagai Kuli Cuci Gosok. Karna penyakit aneh itu yang membuat Ipat rendah diri serta keadaan ekonomi keluarga Ecim yang menanggung 6 jiwa dengan penghasilan di bawah kecukupan itu, Ipat pun kini tidak dapat melanjutkan sekolah. Harapan mereka Ipat dapat dibantu lagi dan tumbuh sehat seperti rekan-rekan sebayanya untuk menatap masa depannya dengan baik, Alhamdulillah – beberapa #Sedekaholics menginfokan tentang keberadaan Ipat dan menitipkan bantuannya khusus untuk Ipat hingga proses operasi pada bagian kelaminnya sudah dilakukan walau kedua orangtuanya memutuskan untuk operasi kulitnya tidak dilanjutkan, Bantuan lanjutanpun disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 666 . Bantuan saat ini difokuskan untuk 10 kali therapy IQ Ipat di RSCM, seminggu 2 kali jadwalnya karna hingga saat ini Ipat masih belum mengenal huruf dan warna.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 April 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis

Pak fatahiah menderita karsinoma sel skuamosa

Pak fatahiah menderita karsinoma sel skuamosa


YAYASAN REHABILITASI CACAT MENTAL “GALUH”, beralamat di Jl. Cut Mutia, Bambu Kuning No. XI, Kampung Sepatan, RT 3/2, kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi. Ketua: Bpk. Suhanda Gendu, 59 tahun, anak dari Gendu Mulatip (Pendiri). Yayasan ini menampung orang-orang cacat mental/Gila baik yang punya keluarga ataupun yang ada di jalanan sejak tahun 1980, Diatas Tanah serta sebagian bangunan dengan total luas 4.000m, saat ini ada sekitar 320an pasien dari Bekasi dan luar kota lainnya, Kebutuhan beras dalam sebulan mencapai 4,5 Ton + Lauk Pauk yang harus mereka siapkan dibantu relawan sebanyak 40 orang. Mereka adalah orang-orang yang terpilih Tuhan dengan Ikhlas dan tanpa pamrih merawat dan mengobati orang-orang yang cacat mentalnya atau gila dan tak terurus pihak keluarganya. Mereka sangat membutuhkan bantuan kita, Alhamdulillah sejak tahun 2012 #SedekahRombongan rutin menyampaikan untuk keperluan operasional Yayasan Galuh dan setelah bantuan terakhir sebelumnya masuk pada Rombongan 573.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @jawierjawa

Bantuan operasional

Bantuan operasional


SYARIF NURDIANSYAH (38, Neurofibromatosis). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.2/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Syarif menderita neurofibromatosis sejak ia remaja. Tak sanggup dibayangkan jika nasib yang dialami guru ngaji ini menimpa kita! “Hanya 15 tahun saya bisa menikmati hidup dengan kondisi sehat dan normal. Saya sakit-sakitan sejak kelas 3 STM,” cerita Syarif sambil menghela nafas panjang, ditemani istrinya, Entin Sutianah (30) di rumahnya. Neurofibromatosis merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan adanya benjolan berisi jaringan saraf (neurofibroma) di bawah kulit. Penyakit ini biasanya mulai muncul sejak usia remaja. Selama ini Syarif sudah berobat ke rumah sakit dengan kartu Jamkesmas, namun tidak teratur karena terkendala biaya transport ke rumah sakit. Maklum saja penghasilannya hanya didapat dari berjualan di depan sekolah. Pak Syarif amat layak disantuni agar berkurang penderitaannya dan bisa melanjutkan upaya kesembuhannya. Alhamdulillah #SedekahRombongan sampai saat ini terus membantu dan mendampingi Pak Syarif berobat. Kini Pak Syarif harus menjalani bedah beku seminggu sekali di RSHS Bandung. Terapi bedah beku secara rutin harus ia jalani untuk mengurangi benjolan di sekujur tubuhnya. Sebelum ke RSHS ia menjalani pemeriksaan laboratorium darah berupa bleedeng time dan clothing time di Puskesmas Ciwidey. Pada kontrol kedua di bulan Januari 2015 Syarif sempat menginap dua malam di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Pak Syarif juga mengalami kebutaan dan sudah diperiksa di RS Mata Cicendo Bandung. Pada pemeriksaan minghu terakhir bulan Aptil 2015, ia ditangani juga oleh tim medis Bagian Syaraf dan ia mendapatkan pemeriksaan RMI di RSHS Bandung. Karena Pak Syarif masih memerlukan bantuan untuk melanjutkan ikhtiar berobatnya, kembali. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transport, membeli obat dan biaya sehari-hari kepada muadzin yang rutin mengajar mengaji di mushola ini. Bantuan sebelum ini sudah masuk di Rombongan 680.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis

Pak syarif menderita Neurofibromatosis


OTONG MULAWARMAN (49, Gangguan Tiroid). Alamat: Kampung Cimuncang Tengah RT.2/7, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Sungguh berat cobaan yang dialami Mang Otong –begitu sering ia disapa! Ia terus diuji dengan penyakit dan kemiskinan! Pofesinya hanya buruh cuci di perusahaan katering di kota Bandung. Istrinya, Anah R (38) hanya ibu rumah tangga yang tak punya pekerjaan untuk menopang ekonomi keluarganya. Bersama istri dan anak tunggalnya, Mang Otong menempati rumah peninggalan mertuanya yang dibangun di tanah milik PJKA, yang kondisinya sudah tak layak huni. Penderitaan Mang Otong semakin berat sejak ia didiagnosis mengalami gangguan kelenjar tiroid pada tahun 2005 yang lalu. Berbekal JAMKESMAS, ia mengupayakan pengobatan namun tidak pernah sampai tuntas karena terhambat masalah biaya. “Untuk biaya hidup sehari-hari pun kembang kempis. Pekerjaan pun tidak setiap hari ada, padahal saya diupah harian …” tuturnya sambil menunduk. Berdasarkan penuturannya pula, ia juga pernah mengalami gangguan di matanya dan berobat rawat jalan di RSUD Soreang pada tahun 2005 sampai 2006. Hasil ikhtiarnya: matanya berfungsi baik walau harus dibantu kaca mata. Pada tahun 2009, ia sempat memulai kembali pengobatan untuk mengatasi gangguan tiroidnya, namun kembali terhenti karena alasan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan Mang Otong, dan bisa membantunya memotivasi agar ia kontrol teratur serta menyakinkannya bahwa penyakitnya dapat diobati dengan ikhtiar dan izin Allah. Kini ia rutin sebulan sekali kontrol ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung mengobati gangguan tiroidnya; dan alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan. Akan tetapi, pada awal April 2015 ia merasakan kedua matanya mengalami penurunan fungsi. Ia harus diperiksakan lagi ke RS Mata Cicendo Kota Bandung. Ia masih memerlukan bantuan untuk terus berobat. Alhamdulillah, sedekaholik SR juga terus berempati kepada Mang Otong dan memberinya santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama berobat. Bantuan sebelum ini  sudah tercatat di Rombongan 673. Semoga ia dapat beraktivitas seperti biasa dan kembali bisa ikut mendampingi pasien #SR yang berobat di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin  @cucucuanda @hapsarigendhis

Otong menderita Gangguan Tiroid

Otong menderita Gangguan Tiroid


REKSA MUHAMMAD RAMADAN (Eja), (15, Gangguan Jiwa). Alamat: Kampung Cimuncang Utara RT.1/8, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Eja saat ini masih bersekolah kelas 3 SMP. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini tinggal bersama orangtua dan kedua kakaknya di tanah sewaan milik PJKA. Ayahnya, Rahmat Taufik (46 tahun) pedagang makanan di sekolah dan dikenal dengan panggilan “Rahmat Cireng.” Ibunya, Eulis (40) seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu Eja menderita gangguan jiwa setelah peristiwa kecelakaan yang dialami. Perilaku dan psikologisnya terganggu diduga akibat adanya benturan di kepala. Upaya melakukan terapi medis dan nonmedis sudah dilakukan. Eja bahkan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Cisarua Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan jaminan pembiayaan Jamkesmas. Sampai saat ini Eja rutin kontrol sebulan sekali ke RSJ Cisarua. Ayah Eja menceritakan beratnya beban yang mereka rasakan dengan keadaan Eja saat ini. Namun di balik itu, Pak Rahmat bersyukur karena Eja terlihat semakin pulih. Ia kembali rutin mengaji walau kkegiatan sekolahnya terhenti sementara (kini Eja sedang menunggu hasil Ujian Persamaan Paket C. Ia amat bersemangat untuk melanjutkan sekolah). Alhamdulillah, #SR bertemu kembali dengan Eja dan dapat menyampaikan santunan lanjutan untuk Eja. Bantuan yang diterima orangtua Eja di rumahnya ini digunakan untuk ongkos transportasi ke RSJ Cisarua Lembang dan biaya sehari-hari. Bantuan terakhir untuk Eja tercatat di Rombongan 663.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 21 April 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Reksa menderita Gangguan Jiwa

Reksa menderita Gangguan Jiwa


DEDE YAYAN (33, Patah tulang tangan kanan dan kaki kiri akibat kecelakaan). Alamat: Kampung Babakan RT.2/6, Desa Nengkelan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Di kampungnya, Yayan dikenal sebagai tukang ojek. Bersama istri dan dua anaknya, ia masih tinggal di rumah orangtua istrinya. Penghasilannya selama ini hanya cukup untuk bertahan hidup. Iayrinya, Imas Pupah (32), tak bisa banyak membantu penghasilan keluarga; waktunya habis disibukkan dengan urusan rumah tangga dan mengurusi dua anak mereka. Keluarga kecil dan miskin ini tinggal di daerah pertanian yang sebagian besar penduduknya miskin., Keluarga dhuafa ini semakin terpuruk setelah Yayan mengalami kecelakaan lalu lintas pada Agustus 2014. Tulang tangan kanannya bengkok dan tulang kaki kirinya patah. Berbekal Jamkesmas, Yayan sempat dirawat di RSUD Soreang dan RSHS Hasan Sadikin Bandung selama dua bulan. Biaya pengobatan pernah dibantu juga oleh penabraknya. Sejak November 2014 ia kontrol ke Poli Ortopedi RSHS menggunakan uang pinjaman. Yayan hampir menghentikan pengobatannya karena terkendala biaya. Dengan kehendak Allah Swt, ia dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan berdasarkan informasi dari kader PKK desa yang peduli. Kurir #SR berempati atas apa yang menimpa Yayan dan memberinya bantuan untuk biaya transport kontrol ke RSHS Bandung dan biaya sehari-hari selama berobat. Karena kini Yayan harus kontrol (terapi dan atau rehabilitasi tulang) seminggu sekali ke Bagian Ortopedi RSHS Bandung, kembali #SR menyampaikan Titipan Langit kepadanya untuk melanjutkan pengobatannya. Administrasi bantuan #SR untuk Yayan sebelum ini tercatat di Rombongan 669.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 April 2015
Kurir: @dedesyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak dede menderita Patah tulang tangan kanan dan kaki kiri akibat kecelakaan

Pak dede menderita Patah tulang tangan kanan dan kaki kiri akibat kecelakaan


HERMAWATI BINTI HERMAN (29, Kanker Kolon). Alamat: Kampung Hegarsari RT.1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hermawati dan suaminya, Utep Karna Sutisna (35), tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anak mereka yang masih kecil. Pak Utep yang bekerja sebagai pengojek di terminal Ciwidey, menceritakan, “… Dalam satu tahun ini kesehatan istri saya semakin menurun. Awalnya ada gangguan saat buang air besar dan perutnya terus membengkak, hingga ia tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari. Kami telah memeriksakannya ke dokter. Menurut dokter, ada gangguan di usus besarnya.” Utep, yang selama ini dikenal sering membantu warga sekitar mengurus orang sakit ini, akhirnya memeriksakan istrinya ke RSUD Al-Ihsan Bale Endah Kabupaten Bandung menggunakan Jamkesmas. Setelah melalui beberapa kali pemeriksaan dan rawat inap, tim dokter menyimpulkan Hermawati menderita kanker usus besar dan harus menjalani operasi serta  kemoterapi. Paska operasi pembuatan lubang di perut untuk buang air besar (kolostomi), kondisi Bu Hermawati semakin membaik. Sampak kini ia rutin menjalani kemoterapi setiap tiga minggu di RS Al Ihsan Baleendah Bandung. Segala puji bagi Allah, pembengkakan di perutnya terus semakin mengecil. Hal ini membuat Bu Hermawati semakin bersemangat untuk terus berobat sampai selesai. Akan tetapi, pada pemeriksaan terakhir di bulan April 2015, dokter yang menanganinya menemukan adanya metastase sel kanker dan merujuknya untuk berobat ke RSHS Bandung. untuk melanjutkan ikhtiar keawmbuhan Bu Hera, kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya berobat serta kontrol di RSUD Al Ihsan dan RSHS Bandung yang mereka terima di rumah kontrakannya. Administrasi laporan bantuan untuk Bu Hermawati sebelum ini masuk di Rombongan 673. Semoga Allah mengangkat penyakitnya dan segala keluhan yang ia rasakan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucu_cuanda @hapsarigendhis

Ibu hermawati menderita Kanker Kolon

Ibu hermawati menderita Kanker Kolon


REJA MAULANA (2, Hernia dan tumbuh-kembang tak normal). Alamat: Kampung Banjarsari RT.5/9, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Fasilitas kesehatan: BPJS. Reja tinggal bersama kedua orabgtuanya di rumah kontrakan. Ayahnya, Agus Sajidin (28), hanyalah buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Sehari ia mendapat bayaran Rp.50.000. Itu pun kalau ada yang membutuhkan jasa tenaganya. Ibunya, Iim Nurhanah (31) adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus kedua anaknya. Kini ibunya tak mampu lagi membantu suaminya mencari tambahan penghasilan, karena ia diduga mengidap kanker payudara. “Anak saya yang kedua ini sering sakit-sakitan, dan bila menangis, muncul pembengkakan di selangkangannya. Kata mantri dan Puskesmas, Reja terkena Hernia. Reja aja dulu, pak, bantu biar sembuh,” pinta ibunya saat kurir berkunjung ke rumah orangtuanya. Reja nampak tidak bergairah seperti layaknya anak-anak. Bukan hal mudah memang merasakan sakit berbulan-bulan tanpa upaya penyembuhan yang optimal. “Kami hanya mampu membawanya sampai Puskesmas. Takkan mampu kalau harus ke rumah sakit. Ia hanya diberi obat penahan sakit saja,” kata bapaknya sambil menunduk haru. Dengan bantuan kader PKK dan kedus setempat, akhirnya kita bisa membuatkan BPJS untuk melanjutkan pengobatan Reja. Relawan #SedekahRombongan memeriksakan Reja dua kali ke RSUD Soreang. Akhirnya Reja dioperasi di RSUD Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung dan berhasil. Tiga minggu sekali ia kontrol ke RSUD Al Ihsan dalam tiga bulan. Penyakit hernianya dinyatakan sembuh. Selain mengidap Hernia, pertumbuhan dan perkembangan Reja ternyata tidak normal. Sedekaholik SR terus membantu kelangsungan pengobatan Reja hingha ia bisa berobat rutin sebulan sekali ke RSUD Sorwang. Untuk melanjutkan ikhtiar kesembuhan Reja,, alhamdulillah, santunan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan kepada Reja Maulana di rumahnya, untuk transportasi dan biaya sehari’hari. Administrasi bantuan sebelum ini masuk di Rombongan 665.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Reja menderita Hernia dan tumbuh-kembang tak normal

Reja menderita Hernia dan tumbuh-kembang tak normal


HANI NURHAWATI (33 , Lupus dan Kanker Kulit). Alamat: Jl. Cicadas Girang, RT.1/6, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Istri Aji Hendratna (39) ini adalah ibu dari 4 anak. Mereka tinggal di rumah kontrakan kecil dan sempit. Sejak 3 tahun lalu, ia didiagnosis kanker kulit dan penyakit Lupus. Meski penyakitnya tergolong berat, Bu Hani tidak patah semangat. Ia semakin rajin bekerja dan mencari nafkah sebagai buruh cuci untuk tambahan biaya berobat. Sampai saat ini ia tak henti mengikuti pengobatan rawat jalan pada dokter yang bertugas di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Ia menyadari bahwa jaminan kesehatan BPJS PBI Kelas 3 tidak menjamin seluruh obat yang diresepkan dokter untuknya. Kondisi memprihatinkan muncul bila sedang kambuh, dari kulit kepalanya akan timbul perdarahan. Meskipun demikian, Bu Hani tetap menerima keadaan yang menimpa dirinya dan tetap bertawakal kepada Allah atas penyakit yang ia derita. Dukungan keluarga menguatkannya untuk terus berobat. Sampai saat ini, perkembangan pengobatannya belum menunjukkan kemajuan yang berarti. Ia masih harus terus berobat. Untuk meringankan beban Bu Hani, kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit yang digunakan untuk uang transport dan biaya hidup sehari-hari. Bantuan sebelum ini tercatat di Rombongan 678.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 29 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit

Ibu hani menderita Lupus dan Kanker Kulit


NINA BINTI MILAN (38, kanker serviks). Jl. Damai RT.1/ No 25, Kelurahan Babakan Kelapa dua, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Nina, istri dari Bpk. Aang (52 th) seorang tukang parkir di kawasan Tangerang Selatan. Bu Nina menderita Kanker Serviks dan sudah menjalani radioterapi dan akan melakukan radiasi ulang selama 3 bulan di RSCM. Bu Nina kondisinya sempat drop di mana tubuhnya terasa dingin dan wajah bu Nina terlihat Pucat. Bu Nina sempat dilarikan ke UGD RSCM. Namun alhamdulillah, bu Nina tidak lama di UGDN kondisinya sudah mulai stabil. Bu Nina sebelumnya saat rawat jalan  mendapatkan tindakan endoskopi, di mana mulutnya dimasukkan semacam kamera untuk mencari letak kankernya. Selanjutnya ada beberapa cairan  diambil yang nantinya dicek di poli kebidanan.  Bantuan lanjutan disampaikankembali dan akan digunakan untuk operasional di RSCM, bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 689.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 28 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana

Ibu nina menderita kanker serviks

Ibu nina menderita kanker serviks


AMBULANCE MTSR JAKARTA (B 1360 SZG & B 1409 SZJ). Seiring dengan amanah dan penghidmatan #SedekahRombongan bagi para dhuafa selama ini, Kendaraan Ambulance khusus dalam bagian MTSR atau Mobil Tanggap Sedekah Rombongan terus berjalan beroperasi dalam mengantar orang sakit dan sebagai kendaraan pengantar dhuafa sakit yang membutuhkannya. Beberapa Kabupaten/Provinsi pun sudah mulai memiliki ambulance MTSR tersebut dan dalam menjaga amanah tersebut serta kesiapan pelayanan operasional yang harus terus terjaga, maka perawatan pada kendaraan-kendaraan tersebut menjadi rutinitas yang wajib dilakukan seperti ganti oli dan service regular. Saat ini 2 unit MTSR Jakarta sudah melakukan pembayaran leasing kembali untuk 2 unit mobil tersebut masing-masing 2 bulan Maret dan April 2015, agar siap kembali menjelajah jalan mengantara para dhuafa berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 14.732.000,-
Tanggal: 30 April 2015.
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin

Cicilan mobil MTSR Jakarta

Cicilan mobil MTSR Jakarta


JANUAR DAFA MAULANA BIN YULIANTO ( 1 Tahun 5 Bulan, Ektiosis Lamela ) Alamat RT02/10 Gunung Mas, Pagutan, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Putra pertama dari Yulianto Pambudi dan Rahning Puspitasari terlahir prematur saat usia kehamilan 6 bulan di RS.DKR Sukoharjo. Ektiosis Lamela adalah penyakit kelainan kulit sejak lahir. Kulit mengelupas seperti terbakar. Setiap bulan sekali sejak lahir harus check up ke Rumah Sakit Umum Daerah Moewardi di Solo. Untuk mengcover biaya pengobatan sampai saat ini, kemampuan ekonomi yang terbatas membuat orang tua Dafa semakin kesulitan. Untuk pembelian obat per bulan antara Rp. 800.000,- Rp. 1.000.000,- belum biaya lainnya. Dan untuk memandikan Dafa pun membutuhkan rebusan kayu secang dan seminggu sekali menggunakan susu segar. Kondisi kulit bayi ini kaku dan pecah – pecah. Bahkan untuk memejamkan mata pun tidak bisa, karena mata tertarik oleh kulit. Bantuan untuk akomodasi dan proses kontrol pengobatan, Dafa kita dampingi untuk membantu proses tersebut.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 April 2015
Kurir : @Mawan@Nonismurwanikasari

Januar menderita Ektiosis Lamela

Januar menderita Ektiosis Lamela


SANIMAN ( 65 Tahun, Kecelakaan ). RT01/2 Tasikhargo, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah. Saat akan ke tempat saudaranya di wonogiri, mengalami kecelakaan di jalan raya tertabrak sepeda motor yang sedang melaju cepat. Saat akan menyeberang jalan di kawasan jembatan pokoh wonogiri, sehingga Saniman pun tidak mampu untuk menghindar dari insiden tersebut. Kemudian, kami bawa ke rumah sakit. Luka cukup parah dengan terjadi friksi pada tulang tangan dan kakinya. Saat kami bertanya tentang keluarganya, Saniman hanya tinggal dengan istrinya di rumah. Dan saat itu berpamitan untuk menemui saudaranya di pokoh wonogiri. Kondisi beliau semakin melemah, karena sudah cukup tua. Perawatan dan pengobatan dilakukan beberapa hari di rumah sakit, untuk proses penyembuhannya. Semoga penanganan bisa menyembuhkan beliau. Bantuan untuk proses pengobatan semoga segera sembuh.

Bantuan : Rp. 2.320.600,-
Tanggal : 16 April 2015
Kurir : @Mawan@Yuliantonuzul

Pak saniman menderita  Kecelakaan

Pak saniman menderita Kecelakaan


AHMAD RAMDANI (27 tahun, Luka Bakar) Dani, panggilannya bertempat tinggal di Desa Seretan RT 15/03 Kel. Sendangrejo, Kec. Klego, Kab. Boyolali, Jawa Tengah. Kesehariannya, Dani bekerja sebagai buruh las, namun, 2 tahun lalu ia mengalami kecelakaan tersambar listrik tegangan tinggi di tempatnya bekerja. Kecelakaan tersebut mengakibatkan luka bakar yang sangat parah di seluruh tubuhnya. Dani tinggal dengan kedua orangtua, Bapak Kumedi (50) dan Ibu Titik Rahayu (48) serta ketiga adiknya. Karena luka bakar yang dialami, Dani dibawa ke RS. Moewardi untuk menjalani pengobatan. Sampai saat ini Dani telah menjalani 45 kali operasi dan sudah 1,5 tahun dirawat di RS. Akhir Desember 2014, Dani menjalani operasi tanam kulit, pada Januari 2015 ia disarankan untuk menggunakan baju khusus. Bulan Februari kondisi Dani berangsur membaik dan diijinkan untuk pulang. Namun, pertengahan Maret, Dani mengalami pendarahan di kedua paha dan kembali menjalani rawat inap di RS. Moewardi. Kurir SR Solo kembali menyampaikan santunan ke-12 sebesar Rp. 2.000.000,- sekaligus sebagai santunan terkahir untuk Dani. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 677. Pihak keluarga merasa bersyukur dan berterimakasih atas pendampingan #sedekahrombongan selama ini dan meminta doa agar Dani segera sembuh.

Jumlah santunan : Rp. 2.000.000
Tanggal : 15 April 2015
Kurir : @Lastiko , @Ciciiii

Pak ahmad menderita Luka Bakar

Pak ahmad menderita Luka Bakar

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Jumadi 750,000
2 Elma Tiana 750,000
3 Eni 500,000
4 Tri 500,000
5 Rudi 1,000,000
6 Suhayat 1,000,000
7 Eni 1,000,000
8 Yudistira 1,700,000
9 Abdullah 3,000,000
10 Wardini 1,500,000
11 Sutikah 500,000
12 M Rifki 1,000,000
13 Nur Khumairah 500,000
14 Devan 1,000,000
15 Aning 500,000
16 Agus Sulistyo 1,000,000
17 Zainudin 1,000,000
18 Udin 500,000
19 Nanah 500,000
20 Sopiyan 500,000
21 Muriyanto 3,000,000
22 Jeni 1,500,000
23 Aziz 500,000
24 Fatimah 500,000
25 Mia 500,000
26 Ridwan 500,000
27 RSSR Jakarta 10,000,000
28 Fatahiah 1,000,000
29 Yayasan Galuh 1,500,000
30 Syarif 500,000
31 Otong 500,000
32 Reksa 500,000
33 Dede Yayan 500,000
34 Hermawati 500,000
35 Reja 500,000
36 Hani 500,000
37 Nina 500,000
38 MTSR Jakarta 14,732,000
39 Januar 1,000,000
40 Saniman 2,320,600
41 Ahmad 2,000,000
Total 61,752,600

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 61,752,600,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 700 ROMBONGAN

Rp. 25,711,543,284,-