SARNO BIN SETRO GIMUN (45 tahun, PROSTAT). Pak Sarno menderita prostat sejak 5 tahun lalu. Beliau tinggal di Desa Karangrejo RT 21 RW 09 Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Pak Sarno hidup bersama bapak, istri dan seorang anaknya. Bapaknya Setro Gimun berumur 72 tahun yang sudah tidak bisa bekerja. Ibu Pak Sarno bernama Nyami yang telah Almarhumah. Istrinya bekerja sebagai penjual jamu yang penghasilan perbulannya sekitar Rp.600.000,- tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan Pak Sarno. Pada tahun 2010 lalu Pak Sarno mengalami gangguan saluran kencing dan divonis terkena prostat. Pak Sarno sudah berusaha berobat ke rumah sakit dengan biaya umum. Sudah beberapa kali berobat namun belum mendapatkan hasil yang baik. Karena keterbasan biaya akhirnya pengobatanpun berhenti. Akhirnya lama kelamaan penyakit itu muncul benjolan dibuah zakar. Benjolan itu mengeluarkan nanah dan semakin membesar bila Pak Sarno kelelahan yang menyebabkan beliau tidak bisa bekerja sampai sekarang. Benjolan itu mengakibatkan Pak Sarno tidak bisa buang air kecil dan harus memakai kateter atau alat bantu buang air kecil. Bahkan bila benjolan itu kambuh, Pak Sarno tidak bisa berjalan. Bila kambuh, keluarga hanya bisa memberikan pengobatan ke dokter umum terdekat saja karena keterbatasan dana. Sekarang Pak Sarno telah memiliki BPJS dan ingin berobat ke rumah sakit kembali. Namun karena kondisinya yang terbatas Pak Sarno masih kesulitan untuk berobat. Alhamdulillah Pak Sarno dipertemukan dengan Sedekah Rombongan berdasarkan informasi saudara salah satu kurir #SR. Santunan awal diberikan untuk memulai lagi proses pengobatan yang sempat tertunda karena ketiadaan biaya. Keluarga Pak Sarno mengucapkan terimakasih atas segala bantuan dari para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Kamis, 16 April 2015
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive

Pak sarno menderita prostat

Pak sarno menderita prostat


PANTI ASUHAN BINA INSANI berada di Jl Lenjend Sutoyo (asrama putra, 25 anak) dan Jl. D.I Panjaitan (asrama putri, 22 anak), Ngawi, Jawa Timur. Yayasan ini didirikan 14 tahun lalu (2001) oleh Bapak Muhammad Isnaini setelah melihat banyak anak jalanan di Ngawi serta anak putus sekolah di daerah pinggiran Ngawi. Sampai saat ini ada sekitar 80an anak yang telah diasuh sejak kecil karena yatim/piatu. Usia anak asuh rata-rata 7-16th (SD-SMA). Untuk transportasi ke sekolah anak-anak berjalan kaki atau naik sepeda. Ada sepeda dari donatur dengan kondisi normal sebanyak 7 sepeda, sedangkan 3 sepeda tidak ada remnya. Kegiatan di asrama di luar jam sekolah adalah kegiatan keagamaan dan ketrampilan kerja. Bangunan panti statusnya kontrak (100 juta untuk 5 tahun). Rata-rata donasi masuk per bulan sekitar 41 juta. Biaya tiap bulan yang dikeluarkan yayasan untuk operasional panti dan kebutuhan anak sekitar  40 juta. Dana operasional panti berasal dari donatur, yang diperoleh dari kotak amal, donatur insidentil, dan donatur tetap. Sedekah Rombongan hadir untuk memberikan bantuan berupa sembako senilai Rp. 3.000.000. Semoga bantuan tersebut bisa bermanfaat dan sedikit membantu adik-adik di Panti Asuhan Bina Insani. Tak lupa pengurus panti mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Sedekah Rombongan, semoga berkah.

Santunan : Rp 3.000.000
Tanggal : Kamis, 16 April 2015
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @dianasasa @agung_hermawan

Bantuan berupa sembako

Bantuan berupa sembako


MUHAMMAD ABDUL AZIS (14 tahun, kaki bengkok sejak lahir) putra ke dua dari Bapak Setiyono (47tahun) dan Ibu Amini (40tahun) warga RT 002 RW 001 Dusun Cabean Desa Kertosari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Kakak tertua #DikAZIS baru berusia 16 tahun, sedangkan adiknya ada 3 orang, yang terkecil usia 2 tahun. Seorang guru sekolah #DikAZIS memberi informasi mengenai sakit yang dialami #DikAZIS melalui web  site Sedekah Rombongan. Kurir SR kemudian melakukan survey. Kepada kurir Sedekah Rombongan, sang ibu memberitahu bahwa #DikAZIS mengalami kelainan tumbuh tulang kaki sejak lahir. #DikAZIS lahir sungsang. Ketika para medis memaksakan menarik kakinya kemudian menyebabkan kaki itu tumbuh tidak normal membentuk huruf C. Kaki #DikAZIS tidak dapat ditekuk, sehingga untuk berjalan tidak bisa. #DikAZIS sudah menjalani 6x operasi di RSUD dr Soetomo Surabaya. Pasca operasi kakinya yang kanan sudah bisa dipakai berjalan. Ini sedikit menolong #DikAZIS untuk berjalan. Biaya operasi ditanggung oleh BPJS namun untuk obat tertentu, platina dan peralatan operasi mesti ditanggung sendiri. Selain itu antrian operasi juga cukup lama sehingga keluarga mesti mengeluarkan biaya hidup di Surabaya lebih besar. Ayah #DikAZIS keberatan dengan biaya yang mesti dikeluarkan karena ia hanya seorang tukang batu yang sesekali bekerja serabutan. Demikian pula istrinya. Ditambah lagi harus menghidupi 5 orang anaknya yang masih kecil. Penghasilannya yang kurang dari 1 juta per bulan tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan. #DikAZIS terakhir operasi pada tahun 2009. Setelah itu belum pernah check up lagi. Orang tua #DikAZIS ingin kaki kiri anaknya bisa dioperasi agar bisa berjalan normal. Kaki kanannya ingin dibelikan rangka agar bisa berjalan tegak. Namun biayanya yang sekitar 2 juta tergolong mahal dan keluarga tidak mampu memenuhinya. Bila harus operasi, keluarga juga tidak sanggup dengan biaya operasionalnya. Keluarga berharap sedekah rombongan bisa membantu meringankan bebannya. Sedekah Rombongan hadir untuk memberikan santunan awal untuk memulai ikhtiar pengobatan Dik Azis lagi. Keluarga besar Dik Azis menyambut antusias dan mengucapkan terimakasih yg tidak terhingga atas dukungan dana dari para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp. 500.000
Tanggal : Kamis, 16 April 2015
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @dianasasa @agung_hermawan

Abdul menderita kaki bengkok sejak lahir

Abdul menderita kaki bengkok sejak lahir


FAJAR ARIBUAN (30 tahun, Patah tulang) Mas Fajar, biasa beliau dipanggil, merupakan anak keempat dari lima bersaudara pasangan Bapak Walidi (72 th) dan Ibu Rukini (60 th) yang bertempat tinggal di Norowangsan, RT 05 RW 13 Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan Surakarta, Jawa Tengah. Pak Walidi bekerja serabutan sebagai buruh bangunan dan tukang becak dengan penghasilan tidak menentu setiap harinya, namun kini Pak Walidi jarang bekerja sebab kondisi tubuhnya yang sudah menurun karena faktor usia. Sedangkan Ibu Rukini bekerja sebagai buruh masak di warung dekat rumahnya dengan penghasilan Rp30.000,- per hari. Rumah yang hanya terdiri atas satu ruangan ini ditempati oleh 6 orang, yaitu Pak Walidi, Ibu Rukini, Mas Fajar, kedua saudara dan satu keponakan Mas Fajar, Pak Agus (37 tahun), Ayu (20 tahun) dan Nindi (5 tahun) terletak di pinggir sungai Kleco yang berdiri diatas tanah milik tetangganya. Sehingga ketika sungai meluap, keluarga harus mengungsi ke rumah tetangga.  Mas Fajar memiliki satu anak bernama Oktavia (9 tahun) yang sekarang tinggal bersama ibu (mantan istri Mas Fajar) dan ayah tirinya. Mas Fajar yang kini tidak bisa  bekerja, sebelumnya merupakan supir jasa angkut samratulangi yang terletak di sekitar Manahan. Lima bulan lalu Mas Fajar mengalami patah tulang kaki kiri akibat kecelakaan di dekat rumahnya ketika berangkat ke tempat kerja. Setelah mengalami kecelakaan, Mas Fajar menjalani operasi patah tulang di RSI Yarsis Surakarta dengan biaya 38 juta dari bantuan jasa raharja, keringanan rumah sakit dan biaya pribadi. Namun, operasi yang dijalani gagal (mengalami infeksi berat). Karena tidak ada biaya lagi, keluarga membawa pulang Mas Fajar dari rumah sakit dan memutuskan merawat Mas Fajar dirumah dengan jasa perawat dari RSI Yarsis dengan biaya Rp100.000-, per tiga hari sekali. Tiga bulan yang lalu, Mas Fajar menjalani operasi pencabutan pen, pembersihan luka infeksi dan transplantasi kulit di RS Orthopedi Surakarta dengan jaminan kesehatan BPJS. Saat ini kaki Mas Fajar dipasang fiksasi platina yang rencananya lima bulan setelah pemasangan, akan dilepas dan dilakukan operasi besar pada kakinya. Apabila dalam kurun waktu tersebut luka dan pertumbuhan tulang tidak membaik, dokter menyarankan untuk amputasi. Mas Fajar berharap kakinya bisa sembuh seperti sediakala. Selama ini, keluarga seringkali berhutang kepada tetangga karena keadaan ekonomi yang tidak cukup untuk membiayai perawatan kaki Mas Fajar. Melalui berita dari salah satu surat kabar, alhamdulilah #sedekahrombongan dipertemukan dengan mas Fajar, sehingga dapat melakukan survai dan mendampingi proses pengobatan mas Fajar. Sebelumnya Mas Fajar sudah dibantu SR dan masuk rombongan 677. 17 April 2015  santunan ketujuh dari #sedekaholic sebesar Rp 500.000 sudah disampaikan untuk biaya perawatan luka dirumah dan biaya kontrol di RS Orthopedi.  Setiap 3 atau 4 hari sekali mas Fajar melakukan medikasi rutin dengan mendatangkan perawat kerumah. Luka bekas oprasi sudah membaik,daging sudah menutup, namun tulang  belum menyatu masih ada jarak 7 cm dari sela patahan tulang, dokter menyarankan untuk dilakukan oprasi penyambungan tulang. Namun, saat ini belum bisa dilakukan karena luka disekitar pemasangan fiksasi platina masih bernanah. Setiap 2 minggu sekali, hari jum’at mas Fajar periksa di RS Orthopedi. Mas Fajar dan  Keluarga merasa bahagia dan mengucapkan terima kasih atas santunan dan dampingan yang diberikan.

Santunan : Rp500.000,-
Tanggal : 17 April 2015
Kurir : @lastiko via  @anissetya60 @cicicinta

Fajar menderita Patah tulang

Fajar menderita Patah tulang


SAHID BIN KASAN DIYU (54 tahun, diabet dan paru-paru) adalah warga Dusun Jaten Desa Krajan RT 29 RW 8 Kec.Parang Kab.Magetan Jawa Timur. Menderita Diabet sejak Januari 2014. Awal mulanya kakinya bengkak lalu  terkena goresan kayu bakar saat bekerja.Sudah sering kali periksa ke dokter tapi belum membuahkan hasil. Kondisi kakinya sudah membiru, jemarinya sudah kering dan mata kakinya bernanah karena terjadi penyumbatan pembuluh arteri di kaki. Akhirnya dokter menyarankan amputasi kaki dan telah dilaksanakan tanggal 26 Nov 2014. Istrinya Mainem (45 tahun) adalah seorang buruh tani sedangkan pak Said semasa sehat juga bekerja sebagai buruh tani sehingga penghasilannya tidak mencukupi untuk berobat. Bu Mainem mempunyai 4 orang anak. Anak pertama 26 tahun tapi kondisinya juga ada gangguan otak (stress).
Anak ke 2 masih sekolah Aliyah, anak ke 2 SD  kelas 5 dan anak ke 4 SD kelas 1. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Said pada saat beliau dirawat dirumah sakit, sehari sebelum oprerasi amputasi kaki dilaksanakan. Pengobatan pak Said menggunakan Jamkesmas, tetapi ada beberapa biaya yang tidak tercover Jamkesmas. Setelah beberapa saat berlalu timbul masalah lagi pada perut pak Said, terjadi penyumbatan pada salah satu pembuluh darah sehingga dokter menyarankan untuk dirujuk ke RSU dr.Moewardi Solo. Sedekah Rombongan memberikan santunan ke 3 setelah sebelum nya dibantu pada rombongan 665. Untuk kesekian kali keluarga Pak Said mengucapkan terimakasih atas bantuan dan dukungan dari para kurir Sedekah Rombongan dan para Sedekaholic yang mensuport dana melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 500.000
Tanggal : Kamis, 16 April 2015
Kurir : @lastiko @ervinsurvive

Pak sahid menderita diabet dan paru-paru

Pak sahid menderita diabet dan paru-paru


NOVIDA BINTI SUROSO (5th, Cerebral Palsy) Gadis mungil yang akrab disapa Dik Opi ini bertempat tinggal di Pandekluwih, RT 001/011, Kel. Purworejo, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo Jawa Tengah bersama dengan kedua orangtua dan kakak perempuannya. Ayahnya Suroso (38th) bekerja sebagai tukang parkir, Ibunya Sriyati (39th) bekerja sebagai buruh cuci dan setrika di lingkungan sekitar rumahnya, kakaknya Nisa (13th) duduk di bangku kelas 7 SMP. Dik Opi lahir secara prematur diusia kandungan 5 bulan dengan berat hanya 1 kg. Seirin bertambahnya usia, Dik Opi tidak dapat berjalan seperti kebanyakan anak seusianya, kedua kakinya tidak dapat menapaj dengan baik. Orang tua Dik Opi berusaha menyembuhkan Dik Opi dengan membawa ke tukang pijit namun tetap tidak ada perubahan. Hingga akhirnya Dik Opi diperiksakan ke RS. Saras Husada Purworejo pihak dokter menyarankan agar Dik Opi dirujuk ke RS. Ortopedi Solo. Hampir menyerah karena ketiadaan biaya, Tim Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga Dik Opi dan langsung membawa Dik Opi untuk kontrol di RS. Ortopedi. Sejak Maret 2015 lalu Dik Opi menjalani pengobatan di RS. Ortopedi, pengobatan dilakukan dengan memasang gips di kedua kaki Dik Opi sebanyak 3kali. 15 April 2015 Dik Opi kembali menjalani kontrol rutin dan pergantian pemasangan gips yang ke-4. Kontrol selanjutnya dilakukan tanggal 22 April untuk melihat perkembangan kakinya. Kurir Solo, kembali menyampaikan santunan yang ke-2 sebesar Rp. 500.000,- untuk keperluan sehari-hari Dik Opi selama berada di RSSR Solo. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 685. Pihak keluarga merasa terbantu dan bersyukur atas santunan yang diberikan. Semoga Dik Opi dapat segera sembuh dan dapat berjalan seperti anak seusianya. Aamiin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2015
Kurir : @lastiko via @cicicinta , @lulurkedarsih

Novida menderita Cerebral Palsy

Novida menderita Cerebral Palsy


JUNIRANTO BIN SUKIRNO PAWIRO ( 56 th, Lumpuh ) biasa di panggil mbah Jun tinggal di desa Sidorejo Rt 02, Jatibatur, Gemolong, Sragen Jawa Tengah.Mbah Jun ini dulunya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu sebelum beliau mengalami kelumpuhan, bapak Juniranto ( 56 tahun ) masih memiliki 1 orang istri muda atas nama Ibu Sutarsih ( 33 tahun ) dan 1 orang anak bernama Muhammad Nur Fauzi ( 6 tahun ),sebelumnya Mbah Jun bekerja sebagai buruh yang bekerja kalau di butuhkan  kalau tidak ya sebagai tukang rongsok, kelumpuhan mbah Jun berawal bulan Februari 2015.Awalnya Mbah Jun dulu sering terjatuh yang tidak dirasa dan di biarkan saja, hanya di obati dengan obat warung terus menerus, pernah di bawa berobat ke dokter sekali hanya bilang kalau ada urat syaraf yang terjepit berdasarkan hasil ronggent, setelah itu mbah Jun hanya menjalani terapi pijat saja di karenakan kalau di bawa ke dokter gak ada biaya.sekarang untuk menggantikan tulang punggung pembiayaan kesehariannya mbah Jun ya dari hasil buruh istrinya Ibu Sutarsih ( 33 tahun ), sebagai buruh Rumah tangga ( PRT ) sehari di bayar Rp 15000,-/ hari.dan terkadang disaat mbah Jun minta pijat dengan sekali hadir harus mengeluarkan uang Rp 100.000,- belum termasuk obat.
Alasan dibantu karena tidak mampu. Bersama dengan #sedekaholic melalui #Sedekah rombongan menghaturkan dana sedekah untuk Mbah Juniranto untuk berobat, dan dari pihak keluarga menghaturkan rasa syukur kepada pihak yang membantu dan mendoakan semoga diberikan kesehatan dan kelancaran dunia dan akhirot

Santunan : Rp 1.500.000,-
Tanggal : 14 April 2015
Kurir : @lastiko via @KyaiAgeng

Pak juniranto menderita Lumpuh

Pak juniranto menderita Lumpuh


PATMI BINTI SOIKROMO SIMIN (52tahun, Kanker Payudara) Wanita paruh baya yang akrab disapa Bu Patmi, beralamat di Brak Bunder, RT 10, Katelan, Tangen, Sragen, Jawa Tengah. Tinggal dengan seorang menantu dan kedua cucunya Bu Patmi biasa bekerja berjualan di pasar untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari beliau. Suami beliau sudah meninggal, sementara kedua anaknya merantau di luar daerah untuk bekerja. 1 Tahun lalu, Bu Patmi ditabrak motor saat hendak pulang setelah berjualan dari pasar. Kejadian tersebut mengakibatkan benjolan di payudaranya yang sudah 4 tahun ada bengkak. Semakin hari benjolan tersebut semakin besar dan menyebabkan sakit yang luar biasa. Namun, karena ketiadaan biaya, Bu Patmi tidak memeriksakan sakitnya tersebut. Oktober 2014, tim sedekah rombongan bertemu dengan beliau dan langsung membawa beliau ke RS Umum Sragen untuk dilakukan pemeriksaan karena kondisi sudah parah. RS. Umum Sragen menyatakan bahwa Bu Patmi menderita kanker payudara dan harus di rujuk ke RS. Moewardi di Solo untuk dilakukan operasi. 4 November 2014, beliau menjalani operasi pengangkatan payudara. Pengobatan selanjutnya dilakukan dengan menjalani 6 kali kemoterapi. Tangan kiri Bu Patmi sempat bengkak, dokter mengakatakan hal itu terjadi karena terdapat pengumpulan cairan kelenjar getah bening di ketiak yang akan sembuh seiring dengan kemoterapi yang dijalankan. 9 April 2015 beliau menjalani cek darah dan kontrol rutin serts dijadwalkan untuk kemo yang ke-5 pada tanggal 23 april 2015 mendatang. Untuk itu, sementara menunggu jadwal kemoterapi, beliau tinggal di RSSR Solo dengan pasien lainnya. Kurir Solo kembali menyampaikan santunan yang ke-5 kepada beliau sebesar Rp. 500.000,- untuk keperluan sehari-hari beliau selama berada di RSSR. Februari lalu, kurir juga memberikan santunan sebesar Rp. 200.000 untuk keperluan transportasi beliau. Sehingga jumlah santunan yang diberikan kepada  beliau sebesar Rp. 700.000,-. Santunan sebelumnya masuk dalam rombongan 658. Bu Patmi merasa sangat senang dan semakin bersemangat untuk segera sembuh dari sakitnya. Mari bersama mendoakan untuk kesembuhan beliau. Aamiiin.

Jumlah Santunan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 15 April 2015
Kurir : @lastiko via @anissetya60 , @roschandptr , @cicicinta , @lulurkedarsih

Ibu patmi menderita Kanker Payudara

Ibu patmi menderita Kanker Payudara


PRIYONO Bin MULYONO ( 24 Tahun, TBC Kulit ). Alamat : Watuploso, RT04/01, Domas, Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Anak dari Mulyono ( 55 Tahun ) dan Partini ( 50 Tahun ). Awalnya menderita sakit TBC sejak 21 September 2013 dan sempat menjalani pengobatan secara medis di RSD Moewardi .  Akan tetapi itu hanya dilakukan sekali saja, setelah itu pengobatan terhenti karena ketiadaan biaya mengingat pekerjaan kedua orang tuanya hanya sebagai petani. Terhentinya pengobatan tersebut, membuat kondisi Priyono semakin memburuk. TBC tak hanya menyerang paru – paru saja, akan tetapi juga menyebar ke organ yang lainnya. Akibatnya, saat ini dia mengalami komplikasi TBC Paru dan TB Kulit, Peritonitis yaitu peradangan yang disebabkan infeksi pada selaput rongga perut yang mengakibatkan perut membengkak. Selain itu juga mengalami hipoalbumin, adanya masalah albumin dalam kadar darah yang biasanya menyerang pada pasien dengan penyakit akut. Saat ini Priyono di rawat di Rumah Sakit Amal Sehat Slogohimo, Rumah Sakit yang terdekat dari tempat tinggalnya. Saat ini dia dirawat di ruang isolasi dan pernafasan masih dibantu dengan oksigen. Kondisi pasien mengalami sesak nafas berat dan perut membengkak, kulit ada beberapa bagian yang terluka bahkan ada yang mulai membusuk. Tindakan medis yang dilakukan selain bantuan pernafasan oksigen, perawatan luka juga penyedotan cairan pleura sebanyak 5 kantong, untuk selanjutnya pengobatan melalui minum obat TB akan dilakukan selama 6 bulan tanpa terputus. Saat ini pasien masih dalam pengawasan dan perawatan medis, semoga bantuan ini memberikan keringanan untuk cobaan yang dialami oleh Priyono dan keluarga. Dan semoga keadaannya semakin membaik. Harapan kami seperti itu, dan rencananya Priyono akan kami dampingi untuk perawatannya serta pengobatan, kontrol dan sebagainya. Biaya rumah sakit cukup banyak, dan jaminan kesehatan sudah kita upayakan mendaftar. Dan pada saat kurir datang ke Rumah Sakit, biaya selama di rawat kurang lebih 6 hari tersebut menggunakan biaya umum, sebab saat itu pada waktu mendafta ke rumah sakit menggunakan fasilitas umum, BPJS belum ada. Syarat – syarat berkas untuk pembuatan BPJS sudah kami kumpulkan, dan insyaallah dalam minggu ini akan kita daftarkan, untuk meringankan biaya kelanjutan dalan proses perawatan dan pengobatannya ke depan. Dan kami kurir juga sudah berbicara dengan humas di rumah sakit, mengenai tindak lanjut yang akan kita lakukan. Kami menjelaskan proses pendampingan dari sedekah rombongan untuk kondisi Priyono tersebut. Pihak rumah sakit pun memahami penjelasan kami sebagai kurir. Dan akan mencoba yang terbaik dalam memberikan penanganan secara medis dan bantuan keringanan biayanya di kemudian hari. Priyono, sebelumnya sudah kami bantu pada saat pengobatan sebelumnya, juga di RS Amal Sehat dan sudah kita masukkan website untuk laporannya di rombongan 661. Saat itu dia di handle oleh Ikhlas, sebagai informas yang kemudian bersama rekan – rekannya mencoba untuk membantu penyembuhan Priyono. Dan beberapa saat terhenti. Menindaklanjuti penanganan saat itu, setelah periode yang lalu Priyono dibawa pulang karena sudah cukup membaik kondisinya. Dan kembali lagi, sekarang harus dilakukan perawatan secara intensif untuk pengobatan dan upaya penyembuhannya. Ini adalah hal yang agak berbeda kondisinya, jika pada bulan januari yang lalu dia kami bawa ke rumah sakit dan kita bawa pula ke RS Moewardi Solo untuk check up. Namun, barangkali karena kondisi penyakit yang sudah cukup parah menggerogoti tubuhnya, tak tertahankan lagi dan harus kembali untuk mendapatkan perawatan. Keluarga sangat berharap, atas dukungan dan bantuan dari sedekah rombongan untuk proses pengobatannya. Beberapa hari yang lalu, TUHAN telah memanggilnya untuk selama – lamanya. DIA memberikan yang terbaik bagi Priyono, sebab sakit itu mungkin dosa – dosa diampuni, jalan yang terbaik baginya. Kami rencana minggu ini akan kembali melakukan pendampingan untuk kontrol pengobatannya, namun karena jalan terbaik mungkin sudah terjadi maka kami pun hanya bisa berdoa agar dia bahagia disana. Keluarganya sangat terharu, saat kami datang untuk memberikan bela sungkawa. Rencana – rencana dalam proses pendampingan pun belum terlaksanakan. Pihak keluarga, pihak pemerintah setempat, kepala desa dan tokoh pun mengucapkan terimakasih atas bantuan dari sedekah rombongan. Doa untuk para kurir dan para sedekaholics, agar selalu diberikan kesehatan dan kemudahan, dan sedekah rombongan selalu jaya, selalu bisa membantu sesama yang sangat membutuhkan, bareng – bareng memberikan yang terbaik bagi dhuafa, yatim piatu dan lainnya. Sedekah rombongan sebagai tempat penyaluran sedekah para sedekaholics, menyampaikan amanah kepada seperti keluarga Priyono ini. Semoga akan terus mendapatkan support dari semuanya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 13 April 2015
Kurir : @Mawan@Noniska

Priyono menderita TBC Kulit

Alm. Priyono menderita TBC Kulit


WINANTI Bin TAYAT (20 Tahun, Megacolon), Pagersengon RT02/07, Selopuro, Batuwarno, Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini, Winanti akan melakukan operasi kelanjutan dari operasi sebelumnya, yaitu untuk penyembuhan luka pada perut winanti akibat usus membesar ( megacolon ). Alhamdulillah, sudah hampir satu tahun lebih, dia kita dampingi untuk proses penyembuhan penyakitnya tersebut. Sebelumnya, bantuan untuk Winanti telah masuk di rombongan 661. Dan saat ini Winanti akan kembali dilakukan proses operasi yang kedua, setelah luka membaik. Dua minggu yang lalu Winanti kita bawa kembali ke RS Moewardi, dan saat itu akan kita inapkan di RSSR Solo, sebelum esok harinya kita lakukan check up di Moewardi. Namun, karena saat itu RSSR penuh oleh pasien dampingan yang berasal dari beberapa daerah, maka dia kami kos kan di daerah dekat dengan rumah sakit. Esok harinya, dilakukan upaya check up oleh tim dokter. Dan kemudian dilakukan cek darah serta USG untuk melihat seberapa jauh perkembangan pengobatannya selama ini. Setelah dilakukan check up tersebut, Winanti harus pulang karena pihak rumah sakit belum bisa memastikan waktu untuk dilaksanakan oparsi lanjutan, dan nantinya akan di hubungi oleh pihak rumah sakit. Kemudian, dia dan bapak serta ibunya kami bawa ke RSSR, namun karena beberapa hari belum mendapatkan informasi dari pihak rumah sakit, maka dia kami pulangkan dulu ke rumahnya. Ini merupakan bantuan lanjutan. Sebelumya, kami ceritakan sedikit tentang kronologis sakit Winanti sebagaimana telah kita informasikan sebelumnya. Bahwa winanti ini sejak kecil menderita sakit megacolon, yaitu penyumbatan saluran pembuangan di usus besar yang mengakibatkan susah buang air besar. Hal ini kemudian harus dilakukan proses operasi dalam penangannya, sehingga untuk memperlancar buang air besarnya. Orang tuanya hanya sebagai petani biasa, dan tempat tinggal dia secara geografis sangat tandus. Sehingga, produktivitas dalam pertanian pun kurang. Alasan ekonomi lah yang menyebabkan tertundanya proses saat itu. Apa daya kondisi ekonomi dari keluarganya tidak mampu untuk melakukan operasi tersebut. Saat itu, dengan berbagai kondisi dan kemampuan yang ada, sang ayah pun akhirnya mencoba untuk mengupayakan operasi tersebut, akan tetapi dalam perkembangannya dimana seharusnya pasca operasi tersebut Winanti harus menjalani kontrol rutin, hal tersebut tidak dilakukan karena memang keterbatasan kemampuan dana yang ada. Sehingga saat itu luka pada perutnya pun membesar dan semakin parah. Bulan Juni, saat hampir dilaksanakan milad SR ketiga, dia kami temukan. Dan saat itu kondisi Winanti sungguh mengerikan, luka seperti sayatan pisau diperutnya terbuka, dan jika tidak segera di tangani bisa jadi organ dalam keluar sebab sudah sangat tipis kulit perut yang melindungi organ dalam tersebut. Saat itu, menangispun dia merasakan sakit luar biasa, seperti rintihan yang enggan keluar dari mulut Winanti. Sangat miris dan menyedihkan, sampai kami berlinang air mata saat melihat kondisinya yang begitu parah. Ibu nya pun hanya pasrah, Bu Samiyem hanya bisa meratapi kondisi anaknya tersebut. Terbaring lemas di kasur lusuh yang menemani kesehariannya. Alhamdulillah, dengan bantuan para sedekaholics melalui sedekah rombongan, saat ini perawatan sakit Winanti kita handle. Dua hari setelah kami temukan, Winanti langsung kami bawa ke RSDM Solo untuk segera mendapatkan penanganan medis. Tidak hanya memberikan langkah dalam pengobatan, akan tetapi kita juga melihat kondisi keseharian keluarga nya. Bagaimana saat mereka tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan pokok hidupnya, terutama kebutuhan makan. Pasien membutuhkan kebutuhan itu untuk asupan energi dalam rangka mempercepat upaya penyembuhan. Mudah – mudahan, langkah – langkah yang telah kami tempuh ini memberikan yang terbaik bagi mereka.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 April 2015
Kurir : @Mawan@Noniska

Winanti menderita Megacolon

Winanti menderita Megacolon


SUKINAH ( 49 Tahun, Patah Tulang ). Tinggal di RT03/02, Nguneng, Puh Pelem, Wonogiri, Jawa Tengah. Beberapa waktu yang lalu, di Kabupaten Wonogiri terjadi beberapa bencana alam. Salah satunya terjadinya tanah longsor akibat hujan deras disertai angin yang cukup besar. Bukan saja terjadi di satu kecamatan, selain di Kecamatan Selogiri, tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Puh Pelem. Dan salah satu korban dari bencana tersebut adalah Sukinah. Tanggal 8 April 2015, terjadi tanah longsor yang mengakibatkan Sukinah mengalami patah kaki dan luka cukup berat di sekujur tubuhnya. Kami ceritakan sedikit kronologis dari peristiwa yang menimpanya, saat itu Sukinah dan suaminya sedang bekerja menggali pasir. Maklum di daerah ini kebanyakan ibu – ibu pun bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga, dan mayoritas memecah batu kali serta mengumpulkan pasir untuk kemudian di jual sebagai bahan bangunan. Di saat sedang menggali pasir tersebut, tanah di atas tempat mereka bekerja longsor dan menimpa mereka seketika saat itu. Akibatnya, mereka terjatuh dari ketinggian kurang lebih 5 meter serta tertimbun longsoran tanah. Dan saat itu juga sang suami ( Alm. Sumanto ) tidak terselamatkan, beliau meninggal dunia. Sementara itu, Sukinah mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Sukinah kemudian di rawat di rumah sakit di Kabupaten Ponorogo, dia tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun, sehingga biayanya pun cukup banyak. Akibat dari kondisi ini, Sukinah sekarang hidup menjanda, sementara dia harus membesarkan kedua cucunya yang juga yatim piatu. Ayah dan Ibu kedua cucunya telah meninggal dunia semuanya. Dengan kondisi ini, berarti Sukinah harus menjadi tulang punggung keluarga, bagi kedua cucunya tersebut. Saat ini kedua cucunya masih duduk di bangku sekolah dasar yaitu kelas 1 dan kelas 6 SD. Sementara, ke depannya dia juga masih membutuhkan pengobatan, keadaan tidak mampu baik secara fisik dan materi serta belum mempunyai BPJS, untuk itu para tetangga juga mencoba untuk memberikan partisipasi dan rasa perduli. Juga perangkat desa setempat, akan membantu untuk membuatkan BPJS agar biaya ke depannya menjadi ringan. Sebuah ujian yang luar biasa untuk Sukinah ini, semoga dia kuat dan mampu membesarkan kedua cucunya tersebut. Bisa melanjutkan kehidupannya, mencukupi kebutuhan hidup sehari – harinya.

Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 16 April 2015
Kurir : @Mawan@Teguh@Noniska

ibu sukinah menderita Patah Tulang

ibu sukinah menderita Patah Tulang


MOBIL TANGGAP SEDEKAH ROMBONGAN (MTSR) MAGETAN. Alhamdulillah, kembali diberikan kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dalam berupaya membantu sesama dan menyampaikan segala amanah yang diberikan oleh para sedekaholics melalui Sedekah Rombongan. Sedekah Rombongan, saat ini bisa mewujudkan sebuah ambulan atau yang biasa disebut dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Kurang lebih sudah ada 19 buah MTSR yang bergerak bersama – sama menyampaikan titipan sedekah para insan yang tersentuh hatinya, berbagi bersama sedekah rombongan dan tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Dan insyaallah kami yakin ini akan terus dan terus bertambah. Sedekah Rombongan berupaya untuk selalu memberikan yang terbaik, bagi amanah yang tersampaikan, banyak orang miskin, dhuafa, anak yatim piatu, masjid, tempat ibadah lain, yang telah terbantu oleh adanya sedekah rombongan ini. Dan sedekah rombongan mencoba selalu memberikan yang terbaik, bagi para sedekaholics yang secara bersama membantu sesama. Di sini, ada kurir – kurir yang dengan sukarela menyumbangkan waktu dan tenaga tanpa mendapatkan imbalan apapun juga, bergerak dari kampung, pelosok sudut desa, sampai ke kota. Menjemput para dhuafa yang sakit, yang mana mereka tidak tau dan tidak mampu harus berbuat seperti apa. Langkah pertama menentukan langkah selanjutnya, artinya, selama ini para dhuafa yang sakit ketika diberikan ujian oleh-Nya, terkadang mereka tidak tau harus berbuat apa. Selain keterbatasan ekonomi yang menjadi salah satu faktor dari ketidakmampuan dan ketidakmengertian yang di hadapinya untuk melangkah. Sehingga, mereka hanya pasrah dengan keadaan yang terjadi. Dan sakit pun akan semakin parah, dan akhirnya mereka kembali kepada tujuan akhir kembali kepada-Nya. Begitulah, kondisi kenyataan yang ada selama ini. Dan itu terjadi tidak hanya merupakan sebuah kebetulan saja, banyak dhuafa yang mengalaminya di luar sana. Di sedekah rombongan, selain kurir dengan semangat membantu orang yang bahkan bukan siapa – siapa bagi mereka, mereka pun tidak mendapatkan honor atau imbalan, mereka hanya kurir yang menyampaikan amanah dari para sedekaholics melalui sedekah rombongan. Banyak kendala yang terjadi saat dilapangan, kemampuan berkomunikasi, kemampuan intuisi, kemampuan menyikapi segala kemungkinan yang terjadi saat berhadapan dengan pasien, keluarganya bahkan lingkungan sekitarnya. Terkadang terjadi hal yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapan kami. Keluarga yang akan kami bantu terkadang tidak mau untuk kita bawa dan sembuhkan. Itu adalah hal yang wajar, mengingat tiap individu mempunyai hak masing – masing, dan kami pun berprinsip bahwa membantu tidak berarti mengambil alih masalah. Hal demikian hanya satu dari sekian banyak kendala yang terjadi. Dan dalam pergerakan kami, alhamdulillah atas semangat, atas upaya bersama dan atas kehendak-Nya, sedekah rombongan pun dimudahkan untuk mempunyai kendaraan seperti ambulan yang biasa kami sebut dengan MTSR. MTSR ini pun menjadi kendaraan perang kami, menelusuri gunung dan bukit yang terjal, membawa orang sakit bahkan sering membawa jenazah untuk menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya. Terwujudkanlah MTSR untuk bergerak di wilayah Kabupaten Magetan Jawa Timur. Dengan luasan wilayah yang cukup besar, dan pergerakan MTSR Magetan ini akan mencakup beberapa wilayah sekitarnya, menjemput, membawa orang sakit dan jenazah tanpa ada pungutan biaya apapun bagi orang yang tak mampu. Bagi masyarakat di Kabupaten Magetan dan sekitarnya, silahkan jika ada warga tidak mampu dan membutuhkan bantuan ambulan, kami siap bergerak menuju sasaran. Doakan kami, agar selalu bisa memberikan yang terbaik, doakan kami agar MTSR pun semakin bertambah untuk wilayah lainnya. Dan beri kami support agar sedekah rombongan tetap terus bergerak dan menyampaikan amanah yang anda titipkan kepada sedekah rombongan. Beri kami support, yang akan membawa kebaikan atas partisipasi kawan semuanya, selama ambulan terus berjalan untuk kebaikan insyaallah selama itu pula kebaikan atas partisipasi kawan akan memberikan hikmah dan berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Yuk, bergerak bersama sedekah rombongan, bergerak bersama Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Berjuanglah kawan untuk sesama !!!

Dana : Rp. 90.000.000,- ( untuk pembelian satu unit MTSR Type APV Arena GX 2008, Branding MTSR, Perawatan awal engine dan mekanik )
Tanggal : 19 April 2015
Kurir : @Mawan dan all kurir wonogiri, solo dan magetan

Pembelian satu unit MTSR Type APV Arena GX 2008, Branding MTSR, Perawatan awal engine dan mekanik

Pembelian satu unit MTSR Type APV Arena GX 2008, Branding MTSR, Perawatan awal engine dan mekanik


MUHAMMAD AANG (16, Osteosarcoma).  Alamat : Desa Sindang Kempang RT.4/3 Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Aang adalah putra bapak Sobari (40) yang bekerja sebagai kuli bangunan dan ibu Iin Sainah (35) seorang ibu rumah tangga. Riwayat penyakit Aang  berawal 3 bulan yang lalu. Aang mengalami pegal-pegal di kaki dan tungkai kiri setelah sebelumnya ia  mengalami kecelakaan  jatuh dari motor.  Sejak saat itu juga Aang mulai merasakan kaki kirinya bengkak. Kedua orangtuanya membawa Aang ke RSUD Gunung Jati Cirebon. Kemudian ia dirujuk ke Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung. Selama menjalani pengobatan di RSHS, Aang tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia mendapatkan santunan untuk keperluan biaya sehari-hari dan kebutuhan lain seperti membeli susu, obat penahan rasa nyeri dan vitamin. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk keperluan Aang membeli obat, santunan sebelumnya masuk di Rombongan 670.

Jumlah Bantuan : Rp.  500.000,-
Tanggal : 10 April 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Aang menderita  Osteosarcoma

Aang menderita Osteosarcoma


RSSR BANDUNG atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, terletak di sekitar RS. Hasan Sadikin Bandung, tepatnya di Jalan Sukagalih, Belakang Puskesmas Sukajadi Kota Bandung. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS Bandung, yang berasal dari daerah luar Bandung. Seperti di ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogyakarta, Jakarta, Malang dan kota lainnya. Setelah mencermati adanya tuntutan besar akan adanya rumah singgah di Bandung, Alhamdulillah #SedekahRombongan telah memiliki juga rumah singgah di sekitar rumah sakit rujukan nasional ini. Pasien miskin dari berbagai daerah bisa beristirahat sementara di sini, seperti dari Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, Kuningan dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Pasien dan keluarganya yang sedang berobat tentu saja setiap harinya memerlukan makanan pokok, utamanya beras dan sembako lainnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan terus berempati untuk mengurangi beban hidup pasien dhuafa yang tengah berjuang dan tinggal di RSSR. Kembali bantuan logistik pun disampaikan untuk membeli Sembako dan keperluan di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung  dan kebersihan lingkungan. Saat ini pasien dampingan  #SedekahRombongan yang berada di RSSR Bandung ada 14 pasien beserta para keluarga pendampingnya, Bantuan sebelumnya untuk RSSR masuk di rombongan 692.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 10 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr

Bantuan operasional RSSR Bandung

Bantuan operasional RSSR Bandung


ARI PRASETYA Bin ATANG (18, Gangguan Ginjal). Alamat : Tanah Baru Permai Blok E Lebak No.52  RT .5/8 Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, Jawa Barat. Ari Prasetya biasa dipanggil Ari adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara. Ari masih bersekolah di SMK 2 Tanah Baru Bogor Utara  kelas 3. Gejala penyakit Ari dirasakan sejak ia  masih  SD. Saat itu ia sering merasa cepat lelah dan sering nyeri di punggung dan tubuh bagian belakang.  Dengan membawa kartu Jamkesmas Ibu Ara Aryanti  membawa Ari berobat ke Puskesmas. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ciawi Bogor. Ayah Ari sudah meninggal karena penyakit TB 5 tahun yang lalu. Kini Ara, ibu Arilah yang mencari nafkah  dan menjadi tulang punggung keluarga sebagai buruh cuci wilayah sekitar tempat tinggal mereka.  Setahun yang lalu Ari pernah menderita sakit parah bahkan diduga telah meninggal dunia, namun setelah mendapat pemeriksaan dan perawatan di Rumah Sakit Ciawi, Ari kembali sadar  walaupun dalam kondisi sangat lemah. Sejak kejadian itu, dokter merekomendasikan Ari harus banyak beristirahat dan tidak boleh terlalu lelah dan juga harus terus menerus minum obat yang telah diberikan. Ari juga mengkonsumsi obat herbal. Saat dikunjungi  kurir #SedekahRombongan, Ari baru saja pulang  dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Ari  masih terlihat pucat dan  lemah. Menurut ibunya Ari terlambat minum obat rutin dari dokter karena ibunya tidak mempunyai uang untuk biaya  berobat.  Kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan  untuk  kelanjutan pengobatan Ari.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2015
Kurir :@ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ary menderita Gangguan Ginjal

Ary menderita Gangguan Ginjal


TITIN BINTI SUMA (78, Kencing Manis).  Alamat: Kampung Cimuncang Selatan RT.1/8 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Mak Titin, begitu sapaan kesehariannya,  tinggal bersama anak bungsu dan satu cucunya di rumah peninggalan almarhum suaminya. Rumah yang kecil dan tak layak huni ini menjadi saksi bisu kemiskinan yang membelenggu mereka. Beban Mak Titin dan keluarganya menjadi semakin berat ketika ia sakit dan harus berobat rutin ke rumah sakit. Sejak awal Maret 2015 di kaki kiri janda dhuafa ini muncul bercak-bercak yang terus mengembang dan bernanah serta menjalar sampai ke pinggul. Dengan kartu Jamkesmas, Mak Titin dibawa berobat oleh anak dan cucunya  ke Puskesmas yang kemudian merujuk ke RSUD Soreang. Ia sempat dirawat tiga hari di rumah sakit tersebut dan diduga mengalami kencing manis. Ia dianjurkan kontrol setiap minggu  ke RSUD Soreang. Kisah duka Mak Titin ini sampai pada  kurir #SedekahRombongan melalui informasi pegawai Kecamatan Ciwidey. Alhamdulillah #SR dapat bersilaturahmi dengan Mak Titin dan keluarganya serta mendampinginya berobat. Saat ini Bu Titin sudah tidak mampu berjalan sehingga setiap kontrol ia selalu diantar-jemput  dengan  Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Bandung. Sebagai pengkhidmatan dan empati atas apa yang Mak Titin alami, Alhamdulillah santunan dari  sedekaholics #SR segera  disampaikan.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 1 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda@hapsarigendhis

Ibu titin menderita Kencing Manis

Ibu titin menderita Kencing Manis


RUDI PERMANA (43, Radang Usus). Alamat: Kampung Pagersari RT.2/2 Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Gejala penyakit Rudi terjadi sejak awal Maret 2015. Ia yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit maklon, terserang demam selama hampir 3 minggu. Rudi terbaring  tak berdaya di rumah sederhana peninggalan orangtuanya. Eni (33) istri Rudi sudah 2 kali memeriksakan Rudi ke dokter praktek, namun kondisinya belum ada perbaikan.  Karena demamnya itu, ia diduga  typus atau DBD sehingga kader PKK Desa Ciwidey akhirnya menghubungi kurir #SedekahRombongan untuk melanjutkan pengobatan Rudi ke rumah sakit. Pada 20 Maret 2015 Rudi didampingi berobat ke RSUD Soreang menggunakan fasilitas Jamkesmas. Di rumah sakit binaan Pemprov Jabar ini ia sempat dirawat selama satu malam. Berdasarkan hasil tes darah, tim medis menyimpulkan bahwa Rudi tidak mengalami typhus atau demam berdarah, sehingga diperbolehkan pulang dan kontrol rawat jalan. Pada 26 Maret 2015 kondisi kesehatan Rudi memburuk lagi.  Kurir #SR kembali mendampinginya ke IGD RSUD Soreang. Bapak tiga anak ini akhirnya dirawat inap karena mengalami peradangan usus. Beratnya cobaan yang dialami keluarga dhuafa ini sangat menimbulkan empati sedekaholics #SR. Santunan untuk Rudi segera disampaikan guna biaya transportasi, akomodasi dan keperluan sehari-hari selama ia dirawat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak rudi menderita Radang Usus

Pak rudi menderita Radang Usus


REDI GUSTIANDI (23,  Gangguan Kejiwaan). Alamat: Kampung Ciwidey Tengah RT.2/10 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Redi putra Bp. Aman (56) dan ibu Leni (56) tingggal di rumah kontrakan di Ciwidey. Tanggungan keluarga mereka 5 orang. Sejak empat tahun yang lalu, Rendi mengalami gangguan kejiwaan. Berbagai upaya penyembuhan telah dijalankan keluarganya, baik melalui alternatif maupun medis (rawat jalan). Ia belum pernah dirawat inap secara intensif di rumah sakit, karena sampai saat ini keluarga miskin ini tidak punya jaminan kesehatan baik Jamkesmas maupun BPJS. Fasilitas yang mereka miliki hanya SKTM dan Gakinda Kabupaten Bandung yang nominal jaminannya sangat terbatas. Domisili keluargaini  tidak menetap. Mereka kerap berpindah kontrakan.  Perekonomian keluarga Rendi amat terpuruk. Ayahnya hampir dua tahun tidak bekerja karena sakit. Karena Rendi dan keluarganya perlu dibantu, kader PKK Desa Ciwidey menghubungi #SedekahRombongan untuk bersama-sama mencarikan solusi. Alhamdulillah kini Rendi sudah dibuatkan BPJS dan mulai bisa dimanfaatkan sejak 6 April 2015. Gangguan yang dialami Rendi  kerap meresahkan warga, sehingga kemudian  ia dibawa  ke rumah sakit untuk dirawat. #SedekahR0mbongan juga menyampaikan bantuan untuk biaya transport dan keperluan sehari-hari. Ttipan dari langit ini diterima ibu rendi  di rumah kontrakan mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 31 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Redi menderita gangguan jiwa

Redi menderita gangguan jiwa


DEDE HADIANTO (60,  TB Paru). Alamat: Kampung Sukarasa RT.2/2 Desa Pasirjambu, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sejak 18 bulan yang lalu Pak Ade tak bisa menjalankan usaha dagangnya lagi di Pasar Ciwidey karena ia mengalami gangguan paru. Didampingi istrinya, Bu Iis (48), Pak Ade tak kenal lelah berobat ke  rumah sakit. Pada awalnya ia berobat dengan biaya sendiri dengan harapan bisa dilayani lebih cepat. Akan tetapi karena kehabisan biaya akhirnya ia berobat menggunakan fasiliitas BPJS. “Tanpa BPJS, kami berat membiayai pengobatan ini. Ketiga anak kami masih belum mandiri,” kata istrinya. Pak Ade  pernah dirawat di RS Paru Rotinsulu Bandung dan RSUD Soreang. Pak Ade bertemu dengan #SedekahRombongan saat dia membutuhkan bantuan untuk diantar ke rumah sakit Al Ihsan Baleendah pada 26 Maret 2015. Setelah dirawat selama tiga hari, ia diperbolehkan pulang dan diharuskan kontrol.  Pada 29 Maret 2015 kondisi Pak Ade memburuk lagi dan siang itu juga ia dibawa ke IGD RSHS Bandung didampingi keluarga dan kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah ia dilayani dengan cepat dan malam itu juga ia dirawat di ruang isolasi di Ruang Kemuning Lantai I. Pada 2 April 2015 ia minta pulang paksa dari rumah sakit. “Apapun yang terjadi saya ingin berobat di rumah saja,” pinta Pak Ade. SedekahRombongan berempati atas kegundahan dan derita yang dialami Pak Ade dan keluarganya. Alhamdulillah titipan langit pun telah disampaikan, diterima istri Pak Ade. Semoga bantuan yang digunakan untuk biaya transport dan akomodasi selama berobat ini dapat memotivasi Pak Ade untuk sembuh.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Tanggal : 2 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak dede menderita TB Paru

Pak dede menderita TB Paru


HADI ANDRIYANSYAH (13, Varises Esofagus) Alamat : Kampung Gelam Timur RT4/3 Kelurahan Gelam Jaya. Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang Banten. Hadi Andriyansyah anak kedua dari bapak Sawaludin(47) dan ibu Marmi (47) sudah satu tahun ini menderita sakit Varises Esofagus. Gejala awal atau keluhan yang sering dirasakan, Hadi Andriyansyah sering mengalami muntah darah dan diikuti dengan perut yang membengkak. Pengobatan dan pemeriksaan awal. Bapak Sawaludin yang bekerja sehari-hari sebagai buruh ini membawa anaknya ke puskesmas terdekat. Dan dan pemeriksaan dokter puskesmas Hadi Andriyansyah dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD  Tangerang Banten. Dan dari RSUD tersebut Hadi Andriyansyah dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas kesehatan BPJS sangat membantu ibu Marmi dalam mendampingi pengobatan anaknya di RSCM Jakartan, namun biaya harian dan biaya kos yang tinggi sangat memberatkannya. Apalagi pengobatan rawat jalan Hadi Andriyansyah sangat panjang. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan. Bantuan lanjutan untuk biaya harian sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 691. Kondisi Hadi Andriyansyah Alhamdulillah stabil untuk tindakan medis yang akan dilakukannya Hadi Andriyansyah akan melakukan pemeriksaan darah di LAB RSCM yang dilanjutkan pada tindakan endoskopi. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis

Hadi menderita Varises Esofagus

Hadi menderita Varises Esofagus


ANDINI KAYLA RAHMA (2, Epilepsi; suspek thalasemia). Alamat:  Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.  Andini tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah kontrakan sederhana milik Bapak Birong.  Ayah Andini, Pak Dedi Rahayu (26)  sehari-harinya  bekerja sebagai pedagang asongan sedangkan ibunya, Anita Dewi (28) seorang ibu rumah tangga.  Andini dilahirkan keadaan normal dan sehat. Pada usia 1 tahun ia  dirawat di RS dr. Sander B, Cikarang selama 8 hari karena diare dan thypus. Setelah satu minggu setelah dirawat Andini diperbolehkan pulang namun sesudah itu  Andini mulai mengalami kejang-kejang. Karena keterbatasan biaya, Andini dirawat di rumah saja selama 2 hari. Ketika kondisinya semakin memburuk  orangtuanya  membawa ke RS dr.Sander B., Cikarang dengan berbekal uang pinjaman dari tetangga. Di rumah sakit tersebut Andini mendapatkan pertolongan dan dirawat selama 11 hari. Setelah dilakukan pemeriksaan EEG, Andini dinyatakan menderita epilepsi dan harus berobat rutin ke RS Sentra Medika Cikarang. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak dapat bertemu dengan Andini dan kedua orangtuanya. @SRbergerak kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya untuk Andini masuk di Rombongan 682. Semoga Allah SWT segera  memberikan kesembuhan untuk Andini. Amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @untariri @hapsarigendhis

Andini menderita suspek thalasemia

Andini menderita suspek thalasemia


POPTI atau Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia adalah sebuah organisasi yang di dalamnya berhimpun orangtua dengan latar belakang anaknya menderita Thalassemia. POPTI berperan menjembatani komunikasi antara orangtua penderita thalassemia dengan pihak rumah sakit dalam pengurusan obat, dan terkadang juga  mencarikan bantuan untuk penderita thalassemia yang kurang mampu. Saat ini totalnya ada 147 penderita Thalassemia yang menjalani tranfusi rutin di RS Sentra Medika Cikarang. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak usia sekolah yang setiap 2-4 minggu sekali datang ke rumah sakit untuk menjalani transfusi. Selain itu, mereka harus rutin minum obat kelasi besi. Syukur alhamdulillah hampir semua pengobatan dicover oleh jaminan BPJS. Akan tetapi dari 147 anak ini ternyata  memiliki latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda-beda. Berdasarkan data POPTI, ada 50 anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan donatur untuk membayar iuran BPJS atau biaya transport ke rumah sakit. Meskipun menggunakan BPJS kelas 3 biaya iuran tetap dirasakan berat. Bahkan ada satu anak yang jaminan BPJS-nya telah  dinonaktifkan karena lebih dari 3 bulan tidak dibayar. Ada anak yang sejak kecil ditinggal orangtuanya dan sekarang tinggal bersama neneknya yang tidak bekerja. Anak yang lain ada yang ditinggalkan ibunya karena sang ibu tidak bisa menerima keadaannya. Ada orangtua yang harus menggadaikan telepon genggam untuk biaya transport dari kota Bekasi ke rumah sakit. #SedekahRombongan bertemu anggota POPTI di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemia yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 689.

Jumlah Bantuan: Rp.1.250.000,-
Tanggal: 22 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @untaririri @hapsarigendhis

Bantuan tunai untuk popti

Bantuan tunai untuk popti


DEDE SUPIATI (54, gangguan jantung). Alamat: Desa Payungsari Kecamatan Dusun Pari RT. 25/8 Kabupaten Ciamis. Istri  Pak Memed (59), ini sudah mengalami gangguan jantung. Gejala yang ia alami berupa  sesak nafas pada awal Maret 2015. Ia langsung dibawa ke mantri terdekat karena agar segera ditangani. Bu Dede segera dirujuk ke RSUD Ciamis yang kemudian dirujuk lagi ke dokter spesialis jantung RS Santosa Bandung. Mereka sempat kebingungan masalah biaya karena pengobatan Bu Dede membutuhkan waktu lama sedangkan mereka keterbatasan biaya hidup sehari-hari. Demi kesembuhan istrinya, Pak Memed segera membawa istrinya ke Bandung dengan bekal seadanya. Sebelum bertemu #SR mereka mengontrak dengan anaknya di daerah Ujung Berung Kabupaten Bandung. Mereka sempat meminjam uang kepada tetangga untuk biaya sehari-hari. Alhamdulillah #SR dipertemukan dengan keluarga ini sehingga dapat menyampaikan santunan untuk biaya berobat. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Dede menderita gangguan jantung

Dede menderita gangguan jantung


MUHAMMAD RIFKI (9, Leukimia ). Alamat. Blok Pakupan RT. 8/3 Kelurahan Wotgali Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon. Rifki, putra Bpk. Warnijan (47)  dan Ibu  Salamah (45). Rifki selama ini diasuh oleh bibinya. Ia mengalami kanker darah stadium lanjut yang saat ini menjalani protokol  kemoterapi sebanyak 114 siklus selama 2 tahun di RS Hasan Sadikin Bandung. Pada fase pengobatan ini ia harus minum mercaptopurin (puritenon) yang ternyata tidak dijamin oleh jaminan BPJS kelas 3 yang dimilikinya. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan bibi Rifki yang sedang kebingungan membeli obat tersebut seharga dua puluh tujuh ribu per tabletnya. Jumlah yang harus dibeli sebanyak 40 tablet dengan jumlah uang yang dibutuhkan sebesar satu juta rupiah. Santunan titipan langit segera disampaikan. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @ abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Rifki menderita Leukimia

Rifki menderita Leukimia


HENDRA GUNAWAN (26, giant cell tumor).  Alamat: Kampung Rawa Sentul RT.2/4 Desa Jaya Mukti Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi. Sejak 3 tahun yang lalu  Hendra mulai merasakan nyeri dan bengkak di lutut kiri. Ia sudah berobat secara tradisional selama satu tahun, namun penyakitnya bertambah parah. Bengkak di lututnya semakin besar hingga akhirnya ia berobat ke RS Medirosa Bekasi. Hendra dinyatakan mengalami tumor di lutut kiri dan dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Pada tahun 2012 Hendra sudah menjalani operasi pertama dan dilanjutkan dengan radioterapi sebanyak 30 kali. Selama rutinitas pengobatan Hendra tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Santunan dari sedekaholics #SR disampaikan kepada Hendra untuk biaya transport dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 15 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Hendra menderita giant cell tumor

Hendra menderita giant cell tumor


PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN RHAUDATUL MUHIBIN ASSYIFA (Bantuan Tunai). Pondok Pesantren ini yang beralamat di Kampung Kalijeruk RT.2/3, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Setelah satu tahun sejak didirikan, pondok pesantren ini terus berkiprah dan segenap pengurus bercita-cita melahirkan generasi robbani yang hifdzul Quran. Pesantren ini didirikan pada tanggal 8 Februari 2014. Tujuan utamanya adalah membantu anak-anak yatim dan dhuafa di wilayah Cikarang untuk menghafal sekaligus mengamalkan ajaran al-quran. Harapannya adalah melahirkan generasi Islam yang kaffah. Selama menjadi santri di pondok pesantren ini, anak-anak dhuafa yang belajar di sini tidak dipungut biaya baik untuk makan ataupun peralatan belajar lainnya. Kurir @SR bergerak menyampaikan santunan yang diterima langsung oleh pimpinan Ponpes, Ust. H.Nasim Surahman. Ust. Nasim, panggilan akrab pengasuh Ponpes ini mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, atas kepedulian #SedekahRombongan yang terus bergerak menyampaikan titipan langit bagi yang membutuhkan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 22 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Bantuan tunai

Bantuan tunai


MUHAMMAD FADILLAH BIN DEHERWAN (12, Atresia Ani,  kelainan fisik dan Sindrom Down). Alamat: Kampung Kencana RT.3/9, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal,  Kota Bogor.Muhammad Fadillah mempunyai panggilan akrab Aa. Ia anak tunggal pasangan Deherwan dan Yanah Herlianah. Aa sejak dilahirkan diketahui mengalami kelainan fisik berup tidak memiliki anus dan sindrom down. Kedua orang tua Aa sudah menerima kondisi ini dan tawakal kepada Allah atas kehendakNya yang terjadi pada Aa. pada awalnya tidak bisa berbuat apa2 lagi selain bertawakal dan ikhlas menerima keadaan Aa, terutama Yanah, ibu Aa.  Dua tahun terakhir Aa hanya tinggal berdua dengan ibunya saja setelah ayahnya pergi merantau. Sehari-hari, Aa dibantu untuk pembuangan kotorannya. Ibu Aa memasang semacam gurita berupa  balutan kain yang dililitkan di perut sebagai pengganti plastik khusus yang lebih tepat digunakan untuk menampung kotoran tersebut.  Plastik sekali buang seharga duapuluh rupiah itu tak memungkinkan dibeli Bu Yanah karena kondisi ekonomi mereka yang terbatas. Perawatan diri Aa sangat tergantung kepada ibunya, seperti mandi,  makan, berdiri, duduk, memakai baju. Demikian juga  kegiatan keseharian lainnya. Meski demikian Bu Yanah tak mengeluh.  Kurir #SedekahRombongan melihat ibu ini sabar, tabah dan dengan telaten dalam melayani dan membantu gerak dan aktivitas Aa yang terbatas.  Santunan sedekaholics #SR disampaikan untuk perawatan Aa dan keperluan membeli obat.  Semoga Allah memberi kemudahan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2015
Kurir : @dedesyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Fadilah menderita Atresia Ani,  kelainan fisik dan Sindrom Down

Fadilah menderita Atresia Ani, kelainan fisik dan Sindrom Down


MUHAMMAD ZAKARIA BIN PRAHARA YUDHA, (2, Kelainan Tulang Dada & Leher). Alamat: Kampung Gedong RT.2/20 Kelurahan Kemiri Muka Kecamatan Beji  Depok Jawa Barat. Muhammad Zakaria, biasa dipanggil Omat  adalah anak bungsu dari 2 bersaudara. Ketika dilahirkan Omat dalam kondisi kesehatan yang sehat dan normal. Sampai usianya menginjak 2 tahun tumbuh kembangnya berjalan baik dan normal.  Kondisi kesehatannya mulai menurun setelah Omat terjatuh dengan posisi terjerembab ke tanah.  Deasy, ibu Omat membawanya ke tukang urut. Selanjutnya secara rutin Omat dipijat. Tiga bulan setelah itu keadaan Omat ternyata belum membaik  malah tulang leher belakang jadi menonjol demikian juga tulang iganya. Tulang leher dan bahunya terlihat menempel dengan posisi kepala miring ke kanan. Ayah Omat, Prahara Yudha menjadi prihatin dengan kondisi anaknya ini. Tukang ojek di depan Depok ini baru terpikir  membawa anak bungsunya ini  berobat secara medis. Dengan  berbekal kartu Jamkesda yang mereka miliki, Omat dibawa ke Puskesmas. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, ia dirujuk ke rumah sakit. Alhamdulillah Omat segera mendapat penanganan yang terbaik. Saat kurir # SedekahRombongan mengunjungi Omat, ia  sedang mengalami demam. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk ongkos dan untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2015
Kurir :@dedesyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Zakaria menderita Kelainan Tulang Dada & Leher

Zakaria menderita Kelainan Tulang Dada & Leher


NOVITA SARI BIN ANJAS (9, kanker wajah). Alamat : Kampung Cigelap RT .6/1 Desa Cibeuteung Udik Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.  Novita Sari,  biasanya dipanggil Novi adalah anak ke 4 dari 5 bersaudara putra Bp. Anjas dan Ibu Nawati. Novi tidak pernah bersekolah seperti kedua saudaranya yang lain karena keterbatasan ekonomi orangtuanya. Ia juga merasa rendah diri dengan dengan keadaan wajahnya. Penyakit tersebut telah diketahui ibu Novi sejak kecil. Gejala awalnya berupa muncul benjolan di wajah hingga ke arah dagu. Seiring bertambahnya usia, benjolan tersebut semakin membesar. Mereka ingin membawa Novi berobat, namun karena keterbatasan biaya, harapan itu tertunda. Anjas sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang tidak menentu. Ketidaktahuan mereka dengan kondisi Novi juga menjadi hambatan apa yang harus mereka lakukan. Pertolongan Allah datang saat Novi bertemu dengan suatu komunitas sosial yang melakukan kunjungan ke wilayah tempat tinggal Novi, pada  akhir tahun 2014. Dengan bantuan komunitas sosial ini Novi mendapatkan pendampingan berobat sampai akhirnya dirujuk ke RS Cipto  Mangunkusumo Jakarta. Novi direncanakan akan menjalani operasi wajah dalam waktu dekat. Kurir #SedekahRombongan datang mengunjungi Novi, sekaligus menyampaikan bantuan titipan dari sedekaholics #SR. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2015 .
Kurir:@dedesyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Novita menderita kanker wajah

Novita menderita kanker wajah


KARLINA BINTI JAUHARI (50, Infeksi Rahim). Alamat: Ciwaringin Pabrik Es, RT .3/8 Keluarahan Ciwaringin Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Karlina, seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak. Ia biasa dipanggil Lina. Sehari-harinya Bu Lina juga beraktivitas sebagai pekerja sosial yang membantu tetangga untuk pengurusan surat-surat identitas seperti KTP dan akte kelahiran. Ia juga ringan tangan membantu mengurus tetangga yang sakit sampai membawa ke rumah sakit dengan atau tanpa imbalan.  Kegiatan ini mulai terhambat satu tahun belakangan, sejak ia merasakan gejala penyakitnya. Bu Lina sering merasa merasa nyeri di perut bagian bawah sebelah kiri. Rasa nyeri ini kadang tidak tertahankan hingga ia terpaksa mengeluhkan  kepada yang kepada kurir #SedekahRombongan.  Dengan berbekal Jamkesmas ia berobat ke puskesmas  dan mendapat rujukan ke RS  PMI Bogor. Dari hasil pemeriksaan didapatkan adanya penyakit di rahimnya. Ia ingin sembuh dan mulai rutin berobat, sehingga mulai mengurangi kegiatannya mendampingi warga yang sakit.  Bp. Irin,  suami bu Lina,  seorang supir tembak angkot rute dalam kota mendukung pengobatan Bu Lina.  Kurir # SedekahRombongan datang mengunjungi Bu Lina dan menyampaikan bantuan untuk biaya berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu karlina menderita  Infeksi Rahim

Ibu karlina menderita Infeksi Rahim


SITI HALIMAH BINTI ALIMUDIN (33, gangguan lambung kronis, darah tinggi dan sesak nafas), Alamat: Kampung Cibadak RT.1/3 Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur  Jawa Barat. Siti Halimah di lingkungan rumahnya biasa dipanggil Nyinyi. Ia seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak  dengan keadaan ekonomi keluarga yang terbatas.  Suami Bu Nyinyi,  Jujun Junaedi (38) sehari-hari bekerja sebagai buruh tani.  Untuk bisa makan dua kali sehari dengan lauk ikan asin atau seadanya saja, mereka sudah sangat bersyukur.  Gejala penyakit Bu Nyinyi mulai muncul pada awal tahun 2015. Ia sering merasa pusing,  mual dan tidak ada selera makan. Semula ia mengira dirinya hamil, namun setelah diperiksa dan berobat ke puskesmas terdapat gangguan  lambungnya dan  darah tinggi. Ia diberi obat untuk mengurangi gejalanya.  Alhamdulillah setelah minum obat kondisi Bu Nyinyi membaik, namun setelah obat habis, ia kembali merasa mual dan pusing. Selain itu terdapat gejala lemah di seluruh tubuh dan mengalami  sesak nafas hebat. Ia segera dibawa ke UGD RS Cimacan. Di rumah sakit ini ia dirawat selama 4 hari menggunakan jaminan BPJS. Ia pulang dari rumah sakit setelah keadaannya mulai membaik. Selanjutnya ia dianjurkan rawat jalan. Saat dikunjungi kurir #SedekahRombongan di rumahnya, ia masih tergeletak dan terbaring lemah beralas kasur di lantai. Sesekali ia  masih terlihat sesak. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya transport ongkos dan untuk pembelian obat yang tidak ditanggung oleh BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu siti menderita gangguan lambung kronis, darah tinggi dan sesak nafas

Ibu siti menderita gangguan lambung kronis, darah tinggi dan sesak nafas


ALIYAH BINTI ADIP (53, Kista Ovarium). Alamat: Kampung Parung Banteng RT.5/1  Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur. Ibu Aliyah menderita Kista Ovarium cukup lama namun karena keterbatasan biaya, ia tidak mampu berobat. Bu Aliyah yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di pinggir sungai di wilayah Kelurahan Katulampa ini dikunjungi Kurir #SedekahRombongan pada tanggal 1 Maret 2015. Bantuan lanjutan disampaikan kepada Bu Aliyah untuk melanjutkan pengobatan. Bu Aliyah menderita tumor ovarium dan berobat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Ia mendapat jadwal operasi tanggal 2 Maret 2015. Bu Aliyah berangkat dari Bogor pada tanggal 1 Maret 2015 dan bermalam di  Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta, agar memudahkan ke RSCM keesokan harinya. Setelah melihat kondisi fisik Bu Aliyah, pada Hari Senin pagi tanggal 2 Maret 2015 dokter melakukan operasi untuk mengangkat kista ovariumnya. Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Kista seberat 15 kilogram sudah berhasil dikeluarkan dari dalam perutnya. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bu Aliyah setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 678.   .

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2015
Kurir :@ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendish

Ibu aliyah menderita Kista Ovarium

Ibu aliyah menderita Kista Ovarium


SYAMSUL BAHRI BIN WAHID (37 Tahun, Maag Kronis) beralamat di Dusun 2 Tolowe, Desa Ponrewaru, Kec. Wolo, Kab. Kolaka. SULAWESI TENGGARA. Pak Syamsul, sudah 6 bulan tidak bisa lagi bertani karena penyakit yang ia derita tidak mengizinkannya bekerja keras. Sawah yang satu-satunya ia gadai sebagai sumber penghasilan yang hasilnya mesti dibagi dua kini ia telah serahkan kepada pemiliknya. Tak ada lagi penghasilan tetap yang ia harapkan,untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia harus berjuang keras melawan sakit sejak 6 bulan lalu, rasa sakit di lambungnya itu berimbas pada rasa sakit didada dan ginjalnya. Ia sudah berkali-kali berobat di Puskesmas Kecamatan, tapi tidak pernah ada perubahan, karena obat yang di berikan hanya obat yang sangat murah. Kartu JAMKESMAS yang ia miliki tidak banyak membantu. Tidak puas dengan pelayanan di Puskesmas, Pak Syamsul mencoba berobat ke dokter praktek di Kecamatan Samaturu. 4 kali berobat Alhamdulillah ada perubahan, tetapi setelah obat yang diberikan telah habis, ia sudah tidak bisa lagi berobat ke dokter praktek karena ia harus membayar mahal obat-obat itu, bahkan ia harus menjual motor  satu-satunya yang ia gunakan sehari-hari mencari nafkah. Hasil penjualannya ia gunakan untuk membayar biaya pengobatannya di dokter praktek, sisanya ia gunakan untuk biaya sekolah anak tertuanya yang terancam putus sekolah. Pak Syamsul masih bisa bersyukur karena pihak sekolah bersedia membantu meringankan sedikit beban biaya sekolah tersebut. Anak keduanya yang masih duduk di kelas  2 SMP kini terancam berhenti bersekolah dikarenakan biaya tahigan mobil angkutan yang setiap hari mengantarnya ke sekolah belum lunas selama 3 bulan sehingga ia merasa malu untuk bersekolah kembali. Tidak ada alternatif lain untuk digunakan karena motor ayahnya telah dijual, sedangkan jarak sekolahnya lumayan cukup jauh.
Besar harapan dan semangat Pak Syamsul untuk  bisa sehat kembali seperti biasa dan bisa bekerja kembali agar anak-anaknya bisa bersekolah kembali tanpa merasakan malu  karna sangat kekurangan biaya. Istri beliau Ratnawati (35) adalah ibu rumah tangga yang setia merawat beliau dan keempat putra-putrinya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Beliau bersama istrinya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada sedekaholic. Semoga Pak Syamsul bisa segera membaik dan kesehatannya kembali seperti biasa.

Jumlah bantuan        : Rp.750.000,-
Kurir                 : @areefy_dip via @naim_dahlan
Tanggal               : 04 April 2015

Pak syamsul menderita Maag Kronis

Pak syamsul menderita Maag Kronis


PAK SEMMA LAIYA  (43 Tahun, Asam Urat Akut) Beralamat di Dusun Bonto Manai, Kec. Cenrana,  Desa  Laiya. Pak Semma  menderita penyakit selama 20 tahun, awalnya digigit lipan/kelabang di kaki kanan dan mengalami pembengkakan ditambah sakit yang luar biasa, setelah 7 hari barulah ia membawanya ke puskesmas. Berselang 7 hari sakitnya kambuh kembali yang menyebabkan Pak Semma tak bisa berjalan, Ia pun dibawa ke RS terdekat guna mendapatkan perawatan, dokterpun memeriksa dan hasilnya adalah bahwa Pak Semma menderita Rematik, tapi lebam dikakinya mengalami luka yang serius, saat itu belum ada fasilitas penunjang biaya kesehatan sehingga Pak Semma menjual sawah ladangnya untuk memenuhi biaya berobat dan biaya sehari-hari .
Pak Semma hidup bersama 2 putranya Riski (17 Tahun) yang pendidikannya terhenti kelas 3 SD karena membantu mencari biaya hidup sehari-hari  dan adiknya Jumardi  (12 Tahun). Tepat Dua tahun yang lalu, Pak Semma ditinggal pergi oleh istrinya karena penyakit  yang dideritanya. Kini Sehari-harinya hanya berbaring diatas kasur dan menahan rasa sakit disetiap persendian. Bila digoyangkan akan terdengar seperti  kayu yang terjepit, di kaki dan tangannya menimbulkan luka lebam dan benjolan-benjolan  yang apabila ditekan akan mengeluarkan cairan putih, dan apabila dibiarkan sampai kering, akan mengeluarkan seperti serbuk tepung putih.
Pak Semma tinggal bersama kedua putranya disebuah rumah panggung sederhana yang lokasinya cukup jauh dari keramaian, sekitar 10 KM dari jalan poros Maros-Bone diatas pegunungan , menempuh jalan yang berkelok-kelok dan terjal, apalagi jalan  belum tersentuh oleh bantuan pemerintah sehingga akses ke rumah Pak Semma  bermandikan lumpur dan jalan yang licin, pun kendaran untuk masuk kesana hanya menggunakan kendaraan roda dua, tak jarang kendaraan yang digunakan harus didorong untuk melewati tanjakan yang berlumpur. Ini adalah santunan yang kedua untuk Pak Semma, sebelumnya beliau masuk dalam Rombongan 689. Bantuan kedua kali ini untuk keperluan membeli obat yang sebelumnya telah habis digunakan.
Semoga santunan kedua ini mampu meringankan sedikit beban Pak Semma dan kesembuhan segera menyapa beliau.

Jumlah Bantuan          : Rp. 500.000
Kurir                   : @areefy_dip @syukran_mayran @ahmadhamzahmo
Tanggal                 : 05 April 2015

Pak semma menderita Asam Urat Akut

Pak semma menderita Asam Urat Akut


IBU NIANG (64, Tifoid dan Janda Dhuafa), beralamat diKampung Bombong, Desa Biangkeke, Kec. Pa’jukukang, Kab. Bantaeng Sulawesi Selatan. Ibu Niang menderita sakit Tifoid, beliau adalah seorang janda yang memiliki 4 orang anak: Irmawati (27), Imran (25), Risnawati (21) dan Ikhsan (17). Suaminya meninggal dunia sekitar 4 tahun yang lalu (2011). Sejak itu, tulang punggung keluarga diambil alih anak laki- laki tertuanya, Imran (25) yang membuka usaha bengkel motor kecil-kecilan dari bantuan modal usaha Dinas Sosial di Kab. Bantaeng. Hanya saja Allah swt berkehendak lain, Imran (25) mengalami kecelakaan diawal tahun 2013 hingga akhirnya meninggal dunia menyusul bapaknya. Sejak rentetan peristiwa tersebut, seluruh anggota keluarga ibu Niang harus ikut melibatkan diri untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan biaya sekolah anak-anaknya. Irmawati berprofesi sebagai penjaga toko di pasar, Risnawati keliling kampung dipagi hari untuk menjajakan kue, sementara Ikhsan lebih banyak membantu orang-orang di kampung sebagai buruh lepas setelah pulang dari sekolah, dari mencari rumput untuk ternak hingga mencuci motor/ mobil tetangganya. Semuanya dilakukan demi menyambung hidup keluarga dan biaya pendidikanya. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ibu Niang dan ikut membantu meringankan biaya pengobatan rawat jalannya, yang sebelumnya dirawat inap di Puskesmas Pa’Jukukang. Semoga bantuan ini bias meringankan sedikit beban dikeluarga Ibu Niang.

Jumlah Bantuan          : Rp. 1.000.000,-
Kurir                   : @areefy_dip @ismawanamir
Tanggal                 : 06 April 2015

Ibu niang menderita Tifoid dan Janda Dhuafa

Ibu niang menderita Tifoid dan Janda Dhuafa


PANTI ASUHAN MUTMAINNAH Beralamat di  Jl. Raya Tomohon – Manado, Kec. Tomohon Utara, Kel. Kinilo, Lingkungan 7, Sulawesi Utara. Penduduk muslim yang berdomisili disekitar panti hanya 20an Kepala Keluarga yang dominan  adalah penganut agama nasrani, sekeliling panti pun diapit oleh beberapa gereja. Jumlah penghuni panti dan pesantren  sekitar 80an, terdiri dari 30 Santriwan dan 50 Orang Santriwati, sebagian besar berasal dari keluarga yang berada dibawah garis kemiskinan dan berasal dari pelosok pegunungan, bahkan ada yang menitip anaknya dan tidak pernah menjenguk kembali. Ustadz Yoto, Pembina Panti Ausahan ini sendiri berasal dari pulau jawa dan telah mengabdikan sisa hidupnya selama 30 tahun di panti itu, donatur panti selama ini berasal dari infaq para kaum muslim yang berada dipusat kota Manado, biasanya ada yang ditugaskan khusus untuk mengumpulkan biaya infaq demi kebutuhan sehari-hari anak pantinya, jumalah infaq yang biasa terkumpul kadang  tidak cukup memenuhi kebutuhan panti. Ustadz Yoto, merasa kasihan kepada anak-anak panti ketika ada pejabat yang datang saat menjelang pemilukada dengan janji manis yang begitu mudah dan meyakinkan dia sampaikan, sampai saat ini setelah mereka ada yang terpilih mereka tidak pernah ada kabar, kondisi bangunan mesjid ,asrama dan bangunan yang lainnya kini sangat mengkhawatirkan terutama asrama anak-anak panti.
saat ditemui Kurir #SedekahRombongan beliau pun tidak terlalu yakin, karena sudah terlalu banyak yang hanya menjanjikan untuk diberikan sumbangan, namun saat diberikan penjelasan mengenai visi #SedekahRombongan beliau (ustadz Yoto) langsung mengucapkan doa dan terimakasihnya untuk bisa segera dibantu. Saat itu  #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga anak-anak Panti Asuhan Mutmainnah dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan semangat lagi untuk menghafal Al-Quran.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Kurir          : @areefy_dip @akrampakki
Tanggal        : 10 April 2015

Bantuan tunai

Bantuan tunai


Demi memudahkan dan melanjutkan estafet penggunaan Ambulance MTSR MAKASSAR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) guna menjemput dan mengantar jenazah, dhuafa serta orang sakit, baik itu dalam kota maupun diluar kota. Maka dibutuhkanlah sarana untuk memudahkan kurir dalam mengangkut dan melayani pasien dhuafa untuk berobat, sehingga titipan langit tersampaikan tanpa rumit, sulit dan berbelit-belit. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran untuk pembayaran cicilan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Makassar pada bulan Maret 2015.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.600.000,-
Kurir : @areefy_dip  @ahmadhamzahmo
Tanggal : 16 Maret 2015

Cicilan mtsr makassar

Cicilan mtsr makassar


TUMINEM (61th, Ca Mammae) Alamat: Getas, Playen, Gunung Kidul. Bu Tum merupakan ibu dari anak bernama Muhammad Masrur (30) dan Khilmi Masduki (24). Bu Tum juga hidup bersama dengan suami yang bernama Marjuki (61) yang bekerja sebagai buruh tani. Bu Tum mempunyai riwayat penyakit kanker payudara yang beliau alami sejak tahun 2013. Pada awalnya Bu Tum hanya merasakan gatal dan jika diraba terdapat benjolan pada daerah payudaranya. Setelah diperiksakan ternyata Bu Tum mengalami penyakit kanker payudara dan harus segera dilakukan tindakan operasi. Karena jika tidak dilakukan tindakan maka kanker tersebut dapat menjalar ke bagian tubuh yang lain. Karena Bu Tum tidak mempunyai dana yang cukup untuk melakukan pengobatan maka Bu Tum mengurus jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah yaitu Jamkesmas. Setelah mendapatkan jamkesmas Bu Tum segera ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit yang dapat menangani penyakitnya Bu Tum tersebut. Bu Tum sempat bercerita kepada tetangganya untuk masalah penyakitnya tersebut, dan tetangganya yang berada di daerah Maguwo tersebut menyarankan untuk meminta bantuan kepada Sedekah Rombongan. Dan setelah meminta bantuan ke Sedekah Rombongan yang berada di Jogja, Bu Tum mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Hardjolukito yang letaknya tidak terlalu jauh dari Rumah Singgah Sedekah Rombongan yang berada di Maguwo. Pada bulan Januari 2014 dilakukan tindakan operasi untuk mengangkat kanker payudara tersebut. Setelah operasi dilakukan dokter yang menangani Bu Tum menyarankan untuk tetap kontrol dan dilakukan Kemoterapi agar penyakit yang bersarang di tubuh Bu Tum dapat sembuh dengan total. Bu Tum sudah menjalani Kemoterapi sebanyak sembilan kali. Bantuan ini untuk kebutuhan kontrol, ceklab, uang saku. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 693.

Jumlah Bantuan : Rp. 906.200
Kurir: @RofiqSILVER @ninikns
Tanggal : 10 February 2015

Ibu tuminem menderita  Ca Mammae

Ibu tuminem menderita Ca Mammae


SIYAM ( 52th, Ca Mammae & Tulang Retak ) Alamat dusun Jurug rt 80, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Beliau mengidap kanker payudara diketahui pada awal tahun 2014 dengan sebuah benjolan pada payudara kiri. Pada awal bulan agustus benjolan itu pecah, sampai saat ini belum pernah di obatkan ke rumah sakit. Kondisi di perparah saat kaki ibu Siyam kesleo yang menimbulkan tulang retak pada kaki kiri sehingga tidak bisa berjalan. Bantuan dari sedekah rombongan ini digunakan sebagai biaya akomodasi kontrol di RS. Hardjolukito Yogyakarta,susu peptamen, akomodasi membuat rujukan, yang sebelumnya masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.296.200
Kurir : @RofiqSILVER @ninikns
Tanggal : 10 Februari 2015

Ibu siyam menderita Ca Mammae & Tulang Retak

Ibu siyam menderita Ca Mammae & Tulang Retak


SIYAM ( 52th, Ca Mammae & Tulang Retak ) Alamat dusun Jurug rt 80, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Beliau mengidap kanker payudara diketahui pada awal tahun 2014 dengan sebuah benjolan pada payudara kiri. Pada awal bulan agustus benjolan itu pecah, sampai saat ini belum pernah di obatkan ke rumah sakit. Kondisi di perparah saat kaki ibu Siyam kesleo yang menimbulkan tulang retak pada kaki kiri sehingga tidak bisa berjalan. Bantuan dari sedekah rombongan ini digunakan sebagai biaya akomodasi kontrol di RS. Hardjolukito Yogyakarta, susu peptamen, uang saku, cek lab, block parafin, CISH, yang sebelumnya masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.156.700
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine @royekanala
Tanggal : 10 Januari 2015

Ibu siyam menderita Ca Mammae & Tulang Retak

Ibu siyam menderita Ca Mammae & Tulang Retak


SUTARNI ( 55th, Jantung ) Alamat di wirosari RT 012 RW 005, somopuro, jogonalan, Klaten. Pekerjaan beliau sehari-hari adalah menjualan nasi, minum, dll. penghasilan beliau rata-rata 10-20rb per hari. Bu Sutarni Mempunyai riwayat penyakit yaitu jantung sejak 15 tahun yg lalu, tiap bulan menjalani pengobatan alternatif,pada tahun 2014 masuk Rumah Sakit sebanyak 3 kali, biasanya ke Rumah Sakit hanya ketika jantungnya terasa sakit, kalau tidak terasa sakit beliau pun tidak memeriksanya. terakhir kali ke Rumah sakit tegalyoso bulan ini dan beliau masuk ranap. Untungnya beliau mempunyai jaminan kesehatan ASKES untuk meringankan pengobatannya, beliau pernah dibantu berobat sebelumnya. Bu Sutarni mempunyai anak 1, tinggal dgn ibunya anaknya bekerja sebagai satpam dan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Bantuan di berikan untuk akomodasi pemeriksaan di Rumah Sakit Pusat Sardjito dan pembelian obat diluar jaminan. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 656.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 10  January & 10 Februari 2015
Kurir : @RofiqSILVER @mwatsik @ninikns

Ibu sutarni menderita Jantung

Ibu sutarni menderita Jantung


ARTI ( 52th, Ca Mammae) Alamat di Kempong RT 040/ RW 019 Banjaroyo kec. Kalibawang kab. Kulonprogo Yogyakarta. Bu Arti yang setiap harinya beliau sebagai petani untuk menanggung biaya hidup anaknya yang masih sekolah kelas 2 SMK dan kelas 1 SMP. Kadang beliau juga dibantu oleh 2 anak lainnya yang sudah bekerja. Bu Arti menderita kanker payudara dan sudah menjalar ke tangan sejak 4 tahun yang lalu. Menggunakan fasilitas jamkesmas, Ddlu bu arti dibawa ke RSUD Wates dan pernah menjalani operasi. Setelah 3tahun kembali merasakan sakit, beliau dibawa ke RSUD Wates untuk kontrol. Oleh dokter beliau dirujuk ke RS Sardjito dan dianjurkan kemoterapi. Sampai sekarang beliau belum juga kemo karena sudah 4 kali berangkat ke Sarjito tetapi kemoterapi diundur. Dan untuk saat dari team Sedekah Rombongan membawa bu Arti ke Rumah Singgah untuk mempermudah pengobatan kemoterapy di RS.Hardjolukito. Bantuan ini digunakan untuk pemeriksaan ER, PR, Her 2 CITO, Akomodasi, susu protein tinggi dan uang saku, Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 672.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir: @RofiqSILVER @inejuine @dhimascheb_
Tanggal : 10 & 18 February 2015

Ibu arti mendearita Ca Mammae

Ibu arti mendearita Ca Mammae


YENI NURVITA (23, Patah Tulang Belakang).  Alamat:  Dusun Gunung Kacangan RT.1/16 Sumberwungu, Tepus Kab. Gunung Kidul, D.I.Yogyakarta. Mbak Yeni mengalami kelumpuhan sejak 2 tahun lalu, tepatnya setelah 2 bulan menikah, yaitu pada tanggal 4 agustus 2012. Mbak Yeni tertindih pagar saat sedang bekerja dan mengakibatkan patah tulang belakang, beliau pernah dioperasi di RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo dan menghabiskan biaya sekitar 40an juta. Selang beberapa bulan setelah operasi ada luka di tubuh bagian belakang, sempat diperiksakan di rumah sakit Mumtazam Wonosari, karena keterbatasan dana lalu pindah ke pengobatan alternatif dan lukanya berhasil sembuh, akan tetapi kondisinya masih lumpuh. Dahulu, dari pihak RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo mbak Yeni disuruh untuk rutin terapi satu minggu sekali, tetapi karena keterbatasan dana dan tidak adanya transport keluarganya keberatan dan terpaksa terapi dihentikan. Akhirnya kami membawa mbak Yeni kontrol ke RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo, dokter menyarankan untuk dilakukan fisioterapi dan akupuntur. Kemudian kami mendampinginya dengan melakukan terapi akupuntur di RSUP Hardjolukito. Bantuan ini digunakan untuk salep kloderma, susu peptamen, akupuntur, uang saku, kebutuhan pribadi. yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 675.

Jumlah Bantuan : Rp 2.251.000
Kurir : @RofiqSILVER @imamnurhuda
Tanggal : 20 February 2015

Ibu yeni menderita Patah Tulang Belakang

Ibu yeni menderita Patah Tulang Belakang


MINDARTI (29th, Kanker Paha) Alamat Gading RT 9 , Wonosari. Bu Mindarti menderita ca inguinal dextra (kanker paha) sejak 6 bulan yang lalu (perkembangan kanker sangat progresif). selama ini tinggal dengan ibunya yang menderita stroke ringan, ayahnya meninggal sejak mbak mindarti bayi. semenjak sakit, mbak mindarti dirawat oleh tetangganya (pak alimuddin, 42th, buruh bangunan). sebelumnya, pasien tidak pernah dibantu berobat. saat ini mbak mindarti sedang dirawat di RS hardjolukito camar 222 untuk perbaikan KU, direncanakan operasi tgl 28 januari apabila kondisi memungkinkan. pasien memiliki jaminan bpjs mandiri kelas 2 (dibiayi urunan tetangga). semenjak sakit, pasien tidak memiliki penghasilan apapun. Sedekah Rombongan member santunan awal untuk akomodasi saat rawat inap di RS.Hardjolukito jogja.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000
Kurir : @RofiqSILVER @ninikns @Aryo
Tanggal : 31 Januari , 10 February dan 23 Maret 2015

Ibu mindarti menderita Kanker Paha

Ibu mindarti menderita Kanker Paha


ISROMAH (46th,Ca Mammae ) Alamat di Susukan, Tegal Arum, Borobudur Magelang Jawatengah, bersama suami dan 2 anaknya. Suaminya kerja sebagai tukang ojek di kampungnya, dengan penghasilan tak menentu. Bu Isromah menderita kanker payudara dengan indikiasi awal muncul benjolan di payudaranya sejak tahun 2011, setelah menyusui anak keduanya kemudian diperiksakan ke RST untuk di biopsi. Selanjutnya bu Isromah menjalani operasi di RSKB Jogja pada bulan Agustus 2011. Setelah operasi, benjolan kembali muncul ditempat yang sama dan menjalar ke leher sampai pipi. Kemudian diperiksakan ke Sardjito, dan dianjurkan untuk kemoterapi. Bu Isromah sudah menjalani kemo beberapa kali, dengan memakai jamkesmas pada th 2012. Tapi, sekarang jamkesmasnya sudah tidak bisa dipakai lagi, dan Bu Isromah tidak mempunyai biaya sehingga kemoterapi tidak bisa dilanjutkan sampai sekarang. Bantuan ini digunakan untuk biaya pemeriksaan  di RS.Sardjito, cek lab, uang saku, , biaya kontrol, susu peptamen serta akomodasi. Sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 675.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.668.000
Tanggal : 10 February 2015
Kurir : @RofiqSILVER @Ninikns @NH_Erna @inejuine

Ibu isromah menderita Ca Mammae

Ibu isromah menderita Ca Mammae

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Sarno 500,000
2 Panti asuhan bina insani 3,000,000
3 M Abdul Aziz 500,000
4 Fajar Aribuan 500,000
5 Sahid 500,000
6 Novida 500,000
7 Juniranto 1,500,000
8 Patmi 700,000
9 Priyono 5,000,000
10 Winanti 1,000,000
11 Sukinah 3,000,000
12 MTSR Magetan 90,000,000
13 M Aang 500,000
14 RSSR Bandung 2,500,000
15 Ary Prasetya 500,000
16 Titin 500,000
17 Rudi 1,000,000
18 Redi 1,000,000
19 Dede 750,000
20 Hadi 500,000
21 Andini 500,000
22 Popti 1,250,000
23 Dede 500,000
24 M Rifki 1,000,000
25 Hendra 500,000
26 PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN RHAUDATUL MUHIBIN ASSYIFA 1,000,000
27 M Fadillah 500,000
28 M Zakaria 500,000
29 Novita 500,000
30 Karlina 500,000
31 Siti 500,000
32 Aliyah 500,000
33 Syamsul 750,000
34 Semma 500,000
35 Ibu Niang 1,000,000
36 Panti asuhan mutmainnah 1,500,000
37 MTSR Makassar 3,600,000
38 Tuminem 906,200
39 Siyam 1,296,200
40 Siyam 1,156,700
41 Sutarni 1,000,000
42 Arti 1,000,000
43 Yeni 2,251,000
44 Mindarti 2,000,000
45 Isromah 1,668,000
Total 140,328,100

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 140,328,100,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 696 ROMBONGAN

Rp. 25,544,268,684,-