MUHAMAD SAEFULLOH (20, Kusta). Alamat  Kp. Pulo Gelatik RT.3/3, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Muhamad Saefulloh yang sehari-hari biasa disapa Aep adalah remaja tamatan SMA yang sejak 1 tahun yang lalu diketahui menderita penyakit kusta (Morbus Hansen).  Ayahnya, Pak Tabroni setahun yang lalu meninggal karena penyakit yang sama.  Bukan hanya Aep saja, ibu dan kedua adiknya juga positif menderita kusta. Ibunda Aep, Bu Siti Nayati (38) merupakan salah satu pasien dampingan #SedekahRombongan dan tercatat di Rombongan 634. Saat ini beliau sudah  sembuh dari penyakit tumor ovarium yang dideritanya. Meski cobaan datang lagi kepada keluarga ini, mereka tetap semangat menjalani pengobatan di RS. dr. Sitanala Tangerang. Alhamdulillah, kemudahan dari Allah diberikan kepada Aep dan keluarganya. Kurir @SRbergerak kembali menyampaikan bantuan untuk biaya akomodasi dan transport selama menjalani pengobatan ke RS. Sitanala.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000, –
Tanggal: 17 April 2014
Kurir : @ddsyaefudin @aaiyom @mardisay @hapsarigendhis

Saef menderita Kusta

Saef menderita Kusta


FIKRI BIN MADRUDIN (5, Hemophilia). Alamat:  Kp. Pulo Kukun RT.2/6, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Fikri putra Pak Madrudin (35) dan Ibu Engkar (31). Fikri mengalami gejala hemophilia sejak usia 9 bulan. Awal gejala penyakitnya yaitu seluruh badan Fikri tampak  membiru dan pucat.  Setelah diagnosis dokter ditegakkan bahwa ia mengalami hemophilia, Fikri harus menjalani pengobatan seumur hidup. Fikri dijadwalkan  kontrol teratur 1 bulan sekali ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Tujuannya adalah kondisi fisiknya tetap fit, kuat dan tidak melemah. Empat tahun terakhir mereka sering pulang-pergi Bekasi-Bandung untuk pengobatan Fikri. Kemiskinan mereka menjadi kendala dalam masalah biaya, sehingga ada kalanya ibunda Fikri hanya membawa berobat saat kondisi Fikri memburuk. Alhamdulillah kurir #SR dapat menyampaikan bantuan lanjutan untuk meringankan biaya transport berobat. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 676.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Fikri menderita Hemophilia

Fikri menderita Hemophilia


AULIA IZZATUNISA (1, Atresia Billier). Alamat: Jl. Kemayoran Timur Rt .8/8 Kelurahan Kemayoran Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Aulia, putri Bp. Kurniawan (29) dan Kiki Rosmayanti (27) ini menderita atresia bilier. Gejala penyakitnya timbul sejak ia berusia 5 hari. Aulia sering mengalami muntah darah. Ayahnya membawa Aulia berobat ke puskesmas di wilayah Kemayoran Jakarta Pusat hingga usia Aulia satu bulan. Dokter puskesmas kemudian merujuk Aulia ke Poli Gastro di RSCM karena kondisinya tidak kunjung membaik. Semula Aulia diduga menderita varises esofagus, namun setelah dilakukan endoskopi dan ligasi gejala muntah darah tersebut masih ada. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih  lengkap barulah diketahui Aulia menderita atresia bilier. Tatalaksana untuk penyakit tersebut adalah dengan transplantasi hati. Biaya  yang dibutuhkan untuk itu mencapai 900 juta rupiah.  Sampai dengan saat ini kondisi Aulia masih lemah. Skrining untuk mengetahui hati siapa yang cocok dicangkokkan pada Aulia belum dilakukan. Orangtua Aulia kebingungan masalah biaya perawatan anaknya. Penghasilan Kurniawan sebagai juru parkir tidak cukup menutupi biaya pengobatan. Jaminan kesehatan BPJS pun tidak menjamin keseluruhan biaya. Pada tanggal 6 April 2015 Aulia kembali diendoskopi. #SedekahRombongan telah menyampaikan santunan untuk biaya sehari-hari selama Aulia dirawat. Semoga Allah memberi kesembuhan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1000.000,-
Tanggal : 7 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @hapsarigendhis

Aulia menderita Atresia Billier

Aulia menderita Atresia Billier


UMINAH BINTI NAWI (30, gangguan penglihatan). Alamat: Blok Tengah, RT.6/2, Desa kedokan bunder, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu. Ibu rumah tangga dengan tanggungan 4 anak ini mengalami  gangguan penglihatan. Keluarga Bu Uminah merupakan keluarga tidak mampu. Ia mengandalkan kebutuhan sehari-hari  pada ayahnya  yang merupakan buruh tani. Keempat anaknya  juga dipenuhi kebutuhannya dari penghasilan sang kakek, setelah suami Bu Uminah meninggalkan keluarga itu sejak kelahiran anak mereka yang keempat. Gejala penyakit muncul ketika usia kehamilan anak ke-4 menginjak 7 bulan. Awalnya gejala penyakitnya ini dianggap  biasa, namun ternyata kondisinya semakin parah hingga kini ia tidak dapat melihat.  Dokter yang memeriksanya menyarankan ia berobat ke RSUD Indramayu agar ia mendapat pengobatan yang terbaik, namun belum ia lakukan karena jarak ke rumah sakit yang cukup jauh dan keterbatasan ekonomi. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya berobat. Semoga Allah memberi kemudahan kepada Bu Uminah. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @filovan @hapsarigendhis

Umina menderita gangguan penglihatan

Umina menderita gangguan penglihatan


SUNENTI BINTI KASAN (36, stroke). Alamat: Blok Pekliwonan, RT.6/2, Desa Kedungdawa, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon. Ibu Sunenti, menderita stroke sejak 1 bulan yang lalu. Gejala yang dialami istri Bpk. Rusnandi (40) ini awalnya demam tinggi. Keluarga mengira demam  biasa dan sembuh dengan obat  penurun panas. Ternyata kian hari kondisi ibu rumah tangga ini tidak mengalami perbaikan. Sebaliknya malah terjadi kelumpuhan di anggota tubuh sebelah kiri. Dokter dekat rumah yang memeriksanya menyarankan Bu Sunenti dibawa ke rumah sakit, namun karena keterbatasan ekonomi anjuran itu tidak segera dilaksanakan. Penghasilan suami bu Sunenti sebagai buruh lepas tidak mencukupi untuk biaya berobat. Keluarga tidak mampu ini hanya bisa pasrah dengan keadaan mereka. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Bu Sunenti dan langsung menyampaikan santunan setelah melihat kondisinya. Bantuan digunakan untuk biaya berobat dan pembuatan kartu jaminan BPJS.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @filovan @hapsarigendhis

Ibu sunenti menderita stroke

Ibu sunenti menderita stroke


IIK MUDRIKA (9, Benjolan dalam mulut). Alamat Dusun Langseb IV RT.4/4, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ayahnya bernama Pak Darsum (40), sehari-hari bekerja sebagai buruh tani serabutan di kampung dengan penghasilan yang  tidak menentu. Sedangkan ibunya, Bu Nursiah (35) hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Sudah hampir 1 tahun terdapat benjolan dalam mulut Iik. Semakin hari benjolan ini dirasakan semakin membesar disertai nyeri dan gatal. Awalnya orang tua Iik membawanya ke Puskesmas terdekat. Setelah menjalani pemeriksaan Iik disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjut ke Poli Bedah di rumah sakit.   akhirnya keluarga membawanya ke RS. Proklamasi di Rengas Dengklok Karawang dengan menggunakan kartu jaminan BPJS. Saat ini Iik harus menjalani serangkaian pemeriksaan diantaranya pemeriksaan laboratorium dan rontgen. Dibalik himpitan ekonomi yang sulit dirasakan keluarga ini, alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan berkunjung dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Iik menderita Benjolan dalam mulut

Iik menderita Benjolan dalam mulut


SYIRA SYAHIRA RAMADHANI (4, Suspek Meningomyocelle). Alamat : Jl. Jembatan Serong RT.3/2, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Syira Syahira Ramadhani atau yang biasa dipanggil dengan Chila ini adalah anak semata wayang dari pasangan Dede Sulistyo (32) dan Yuli Yuliana (34). Sejak lahir Chila mengalami kelainan dibagian bawah bokong yaitu terdapat benjolan besar.  Oleh ayahnya Chila dibawa ke ke Puskesmas yang kemudian merujuk ke RSCM. Ia belum sempat mendapat penanganan secara intensif karena terdapat kekurangan data administratif terkait jaminan yang digunakan Chila. Saat itu ia menggunakan JAMKESDA Depok.  Saat ini, benjolan tersebut terlihat makin membesar. Orang tua Chila merasa keberatan dengan prosedur di rumah sakit yang dirasa rumit. Oleh kurir #Sedekah Rombongan, Chila menjadi peserta BPJS agar  memudahkan dan meringankan biaya pengobatan. Pak Dede yang bekerja sebagai buruh merasa penghasilannya tidak mencukupi  jika harus membiayai seluruh pengobatan Chila.  Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 16 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana @hapsarigendhis

Syira menderita Suspek Meningomyocelle

Syira menderita Suspek Meningomyocelle


SITI ROKAYAH (31, Usus Buntu). Alamat: Kp. Awirarangan RT.1/1, Desa Tamansari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ibu Rokayah, merupakan istri Pak Saman (40) yang bekerja sebagai buruh serabutan. Jumlah tanggungan keluarga mereka 3 orang termasuk Ibu dari Bu Rokayah, Bu Among (72) seorang janda tua yang tinggal bersama mereka. Gejala penyakit Bu Rokayah berawal beberapa bulan yang lalu. Ia merasakan sakit di  perutnya. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan fisik di RSUD Bekasi Cibitung dan dari hasil USG ia dinyatakan terkena usus buntu dan harus menjalani operasi. Bu Rokayah sempat kebingungan mengenai masalah biaya  karena dengan penghasilan suami yang pas-pasan. Alhamdulillah, di tengah kebingungan Bu Rokayah, Kurir @SRbergerak bersilaturahmi dan memberikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @ahmadfathoni78 @hapsarigendhis

Ibu siti menderita Usus Buntu

Ibu siti menderita Usus Buntu


MTSR BANDUNG, (B 1629 SZF, Biaya Operasional). Sejak bulan Mei tahun 2014, #SedekahRombongan Bandung dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan papa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten Bandung yang sebagian besar dataran tinggi dan daerah-daerah lainnya di Jawa Barat, tentu saja MTSR harus tampil prima dan siap kapan saja saat dibutuhkan warga. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Bahkan sejak Februari 2015 intensitas penggunaan MTSR Bandung semakin tinggi. Maka ketersediaan bahan bakar MTSR Bandung menjadi suatu keharusan. Alhamdulillah para sedekaholik #SedekahRombongan memahami tuntutan tersebut dan telah membayarkan biaya pembelian bensin MTSR Bandung untuk bulan Februari dan Maret 2015. Insya Allah, MTSR Bandung akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bandung dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.902.000,-
Tangggal: 31 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Biaya operasional MTSR Bandung

Biaya operasional MTSR Bandung


SURATINAH (50 th, kanker mata) yang beralamat Desa Pare Kranggan, Temanggung. Sekilas penyakit ibu suratinah berawal dari 4 bulan yang lalu ada benjolan hitam di mata yang semakin lama makin besar kemudian diantar anaknya beliau dibawa ke puskesmas dan hanya diberi obat tetes, tetapi tidak kunjung reda lalu dibawa ke Rsu Temanggung tetapi karena keterbatasan alat maka Ibu Suratinah dirujuk ke RS Sarjito Yogyakarta sekitar 2 bulan yang lalu. Ibu suratinah adalah janda dengan 3 org anak yang yang 2 masih sekolah yang 1 belum bekerja dan beliau hidup dengan menjadi pembantu dan buruh cuci dirumah tetangga dekat yang membutuhkan jasa beliau. Karena tidak ada biaya maka beliau berobat menggunakan bpjs dari pemerintah. Saat ini beliau sudah dioperasi dan harus kontrol setiap hari senin ( seminggu sekali) di RS Sarjito. Alhamdulillah tim dari #Sedekah rombongan dipertemukan dengan beliau sehingga bisa membantu biaya akomodasi dan transportasi beliau selama kontrol sampai benar-benar dinyatakan sembuh oleh tim dokter di kemudian hari. Semoga dengan bantuan ini Ibu Suratinah bisa melaksanakan proses kontrol tersebut dengan rutin dan bisa sampai benar-benar sembuh sehingga bisa memendampingi putra-putra beliau seperti sebelumnya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 20 april 2015
Kurir : @arfanesia via Swastiko Nugroho

Ibu Suratinah menderita kanker mata

Ibu Suratinah menderita kanker mata

—-
TASWAN BIN WARNI (60th, Dhuafa). Alamat Ds. Brengkolang RT.02/RW.04, Kelurahan Brengkolan, Kecamatan Kajen, Kab. Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Bapak Taswan merupakan salah satu dhuafa di Pekalongan yang hidup seorang diri sejak 15 tahun yang lalu. Pak Taswan sehari-hari bekerja sebagai Buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Pak Taswan juga memiliki kekurangan fisik yaitu kurang lancar dalam berbicara. Kondisi demikian juga yang membuat Pak Taswan jarang mendapat panggilan untuk menggarap sawah orang. Dengan kondisi saat ini beliau berusaha bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Terkadang makan pun beliau masih sering mengharap kiriman tetangga. Mengingat kondisi umur yang sudah semakin renta, dan aktifitas sehari-hari beliau yang berat sebagai buruh tani, maka tim kurir #SedekahRombongan mencoba bersilaturahmi ke kediaman Pak Taswan. Beliau bercerita dan bercengkrama dengan kami hingga menjelang petang saat kami berkunjung. Tangis pun tak terbendung kala itu, mengingat beliau yang hidup seorang diri dengan keterbatasan fisik dan keuangan yang dihadapinya saat ini. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban keuangan dan membantu kebutuhan sehari-hari beliau.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 12 Maret 2015
Kurir : @indrades @abudfurqon

Bantuan tunai untuk pa Taswan

Bantuan tunai untuk pa Taswan


SITI KHOTIMAH (55th, Diabetes) Alamat: RT.1 RW.2 Gang 2 Desa Mingkrik Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Ibu Khotim, panggilan akrabnya sejak 2013 lalu menderita penyakit diabetes dan flek paru-paru. Ibu dari dua orang putra ini beberapa kali dirawat di RSI Singkil Adiwerna Tegal dan RSUD Soeselo Slawi untuk berobat. Suami beliau, Pak Narto (57th) bekerja sebagai penjaga toko untuk menghidupi beliau dan kedua putranya dengan peghasilan terbatas. Oleh karena itu, kami menyampaikan bantuan dari sedekaholics ini untuk membantu meringankan biaya berobat dan untuk membantu kebutuhan sehari-hari beliau.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 31 Maret 2015
Kurir: @indrades @astialfatin

Ibu siti menderita  Diabetes

Ibu siti menderita Diabetes


DINI ISLAMI (13th, Patah Tulang) Alamat: RT.7 RW.1 Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati Jawa Tengah. Putri ke-2 dari pasangan Bapak Suyono (45th) dan Ibu Kasmonah (40th) saat ini masih bersekolah di salah satu SMP di Pati. Sewaktu mengikuti lomba tapak suci mewakili sekolahnya yang diadakan pada tanggal 1 Maret 2015, Dini mengalami kecelakaan di lokasi lomba yang mengakibatkan tangan kirinya patah dan harus dioperasi. Ibunya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan penghasilan Rp 500.000/bulan, sedangkan sang ayah merantau tapi sudah 1 tahun lebih tidak dapat mengirim uang karena pendapatan yang juga minim. Karena Dini berasal dari keluarga kurang mampu saat itu sudah dimintakan kartu Jamkesda untuk biaya pengobatan di rumah sakit. Setelah menjalani operasi dan pengobatan di rumah sakit selama 1 minggu alhamdulillah kondisi Dini sudah membaik. Karena Dini masih perlu perawatan maka untuk sementara waktu ibunya belum bisa bekerja kembali sebagai pembantu rumah tangga. jadi bantuan rekan-rekan sedekaholics ini akan digunakan untuk biaya kontrol selanjutnya ke rumah sakit dan digunakan untuk biaya hidup sehari hari.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Tanggal: 2 Maret 2015
Kurir: @indrades @syarief_ahmadd @rukmawati

Dini menderita Patah Tulang

Dini menderita Patah Tulang


RSSR SEMARANG (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak Agustus 2014 kami mengontrak rumah di Jl. Pleburan 6 No.7 Semarang untuk digunakan sebagai tempat tinggal pasien sambil mereka berobat di Rumah Sakit sekitar Semarang. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Maret 2015.

Jumlah Bantuan : Rp 5.746.000,-
Tanggal : 31 Maret 2015
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Kebutuhan operasional RSSR Semarang

Kebutuhan operasional RSSR Semarang


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan), adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, pembayaran cicilan ambulance, dan kebutuhan lain ambulance MTSR selama bulan Maret 2015.

Jumlah Bantuan: Rp 7.867.000
Tanggal : 31 Maret 2015
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Biaya operasional MTSR Semarang

Biaya operasional MTSR Semarang


DADANG JUARDI (47, Malignant Neoplasm). Alamat: Blok Duku Tenang, RT.7/1, Desa Budur, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Pak Dadang saat ini sehari-hari adalah seorang juru parkir di minimarket dekat rumahnya. Sebelumnya ia merupakan pekerja lepas di salah satu pabrik pemotongan batu. Namun setelah mengalami kecelakaan kerja yang membuat tangan kanannya terpaksa diamputasi karena terpotong mesin, ia alih profesi. Saat ini ia menderita malignat neoplasma. Gejala penyakitnya muncul berawal dari membesarnya pelipis bagian kanan. Semula  Pak Dadang menganggap bahwa apa yang dialami hanyalah penyakit biasa, namun seiring berjalannya waktu benjolan tersebut semakin  membesar bahkan membuat ia  kesulitan bicara. Pak Dadang disarankan dokter berobat  ke RSUD Gunung Jati untuk memastikan penyakitnya tersebut, namun karena ketiadaan biaya ia hanya pasrah. Pak masih memiliki tanggungan 2 anak  yang saat ini  duduk di bangku SMA dan memerlukan biaya besar. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dapat bertemu pak Dadang dan menyampaikan santunan untuk biaya berobat. Semoga Allah memberinya kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @filovan @hapsarigendhis

Dadang menderita Malignant Neoplasm

Dadang menderita Malignant Neoplasm


SIHABUDIN SOFA (40, retak tulang kaki kanan retak; kecelakaan lalu lintas). Alamat: Kampung Pasar Kidul RT.2/9 Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Suami Tita S dan ayah tiga anak ini terserempet truk  pada Jumat 10 April 2015 pukul 14.00 WIB di depan Terminal Banjaran Kabupaten Bandung. Polisi yang bertugas di Polsek Banjaran kemudian mengantar Sofa ke RSUD Soreang. Saat Sofa ditangani di rumah sakit rujukan Kab. Bandung inilah, petugas Polsek menghubungi kurir #SedekahRombongan untuk membantu Sofa karena harus dirujuk ke IGD RS Al Ihsan Baleendah Bandung setelah  mendapat penanganan luka luar. Dengan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan, Sofa dibawa  ke RSUD Al Ihsan. Selain penanganan kegawatdaruratan, ia difoto rontgen untuk memastikan pengaruh benturan pada tulang kaki kanannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat retak di tulang kaki kanannya dan lututnya memar. Tim medis RSUD Al Ihsan menawarkan tindakan operasi dengan syarat Sofa harus dirawat terlebih dahulu. Bagian Rawat Inap rumah sakit juga menawarkan Kelas Utama yang waktu itu masih kosong untuk perawatan Sofa. Tetapi, pihak keluarga tak sanggup membiayainya. Sofa hanyalah buruh harian pabrik kerupuk yang penghasilannya tak seberapa. Apalagi, ia tidak memiliki jaminan kesehatan apa pun. Akhirnya diminta rujukan  untuk ditangani di  RSHS Bandung. Alhamdulillah, di rumah sakit ini ia mendapatkan  penanganan yang lebih maksimal. Malam itu juga tim medis RS Hasan Sadikin mengambil tindakan operasi di Ruang Bedah Minor IGD RSHS dari pukul 22.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB. Setelah memantau hasil operasi selama beberapa waktu, tim medis akhirnya memperbolehkan Sihabudin Sofa pulang. Pukul 03.00 WIB Sofa diantar MTAR Bandung pulang ke rumahnya. Penanganan yang sigap dari rumah sakit membuahkan hasil menggembirakan. Masa kritis Sofa telah terlampaui. Pada Senin 13 April 2015, Sofa didampingi kembali ke RSHS Bandung untuk kontrol. Alhamdulillah seluruh biaya pengobatan, baik di RSUD Soreang, RSUD Al Ihsan dan RS Hasan Sadikin  dibayarkan dengan santunan dari sedekaholics #SR.

Jumlah Batuan: 1.700.000,-
Tangagal : 12 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak sihabun menderita retak tulang kaki kanan retak; kecelakaan lalu lintas

Pak sihabun menderita retak tulang kaki kanan retak; kecelakaan lalu lintas


UMI YATI (41, Kista). Alamat: Kampung Panguragan Blok IV Desa Panguragan Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon Peovinsi Jawa Barat. Bersama suaminya, Satori (45), ia tinggal di rumah orangtuanya. Suaminya yang hanya buruh serabutan belum mampu membuatkan rumah sendiri. “Untuk makan sehari-hari juga susah,” akunya. Keluarga miskin ini semakin terpuruk ketika Umi Yati didiagnosa kista, yang gejalanya muncul tiga bulan yang lalu. Berbagai upaya mereka lakukan, baik melalui pengobatan medis maupun alternatif. Untuk biaya pengobatan ke rumah sakit, alhamdulillah, mereka terbantu dengan fasilitas Jamkesmas. Berdasarkan rujukan dari RSUD Cirebon, akhirnya Umi Yati berobat ke RSHS Bandung dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Pada 8 April 2015 tengah malam,  kurir #SedekahRombongan berencana membawa Umi Yati dari RSSR ke IGD RSHS Bandung karena kondisinya memburuk. Akan tetapi, dia menolaknya, “Tidak usah Pak. Besok saya pengen pulang saja. Bisa ngantar saya, ya Pak!” Pintanya sambil menahan sakit. Pada 9 April 2015 pukul 06.30 WIB kondisi Umi Yati semakin buruk. Dia kemudian dibawa ke IGD RSHS Bandung untuk ditangani, namun Allah Swt berkehendak lain. Umi Yati meninggal dunia di ambulance MTSR Bandung dalam perjalanan menuju RSHS. Kurir #SedekahRombongan segera mengantarkan jenazah Bu Umi Yati ke tempat kelahirannya di Panguragan, Cirebon. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat memenuhi permintaan terakhir Umi Yati: diantar pulang sampai di kampung halaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Almh. Ibu umi menderita Kista

Almh. Ibu umi menderita Kista


KARLINAN BIN SUBUR, (14, Luka di Bokong Kanan). Alamat: Kp. Srengseng RT.1/3, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karlinan, putra bapak Subur (51) seorang penarik becak dan ibu Nacih (42) buruh tani di kampungnya. Sejak 2 tahun yang lalu, Karlinan menderita luka di bokong kanan.  Riwayat penyakitnya ini diawali ketika ia terjatuh dan  bokongnya menimpa batu. Bokong kanan Karlinan menjadi bengkak, muncul bisul dan nanah serta darah terus menerus. Karlinan sempat tidak mendapat terapi medis karena ketiadaan biaya. Setelah memiliki kartu BPJS,  Karlinan dibawa berobat ke RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan mendapatkan penanganan berupa operasi  pembersihan luka di tulang bokong. Ia juga operasi pelurusan tulang kaki, karena tulang  kaki  kanannya memendek 5 cm. Setelah dioperasi keadaannya terus membaik. Karlinan menjalani kontrol rutin di RSUD Kota Bekasi setelah sebelumnya dilakukan pemasangan gips penyangga pada kaki kanannya di RSCM Jakarta. Banyak kemajuan yang di alami Karlinan, meski masih terpasang gips pada tungkai kanan yang rencana akan dibuka setelah 6 bulan terhitung sejak 4 bulan yang lalu. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali  menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya akomodasi ke RSUD Kota Bekasi. Sebelum ini ia tercatat di Rombongan 674. Semoga harapan kesembuhan untuk Karlinan tetap ada. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @romli_iyom @mardisay @hapsarigendhis

Karlinan menderita  Luka di Bokong Kanan

Karlinan menderita Luka di Bokong Kanan


SARAH BINTI SARBINI (48, suspek  tumor  abdomen). Alamat : Kp. Srengseng RT.3/5, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Bu Sarah tinggal bersama suami dan 2 anaknya yang masih sekolah. Suami Bu Sarah, Pak Melih (48) yang bekerja sebagai tukang mencari katak di sawah pada malam hari dengan penghasilan sekitar Rp. 10.000,- sampai dengan Rp. 30.000,- perhari.  Penghasilan ini dirasakan sangat tidak mencukupi. Semenjak Bu Sarah jatuh sakit,  beban yang harus dipikul keluarga ini dirasakan semakin berat. Riwayat penyakit bu Sarah berawal  6 bulan yang lalu. Ia merasakan ada benjolan di dalam perutnya dan berusaha untuk memeriksakan diri ke Puskesmas. Hasil pemeriksaan diduga benjolan di dalam rongga perut Bu Sarah. Bu Sarah disarankan  di rujuk ke rumah sakit terdekat. Namun karena ketiadaan biaya akhirnya Bu Sarah hanya sekali datang ke RS Sentra Medika Cikarang dan dirujuk lagi ke RSUD Kota Bekasi. Dan setelah menjalani bebrapa serangkaian pemeriksaan, akhirnya Bu Sarah kembali dirujuk ke RSCM Jakarta. Kontrol berikutnya Bu Sarah akan menjalani beberapa kali pemeriksaan di RSCM Jakarta yang untuk selanjutnya akan segera ditentukan jadwal operasi. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 687. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk Bu Sarah. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @ mardisay @hapsarigendhis

Sarah menderita suspek  tumor  abdomen

Sarah menderita suspek tumor abdomen


SITI SUNARSIH (22, Kusta Basah). Alamat Kp. Bojong RT.1/5, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Suaminya, Anen (25) adalah seorang kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Mereka memiliki tanggungan 1 anak yang saat ini berusia 2 bulan. Gejala penyakit Bu Sunarsih berawal  5 bulan yang lalu. Ia merasakan sekujur tubuhnya terasa gatal, namun tidak begitu dihiraukan karena dianggap hanya gatal biasa. Namun, hari demi hari yang awalnya gatal-gatal ternyata berubah menjadi kemerahan di kulitnya  sehingga menimbulkan bengkak dan luka. Upaya yang dilakukan sudah berobat ke Puskesmas dan klinik terdekat. Namun, semua dokter menyarankan agar Sunarsih memeriksakan diri ke Rumah Sakit Khusus Kusta di Tangerang. Atas permintaan keluarga Sunarsih, akhirnya pengobatan hanya dilakukan di RSUD Cibitung. Setelah menjalani pengobatan selama 1 bulan, luka Sunarsih berangsur mengering dengan mengkonsumsi obat bicrolid. Namun sayangnya obat tersebut sulit ditemui di apotik RSUD Cibitung, sehingga terpaksa harus membeli di apotik lain. Harganya pun berkisar Rp. 125.000,-/strip @10 butir yang hanya cukup untuk 5 hari. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat bicrolid. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 681.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @mardisay @hapsarigendhis

Siti menderita Kusta Basah

Siti menderita Kusta Basah


AMIRATUL HIKMAH, (2, Atresia Ani), Alamat: Simpang Jelutih RT.3/2. Desa Simpang Jelutih. Kecamatan Batin XXIV. Kabupaten BatangHari, Provinsi Jambi. Amiratul Hikmah, anak ketiga dari bapak Marsudi (34) dan ibu Sumartini (33), sejak lahir sudah menderita sakit Atresia Ani (lahir tanpa anus). Amiratul Hikmah menjalani pengobatan dan operasi pertama colostominya dilakukan di RSUD Raden Mataher Jambi. Selama 1 tahun lebih, Amiratul rawat jalan di rumah sakit tersebut, Hidup dalam ekonomi yang pas-pasan Bapak Marsudi yang bekerja setiap harinya sebagai buruh tani pekebun ini ingin Amiratul Hikmah lekas sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya, pengobatan Amiratul Hikmah tetap terus diusahakannya walau secara materi bapak Marsudi tutup lubang gali lubang dalam membiayai pengobatan anaknya, Amiratul Hikmah dirujuk pengobatan lanjutannya dari RSUD Raden Mataher Jambi ke RSCM Jakarta. Bapak Marsudi tidak tahu sampai berapa lama pengobatan anaknya ini akan di lakukan di RSCM, Pengobatan dengan fasilitas Jamkesda sangat membantu keluarga ini dalam menjalani pengobatan Amiratul Hikmah, namun besarnya biaya harian dan mahalnya sewa kamar untuk tinggal sementara di Jakarta menjadi kendala, apalagi bapak Marsudi selama mendampingi anaknya berobat di RSCM, praktis sudah tidak bekerja lagi.  Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan bantuan lanjutan untuk biaya pemeriksaan LAB di luar RSCM sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 692. Kondisi Amiratul Hikmah yang sering batuk dan demam memerlukan pemeriksa intensif diluar RSCM. Pemeriksaan ini untuk mengetahui apa penyebab Amiratul Hikmah sering mengalami ganguan batuk dan demam ini. Semoga pemeriksaan ini bisa mempercepat proses kesembuhan Amiratul Hikmah. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harjie_anis

Amiratul menderita  Atresia Ani

Amiratul menderita Atresia Ani


ROBI MAULANA (1, Tumor di Mata) Alamat: Kampung Panenjoan RT.04/01 Kelurahan Senang Hati. Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak Banten, Robi Maulana anak ke tiga dari pasangan suami istri bapak Ade dan ibu Anah sejak usia empat bulan sudah mengalami kelainan pada mata kanannya. Mata kanan Robi Maulana sering mengeluarkan air dan kelopak matanya membengkak, Melihat kondisi pada anaknya ini, bapak Ade yang bekerja sehari –hari sebagai buruh tani pertama-tama membawa Robi Maulana ke puskesmas terdekat untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatannya. Dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, karna keterbatasan peralatan. Robi Maulana dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD AdjiDarmo Kabupaten Lebak Banten, Dari hasil pemeriksaan team dokter RSUD AdjiDarmo, Robi Maulana menderita sakit tumor pada mata, setelah beberapa kali menjalani rawat jalan, pengobatan Robi Maulana kemudian dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Berobat dengan fasilitas kesehatan yang sudah dimilikinya meringankan langkah bapak Ade dan ibu Anah membawa Robi Maulana ke RSCM Jakarta melanjutkan pengobatannya. pemeriksaan dan pengobatan yang panjang menjadi kendala keluarga kecil ini, biaya harian yang tinggi dan mahalnya biaya kos menjadi beban berat buat bapak Ade. Apalagi selama pengobatan di Jakarta. Praktis bapak Ade sudah tidak bekerja lagi. Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan beban mereka. Bantuan lanjutan untuk meringankan biaya harian sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 691. Kondisi Robi Maulana Alhamdulillah stabil. tindakan medis Robi Maulana terakhir yang diberikan oleh team dokter yang menanganinya Robi Maulana baru saja melakukan biopsi pada mata kirinya untuk mengetahui keganasan pada tumornya, Semoga pengobatan Robi Maulana dilancarkan oleh Allah dan Robi Maulana diberikan kesembuhan. amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis

Robi menderita Tumor di Mata

Robi menderita Tumor di Mata


PULUNG BIN SARKAYA, (61, Penyakit Tumor Lidah), Alamat : kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Suami dari Ibu Sawnah ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya. Mereka dikarunia 3 anak. Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu, di bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Ia sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung Banten namun kondisinya belum mengalami perbaikan sehingga ia dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya walau ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain itu ada kendala biaya untuk biaya sehari-hari dan tempat tinggal. Selama berobat di RSCM, pak Pulung dan istrinya tinggal di rumah singgah #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, dengan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya membeli kain kasa dan biaya menebus obat yang tidak dijamin oleh Jamkesmas setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 691. Kondisi bapak Pulung Alhamdulillah sedikit mengalami kemajuan, bapak Pulung sudah diperbolehkan pulang sebelum masuk pada kemoterapi lanjutan yang ke empat. Semoga kondisi bapak Pulung terus membaik dan kembali stabil. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pak pulung menderita Penyakit Tumor Lidah

Pak pulung menderita Penyakit Tumor Lidah


RUDI BIN HARUN, (14, Riwayat Penyakit Tumor Maxilla), Alamat : Kampung. Kalibaru RT.11/3, Kelurahan Cilangkahan, Kabupaten Lebak, Banten. Rudi murid kelas 1 SMP Anak dari bapak Harun (32) seorang Buruh Tani ini sudah menderita Tumor Maksila dua tahun lalu. Berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh malah melebar menutupi hampir sebagian mukanya. Pada pertengahan Agustus 2012 #SedekahRombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal – Rudy sampai saat ini masih rutin berobat kemoterapi 9X lagi menggunakan fasilitas JAMKESDA dan tinggal di kontrakan sekitar RSCM. Rudy sudah lebih setengah tahun menghentikan perobatannya karna saat itu dirasa sudah baik dan bisa melanjutkan sekolahnya, namun kini ia harus kembali berobat ke RSCM karna saat diperiksa terakhir ia harus melakukan pengecekan ke RSCM kembali, #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 667. Kondisi Rudi Alhamdulillah stabil dan sudah siap untuk melakukan kemoterapi lanjutan yang ke enam belas. menurut team dokter yang menanganinya. ini adalah kemoterapi terakhir yang akan diberikan oleh team dokter, Semoga pengobatannya dilancarkan oleh Allah dan Rudi diberikan kesembuhan yang maksimal. amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Rudi menderita Riwayat Penyakit Tumor Maxilla

Rudi menderita Riwayat Penyakit Tumor Maxilla


ADI CARDIA, (52, Batu Ginjal). Alamat: Kampung Pagersari RT.1/3, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pak Adi yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan menderita batu ginjal sejak 8 bulan yang lalu. Gejala awalnya, ia tidak dapat buang air kecil dan buang air besar dengan lancar selama 8 hari. Warga sekita, didampingi #SedekahRombongan, membawa Pak Adi ke rumah sakit di Bandung. Di RSUD Al Ihsan Bale Endah, Adi mendapatkan penanganan dengan cepat antara lain dengan pemasangan kateter sehingga pengeluaran air kencingnya lancar kembali. Empat bulan yang lalu, ia juga dirawat di RSUD Al-Ihsan selama 1 minggu dan dilanjutkan dengan rawat jalan dua minggu sekali. #SedekahRombongan telah menyampaikan dua kali bantuan yang digunakan untuk pembuatan BPJS dan transportasi ke rumah sakit. Setelah berkali-kali didampingi kurir #SR ke RS Al Ihsan Bale Endah Kab. Bandung, Pak Adi berangsur membaik. Masa kritisnya telah lewat. Akan tetapi, dokter yang menangani Pak Adi menyarankannya untuk melanjutkan pengobatan di RSHS Bandung untuk memfungsikan kembali saluran kencingnya. Sedekaholik SR terus mendampinginya ke RSHS. Tanggal 7 dan 8 Januari 2015 Pak Adi mulai menjalani pemeriksaan awal di RSHS. Ia menginap dua hari di Rumah Singgah SR (RSSR). Tanggal 13 Januari 2015 ia juga menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit yang sama. Pada 27 dan 28 Januari 2015 ia juga harus ke RSHS karena kateternya bocor.  Pada 9 Februari 2015 Pak ADI menjalani pemeriksaan sebekum operasi. Karena kobdudinya memburuk, jadwal operasinya belum ditentukan. Selasa 14 April 2015 Pak Adi didampingi kembali ke RSHS untuk pemeriksaan darah yang hasilnya bisa didiagnosa pada Selasa 21 April 2015 sambil menjalani pemeriksaan lainnya. Semoga Pak Adi segera mendapatkan kepastian jadwal tindakan operasi yang harus ia jalani seperti yang direncanakan tim medis RSHS. Memahami betapa beratnya tahapan pemulihan kesehatan Pak Adi, kembali #SedekahRombongan menyampaikan santunan kepada Pak Adi yang digunakan untuk transportasi, bayar iuran BPJS, beli obat, dan biaya sehari-hari selama berobat. Pada administrasi laporan sebelum ini, bantuan untuk Pak Adi masuk di Rombongan 637, 649, 659, dan 670.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak Adi menderita Batu Ginjal

Pak Adi menderita Batu Ginjal


OMAN SUTRISMAN (50, Jantung dan Asma.) Alamat: Kampung Ciwidey Tengah RT.2/10 Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat). Tanggungan Keluarga: 5 orang. Jaminan: Tidak Punya. Pak Oman terpuruk di pengembaraan karena sakit dan kemiskinan. Tertatih-tatih ia membangun impian di tanah harapan; nyatanya malah terpuruk di rumah kontrakan. Warga kelahiran Tasikmalaya ini kembali terserang penyakit yang telah melumpukan hidupnya: “Bapak berkali-kali mengalami serangan jantung waktu tinggal di kontrakan lain. Bapak juga mengidap paru-paru/asma dan pernah dirawat dua minggu di RSHS Bandung dengan biaya gotong-royong keluarga dan lingkungan,” cerita Edwin, anak pertamanya. Penyakitnya kerap kambuh tanpa pengobatan dan perawatan yang berarti. “Kami tak bisa berbuat banyak untuk mengobati bapak. Bapak sudah lama tak bekerja. Asik saya yang kedua juga sakit: gangguan jiwa. Kini saya yang bekerja dengan upah 25.000 per hari,” tambah Edwin sambil terus meratapi nasib keluarganya yang kelam. Saksi atas kegetiran hidup mereka sungguh nyata terasa: dindin kotor rumah kontrakan, tangisan anak kekurangan makan, dan dinginnya kita Ciwidey tempat Pak Oman mengadu nasib untuk mambahagiakan istrinya, Bu Elin Herlina (46) dan keempat anaknya. Pak Oman sebenarnya sudah menjadi pasien dampingan #SedekahRombongan. Pada Senin, 30-12-2013, ia didampingi #SR memulai pengobatan ke RSUD Soreang, berbekal SKTM Kabupaten Bandung, dan memberinya bantuan yang tercatat di Rombongan 496. Tetapi beberapa hari kemudian keluarganya membawa pulang Pak Oman ke kampung kelahirannya untuk berobat ke alternatif. Setahun ia tinggal di kampungnya. Akhir 2014 ia kembali lagi mengembara ke Ciwidey, tinggal berpindah-pindah di rumah kontrakan. #SedekahRombongan bertemu kembali dengan keluarga miskin ini ketika Pak Oman meradang di rumah kontrakan yang pengap, digerogoti penyakitnya yang kambuh lagi. Pada Jumat 3 April 2015 #SR mengevakuasi Pak Oman ke IGD RSHS karena kondisinya sangat mengkhawatirkan. Ia didaftarkan sebagai Pasien Umum karena manfaat Kartu BPJS yang difasilitasi #SR baru aktif 9 April 2015. Setelah delapan jam ditangani di IGD RSHS dan empat hari dirawat inap di Ruang Kemuning, alhadulillah, masa kritis Pak Omat telah terlewati dan ia nampak membaik. Untuk membayar biaya pengobatan serta transportasi dan akomodasi selama berobat, Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan kepada Pak Oman Sutrisman setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 496.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 6 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak oman menderita  Jantung dan Asma

Pak oman menderita Jantung dan Asma


PETRUS LIMA LEJAP, (66, Stroke). Alamat : Jl. Raya Ceger Gg. Flores RT.4/3 Ceger Jakarta Timur. Semasa sehat pak Petrus bekerja sebagai supir pada sebuah Pabrik di wilayah Cimanggis Depok, hingga pada tahun 2005 terpaksa harus berhenti sebagai supir dikarenakan fisik yang sudah tidak memungkinkan untuk pekerjaan tersebut.  Karna pak Petrus terkena pendarahan di kepala (stroke). Suami dari Anastasia Peni (54) ini biasanya menafkahi istri dan 3 orang anaknya, Walaupun sejak ia terkena stroke ringan itu ia masih tetap berusaha untuk menafkahi keluarganya dengan menjadi petugas Pertahanan Sipil (Hansip) di lingkungan rumahnya. Kini kondisi pak Petrus sudah kian melemah, ia tidak lagi dapat berjalan jauh karna dirasakan ketidakmampuan pada tubuhnya kian hari kian dirasa. Pak Petrus perlu bantuan Kursi Roda dan perobatannya terus dilanjutkan ke RSUD dengan berbekal BPJS. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk pak Petrus berupa Kursi Roda yang diinginkannya dan diterima langsung oleh istrinya.

Jumlah Bantuan : Rp.750.000,-
Tanggal : 13 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @deni_delon

Pak petrus menderita Stroke

Pak petrus menderita Stroke


SANTI NOVIANTI (15, Leukemia). Alamat: Kampung Cikupa RT.3/8, Kelurahan Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk, Bandung. Santi putri dari Nandang Wahyudin (50) dan Cuneng Sunangsing (48). Dua tahun yang lalu Santi diketahui menderita kanker darah dan pernah dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung menggunakan jaminan Jamkesmas. Santi menjalani kemoterapi dan radioterapi dan pada akhir tahun 2013 kondisinya dinyatakan terkontrol. Saat ini Santi mengalami gejala yang sama seperti 2 tahun yang lalu, yaitu sering lemas, pusing dan pucat. Orangtuanya kembali membawa Santi berobat ke RSHS. Kondisi terus membaik. Ia sudah bisa bersekolah seperti biasa, namun harus kontrol teratur. Keinginan Santi agar ia sembuh terlihat dari kesunggguhanya berobat. Ia tetap semangat meskipun harus kembali menjalani kemoterapi untuk siklus yang baru sebanyak 46 kali. Sampai dengan pertengah bulan Februari 2015, ia telah menjalani 7 kali kemoterapi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan titipan sedekaholics #SR. Santunan ini digunakan untuk biaya pembelian obat mercaptopurin paska kemoterapi. Riwayat perkembangan Santi sebelumnya tercatat di Rombongan 674 . Terima kasih #Sedekahholics…

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 15 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

Santi menderita Leukemia

Santi menderita Leukemia

—-
SOPA NUR PAOJA (6, Lupus). Alamat: Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Sopa, putri Bp. Amin (44) dan Ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun lamanya menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Saat ini Sopa kontrol teratur di RS Hasan Sadikin Bandung. Alasan terkendala biaya seperti pengobatan sebelumnya sudah teratasi. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholics #SR sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan santunan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 674. Perkembangan kondisi Sopa terus membaik. Santunan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk membeli obat-obatan (Oscal) yang amat ia butuhkan karena tidak dijamin oleh jaminan kesehatan yang dimilikinya. Bantuan tersebut juga digunakan untuk ongkos pulang ke kampung halamannya di Garut setelah kontrol rutin di RSHS Bandung

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @avinptr @hapasrigendhis

Sopa menderita Lupus

Sopa menderita Lupus


AHMAD MUZAKI (4, leukemia). Alamat: Blok Palinggihan RT .2/1 Desa Wanayasa Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Zaki adalah buah hati pasangan Bp. Emed Sumaedi (34), seorang buruh lepas dan ibu Siti Julaeha (30), seorang ibu rumah tangga. Sejak 1 tahun yang lalu, Zaki didiagnosis menderita leukemia atau yang sering disebut kanker darah. Zaki harus menjalani kemoterapi di rumah sakit rujukan, RS Hasan Sadikin Bandung Jawa Barat. Saat ini Zaki tinggal di Rumah Singgah #SedekahRombongan (RSSR) Bandung. Ia menerima bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 670. Perkembangan Zaki saat ini terus membaik dan bantuan lanjutan ini di pergunakan untuk pembelian obat Mercapto yang tidak tercover pemerintah .

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @abahlutung @hapsarigendhis

Ahmad menderita  leukemia

Ahmad menderita leukemia


II TUNIA (57, Tumor Ginjal Kiri). Alamat: Jl. Industri Dalam RT.9/8 Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Bandung Jawa Barat. Bu Ii Tunia saat ini tinggal bersama 3 anaknya setelah suaminya meninggal dunia. Ia menderita tumor ginjal kiri sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan nyeri dan pegal di pinggang sebelah kiri. Ia memeriksakan diri ke Puskemas dan dirujuk ke RS Salamun Bandung. Setelah diketahui menderita tumor ia dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini bu Ii sedang dalam fase pengobatan tumornya. Hampir setiap hari ia menangis karena bingung untuk bagaimana menafkahi anaknya. Anak yang paling besar hanya bisa membantu semampunya karena sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang masih kecil. Bantuan yang diberikan hanya cukup untuk ibu Tunia saja dan tidak mencukupi biaya kuliah Uni (19), anak bu Ii yang lalin. Sempat Bu Ii putus asa karena sudah tidak mampu menghadapi penyakitnya. Syukur Alhamdulillah #SR dapat bertemu keluarga Bu Ii Tunia, dan setelah dibujuk melanjutkan pengobatan, semangatnya muncul kembali. Ia dimotivasi agar jangan sampai putus pengobatan. Ibu Ii Tunia menangis sambil mengucapkan syukur Alhamdulillah, karena merasa mendapatkan perhatian. Semoga Allah memberi kesembuhan, Aamiin YRA. Saat ini #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk pembelian obat ibu II tunia kembali, yang sebelumnya  masuk pada rombongan 692 .

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 18 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri

Ibu ii menderita Tumor Ginjal Kiri

—-
ERINA NURFADILAH (4, Leukemia Limpoblastik Akut (LLA)). Alamat: Dusun Sukasari RT.8/4, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Balita buah cinta pasangan Ahmad (37) dan Dedeh Ropiah (35) ini menderita Leukemia sejak satu tahun yang lalu. Sebelumnya Erina sering mengeluh merasa nyeri di tubuhnya disertai  lemas. Melihat kondisi fisiknya yang terus menurun, oleh orangtuanya Erina dibawa ke RSUD Karawang untuk diperiksa. Setelah mendapat perawatan sementara di rumah sakit ini, Erina kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung  karena penyakit yang dideritanya tergolong parah dan memerlukan penanganan yang lebih komprehensif. Setelah dilakukan anamnesis,  pemeriksaan fisik dan penunjang yang lengkap di RSHS Bandung, Erina didiagnosis sebagai Leukimia Limpoblastik Akut dan harus menjalani tatalaksana kemoterapi sebanyak 8 kali. Fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah yang dimiliki,  cukup meringankan penderitaan mereka saat berobat mengingat Pak Ahmad, ayah Erina hanya bekerja sebagai buruh tani harian. Pada saat #SedekahRombongan bertemu pertama kali dengan Erina, ia terlihat hampir tidak bisa berjalan karena kanker darahnya sudah  menyebar ke tulang. Tanpa berbelit-belit dan rumit, titipan dari langit untuk Erina segera disampaikan. Erina rutin dibawa kontrol teratur ke rumah sakit setiap bulannya. Alhamdulillah, kemajuan perkembangan kesehatan Erina sangat menggembirakan. Saat ini a sudah dapat bermain, berlari dan terlihat lincah seperti anak seusianya. #SedekahRombongan melakukan pendampingan dan santunan berkelanjutan kepada Erina melengkapi bantuan sebelumnya yang tercatat  dalam rombongan 671. Saat ini kembali diberikan bantuan untuk membeli obat Mercapto paska kemoterapi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung@hapsarigendhis @avinptr

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut


ROHENDI (44,  Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher). Alamat: Kp. Bojong Gede RT.2/16 Desa Sukarame Kecamatan Leles Kabupaten Garut. Rohendi sehari-harinya adalah buruh. Ia mulai merasakan pgejala penyakitnya sejak 7 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan benjolan yang muncul di lehernya disertai nyeri. Bersama istrinya, Nani (38) Rohendi berobat ke RSUD Garut selama 3 bulan kemudian dirujuk ke RSHS Bandung untuk penanganan yang lebih. Mereka sempat bingung mengambil keputusan berangkat ke Bandung atau tidak karena harus meninggalkan tiga anak da nada keterbatasan biaya bekal berobat.  Namun karena ingin sembuh, akhirnya Rohendi bertekad berangkat dan menitipkan anak mereka ke orangtua Rohendi. Untuk biaya transport mereka terpaksa meminjam ke tetangga. Setelah diperiksa ternyata Rohendi mengalami penyakit kelenjar getah bening. Selama di Bandung mereka tidur di koridor rumah sakit selama satu bulan sampai akhirnya bertemu dengan #SedekahRombongan. Kurir #SR segera mengajak untuk tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Rohendi sangat bersyukur dan berharap cepat sembuh agar ia dapat  bekerja lagi. Sedekah rombongan kembali memberi santunan lanjutan untuk pak Rohendi yang akan di pergunakan untuk pembelian obat dan ongkos pulang ke kampung halaman, Santunan sebelumnya masuk pada rombongan 686.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 April 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Pak rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher

Pak rohendi menderita Penyakit Kelenjar Getah Bening Leher

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Saefulloh 500,000
2 Fikri 500,000
3 Aulia 1,000,000
4 Umina 500,000
5 Sunenti 500,000
6 Iik 500,000
7 Syira 500,000
8 Siti 500,000
9 MTSR Bandung 3,902,000
10 Suratinah 1,000,000
11 Taswan 1,000,000
12 Siti Khotimah 1,000,000
13 Dini 1,000,000
14 RSSR Semarang 5,746,000
15 MTSR Semarang 7,867,000
16 Dadang juardi 500,000
17 Sihabudin 1,700,000
18 Umina 1,000,000
19 Karlinan 500,000
20 Sarah 500,000
21 Siti sunarsih 500,000
22 Amiratul 1,000,000
23 Robi 500,000
24 Pulung 500,000
25 Rudi 500,000
26 Adi 500,000
27 Oman 2,500,000
28 Petrus 750,000
29 Santi 1,000,000
30 Sopa 500,000
31 Ahmad 500,000
32 II Tunia 500,000
33 Erina 500,000
34 Rohendo 500,000
Total 40,465,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 40,465,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 695 ROMBONGAN

Rp. 25,403,940,584,-