AULIA PUTRI MARDANIA (11 Tahun, kanker ovarium sinistra stage 1 C) biasa di panggil dik Putri tinggal di Gajihan RT 1 RW 6 Banmati Sukoharjo Jawa Tengah. Putri pertama dari pasangan Bapak Marsidi (42 tahun) dan Ibu Sarwantini (35 tahun) yang lahir tanggal 16 September 2003 ini didiagnosa menderita tumor ovarium pada hari senin 16 maret 2015 oleh dokter di RSUD Sukoharjo. Sebelumnya muncul benjolan di perut bagian kiri kemudian keluarga memeriksakan dik Putri ke dokter. Setelah dilakukan foto rontgen USG ternyata terdapat tumor di ovarium. Dari pihak dokter menyarankan untuk segera dioperasi di RSDM Surakarta. Tetapi dengan ketiadaan biaya, operasi ditunda sebelum dik Putri dibuatkan BPJS. Pihak dokter menyarankan untuk mendaftarkan dik putri ke BPJS kelas 1 dengan mempertimbangkan besar biaya operasi tumor ovarium.  Pembuatan BPJS dik Putri tidak gampang, karena harus menyertakan akte kelahiran dik Putri dan Kartu Keluarga. Padahal akte kelahiran dan kartu keluarga dik Putri di bawa ibunya. Dik Putri yang masih duduk di kelas 5 di SDN kenep 2 Sukoharjo sudah tidak berhubungan lagi dengan ibunya semenjak 11 bulan yang lalu. Ibunya dan adik dik putri bernama Ramadhan Putra Marwansyah (5 tahun) pergi tanpa pamit dan sampai sekarang tidak tahu akan kabarnya. Akhirnya dengan bantuan Pak RT setempat dan kelurahan dibuatkan surat pernyataan bahwa ibunya dan adiknya sudah pergi dan tidak tahu tinggal dimana.  Dari surat pernyataan tersebut akhirnya BPJS keluarga pak marsidi dan dik Putri bisa dibuat. Saat kondisi dik putri yang sedang sakit dan ibunya yang pergi entah kemana, beruntung keluarga seperti kakek, nenek dan paman bibi dik Putri yang tinggal di dekat rumah dik Putri mau merawatnya. Karena masa aktif BPJS baru tanggal 25 Maret 2015 maka perawatan dik Putri di tunda sampe tanggal 26 Maret 2015. Kamis 26 Maret 2015 dik Putri harus melakukan perawatan di RSDM Surakarta untuk selanjutnya di lakukan tindakan operasi pengangkatan tumor ovarium. Bapak Mursidi yang kesehariaanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan perharinya kurang lebih Rp. 30.000 perhari hanya cukup untuk biaya hidup keseharian. Saat kurir #SedekahRombongan berkunjung kekediamannya, kondisi dik putri lumayan baik hanya terasa sedikit nyeri saja di benjolan perut dik putri.  Alhamdulillah keluarga pak Marsidi dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan. Dik Putri telah melakukan operasi pada penyakit  kanker ovarium stage 1 C  yang dideritanya pada tanggal 30 Maret 2015. Selasa 7 April 2015 santunan kedua untuk pasien dampingan dari para #Sedekahholic sebesar Rp. 7.000.000 disampaikan kepada keluarga pak Marsidi. Santunan digunakan untuk tambahan biaya operasi dan rawat inap di rumah sakit setelah dipotong dari BPJS. Jumat 10 Maret 2015 dik Putri menjalankan kemoterapi pertama dari 6 kali kemoterapi yang dijadwalkan. Pada tanggal 24 Maret 2015 akan dijadwalkan untuk konsul ke RSDM lagi. Keluarga sangat berterima kasih kepada #SedekahRombongan, dan memohon doa kepada semuanya agar dik Putri diberikan kesembuhan selalu.

Jumlah Santunan : Rp. 7.000.000
Tanggal : 7 April 2015
Kurir : @lastiko via @RizqiRizqie

Aulia menderita kanker ovarium sinistra stage 1 C

Aulia menderita kanker ovarium sinistra stage 1 C


FAUZAN PUTRA HALFI ( 1,5 Tahun, Macrocephalus) biasa dipanggil dik Fauzan tinggal di Plarung RT 3 RW 4 Cabeyan Bendosari Sukoharjo Jawa Tengah telah menderita pembesaran ukuran kepala atau macrocephalus sejak dalam kandungan berumur 7 bulan. Putra tunggal pasangan bapak Ngapiyono (24 tahun) dan ibu Nur Halimah (23 tahun) yang lahir pada 7 Oktober 2013 ini belum pernah menjalankan operasi. Dulu dik Fauzan diharuskan kontrol satu bulan sekali. Saat kontrol bulan januari 2014 dokter sudah angkat tangan dengan kondisi dik Fauzan karena apabila di operasi hanya punya harapan hidup 50% dan juga keluarga kekurangan biaya untuk  operasi tersebut. Karena dik Fauzan dulu belum punya jamkesmas. Yang mempunyai jamkesmas hanya keluarga ibunya. Saat ini dik Fauzan sedang diajukan jamkesda. Sekarang baru proses pembuatan. Bapak dik Fauzan pak Ngapiyono sejak dik Fauzan masih dalam kandungan merantau ke jakarta hingga sampai saat ini tidak ada kabar dan tidak mengirim sepeser uangpun kepada kelurganya.  Sehingga ibu Nur Halimah lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Dik Fauzan dan ibunya tinggal dirumah orang tua ibu Nur Halimah. Ibu Nur Halimah bekerja sebagai buruh di pabrik triplek dengan penghasilan perbulannya kurang lebih Rp. 800.000 masih memiliki tanggunga anaknya dan orang tuanya yang sudah tidak bekerja. Nenek dan kakek dik Fauzan juga tidak bekerja hanya momong cucunya dirumah saat ibunya bekerja. Dulu sebelum dik fauzan sakit kakek dik Fauzan bekerja sebagai tukang sol sepatu, tetapi sekarang tidak bekerja lagi karena usahanya sepi dan harus momong cucunya. Keluarga sederhana yang tinggal di rumah gedheg atau rumah dari anyaman bambu ini untuk makan sehari-hari dan membeli susu dek fauzan sangat kesusahan. Kondisi tubuh dek Fauzan sebenarnya sehat dan jarang sakit hanya terbatas gerak tubuhnya karena beban yang ada dikepalanya. Kamis 26 maret 2015 dik Fauzan kontrol ke dokter setelah satu tahunan tidak kontrol di RSUD Sukoharjo. Dari kontrol tersebut dokter tidak menyarankan opname karena kondisi tubuh dik Fauzan sehat. dokter menyarankan untuk menunggu hingga jamkesda dik Fauzan keluar dan kan dilakukan tindakan medis selanjutnya. Saat ini keluarga sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan dik Fauzan. Selasa 31 Maret 2015 santunan pertama untuk pasien dampingan #SR sejumlah Rp. 1.500.000 dari para #SedekahHolic disampaikan kepada keluarga dik Fauzan. Keluarga sangat berterimakasih sekali atas santunan yang diberikan. Rencananya santunan akan digunakan untuk biaya transportasi saat kontrol. Saat Kurir #SR berkunjung kerumah dik Fauzan jamkesda sudah keluar dan Rabu 1 April 2015 dik Fauzan konsul ke RSDM Surakarta untuk dilakukan observasi apakah akan dilakukan operasi atau tidak. Konsul selanjutnya menunggu panggilan dari RSDM untuk konsul dengan dokter. Keluarga memohon doa oleh semuanya agar dik Fauzan bisa sembuh dan diangkat penyakitnya.

Jumlah Santunan : Rp. 1.500.000
Tanggal : 31 Maret 2015
Kurir : @lastiko via @RizqiRizqie

Fauzan menderita Macrocephalus

Fauzan menderita Macrocephalus


RISKI DWI MULYANI (1 tahun, Bibir Sumbing)  Adik ini biasa di panggil dik Riski tinggal di Tumang Tempel RT 04/RW 13, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Dik Riski Putri pasangan Bapak Murni (39 Tahun) dan Ibu Sumini (35 Tahun) lahir pada 02 Februari 2014 dalam kondisi bibir sumbing dan kelainan jantung. Dengan keadaan ekonomi keluarga yang tidak mampu serta tidak memiliki jaminan kesehatan, keadaan ini Menjadi kendala proses pengobatan dek riski. Dik riski membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan operasi bibir sumbing  dan pengobatan kelainan jantung. Penghasilan  pak Murni sebagai buruh kerajinan 40ribu/hari keluarga bapak murni tidak mampu membiayai pengobatan dek Riski. Alhamdulillah dik Riski dipertemukan dengan #SR. Melihat keadaan yang memprihatinkan Kurir #SR  menyampaikan santunan  dari sedekaholic untuk biaya pembutan BPJS sebesar Rp 500.000. Keluarga sangat berterimakasih atas santunan yang di berikan.

Jumlah Santunan : Rp 500.000
Tanggal : 24 Maret 2015
Kurir :@lastiko via @mansurcopperman

Risky menderita  Bibir Sumbing

Risky menderita Bibir Sumbing


SUWARNI BINTI ATEMO REJO ( 43 Tahun, Tersamber Petir) Beralamat di Duren sari RT 02/RW 10 Desa Kembang Kuning Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Istri dari pasangan suami Bapak Sarmin ( 49 Tahun). Pada tanggal 10 Maret jam 1 siang saat kondisi hujan lebat ibu Suwarni dan anak nya sedang asyik nonton TV, mendadak ada kilat menyambar di sertai ledakan petir keras yang menyambar pohon kelapa di depan rumah nya .Ledakan petir keras tadi juga menyamber antena tv di samping pohon kelapa dan serta merta juga menyambar peralatan elektronik di dalam nya yang menyebabkan Ibu Suwarni terpental dari depan TV hingga tubuh nya menghantam tembok. Ibu Suwarni mengalami luka bakar hebat di sekujur tubuhnya dan dilarikan ke Rumah Sakit Pandanarang Boyolali.Hari itu juga dilakukan tidakan medis operasi untuk luka bakar nya. Suaminya, Bapak Sarmin yang hanya bekerja sebagai buruh lepas dengan penghasilan Rp 35.000 per hari tidak mampu membiayai pengobatan Ibu Suwarni dan juga tidak memeliki BPJS ataupun Jamkesmas. Alhamdulillh tanggal 24 Maret 2015. Tim Sedekah Rombongan yang bertemu dengan beliau kemudian menyampaikan santunan lepas dari sedekah holic sejumlah Rp 500.000,- untuk membantu pengobatan luka bakar Ibu Suwarni. Keluarga Ibu Suwarni berterima kasih sekali atas santunan yang di berikan. Saat kurir #SR berkunjung kerumah ibu Suwarni,  kondisi luka bakarnya sudah membaik dan dalam proses recovery. Keluarga memohon doa oleh semuanya agar ibu Suwarni segera sehat seperti sediakala. Aaamiiin.

Jumlah Santunan : Rp.500.000,-
Tanggal : 24 Maret 2015
Kurir : @lastiko via @mansurcopperman

Ibu Suwarni mengalami luka bakar Tersambar Petir

Ibu Suwarni mengalami luka bakar Tersambar Petir


JUMANGAT ( 61 Tahun, Hernia ) warga Rt 02 / Rw 02, Desa Pager Lor, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Bapak Jumangat lahir di Pacitan tanggal 12 Mei 1954 ia tinggal dengan keluarganya dirumah yang sederhana. Ia dikaruniai 2 anak, yang satu nikah dan yang satu masih sekolah. Kondisi tersebut sangat membatasi  Bapak Jumangat dalam  beraktifitas terutama  untuk mencari nafkah. Bapak Jumangat saat sedang menderita sakit Hernia yang cukup  parah. Ia  menderita sakit ini pada tahun 2010. Akan tetapi karena kondisi kehidupan yang sangat pas-pasan maka pak jumangat tidak bisa berbuat banyak apa lagi untuk mencari obat ataupun operasi. Kami membantu membuatkan Kartu JKN BPJS Kesehatan Untuk meringankan Beban Operasi saat di Rumah Sakit nanti. Namun Allah berkehendak lain hari Selasa 31 Maret 2015 Kami bantu untuk mengurus membuat BPJS Kesehatan di Pacitan yang seharusnya Aktif Tujuh hari kemudian yaitu hari selasa 7 April 2015 itu  ternyata hari kamis 2 April 2015 sore hari sekitar ba`da magrib Bapak Jumangat kambuh yang di deritanya hernia keluar dan sangat merasa kesakitan. Sore itu juga kami langsung bergegas menuju RSUD Kab. Pacitan namun, dikatakan bahwa hari jum`at libur maka sudah pasti dokternya tidak ada bagaimanapun juga dengan izin Allah akhirnya kami bawa ke RS Mulia Hati di Kab. Wonogiri Setelah kurang lebih pukul 10.15 Wib tiba di Rs. Mulia Hati langsung kami daftarkan sebagai pasien Umum karena BPJS nya belum aktif. Jum`at pagi penyakit hernia yang diderita puluhan tahun itulah telah di Operasi dan di keluarkan dengan baik oleh tim medis, 4 April 2015 sekitar pukul 15.23 Wib bapak Jumangat kami bawa pulang ke Pacitan.  Total Biaya operasi di RS. Mulia Hati Wonogiri adalah Rp 5.500.000, dengan total biaya yang cukup besar ini tidak mungkin bapak Jumangat bisa membayarnya. Bantuan ini untuk membayar biaya rumah sakit dan akomodasi. Berlinang air mata menangis didepan kami mengucapkan syukur kepada Allah atas dipertemukannya dengan Sedekah Rombongan. Semoga para kurir selalu diberikan kemudahan ALLAH SWT, aamiin.

Bantuan : Rp. 5.500.000,-
Tanggal : 4 April 2015
Kurir : @Mawan@Lulut

Pak jumangat menderita Hernia

Pak jumangat menderita Hernia


HELMY TAQIYUDIN (3th, Retinoblastoma) Alamat di Desa Danasri RT 002 Rw 001, Kelurahan Buayan, Kecamatan Buayan Gombong Kebumen. Dek Helmy adalah putra dari Bapak Turisman (35) yang bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dan Ibu Kamsiyah (33) yang merupakan seorang Ibu Rumah Tangga.. Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata. Oleh keluarganya hanya diberi obat tetes mata. Namun lama kelamaan mata kirinya semakin membesar seperti bola pingpong. Saat ini dek Helmy sudah dioperasi dan menjalani serangkaian kemotherapy Dan terdapat 105 kali kemo yang dijadwalkan oleh dokter dan harus dijalani oleh Dek Helmy. Kami akan terus mendampingi dek Helmy hingga kesembuhannya kelak. Bantuan ini merupakan biaya kemotherapy terakhir di RS Sardjito Yogyakarta  dan Akomodasi selama di Yogyakarta. yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 667.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.136.000
Kurir: @RofiqSILVER @FahmiSQ @ernaNH
Tanggal : 10 Februari 2015

Helmi menderita Retinoblastoma

Helmi menderita Retinoblastoma


NUNIK PRIHASTUTI ISTIQOMAH (38th,Ca Mammae) Alamat Krapyak Wetan RT 05 no 158 Tanggung Harjo Sewon Bantul Yogyakarta. Ibu Nunik adalah seorang janda yang memiliki 4 anak yang semuanya masih duduk di bangku sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau dibantu oleh anak-anaknya memiliki usaha kecil-kecilan membuat permen coklat yang diberi merk Yonik yang kemudian dipasarkan dari rumah ke rumah lainnya. Di tahun 2014 Beliau di vonis terkena kanker payudara stadium 3B di bagian kiri. Walaupun Bu Nunik sudah memiliki kartu BPJS, tetapi beliau masih membutuhkan bantuan biaya pengobatan karena tidak semua obatnya termasuk dalam jaminan BPJS. Saat ini salah satu kaki beliau sudah harus diseret saat berjalan karena menurut dokter kemungkinan sel kanker sudah mulai menjalar ke syaraf kakinya. Beliau sudah menjalankan kemoterapi rutin  selama 18 x mulai dari bulan Mei 2014 di RS. Panembahan senopati dengan bantuan dari tetangganya yang mau mengantar dan menemani beliau saat kemoterapi. Setelah paket kemoterapinya sudah selesai oleh Dokter Harjuna merujuk ke Sardjito untuk di lakukan penyinaran ( Radioterapy) yang bertujuan untuk menghancurkan jaringan kanker. Paling tidak untuk mengurangi ukurannya atau menghilangkan gejala dan gangguan yang menyertainya. Terkadang malah digunakan untuk pencegahan (profilaktik). Radiasi menghancurkan material genetik sel sehingga sel tidak dapat membelah dan tumbuh lagi, Terapi radiasi biasanya diberikan setiap hari, lima hari dalam seminggu, selama 6-7 minggu berturut-turut. Tergantung ukuran, lokasi, jenis kanker, kesehatan penderita secara umum, dan pengobatan lain yang diberikan. Tetapi untuk keperluan paliatif (misalnya menghilangkan nyeri pada kanker yang bemetastasis ke tulang). sebelum di lakukan penyinaran bu Nunik menjalani kontrol dulu dengan Dokter spesialis di Gedung Nuklir Radioterapy Rumah Sakit Sardjito Jogja, oleh dokter di jadwalkan untuk sinar 30x dan setiap 5x sinar dilakukan kontrol. Sedekah Rombongan membantu biaya kontrol, , susu peptamen, USG, buah, akomodasi, uang saku di Rumah Sakit Sardjito Jogja. Yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 690.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.901.900,-
Kurir : @RofiqSILVER @Namaku_Arini @dhimascheb_ @inejuine
Tanggal : 10 February 2015

Ibu nunik menderita Ca Mammae

Ibu nunik menderita Ca Mammae


TUMINEM (60th, Ca Mammae) Alamat Getas RT14/RW03 Playen Gunungkidul. Ia merupakan seorang Ibu rumah tangga, yang memiliki suami bernama bapak Marjuki (64) yang bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan keluarga ini hanya 200 ribu perbulan. Dan dengan minimnya penghasilan tersebut harus menanggung pula 2 orang putra dan 1 orang putri yang masih belum bekerja. Ibu tuminem mulai mengidap CaMamae (Kanker Payudara) dan sudah dioperasi di RSUD Wonosari pada tahun 2012 lalu. Hingga saat ini bu Tuminen diharuskan menjalani proses Kemoterapi dan penyinaran namun dikarenakan keterbatasan ekonomi, bu Tuminem sempat menunda proses pengobatan tersebut. Tim Sedekah Rombongan memutuskan untuk mendampingi Bu Tuminem sejak 10 Maret 2014 dan saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan di Dokter spesialis Onkologi RSAU Harjolukito. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol, susu peptamen, kemoterapi dan akomodasi.dan sebelumnya masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 718.350,-
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine @ninikns @dhanis
Tanggal : 10 Januari 2015

Ibu tuminem menderita Ca Mammae

Ibu tuminem menderita Ca Mammae


MTSR JOGJA ( Mobil Tanggap Sedekah Rombongan ) Seiring dengan semakin banyaknya kegiatan dan pasien SR baik yang berada dalam dampingan maupun di luar dampingan, maka mobilitas ambulance MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) juga terus meningkat cukup tinggi. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran yang digunakan untuk biaya pembelian bensin, servis, kebutuhan operasional lain-lain  untuk 4 unit MTSR  di bulan Desember 2014 untuk wilayah Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 23.232.451,-
Kurir: @RofiqSILVER @mwatsik dan seluruh kurir jogja
Tanggal : 31 Desember 2014

Biaya Operasinal MTSR Jogya

Biaya Operasinal MTSR Jogya


ECIM BIN SUGANDA (38, Bantuan Tunai) Alamat : Jalan Warakas I RT.13/1, Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priuk Jakarta Utara, Ecim bapak empat anak suami dari ibu Maimunah (33) sudah lama memang tidak memiliki usaha lagi. Kios tambal ban yang terletak di pinggir jalan Warakas Jakarta Utara yang pernah dimililkinya sudah lama tutup sejak bapak Ecim harus mendampingi perobatan anaknya, Fatahiah  yang sedang menderita sakit, pengobatan anaknya yang panjang dan sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit, praktis modal usaha bapak Encim pun sudah habis untuk menutupi biaya harian dan biaya pengobatan anaknya, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga miskin ini, keinginan bapak Ecim untuk menjalankan kembali usaha kios bensin yang pernah dimilikinya terbuka kembali. Bantuan untuk modal usaha sudah disampaikan agar kios tambal bannya bisa mulai aktif lagi dan menghasilkan rezeki untuk seluruh keluarganya. Semoga bantuan ini bermanfaat dan usaha bapak Encim bisa berjalan lancer. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harjie_anis

Bantuan tunai untuk modal usaha

Bantuan tunai untuk modal usaha


SURONO BIN CITRO SUDARMO (70,Hernia). Alamat: Perum Bulak Kapal Permai Blok E No.16 RT.4/22, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kotamadya Bekasi.  Pak Surono menderita hernia. Awalnya Bapak Surono mengalami bengkak  di kaki dan seluruh badan terasa panas. Beberapa tetangga yang mengetahui kondisinya menyarankan agar Pak Surono dibawa ke rumah sakit, namun ia menolak karena ketiadaan biaya. Pak Surono saat ini sudah tidak bekerja lagi sedangkan istrinya, Bu Sugiarti (58) sehari-hari seorang penjual bakpau yang dibantu oleh anaknya yang menjadi tumpuan untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih ketika ia menyadari keadaan ekonomi keluarga yang sedang sulit. Setelah beberapa hari dirawat di rumah dan tidak ada perubahan, istri Pak Surono membawa ke RSUD Kota Bekasi. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan Pak Surono dikatakan menderita hernia dan harus segera dioperasi. Sayangnya ketika dokter melakukan pemeriksaan lanjutan, ia memiliki masalah jantung yang membuat rencana operasi harus diundur sampai kondisi jantungnya stabil.  Alhamdulillah, kurir @SRBergerak dapat menyampaikan bantuan awal untuk biaya akomodasi selama di rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 28 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @jawierjawa @hapsarigendhis

Pak surono menderita Hernia

Pak surono menderita Hernia


SANDI IRAWAN (18, Gangguan Jiwa). Alamat: Kp. Ketapang Poncol RT.2/2, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayah Sandi bernama Rikin (48), bekerja sebagai kuli serabutan, sedangkan ibunya, Bu Oom sudah meninggal. Sejak 3 tahun yang lalu, Sandi mengalami gangguan jiwa. Awalnya keluarga tidak mengetahui kondisi yang dialami Sandi. Ia sering melamun dan kadang pergi dari rumah sampai tidak pulang. Saat itulah keluarga sibuk mencari keberadaan Sandi sampai ia ditemukan kembali.  Awal mulanya, Sandi menjalani pengobatan alternatif di Kota Bogor. Namun karena terkendala oleh masalah biaya pengobatan hanya beberapa kali dapat dilakukan. Saat ini ia menjalani pengobatan rutin di RSUD Cibitung dengan kartu jaminan kesehatan BPJS. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 2 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Sandi mengalami Gangguan Jiwa

Sandi mengalami Gangguan Jiwa


SOPIAN BIN SANIM (34, TB Paru Akut). Alamat : Cikaret, Gang Madrasah RT .6/1 Kelurahan Cikaret Kecamatan Bosel Bogor Jawa Barat. Sopian adalah anak sulung dari dua bersaudara.  Awal gejala penyakit Sopian adalah sesak nafas. Setelah menderita sakit ia pindah dari rumah kontrakannya di kabupaten Bogor ke rumah kontrakan ibunya di wilayah Cikaret  Bogor. Sebelum menderita sakit, pekerjaan Sopian sehari-harinya adalah kuli panggul di Pasar Ciomas. Namun sejak hampir 8 bulan yang lalu ia tidak dapat menjalankan pekerjaannya lagi. Sopian diharuskan minum obat TB secara rutin selama 6 bulan setiap hari. Namun ada kendala dalam keteraturan minum obat sehingga Sopian mengalami gejala sesak nafas badannya  menjadi lemah dan tidak bertenaga. tidak bertenaga. Jenab ibu Sopian yang bekerja sebagai kuli cuci  sangat prihatin dan bersedih melihat kondisi putranya ini. Sekarang ini bu Jenab menyadari bahwa penghasilannya bekerja sebagai kuli cuci ini menjadi tumpuan dan menjadi sumber penghasilan untuk kehidupan mereka.  Saat ini ia diberi suntikan rutin setiap hari selama 60 hari. Untuk menjalani pengobatan ini ia berangkat ke Puskesmas naik ojek dengan biaya Rp. 10.000,- perhari. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan untuk Sopian berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2015
Kurir  : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Sopian menderita TB Paru Akut

Sopian menderita TB Paru Akut


YOGI GUSNAWAN BIN ANIM (32, Neurofibromatosis).  Alamat: Kampung Cimoboran  RT. 1/1 Desa Sukawenin Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Yogi adalah ayah dari 3 anak yang masih balita. Pekerjaannya sebagai buruh bangunan tidak tetap. Yogi menderita  gangguan kulit  sejak ia masih berusia 10 tahun. Awalnya ia sering mengalami gatal dibagian punggungnya. Lama kelamaan rasa gatal semakin hebat dan menyebar keseluruh tubuh. Orangtua Yogi hanya mengobatinya dengan jamu. Kedua orangtuanya tidak pernah membawa Yogi berobat ke puskesmas sehingga gangguan kulit yang ia alami menyebar ke seluruh permukaan kulit berupa benjolan-benjolan  di seluruh permukaan kulitnya. Setelah benjolan muncul diseluruh permukaan tubuhnya, rasa gatal yang dirasakan sebelumnya hilang. Istri Yogi, Dini, menyatakan saat ini Yogi ingin sembuh agar dapat bekerja seperti biasa lagi. Akibat penyakit yang Yogi derita ia merasa sering dikucilkan oleh teman-temannya bahkan oleh saudara-saudaranya sendiri. Hal ini membuat Yogi sedih. Ia juga merasa ada ketidakadilan dalam pembagian materi karena gangguan yang ia alami. Yogi saat ini tinggal di rumah kontrakan di kampungnya sendiri. Kurir #SR saat mengunjungi Yogi melihat dan mendengar keluhan Yogi memberikan semangat agar ia mau berobat dan tawakal kepada Allah. #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya operasional berobatnya Yogi setelah bantuan sebelumnya masuk di rombongan 614.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Maret 2015
Kurir. : @ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Pak Yogi menderita Neurofibromatosis

Pak Yogi menderita Neurofibromatosis


SUAMAH BINTI SUEB (65, Gangguan Lambung dan hipotensi).  Alamat : Kampung Kencana  RT.3/9 Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.  Suamah sehari-harinya biasa dipanggil Mamah. Ia seorang ibu rumah tangga dengan 7 anak , 7  cucu dan 1 cicit . Sejak usia muda Mamah sudah menderita penyakit  darah rendah (hipotensi) dan gangguan lambung.  Bila sakitnya kambuh, Mamah hanya mengobati dengan memakan pucuk daun singkong yang masih muda. Bila masih nyeri di lambung dan terasa mual barulah Mamah membeli obat di warung. Bapak Effendi,  suami Mamah membenarkan kebiasaan Bu Mamah yang mengunyah pucuk singkong muda bila nyeri lambungnya kambuh. Saat kurir #SR mengunjunginya, ia mengeluhkan lemas di persendian, mual dan tidak ada nafsu makan. Mamah sudah berobat ke puskesmas dan mendapatkan obat, namun belum ada perubahan. Kurir #SedekahRombongan datang mengunjungi dan menyampaikan bantuan untuk ongkos berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 1 April 2015
Kurir:@ddsyaefuddin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Suamah menderita Gangguan Lambung dan hipotensi

Suamah menderita Gangguan Lambung dan hipotensi


ARFANDI NUR HIDAYAT BIN MOH. SYARIF (3, Demam Berdarah). Alamat: Bantarjati Kaum Rt.6/10 Kelurahan Bantarjati Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor. Arfandi Nur Hidayat biasa dipanggil Arfan. Ia anak ke 2 dari 2 bersaudara putra Bpk. Moh. Syarif dan Ibu Dede Rustini. Awalnya Arfan mengalami demam tiba-tiba. Ibu Arfan  seminggu yg lalu arfan tiba tiba panas badannya. Oleh ibunya ia langsung diberi obat penurun panas anak tapi demamnya belum turun. Kemudian oleh ibunya ia dibawa berobat ke Puskesmas Sempur Bogor. Hasil pemeriksaan menyatakan Arfan mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) dan setelah diberikan obat namun demamnya belum turun, ia dirujuk ke RS PMI Bogor. Ayah Arfan yang bekerja sebagai supir freelance dengan penghasilan yang tidak menentu. Ia merasa bingung dengan biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan Arfan. Kurir #SedekahRombongan mendengar informasi ini segera mengunjungi Arfan. Saat dijenguk kondisi Arfan masih demam dan lemah. Bantuan diberikan untuk biaya pengobatan dan transport.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000.-
Tanggal : 30 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Arfandi menderita Demam Berdarah

Arfandi menderita Demam Berdarah


AGUSTINI NURMAN (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini istri dari bapak Nurman, seorang nelayan, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya harian setelah sebelumnya masuk di Rombongan 686. Untuk tindakan medis selanjutnya setelah dua kali konsul ke poli bedah RSCM Jakarta. Team dokter yang menanganinya belum memastikan tanggal untuk penjadwalan operasi tahap ke dua rekontruksi wajah ibu Agustini Nurman, semoga penjadwalan untuk operasi rekontruksi wajahnya bisa cepat terlaksana.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Agustini menderita Tumor Pipi

Agustini menderita Tumor Pipi


DARMI BINTI WIRYA (75, Asma), Alamat : Jl Budimulia RT5/4 Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, Ibu Darmi, janda tua beranak empat sejak dua bulan ini hanya bisa berbaring karna sakit yang di deritanya. Ibu Darmi di hari tuanya ini memang sudah lama menderita sesak nafas atau asma,  karna keterbatasan biaya , ibu Darmi tidak pernah berobat untuk mengobati sakitnya, ibu Darmi hanya mengkomsumsi obat warung saja jika dirasakan sakitnya datang. Ke empat anaknya pun sama seperti ibu Darmim hidup dalam ekonomi yang pas-pasan dan tak mampu berbuat banyak saat ibu Darmi terbaring sakit, Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan dengan keluarga miskin ini, bantuan untuk biaya transportasi berobat sudah disampaikan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan Ibu Darmi bisa sembuh kembali.. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Ibu darmi menderita Asma

Ibu darmi menderita Asma


SUHAYAT OYO (28, Tumor pada Telinga), Alamat Kampung Pamatang RT.14/7, Desa Sukacai, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak kecil mengalami memar pada daun telinga kanannya, namun sudah 1 tahun ini, daun telinga kanannya dirasakan sakit dan gatal disertai pembengkakan, Suhayat anak kedua dari tiga bersaudara putra bapak Satiri (61) dan ibu Sarwiyah (56) tidak bisa berbuat banyak untuk mengobati sakitnya, Suhayat sejak sakit sudah tidak bisa bekerja yang sebelumnya ia bekerja menjadi buruh bangunan dengan gaji harian, sementara kedua orang tuanya tergolong dari keluarga miskin dan tidak bisa membantu anaknya berobat. Dibantu warga sekitar, Suhayat bisa menjalani pengobatan hanya sampai RSUD Serang Banten, sejak dirujuk pengobatannya ke RSCM setahun yang lalu, Suhayat tidak bisa melanjutkan pengobatannya karana tidak ada biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Suhayat dan keluarganya, bantuan lanjutan untuk biaya kos sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 692. Sampai saat ini belum ada keputusan dari team dokter mengenai penjadwalan operasi pada telinga Suhayat Oyo, kondisi Suhayat Oyo sendiri Alhamdulillah stabil dan sudah siap maju ke meja operasi jika team dokter dan pihak RSCM memanggilnya untuk operasi,

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Suhayat menderita  Tumor pada Telinga

Suhayat menderita Tumor pada Telinga


LIA HIKMATUL ULYA (7, Demam Berdarah). Beralamat di Kp. Gabus Pabrik RT.1/1, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayahnya, Bapak Mulyadi (45), adalah seorang buruh kasar dengan pendapatan yang tidak menentu. Ibunya, Sinah (40), seorang ibu rumah tangga. Awalnya Lia terkena gejala typus dan sempat dirawat beberapa hari di klinik dekat rumahnya. Namun, karena belum ada perbaikan setelah  beberapa hari dirawat, kedua orangtuanya membawa ke RSUD Kota Bekasi. Lia dirawat di rumah sakit ini meski ia belum memiliki jaminan kesehatan. Bagi ayah dan ibunya kesembuhan Lia jauh lebih penting. Pak Mulyadi sangat mengharapkan uluran bantuan. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama kontrol ke RSUD Kota Bekasi. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 687.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Lia menderita Demam Berdarah

Lia menderita Demam Berdarah


RINDON BIN NIAN (52, Benjolan di Leher). Alamat: Kp. Gandu RT.2/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Rindon sudah satu tahun ini tidak bekerja sebagai tukang becak karena sakit yang ia derita. Istrinya,  Bu Namah hanya seorang ibu rumah tangga dengan jumlah tanggungan 3 orang. Riwayat penyakitnya berawal setelah muncul benjolan kecil di leher bagian belakang. Kini benjolan tersebut semakin membesar dengan diameter berukuran + 15 cm.  Ia sudah melakukan upaya pengobatan dengan memeriksakan penyakitnya ke klinik terdekat, namun ketika dokter klinik menyarankan PaK Rindon untuk menjalani operasi di rumah sakit, ia  keberatan. Ia kuatir biaya yang diperlukan besar. Akhirnya pengobatan saat ini hanya diolesi salep. Alhamdulillah, Kurir #SRbergerak menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya akomodasi selama kontrol ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 676.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @iidfahrudin @hapsarigendhis

Pak rindon menderita Benjolan di Leher

Pak rindon menderita Benjolan di Leher


MTSR BEKASI, (B 1349 SZM, Servis dan perawatan). Sejak bulan November tahun 2014, #SedekahRombongan Bekasi dipercaya untuk meningkatkan pengkhidmatan kepada saudara kita yang sakit lagi miskin dan dhuafa, melalui pelayanan Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR). Menghadapi medan Kabupaten dan Kotamadya Bekasi, tentu saja MTSR Bekasi harus tampil prima. Sampai saat ini keberadaan MTSR sangat dirasakan manfaatnya, baik oleh pasien dampingan #SR maupun warga dhuafa lainnya yang membutuhkan. Begitu tingginya intensitas penggunaan MTSR Bekasi. Oleh karena itu perlu adanya perawatan rutin Servis dan ganti oli pelumas. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah membiayai servis dan ganti oli MTSR Bekasi. Insya Allah, MTSR Bekasi akan semakin dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga dhuafa di wilayah Bekasi dan pasien miskin dari wilayah lain di Jawa Barat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 11 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay Via Dodo(Driver MTSR Bekasi)

Biaya service MTSR Bekasi

Biaya service MTSR Bekasi


MUHAMMAD RIFKIANSYAH INDRA BEKTI (6, ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan). Serta ZASKIA FAHIRA PERMATASARI (4), ADHD Kombinasi, Autistic Spectrum dan Retardasi Mental Sedang; LISHA ZAHRA PERMATASARI  (3), ADHD Kombinasi. Alamat Jl. Lembang Baru IV No. 12 B , RT.2/9, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Ibu Ade Fitria sungguh memiliki kesabaran yang luar biasa. Bagaimana tidak, ketiga anak yang begitu ia sayangi mengalami gangguan yang sama yakni ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) atau Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas dengan tipe Kombinasi. Secara kasat mata, fisik anak-anak  Bu Ade terlihat seperti anak normal, namun perilaku dan psikomotor mereka berbeda. Rifki akan kontrol di Poli THT untuk memeriksa alergi karena Rifki akhir-akhir ini selalu mengeluarkan Sekret kental (ingus) sehingga Rifki kesulitan dalam bernafas. Serta Rifki masih rutin 2 minggu sekali ke poli gastro hepatologi dan rawat, Psikiatri, tumbuh kembang, dan respiro untuk serangan asma berat. Sang adik, Zaskia masih dilakukan evaluasi ke poli Psikiatri dan tumbuh kembang serta Psikologi untuk ADHD dan autistik spektrum. Zaskia saat ini masih belum bisa berbicara 2 arah, dalam arti berbicaranya masih kurang nyambung. Begitu juga dengan Alisha masih terlalu agresif karena selalu melempar dan membanting barang untuk mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Alisha juga masih dalam tahap evaluasi ke poli Psikiatri dan tumbuh kembang. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya operasional ke rumah sakit setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 674

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana

Rifky menderita ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan

Rifky menderita ADHD Kombinasi dan Gejala Autisme Ringan


AYU NOVITA SARI (4, Kelainan Tulang Punggung). Alamat:  Jl. Mandor Baret Pondok Hijau, RT. 7/7, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Anak dari Bapak Susanto (35) dan Ibu Ngarti (40) ini kondisnya tidak seperti anak lain seusianya. Di saat kawan – kawannya sudah bisa berlari dan bermain, Ayu hanya bisa terbaring di kasur sembari melihat televisi. Kondisi itu dialaminya sejak lahir. Di balik keterbatasannya, Ayu begitu ceria. Sorot mata indahnya menampakan keceriaan. Saat ini Ayu sedang menjalankan pengobatan dengan metode akupuntur. Terdapat perubahan sedikit pada Ayu ketika melakukan pengobatan akupuntur. Ayu menjadi sering makan dan mengkonsumsi air putih serta susu. Ayu hanya mendapat vitamin dari dokter akupuntur. Menurut sang dokter, Ayu harus ke dokter spesialis anak guna mendapatkan obat. Bantuan dari sedekah rombongan sebesar Rp. 500.000 digunakan untuk operasional berobat. Sebelumnya, Ayu dibantu dalam rombongan 676. Sebagai informasi, saat ini sedang diupayakn pengurusan KK dan KTP orang tua Ayu. Tujuannya adalah agar Ayu bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 11 April 2015
Kurir : @ddsyaefudin @nurmanmlana

Ayu menderita Kelainan Tulang Punggung

Ayu menderita Kelainan Tulang Punggung


SRI REJEKI (16th, TB Tulang) Alamat: Desa Langon, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sejak bulan Desember 2014 atas inisiatif guru sekolahnya, Sri Rejeki dibawa ke klinik karena kondisi tubuhnya drop. Di klinik tersebut diketahui bahwa siswi kelas 1 SMA ini menderita tipus dan TB Paru sehingga membuatnya harus dirawat intensif dan menjalani pengobatan rutin TB selama 6 bulan di Puskesmas di sekitar rumahnya. Sri Rejeki tinggal bersama ayah angkatnya karena sang ibu meninggal dan ayah kandungnya juga sering sakit-sakitan. Setelah berusaha berobat sekitar 2 bulan, akhirnya pada 4 Februari 2015 Sri Rejeki menghembuskan nafas terakhirnya. Dia meninggal dunia karena virus TB yang sudah parah menyerang tubuhnya. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya berobat dan pemakaman Alm. Sri Rejeki.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 4 Februari 2015
Kurir : @indrades @kumells @CunielNiel

Ibu sri menderita TB Tulang

Alm. sri menderita TB Tulang


MTSR SEMARANG (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan), adalah mobil ambulance operasional tim #SedekahRombongan yang mengcover wilayah Pantura JawaTengah dari Brebes hingga Rembang yang terpusat di Semarang Jawa Tengah. Karena semakin tingginya mobilitas tim dan semakin banyaknya dhuafa sakit yang menjadi pasien dampingan tim #SedekahRombongan di wilayah Pantura Jateng ini menuntut adanya mobil yang riwa riwi digunakan untuk membantu mobilitas pasien. Mobil ambulance MTSR ini berfungsi untuk membantu transportasi dhuafa sakit terutama para pasien dhuafa dampingan #SedekahRombongan di area tim Pantura Jateng. Selain itu, ambulance MTSR di Semarang ini juga sering digunakan untuk membantu masyarakat umum ke Rumah Sakit dan jenazah jika diperlukan. Bantuan ini ditujukan untuk servis mobil, bensin, pembayaran cicilan ambulance, dan kebutuhan lain. Laporan ini adalah laporan operasional MTSR untuk bulan Januari 2015 senilai Rp 7.101.796 dan bulan Februari 2015 senilai Rp 7.242.000.

Jumlah Bantuan : Rp 14.343.796,-
Tanggal : 31 Januari 2015 & 28 Februari 2015
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Bantuan operasional MTSR Semarang

Bantuan operasional MTSR Semarang


SARKIMIN BIN BEDOR ( 68 TAHUN, BANTUAN TUNAI ), saat ini tinggal di Mlokokulon Rt02/1, Kec. Ngadirojo, Kab. Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup kurang mampu, membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhannya sehari – hari. Saat kurir datang untuk memberikan bantuan, istrinya sedang sakit. Dan butuh biaya untuk membawa ke Puskesmas setempat. Pak Sarkimin, kesehariannya mencari rumput untuk pakan ternaknya, terkadang untuk mencukupi kebutuhannya, dari apa yang dia peroleh melalui tetangga atau orang yang membutuhkan tenaga jasanya. Rumahnya sederhana, dengan berdinding anyaman bambu yang cukup usang. Semoga, dengan bantuan ini bisa meringankan beban hidup beliau dan keluarganya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2015
Kurir : @Yuli@Teguh@Mawan

Bantuan tunai untuk pak sarkimin

Bantuan tunai untuk pak sarkimin

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Aulia 7,000,000
2 Fauzan 1,500,000
3 Rizky 500,000
4 Suwarni 500,000
5 Jumangat 5,500,000
6 Helmy 3,136,000
7 Nunik 1,901,900
8 Tuminem 718,350
9 MTSR Jogya 27,243,050
10 Ecim 1,500,000
11 Surono 500,000
12 Sandi 500,000
13 Supian 500,000
14 Yogi 500,000
15 Suamah 500,000
16 Arfandi 500,000
17 Agustini 500,000
18 Darmi 500,000
19 Suhayat 500,000
20 Lia 500,000
21 Rindon 500,000
22 MTSR Bekasi 500,000
23 M Rifkiansyah 1,000,000
24 Ayu 500,000
25 Sri R 1,000,000
26 MTSR Semarang 14,343,796
27 Sarkimin 1,500,000
Total 73,843,096

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 73,843,096,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 693 ROMBONGAN

Rp. 25,257,180,584,-