PAK SEMMA LAIYA  (43 Tahun, Asam Urat Akut) Dusun Bonto Manai, Kec. Cenrana,  Desa  Laiya. Pak Semma  menderita penyakit selama 20 tahun, awalnya digigit lipan/kelabang di kaki kanan dan mengalami pembengkakan ditambah sakit yang luar biasa, setelah 7 hari barulah ia membawanya ke puskesmas. Berselang 7 hari sakitnya kambuh kembali yang menyebabkan Pak Semma tak bisa berjalan, Ia pun dibawa ke RS terdekat guna mendapatkan perawatan, dokterpun memeriksa dan hasilnya adalah bahwa Pak Semma menderita Rematik, tapi lebam dikakinya mengalami luka yang serius, saat itu belum ada fasilitas penunjang biaya kesehatan sehingga Pak Semma menjual sawah ladangnya untuk memenuhi biaya berobat dan biaya sehari-hari .
Pak Semma hidup bersama 2 putranya Riski (17 Tahun) yang pendidikannya terhenti kelas 3 SD karena membantu mencari biaya hidup sehari-hari  dan adiknya Jumardi  (12 Tahun). Tepat Dua tahun yang lalu, Pak Semma ditinggal pergi oleh istrinya karena penyakit  yang dideritanya. Kini Sehari-harinya hanya berbaring diatas kasur dan menahan rasa sakit disetiap persendian. Bila digoyangkan akan terdengar seperti  kayu yang terjepit, di kaki dan tangannya menimbulkan luka lebam dan benjolan-benjolan  yang apabila ditekan akan mengeluarkan cairan putih, dan apabila dibiarkan sampai kering, akan mengeluarkan seperti serbuk tepung putih.
Pak Semma tinggal bersama kedua putranya disebuah rumah panggung sederhana yang lokasinya cukup jauh dari keramaian, sekitar 10 KM dari jalan poros Maros-Bone diatas pegunungan , menempuh jalan yang berkelok-kelok dan terjal, apalagi jalan  belum tersentuh oleh bantuan pemerintah sehinggah akses ke rumah Pak Semma  bermandikan lumpur dan jalan yang licin, pun kendaran untuk masuk kesana hanya menggunakan kendaraan roda dua, tak jarang kendaraan yang digunakan harus didorong untuk melewati tanjakan yang berlumpur.
Semoga bantuan awal ini mampu meringankan sedikit beban Pak Semma dan kesembuhan segera menyapa beliau.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000
Kurir                      : @areefy_dip @syukran_mayran
Tanggal                 : 25 Maret 2015

Pak semma menderita Asam Urat Akut

Pak semma menderita Asam Urat Akut


Almh. Ibu Suruga (48, Kanker Rahim) beralamat di Jl. Tanggul kota mannaungi, Desa Alliri Tengngae, Kec. Turikale, Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Ibu Suruga menderita tumor perut, pernah dioperasi setahun yang lalu dan disarankan untuk melakukan kemo, namun tidak dijalani karena kekurangan biaya.  Dan tumor tersebut tumbuh dan terasa sakit kembali sekitar lima bulan yang lalu hingga membuat Ibu Suruga tidak bisa makan dan sangat sulit untuk bergerak, beliau kemudian dilarikan ke RS. Salewangang Maros, namun beliau sempat ditolak dan diusir oleh pihak Rumah Sakit dengan alasan sakit yang diderita Ibu Suruga bukan penyakit dan sudah tidak dapat disembuhkan lagi. Setelah itu keluarga Ibu Suruga dipertemukan dengan Tim #SR Makassar. Bersama dengan keluarga Ibu Suruga, Tim #SR kemudian membantu dan mengarahkan dalam pengurusan ke pihak RS,  barulah kemudian Ibu Suruga mendapat surat rujukan ke RS Wahidin Makassar. Kurir #SR kemudian menemani dan mendampingi beliau memeriksakan diri ke RS Wahidin Makassar. Karena kondisi tubuh Ibu Suruga semakin melemah dan terus menurun, beliau dipanggil oleh Sang Khalik pada tanggal 25 Maret 2015, beliau dimakamkan di pemakaman dekat rumahnya di Desa Alliri Tengngae. Santunan ini kami berikan kepada pihak keluarga yang mewakili untuk biaya pemakaman. Sebelumnya Ibu Suruga masuk dalam Rombongan 651. Keluarga sangat berterimakasih atas bantuan dan upaya yang dilakukan oleh kurir dan teman-teman #SR sejak dirawat hingga beliau berpulang ke Rahmatullah. Mari kita do’akan semoga amal Ibadah beliau diterima di Sisi-Nya. Amiiin Yaa Robbal ‘Alamin.

Tanggal         : 25 Maret 2015
Kurir           : @areefy_dip via @syukran_mayran
Jumlah bantuan  : Rp. 500.000

Almh. Ibu suruga menderita Kanker Rahim

Almh. Ibu suruga menderita Kanker Rahim

—-
MTSR MAKASSAR Demi memudahkan dan melanjutkan estafet penggunaan Ambulance MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) guna menjemput dan mengantar jenazah, dhuafa serta orang sakit, baik itu dalam kota maupun diluar kota. Maka dibutuhkanlah sarana untuk memudahkan kurir dalam mengangkut dan melayani pasien dhuafa untuk berobat, sehingga titipan langit tersampaikan tanpa rumit, sulit dan berbelit-belit. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran untuk pembayaran cicilan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Makassar pada bulan Februari 2015.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.600.000,-
Kurir : @areefy_dip via @ahmadhamzahmo
Tanggal : 28 Februari  2015.

Cicilan MTSR Makassar

Cicilan MTSR Makassar


IRAWATY WALLY (25 Thn, Tuberkolosis). Alamat: Jl. Mandiri, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Mba Irawaty adalah seorang janda dan tidak pernah bekerja lagi semenjak didagnosa terkena Tuberkolosis. Penyakitnya ini diderita sejak 1 tahun lalu dan masih dalam pendampingan pengobatan. Saat ini tinggal bersama orangtuanya dan berada dalam kondisi ekonomi yang sangat pas-pasan. Informasi kondisi Mba Irawaty didapat dari relawan pendamping tuberkolosis dan sangat membutuhkan dukungan biaya untuk makanan bergizi, obat dan biaya transportasi rutin ke puskesmas. Santunan #sedekahrombongan disampaikan kepada Mba Irawaty saat sedang perawatan karena terlihat kondisinya semakin tidak baik.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Maret 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Rima Rahayu

Irawati menderita  Tuberkolosis

Irawati menderita Tuberkolosis


JUMINEM (37 Thn, Gangguan jantung). Alamat: Jl. Kurana, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Juminem adalah seorang ibu rumah tangga, didiagnosa menderita gangguan jantung dan diharuskan berobat rutin ke rumah sakit terdekat. Pekerjaan suaminya Bu Juminem adalah pengendara ojek, sehingga sangat kesulitan untuk menyisihkan biaya untuk pengobatan karena selain itu Bu Juminem tidak terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat. Untuk mencari tambahan, Bu Juminem berjualan kecil-kecilan didepan rumahnya. Santunan #sedekahrombongan ditujukan untuk membantu biaya pengobatan penyakit jantungnya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Maret 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Rima Rahayu

Ibu juminem menderita Gangguan jantung

Ibu juminem menderita Gangguan jantung


ERNA (52 Thn, Diabetes). Alamat Jl. Sungai Maruni, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Pada awalnya Bu Erna tidak menyangka menderita Diabetes, sampai muncul beberapa gejala seperti sering buang air kecil dimalam hari, beberapa luka atau memar yang lama sembuh sampai turun berat badan. Suaminya sudah meninggal dan kini kebutuhan harian hanya dibantu keluarganya tapi dirasa tidak cukup. Dilingkungannya Bu Erna termasuk keluarga yang tidak mampu, sehingga perlu dibantu karena membutuhkan biaya untuk pengobatan Diabetes-nya. Bantuan dari #sedekahrombongan ditujukan untuk kemudahan biaya berobat dan transportasi ke rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Maret 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Rima Rahayu

Ibu Erna menderita Diabetes

Ibu Erna menderita Diabetes


LENA (38 Thn, Tuberkolosis). Alamat Jl. Melati Raya, Kota Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Lena adalah seorang ibu rumah tangga, suaminya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak tetap. Penyakit Tuberkolosis ini diderita sejak 5 bulan lalu dan tidak kunjung membaik. Ini disebabkan karena Bu Lena kurang disiplin mengkonsumsi obat dan juga asupan makanan yang kurang bergizi. Bu Lena dan suaminya tergolong keluarga tidak mampu didaerah tempat tinggalnya dan tidak terdaftar Jamkesmas. Bantuan yang diberikan dari #sedekahrombongan akan digunakan untuk membeli makanan yang lebih bergizi dan biaya transportasi rutin ke puskesmas. Dalam beberapa kegiatan penyaluran bantuan, kurir bersinergi dengan relawan pendamping tuberkolosis untuk membantu penderita TB yang tidak mampu di Kota Sorong.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Maret 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Rima Rahayu

Ibu lena menderita Tuberkolosis

Ibu lena menderita Tuberkolosis


DORSINA (39 Thn, Maag kronis). Alamat Jl. Petrocina, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Bu Dorsina adalah seorang ibu rumah tangga, suaminya (65 tahun) seorang petani sayuran. Kondisi ekonominya tidak begitu baik, karena hasil tani sayurnya tidak terlalu menghasilkan. Dengan kondisi seperti itu, Bu Dorsina jarang sekali memeriksakan kondisinya. Sering sekali Bu Dorsina merasakan sakit yang sangat dibagian lambungnya dan itu mengganggu aktifitas sehari-hari. Santunan #sedekahrombongan disalurkan untuk membantu biaya harian, pengobatan dan transportasi ke rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 20 Maret 2015
Kurir: @bratamanggala via Hamdani, Endang

Ibu dorsina menderita Maag kronis

Ibu dorsina menderita Maag kronis


RSSR JAKARTA (Bantuan Susu Formula untuk pasien anak di RSSR Jakarta).  Salah satu bentuk kepedulian dan empati  #SedekahRombongan adalah memerhatikan makanan dan asupan gizi pasien-pasien yang tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Pasien anak yang tinggal di RSSR umumnya adalah mereka yang menderita penyakit kronis, seperti M. Rifai asal Tulang Bawang Lampung yang menderita varises esofagus dan Hadi Ardiansyah asal Tangerang Banten. Selain itu ada pula anak yang tinggal di RSSR mengikuti orangtuanya menetap sementara di rumah ini karena harus berobat rutin di RSCM. Anak-anak yang masih tumbuh dan berkembang ini, apalagi sesudah dilakukan tindakan diagnostik perlu minum susu rutin. Bantuan susu formula telah disampaikan untuk Hadi Ardiansyah dan Rifai yang disarankan oleh dokter memperbanyak konsumsi susu. Saran ini diberikan sesudah mereka diperiksa  dengan endoskopi. Bantuan susu juga diberikan kepada Amiratul (penderita atresia ani) serta  Khoirani, Rizki  dan Yudhistira untuk meningkatkan gizi mereka serta pasien-pasien lainnya. #SedekahRombongan akan terus menyiapkan susu formula sebagai asupan tambahan untuk para pasiennya yang menetap di RSSR.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.190.000,-
Tanggal : 29 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis @hapsarigendhis

Bantuan Susu Formula untuk pasien anak di RSSR Jakarta

Bantuan Susu Formula untuk pasien anak di RSSR Jakarta


II TUNIA (57, Tumor Ginjal Kiri). Alamat: Jl. Industri Dalam RT.9/8 Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo Bandung Jawa Barat. Bu Ii Tunia saat ini tinggal bersama 3 anaknya setelah suaminya meninggal dunia.  Ia menderita  tumor ginjal kiri sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya ia mengeluhkan nyeri dan pegal di pinggang sebelah kiri. Ia memeriksakan diri ke Puskemas dan dirujuk ke RS Salamun Bandung. Setelah diketahui menderita tumor ia dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini bu Ii sedang dalam fase pengobatan tumornya.  Hampir setiap hari ia menangis karena bingung untuk bagaimana menafkahi anaknya. Anak yang paling besar hanya bisa membantu semampunya karena sudah berkeluarga dan mempunyai anak yang masih kecil. Bantuan yang diberikan hanya cukup untuk ibu Tunia saja dan tidak mencukupi biaya kuliah Uni (19), anak bu Ii yang lalin. Sempat Bu Ii putus asa karena sudah tidak mampu menghadapi penyakitnya. Syukur Alhamdulillah #SR dapat bertemu keluarga Bu Ii Tunia, dan setelah dibujuk melanjutkan pengobatan, semangatnya muncul kembali. Ia dimotivasi agar jangan sampai putus pengobatan. Ibu Ii Tunia menangis sambil mengucapkan syukur Alhamdulillah, karena merasa mendapatkan perhatian. Semoga Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Maret 20015
kurir : @ddsyaefudin @avinptr  @hapsarigendhis

ibu II menderita Tumor Ginjal Kiri

ibu II menderita Tumor Ginjal Kiri


MUHAMMAD SHENDY SEPTIAN  (16, Kelumpuhan Lengan dan Tungkai). Alamat: JL. Mujair No 28. Teluk Betung Kota Bandar Lampung. Shendy, anak sulung Bu Ida (40) dan Bpk. Sulaiman (43) dalam dua tahun terakhir ini tidak mampu melanjutkan sekolahnya kembali karena kelumpuhan di kedua lengan dan tungkainya (tetraparese). Ia tak bisa lagi banyak melakukan aktivitas selain makan dan buang air besar di tempat tidur.  Riwayat penyakitnya berawal saat ia pulang sekolah. Shendy menjadi korban kekerasan teman-temannya sendiri dan tidak sadarkan diri setelah diberi minuman keras. Ia mendapat pukulan keras di bagian kepala yang membuatnya harus menjalani perawatan di RS Imanuel Bandar Lampung. Dokter yang menangani Shendy segera melakukan operasi bagian kepala karena perdarahan di otak (intracranial haemoragik) yang cukup hebat untuk menyelamatkan nyawanya. Tak cukup hanya sampai disitu penderitaan yang Shendy alami. Setelah operasi, ia mengalami penurunan kesadaran sampai koma sehingga harus menggunakan alat bantu napas dan berbagai alat monitor di ruang Intensive Care Unit (ICU) selama 1,5 bulan. Kini, Shendy terpaksa menjalani dan melewati masa mudanya dengan penuh perjuangan bersama kelumpuhan akibat telah terjadi kerusakan otak. Kedua orang tua Shendy yang bekerja sebagai pedagang sticker bukan hanya sulit untuk mendapatkan nafkah demi kebutuhan sehari-hari, akan tetapi mereka juga berjuang agar Shendy mendapatkan pengobatan yang layak demi kesembuhannya. Beratnya beban biaya fisioterapi yang dibayar pribadi setiap minggunya, membuat para kurir #SedekahRombongan tergerak untuk menyampaikan titipan dari para sedekahholics #SR dan membantunya mendapatkan jaminan kesehatan BPJS. Semoga Shendy dapat pulih dan tersenyum kembali agar dapat besekolah lagi seperti teman-temannya. Shendy dan kedua oragtuanya menyakini Allah selalu menolongnya melalui pintu sabar dan syukurnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @arief_neji @andradideri @hapsarigendhis

Shendy menderita Kelumpuhan Lengan dan Tungkai

Shendy menderita Kelumpuhan Lengan dan Tungkai


KOMARIAH (40, Syaraf Terjepit). Alamat : Jl. Gg. Mulya Bhakti Kelurahan Kedamaian Kecamatan Tanjung Karang Timur Kota Bandar Lampung. Sudah sebelas bulan lamanya Bu Komariah duduk lemas di tempat tidurnya karena kelemahan kedua tungkai yang ia derita. Istri Bpk. Turut (42) yang bekerja sebagai buruh harian lepas ini sudah tidak mampu menjalani aktivitas sehari-harinya mengurus  rumah tangganya.   bersama empat orang anak dan seorang cucu nya yang juga tinggal bersamanya. Penyakit yang diderita Bu Komariah adalah Cauda Equina Syndrome, yaitu kelumpuhan yang terjadi secara perlahan dan progesif akibat pemadatan atau penyempitan yang terjadi bersama-sama  (simultan) pada saraf tulang belakang area pinggang bawah (radiks saraf lumbosacral multiple). Selain kelumpuhan, gangguan otot dan persarafan mengakibatkan gejala urogenital seperti sulit buang air kecil, buang air besar. Kondisi seperti ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko antara lain luka trauma, tumor di tulang belakang, infeksi atau oleh penyebab yang belum diketahui secara jelas. Dalam bahasa awam lebih dikenal urat kejepit. Nyeri pinggang yang dirasakan Bu Komariah tak pernah ia bayangkan akan membuatnya lumpuh. Selama ini ia hanya menganggapnya bahwa itu adalah nyeri pinggang biasa dan bukan suatu masalah serius yang terjadi pada sarafnya.  Kehidupan ekonomi yang sulit dan kurangnya pengetahuan mengenai jaminan kesehatan membuat mereka tidak melanjutkan pengobatan di rumah sakit. Saat ini keluarganya hanya mampu memberikan pengobatan seadanya di rumah melalui pengobatan tradisional.  #SedekahRomongan bersyukur dipertemukan dengan Bu Komariah sehingga dapat bersama-sama membantu proses pengobatan sekaligus menyampaikan titipan dari langit demi kesembuhan Bu Komariah.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 22 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @arief_neji @andradideri @hapsarigendhis

Ibu komariah menderita Syaraf Terjepit

Ibu komariah menderita Syaraf Terjepit


SULIAH (60, Kelumpuhan Lengan dan tungkai kiri ec suspek stroke) Hemiplegi sinistra e.c Stroke Non Haemoragik). Alamat: Jl. Pagar Alam Kelurahan Segalaminder Kecamatan Langkapura Kota Bandar Lampung. Bu Suliah janda dari Bpk. Arafat (alm) kini hanya bisa berbaring lemah di tempat tidurnya akibat penyakit stroke yang ia derita. Riwayat penyakitnya berawal satu tahun yang lalu, ketika ia mengalami kelumpuhan secara mendadak setelah terbangun dari tidur. Ia juga menderita penyakit darah tinggi. Kini ia mengalami kelumpuhan lengan dan tungkai kiri (hemiplegi sinistra). Ditambah lagi usianya yang sudah cukup renta membuat Bu Suliah tak mampu lagi mengurus dirinya sendiri sehingga harus dibantu. Aktivitis mengurus rumah tangga pun sudah tak dapat ia lakukan lagi. Sebaliknya ia kini harus dirawat oleh kedua anak dan menantunya di rumah kontrakan yang ia tempati.  Untuk makan, minum dan bernapas pun saat ini Bu Suliah mulai kesulitan karena penyakit yang dideritanya ini. Selama ini Bu Suliah belum pernah menjalani pengobatan apapun. Mereka tidak memiliki simpanan biaya untuk berobat dan memiliki kartu BPJS. Menantu Bu Suliah tidak dapat banyak membantu karena penghasilan sebagai buruh bangunan tidak mencukupi. Keadaan ini membuat kurir #SedekahRombongan tergerak untuk menyampaikan titipan langit dari para sedekahkholics #SR. Santunan awalpun segera disampaikan. Semoga kondisi Bu Suliah dapat segera membaik dan pulih kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal  : 23 Maret 2015
Kurir :@ddsyaefudin @arief_neji @andradideri @hapsarigendhis

Ibu sulilah menderita Kelumpuhan Lengan dan tungkai kiri ec suspek stroke

Ibu sulilah menderita Kelumpuhan Lengan dan tungkai kiri ec suspek stroke


RSSR BANDUNG atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, terletak di sekitar RS. Hasan Sadikin Bandung, tepatnya di Jalan Sukagalih, Belakang Puskesmas Sukajadi Kota Bandung. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS Bandung, yang berasal dari daerah luar Bandung. Seperti di ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogyakarta, Jakarta, Malang dan kota lainnya. Setelah mencermati adanya tuntutan besar akan adanya rumah singgah di Bandung, Alhamdulillah #SedekahRombongan telah memiliki juga rumah singgah di sekitar rumah sakit rujukan nasional ini. Pasien miskin dari berbagai daerah bisa beristirahat sementara di sini, seperti dari Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, Kuningan dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Pasien dan keluarganya yang sedang berobat tentu saja setiap harinya memerlukan makanan pokok, utamanya beras dan sembako lainnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan terus berempati untuk mengurangi beban hidup pasien dhuafa yang tengah berjuang dan tinggal di RSSR. Kembali bantuan logistik pun disampaikan untuk membeli Sembako dan keperluan di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung serta pembayaran listrik dan kebersihan lingkungan. Saat ini pasien dampingan  #SedekahRombongan yang berada di RSSR Bandung ada 14 pasien beserta para keluarga pendampingnya, Bantuan sebelumnya untuk RSSR masuk di rombongan 679.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr

Bantuan operasional RSSR Bandung

Bantuan operasional RSSR Bandung


MUHAMAD SULAIMAN (26, Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal). Alamat: Tridaya Indah 2 Blok C7/4 RT.2/3, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayah Sulaiman, Pak Ujang Sukiman (61) adalah seorang penarik becak odong-odong. Meskipun pak Ujang sering sakit namun tidak ada pilihan lain demi untuk menghidupi keluarganya. Demikian pula ibunya, Bu Fatimah (50). Bahkan adiknya yang bernama Muhamad Yusuf (23), sudah lama mengalami gangguan kejiwaan. Pada tahun 2006, ketika Sulaiman sepulang dari sekolah ia mendapat musibah yang menimpanya hingga membuat ia lumpuh sampai saat ini. Kejadian di sekitar Cempaka Putih Jakarta, ketika segerombolan anak-anak sekolah dari sekolah lain menyerang Sulaiman dengan senjata tajam dan benda tumpul. Sulaiman mengalami luka bacok dan memar di sekujur tubuhnya. Sulaiman pun terkapar di pinggir jalan tak sadarkan diri. Dengan bantuan masyarakat sekitar Sulaiman dibawa ke RSCM Jakarta. Di rumah sakit ini Sulaiman menjalani perawatan selama 2 bulan dan dilakukan pemasangan pen permanen di punggung. Ia dinyatakan lumpuh.  Sulaiman  juga pernah dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta dan dirawat selama 2 bulan. Belum cukup cukup sampai di sini, pada bulan Juli 2013, Sulaiman merasakan nyeri perut hebat.  Berkat kepedulian warga sekitar, ia dibawa ke RSUD Cibitung untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Sulaiman dinyatakan menderita gangguan lambung  dan pembengkakan ginjal. Karena keadaan keluarga tidak memungkinkan Sulaiman terus dirawat di RSUD Cibitung, akhirnya diputuskan untuk menjalani perawatan di rumah. Hingga saat ini, Sulaiman hanya melakukan perawatan sendiri dengan membersihkan luka dengan kain kasa dan larutan Nacl. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat pembersih luka dan keperluan sehari-hari seperti pampers yang sebelumnya masuk di Rombongan 681. Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban Sulaiman dan orang tuanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana  @Kikie_SR  @hapsarigendhis

Pak sulaiman menderita Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal

Pak sulaiman menderita Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal


POPTI atau Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia adalah sebuah organisasi yang di dalamnya berhimpun orangtua dengan latar belakang anaknya menderita Thalassemia. POPTI berperan menjembatani komunikasi antara orangtua penderita thalassemia dengan pihak rumah sakit dalam pengurusan obat, dan terkadang juga  mencarikan bantuan untuk penderita thalassemia yang kurang mampu. Saat ini totalnya ada 147 penderita Thalassemia yang menjalani tranfusi rutin di RS Sentra Medika Cikarang. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak usia sekolah yang setiap 2-4 minggu sekali datang ke rumah sakit untuk menjalani transfusi. Selain itu, mereka harus rutin minum obat kelasi besi. Syukur alhamdulillah hampir semua pengobatan dicover oleh jaminan BPJS. Akan tetapi dari 147 anak ini ternyata  memiliki latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda-beda. Berdasarkan data POPTI, ada 50 anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan donatur untuk membayar iuran BPJS atau biaya transport ke rumah sakit. Meskipun menggunakan BPJS kelas 3 biaya iuran tetap dirasakan berat. Bahkan ada satu anak yang jaminan BPJS-nya telah  dinonaktifkan karena lebih dari 3 bulan tidak dibayar. Ada anak yang sejak kecil ditinggal orangtuanya dan sekarang tinggal bersama neneknya yang tidak bekerja. Anak yang lain ada yang ditinggalkan ibunya karena sang ibu tidak bisa menerima keadaannya. Ada orangtua yang harus menggadaikan telepon genggam untuk biaya transport dari kota Bekasi ke rumah sakit. #SedekahRombongan bertemu anggota POPTI di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemua yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 671.

Jumlah Bantuan: Rp.1.250.000,-
Tanggal: 31 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @untaririri @hapsarigendhis

Bantuan tunai untuk membayar iuran BPJS

Bantuan tunai untuk membayar iuran BPJS


NADIA PUTRI (1,5 tahun, Epilepsi). Alamat: Kp. Gandu Poncol RT.1/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayah Nadia, Pak Sarnadi (35) adalah seorang pedagang gorengan dan ibunya Bu Ratnasari (24), seorang ibu rumah tangga. Riwayat penyakit pada saat usia Nadia 5 bulan, mengalami gejala panas tinggi yang di sertai kejang-kejang. Keluarga langsung membawa Nadia ke RS. Bakti Husada Cikarang dengan jaminan Jamkesda. Di RS. Bakti Husada, Nadia diinfus untuk menurunkan suhu panas tubuhnya selama 2 hari. Dari hasil pemeriksaan di RS. Bakti Husada, Nadia terkena penyakit Bronchopneumoni Dextra. Semenjak itulah Nadia sering mengalami sakit panas mendadak disertai kejang-kejang hampir setiap bulan. Alhamdulillah saat ini Nadia sudah punya kartu BPJS untuk sebagai jaminan saat ke Rumah Sakit. Namun setelah menjalani pemeriksaan di RS. Sentra Medika Cikarang, Nadia divonis terkena epilepsi. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak menyampaikan bantuan lanjutan yang sebelumnya masuk di Rombongan 666. Bantuan diberikan untuk biaya akomodasi selama beberapa kali menjalani pemeriksaan lanjutan di RS.Sentra Medika Cikarang. Semoga diberikan kesembuhan untuk Nadia. Amiiin…!!!!

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @mardisay @abu_fatan @hapsarigendhis

Nadia menderita Epilepsi

Nadia menderita Epilepsi


RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. #SedekahRombongan Area Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung, fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RUSPN RSCM kita mengontrak dua rumah untuk pasien rawat jalan, tentunya mereka menjadi perhatian kita sehari-harinya. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-harinya dengan menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listriknya untuk 2 rumah singgah tersebut dan beberapa kamar kos yang kita sewa yang setiap bulan kita siapkan untuk mereka yang sedang berjuang berobat untuk kesembuhannya. Saat ini pasien yang ada di RSSR 1 & 2 berjumlah 26 orang ditambah keluarga yang mendampingi, Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik dan Operasional bulan April 2015.

Jumlah Bantuan Untuk RSSR 1 & 2 : Rp. 10.500.000,-
Tanggal: 29 Maret 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan Operasional RSSR Jakarta

Bantuan Operasional RSSR Jakarta


ADE RUHIYAT (62, Kista Ginjal). Alamat: Jl. Lembang Baru IV No. 12 B, RT.2/9 Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug Kota Tangerang Banten. Sejak sekitar 15 tahun yang lalu, Bapak Ade Ruhiyat mengalami sakit di bagian ginjalnya. Ia tidak menghiraukan rasa sakitnya itu, namun 5  tahun terakhir, sakitnya bertambah parah. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan penunjang, di kedua ginjalnya terdapat kista yang menempel. Dokter menyarankan tindakan operasi, namun terdapat risiko ia kehilangan kedua ginjalnya. Akhirnya Pak Ade menghentikan pengobatan medis. Jika kondisinya melemah ia hanya terbaring di rumah kontrakannya. Jika perutnya membesar, sebelumnya pak Ade lebih mengutamakan pengobatan alternatif. Namun setelah lama melakukan pengobatan, perkembangan positif tidak didapatkan oleh pak Ade. Akhirnya pak Ade kembali melakukan pengobatannya melalui jalur medis. Pak ade melakukan beberapa kali kontrol ke RSCM. Terakhir 3 Maret dilakukan pengangkatan kista sebelah kanan dan terdapat cairan yang terlalu banyak. Kondisi Ginjal pak ade terlihat baik, Ketakutannya akan kehilangan ginjalnya pun berangsur hilang setelah melihat hasil operasi yang cukup baik dan berjalan lancar. Untuk persiapan operasi kista sebelah kiri, pak Ade harus melalukan kontrol ke poli Urologi.#SedekahRombongan menyampaikan santunan kembali disampaikan kepada pak Ade untuk berobat dan kebutuhan sehari – hari, setelah santunan sebelumnya masuk di rombongan 643.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Maret 2014
Kurir : @ddsyaefudin @nu_maulana

Ibu ade menderita Kista Ginjal

Ibu ade menderita Kista Ginjal


NINA BINTI MILAN (38, Kanker Serviks). Alamat:  Jl. Damai RT.1/ No 25, Kelurahan Babakan Kelapa Dua, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Nina, istri dari Bpk. Aang (52) seorang tukang parkir di kawasan Tangerang Selatan. Bu Nina menderita kanker serviks dan sudah menjalani radioterapi di RSCM. Kini ia akan menjalani radiasi ulang selama 3 bulan di RSCM. Sebelumnya  Bu Nina telah melakukan kontrol di Poli Kebidanan dan Kandungan RSCM. Ia dibiopsi untuk evaluasi pengobatan yang dilakukan sebelumnya. Setelah dilakukan biopsi tersebut, kondisi Bu Nina justru terlihat lemas dan pucat. Bu Nina masih harus kontrol agar cepat dilakukan terapi radiasinya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan santunan untuk Bu Nina.  Bantuan digunakan untuk biaya keperluan sehari-hari selama berobat di RSCM, termasuk membeli pampers. Saat ini bu Nina kembali tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta, santunan sebelumnya untuk bu Nina masuk di rombongan 682.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 29 Maret 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @nurmanmlana @hapsarigendhis

Ibu nina menderita  Kanker Serviks

Ibu nina menderita Kanker Serviks

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Semma 1,000,000
2 Suruga 500,000
3 MTSR Makasar 3,600,000
4 Irawati 1,000,000
5 Juminem 500,000
6 Erna 1,000,000
7 Lena 500,000
8 Dorsina 1,000,000
9 RSSR Jakarta 2,190,000
10 II tunia 500,000
11 M Shendy 500,000
12 Komariah 500,000
13 Suliah 1,000,000
14 RSSR Bandung 3,500,000
15 M Sulaiman 500,000
16 Popti 1,250,000
17 Nadia 500,000
18 RSSR Jakarta 10,500,000
19 Ade 500,000
20 Nina 500,000
Total 31,040,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 31,040,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 689 ROMBONGAN

Rp. 25,034,451,946,-