IWA KARTIWA (39, TB Paru), Jl. Paseh Gg. Ceuri RT 1/14 Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideng, Kota Tasikmalaya. Pak Iwa yang sewaktu masih sehatnya bekerja sebagai sopir angkot ini sudah sejak tiga tahun yang lalu sering menderita sesak nafas. Namun ia hanya mengobatinya dengan obat dari warung tanpa pernah mengobatinya ke dokter. Sekitar dua bulan yang lalu kondisi kesehatan bandannya menurun drastis. Berat badannya menurun tajam, bahkan ia harus dilarikan ke RSUD Kota Tasikmalaya dan hasil diagnosa menunjukkan ia menderita TB Paru, ia pun sempat dirawat inap selama 7 hari dengan bantuan fasilitas jaminan BPJS yang dimilikinya. Bapak 3 orang anak ini kemudian menjalani terapi pengobatan TB Paru yang dijadwalkan selama enam bulan, dengan cara berobat jalan dan melakukan kontrol seminggu sekali. Namun sepulangnya dari rumah sakit, tanggal 17 Desember kemarin Pak Iwa kembali merasa sesak napas yang cukup hebat sehingga kembali ia harus dilarikan ke rumah sakit dan dokter mengharuskan Pak Iwa dirawat lagi. Tanggal 26 Desember 2014, setelah selama 9 hari dirawat Pak Iwa diperbolehkan pulang dan diharuskan kontrol seminggu sekali. Istri Pak Iwa, IKA SARTIKA (45 thn) degan setia menunggui selama ia dirawat. Pak Iwa masih menjalani program pengobatan TB 6 bulannya, tetapi ternyata iuran BPJS sebanyak 5 orang dengan anggota keluarganya belum dibayar selama 3 bulan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya pelunasan iuran BPJS keluarga Pak Iwa yang tertunggak selama 3 bulan, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 658.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik via Isah Garawangi

Pak iwa menderita TB Paru

Pak iwa menderita TB Paru


ENTIT SURYATI (64, Susp. Anemia Aplastik), Kp. Cipeundeuy RT 3/7 Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Suami Bu Entit, Pak Komardani (70) adalah pembantu/pesuruh sekolah di Madrasah Aliyah Negeri Cipasung. Dengan penghasilan yang pas-pasan Pak Komarudin hidup dengan sederhana dengan istrinya. Namun di awal Januari 2015 ketenangan keluarga ini terganggu karena Bu Entit menderita sakit, kondisinya lemah sehingga dengan berbekal Kartu Jamkesmas yang dimilikinya, Pak Komarudin membawanya ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan, dokter menduga Bu Entit menderita Anemia Aplastik. HB Bu Entit naik turun namun selalu di bawah 4, meskipun sudah mendapatkan transfusi sebanyak 4 labu darah golongan O. Setelah dirawat selama 5 hari, dokter menyarankan agar Bu Entit dibawa ke RSHS Bandung untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Namun karena pertimbangan pihak keluarga akhirnya mereka memutuskan untuk sementara membawa Bu Entit pulang dan dirawat di rumah mereka. #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya akomodasi sehari-hari selama Bu Entit dirawat di RSUD Kabupaten Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem @KangAjatAcok

Bu entit menderita Susp. Anemia Aplastik

Bu entit menderita Susp. Anemia Aplastik


CARSA bin ABDILLAH (32, Pembengkakan Lengan Kiri), Warga Dusun I RT 10 / 01 Desa Bantar Panjang, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sehari-hari berprofesi sebagai buruh serabutan, sedangkan isterinya Bu Yani (29) beraktivitas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Pak Carsa dikaruniai 1 orang anak yang kini berusia 12 tahun, awal penyakit yang dialami Pak Carsa bermula saat Ia bekerja di Kota Pabrik Bekasi. Pak Carsa bekerja di sebuah proyek bangunan sebagai kernet tukang, keluhan yang sering Ia rasakan merasa nyeri di pergelangan lengan atas sebelah kiri, semakin hari ia rasakan semakin membengkak hingga Ia berinisiatif berobat ke Klinik terdekat namun hasil yang dirasakan tidak maksimal. Rasa nyeri yang dirasakan semakin menjadi, dan Ia memutuskan untuk berobat di kampung halamannya. Pak Carsa mencoba berobat sesuai petunjuk dari saudaranya ke sebuah Balai Pengobatan dan ia mendapatkan penanganan dengan diberikan injeksi obat penahan rasa nyeri di lengan kiri atas, namun hasilnya bengkak yang ada semakin membesar bahkan sulit untuk digerakkan. Pak Carsa kini hanya bisa pasrah Ia hanya bisa duduk karena lengannya terasa nyeri saat digerakkan sehingga menghambat aktifitasnya sehingga otomatis biaya kehidupan sehari-hari menjadi terhambat, anak semata wayangnya kini berhenti sekolah. Alhamdulillah dengan bantuan seorang tetangga, Cahyati (41 Tahun) #SR dipertemukan dengan Pak Carsa dan dapat memfasiltasi untuk pengobatan ke Klinik Orthopedi dan kini nyeri yang dirasakan Pak Carsa berangsur membaik.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 22 Januari 2015
Kurir: @luchakiem @fauzisedekah84

Pak carsa menderita Pembengkakan Lengan Kiri

Pak carsa menderita Pembengkakan Lengan Kiri


DEDE SUPARMAN (32, Susp. Kanker Hati), Kp. Batu Bulu RT 2/5 Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Dede sehari-harinya bekerja sebagai  seorang sopir truk pasir ini tinggal menumpang di rumah orang tuanya, Pak Ahok. Sejak 2 bulan yang lalu ia tidak bisa bekerja lagi karena penyakitnya ini. Ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Istrinya Ibu Neng Nurhayati (28, MRT) hanya merawat Pak Dede di rumah dan sekali-kali berobat ke Puskesmas Sukaratu, sementara kebutuhan sehari-harinya dibantu oleh Pak Ahok, mertuanya. Walaupun baru punya seorang anak namun karena Pak Dede tidak bisa bekerja lagi dan penghasilan Pak Ahok pun sebagai seorang buruh tani tidak seberapa, membuat kesulitan ekonomi keluarga ini bertambah berat. Apalagi untuk berobat mereka luput dari pendataan sebagai penerima Jamkesmas maupun Jamkesda, sehingga untuk berobat ke Rumah Sakit mereka khawatir tidak mampu membayar biayanya. Alhamdulillah, keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan yang kemudian atas permintaan keluarga membawa Pak Dede ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Namun karena pendaftaran kartu BPJS harus menunggu 7 hari untuk aktivasinya, maka Pak Dede untuk sementara dirawat dengan fasilitas umum. Hanya 5 hari Pak Dede dirawat di Rumah Sakit, akhirnya keluarga memutuskan untuk membawanya pulang karena penyakit Pak Dede tidak kunjung menunjukkan perbaikan, malah kondisinya semakin memburuk. MTSR mengantarkan Pak Dede pulang sesuai permintaan keluarga, 2 hari kemudian Kami mendapat Pak Dede meninggal dunia di rumahnya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk transportasi dan meringankan biaya perawatan selama 5 hari Pak Dede dirawat di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya serta uang duka.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 6 Januari 2015 dan 13 Januari 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Dede menderita Susp. Kanker Hati

Dede menderita Susp. Kanker Hati


SISWANTO DWI SETYO (11), adalah penderita Kanker Mata warga Desa Wawur RT.2 RW.2 Sukolilo Kab.Pati Jawa Tengah. Putra keempat Bapak Ratemin yang sehari-hari berkerja sebagai petani bersama istrinya ini menderita Kanker Mata sejak sekitar 2 tahun lalu. Menurut cerita dari orang tuanya, gejala awal sakit Siswanto adalah saat masih kecil, dia sedang bermain kemudian terkena bola sepak yang tepat mengenai bagian matanya ketika bermain. Kemungkinan karena ada pendarahan di dalam organ tubuh namun tidak diobati dan hanya dibiarkan saja menyebabkan infeksi hingga kemudian tumbuh benjolan dan kelainan pada penglihatannya yang mulai tidak bisa melihat dengan jelas. Sejak awal 2014 Siswanto sudah menjalani pengobatan di RS. Panti Rahayu Purwodadi, RS. Moewardi Solo, dan terakhir di RSUP. Dr. Kariadi Semarang. Hingga saat ini Siswanto sudah menjalani operasi pengangkatan mata dan beberapa kali kemoterapi. Sedekahmu ini kami sampaikan untuk membantu keperluan akomodasi sehari-hari Siswanto dan orang tuanya selama di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @indrades @shofiia_yusuf
Tanggal : 1 Februari 2015

Siswanto menderita Kanker Mata

Siswanto menderita Kanker Mata


MUHAMMAD DENI SYAHPUTRA (12), Deni adalah penderita Leukimia atau Kanker Darah. Deni adalah putra pertama Bapak Hartoyo (40) dan Ibu Maryati (30) warga Plajan RT 07/ RW 01 Pakis Aji Jepara. Sehari-hari Pak Hartoyo bekerja sebagai pengrajin kayu dan Bu Maryati adalah seorang ibu rumah tangga. Deni adalah kakak kandung dari pasien dampingan kami Natasya yang sempat kami damping berobat selama sekitar satu tahun dan telah meninggal dunia beberapa bulan lalu. Kemudian sang kakak, Deni mulai merasakan sakit Leukimia sejak awal Januari 2015, panas tinggi yang dialaminya tidak kunjung turun dan oleh orang tuanya, Deni dibawa ke RSI Hadlirin Jepara untuk mendapatkan pengobatan. Sempat rawat inap selama dua minggu dan tranfusi darah sebanyak 3 kantong di RS tersebut. Hasil lab menunjukkan kecurigaan Leukimia. Untuk mendapatkan kepastian diagnosa dan perawatan yang lebih baik, tim dokter merujuknya ke RS Kariadi Semarang. Akhir bulan Januari Deni mulai masuk rawat inap di RS Kariadi Semarang dan telah dilakukan tes sumsum tulang belakang yang hasilnya adalah ALL-L1 (Acute Lympoblastic Leukemia). Hingga saat ini, selama di RS Kariadi dik Deni sudah menerima tranfusi darah sebanyak 25 kantong. Pengobatannya masih panjang, ia harus menjalani serangkaian kemoterapi dan pengobatan lainnya. Bantuan ini ditujukan untuk membantu akomodasi keluarga dik Deni selama di Semarang dan kami serahkan sebanyak 3 tahap dalam satu bulan, yaitu pada tanggal 2 Februari sebesar Rp 500.000, pada tanggal 14 Februari sebesarRp 1.000.000, dan pada tanggal 24 Februari sebesar Rp 500.000.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Kurir : @indrades @desiariyanii @diahpertiwi1110
Tanggal : 2, 14, dan 24 Februari 2015

deny menderita Leukimia

deny menderita Leukimia


MAGHFIROH BINTI YUNAN PURNOMO (6), penderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah. Dik Maghfiroh adalah putri ketiga dari pasangan Bapak Yunan Purnomo dan Ibu Nur Alfiana warga RT.3 RW.1 Ds.Gondang Kec.Wonopringgo Kab.Pekalongan Jawa Tengah. Sejak lahir, Dik Maghfiroh sudah mengalami kelainan terutama pada struktur wajah dan tempurung kepalanya. Beberapa hari setelah kelahiran, Dik Maghfiroh langsung dibawa ke RSUP. Dr. Kariadi Semarang atas rujukan rumah sakit daerah setempat. Kurang lebih sekitar satu bulan Dik Maghfiroh dirawat secara intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Namun karena keterbatasan biaya waktu itu, ayah Dik Maghfiroh yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan ini bersama keluarga memutuskan tidak melanjutkan proses pengobatan yang harusnya masih panjang. Sejak Januari 2015 kami dipertemukan Allah dengan Dik Maghfiroh di Pekalongan, kami bersama keluarga sepakat untuk memulai proses pengobatan kembali di RSUP Dr. Kariadi Semarang dan saat ini Dik Maghfiroh sedang menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi dalam pendampingan tim kurir #SedekahRombongan di Semarang. Sedekah anda ini kami sampaikan untuk membantu kebutuhan akomodasi keluarga Dik Maghfiroh selama di Semarang. Mohon doanya agar proses pengobatan untuknya lancar dan semoga Dik Maghfiroh segera dikaruniai kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir : @indrades @AbudFurqon
Tanggal : 2 Februari 2015

Maghfiroh penderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah

Maghfiroh penderita Hydrocephalus dan Kelainan Struktur Wajah


SURAHMIN BIN SAWAN (42) penderita Tumor Pipi. Beliau adalah warga Jl. Mangunharjo RT.1 RW.2 Kel. Mangunharjo Kec. Tugu Kota Semarang Jawa Tengah ini sejak 4 tahun terakhir menderita Tumor Pipi yang menggerogoti bagian pipi dan wajah beliau. Pak Surahmin sudah kami dampingi pengobatannya sejak tahun 2012 dan hingga saat ini beliau sudah menjalani banyak tindakan medis seperti kemoterapi, operasi, dan rencananya kali ini akan dilanjutkan dengan program terapi penyinaran di RS. Kariadi Semarang. Pak Surahmin tinggal bersama Bu Darsih (45) memiliki 5 orang anak dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Bu Darsih yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai buruh bangunan karena Pak Surahmin tidak dapat bekerja dan putra putri mereka juga masih kecil. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya berobat dan akomodasi Pak Surahmin di RS. Kariadi Semarang yang saat ini dalam penyinaran rutin setelah sebelumnya beliau menjalani kemoterapi.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 2 Februari 2015
Kurir : @indrades @desiariyanii @afrizacool86

Pak surahim penderita Tumor Pipi

Pak surahim penderita Tumor Pipi


FATMA FITRIYANI (8) adalah penderita Jantung Bocor. Dik Fitri adalah putrid kedua Bapak Rohmat (39) dan Ibu Ruminah (30) warga Margosari Kuripan RT.1 RW.6 Susukan, Kab.Salatiga Jawa Tengah. Keseharian Bapak Rohmat bekerja sebagai buruh serabutan, sedangkan Ibu Ruminah adalah seorang ibu rumah tangga..Dik Fitri sebenarnya sudah lama menunjukkan gejala bahwa ada yang tidak normal pada jantungnya namun tidak terlalu diperhatikan oleh orang tuanya. Hingga pada pertengahan tahun 2014 Dik Fitri mengalami panas tinggi selama 5 hari dan dirawat di RSUD Salatiga hingga kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi Semarang. Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan intensif diketahui jantung Dik Fitri mengalami kebocoran sebesar 10mm. Pada akhir Januari 2015 telah dilakukan operasi bedah jantung untuk mengobati jantung Dik Fitri yang mengalami kebocoran tersebut. Hingga saat ini Dik Fitri masih terus menjalani kontrol rutin di RSUP Dr.Kariadi Semarang untuk memantau kondisi kesehatannya. Bantuan ini diberikan untuk membantu akomodasi berobat Dik Fitri dan keluarganya selama di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 2 Februari 2015
Kurir : @indrades @desiariyanii @datikdungg

Fatma penderita Jantung Bocor

Fatma penderita Jantung Bocor


SITI SAPUROH (17) adalah penderita TB Tulang. Dik Siti, putri kedua dari Pak Ruslam (74) yang bertempat tinggal di Dusun Sidakaton, Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini sejak bulan April 2014 lalu sudah mengalami sakit. Awalnya dada kanan bawah Dik Siti terdapat benjolan sebesar telur ayam, benjolan tersebut didiagnosis dokter sebagai tumor, namun setelah dilakukan operasi pada Juni 2014  diketahui jika benjolan tersebut merupakan abses dingin akibat infeksi kuman TB yang berasal dari paru-paru dan menjalar ke tulang belakang Dik Siti. Pengobatan TB Dik Siti telah berjalan rutin selama 6 bulan terakhir, namun hal tersebut mengakibatkan tulang belakang Dik Siti mengalami kebengkokan yang menyebabkan sulit duduk, sulit berjalan dan nyeri pada lututnya. Sejak divonis menderita Tuberkulosis, Dik Siti yang masih duduk di bangku kelas X SMA cuti dari sekolahnya. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai buruh tani kesulitan untuk membiayai sekolah dan pengobatan Dik Siti sekaligus. Dik Siti tinggal berdua dengan sang ayah di rumah milik pamannya. Ibunya sudah meninggalkannya sejak Dik Siti berumur 4 tahun. Dik Siti harus menjalani pengobatan terapi obat anti tuberkulosis (OAT)  yang harus diminumnya setiap hari, mengingat dampak dari pengobatan tersebut, tim dokter kemudian merujuk Dik Siti untuk menjalani perawatan intensif  di RS. Ortopedi Solo (RSO) namun karena keterbatasan biaya pengobatan Dik Siti sempat terhenti. Januari 2015 kurir Sedekah Rombongan membawa Dik Siti ke Solo untuk menjalani pengobatan lanjutan.  Dik Siti Kontrol untuk pertama kali di RSO pada tanggal 19 Januari 2015 dokter menyatakan bahwa tulang belakang Dik Siti sudah bengkok 30° dari kondisi normal, bila tidak dilakukan operasi maka hal tersebut akan berdampak dapat terjadinya penyempitan saraf tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhan total pada  badan bagian bawah Dik Siti. Dik Siti dijadwalkan operasi pelurusan tulang belakang pada tanggal 23 April 2015, namun sebelum operasi Dik Siti harus menjalani kontrol rutin satu bulan sekali. Pada tanggal 10 Februari 2015 Dik Siti kontrol di RSO bertemu dengan dokter spesialis tulang belakang dianjurkan untuk periksa laboratorium darah dan MRI, tanggal 9 Maret kembali kontrol, 12 Maret dilakukan pemeriksaan MRI dan konsul dokter spesialis dalam untuk pemberian OAT, dokter spesialis dalam menganjurkan 14 april 2014 dilakukan pemeriksaan laju endap darah (LAD) jika hasilnya normal obat OAT dihentikan. Dokter spesialis tulang belakang menganjurkan menjaga kesehatan dan sering berolahraga ringan untuk persiapan operasi tersebut, karena salah satu dampak operasi akan mengganggu sistem pernafasan. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya transportasi dan akomodasi Dik Siti dari Tegal ke Solo. Mohon doanya dari rekan-rekan sekalian untuk kesembuhan Dik Siti.

Jumlah Bantuan : Rp 700.000,-
Tanggal : 8 Februari 2015
Kurir : @indrades @kumells

Siti penderita TB Tulang

Siti penderita TB Tulang


SININ BINTI SUKRI (45) adalah seorang Tuna Netra, Mbak Sinin panggilan akrabnya ini tinggal di RT.12 RW.5 Kel. Pekajangan Kec. Kedungwuni Kab. Pekalongan Jawa Tengah. Sejak kelas 3 SD Mbak Sinin mengalami kebutaan, dan hingga sekarang Mbak Sinin belum menjalani pengobatan yang layak sejak kecil. Dengan keadaan serba terbatas, Mbak Sinin tetap berjuang hidup dengan bekerja sebisanya. Saat ini Mbak Sinin tinggal bersama saudaranya karena ibunya meninggal beberapa waktu lalu. Bantuan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Mbak Sinin.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir : @indrades @AbudFurqon
Tanggal : 2 Februari 2015

Bantuan tunai untuk ibu Tuna Netra seorang tuna netra

Bantuan tunai untuk ibu Tuna Netra seorang tuna netra


RIYADI EDY POERWANTO (64) adalah penderita Stroke sejak 5 tahun terakhir. Pak Riyadi yang kini tinggal menumpang di sebuah rumah yang beralamat di Jl. Wonodri Semarang Selatan Kota Semarang Jawa Tengah ini sudah menghabiskan banyak hartanya untuk berobat, bahkan rumah beliau juga sudah dijual. Pengobatan Pak Riyadi sempat lama terhenti karena masalah biaya, beliau memiliki dua putri yang masih remaja dan masih sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, istri beliau Supartini (58) bekerja seadanya, seperti menjadi buruh cuci atau pembantu rumah tangga serabutan di sekitar rumah mereka. Sedekahmu ini kami tujukan untuk membantu biaya berobat dan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2015
Kurir : @indrades @desiariyanii @diahpertiwi1110

Pak riyadi penderita Stroke

Pak riyadi penderita Stroke


RAMTO (43) penderita Hernia akut warga RT.01 RW.01 Kel.Sidowayah Kec.Rembang Kab.Rembang Jawa Tengah. Mas Ramto yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir ini menderita hernia sejak sekitar 2 tahun lalu. Beliau sering terlihat berjalan tertatih saat menjaga parkir dan terlihat kesakitan tanpa pernah berobat sama sekali. Beberapa waktu lalu setelah bertemu tim kami di Rembang dan kami mengantar Mas Ramto agar mulai menjalani pengobatan di RSUD Rembang dan saat ini beliau sudah menjalani operasi dan masih dalam tahap perawatan luka pasca operasi juga kontrol rutin. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya berobat Mas Ramto.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 16 Februari 2015
Kurir : @indrades @AbahRifan

Pak ratmo penderita Hernia akut

Pak ratmo penderita Hernia akut


ABDUROHIM BIN SAFARIYANTO (8) adalah penderita Kanker Kelenjar Getah Bening. Putra kelima dari pasangan Bapak Safariyanto (Buruh Serabutan) dan Ibu Sriani (IRT) warga Plosok Kab.Kudus Jawa Tengah. Sejak sekitar tahun 2008 Dik Rohim sudah mengalami gejala sakit Kanker Kelenjar Getah Bening dan sudah mulai menjalani berbagai pengobatan di RSUD Kudus dan di RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mengusahakan kesembuhannya. Sampai suatu saat proses pengobatan ini sempat dihentikan karena keterbatasan biaya. Hingga kami dipertemukan dengan Dik Abdurohim sekitar 2 tahun lalu hingga saat ini kami mendampingi proses pengobatan Dik Rohim selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Saat ini Dik Rohim sudah menjalani operasi dan perawatan rutin untuk terus memantau perkembangan sel kankernya tersebut. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi orang tua Dik Rohim dan untuk kebutuhan sehari-hari mereka saat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2015
Kurir : @indrades @diahpertiwi1110 @mbakipa

Abdurrohim penderita Kanker Kelenjar Getah Bening

Abdurrohim penderita Kanker Kelenjar Getah Bening


ELISA NUR SA’ADAH (11) adalah penderita Lumpuh Layu. Putri kedua pasangan Bapak Katmo dan Ibu Uripah warga RT.3 RW.3 Dukuhkluwih Penusupan Kec.Pangkah Kab.Tegal Jawa Tengah. Dik Elisa menunjukkan gejala Lumpuh Layu sejak masih berumur 7 bulan. Menurut cerita dari orang tuanya, saat itu Dik Elisa mengalami kejang dan panas tinggi hingga kemudian keluarganya membawa Dik Elisa ke RSUD Dr. Soeselo Slawi Kab. Tegal untuk menjalani pengobatan. Tim dokter saat itu tidak dapat berbuat banyak karena syaraf Dik Elisa lumpuh dan saat itu juga didiagnosa Lumpuh Layu. Hingga saat ini Dik Elisa hanya bisa menjalani terapi dan pengobatan alternative. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya berobat Dik Elisa.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 18 Februari 2015
Kurir : @indrades @astialfatin

Ibu elisa  penderita Lumpuh Layu

Ibu elisa penderita Lumpuh Layu


SYAIFUL AMAR (10) menderita Kelainan Syaraf dan Kebutaan. Putra kedua Bapak Untung (38) seorang buruh serabutan dan Ibu Hanifatu Nur Aeni (35) IRT warga RT.13 RW.5 Dk. Donowodo Ds. Candigugur Kec. Bawang Kab. Batang Jawa Tengah ini awalnya menderita kejang saat masih berusia 7 bulan hingga menimbulkan kelainan syaraf dan kebutaan. Saat itu Amar sempat dirawat di Puskesmas, namun karena masalah klasik yaitu keterbatasan biaya akhirnya orang tuanya mengurungkan niat untuk berobat lebih lanjut pada saat itu hingga sekarang. Amar biasanya menjalani pengobatan alternatif diantar sang ibu di sekitar tempat tinggal mereka. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya berobat dan membantu kebutuhan Dik Amar.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2015
Kurir : @indrades

Syaiful menderita Kelainan Syaraf dan Kebutaan

Syaiful menderita Kelainan Syaraf dan Kebutaan


RUDI DALIMANTORO (58) penderita Tumor Pipi, beliau adalah warga Desa Kesesi, Kec.Kesesi, Kab.Pekalongan Jawa Tengah. Pada tahun 2004 atau awal sakitnya, Pak Rudi sempat berobat di RS.Kariadi. Namun karena terlalu lama menunggu antrian berobat dan keterbatasan biaya akhirnya beliau berhenti berobat di RS Kariadi ketika itu. Beliau sampai saat ini juga masih bekerja sebagai tukang becak sambil terus menahan sakitnya untuk menyambung hidup. Awal Agustus 2014 kami mulai mendampingi beliau untuk kembali berikhtiar menjalani pengobatan di RS.Kariadi Semarang dan saat ini Pak Rudi sudah menjalani operasi. Saat ini Pak Rudi sedang dalam tahap pemulihan pasca operasi dan kontrol rutin di RS Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk kebutuhan biaya berobat dan akomodasi Pak Rudi selama berobat di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.794.274,-
Tanggal : 24 Februari 2015
Kurir : @indrades @desiariyanii @diahpertiwi1110

Pak rudi penderita Tumor Pipi

Pak rudi penderita Tumor Pipi


LAMBANG PRASETYO (22) penderita Gangguan Ginjal warga RT.24 RW.2 Jl.Ciliwung Kec.Slawi Kab.Tegal Jawa Tengah. Sejak 4 bulan lalu, Lambang yang saat itu bekerja sebagai kru kapal pencari ikan menunjukkan gejala sakit dengan kaki yang membengkak dan sulit beraktifitas hingga membuatnya memutuskan untuk berhenti bekerja. Pemuda yang tinggal bersama nenek dan seorang adiknya ini kemudian memeriksakan kondisinya tersebut ke RSUD Slawi dan didiagnosa menderita Gangguan Ginjal. Saat itu Lambang tidak langsung mengobati sakitnya karena keterbatasan biaya, hingga pada Februari 2015 ini kami dipertemukan dengan Lambang dan kami sepakat dengan keluarga untuk membantu proses berobat Lambang di RSUD Slawi. Sedekahmu ini ditujukan untuk membantu akomodasi berobat Lambang dan keluarga selama di RS.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 26 Februari 2015
Kurir : @indrades @kumells

Lambang penderita Gangguan Ginjal

Lambang penderita Gangguan Ginjal


ALFAN TAFIQU (11) adalah penderita Kelainan Kelenjar Getah Bening dan belakangan ada diagnosa Kelainan pada Limfa. Dik Alfan adalah putra dari Akhmad Sobirin (35) dan Eni Linda Wati (36) warga Desa Kasepuhan Kec.batang Kab.Batang Jawa Tengah. Dik Alfan sejak 2 tahun lalu mulai menunjukkan gejala kelainan pada tubuhnya, beberapa benjolan sempat tumbuh di tubuh bocah kelas lima SD ini. Saat itu benjolan-benjolan tersebut sudah dioperasi namun tumbuh lagi dan kondisi tubuhnya secara umum terus menunjukkan penurunan. Dokter di RSUD Batang menyarankan agar Dik Alfan dirujuk ke RS Kariadi Semarang agar mendapatkan perawatan lebih intensif. Namun karena keterbatasan biaya, orang tua Dik Alfan yang hanya bekerja sebagai buruh biasa tidak mampu melanjutkan proses pengobatan tersebut. Hingga akhirnya pada bulan November 2014 kami bertemu Dik Alfan dan membawanya mulai berobat di RS Kariadi Semarang. Saat ini Dik Alfan dalam tahap observasi oleh tim dokter di RS Kariadi Semarang dan belakangan diketahui ada kelainan juga pada Limfa. Mohon doa dari rekan-rekan sekalian agar proses pengobatan Dik Alfan berjalan lancar dan semoga segera berbuah kesembuhan untuknya. Saat ini Dik Alfan mulai menjalani perawatan intensif di RS.Kariadi Semarang. Bantuan ini ditujukan untuk membantu biaya akomodasi Dik Alfan dan keluarga.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Tanggal : 28 Februari 2015
Kurir : @indrades @desiariyanii @diahpertiwi1110

Alfan penderita Kelainan Kelenjar Getah Bening dan  Kelainan pada Limfa

Alfan penderita Kelainan Kelenjar Getah Bening dan Kelainan pada Limfa


SEPTIANA DEWI (2) penderita Tumor Pipi adalah putri pertama dari pasangan suami istri Dimyati (Tukang Tambal Ban) dan Umiasih (IRT) warga Kramatsari Kota Pekalongan Jawa Tengah. Dik Septiana Dewi mengidap Tumor di Pipi sejak lahir dan terus membesar hingga saat ini usianya 2 tahun. Sesaat setelah kelahiran, Dik Septi sempat menjalani serangkaian pengobatan hingga ke RSUP Dr. Kariadi Semarang namun tim dokter baru bisa melanjutkan proses pengobatan setelah Dik Septi berusia 2 tahun karena organ tubuh dan wajahnya juga masih sangat rentan jika dilakukan pembedahan dan sejenisnya. Sejak pertengahan September 2014 kami bertemu Dik Septi dan mendampingi proses pengobatan yang juga dilakukan di RSUP DR. Kariadi Semarang dan saat ini sudah menjalani proses biopsi atau pengambilan sampel tumor yang diderita Dik Septi untuk proses observassi dan menentukan tindakan selanjutnya. Bantuan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan sehari-hari dan akomodasi orang tua Dik Septi di Semarang.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Tanggal : 27 Februari 2015
Kurir : @indrades @desiariyanii @diahpertiwi1110

Septiana penderita Tumor Pipi

Septiana penderita Tumor Pipi


RSSR SEMARANG (Rumah Singgah Sedekah Rombongan) adalah Rumah Singgah yang digunakan pasien-pasien dampingan #SedekahRombongan dari luar kota untuk menginap selama proses pengobatan di Rumah Sakit. Di Semarang sejak Agustus 2014 kami mengontrak rumah di Jl. Pleburan 6 No.7 Semarang untuk digunakan sebagai tempat tinggal pasien sambil mereka berobat di Rumah Sakit sekitar Semarang. Fungsi dari adanya Rumah Singgah ini adalah misalnya ada pasien #SedekahRombongan yang berasal dari luar kota Semarang, biasanya dari wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan, Pati, Jepara, Purwodadi, Rembang, dsb yang harus menjalani pengobatan di Semarang selama berbulan-bulan dan hanya perlu masuk Rumah Sakit seminggu sekali misalnya untuk kemoterapi, kontrol rutin, atau proses pengobatan yang lain tidak perlu bolak balik ke rumahnya dan bisa menempati Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR). Laporan ini ditujukan untuk kebutuhan makan pasien dan kebutuhan sarana prasarana lain untuk melengkapi kebutuhan Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Semarang selama bulan Februari 2015.

Jumlah Bantuan : Rp 3.616.350,-
Tanggal : 28 Februari 2015
Kurir : @indrades All Kurir Semarang

Bantuan operasional RSSR Semarang

Bantuan operasional RSSR Semarang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Iwa 500,000
2 Entit 500,000
3 Carsa 500,000
4 Dede 1,500,000
5 Siswanto 500,000
6 M Deni 2,000,000
7 Magfiroh 1,000,000
8 Surahmin 500,000
9 Fatma 1,000,000
10 Siti 700,000
11 Sinin 1,000,000
12 Riyadi 500,000
13 Ramto 1,000,000
14 Abdurrohim 500,000
15 Elisa 1,000,000
16 Syaiful 1,000,000
17 Rudi 1,794,274
18 Lambang 1,000,000
19 Alfan 2,000,000
20 Septiana 1,000,000
21 RSSR Semarang 3,616,350
Total 23,110,624

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 23,110,624,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 688 ROMBONGAN

Rp. 25,003,411,946,-