AMIRATUL HIKMAH, (2, Atresia Ani), Alamat: Simpang Jelutih RT.3/2. Desa Simpang Jelutih. Kecamatan Batin XXIV. Kabupaten BatangHari, Provinsi Jambi. Amiratul Hikmah, anak ketiga dari bapak Marsudi (34) dan ibu Sumartini (33), sejak lahir sudah menderita sakit Atresia Ani (lahir tanpa anus). Amiratul Hikmah menjalani pengobatan dan operasi pertama colostominya dilakukan di RSUD Raden Mataher Jambi. Selama 1 tahun lebih, Amiratul rawat jalan di rumah sakit tersebut, Hidup dalam ekonomi yang pas-pasan Bapak Marsudi yang bekerja setiap harinya sebagai buruh tani pekebun ini ingin Amiratul Hikmah lekas sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya, pengobatan Amiratul Hikmah tetap terus diusahakannya walau secara materi bapak Marsudi tutup lubang gali lubang dalam membiayai pengobatan anaknya, Amiratul Hikmah dirujuk pengobatan lanjutannya dari RSUD Raden Mataher Jambi ke RSCM Jakarta. Bapak Marsudi tidak tahu sampai berapa lama pengobatan anaknya ini akan di lakukan di RSCM, Pengobatan dengan fasilitas Jamkesda sangat membantu keluarga ini dalam menjalani pengobatan Amiratul Hikmah, namun besarnya biaya harian dan mahalnya sewa kamar untuk tinggal sementara di Jakarta menjadi kendala, apalagi bapak Marsudi selama mendampingi anaknya berobat di RSCM, praktis sudah tidak bekerja lagi.  Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan bantuan lanjutan untuk biaya kos dan biaya harian sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 678. Kondisi Amiratul Hikmah mengalami batuk demam dan panas tinggi. saat ini Amiratul sedang rawat inap di IGD anak RSCM. semoga kondisinya cepat pulih dan stabil.kembali.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 16 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harjie_anis

Amira menderita Atresia Ani

Amira menderita Atresia Ani


YUDISTIRA PRATAMA, (5, Jantung Bocor dan Microcephalus), Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery pasca operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 674. Kegiatan rutin Yudistira masih seperti sebelumnya, selain control rutin kepoli anak RSCM, empat hari dalam satu minggu Yudistrira mengikuti terapi medic di rehabmedik RSCM. Saat dikunjungi Kurir #SR kondisi Yudistira Alhamdulillah stabil.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumi

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Microcephalus

Yudistira menderita Jantung Bocor dan Microcephalus


ENDANG SUSILAWATI (45, Stroke). Alamat: Kampung Kaum Kidul Barat RT.3/16 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bu Endang Susilawati tinggal bersama suami dan anaknya di rumah sederhana peninggalan orangtuanya. Suami Bu Endang, Bpk. Endang A, (53), bekerja sebagai supir angkot dan  bekerja serabutan untuk menambah penghasilan. Tanggungan keluarga mereka  2 orang dengan jaminan kesehatan Jamkesmas. Rumah pengap mereka  menjadi saksi derita Bu Endang yang selama tiga tahun ia diduga terserang stroke. Awalnya lengan kanan Bu Endang tak dapat  digerakkan, lalu lengan kirinya. Cukup lama ia menjalani keseharian dengan kedua tangan dan lengannya tak berfungsi maksimal. Sebelum ini pemeriksaan medis yang pernah dilakukan hanya sampai Puskesmas dan selanjutnya menjalani pengobatan alternatif dengan diurut tradisional. Enam bulan yang lalu kedua kakinya bahkan tak bisa berjalan sempurna. Bu Endang hanya bisa terbaring pasrah. Keluarganya tidak memeriksakan Bu Endang ke rumah sakit karena kuatir masalah biaya. Kebingungan keluarga Endang akhirnya sampai kepada #SedekahRombongan melalui informasi perangkat Desa Ciwidey. #SedekahRombongan kemudian mendampingi Bu Endang berobat ke RSUD Soreang, RSUD Al-Ihsan Baleendah dan terakhir ke RS Hasan Sadikin Bandung. Di rumah sakit rujukan nasional ini ia sempat dirawat lima hari. Alhamdulillah kini kondisi Bu Endang membaik. Ia hanya dianjurkan rawat jalan sebulan sekali ke RSUD Soreang. Ia juga rutin terapi urut yang dianggapnya membantu latihan pergerakan kaki dan tangannya. Karena masih membutuhkan bantuan, kembali #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya sehari-hari dan biaya transportasi selama berobat setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 664.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu endang menderita Stroke

Ibu endang menderita Stroke


SANUSI BIN NURYADI (36, Hernia Inguinalis). Alamat di Kp. Pulo Kukun RT.1/5, Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Pak Sanusi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan jumlah tanggungan 2 orang. Istrinya, Bu Darsih (30), seorang ibu rumah tangga. Sudah 10 tahun lamanya Pak Sanusi sering merasakan sakit pada lipatan pahanya disertai benjolan yang hilang timbul. Setelah menjalani pemeriksaan ia dinyatakan terkena hernia. Semakin lama benjolan hernia yang dideritanya semakin membesar. Satu bulan yang lalu Pak Sanusi menjalani operasi hernia di RS. Annisa Lemah Abang Cikarang Bekasi dengan menggunakan jaminan  Jamkesda. Setelah menjalani operasi, ia  diharuskan menjalani kontrol 1 minggu sekali sampai kondisinya benar-benar pulih. Namun karena ketiadaan biaya transport, ia hanya kontrol 1 kali, oleh karena itu ia masih sering merasakan sakit di bagian bekas operasi. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak dapat bertemu dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya transport ke rumah sakit. Semoga Allah memberi kesembuhan dan Pak Sanusi dapat beraktivitas seperti biasa lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @iidfahrudin @hapsarigendhis

Pak sanusi menderita Hernia Inguinalis

Pak sanusi menderita Hernia Inguinalis


DINDA WIDYASARI (9, Sindrom Down) . Dinda beralamat di Kp. Pulo Kukun RT.2/5, Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya. Ayahnya bernama Pak Haryanto (50) sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek. Sedangkan Ibunya, Bu Ruminah (47) hanya ibu rumah tangga biasa. Tanggungan keluarga mereka berjumlah 3 orang.  Dinda mengalami Sindrom Down sejak lahir.  Ketika usia Dinda 9 bulan, ia didagnosis TB paru dan  diharuskan menjalani pengobatan rutin, namun karena terbentur biaya kedua orangtua Dinda hanya sanggup membawa berobat ke rumah sakit sebanyak 3 kali. Dan hingga saat ini ketika usia Dinda sudah 9 tahun belum pernah dibawa ke rumah sakit lagi. Sedangkan masih ada keinginan orang tua Dinda untuk membawanya berobat kembali apalagi ketika mereka mengetahui tumbuh-kembang Dinda mengalami keterlambatan. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak dapat bersilaturahmi dan menyampaikan bantuan awal untuk biaya berobat ke RSUD Bekasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @iidfahrudin @hapsarigendhis

Dinda menderita Sindrom Down

Dinda menderita Sindrom Down


SRI SUYATMI ( 34, Melahirkan Bayi Prematur) Alamat : Jl. Industri III Dalam RT.5/14 Kelurahan  Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara. Ibu Sri ini adalah istri dari Bpk. Surahmani (33) yang sehari-harinya bekerja di sebuah tempat penyewaan mobil. Pada tanggal 12 Januari 2015 Bu Sri melahirkan bayi prematur di RSUP Fatmawati Jakarta,  saat usia kandungannya masih 8 bulan. Ia melahirkan bayi kembar Atira dan Atifa. Sesaat setelah melahirkan ia dirawat di ruang ICU karena kondisi kesehatannya yang menurun. Karena usia kehamilannya masih kurang bulan, kondisi paru-paru kedua anaknya belum berkembang sempurna sehingga membutuhkan perawatan di ruang NICU. Saat itu ruangan NICU penuh, hingga akhirnya Atifa dan Atira hanya dapat dirawat di inkubator. Selama perawatan kondisi Atifa kian menurun dan akhirnya meninggal dunia. Ibu Sri menceritakan kembali kondisi anaknya ini dengan menangis terlebih lagi saat mengingat anaknya yang lain yang terpaksa harus ia tinggalkan di rumah. Untuk menyebutkan alamat rumahnya saja Ibu Sri kesulitan karena beban pikiran yang dirasakannya membuat konsentrasinya mulai terganggu. Saat ini ia beserta suaminya harus menanggung biaya pengobatan di RS Fatmawati hingga puluhan juta rupiah karena tidak menggunakan jaminan kesehatan apapun. “Biaya untuk saya sendiri saja sudah sampai 27 juta rupiah, sekarang semuanya sudah lebih dari 60 juta, saya bingung,” ceritanya sambil terisak. Karena biaya yang terus membengkak Ibu Sri memaksakan diri untuk membawa pulang Atira meski seharusnya masih mendapatkann perawatan. Segala puj bagi Allah, #SedekahRombongan dipertemukan Bu Sri dan menyampaikan santunan dipergunakan untuk membayar cicilan rumah sakit. Semoga Allah memberi kemudahan bagi segala urusannya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal : 12 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @nurmanmlana @ririn_restu @hapsarigendhis

Ibu sri Melahirkan Bayi Prematur

Ibu sri Melahirkan Bayi Prematur


ANDINI KAYLA RAHMA (2, Epilepsi; suspek thalasemia). Alamat:  Gang Swadaya 1 Kp. Cabang RT.2/6, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.  Andini tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah kontrakan sederhana milik Bapak Birong.  Ayah Andini, Pak Dedi Rahayu (26)  sehari-harinya  bekerja sebagai pedagang asongan sedangkan ibunya, Anita Dewi (28) seorang ibu rumah tangga.  Andini dilahirkan keadaan normal dan sehat. Pada usia 1 tahun ia  dirawat di RS dr. Sander B, Cikarang selama 8 hari karena diare dan thypus. Setelah satu minggu setelah dirawat Andini diperbolehkan pulang namun sesudah itu  Andini mulai mengalami kejang-kejang. Karena keterbatasan biaya, Andini dirawat di rumah saja selama 2 hari. Ketika kondisinya semakin memburuk  orangtuanya  membawa ke RS dr.Sander B., Cikarang dengan berbekal uang pinjaman dari tetangga. Di rumah sakit tersebut Andini mendapatkan pertolongan dan dirawat selama 11 hari. Setelah dilakukan pemeriksaan EEG, Andini dinyatakan menderita epilepsi dan harus berobat rutin ke RS Sentra Medika Cikarang. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak dapat bertemu dengan Andini dan kedua orangtuanya. @SRbergerak kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk pemeriksaan darah lengkap yang tidak ditanggung jaminan BPJS. Bantuan sebelumnya untuk Andini masuk di Rombongan 674. Pemeriksaan ini dilakukan karena satu bulan terakhir Andini terlihat pucat dan lemah. Sudah beberapa hari ini ia  dalam perawatan di RS. Sentra Medika Cikarang. Dokter menyarankan agar segera dilakukan pemeriksaan darah lengkap karena berdasarkan gejala-gejala yang ada Andini diduga menderita Thalasemia. Semoga Allah SWT segera  memberikan kesembuhan untuk Andini. Amiiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.300.000,-
Tanggal : 13 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @Kikie_SR @untariri @hapsarigendhis

Andini menderita Epilepsi; suspek thalasemia

Andini menderita Epilepsi; suspek thalasemia


SUTISNA BIN IRO (22,  Kaki kanan patah akibat kecelakaan Lalu Lintas). Alamat: Kampung Saninten RT.4/2 Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayahnya, Iro (51) pekerjaannya adalah buruh tani sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga 3 orang dengan jaminan kesehatan yang dimiliki Jamkesmas. Riwayat penyakitnya berawal dua minggu yang lalu, saat  Sutisna mengalami kecelakaan lalu lintas di Cililin ketika ia berangkat mencari kerja. Motor yang ia kendarai terserempet mobil yang pengendaranya tak bertanggung jawab dan meninggalkannya dalam kondisi tak sadar. Dalam keadaan  seperti itu ia dievakuasi warga ke IGD RSUD Cililin Kabupaten Bandung Barat. Selanjutnya ia dibawa keluarganya berobat ke Poli Bedah Tulang RS Yudhistira dan kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Selama  pengobatan sampai dengan tanggal 11 Maret 2015, ia belum dapat menggunakan jaminan kesehatan  Jamkesmas yang dimilikinya. Alasannya korban kecelakaan seperti dirinya dibiayai oleh Jasa Raharja. Karena pengurusan klaim ke Jasaraharja belum selesai, orangtuanya pun terpaksa meminjam uang ke berbagai pihak untuk membiayai pengobatan Sutisna. Keluarga buruh tani miskin ini semakin terimpit dalam kesulitan. Kebingungan yang mereka rasakan  sampai kepada kurir #SR berdasarkan informasi dari pengurus RW setempat. Alhamdulillah  #SedekahRombongan dapat  bertemu dengan keluarga dhuafa ini serta mendampingi Sutisna berobat ke RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Untuk meringankan beban mereka bantuan dari sedekaholics #SR pun disampaikan kepada Sutisna. Sejak 16 Maret 2015 yang lalu Sutisna dirawat inap d RSUD Soreang. Semoga Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal: 13 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Sutisna Kaki kanan patah akibat kecelakaan Lalu Lintas

Sutisna Kaki kanan patah akibat kecelakaan Lalu Lintas


SURMINI BINTI MANSUR (55, Darah Tinggi dan Stroke). Alamat: Dusun 2, RT.2/4, Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon Jawa Barat.  Ibu Surmini mengalami stroke sejak 3 tahun yang lalu. Ibu rumah tangga ini memiliki  tanggungan 1 orang dengan jaminan kesehatan yang dimiliki Jamkesmas dan BPJS. Suami Bu Surmini, Muradi, sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan kota (angkot) di Jakarta. Ibu Surmini perlu dibantu karena tidak memiliki cukup biaya untuk berobat ke rumah sakit. Akibat penyakit stroke yang dideritanya, ia mengalami kelemahan tubuh sebelah kanan. Awalnya ia mengikuti saran dokter untuk berobat rutin, namun kendala biaya membuatnya menghentikan pengobatan. Ia merasakan beban hidup yang berat, apalagi penghasilan suaminya sebagai sopir angkutan kota. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat bertemu Bu Surmini dan menyampaikan santunan dari sedekaholics #SR. Jaminan kesehatan BPJS yang ia miliki sudah dapat digunakan. Bu Surmini mulai semangat lagi karena memiliki harapan kesembuhan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 9 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @filovan_ @hapsarigendhis

Surmini menderita Darah Tinggi dan Stroke

Surmini menderita Darah Tinggi dan Stroke


HASAN SOBARI  (49, Benjolan di Dagu). Alamat: Desa Weru Kidul, Kecamatan weru, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Pak Hasan bekerja sebagai sopir angkutan barang di Desa Weru Kidul Cirebon. Ayah 5 anak ini menderita benjolan di dagu sejak 5 tahun yang lalu. Awalnya ia mengabaikan benjolan yang muncul di dagunya itu. Meski kadang terasa nyeri dan semakin membesar, Pak Hasan pasrah dengan keadaannya karena terkendala biaya berobat.  Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Hasan sehingga dapat mendampingi dan menyampaikan santunan awal.  Sebelumnya penyakit ini  belum pernah diobati  karena kondisi ekonominya yang sangat berat.  Saat ini Pak Hasan mulai  tidak dapat dapat menjalani aktivitasnya secara maksimal, karena benjolan tersebut semakin lebar hampir menutupi sebagian permukaan dagunya. Rencananya ia akan berobat ke RSUD Arjawinangun Cirebon atau RSU Mitra Plumbon, tergantung rujukan Puskesmas setempat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 15 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @filovan @hapsarigendhis

Pak hasan menderita Benjolan di Dagu

Pak hasan menderita Benjolan di Dagu


ALI NAHROWI (11, Gangguan fungsi ginjal). Alamat: Perum Taman Jaya Asri I2 No. 1 Batu Aji, Batam.  Ali, biasa ia dipanggil adalah pelajar kelas 4 SD 001 Batu  Aji Batam.  Ali, putra Bapak Irga ini mengalami gangguan ginjal. Gejala penyakit Ali berawal satu bulan yang lalu. Kondisi fisiknya lemah dan terlihat pucat serta sebagian badannya membengkak.  Awalnya ayah dik Ali mengira ia hanya keracunan biasa dan memberi Ali air kelapa agar ia sehat kembali. Namun  setelah tiga minggu Ali tidak kunjung sembuh malahan badan Ali  semakin membengkak.  Ali kemudian diperiksakan ke Puskesmas terdekat dan hasil pemeriksaan laboratorium urin menguatkan dugaan Ali menderita gangguan ginjal.  Karena keterbatasan alat, Ali dianjurkan periksa ke rumah sakit agar mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Akan tetapi ada keraguan di hati Pak Irga karena pengalaman berobat di rumah sakit dahulu, yang mengakibatkan Pak Irga sakit berkepanjangan dan terpaksa berhenti dari tempat kerjanya. Bahkan uang pesangonnya pun ludes untuk biaya pengobatan pak Irga saat itu.  Karena itu  Pak Irga hanya membelikan obat tradisional seperti gamat, ekstrak kulit manggis dan sejenisnya untuk meningkatkan daya tubuh Ali.  Alhamdulillah  #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Ali dan keluarganya. Setelah dibujuk,  Pak Irga bersedia membawa  Ali berobat ke RS Embung Fatimah Batam untuk pemeriksaan laboratorium dan foto rontgen. Pak Irga  mengungkapkan kesedihannya saat dijenguk kurir #SedekahRombongan.  Ia menceritakan bahwa saat ini sudah tidak memiliki simpanan lagi untuk biaya berobat di Ali.  Tiap harinya Pak Irga hanya mengandalkan kerja serabutan di tukang jahit konveksi yang hasilnya tidak seberapa untuk menghidupi istri, 5 anak  dan mertuanya, ditambah lagi untuk membiayai pengobatan Ali. Bahkan biaya untuk membeli obat tradisional tersebutpun masih dibantu tetangganya.  #SedekahRombongan merasakan kesulitan Pak Irga dan segera menyampaikan bantuan awal untuk berobat.  Semoga  Dik Ali segera sembuh dan bisa masuk sekolah kembali.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal:  15 Maret 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @ieda_salim @herubinyatiman @hapsarigendhis

Ali menderita  Gangguan fungsi ginjal

Ali menderita Gangguan fungsi ginjal


CECEP RIZAL (43, suspek radang usus dan lambung). Alamat: Kampung Cihanjawar RT.3/5, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Istri Pak Cecep, Yanti Nurianti (36) seorang ibu rumah tangga. Tanggungan keluarga mereka 3 orang dengan jaminan kesehatan yang dimiliki SKTM dan BPJS (dalam proses). Riwayat penyakit Pak Cecep berawal dua minggu yang lalu, ketika ia mengalami gejala demam tinggi disertai mual, muntah dan diare. Keluhan ini ia rasakan sepulang dari kegiatan rutinnya berdagang di Pasar Cibeureum Ciwidey, pada 7 Maret 2015. Ditemani istrinya, Pak Cecep segera periksa Cecep ke dokter praktek. Setelah satu minggu belum ada perbaikan, pada tanggal 14 Maret 2015 ia dibawa ke IGD Soreang didampingi relawan desa kurir #SR menggunakan diantar Mobil Tanggap #SR Bandung. Ia kemudian dirujuk lagi ke RS Al Ihsan, dan berobat menggunakan jaminan kesehatan SKTM Kabupaten Bandung. Berdasarkan dugaan sementara tim medis di IGD RS Al Ihsan, Cecep mengalami peradangan usus dan maag. Hasil laboratorium darah tak menunjukkan ke arah  DBD atau demam typhoid seperti dugaan sebelumnya. Semestinya Pak Cecep dirawat akan tetapi karena tidak ada ruang rawat inap yang kosong akhirnya ia dibawa pulang untuk lagi. Kurir #SedekahRombongan bersyukur dapat mendampingi Pak Cecep berikhtiar untuk  kesembuhannya sekaligus menyampaikan bantuan untuk pembuatan kartu BPJS dan biaya berobat. Pada hari Selasa, 17 Maret 2015 Pak Cecep dijadwalkan kontrol ke RS Al Ihsan Bale Endah Kabupaten Bandung.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Cecep menderita suspek radang usus dan lambung

Cecep menderita suspek radang usus dan lambung


YAYAN WIBIYANA (37, Tumor Sinunasal). Alamat: Kampung Mekarmulya RT.4/8 Desa Mangunharja, Kecamatan Cicagak, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Pak Yayan tingggal bersama istrinya, Nani (37) dengan tanggungan keluarga 3 orang.  Penyakit Pak Yayan berawal dua tahun yang lalu dengan gejala mimisan berulang. Ketika itu Yayan tidak menindaklanjuti gejala penyakitnya dengan serius. Berbulan-bulan lamanya ia  tak memeriksakannya ke dokter atau rumah sakit terdekat. Pak Yayan dan keluarganya baru memeriksakan gangguan itu setelah muncul pembengkakan di hidungnya. Ia mulai berobat ke beberapa dokter dan rumah sakit daerah tanpa menggunakan jaminan kesehatan pemerintah. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Pak Yayan dikatakan mengidap tumor sekitar hidung ( tumor sinunasal) dan harus melanjutkan pengobatannya di RS Hasan Sadikin Bandung. Masih menggunakan biaya sendiri, Pak Yayan berobat sampai ia mendapat tindakan operasi. Harta benda yang keluarga mereka milikipun sudah habis terjual untuk biaya pengobatan. Kesulitan itu dirasakan oleh Ustadz Irfan yang kemudian menyampaikannya ke #SedekahRombongan. Kurir#SR kemudian mengunjungi di rumah kontrakan mereka sekitar RSHS Bandung. Istri Pak Yayan menceritakan betapa beratnya melanjutkan pengobatan suaminya. Alhamdulillah kini Pak Yayan masih dapat melanjutkan terapi rutin paska operasi setelah dia didaftarkan sebagai peserta BPJS. Ia juga semakin termotivasi untuk berobat sampai sembuh dengan adanya empati dan simpati serta dari keluarga dan sedekaholics #SR.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal: 12 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Yayan menderita Tumor Sinunasal

Yayan menderita Tumor Sinunasal


NINA BINTI MILAN (38, Kanker Serviks). Alamat:  Jl. Damai RT.1/ No 25, Kelurahan Babakan Kelapa Dua, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Nina, istri dari Bpk. Aang (52) seorang tukang parkir di kawasan Tangerang Selatan. Bu Nina menderita kanker serviks dan sudah menjalani radioterapi di RSCM. Kini ia akan menjalani radiasi ulang selama 3 bulan di RSCM. Sebelumnya  Bu Nina telah melakukan kontrol di Poli Kebidanan dan Kandungan RSCM. Ia dibiopsi untuk evaluasi pengobatan yang dilakukan sebelumnya. Setelah dilakukan biopsi tersebut, kondisi Bu Nina justru terlihat lemas dan pucat. Bu Nina masih harus kontrol agar cepat dilakukan terapi radiasinya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan santunan untuk Bu Nina.  Bantuan digunakan untuk biaya keperluan sehari-hari selama berobat di RSCM, termasuk membeli pampers. Kemungkinan selama pengobatan ini Bu Nina kemungkinan akan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jakarta selama 2 bulan.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @nurmanmlana @hapsarigendhis

Nina menderita Kanker Serviks

Nina menderita Kanker Serviks


SALMAN AHMAD AL FARUQ (2,5; Retinoblastoma). Alamat: Kp. Anim RT.2/2 Desa Kadipaten Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Ayah Salman, Ahmad M. (39) bekerja sebagai buruh, sedangkan ibunya, Hilmawati (32) seorang ibu rumah tangga. Jaminan keluarga mereka BPJS dengan tanggungan 3 orang.  Anak bungsu ini didiagnosis retinoblastoma sejak dua tahun yang lalu. Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan kedua orangtuanya untuk menyembuhkan serangan kanker pada retina mata anak tercinta mereka itu. Salman pernah dibawa ke pengobatan alternative, namun tidak dilanjutkan. Salman pernah tiga kali dirawat di RSHS Bandung dan hampir satu tahun lamanya menjalani kemoterapi. Waktu, pikiran, tenaga, dan harta kekayaan kedua orangtua Salman sudah terkuras habis untuk mencari kesembuhan bagi anaknya. Akan tetapi, Allah SWT lebih mencintai Salman dan memanggilnya pada 1 Maret 2015. Salman meninggal saat tinggal  di rumah pamannya di Cimahi. Derita keluarga dhuafa ini sampai kepada #SR melalui informasi relawan di RSHS Bandung. Mobil Tanggap Sedekah Rombongan Bandung bergerak mengantarkan jenazah Salman dari Kota Cimahi ke rumah duka di Majalengka.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 5 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Alm. Salman menderita Retinoblastoma

Alm. Salman menderita Retinoblastoma


MTSR Jakarta, Disamping MTSR-MTSR yang kami miliki berupa ambulance, kami juga memiliki Mobil Tanggap Sedekah Rombongan yang khusus berfungsi untuk survey, mobilisasi dan demobilisasi jarak jauh untuk daerah Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat dan berfungsi membawa pasien yang dapat duduk atau tidak berbaring. Begitupun layaknya ambulance, mobil operasional inipun layak mendapat perawatan yang baik seperti service regular, ganti oli, filter, spooring, balancing agar mobil selalu prima dan siaga dalam melayani. Untuk itu service besar baru saat ini dapat dilakukan karna jarak tempuh yang sudah cukup panjang, dengan standard bengkel resmi MTSR ini dicek semua kondisinya dan diperbaiki hingga layak untuk turun kembali beroperasi.

Biaya Service : Rp. 2.597.000,-
Kurir : @ddsyaefudin @buyungbambu
Tanggal : 16 Maret 2015

Biaya service MTSR Jakarta

Biaya service MTSR Jakarta


WIWIK WARIS WIYANTI / 53 taun Alamat : Cipinang Kebembem Rt 01 Rw 10 no 74 Pisangan Timur Pulogadung Jakarta Timur
Ini adalah bantuan ke 5 setelah sebelumnya dibantu di Rombongan 632, 637, 645 dan 649
Bu Wiwik seorang Janda dengan 2 anak, saat ini tinggal dg Ibunya dan Adiknya. Dulunya bekerja sebagai tukang rias pengantin namun sekarang sudah tidak bisa lagi karena menderita kanker Nasofaring. Awal mula diketahui ada penyakit ini bu Wiwik mengalami pendarahan dihidung selama 3 bulan sejak bulan Mei 2014 tidak sembuh-sembuh. Ahirnya berobat ke bagian Onkologi RSUP Persahabatan dilakukan biopsi dan terdeteksi kanker Nasofairing stadium 4. Alangkah kagetnya bu Wiwik atas vonis ini. Segera dilakukam Kemoterapi ke-1 tgl 9 september 2014 harus rawat inap selama 5 hari. Kemoterapi ke-2, tgl 9 Oktober 2014 juga rawat inap 5 hari. Biaya ditanggung BPJS. Sekarang semua gigi bu Wiwik telah dicabut karena kankernya telah menyebar dan menghindari inveksi dan kesakitan yang luar biasa.kemoterapi ke-3 tanggal 4 November 2014. Setelah kemo ke tiga berarti sudah melewati satu tahap paket pengobatan dengan selamat kondisi sehat Alhamdulilah. Tahap berikutnya adalah Radiasi dan Alhamdulillah tahapan terapy Radasi sudah selesai dijalani bu Wiwik.Ini proses yg amat berat dirasakan, bagan yg disinar sebatas hidung kearah leher jadi didaerah THT, leher jadi hangus menghitam kemudian tengorokan sakit sepert radang, panas luar biasa sampai ke air seni. Saat radiasi setiap 5 hari konsul dokter untuk hasil tes darah dan dokter meminta bu Wiwik untuk Bone scan ke 2, yang ke 1 sudah 6 bulan yg lalu, berhubung dgn BPJS antrinya sampai 1 bulan kami memilih dengan biaya mandiri agar bisa cepat ke proses lanjutan ,setelah Radiasi, kembali ke dokter Ongkologi untuk konsul planng terapy lanjutan, dan untuk pemulihan bagian THT yg luka akbat radiasi bu Wiwik harus minum obat paten dan vtamin agar kondisi bisa cepat baik stamina fit untuk menjallani terapy lanjutan yaitu kemoterapi 4,5 dan 6 tanggalnya belum dtentukan karena bu Wiwik masih sakit dan lemas jadi istirrahat dulu sampai kondsi membaik.

Jumlah Bantuan Rp. 2.500.000,-
Tanggal 28 Februari 2015
Kurir @MarjunulNP

Ibu wiwik mendeirita kanker Nasofairing stadium 4

Ibu wiwik mendeirita kanker Nasofairing stadium 4


SOFIATUN DWI LAELIYAH / 42 tahun Alamat di Simbarejo RT8/ RW03 Kemiri Selomerto Wonosobo. Jawa Tengah.bu Sofiatun seorang Ibu Rumah Tangga istri dari pak Rahmat yang bekerja sebagai sopir Mempunyai 2 anak. Ibu Sofiatun adalah seorang penderita kanker payudara.  Setelah periksa ke RS Sardjito Yogyakarta, ternyata kanker payudara dan sudah menjalar sampai ketiak. Setelah operasi dan dilanjutkan kemoterapi 6x pada tahun 2013, alhamdulillah sudah pulih seperti sedia kala. Namun pada bulan November 2014 beliau merasakan tangan sebelah kanan membesar dan ada benjolan di leher, setelah diperiksa oleh dokter, ternyata positif terkenan kangker getah bening. Insyallah proses operasi akan dilakukan di RS.Dr. Sardjito atas biaya BPJS. Ini bantuan ke-4 #SR untuk biaya operasional wira-wiri. Bantuan sebelumnya pada Rombongan 447, 473 dan 649

Jumlah bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal 28 Februari 2015
Kurir @MarjunulNP, Muh. Yusuf Ubaidi

Ibu sofi menderita kanker getah bening

Ibu sofi menderita kanker getah bening


MUHAMMAD HAIKAL KURNIAWAN ( 1,5 Tahun, Hydrocephallus) biasa dipanggil dik Haikal lahir dengan keadaan sehat pada tanggal 8 Oktober 2013. Putra kedua pasangan bapak Supardi Hasan (41 tahun) dan ibu Listri Sedyaningsih (30 tahun) yang tinggal di desa Kauman RT 2 RW 3 Jatisobo Polokarto Sukoharjo Jawa Tengah mengidap penyakit Hydrocephallus sejak usia dik Haikal 4 bulan. Sejak pertama di diagnosa dokter di RSUD Sukoharjo, dik Haikal langsung disarankan dokter untuk dioperasi di RSDM Surakarta. Dik Haikal sudah melakukan operasi 4 kali di RSDM Surakarta. Operasi pertama dilaksanakan tanggal 1 September 2014 dan operasi ke empatnya dilaksanakan 4 maret 2015. Dari tiap hasil operasi kondisi dik Haikal malah terjadi infeksi dan tidak membaik. Sampai pada pasca operasi ke 2 hingga pasca operasi ke 3 dik Haikal di opname di RSDM Surakarta  karena terjadi infeksi. Rencana medis selanjutnya dari kontrol yang dilakukan 3 hari sekali menunggu evaluasi dari dokter karena juga ada saraf pada otak yang tidak berfungsi dan juga akan di pasang tempurung kepala buatan untuk menutupi tempurung kepala yang sekarang. Ayah dik Haikal yang bekerja di perantauan sebagai buruh / penjahit dengan penghasilan kurang lebih Rp. 2.000.000 perbulan masih memiliki tanggungan putri pertama bernama Kamila Syabana Nuriyatul Khasanah (9 tahun) yang masih duduk di bangku kelas 3 di MI jatisobo karena ibu dik Haikal tidak bisa bekerja lagi sebagai penjahit sebab penyakit yang diderita dik Haikal. Biaya sekolah kakak dik haikal dibiayai oleh pemerintah kecuali buku dan infaq wajib tiap minggu sebesar Rp 6.000. Ayah dik Haikal terpaksa mendaftarkan dik haikal jaminan kesehatan BPJS sejak dik haikal menderita penyakitnya. Kondisi tubuh dik Haikal sebenarnya sehat hanya masalah hydrocephallus di kepala dik Haikal  yang menyebabkan dik
Haikal susah untuk berjalan maupun duduk. Setiap harinya dik haikal harus ganti pampers sebanyak +/- 20 buah perharinya karena cairan dari kepalanya keluar lewat urinasi atau kencing sehingga dik Haikal sering ganti pampers. Keluarga juga menyayangkan bahwa dik Haikal tidak bisa mengonsumsi ASI dan harus mengonsumsi susu formula sehingga keluarga kesusahan untuk membiayainya. Alhamdulillah dik Haikal dipertemukan oleh Allah SWT dengan kurir #SedekahRombongan dan Sabtu 14 Maret 2015 sedekah dari para sedekahholic disampaikan ke keluarga dik Haikal berupa santunan lepas sebesar Rp. 1.000.000. Santunan disampaikan untuk membantu biaya dan perawatan dik Haikal serta persiapan untuk operasi selanjutnya. Keluarga sangat berterimakasih sekali dan memohon doa untuk kesembuhan dik Haikal.

Jumlah santunan : Rp. 1.000.000
Kurir : @lastiko via @RizqiRizqie
Tanggal : 14 Maret 2015

Haikal menderita Hydrocephallus

Haikal menderita Hydrocephallus


ALM. DINAH BINTI MAKIN (80 tahun, lumpuh) adalah warga RT 4 RW 8 Dukuh Plosorejo Desa Krowe Kec Lembeyan Kab Magetan Jawa Timur. Mbah Dinah yang renta sudah lama tidak bisa berjalan, suaminya juga sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Mbah Dinah tinggal dengan anaknya yaitu mbah Kadinem (55 tahun) dan mengalami kebutaan sejak 3 tahun
yang lalu. Mbah Kadinem suaminya juga sudah meninggal dan tidak punya anak. Untuk kebutuhan makan, simbah berdua ini hanya mengharapkan belas kasihan saudara dan tetangga. Kebutuhan air juga menunggu bantuan
dari tetangga. Air diambilkan dari sumber air dekat rumah mereka. Mbah Dinah dan mbah Kadinem adalah pasien dampingan Sedekah Rombongan yang sebelum nya sudah pernah dibantu pada rombongan 644. Santunan ke dua ini merupakan santunan kematian mbah Dinah yang telah meninggal dunia pada hari Kamis, 12-3-2015. Semoga arwah beliau diterima di sisiNya dan bagi mbah Kadinem semoga diberikan ketabahan untuk menghadapi hidup selanjutnya. Keluarga bu Kadinem sangat berterima kasih atas pendampingan dari Sedekah Rombongan selama ini, serta bantuan dari Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, semoga berkah.

Santunan : Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @anita
Tanggal : Minggu, 15 Maret 2015

Alm.Mbah dinah menderita lumpuh

Alm.Mbah dinah menderita lumpuh


AHMAD SUTARNO (40th, amputasi kaki, disfungsi tangan/ jari akibat sengatan arus listrik) “Pak Tarno” begitu akrab panggilan warga yg tinggal di dukuh Cemeng, RT 10, RW 04 Sambung macan, Sragen, Jawa Tengah. Beliau dulu pernah merantau ke Jakarta sebagai buruh bangunan, hingga suatu saat kecelakaan menimpa beliau, Pak Tarno tersengat aliran listrik tegangan tinggi dalam sebuah gedung. Sehingga terpaksa kaki kanan beliau harus diamputasi. Dibalik sosoknya yang difable, beliau adalah kepala keluarga yang bertanggungjawab, meskipun beliau dengan segala kekuranganya tidak menyurutkan niatnya untuk mencari nafkah buat anak semata wayang dan istri tercinta. Pak Tarno yang bekerja sebagai sales ATK tetap semangat berkeliling ke pelosok- pelosok daerah menggunakan motor tua yang telah ia modifikasi untuk bisa membawa barang-barang daganganya. Namun bekerja sebagai sales ATK dengan penghasilan yang tidak menentu tiap bulanya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari (Rp.150-300rb/2minggu. Dengan langkah kaki yang sedikit pincang ternyata kaki palsu beliau telah lama rusak dipakai selama kurang lebih 6 thn dengan banyak paku dan baut untuk mempertahankan langkah kakinya. Hingga akhirnya dengan ijin Allah swt beliau telah dipertemukan dengan  #Sedekah Rombongan dan pada 28 Februari 2015 yang lalu telah dilakukan pengukuran untuk pembuatan kaki palsu, selang 2 minggu setelah itu pada 14 Maret 2015, titipan dari para #sedekahholic  disampaikan dalam bentuk biaya pembuatan kaki palsu senilai Rp. 2.500.000,- kepada pak Tarno. Pak Tarno dan keluarga mengucap syukur kepada Allah swt dan Terima kasih banyak atas bantuan dari #sedekahholic.

Jumlah santunan : Rp.2.500.000
Kurir :@lastiko via @wawan_nozeth, Bayu saputro
Tanggal : 14 Maret 2105

Ahmad amputasi kaki, disfungsi tangan/ jari akibat sengatan arus listrik

Ahmad amputasi kaki, disfungsi tangan/ jari akibat sengatan arus listrik


RAFI ALFAHRI RAMADHAN (7 bulan, HYDROSEFALUS). Rafi adalah seorang bayi mungil yang sejak lahir  mengalami kelainan, kepalanya membesar yang tidak seperti bayi pada umumnya. Rafi dirawat oleh ibunya Sutimah (39 tahun) yang beralamat di Desa Sundul RT 14   RW 06  Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Jawa Timur. Ibunya bekerja sebagai petani biasa namun sejak mengandung Rafi hingga sekarang sudah tidak bekerja lagi karena harus merawat Rafi. Ayahnya yaitu Bapak Sentot Sumiardi (54 tahun) juga petani yang terkadang jika musim kemarau tak bisa menggarap sawahnya. Dan harus mencari pekerjaan sampingan. Penghasilan keluarga ini tidak tentu tiap bulannya sekitar kurang dari 1 juta rupiah. Ibu Sutimah mempunyai tanggungan 2 anak. Anak pertamanya sudah menikah dan ikut istrinya. Rafi adalah anak yang kedua. Pengobatan dik Rafi menghabiskan banyak biaya. Dik Rafi sudah dioperasi di RS Soedono Madiun 2 bulan lalu. Sekarang kondisinya terkadang masih kejang kejang. Jika kondisinya kejang dokter menyarankan untuk segera kontrol untuk diperiksa. Namun karena keterbatasan biaya terkadang hanya bisa dirawat di rumah saja. Alhamdulillah keluarga dik Rafi dipertemukan dengan kurir Sedekah Rombongan berdasarkan informasi dari warga sekitar rumah Dik Rafi. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membantu biaya pengobatan Dik Rafi. Keluarga bapak Sentot sangat berterimakasih atas bantuan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @anitasusin
Tanggal : Kamis, 19 Maret 2015

Rafi menderita HYDROSEFALUS

Rafi menderita HYDROSEFALUS


Jemiati ( 45 Tahun, Lumpuh). lahir di Pacitan 8 Oktober 1970 .Alamat:  RT 15, RW 08 Dusun Ngasem, Desa Gembong,  Kecamatan Arjosari,  Pacitan.  Ibu Jemiati yang menderita sakit lumpuh sejak tahun 2010 ia ditinggal merantau oleh suami di Kalimantan, akan tetapi selama 1 tahun disana belum pernah mengirim uang untuk keluarga dirumah, akan tetapi keluarga memaklumi dan memahami bahwa mungkin disana juga sulit untuk menghasilkan uang. Ibu Jemiati mempunyai 4 orang anak, yang keempatnya adalah perempuan semua. Yang 1 sudah menikah yang ketiga masih sekolah dua anak dari ketiga anak tersebut kembar. Dari kondisinya yang lumpuh tersebut dia tidak bisa membiayai anak-anaknya yang masih sekolah. Anaknya yang sudah menikahlah yang berusaha membantunya, walaupun dia sendiri juga susah untuk mencari kebutuhan sehari-hari tetapi ia sadar kalau bukan dia siapa lagi, mereka hanya bisa bersabar dan selalu berdoa serta berusaha menghadapi kondisi yang jauh dari kata cukup itu. Awal mula penyakit lumpuh yang di derita tersebut, berawal dari jatuh dari motor dan di kakinya terjadi luka yang sangat parah hingga dokter memvonisnya terkena penyakit gula. Akhirnya seiring dengan berjalannya waktu karena keterbatasan biaya ibu Jemiati hanya di rawat dirumah dan hingga akhirnya saat ini lumpuh total.

Bantuan :  Rp 1.250.000,-
Tanggal : 15 Maret 2015
Kurir : @Mawan@Lulut Pribadi

Ibu Mawan menderita Lumpuh

Ibu Mawan menderita Lumpuh


Jumangat ( 61 Tahun, Hernia ). Alamat:  RT.02 RW. 02 Desa Pagerlor, Kecamatan Sudimoro,  Pacitan.  Bapak Jumangat lahir di Pacitan tanggal 12 Mei 1954. Tinggal dengan keluarganya dirumah yang sederhana. Ia dikaruniai 2 anak, yang satu nikah dan yang satu masih sekolah. Kondisi tersebut sangat membatasi  Bapak Jumangat dalam  beraktifitas terutama  untuk mencari nafkah. Bapak Jumangat saat sedang menderita sakit hernia yang cukup  parah. Ia  menderita sakit ini pada tahun 2010. Akan tetapi karena kondisi kehidupan yang sangat pas-pasan maka pak Jumangat tidak bisa berbuat banyak apa lagi untuk mencari obat ataupun operasi. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban beliau. Aamiin.

Bantuan :  Rp 750.000
Tanggal : 16 Maret 2015
Kurir : @Mawan@Lulut Pribadi

Pak jumangat menderita Hernia

Pak jumangat menderita Hernia


Aditya ( 16 Tahun, Megacolon) saat ini tinggal di ds. Temon Kidul, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Aditya saat ini menderita pembusukan usus, usus yang terlihat dari luar karena luka dan membusuk ( megacolon ), kondisi ini mirip dengan pasien dampingan sedekah rombongan yang bernama Winanti. Kondisinya hampir sama. Saat luka awal tidak mempunyai biaya untuk berobat, sehingga karena dibiarkan luka tersebut semakin parah.  Ayahnya bekerja serabutan, saat ini sebagai tukang batu. Kami kemudian berupaya membuatkan BPJS untuk proses perawatan pendampingan yang kita lakukan. Kemudian, pasien tersebut kami bawa ke Rumah Sakit Medika Mulya Wonogiri. Saat ini, Aditya menjadi pasien dampingan sedekah rombongan. Semoga, dengan upaya ini dia bisa kembali sembuh total dan dapat melanjutkan kembali sekolahnya, demi masa depan dia.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2015
Kurir : @Mawan@Runi

Aditya menderita Megacolon

Aditya menderita Megacolon


Ngatemin ( 70 tahun, Tumor Paha ), saat ini tinggal di ds Temon Kidul, Bendo, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau bekerja sebagai tukang pukul batu di hutan. Saat ini sedang sakit paha membesar seperti tumor sudah berjalan selama 6 bulan. Saat itu, dibawa ke salah satu dokter yaitu Dokter danarto di Baturetno, dan kemudian saat ini kami dampingi menjadi dampingan sedekah rombongan. Kami bawa ke Rumah Sakit Medika Mulya, dan dilakukan pembedahan. Alhamdulillah berjalan dengan baik. Perawatan kami lakukan untuk melanjutkan proses penyembuhan beliau.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 4 Maret 2015
Kurir : @Mawan@Runi

Mbah ngetemin menderita Tumor Paha

Mbah ngetemin menderita Tumor Paha


Adib Mutaqien Asyfar Bin Ikhlas Darmawan ( 4 Tahun, Diare ). Bertempat tinggal di dsn. Gebang, Nguntoronadi, Wonogiri, Jawa Tengah. Putra dari Bapak Ikhlas darmawan dan ibu Suyatmi. Saat ini sedang di rawat di RSUD Kabupaten Wonogiri karena sakit gejala diare. Kondisi anak tersebut saat ini terbaring lemas di Rumah Sakit, informasi sasaran ini disampaikan secara langsung kepada tim Jogja dan kemudian di teruskan kepada kami kurir wonogiri, semoga bantuan ini bisa meringankan beban Bapak Ikhlas darmawan, dan anaknya segera diberikan kesembuhan. Doa untuk para kurir, semoga selalu diberikan kesehatan dan kemudahan kelancaran dalam mencari rejeki. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Maret 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Adib menderita diare

Adib menderita diare


MTSR WONOGIRI, untuk mendukung aktivitas dan operasional Mobil Tanggap Sedekah Rombongan (MTSR) wilayah wonogiri, pada bulan ini penggunaan dana sebagaimana tersebut pada laporan. Aktivitas pendampingan pasien serta penyampaian bantuan kepada dhuafa/sasaran berdasarkan informasi – informasi permohonan bantuan telah kami handle dengan baik. Satu per satu sudah tertangani, dan proses pendampingan yang masih berjalan kita lanjutkan.  Semoga, setiap hari semakin banyak dhuafa,anak yatim, warga miskin yang semakin terbantu dengan adanya sedekah rombongan ini. Aamiin.

Operasional : Rp. 1.321.000,-
Tanggal : 27 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Yuliantonuzul

Biaya operasional MTSR Wonogiri

Biaya operasional MTSR Wonogiri


Poniyem  ( 70 Tahun, Bantuan Tunai ), alamat di RT01/04 Dalangan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Hidup sudah cukup lama menjadi janda dan sebatang kara, informasi dari salah satu rekan di kantor memberikan keterangan bahwa ibu ini layak di bantu, untuk meringankan kebutuhan sehari – hari dan untuk dibangunkan sebuah WC/ sanitasi di rumah gubuknya. Keseharian, untuk makan dibantu oleh tetangganya. Kondisi memprihatinkan, sudah usia tua hidup menjada sebatang kara. Semoga ini bisa meringankan beban beliau. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Maret 2015
Kurir : @Mawan@Pak Sis

Bantuan tunai untuk mbah poniyem

Bantuan tunai untuk mbah poniyem


Maryati Binti Alm. Sukijah ( 72 Tahun, Bantuan Tunai ), saat ini bertempat tinggal di Singodutan, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini hidup menjanda dan sebatang kara, saat ini sedang hidup kesusahan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari – hari, setelah menderita sakit gula yang tak kunjung sembuh serta sesak nafas. Semoga bantuan ini meringankan beban beliau, dan untuk bantuan proses pengobatan sedang kami upayakan lebih lanjut saat ini adalah untuk pembuatan BPJS, upaya cukup sulit saat untuk iuran bulanan, namun kami mencoba memberikan penjelasan dan semangat untuk beliau semoga kehidupannya membaik dan beliau bisa terobati. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Maret 2015
Kurir : @Mawan@Yuli

Bantuan tunai untuk Maryati

Bantuan tunai untuk Maryati


Kasidi Bin Alm. Sukijo Sumarto ( 73 Tahun, Katarak ), ds. Singodutan, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Saat ini beliau kita dampingi untuk memberikan yang terbaik dalam proses pendampingan pasien – pasien sedekah rombongan. Beliau hidup miskin, untuk mencukupi kebutuhan makan kesehariannya pun cukup sulit.  Saat ini, kami bawa ke Rumah Sakit Dokter Moewardi Surakarta, dan pasien tersebut mondok untuk mendapatkan perawatan dan operasi. Semoga dampingan kami ini membawa energi dan semangat bagi beliau untuk sembuh, dan bisa meringankan bebannya saat ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 14 Maret 2015
Kurir : @Mawan@Yul

Mbah kasidi menderita Tumor Paha

Mbah kasidi menderita Tumor Paha


PARIYEM (62 TAHUN, KANKER TULANG BELAKANG ), ini merupakan bantuan ketiga dalam proses penyembuhan pasien Pariyem yang kami handle. Tinggal di dusun Klampisan RT02/10, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah.  Setelah menjalani proses medis selama kurang lebih 2 bulan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta, akhirnya beliau di perbolehkan untuk kembali ke rumah. Secara medis, dokter menilai jika perkembangan pasca operasi semakin membaik. Sehingga, saat ini Pariyem hanya tinggal menjalani proses kontrol rutin yang sudah terjadwalkan.

Bantuan : Rp. 1.423.800,-
Tanggal : 10 Maret 2015
Kurir : @YuliantoNuzul@Mawanhananto

Mbah pariyem menderita KANKER TULANG BELAKANG

Mbah pariyem menderita KANKER TULANG BELAKANG


SA’IMA (60 thn), suspected diseases. Adalah seorang nenek yang tinggal di kampung gumuk utara, desa gelung, panarukan, situbondo, jawa timur. Beliau berasal dari keluarga nelayan. Suaminya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sementara ini, untuk mencukupi kebutuhan hidup ditopang oleh sang anak yang bekerja di suatu tempat usaha pembuatan jajanan rengginang. Sang nenek memang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Keadaan ini semakin memprihatinkan dengan penyakit yang dideritanya, yaitu berupa benjolan di pipi dan leher yang terindikasi oleh dokter sebagai penyakit suspected diseases. Saat ditemui tim sedekah rombongan, keluarga ini sudah tidak mampu dan tidak mempunyai semangat lagi untuk mengupayakan pengobatan bagi sang nenek. Akhirnya upaya penyembuhan ini dilakukan kembali oleh keluarga ini berkat santunan yang diberikan oleh sedekah rombongan. Santunan yang diberikan sejumlah nominal berikut digunakan untuk transportasi, biaya awal, uang saku keluarga, dan kebutuhan yang lain selama memulai langkah untuk pengobatan di rumah sakit umum dr kusnadi bondowoso. Semoga upaya yang dilakukan dapat menuai hasil dan meringankan beban sakit yang diderita oleh sang nenek. Terima kasih untuk sedekaholics yang telah mengamanahkan sebagian hartanya kepada sedekah rombongan. Semoga mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan yang maha kaya. Aamiin.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Kurir: @yudhoari, Awaludin Yudha
Tanggal: 16 Maret 2015

Mbah saima menderita suspected diseases

Mbah saima menderita suspected diseases


SURATI (60 thn), kistoma ovarium. Beliau tinggal di alamat RT/RW 11/04, kelurahan tenggarang, Bondowoso, jawa timur. Sebelum menderita penyakit kistoma ovarium ini, sehari-hari beliau bekerja sebagai pedagang kecil sayuran di pasar. Tetapi semenjak penyakit tersebut dideritanya, beliau sudah tidak bisa bekerja lagi. Sementara suaminya hanya bekerja sebagai tukang becak yang hanya cukup digunakan untuk makan sehari-hari, tetapi tidak cukup untuk digunakan untuk biaya pengobatan dari penyakit yang diderita sang ibu ini. Ibu surati hanya tinggal berdua dengan suaminya ini. Santunan yang diberikan digunakan untuk biaya perawatan awal untuk pengobatan bu surati, termasuk transportasi, dan uang saku suaminya selama perawatan ini. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk beliau.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Kurir: @yudhoari, Awaludi yudha, P. Karman
Tanggal: 16 maret 2015

Mbah surati menderita  kistoma ovarium

Mbah surati menderita kistoma ovarium

—SITI SAPUROH (17th, TB Tulang) Dik Siti, putri kedua dari Pak Ruslam (74th) yang bertempat tinggal di Dusun Sidakaton, Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini sejak bulan April 2014 lalu sudah mengalami sakit. Awalnya dada kanan bawah Dik Siti terdapat benjolan sebesar telur ayam. benjolan tersebut di diagnosis dokter sebagai tumor, namun setelah dilakukan operasi pada Juni 2014  diketahui jika benjolan tersebut merupakan abses dingin akibat infeksi kuman TB yang berasal dari paru-paru dan menjalar ke tulang belakang Dik Siti. Pengobatan TB Dik Siti telah berjalan rutin selama 6 bulan terakhir, namun hal tersebut mengakibatkan tulang belakang Dik Siti mengalami kebengkokan yang menyebabkan sulit duduk, sulit berjalan dan nyeri pada lututnya. Sejak di vonis menderita Tuberkulosis, Dik Siti yang masih duduk di bangku kelas X SMA cuti dari sekolahnya. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai buruh tani kesulitan untuk membiayai sekolah dan pengobatan Dik Siti. Dik Siti tinggal berdua dengan sang ayah dirumah milik pamannya. Ibunya sudah meninggalkannya sejak Dik Siti berumur 4 tahun. Dik Siti harus menjalani pengobatan terapi obat anti tuberkulosis (OAT)  yang harus diminumnya setiap hari, mengingat dampak dari pengobatan tersebut, tim dokter kemudian merujuk Dik Siti untuk menjalani perawatan intensif  di RS. Ortopedi Solo (RSO) namun karena keterbatasan biaya pengobatan Dik Siti sempat terhenti. Januari 2015 kurir Sedekah Rombongan membawa Dik Siti ke Solo untuk menjalani pengobatan lanjutan.  Dik Siti Kontrol untuk pertama kali di RSO pada tanggal 19 Januari 2015 dokter menyatakan bahwa tulang belakang Dik Siti sudah bengkok 30° dari kondisi normal, bila tidak dilakukan operasi maka hal tersebut akan berdampak dapat terjadinya penyempitan saraf tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhan total pada  badan bagian bawah Dik Siti. Dik Siti dijadwalkan operasi pelurusan tulang belakang pada tanggal 23 April 2015, namun sebelum operasi Dik Siti harus menjalani kontrol rutin satu bulan sekali. bulan ini tanggal 9 Maret 2015 Dik Siti kontrol di RSO bertemu dengan dokter spesyalis tulang belakang di anjurkan untuk periksa laboratorium darah dan MRI, tanggal 12 Maret dilakukan pemeriksaan MRI dan konsul dokter spesyalis dalam untuk pemberian OAT, dokter spesyalis dalam menganjurkan 14 april 2014 dilakukan pemeriksaan laju endap darah (LAD) jika hasilnya normal obat OAT dihentikan. Dokter spesyalis tulang belakang menganjurkan menjaga kesehatan dan sering berolahraga ringan untuk persiapan oprasi, karena salah satu dampak oprasi akan meganggu sistem pernafasan. Karena kontrol dilaksanakan satu bulan lagi, Dik Siti dan ayah pun memutuskan untuk kembali ke Tegal terlebih dahulu. Santunan sebesar Rp. 700.000 untuk biaya transportasi Dik Siti dari Solo ke Tegal  kembali disampaikan Kurir #SR kepada Dik Siti, santunan sebelumnya masuk di rombongan 665. Dik Siti dan ayah merasa sangat bersyukur atas sedekah yang diberikan dan memohon kesembuhan untuk Dik Siti, agar Dik Siti dapat kembali bersekolah. Amiiin.

Jumlah santunan : Rp. 700.000,-
Kurir : @lastiko via @anissetya60
Tanggal : 18 Maret 2015

Sirati menderita TB Tulang

Sirati menderita TB Tulang

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Amiratul 1,000,000
2 Yudistira 500,000
3 Endang 500,000
4 Sanusi 500,000
5 Dinda 500,000
6 Sri 1,000,000
7 Andini 1,300,000
8 Sutisna 1,000,000
9 Surmini 500,000
10 Hasan 500,000
11 Ali 500,000
12 Cecep 500,000
13 Yayan 1,000,000
14 Nina 500,000
15 Salman 500,000
16 mtsr jakarta 2,597,000
17 Wiwik 2,500,000
18 Sofiyatun 500,000
19 M Haikal 1,000,000
20 Alm Dinah 1,000,000
21 Ahmad 2,500,000
22 Rafi 1,000,000
23 Mawan 1,250,000
24 Jumangat 750,000
25 Aditya 1,000,000
26 Ngatemin 1,000,000
27 Adib 1,500,000
28 Mtsr wonogiri 1,321,000
29 Poniyem 1,000,000
30 Maryati 1,000,000
31 Kasidi 1,000,000
32 Pariyem 1,423,800
33 saima 500,000
34 Surati 500,000
35 Siti 700,000
Total 34,341,800

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 34,341,800,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 682 ROMBONGAN

Rp. 24,555,713,122,-