BINTANG NITI ABIMAYU (9, Penyakit Jantung Bawaan). Alamat: Gg. Antasena RT.2/3 Kampung Baru Kecamatan Bintan Utara Kabupaten Bintan Kepri. Bintang adalah pelajar kelas 3 sekolah dasar di  Bintan. Ia putra bapak Mulya Sugiyanto (39) yang bekerja sebagai operator elpiji dan ibu Ruskristaning Barnasuri (39) seorang ibu rumah tangga yang juga membuat kue untuk dijual di warung-warung. Sebenarnya penyakit Bintang sudah diketahui sejak lahir, akan tetapi karena ketiadaan biaya baru sekarang  bisa ditindaklanjuti pengobatannya. Itupun setelah sekian lama mereka  menabung untuk pengobatan Bintang. Bintang sering mengeluh cepat capek, merasa lemas dan napasnya sesak sampai tersengal-sengal yang  menyebabkan ia sering demam. Bintang pernah berobat menggunakan Jamsostek namun hanya sampai ke rumah sakit di  Batam sehingga belum dilakukan tindakan untuk memperbaiki kelainan jantungnya.  Saat ini Bintang sudah mendapat jadwal katerisasi tanggal 9 Maret 2015 di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta. Operasi besarnya direncanakan pada bulan Januari 2016. Rencana keberangkatan ke Jakarta sudah diperkirakan tanggal 6 Maret 2015. Masih ada yang dipikirkan kedua orangtua Bintan, yaitu masalah tempat tinggal nantinya selama pengobatan dan biaya perjalanan ke Jakarta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan, bantuan lanjutan untuk biaya kos selama masa pengobatan sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 663. Kondisi Bintang Niti Abimayu Alhamdulillah stabil, katerisasi sudah dilakukan oleh team dokter RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Pasca katerisasi selain harus control rutin, team dokter meminta Bintang Niti Abimayu untuk melakukan MRI. Sementara untuk operasi jantungnya Insya Allah akan dilakukan pada bulan Januari tahun depan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @ieda_salim @hapsarigendhis @endangnumik

Bintang menderita Penyakit Jantung Bawaan

Bintang menderita Penyakit Jantung Bawaan


ASEP KHARIS APANDI (18. Kanker Darah/Leukemia). Alamat : Kampung Cibinong RT.1/1 Desa Citeupuseun, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Anak pertama dari dua bersaudara putra bapak Ujang Suganda (43) dan ibu Tuti Sumiati (35) ini, sekarang tidak dapat melanjutkan sekolah menengahnya. Sudah sejak sepuluh bulan yang lalu bersama kedua orangtuanya ia kost di Jakarta, untuk ikhtiar melakukan pengobatan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, karena sakit kanker darah (Leukemia) yang ia derita. Gejala awalnya timbul sesudah Asep menjalani operasi amandel beberapa waktu lalu. Sesudah itu, kondisi Asep terus menurun, sampai ia tidak mampu berdiri apalagi berjalan. Ia kemudian berobat di RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak Banten dan berdasarkan pemeriksaan tim dokter, Asep didiagnosis Leukemia. Ia lalu dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penatalaksanaan selajutnya. Fasilitas BPJS yang ia gunakan untuk berobat sudah sangat membantu mengurangi beban orangtua Asep, yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga hutan ini. Namun, tingginya biaya kost dan biaya sehari-hari sangat memberatkan. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Telah berpulang kerahmatullah, Asep Kharis Apandi pada tanggal 10 Maret 2015. Jam 1.30 di IGD RSCM Jakarta, semoga almarhum ditempatkan ditempat terbaik di sisiNYA dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. #SedekahRombongan turut berduka atas meninggalnya almarhum, bantuan untuk biaya proses pemakaman sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 671.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 9 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Asep menderita  Kanker Darah/Leukemia

Asep menderita Kanker Darah/Leukemia


MUHAMMAD AZRIL BIN ENDANG (3 bulan, Bibir Sumbing & Tidak Memiliki Langit-Langit Mulut). Alamat : Katulampa RT.5/9 , Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Muhammad Azril, ini sehari-harinya  dipanggil  Ajil adalah anak bungsu dari dua bersaudara putra Bapak Endang  (40) dan Ibu Ami (33). Ajil dilahirkan 3 bulan yang lalu dengan kondisi bibir sumbing dan tidak memiliki langit-langit di mulutnya (labiopalatoschizis).  Ajil kesulitan menyusu pada ibunya karena  sumbing di bibir atas cukup lebar.  Ia terpaksa minum susu formula dari  botol. Menurut dokter RS Ciawi yang memeriksanya, Ajil baru dapat dioperasi pada tahun 2016 saat usianya diatas satu tahun. Rencananya Ajil akan melalui beberapa tahapan operasi. Keluarga menerima keadaan yang dialami Ajil dan tawakal kepada Allah. Saat ini Ajil sedang menderita infeksi saluran atas. Pada tanggal 12 Maret 2015, kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan kepada Ajil sebesar Rp. 1.000.000,- yang digunakan untuk membeli susu formula, biaya transport berobat dan membeli obat yang tidak ditanggung oleh jaminan kesehatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000.-
Tanggal : 12 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Azril menderita Bibir Sumbing & Tidak Memiliki Langit-Langit Mulut

Azril menderita Bibir Sumbing & Tidak Memiliki Langit-Langit Mulut


SRI INDRAYUANA (53, penyakit jantung koroner & tumor di lutut).  Alamat: Kampung Alas Tua RT.1/9 Desa Cibinong Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Sri Indrayuana, biasanya dipanggil Bu Septi-diambil dari nama anaknya. Bu Septi adalah seorang ibu rumah tangga,  tinggal dirumah peninggalan almarhum suaminya dengan ditemani dua anaknya dan seorang cucu. Menurut Bu Septi ia mulai merasakan sakit di belakang lututnya sejak satu tahun yang lalu. Awalnya dia merasakan nyeri dan sakit, semakin lama rasa nyerinya bertambah dan mengganggu aktivitas Bu Septi sehari-hari. Sepeninggal suaminya, Bu Septi juga sering merasa sakit di bagian dadanya terutama saat berbaring atau tidur. Namun keluhan sakitnya ini tidak disampaikan kepada kedua anaknya karena kuatir membebani anak-anaknya. Bu Septi sudah sangat bersyukur masih dapat hidup bersama dengan anak-anaknya. Bahkan anaknya yang bernama Septi, seorang janda beranak satu yang menjadi tulang punggung bagi keluarga ini.  Berbekal jaminan kesehatan BPJS Septi membawa ibunya berobat dengan keluhan sakit pada belakang lututnya. Setelah pemeriksaan selesai, dokter menganjurkan untuk dilakukan operasi. Saat persiapan operasi itulah baru diketahui bahwa Bu Septi juga menderita penyakit jantung koroner. Bu Septi kemudian dirujuk ke RSUP  Fatmawati Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan jantung lebih lengkap. cek jantung . Alhamdulillah Bu Septi telah menjalani operasi pengangkatan tumor di belakang lutut. Saat kurir #SedekahRombongan mengunjunginya, tampak luka bekas operasinya belum sembuh dan masih dibalut perban. Kondisi berjalannyapun masih terganggu. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan untuk Bu Septi. Semoga Allah memberi kesembuhan, aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000.-
Tanggl : 12 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu Sri menderita  penyakit jantung koroner & tumor di lutut

Ibu Sri menderita penyakit jantung koroner & tumor di lutut


KEYANDRA AZKA ABISYA (11 bulan, Kelainan Hati dan Empedu). Alamat : Kampung Kayu Manis RT.3/1  Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Keyandra Azka Abisya biasanya dipanggil Keyan, adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Putri Ibu Rita dan Bapak Budiman Prasetyo ini mengalami kelainan hati dan empedu. Setelah lahir badannya tampak kuning, terutama di sekitar dada dan perut. Kedua orang tua Keyan membawanya  berobat ke RS PMI, RS Karya Bakti dan kemudian ke RS Ciawi Bogor. Dari RS Ciawi Keyan mendapat rujukan ke Poli GastroHepatologi Anak di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Sampai saat ini Keyan tetap masih rutin kontrol. Menurut pemeriksaan dokter ahli di poli GastroHepatologi Keyan dilahirkan tanpa memiliki empedu sehingga menimbulkan  gangguan fungsi hati.  Sampai sekarang Keyan masih membutuhkan dan menunggu donatur. Ibu, kakak dan ayah Keyan tetap semangat berusaha dan senantiasa berdoa untuk kesembuhan serta kesehatan Keyan. Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan pada tanggal 11 Maret 2015  telah menyampaikan bantuan untuk biaya transport, pembelian vitamin dan untuk pembelian minuman susu bubuk.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-.
Tanggal: 11 Maret 2015
Kurir :@ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Keyandra menderita Kelainan Hati dan Empedu

Keyandra menderita Kelainan Hati dan Empedu


ARIPUDIN BIN MADA (15 bulan, gizi buruk). Alamat : Kampung Kupu kupu RT.5/9 , Kelurahan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal  Kota Bogor. Arip adalah anak ke dua dari pasangan Mada dan Anih. Ketika dilahirkan pada tanggal 20 Desember 2013, Arip adalah bayi dengan berat dan tinggi badannya normal. Barulah ketika usia Arip masuk usia 7 bulan, nampak tidak ada perkembangan dan penambahan berat badannya. Ketika masuk usia 8 bulan, Arip ditimbang oleh petugas Posyandu dan dinyatakan masuk dalam kategori bayi dengan gizi buruk. Pak Mada adalah seorang pemulung yang penghasilannya sehari-hari hanya cukup untuk membeli kebutuhan makan hari itu dengan lauk yang sangat sederhana. Rumah petak yang mereka tinggali berukuran 3×6 m2, menjadi semakin terasa sempitt. Bersama mereka ikut tinggal nenek Arip. tri, dua anak dan mertua. Perugas puskesmas di wilayah tempat Arip tinggal telah berupaya memberikan yang terbaik untuk kemajuan dan perkembangan kesehatan Arip dengan memberikan obat, vitamin dan susu. Namun menurut dokter yang merawatnya, Arip memerlukan obat, vitamin dan susu khusus yang berbeda dengan dengan kebutuhan bayi normal.  Alhamdulillah Kurir #SedekahRombongan pada tanggal 11 Maret 2015, telah menyampaikan bantuan dari sedekahholics #SR yang diterima oleh kedua orang tua Arip. Harapan dan doa terucap, semoga Arip segera sembuh dan sehat kembali.

Jumlah Bantuan : Rp.1,000,000
Tanggal : 12 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Aripudin menderita gizi buruk

Aripudin menderita gizi buruk


MUSTOFA BIN AHMAD (32, Difable/Kaki Lumpuh), beralamat di Jalan Pangkalan Jati VI RT.5/5 Kel. Cipinang Melayu, Kec. Makasar, Jakarta Timur. Sejak usia empat bulan Mustofa sudah mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya yang disebabkan karena efek dari sakit panas yang dideritanya. Mustofa anak pertama dari bapak Ahmad Baidewi (67) dan ibu Dimroh (53) yang mempunyai dua orang adik ini, tumbuh sebagaimana anak-anak pada umumnya. Namun kedua kakinya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, tapi hal itu tidak membuat Mustofa rendah diri terhadap teman-teman sebayanya. Bahkan menginjak usia sekolah Mustofa ikut menuntut ilmu di sekolah umum meski harus selalu digendong oleh ayahnya untuk pergi dan pulang sekolah hingga kelas dua SD, ayahnya yang sebagai buruh bangunan tidak sanggup untuk membeli kursi roda. Beruntung Mustofa termasuk anak yang berprestasi di sekolahnya sehingga pihak sekolah memberikan hadiah kursi roda. Sejak saat itu Mustofa dapat bersosialisasi tanpa harus digendong ayahnya lagi. Mustofa hanya dapat mengenyam pendidikan hingga SMP saja karna keterbatasan biaya orang tuanya, tapi Mustofa tidak berkecil hati dia bertanya kesana-sini untuk mendapatkan informasi sarana pembinaan kewirausahaan secara cuma-cuma. Akhirnya Mustofa mendapatkan kabar baik dari dewan Kelurahan setempat untuk olah ketrampilan di Panti Bina Daksa Pondok Kopi Jakarta Timur yang di kelola oleh Dinas Sosial DKI Jakarta. Selama enam tahun Mustofa mendapat bimbingan ketrampilan service handphone dan elektronik lainnya. Berawal dari tetangga dan teman-temannya Mustofa menawarkan jasa service hingga berita ini terdengar keseluruh wilayah Pangkalan Jati, berjalan sekitar satu tahun usaha jasa servicenya banyak mendatangkan pelanggan-pelanggan yang juga dari luar Pangkalan Jati. Karna keterbatasan fisik dan sarana untuk menunjang transportasi Mustofa tidak dapat melayani pelanggan-pelanggannya dengan maksimal, salah satunya Mustofa tidak dapat membeli sendiri spare-part yang dibutuhkan. Hal ini menyebabkan keterlambatan dari waktu penyelesaian yang dijanjikan kepada para pelanggan dan mempengaruhi pendapatan dari jasa service tersebut. Namun Mustofa yang multi talenta itu tidak merasa risau dan dia banting setir menjadi pegawai di salah satu bengkel motor sebagai selingan dari usaha jasa servicenya. Tahun demi tahun dilalui hidupnya dengan penuh rasa percaya diri, menginjak usia 30 tahun Mustofa mempersunting gadis yang bernama Heni Kusnaeni sebagai istri. Menginjak enam bulan dari usia pernikahannya istrinya mulai mengandung, namun di usia delapan bulan kehamilannya istrinya mengalami keguguran dan pendarahan sehingga harus menjalani perwatan, karna rasa panik Mustofa membawa istrinya ke salah satu klinik bersalin swasta terdekat hingga membutuhkan biaya yang cukup besar, Mustofa tidak mempunyai dana untuk melunasi biaya perawatan istrinya tersebut, Alhamdulillah Mustofa mendapatkan info dari temannya untuk menghubungi dan menceritakan kesulitannya kepada #SedekahRombongan Jakarta dan bantuanpun disampaikan. Itulah awal dari momen tersebut Tim #SR Jakarta dapat mengenal sosok Mustofa yang seyogyanya amat layak mendapatkan dukungan materil agar usahanya dapat tumbuh kembali seperti sedia kala. Alhamdulillah sekarang Mustofa telah memiliki sepeda motor roda tiga lengkap dengan bagasi sebagai penunjang transportasi untuk mempermudah membeli sparepart dan antar jemput barang-barang elektronik yang akan dan sudah diservice. Semoga usaha Mustofa semakin maju dan dapat menginspirasi yang lainnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 8.500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anies

Bantuan sepeda motor roda tiga lengkap dengan bagasi untuk mustofa seorang difabel

Bantuan sepeda motor roda tiga lengkap dengan bagasi untuk mustofa seorang difabel


SITI SUNARSIH (22, Kusta Basah). Alamat Kp. Bojong RT.1/5, Desa Jayalaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Suaminya, Anen (25) adalah seorang kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Mereka memiliki tanggungan 1 anak yang saat ini berusia 2 bulan. Gejala penyakit Bu Sunarsih berawal  5 bulan yang lalu. Ia merasakan sekujur tubuhnya terasa gatal, namun tidak begitu dihiraukan karena dianggap hanya gatal biasa. Namun, hari demi hari yang awalnya gatal-gatal ternyata berubah menjadi kemerahan di kulitnya  sehingga menimbulkan bengkak dan luka. Upaya yang dilakukan sudah berobat ke Puskesmas dan klinik terdekat. Namun, semua dokter menyarankan agar Sunarsih memeriksakan diri ke Rumah Sakit Khusus Kusta di Tangerang. Karena ketiadaan biaya, Sunarsih hanya bisa berdiam diri di rumah. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak dipertemukan Allah dengan Bu Sunarsih sehingga santunan  untuk biaya akomodasi ke rumah sakit dan pembuatan kartu BPJS dapat disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @mardisay @hapsarigendhis

Siti menderita Kusta Basah

Siti menderita Kusta Basah


MUHAMAD SULAIMAN (26, Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal). Alamat: Tridaya Indah 2 Blok C7/4 RT.2/3, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayah Sulaiman, Pak Ujang Sukiman (61) adalah seorang penarik becak odong-odong. Meskipun pak Ujang sering sakit namun tidak ada pilihan lain demi untuk menghidupi keluarganya. Demikian pula ibunya, Bu Fatimah (50). Bahkan adiknya yang bernama Muhamad Yusuf (23), sudah lama mengalami gangguan kejiwaan. Pada tahun 2006, ketika Sulaiman sepulang dari sekolah ia mendapat musibah yang menimpanya hingga membuat ia lumpuh sampai saat ini. Kejadian di sekitar Cempaka Putih Jakarta, ketika segerombolan anak-anak sekolah dari sekolah lain menyerang Sulaiman dengan senjata tajam dan benda tumpul. Sulaiman mengalami luka bacok dan memar di sekujur tubuhnya. Sulaiman pun terkapar di pinggir jalan tak sadarkan diri. Dengan bantuan masyarakat sekitar Sulaiman dibawa ke RSCM Jakarta. Di rumah sakit ini Sulaiman menjalani perawatan selama 2 bulan dan dilakukan pemasangan pen permanen di punggung. Ia dinyatakan lumpuh.  Sulaiman  juga pernah dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta dan dirawat selama 2 bulan. Belum cukup cukup sampai di sini, pada bulan Juli 2013, Sulaiman merasakan nyeri perut hebat.  Berkat kepedulian warga sekitar, ia dibawa ke RSUD Cibitung untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Sulaiman dinyatakan menderita gangguan lambung  dan pembengkakan ginjal. Karena keadaan keluarga tidak memungkinkan Sulaiman terus dirawat di RSUD Cibitung, akhirnya diputuskan untuk menjalani perawatan di rumah. Hingga saat ini, Sulaiman hanya melakukan perawatan sendiri dengan membersihkan luka dengan kain kasa dan larutan Nacl. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk membeli obat pembersih luka dan keperluan sehari-hari seperti pampers yang sebelumnya masuk di Rombongan 670. Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban Sulaiman dan orang tuanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana  @Kikie_SR  @hapsarigendhis

Sulaiman menderita Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal

Sulaiman menderita Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal


AZIZ DEBIA AROBI, (19, Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum). Alamat: Kp. Pamahan RT.4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Aziz menderita Diabetes Melitus (DM) tipe I ini sudah cukup lama,  yaitu sekitar 8 tahun. Selama itu pula ia diharuskan untuk berobat rutin di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Bahkan menurut dokter, pengobatan ini harus dijalani Aziz seumur hidup.  Aziz kini tinggal bersama ibunya, Ibu Winih (42), yang sehari-harinya sebagai buruh serabutan di sawah milik tetangga. Pekerjaan itu dilakukan ibunya,  semenjak ayahnya, Pak Maja meninggal 5 tahun yang lalu. Karena penyakit Diabetes Melitus yang ia derita tipe tergantung insulin (IDDM), maka selama masa pengobatan Aziz harus menyuntik sendiri dengan alat suntik Novorapid FlexPen  beberapa saat setelah ia makan. Obat yang didapat dari rumah sakit  hanya cukup untuk 1 bulan dan ia  harus kembali sebelum obat habis. Aziz pernah punya pengalaman  kehabisan obat, sehingga ia sempat mengalami koma. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya transport  ke RSCM. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 667. Semoga Allah memudahkan segala urusan Aziz agar ia tetap semangat menjalani kehidupan ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @aaiyom @mardisay @hapsarigendhis

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum

Aziz menderita Diabetes Melitus dengan riwayat koma diabetikum


HASNA NILAWATI (52, Gangguan penglihatan). Alamat di Kp. Pekopen RT.5/7, Kelurahan Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Suami Bu Hasna, Pak Supriyadi (53) sehari-hari berjualan empek-empek keliling. Tanggungan keluarga mereka berjumlah  4 orang. Mereka tinggal di rumah kontrakan sederhana.  Pak Supriyadi harus membiayai 2 anaknya sekolah yang bersekolah  di SMK dan  di SMP di Bekasi. Bu Hasna adalah seorang ibu rumah tangga yang menderita gangguan penglihatan. Sejak kecil ia sudah memakai kacamata, karena gangguan visus. Menurut  Bu Hasna, mata kanan minus 11 dan mata kirinya minus 12. Tetapi sekitar sebelas tahun yang lalu, ia memutuskan untuk membuka kacamatanya, karena tidak ada perbedaan dengan pengelihatannya antara memakai kacamata maupun melepas kacamata. Sampai dengan saat ini, ia belum memeriksakan diri ke dokter karena ketiadaan biaya. Melihat keadaannya seperti ini, Bu Hasna hanya bisa pasrah karena untuk biaya makan sehari hari saja sering pinjam ke tetangga terdekat. Padahal ia sangat mendambakan kesembuhan matanya. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya ke rumah sakit. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 666. Kondisi Bu Hasna saat ini, matanya sudah bisa melihat kembali setelah menjalani operasi pada tanggal 17 Februari 2015 di RSUD Kota Bekasi. Semoga Allah memberinya  kesembuhan. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Maret 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @untaririri @hapsarigendhis

Ibu Hasna menderita Gangguan penglihatan

Ibu Hasna menderita Gangguan penglihatan


Yapi (B. To) (70 tahun), Katarak. Mbah To Adalah seorang nenek yang tinggal bersama adik ipar (adik dari almarhum suaminya), mbah Mi, dengan alamat RT 1 RW 3, Krajan timur, Kauman, Sukowono, Jember, Jawa timur. Selain bersama adik iparnya yang juga telah berusia lanjut, Beliau juga tinggal bersama dengan kedua cucunya, Sofi dan Miswari. Cucunya, Sofi mengalami keadaan cacat kaki sejak lahir, yaitu dengan kaki pendek sebelah. Sedangkan Miswari sedang duduk di SMK. Keluarga ini hidup secara sederhana dan memprihatinkan dengan tinggal di sebuah rumah kecil yang berdiri di atas tanah yang bukan miliknya sendiri. Tanah tempat mereka mendirikan rumah adalah tanah milik orang lain (mengampung), sehingga seringkali harus berpindah dari satu tanah ke tanah orang lain yang bersedia memberikan penampungan. Untuk hidup sehari-hari, Mbah To (panggilan sehari-harinya) berjualan keripik singkong. Tetapi telah beberapa bulan yang lalu, mbah To mengalami kecelakaan di jalan, ditabrak motor sehingga mengalami kesulitan berjalan, dan sejak itu pula mata katarak yang diderita kian terasa. Kini pandangannya pun mulai terganggu. Di samping mbah To yang membuat keripik singkong, untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, sang cucu, Sofi juga bekerja di sebuah usaha foto kopi milik tetangganya, dan satu cucunya lagi, Miswari juga seringkali di sela-sela waktu sekolah membantu bekerja sebagai tukang dekorasi saat ada hajatan. Saat ditemui tim sedekah rombongan, terdengar kabar bahwa, sang pemilik tanah akan menyuruh pindah lagi rumah keluarga mbah To ini. Santunan yang diberikan diharapkan dapat digunakan untuk membantu kehidupan sehari-hari, membantu persiapan pemindahan rumah, dan keperluan untuk mata katarak yang diderita mbah To. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat bagi keluarga ini, dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur, sedekaholics sedekah rombongan yang telah mengamanatkan sedekahnya, semoga mendapatkan balasan yang berlipat dari Tuhan yang maha kuasa. Aamiin…

Jumlah santunan: Rp. 2.000.000,-
Kurir: @yudhoari @taufiqulkhasan
Tanggal: 13 Maret 2015

Mbah To menderita Katarak

Mbah To menderita Katarak


SUSANA – SUSANI (30, Saraf Otak). Alamat Sempon, Karangwuni, Tlogomulyo, Temanggung. Ani, panggilan untuk Susani mulai sakit saat masih berumur 19th. Gejala pertama kali timbul saat diajak ibunya ke pasar, tiba-tiba tangan sulit untuk bergerak, kemudian kakinya juga sulit untuk melangkah jadi berjalan dengan kaki ditarik. 1 minggu kemudian dibawa ke Dokter untuk diperiksa, dokter menvonis bahwa saraf otak sudah tidak berfungsi secara normal. Meskipun mempunyai jaminan kesehatan berupa jamkesmas tapi oragtua Ibu Susani menolak untuk merawat anaknya di RS, dengan alasan biaya hidup di rumah sakit juga banyak, selain itu anaknya ibu Susani juga dalam pengasuhan mereka. Karena setelah Ibu Susani sakit, rumah tangganya berakhir dan mantan suami kerja jadi TKI tanpa pernah memberi nafkah kepada anaknya. Saat ini anaknya Ibu Susani sudah kelas 6 SD. Karena kondisi itu yang menyebabkan orang tua lebih memilih pengobatan dengan pijit tradisional, tapi justru setelah dipijit menyebabkan kakinya tidak bisa berjalan dan sampai sekarang hanya bisa tidur ditempat tidur. Kesedihan ibu Sri Rejeki dab Bapak Sadirin belum usai, 6tahun kemudian saudara kembar dari Ibu Susani yaitu Ibu Susana mengalami hal yang sama, saat bangun tidur seluruh badan tidak bisa digerakkan, untuk berbicarapun sulit. Senasib dengan Ibu Susani, saat sedang sakit menginginkan kasih sayang suami, tapi yang terjadi suami kerja jadi TKI tanpa pernah ada kabar sampai sekarang. Ibu Susana juga mempunyai 1 anak kelas 3 SD. Kesulitan ekonomi semakin dirasakan oleh Ibu Sri Rejeki dan Bapak Sadirin, karena penghasilan sebagai seorang supir dan jualan dirumah masih belum bisa untuk membiayai setiap pengobatan ke 2 anaknya serta biaya hidup keluarga serta cucu-cucu mereka. Kebun yang mereka punya juga akhirnya harus direlakan dijual untuk mengurangi biaya pengobatan. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bisa meringankan beban mereka serta bisa untuk biaya pengobatan Susana – Susani agar bisa pulih seperti semula, bisa berbicara serta bisa berjalan lagi.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 15 Maret 2015
Kurir : @arfanesia via Rini Riyanti

Susana-susani menderita Saraf Otak

Susana-susani menderita Saraf Otak


Amin Rohyan (39, Batu ginjal). Alamat:  Kp. Gintung RT. 6/2, Giripurno, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah. Pak Amin, biasa dia dipanggil oleh keluarga dan tetangganya sudah sering merasakan sakit di perutnya tapi setelah diperiksa ke klinik sembuh. Sekitar 2 minggu yang lalu dia merasakan sakit lagi, seperti biasanya hanya diperiksakan ke klinik, disana didiagnosa kram perut. Setelah beberapa hari belum kunjung sembuh akhirnya pihak keluarga membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, setelah di cek lab dll akhirnya oleh dokter didiagnosa terkena batu ginjal. Menurut dokter tindakan yang dilakukan harus dioperasi, tapi pihak keluarga menolak dengan alasan biaya. Pada waktu di bawa ke rumah sakit sebetulnya pak Amin sudah mempunyai jamkesmas, tapi belum diberikan oleh perangkat desa, baru setelah beberapa hari dirawat kartu tersebut diberikan tapi pihak rumah sakit menolaknya. Pak amin dan istri ( ibu Khoiriyah ) tinggal bersama ibunya dan 2 orang putra. Putra pertama berumur 14th, setelah lulus sekolah dasar tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan SLTP karena tidak mampu untuk membiayai. Akhirnya oleh keluarga dimasukkan ke pondok pesantren dengan biaya Rp. 15.000/bulan. Sedangkan putra ke 2 masih sekolah di Madrasah Iptidaiyah kelas 3. Pak Amin sehari-hari bekerja serabutan, terkadang bekerja sebagai buruh tani untuk menggarap sawah atau ladang, terkadang sebagai buruh angkut, pencari pupuk kandang juga pernah dilakoninya. Kerja susah, hasil sedikit gak apa-apa yang penting cukup buat keluarga dan halal, itulah kata-kata yang selalu diucapkan saat kurir menjenguknya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga bisa untuk melakukan kontrol lagi agar bisa mengetahui perkembangan dari kesehatanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 17 Maret 2015
Kurir : @arfanesia via Rini Riyanti

Pak amin menderita Batu ginjal

Pak amin menderita Batu ginjal

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Target Jumlah bantuan
1 Bintang 1,000,000
2 Asep 500,000
3 M Azril 1,000,000
4 Sri 1,000,000
5 Keyandra 1,000,000
6 Aripudin 1,000,000
7 Mustofa 8,500,000
8 Siti 500,000
9 M Sulaiman 500,000
10 Aziz 500,000
11 Hasna 500,000
12 Yapi 2,000,000
13 susana susani 3,000,000
14 Amin 1,000,000
Total 22,000,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 22,000,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 681 ROMBONGAN

Rp. 24,521,371,322,-