KELIK ANDI SYAIFUL (39th,Abses ) Alamat Dusun Jamus Krajan , Kel.Jamus Kauman , Kec Ngluwar, Salam, Magelang, Pak Kelik yang dulu tinggal di Tangerang kemudian ibunya pindah ke semen magelang dan beliau pun ikut. Berawal dari ibunya yang hendak bekerja di Batam, beliau kemudian dititipkan ke Pondok Pesantren milik Gus Miftah pada saat Gus Miftah tausyiah di daerah beliau. Pada saat di pondok, beliau diberitahu oleh jamaah lain pada saat sholat punggung bagian bawah basah. Setelah itu diberitahukan kepada SR dan kurir SR menjemput mas kelik di Pondok. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nur Hidayah untuk dilakukan operasi. Setelah operasi,beliau telah menjalani satu kali kontrol dan untuk kontrol berikutnya hanya dilakukan apabila ada keluhan. Sedekah Rombongan telah membantu biaya operasi dan pengobatan sebesar Rp. 4.025.000. Kelik andi syaiful(39th,abses) tinggal di tangerang, kemudian ibunya pindah ke semen,magelang dan beliau pun ikut. Berawal dari ibunya yang hendak bekerja di Batam, beliau kemudian dititipkan ke Pondok Pesantren milik Gus Miftah pada saat Gus Miftah tausyiah di daerah beliau. Pada saat di pondok, beliau diberitahu oleh jamaah lain pada saat sholat punggung bagian bawah basah. Setelah itu diberitahukan kepada SR dan kurir SR menjemput mas kelik di Pondok. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nur Hidayah untuk dilakukan operasi. Setelah operasi,beliau telah menjalani satu kali kontrol dan untuk kontrol berikutnya hanya dilakukan apabila ada keluhan. Sedekah Rombongan memberikan bantuan biaya operasi dan pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.025.000.
Kurir : @RofiqSILVER  @rian_hdytllh @sintamurtina
Tanggal : 2 Maret 2015

Kelik menderita abses

Kelik menderita abses

AYU TEODORA BINTI TURIMAN, (13, Bantuan Tunai). Tegal Kamulyan, RT. 04/03,  Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah. Adik Teodora saat ini tinggal di sebuah rumah yang sederhana dipinggir bantaran sungai, ia tinggal bersama ibu dan kakaknya. Ayah Adik Teodora seorang nelayan di pesisir Cilacap, setahun yang lalu beliau meninggal karena mengalami kecelakaan laut saat sedang mencari ikan. Sejak saat itu Adik Teodora menjadi anak yatim, ibunya yang bernama Ibu Manisem sekarang menjadi tulang punggung mencari nafkah, beliau bekerja sebagai tukang cuci di sekitar kampungnya. Kakak laki-laki Adik teodora setelah lulus SMP tidak melanjutkan ke SMA karena tidak ada biaya dan sekarang dia mulai belajar menjadi seorang nelayan dibawah bimbingan Pak RT Tegal Kamulyan. Adik Teodora sekarang sudah kelas 8 (2) SMP, pihak sekolah memberi kebijakan untuk membebaskan biaya sekolah Adik Teodora sampai dia lulus nanti. Adik Teodora direkomendasikan oleh kurir Retno yang juga seorang guru di sekolah Adik Teodora belajar untuk dibantu oleh #SR sebesar Rp. 750.000,- agar dapat membantu kebutuhan Adik Teodora bersekolah.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno, Retno Riani, Spd
Tanggal Pemberian: 10 Pebruari 2015

Bantuan tunai untuk biaya sekolah ayu

Bantuan tunai untuk biaya sekolah ayu

——–

PIETER RAGIL BIN ANDRA RAMADAN, (14, Bantuan Tunai). Gunung Simping, RT. 04/07, Cilacap Tengah, Cilacap, Jawa Tengah. Adik Ragil saat ini duduk di kelas 8 (2) SMP N 4 Cilacap, ia tinggal di sebuah kos-kosan bersama dengan adik perempuannya yaitu Adik Dara Dinanti. Ayah Adik Ragil tidak tinggal bersama mereka karena beliau bekerja sebagai sopir angkot di Jakarta, biasanya sebulan sekali ayahnya pulang untuk menjunguk dan memberikan biaya hidup sehari-hari. Ibu Adik Ragil sudah meninggal dunia setahun yang lalu karena sakit. Kurir Sutisno dan kurir Retno ketika berkunjung ke kos-kosan Adik Ragil untuk melakukan survei target, merasa prihatin melihat kondisi kedua anak yang harus hidup berdua tanpa orang tua yang menemani, sehingga mereka memberikan sebuah rise cooker miliknya untuk memasak nasi pada Adik Ragil. Adik Dara seharusnya sudah kelas 2 SD, namun karena baru saja pindah dari Palembang dan surat-surat kelengkapan untuk bersekolah tertinggal dan belum dikirim ke Cilacap maka Adik Dara belum bisa melanjutkan sekolah di Cilacap.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno, Retno Riani, Spd
Tanggal Pemberian: 10 Pebruari 2015

Bantuan tunai untuk biaya sekolah pieter

Bantuan tunai untuk biaya sekolah pieter

———

SARNO BIN KATIMIN, (49 tahun, Bantuan Tunai), Munggung, RT.03/RW.01, Saradan, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Bapak Sarno adalah seorang kepala rumah tangga yang tekun, rajin dan ulet dalam bekerja, namun beliau mempunyai hutang yang cukup banyak ke beberapa bank plecit. Hutang itu beliau pakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah ke empat putranya. Saat ini Bapak Sarno menekuni jasa pembuatan batu akik dengan peralatan dipinjami oleh tetangganya. Hasil dari jasa membuat batu akik itu cukup lumayan untuk membayar cicitan hutang dan membeli kebutuhan anak istrinya. Berdasarkan info dari kurir Putut yang melihat kondisi kelurga Bapak Sarno, merekomendasikan ke #SR untuk dibantu dibelikan peralatan produksi batu akik, agar dalam bekerja Bapak Sarno lebih lancar. Jumlah bantuan yang #SR berikan sebanyak Rp 1.000.000,-  yang diwujudkan dalam bentuk alat untuk membuat batu akik yaitu:
1. Gerenda duduk
2. Gerenda tangan
3. Mata gerenda tangan
4. Mata gerenda duduk

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Rutut Ristianto, Edi Hartono
Tanggal Pemberian: 15 Pebruari 2015

Bantuan tunai untuk alat produksi batu akik

Bantuan tunai untuk alat produksi batu akik

——–

YAYANG FITRI NUROHMAH BIN SAEFULOH, (15 tahun, Bantuan Tunai), Miri, RT.08, Dadapan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Adik Yayang seorang anak yang memiliki cacat fisik sejak lahir, ia tidak bisa berbicara (tuna wicara/ bisu). Adik Yayang tinggal dengan ibu, ayah tiri dan tiga adiknya, ayah kandungnya sudah bercerai dengan ibunya sejak ia masih kecil. Oleh ibunya Adik Yayang disekolahkan di SDLB Negeri 2 Bantul kelas 6 yang beralamat di Jln. Imogiri Barat Km. 4, untuk berangkat sekolah ia memakai sepeda milik adiknya. Jika sepeda itu dipakai adiknya untuk berangkat sekolah Adik Yayang jadi tidak berangkat sekolah, kondisi ekonomi ibunya yang pas-pasan tidak mampu membelikan sepeda untuknya.  Kurir Lina yang merasa kasihan dengan kondisi Adik Yayang merekomendasikan kepada #SR untuk dibelikan sepeda, dengan harapan bisa rajin berangkat sekolah. Adik Yayang terlihat sangat senang ketika melihat satu unit sepeda baru dengan warna ungu yang dibelikan untuknya. Adik Yayang berjanji untuk rajin berangkat sekolah, semoga dia menjadi anak yang baik dan berutung.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: Rudianto dan Lina Yuliani
Tanggal Pemberian: 24 Pebruari 2015

Bantuan tunai untuk pembelian sepeda

Bantuan tunai untuk pembelian sepeda

———

SUPRIHATIN BIN TRISNODIHARJO, (37 tahun, Bantuan Tunai), Sapuangin RT.01/06, Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Bapak Supri bekerja sebagai kuli panggul di sebuah toko bahan bangunan di daerah jalan Magelang, Yogyakarta. Setiap hari Pak Supri berangkat bekerja dengan mengayuh sepeda sejauh 30 kilometer dari rumahnya yaitu daerah Sapuangin, Srandakan, Bantul. Hasil dari bekerja itu, beliau pakai untuk menghidupi keluarganya, istri dan satu anaknya serta ibunya yang sudah tua. Pak Supri memiliki sedikit ganguan mental (tidak sampai gila), hal itu yang menjadi kendala saat beliau mencari kerja, beruntung masih ada orang yang baik yang mau menerima Pak Supri untuk bekerja di tokonya walaupun dengan upah ala kadarnya. Istri Pak Supri juga memiliki sedikit ganguan mental, beliau menjadi ibu rumah tangga yang mengasuh anak semata wayang mereka. Pak Supri tidak banyak mengeluh atas kondisi hidupnya yang serba pas-pasan, beliau juga merawat ibunya yang sudah tua. Kurir Yuli ketika berkunjung untuk menyerahkan bantuan tunai dari Donatur #SR, melihat kondisi rumah Pak Supri yang tidak layak huni.

Tanggal: 23 Pebruari 2015
Jumlah: Rp. 1.000.000,-
Kurir : @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh, Ismiyati.

Bantuan tunai untuk renovasi rumah

Bantuan tunai untuk renovasi rumah

——-

REDJO RUBIJO BIN WARTO, (85 tahun, Bantuan Tunai), Mertan, RT.07/09, Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo, Yogyakarta. Bapak Redjo kondisinya sangat memprihatinkan, di usia yang sudah tua beliau tinggal sendirian di sebuah rumah gubug yang tidak layak huni, istrinya sudah lama meninggal dan anak perempuan satu-satunya bekerja menjadi TKI ke Malaysia. Bapak Redjo dahulu bekerja sebagai tukang deres kelapa, beliau mengambil nira dengan memanjat pohan kelapa dan kemudian mengolahnya menjadi gula kelapa. Namun karena usia beliau yang semakin tua tidak memungkinkan lagi untuk memanjat kelapa. Kehidupan Bapak Redjo sungguh ironis, sejak istrinya meninggal, beliau harus merawat putri satu-satunya. Setelah putrinya dewasa, ia kemudian memutuskan untuk bekerja menjadi TKI ke Malaysia. Akhirnya Bapak Redjo harus tinggal sendirian, beberapa tahun kemudian putrinya pulang dari Malaysia dengan membawa suami. Namun bukan kebahagiaan yang Bapak Redjo dapat tapi justru kemalangan, rumah satu-satunya milik beliau dijual oleh anak menantunya untuk membeli sepeda motor. Seminggu kemudian putrinya memutuskan untuk pergi ke Malaysia sedangkan si anak menantu juga pergi entah kemana. Bapak Redjo akhirnya terpaksa tinggal sendiri dibawah pohon, baju beliau hanya beberapa lembar saja dan tidak punya uang saku. Oleh tetangganya, Bapak Redjo dibuatkan gubug sederhana untuk berteduh dari panas dan hujan, . Bapak Redjo seorang yang tegar dan tabah menjalani hidupnya yang sulit, wajah beliau terlihat berseri, beliau tidak mau meminta-minta atau merepotkan saudara dan tetangganya. Mbah Redjo tidak memiliki kartu Jamkesmas atau kartu BPJS yang bisa beliau pakai ketika sakit. Saat kurir yuli dan mas Sutrisno berkunjung ke rumah Bapak Redjo, beliau sedang merebus daun singkong yang diberi garam, untuk membuat tamunya tidak trenyuh beliau mengatakan yang dimasak adalah nasi. Menurut Mas Sutrisno daun singkong rebus tanpa nasi menjadi makanan Bapak Redjo setiap hari karena tidak punya uang untuk membeli beras, beliau akan makan nasi jika ada tetangga yang memberi.

Tanggal: 24 Pebruari 2015
Jumlah: Rp. 1.000.000,-
Kurir : @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh, Sutrisno

Bantuan tunai untuk mbah rejo

Bantuan tunai untuk mbah rejo

———

MESIRAN BIN JOKARYO BARI, (63 tahun, Stroke), Belah, RT.03/RW.02, Belah, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Mesiran sudah delapan bulan ini sakit stroke, kondisi beliau sudah mampu berjalan, tetapi tangan sebelah kiri masih susah untuk digerakkan. Bapak Mesiran memiliki semagat untuk sembuh  sangat tinggi, beliau ingin agar tangannya bisa sembuh lagi sehingga bisa bekerja mencari nafkah untuk anaknya yang masih sekolah di SMK. Bapak Mesiran dengan dibantu anaknya membuat arang kayu dibelakang rumahnya, dari hasil menjual arang kayu itu, beliau dapat membeli beras dan lauk pauk. Bantuan dari #SR sebesar Rp. 1.500.000,- diberikan untuk membantu biaya terapi dan membeli obat serta biaya hidup selama satu bulan. Semoga bantuan dari donatur #SR dapat meringankan beban pikiran Bapak Mesiran sehingga dapat membantu kesembuhannya.
Sebelumnya, Bapak Mesiran juga telah mendapata donasi pada rombongan 588, 653 dan 669

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Edi Hartono
Tanggal Pemberian: 27 Pebruari 2015

Pak mesiran menderita stroke

Pak mesiran menderita stroke

———-

NIMAS DINDANG PRAYESTRI BINTI SUBARDI, (4 tahun, Leukimia), Gamping Kidul, RT.03/RW.19, Ambar Ketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Adik Nimas adalah anak semata wayang dari Bapak Subardi dan istrinya, ia terlihat sehat dan lincah, badannya lumayan gemuk. Namun ternyata sejak setahun yang lalu Adik Nimas divonis oleh dokter menderita sakit leukimia (kanker darah) yaitu seseorang yang tubuhnya memproduksi sel darah putih yang berlebihan. Akibat penyakit itu rambut Adik Nimas sudah mulai banyak yang rontok. Oleh dokter yang menanganinya, Adik Nimas diharus melakukan kontrol ke rumah sakit tiga minggu sekali, namun akhir-akhir ini karena Bapak Subardi tidak ada biaya trasportasi dan akomodasi ke rumah sakit sudah lebih dari enam minggu Adik Nimas tidak di bawa kontrol. Bapak Subandi bekerja sebagai tenaga serabutan, seperti laden tukang, membersihkan halaman atau kebun, sehingga penghasilan beliau dalam sebulan tidak pasti. Kesulitan keuangan itulah yang membuat Bapak Subardi selalu terlambat untuk membawa anaknya kontrol secara rutin. Adik Nimas sudah memiliki kartu Jamkesmas sehingga bisa gratis untuk biaya kontol dan obat namun biaya transport dan akomodasi ke rumah sakit yang kadang tidak ada. Bapak Subardi memiliki harapan yang besar agar anaknya dapat sembuh dari penyakit leukimia, walaupun dengan segala keterbatasan dan kesulitan ekonomi, beliau tetap berusaha sebisanya. Regu Semut #SR melalui kurir Yuli memberikan bantuan dari donatur #SR sebesar Rp. 1.000.000,- untuk biaya kontrol rutin Adik Nimas.

Tanggal : 28 Pebruari 2015
Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh, Arif

Nimas menderita leukimia

Nimas menderita leukimia

——–

AMILIA TRI UTAMI BINTI SUSIYANTO (Alm), (17 tahun, Bantuan Tunai), Duwet Lor, RT.03/16, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Adik APekerjaan Pelajar. Adik Amilia adalah seorang anak yatim, bapaknya meninggal karena sakit. Adik Amilia sekarang hidup bertiga dengan ibu dan kakak laki-lakinya, dia saat ini sekolah di SMA N 1 Baturetno kelas 2 dengan nilai prestasi lumayan baik. Ibunya bekerja sebagai buruh cuci pakaian panggilan di kampungnya, penghasilannya tidak mampu untuk membayar biaya sekolah Adik Amilia yang harus sudah lunas pada tanggal 9 Maret karena akan ada Ulangan Umum dengan syarat harus lunas tunggakan biaya yg belum terbayar yaitu tunggakan uang gedung dan LKS. Selain itu alat sekolah Adik Amelia seperti tas dan sepatu, sudah tak layak pakai, namun karena belum bisa membeli yang baru dia masih memakainya. dia cm berharap bisa  supaya dia bisa mengikuti ulangan umum. Pada hari minggu tanggal 1 Maret 2015 kurir Edy berkunjung ke rumah Adik Amilia untuk menyerahkan bantuan dari donatur #SR sebesar Rp. 750.000,- untuk melunasi tunggakan uang gedung dan LKS agar bisa mengikuti ujian akhir semester genap yang akan datang.

Jumlah Bantuan: Rp. 750.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Edi Hartono
Tanggal Pemberian: 01 Maret 2015

Bantuan tunai untuk biaya sekolah amillia

Bantuan tunai untuk biaya sekolah amillia

———-

WINARSIH BINTI KARYO DIKROMO, (40 tahun, Bantuan Tunai), Duwet Lor, RT.03/16, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Winarsih adalah seorang janda yang memiliki dua orang anak, anak pertama laki-laki yang masih sekolah di SMK (STM) Pancasila 3 Baturetno Kelas 3 sedangkan anak yang kedua perempuan yang bersekolah di SMA N 1 Baturetno kelas 2. Suami Ibu Winarsih sudah meninggal karena sakit, sejak saat itulah beliau harus menjadi tulang punggung dalam mencari nafkah untuk kedua anaknya. Ibu Winarsih bekerja sebagai tukang cuci pakaian panggilan, dengan penghasilan yang minim, walaupun dalam keterbatasan ekonomi beliau tidak ingin kedua anaknya putus sekolah. Ibu Winarsih sampai harus berhutang pada koperasi (plecit) harian untuk membayar biaya sekolah anaknya, yang lebih miris lagi beliau sampai terjerat oleh seorang rentenir (meminjamkan uang dengan bunga yang sangat tinggi) yang membuat Ibu Winarsih hidupnya tidak tenang setiap hari ditagih hutang. Penghasilan Ibu Winarsih dalam sehari akhirnya habis untuk membayar cicilan hutang, sehingga akhir-akhir ini untuk bisa makan dua kali sehari terasa sulit. Pada hari Kamis tanggal 26 Pebruari 2015, kurir Edy berkunjung untuk melakukan survei target, kebetulan seorang rentenir sedang menagih cicilan hutang dan bunganya. Ibu Winarsih yang saat itu tidak punya uang untuk membayar bunga dari pinjamanya hanya menangis, hal itu kemudian mendorong kurir Edy untuk memberikan solusi. Kurir Edy saat itu juga melunasi dengan uangnya sendiri sebesar Rp. 750.000,- dengan harapan Ibu Winarsih terlepas dari jerat rentenir yang sangat mencekik itu. Pada hari Minggu tanggal 1 Maret 2015 kurir Edy berkunjung ke rumah Ibu Winarsih untuk menyerahkan bantuan dari donatur #SR sebesar Rp. 2.250.000,- dengan rincian Rp. 750.000,- sebagai uang pengganti untuk kurir Edy dan Rp. 1.500.000,- untuk melunasi beberapa titik hutang ke koperasi (plecit) harian dan sebagian untuk biaya hidup keluarga Ibu Winarsih.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.250.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Edi Hartono
Tanggal Pemberian: 01 Maret 2015

Bantuan tunai untuk winarsih

Bantuan tunai untuk winarsih

———

SURATI BINTI GIMAN, (45 tahun, kanker payudara dan stroke), Duwet Lor RT.02/16, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Surati seorang ibu rumah tangga, suaminya yaitu Bapak Sugito bekerja menjadi kuli panggul di pasar Baturetno. Mereka memiliki putra yang masih sekolah di SMP kelas 2 yang sudah akil balik namun belum dikitan karena Bapak Sugito tidak punya biaya untuk mengkitan putranya itu. Ibu Surati tiga tahun yang lalu terkena kanker payudara (timbul luka di sekitar payudara) yang sudah dioperasi dan bisa sembuh. Namun tak lama kemudian Ibu Surati terkena stroke yang membuat kedua kakinya lumpuh sampai sekarang. Selama tiga tahun ini beeliau hanya bisa terbaring di tempat tidurnya, jika ingin berjalan beliau harus dibantu orang lain dan alat banti berjalan kaki empat. Keadaan ekonomi rumah tangga Ibu Surati sangat terpuruk, bagaimana tidak Bapak Sugito harus mengurus anaknya, merawat istrinya dan bekerja mencari naffkah untuk mereka. Penghasilan dari bekerja kuli panggul sangat minim, untuk membeli obat istri saja cuma kadang-kadang jika ada rejeki yang lebih, bisa membeli obat  untuk satu minggu ini untuk minggu kemudian belum pasti bisa. Pak Sugito berkata ke pada kurir Edy dengan mata berkaca-kaca, “Saget maem saben dinten mawon alhamdulillah, mas edy”. Kondisi ekonomi yang terpuruk itu sampai membuat Bapak Sugito harus menggadaikan sertipikat rumah untuk membali obat dan makan sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Edi Hartono
Tanggal Pemberian: 01 Maret 2015

Surati menderita kanker payudara dan stroke

Surati menderita kanker payudara dan stroke

——–

DWI SETYANINGSIH BINTI SUHARDI, (19 tahun, Bantuan Tunai), Duwet Lor, RT.03/16, Baturetno, Wonogiri, Jawa Tengah. Adik Dwi Setyaningsih seorang pelajar di SMK (SMEA) Muhamadiyah 1 Baturetno kelas 3, dia akan menghadapi ujian akhir sekolah pada hari Senin tanggal 2 Maret 2015, namun belum melunasi iuran ujian, biaya tray out dan iuaran SPP bulanan. Adik Dwi tidak bisa mengikuti ujian jika belum membayar tunggakan biaya itu sebelum ujian dimulai, sebenarnya sekolah sudah melayangkan surat pemberitauan tunggakan biaya yang harus di bayar ke kedua orang tuanya, namun kondisi ekonomi orang tuanya yang sedang terpuruk, mereka akhirnya pasrah. Pada hari minggu setelah selesai menyerahkan bantuan dari #SR di daerah Duwet, Baturetno, kurir Edi bertemu dengan Adik Dwi yang sengaja menunggunya di jalan, dia kemudian mengajak kurir Edy mampir ke rumah untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Sesampainya dirumah Adik Dwi, kurir Edy disambut oleh bapak dan ibu Adik Dwi. Bapak Suhardi bercerita jika besok pagi anaknya akan mengikuti ujian akhir sekolah namun beliau belum mampu membayar tunggakan biaya sekolah anaknya. Bapak Suhardi menunjukkan surat pemberitahuan dari sekolah agar kurir Edy percaya, beliau bertanya apakah bisa anaknya dapat dibantu oleh #SR untuk melunasi biaya sekolah anaknya. Setelah pulang kurir Edy kemudian memberitahukan hal itu ke kurir Rudi di Jogja. Pada hari Senin pagi tanggal 2 Maret 2015, kurir Edy berangkat menuju sekolah Adik Dwi untuk membayar iuran ujian akhir sekolah dan administrasi, dengan ditemani Adik Dwi akhirnya tunggakan iuran sebesar Rp. 910.000,-  dapat dibayar lunas sehingga Adik Dwi dapat mengikuti ujian akhir sekolah.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa, Rudianto, Edi Hartono
Tanggal Pemberian: 02 Maret 2015

Bantuan tunai untuk biaya sekolah dwi

Bantuan tunai untuk biaya sekolah dwi

———

NUNIK PRIHASTUTI ISTIQOMAH (38th,Ca Mammae) Alamat Krapyak Wetan RT 05 no 158 Tanggung Harjo Sewon Bantul Yogyakarta. Ibu Nunik adalah seorang janda yang memiliki 4 anak yang semuanya masih duduk di bangku sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau dibantu oleh anak-anaknya memiliki usaha kecil-kecilan membuat permen coklat yang diberi merk Yonik yang kemudian dipasarkan dari rumah ke rumah lainnya. Di tahun 2014 Beliau di vonis terkena kanker payudara stadium 3B di bagian kiri. Walaupun Bu Nunik sudah memiliki kartu BPJS, tetapi beliau masih membutuhkan bantuan biaya pengobatan karena tidak semua obatnya termasuk dalam jaminan BPJS. Saat ini salah satu kaki beliau sudah harus diseret saat berjalan karena menurut dokter kemungkinan sel kanker sudah mulai menjalar ke syaraf kakinya. Beliau sudah menjalankan kemoterapi rutin  selama 18 x mulai dari bulan Mei 2014 di RS. Panembahan senopati dengan bantuan dari tetangganya yang mau mengantar dan menemani beliau saat kemoterapi. Setelah paket kemoterapinya sudah selesai oleh Dokter Harjuna merujuk ke Sardjito untuk di lakukan penyinaran ( Radioterapy) yang bertujuan untuk menghancurkan jaringan kanker. Paling tidak untuk mengurangi ukurannya atau menghilangkan gejala dan gangguan yang menyertainya. Terkadang malah digunakan untuk pencegahan (profilaktik). Radiasi menghancurkan material genetik sel sehingga sel tidak dapat membelah dan tumbuh lagi, Terapi radiasi biasanya diberikan setiap hari, lima hari dalam seminggu, selama 6-7 minggu berturut-turut. Tergantung ukuran, lokasi, jenis kanker, kesehatan penderita secara umum, dan pengobatan lain yang diberikan. Tetapi untuk keperluan paliatif (misalnya menghilangkan nyeri pada kanker yang bemetastasis ke tulang). sebelum di lakukan penyinaran bu Nunik menjalani kontrol dulu dengan Dokter spesialis di Gedung Nuklir Radioterapy Rumah Sakit Sardjito Jogja, oleh dokter di jadwalkan untuk sinar 30x dan setiap 5x sinar dilakukan kontrol. Sedekah Rombongan membantu biaya Sinar setiap hari kerja dengan biaya Rp.750.000/sinar di Rumah Sakit Sardjito Jogja. Yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 677 .

Jumlah Bantuan : Rp. 4.589.400
Kurir : @RofiqSILVER @Imamnurhuda @Namaku_Arini
Tanggal : 5  Januari 2015

Ibu nunik menderita Ca Mammae

Ibu nunik menderita Ca Mammae

——–

Danuri (65 Tahun, Hernia). Alamat:  RT04/2, Dsn. Tosono, Desa Ketepung,  Kecamatan Kebonagung,  Pacitan, Jawa Timur. Bapak Danuri  mempunyai istri bernama Jumi. Ia dikaruniai   dua anak. Anak yang paling pertama  laki-laki hanya dirumah membantu orang tua, sedangkan yang kedua juga laki-laki mencari pekerjaan di Jakarta. Bapak Danuri  merupakan   seorang yang bekerja sebagai petani yang sehari-hari bekerja di sawah. Akan tetapi tiga tahun terakhir ini ia menderita penyakit hernia. Penyakit ini ia derita pada tahun 2009. Penyebab kambuhnya penyakit ini karena ia bekerja di Batam mencari batu. Alasan ia mencari pekerjaan disana karena dirasa kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan. Tetapi disana penyakit hernianya kambuh hingga parah. Danuri  merasakan sakit hernia hingga tidak bisa bekerja. Untuk itu ia tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Karena untuk aktifitas kecil aja perut bapak ini harus memakai pengikat. Ketika penyakit ini kambuh ia tidak bisa sama sekali beraktifitas, oleh karena itu Ibu Jumi  harus mengambil alih tugas mencari nafkah walaupun dengan berat hati. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban hidup beliau dan keluarganya. Aamiin.

Bantuan :  Rp 2.637.000
Tanggal : 25 Pebruari 2015
Kurir : @Mawan@Lulutpribadi

Pak Danuri menderita hernia

Pak Danuri menderita hernia

———

Sitam ( 66 Tahun, Liver ). Bertempat tinggal di RT02/7, Dusun Ngasem, Desa Gembong,  Kecamatan Arjosari,  Pacitan, Jawa Timur.  Bapak Sitam  mempunyai istri bernama Hartini. Ia dikaruniai   dua anak yang keduanya masih sama-sama sekolah. Bapak Sitam   merupakan   seorang yang pekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Mulai dari mencari batu  gebal, dan pekerjaan itu sangat membutuhkan tenaga ekstra, tidak hanya itu setelah sampai dirumah ia pun langsung bekerja mencetak batu-bata sampai jam dua malam.  Dia rela membanting tulang siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.  Akan tetapi 5  tahun terakhir ini ia menderita penyakit liver yang sangat parah. Penyakit ini ia derita pada tahun 2010.  Akan tetapi tidak dirasa, karena yang ada difikirannya bagaimana ia menyukupi keluarganya. Sitam  merasakan sakit liver  hingga tidak bisa bekerja, karena di perutnya seperti terlihat memar  dan berwarna merah.  Untuk itu ia tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga 2 bulan terakhir ini. Hingga akhirnya tim sedekah rombongan membawanya ke Jogja untuk mencari obat. Hingga beberapa hari ia dirawat disana. Akan tetapi penyakit  bpk Sitam tidak bisa dihilangkan, karena sudah terlanjur parah. Selama 1 hari membutuhkan uang 1 juta hanya untuk menghilangkan rasa sakitnya. Semoga bantuan ini meringankan beban beliau dan keluarganya. Aamiin.

Bantuan : Rp 750.000
Tanggal :  27 Pebruari 2015
Kurir : @Mawan@Lulutpribadi

Pak sitam menderita Liver

Pak sitam menderita Liver

———

Poniyem ( 62 tahun, Typus ), ds. Watangrejo, Pracimantoro, Wonogiri, Jawa tengah. Ibu ini sedang mengalami sakit typus, mbak widi sebagai informan dan penyampai bantuan menginformasikan terkait kondisi Ibu Poniyem yang sudah sepuh, dan hidup kurang mampu. Kesehariannya beliau mencari nafkah dengan berjualan sayuran keliling. Namun, saat sakit tidak bisa melanjutkan jualannya karena kondisi yang lemah dan tidak memungkinkan untuk berjalan beberapa kilo meter dari rumahnya. Beliau periksa ke puskesmas dengan bantuan dari tetangganya, untuk pemeriksaan secara medis tanggal 18 Februari 2015. Saat kami konfirmasi, dana untuk periksa tersebut dari meminjam tetangganya. Dengan kondisi ini, tak berlebih jika kemudian melalui sedekah rombongan membantu meringankan bebannya yang saat ini sedang mengalami sakit tersebut. Bantuan untuk pengobatan serta akomodasi dan kebutuhan lainnya yang menunjang kehidupannya saat ini, agar segera mendapatkan pemulihan kembali sehingga beliau mampu mencari nafkah untuk kehidupannya. Semoga, bantuan ini membantu meringankan beban bu Poniyem saat ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Yuli via widi

Poniyem menderita tipes

Poniyem menderita tipes

———

Tarsiyem ( 78 Tahun, Bantuan Tunai ), RT2/1, Kel. Mlokokulon, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah. Mbah Tarsi ini hidupnya kurang mampu, dan beliau membutuhkan bantuan untuk membeli beras untuk mencukupi kebutuhan pokok makan. Usianya sudah cukup tua, sehingga kiranya pantas untuk diberikan bantuan untuk menunjang kebutuhannya. Dari informasi mas Budi, kemudian kami serahkan bantuan tunai untuk disampaikan kepada beliau. Semoga, hal ini bisa memberikan keringanan bagi hidupnya, bisa digunakan untuk membeli beras maupun kebutuhan lainnya saat ini, insyaallah hal ini sangat bermanfaat bagi beliau yang sudah cukup renta dan kondisi hidup miskin. Terimakasih beliau ucapkan untuk para kurir dan sedekaholics yang mau membantu hidupnya, doa semoga selalu diberikan kesehatan, kemudahan, gangsar gampang cari nafkah bagi kurir dan semuanya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Februari 2015
Kurir : @Mawan via Budi

Bantuan tunai untuk biaya sehari-hari mbah tarsiyem

Bantuan tunai untuk biaya sehari-hari mbah tarsiyem

———

Sadiyem Binti Alm. Rekso Dikromo ( 78 tahun, Stroke ), beliau mengalami stroke sudah cukup lama, yaitu hampir 6 tahun. Saat ini hanya terbaring lemah tak berdaya di rumahnya di Gedawung, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Saat itu, informasi dari mbak iin yang juga mengantar kami ke rumah ibu Marsiyem, yaitu pasien tumor perut. Sekaligus menjenguk ibu Sadiyem yang sedang sakit ini, kami mencoba memberikan pendampingan untuk kesembuhan ibu ini, namun karena kondisi serta semangat beliau yang kurang mendukung maka kami bantu untuk meringankan biaya saat berada di rumah sakit, mengganti dana dari hutang tetangga, serta ongkos untuk pengobatan di Puskesmas terdekat. Selain itu, bantuan ini untuk mencukupi kebutuhan makan kesehariannya serta mendukung kebutuhan hidup lainnya. Karena kondisi sudah cukup memprihatinkan, semoga bu Sadiyem tetap mempunyai semangat untuk tetap bertahan hidup dari sakitnya tersebut. Aamiin.

Bantuan : Rp. 2.300.000,-
Tanggal : 22 februari 2015
Kurir : @Mawan@Yuli via mbak endang

Mbah sadiyem menderita Stroke

Mbah sadiyem menderita Stroke

———-

Surati ( 68 Tahun, Asma/Pernafasan ), Joho Rt3/4 Praci, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hidup sendiri tanpa sanak saudara, dan saat ini sering sakit – sakitan karena mengidap sakit pernafasan/asma. Kondisinya miskin. Untuk mencukupi kebutuhan makan saja cukup sulit, apalagi untuk berobat. Bantuan untuk meringankan beban bu Surati, semoga meringankan bebannya, dan bisa di gunakan untuk pembelian obat serta kebutuhan pokok hidup lainnya, dimaksudkan agar bisa meringankan beban serta menyampaikan amanah para sedekaholics, membantu orang miskin seperti beliau, bantuan disampaikan oleh mbak desi yang merupakan informan atas keberadaan dan kondisi ibu Surati. Semoga bermanfaat.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 22 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Yuli via desi

Ibu surati menderita Asma/Pernafasan

Ibu surati menderita Asma/Pernafasan

———-

Darmanto ( 69 Tahun, Bantuan Ternak ), Kayuloko, Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah. Bapak darmanto hidup bersama istrinya. Mereka hidup kurang mampu, dan membutuhkan bantuan ternak kambing untuk mendukung upaya hidup mereka saat ini. Keseharian mencari rumput dan membantu tetangga yang sedang membutuhkan tenaga beliau. Dengan bantuan ini, mereka merasa sangat senang sekali. Karena, harapan mereka ternak tersebut bisa memberikan manfaat bagi kondisi hidup mereka nantinya.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Yuliantonuzul@Teguh

Bantuan ternak untuk pak darwanto

Bantuan ternak untuk pak darwanto

———

Darsini ( 62 tahun, Bantuan Ternak), ds. Slogohimo Rt03/4, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu Darsini saat ini membutuhkan bantuan untuk membeli seekor kambing sebagai penopang kebutuhan hidup mereka, mereka kurang mampu dan berharap dengan bantuan ini bisa meringankan beban hidupnya, harapannya dari pemberian ini bisa menjadi manfaat ke depannya. Sebenarnya, ibu Darsini berjualan tempe di pasar, namun dari kebutuhan yang semakin banyak serta hasil dari jualan tersebut kurang maksimal untuk mencukupi kebutuhan pokok, maka beliau mengajukan permohonan bantuan kepada sedekah rombongan, dan kemudian kami mensurvey kondisi kehidupan mereka, insyaallah layak untuk dibantu. Semoga ini bermanfaat bagi kehidupan mereka, sebagaimana harapan mereka untuk bisa berkembang serta mencukupi kebutuhan lainnya.

Bantuan : Rp. 850.000,-
Tanggal : 23 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Yuliantonuzul

Bantuan ternak untuk ibu darsini

Bantuan ternak untuk ibu darsini

———

Rahayuningsih, 21 tahun warga Jatirejo 8/3 Beji Tulung Klaten. Menderita Clavus di kaki dari kecil hingga harus operasi berkali-kali. Tulang tumbuh di kaki kirinya membuat kondisi ayu tidak bisa berjalan. Kondisi Ayu semakin memprihatinkan karena dia tidak bisa beraktivitas dengan normal.
Wido Mulyono ayahnya juga sakit jantung, sehingga tidak bisa maksimal mencari nafkah untuk keluarganya. Ayu adalah anak ke 3 dikeluarganya, dia memlilih mengamputasi kakinya agar penyakit itu tidak terus menggerogotinya. Usah amputasi ayu juga tidak beraktivitas kemana-mana karena tergantung pada kruk, dan tidak bisa naik motor. #SedekahRombongan akhirnya hadir untuk memberikan kaki palsu dan motor modifikasi untuk ayu, agar dia bisa mencari pekerjaan untuk menafkahi hidupnya sendiri. Motor ini dibuat di bengkel mas Bambang di Muntilan yang ahli dalam pembuatan motor modifikasi. Semoga ayu bisa kembali Semangat untuk memperjuangkan hidupnya.

Total Bantuan: Rp. 15.800.000
Tanggal Penyampaian: 24 Febuari 2015
Kurir : @Saptuari & @Adjong

Bantuan kaki palsu dan motor modifikasi untuk ayu

Bantuan kaki palsu dan motor modifikasi untuk ayu

———-

Muhammad Ardian Dwi Saputra (11), adalah putra kedua pasangan Bp. Mujiran (alm) dengan Ibu Arni Widiyanti (37). Keluarga ini tinggal di Kampung Kweni Rt 06, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Dek Ardian saat ini duduk di kelas 4 SD di SD Jarakan 2. Selama ini keinginannya untuk memiliki sepeda untuk pergi ke sekolah dan beraktifitas belum tercapai karena ibunya yang menjadi kepala keluarga hanya bekerja sebagai buruh tani serta berdagang kecil-kecilan di rumahnya. SR memberikan bantuan sepeda untuk dek Salma agar lebih bersemangat lagi menjalankan rutinitasnya bersekolah.

Jumlah Bantuan: Rp 580.000,-
Tanggal: 10 Maret 2015
Kurir: @kissherry, @dika_taufiq @arizafuadi

Bantuan sepeda untuk ardian

Bantuan sepeda untuk ardian

——–

Eko Ratih Puspo Rini (40 tahun), warga Blembem Lor 3/8 Harjobinangun Pakem Sakit folio dari umur 5 tahun. Padahal ketika lahir mbak Ratih dalam kondisi normal, bisa berjalan seperti manusia normal. Namun usai disuntik folia badannya tiba-tiba panas dan menggigil, seminggu kemudian badannya menjadi lumpuh dan kakinya tidak bisa berjalan. Mbak Ratih tumbuh dalam kondisi terbatas dan menggunakan kursi roda. Allah yang Maha Besar hingga dia bisa menikah dan memiliki satu orang anak, namun suaminya meninggal di tahun 2007. Tanpa pantang menyerah,  mbak Ratih sendirian menghidupi keluarganya bekerja di kerajinan Toples milik pak Ari di Besi sleman. #SedekahRombongan hadir untuk membeikan bantuan motor modifikasi ini agar mbak Ratih bisa mandiri untuk bekerja, tanpa harus bergantung pada orang lain.. Allah yang akan memudahkan jalan perjuangannya.

Jumlah bantuan: Rp. 8.500.000
Tanggal penyerahan: 18 Februari 2015
Kurir: @Saptuari & @Adjong

Bantuan sepeda modifikasi

Bantuan sepeda modifikasi

———-

Mbah Ponirah, 84 tahun warga dusun Jetak 06/29 Sendangtirto Berbah Sleman mengalami sakit kanker payudara dalam kondisi tubuhnya yang ngedrop. Dokter belum berani mengambil tindakan untuk operasi karena kondisi tubuhnya yang lemah. #SedekahRombongan membantu tahap pertama pemberian obat herbal penambah stamina. Kondisi berikutnya jika sudah membaik baru akan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jumlah Bantuan: Rp. 828.000
Tanggal penyampaian: 17 Februari 2015
Kurir: @Saptuari

26 ponirah

Bantuan pengobatan untuk mbah ponirah

——–

Mbah Sujirah, 80 tahun warga dusun Jetak 06/29 Sendangtirto Berbah Sleman mengalami sakit komplikasi dalam kondisi tubuhnya yang ngedrop. Dijemput kurir #SedekahRombongan untuk perawatan di RS Harjolukito selama 6 hari. Beberapa organ tubuh sudah tidak bisa bekerja maksimal. Dibutuhkan istirahat total untuk perbaikan kondisinya untuk menentukan langkah lebih lanjut. #SedekahRombongan mambantu biaya rumah sakit selama dirawat, semoga mbah Ponirah diberikan kesembuhan oleh Allah.

Jumlah Bantuan: Rp. 7.000.000
Tanggal Penyampaian: 27 Februari 2015
Kurir penyampai: @Saptuari & @Yessy

Mbah sujirah menderita sakit komplikasi

Mbah sujirah menderita sakit komplikasi

——–

RAHMANSYAH (5, TB. Tulang). Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ayahnya, Martono (55) berprofesi sebagai buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan keluarga dhu’afa ini ada 3 orang. Jaminan Kesehatan: Jamkesmas. Sampai usianya 5 tahun, kini, ia tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena ditimpa sakit yang berat. Saat usia satu tahun ia didiagnosa mengalami hydrocepalus, Berkat pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, penyakit ini bisa terlewati dan dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Belum lama ia merasakan kondisi sehat, pada usia 2 tahun ia didiagnosa mengidap TB Tulang Kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini tiga tahun sudah orangtuanya mengikhtiarkan kesembuhan bagi anak keduanya ini. RSHS Bandung menjadi rumah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS, Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di RSSR serta mendapatkan dampingan Kurir SedekahRombongan. Alhamdulillah, bantuan lanjutan untuk Rahmansyah telah disampaikan kembali. Bantuan yang diterima ibunya di RSSR Bandung ini akan dipergunakan untuk membeli obat (Oscall), Diapers dan untuk keperluan sehari-hari selama mereka berobat di RSHS Bandung. Pada bantuan sebelumnya, Rahmansyah masuk di Rombongan 666. Perkembangan Rahmansyah amat menggembirakan. Ia sudah bisa berjalan pascaoperasi dan pemasangan kaki palsu. Kini ia masih harus menjalani terapi Fusioterapi Rutin setiap hari  di RSHS.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Maret  2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung @avinptr @hapsarigendhis

TB. Tulang

TB. Tulang

———-

SUGIMAN BIN SADI (16, Tumor Ganas di Kaki Kanan).  Alamat : Blok 2  RT .3/2 Desa Panguragan Wetan Kecamatan Panguragan Cirebon Jawa Barat. Sugiman sudah yatim, ayahnya Sadi (alm) sudah meninggal  karena kecelakaan satu tahun yang lalu. Ibunya, Mastini (40) adalah seorang ibu rumah tangga. Jaminan kesehatan yang ia miliki adalah BPJS. Riwayat penyakit yang ia alami berawal empat bulan yang lalu, saat ia keseleo karena terjepit motor.  Ia diurut setelah kejadian tersebut, namun belum ada perbaikan. Ia lalu memeriksakan diri ke RSUD Cirebon dan dilakukan CT-Scan di kaki. Hasilnya, ia didiagnosis tumor ganas di kaki kanan. Selanjutnya ia dirujuk ke RSHS Bandung agar mendapat penanganan yang lebih baik. Saat ini Sugiman sedang menjalani pengobatan di RS Hasan Sadikin dan tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. Ia perlu dibantu karena kondisi ekonominya sangat terbatas. Alhamdulillah #SedekahRombongan telah menyampaikan santunan untuk pembelian tongkat Helper untuk mempermudah Sugiman berjalan, laporan bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 673.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 3 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Sugiman menderita Tumor Ganas di Kaki Kanan

Sugiman menderita Tumor Ganas di Kaki Kanan

———-

RAHMATIKA NUR RAHMADANI (3,5, Kelainan bawaan di kedua tangan). Alamat: Desa Sindang Kempeng RT.7/4 Kecamatan Beber Greget Cirebon Jawa Barat. Ayah Rahma, pak Hermawan seorang buruh bangunan. Ibunya Sri Komalasari, seorang ibu rumah tangga. Mereka menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Riwayat penyakit Rahma, diketahui sejak lahir ia memiliki cacat di kedua tangan. Ia pernah di bawa ke RSUD Halmaera Bandung untuk operasi, namun karena tidak menerima pelayanan BPJS dan mereka tidak mampu untuk membayar biaya operasi ia dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Saat ini di RSHS sedang menunggu jadwal operasi pengambilan pen. Kondisi ekonomi keluarga saat ini kurang. Ibu Rahma hanya memiliki uang untuk biaya tansport sehari-hari, itupun menunggu kiriman uang dari pak Hermawan yg sedang bekerja di Jakarta. #SedekahRombongan segera menyampaikan santunan lanjutan untuk keluarga ini yang sebelumnya sudah disampaikan juga pada rombongang 665.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr

Rahma menderita Kelainan bawaan di kedua tangan

Rahma menderita Kelainan bawaan di kedua tangan

———

RSSR BANDUNG atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, terletak di sekitar RS. Hasan Sadikin Bandung, tepatnya di Jalan Sukagalih, Belakang Puskesmas Sukajadi Kota Bandung. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS Bandung, yang berasal dari daerah luar Bandung. Seperti di ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogyakarta, Jakarta, Malang dan kota lainnya. Setelah mencermati adanya tuntutan besar akan adanya rumah singgah di Bandung, Alhamdulillah #SedekahRombongan telah memiliki juga rumah singgah di sekitar rumah sakit rujukan nasional ini. Pasien miskin dari berbagai daerah bisa beristirahat sementara di sini, seperti dari Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, Kuningan dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Pasien dan keluarganya yang sedang berobat tentu saja setiap harinya memerlukan makanan pokok, utamanya beras dan sembako lainnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan terus berempati untuk mengurangi beban hidup pasien dhuafa yang tengah berjuang dan tinggal di RSSR. Kembali bantuan logistik pun disampaikan untuk membeli Sembako dan keperluan di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Saat ini pasien dampingan  #SedekahRombongan yang berada di RSSR Bandung ada 12 pasien beserta para keluarga pendampingnya, Bantuan sebelumnya untuk RSSR masuk di rombongan 673.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 2 Maret 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr

Bantuan operasional untuk rssr bandung

Bantuan operasional untuk rssr bandung

———

SULIYAH (57 thn), korban kecelakaan tabrak lari. Ibu Suliyah bertempat tinggal di alamat Dusun Kapongan, Sambirampak, Situbondo, Jawa timur. Ibu ini adalah salah seorang korban kecelakaan tabrak lari, sehingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit situbondo. Beliau berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga di rumah sakit hanya ditemani oleh sang ibu yang sudah tua, Mbah Suminah (80 thn). Saat informasi ini diterima oleh tim kurir #SRjember, ibu suliyah telah berada di rumah sakit dr soebandi di ruang gardenia, setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit situbondo dan akhirnya dirujuk di rumah sakit Dr. soebandi jember. Saat bantuan ini diberikan, kurang lebih sudah 1 bulan sang pasien dirawat di rumah sakit. Dan sampai dengan saat ini, belum ada kabar mengenai pertanggungjawaban dari si penabrak. Sampai saat ini kondisi pasien masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Santunan yang diberikan diperuntukkan untuk biaya hidup sang Ibu korban yang mendampingi ibu suliyah selama dirawat di rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @yudhoari, @gredyanto
Tanggal: 2 Maret 2015

Ibu suliyah mengalami korban kecelakaan tabrak lari

Ibu suliyah mengalami korban kecelakaan tabrak lari

———-

Sudjono (61), odema tungkai (pembengkakan kaki di bagian kiri). Adalah Pak Sudjono seorang yang tinggal di desa Taman RT 089/008, kel. Taman, kec. Grujugan, kab. Bondowoso yang bekerja sebagai pengantar/ojek untuk anak sekolah. Kini dengan kondisi sakitnya tidak bisa lagi melakukan pekerjaan itu. Kondisi ini diperparah dengan pengobatan yang pernah dilakukan yang akhirnya terputus ditengah jalan karena tidak adanya biaya untuk melanjutkan pengobatan kakinya tersebut. Sebelumnya pengobatan telah beliau lakukan di dokter praktek di sekitar kota bondowosi, yang akhirnya pengobatan ini terputus di tengah jalan karena keterbatasan biaya setiap kali pergi ke dokter. Santunan kedua ini diberikan untuk meringankan beban pak Sudjono untuk kebutuhan makan dan tambahan obat untuk beliau.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Kurir: @yudhoari ; Awaludin Yudha
Tanggal: 11 Maret 2015

Pak sujiono mengalami pembengkakan kaki di bagian kiri

Pak sujiono mengalami pembengkakan kaki di bagian kiri

———

DIKY MAULANA PUTRA ROSI (1 BULAN, Meningocelle + Asfikasi sedang). Alamat Desa Grujugan kidul, RT 018 RW 003, kecamatan Grujugan, kab. Bondowoso. Adik Diky adalah seorang anak yang tidak beruntung karena telah menderita gangguan penyakit tersebut semenjak dilahirkan. Saat ditemukan oleh tim Sedekah rombongan, Adik Diki masih berusia 1 bulan. Lokasi alamat yang cukup jauh dari rumah sakit juga cukup membuat keadaan adik Diky semakin memprihatinkan. Adik Diky adalah seorang anak dari pasangan muda Fatorosi dan Agustianingsih, yang berprofesi sebagai petani/buruh tani sebagai mana umumnya masyarakat di daerah tersebut. Bersama dengan neneknya, adik Diky melakukan pandampingan oleh Tim Sedekah rombongan untuk pemeriksaan awal terhadap gangguan pada bagian kepalanya. Benjolan diatas hidung yang cukup besar ini cukup membuat keadaan si kecil semakin memprihatinkan. Dana santunan yang diberikan sejumlah nominal dibawah ini digunakan untuk biaya kontrol pasca operasi dan biaya hidup keluarga yang mendampingi selama kontrol. Kedepannya, Tim sedekah rombongan akan terus mendampingi Adik Diky dalam masa perawatannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @yudhoari, @gredyanto
Tanggal: 10 Maret 2015

Diky menderita Meningocelle + Asfikasi sedang

Diky menderita Meningocelle + Asfikasi sedang

——–

SULASTRI (43 thn, Tumor payudara), Alamat RT/RW 21/007 kp glingung, desa kalirejo, kec. sumbermalang, kab. Situbondo, Jatim. Adalah salah seorang ibu yang telah mengidap tumor payudara. Ini merupakan salah satu kasus dari sekian banyak kasus tumor dan kanker payudara yang telah melalui masa pendampingan perawatan oleh tim sedekah rombongan. Beliau adalah seorang ibu dengan 2 anak. Suaminya bapak Marwi juga seorang buruh tani. Perawatan tumor payudara ibu sulastri menggunakan fasilitas BPJS karena berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dana santunan yang diberikan digunakan sebagai biaya kemoterapi, transportasi, perpanjangan BPJS, dan biaya-biaya lain yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS. Semoga santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat secara maksimal.

Jumlah santunan: Rp. 750.000,-
Tanggal: 9 Maret 2015
Kurir: Yudha, @yudhoari

Sulastri menderita Tumor payudara

Sulastri menderita Tumor payudara

——-

MUHAMMAD SLAMET (61 thn), polio kaki. Beliau tinggal di desa Taman, RT/RW 069/008, kec. grujugan, Bondowoso, Jawa timur. Dulu beliau bekerja sebagai seorang kuli bangunan dan sudah sangat lama, bertahun-tahun sebagai tukang bangunan. Hingga pada sekitar pertengahan tahun 1979, beliau mengalami kecelakaan kerja. Hal ini membuat beliau tidak bisa bekerja lagi sebagai tukang bangunan. Sejak saat itu, beliau menjadi tidak produktif lagi di profesinya yang lalu sebagai kuli bangunan. Kecelakaan kerja itu membuat beliau mengalami gangguan penyakit kaki, polio kaki, yang membatasi geraknya. Bapak dari dua anak ini sekarang sedang merintis usaha pembuatan kerupuk untuk menyokong kehidupan sehari-harinya. Santunan yang diberikan digunakan untuk penambahan biaya dari usaha yang dirintis beliau. Semoga santunan ini dapat bermanfaat untuk beliau.

Jumlah santunan: Rp. 500.000,-
Kurir: @gredyanto, @yudhoari
Tanggal: 11 Maret 2015

Pak slamet menderita polio kaki

Pak slamet menderita polio kaki

———-

NRIMO PAWIRO (80, Santunan) warga Malangan RT 04, Tamanan Wetan, Bantul, Yogyakarta. Mbah Nrimo tinggal sendiri setelah suami dan anaknya meninggal dunia. Rumah tempat tinggalnya yang hanya berukuran 3 x 3,5 meter ini sangat jauh dari kata layak. Masuk ke rumah beliau hanya akan menemukan dipan kayu kecil, selembar tikar untuk alas tidur, dan perabotan yang sudah berkarat. Rumah yang disekat menjadi 2 bagian ini pun tidak memiliki toilet. Beliau mandi di sumur di area pemakaman belakang rumahnya dan ketika ingin buang air besar, beliau harus turun ke sungai kecil di belakang area pemakaman. Sehari-hari, beliau berjalan tertatih-tatih keliling kampung sambil berjualan telur bebek atau sapu lidi yang dibeli dari tetangganya. Untuk makan, beliau sering dibantu oleh tetangga sekitar karena apabila tidak mempunyai kayu bakar maka beliau tidak akan bisa memasak. Untuk membantu meringankan kehidupan beliau, tim POPIMAS #SR( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan  pada hari Rabu, 11 Maret 2015 memberikan bantuan total Rp 1.000.000 yang diwujudkan dalam bentuk kasur, bantal, selimut, sembako dan uang santunan Rp 300.000.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.000.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry @aryani_iyan, @iblisganteng

Bantuan  kasur, bantal, selimut, sembako dan uang santunan

Bantuan kasur, bantal, selimut, sembako dan uang santunan

——–

PANTI ASUHAN SUTAWIJAYA ( Renovasi ) , Panti Asuhan Anak berkebutuhan khusus ini beralamat di Tancep, Ngawen,  Gunungkidul Yogyakarta. Panti ini awal mulanya didirikan pada bulan Juni tahun 2006, dengan pertimbangan karena banyaknya siswa yang berasal dari daerah yang cukup jauh dari SLB sehingga diperlukan tempat untuk para siswa tinggal agar tidak jauh bolak-balik dari rumah ke sekolah. Sampai dengan saat ini jumlah siswa yg tinggal dipanti ini sebanyak 26 orang dengan usia yang beragam. Untuk mencukupi kebutuhan bulanan panti selain ada bantuan dari dinsos dan para donatur, pengurus dan guru juga mengutip atau ber iuran dari gaji bulanan mereka, padahal sebagian besar  masih berstatus sebagai guru honorer. 15 guru menjadi tenaga pengajar bagi 43 siswa. Saat ini diamana kondisi musim hujan dengan curah yang tinggi, air dari perbukitan angsung masuk ke bangunan panti. Untuk itu Pada hari Jumat, 6 Maret 2015 tim POPIMAS #SR( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) menyampaikan bantuan senilai Rp.3.000.000,- untuk membantu pembelian material pembangunan drainase agar air hujan dari atas bukit tidak langsung masuk ke halaman panti . Semoga bantuan ini semakin menyemangati ABK di Panti Suta Wijaya untuk menuntut ilmu dan terus berprestasi.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 3.000.000-
Tanggal Penyerahan : 6 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry @aji_kristanto

Bantuan untuk renovasi panti

Bantuan untuk renovasi panti

———

SAMINEM (76,Santunan) warga RT 02/05 Ds. Kalimaro Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah. Mbah Saminem  janda dari Bapak Suharno (Alm). Ia sudah menjadi janda 20 tahun. Untuk menyambung hidupnya mbah Saminem saat ini bercocok tanam dan juga memelihara 1 ekor kambing sebagai pekerjaan sehari – hari.  Sebelumnya perekonimian mbah Saminem banyak ditopang oleh anaknya yang bernama Giyono (51). Namun sudah sekitar 2 tahun ini mas Gono (nama panggilan Giyono) mengalami sakit stroke. Hal ini sangat berat bagi mbah Saminem untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Apalagi kini mbah Saminem juga harus merawat anaknya yang hanya mampu duduk dan berbaring. Untuk membantu meringankan beban mbah Saminem #SedekahRombongan  menyampaikan bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari – hari. Atas bantuan yang disampaikan, mbah Saminem dan mas Gono mengucapkan terima kasih seraya berdoa semoga para sedekaholics dan kurir #SedekahRombongan selalu ditambah nikmat dan rizkinya, diberikan kesehatan dan dilapangkan segala urusannya. Aamiin

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000-
Tanggal Penyerahan : 8 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry via Samsudin

Bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari - hari

Bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari – hari

———

RUSJIAH (78,Santunan) warga RT 01/05 Ds. Kalimaro Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah. Mbah Rusjiah janda dari Bapak Karno (Alm). Ia sudah menjanda 22 tahun. Mbah Rusjiah saat ini bekerja sebagai buruh tani yaitu beburuh bercocok tanam dan membantu tetangga panen dengan harapan mendapat upah atau bagian hasil panen. Selain itu mbah Rusjiah juga sering mengerjakan pekerjaan rumah para tetangga untuk mendapatkan upah. Dengan usianya sekarang ini, hal itu sangatlah berat. Saat ini mbah Rusjiah tinggal di rumah kecil dari kayu, dinding papan bagian depan dan dinding anyaman bambu atau gedek pada bagian belakang. Mbah Rusjiah saat ini tinggal bersama cucu perempuannya yang bernama yanti (25) yang juga sebagai buruh tani. Untuk meringankan beban hidup mbah Rusjiah, #SedekahRombongan menyampaikan bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari – hari. Atas bantuan yang disampaikan ini, mbah Rusjiah mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga sedekaholics semakin bertambah rizkinya. Aamiin

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000-
Tanggal Penyerahan : 8 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry via Samsudin

Bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari - hari

Bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari – hari

———-

PARMI (97, Santunan ) warga RT 03/04 Ds. Kalimaro Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah. Mbah Parmi janda dari bapak Dasimin (Alm). Mbah Parmi sudah menjanda sekitar 31 tahun. Mbah Parmi saat ini menghabiskan hari – harinya dengan berbaring dan duduk saja. Diusia yang sangat tua mbah Parmi sering terganggu kesehatannya. Bahkan apabila ingin bangkit dari tidur atau dari duduk harus ada yang membantu. Mbah Parmi hidup serumah dengan anaknya yang bernama Muryati (53). Kebutuhan hidup dan segala sesuatunya ditopang oleh Ibu Muryati. Sedangkan Ibu Muryati sendiri hanya mengandalkan pendapatannya sebagai buruh tani dan sesekali dibantu oleh anaknya yang bekerja di Semarang.  Mbah Parmi dan Ibu Muryati kini menempati rumah ukuran 5×9 yang terbuat dari kayu dan dinding papan penuh kesederhanaan. Untuk meringankan beban Mbah Parmi, #SedekahRombongan  menyampaikan bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari – hari. Atas bantuan yang disampaikan mbah Parmi dan Ibu Muryati sangat berterima kasih dan berdoa semoga sedekaholich selalu dilimpahkan rizkinya dan dijaga keikhlasannya. Amiin

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000-
Tanggal Penyerahan : 8 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry via Samsudin

Bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari - hari

Bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari – hari

———

TPA UZWATUN KHASANAH  ( Santunan ) berada di Dsn Cabean Kulon Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Jawa Tengah. TPA ini didirikan tahun 1992 dengan dana swadaya masyarakat. TPA ini dibagi dalam 3 kelas. Jumlah total santri 90 anak, 49 santri putra  dan 31 santri putri 31. TPA ini dimanfaatkan oleh dua dusun. Sebagian santri ada yang yatim dan dhuafa. Di TPA ini diajarkan bacaan Iqro, bacaan Al-quran ( Tahsin dan Tahfidz ) yang disesuaikan dengan pengelompokan kelas berdasarkan usia. Untuk membantu para santri dalam belajar dan untuk menumbuhkan semangat belajar para santri, tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) menyampaikan bantuan berupa 30 sarung untuk alat praktek sholat dan sekaligus di hadiahkan kepada santri yang masuk berhak menerima santunan. Penyampaian bantuan ini diterima langsung oleh kepala pengasuh TPA bpk Ustadz Muhmmad Amirudin. Atas bantuan ini segenap pengasuh dan pendidik TPA Uzwatun Khasanah mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga para donatur dan kurir  #SedekahRombongan agar selalu diberi kesehatan, dilimpahkan rizkinya, dimudahkan segala urusan dan dijaga keikhlasannya.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 990.000-
Tanggal Penyerahan : 06 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry via Samsudin

Bantuan berupa 30 sarung untuk alat praktek sholat

Bantuan berupa 30 sarung untuk alat praktek sholat

———-

TPA AL-KAAFI ( Bantuan, Pendidikan ) atau Taman Pendidikan Al-quran berada di Dsn. Gudang Sakti Ds. Sruwen Kec. Tengaran Kab. Semarang Jawa Tengah. TPA ini berdiri sejak tahun 2004 dan hingga sekarang belum memiliki gedung sendiri. Kegiatan belajar pendidikan dilaksanakan dirumah Bpk Habib Romadlon yang terbagi dalam 3 ruang kelas.  TPA Al-Kaafi memiliki 90 santri terdiri dari 51 santri putra  51 dan 39 santri putri. Sebagian santri adalah yatim dan dhuafa. Pengasuh sekaligus pengelola TPA ini adalah bapak Habib Romadlon dan istrinya Ibu Umi Nasiroh (Al-khafid). Dalam proses pendidikan dibagi dalam 3 kelas belajar berdasar usia dan kemampuan membaca Al-quran, dengan berbagai materi yang diajarkan seperti metode Iqro, bacaan dan hafalan Al-quran ( Tahsin dan tahfidz ) selain Bpk Habib Romadlon, Ibu Umi Nasiroh , pengajar disini juga dibantu mahasiswi dari STAIN Salatiga Jawa Tengah, yang mana para mahasiswi ini dengan suka rela menjadi pengajar tanpa dibayar.  Tim POPIMAS#SR(Pondok Pesantren Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) menyampaikan bantuan berupa 35 sarung untuk praktek belajar sholat sekaligus di hadiahkan  kepada santri TPA Al-kaafi yang masuk dalam kategori ber hak menerima bantuan. Penyerahan diterima langsung oleh Bpk Habib Romadlon dan ibu Umi Nasiroh (Al khafidz). Atas bantuan yang disampaikan pengasuh mengucapkan terima kasih dan berdoa semoga sedekaholics diberi kelancaran rizki dan dilapangkan segala urusan. Pengasuh juga berharap semoga #SR (#SedekahRombongan) bisa membantu pembangunan gedung TPA.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.155.000-
Tanggal Penyerahan : 10 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry via Samsudin

Bantuan berupa 35 sarung untuk praktek belajar sholat

Bantuan berupa 35 sarung untuk praktek belajar sholat

———-

WARTO ( 71,Santunan  )  warga RT 01/05 Ds. Kalimaro Kec. Kedungjati Kab. Grobogan Jawa Tengah. Sebagai buruh tani adalah pekerjaan  mereka. Pada awalnya walau hanya sebagai buruh tani, hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari mereka.
Namun sejak satu setengah tahun ini bapak Warto mulai sakit – sakitan, dada terasa sesak dan sekujur tubuh terasa gemetar saat beraktifitas. Sehingga praktis saat ini Ibu Sumiarti ( Istri pak Warto ) harus bekerja  mencari nafkah sendirian. Kondisi ini sangatlah berat bagi seorang wanita seusia beliau. Apalagi saat ini lek Sumi (panggilan bu Sumiarti ) juga harus menghidupi cucunya yang bernama Fajar (15) yang saat ini menderita sakit kanker dibagian leher. Lek Sumi dan lek Warto (nama panggilan bapak Warto) saat ini tinggal di rumah kayu, berdinding papan dan berlantai tanah. Untuk meringankan beban lek Sumi dan lek Warto #SR (#SedekahRombongan) menyampaikan bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari – hari. Atas bantuan yang disampaikan lek Sumi dan lek Warto sangat berterima kasih dan berdoa semoga orang – orang yang ada di #SedekahRombongan panjang umur, banyak rizki bisa membantu makin banyak orang yang membutuhkan. Dan juga berharap agar #SedekahRombongan bisa membantu pengobatan cucunya.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 600.000-
Tanggal Penyerahan : 8 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry via Samsudin

Bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari - hari

Bantuan berupa sembako, selimut dan kebutuhan sehari – hari

———

YAYASAN YATIM PIATU AL MAA’UUN  ( Sepeda ) , beralamat di Tegalayang, Catur Harjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta, berdiri sejak tahun 2010. Di panti ini keseluruhan ada 52 anak asuh yang terdiri dari  TK : 1 ,SD: 28, SMP : 10 , SMA/K : 10 ,PT : 3 Santri .  Berdiri tahun 2010, diresmikan dengan Akta Notaris tanggal 19 April 2010. Bangunan dan tanah Pondok Pesantren dan Panti Asuhan merupakan waqaf dari KH Umar dan H. Imam Sibaweh. Perintis utamanya adalah H. Saimin HS, BA.  Pada awal berdirinya Pondok Pesantren dan Panti Asuhan hanya memiliki 3 orang santri tetap. Sampai pada saat ini (Oktober 2014) sudah memiliki 52 santri tetap.  Untuk membantu kebutuhan anak asuh Panti ,  tim POPIMAS #SR  ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) memberikan bantuan sebesar Rp. 6.685.000 yang diwujudkan dalam bentuk sepeda senilai Rp. 5.035.000 , dan 30 buah baju senilai Rp 1.650.000 .  Semoga bantuan yang kami salurkan bisa lebih bermanfaat bagi anak – anak asuh di Panti  ini

Jumlah Bantuan Total : Rp. 6.685.000-
Tanggal Penyerahan : 10 Oktober  2015
Kurir :  @Kissherry @andika_taufiq

Bantuan sepeda dan baju

Bantuan sepeda dan baju

———

PONDOK PESANTREN AL FITROH   ( Sepeda ) , beralamat di Jejeran Wonokromo, Pleret, Bantul Yogyakarta.Berdiri sejak tahun 1972. Saat ini jumlah santri yang mondok disana ada 300 orang ( 120 putra dan 160 putri ), dengan pendidikan beragam , dari SD samap Mahasiswa. Penghuni pondok ini berasal dari beberapa daerah seperti bantul, gunung kidul, magelang .Dengan Jumlah pengurus 35 orang, pondok ini mengembangkan pendidikan pada semua lapisan masyarakat, mendorong terciptanya masyarakat berjiwa santri sehingga terwujud kondusivitas agamis, menyetarakan pendidikan non formal dengan pendidikan formal dengan tidak mengurangi kebebasan pembelajaran dlm pesantren, dan menciptakan generasi bertaqwa, berpendidikan, dan berketrampilan. Dari jumlah ini, pondok membutuhkan alat transportasi berupa sepeda, untuk itu tim POPIMAS #SR  ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ), memberikan bantuan 3 unit sepeda senilai Rp. 1.680.000. Semoga bermanfaat.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 1.680.000-
Tanggal Penyerahan : 4 Agustus  2015
Kurir :  @Kissherry @nugie_Vqz

Bantuan sepeda untuk santri

Bantuan sepeda untuk santri

———

LINDUAJI (9 ,Sepeda) putra dari Ibu Legiyem yang tinggal di Kweni Rt 03, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Ibu Legiyem bekerja sebagai buruh tani perkebunan di kampungnya. Sedangkan suaminya Bapak Agus Ristanto sudah meninggal sejak dik Aji kecil. Dik Aji saat ini masih bersekolah kelas 3 SD. Namun untuk berangkat ke sekolah masih jalan kaki sedangkan jarak antara rumah dan sekolahnya agak jauh. tim POPIMAS #SR  ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) memberikan bantuan sepeda untuk dik Aji agar lebih bersemangat lagi menjalankan rutinitasnya bersekolah. Semoga dengan ini gairah belajar juga semakin meningkat.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 580.000-
Tanggal Penyerahan : 7 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry @dika_taufiq @arizafuadi

Bantuan sepeda untuk linduaji

Bantuan sepeda untuk linduaji

———-

SALMA IZILDA (14 ,Sepeda) anak dari Bp. Iwan dan Ibu Pawestri Sulistiyaningsih. Keluarga ini tinggal di Kweni Rt 03, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Bp. Iwan dan Ibu Pawestri ini bekerja sebagai Buruh harian.. Dik Salma saat ini masih bersekolah kelas 2 SMP. Namun untuk berangkat ke sekolah masih jalan kaki sedangkan jarak antara rumah dan sekolahnya agak jauh. tim POPIMAS #SR  ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) memberikan bantuan sepeda untuk dik Salma agar lebih bersemangat lagi menjalankan rutinitasnya bersekolah. Semoga dengan ini gairah belajar juga semakin meningkat.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 580.000-
Tanggal Penyerahan : 7 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry @dika_taufiq @arizafuadi

Bantuan sepeda untuk salma

Bantuan sepeda untuk salma

———-

GERAKAN IKHWA WIJAYA ( Sepeda ) yang berada di Ceper Klaten Jawa Tengah, pada awalnya hanya sebuah gerakan peduli anak yatim dan piatu, dari mengangkat satu dua orang anak untuk dijadikan anak asuh akhirnya sekarang berkembang menjadi 20 anak. Gerakan ini di koordinir oleh bp. Heri Wijayanto. Dan setiap 35 hari sekali seluruh anak – anak ini dikumpulkan di rumah bp. Heri untuk saling bertemu dengan anak asuh yang lain. Kegiatan ini juga sekaligus untuk khotmil Qur’an. Anak – anak ini memang tidak tinggal di rumah bp. Heri, tetapi tetapi di rumah masing – masing. Dari sekian anak asuh, terdapat 8 anak yang membutuhkan sepeda untuk sarana ke sekolah. Untuk itu  tim POPIMAS #SR  ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) memberikan bantuan 8 unit sepeda senilai Rp. 4.280.000 , semoga dengan sepeda ini bisa meringankan beban orang tua asuh dan juga menambah semangat belajar.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 4.280.000-
Tanggal Penyerahan : 10 Nopember  2015
Kurir :  @Kissherry @dika_taufiq

Bantuan sepeda

Bantuan sepeda

———–

FARUK  DAN FARIZ ( Sepeda ) putra dari bapak Yunanto yang tinggal di dusun Jangkang Widodomartani Ngempak Sleman Yogyakarta. Merupakan dua kakak beradik yang tidak pernah mengeluhkan keadaan mereka kepada orang tuanya. Keduanya merupakan santri tahfidz Qur’an. Sudah lama mereka mendambakan sepeda seperti hal nya anak – anak yang lain, dan Alhamdulillah doa dan keinginan mereka terwujud atas ridlo Allah, melalui tim POPIMAS #SR  ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #Sedekahrombongan ) mereka mendapatkan dua sepeda baru senilai Rp. 1.040.000.

Jumlah Bantuan Total : Rp.1.040.000-
Tanggal Penyerahan : 5 Januari  2015
Kurir :  @Kissherry @dika_taufiq

Bantuan sepeda

Bantuan sepeda

———–

RUMAH TAHFIDZ AL AIMAN  yang beralamat di dusun Ngajeg Tirtomartani Kalasan Sleman Yogyakarta, mengadakan Gerakan mencetak caon Da’i Al qur’an dengan menggeber kegiatan bernama GERAKAN INDONESIA MENGAJI ( GIM ). Dari gerakan ini diyakini sebagai solusi mencetak kader da’i Al Qur’an yang berkualitas dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan ketepatan beajar Al qur’an sehingga terasa lebih mudah dan menyenangkan. Untuk mewujudkan visi ini, Al Aiman segera melakukan launching program ini pada tangga 22 Maret di Auditorium Fisip UPN Yogyakarta. Dengan launching ini diharapkan bisa segera menjaring relawan atau calon da’i yang akan di bina terlebih dahulu melalui program Tahsin , Tartil dan kelas lanjutan yaitu Tahfidz. Melalui penjaringan ini diharapkan bisa mencetak dai Qur’an yang akan di kirim ke seluruh lapisan masyarakat untuk mengajar Al Qur’an. Untuk kegiatan Launching program GIM, Tim Popimas #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid ) memberikan dukungan dengan ikut memberikan donasi bagi acara tersebut sebesar Rp. 2000.000

Jumlah Bantuan Total : Rp. 2.000.000-
Tanggal Penyerahan : 9 Maret  2015
Kurir :  @Kissherry

Bantuan sepeda

Bantuan sepeda

———-

Pujiati ( 48 tahun, Bantuan Tunai ), ds. Sendang ijo, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah.  Ibu satu anak ini membutuhkan bantuan untuk melengkapi kebutuhan hidup mereka, saat ini suaminya bekerja di Jakarta, namun belum tentu sebulan sekali pulang, bekerja  sebagai kuli bangunan. Sehingga belum tentu setiap saat mengirimkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Bu Pujiati ini terkadang membantu untuk mencucikan baju tetangga, membantu bersih – bersih rumah tetangga, membantu masak saat ada hajatan tetangga. Sehingga dari sini, beliau bisa mencukupi kebutuhan untuk sekedar makan. Bantuan tunai untuk meringankan beban beliau, tambahan pembelian rice cooker dan beras, semoga menjadikan peningkatan gizi bagi anaknya bu Pujiati tersebut.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Yuliantonuzul

Bantuan untuk pembelian rice cooker dan beras

Bantuan untuk pembelian rice cooker dan beras

———–

Larmi ( 63 Tahun, DB ), Ds. Jendi 03/2, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau sedang dalam tahap penyembuhan setelah mengalami gejala sakit demam berdarah. Karena musim hujan yang cukup tinggi, dan area yang mungkin kurang sehat lingkungannya, sehingga mudah tersebar wabah penyakit demam berdarah ini. Alhamdulillah, ibu ini segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sehingga nyawa beliau bisa tertolong. Bantuan ini untuk meringankan beban beliau saat ini. Karena beliau dalam hidupnya memang kurang mampu, sehingga bisa memberikan keringanan. Mudah – mudahan bermanfaat. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Ibu Larmi menderita DB

Ibu Larmi menderita DB

———

Yati Binti Abd Subandi ( 65 Tahun, Peradangan Usus ), ds. Ngaglik RT04/3, Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu ini selesai mendapatkan perawatan terkait dengan sakit peradangan usus yang di deritanya. Hidupnya miskin, dan membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari. Kesehariannya, ibu ini sebagai pemecah batu kricak yang ada di sungai/kali, kemudian di jual jika ada orang yang membutuhkan/membeli. Sehingga dari hasil yang dia terima pun tidak begitu banyak untuk kebutuhan hidupnya. Asal bisa makan saja sudah bersyukur sekali. Semoga, bantuan ini meringankan beban beliau saat ini dan segera mendapatkan kesembuhan. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Ibu yati menderita Peradangan Usus

Ibu yati menderita Peradangan Usus

———-

Tarni ( 68 tahun, Gejala Jantung ), ds Ngaglik, Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau kondisinya terkadang saat gejala jantungnya kambuh maka melemah, dan dada terasa sakit dibilangnya. Keringat keluar dan di jemari tangan keluar keringat dingin. Nafas agak sesak dan sulit untuk bernafas, hal ini sering terjadi karena ketika beliau merasa sangat kelelahan. Dan beliau kemudian membeli obat di warung saja. Hal ini dikarenakan kondisi hidupnya yang kurang mampu, sehingga untuk pengobatannya pun cukup sulit mendapatkan biaya. Untuk kebutuhan makan saja cukup sulit, semoga bantuan ini bisa meringankan beban beliau saat ini. Aamiin.

Bantuan : Rp.  1.000.000,-
Tanggal : 24 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Ibu Tarni menderita Gejala Jantung

Ibu Tarni menderita Gejala Jantung

———

SUGENG PANGESTU ,  (6 Tahun, kelainan syaraf). Alamat : Jl. Wungu RT : 03/11 Gumilir, Cilacap Utara, Jawa Tengah. Sugeng biasa ia dipanggil, diusia yang hampir menginjak 6 Tahun seharusnya ia sudah bisa ikut bermain bersama teman2 sebaya nya, tapi karena kondisinya yg belum bisa berjalan sampai saat ini ia hanya bisa bermain dipangkuan ibunya (Rianti, 37). Kondisi kesehatan Sugeng bermula ketika ia berusia 15 Bulan, waktu itu ia mengalami demam dan setelah itu koma selama 10 hari. Ibu Rianti dan ayah nya (Sukarwan, 38) membawa Sugeng ke RSUD Cilacap untuk mendapat perawatan. Sejak saat itu kondisi Sugeng selalu mengalami kejang2 pada waktu malam hari dan susah untuk BAB, Dan kejadian tersebut berlangsung sampai sekarang yg usianya hampir menginjak 6 Tahun. Sugeng adalah anak bungsu dari keluarga Bp. Sukarwan dan Ibu Rianti, kakak Sugeng saat ini masih sekolah kelas 3 SMP di Cilacap. Adapun tulang punggung keluarga adalah dari Bp. Sukarwan sendiri sebagai pekerja bangunan, yang bekerja kalau ada proyek untuk dikerjakan. Saat ini untuk berobat Sugeng hanya mengandalkan kartu jamkesmasnya. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga Sugeng bisa segera dirujuk ke Rumah Sakit yang bisa menunjang untuk mengobati penyakit yang dialami Sugeng, sehingga ia bisa segera sekolah dan beraktifitas bersama anak sebayanya.

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 10 Maret 2015
Kurir : @arfanesia via @dhaka712

sugeng menderita kelainan syaraf

sugeng menderita kelainan syaraf

———–

RUMAH SINGGAH SEDEKAH ROMBONGAN SOLO (Jalan Duku No. 1 Gang 4, Jajar, Laweyan, Solo, 57144, Barat Rumah Sakit paru-paru Solo/kantor Samsat Solo) 0852-2860-2960. Rumah yang akrab disebut sebagai RSSR oleh para kurir #SedekahRombongan ini merupakan rumah yang digunakan untuk singgah bagi para pasien dampingan #SedekahRombongan baik yang berasal dari Solo maupun dari luar kota Solo. Semakin hari semakin bertambahnya pasien yang di dampingi dan menginap di rumah singgah,  kebutuhan rumah singahpun meningkat. Kebutuhan RSSR bulan Februari Makan pasien : Rp848.500,- Akomodasi pasien (taksi) : Rp102.000,- Obat pasien: Rp261.500,-Pakaian pasien : Rp142.000,- Ganti asbes+tukang : Rp147.000,-Tinta printer : Rp43.000,- biaya  listrik RSSR : Rp182.789, Peralatan mandi pasien : Rp720.000,- Stiker sabun+2 box kartu nama : Rp185.000,- Total : Rp2.631.789, #SedekahRombongan Solo kembali  Kami berharap agar pasien merasa nyaman dan dapat segera sembuh dari penyakitnya. Ucap syukur kami atas sedekah dari #sedekahholic semua semoga Allah selalu memberkahi kita. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 2.631.789,-
kurir : @lastiko via @cicicinta , @eli_annna
Tanggal : 8 Februari 2015

Bantuan operasional untuk RSSR Solo

Bantuan operasional untuk RSSR Solo

———–

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Pasien Jumlah Bantuan
1 Kelik                      4,025,000
2 Ayu                          750,000
3 Pieter                          750,000
4 Sarno                      1,000,000
5 Yayang                      1,000,000
6 Suprihatin                      1,000,000
7 Redjo                      1,000,000
8 Mesiran                      1,500,000
9 Nimas                      1,000,000
10 Amilia                          750,000
11 Winarsih                      2,250,000
12 Surati                      1,000,000
13 Dwi                      1,000,000
14 Nunik                      4,589,400
15 Danuri                      2,637,000
16 Sitam                          750,000
17 Poniyem                      1,000,000
18 Tarsiyem                          500,000
19 Sadiyem                      2,300,000
20 Surati                      1,000,000
21 Darmanto                      1,500,000
22 Darsini                          850,000
23 Rahayuningsih                    15,800,000
24 Ardian                          580,000
25 Eko Ratih                      8,500,000
26 Ponirah                          828,000
27 Sujirah                      7,000,000
28 Rahmansyah                          500,000
29 Sugiman                          500,000
30 Rahmatika                          500,000
31 RSSR Bandung                      2,500,000
32 Suliyah                          500,000
33 Sudjono                          500,000
34 Diky                          500,000
35 Sulastri                          750,000
36 Slamet                          500,000
37 Nrimo                      1,000,000
38 PANTI ASUHAN SUTAWIJAYA                      3,000,000
39 Saminem                          600,000
40 Rusijah                          600,000
41 Parmi                          600,000
42 TPA UZWATUN KHASANAH                          990,000
43 TPA AL-KAAFI                      1,155,000
44 Warto                          600,000
45 YAYASAN YATIM PIATU AL MAA’UUN                      6,685,000
46 PONDOK PESANTREN AL FITROH                      1,680,000
47 Linduaji                          580,000
48 Salma                          580,000
49 GERAKAN IKHWA WIJAYA                      4,280,000
50 Faruk dan Fariz                      1,040,000
51 RUMAH TAHFIDZ AL AIMAN                      2,000,000
52 Pujiati                          500,000
53 Larmi                      1,000,000
54 Yati                      1,000,000
55 Tarni                      1,000,000
56 Sugeng                          500,000
57 RSSR Solo                      2,631,789
Total                  103,631,189

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 103,631,189,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 679 ROMBONGAN

Rp. 24,465,031,322,-