RSSR JAKARTA, atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta. #SedekahRombongan Area Jakarta terletak di sekitar RSCM Jakarta tepatnya di Jl. Inspeksi Kali Ciliwung, fungsinya sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah bagi para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSCM yang berasal dari daerah luar DKI Jakarta. Seperti Ibukota atau Kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogja, Bandung, Malang dan kota lainnya. Di Jakarta khususnya dekat wilayah RUSPN RSCM kita mengontrak dua rumah untuk pasien rawat jalan, tentunya mereka menjadi perhatian kita sehari-harinya. Berkaitan dengan operasional makan dan kebutuhan sehari-harinya dengan menyediakan beras, sembako dan kebutuhan alat mandi serta air dan listriknya untuk 2 rumah singgah tersebut yang setiap bulan kita siapkan untuk mereka yang sedang berjuang berobat untuk kesembuhannya. Bantuan ini disampaikan untuk keperluan Logistik dan Operasional bulan Maret 2015.

Jumlah Bantuan Untuk RSSR 1 & 2 : Rp. 10.000.000,-
Tanggal: 28 Februari 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan operasional RSSR Jakarta

Bantuan operasional RSSR Jakarta

BAYI NY.ANGGRAINI BINTI ARDIANSYAH (3 hari, Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) & Asfiksia Neonatorum). Alamat: Simpang kapuk RT 05 kel. Lebak Bandung Kota Jambi. Putri Bpk. Ardiansyah dan Ibu Anggraini ini terlahir kurang bulan (prematur) dengan berat badan lahir sangat rendah, yaitu 650 gram. Saat dilahirkan di Puskesmas Putri Ayu ia tidak langsung menangis,  sehingga segera dibawa ke RS Abdul Manap Kota Jambi untuk ditangani lebih lanjut. Dokter di RS Abdul Manap mengatakan bayi ibu Anggraini ini  mengalami  Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) karena berat badan lahirnya kurang dari 1000 gram. Ia juga gagal bernafas secara spontan dan teratur yang dalam istilah medis disebut Asfiksia Neonatorum. Untuk membantu pernafasannya diperlukan alat bantu nafas C-pap. Bayi Ny. Anggraini segera dirujuk ke RS Bratanata karena c-pap di RS abdul Manap penuh. Di RS Bratanata ia  ditangani dengan pembayaran umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Jaminan kesehatan BPJS yang ada sudah tidak berlaku karena keluarga tidak mampu membayar iuran.  Karena tidak sanggup membayar biaya C-pap sebesar Rp.2.500.000,- perhari, Pak Ardianysah membawa bayinya ke RS Abdul Manap lagi, meskipun harus mengantri. Pak Ardiansyah bekerja sebagai supir angkot. Penghasilannya hanya cukup hari-hari untuk keempat anaknya. Alhamdulillah akhirnya bayi Ny. Anggraini dapat dirawat di ruang Perinatologi RS Abdul Manap dengan jaminan kesehatan SKTM. #SedekahRombongan dipertemukan Allah dengan keluarga pak Ardiansyah sehingga santunan untuk membeli obat-obatan yang tidak ditanggung oleh jaminan dan kemungkinan adanya selisih bayar dalam masa perawatan dapat disampaikan. Semoga Allah memberi kekuatan pada bayi ini. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1. 500.000,-
Tanggal : 23 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @shintatantri @hapsarigendhis

Bayi ny.anggraini mengalami BBLR

Bayi ny.anggraini mengalami BBLR

——-

SANIA PUJI RIANI (7, Jantung Bocor). Alamat: Nayu Barat, RT.05/RW.13, Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Sania, biasa ia dipanggil. Sejak lahir mengalami kelainan organ dalam, yaitu jantung bocor. Namun hal itu baru diketahui beberapa tahun terakhir ini. Awalnya, Bapak Bambang Sumedi (31) dan Ibu Dwi Wulandari (25) memeriksakan kondisi Sania ke puskesmas terdekat. Dari Puskesmas dirujuk ke RSDM Moewardi Surakarta. Setelah beberapa kali pemerikasaan. Akhirnya pihak RS merujuk Sania ke RSCM. Tim kurir #SR sendiri mendapat informasi terkait kondisi Sania melalui PMI Surakarta. Setelah melakukan koordinasi, kurir #SR langsung survei. Ketika itu, kami dapati bahwa keluarga Bapak Bambanh tinggal dalam rumah seukuran 2x4m. Berdampingan dengan rumah neneknya. Selama ini Bapak bambang bekerja dengan penghasilan tidak menentu. Rata-rata 20.000 s.d 35.000 rupiah per hari. Adapun Ibu Dwi, ia bekerja sebagai juru masak di warung milik tetangga dengan penghasilan +/- 25.000 rupiah per hari. Pada bulan agustus 2014 lalu, tim kurir #SR telah memberikan santunan pertama sebesar Rp.500.000,-. Santunan itu diberikan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di jakarta. Namun, karena masih harus bolak-balik Solo-Jakarta dan mengingat kondisi keluarga Bapak Bambang. #Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi pulang ke Solo setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 670. Alhamdulillah operasi pembuluh darahnya sudah dilakukan dan sukses. untuk operasi besar pada jantungnya, InsyaAllah akan dilakukan tiga bulan mendatang. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000-
Tanggal : 25 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis

Sania mengalami Jantung Bocor

Sania mengalami Jantung Bocor

——–

PULUNG BIN SARKAYA, (61, Penyakit Tumor Lidah), Alamat : kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Suami dari Ibu Sawnah ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya. Mereka dikarunia 3 anak. Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu, di bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Ia sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung Banten namun kondisinya belum mengalami perbaikan sehingga ia dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya walau ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain itu ada kendala biaya untuk biaya sehari-hari dan tempat tinggal. Selama berobat di RSCM, pak Pulung dan istrinya tinggal di rumah singgah #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, dengan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya menebus obat setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 671. Kondisi bapak Pulung kembali turun dan dirawat intensif di gedung A lantai 5 RSCM, Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kesembuhannya;

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pak Pulung menderita Penyakit Tumor Lidah

Pak Pulung menderita Penyakit Tumor Lidah

——-

YENI NURVITA (23, Patah Tulang Belakang).  Alamat:  Dusun Gunung Kacangan RT.1/16 Sumberwungu, Tepus Kab. Gunung Kidul, D.I.Yogyakarta. Istri dari Endra Riawan (27) yang bekerja sebagai pegawai jasa fotocopy di Kotagede Yogyakarta ini mengalami kelumpuhan sejak 2 tahun lalu, tepatnya setelah 2 bulan mereka menikah, yaitu pada tanggal 4 Agustus 2012. Mbak Yeni tertimpa pagar gudang tempat ia bekerja dan mengakibatkan patah tulang belakangnya, Yeni pernah dioperasi di RS Ortopedi Dr.Soeharso Solo dan menghabiskan biaya yang sangat besar. Berselang beberapa bulan setelah operasinya itu ternyata ada luka di tubuh bagian belakangnya dan sempat diperiksakan di rumah sakit Mumtazam Wonosari Jogjakarta. Karena keterbatasan dana untuk melanjutkan perobatannya lalu mencoba beralih ke pengobatan alternatif dan lukanya berhasil sembuh, akan tetapi kondisinya masih lumpuh. Sejak awal RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo menyarankan Yeni untuk rutin terapi satu minggu sekali, tetapi kembali karena keterbatasan dana dan tidak adanya transport maka keluarganya pasrah menghentikan terapinya di Solo. Maklum saja, Orangtua Yeni sudah menghabiskan biaya puluhan juta demi kesembuhan anak sulungnya, dari 1 ekor sapi piaraan mereka hingga perhiasan yang hanya segelintir menempel dibadan mereka serta bantuan dari sanak saudaranya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan keluarga dhuafa ini dan langsung membawa mbak Yeni kontrol ke RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo hingga fisioterapi dan akupuntur rutin di RSUP Harjolukito Jogjakarta.  Terahir Yeni kami bawa ke Pandeglang Banten untuk dibantu alternatif di Ahli Patang Tulang dan kembali bantuan disampaikan untuk biaya-biaya tersebut, Bantuan sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 664.

Jumlah Bantuan : Rp 3.950.000,-
Tanggal: 25 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin

Yeni menderita Patah Tulang Belakang

Yeni menderita Patah Tulang Belakang

——-

YULNIDA (45, Gagal Ginjal Kronik). Alamat: Karees Kulon RT.5/6, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat. Ibu Yulnida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua anaknya dan ibunya yang sudah renta. Pekerjaannya sehari-hari adalah buruh harian lepas untuk menafkahi keluarga.  Beban hidupnya dirasakan semakin berat sejak ia mengalami gagal ginjal kronik 4 tahun yang lalu. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia harus mengatur pola makannya sesuai anjuran dokter dan teratur minum obat. Tidak hanya itu, ia juga harus menjalani hemodialisa 2 kali dalam satu minggu agar kondisi fisiknya tetap stabil. Bu Yulnida berobat menggunakan kartu BPJS PBI Kelas 3. Alhamdulillah, sampai saat ini #SedekahRombongan dapat mendampingi bu Yulnida berobat di RS Hasan Sadikin Bandung. Dari perjalanan penyakitnya, diketahui bahwa pada bulan Juni 2014, Bu Yulnida mendapat tindakan penyedotan untuk mengurangi cairan di bagian perut. Keadaannya sesudah itu ia berangsur membaik. Namun, pada  bulan Agustus 2014, bagian kaki dan tangannya mengalami pembengkakan. Bu Yulnida berobat kembali pada bulan September 2014. Saat ini kondisinya stabil meskipun ada keluhan gatal di badannya. Pada awal bulan Januari 2015 kurir SR mendapat informasi dari Bu Yulnida bahwa ia kerap merasakan denyut jantungnya berdetak cepat dan keras. Tanggal 6 Januari 2015 kurir #SedekahRombongan menemuinya di ruangan Hemodialisa RSHS Bandung dan kembali menyampaikan Santuan Lanjutan. Pada kunjungan terakhir tanggal 26 Februari 2015, Bu Yulnida mengutarakan bahwa tim dokter RSHS menganjurkannya berkonsultasi ke Poli Kulit serta tetap kontrol dan menjalani hemosialisa 2 kali seminggu. Karena itu, #SR kembali menyampaikan Santunan Lanjutan untuk transportasi dan biaya sehari-hari Bu Yulnida. Bantuan sebelum ini administrasinya masuk di Rombongan 659.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ibu Yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik

Ibu Yulnida menderita Gagal Ginjal Kronik

——

MASKINA BIN RIMAN, (42, Operasi Katarak). Alamat: Dusun I, RT.1/1, Desa Ujung Gebang, Kec. Susukan, Kab. Cirebon. Pak Maskina adalah suami dari bu Titi binti Sutrisno yang mengalami sakit pada jantungnya dan sedang dibantu #SedekahRombongan. Saat bersamaan disurvey Kurir #SR pak Maskina pun memohon bantuan untuk biaya pembuatan BPJS agar ia bisa memulai berobat dan berharap sembuh serta dapat bekerja lagi sebagai buruh tani. Selama ini walau pak Maskina hanya berpenghasilan pas-pasan yang hanya cukup untuk makan mereka sehari-hari, sementara masih ada 3 jiwa anak-anaknya yang masih perlu mereka biayai namun ia masih rajin mencari nafkah walau dibatasi oleh kekurangan penglihatannya. #SedekahRombongan merasakan derita pak Maskina sekeluarga, bantuan awalpun disampaikan untuk biaya mengurus BPJS dan Alhamdulillah kabar terakhir pak Maskina sudah dioperasi matanya. #SedekahRombongan akan terus memantau pengobatannya dan semoga pak Maskina lekas sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 25 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @Filovan_

Bantuan operasi katarak untuk maskina

Bantuan operasi katarak untuk maskina

——-

MAMAT BIN SARMITA (58,. Stroke). Alamat: Kampung Mumunggang RT.1/14, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan: Buruh Tani. Pak Mamat tinggal di rumah yang hampir ambruk milik ibunya, Mak Emin (Ibunya sendiri telah lama tinggal dan diurus saudaranya di Kabupaten Cianjur). Pak Mamat menderita stroke sejak 2013 dan dijalaninya dalam kesendirian. Tak ada istri atau anak yang menemaninya setiap saat. Dua kali ia berumah tangga, dua kali juga ia gagal. Anaknya hanya satu dan sudah lama dibawa pindah mantan istrinya ke Cianjur. Dia benar-benar terasing dalam kemiskinan dan penderitaan. Bagaimana tidak menderita? Hampir dua tahun ia teronggok sendirian di kamarnya yang pengap, kecil dan kotor karena sakit stroke. “Ya Rabbi, beri kami kemampuan mendampinginya menuju kesembuhan! Bukakan pintu rezekiMu”. Saat bertemu dengan #SR, jaminan kesehatan yang ia miliki hanya SKTM Kab. Bandung, dan ia belum pernah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis secara maksimal. “Berkali-kali ia didampingi ke Puskesmas dan RSUD tetapi ia tak mau dirawat. Tim medis Puskesmas Ciwidey pernah kita minta bantuannya untuk memeriksa dan merawat Pak Mamat melalui Program Home Visit Pasien Puskesmas, dan berjalan tiga bulan. Karena kurang dukungan keluarga, perawatannya tidak berjalan secara rutin, telaten dan berkelanjutan. Hanya jari-jari tangan kirinya yang sempat membaik. Anggota badan lainnya masih kaku. Selama ia sakit, kebutuhan sehari-hari bergiliran dibantu beberapa warga, termasuk memandikannya. “Tragis!” Kata tetangga Pak Mamat, yaitu Bu Neneng S, yang pertama kali menghubungi Kurir #SedekahRombongan untuk bersama-sama mendampinginya berobat ke rumah sakit. “Betul-betul sengsara Pak Mamat ini. Dia tak punya penghasilan apa-apa dan sakitnya sudah lama,” tambah Bu Neneng. Pada kunjungan terakhir, kondisi Pak Mamat memburuk. Hampir tiga hari tak masuk makanan dan minuman. Kurir SR menawari pihak keluarga untuk membawanya ke IGD RSUD Soreang, tetapi mereka tak bersedia. Mereka seperti pasrah atau bahkan putus asa. Menyaksikan betapa beratnya derita mereka, Sedekaholiks #SR kembali menyampaikan bantuan lanjutan kepada Pak Mamat untuk membeli obat (vitamin) dan biaya sehari-hari, bantuan sebelum ini masuk di Rombongan 649. Pada Sabtu 28 Februari 2015 Pukul 04.00 Pak Mamat akhirnya meninggal dunia di gubuk tua peninggalan orangtuanya. Semoga penyakit dan kemiskinan yang dialaminya menjadi pembersih atas segala dosa Pak Mamat hingga ia bisa menghadap Allah Swt dalam kebaikan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 25 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Alm. Pak mamat menderita stroke

Alm. Pak mamat menderita stroke

——–

MAMAT BIN ADHAM (72 Tahun. Penyakit: Stroke). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bapak Mamat tinggal bersama istri, kedua anak serta cucunya di rumah sangat sederhana dan sempit di daerah perbukitan. Pekerjaan sehari-harinya buruh tani yang sudah ditekuninya sejak usia muda. Istrinya, Anih (59) sehari-hari mengurus rumah tangga dan sesekali membantu Pak Mamat di kebun. Namun sejak 3 tahun yang lalu, Pak Mamat terserang stroke yang mengakibatkan ia tidak dapat bekerja seperti biasa. Pada bulan Januari 2013 Pak Mamat mengalami penurunan kesadaran selama dua hari dan kemudian dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung selama tujuh hari dengan fasilitas JAMKESMAS. Setelah sadar dan kondisinya membaik, ia sempat kontrol selama dua bulan di RSHS Bandung. Dokter kemudian menganjurkan ia berobat rawat jalan ke RSUD Soreang dan atau Puskesmas setempat, agar lebih dekat dan terjangkau. Pada awal sakit, kedua kaki dan tangannya kerap mengalami peregangan dan lemas sehingga aktivitas mencari nafkah untuk keluarga menjadi terganggu. Kini, setelah kontrol secara teratur satu bulan sekali di Puskesmas, ia merasakan perkembangan kesehatan yang cukup baik. Kaki dan tangannya kembali bisa digerakkan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Pak Mamat dan keluarganya yang tabah ini, dan ikut merasakan beratnya penderitaan mereka. Karena ia masih harus kontrol ke Puskesmas yang jaraknya cukup jauh, kembali sedekaholiks #SR menyampaikan Santunan Lanjutan untuk biaya transportasi dan keperluan sehari-hari. Bantuan untuk Pak Mamat sebelum ini tercatat di Rombongan 624.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak mamat menderita stroke

Pak mamat menderita stroke

——–

DIDIN SYAEFUDIN (39, Keropos Tulang Pinggul). Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan: Kuli Bangunan. Tanggungan: 2 orang. Jaminan: BPJS (Dalam proses). Hampir dua tahun Kang Didin tak berdaya. Jangankan untuk menghidupi keluarganya; untuk berjalan pun ia tak mampu, karena tulang/otot punggangnya tak berfungsi. Mungkin karena terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya. Sampai saat ini ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Bapaknya, juga terkena stroke cukup lama. Saat bertemu dengan kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda. Tak henti-hentinya ia juga mengucapkan terima kasih dan doa bagi semua. Berbulan-bulan Didin tak ada di kampungnya. Ia diajak berobat alternatif oleh saudaranya. Akan tetapi, upaya ini juga tak dilanjutkan. Pada pertemuan dengan kurir SR tnggal 22 Februari 2015 Didin menuturkan keinginannya untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit. Karena itu, bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk membayar BPJS, ongkos dan biaya sehari-hari, bantuan sebelum ini masuk di Rombongan 529.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 Februari 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Pak didin menderita Keropos Tulang Pinggul

Pak didin menderita Keropos Tulang Pinggul

———-

ROSID bin LAMRI (65, Gangguan Prostat), Kp. Cikurawet RT 4/5 Desa Pasirmukti, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Oman bekerja sebagai seorang petani kebun salak di daerah tempat tinggalnya. Sejak setahun yang lalu ia diperkirakan menderita gangguan pada prostatnya, namun karena ketiadaan biaya ia hanya berobat dengan obat-obatan kampung dan sekali-kali dengan obat warung sekedar untuk menghilangkan rasa sakitnya. Penyakit Pak Rosid bukannya sembuh malah kian hari kian bertambah parah. Dengan bantuan Kartu Jamkesmas yang ia miliki sejak dua bulan yang lalu ia berobat ke dr Soekarjo Kota Tasikmalaya. Istrinya, Bu Eneng (63) selalu mendampinginya selama ia berobat. Pak Oman yang masih memiliki tanggungan satu orang anak ini dijadwalkan untuk menjalani operasi pada tanggal 24 Desember 2014. Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Pak Rosid menjalani kontrol rutin 2 minggu sekali di bulan Januari 2015 untuk mengobservasi perkembangan kesehatannya pasca menjalani operasi pada bulan Desember 2014. Untuk menunjang keperluan transportasi kontrol rutin 2 minggu sekali Pak Rosid ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya selama bulan Januari 2015, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 658.

Jumlah Bantuan : Rp. 1,000.000,-
Tanggal : 10 Januari 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Pak rosyid menderita Gangguan Prostat

Pak rosyid menderita Gangguan Prostat

——-

NANA SUPRIATNA (37 thn, Patah Tulang Paha), Dusun Karangsari RT.4/5 Desa Kujang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Nana adalah seorang buruh serabutan, anak kandung ibu Pupu Purkonah (49), dan anak tiri dari Bapak Jana Sujana (45). Tanggal 22 Juni 2014 Nana mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan tulang pahanya patah. Ia menjalani operasi pemasangan ven di RSUD Dr. Soekrdjo Kota Tasikmalaya dengan bantuan fasilitas Jamkesmas, setelah mendapatkan rujukan dari RSUD Kabupaten Ciamis. Nana dirawat selama dua minggu di RSUD Dr. Soekardjo, dan setelah itu diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan hasil operasinya. Ia hanya sekali mampu menjalani kontrol ke RSUD Kota Tasikmalaya, karena kesulitan biaya transportasi dari rumahnya yang cukup jauh ia tidak bisa menjalani jadwal kontrol selanjutnya. Sementara itu dari bekas luka operasinya tidak cepat mengering, malah sering mengeluarkan cairan seperti mengalami infeksi. Seorang relawan menginformasikan kesulitan keluarga Nana kepada Kurir #SR. Kami segera menemui keluarga Nana dan sepakat untuk membantu melanjutkan perawatan Nana di RSUD Dr. Soekardjo. Kami sudah 3 kali mengantar jemput Nana untuk menjalani perawatan pasca operasi di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya yang sempat tertunda sejak bulan Ramadhan yang lalu. Saat ini kondisi luka bekas operasinya sudah mulai membaik dan rencanaya dalam beberapa waktu ke depan Nana akan menjalani operasi pembukaan ven yang masih tertanam di pahanya. Nana masih harus menjalani beberapa kali pemeriksaan untuk memantau pertumbuhan tulang dan bekas operasinya, sebelum dokter dapat memutuskan untuk mencabut ven yang masih tertanam di pahanya. Saat ini kondisi luka bekas operasinya masih sering basah dan mengeluarkan cairan, rencananya minggu ini Nana akan menjalani foto rontgen dan konsultasi dengan dokter spesialis orthopedi di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Rabu tanggal 26 Nopember Nana Supriatna kembali menjalani kontrol ke RSUD Kota Tasikmalaya. Ada beberapa jenis obat di luar jaminan yang harus ia konsumsi untuk mempercepat pemulihan luka pasca operasinya, sebelum persiapan operasi pembukaan ven yang rencananya akan dilakukan di RSUD dr. Soekardjo. Hari Jumat tanggal 5 Desember Nana menjalani pemeriksaan rontgen untuk melihat kondisi terakhir perkembangan luka patah tulangnya sebelum dilakukan operasi pembukaan ven. Menurut dokter perkembangannya bagus dan siap untuk dilakukan operasi. Untuk jadwal operasinya pihak RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya akan menghubungi pasien via telpon. Setelah mengalami beberapa kali penundaan rencana operasi, Nana 3 kali menjalani pemeriksaan untuk persiapan operasi di bulan Januari 2015, alhamdulillah akhirnya operasi pencabutan ven yang sudah tertanam di paha Nana Supriatna selama 4 tahun terakhir ini berhasil dilaksanakan tanggal 30 Januari 2015. Nana dan kedua orangtuanya sangat bersyukur dan berharap ia akan segera pulih dan bisa bekerja lagi seperti sedia kala. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi, obat-obatan, dan biaya sehari-hari selama Nana menjalani perawatan sebelum dan pasca operasi, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 648.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 2 Januari 2015, 28 Januari 2015
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Nana menderita Patah Tulang Paha

Nana menderita Patah Tulang Paha

——–

NYANYANG MAULANA (33, susp Bocor Ginjal), Kp Cijuhung RT 1/4 Ds Sukaratu, Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Nyanyang semasa sehatnya bekerja sebagai seorang kuli bangunan. Suami dari Bu Nunung Saripah (26, MRT) yang masih memiliki tanggungan 3 orang ini sejak sekitar empat tahun yang lalu sering sakit-sakitan sehingga kerapa tidak dapat bekerja. Hal ini membuat keadaan ekonomi keluarga ini bertambah sulit, karena Pak Nyanyang adalah satu-satunya tumpuan penghasilan keluarga. Sekitar sebulan yang lalu Pak Nyanyang memeriksakan dirinya ke Puskesmas Sukaratu. Dokter Puskesmas kemudian merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan atas bantuan saudara-saudaranya ia dibawa untuk menjalani pengobatan di sana. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokter memperkirakan Pak Nyanyang menderita bocor ginjal sehingga harus dirawat untuk observasi dan pengobatan lebih lanjut. Pak Nyanyang terpaksa menolak saran dari dokter RSUD karena tidak memiliki biaya dan memilih untuk berobat jalan dan dirawat di rumah. Alhamdulillah atas izin Allah tanggal 15 Desember 2014 Pak Nyanyang dipertemukan dengan Kurir SR yang kemudian segera membuatkan kartu BPJS untuk membantu kelancaran pengobatannya, karena ia belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan. Setelah menunggu selama 7 hari jaminan BPJS-nya aktif, Kami membawa Pak Nyanyang untuk memulai pengobatannya di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan ia pun menjalani rawat inap di sana. Untuk dapat melanjutkan pengobatannya dengan fasilitas BPJS, ia harus mendaftarkan kelima orang anggota keluarganya terlebih dahulu. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk membayar iuran BPJS kelima anggota keluarga Pak Nyanyang, transportasi dan biaya sehari-hari selama Pak Nyanyang menjalani pengobatan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 658.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 19 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Nyangnyang menderita susp Bocor Ginjal

Nyangnyang menderita susp Bocor Ginjal

——–

SITI FATIMAH (2 thn, Celah Bibir dan langit-langit+TB Paru), Kp. Sukasari Desa Rancapaku RT 3/8 Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dik Siti sejak lahir menderita penyakit bibir sumbing. Sejak 5 bulan yang lalu ia disarankan oleh bidan desa untuk segera menjalani operasi bibir sumbing, karena jika giginya sudah tumbuh dikhawatirkan akan lebih menyulitkan. Pak Lili (44) yang bekerja sehari-hari sebagai tukang jualan cimol (sejenis makanan kecil jajanan anak-anak), bukannya tidak ingin segera mengobati anaknya, namun kesulitan ekonomi mengurungkan niatnya, karena mereka tidak memiliki biaya untuk transport dan bekal untuk perawatan di rumah sakit, meskipun memiliki Jamkesmas. Ibu yayah (42) sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga yang disibukkan mengurus kelima orang anak yang menjadi tanggungannya. Rencananya Senin tanggal 2 Desember 2013, mereka akan mulai pengobatan Dik Siti dengan mulai pengurusan dokumen dan rujukan yang diperlukan ke Desa, Kecamatan, Puskesmas,dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. Setelah pengobatan Dik Siti Fatimah sempat tertunda selama hampir 7 bulan karena orang tuanya, Pak Lili da Bu Yayayh ingin mengobati kakaknya terlebih dahulu, Dik Ade Bahtiar yang menderita TB Paru-paru dan susp Meningitis. Setelah Dik Ade Bahtiar menjalani pengobatan TB paru-paru selama 6 bulan dan dinyatakan sembuh, pengobatan bibir sumbing Dik Siti Fatimah kembali dilanjutkan, dengan menjalani serangkaian pemeriksaan awal untuk persiapan operasinya. Tanggal 29 September 2014 Dik Siti masuk Ruangan Rawat Inap RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk menjalani operasi bibir sumbing pada keesokan harinya. MTSR menjemput dan mengantarkan DIk Siti ke RSUD. Alhamdulillah operasi bibir sumbing Dik Siti Aminah berjalan lancar, setelah selama 3 hari menjalani rawat inap pasca operasi, ia diperbolehkan pulang untuk selanjutnya selama seminggu, setiap hari diharuskan untuk melakukan kontrol ke RSUD Dr. Soekardjo. Dik Siti Fatimah sampai saat ini masih menjalani kontrol rutin pasca operasi bibir sumbing seminggu sekali ke RSUD untuk memantau perkembangan hasil operasinya. Ia pun rencananya akan menjalani pengobatan lanjutan untuk penyempurnaan operasi celah bibir dan langit-langitnya di bulan April 2015. Selain itu Dik Siti  juga masih harus menjalani pengobatan rutin untuk mengobati penyakit TB Paru-parunya. Pengobatan TB paru-paru selama 6 bulan yang telah selesai ia lakukan harus diperpanjang selama 2 bulan karena dari hasil rontgen menunjukkan penyakitnya belum sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan Dik Siti Fatimah, yang dipergunakan untuk biaya transportasi, obat-obatan dan biaya sehari-hari selama ia menjalani perawatan di bulan Januari 2015, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 631.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 Januari 2015, 20 Januari 2015
Kurir : @luchakiem via Rahmat Muzakki

Siti menderita Celah Bibir dan langit-langit+TB Paru

Siti menderita Celah Bibir dan langit-langit+TB Paru

——–

YUYUN bin SUKANTA (46, Stroke), Kp.Sukasari RT.2/8, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pekerjaan Guru Ngaji di Madrasah. Ustadz Yuyun, kehidupannya yang serba kurang dari segi ekonomi tak pernah surut untuk berdakwah dalam dunia pendidikan agama di kampungnya, dia sumbangkan tenaga dan ilmu pengetahuan yang dia miliki untuk anak-anak di kampunya agar dapat memahami ilmu agama. Selain pekerjaan rutin mengajar dia juga mencari nafkah sebagai Buruh Tani, karena harus menghidupi 1 istri dan 5 orang anak-anaknya yang masih sekolah. Pada hari Senin, 22 April 2013, Ust. Yuyun terkena stroke dan harus dibawa ke RSUD Tasikmalaya, saat itu keluarganya sedang kebingungan untuk membawanya ke RSUD karena memang mereka tak punya uang. Alhamdulillah, ketika itu Ustadz Yuyun akhirnya dapat dirawat di Rumah Sakit. Saat ini ia sudah kembali ke rumahnya dan melakukan pengobatan rawat jalan di RSUD Tasikmalaya serta menjalani pengobatan refleksi dan teraphy alternatif. Perkembangan kesehatan Ust. Yuyun pasca mengalami stroeke bulan April 2013 sempat membaik. Ia sudah mulai bisa berlatih berjalan dan berbicara walaupun masih belum lancar. Selama ini ia menjalani terapi rutin ke dokter dan pengobatan alternatif. Di bulan Desember 2014 kondisi Ust. Yuyun kembali memburuk, saat ini ia kembali harus terbaring di tempat tidur dan tidak dapat berbicara lagi. Tanggal 12 Januari 2015 keluarga Ust. Yuyun menghubungi #SR mengabarkan kondisi beliau. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan buat Ust. Yuyun untuk membantu kelancaran pengobatannya, setelah sebelumnya masuk di bantuan Rombongan 391.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 13 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem Rahmat Muzakki

Yuyun menderita Stroke

Yuyun menderita Stroke

———-

ABDUL AZIS (19, Kecelakaan lalu-lintas, fraktur cruris dextra/patah tulang betis kanan), Kp Nangoh RT.2/9 Kel Bungursari Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Abdul Azis selepas magrib pada tanggal 1 Desember 2014 mengalami kecelakaan lalu lintas di daerah Ranjeng, tak jauh dari rumahnya. Ia yang naik sepeda motor tertabrak sepeda motor lain yang sedang melaju kencang dari arah berlawanan. Azis sendiri sedang dibonceng oleh temannya, tapi temannya hanya mengalami patah tulang jari tangan dan dapat ditangani di Puskesmas terdekat. Namun Azis sendiri terluka cukup parah, tulang betis kanannya patah, sehingga ia langsung dilarikan ke RSUD dr. Soekardjo. Kami segera membuatkan Jaminan Jamkeskinda ke Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya karena walaupun Azis termasuk keluarga kurang mampu, namun ia luput dari pedataan penerima Jamkesmas maupun Jamkeskinda. Alhamdulillah Jamkeskinda segera dapat dipergunakan untuk erawatan Azis, namun anak Pak Nana (54) yang sehari-hari bekerja sebagai seorang buruh serabutan ini harus membeli ven yang harganya sekitar 15 juta rupiah. Keluarga yang masih memiliki tanggungan 4 orang ini pun kebingungan karena mereka sama sekali tidak memiliki uang, sementara pihak yang menabrak pun tidak dapat membantu karena sama-sama dari keluarga kurang mampu. Setelah mereka mencari bantuan dengan meminjam kesana kemari akhirnya mereka bisa mengumpulkan uang sebesar 3 juta rupiah. Abdul Azis masih menjalani perawatan dan kontrol rutin pasca operasi patah tulang di awal Desember 2014. Bulan Januari 2015 kembali ia membayar kekurangan biaya operasinya yang masih tersisa 10 juta sehingga sekarang tinggal 8 juta lagi. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan dari para sedekaholics #SR yang dipergunakan untuk membantu pengobatan Abdul Azis setelah sebelumnya masuk di Rombongan 648.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Abdul menderita Kecelakaan lalu-lintas, fraktur cruris dextra/patah tulang betis kanan

Abdul menderita Kecelakaan lalu-lintas, fraktur cruris dextra/patah tulang betis kanan

———

SUKIAH binti MUHTAR (69, TB Paru+Jantung Koroner+Darah Tinggi), Kp. Parungpung RT 2/1 Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Janda tua yang masih memiliki tanggungan 2 orang anak ini menderita penyakit komplikasi yang cukup berat. Ia terindikasi menderita penyakit TB paru, kantung koroner, dan darah tinggi. Kondisi ekonomi yang sulit membuat ibu tua ini hanya bisa pasrah dan hanya menjalani hari-harinya di tempat tidur di rumahnya tanpa bisa menjalani pengobatan lebih lanjut. Sekitar sebulan yang lalu dengan berbekal kartu Jamkesmas yang dimikinya Bu Sukiah pernah dirawat selama 3 hari di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, namun belum selesai pengobatannya ia sudah meminta pulang atas keinginan sendiri karena sudah kehabisan bekal. Seorang relawan di daerahnya memberikan informasi mengenai kesulitan Bu Sukiah yang tidak bisa berobat kepada Kurir SR. Pada hari Rabu tanggal 10 Desember 2014 Bu Sukiah segera dibawa ke RSUD dr. Soekardjo untuk menjalani perawatan. Sampai saat ini sudah seminggu Bu Sukiah dirawat dan alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik. Setelah sembilan hari dirawat di RSUD Bu Sukiah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah mulai membaik. MTSR saat itu sedang mengantarkan pasien lain ke RSHS Bandung, sehingga untuk mengantar Bu Sukiah pulang Kami menyewa kendaraan karena kondisi Bu Sukiah belum memungkinkan untuk naik kendaraan umum. Tanggal 17 Januari 2015, Bu Sukiah kembali masuk RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya karena kondisinya memburuk. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kepada Bu Sukiah yang dipergunakan untuk transportasi dari rumahnya di daerah Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya dan untuk biaya sehari-hari selama ia dirawat, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 658.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem via Ujang Nana

Ibu sukiah menderita TB Paru+Jantung Koroner+Darah Tinggi

Ibu sukiah menderita TB Paru+Jantung Koroner+Darah Tinggi

——–

IMAS KARTINI (28 thn, Anemia Hemolitik), Kp. Cigadog RT 4/1 Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Imas, stri dari Pak Diki Permadi (38) seorang tukang jualan cilok (sejenis makanan kecil terbuat dari tepung kanji) ini sudah menjalani proses pengobatan yang cukup panjang, sejak dari Puskesmas, RSUD Kabupaten Tasikmalaya, RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan terakhir dirujuk ke RSHS Bandung. Awalnya tanggal 1 Oktober Bu Imas mengalami sakit keras yang mengakibatkan tubuhnya lemas dan beberapa kali mengalami pingsan. Pak Diki yang memiliki 4 orang anak yang masih kecil-kecil ini, segera membawanya berobat ke Puskesmas terdekat. Semula dokter mendiagnosa Bu Imas hanya menderita penyakit maag dan memberinya obat maag sirup. Tanggal 9 Oktober Bu Imas kembali berobat ke dokter, kali ini menurut dokter ia menderita kolik, hepatitis, dan penyakit lambung, dan ia pun diberi beberapa jenis obat yang harus diminum setiap hari dan diharuskan menjalani rawat jalan untuk memantau perkembangan penyakitnya. Karena perkembangan penyakitnya belum kunjung membaik, tanggal  12 Oktober Bu Imas dirujuk ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya, karena HB-nya menurun drastis, sampai 4,3. Ia kemudian dirawat inap selama 7 hari dan di sana ia diberi terapi pengobatan dengan beberapa jenis obat, infus, kemudian menjalani pemeriksaan rontgen dan tes darah sampai tgl 18 Oktober 2014. Karena kehabisan bekal, Pak Diki membawa Bu Imas pulang paksa untuk menjalani perawatan di rumah, meskipun Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Suspect AIHA. Salah seorang kepala perawat di RSUD Kabupaten Tasikmalaya menyarankan Pak Diki untuk menemui Kurir #SedekahRombongan agar mendapat bantuan untuk melanjutkan pengobatan Bu Imas ke RSHS Bandung. Ketika Kami menemi Bu Imas, di rumahnya, kondisinya sudah sangat lemas sehingga atas ijin keluarganya segera mengevakuasinya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Tanggal 24 Oktober Bu Imas masuk ke IGD RSUD Kota Tasikmalaya, kemudian diberi terapi pengobatan dan alhamdulillah HB-nya naik menjadi 5,9. Selanjutnya Bu Imas dirawat selama 7 hari dan menjalani pengobatan dengan suntikan, infus dan obat-obatan. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, HB-nya naik sampai 7.  Menurut pihak RSUD Dr. Soekardjo, Bu Imas harus mendapatkan transfusi darah jenis WRC (Washed Red Cell) yang pemrosesannya belum bisa dilakukan di PMI Tasikmalaya, sehingga tranfusi darah tidak bisa dilakukan di Tasikmalaya. Kemudian Bu Imas dirujuk ke RSHS Bandung dengan diagnosa Anemia Hemolitik. Pada tanggal 30 Oktober 2014 pukul 21.30 dengan didampingi oleh dua orang perawat dari RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kami mengantarnya ke RSHS Bandung dengan MTSR untuk selanjutnya ia akan menjalani perawatan di RS tersebut. Pasca menjalani perawatan selama satu minggu di RSHS Bandung, dimana ia menjalani rangkaian pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan sample dari sumsum tulang belakang, dan transfusi WRC golongan darah O+ sebanyak 3 labu, tanggal 5 Nopember 2014 Bu Imas diperbolehkan pulang dengan HB terakhir 9,8. Rabu 12 Nopember Bu Imas dijadwalkan untuk kontrol lagi ke RSHS Bandung. Hari Selasa 25 Nopember 2014 Bu Imas kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani jadwal kontrol. Alhamdulillah kondisinya membaik dan HB-nya terakhir tercatat 12,2. Meskipun demikian ia tetap harus menjalani kontrol 2 minggu mendatang untuk mengobservasi perkembangan kesehatannya. Hari Rabu tanggal 10 Desember 2014 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin dwi mingguan di RSHS Bandung. Sehari sebelumnya dengan MTSR Kami mengantar Bu Imas ke RSSR Bandung. Hasil pemeriksaan terhadap perkembangan kesehatan Bu Imas dinilai tim dokter sangat bagus, HB terakhir adalah 13,2 sehingga kontrol selanjutnya dijadwalkan tidak dwi mingguan lagi tetapi setiap bulan. Tanggal 5 Januari 2015 Bu Imas kembali menjalani kontrol rutin ke RSHS. Kali ini kondisinya kurang bagus, sehingga ia harus tinggal beberapa hari di Rumah Singgah SR untuk menjalani beberapa pemeriksaan dan harus kembali ke RSHS tanggal 19 Januari.  Untuk mendukung pengobatan medis dan menjaga kondisinya selain mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter, Bu Imas juga mengkonsumsi obat-obatan herbal. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi, pembelian obat-obatan dan biaya sehari-hari selama Bu Imas menjalani perawatan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 651.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 5 Januari 2015, 19 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem

Imas menderita Anemia Hemolitik

Imas menderita Anemia Hemolitik

———

SINDI MAULIDA AZAHRA (4 thn, TB Paru-paru), Kampung Nangoh RT 2/9 Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Dik Sindi adalah seorang anak yatim yang belum setahun ditinggalkan ayahnya, Pak Entoy, pasien dampingan #SedekahRombongan yang meninggal dunia karena tumor di kepalanya. Dik Sindi menurut hasil pemeriksaan dokter menderita penyakit TB paru-paru dan jantung bengkak. Ibunya, Bu Usan (23) yang masih memiliki tanggungan 3 orang yang masih kecil-kecil bahkan salah satunya adalah bayi kecil berusia 10 bulan. Bu Usan saat ini hanya menggantungkan hidup kepada bantuan orang tua dan saudara-saudaranya. Sakitnya Dik Sindi semakin memperberat beban keluarga ini, karena keadaan ekonomi keluarga yang sudah terpuruk sepeninggal almarhum ayahnya, kini semakin berat. Namun kasih sayang seorang ibu tidak menyurutkan niat Bu Usan untuk mengobati anaknya. Dengan berbekal kartu jaminan Jamkesmas, ia membawa Dik Sindi ke RSUD Kota Tasikmalaya. Seharusnya Dik Sindi dirawat di RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, namun karena ketiadaan biaya, Dik Sindi hanya dirawat di rumah saja. Mereka tidak mampu untuk memenuhi biaya untuk transportasi dan biaya sehari-hari untuk pengobatan Dik Sindi. Setelah Dik Sindi dirawat selama 4 hari dari tanggal 12 Juli sampai 15 Juli 2014 di RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, ia pun diperbolehkan pulang. Tanggal 22 Agustus 2014 Dik Sindi kembali menjalani kontrol ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk mengobservasi penyakit TB-nya, sekaligus mengambil obat-obatan yang sudah habis untuk melanjutkan teraphy-nya. Tanggal 12 Januari Dik Sindi kembali menjalani pengobatan rutin di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan Dik Sindi yang digunakan untuk transporasi, obat-obatan, dan biaya sehari-hari selama ia menjalani rawat jalan di bulan Januari 2015, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 601.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2014.
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Sindi menderita TB Paru-paru

Sindi menderita TB Paru-paru

———

ABDULLAH ANIS SYUKURILLAH (25). Riwayat penyakit: gangguan depresi. Alamat: Jl.Budi Mulia RT.13/4, Pademangan Barat, DKI Jakarta. Anis adalah pasien yang pernah disantuni #SedekahRombongan sejak tahun 2012. Ia memiliki riwayat gangguan depresi  berat. Gangguan tersebut Anis alami  setelah ibunya meninggal beberapa tahun yang lalu. Sebelum mengalami sakitnya, Anis pernah bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan jasa kurir namun akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut agar ia lebih fokus pada pengobatan.  Anis pernah menjalani rawat inap  dirawat di RSJ Soeharto Heerjan ketika kondisinya akut. Alhamdulillah kondisi kejiwaan Anis sesudah dirawat semakin membaik. Saat ini ia mulai pulih dan sedang menjalani terapi di sebuah panti yang khusus menangani  pasien-pasien dengan gangguan  kejiwaan di daerah Tasikmalaya. Di tempat ini nantinya Anis akan  diberikan berbagai keterampilan dan kerajinan tangan serta belajar bercocoktanam. Bantuan #SedekahRombongan disampaikan kepada Anis untuk membeli peralatan perlengkapan di panti rehabilitasi mental ini.  Semoga kondisi Anis bterus terkontrol. Ia kembali pulih dan serta dapat berkumpul menjalani kehidupan bersama keluarga lagi. Aamiin. Anis telah menjalani pengobatan di beberapa tempat rehabilitasi mental untuk memulihkan keadaannya. Setelah dicoba untuk dibawa ke Solo, Anis dibawa kembali ke Tasikmalaya dan akhirnya kemudian ditempatkan di sebuah Panti Rehabilitasi di Kabupaten  Garut. Bantuan lanjutan disampaikan untuk Anis setelah sebelumnya masuk di Rombongan 663.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 31 Januari 2015
Kurir: @luchakiem @AdeSRTasik

Abdullah menderita gangguan depresi

Abdullah menderita gangguan depresi

———

WAHYU ADAM (30, depresi+feeding problem), Kp. Sukahurip RT 14/5 Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Wahyu yang sehari-harinya bekerja sebagai seorang tukang ojek motor ini didiagnosa mengalami depresi dan feeding problem sehingga kondisi kesehatannya terus menurun karena tidak ada makanan yang masuk ke tubuhnya. Dengan berbekal fasilitas jaminan Jamkesmas, istri Pak Wahyu, Ibu Nurjanah (25), dibantu oleh saudara dan para tetangganya membawa Pak Wahyu ke IGD RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Sudah sekitar dua bulan Pak Wahyu sebagai kepala keluarga tidak bisa mencari nafkah karena penyakitnya ini, sehingga kondisi ekonomi keluarga yang memiliki tanggungan 2 orang ini semakin terpuruk. Bahkan untuk ongkos dan biaya sehari-hari pun mereka kesulitan sehingga hampir saja mereka membawa pulang paksa Pak Wahyu dari rumah sakit sebelum pengobatannya selesai. Alhamdulillah, setelah bertemu dengan Kurir #SR yang memberikan bantuan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga ini, pengobatan Pak Wahyu dapat dilanjutkan. Pak Wahyu sudah 3 minggu dirawat di RSUD dr. Soekardjo, namun kondisinya masih belum membaik. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya operasional dan sehari-hari selama 2 minggu Pak Wahyu menjalani pengobatan di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 658.
Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Januari 2015, 17 Januari 2014.
Kurir : @luchakiem @AdeSRTasik

Wahyu menderita depresi+feeding problem

Wahyu menderita depresi+feeding problem

——-

YAYASAN MENTARI HATI, beralamat di Kompleks Eks Terminal Cilembang, Kelurahan Lingga Jaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Lokasi yang ditempati sekarang adalah lahan tidak produktif bekas terminal bus antar kota yang diberikan ijin oleh Pemkot Tasikmalaya untuk digunakan sebagai tempat yayasan Mentari Hati Tasikmalaya menjalankan kegiatannya. Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya adalah sebuah panti rehabilitasi sosial yang menangani penyandang kelainan jiwa/psikotik khusus dari jalanan. Panti ini sama sekali tidak menerima pasien yang masih memiliki keluarga/kerabat atau yang masih bisa dilacak keberadaan keluarganya, jadi hanya merawat mereka yang benar-benar sudah tidak memiliki keluarga atau kerabat yang bisa menanggung/bertanggung jawab terhadapnya. Saat ini ada sekitar 200-an pasien yang dibina di yayasan sini, semua tidak bisa lagi dilacak asal-usulnya, karena kebanyakan mereka dijaring dari jalanan. Kalaupun kemudian ada pasien yang sembuh, dan bisa dilacak keberadaan keluarganya, yayasan segera mengantarkan pasien tersebut kepada keluarganya, tanpa sedikit pun dimintai biaya selama perawatan. Yayasan ini berdiri atas prakarsa Pak Dadang Heryadi pada tahun 2007 dengan nama awal Yayasan Keris Nangtung, dan pada bulan Mei 2014 atas kesepakatan bersama dirubah menjadi Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya. Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya memiliki visi: Menampung dan memulihkan kondisi pasien gangguan jiwa dan mengembalikan mereka ke lingkungan yang layak; Membesarkan pusat rehablitasi di bawah yayasan yang profesional dan mandiri tidak bergantung pada donasi. Sedangkan misi dari yayasan ini adalah: Memenuhi kebutuhan pasien sehari-hari, mengobati, dan membekali mereka dengan keterampilan wirausaha; Mengelola lahan-lahan produktif di lingkungan pusat rehabilitasi sebagai sumber pangan dan penghasilan. Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya bertujuan Sosial Kemanusiaan untuk: 1. Memanusiakan manusia yang tersisih dan terbuang; 2. Membantu pemerintah dan dinas terkait dalam menangani penyandang kelainan jiwa/Psikotik yang berkeliaran di jalanan; 3. Membantu dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan orang kelainan jiwa/psikotik yang berkeliaran di jalanan. Selama ini Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya dikelola secara swadaya oleh pengurus yayasan dan 10 orang karyawan yang diupah seadanya. Biaya operasional per bulan mencapai 30 juta rupiah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sandang pasien, belum termasuk layanan kesehatan. Pelayanan fisik dan mental masih konvensional tanpa bantuan tenaga ahli medis profesional. #SedekahRombongan merasa terpanggil untuk kembali  ikut membantu kegiatan Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya agar dapat meringankan beban operasionalnya dengan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya kebutuhan pangan pasien-pasien yang dibina di Yayasan ini, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 643.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem

bantuan untuk biaya kebutuhan pangan pasien-pasien

bantuan untuk biaya kebutuhan pangan pasien-pasien

——–

ETI binti SUKARYA (40, CA Mamae), Kampung Cikembang RT 2/1, Desa Wargakerta, Kecamatan. Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bu Eti yang berstatus janda cerai mati dengan tanggungan 3 orang ini sudah bertahun-tahun menderita penyakit yang sangat ditakut kaum perempuan ini. Namun ia menutup rapat-rapat keadaannya ini, sampai-sampai keluarga dan saudara-saudaranya pu banyak yang tidak tahu kalau ia menderita penyakit yang cukup ganas ini. Setelah ia merasa tidak kuat lagi merasakan penyakitnya, karena ia kerap merasakan sakit yang amat sangat sampai sering ia tidak dapat tidur, akhirnya ia berterus terang bahwa ia menderita kanker payudara. Melihat kondisi penyakitnya yang sudah parah, saudara Bu Eti segera menginformasikannya kepa Kepala Desa setempat. Pak Asep Kepala Desa Wargakerta mengontak Kurir #SR untuk meminta bantuan agar #SR dapat membantu pengobatan Bu Eti karena selain seorang janda, Bu Eti berasal dari keluarga yang kurang mampu. Pak Kepala Desa membantu dengan membuatkan fasilitas Jamkesda dari PemKab Tasikmalaya, bahkan ia pun mengantar Bu Eti ke RSHS Bandung, karena rupanya RSUD Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya tidak bisa menangani penyakit Bu Eti yang diperkirakan sudah mencapai stadium 3 dan merujuknya ke RSHS Bandung. Bu Eti tinggal sementara di RSSR Bandung selama menjalani rangkaian pemeriksaan sebelum dlakukan tindakan medis lebih lanjut untuk pengobatan penyakitnya. Sampai saat ini Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi ke Bandung untuk menjalani pemeriksaan di RSHS dan didampingi sepenuhnya oleh Kurir #SR. Bu Eti masih menunggu hasil PA yang telah dilakukannya di RSHS Bandung. Untuk menjaga kondisinya, Bu Eti mengkonsumsi obat-obatan herbal sambil menunggu penatalaksanaan medis lanjutan di RSHS Bandung. Tanggal 29 Desember 2014 Bu Eti kembali berangkat ke RSHS untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan konsultasi hasil PA, untuk sementara sekarang ia tinggal di RSSR Bandung. Di bulan Januari 2015 Bu Eti sudah 2 kali pulang pergi dari Tasikmalaya ke RSHS Bandung untuk menjalani kemoterafi. Untuk tetap menjaga kondisi kebugaran tubuhnya selama menjalani kemoterafi, Bu Eti juga mengkonsumsi obat-obatan herbal.  #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk pembelian obat-obatan, transportasi dan biaya sehari-hari selama Bu Eti menjalani pengobatan dan kemoterafi di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 658.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 5 Januari 2015, 20 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem Kiner

Ibu Eti menderita CA Mamae

Ibu Eti menderita CA Mamae

——-

AHUN SAHRUNNAJAH (49), Kp Sampalanlega RT 3/1, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pak Ahun yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani sedang bekerja di Jambi ketika ia sering merasakan sakit di bagian rahang dan tenggorokannya. Karena seringnya rasa sakit itu ia rasakan, akhirnya ia kembali ke kampung halamannya di Tasikmalaya sekitar satu bulan yang lalu, karena istri dan anak-anaknya tinggal di Tasikmalaya, tidak ikut ke Jambi. Dengan berbekal fasilitas Jamkesmas yang ia miliki, Kami antar Pak Ahun untuk memeriksakan penyakitnya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan selama hampir tiga minggu, akhirnya Dokter menyimpulkan kalau Pak Ahun menderita CA Nasofaring, dan merujuknya ke RSHS Bandung. Kami mengantar Pak Ahun ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan di Bandung untuk selanjutnya mendampingi pemeriksaan dan pengobatan Pak Ahun di RSHS Bandung. Setelah satu minggu menjalani rangkaian pemeriksaan, Pak Ahun dijadwalkan untuk menjalani radioterafi tanggal 4 September 2014, dan selama menunggu jadwal tersebut ia diharuskan menjalani kontrol rutin. Hari Minggu 27 Juli 2014 Pak Ahun minta diantar ke Parungponteng daerah di Kabupaten Tasikmalaya Selatan untuk terapi tradisional. MTSR mengantar Pak Ahun, istri, dan anak-anaknya karena rencananya akan tinggal di sana selama satu minggu. Sambil menunggu jadwal radioterafi yang dijadwalkan tanggal 4 September 2014 di RSHS Bandung, Pak Ahun mengkonsumsi obat-obatan herbal untuk menjaga kondisinya agar tidak ngedrop. Tanggal 7 September 2014 Pak Ahun akan mulai siklus radioteraphy di RSHS Bandung, jadwalnya mundur dari asalnya tanggal 4 September 2014. Ia pun Kami antar dari rumahnya di Tasikmalaya ke RSSR Bandung sebagai tempat tinggal sementara selama ia menjalani perawatan di sana. Pak Ahun sudah sebulan menjalani radioterafi di RSHS Bandung. Selama menjalani radioterafi ia tinggal di RSSR Bandung ditemani oleh istrinya. Sampai saat ini Pak Ahun sudah menyelesaikan 25 kali penyinaran dari 35 kali yang dijadwalkan. Kondisinya sudah mulai membaik. Tanggal 23 Oktober Pak Ahun selesai menjalani proses radioterafi sebanyak 35 kali. Untuk sementara ia diperbolehkan pulang dulu ke Tasikmalaya, untuk selanjutnya harus kontrol kembali dua minggu kemudian. Kondisinya sudah kelihatan mulai membaik, sekarang ia sudah bisa makan nasi, yang tadinya hanya bisa mengkonsumsi bubur nasi. MTSR menjemput Pak Ahun dan istrinya dari RSSR Bandung dan mengantarkan sampai ke rumahnya. Pak Ahun sempat mogok tidak mau kontrol lagi ke RSHS Bandung. Namun akhirnya setelah dibujuk oleh keluarganya, beliau akhirnya bersedia untuk menjalani kontrol lagi. Tanggal 25 Nopember Kami mengantarkan Pak Ahun ke Bandung untuk menjalani jadwal kontrol yang sudah terlewat beberapa minggu. Hasil pemeriksaan Pak Ahun pasca radioterafi dinilai baik oleh dokter, namun ia masih diharuskan menjalani kontrol rutin untuk mengobservasi perkembangan kesehatannya. Hari Rabu tanggal 10 Desember 2014 Pak Ahun kembali menjalani kontrol rutin di RSHS Bandung. Sehari sebelumnya dengan MTSR Kami mengantar Pak Ahun ke RSSR Bandung. Tanggal 22 Desember 2014 Pak Ahun dijadwalkan untuk kembali menjalani kontrol rutin ke RSHS pasca menyelesaikan pengobatan dengan radioterafi di RSHS Bandung. Tanggal 26 Januari Pak Ahun kembali Kami bawa ke RSHS karena mengalami pembengkakan di bagian pipi sebelah kanannya. Menurut hasil pemeriksaan dokter CA Nasofaringnya sudah hilang pasca menyelesaikan 33x radioterafi, pembengkakan yang terjadi saat itu adalah akibat abses parotis. Pak Ahun menjalani operasi untuk mengobati absesnya tersebut tanggal 30 Januari 2015. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari selama Pak Ahun menjalani pengobatan lanjutan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 658.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 26 Januari 2014.
Kurir : @luchakiem Faisal

Pak Ahun menderita CA Nasofaring

Pak Ahun menderita CA Nasofaring

——–

KAKAY ROKAYAH (46), CA Mamae. Tinggal di Kampung Cisaro RT.3/6 Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Suami Mamat Rahmat (50), buruh serabutan, tanggungan 3 orang, fasilitas kesehatan UPCPK dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Bu Kakay sudah lama menderita penyakit kanker payudara, namun ia selalu menyembunyikan penyakitnya itu, karena ia merasa malu dan tidak ingin merepotkan keluarga dan saudara-saudaranya. Baru sekitar dua tahun yang lalu ia memberitahukan penyakitnya ini kepada Ibu Ros, adiknya. Asalnya Bu Kakay tidak mau dibawa diperiksakan ke Dokter, namun akhirnya setelah dibujuk oleh saudara-saudaranya ia mau dibawa ke Dokter. Dokter menyatakan ia menderita kanker payudara (CA Mamae) dan merujuknya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Lagi-lagi Bu Kakay tidak mau dibawa ke RSUD karena merasa takut dan memilih untuk berobat di rumah saja. Hari demi hari penyakit Bu Kakay semakin parah, dan cobaan tidak samapi di situ, karena ia pun harus pindah rumah karena gubuk yang selama ini ditempatinya adalah milik Desa yang akan segera dibangun untuk kantor desa. Akhirnya atas bantuan tetangga dan kerabatnya ia pindah ke pinggiran kampung, Bu Kakay seakan ingin mengasingkan diri dari keramaian dan tidak mau ditengok/ditemui oleh tetangga dan saudara-saudaranya. SepeRTinya secara psikologis Bu Kakay menderita depresi karena penyakitnya ini. Kurir #SedekahRombongan yang datang ke rumahnya pun tidak bisa mengambil fotonya karena Bu Kakay keberatan untuk difoto. Yang difoto bersama Kurir #SR adalah Ibu Ros, adiknya. Bu Kakay belum bersedia untuk dirawat di RSUD, jadi ia hanya dirawat jalan di rumahnya saja. Setelah memeriksakan ke RSUD, ada beberapa jenis obat dan peralatan yang harus dibeli karena tidak dijamin oleh Jamkesda/UPCPK PemKabupaten Tasikmalaya. Saat ini Bu Kakay kondisinya sedikit membaik, pengobatannya sendiri dibantu pengobatan alternatif dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal. Bu Kakay masih belum bersedia untuk berobat kembali secara medis, walaupun ia kerap tidak bisa tidur karena merasa kesakitan. Kami terus berupaya untuk melakukan pendekatan dan penjelasan agar ia mau berobat kembali ke RS, namun ia saat ini masih memilih untuk berobat menggunakan obat-obatan herbal yang juga Kami bantu untuk biaya pembelian obat-obatannya. Setelah hampir enam bulan Bu Kakay didampingi oleh #SedekahRombongan, akhirnya ia mau berobat kembali ke rumah sakit. Sudah empat tahun sejak ia menderita penyakit ini tidak pernah lagi ia berobat ke rumah sakit. Karena kondisi penyakit CA mamae-nya sudah cukup parah, pihak RSUD Dr. Soekardjo langsung merujuknya ke RSHS Bandung. Dengan MTSR, Kami mengantarkan Bu Kakay dan keluarga yang mendampinginya ke Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung untuk selanjutnya akan menjalani rangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSHS. Sudah lebih dari seminggu Bu Kakay berada di RSSR Bandung untuk menjalani rangkaian pemeriksaan lanjutan CA Mamae yang dideritanya. Bu Kakay sudah menjalani pemeriksaan USG dan test laboratorium, saat ini ia dalam persiapan untuk menjalani biopsi. Pasca menjalani biopsi, Bu Kakay kemudian dirujuk ke RS Mata Cicendo, karena diduga mata sebelah kanannya juga sudah terkena tumor. Untuk memastikan kondisi matanya, RSHS merujuk Bu Kakay ke RS Mata Cicendo. Sampai saat ini Bu Kakay masih tinggal di RSSR Bandung dan belum pulang lagi ke Tasikmalaya. Karena untuk ke RS Mata Cicendo diperlukan surat rujukan dari RSUD Kota Tasikmalaya, rencananya Bu Kakay akan pulang dulu untuk mengurus surat-surat yang diperlukan untuk kelanjutan pengobatannya. Sebelum menjalani pemeriksaan di RS Mata Cicendo, Bu Kakay harus menjalani pemeriksaan Laboratorium dan CT Scan di RSHS Bandung yang rencananya akan dilakukan hari Selasa tanggal 2 Desember 2014. Bu Kakay masih tinggal di RSSR Bandung, untuk menjaga kondisi kesehatannya agar tetap fit dalam menjalani rangkaian pemeriksaan. Untuk memperpanjang surat rujukan dari RSUD dr. Soekardjo dan surat jaminan dari DinkesKab Tasikmalaya, diurus oleh anaknya dengan dibantu oleh Kurir #SR. Setelah menjalani CTScan, Bu Kakay rencananya akan konsultasi lagi dengan tim dokter, ada kemungkinan setelah hasil CTScan keluar, Bu Kakay hars menjalani pemeriksaan di RS Mata Cicendo, sambil menunggu pengurusan surat rujukan dan jaminan dari Dinkes Kabupaten Tasikmalaya, Bu Kakay tetap tinggal di RSSR Bandung. Bu Kakay sudah mulai menjalani pemeriksaan di RS Mata Cicendo, namun karena mulai 1 Desember 2014 tidak menerima pasien Jamkesda, Kami pun segera membuatkan Kartu BPJS untuk membantu pengobatan Bu Kakay di RS Mata CIcendo. Karena kebijakan BPJS yang mengharuskan pasien menunggu selama 7 hari sampai kartunya aktif, Bu Kakay pun sementara ini harus menunggu karena Kartu BPJS-nya baru aktif tanggal 31 Desember 2014. Selain itu surat-surat rujukan dari RSUD Kota Tasikmalaya dan dari Dinkeskab Tasikmalaya Bu Kakay pun harus diperpanjang karena sudah habis. Bu Kakay tinggal di RSSR selama bulan Januari 2015 untuk menjalani pengobatan di RSM Cicendo dan RSHS. Pengobatan matanya di RSM Cicendo selesai pertengahan bulan Januari, selanjutnya ia menjalani kemoterafi pertamanya tanggal 19 Januari 2015 di RSHS. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan Bu Kakay yang dipergunakan untuk biaya transportasi, dan bekal sehari-hari selama bulan Januari 2015 saat ia menjalani pengobatan di RSHS dan RS Mata Cicendo, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 658.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem Reza Alba

Ibu kakay menderita  CA Mamae

Ibu kakay menderita CA Mamae

——-

SITI MASITOH (30), Kampung Saliun RT 21/11, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Istri dari Pak Udep Parmanudin (34), buruh serabutan, yang memiliki tanggungan 3 orang ini diperkirakan menderita penyakit ginjal dan jantung. Sejak sebulan yang lalu wajahnya bengkak-bengkak, nafas sesak dan perutnya membesar. Bu Siti pernah 21 hari dirawat di RSUD Kabupaten Tasikmalaya, namun karena kehabisan biaya akhirnya ia pulang paksa dan dirawat di rumah, dan harus menyewa tabung oksigen ke mantri 15.000/hari untuk membantu pernafasannya. Setelah membuat BPJS kami bawa ke IGD RSUD Dr Soekardjo dan dirawat di sana selama 10 hari. Saat ini kondisi Bu Siti sudah membaik dan sudah kembali ke rumahnya untuk selanjutnya menjalani rawat jalan sambil mengobservasi kesehatannya. Hari Sabtu tanggal 19 Juli 2014, Bu Siti Masitoh rencananya akan menjalani kontrol di RS Jasa Kartini. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata kondisi Bu Siti Masitoh ngedrop sehingga harus dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya dan harus dtransfusi 2 labu darah Golongan O. Kondisi Bu Siti Masitoh sebenarnya sudah membaik, namun awal Nopember ini kondisinya kembali ngedrop. Kami segera membawanya ke IGD RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan dokter mengharuskan Bu Siti untuk dirawat inap. Namun karena kamar untuk Kelas 3 penuh, terpaksa ia dirawat di ruangan Kelas 1. Bu Siti juga harus ditransfusi darah Gol O sebanyak 2 labu karena HB-nya menurun. Tanggal 17 Nopember Bu Siti Masitoh masih dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya dengan diagnosa Hiponatremia, yaitu kekurangan kadar natrium pada darah. Kondisinya sempat membaik, Ia sempat mengobrol banyak dengan para Kurir #SR ketika Kami menjenguknya. Namun pada malam harinya sekitar pukul 21.00 kondisinya memburuk sehingga ia dilarikan ke Ruang ICU dalam kedaan tidak sadarkan diri. Beberapa jam kemudian Bu Siti Masitoh dimasukkan ke Ruang Isolasi ICU dalam kondisi kritis. Empat hari Bu Siti Masitoh dirawat di Ruang Isolasi ICU, sampai ahirnya pada hari Kamis 20 Nopember dini hari sekitar pukul 02.00 ia meninggal dunia. MTSR menjemput jenazah Bu Siti Masitoh dan mengantarkannya ke rumah duka. Besoknya ketika Kami membereskan biaya administrasi perawatan Bu Siti Masitoh, ternyata ada sisa tagihan diluar jaminan BPJS Kelas 3 yang dimilikinya sebesar Rp. 10.480.000,- yang harus dibayar untuk biaya rawat inap, perawatan di ICU selama 5 hari, dan obat-obatan selama ia dirawat dari tanggal 6 sampai 20 Nopember 2014. Setelah melakukan negosiasi dengan pihak rumah sakit, akhirnya diperoleh kesepakatan untuk melakukan pembayaran tagihan secara dicicil. Tanggal 20 Desember kembali SR membantu membayar cicilan kedua kekurangan tagihan biaya perawatan almarhumah Siti Masitoh ke RSUD Kota Tasikmalaya. Saat ini sisa cicilan adalah Rp. 6.480.000,-. Bulan Januari kembali #SR membantu membayar sisa tagihan Rumah sakit  sebesar Rp. 2.000.000,- sehingga tagihan tinggal tersisa 4.480.000,-. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk keperluan membayar cicilan ketiga untuk biaya perawatan selama almarhumah Bu Siti dirawat, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 658.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 20 Januari 2015.
Kurir : @luchakiem Dadang Suhendar

Ibu siti menderita  penyakit ginjal dan jantung

Ibu siti menderita penyakit ginjal dan jantung

———

FAJAR FADILLAH (5 thn, Hydrocephalus), Kp. gunung Kawung RT.2/8 Kelurahan Sambongpari, Kecamatan Mangkubumi, Kota tasikmalaya, Jawa Barat. Dik Fajar adalah anak yatim piatu yang sudah dianggap anak sendiri oleh keluarga Pak Edi Ahmad Fauji (37) dan Ibu Yanti Damayanti (34). Ayah kandung Dik Fajar meninggal empat tahun yang lalu, kemudian ibunya menyusul dua tahun kemudian. Akhir Agustus 2014 di daerah tempat tinggal Dik Fajar merebak wabah Chikungunya. Banyak anggota keluarganya yang terkena penyakit tersebut, termasuk Dik Fajar. Setelah berobat ke Puskesmas, beberapa hari kemudian saudara-saudaranya sembuh, namun kondisi Dik Fajar belum juga menunjukkan perbaikan berarti. Dengan berbekal Kartu BPJS, Pak Edi dan Bu Yanti memeriksakan Dik Fajar ke dokter umum, karena khawatir melihat keadaan Dik Fajar yang waktu itu matanya jadi tidak bisa melihat dan kakinya seperti lumpuh, tidak bisa berjalan seperti biasanya. Dokter merujuk Dik Fajar ke Dokter Spesialis Bedah Syaraf di sebuah rumah sakit swasta. Setelah hampir seminggu melewati berbagai macam pemeriksaan laboratorium dan CT Scan, Dik Fajar divonis menderita Hydrocephalus dan harus segera dioperasi. Pihak rumah sakit meminta Pak Edi dan Bu Yanti menyediakan biaya sekitar 25 juta rupiah untuk persiapan operasinya. Pak Edi yang sehari-harinya hanya bekerja sebagai buruh serabutan ini kebingungan, dari mana mereka mencari uang sebanyak itu, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya pun mereka kadang kekurangan. Dengan ijin Allah, lewat bantuan seorang pegawai PMI Cabang Tasikmalaya, keluarga ini dipertemukan dengan Kurir #SR. Kami segera mengunjungi rumah Dik Fajar, dan setelah berembug, mereka setuju untuk memindahkan perawatan Dik Fajar ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Senin 22 September 2014 Dik Fajar mulai pengobatannya di RSUD Dr. Soekardjo, setelah melalui beberapa tahapan pemeriksaaan, ia dijadwalkan untuk menjalani operasi pada tanggal 1 Oktober 2014. Alhamdulillah operasi pengangkatan cairan di kepala anak yatim piatu ini berhasil dengan sukses, Dik Fajar dipasangi selang di kepalanya. Masih ada hasil pemeriksaan yang harus ditunggu selama dua minggu agar Dokter dapat menentukan langkah pengobatan Dik Fajar selanjutnya. Dik Fajar akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung, karena menurut hasil laboratorium dan pemeriksaan dokter RSUD Dr. Soekardjo dicurigai masih ada tumor yang bersarang di kepalanya. Kami mengantarkan dik Fajar ke RSSR Bandung untuk selanjutnya akan menjalani rangkaian pemeriksaan di RSHS Bandung. Akhir Desember 2014 Dik Fajar mendapat panggilan dari RSHS Bandung untuk rencana jadwal operasi pengangkatan tumor yang masih ada di kepalanya. Selama 2 minggu menjalani rangkaian pemeriksaan dan ia tinggal di RSSR. Setelah itu ia masuk ruangan untuk persiapan operasinya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi  dan biaya sehari-hari selama Dik Fajar menjalani pemeriksaan di RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 634.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2014
Kurir : @luchakiem @avinptr

Fajar menderita Hydrocephalus

Fajar menderita Hydrocephalus

——–

FARID bin SUHERMAN (5 thn, Ruptur Scortum), Kp. Cikananga RT 10/01  Desa Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Farid biasa ia disapa adalah anak semata wayang pasangan Bapak Suherman (30) bekerja sebagai penjual  makanan ringan keliling dan istrinya Ibu Icih Carsih (28) sebagai ibu rumah tangga yang setiap harinya mengurus Fadlan yang saat ini duduk di Taman Kanak-Kanak Cikananga Cibeureum kelas A. Kondisi ekonomi dari pasangan ini sangatlah memprihatinkan, bertempat tinggal di sebuah rumah kontrakan yang sangat sederhana ditambah listrik harus menyantol dari tetangga. Kondisi ini diperparah dengan musibah yang menimpa Farid anak kebanggaan keluarga Suherman. Kronologis terjadi pada siang hari tepatnya hari Rabu tanggal 21 Januari 2015 pukul 09.30 WIB lokasi di Halaman Sekolah Taman Kanak-Kanak Cikananga, FARID kecil sewaktu jam istirahat sekolah seperti biasa menghabiskan waktu dengan bermain ayunan dan perosotan yang tersedia dihalaman sekolah.Teman main Farid, Iwan mengajak FARID untuk bermain ayunan, seperti layaknya anak-anak lain Farid dan rekan-rekan sebayanya bermain sambil bersenda gurau berlarian dan saling dorong. Orang tua mereka hanya bisa melihat aksi anak-anak di teras sekolah sambil sesekali mengingatkan. Saat itu Ny. Icih Carsih, Ibunda Farid, mohon izin pulang dulu karena ada telpon dari suaminya untuk mengambil titipan makanan ringan di tetangganya. Kurang lebih 30 menit Ny.Icih meninggalkan Farid bermain bersama teman-temannya, tiba – tiba Farid menjerit seperti kesakitan, semua orang tua yang ada kaget dan panik mendengar suara tangis Farid dan saat didekati celana yang dikenakan Farid berlumur darah, ketika ditanya Farid hanya mengerang kesakitan sambil menunjuk kebalik celananya. Menurut pengakuan rekan mainnya Farid terjepit besi ayunan saat ia bermain bersama rekan-rekannya. Orang tua siswa lain bergegas memberitahu orang tua Farid yang masih di rumah dengan tergopoh-gopoh Ny. Icih berlari menghampiri Farid yang kesakitan. Masih dalam keadaan panik Ny. Icih dibantu beberapa orang tua siswa yang ada membawa Farid ke Bidan Hj. Oneng namun setelah diperiksa ada robekan dikulit scortum sehingga membuat testisnya keluar. Bidan menyarankan agar dibawa ke puskesmas Cibingbin guna penanganan lanjutan. Dengan menggunakan sepeda motor Farid dibawa oleh Pak Kardi, Paman Farid, ke Puskesmas. Farid Masuk IGD Puskesmas setelah diperiksa oleh dokter jaga robekan yang ada tidak bisa ditangani di Puskesmas karena keterbatasan alat dan keahlian sehingga Farid dirujuk ke Rumah Sakit Wijaya Kusuma Kuningan. Dibantu dengan ambulance, Farid masuk IGD RS Wijaya sekitar pukul 12.35 WIB, setelah diperiksa dan konsultasi dengan dokter spesialis Bedah Umum, dr. H. Odi Muradie, Sp.B, Farid diminta Puasa guna persiapan masuk Ruang Operasi yang dijadwalkan dilaksanakan pukul 18.30 WIB. Ny.Icih hanya bisa  pasrah ia berusaha beberapa kali menghubungi ayah Farid, Pak Suherman, namun tidak berhasil.  Dari estimasi biaya operasi yang dibutuhkan Rp. 4.000.000,-. Farid sendiri masuk ruang perawatan kelas II Umum karena tidak memiliki fasilitas BPJS/Jamkesmas. Ketika #SR menemui Ny.Icih, Ia hanya bisa memohon ada bantuan guna meringankan beban yang ada. .#SedekahRombongan membantu memfasilitasi pembuatan BPJS kelas III bagi Keluarga Suherman dan menyampaikan santunan untuk meringankan beban keluarga ini.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000
Tanggal: 22 Januari 2015
Kurir: @luchakiem @fauzisedekah84

Farid menderita Ruptur Scortum

Farid menderita Ruptur Scortum

———-

TARLIM bin SUJA’I (46, benjolan di mata dan perut), RT 10/03 Desa Bantar Panjang Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Abah Tarlim, begitu biasa ia dipanggil oleh warga sekitar, adalah warga kampung yang baik. Sehari-harinya ia bekerja sebagai buruh serabutan, apa saja ia kerjakan sesuai dengan permintaan orang yang menyuruhnya bekerja. Ketika Sore hari ia biasa mengajar mengaji anak-anak di mushola di belakang rumahnya. Sekitar 4 tahun yang lalu, Abah Tarlim sering mengeluh merasakan nyeri di kelopak matanya sehingga akhirnya muncul bintil kecil yang lama kelamaan berubah menjadi benjolan besar yang membuat mata kirinya tertutup. Bukan itu saja, benjolan lain pun kemudian muncul di perutnya. Awalnya ia merasakan panas luar biasa di bagian perutnya yang kemudian menimbulkan warna kemerahan, sampai akhirnya muncul benjolan kecil sebesar telur puyuh yang terus membesar dan mengeras sampai sekarang. Suami dari Ny. Dasih (40) ini hanya bisa pasrah saja, karena kondisi ekonomi keluarga yang semakin sulit membuat Ia harus merelakan isteri dan kedua anaknya pergi meninggalkannya sejak 2 tahun lalu. Kini dengan kondisi benjolan di mata dan perut yang kian membesar, Abah Tarlim hanya bisa berharap ada bantuan pengobatan untuk dirinya, karena dengan kondisi penyakitnya yang seperti sekarang ini tidak ada lagi orang yang memberinya pekerjaan. Pernah beberapa orang mendatangi rumahnya yang sederhana dan menjanjikan bantuan, namun Abah Tarlim belum pernah sekali pun dibawa ke fasilitas kesehatan ataupun dokter sesuai janji mereka. Bahkan dengan kondisi sekarang banyak warga yang enggan mengajak Abah Tarlim bekerja karena takut malah membuat kondisinya semakin parah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya Abah Tarlim hanya bisa bekerja membersihkan mushola (marbot). Pada saat ditemui kurir #SR, Abah Tarlim mengungkapkan keinginan untuk berobat, Alhamdulillah dengan bantuan yang diberikan Sedekaholic melalui #Sedekah Rombongan, kini Abah Tarlim bisa berobat ke Puskesmas untuk mendapat penanganan awal dan kemudian dirujuk ke Poli Bedah RSUD 45 Kuningan guna deteksi awal penyakit yang ia alami. Kini Abah Tarlim masih menunggu hasil Patologi Anatomi (PA) dari hasil sample yang dikirim ke Laboratorium Cirebon. Semoga hasilnya nanti dapat sedikit membuka harapan akan penyembuhan penyakit yang diderita Abah Tarlim. #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan operasional pengobatan Abah Tarlim.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 28 Januari 2015
Kurir: @luchakiem @fauzisedekah84

Pak tarlim menderita benjolan di mata dan perut

Pak tarlim menderita benjolan di mata dan perut

———-

NURMAN bin ABDURAHMAN (47, TB Paru Aktif dan Kusta), warga Dusun II RT 01 04 Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat  ini sehari-hari hidup sebagai seorang buruh serabutan. Sudah kurang lebih 4 tahun Pak Nurman mengabdikan diri sebagai seorang marbot di sebuah mesjid yang ada di kampungnya. Pak Umang, biasa ia dipanggil, memiliki seorang isteri yang bekerja sebagai seorang buruh cuci, Ny.Wasih (37), yang baru ia nikahi sejak 2 tahun terakhir ini. Pak Umang juga memiliki 3 orang anak yang tinggal dengan keluarga isteri pertamanya, Ny.Rumsih, yang sudah meninggal dunia setelah menderita penyakit CA Paru. Penyakit paru-paru Pak Umang sudah ia derita sejak masih bekerja sebagai buruh di Jakarta, kurang lebih 8 tahun yang lalu. Karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit ditambah Pak Umang harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk pengobatan penyakit CA Paru yang diderita almarhumah isterinya (Ny.Rumsih) membuat ia harus bekerja ekstra, sehingga kondisi kesehatannya semakin memburuk. Penyakit TB Paru aktif dan Kusta yang ia alami hampir membuat Pak Umang putus asa, apalagi kemudian Ny. Wasih, isterinya yang sekarang, pergi meninggalkannnya karena tidak tahan dengan penyakit Pak Umang. Warga maupun keluarga dekatnya pun mulai enggan mendekati dan tak ada lagi orang yang mau mempekerjakannya karena takut tertular oleh penyakit yang dideritanya. Pada tanggal 26 Januari 2015 dengan diantar oleh tukang ojek, Pak Umang berobat ke Puskesmas dengan keluhan batuk darah dan lemas. Petugas medis menyarankan agar Pak Umang menjalani pemeriksaan laboratorium BTA dan sample darah, namun ia kebingungan karena tidak memiliki biaya. Alhamdulillah Pak Umang dipertemukan dengan Kurir #SR  yang memahami kesulitannya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan operasional Pak Umang dalam menjalani pengobatan di RSUD 45 Kuningan.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 30 Januari 2015
Kurir: @luchakiem @fauzisedekah84

Pak Nurman menderita TB Paru Aktif dan Kusta

Pak Nurman menderita TB Paru Aktif dan Kusta

——-

MUHARIFA HUSNA  (12th, Patah Tulang) Alamat Panti Asuhan Darul Qolbi Ngemplak Sleman Yogyakarta,yang di asuh oleh bapak Priyanggono. Husna siswa kelas 1 SMP Muhammadiyah Banjarjo Ngemplak ini mengalami ujian, terjatuh dari sepedanya saat perjalanan pulang sekolah menuju ke panti asuhan. Alhamdulillah masih hanya mengalami patah tulang tangan sebelah kanan. Saat itu juga Husna dirujuk oleh Puskesmas setempat untuk di bawa ke RS Islam Kalasan. Oleh tim dokter, Husna harus menjalani operasi untuk meluruskan tulang yang patang. Saat ini Husna sudah diperbolehkan pulang oleh pihak Rumah Sakit dan tetap mengikuti jadwal kontrol dokter untuk hasil operasinya tersebut. Biaya selama menjalani ranap dan operasi sebesar Rp. 3.500.000 dibiayai oleh #SedekahRombongan. Semoga setelah menjalani operasi dik Husna segera pulih seperti sedia kala dan bisa menjalankan aktivitas belajar seperti biasanya, Aamiin.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 3.500.000-
Tanggal Penyerahan : 21 Januari  2015
Kurir :  @RofiqSILVER @Kissherry

Munharifa menderita Patah Tulang

Munharifa menderita Patah Tulang

———–

TEGAR JUNIARTA ( 8bln, Bibir Sumbing ) Alamat Malangan UH VII/489 RT38 RW13 Yogyakarta. Dik Tegar yang lahir pada tanggal 3 Juni 2014 ini mengalami kelahiran tidak normal dengan terjadinya bibir sumbing. Orang tuanya bernama Dwi Wibowo (32th) yang bekerja sebagai montir mobil dan Yulinda Rinami (28th) yang bekerja sebagi guru TK swasta. Setelah dilakukan pemeriksaan di RS. Nur Hidayah Bantul, dik Tegar di sarankan untuk melakukan Operasi. Pihak keluarga langsung menyetujui dan segera mengurus BPJS. Pada tanggal 12 February 2015 dik Tegar di operasi bagian bibir nya. Untuk selanjutnya dokter akan melakukan operasi ke dua pada bagian celah langit-langit. Sedekah Rombongan membantu biaya akomodasi untuk keperluan dik Tegar selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir : @RofiqSILVER @tya_nurulendah
Tanggal : 12 February 2015

Tegar menderita Bibir Sumbing

Tegar menderita Bibir Sumbing

——-

PRASETYA WIBOWO (35th, Kista Ginjal)  Alamat Sokowaten RT 18 rw 05 Purbayan Kotagede Jogja, Pak Bowo sejak 4 tahunan yang lalu menderita sakit kista di ginjal dan pernah opname di RS Bethesda satu minggu dan oleh dokter dinyatakan harus cuci darah 2 x dalam seminggu sampai saat ini, untuk cuci darah di lakukan di RS Happy Land dengan jaminan bpjs, untuk cuci darah di tangguh bpjs tapi untuk Vitamin, susu dll di tanggung sendiri, . sebelum sakit pak Bowo bekerja sebagai di Hotel melati di kawasan Malioboro namun selama sakit ini Pak Bowo tidak bisa melakukan pekerjaan, sementara beliau masih mempunyai tanggungan untuk menafkahi 2 Putranya yang masih berumur 9 th dan 6 thTanggungan: 2 anak,  anak pertama 9tahun, anak kedua 6tahun, Istri Sri Handayani 30th pramuniaga toko dikarenakan sang suami saakit istri yang menjadi tulang punggung keluarga. Orang Tua Sunarto 60th pensiunan pns ( dan menderita sakit ginjal dan menjalani cuci darah selama 2x dalam seminggu dan menderita sakit sejak 5 tahun yang lalu. Ibu Sukini 55th ibu rumah tangga. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk akomodasi dan keperluan vitamin untuk menunjang pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir : @RofiqSILVER @Rizkyaditya4 @Syarief_Ahmadd
Tanggal : 18 January 2015

Prasetya menderita Kista Ginjal

Prasetya menderita Kista Ginjal

——–

HERI PURWANTO BIN SUHARJONO (31 Tahun, Duafa). Bertepat tinggal di Jalan Parang Klitik No 4  RT 01 RW 05 Sondokan Laweyan Solo Jawa Tengah. Mas Heri mengalami strees berat sudah hampir 2 tahun. Mas Heri ini seorang duafa, dia baru masuk Islam mau belajar ilmu agama Islam. Oleh salah satu teman nya dia di ajak belajar ilmu di Kudus. Tidak kuat belajar ilmunya Mas Heri mengalami stress berat, paranoid akut. Pulang dari Kudus , strees Mas Heri bertambah parah karena ada penolakan oleh keluarganya, sehingga Mas Heri tinggal di pondok Insan Qur’an di Weru, selama 1,5 tahun untuk belajar ilmu agama yg sesuai Syari’ah dan belajar membaca Al-Qur’an. Selama di pondak Mas Heri berkelakuan baik. Selama ini untuk pengobatan Mas Heri di tanggung PMI, tetapi sekarang Mas Heri ingin mandiri, keluar dari pondok untuk memulai hidup baru. Saat keluar dari pondok Mas Heri hanya mempunyai sedikit baju dan itupun sudah sobek sobek tidak layak dipakai. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membeli baju Mas Heri dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mas Heri merasa sangat terbantu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan para Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan

Jumlah Santunan : Rp. 500,000
Kurir : @lastiko via @AldiMeifi
Tanggal: 23 Febuari 2015

Bantuan membeli baju dan memenuhi kebutuhan sehari-hari Mas Heri seorang dhuafa

Bantuan membeli baju dan memenuhi kebutuhan sehari-hari Mas Heri seorang dhuafa

———

NABBITA ANUGERAH MUKTI (3 tahun, kelainan tulang kaki) Gadis mungil yang akrab disapa Dik Bita tinggal di Pangen, Juru tengah, RT 002/005 Kel. Pangen, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Jawa Tengah. Sejak lahir Dik Bita mengalami kelainan pada tulang kakinya yang menyebabkan Dik Bita tidak dapat berjalan secara normal. Mengetahui kondisi anaknya yang tidak sehat, ayah Dik Bita pun meninggalkan Dik Bita dan ibunya hingga kini, dan tidak diketahui dimana beliau berada sekarang. Dik Bita tinggal bersama sang Ibu, Ibu Dwi (33th) yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga toko. Dik Bita telah menjalani operasi tulang belakang di RS. Sarjito pada 2013 silam, dan untuk menyembuhkan kelainan kaki, dokter menyarankan agar di gips. Juni 2014, sebanyak 3 kali pemasangan gips telah dijalani oleh Dik Bita dan saat ini sehari-harinya Dik Bita menggunakan sepatu AFO. Dokter menyarankan agar Dik Bita kontrol tiap satu bulan sekali, sejak Agustus 2014 Dik Bita rutin menjalani kontrol di RS. Ortopedi Surakarta. Perkembangan kakinya mengalami kemajuan setiap bulan. Terkahir, Dik Bita kontrol pada 2 Februari lalu. 2 Maret 2015 Dik Bita kembali kontrol rutin di RS. Ortopedi Surakarta, karena jarak dari rumah ke RS cukup jauh Tim #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi Dik Bita sebesar Rp. 700.000,-. setelah santunan sebelumnya masuk di rombongan 658. Hasil kontrol Dik Bita hari ini terdapat dua otot di kelingking kaki kanan yang bengkok. Jika sepatu terus digunakan kemungkinan bisa sembuh, namun bila masih tak ada perubahan maka akan dilakukan operasi. Mari selalu mendoakan Dik Bita agar Dik Bita segera sembuh . Aaamin .

Jumlah Santunan : Rp. 700.000,-
Kurir : @lastiko via @cici_cinta
Tanggal : 2 Maret 2015

Nabbita menderita kelainan tulang kaki

Nabbita menderita kelainan tulang kaki

——–

FAKULTAS EKONOMI UGM ( Uang Tunai ) untuk acara “peduli kasih dalam berbagi bersama” yang diadakan mahasiswa Ekonomika Terapan, Diploma sekolah vokasi, Fakultas Ekonomika Bisnis Universitas Gajah Mada. Kegiatan diadakan tanggal 6-7 Desember 2014 dengan berbagai kegiatan sosial seperti bazar sembako dan pakaian layak pakai, pengobatan gratis, dan penanaman pohon di Dusun Karangitis, Sumber Wungu, Tepus, Gunung Kidul. kegiatan ini diadakan untuk membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antara pihak yang memiliki rezeki dan pihak yang kekurangan. Sedekah Rombongan turut berpartisipasi sebagai sponsorship untuk membantu kelancaran kegiatan sosial ini.

Jumlah Bantuan : 1.000.000
Tanggal : 6 Desember 2014
Kurir : @RofiqSILVER @nh_erna @inejuine

Uang tunai untuk peduli kasih UGM

Uang tunai untuk peduli kasih UGM

——–

SURATINAH ( 47th, Stroke ) Alamat Gedongan KG III RT 01 RW 01 Purbayan Kotagede Jogja. Bu Surat pertama kali yang dirasakan pusing pusing biasa karena darah tinggi, kolesterol saat lebaran Qurban tahun lalu. Beliau sempat di bawa Puskesmas lalu dari Puskesmas di rujuk ke rsud kota Jogja. Di sana harus dilakukan rawat inap selama 11 hari lalu kontrol obat jalan baru 2x pasca rawat inap dan selanjutnya tidak diteruskan karena keterbatasan biaya akomodasi ke rumah sakit. Suami ibu Suratinah bernama Bapak Sukasman (66th), pekerjaan buruh. Pasangan ini mempunyai putra putri yang bernama Etik Deniati (20th) bekerja di warung Makan dan adiknya Aji Seto Prahara (12th) smp kelas 1, Bu Surat sebelum sakit menjadi buruh cuci di tetangga. Orang tua Darmo wijoyo painah umur 90th, Sedekah Rombongan memberikan santunan awal untuk memeriksakan kembali bu Suratinah ke Rumah Sakit Umum Daerah Yogyakarta di Wirosaban dan untuk akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir : @RofiqSILVER @Rizkyaditya4
Tanggal : 10 February 2015

Ibu Suratinah menderita Stroke

Ibu Suratinah menderita Stroke

——-

LAMIRAH SISWO HARSONO (65th,Santunan Tunai) Alamat Gedongan RT 09 RW 03 Purbayan Kotagede Jogja, Bu Lamir yang kesehariannya menjual sayuran keliling desa memakai sepeda sudah 2 tahun ini, mempunyai putra 3 dan sudah menikah semua, Suami Alm Siswo Harsomo sudah meninggal dunia 10 tahun yang lalu, Menempati rumah sepetak kecil di pake 3 keluarga oleh kaka dan adiknya nya,ibu Lamirah masih semangat untuk mencari rezeki dengan berjualan sayur keliling sampe satu Kecamatan kotagede memakai sepeda mini dan kronjot, dengan penghasilan rata rata untung 20rb dan sering juga rugi karena hasil dari jualan tidak habis. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk penambahan modal usaha sayurnya supaya lebih lengkap lagi dagangannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Kurir : @RofiqSILVER @RizkyAditya4
Tanggal : 5 February 2015

penambahan modal usaha sayur Ibu Lamirah

penambahan modal usaha sayur Ibu Lamirah

——–

DALIYO (82th,Prostat dan Jantung) Alamat di Pundungsari Kec Semin Kab Gunungkidul. Mbah Daliyo menderita sakit prostat dan jantung sejak 10 tahunan yang lalu, mbah dalio sebelum sakit bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya,sehari harinya mbak Daliyo tinggal sendiri dirumah gubuknya. Istri beliau meninggal sudah berpuluh2an taun yang lalu ,mbah Daliyo mempunyai anak tapi dia tidak mau merawat dan peduli dengan bapaknya, padahal anak beliau tinggal tidak jauh dari rumah mbah dalio sendiri. Mbah daliyo tinggal di rumah gubuk bambu milih bapak dukuh setempat, mbah dalio mengalami postrat sudah 10 taun yang lalu dan belum diperiksakan sama sekali sampai kami menemukan beliau dan kami mendampingi pengobatan beliau. Santunan dari Sedekah Rombongan ini diberikan untuk biaya kontol, obat jantung, daftar poli, uang saku dan akomodasi untuk kebutuhan sehari hari. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 687.250,-
Tanggal: 28 Januari 2015
Kurir : @RofiqSILVER

Pak daliyo menderita Prostat dan Jantung

Pak daliyo menderita Prostat dan Jantung

———

ANUNG PUTRANTO (65th, Stroke) Alamat  Karang ploso RT 03 RW 59 Depok Sleman Jogja, Pak Anung menderita stroke sejak 2 tahunan yang lalu, untuk pengobatan rawat jalan di RS.Sardjito Yogyakarta, mempunyai istri Siti 45th Pekerjaannya pembantu rumah tangga di warga sekitar, selama Pak Anung sakit tumpuan kebutuhan sehari hari adalah istri tercintanya, Pak Anung dan istri tinggal di rumah kontrakan, berobat ke sarjito .selama sakit p.anung dan istrinya tnggal di kontrakan alamat diatas. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk akomodasi dan kebutuhan sehari hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal : 26 January 2015
Kurir : @RofiqSILVER  @Teguh_Bgc

Pak Anung menderita Stroke

Pak Anung menderita Stroke

———

MARDI UTOMO (62th, Jantung) Alamat Wiyoro Kidul RT 08 Baturetno Banguntapan Bantul Jogja, Mbah Mardi merasakan sakit sejak bulan November 2014 yang lalu. Lalu sama pihak keluarga di bawa ke Rumah sakit, oleh dokter di periksa dan diagnosa sakit pembekakan jantung, dan infeksi tuberkolosis, Istri Alm Suhardini yang sudah meninggal sejak bulan November 2014, dari pasangan tersebut di karuniai 2 Putri Maryani 40th dan Muryati 35th yang semua sudah menikah dan bekerja sebagai buruh di pembuatan tempe di warga sekitar. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk meringankan biaya pengobatan dan lain-lain.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal: 3 February 2015
Kurir : @RofiqSILVER  @Teguh_Bgc

Pak mardi menderita Jantung

Pak mardi menderita Jantung

——–

ISROMAH (46th, Ca Mammae) Alamat Susukan, Tegal Arum, Borobudur Magelang Jawatengah, bersama suami dan 2 anaknya. Suaminya kerja sebagai tukang ojek di kampungnya, dengan penghasilan tak menentu. Bu Isromah menderita kanker payudara dengan indikiasi awal muncul benjolan di payudaranya sejak tahun 2011, setelah menyusui anak keduanya kemudian diperiksakan ke RST untuk di biopsi. Selanjutnya bu Isromah menjalani operasi di RSKB Jogja pada bulan Agustus 2011. Setelah operasi, benjolan kembali muncul ditempat yang sama dan menjalar ke leher sampai pipi. Kemudian diperiksakan ke Sardjito, dan dianjurkan untuk kemoterapi. Bu Isromah sudah menjalani kemo beberapa kali, dengan memakai jamkesmas pada th 2012. Tapi, sekarang jamkesmasnya sudah tidak bisa dipakai lagi, dan Bu Isromah tidak mempunyai biaya sehingga kemoterapi tidak bisa dilanjutkan sampai sekarang. Bantuan ini digunakan untuk biaya pemeriksaan  di RS.Sardjito simulator sebelum penyinaran , cek lab, uang saku, , biaya kontrol, susu peptamen serta akomodasi. Sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.443.200
Tanggal : 27 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @Ninikns @NH_Erna @inejuine

Isromah menderita Ca Mammae

Isromah menderita Ca Mammae

——–

SITI SURAIDA (33th, Ca Mammae) Alamat Pelemrejo KG I 595 Rt 30 rw 10 Purbayan Kotagede Yogyakarta. Satu tahun yang lalu sekitar bulan November 2013 payudara bagian kiri bu Siti pernah dioperasi di RSUD Wirosaban Yogyakarta untuk dilakukan pengangkatan payudara bagian kiri. Dan setelah dilakukan operasi bu siti disarankan untuk melakukan kemoterapi karena hasil dari Patologi Anatomi dinyatakan Ganas, dikarenakan RSUD belum bisa melakukan tindakan kemoterapy maka oleh pihak Rumah Sakit di rujuk ke Rumah Sakit Bethesda dan di Bethesda saat itu mou dengan jamkesda kuotanya habis, dan pasien memakai jalan lain dengan altetnatif, dan setelah alternative malah sakit batuk tak berkesudahan lalu diperiksakan di bp4 kotagede dan disana dinyatakan di paru-paru ada cairan dan di bp4 disedot cairan, setelah dilakukan alternativ tidak ada hasil yang baik, maka pihak keluarga membawa pasien ke Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan untuk saat ini sudah menjalani kemo ke 6 di Rumah Sakit Panti Rapih sejak bulan Oktober 2014. Penyakit bu Siti dikarenakan sudah menjalar ke Paru-paru, setiap hari membutuhkan bantuan Oksigen untuk pernafasannya,untuk tabung besar harga untuk pengisiannya Rp.87.500 setiap 2 hari sekali  habis, Ibu Siti Suraida yang lahir 13 November 1981, sebelum sakit pernah berkerja menjadi penjaga perpustakaan SD Rejowinangun 2 Kotagede , Suami Karhat Protoputranto 35th 17 Agustus  (buruh di pengrajin patung fiber) mempunyai Tanggungan seorang putra yang bernama Muhammad AL khanafi (7th). Keluarga ini untuk tinggal masih ikut ke Orang Tua Ibu Siti Suraida, yakni bapak Udi Utomo (pensiunan pns) dan Ibu Uminah ( ibu rumah tangga). Bantuan ini untuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan kemoterapi ke 8,pembelian Oksigen, cek lab,kontrol,Kasur cubitus, susu protein dan obat. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 672.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal :25 February 2015
Via: @RofiqSILVER @RizkyAditya4

Ibu siti menderita Ca Mammae

Ibu siti menderita Ca Mammae

———

SARDOYO (65th, Tumor Tenggorokan dan Lumpuh) Alamat Jeruksari RT.01 RW.20, Wonosari, Gunungkidul, Pak Sardoyo menderita sakit semenjak 3 bln yg lalu, berawal sakit tenggorokan (ada benjolan) dan lalu di bawa ke Rumah Sakit Sardjito setelah menjalani kontrol oleh dokter di sarankan untuk segera dioperasi, pak Sardoyo lalu rawat inap untuk menjalani operasi pada benjolan yang ada di Tenggorankannya, setelah operasi lancar Pak Sardoyo pulang ke rumah untuk rawat jalan dan kontrol pasca Operasi untuk melihat perkembangannya,dan setelah sekitar 1 bulan yang lalu tiba tiba lumpuh, pihak keluarga lalu oleh keluarga membawa lagi ke RS.Sardjito untuk kontrol di Poli Syaraf, utk saat ini menggunakan oksigen atas bantuan dari rsud wonosari. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk meringankan beban kontrol, pembelian obat dan pembelian oksigen.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @RofiqSILVER @Aji_Kristanto
Tanggal : 12 January 2015

Pak sardoyo menderita Tumor Tenggorokan dan Lumpuh

Pak sardoyo menderita Tumor Tenggorokan dan Lumpuh

——–

SUJUD SUTRISNO (61th, Katarak) beralamat di Badran RT 51 RW 11 No 536 Kel Bumijo Kec Jetis Kodya Yogyakarta. Pekerjaan beliau adalah menjadi Pengamen/Pekerja Seni Kendang Tunggal. Sejak tahun 2011 lalu menderita sakit mata rabun serta bila terkena sinar matahari keluar air mata pasca operasi cangkok kornea & pemasangan lensa sebelah kanan. Suami dari Ibu Mamik Sumaryati (62) yang merupakan seorang IRT ini mengatakan bahwa biaya operasinya mata kanan awal Desember 2011 pun lewat penggalangan dana dari beberapa Seniman Yogya yang dikoordinir oleh Mas Jaduk Feriyanto. Menurut Pemeriksaan Dokter Mata, Pak Sujud didiagnosa bahwa mata sebelah kiri kondisinya sama dengan mata sebelah kanan sebelum dioperasi. Di saat awal pemeriksaan Pak Sujud dianjurkan Cangkok kornea mata, tetapi setelah menjalani berbagai pemeriksaan & konsultasi dokter Pak Sujud disarankan untuk operasi Katarak terlebih dahulu dan melihat perkembangannya. Bantuan ini merupakan penggantian akomodasi , biaya untuk kontrol dan pembelian obat  bulan February dan sekalian untuk kontrol, akomodasi bulan maret, yang sebelumnya sudah masuk rombongan 664.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @RofiqSILVER @iblisganteng @aryaniiyan
Tanggal : 17 February 2015

Pak sujud menderita Katarak

Pak sujud menderita Katarak

——–

TRIYONO BUDIARTO (18th, Ca Nasofaring) Alamat Warungboto UH 4 No.846 RT.31 RW.08 Umbulharjo Jogja. Triyono yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di bangku Sekolah Menengah Atas. Laki-laki yang akrab disapa Mas Budi ini tinggal bersama sang ayah yaitu Pak Warijan (59) dan Ibundanya yang bernama Wakingah (54). Sehari-hari sang ayah bekerja sebagai buruh bangunan dan sang ibu adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Pada Mei 2013 lalu, Mas Budi mulai sering merasa pusing dan terkena radang tenggorokan. Dan pada bulan oktober 2013 mulai muncul benjolan di tubuhnya. Mas Budi lalu diperiksakan ke THT RS Sardjito dan dibiopsi. Dokter mengatakan bahwa Mas Tri mengidap Ca Nasofaring (Kelenjar Getah Bening). Namun sayangnya pengobatan terpaksa dihentikan karena Mas Budi harus fokus belajar untuk persiapan Ujian kelulusan SMA. Setelah ujian kelulusan SMA terlewati, pengobatan dilanjutkan kembali namun kali ini bukan lagi di RS Sardjito melainkan di RS Wirosaban berharap mendapat diagnosa yang lebih ringan. Di RS Wirosaban, kembali Mas Tri di biopsi dan diagnosa dokter masih sama seperti yang lalu yaitu Ca Nasofaring (Kelenjar Getah Bening). Karena hasilnya sama, maka pihak RS Wirosaban merujuk kembali ke RS Sardjito dan dimulai pemeriksaan awal yaitu foto thorax dan CT scan. Setelah 1,5 bulan antri kamar untuk kemoterapi, ternyata sehari sebelumnya kondisi Mas Budi drop karena demam tinggi dan telinganya mengalami infeksi. Pihak RS pun menyuruh Mas Budi untuk pulang karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk menjalani kemoterapi. Mas Budi pun terpaksa pulang karena jatah kamar untuk pasien BPJS telah habis, dan akan menjalani kemoterapi nanti setelah kondisinya kembali stabil dan mendapat kamar di Tulip Rs Sardjito. Mas Budi ini semangat sekali untuk sembuh, selama ini dia sendiri yang mengurus semua proses administrasi dan pengobatannya. Bahkan ia sering membawa ibunya naik motor untuk melakukan pengobatan di RS yang jaraknya lumayan jauh dari rumah mereka. Bantuan ini digunakan untuk biaya hidup sehari-hari Mas Budi dan keluarga, serta biaya akomodasi untuk pemeriksaan di RS. Hardjolukito dan RS.Sardjito Yogyakarta. Bantuan ini digunakan untuk cek lab, pembelian obat dan Akomodasi untuk kontrol di Rumah Sakit Hardjolukito. Yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal Penyerahan : 4 February 2015
Kurir : @RofiqSILVER @iblisganteng @aryaniyan

Triyono menderita Ca Nasofaring

Triyono menderita Ca Nasofaring

ANOM FIRMANSYAH (10TH, KANKER KELENJAR GETAH BENING) JL. GUNUNG SLAMET RT 01 RW 06 GRENDENG PURWOKERTO. Dik ANOM menderita penyakit tersebut sudah 1,5 tahun yang lalu. Sudah lebih dari setahun Dik ANOM tidak bisa sekolah karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan. Mulanya hanya benjolan kecil dan tidak begitu dihiraukan. Namun setelah Dik ANOM tiba – tiba sering sakit dan mimisan yang terus menerus keluarga memeriksakan ke dokter. Lambat laun benjolan dileher semakin membesar dan kondisinya pun semakin drop dan badan semakin kurus. Ayah Dik ANOM bekerja di sebuah rental komputer, penghasilan yang pas – pasan membuat proses pengobatan Dik ANOM tertunda – tunda. Sebelumnya Dik ANOM hanya menjalani pengobatan secara alami dan mengkonsumsi obat – obatan Herbal. Saat ini Dik ANOM sedang berada di RS DADI KELUARGA setelah semalam kondisinya drop dan pingsan. Keluarga sangat khawatir terhadap kondisinya kemudian membawanya ke RS dan setelah dilakukan pemeriksaan awal ternyata HBnya sangat rendah. Kurir #SedekahRombongan saat ini terus mendampingi dan selalu berkomunikasi dengan pihak keluarga. Rencananya setelah kondisinya normal akan dilakukan pengobatan lanjutan dengan di rujuk ke salah satu RS di JOGJA. Semoga Dik ANOM bisa cepat stabil guna melanjutkan proses pengobatan selanjutnya dan penyakit yang diderita dapat segera sembuh. Bantuan ini di gunakan untuk akomodasi transport Purwokerti ke Jogja dan saat Dik Anom rawat inap di RS.Sardjito Jogja.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.100.000
Tanggal Penyerahan : 6 February 2015
Kurir : @RofiqSILVER @RizkyAditya4 @KedunkUSSIL

Anom menderita KANKER KELENJAR GETAH BENING

Anom menderita KANKER KELENJAR GETAH BENING

———

SRI SARJONO, (63th, Stroke). Alamat: Kerapyak Triharjo RT 11 RW 21 Sleman Yogyakarta. Bapak Sarjono yang sudah tidak bekerja semenjak tahun 2009 lalu, Gejala penyakitnya berawal pada awal tahun 2009 tanggal 1 Januari sesudah pulang dari sawah malam harinya bapak tidur dan jam 02.00 dini hari terbangun. Saat itu juga tangan dan kaki bapak sebelah kanan tidak bisa bergerak, bapak hanya bisa berdoa kepada Allah dan akhirnya beberap menit kemudian tangan dan kaki bisa digerakan sedikit demi sedikit. Hal itu dilakukan terus menerus jika keadaan tangan dan kaki beliau tidak bisa digerakan lagi, pengobatanpun hanya dilakukan dengan pengobatan herbal yang dibuat sendiri dari tumbuh2han.dan pada tahun 2013 istri pak Sarjono Ibu Warsinarsih (58) sempat kita dampingi pada akhir tahun 2013 karena sakit Tumor Payudara tetapi saat itu beliau Strokenya belum seberapa parah dan belum mau dibawa ke RS. akhir tahun 2014 pihak kurir di hubungi lagi oleh keluarga memberitahukan bahwa keadaan bapak semakin tidak baik. pada saat itu kita langsung menju kerumah beliau dan membawanya ke RS. Hardjolukito untuk diperiksakan ke poli syaraf, Jaminan kesehatan BPJS pun bapak Sarjono belum mempunyai karena dari awal sakit sampai sekarang beliau belum pernah periksa ke RS karena keterbatasan biaya,bantuan ini untuk kebutuhan kontrol dan obat di RS.Hardjolukito Yogyakarta.Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 663.

Jumlah Bantuan : Rp.630.000,-
Tanggal Penyerahan : 6 February 2015
Kurir : @RofiqSILVER @sintamurtina @inejuine

Pak sarjono menderita Stroke

Pak sarjono menderita Stroke

———-

SRI MULYANI (30th, Infeksi Paru-paru) bertempat tinggal di desa gunung wangi rt 01 rw 01 kecamatan kaligesing kabupaten purworejo. Beliau sehari hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Bu Sri Mulyani harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari nya sendiri. Nur Wahid yang merupakan suami beliau telah meninggal dunia sekitar lima bulan yang lalu karena kecelakaan lalu lintas. Bu Sri Mulyani merupakan putri dari bapak Amat Rejo ( 75 tahun ) dan putri dari ibu Salmi ( 65 tahun ) yang mana pekerjaan mereka hanyalah seorang petani. Bermula pada hamil memasuki umur 7 bulan Bu Sri Mulyani mengalami sesak napas yang di karena kan paru paru sebelah kanan udah infeksi. Penyakit infeksi paru – paru tersebut di derita Bu Sri Mulyani sejak kecil. Akhir nya pihak kluarga membawa nya ke bidan terdekat, saat itu wajah membiru tsngan membiru akhir nya sang bidan pun merujuk nya ke rumah sakit Saras husada purworejo, dsana beliau di rawat di ruang ICU selama 5 ICU dan ranap di bangsal melati slams 3 hari. Kemudian Dari pihak rumah sakit Saras husada merujuk nya ke rumah sakit sarjito yogyakarta. Setelah sesampai nya di sarjito bu Sri Mulyani langsung di larikan ke ugd sarjito dan akhir nya pihak dokter langsung menangani nya. Kemudian ibu Sri Mulyani di bawa ke bangsal untuk ranap inap selama dua hsri sebelum rencana di lakukan tindakan operasi Cesar tgl 19 February 2015. Alhamdulillah anak nya lahir dengan selamat dan kemudian di beri nama Irham Teguh Rahayu. Untuk masalah pembiayaan rumah sakit Bu Sri Mulyani Sudah di tanggung oleh jamkesda. Tapi tak semua pengobatan di tanggung oleh jamkesda, ada biaya yang harus di bayar untuk membeli obat yang di luar tanggungan jamkesda. Alhamdulillah ada seseorang ya g memberi sedikit bantuan untuk membeli obat yang belom di tanggung oleh jamkesda. Sedekah Rombongan memberikan santunan awal untuk keperluan akomodasi di rumah sakit dan pembelian obat diluar jaminan, dan pada saat kami memberikan santunan Ibu Sri Mulyani sedang di Rawat Ruang ICU RS.Sardjito dan kami kurir memberikan bantuan melalu kaka iparnya yang selalu ikut merawat pasien dan bayi pasien.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Tanggal Penyerahan : 28 February 2015
Kurir : @RofiqSILVER @RizkyAditya4 @vitrasq

Sri menderita Infeksi Paru-paru

Sri menderita Infeksi Paru-paru

——–

SURATINAH (42th,Tumor Kandungan) Alamat Glahgah UH4 no:66 rt 12 rw:03 kel. Warungboto kec. Umbulharjo Jogja. Bu Suratinah semenjak melahirkan putranya Jibril, 10 tahun yang lalu. Karena ketiadaan biaya dan lebih memprioritaskan kebutuhan keluarga, ia tidak pernah berobat ke dokter. Suratno (36 th) suaminya yang bekerja serabutan tidak bisa berbuat banyak karena penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari dan biaya sekolah putra tunggal mereka. Saat ini Ny. Suratinah bertempat tinggal di  Belum lama ini Ny.Suratinah baru berani memeriksakan sakitnya ke rumah sakit dikarenakan menstruasinya tidak berhenti selama sebulan. Setelah diperiksa dokter, dokter mendiagnosa Ny.Suratinah menderita tumor kandungan. Untuk memastikan apakah tumor tersebut jinak atau ganas, seminggu yang lalu telah dilakukan tindakan Biopsi di RSUD Wirosaban, Yogyakarta. Hasil Biopsi baru akan keluar pada hari Rabu, 4 Maret 2015. Besar harapan dari pasien dan keluarga semoga hasilnya baik, bukan tumor ganas agar dapat segera di operasi dan segera sembuh. Alhamdulillah Ny.Suratinah mempunyai kartu BPJS dari Pemerintah, jadi untuk biaya rumah sakit tercover oleh kartu tersebut. Kami selaku kurir #SR setelah menerima informasi tentang pasien tersebut segera melakukan survey ke rumah pasien. Sedekah Rombongan memberikan bantuan untuk akomodasi, pembelian obat dan kebutuhan penunjang pengobatan.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Tanggal Penyerahan : 28 Februari 2015
Kurir: @RofiqSILVER @nuliwsaputri

Ibu suratinah menderita Tumor Kandungan

Ibu suratinah menderita Tumor Kandungan

——–

Sugiarto herlambang (42) alamat di krajan barat RT/RW:01/02 Ds.jelbuk Kec.jelbuk Kab.Jember. Sakit Pak Sugiarto sejak tahun 2009, saat itu muncul benjolan kecil pada belakang kepala, yang dikira hanya daging tumbuh biasa. akhirnya Pak Sugi memeriksakan benjolannya itu ke dokter yang asa di Jember. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dokter mendiagnosa benjolan itu adalah tumor dan harus segera di operasi, akhirnya pak sugi menjalani. Benjolanpun menghilang. pada tahun 2010, benjolan itu tumbuh lagi tetapi agak besar dari sebelumnya, lalu diperiksakan lagi dan operasi untuk yg ke 2 kalinya. belum berakhir,sampai situ, pada th 2011 benjolan itu semakin membesar hingga berat 1/4 kg, dan diangkat lalu di tembel dg kulit paha, setelah itu benjolan malah lebih banyak di sekitar bekas operasinya, dan Pak Sugi di vonis tumor ganas. Pak Sugi bekerja sebagai satpam di salah satu perusahaan negara yaitu PT.Askes, untuk semua pengobatan sudah tercover oleh BPJS. Kami bertemu dengan Pak Sugi akhir 2013 dan kami membawa Pak Sugi ke malang untuk melakukan pengobatan. Setelah melakukan pemeriksaan di malang dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi. Dan operasi dilakukan tanggal 27 Februari 2014,saat ini Pak Sugi masih dalam proses pemulihan pasca operasi. Jika kondisi Pak Sugi sudah normal dokter akan melakukan kemoterapi atau penyinaran untuk tindakan selanjutnya. Kini penyinaran sudah selesai dilakukan dan sedang proses kontrol ke rumah sakit Syaiful anwar malang. Santunan yang diberikan digunakan untuk ongkos ke malang dan untuk uang saku bagi dua orang anaknya yang ditinggalkan selama masa kontrol di malang.

Jumlah bantunan: Rp. 700.000,-
Kurir: @yudhoari, @gredyanto
Tanggal: 15 Pebruari 2015

pak sugiarto menderita tumor belakang kepala

pak sugiarto menderita tumor belakang kepala

——-

IFFAH BILAL, yatim piatu. Nasib tidak beruntung si adik perempuan ini. Hidup tanpa kedua orang tuanya. Tetapi nasib baik masih ada nenek yang merawatnya, meskipun sang nenek telah berusia lanjut. Membanggakan, inilah satu kata yang layak diucapkan oleh sang anak ini untuk prestasinya di sekolah. Ia adalah salah seorang anak yang cerdas di sekolahnya seperti halnya kakaknya yang telah mendapatkan biasiswa untuk sekolah ke luar negeri. Karena letak lokasi sekolah si adik yang cukup jauh dari rumah tinggalnya, ini membutuhkan kendaraan bagi si adik. Oleh karena itu tim sedekah rombongan berinisiatif memberikan santukan kepada si Adik berupa sepeda pancal yang bertujuan untuk memudahkan perjalanan ke sekolah. Semoga santunan ini dapat bermanfaat dan mendapatkan ridlo dari Allah swt. Aamiin…

Jumlah santunan: Rp. 700.000,-
Kurir: @yudhoari, @gredyanto, Awaludin Yudha
Tanggal: 23 Pebruari 2015

Bantuan sepeda untuk Iffah

Bantuan sepeda untuk Iffah

——–

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Pasien Jumlah Bantuan
1 RSSR Jakarta                    10,000,000
2 BAYI NY.ANGGRAINI BINTI ARDIANSYAH                      1,500,000
3 Sania                          500,000
4 Pulung                          500,000
5 Yeni                      3,950,000
6 Yulnida                          500,000
7 Maskina                          500,000
8 Mamat                          500,000
9 Mamat                          500,000
10 Didin                          500,000
11 Rosid                          1,000,000
12 Nana                      3,000,000
13 Nyangnyang                      1,000,000
14 Siti                      1,000,000
15 Yuyun                      1,000,000
16 Abdul Azis                      2,000,000
17 Sukiah                          500,000
18 Imas                      2,000,000
19 Sindi                          500,000
20 Abdullah                      2,000,000
21 Wahyu                      1,500,000
22 Yayasan Mentari Hati                      2,000,000
23 Eti                      1,500,000
24 Ahun                      1,000,000
25 Kakay                      1,500,000
26 Siti                      2,000,000
27 Fajar                      1,500,000
28 Farid                          500,000
29 Tarlim                          500,000
30 Nurman                          500,000
31 Muharifa                      3,500,000
32 Tegar                          500,000
33 Prasetya                      1,000,000
34 Hari                          500,000
35 Nabbita                          700,000
36 Peduli Kasih Fakultas Ekonomi UGM                      1,000,000
37 Suratinah                      1,000,000
38 Lamirah                          500,000
39 Daliyo                          687,250
40 Anung                      1,000,000
41 Mardi                      1,000,000
42 Isromah                      3,443,200
43 Siti                      2,000,000
44 Sardoyo                      1,000,000
45 Sujud                      1,000,000
46 Triyono                          500,000
47 Anom                      1,100,000
48 Sri                          630,000
49 Sri                      1,000,000
50 Suratinah                      1,000,000
51 Sugiarto                          700,000
52 Iffah                          700,000
Total                    69,910,450

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 69,910,450,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 675 ROMBONGAN

Rp. 24,197,439,901,-