ANDI SETIYAWAN (40, Batu Ginjal), Alamat : Dukuh Botokan RT.02 RW. 03, Desa Jonggrangan,Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. BapakAndi yang berprofesi sebagai sopir mobil box dan terkena PHK, selama seminggu ini sudah tidak bisa bekerja  lagi karena sakit yang beliau derita. Gejala awal sakitnya mungkintidak begitu dirasakan oleh bapak Andi, suami dari ibu Yayuk (35)hanya merasakan pinggangnya sakit, dan akhirnya untuk berjalan pinggangnya terasa sakit dan akhirnya  untuk berdiri saja tidak mampu karena sakit yang dirasakan. Bapak Andi kemudian memeriksakannya ke RSKB Diponegoro Klaten, dari hasil pemeriksaan dokter di RSKB tersebut, bapak Andi terdiagnosa terkena batu ginjal. Dokter menyarakan untuk dilakukan penghancuran batu ginjal menggunakan gelombang kejut atau Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL). Karena biaya yang besar dan tanpa jaminan kesehatan yang dimilikinya akhirnya pasien pulang. Dan alhamdulillah
#SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Andi dan ikut membantu pengobatannya. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya pelunasan administrasi rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp. 6.500.000,-
Tanggal : 17 Februari 2015
Kurir : @dhe_mang  @widjiyono

Bantuan untuk andi yang menderita batu ginjal

Bantuan untuk andi yang menderita batu ginjal

——–

YUHANA SUMIYATI (44th, Tumor Kandungan) Alamat Sumberjo Ngawu Playen. Bu Yuhana Di diagnosa oleh dokter mengidap tumor kandungan sejak 5 tahun yang lalu. awalnya terdapat benjolan tapi tidak terasa sakit, namun setelah bekerja badan rasanya lungkrah, tidur tidak nyenyak dan hanya bisa tidur dengan posisi miring. Benjolan tumornya itu mengeliligi rahim bu sum. Sudah berobat di sardjito dan disarankan untuk operasi di sardjito, berkas sudah masuk september akhir tapii belum dihubungi lagi dari pihak sardjito dan pasien sendiri belum mencoba menghubungi sardjito. Bu sum tidak ada biaya untuk akomodasi selama berobat. Untuk biaya operasinya memakai jaminan bpjs. Ibu sum berkerja sebagai ibu rumah tangga. Suaminya bernama Heru Kusdiyanto (49th) sehari hari ber jualan pulsa di counter miliknya. dulu tahun 2006 pernah mengidap tumor payudara, sudah di operasi di pelita husada (semanu). Luka payudaranya itu dulu pernah kesundul anaknya sampai keluar nanah tp sekarang sudah sembuh dan tidak terasa sakit. Bu sum.mempunyai 2 putri yg masih kecil, rakhel herna oktavian (7,5 th), bima alfea febriana (5thn). Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk akomodasi di rumah sakit saat kontrol dan kebutuhan sehari hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000
Kurir : @RofiqSILVER @ariska_rd
Tanggal : 18 Januari 2015

Yuhana menderita tumor

Yuhana menderita tumor kandungan

——–

WARTI (37th, Ca Mammae). Alamat Bogor 1 rt 23 rw 25, Playen, Gunungkidul, Ibu Warti yang setiap harinya sebagai ibu rumah tangga. Ibu Warti mulai merasakan sakit sekitar 4 bulan terakhir, tapi prediksi dokter sudah sekitar 2 tahun, awal terasa pegal2 tapi rasa sakitnya diabaikan. Dulu menyusui anak keduanya hanya menggunakan satu sisi (payudara kiri) dan hanya sampai anaknya umur 13 bulan. Sudah dilakukan biopsi tgl 31 okt 14 dan payudara kiri sudah diangkat tgl 27 november 2014 di hardjolukito.diagnosa: ca mamae stadium 3c. 6. Jaminan kesehatan: jamkesmas. Suaminya bernama Karyadi (37).  Pekerjaan  buruh tani dan kerja serabutan, dari pasangan ini mempunyai anak putri kelas 2 SMP dan kelas 1 SD. Bu Warti sakit kankernya sudah stadiumnya cukup tinggi, kondisi rumahnya sangat sederhana, suami tidak berpenghasilan tetap dan setelah bu warti sakit suaminya jd tidak kerja karena ikut mengurusi bu warti. Saat kontrol disardjito kemarin di rujuk utk sinar dan cek lab PA, tapi bingung dimana ruangan dan prosedur utk sinar sehingga kemarin hanya cek lab PA di FK ugm saja. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk akomodasi kontrol,obat di Rumah Sakit dan Kebutuhan sehari hari.

Jumlah Bantuan : Rp 1.038.100
Tanggal : 7 Januari 2014
Kurir: @RofiqSILVER @ariska_rd

Warti menderita Ca Mammae

Warti menderita Ca Mammae

——–

SITI SURAIDA (33th, Ca Mammae) Alamat Pelemrejo KG I 595 Rt 30 rw 10 Purbayan Kotagede Yogyakarta. Satu tahun yang lalu bulan November 2013 payudara bagian kiri bu Siti pernah di operasi di RSUD Wirosaban Yogyakarta pengangkatan payudara bagian kiri. Dan setelah di lakukan operasi bu siti disarankan untuk melakukan kemoterapi karena hasil dari Patologi Anatomi di nyatakan Ganas, dikarenakan RSUD belum bisa melakukan tindakan kemoterapy maka oleh pihak Rumah Sakit di rujuk ke Rumah Sakit Bethesda dan di Bethesda saat itu mou nya dengan jamkeda kuotanya habis, dan pasien memakai jalan lain dengan altetnatif, dan setelah alternative malah sakit batuk tak berkesudahan lalu di periksakan di bp4 kotagede dan disana dinyatakan di paru-paru ada cairan dan di bp4 di sedot cairan, setelah dilakukan alternavi gak ada hasil yang baik, maka pihak keluarga membawa pasien ke Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta dan untuk saat ini sudah menjalani kemo ke 6 di Rumah Sakit Panti Rapih sejak bulan Oktober 2014.Ibu Siti dikarenakan sudah menjalar ke Paru-paru, setiah hari membutuhkan bantuan Oksigen untuk pernafasannya,untuk tabung besar harga untuk pengisiannya Rp.87.500 setiap 2 hari sekali  habis,Ibu Siti Suraida yang lahir 13 November 1981, sebelum sakit pernag berkerja menjadi penjaga perpustakaan SD Rejowinangun 2 Kotagede , Suami Karhat Protoputranto 35th 17 Agustus  ( buruh di pengrajin patung fiber) mempunyai Tanggungan: Putra 1 7tMuhammad AL khanafi,Keluarga ini untuk tinggal masih ikut ke Orang Tua Ibu Siti Suraida, Orang tua Ayah Udi Utomo (pensiunan pns) Ibu Uminah ( ibu rumah tangga). Bantuan ini untuk santunan lanjutan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembelian Oksigen rutin, cek lab,kontrol,obat di luar BPJS dan akomodasi rawat inap saat kemo ke 8. Yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 668.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 6 February 2015
Kurir: @RofiqSILVER @RizkyAditya4

Siti menderita Ca Mammae

Siti menderita Ca Mammae

———-

ENI ANGGRAENI  (47th,Kanker Serviks dan Gagal Ginjal) Alamat di Dusun Bronggang RT 01 RW 27 Kelurahan Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Beliau didiagnosa menderita kangker servics stadium 3B sejak 12 desember 2012. Bu Eni Sudah 6 kali kemoterapi di RSUP dr. Sardjito dan akan dilanjutkan dengan terapi penyinaran sel kanker sebanyak 31 kali. Selain itu Bu Eni juga menjalani kontrol ginjal rutin karena ginjal sebelah kanan dipasang alat nefrostomi dan ginjal sebelah kiri dipasang digiesten,setiap 3 hari sekali Bu Eni menjalani Hemodialisa di RS.Sardjito Yogyakarta Bu Eni harus mengganti nefrostomi sebulan sekali dan mengganti Digiesten tiap tiga bulan sekali melalui operasi dan rawat inap. Sebenarnya Bu Eni membutuhkan Digiesten silikon supaya masa pergantiannya lebih lama dan tidak setiap tiga bulan sekali menjalani operasi. Digiesten silikon mampu bertahan selama satu tahun. Harga Digiesten silikon mencapai 3 juta rupiah. Kebutuhan medis rutin Bu eni diantaranya kasa steril, perban, hepafix, dan perlengkapan medis lainnya mencapai 300rb/bulan. Bu Eni tinggal berdua bersama anaknya (Mbak Nata, 21 Tahun). Suami Bu Eni meninggal ketika anaknya baru berumur 2 tahun. Bu Eni tidak punya saudara kandung karena dulu Bu Eni hanya anak angkat. Pada awalnya Bu Eni mengandalkan nafkah dari anaknya yang bekerja di swalayan. Tapi setelah kondisi Bu Eni memburuk, anaknya memilih berhenti bekerja dan fokus menemani Bu Eni berobat. Bantuan ini digunakan untuk Bantuan ini digunakan untuk Operasi ringan pemasangan alat di RS.Nur Hidayah Bantul, konsultasi gizi di RS.Panti Rapih, uang saku, , akomodasi saat rawat inap di RS.Sardjito saat perbaikan KU dan alat medikasi. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 669.

Jumlah Bantuan : Rp 5.694.400
Kurir : @RofiqSILVER @nh_erna @imamnurhuda @mwatsik
Tanggal : 10 & 28 January 2015

Eni sakit Kanker Serviks dan Gagal Ginjal

Eni sakit Kanker Serviks dan Gagal Ginjal

——–

ZAHRATUSITA (3) atau biasa dipanggil Dik Cita adalah anak ketiga dari Bapak Yunus Subur (28) & Ibu Dika Aryanti (26) warga di Jl. Pena Pekiringan RT.14 RW.1 Talang Tegal ini mengidap kelainan kaki (CTEV) sejak lahir. Dik Cita baru menjalani terapi saat usia 8 bulan, kemudian operasi pertama di RS. Kariadi Semarang saat berusia 1 tahun dan operasi kedua satu tahun kemudian. Pasca operasi Dik Cita juga diharuskan untuk ganti gips seminggu sekali. Setelah ke 8x ganti gips seharusnya operasi lagi di bulan Juni 2013. Namun karena keterbatasan biaya untuk transportasi dan biaya hidup di Semarang hal itupun tertunda hingga kami bertemu Dik Cita sekitar bulan September 2013. Sejak saat itu Dik Cita kami dampingi pengobatannya di RS. Nurhidayah Bantul Yogyakarta dan sudah menjalani satu kali operasi. Rencananya masih akan ada lagi beberapa tindakan medis yang akan dilakukan terhadap Dik Cita setelah operasi sebelumnya. Dan saat ini Dik Cita sedang menggunakan sepatu khusus yang dirancang untuk pengobatan kakinya. Biaya ini ditujukan untuk susu penunjang, akomadi pemerikasaan di saat di RS. Nur Hidayah Bantul dan akomodasi untuk pulang di Tegal,yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 667.

Jumlah Bantuan : Rp.542.750
Kurir : @RofiqSILVER @royekanal @imamnurhuda @nh_erna
Tanggal: 28 Januari 2015

Bantuan untuk zahra

Bantuan untuk zahra

——-

ARTI ( 52th, Ca Mammae) Alamat di Kempong RT 040/ RW 019 Banjaroyo kec. Kalibawang kab. Kulonprogo Yogyakarta. Bu Arti yang setiap harinya beliau sebagai petani untuk menanggung biaya hidup anaknya yang masih sekolah kelas 2 SMK dan kelas 1 SMP. Kadang beliau juga dibantu oleh 2 anak lainnya yang sudah bekerja. Bu Arti menderita kanker payudara dan sudah menjalar ke tangan sejak 4 tahun yang lalu. Menggunakan fasilitas jamkesmas, Ddlu bu arti dibawa ke RSUD Wates dan pernah menjalani operasi. Setelah 3tahun kembali merasakan sakit, beliau dibawa ke RSUD Wates untuk kontrol. Oleh dokter beliau dirujuk ke RS Sardjito dan dianjurkan kemoterapi. Sampai sekarang beliau belum juga kemo karena sudah 4 kali berangkat ke Sarjito tetapi kemoterapi diundur. Dan untuk saat dari team Sedekah Rombongan membawa bu Arti ke Rumah Singgah untuk mempermudah pengobatan kemoterapy di RS.Hardjolukito. Bantuan ini digunakan untuk pemeriksaan ER, PR, Her 2 CITO, sebelum kemoterapy, akomodasi, susu protein tinggi dan uang saku.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.261.000,-
Kurir: @RofiqSILVER @anggabengok @nh_erna @mwatsik @danis
Tanggal : 10 & 28 Januari 2015

Arti menderita Ca Mammae

Arti menderita Ca Mammae

——

BELLA SABINAH (7 bulan) , anak keempat dari pasangan Lilik Tri Murti dan Suheri. Sehari-hari, pak Suheri bekerja sebagai supir di proyek material. Dek Bella tinggal di Dusun Windusari RT 01 RW 01 Bandarsedayu Windusari Magelang Jawa Tengah, bersama orang tuanya dan kakek neneknya yang bekerja sebagai seorang petani. Mulai terdiagnosa hidrocepalus semenjak usia 4 bulan, kemudian ditangani di RS Sardjito. Selama14 hari pertama dek Bella mengalami kejang dan demam tinggi kemudian dirawat di RS Sardjito dengan biaya sendiri. Setelah itu, dipasang selang untuk pengeluaran cairan di kepalanya. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi di RSSR, susu protein, kontrol rutin, fisioterapi di Rumah Sakit Pusat Sardjito Jogja. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : 1.734.000
Tanggal : 19 Desember 2014
Kurir : @RofiqSILVER @nh_erna @inejuine @windriani

Bantuan untuk bella

Bantuan untuk bella

———-

SUPARTI (50) seorang IRT yang tinggal di dusun Bojong, Rt 5. Rw 10, Panjatan Kulon Progo. Suaminya adalah bapak Supriyadi (53) seorang buruh yang bekerja di pabrik kulit.Pasangan ini dikaruniai 2 orang anak yang masih kuliah dan duduk di bangku kelas 2 SMP. Ibu Suparti menderita kanker limfa sejak tiga tahun yang lalu dan menyebabkan seluruh tubuhnya penuh dengan benjolan. Ibu Suparti sudah menjalani kemotherapy dengan bantuan BPJS dan saat ini sedang dalam dampingan Sedekah Rombongan untuk proses pengobatan lanjutan di RS. Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol, dan akomodasi selama bulan Januari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 11 Februari 2015
Kurir    : @RofiqSILVER @arizafuadi @nuliwsaputri

Bantuan untuk suparti

Bantuan untuk suparti

—–

Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Banyumas raya dengan alamat Jl. Penatusan Gang 1 Rt 01 Rw 02 No.5 Purwokerto Wetan. Setelah proses pembayaran kontrak untuk RSSR banyumas selesai, kami team kurir #SedekahRombongan langsung melakukan renovasi terhadap rumah tersebut. Renovasi meliputi perbaikan saluran air, pembuatan tempat jemuran, perbaikan sumur, perbaikan pintu pagar serta pengecatan rumah baik indor maupun outdor dan merapikan bagian – bagian yang tadinya kurang rapi untuk kemudian kami rapikan agar terlihat rapi dan enak dipandang. Proses renovasi dimaksudkan agar nantinya para pasien dan keluarga yang mendampingi merasa nyaman untuk tinggal di tempat tersebut. Semoga RSSR banyumas dapat mendampingi para dhuafa sakit yang membutuhkan bantuan dan melayani mereka dengan senang hati serta penuh keikhlasan tanpa pamrih agar hidup kita bisa berkah dan berlimpah, mencari muka didepan TUHAN.

Total biaya : 9.350.000
Tanggal : 9 Februari 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

RSSR Banyumas

RSSR Banyumas

——–

HARTO PAWIRO, (83 th, Infeksi lambung). Mbah Harto begitu biasa tetangga memanggilnya. Mbah Harto tinggal di Gandanan Rt 11, Rw 03 Denggungan, Banyudono, Boyolali. Kesibukan sehari hari beliau adalah jualan siome keliling. Namun kegiatan yang menjadi sarana untuk mengais rezeki tersebut harus beliau tinggalkan karena sudah tidak kuat lagi, kejadian itu terjadi sekitar 5thn yg lalu, mbah Harto sedang berwudhu di mushola dekat rumahnya untuk menunaikan sholat isya’, namun tiba-tiba beliau terpleset, dan jatuh sehingga kaki sebelah kiri beliau susah digerakan sehingga tidak bisa  beraktivitas seperti semula, meski saat kejadian langsung di bawa ke RS Banyudono. Sejak saat itu mbah Harto tidak dapat berjualan siome keliling seperti biasanya, bu Marjiyyem(istri Mbah Harto) dengan sabar melayani kebutuhan suaminya. Mungkin karena kecapekan bu Marjiyem pun jatuh sakit. Di tahun 2014 kemarin keduanya masuk RS Asy Syifa Sambi Boyolali, setelah di deteksi mereka berdua mengidap sakit infeksi lambung. Meski keadaan bu Marjiyem tidak separah mbah Harto, namun dokter meminta mereka ber dua untuk menjalani rawat inap beberapa hari di rumah sakit tersebut. Menghabiskan biaya sekitar Rp.8.000.000,-. karena keadaan anak anak mbah Harto(Suripto 47 th, Wuryanto 35 th,  Darsono 33 th)yang juga hanya penjual siome keliling dengan penghasilan tak menentu, maka mereka harus mencari pinjaman uang untuk membayar biaya rawat inap tersebut. Sejak pulang dari Rumah Sakit, mbah Harto hanya beberapa kali saja kontrol. Meski saran dokter tidak boleh minum obat dari warung tapi karena terbatasnya biaya, kalo mbah harto kambuh hanya bisa dibelikan obat dari warung. Saat ini anak anak mbah Harto masih mengangsur hutang biaya rawat inap kemarin, dan masih mempunyai kekurangan sebesar Rp 2.100.000,- Informasi tentang kondisi mbah Harto Sampai kepada kurir #SR melalui tetangga beliau, Sedekah Rombongan hadir untuk menyampaikan Amanah dari #Sedekaholic Memberikan bantuan sebesar Rp 2.500.000,- Untuk melunasi biaya Rawat inap Mbah Harto. Mbah Harto dan  keluarga merasa sangat senang dan ber trimakasih dengan bantuan ini.

Santunan :Rp 2.500.000,-
Kurir :@lastiko via @ocid_ahmad
Tanggal :Selasa, 17 Februari 2015

Harto sakit Infeksi lambung

Harto sakit Infeksi lambung

——–

GITO BIN SIRAN (54 tahun, gangguan fungsi ginjal karena kekurangan albumin) tinggal di RT 020 RW 008 Dusun Genjeng,  Desa Banjarejo, kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kurir Sedekah Rombongan mendapar informasi tentang Pak Gito dari laporan tetangga.
Pak Gito dan istrinya, Sukini (54 tahun) tidak bekerja. Kedua anaknya sudah menikah dan jadi buruh tani. Sehari-hari kebutuhan makan dikirim anak menantu. Menantunya punya anak 2 orang, dengan penghasilan yang kurang dari 700 ribu setiap bulan, ia cukup berat dengan tambahan harus menanggung Pak Gito dan istri.
Tujuh bulan lalu Pak Gito merasakan perutnya sakit. Ia pun berobat ke puskesmas dan ke dokter praktek. Berkali-kali berobat tak kunjung sembuh. Setelah berobat ke sebuah klinik swasta, diketahui bahwa ia mengalami kekurangan albumin di tubuhnya. Akibatnya fungsi hati dan ginjal tidak normal. Kulit Pak Gito menghitam dan gatal, kukunya lepas, dan ia merasakan sakit di ulu hati. Pak Gito sudah berobat ke Rumah Sakit Daerah Sayidiman dan opname satu minggu. Namun oleh dokter disarankan untuk berobat rutin ke dokter praktek saja. Oleh dokter praktek ia diterapi dengan suntik albumin yang harganya mahal. Pak Gito setiap 3 hari sekali harus kontrol.  Satu albumin harganya Rp 1.500.000. Satu kali suntik dua ampul. Karena keterbatasan kemampuan, Pak Gito tidak bisa terus menerus terapi. Bila ada uang baru berobat.
Bantuan Sedekah Rombongan digunakan untuk meringankan biaya pengobatan Pak Gito. Beliau sangat terharu dan mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 2.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @dianasasa
Tanggal : Senin, 16 Februari 2015

Gito menderita gangguan fungsi ginjal karena kekurangan albumin

Gito menderita gangguan fungsi ginjal karena kekurangan albumin

——–

TUNAS HARAPAN BOYOLALI (sanggar inklusi) merupakan perkumpulan anak difabel dan orangtuanya yang bergerak dibidang pendidikan & ketrampilan. Berdiri pada bulan Oktober 2013. Terdiri dari anak tuna netra, tuna rungu, tuna daksa dan anak dengan gangguan persyarafan, bertempat di rumah bapak Mardi & ibu Warjini di daerah Ringin Larik RT/RW 14/03, Musuk, Boyolali, Jawa Tengah. Perkumpulan ini di dirikan oleh mbk Titik Isnaini (38th) putra kedua bapak Mardi salah seorang difabel tuna daksa. Mbak Isna mendirikan perkumpulan ini awalnya karena dendam beliau seorang difabel tidak bisa bersekolah. Mbak Isna juga malu, temannya penyandang difabel yang meminta-minta dan mengajukan proposal untuk kepentingan pribadi, padahal masih banyak cara lain untuk mendapatkan penghasilan. Melihat banyaknya anak difabel disekitar daerahnya yang susah bersekolah. Selain itu orang tua anak difabel bingung dengan masadepan anaknya, tidak tau akan mensekolahkan anaknya dimana. Mereka juga tidak paham cara merawat dan menstimulasi tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut yang melatar belakangi didirikan sanggar inklusi Tunas Harapan. Awalnya perkumpulan ini dilakukan sebulan sekali setiap minggu pon. Dimana kegiatan yang dilakukan meliputi mengajarkan cara membaca huruf braile. Mengajarkan menstimulasi pertumbuhan anak berkebutuhan kusus. Orang tua anak difabel juga diajarkan ketrampilan merajut, membuat bros, roti, kripik berbahan susu dan sayur. ruang lingkup sanggar ini masih lingkup kecamatan. Saat ini perkumpulan Tunas Harapan sedang berusaha mendirikan, taman bermain dan PAUD yang dapat digunakan untuk anak difabel dan umum. Harapan kedepanya di PAUD ini bisa digunakan sebagai tempat pelaksanaan pendidikan penyetaraan paket A,B,C sehingga anak difabel dan warga sekitar dapat bersekolah dan memiliki ijasah. Awalnya sanggar ini akan menggunakan rumah pinjaman  salah seorang warga. Namun, karena suatu hal di urungkan, di rubah membagun sendiri di pekarangan rumah bapak Mardi. #SedekahRombongan menyampaikan santunan dari #sedekahholic yang kedua untuk penyelesaian bangunan sanggar Tunas Harapan berupa pembelian pasir, genting, kayu reng dan usuk. Sebelumnya #sedekahrombongan  pernah membantu sanggar ini dan masuk rombongan 632. Mbak Isnaini merasa sangat gembira dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan #sedekahholic beliau juga berharap mudah-mudahan dengan adanya sanggar Tunas Harapan banyak masyarakat yang terbantu.

Jumlah santunan Rp.5.000.000,-
Kurir: @lastiko via @anissetya60 @rianananudz @cicicinta @ el_li2annnaa
Tanggal :12 Februari 2015

Bantuan untuk TUNAS HARAPAN BOYOLALI

Bantuan untuk TUNAS HARAPAN BOYOLALI

———

SRI MESRIATUN BINTI EDI SUMARTOYO (31 tahun, penderita patah tulang punggung dan  Depresi). Sri Mesriatun adalah seorang duafa yang beralamat di Desa Sundul RT 15 RW 07  Dusun Jambu Kecamatan Parang Kabupaten Magetan Jawa Timur . Dulu adalah seorang TKW Hongkong selama 6 tahun. Selama disana dia baik-baik saja namun tahun 2014 lalu mengalami peristiwa yang sangat menyakitkan. Sri Mesriatun jatuh dari jendela lantai 5. Dia mengalami kecelakaan tersebut karena dia disekap selama berhari hari di dalam ruangan tanpa diberi makanan. Dia hanya bisa minum dari air kran yang ada di flat tersebut. Akhirnya dia berusaha kabur dengan membobol jendela yang berada di lantai 5 tersebut. Usahanya untuk bisa bebas bisa terwujud namun itu menyebabkan dia mengalami luka yang serius di punggungnya. Dia mengalami patah tulang punggung, depresi dan dirawat di salah satu rumah sakit di Hongkong. Selama dia disekap dia tidak membawa dokumen apapun juga. Setelah selesei perawatan, Alhamdullillah berkat bantuan dan kemurahan hati teman -temannya, Dia bisa mendapatkan pasport untuk pulang ke Indonesia. Akhirnya tanggal 14 Agustus 2014 Dia bisa pulang ke Indonesia & hanya berbekal air mineral 1 botol saja tanpa membawa barang apapun. Kondisinya sekarang masih sangat memprihatinkan. Apabila ditanya sering tidak menjawab,dan kalaupun menjawab terkadang tidak menyambung jawabannya. Dan terkadang juga mengamuk tanpa alasan. Sri Mesriatun mempunyai seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang kini duduk dibangku belajar kelas 3 SDN Sundul 1. Suaminya tidak mengurusi keluarganya, bahkan sampai sekarang tidak pernah ada kabarnya entah ada dimana. Sri Mesriatun dan anaknya tinggal bersama ayah dan ibunya yang hanya bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan yang didapat tidak lebih dari 1juta rupiah sebulannya. Itupun kalau sedang ada pekerjaan. Dengan penghasilan yang tidak pasti itu hanya bisa digunakan untuk bertahan hidup. Sedangkan untuk pengobatan sangat masih kesulitan. Informasi ini diperoleh dari cerita warga disekitarnya. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk biaya terapi psikologis untuk mengurangi depresi Sri Mesriatun. Keluarga Pak Edi Sumartoyo mengucapkan terimakasih yg tak terhingga atas bantuan dari Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 500.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @kangsugik
Tanggal : Senin, 16 Februari 2015

Sri penderita patah tulang punggung dan  Depresi

Sri penderita patah tulang punggung dan Depresi

———

MASJID DARUSSALAM MAGETAN adalah sebuah masjid yang sedang dalam pembangunan. Masjid berlokasi di RT 4 RW 7 Desa Krowe Kec Parang Kab Magetan Jawa Timur. Pembangunan masjid ini sudah sampai 60% namun disaat pembangunan berlangsung masih terkendala dana. Pembangunan yang direncanakan menghabiskan dana 120.000.000 ternyata  belanja untuk pembangunannya mencapai 150.000.000. Sampai saat ini belum adanya dana tambahan untuk pembangunan masjid membuat pembangunan sedikit terhambat. Info ini diperoleh dari seorang kurir warga sekitar dan saat tim  #SedekahRombongan berkunjung ke masjid, panitia masjid Darussalam sangat berharap tim #SedekahRombongan bisa membantu kekurangan dana pembangunan. Dana bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk pembelian kubah Masjiid dan cat. Takmir Masjiid dan para jamaah sangat antusias menerima bantuan serta mengucapkan banyak terimakasih kepada para sedekaholic atas bantuannya melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 2.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @kangsugik
Tanggal : Senin, 16 Februari 2015

Bantuan pembelian kubah Masjiid dan cat

Bantuan pembelian kubah Masjiid dan cat

———

KAWITNO BIN SURIP NUR MAKMURI ( 47 Tahun , usus melintir / illeostomy ) biasa dipanggil Pak Kawit bertempat tinggal di Rowogatel RT 3 RW 2 Begajah Sukoharjo Jawa Tengah telah didiagnosa dokter mengidap usus melintir / illeostomy sejak pertengahan bulan Januari 2015. Awalnya Pak Kawit mengalami nyeri hebat di bagian perut, masuk angin dan muntah-muntah serta tidak bisa BAB selama seminggu dan kemudian di periksakan 3 kali ke dokter umum tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya Pak Kawit diperiksakan ke RSUD Sukoharjo dan dokter bedah di rumah sakit tersebut menyarankan agar segera di ambil tindakan medis untuk operasi. Senin 19 Januari 2015 pak kawit berhasil dioperasi pada bagian ususnya. Hasil dari operasi pertama usus dari pak Kawit dipotong dibuat luabang di perut ( colostomy) untuk mempermudah BAB. Sehingga pak Kawit BAB tidak melalui anus melainkan dari lubang colostomy Pasca operasi pertama pak Kawit di rawat di ruang ICU RSUD Sukoharjo selama 10 hari dan lebih dari seminggu dirawat di bangsal. 10 Februari 2015 pak Kawit diperbolehkan pulang. Pasca operasi pertama Pak Kawit harus kontrol kedokter 3 hari sekali untuk melihat perkembangan luka  colostomy Pak Kawit. Saat ini Pak Kawit sudah menjalankan kontrol sekali tanggal 13-2-2015. Kontrol selanjutnya besok tgl 16-3-2015. Pak Kawit juga masih harus menjalani operasi kedua untuk memasukkan organ usus yang masih diluar kulit, tetapi saran dokter harus menunggu jahitan pasca operasi pertama sembuh dahulu. Karena tidak memiliki kendaraan, pak Kawit terpaksa dinaikkan becak untuk kontrol di Rumah Sakit walaupun dengan menahan sakit apalagi saat jalan di jalan berlubang. Semua biaya rumah sakit di tanggung oleh pemerintah karena Pak Kawit memiliki Jamkesmas. Sebelum pak Kawit sakit, pak kawit dan istrinya Ibu Tukini (42 tahun) bekerja sebagai penjual cilok keliling. Penghasilan tiap hari yang didapat pak Kawit dan istrinya sekitar Rp. 40.000,00 perharinya. Tetapi karena Pak kawit sakit, ibunya juga tidak bisa berjualan karena harus merawat suaminya. Pak Kawit masih memiliki satu tanggungan anak yang masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar. Semua biaya sekolah ditanggung oleh pemerintah kecuali buku dan seragam membeli sendiri. Saat kurir #SedekahRombongan berkunjung ke kediaman pak Kawit, kondisinya mulai membaik tetapi masih terasa nyeri diluka colostomy. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga bapak Kawitno. Rabu 18 Februari 2015 santunan lepas dari para #SedekahHolic disampaikan kepada keluarga pak Kawitno. Keluarga pak Kawitno sangat berterimakasih sekali atas bantuan yang diberikan dan memohon doa kepada semuanya agar pak Kawitno cepat diangkat penyakitnya dan bisa bekerja lagi mengingat pak Kawitno sebagai tulang punggung keluarga.

Jumlah Santunan : Rp. 2.000.000
Kurrir : @lastiko via @RizqiRizqie
Tanggal : 18 Februari 2015

Kawitno menderita usus melintir / illeostomy

Kawitno menderita usus melintir / illeostomy

——–

RIYEM Binti SUNARJO ( 72 Tahun, Bantuan Tunai ), RT02/3, Gupolo, Babadan, Ponorogo, Jawa Timur.  Kronologis dari pemberian bantuan ini adalah sebagai berikut, saat kami mendapatkan informasi terkait sasaran di wilayah timur, saat itu kita sedang bergerak ke Kismantoro, Wonogiri untuk mensurvey informasi tentang seorang ibu yang sedang sakit tumor perut di wilayah sana, dan kemudian kita temukan namun saat ini ibu tersebut belum mau untuk di bawa ke Rumah Sakit karena takut. Kami pun bergerak pulang untuk survey sasaran selanjutnya di wilayah Purwantoro, akan tetapi kemudian sembari ngobrol ada informasi dari rekan di sana terkait warga miskin di ponorogo, kami pun meluncur karena kebetulan lokasi tidak terlalu jauh, sekalian jalan. Dengan begitu, kemudian kita temukan dan kita beri bantuan tunai tersebut. Riyem, memang kurang mampu, untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari pun sulit. Sang suami sedang sakit – sakitan, dan mereka hanya tinggal berdua saja di rumah tersebut. Melihat kondisi mereka yang memprihatinkan, hati kami tergerak untuk memberikan bantuan ini sebagai wujud kepedulian sedekah rombongan menyampaikan amanah. Mudah – mudahan, ini bermanfaat dan meringankan beban hidup mereka saat ini. Kami pun yakin, karena ini hanya merupakan amanah dari para sedekaholics melalui sedekah rombongan, mungkin tidak bisa menghandle semua kebutuhan hidup mereka yang miskin seperti bu Riyem ini, akan tetapi paling tidak bisa sedikit memberikan wajah senyum ceria dan bisa membeli kebutuhan yang harus ada terutama kebutuhan makan untuk kehidupannya, semoga ini bermanfaat dan memberikan yang terbaik bagi mereka. Doa dan rasa terimakasih pun terucap, seiring kami pamit untuk melanjutkan perjalanan kembali. Ibarat, kita gak kenal, kita gak tau lalu kemudian tiba – tiba datang dan memberikan apa yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh mereka. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 2 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh dan informan Sukidi

Bantuan untuk riyem

Bantuan untuk riyem

———

ALPIN Bin alm. GIYANTO ( 7 Tahun, Bantuan Sepeda ), Dek Alpin yang saat ini hidup bersama nenek nya, Mbah Parni, sedang duduk di bangku Sekolah Dasar. Tinggal di ds.Sukomangu, Purwantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Ayahnya telah tiada sejak dia berumur 2 tahun, dan ibunya saat ini sedang merantau bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Surabaya. Idam – idamannya dari keinginan anak ini adalah mempunyai sebuah sepeda onthel, untuk kegiatannya bersekolah dan membantu neneknya. Untuk itu, kami berikan sebuah sepeda onthel untuk keinginan anak yatim ini, semoga bisa bermanfaat dan pastinya dia senang akan hal ini. Mudah – mudahan, dia lebih bersemangat untuk mencari ilmu dan suatu saat bisa menjadi anak yang pandai yang berguna bagi sesama. Aamiin.

Bantuan : Rp.  1.400.000,-
Tanggal : 2 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Alpin mendapat bantuan Sepeda

Alpin mendapat bantuan Sepeda

——–

MARIJEM Binti Alm. PARMIN TUKIMAN ( 73 Tahun, Lumpuh ), ds.Pandeyan, Jatisrono, Wonogiri, Jawa Tengah. Kronologis dari pemberian bantuan ini, adalah ketika kami mendapatkan informasi bahwa ada warga yang miskin lumpuh dan membutuhkan sebuah kursi roda untuk membantu pergerakan mbah Marijem ini. Informasi dari salah satu bidan desa yang kebetulan saat itu bertemu kami di jalan, dan kemudian kami segera meluncur ke Jatisrono untuk survey dan beberapa hari kemudian apa yang di butuhkan kami belikan yaitu sebuah kursi roda. Dan kursi roda sudah kami serahkan, berikut juga sedikit bantuan akomodasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari – hari. Semoga bermanfaat dan bisa meringankan beban beliau saat ini. Saat penyerahan kursi roda, di dampingi oleh tetangga beliau yang saat itu kebetulan sedang berada di rumah mbah Marijem ini. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Marijem menderita lumpuh

Marijem menderita lumpuh

——-

KATWADI ( 40 Tahun, Katarak ) Bertempat tinggal di RT05/07, Ngasem, Gembong, Arjosari, Pacitan Jawa Timur. Beliau mengalami sakit mata ( katarak ), kesehariannya bertani. Rumah nya cukup jauh dari Kota Pacitan, melalui jalanan yang berkelok – kelok dan pegunungan. Jalannya pun hanya bisa di lalui oleh satu kendaraan roda empat sadja. Dan jalan itu berbatasan dengan jurang, pada saat kami survey ke lokasi dan kami memberikan bantuan untuk kebutuhan beberapa saat. Katwadi rencananya akan kami handle, dan pada Tanggal 4 Februari 2015 beliau meluncur jogja untuk mendapatkan perawatan. Beliau mempunyai tanggunggan anak dua orang yang saat ini masih duduk di bangku sekolah dasar. Dan juga istri serta ayahnya yang ikut tinggal serumah dengannya. Kondisinya cukup memprihatinkan, rumahnya terpencil dan berlantaikan tanah. Jalanan yang di lalui pun becek. Beliau sudah kurang lebih 3 Tahun menderita sakit mata ini, dan tidak ada kemampuan untuk berobat. Sehingga dibiarkan begitu saja. Jarak rumah dari kota pacitan kurang lebih 20 kilo an. Dan medannya sangat sulit, karena semangat beliau untuk sembuh, maka beliau saat ini sedang meluncur ke RSSR Jogjakarta untuk mendapatkan pendampingan dari tim Kurir Jogjakarta, semoga langkah ini memberikan solusi terbaik. Aamiin .

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 4 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh@Yuli@Lulut

Katwadi menderita Katarak

Katwadi menderita Katarak

——-

MASJID AL-HUDA ( Bantuan Wirelles/ Sound System), beralamatkan di Lemahbang, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Bantuan dua buah wirelles untuk masjid yang diterima oleh salah satu pengurus/takmir masjid setempat. Untuk di gunakan pada acara – acara pengajian, dan kebutuhan sound di masjid tersebut. Berdasarkan survey beberapa hari sebelumnya, dan kemudian kita wujudkan permohonan bantuan ini, semoga bisa termanfaatkan dengan baik dan menjadikan masjid tersebut semakin ramai oleh jemaah dari masyarakat sekitarnya. Aamiin .

Bantuan : Rp. 2.368.000,- ( dua buah Wirelles @Rp. 1.184.000,-)
Tanggal : 6 februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan MASJID AL-HUDA

Bantuan MASJID AL-HUDA

——-

GIMAN Bin Alm. SONO SUJIYO ( 78 Tahun, Lumpuh ), beliau hidup kurang mampu dan saat ini sedang mengalami kelumpuhan sehingga tidak bisa berjalan, tinggal di ds. Pucung, RT03/2 Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Setelah kami menyampaikan bantuan wirelles di Kismantoro, selanjutnya kami menyerahkan bantuan sebuah kursi roda atas warga kurang mampu yang membutuhkan, berdasarkan informasi dari salah satu bidan desa setempat. Dan sebelumnya sudah kami survey, lalu memang layak untuk kita berikan bantuan. Dan, kami belikan sebuah kursi roda untuk Bapak Giman, semoga bisa bermanfaat dan meringankan beban hidup beliau. Sekaligus bantuan untuk mencukupi kebutuhan hidup beberapa hari, untuk membeli bahan makan dan kebutuhan lainnya. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.325.000,-
Tanggal : 6 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Giman menderita lumpuh

Giman menderita lumpuh

——–

KINAH ( 72 Tahun, Lumpuh ), Warga Singodutan, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah ini membutuhkan bantuan kursi roda, karena sakit yang mengakibatkan beliau lumpuh. Di dampingi oleh perangkat Kecamatan Selogiri, yaitu antara lain Bapak Camat, Sekcam dan Staf kecamatan serta petugas sosial kecamatan, mas surono. Informasi tentang Bu Kinah ini dari mas Surono sebagai seorang PSK ( Petugas Sosial Kecamatan ). Mudah – mudahan, bermanfaat bagi Bu Kinah dan keluuarga lebih mudah dalam merawat beliau. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 6 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh via Surono

Kinah menderita lumpuh

Kinah menderita lumpuh

———

MARSI ( 69 Tahun, Lumpuh ), Warga Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah ini sudah mengalami kelumpuhan kurang lebih 5 tahun. Informasi berasal dari salah satu anggota dewan dan warga terkait kondisi bu Marsi ini, akhirnya kami survey dan kami belikan kebutuhan untuk meringankan beban beliau. Hidupnya kurang mampu, sehingga untuk membeli kursi roda pun tidak mampu. Untuk memenuhi kebutuhan hidup juga minim. Di dampingi Ketua RT setempat dan tetangga yang menyaksikan penyerahan bantuan berupa kursi roda dan akomodasi terhadap bu Marsi, semoga bermanfaat. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh via Ketua RT setempat

Marsi menderita lumpuh

Marsi menderita lumpuh

——-

KENIL Binti Alm. SARIJO ( 68 Tahun, Bantuan Tunai ), beliau hidup sendirian dan miskin kondisinya, beralamatkan di ds. Kembang, Rt04/2, Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau sangat membutuhkan bantuan untuk mencukupi kebutuhan makan keseharian, serta kebutuhan lainnya. Hidup sebatang kara, dan sudah tidak mampu untuk mencari nafkah lagi, karena sering sakit – sakitan. Informasi dari salah satu Pegawai Sosial Kecamatan, melalui rekan di Kecamatan memberikan informasi terkait kondisi bu Kenil ini, sehingga kami kemudian bergerak survey dan memberikan bantuan tersebut. Semoga sedikit membantu meringankan beban hidupnya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan untuk kenil

Bantuan untuk kenil

——–

MARYANTO ( 39 Tahun, Polio ), warga Dungkambil RT2/8, Jatiroto, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau mengalami sakit lumpuh akibat polio. Informasi dari bidan desa di Kecamatan Jatiroto, dan kemudian kita respon segera untuk kita survey ke rumahnya. Dan, memang sangat miskin dan butuh bantuan kursi roda. Lalu kami belikan kursi roda tersebut, dan kami serahkan bersama Informan yang memberikan informasi, di saksikan oleh tetangga dari pak Maryanto dan perangkat Kecamatan Jatiroto. Semoga, bantuan kursi roda dan akomodasi ini bisa sedikit meringankan beban pak Maryanto. Ternyata masih ada beberapa warga dusun dungkambil ini yang sakit polio dan lumpuh, namun ke depannya akan kita upayakan bantuan seperti pak Maryanto ini. Maka, ucapan terimakasih dari warga dan juga keluarganya, berharap semoga sedekah rombongan ini selalu eksis dan memberikan yang terbaik, amanah dari para sedekaholics yang bersama – sama sedekah rombongan membantu warga kurang mampu seperti Bapak Maryanto tersebut, doa seiring senyum mereka untuk kebaikan para kurir dan teman – teman di sedekah rombongan, selalu diberikan kemudahan dalam segala hal. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.250.000,-
Tanggal : 7 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh via bu bidan

Maryanto sakit Polio

Maryanto sakit Polio

——-

SARTI ( 75 Tahun, Bantuan Tunai ), ds. Kepuhsari, Manyaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Saat kami bergerak untuk survey pasien bayi bernama dek daffa, kami diberikan informasi ada warga miskin yang hidup sebatang kara dan sudah sepuh. Lalu, dari lokasi survey pertama, setelah selesai kita handle kami lanjutkan ke rumah Bu Sarti ini, bantuan tunai untuk sedikit meringankan beban beliau. Beliau hidup sendirian, sudah lama menjanda. Dan kondisi nya pun sangat tidak mampu, maka dengan bantuan ini semoga bisa meringankan beban beliau. Terkadang, seperti Bu Sarti ini tidak terjangkau oleh para sedekaholics yang sebenarnya hal seperti ini sangatlah dibutuhkan untuk meringankan beban warga miskin seperti beliau. Apalagi jika hidupnya seorang diri, sehingga sangat benar – benar membantu dalam mencukupi kebutuhan terutama membeli kebutuhan pokok seperti beras, gula, teh dan lainnya.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 7 Februari 2015
Kurir : @Mawan@Teguh

Bantuan untuk sarti

Bantuan untuk sarti

——-

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Pasien Jumlah Bantuan
1 Andi                      6,500,000
2 Yuhana                      1,000,000
3 Warti                      1,038,100
4 Siti                      1,000,000
5 Eni                      5,694,400
6 Zahra                          542,750
7 Arti                      3,261,000
8 Bella                      1,734,000
9 Suparti                      1,000,000
10 RSSR Banyumas                      9,350,000
11 Harto                      2,500,000
12 Gito                      2,000,000
13 Tunas Harapan Boyolali                      5,000,000
14 Sri                          500,000
15 Masjid Darussalam Magetan                      2,000,000
16 Kawitno                      2,000,000
17 Riyem                      1,500,000
18 Alpin                      1,400,000
19 Marijem                      1,500,000
20 Katwadi                          500,000
21 Masjid Al Huda                      2,368,000
22 Giman                      1,325,000
23 Kinah                      1,250,000
24 Marsi                      1,500,000
25 Kenil                      1,000,000
26 Maryanto                      1,250,000
27 Sarti                      1,000,000
Total                    59,713,250

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 59,713,250,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 672 ROMBONGAN

Rp. 24,068,854,451,-