ASEP IRAWAN BIN ADE SASTRA (13 tahun, patah tulang tangan) adalah salah satu anak dari kaum dhuafa yang tinggal di jalan Nakulo RT 2 RW 1 Nomor 1 Desa Kauman Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Adik Asep yang statusnya masih pelajar SMPN 2 Karangrejo Magetan kemarin mengalami kecelakan pada saat bermain sepak bola di lapangan desanya yang menyebabkan tangan kiri patah. Pada hari Sabtu 7/2/2015, pihak keluarga langsung membawa dik Asep menuju  RSUD Dr. Soedono Madiun untuk ditangani dan dari pihak dokter merujuk keluarga untuk segera dioperasi, namun karena keterbatasan biaya pihak keluarga membatalkan untuk operasi dan keesokan harinya keluarga membawa dik Asep menuju pengobatan alternatif pada 8/2/2015. Setelah dibawa kepengobatan Alternatif rasa sakit yang dirasakan dik Asep sudah berkurang, tapi keluarga tetap mengontrolkan dik asep ke pengobatan alternatif setiap minggu dan pada hari tertentu dik Asep juga akan di bawa ke RS untuk dirontgen dan mengetahui perkembangan tulangnya, dik Asep tinggal bertiga bersama ibunya, Ibu Prapti (33tahun) dan adiknya. Ayahnya bernama Ade Sastra (36tahun) yang bekerja di Kalimantan Tengah sebagai buruh bangunan. Setahun sekali Ayah dik Asep pulang untuk berkumpul bersama keluarga, sedangkan ibunya yang kesehariannya sebagai penjual kerupuk keliling menggunakan sepeda yang penghasilannya tidak menentu. Kurir SR dipertemukan dengan dik Asep beserta keluarga berdasarkan informasi dari teman teman kurir yang ada dikota Surabaya. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membantu pengobatan dik Asep. Dik Asep beserta keluarga sangat berbahagia dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @krisnamonogami1 @sukarno_hartoyo @riena_maia
Tanggal : Jum’at, 13 Februari 2015

Asep mengalami patah tulang tangan

Asep mengalami patah tulang tangan


KADINEM BINTI KERTO REDI (55 tahun, katarak) adalah seorang duafa yang tinggal di  Dukuh Plosorejo RT 4 RW 8 Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Magetan Jawa Timur. Mbah Kadinem suaminya sudah meninggal dan tidak punya anak dan tinggal hanya dengan ibu nya yang sudah tua yang mengalami kelumpuhan. Sudah 3 tahun Mbah Kadinem tidak dapat melihat, setelah diperiksakan poly mata RSUD Sayidiman Magetan ternyata beliau menderita katarak. Setelah diyakinkan, mbah Kadinem mau menjalani operasi katarak. Operasi dilaksanakan pada hari Rabu, 24 Desember 2014. Operasi tidak membawa hasil dan bu Kadinem dirujuk ke RS Yap Yogyakarta. Tetapi beliau belum bisa ke Yogya karena saat ini ibu nya sedang sakiit keras. Bu Kadinem adalah pasien dampingan SR yang telah dibantu sebelum nya pada rombongan 654. Santunan ke tiga ini digunakan untuk pembelian kasur, karena selama ini beliau dan ibu nya hanya tidur beralaskan tikar. Selain itu juga untuk pembelian obat yang telah habis. Keluarga bu Kadinem sangat berbahagia dan berterima kasih atas bantuan dari Sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, semoga berkah.

Santunan : Rp 800.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @kangsugik @riena_maia @sukarno_hartoyo
Tanggal : Jum’at, 13 Februari 2015

Bantuan untuk ibu kadinem yang menderita katarak

Bantuan untuk ibu kadinem yang menderita katarak

—-
MUHAMMAD RIFAI, (16, Kelainan Darah/Anemia Aplastik). Alamat : Teluk Baru RT.1/3, Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. M.Rifai, Pelajar SMP anak pasangan Aspar (43) yang bekerja sebagai buruh tani dan Ibu Miswati (40) juga hanya seorang Ibu Rumah Tangga. M.Rifai selama ini mengidap penyakit anemia aplastik yang belum diketahui penyebabnya dan dicurigai kaganasan, selama ini pasien hanya mendapatkan terapi berupa transfusi Packed Red Cell sebanyak 40 kantong dan obat-obatan simptomatis. Obat-obatan tersebut hanya mengurangi gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien saat ini. Saat ini sudah mulai  terjadi pembengkakan di perut bagian kiri akibat limfa yang membesar atau splenomegali yang mengakibatkan badan pasien menjadi lemas dan sering mengalami muntah-muntah setiap mau makan. Ayah pasien merupakan seorang buruh tani yang pada saat ini tidak mampu lagi untuk bekerja akibat harus berbagi tugas dengan istrinya dalam menemani anaknya menjalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek. Rumah dan kebun sudah dijual ayah pasien untuk pengobatan anaknya tersebut. Rencana tindakan selanjutnya adalah pasien akan dirujuk ke RS. Fatmawati / RS Gatot Soebroto Jakarta. Kendala transportasi dan biaya hidup menjadi faktor utama pasien jika harus dirujuk ke RS di Jakarta. Tidak adanya keluarga maupun sanak saudara juga mempersulit keluarga pasien untuk menjalani pengobatan lebih lanjut. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 667. Saat dikunjungi Kurir #SR, kondisi M Rifai stabil, penjadwalan untuk tindakan endoskopi sampai minggu ini belum ada panggilan dari team dokter yang menanganinya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Rifai menderita Kelainan Darah/Anemia Aplastik

Rifai menderita Kelainan Darah/Anemia Aplastik


SUHAYAT OYO (28, Tumor pada Telinga), Alamat Kampung Pamatang RT.14/7, Desa Sukacai, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak kecil mengalami memar pada daun telinga kanannya, namun sudah 1 tahun ini, daun telinga kanannya dirasakan sakit dan gatal disertai pembengkakan, Suhayat anak kedua dari tiga bersaudara putra bapak Satiri (61) dan ibu Sarwiyah (56) tidak bisa berbuat banyak untuk mengobati sakitnya, Suhayat sejak sakit sudah tidak bisa bekerja yang sebelumnya ia bekerja menjadi buruh bangunan dengan gaji harian, sementara kedua orang tuanya tergolong dari keluarga miskin dan tidak bisa membantu anaknya berobat. Dibantu waarga sekitar, Suhayat bisa menjalani pengobatan hanya sampai RSUD Serang Banten, sejak dirujuk pengobatannya ke RSCM setahun yang lalu, Suhayat tidak bisa melanjutkan pengobatannya karana tidak ada biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Suhayat dan keluarganya, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 665. Kondisi Suhayat Alhamdulillah stabil untuk tindakan medis selanjutnya saat ini Suhayat menunggu panggilan dari ruang rawat inap untuk penjadwalan operasi tahap pertama pada telinganya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya, Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Suhayat menderita  Tumor pada Telinga

Suhayat menderita Tumor pada Telinga


ENI NURAENI (20, Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah). Alamat : Kampung Babakan Girang RT.1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak Banten. Eni Nuraeni, anak pertama dari dua bersaudara putri bapak Husen (43) dan ibu Yoyoh (39), sudah empat tahun ini menderita sakit Bells Pallsy (Kelainan pada syaraf wajah), Gejala awal sakitnya di rasakan Eni Nuraeni sejak ia masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP, Eni Nuraeni sering mengalami demam panas tinggi dan nyeri disekitar rahang atau telinga serta kejang-kejang / kejang pada mata, bibir dan hidungnya, rasa sakitnya ini menyerang Eni Nuraeni jika kondisi badan dalam keadaan cape dan lelah, Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolahnya terganggu, pasca lulus dari SMP, Eni Nuraeni tidak bisa meneruskan pendidikannya ke SMU karna sakitnya, Pengobatan sering dilakukan, Bapak Husen yang bekerja sehari-hari menjadi buruh tani terus mengusahakan kesembuhan untuk putri tercintanya ini, namun pasca di rujuk pengobatannya ke RSCM jakarta dari RSUD Adji Darmo Lebak Banten, bapak Husen tidak memiliki biaya lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan untuk bIiaya harian dan biaya kos setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 665. Operasi kedua pada telinga kanan Eni Nuraeni sudah dilakukan dan Alhamdulillah berjalan lancer dan sukses. Kondisi Eni Nuraeni untuk sementara lemah pasca operasi tersebut. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kesembuhannya, Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah

Eni menderita Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah


PUTRI ALAMANDA, (9, Syndrome Nefrotic dan Gula Darah). Alamat: Dusun Cariu RT.2/1, Kel. Cariumulya, Kec. Telagasari, Karawang. Putri Alamanda sudah setahun berobat jalan di RS Hasan Sadikin Bandung karna didiagnosis mengidap Nefro Syndrome, Ia dirujuk dari RSUD Karawang. Jarak berobat yang sangat jauh dari rumahnya membuat kedua orangtua Putrikesulitan untuk membiayai operasional berobatnya walau BPJS telah mereka miliki, mereka perlu ongkos dan biaya makan serta tempat tinggal selama mengobati anaknya. Ayah Putri Alamanda, Uas Wastum (47) hanya seorang Buruh Harian yang praktis saat menemani putrinya berobat harus meninggalkan pekerjaannya dan ibunya, Karti (45) juga hanya seorang Ibu Rumah Tangga biasa yang disibukan dengan mengurus 3 anaknya. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka dan santunan lanjutanpun disampaikan untuk pembelian obat dan ongkos pulang setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 659, Semoga Putri Alamanda segera sehat seperti teman-teman seusianya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @avinptr

Putri menderita Syndrome Nefrotic dan Gula Darah

Putri menderita Syndrome Nefrotic dan Gula Darah


JULITA MISDI, (39, CA Mammae). Alamat: Jl.Tritura, Gg. Budi luhur, RT.4/10, Desa Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Pontinak, Kalimantan Barat. Ibu julita selain menjadi ibu rumah tangga beliau juga menjadi buruh cuci. Setahun yang lalu bu Julita merasa ada yang aneh di payudaranya karna ada tumbuh benjolan kecil namun karna tidak terasa sakit jadi tidak pernah diperiksa atau dibiarkan saja, hingga akhirnya 9 bulan kemudian benjolan yang tadinya kecil berubah jadi membesar dan lambat laun pecah dan bernanah. Pernah sesekali dibawa ke puskesmas terdekat dari rumahnya namun karna keterbatasan biaya akhirnya bu Julita tidak melanjutkan pengobatannya lagi, selain itu bu Julita sendiri sedang hamil 6 bulan dan memiliki tanggungan 2 orang anak yaitu Aditya (11) dan Ahmad Nuryani (4). Suami bu Julita, pak Misdi (43) juga tidak bisa berbuat banyak mengingat beliau hanya bekerja sebagai kuli bangunan yang penghasilannya hanya cukup untuk makan mereka sehari-hari, Namun Alhamdulillah keluarga bu Julita sudah memiliki Jamkesmas. #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini dan langsung memberikan bantuan awal untuk operasional serta membawa bu Julita langsung ke RSUD Pontianak untuk mengawali perobatan yang serius. Kini bu Julita sudah dirawat inap di RSUD Pontianak, Semoga ihtiar untuk perobatan bu Julita dimudahkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2015.
Kurir : @ddsyaefudin – Ahmad Taqiyudin

Julita menderita CA Mammae

Julita menderita CA Mammae


IDHA AYUNDHA (21, Tumor jinak di wajah). Alamat : Jl. Karasak Kampung Cibintino RT.8/5 Kelurahan Bojongloa Kidul, Kecamatan Kebon Lega, Kabupaten Bandung. Bu Idha Ayundha saat ini tinggal bersama suaminya, Bpk.Sukarjo yang bekerja sebagai buruh dan satu anak berumur 5 tahun.  Riwayat penyakitnya diketahui sejak lahir bu Idha mengalami tumor di wajah hingga ke bagian hidung. Ia pernah menjalani operasi saat ia masih bersekolah kelas 5 SD dan kelas 2 SMP,  di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Saat ini bu Idha mengalami kondisi ekonomi kurang. Ia ingin kembali berobat namun kesulitan biaya transport dan kebutuhan sehari-hari serta tidak memiliki cukup uang  untuk membeli obat. Jaminan kesehatan yang ia miliki yaitu Jamkesmas, sudah tidak aktif. #SedekahRombongan menyampaikan santunan  awal untuk biaya pembuatan kartu BPJS. Santunan dari sedekaholics #SR tersebut juga digunakan untuk biaya transport ke RSHS. Semoga Allah memberi kemudahan, Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 10 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Idha menderita Tumor jinak di wajah

Idha menderita Tumor jinak di wajah


ERINA NURFADILAH (4, Leukemia Limpoblastik Akut (LLA)). Alamat: Dusun Sukasari RT.8/4, Desa Cibadak, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Balita buah cinta pasangan Ahmad (37) dan Dedeh Ropiah (35) ini menderita Leukemia sejak satu tahun yang lalu. Sebelumnya Erina sering mengeluh merasa nyeri di tubuhnya disertai  lemas. Melihat kondisi fisiknya yang terus menurun, oleh orangtuanya Erina dibawa ke RSUD Karawang untuk diperiksa. Setelah mendapat perawatan sementara di rumah sakit ini, Erina kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung  karena penyakit yang dideritanya tergolong parah dan memerlukan penanganan yang lebih komprehensif. Setelah dilakukan anamnesis,  pemeriksaan fisik dan penunjang yang lengkap di RSHS Bandung, Erina didiagnosis sebagai Leukimia Limpoblastik Akut dan harus menjalani tatalaksana kemoterapi sebanyak 8 kali. Fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah yang dimiliki,  cukup meringankan penderitaan mereka saat berobat mengingat Pak Ahmad, ayah Erina hanya bekerja sebagai buruh tani harian. Pada saat #SedekahRombongan bertemu pertama kali dengan Erina, ia terlihat hampir tidak bisa berjalan karena kanker darahnya sudah  menyebar ke tulang. Tanpa berbelit-belit dan rumit, titipan dari langit untuk Erina segera disampaikan. Erina rutin dibawa kontrol teratur ke rumah sakit setiap bulannya. Alhamdulillah, kemajuan perkembangan kesehatan Erina sangat menggembirakan. Saat ini a sudah dapat bermain, berlari dan terlihat lincah seperti anak seusianya. #SedekahRombongan melakukan pendampingan dan santunan berkelanjutan kepada Erina melengkapi bantuan sebelumnya yang tercatat  dalam rombongan 659. Saat ini kembali diberikan bantuan untuk membeli obat Mercapto paska kemoterapi.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 10 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung @hapsarigendhis @avinptr

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut

Erina menderita Leukemia Limpoblastik Akut


ROJALIH BIN AHMAD (64, Hernia scrotalis).. Alamat: Kp. Gedong RT.3/4 Kelurahan Kemiri Muka Kecamatan Beji Depok Jawa Barat. Bapak penjual sayuran keliling ini menderita sakit hernia sejak tahun 2004. Setelah menahan sakitnya selama 1 tahun, pada tahun 2005 pak Rojalih akhirnya dioperasi. Enam tahun  kemudian, penyakit hernianya kembali mendera pak Rojalih. Sakitnya kali ini membuat pak Rojalih berhenti berjualan sayur. Istrinya,  ibu Icih Mintarsihlah yang terpaksa mencari nafkah keluarga dengan bekerja menjadi buruh cuci. Awal tahun 2015, kurir #SedekahRombongan bertemu dengan pak Rojalih. Pada tanggal 30 Januari 2015, kurir #SedekahRombongan membantu pak Rojalih agar dapat dioperasi kembali. Selanjutnya, pak Rojalih menjalani operasi di rumah sakit di Depok dan pada tanggal 5 Februari 2015, santunan kembali disantunan yang digunakan untuk membeli obat-obatan yang tidak dijamin  oleh Jamkesda yang ia miliki. Kurir #SR terus membantu mendampingi pak Rojalih sejak pra operasi sampai kembali pulang kerumah. Setelah dirawat selama 8 hari di rumah sakit, alhamdulillah pada tanggal 12 Februari 2015 pak Rojalih sudah diperbolehkan pulang. Ini merupakan bantuan ketiga  yang diterima oleh pak Rojalih. Bantuan senilai Rp.1,000,000 ini digunakan untuk membayar sisa tagihan rumah sakit. Pak Rojalih sangat terharu dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari sedekaholics #SR yang ia rasakan luar biasa sehingga akhirnya sakit yang menderanya dapat disembuhkan. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 670.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 12 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis.

Pak Rojalih menderita Hernia scrotalis

Pak Rojalih menderita Hernia scrotalis


HUMRAH BINTI MAPPUNNA (45THN,HIPER TROPI PROSTAT) bertempat tinggal di desa Ulaweng,Kec.Samaturu,Kab.Kolaka,Sulawesi Tenggara.Ibu Hume’ biasa beliau di sapa,adalah seorang ibu rumah tangga,merupakan istri dari Ambo Tuo (65thn) yang sehari-hari mengajar mengaji anak-anak tetangganya.Sakit yang dialami Ibu Hume’ berawal sejak 6 bulan lalu Ibu Hume’ merasakan sakit dipinggangnya,sehingga memutuskan untuk  memeriksakan diri di Puskesmas Kecamatan. Alhamdulillah,setelah diberi obat oleh Dokter, rasa sakit dipinggan Ibu Hume’ semakin hari semakin hilang dan sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Hingga suatu hari ibu Hume’merasa sangat sakit dibagian perut, Dokter yang memeriksa mengatakan ada pembengkakan diginjal yang mengharuskan Ibu Hume’ periksa dan minum obat secara teratur. Beberapa hari setelah pemeriksaan, suami beliau merasa heran melihat kondisi istrinya yang tidak punya nafsu makan dan semakin hari semakin lemah. Dan  berusaha mencari minuman bernutrisi sebagai pengganti makanan,tapi hasilnya tetap sama. Ibu Hume’ semakin lemah bahkan mulai terlihat kurus. Sampai pada awal Desember 2014,hari itu Ibu Hume’ muntah dan terus muntah diselingi BAB (diare), ini membuat kondisi Ibu Hume’ semakin sangat lemah. Sore itu ibu Hume’ dilarikan ke Puskesmas terdekat, tidak lama berselang  Dokter memberi surat rujukan untuk periksa ke Dokter Ahli di RSUD Kolaka. Demikian penuturan suami beliau Ambo Tuo kepada kurir #SedekahRombongan.setelah di Rontgen oleh Dokter,terlihat ada gumpalan batu di ginjalnya namun operasi belum bisa dilakukan karena Ibu Hume’ juga menderita gula tinggi. “ini bisa disembuhkan meski tanpa operasi,tapi mesti rutin periksa minimal 4 kali sebulan dan rutin minum obat”,begitu kata Dokter. Setiap hari ibu Hume’ hanya mengkonsumsi sagu karna Dokter tidak menganjurkannya makan nasi dan semua makanan yang mengandung gula. Ambo Tuo merasa kesulitan karna harus menyediakan ongkos kendaraan ke RS yang jaraknya puluhan KM dari rumahnya, belum lagi obat-obatan yg harus di beli karena belum memiliki kartu jaminan kesehatan. Alhamdulillah pada tanggal 22 januari 2015,#Sedekah Rombongan menyampaikan santunan kepada Ibu Hume’ & Ambo Tuo yang di gunakan untuk biaya transportasi dan biaya untuk membeli obat-obatan,dengan sangat bersyukur beliau menerima santunan ini dan berkali-kali berterima kasih kepada  #Sedekah Rombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Kurir          : @areefy_dip via abuawwad
Tanggal        : 22 Januari 2015

Ibu Humrah menderita HIPER TROPI PROSTAT

Ibu Humrah menderita HIPER TROPI PROSTAT


NURLAELA (50 TAHUN, GULA KERING DAN PENYAKIT KULIT) Alamat di Jalan A. Yani Kel. Wattang, Kec. Polewali Kab. Polman, Sulawesi Barat. Nurlaela, biasa dipanggil Mama Fadli adalah seorang guru ngaji yang kesehariannya hidup dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan, beliau hidup dengan 2 orang anak di sebuah gubuk tua di tengah kota Polewali Mandar. Menurut pengakuan beliau saat dikunjungi kurir #SR, sebenarnya mereka pernah hidup nyaman dengan penghasilan yang cukup, namun sejak suaminya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu, kondisi ekonomi merekapun berubah dengan drastis, sehingga beliaulah yang harus bekerja keras memikirkan kelangsungan hidup anak-anak mereka. Saat ini beliau kembali diuji oleh Allah SWT dengan penyakit yang sangat langka, penyakit membuat seluruh tubuhnya melepuh dan bersisik, menurut analisa dokter yang sempat menangani beliau, Ibu Nurlaela ini menderita gula kering dan alergi kulit akut, sehingga membutuhkan pengobatan yang intens, namun karena keterbatasan dana sehingga niat berobat beliau sampai sekarang hanya angan-angan saja. Kurir #SedekahRombongan pun akhirnya dipertemukan dengan Ibu Nurlaela dan member santunan untuk biaya berobat. Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan sedikit beban Ibu Nurlaela.

Jumlah bantuan : Rp. 750.000
Tanggal        : 21 Januari 2015
Kurir          : @areefy_dip via abu nabil

Nurlaela menderita GULA KERING DAN PENYAKIT KULIT

Nurlaela menderita GULA KERING DAN PENYAKIT KULIT


BISMAN (70, Stroke dan kebutaan) Beralamat di Jln. Olah raga, Kel. Wattang, Kec. Polewali, Kab. Polman Sulawesi Barat. Bisman, biasa dipanggil bapak irzam adalah seorang tukang becak yang setiap hari mangkal di pasar baru Polewali, beliau hidup bahagia dengan seorang istri (KUDAIYA, 68 Tahun), seorang anak dan 8 orang cucu, yang seluruhnya hidup dalam satu Rumah Tangga. Menurut kesaksian istri beliau saat dikunjungi kurir #SR bahwa suami beliau sejak 5 tahun yang lalu sudah di diagnosa menderita gejala stroke, namun karena keterbatasan biaya sehingga beliau hanya dirawat seadanya di Puskesmas dengan fasilitas Jamkesda. Setahun kemudian, penyakit beliau semakin parah sehingga membuat beliau harus berhenti mengayuh becak yang merupakan pekerjaan harian beliau, yang lebih mengherankan lagi kata istri beliau adalah kondisi kedua mata beliau yang secara tiba-tiba buta dan tidak melihat sama sekali, sudah banyak cara yang dilakukan untuk mengobati beliau namun Allah SWT belum juga memberinya kesembuhan sampai saat ini. Saat kurir #SR berkunjung dan membawa santunan  untuk keluarga beliau, terlihat jelas rawut wajah bahagia dari mereka, seraya meneteskan air mata mereka mengucapkan ribuan terima kasih kepada kawan-kawan #SR yang telah membantu mereka.

Jumlah bantuan : Rp 500,000
Tanggal        : 21 Januari 2015
Kurir          : @areefy_dip via abu nabil

Bisman menderita Stroke dan kebutaan

Bisman menderita Stroke dan kebutaan


SITTI AMINAH (87, Lumpuh dan pikun) beralamat di Masigi, Rt 09 Rw 11, Kel. Polewali, Kec. Polewali Kab. Polman, Sulawesi Barat. Sitti Aminah menderita kelumpuhan dan Pikun, hidup seorang diri dan berprofesi sebagai penjual kue keliling yang dititipkan oleh tetangga kepadanya, untuk kebutuhan sehari-hari beliau hanya mengandalkan bantuan tetangga dan keluarga disekitar rumahnya, sebenarnya beliau memiliki 4 orang anak dari suaminya yang sudah meninggal puluhan tahun yang lalu, namun karena kondisi ekonomi anak-anak beliau juga masih tergolong prasejahterah sehingga beliau lebih memilih untuk hidup di rumah sendiri tanpa harus merepotkan anak-anak beliau. Saat kurir #SR mengunjungi beliau dikediamannya, beliau hanya bisa berbaring dan sekali-kali duduk karena penyakit lumpuh yang menyerang beliau sejak setahun terakhir ditambah lagi  beliau sudah tidak mampu lagi bercakap-cakap dengan jelas sehingga kurir #SR beberapa kali harus meminta bantuan dari anak beliau untuk menjelaskan percakapan yang beliau maksudkan. Kurir #SR kemudian menyerahkan santunan kepada beliau, terlihat beliau sangat bahagia sambil sekali-kali meneteskan air mata karena terharu dengan kepedulian kawan-kawan di #SR, beliau juga tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih dan mendoakan kawan-kawan #SR dan semua sedekaholic #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan      : Rp 500.000
Tanggal             : 21 Januari 2015
Kurir               : @areefy_dip via abu nabil

Mbah sitti menderita Stroke dan kebutaan

Mbah sitti menderita Stroke dan kebutaan


AINAN BINTI SAMIUN (8 TAHUN, GIZI BURUK) beralamat di Dusun 2 Umera RT/RW 001, Desa Umera, Kec. Gebe, Kab. Halmahera Tengah, Maluku Utara. Sudah sepekan kondisi Dik Ainan terus menurun sehingga membuat kedua orangtuanya khawatir dengan kondisi Ainan. Sebelumnya, dalam sehari Ainan buang air besar 8x dan hal tersebut semakin membuatnya kurus. Ayahnya Samiun bekerja sebagai pencari teripang di laut dan Ibunya Suriani Kamis sebagai Ibu Rumah Tangga. Sebelum Kurir #SedekahRombongan bertemu dengan Dik Ainan, kedua orangtua Ainan berjuang untuk mendapatkan biaya berobat, belum lagi biaya perjalanan dari Gebe ke Rumah Sakit di Ternate cukup mahal dan memerlukan waktu tempuh kurang lebih 18 jam perjalanan menggunakan Fery dan Mobil Angkutan. Saat ini Dik Ainan tengah dirawat di RSUD Chasan Bosoirie Ternate. Dan penanganan pertama dokter dengan memberikan obat cacing serta susu sebagai pengganti makanan untuk sementara karena ditemukan tiga jenis cacing di feses dan urinnya. Di Ternate, Dik Ainan tidak memiliki keluarga, dan sejak meninggalkan Gebe, Pak Samiun tidak lagi bekerja untuk mencari teripang di laut. Ini adalah santunan yang kedua, sebelumnya Dik Ainan masuk dalam Rombongan 658. Bantuan ini kami salurkan untuk biaya membeli obat yang tidak tercover oleh BPJS dan juga untuk biaya konsumsi Dik Ainan dan keluarganya selama berada di Ternate.

Jumlah Bantuan      : Rp. 1.000.000
Tanggal             : 22 Januari 2015
Kurir               : @areefy_dip via @yanuardisyukur

Ainan menderita GIZI BURUK

Ainan menderita GIZI BURUK


Mardi Sugiman (68/bantuan tunai) bertempat tinggal di Kali Kuning Rt. 11 Rw.01, Jomboran, Klaten Tengah, Klaten, Jawa Tengah. Sudah setahun ini pak Mardi mengalami sakit sesak nafas dan keluar masuk rumah sakit serta berobat herbal sudah beliau jalani namun sakitnya belum kunjung sembuh. Jenis pengobatan apapun sudah beliau tempuh dan barang- barang berharga sudah dijual untuk pengobatan. Namun manusia hanya diperkenankan untuk usaha dan Allahlah yang menyembuhkan. Bapak Mardi seorang buruh dan semua anaknya sudah berkeluarga. Semoga bantuan dari #sedekahrombongan ini bermanfaat dan beliau lekas diberi kesembuhan.

Total Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal       : 08 Februari 2015
Kurir  : @dhe_mang via @widjiyono

Bantuan tunai untuk pak Mardi mengalami sakit sesak nafas

Bantuan tunai untuk pak Mardi mengalami sakit sesak nafas


TEMON bin ADI SUKINO (24/bantuan tunai) beralamat di Krajan, Kali Kuning, RT 01/ RW 09, Jomboran, Klaten Tengah, Klaten, Jawa Tengah. Mas Temon menderita lumpuh sejak lahir dan hanya bisa berbaring dan berada di kursi roda. Kedua orangnya yang bekerja serabutan dengan sabar dan penuh kasih sayang merawatnya setiap hari, menyuapi, memandikan dan mencukupi semua keperluan mas Temon. Semoga bantuan dari #sedekahrombongan ini bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban bagi keluarga mas Temon.

Total Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal            : 08 Februari 2015
Kurir   : @dhe_mang via @widjiyono

Bantuan tunai untuk Mas Temon menderita lumpuh sejak lahir

Bantuan tunai untuk Mas Temon menderita lumpuh sejak lahir


SRI RIZKIAH BINTI AMSIR (23,  Orang Dengan Masalah Kejiwaan). Alamat : Kampung Kebon Kelapa RT.3 /3, Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat. Riwayat penyakit yang dialami Sri berawal pada tahun 2012. Setelah lulus sekolah madrasah aliyah ia bekerja pada sebuah perusahaan garment yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Sri sempat bekerja selama 3 bulan di perusahaan garment tersebut. Ketika menginjak bulan keempat Sri bekerja, mulai terlihat perilakunya yang tidak biasa,  seperti sering melamun, suka berbicara sendiri dan marah tanpa ada sebabnya. Kedua orang tuanya membawa Sri berobat ke puskesmas. Ia mendapat rujukan untuk berobat ke RS Marzoeki  Mahdi. Ia berobat dengan menggunakan  jaminan kesehatan BPJS. Dari rumah sakit ini Sri mendapat rujukan untuk berobat ke Puskesmas Sindang Barang Bogor.  Selanjutnya dengan didampingi kurir #SedekahRombongan pengobatan Sri bisa dilanjutkan di Puskesmas Kayumanis Kecamatan Tansa Bogor. Alhamdulillah keadaan Sri saat ini  sudah semakin membaik. Ia tetap dianjurkan berobat secara rutin. Kurir #SR mengunjungi Sri dan menyerahkan bantuan untuk  biaya transport dan untuk membeli obat yang tidak dijamin BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Bantuan tunai untuk Sri yang mengalami gangguan jiwa

Bantuan tunai untuk Sri yang mengalami gangguan jiwa


ALRED BIN ALEK, (46, ODMK). Alamat : Griya Kencana RT.4/11, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor,  Jawa Barat. Alfred yang biasa dipanggil Apet adalah seorang bapak dengan 2 orang anak. Sebelum menderita gangguan kejiwaan ini, Apet adalah seorang supir. Ia pernah bekerja sebagai supir pribadi, pengemudi taksi bahkan sebagai supir angkot. Pada tahun 2006 istri Apet meninggal dunia karena sakit. Sepeninggal istrinya, Apet menikah dengan seorang janda beranak satu. Kehidupan pernikahannya kurang harmonis. wanita itu. Apet yang bekerja dari dini hari sampai larut malam  sering mengalami kenyataan yang sangat menyedihkan dan mengecewakan dan puncaknya terjadi pada tahun 2014, ketika ia ditinggal pergi istrinya dengan hutang yang dibebankan kepada Apet. Sejak itu menurut keterangan anak pertamanya Apet mulai sering berbicara sendiri  serta sering marah-marah tanpa diketahui penyebabnya. Pekerjaanya sebagai supir mulai terganggu. Setelah mendapat informasi ini kurir #SR segera melakukan pendampingan kepada Apet untuk melakukan pemeriksaan di RSJ Marzoeki Mahdi  Bogor. Harapannya, gangguan kejiwaan yang dialami Apet dapat segera ditangani dan Insyaallah keadaannya pulih kembali. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan dan keperluan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Alred menderita gangguan jiwa

Alred menderita gangguan jiwa


UJANG JUHANA (53, TB Paru dan Diabetes Melitus). Alamat:  Jl. Teuku Umar No.190 RT.4/5, Desa Telaga Asih, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pak Ujang biasa ia disapa, dinyatakan TB Paru dan Diabetes Melitus. Karena penyakitnya,  hingga saat ini Pak Ujang tidak bisa bekerja. Demikian juga dengan istri Pak Ujang, yakni Bu Etih (45) hanya seorang ibu rumah tangga. Satu tahun terakhir Pak Ujang sering mengeluh batuk, pilek dan sesak nafas. Ia tidak berobat akan tetapi hanya mengandalkan obat-obatan warung. Pada bulan November 2014, Pak Ujang merasakan sesak  hebat sehingga keluarga membawanya ke klinik terdekat. Akhirnya Pak Ujang harus dirujuk untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan yang lebih memadai ke RSUD Cibitung Bekasi. Setelah menjalani pemeriksaan rontgen dan menjalani serangkaian pemeriksaan yang lain, Pak Ujang dinyatakan mengalami  TB Paru dan Diabetes Melitus. Selama 5 bulan terakhir,  ia  sudah 5 kali menjalani rawat inap di RSUD Cibitung. Saat ini ia di haruskan kontrol rutin  ke RSUD Cibitung agar mempercepat kesembuhan. Alhamdulillah, Kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan awal untuk biaya selama kontrol ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 14 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @untaririri @hapsarigendhis

Ujang menderita TB Paru dan Diabetes Melitus

Ujang menderita TB Paru dan Diabetes Melitus


DEDAH BINTI UJANG (60, Gagal Jantung). Alamat: Ciwaringin Pabrik Es RT.3/8 , Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah,  Kota Bogor, Jawa Barat. Bu Dedah adalah seorang ibu rumah tangga,  yang tidak mempunyai anak.  Riwayat penyakitnya berawal sejak 2 bulan yang lalu. Bu Dedah mengalami sesak nafas ketika beraktivitas. Ia  berpikir sesak  itu disebabkan oleh hawa udara yang dingin karena memang sedang musim hujan. Bu dedah hanya mengobati sesak nafasnya dengan membeli obat  di warung. Namun beberapa hari kemudian, kedua kakinya bengkak lalu diikuti pula bengkak  pada tangannya. Suami Bu Dedah, Bpk. Muhammad Latief bin Delih (60) membawanya ke Puskesmas Merdeka di Kelurahan Ciwaringin Bogor. Selanjutnya ia  dirujuk ke poli jantung  RS  PMI Bogor. Ia belum memiliki jaminan kesehatan. Pada tanggal 5 februari 2015,  Bu Dedah mengalami sesak nafas dengan tangan dan kaki membengkak.  Oleh suami dan adiknya, ia dibawa ke UGD RS PMI Bogor  dan segera mendapatkan  penanganan. Ia  disarankan untuk dirawat, namun malam itu tidak ada ruang rawat yang kosong . Kerabat bu Dedah  membantu mencarikan ruang rawat di rumah sakit  lain yang terdekat dengan RS PMI yaitu RS Marzoeki Mahdi dan RSUD Kota Bogor namun tidak ada ruang rawat yang kosong. Akhirnya, dengan terpaksa bu Dedah dibawa pulang dengan menggunakan angkot. Ia diberi obat dan disarankan menggunakan alat  pernafasan bantuan yang bisa dibeli di apotik. Alhamdulillah, pada Jumat sore tanggal 13 Februari 2015, saat Bogor sedang diguyur hujan deras, kurir #SedekahRombongan dapat mengunjungi dan menyampaikan bantuan dari #SR sebesar Rp. 500.000,-. Bantuan tersebut diterima bu Dedah dan suaminya.  Bantuan digunakan untuk biaya pembuatan kartu BJPS dan membeli obat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Ibu dedah menderita Gagal Jantung

Ibu dedah menderita Gagal Jantung


NURMAN BIN NURANIH (30, Gangguan Jiwa, TB paru dan Morbus Hansen/Lepra). Alamat: Kp. Ceger RT.6/3, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hingga saat ini Nurman belum berkeluarga. Ia tinggal bersama ibu dan adiknya yang penghasilannya dari bekerja serabutan. Sudah sekitar 5 tahun ini  Nurman lebih banyak terbaring di tempat tidur. Ia menderita tuberculosis (TB) paru, lepra dan gangguan jiwa. Saat ini Nurman rutin kontrol berobat di RSUD Cibitung Bekasi. Nurman mengalami kesulitan biaya transport dan biaya sehari-hari. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan lanjutan kepada Nurman, yang sebelumnya masuk di Rombongan 663. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @hapsarigendhis

Nurman menderita Gangguan Jiwa, TB paru dan Morbus Hansen/Lepra

Nurman menderita Gangguan Jiwa, TB paru dan Morbus Hansen/Lepra


RUSMIYATI BINTI SURODIRUN  (67, Darah Tinggi, Kencing Manis dan Maag). Alamat : Griya Kencana RT. 5/8 Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Jawa Barat. Mbah Rusmiyati biasa dipanggil Mbah Peyek adalah seorang janda yang menempati sebuah rumah kontrakan dan hanya ditemani oleh seorang cucunya. Mbah Peyek mengidap darah tinggi, kencing manis  dan sakit maag sejak lama. Namun karena keadaan ekonomi membuat mbah peyek hanya bisa berobat seadanya dan hanya jika penyakitnya sedang kambuh saja. Mbah peyek tidak mempunyai fasilitas jaminan kesehatan apapun. Sehari-harinyanya,  mbah peyek berjualan peyek dan sayur matang yang dibuat sendiri dan dijual di lapak sederhana di pinggir jalan di depan Perumahan Griya Kencana. Pada awal bulan Februari 2015 sakit maag, dan darah tinggi Mbah peyek kambuh lagi.  Setelah mengetahui informasi itu, kurir #SR segera menyampaikan untuk Mbah Peyek biaya transport  dan membeli obat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Rusmiyati Darah Tinggi, Kencing Manis dan Maag

Rusmiyati Darah Tinggi, Kencing Manis dan Maag


AGUSTINI NURMAN, (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini istri dari bapak Nurman, seorang nelayan, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya harian setelah sebelumnya masuk di Rombongan 665. Ibu Agustini Nurman saat ini menunggu panggilan dari team dokter yang menanganinya untuk penjadwalan operasi rekontruksi wajahnya yang kedua. Kondisi ibu Agustini sendiri Alhamdulillah stabil. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Agustini menderita Tumor Pipi

Agustini menderita Tumor Pipi


PULUNG BIN SARKAYA, (61, Penyakit Tumor Lidah), Alamat : kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Suami dari Ibu Sawnah ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya. Mereka dikarunia 3 anak. Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu, di bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Ia sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung Banten namun kondisinya belum mengalami perbaikan sehingga ia dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya walau ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain itu ada kendala biaya untuk biaya sehari-hari dan tempat tinggal. Selama berobat di RSCM, pak Pulung dan istrinya tinggal di rumah singgah #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, dengan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 665. Bapak Pulung sudah diperbolehkan pulang oleh team dokter yang menanganinya, dan sudah kembali berada di RSSR Jakarta. Kondisi bapak Pulung masih kelihatan belum stabil benar. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran pengobatan dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pupung menderita Penyakit Tumor Lidah

Pupung menderita Penyakit Tumor Lidah

—-
POPTI atau Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia adalah sebuah organisasi yang di dalamnya berhimpun orangtua dengan latar belakang anaknya menderita Thalassemia. POPTI berperan menjembatani komunikasi antara orangtua penderita thalassemia dengan pihak rumah sakit dalam pengurusan obat, dan terkadang juga  mencarikan bantuan untuk penderita thalassemia yang kurang mampu. Saat ini totalnya ada 147 penderita Thalassemia yang menjalani tranfusi rutin di RS Sentra Medika Cikarang. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak usia sekolah yang setiap 2-4 minggu sekali datang ke rumah sakit untuk menjalani transfusi. Selain itu, mereka harus rutin minum obat kelasi besi. Syukur alhamdulillah hampir semua pengobatan dicover oleh jaminan BPJS. Akan tetapi dari 147 anak ini ternyata  memiliki latar belakang sosio-ekonomi yang berbeda-beda. Berdasarkan data POPTI, ada 50 anak yang berasal dari keluarga tidak mampu sehingga membutuhkan uluran tangan donatur untuk membayar iuran BPJS atau biaya transport ke rumah sakit. Meskipun menggunakan BPJS kelas 3 biaya iuran tetap dirasakan berat. Bahkan ada satu anak yang jaminan BPJS-nya telah  dinonaktifkan karena lebih dari 3 bulan tidak dibayar. Ada anak yang sejak kecil ditinggal orangtuanya dan sekarang tinggal bersama neneknya yang tidak bekerja. Anak yang lain ada yang ditinggalkan ibunya karena sang ibu tidak bisa menerima keadaannya. Ada orangtua yang harus menggadaikan telepon genggam untuk biaya transport dari kota Bekasi ke rumah sakit. #SedekahRombongan bertemu anggota POPTI di rumah sakit dan menyampaikan bantuan lanjutan untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemua yang berasal dari keluarga yang tidak mampu. Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 654.

Jumlah Bantuan: Rp.1.250.000,-
Tanggal: 14 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @mardisay @untaririri @hapsarigendhis

Bantuan tunai untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemua yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Bantuan tunai untuk membayar iuran BPJS anak-anak dengan Thalasemua yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.


ASEP KHARIS APANDI (18. Kanker Darah/Leukemia). Alamat : Kampung Cibinong RT.1/1 Desa Citeupuseun, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Anak pertama dari dua bersaudara putra bapak Ujang Suganda (43) dan ibu Tuti Sumiati (35) ini, sekarang tidak dapat melanjutkan sekolah menengahnya. Sudah sejak sepuluh bulan yang lalu bersama kedua orangtuanya ia kost di Jakarta, untuk ikhtiar melakukan pengobatan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, karena sakit kanker darah (Leukemia) yang ia derita. Gejala awalnya timbul sesudah Asep menjalani operasi amandel beberapa waktu lalu. Sesudah itu, kondisi Asep terus menurun, sampai ia tidak mampu berdiri apalagi berjalan. Ia kemudian berobat di RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak Banten dan berdasarkan pemeriksaan tim dokter, Asep didiagnosis Leukemia. Ia lalu dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penatalaksanaan selajutnya. Fasilitas BPJS yang ia gunakan untuk berobat sudah sangat membantu mengurangi beban orangtua Asep, yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga hutan ini. Namun, tingginya biaya kost dan biaya sehari-hari sangat memberatkan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat turut meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan untuk biaya sehari-hari. Bantuan sebelumnya telah tercatat di Rombongan 665. Kondisi Asep Khari Apindi belum benar-benar stabil, kondisinya masih lemah dan lemas pasca perawatan di gedung A RSCM Jakarta, Untuk tindakan selanjutnya dokter belum memberikan penjadwalan untuk kemoterapi. Asep Kharis Apandi diharuskan untuk control rutin sebelum masuk pada penjadwalan kemoterapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Asep menderita Kanker Darah/Leukemia)

Asep menderita Kanker Darah/Leukemia)


AMIRATUL HIKMAH, (2, Atresia Ani), Alamat: Simpang Jelutih RT.3/2. Desa Simpang Jelutih. Kecamatan Batin XXIV. Kabupaten BatangHari, Provinsi Jambi. Amiratul Hikmah, anak ketiga dari bapak Marsudi (34) dan ibu Sumartini (33), sejak lahir sudah menderita sakit Atresia Ani (lahir tanpa anus). Amiratul Hikmah menjalani pengobatan dan operasi pertama colostominya dilakukan di RSUD Raden Mataher Jambi. Selama 1 tahun lebih, Amiratul rawat jalan di rumah sakit tersebut, Hidup dalam ekonomi yang pas-pasan Bapak Marsudi yang bekerja setiap harinya sebagai buruh tani pekebun ini ingin Amiratul Hikmah lekas sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya, pengobatan Amiratul Hikmah tetap terus diusahakannya walau secara materi bapak Marsudi tutup lubang gali lubang dalam membiayai pengobatan anaknya, Amiratul Hikmah dirujuk pengobatan lanjutannya dari RSUD Raden Mataher Jambi ke RSCM Jakarta. Bapak Marsudi tidak tahu sampai berapa lama pengobatan anaknya ini akan di lakukan di RSCM, Pengobatan dengan fasilitas Jamkesda sangat membantu keluarga ini dalam menjalani pengobatan Amiratul Hikmah, namun besarnya biaya harian dan mahalnya sewa kamar untuk tinggal sementara di Jakarta menjadi kendala, apalagi bapak Marsudi selama mendampingi anaknya berobat di RSCM, praktis sudah tidak bekerja lagi.  Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan bantuan lanjutan untuk biaya harian dan biaya kos sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 667. Saat dikunnjungi Kurir #SR Amiratul Hikmah masih rawat inap di gedung A RSCM. Operasi penutupan colostominya sudah dilakukan dan Alhamdulillah sukses. mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp  1.000.000,-
Tanggal : 13 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis

Amiratul menderita Atresia Ani

Amiratul menderita Atresia Ani


JUANSIH BINTI HOMSIN (53, Kanker Payudara & patah tulang kaki). Alamat: Kp. Jaya Mukti RT.1/1 Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Bu Juansih, seorang ibu rumah tangga, saat ini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan ( RSSR) Bandung didampingi suaminya, Bp. Apidin (62). Riwayat penyakitnya, sejak 4 tahun yang lalu bu Juansih menderita kanker payudara. Awalnya ia hanya  merasa nyeri di payudaranya, namun kemudian timbul benjolan yang semakin membesar. Ia sudah berobat ke Puskesmas Surade dan RS Jampang Sukabumi, lalu dirujuk ke RSUD Sukabumi dan dirujuk lagi ke RSHS Bandung. Bu Juansih berobat dengan menggunakan Jamkesmas. Ia perlu dibantu karena membutuhkan tempat tinggal selama berobat. Ia juga memerlukan kendaraan yang memudahkan mobilisasi karena patah tulang kakinya menyebabkan bu Juansih sulit berjalan dan duduk. Kondisi keuangannya yang terbatas membuat ia hanya mengandalkan uang kiriman dari anak-anaknya. Suaminya, seorang buruh, saat ini tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan karena menemani bu Juansih tinggal di RSSR. Bu Juansih terlihat sabar dan menerima keadaannya. Kini ia  sedang menunggu jadwal operasi. Ia senang berada di RSSR Bandung. Dukungan dari kurir #SR dan sesama pasien menguatkan tekadnya untuk terus berobat.  Alhamdulillah santunan dari sedekaholics #SR sudah ia terima. Semoga Allah memudahkan segala urusannya selama berobat. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 11 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @deri_darusman @hapsarigendhis

Juansih menderita Kanker Payudara & patah tulang kaki

Juansih menderita Kanker Payudara & patah tulang kaki


TUTIH BINTI APUD ( 55, Infeksi mata kanan). Alamat: Kampung Cibeureum, Jl. Goalpara RT.3/5 Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Sukabumi Jawa Barat. Riwayat penyakit berawal sejak 3 bulan yang lalu. Bu Tutih menceritakan, ia merasa gatal di mata sebelah kanan. Semakin lama rasa gatalnya tidak berkurang, malah menjadi bengkak. Ia berobat ke RSUD Syamsudin Sukabumi, dan dirujuk RS Mata Cicendo Bandung. Dokter mengatakan bu Tutih menderita tumor mata. Bu Tutih telah menjalani operasi pada tanggal 11 Februari 2015. Ia menggunakan jaminan kesehatan Jamkesmas. Suami bu Tutih, pak Idim (60) adalah seorang buruh bangunan dan memiliki tanggungan 3 orang. Untuk keperluan berobat biasanya mereka mengandalkan bantuan dari saudara-saudara dekat. Bu Tutih saat ini tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Bandung. #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan untuk biaya hidup sehari-hari selama berobat. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 11 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @deri_darusman @hapsarigendhis

Tutih menderita Infeksi mata kanan

Tutih menderita Infeksi mata kanan


KHAIRUL ANAM (13), Riwayat sakit Craniotomi Astrocytoma (tumor otak). Alamat Dusun 5 Bangun Sari 1 RT.3/1, Kelurahaan Buyut Udik, Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Astrocytoma adalah jenis yang paling umum dari tumor otak yang mulai tumbuh dari dalam otak, dan tidak menyebar dari bagian lain dari tubuh. Umumnya tumor tidak massa diskrit, dibedakan dari otak normal yang mengelilinginya, tetapi biasanya diselingi dengan jaringan otak normal, pencampuran dengan otak normal sekitarnya. Khairul Anam Putra pertama dari bapak Kasiyanto (37) seorang buruh tani dan Ibu Ibu Yusmaidar (37) sudah dua tahun menderita sakit Post op Craniotomi Astrocytoma (tumor otak), Gejala awal Khairul Anam sering mengalami demam panas tinggi dan juga kejang-kejang, kondisi sangat menggangu kegiatan belajar di sekolahnya, karna sering mengalami sakit, sekolahnyapun tidak dilanjutkan, Pengobatan pernah dilakukan di RSUD Abdoel Moeloek Lampung, dan dari hasil pemeriksaan dokter rumah sakit Abdoel Moeloek, Khairul Anam terdiagnosa Post op Craniotomi Astrocytoma (tumor otak), Kemudian dari RS Abdul Moloek, pengobatan Khairul Anam dirujuk ke RSCM Jakarta. Berobat dengan Fasilitas BPJS, praktis biaya pengobatan sudah dijamin oleh Pemerintah, namun biaya harian selama keluarga ini berikhtiar untuk kesembuhan Khairul Anam di Jakarta sangat memberatkan bapak Kasiyanto, karna selama mendampingi Khairul Anam berobat di RSCM Jakarta bapak Kasiyanto tidak bekerja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setalah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 654.. Kondisi Khairul Anam dalam beberapa hari ini turun. saat di kunjungi Kurir #SR Khairul Anam masih dirawat intensif di gedung A RSCM. mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 15 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Khairul menderita tumor otak

Khairul menderita tumor otak


NINA BINTI MILAN (38, kanker serviks). Jl. Damai RT.1/ No 25, Kelurahan Babakan Kelapa dua, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Nina, istri dari Bpk. Aang (52 th) seorang tukang parkir di kawasan Tangerang Selatan. Bu Nina menderita Kanker Serviks dan sudah menjalani radioterapi dan akan melakukan radiasi ulang selama 3 bulan di RSCM. Saat ini masih ada lesi kanker berukuran 2 cm. Kondisi bu Nina saat ini terlihat segar dan lebih bersemangat. Keinginan bu Nina untuk sembuh dari sakitnya sangat besar. Setelah sembuh nanti, ia ingin bekerja dan memiliki penghasilan. Kembali #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk transport kontrol ke rumah sakit mengingat jarak rumah bu Nina dan RSCM cukup jauh, Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 670.

Jumlah Bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal : 3 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @wirawiry @nu_maulana @hapsarigendhis

Ibu Nina menderita kanker serviks

Ibu Nina menderita kanker serviks

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Target Jumlah bantuan
1 Asep 1,000,000
2 Kadinem 800,000
3 M rifai 1,000,000
4 Suhayat 1,000,000
5 Eni 1,000,000
6 Putri 500,000
7 Julita 1,000,000
8 Idha 500,000
9 Erina 500,000
10 Rojalih 1,000,000
11 Humrah 750,000
12 Nurlaela 750,000
13 Bisman 500,000
14 Sitti 500,000
15 Ainan 1,000,000
16 Mardi 500,000
17 Temon 500,000
18 Sri 500,000
19 Alred 500,000
20 Ujang 500,000
21 Dedah 500,000
22 Nurman 500,000
23 Rusmiyati 500,000
24 Agustini 500,000
25 Pulung 500,000
26 Popti 1,250,000
27 Asep Kharis 500,000
28 Amiratul 1,000,000
29 Juansih 500,000
30 Tutih 500,000
31 Khairul 500,000
32 Nina 500,000
Total 21,550,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 21,550,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 671 ROMBONGAN

Rp. 24,009,141,201,-