HARMI LESTARI BINTI LUKMANTO, (34, Fakir) Alamat: Miri RT.08 Dadapan, Timbulharjo Sewon, Bantul, Yogyakarta. Ibu Harmi memiliki empat anak, dua anaknya masih duduk di sekolah dasar, yang satu duduk di taman kanak-kanak sedang yang paling kecil berumur 1 tahunan, mereka tinggal di rumah yang sederhana. Seminggu yang lalu suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga mendapatkan musibah, sehingga tidak bisa bekerja, oleh karena itu Ibu Harmi harus mengambil alih tugas mencari nafkah. Ibu Harmi memiliki jiwa berdagang, ia ingin membuka warung kecil-kecilan di depan rumahnya, namun tidak memiliki modal. Melihat kondisi tersebut kurir Rudi memutuskan untuk membantu memberikan modal usaha agar Ibu Harmi bisa berjualan sehingga bantuan yang #SR berikan dapat berputar dan bertahan lama untuk menghidupi keempat anaknya. Bantuan yang diberikan sebesar 1,5 juta, yang 1 juta untuk belanja dagangan dan yang 500 ribu untuk pegangan Ibu Harmi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 8 Januari 2015
Kurir : @IqbalRekarupa, Rudianto, Lina Yuliani

Bantuan modal usaha untuk bapak harmi

Bantuan modal usaha untuk bapak harmi


SUHARNI BIN MARDI UTOMO, (45, Glaukoma). Cabeyan RT.02 Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Ibu Harni bekerja sebagai pengumpul rosok, beliau keliling kampung setiap hari untuk mencari sampah plastik, kertas dan besi. Sejak 5 bulan yang lalu Ibu Harni merasakan ada gangguan di kedua matanya, penglihatannya menjadi kabur. Oleh suaminya, Ibu Harni diperiksakkan ke RS. Dr.Yap dan divonis menderita penyakit Glaukoma, oleh dokter yang menanganinya, mata Ibu Harni tidak dianjurkan untuk dioperasi karena dapat berakibat kebutaan permanen. Ibu Harni dianjurkan untuk memakai obat berupa cairan tetes. Karena alasan tidak ada biaya bu harni untuk periksa rutin setiap bulannya dirujuk ke dokter spesialis mata dr. Sarojo yang buka praktek di jalan Parangtritis km.1,5. Setiap bulannya bu harni biasanya kontrol dan membeli obat tetes jika habis. Pak Sugeng (Suami Ibu Harni) sekarang harus mencari nafkah sendiri, beliau bekerja sebagai tukang sungging wayang kulit. Jika sedang tidak ada pekerjaan menyungging, Pak Sugeng bekerja mencari rosok. Sedekah dari donatur #SR diserahkan oleh kurir Rudi, semoga dapat membantu biaya kontrol dan tebus obat Ibu Harni.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2015
Kurir : @IqbalRekarupa, Rudianto

Ibu suharmi menderita Glukoma

Ibu suharmi menderita Glukoma

——–

ANA WIDIRAHAYU BINTI PONIJAN, (36, Hepatitis). Prancak Dukuh RT.03 Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Ibu Ana sudah setengah tahun terakhir menderita sakit, tubuhnya terlihat sangat kurus. Ibu Ana dan Pak Repto (suami) tinggal di rumah kontrakkan, suaminya bekerja di sebuah showroom kerajinan. Sudah dua kali Ibu Ana masuk rumah sakit namun belum diketahui secara pasti penyakitnya. Pada tanggal 6 Januari Ibu Ana harus opname di RS Panembahan Senopati Bantul, Yogyakarta karena kondisi Ibu Ana sudah semakin lemah. Pada tanggal 8 Januari saat akan memberikan bantuan dari donatur #SR kurir Rudi yang mendatangi rumah Ibu Ana, tidak dapat bertemu karena kata tetangganya Ibu Ana sudah sejak 2 hari yang lalu harus opnam di RS Panembahan Senopati. Setelah kurir Rudi konfirmasi dengan suaminya maka kurir Rudi menuju RS untuk menemui langsung, setelah bertemu di bangsal Ibu Ana, kurir Rudi sangat terkejut melihat kondisi Ibu Ana, tubuhnya sangat kurus dan lemah. Kurir Rudi kemudian menyerahkan bantuan dari #SR sebesar 1 juta untuk membantu biaya operasional Ibu Ana, beliau sangat senang dan bertarimakasih kepada donatur #SR yang telah peduli dengan keadaannya. Informasi terakhir tentang kondisi Ibu Ana, beliau menderita infeksi saluran kencing, terdapat tumor dirahimnya, kekurangan albumi. Untuk biaya pengobatan Ibu Ana menggunakan jamkesmas sebagai lembaga penjamin biaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 3 Januari 2015
Kurir : @IqbalRekarupa, Rudianto

 

Ana menderita Hepatitis

Ana menderita Hepatitis

——-

NURMAHAENI SURIPTO (63, Bantuan Tunai). Klapagading, RT.02 RW.04, Kalikudi, Adipala, Cilacap, Jawa Tengah. Ibu Nurmahaeni bekerja sebagai guru honorer di sebuah sekolah TK Pertiwi Kalikudi, Adipala, Cilacap, pekerjaan itu sudah beliau tekuni hampir 30 tahun namun sampai saat ini Ibu Nurmahaeni tidak diangkat sebagai PNS. Ibu Nurmahaeni sekarang sudah berumur 63 tahun masih tetap mengajar walaupun sudah seharusnya pensiun, namun karena dari gaji guru honorer itu beliau menghidupi keluarganya beliau masih mengajar semampunya, sebagai tambahan penghasilan Ibu Nurmahaeni rela menjadi tukang sapu di TK pertiwi itu. Ibu Nurmahaeni dan keluarganya tinggal menumpang disebuah rumah yang tidak ditempati pemiliknya, pemiliknya saat ini tinggal di Yogyakarta. Ibu Nurmahaeni tinggal bersama suaminya, Pak Suripto (61 tahun) dan tidak bekerja (nganggur), karena Pak Suripto harus merawat ibunya yang sudah sepuh dan saat ini sedang sakit dengan kondisi terbaring di tempat tidur untuk makan, minum dan buang air di situ, selain itu masih ada 3 cucu dan 1 anak adobsi yang mereka rawat sejak umur 5 hari sampai sekarang sudah berumur 12 tahun. Ibu Nurmahaeni belum punya rencana lagi akan bekerja apa jika beliau harus pensiun dari mengajar honorer di TK Pertiwi itu? mungkin beliau masih boleh mengajar di TK itu merupakan bentuk belas kasian pengurus TK Pertiwi tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 9 Januari 2015
Kurir : @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno, Retno Riani, Spd

Bantuan untuk ibu nur giru honorer tk pertiwi

Bantuan untuk ibu nur giru honorer tk pertiwi

——-
ARSAWIREJA BIN SANWIJAYA, (70, Bantuan Tunai). Jln. Lingkar Timur, RT.01/RW.14 Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan, Cilacap, Jawa Tengah. Bapak Arsa hidup sendiri di sebuah rumah gedeg yang cukup memprihatinkan kondisinya, beberapa bagian rumah sudah keropos. Anak Bapak Arsa tinggal ditempat lain. Bapak Arsa pernah diajak bersama anaknya tetapi belum mau, ia masih ingin tinggal dirumahnya sendiri. Bantuan yang pertama dari #SR sudah digunakan untuk memperbaiki rumah Bapak Arsa, sekarang dinding gedeg sudah baru dan rapat, atap genteng sudah diganti dengan asbes, tiang dan blandar rumah sudah diganti kayu yang baru dan kuat. Partisipasi warga sekitar rumah yang dikoordinir oleh Bapak Dirun (Ketua RT) dan kurir Sutrisno sangat bagus dan berperan penting dalam proses renovasi rumah Bapak Arsa. Terimaksih banyak untuk warga  RT.01 RW.14 Tegal Kamulyan, Cilacap Selatan. Bantuan yang kedua sebesar 1,5 juta dari #SR sebenarnya untuk mengantisipasi biaya renovasi jika kurang, tetapi karena sudah cukup, berdasarkan kesepakatan kurir Sutrisno, Bapak Dirun dan Bapak Arsa maka dibelikan kambing betina buat dirawat oleh Bapak Arsa buat tabungan semoga bisa beranak pinak untuk waktu yang akan datang, sehingga manfaat yang bisa diambil dari bantuan #SR lebih berkelanjutan. Bapak Arsa juga pernah menerima donasi dari donator #SR pada rombongan 653.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 1 Januari 2015
Kurir : @IqbalRekarupa, Rudianto, Sutrisno, Retno Riani, Spd, Dirun

Bantuan kambing untuk bapak Arsa

Bantuan kambing untuk bapak Arsa

——–

MESIRAN BIN JOKARYO BARI, (62, Stroke). Belah RT.03 RW.02 Belah, Donorojo, Pacitan, Jawa Timur. Bapak Mesiran sudah tujuh bulan sakit stroke. Saat ini kondisi Bapak Mesiran sudah mampu berjalan, tetapi tangan sebelah kiri masih susah digerakkan. Semagat untuk sembuh Bapak Mesiran sangat tinggi, beliau ingin agar tangannya bisa sembuh lagi sehingga bisa bekerja mencari nafkah untuk anaknya yang masih sekolah di SMK. Sebagai kesibukan setiap hari Bapak Mesiran dibantu anaknya membuat arang kayu dibelakang rumahnya, dari hasil menjual arang kayu itu beliau dapat membeli beras dan lauk untuk makan sehari-hari. Bantuan dari #SR sebesar 2 juta diberikan karena selama 5 bulan sakit stroke yang digunakan untuk berobat dan makan sehari-hari. Bapak Mesiran juga telah mendapatkan donasi dari donator #SR pada rombongan 588 dan rombongan 653.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 11 Januari 2015
Kurir: @IqbalRekarupa, Rudianto

Pak mesiran menderita stroke

Pak mesiran menderita stroke

——–

SUYATNO BIN WONGSO KARYO, (83, Bantuan Tunai). Tempel RT 06, Tempel, Sleman, Yogyakarta. Bapak Suyatno sudah sangat tua, hidup berdua dengan istrinya yang sedang sakit. Mereka berdua tinggal di bawah jembatan Krasak Tempel, Sleman, Yogyakarta kondisinya sangat memprihatinkan, sudah reyot, becek, bocor di musim hujan saat ini. Bapak Suyatno bercerita jika kisah pilunya ini di mulai sekitar 3 tahun yang lalu, ketika itu Bapak Suyatno dan istri berangkat dari rumahnya di Lubuk Linggau, Palembang, Sumatera Selatan ingin berkunjung ke rumah keponakannya yang tinggal di Magelang, Jawa Tengah karena keponakannya sakit dalam kondisi kritis. Setibanya di rumah keponakannya di Magelang Bapak Suyatno tidak bisa bertemu dengan keponakannya karena sehari yang lalu meninggal dan sudah dimakamkan. Entah disebabkan apa Bapak Suyatno dan istri malah kehabisan uang saku sehingga tidak dapat pulang kembali ke Lubuk Linggau, dalam kondisi seperti itu Bapak Suyatno dan istri memutuskan untuk pulang ke desa kelahirannya di daerah Tempel, Sleman, walaupun disana Bapak Suyatno juga tidak punya sanak saudara lagi. Akhirnya Bapak Suyatno oleh warga Tempel, Sleman disarankan untuk membuat gubug di jembatan Kretek dan bekerja serabutan yang penting dapat uang untuk makan setiap harinya. Hampir tiga tahun lebih Bapak Suyatno dan istri tinggal di gubug itu, sampai akhirnya kurir Yuli mengirimkan foto yang dia dapat dari jejaring sosial facebook ke kurir Rudi. Berdasarkan info tersebut kurir Rudi dan kurir Iqbal berangkat ke alamat Bapak Suyatno. Setelah bertemu dengan Bapak Suyatno dan istri yang sedang sakit sedang tidur ditempat tidurnya, akhirnya mendapat cerita dari Bapak Suyatno seperti diatas. Bantuan dari donatur #SR sebesar 1 juta kemudian kami serahkan ke Bapak Suyatno agar bisa digunakan untuk memeriksakan istrinya dan membeli makan dan minum. Sebelum kami berpamitan Bapak Suyatno sempat berucap bahwa jika istrinya bisa sembuh, Bapak Suyatno ingin sekali pulang ke Lubuk Linggau dimana disana ada rumah dan kebun karet dan kopi miliknya, anaknya pun juga disana, namun karena selama ini Bapak Suyatno tidak punya biaya untuk trasportasi pulang, keinginannya itu tidak bisa terwujud.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 13 Januari 2015
Kurir: @IqbalRekarupa, Rudianto

Bantuan tunai untuk pengobatan istri pak suyatno dan kebutuhan sehari-hari

Bantuan tunai untuk pengobatan istri pak suyatno dan kebutuhan sehari-hari

——–

SAIDI BIN SUPRIHARJONO (44, Bantuan Tunai). Salam, RT01/RW01, Merdikorejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta. Bapak Saidi seorang tukang batu, beliau biasanya bekerja pada pemborong sebuah proyek. Pada tanggal 18 Desember 2014 yang lalu Bapak Saidi terjatuh dari tangga kayu setinggi 2 meter ketika mengerjakan proyek pembangunan sebuah sekolah dasar. Saat terjatuh dada sebelah kiri membentur kayu dan ketika di bawa ke rumah sakit berdasar hasil rontgen ada satu tulang iga Bapak Saidi yang patah. Oleh dokter Bapak Saidi kemudian di gip pada tulang yang patah agar bisa tersambung lagi. Seluruh biaya di rumah sakit ditanggung oleh pemborong proyek dan pihak SD. Semenjak saat itu Bapak Saidi harus istirahat sehingga tidak bisa bekerja, pada tanggal 10 Januari, kurir Rudi mendapat informasi dari Mas Nur (tetangga) bahwa tanggal 14 Januari Bapak Saidi harus kontrol dan menebus obat tetapi tidak memiliki uang, biaya kontrol sekitar 500 ribu. Selain itu Bapak Saidi harus membayar biaya kunjungan industri ke malang untuk putrinya (siti kanifatulatifah – 16 tahun) yang bersekolah di SMK N 1 Tempel jurusan admistrasi perkantoran kelas 2 (11) sebesar Rp. 485.000.- paling lambat akhir Januari ini. Berdasarkan informasi dari Mas Nur tersebut, kurir Rudi dan kurir Iqbal pada tanggal 13 januari memutuskan untuk menyerahkan bantuan dari #SR sebesar 1 juta dengan rincian 500 ribu untuk biaya kontrol pak saidi dan 500 ribu untuk biaya kunjungan industri anaknya.
Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 13 Januari 2015
Kurir: @IqbalRekarupa, Rudianto

Bantuan untuk pengobatan pak Saidi

Bantuan untuk pengobatan pak Saidi

——-

SIGIT PRASETYA ALIAS CAK GUN, (48, Stroke). Trans Bugel, no 85, Bugel, Panjatan, Kulonprogo, Yogyakarta. Bapak Sigit Prasetyo alias Cak Gun tinggal di daerah Pantai Bugel bersama keluargannya, beliau punya dua anak laki-laki. Cak Gun hidup dengan istrinya yang bernama Tinuk Wasmiati yang juga berjualan barang kelontong di warung kecil di rumahnya. Keuntungan berjualan itu Ibu Tinuk gunakan membantu suaminya untuk mencukupi dan menompangan kebutuhan hidup keluarganya. Semenjak dua setengah tahun yang lalu Cak Gun terkena stroke yang mengakibatkan setengah dari badannya lumpuh, sekarang penyakit Cak Gun bertambah dengan diabetes dan gagal ginjal yang mengharuskan untuk cuci darah seminggu sekali. Ini kali keempat kalinya tim regu semut #SR melalui kurir Irfan memberikan bantuan biaya untuk berobatan Cak Gun yaitu untuk cuci darah dan akomodasi ke rumah sakit. Cak Gun juga telah mendapatkan donasi dari donator #SR pada rombongan 526, 564 dan 588

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 25 Januari 2015
Kurir: @IqbalRekarupa, Rudianto, Irfan Rohudin

Pak sigit menderita stroke

Pak sigit menderita stroke

——–

ALMH. ANA WIDIRAHAYU BINTI PONIJAN, (36, Hepatitis). Prancak Dukuh RT.03 Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Pada tanggal 6 Januari Ibu Ana harus opname di RS Panembahan Senopati Bantul karena kondisi Ibu Ana sudah semakin lemah, tubuhnya sangat kurus dan sudah tidak bisa berjalan. Ibu Ana menjalani opname di RS selama hampir 14 hari, dokter yang menanganinya tidak bisa melakukan operasi karena kondisi tubuh Ibu Ana sangat lemah maka harus dipulihkan dahulu. Pihak keluarga memutuskan untuk membawa pulang Ibu Ana karena selama 14 hari di rawat di RS tidak kunjung membaik, semua biaya opnam Ibu Ana di RS bisa diklaimkan dengan jamkesmas. Tanggal 19 Januari Ibu Ana dibawa pulang untuk dirawat oleh keluarga dirumah, Ibu Ana sudah pasrah dengan kondisi penyakitnya pihak keluarga pun sudah berusaha sebaik-baiknya merawat Ibu Ana. Selama dirumah Ibu Ana sudah dibawa 3 kali untuk berobat alternatif dan herbal. Sampai pada hari sabtu 31 Januari 2015 jam 23.00 Ibu Ana harus dilarikan ke PKU Muhamadiyah Bantul karena pingsan. Ibu Ana langsung mendapat penanganan di ruang ICU, kondisi Ibu Ana baru bisa sadar sekitar siang hari minggu 1 Pebruari, namun memang kondisinya sangat kritis. Pihak keluarga sudah siap dengan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Pada akhirnya Ibu Ana meninggal dunia pada hari Minggu 01 Pebruari 2015 jam 18.30 di PKU Muhamadiyah Bantul, dengan meninggalkan seorang suami dan seorang putra yang berumur 8 tahun. Almarhumah Ibu Ana dimakamkan pada hari senin pukul 14.00 di pemakaman Prancak Dukuh, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Semoga beliau menjadi khusnul qotimah, diterima semua amal kebaikannya, diampuni segala dosanya, diberikan tempat yang terbaik disisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. #SR melalui kurir Rudi menyampaikan bantuan proses pemakaman sebesar 1 juta yang disampaikan kepada suaminya Bapak Repto.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 3 Pebruari 2015
Kurir: @IqbalRekarupa, Rudianto

Ana menderita Hepatitis

Ana menderita Hepatitis

——-

TUGIYEM BINTI SOARJO, (56, Tumor Payudara). Dhogunan, RT.01/27, Klisat, Srihardono, Pundong, Bantul, Yogyakarta. Ibu Tugiyem bekerja sebagai pembantu rumah tangga, profesi itu sudah beliau tekuni sejak masih muda hingga sekarang ini. Ibu Tugiyem sudah berumur kepala lima, namun beliau belum memutuskan untuk menikah. Ibu Tugiyem hanya tergantung pada profesinya sebagai pembantu, dalam bekerja beliau sudah tidak lagi memperhatikan gajinya. Ibu Tugiyem selalu bersyukur berapapun  gaji yang beliau terima, bahkan sebagian gaji beliau sering diberikan pada adik dan keponakannya. Seiring berjalannya waktu tanpa beliau sadari terdapat benjolan di sekitar payudara sebelah kanan, awalnya Ibu Tugiyem tidak menganggap serius benjolan itu namun beberapa minggu terakhir ini beliau merasakan sakit akibat benjolan tersebut. Sehingga pada tanggal 31 Januari 2015 yang lalu, benjolan di payudaranya pecah dan mengeluarkan darah. Ibu Tugiyem menjadi terkejut dan panik karena saat itu beliau tidak punya uang untuk berobatan atau jaminan kesehatan seperti jamkesmas atau BPJS. Namun berkat bantuan dari keponakannya yaitu Rosyid Nurhadi,  pada hari itu juga Ibu Tugiyem di bantu untuk pengurusan BPJS dan akhirnya bisa berhasil memiliki kartu BPJS untuk berobat ke RS. Ketika Ibu Tugiyem di bawa berobat ke dokter beliau hanya membawa uang saku 100 ribu saja. Ibu Tugiyem akhirnya dirujuk oleh dokter untuk bisa di operasi ke RS Rahma Husada Pundong. Saat ini Ibu Tugiyem sudah selesai menjalani operasi dan mulai menjalani penyembuhan dan pengobatan lanjutan. Ibu Tugiyem tidak mau merepotkan keluarganya dan bahkan keluarganya belum ada yang diberi tahu. Titipan bantuan dari #SR diberikan oleh kurir Yuli untuk biaya operasional dan akomidasi pengobatan Ibu Tugiyem.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 4 Pebruari 2015
Kurir: @IqbalRekarupa, Rudianto, Yuli Teguh Prayitno

Tugiyem menderita Tumor Payudara

Tugiyem menderita Tumor Payudara

——–

ENI ANGGRAENI  (47th,Kanker Serviks dan Gagal Ginjal) Alamat di Dusun Bronggang RT 01 RW 27 Kelurahan Argomulyo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Beliau didiagnosa menderita kangker servics stadium 3B sejak 12 desember 2012. Bu Eni Sudah 6 kali kemoterapi di RSUP dr. Sardjito dan akan dilanjutkan dengan terapi penyinaran sel kanker sebanyak 31 kali. Selain itu Bu Eni juga menjalani kontrol ginjal rutin karena ginjal sebelah kanan dipasang alat nefrostomi dan ginjal sebelah kiri dipasang digiesten,setiap 3 hari sekali Bu Eni menjalani Hemodialisa di RS.Sardjito Yogyakarta Bu Eni harus mengganti nefrostomi sebulan sekali dan mengganti Digiesten tiap tiga bulan sekali melalui operasi dan rawat inap. Sebenarnya Bu Eni membutuhkan Digiesten silikon supaya masa pergantiannya lebih lama dan tidak setiap tiga bulan sekali menjalani operasi. Digiesten silikon mampu bertahan selama satu tahun. Harga Digiesten silikon mencapai 3 juta rupiah. Kebutuhan medis rutin Bu eni diantaranya kasa steril, perban, hepafix, dan perlengkapan medis lainnya mencapai 300rb/bulan. Bu Eni tinggal berdua bersama anaknya (Mbak Nata, 21 Tahun). Suami Bu Eni meninggal ketika anaknya baru berumur 2 tahun. Bu Eni tidak punya saudara kandung karena dulu Bu Eni hanya anak angkat. Pada awalnya Bu Eni mengandalkan nafkah dari anaknya yang bekerja di swalayan. Tapi setelah kondisi Bu Eni memburuk, anaknya memilih berhenti bekerja dan fokus menemani Bu Eni berobat. Bantuan ini digunakan untuk biaya rawat inap di RS.Mahardika Jogja dan operasi pemasangan Av-Shunt di RS.Nur Hidayah Bantul. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 631.

Jumlah Bantuan : Rp 9.419.158
Kurir : @RofiqSILVER @imamnurhuda @ninikns @inejuine @mwatsik
Tanggal : 26 November 2014

Eni menderita Kanker Serviks dan Gagal Ginjal

Eni menderita Kanker Serviks dan Gagal Ginjal

——-

NUNIK PRIHASTUTI ISTIQOMAH (38th,Ca Mammae) Alamat Krapyak Wetan RT 05 no 158 Tanggung Harjo Sewon Bantul Yogyakarta. Ibu Nunik adalah seorang janda yang memiliki 4 anak yang semuanya masih duduk di bangku sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari beliau dibantu oleh anak-anaknya memiliki usaha kecil-kecilan membuat permen coklat yang diberi merk Yonik yang kemudian dipasarkan dari rumah ke rumah lainnya. Di tahun 2014 Beliau di vonis terkena kanker payudara stadium 3B. Walaupun Bu Nunik sudah memiliki kartu BPJS, tetapi beliau masih membutuhkan bantuan biaya pengobatan karena tidak semua obatnya termasuk dalam jaminan BPJS. Saat ini salah satu kaki beliau sudah harus diseret saat berjalan karena menurut dokter kemungkinan sel kanker sudah mulai menjalar ke syaraf kakinya. Sekarang beliau sedang menjalankan kemoterapi rutin di RS. Panembahan senopati dengan bantuan dari tetangganya yang mau mengantar dan menemani beliau saat kemoterapi. Kebutuhan beliau saat ini yang paling penting adalah untuk pendidikan sekolah anak-anaknya, dikarenakan suaminya yang sudah tidak mau bertanggung jawab lagi. Bantuan ini di berikan untuk pembelian sepeda motor untuk mempermudah bu Nunik untuk wara wiri kontrol di Rumah Sakit dan jualan coklatnya. Yang sebelumnya sudah dibantu dan masuk di rombongan 619.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.500.000
Kurir : @RofiqSILVER @namaku_arini @ninikns @royekanala
Tanggal : 28 Oktober 2014

Bantuan pengobatan ibu nunik yang menderita kanker payudara stadium 3B

Bantuan pengobatan ibu nunik yang menderita kanker payudara stadium 3B

——–

PUTRA FAJAR AFRIANSYAH (1th, Hernia Pusar) Alamat tinggal di Badran RT 51 RW 11 Kelurahan Bumijo Kecamatan Jetis Kotamadya Yogyakarta. adalah seorang anak laki-laki dari yang lahir 19 november 2013, dari pasangan muda Ayah bernama Eko Budi Wahyono 24th pekerjaan pengamen di Warung Kopi Jos Tugu dan Ibu Alvien Alviana 19th Pekerjaan ibu rumah tangga , Dik Putra yg memiliki ayah seorang pengamen dan ibunya sebagai ibu rumah tangga ini tinggal menumpang di rumah saudaranya dengan pendapatan orang tua yang tidak menentu. Ketika lahir Dik Putra dikira memiliki pusar bodong, sampai awalnya batuk sesak. Lalu ia dibawa ke rumah sakit wirosaban dan ternyata Dik Putra diketahui memiliki hernia di bagian pusar, saran dokter harus di operasi di klinik bedah jln Parangtritis. Terakhir mei 2013 dirawat di rumah sakit selama 11 hari dengan Jaminan Kesehatan Daerah. Santunan ini diberikan untuk pembiayaan kontrol selama seminggu sekali di RS.Permata Husada Pleret Bantul. Yang sebelumnya sudah masuk rombongan 663.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000
Kurir : @RofiqSILVER @Tya_Nurulendah
Tanggal : 30 January 2015

Putra menderita Hernia Pusar

Putra menderita Hernia Pusar

——-

FAHRUROZI  (45th,Kanker Kaki) Alamat di Dusun Cemangklek RT 005 RW 09 Desa Banjarejo Kec Kaliangkrik Magelang. Pak Wawan biasa di panggil sama teman teman ini sehari-hari bekerja sebagai tukang becak di kawasan purawisata Jogjakarta. 5 tahun yang lalu kakinya terbakar saat menginjak sebuah tumpukan sampah yang bagian dalamnya masih ada bara apinya, sehingga telapak kaki kanannya terkena luka bakar yang lumayan parah,karena keterbatasan  biaya luka bakar pak Fahrurozi hanya di rawat sendiri tanpa ada penanganan medis hanya di biarkan saja sehingga kakinya membusuk menimbulkan bau yang tidak sedap karena infeksi terlalu parah. Pada tanggal 17 April 2014 waktu dini hari saat team #SedekahRombongan jogja sedang menjalani kegiatan berbagi nasi rutin setiap malam jumat  bertemu beliau saat istirahat diatas becak di pinggir jalan sekitaran Jl.Brigjen Katamso Jogja dan kami melihat luka kaki kanan nya yang sangat memprihatinkan dan berbau, dan saat itu juga kami langsung menawari Pak Fahrurozi untuk dibawa ke Rumah Sakit, tanpa berpikir panjang kami langsung membawa beliau ke RS.Nur Hidayah untuk perawatan, saat sampai di UGD RSNH ternyata tidak bisa menangani jenis sakit nya, dikarenakan sudah masuk kategori kanker sehingga RSNH menyarankan untuk di bawa ke RS.Hardjolukito yang bisa menangani kanker, di RSNH Pak Fahrurozi hanya di medikasi awal untuk membersihkan pada luka, setelah itu pak Fahrurozi kami bawa ke RSSR untuk tinggal untuk istirahat dan setelah itu kami bawa ke RS.Hardjolukito untuk di periksa di Poli Onkologi, Oleh dokter kemudian diputuskan bahwa kaki pak Fahrurozi harus diamputasi. Dan beberapa saat perlu kontrol rutin dan pada tanggal 8 Juni 2014 di lakukakan operasi amputasi kaki kakan nya di bawah lutut di RSAU Hardjolukito Yogyakarta. Setelah operasi amputasi pak Fahrurozi harus menjalani fisioterapi rutin setiap seminggu 3x dan Team #SedekahRombongan membelikan sebuah kaki palsu di Yakkum sehingga mempermudah untuk berjalan untuk melakukan aktifitas harian. Bantuan ini untuk Pembelian 1 kaki palsu, susu protein, biaya fisioterapi, uang saku  dan kebutuhan gizi. Yang sebelumnya masuk rombongan 631.

Jumlah Bantuan : Rp 4.149.000
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine @nh_erna @royekanala
Tanggal : 5 & 28 Januari 2015

Pak Fahrurozi Kanker Kaki

Pak Fahrurozi Kanker Kaki

——–

ROFINGAH (50th, Ca Mammae) Alamat di dusun Gembuk Nggetas Playen Gunungkidul. Bu Rofingah tinggal berdua bersama suaminya dan tidak memiliki anak. Sehari-hari Bu Rofinah dan suaminya bekerja sebagai buruh tani. Pada tahun 2000 lalu, Bu Rofingah pernah menjalani operasi pengangkatan tumor payudara di Rumah Sakit Fatmasuri. Pasca operasi keadaannya sudah membaik, namun akhir-akhir ini penyakitnya kambuh dan kerap diperiksakan ke bidan setempat kemudian diberi obat, namun tidak ada perubahan. Keluarga memutuskan untuk membawa Bu Rofinah ke puskesmas Playen yang kemudian mendapat rujukan ke RSUD Wonosari. Bu Rofingah didiagnosa terkena kanker payudara. Kami akhirnya membawa bu Wastinah ke RS Hardjolukito untuk pengobatan lebih lanjut, bu Rofingah kini menjalani proses kemoterapi. Biaya ini digunakan untuk pembelian kebutuhan gizi, cek lab, IHC, uang saku. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 655.

Jumlah Bantuan : 688.200
Tanggal : 10 January 2015
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine @royekanala

Bantuan biaya pengobatan tumor payudara ibu rofingah

Bantuan biaya pengobatan tumor payudara ibu rofingah

———-

ASMAIYAH Alm (52th, Kanker Otak) Alamat Jetak, Sendangtirto, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Beliau tinggal di rumah orang tuanya yang bernama Mbah Atma (72) dengan ditemani kakak iparnya yang bernama Ibu Ngadiyem. Empat bulan yang lalu beliau mengalami kejang disertai dengan sakit kepala. Kemudian beliau melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dan dianjurkan dokter untuk rontgen pada bagian kepala. Dari berbagai rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, beliau terdiagnosa mengidap penyakit kanker otak. Kini bu Asmaiyah telah dirawat di RSAU Hardjolukito Yogyakarta. Dan pada hari siang tanggal 17 September 2014 team dokter melakukan tindakan operasi pemasangan selang di kepala untuk mengeluarkan cairan,setelah operasi lancar beberapa hari kemudian ibu Asmaiyah kondisinya drop langsung rawat inap dan pada tanggal 2 oktober 2014 masa kritis, dan akhirnya dipanggil oleh yang Maha Kuasa pukul 10.40 WIB diu RS.Hardjolukito. Bantuan ini digunakan untuk biaya obat yang tidak dijamin oleh BPJS, pembelian selang yang di pasang di kepala, biaya kebutuhan akomodasi selama di RS, pensucian perawatan jenazah dan santunan untuk keluarga yang di tinggalkan. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 613.

Jumlah Bantuan : Rp. 9.706.000
Tanggal : 18, 22 September dan 2 Oktober 2014
Via: @RofiqSILVER @Dawetcantik @cahyodibroto

Bantuan pengobatan dan pengurusan jenazah alm.asmaiyah

Bantuan pengobatan dan pengurusan jenazah alm.asmaiyah

——–

DYAH WURYATININGSIH (45th, Ca Mammae) Alamat di Penambongan Rt. 2 Rw.1 Purbalingga. Sejak 3 tahun lalu menderita ca mamae dan sudah pernah dioperasi di Rumah Sakit Margono Purwokerto. Pengobatan Bu Dyah membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga untuk biaya pengobatannya Bu Dyah harus menggadaikan rumah miliknya untuk biaya pengobatan tersebut. Namun, di akhir tahun 2012 tumbuh lagi benjolan di sekitar ketiaknya sehingga Bu Dyah harus kembali menjalani pengobatan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Kini Tim SR membantu Ibu Dyah ini untuk pengobatan pasca operasi dimana diharuskan untuk penyinaran dan kemoterapi lanjutan di RS. Sardjito Yogyakarta. Bantuan ini merupakan biaya akomodasi pulang pergi Purbalingga – Jogja  untuk rutin suntik tulang di RS.Hardjolukito.Yang sebelumnya masuk rombongan 655.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000
Tanggal : 14 Januari 2015
Via: @RofiqSILVER @inejuine @fajardeddy

Ibu dyah menderita tumor payudara

Ibu dyah menderita tumor payudara

———

ESTI BUDIARTI (33th,Tumor Pangkal Paha) Alamat Pedukuhan Bayur Kel. Bojong RT. 11 RW. 03 Jatibarang adalah seorang ibu rumah tangga yang merupakan istri dari bapak Jumari yang bekerja sebagai seorang petani. Pasangan ini dikaruniai 2 anak yang berumur 10 tahun dan 1,5 tahun. Mereka tinggal di Pedukuhan Bayur Kel. Bojong RT. 11 RW. 03 Jatibarang bersama ayah dari ibu Esti yaitu bapak Kusmiati (57) yang bekerja sebagai petani seperti suami dari bu Esti. Ibu Esti sejak 2 tahun terakhir mengidap tumor di bagian pangkal paha setelah kepulangannya dari arab. Sebelumnya sudah pernah menjalani operasi tetapi tumornya kembali tumbuh besar lagi selama kurang lebih 1 tahun hingga saat ini. Biaya ini digunakan untuk biaya akomodasi selama pengobatan di RSAU Hardjolukito susu dan lain lain.sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 636.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.143.350,-
Kurir : @RofiqSILVER via @inejuine @ninikns @dawetcantik
Tanggal : 30 Desember 2014 & 28 Januari 2015

Esti menderita Tumor Pangkal Paha

Esti menderita Tumor Pangkal Paha

——

GEDEON ARI KRISYADI (13th,Patah Tulang) Alamat Pondok Suruh, Bimo Martani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. seorang anak yatim yang tinggal di Pondok Pesantren AL – MUJIIB yang terletak Pondok Suruh, Bimo Martani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Gedeon mengalami patah tulang pada tangan kanan akibat terjatuh saat memanjat pohon pepaya di belakang pondok. Saat itu juga bapak Gunanto pimpinan pondok langsung memeriksakan ke RSI PDHI Cupuwatu, Kalasan. Dan oleh dokter dilakukan operasi dan dipasangan pen. Setelah sebulan dari pemasangan pen, dokter menyarankan untuk operasi lagi pencopotan pen. Bantuan dari sedekaholic #sedekahrombongan sebesar Rp. 3.000.000 ini dipergunakan untuk membayar biaya operasi pelepasan pen rumah sakit dan pasien tidak memiliki kartu jaminan kesehatan berupa BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Tanggal : 1 February 2015
Via: @RofiqSILVER @widjiyono

Gedeon menderita patah tulang kaki

Gedeon menderita patah tulang kaki

——-

SAMTO (76th,Batu Empedu) beralamat di Taji Rt.01 Rw.03, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Pak Samto menderita sakit batu empedu dan sudah menjalani operasi pengangkatan batu empedu di RS Soeradji Tirtonegoro Klaten. Beliau menjalani perawatan di Rumah Sakit selama 15 hari, setelah kondisinya membaik beliau diizinkan pulang dan selanjutnya berobat jalan. Pak Samto adalah seorang buruh tani dan tinggal dirumah bersama istrinya, beliau memiliki 3 orang anak dan semua anaknya sudah menikah. Bantuan dari #sedekahrombongan sebesar Rp.500.000 ini dipergunakan untuk biaya kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 January 2015
Via: @RofiqSILVER @widjiyono

Bantuan pengobatan untuk pak samto yang menderita sakit batu empedu

Bantuan pengobatan untuk pak samto yang menderita sakit batu empedu

———

MEDI UTOMO (62th, Stroke) beralamat di Dawangsari Rt.02 Rw.03, Sambirejo Prambanan, Sleman. Beliau mengalami serangan stroke sehingga tangan dan kakinya susah untuk digerakkan. Pihak keluarga memeriksakan pak Medi ke RSI PDHI Cupuwatu, Kalasan dan dokter menyarankan untuk opname. Setelah dirawat selama 5 hari keadaan beliau sudah cukup membaik meski bicaranya agak kurang lancar, namun kaki dan tangan sudah bisa digerakkan. Dan dokter menyarankan untuk terapi secara rutin. Bantuan dari #sedekahrombongan ini dipergunakan untuk membeli alat bantu jalan dan terapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Via: @RofiqSILVER @widjiyono
Tanggal : 25 Desember 2014

Pak Medi menderita stroke

Pak Medi menderita stroke

——–

HARDANI (85th, Patah Tulang) Alamat Karanggede Rt.04 Rw.04, Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. seorang janda yang sudah berusia lanjut, Mbah Hardani mengalami patah kedua kakinya dan dipasang pen akibat gempa Jogja 2006. Beliau saat ini berjalan dengan bantuan tongkat. Karena faktor usia yang sudah sangat lanjut sehingga pen tersebut tidak memungkinkan untuk diambil. Mbah Hardani sehari-hari dirawat oleh anaknya yang juga janda yaitu mbah Kamirah (60), beliaulah yang melayani dan merawat mbah Hardani. Semoga sedikit santunan dari #sedekahrombongan ini bisa bermanfaat untuk mbah Hardani.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 20 Desember 2014
Via: @RofiqSILVER @widjiyono

Mbah Hardani mengalami patah kedua kakinya dan dipasang pen akibat gempa Jogja 2006

Mbah Hardani mengalami patah kedua kakinya dan dipasang pen akibat gempa Jogja 2006

———

SUYATMI (54th, Diabetes) Alamat di Soronanggan RT 42 RW 21 desa Tawang Sari, kecamatan Pengasih, kabupaten Kulonprogo Yogyakarta,ibu Suyatmi adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari bapak Rusdi (58) yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran di perempatan pojok beteng wetan Jogja. beliau memiliki 5 anak dan 6 cucu, hanya anak bungsu yang masih ikut beliau. Berawal dari sakit gula dan sempat kehilangan memorinya, sekarang beliau tidak bisa melihat dengan jelas, setiap benda yang dilihat hanya berupa bayangan hitam. Saat ini suaminya menganggur karena harus menjaga Ibu Suyatmi. Bantuan ini digunakan untuk kontrol rutin di Rumah Sakit Islam PDHI Kalasan, obat di luar Jaminan dan  akomodasi selama tinggal di Rumah Singgah, obat, susu penunjang gizi. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 656

Jumlah Bantuan : Rp. 2.122.700
Tanggal : 30 Desember 2014 dan 28 Januari 2015
Kurir : @RofiqSILVER @inejuine @emaanggita @nh_erna

Suyatmi menderita Diabetes

Suyatmi menderita Diabetes

——–

DIMAS SEBAN (6,8, Penyakit: Hisprunk dan Perlengketan Usus). Alamat: Kampung Seke Awi RT.3/14, Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Dimas, Edi Edwar (47) bekerja sebagai kuli bangunan. Ibunya, Wulan Sari (35) seorang ibu rumah tangga.  Tanggungan keluarga 3 orang. Jaminan Kesehatan yang dimiliki keluarga ini adalah BPJS Kelas 3. Sejak usia dua tahun yang lalu, anak bungsu ini sering sakit-sakitan. Ia kerap merasa sakit di bagian perutnya. Orangtuanya sudah memeriksakan Dimas ke beberapa dokter praktek, Puskesmas, RSUD Soreang dan RS Immanuel dengan biaya sendiri saat ia belum memiliki jaminan kesehatan. Di RS Immanuel ia pernah dirawat dan dioperasi  3 kali karena didiagnosis mengidap penyakit hisprunk. Harta benda bahkan rumah orangtua Dimas sudah habis terjual digunakan untuk berobat. Dengan bantuan pengurus RW dan warga setempat  yang peduli, akhirnya Dimas melanjutkan pengobatan menggunakan Jamkesmas ke RSHS Bandung dan pernah dua kali mendapat tindakan operasi. Terakhir ia diduga mengalami perlengketan usus. Di RSHS Bandung inilah #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga yang jatuh miskin setelah berjuang mengobati anak tercintanya. Kurir #SR amat berempati atas apa yang mereka alami dan menyampaikan bantuan untuk biaya pengobatan Dimas pasca operasi. Dimas harus kontrol satu bulan sekali ke RSHS Bandung. Semoga Allah memberinya kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 28 Januari 2015
Kurir: @dedesyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Dimas menderita Hisprunk dan Perlengketan Usus

Dimas menderita Hisprunk dan Perlengketan Usus

——-

AI KUSMIATI (21, Anemia Aplastik dan Paroksismal Nokturnal Hemolisis). Alamat: Kampung Tegalega RT.1/7 Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Ayah Ai, bapak Syahidin (58) bekerja sebagai buruh bangunan sedangkan ibunya Mimin Rosmini (42), seorang ibu rumah tagga. Ai adalah anak kedua dari 4 bersaudara. Dua tahun yang lalu, Ai mulai mengalami perubahan yang tidak biasa di badannya. Ia mendapati seluruh tubuhnya membiru disertai lemas dan pusing berkepanjangan. Gejala lain, gusinya menjadi mudah berdarah. Berbagai pengobatan, baik medis maupun non medis sudah diupayakan keluarga dhuafa ini agar Ai sembuh. Ia sudah beberapa kali diperiksakan ke Puskesmas Cililin dan RSUD Cililin Bandung Barat serta RSHS Bandung. Anak pendiam lulusan Madrasah Aliyah ini didiagnosis mengalami Anemia Aplastik. Ai bahkan pernah dirawat inap dua kali di RSHS Bandung masing-masing sekitar satu minggu. Dari hasil pemeriksaan fisik dan penunjang, Ai juga diduga mengalami Paroxysmal Nocturnal Hemolysis(PNH), yaitu kelainan darah yang mengakibatkan hancurnya sel darah merah secara tiba-tiba. Akibat penyakitnya itu ia  harus ditransfusi sampai 8 kantong. Kini keinginan kuat untuk pulih dan sembuh membuat Ai rajin kontrol dua minggu sekali ke Poli Hematologi RSHS. Ia rutin mendapat transfusi dan obat oral yang diminum setiap hari. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Ai dan keluarganya. #SR menyaksikan ketegaran keluarga dhuafa ini di antara kesederhanaan kehidupan mereka. Ai dan keluarganya perlu diberi empati dan bantuan.  Alhamdulillah #SR telah memberi mereka satu kali bantuan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari selama berobat, dan tercatat di Rombongan 659. Karena masih harus kontrol rutin dan tak punya biaya untuk berobat, keluarga dhuafa ini amat layak dibantu lagi untuk keberlangsungan pengobatannya. Pada tanggal 6 Januari 2015 kondisi Ai memburuk. Dari mulut dan hidungnya terus-terusan keluar darah dan tubuhnya lemas. AI sempat didampingi MTSR antar-jemput ke RSHS Bandung. AI bahkan semalam menginap di RSSR. Tanggal 7 Januari 2015 ia memakasa pulang dulu ke rumahnya dan tanggal 12 Januari 2015 ia harus ke RSHS lagi; mudah-mudahan ada ruangan kosong untuk perawatannya. Setelah seminggu dirawat, Ai diperbolehkan pulang. Akan tetapi, pada 3 Februari 2015, kondisi Ai kembali kondisi Ai menurun bahkan sempat 12 jam tak sadarkan. MTSR alhamdulillah bisa mengevakuasi Ai ke RSUD Cililin dan IGD RSHS Bandung. Setelah semalam di IGD, kini Ai dirawat inap di Gesung Melati Kamar 8 RSHS Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk transportasi dan biaya sehari-hari selama pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 2 Februari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ai menderita Anemia Aplastik dan Paroksismal Nokturnal Hemolisis

Ai menderita Anemia Aplastik dan Paroksismal Nokturnal Hemolisis

——–

DEDE YAYAN (33,  Patah tulang tangan kanan dan kaki kiri akibat kecelakaan). Alamat: Kampung Babakan RT.2/6, Desa Nengkelan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pekerjaan Yayan sebagai tukang Ojek.  Istrinya,  Imas Pupah (32), seorang ibu rumah tangga. Tanggungan Keluarga mereka 2 orang. dengan jaminan kesehatan Jamkesmas. Keluarga kecil dan miskin ini tinggal di daerah pertanian, menempati rumah peninggalan orangtuanya. Keluarga ini semakin terpuruk setelah Yayan mengalami kecelakaan lalu lintas pada Agustus 2014. Tulang tangan kanannya bengkok dan tulang kaki kirinya patah. Berbekal Jamkesmas, Yayan sempat dirawat di RSUD Soreang dan RSHS Hasan Sadikin Bandung selama dua bulan. Biaya pengobatan pernah dibantu juga oleh penabraknya. Sejak November 2014 ia kontrol ke Poli Ortopedi RSHS menggunakan uang pinjaman. Yayan hampir menghentikan pengobatannya karena terkendala biaya. Dengan kehendak Allah Swt, ia dipertemukan dengan kurir #SedekahRombongan berdasarkan informasi dari kader desa yang peduli. Kurir  #SR berempati atas apa yang menimpa Yayan  dan memberinya bantuan untuk biaya  transport untuk  kontrol ke RSHS Bandung dan biaya sehari-hari selama berobat.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2015
Kurir: @dedesyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Dede menderita Patah tulang tangan kanan dan kaki kiri akibat kecelakaan

Dede menderita Patah tulang tangan kanan dan kaki kiri akibat kecelakaan

——–

RUDI RUDIAT (33, Tetanus). Kampung Cibogo RT.2/9 Desa Sukamukti, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tanggungan: 2 anak, Agung (5 Tahun) dan Putri (6 bulan). Pedagang keliling di sekolah dasar ini kini terbaring tak berdaya di rumah ibunya. Saat terjadi musibah, tiga bulan yang lalu, ia tinggal di rumah kontrakan. Awalnya ia menginjak paku berkarat ketika berjualan. Karena terkena kotoran kuda, dua hari kemudian, kakinya membengkak, mulutnya kaku, dan nafasnya tertahan. Keluarganya segera memeriksakan Pak Rudi ke Puskesmas dengan fasilitas Jamkesmas. Pak Rudi lalu dirujuk ke RSUD Soreang. Dengan alasan ruangan penuh, RSUD Kabupaten Bandung merujuknya ke IGD RSHS Bandung dan akhirnya ia dirawat dua bulan di HCU Kemuning RSHS. Di RSHS ia sempat koma hampir 20 hari. Pada lehernya dipasang ventilasi. Awal bulan Januari 2015 rumah sakit rujukan nasional ini mengizinkan Pak Rudi pulang dan menjadwalkannya kontrol 10 hari sekali. Namun, pihak keluarga memintanya kontrol di RSUD Soreang. Di RSUD Soreang inilah #SedekahRombongan bertemu dengan Pak Rudi yang tengah kesakitan dan istrinya yang sedang bingung kebabisan ongkos. Alhamdulillah sedekaholik #SR mengantarnya pulang bahkan memberinya santunan awal untuk biaya sehari-hari dan transportasi kontrol ke RSUD Soreang. Dua hari kemudian Pak Rudi mengalami kritis dan sempat dievakuasi ke RSUD Soreang. Karena semakin memburuk kondisinya, kekuarga kemudian membawanya pulang. Pak Rudi akhirnya meninhhal di rumah ibunya. Innaa lillaah wa innaa ilahi roojiuun.
Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2015
Kurir : @dd.syaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Rudi menderita Tetanus

Rudi menderita Tetanus

——-

RSSR BANDUNG atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, terletak di sekitar RS. Hasan Sadikin Bandung, tepatnya di Jalan Sukagalih, Belakang Puskesmas Sukajadi Kota Bandung. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS Bandung, yang berasal dari daerah luar Bandung. Seperti di ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogyakarta, Jakarta, Malang dan kota lainnya. Setelah mencermati adanya tuntutan besar akan adanya rumah singgah di Bandung, Alhamdulillah #SedekahRombongan telah memiliki juga rumah singgah di sekitar rumah sakit rujukan nasional ini. Pasien miskin dari berbagai daerah bisa beristirahat sementara di sini, seperti dari Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, Kuningan dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Pasien dan keluarganya yang sedang berobat tentu saja setiap harinya memerlukan makanan pokok, utamanya beras dan sembako lainnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan terus berempati untuk mengurangi beban hidup pasien dhuafa yang tengah berjuang dan tinggal di RSSR. Kembali bantuan logistik pun disampaikan untuk membeli Sembako dan Keperluan lainnya di RSSR.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.500.000,-
Tanggal: 4 Februari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr

Bantuan logistik untuk RSSR Bandung

Bantuan logistik untuk RSSR Bandung

———

DEDE ROSADI (22, luka tusuk). Alamat:  Jl. Kadugenek Kidul RT .5/15, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Dede Rosadi yang biasa dipanggil Dede ini adalah seorang pengamen di wilayah Blok M, Jakarta Selatan. Ia mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kedua orang tuanya sudah meninggal. Dede menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal pada Sabtu Malam, 25 Januari 2015 di sekitar Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.  Kejadiannya, Dede tiba-tiba dipalak oleh beberapa orang namun dede tidak menurutinya. Alasan dede adalah karena mereka memalak untuk mabuk-mabukan. “Kalo buat makan mah saya kasih”, kata Dede. Tiba-tiba Dede dikeroyok, lalu ditusuk pada bagian perut sebelah kiri dan ia langsung tak sadarkan diri. Menurut petugas medis di RS Fatmawati tempat Dede dirawat, Dede diantarkan oleh petugas kepolisian. Dede mendapat beberapa jahitan untuk luka yang dialaminya. Saat itu Dede tidak membawa  tanda pengenal seperti KTP. Biaya pengobatan saat itu menjadi tanggungan rumah sakit. Bantuan dari #SedekahRombongan sebesar Rp.500.000,- digunakan untuk membantu biaya pulang ke rumah. Ia diperbolehkan pulang karena kondisi Dedenya sudah membaik.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Januari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @wirawiry @nurmanmlana @hapsarigendhis

Dede mengalami luka tusuk

Dede mengalami luka tusuk

——–

YUSRIL SINARTHA DHARMAWAN (12, Infeksi ginjal  dan paru-paru). Alamat:  Jl. Sungai Raya Dalam RT.1/10 Kelurahan Bangka Belitung, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Yusril, anak cerdas ini adalah seorang santri di Pondok Tahfiz Darul Quran, Tangerang. Ia kini terbaring di RS Usada Insani, Kota Tangerang. Yusril menderita infeksi  ginjal dan paru-paru. Riwayat penyakitnya dimulai pada  Desember 2014. Yusril sering sekali  mengalami demam. Yusril hanya diberi obat penurun demam oleh pengurus pondok. Sampai pertengahan bulan Desember 2014, demamnya tak kunjung turun. Ia dibawa ke puskesmas dan dikatakan akan tumbuh gigi. Akhirnya Yusril dibawa kembali ke pondok pesantren, namun keesokan harinya bagian pipi Yusril bengkak dan ia  mengalami kejang-kejang. Pengurus  pondok  membawanya ke RS Bakhti  Asih Tangerang dan dirujuk lagi ke RS Usada Insani karena ia harus dirawat di ruang ICU. Yusril mengalami infeksi virus di  ginjal dan infeksi paru-paru yang menyebabkan Yusril sesak nafas. Yusril sempat mengalami masa kritis selama 2 hari. Allah Maha Kuasa, pernapasan Yusril berangsur-angsur normal. Sesudah berada di ICU selama 7 hari,  ia  dibiasa. Ibu Yusril, Bu Yeni adalah seorang pedagang gorengan. Ayahnya,  pak Yongki sudah tidak bisa beraktifitas lagi. Pak Yongki sudah 13 tahun terkena stroke hingga fungsi  memorinya terganggu. Mau tidak mau, kebutuhan keluarga harus dipenuhi oleh sang ibu. Ketika mendengar kabar mengenai kondisi Yusril, bu Yeni mau tidak mau beliau harus mencari pinjaman untuk berangkat ke Tangerang. Beliau merasa sangat bersyukur karena Allah SWT memberikan keajaiban kepada anaknya. Untuk biaya pengobatan, Yusril dimasukkan ke pasien umum, namun saat ini sedang diupayakan pengajuan BPJS.  Bantuan dari #SedekahRombongan sebesar Rp. 2.000.000,- diberikan untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit.

Jumlah Bantuan Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 27 Januari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @wirawiry @nurmanmlana @hapsarigendhis

Yusril menderita Infeksi ginjal  dan paru-paru

Yusril menderita Infeksi ginjal dan paru-paru

———

TUMINO BIN ABDULLAH (56, infeksi paru). Jl. Ahmad Yani, Gg. Akik Yaman, No. 7 RT .9/5, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Pak Tumino sehari-hari berjualan di warung di depan rumahnya. Sebelumnya ia bekerja sebagai karyawan di kantor namun kemudian ia terkena PHK di tempat kerjanya tersebut. Sejak  beberapa tahun yang lalu, ia mengalami sakit paru-paru. Ia sudah berobat menggunakan jaminan  KJS, namun karena merasa tidak mendapatkan pelayanan terbaik dari puskesmas setempat, ia memilih berobat ke dokter umum. Pak Tumino diberi obat yang harus ditebus seharga Rp.500.000.- Ia mengharapkan bantuan untuk biaya berobat. Kurir #SedekahRombongan telah  menyampaikan santunan senilai Rp. 500.000,- untuk membantu kebutuhannya sekaligus menganjurkan agar ia  meneruskan pengobatan  dengan jaminan kesehatan yang ada. Semoga Allah memberikan kesembuhan. Aamin.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 20 Januari 2014
Kurir: @ddsyaefudin @wirawiry @hapsarigendhis

Tumino menderita infeksi paru

Tumino menderita infeksi paru

——–

NINA binti Milan (38, kanker serviks). Jl. Damai RT.1/ No 25, Kelurahan Babakan Kelapa dua, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Nina, istri dari Bpk. Aang (52 th) seorang tukang parkir di kawasan Tangerang Selatan. Bu Nina menderita Kanker Serviks dan sudah menjalani radioterapi dan akan melakukan radiasi ulang selama 3 bulan di RSCM. Saat ini masih ada lesi kanker berukuran 2 cm. Kondisi bu Nina saat ini terlihat segar dan lebih bersemangat. Keinginan bu Nina untuk sembuh dari sakitnya sangat besar. Setelah sembuh nanti, ia ingin bekerja dan memiliki penghasilan. Saat ini Bu Nina sudah tidak menetap di Rumah Singgah #SR (RSSR) Jakarta lagi karena sudah tidak perlu melakukan tindakan medis yang intensif. #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk transport kontrol ke rumah sakit mengingat jarak rumah bu Nina dan RSCM cukup jauh, Bantuan sebelumnya tercatat di Rombongan 652.

Jumlah Bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal : 21 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @wirawiry @nu_maulana @hapsarigendhis

Nina menderita kanker serviks

Nina menderita kanker serviks

——–

MUSHOLA NUR HIDAYAH beralamatkan di Rejosari RT 01 RW 13, Gilingan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Mulai berdiri sejak 4 Januari  2015, digagas dan diurus oleh Muhamad Suwono (55thn) atau kerap dipanggil Mbah Wono. Mushola ini dibangun berkat adanya dana dari donatur yang dikumpulkan melalui pesan singkat yang dikirimkan oleh mbah Wono. Sekarang mushola ini telah menjadi pusat kegiatan dakwah sosial dan pendidikan Al-Qur’an untuk anak-anak usia sekolah. Meski baru berdiri, mushola ini sudah memiliki 53 anggota pengajian yang terdiri dari mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan 45 anak didik TPQ. Alhamdulillah jamaah sholat di ruangan berukuran 3x4meter ini selalu penuh melebihi daya tampungnya, sehingga sampai di luar bangunan. Kala hujan turun, jamaah mushola yang terletak di pinggir rel kereta api ini  melakukan sholat berjamaahnya secara bergantian. Karena bagian luar mushola basah, sehingga tidak dapat digunakan. Rencana kedepannya mushola ini akan ditingkat menjadi 2 lantai untuk menambah kapasitas tampung jamaah dan perlu adanya fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar siswa TPQ, ujar mbah Wono saat ditemui oleh kurir #sedekahrombongan kota Solo. Alhamdulilah tanggal 2 Januari 2014 bantuan dari #sedekaholic telah disampaikan kepada pengurus Musholla Nur Hidayah sebesar Rp.2.000.000 berupa uang, dan Peralatan Sholat (Mukena, Sarung, Sajadah) dengan harapan dapat digunakan Jamaah mushola Nur Hidayah. Mbah Wono selaku pengurus Masjid menyampaikan terimakasih atas bantuan yang disampaikan #Sedekahrombongan.

Jumlah : Rp 2.000.000
kurir : @ Lastiko via @ocid_ahmad @yudistirabayua @anissetya60
Tanggal : 2 Januari 2015.

Bantuan untuk pembelian perlengkapan Musholla Nur Hidayah

Bantuan untuk pembelian perlengkapan Musholla Nur Hidayah

——-

PARTI BINTI MARTO SADAD (61 tahun, kanker servik) adalah warga kurang mampu yang bertempat tinggal di RT 4 RW 2 Dusun Terung Desa Terung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Beliau bekerja sebagai buruh cuci baju dan pembantu rumah tangga. Saat ini Bu Parti di rawat di puskesmas Panekan karena penyakit yang dideritanya kambuh. Sekitar 3 bulan yang lalu sewaktu periksa di Rumah Sakit beliau divonis mengidap kanker serviks. Oleh karena itu dokter akan merujuk beliau untuk ke Rumah Sakit yang lebih besar sehingga keluarga beliau mengalami  kesulitan untuk biaya ke Rumah Sakit. Bu Parti tinggal bersama anak perempuan semata wayang nya yang berumur 21 tahun dan suaminya Bapak Sadiran (63 tahun) hanya pekerja serabutan proyek yang pendapatan penghasilan kurang lebih 35.000/hari. Rumah yang ditinggali beliau pun juga nge-kos bukan rumah beliau sendiri. Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini berdasarkan informasi warga disekitar rumah Bu Parti. Bantuan pertama dari Sedekah Rombongan digunakan untuk biaya perawatan selama di Puskesmas Panekan. Ibu Parti sangat terharu dan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 500.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @jeansofwolf @dianasasa
Tanggal : Senin, 2 Februari 2015

Ibu Parti menderita kanker servik

Ibu Parti menderita kanker servik

———-

FATIN TRI MEILANI (1tahun 8 bulan, Hydrocephalus) adalah putri ke tiga dari Bapak Kusno (45 Tahun) dan Ibu Tinah (38 tahun). Mereka adalah warga Dukuh Nunut RT 04 RW 01, Desa Duwet, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.Dik Fatin lahir 27 Mei 2013 di RSUD Sudono Madiun. Sejak dalam kandungan Dik Fatin sudah terindikasi pembesaran di kepalanya yang melebihi ukuran janin normal. Setelah lahir ternyata hal itu benar. Dokter menemukan adanya cairan di kepalanya(Hydrocephalus). Ia pun kemudian dirawat di rumah sakit. Pada 5 Juni 2013 dilakukan pemasangan selang di kepalanya untuk mengeluarkan cairan melalui saluran kencing. Saat tim SR melakukan survey diketahui bahwa orang tua dik Fatin bekerja sebagai buruh tani. Di rumahnya tinggal 7 orang : ayah, ibu, 3 anak, kakek dan nenek. Pengobatan dan perawatan Dik Fatin selama ini menggunakan fasilitas BPJS mandiri. Namun begitu keluarga tetap merasa keberatan karena masih harus bekerja memenuhi kebutuhan keluarga  dan biaya sekolah kedua kakak dik Fatin yang duduk di bangku SD dan SMP. Keluarga dik Fatin membutuhkan pendampingan dan bantuan untuk meringankan bebannya. Sedekah Rombongan hadir untuk membantu proses pengobatan dik Fatin. Senin, 2-2-2015 dik Fatin opname di RSUD Soedono karena mengalami kejang-kejang hebat. Bantuan kedua dari #SR digunakan untuk biaya perawatan dik Fatin setelah sebelum nya dibantu pada rombongan 655. Bapak Kusno mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas bantuan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Bantuan : Rp 500.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @diana_sasa @krisnamonogami1
Tanggal : Senin, 2 Februari 2015

Fatin  menderita Hydrocephalus

Fatin menderita Hydrocephalus

——-

SUPARNO BIN KARTODIHARJO SUWADJI (73 tahun, pembesaran pada testis) adalah salah satu dhuafa yang tinggal di Jalan Perkutut RT 12 RW 2 Desa Suratmajan Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan Jawa Timur. Sudah 4 tahun ini beliau tidak bekerja karena pernah mengalami kecelakaan sehingga menyebabkan beliau cacat di kaki sebelah kiri. Kaki beliau sudah pernah dioperasi dan pernah diambil pen di kaki namun beliau masih susah berjalan, selain itu beliau juga menderita penyakit yang buah zakarnya besar seukuran 2 kepal tangan dewasa, jika meminum air buah zakar beliau bisa tambah membesar. Sudah pernah berobat namun tidak ada hasilnya, sakit itu diderita semenjak beliau masih kecil. Istri beliau Darsinem (Alm) sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Pak Suparno dikaruniai 3 orang anak, anak nomor 1 dan 2 sekarang berada di Kalimantan dan jarang pulang karena sudah berumah tangga disana, sedangkan nomor 3 bekerja sebagai pembantu rumah tangga di salah satu perumahan instasi pemerintah di daerah Maospati dan tidak setiap hari bisa pulang menjenguk bapaknya. Beliau kini tinggal sendiri dirumah yang ditempatinya. Kurir SR dipertemukan dengan Bapak Suparno berdasarkan informasi dari tetangga beliau. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk membantu kebutuhan sehari-hari Bapak Suparno. Beliau sangat berbahagia dan mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah disampaikan oleh Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @krisnamonogami1
Tanggal : Selasa, 3 Februari 2015

Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari Bapak Suparno

Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari Bapak Suparno

———

ACHMAD SYAFURI (17 th,patah rahang) alamat perumahan siwani C216 Singodutan Selogiri,Wonogiri Jawa Tengah. Korban tabrak lari.Kecelakaan pada hari Rabu 28 Januari 2015 pukul 23.00 lokasi Wonokarto,Wonogiri Jawa Tengah. Rahang patah, di anjurkan oleh dokter untuk operasi.Operasi dilaksanakan pada tgl 02 Pebruari 2015 pukul 10.00-15.00. Setelah operasi mas Achmad mengeluh kesakitan karena bekas luka operasi. Kata dokter boleh pulang 2 hari setelah operasi. Insyaallah Rabu tgl  04 Pebruari 2015 sudah boleh pulang dan yang menunggu mas Achmad hanya Ibu nya. Karena ayahnya harus bolak – balik Wonogiri untuk mengurus BPJS. Mas Acmad merupakana anak kedua dari 3 bersaudara. Ayahnya bernama Bapak Mustofa (Penjahit keliling) dan Ibu Pujiati ( Ibu Rumah Tangga) Anak pertamanya sekarang masih di tahanan karena kasus perampokan. Ibu mas Achmad mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman Sedekah Rombongan,beliau minta maaf jika tidak bisa membalas, semoga Allah SWT membalas kebaikan teman-teman sedekah rombongan.amin

Santunan : Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @bonitadara & @khoryisme
Tanggal :02 Pebruari 2015

achmad menderita patah rahang

achmad menderita patah rahang

——–

KANIA APRILIAWATI (7 Tahun, Autis, kelainan usus dan flek paru-paru) biasa di panggil dik Kania bertempat tinggal di Sumberrejo RT 2 RW 6 Kunden Bulu Sukoharjo Jawa Tengah didiagnosa oleh dokter mengidap kelainan usus sejak dik Kania berumur 7 bulan setelah mengalami panas dan disentri selama 15 hari. Karena ketidaktahuan orang tua, dik Kania diberi obat diapet dan di urut ke tukang urut bayi  yang menyebabkan kondisi usus dik Kania memburuk serta antara usus besar dan usus kecil lengket. Setelah itu dokter menyarankan operasi pada tanggal 26 November 2008 di RSDM Surakarta dengan biaya sendiri. Karena kekurangan biaya, dik Kania terpaksa di pulang paksa oleh keluarga setelah dirawat 10 hari di ruang NICU. Keluarga sampai meminjam hutang dimana-mana untuk biaya operasi dik Kania. Setelah 2 tahun pasca operasi pertama, ternyata kondisi usus dik Kania belum membaik malah usus sampai keluar dari kulit. Keluarga langsung memeriksakan ke RSUD Sukoharjo dan dokter menyarankan untuk operasi yang kedua. Karena kekurangan biaya dan masih memiliki hutang dimana-mana, keluarga tidak sanggup memenuhi saran dokter agar dik Kania di operasi. Sehingga dari dokter di RSUD Sukoharjo berinisiatif untuk membantu operasi kedua dengan mengumpulkan sumbangan dari semua dokter dan coas di RSUD Sukoharjo. Karena perkiraan biaya operasi kedua yang tinggi dan dari sumbangan para dokter belum mencukupi sehingga dari DKK Sukoharjo mengajukan Jamkesprov ke provinsi dan alhamdulillah dengan semua biaya tersebut tanggal 29 Agustus 2010 dik Kania menjalani operasi kedua dengan lancar di RSDM Surakarta. Pasca operasi kedua dik Kania, Dokter mendiagnosa dik Kania mengidap Flek paru-paru. Dengan obat yang diresepkan oleh dokter, Alhamdulillah dik Kania sekarang sudah sembuh dari Flek paru-paru. Dengan kondisi dik Kania yang autis dan sampai umur 7 tahun belum bisa berjalan dengan baik, keluarga menyekolahkan dik Kania di SLB ABC Tawangsari yang tidak dipungut biaya. Sekarang dik Kania sudah duduk di TK B. Tetapi satu bulan belakangan ini dik Kania tidak masuk sekolah karena masih diare terus dan sampai sekarang dik Kania harus kontrol satu bulan sekali di RSUD Sukoharjo. Karena tidak memiliki kendaraan bermotor, keluarga terpaksa meminjam sepeda motor tetangga untuk mengantarkan kontrol dik Kania di RSUD Sukoharjo. Setelah 2013, dik Kania sudah memiliki jamkesmas sehingga memperingan biaya kontrol di rumah sakit. Dik Kania sering diopname di RSUD Sukoharjo karena kurang kuatnya daya tahan tubuh sehingga penyakit sering datang di tubuh dik Kania. Apalagi di cuaca dingin saat ini dik Kania sering panas dan diare yang tidak kunjung berhenti. Rumah yang di tinggali keluarga dik Kania bukan rumah milik sendiri, melainkan hanya menumpang di rumah saudaranya. Ayah dik Kania pak Joko Santoso (39 tahun) sehari-hari bekerja sebagai penjual mie ayam di perantauan jakarta dengan penghasilan perharinya Rp. 50.000,00 sebagai tulang punggung keluarga karena sejak dik Kania sakit ibu dik Kania Bu Sri Sarjuni (45 tahun) tidak bisa bekerja lagi sebagai penjual jamu di perantauan jakarta. Pak Joko masih memiliki satu tanggungan lagi kakak dik Kania bernama Ahmad Wahyu Harjanto yang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar. Biaya sekolah dik Ahmad di tanggung oleh pemerintah kecuali biaya buku dan seragam sekolah. Keluarga pak joko di uji dengan bertubi-tubi cobaan oleh Allah SWT. Setelah diuji dengan penyakit yang di derita dik Kania yang belum sembuh, kakak dik Kania mengalami kecelakaan pada bulan agustus 2014 saat bersepeda dengan temannya yang mengakibatkan tulang di pundak dik Ahmad patah dan harus dipasang pen. Sekitar bulan April 2015 dik Ahmad harus menjalani operasi untuk pengambilan pen. Sementara itu, pak Joko setelah pulang dari  perantauan sekitar sebulan yang lalu juga mengalami kecelakaan saat membetulkan genteng di rumahnya dan mengakibatkan tulang engsel kaki pak Joko retak dan sekarang harus menggunakan kruk untuk berjalan. Sehingga saat ini pak Joko juga tidak bisa bekerja kembali ke perantauannya. Oleh sebab itu ibu Sri-lah yang harus bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan sekitar Rp. 30.000,00 untuk menggantikan suaminya yang sedang sakit. Alhamdulillah kurir #SedekahRombongan di pertemukan dengan dik Kania. Senin 9 Februari 2015 sedekah dari para #Sedekahholic di sampaikan ke keluarga dik Kania. Keluarga sangat berterimah kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga dengan santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga dan membantu kontrol dik Kania pasca operasi kedua.

Jumlah santunan : Rp. 3.000.000,00
Tanggal : 9 Februari 2015
Kurir : @lastiko via @RizqiRizqie

Kania menderita Autis, kelainan usus dan flek paru-paru

Kania menderita Autis, kelainan usus dan flek paru-paru

———

DAENG PALE  (69Tahun), yang beralamat di kampung Bombong RT001/002, Desa Biangkeke, Kec. Pajukukang, Kab. Bantaeng, Sulawesi selatan. Merupakan suami dari Daeng Buba(68Tahun) yang sehari- harinya hanya berprofesi sebagai buruh tani rumput laut.  Daeng Pale, yang dulunya berprofesi sebagai nelayan kini tak bisa lagi melaut sejak penyakit yang dideritanya kurang lebih 10 tahun terakhir, karena keterbatasan biaya, keluarga (isteri) yang juga sudah memasuki usia lanjut memilih untuk melakukan perawatan sendiri di rumah tanpa ada penanganan medis. Kondisi fisik Daeng Pale dengan tangan yang terus bergetar, sangat menyulitkan dirinya untuk melakukan istirahat (tidur) sehingga jika rasa ngantuk sudah tidak bisa ditahan lagi, dia meminta kepada keluarga agar tangannya diikat dengan sarung melilit kebelakang badannya, sehingga bisa mengurangi getaran tangannya, hanya dengan cara tersebut dia bisa sedikit merasakan nikmatnya tidur, itupun hanya berlangsung beberapa menit saja, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak awal sakit.Daeng Buba (isteri) yang kami temui beberapa hari yang lalu, bercerita bahwa masih menaruh harapan yang besar agar kelak suaminya bisa kembali pulih seperti sedia kala. Hingga akhirnya, Tim Sedekah Rombongan memutuskan untuk memberikan biaya terapi stroke ringan sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). Keluarga sangat berterima kasih kepada Tim yang berkunjung kerumahnya, tak henti- hentinya ucapan terima kasih itu terlontar dari mulutnya dan ucapan rasa syukur kepada Allah SWT karena mempertemukan mereka dengan Tim Sedekah Rombongan. Menurutnya, inilah adalah kali pertama dalam hidupnya menerima santunan sebanyak itu, yang sebelumnya tak pernah bermimpi akan ada orang yang datang berkunjung ke rumahnya menyerahkan bantuan untuk biaya terapi suaminya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir : @areefy_dip via @ismawanamir
Tanggal    : 30 Januari 2015

BAntuan untuk biaya terapi stroke ringan

BAntuan untuk biaya terapi stroke ringan

——

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Jumlah Bantuan
1 Harmi                    1,500,000
2 Suharni                    1,000,000
3 Ana                    1,000,000
4 Nur                    1,000,000
5 Arsawireja                    1,500,000
6 Mesiran                    2,000,000
7 Suyatno                    1,000,000
8 Saidi                    1,000,000
9 Sigit                    1,000,000
10 Ana                    1,000,000
11 Tugiyem                    1,000,000
12 Eni                    9,419,158
13 Nunik                    9,500,000
14 Putra                        500,000
15 Fahrurozi                    4,149,000
16 Rofingah                        688,200
17 Asmaiyah                    9,706,000
18 Dyah                        500,000
19 Esti                    1,143,350
20 Gedeon                    3,000,000
21 Samto                        500,000
22 Medi                        500,000
23 Hardani                    1,000,000
24 Suyatmi                    2,122,700
25 Dimas                        500,000
26 Ai                        750,000
27 Dede                        500,000
28 Rudi                        500,000
29 RSSR Bandung                    2,500,000
30 Dede                        500,000
31 Yusril                    2,000,000
32 Tumino                        500,000
33 Nina                        500,000
34 MUSHOLA NUR HIDAYAH                    2,000,000
35 Parti                        500,000
36 Fatin                        500,000
37 Suparno                    1,000,000
38 Achmad                    1,000,000
39 Kania                    3,000,000
40 Daeng Pale                        500,000
Total                  72,478,408

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 72,478,408,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 669 ROMBONGAN

Rp. 23,798,252,201,-