SUMINEM BINTI SADIN (70 tahun, stroke) adalah seorang duafa yang tinggal di RT 1 RW 5 Dukuh Kedungrejo Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Mbah Suminem mengalami stroke setahun yang lalu, dirawat 8 hari di rumah sakiit dan sekarang hanya dirawat dirumah dengan kondisi yg terus menurun. Beliau mempunyai 4 anak, dan sekarang tinggal bersama salah satu anak nya yaitu Bu Saminem (50 tahun) yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan rata-rata Rp 500.000 perbulan. Sedangkan suami Mbah Suminem menikah lagi saat 4 anak mereka masih kecil. Kurir #SR dipertemukan dengan keluarga ini berdasarkan informasi dari warga sekitar rumah Mbah Suminem. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk meringankan beban keluarga mbah Suminem. Tidak lupa mbah Suminem sekeluarga mengucapkan terimakasih kepada para sedekaholic yang telah membantu melalui Sedekah Rombongan

Santunan : Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @kangsugik
Tanggal : Selasa, 27 Januari 2015

Suminem menderita stroke

Suminem menderita stroke


SRI HANDAYANI (30 th, komplikasi), Sucen Barat RT 16/5 Kedunglengkong Simo Boyolali Jawa Tengah. Pada tahun 1999, setelah pulang dari sekolah, mbak Sri mengalami penganiayaan di rumahnya yang dilakukan oleh tetangganya yang dalam pengaruh minuman keras. Sebelumnya orangtua mbak Sri memiliki masalah dengan tetangga tersebut, karena dia mengambil batu bangunan di lahan milik keluarganya. Saat kejadian penganiayaan hanya ada mbak Sri di rumah. Dia diseret sejauh 100 meter dan di injak kepalanya oleh pelaku. Akibat kejadian itu mbak Sri mengalami patah tulang rusuk belakang, dan sekarang akhirnya berkembang menjadi komplikasi paru-paru, radang usus-lambung, dan terjepitnya saraf punggung. Mbak Sri juga pernah di-diagnosa memiliki kanker darah, tapi sudah sembuh setelah rutin berobat. Suaminya bernama Muhtarudin (42 th), adalah buruh di sebuah selepan di kampung dengan pendapatan setiap bulan Rp 300.000. Penghasilan yang rendah, dengan taggungan satu orang anak dan biaya berobat yang harus rutin dikeluarkan cukup menyulitkan kehidupan mereka. Setiap pekan mbak Sri harus menempuh satu setengah jam perjalanan untuk berobat ke RS Yarsis Surakarta dengan bantuan jamkesmas. Kurir #SedekahRombongan telah melakukan survey, sekaligus memberikan santunan dari #Sedekaholic untuk membantu biaya pengobatan mbak Sri. Semoga dengan bantuan santunan yang diberikan bisa meringankan beban keuangan keluarga mbak Sri.

Jumlah bantuan Rp 2.000.000
Kurir @lastiko via @RitaHast
Tanggal 25 Januari 2015

Sri  menderita komplikasi paru

Sri menderita komplikasi paru


PUJI (11TH, HIDROSEFALUS) RT 01 RW 03 DESA KARANG GINTUNG CIWARAK KEC. SUMBANG KAB. BANYUMAS. Dik PUJI merupakan anak piatu, ibunya meninggal saat ia berusia 40 hari. Sejak lahir Dik PUJI menderita hidrosefalus, sehingga sampai saat ini sudah berusia 11 tahun perkembang fisik dan mentalnya tidak normal. Dulu pada saat balita sudah pernah di operasi penyedotan cairan di kepala, namun dalam melakukan pengobatan keluarga tidak sampai tuntas karena keterbatasan biaya. Sehari – hari Dik PUJI hanya menghabiskan waktu di kasurnya dan sesekali keluar rumah dengan menggunakan kereta bayi. Dik PUJI belum bisa berjalan dan hanya tangan dan kakinya yang bisa sedikit digerakkan. Dik PUJI dirawat oleh ayahnya yang bernama Bpk. SUNARSO sembari juga beliau merawat ibunya yang sudah tua dan sering sakit – sakitan. Ayah Dik PUJI bekerja serabutan kadang juga mulung mengumpulkan botol2 bekas untuk dijual. Ayah Dik PUJI tidak bisa bekerja maximal karena harus merawat dua orang sekaligus yang tidak dapat ditinggalkan karena keduanya harus dibantu jika akan melakukan segala sesuatu.#SedekahRombongan meberikan santunan untuk Dik Puji dan keluarga untuk dapat sedikit meringankan beban yang ada dan juga untuk biaya berobat nenek Dik Puji.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Januari 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Puji menderita HIDROSEFALUS

Puji menderita HIDROSEFALUS


TINEM (70th, DHUAFA) Alamat Jl. Kenanga Rt 03 Rw 01 Grendeng Purwokerto Utara. Ibu TINEM seorang janda hidup serba kekurangan. Anak2 beliau sudah berkeluarga dan tinggal dilain tempat bersama keluarga mereka. Untuk mencukupi kebutuhan sehari hari beliau hanya mengandalkan kiriman dan bantuan dari anak2nya ataupun pemberian dari para tetangga. Beliau orangnya sangat rajin dan ramah terhadap semua orang. Beliau juga sangat rajin beribadah sholat 5 waktu tak pernah ditinggalkan, selalu tepat waktu jika adzan sudah berkumandang. Ditengan semua keterbatasan beliau sangat tabah dan selalu bersyukur dengan apa yang ada. Tak pernah terlontar sedikitpun kata mengeluh dari beliau. #SedekahRombongan memberikan santunan kepada beliau untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup beliau dan juga untuk membeli baju muslim serta mukena dan kerudung yang baru. Beliau sangat senang dan tak henti2nya mengucap syukur dan terimakasih atas bantuan dan rezeki yng diberikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 januari 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Bantuan untuh Mbah Tinem seorang dhuafa

Bantuan untuh Mbah Tinem seorang dhuafa


HAFIZ JIBAN ANUGRAH ( 19 BULAN, HERNIA) Alamat kaliputih Rt 01 Rw 02 Purwojati Cilongok, kabupaten Banyumas. Dik Hafiz balita mungil, lucu ini menderita hernia, sudah sekitar 1 th yang lalu penyakit itu ada. Supriyanto ayah Dik HAFIZ bekerja di percetakan dan Sri Sulastri ibu dari Dik HAFIZ hanya ibu rumah tangga biasa. Dik HAFIZ merupakan anak ketiga dari pasangan tersebut. Benjolan di bawah pusar mulai muncul sekitar 1 th yang lalu dan jika sedang kumat Dik HAFIZ kesakitan dan rewel menangis terus menerus. Setelah diperiksakan ternyata di vonis menderita hernia dan harus dioperasi. Ketiadaan biaya membuat operasi tertunda. Beberapa waktu lalu Dik HAFIZ terserang diare dan dirujuk ke RS.ISLAM Purwokerto dan setelah stabil operasi hernia kepada Dik HAFIZ akhirnya juga sekalian dilakukan. Secara tidak sengaja kurir #SedekahRombongan mendengar cerita itu saat menengok teman kami yang kebetulan sedang dirawat di RS tersebut. Setelah kami mendengar kisah dan ceritanya dan saat itu sedang mengalami kesulitan untuk melunasi biaya rumah sakit, akhirnya #SedekahRombongan membantu biaya untuk dapat meringankan beban keluarga Dik HAFIZ dalam melunasi tanggungan biaya di Rumah sakit. Semoga Dik HAFIZ dapat segera sembuh dan kembali ceria serta bisa kembali kerumah dan sehat, aamiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 januari 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Hafiz menderita hernia

Hafiz menderita hernia


RSSR BANDUNG atau Rumah Singgah Sedekah Rombongan, terletak di sekitar RS. Hasan Sadikin Bandung, tepatnya di Jalan Sukagalih, Belakang Puskesmas Sukajadi Kota Bandung. RSSR berfungsi sebagai tempat istirahat sementara atau tempat singgah para pasien dhuafa yang sedang rawat jalan atau dirujuk ke RSHS Bandung, yang berasal dari daerah luar Bandung. Seperti di ibukota atau kota lainnya yang menjadi pusat rujukan, #SedekahRombongan telah memiliki beberapa RSSR di Kota Jogyakarta, Jakarta, Malang dan kota lainnya. Setelah mencermati adanya tuntutan besar akan adanya rumah singgah di Bandung, Alhamdulillah #SedekahRombongan telah memiliki juga rumah singgah di sekitar rumah sakit rujukan nasional ini. Pasien miskin dari berbagai daerah bisa beristirahat sementara di sini, seperti dari Bekasi, Karawang, Cianjur, Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, Kuningan dan Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Barat. Pasien dan keluarganya yang sedang berobat tentu saja setiap harinya memerlukan makanan pokok, utamanya beras dan sembako lainnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan terus berempati untuk mengurangi beban hidup pasien dhuafa yang tengah berjuang dan tinggal di RSSR. Kembali bantuan logistik pun disampaikan untuk membeli Sembako dan Keperluan lainnya di RSSR.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.500.000,-
Tanggal: 25 Januari 2014
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr

Bantuan Operasional untuk RSSR Bandung

Bantuan Operasional untuk RSSR Bandung


MIKAIL RAIHAN, (14, Meningitis). Alamat: Kp. Sugu Tamu RT.11/21, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Raihan, biasa ia dipanggil adalah seorang pelajar kelas 8 di Madrasah Tsanawiyah Alhusna Depok. Tiga hari yang lalu ia tak sadarkan diri disertai kejang. Gejala penyakitnya berawal pada pertengahan bulan Desember 2014, ketika mulai mengalami demam tinggi. Kedua orangtuanya menduga demam tersebut akibat abses karena luka di kakinya. Namun ketika luka itu sudah dilihat mengering, demamnya tak juga kunjung turun bahkan kepalanya menjadi sering terasa pusing. Hingga 2 minggu berlalu keadaan Raihan belum membaik. Orangtuanya pernah 3 kali membawa ke dokter klinik setempat karena mereka beranggapan Raihan terkena mengalami gejala Thypus dan ISPA. Orangtua Raihan mulai menguatirkan keadaan Raihan ketika puncaknya Raihan mengigau dan tak sadarkan diri disertai artikulasi pembicaraan tidak jelas. Ada perasaan menyesal mengapa tidak membawa Raihan ke rumah sakit sejak awal. Kini Raihan terbaring di ruang ICU RS Sentra Medika Depok dengan kesimpulan sementara suspect meningitis. Untuk memastikannya masih menunggu pemeriksaan CT-Scan kepala. Ayah Raihan, Zulfakar Lutfi (39) dan ibunya, Wardah (38) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat dan fasilitas Kartu BPJS Kesehatanpun belum bisa difungsikan karna baru mendaftar, Saat inipun biaya sementara dibantu oleh sanak saudara serta tetangganya. Lutfi dan Wardah mengais rezeki dan menafkahi 4 anaknya dengan berjualan gorengan, Mereka tinggal di rumah kontrakan. Setelah santunan awal disampaikan #SedekahRombongan pada Rombongan 657, Raihan sempat sadar namun belum bisa bicara. Seluruh keluarga senang Raihan dapat membuka matanya, namun beberapa hari kemudian kembali Raihan tak sadarkan diri dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Upaya bersama sudah dilakukan namun keputusan Sang Khaliqlah yang menentukan kehidupan Raihan, Bantuan dukacita disampaikan untuk biaya kekurangan rumah sakit. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun…

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @deni_delon @hapsarigendhis

Santunan untuk Alm. Mikail yang menderita meningitis

Santunan untuk Mikail yang menderita meningitis


M. RIFKI, (16, Bantuan Biaya sekolah), Alamat: Gang Anggrek RT.2/5, Radar Auri, Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok. Rifki adalah remaja yang saat ini duduk di kelas 1 SMK di bilangan Depok, Ia mengambil jurusan Perhotelan. Seharusnya Rifki saat ini sudah kelas 2 di SMK tersebut, ia sempat tak bersekolah 1 tahun karna kedua orangtuanya saat itu sama sekali tak dapat membaiayainya. Maklum saja Suherman (52), hanyalah seorang Buruh Harian yang bekerja sebagai pemasang stiker kendaraan di salah satu bengkel aksesoris di Jakarta yang penghasilannya tergantung pelanggan yang datang ke bengkel tersebut, istrinya: Nur Hasanah (52) pun hanyalah seorang ibu rumah tangga yang tak memiliki penghasilan dan ia hanya melayani seadanya kebutuhan suami dan 2 anak-anaknya yang masih sekolah. Tanggungan 3 anak. Hingga saat ini mereka berdua belum membayarkan uang bangunan sekolah Rifki yang sudah 6 bulan lebih seharusnya mereka bayarkan, Satu sisi mereka ingin anak-anaknya dapat menyelesaikan sekolahnya namun keterbatasan pendapatan mereka yang belum dapat memenuhinya. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, Bantuanpun disampaikan untuk membayar uang bangunan sekolah. Semoga Rifki dapat melanjutkan sekolahnya dan menjadi anak yang berhasil, serta kedua orangtuanya dapat diberikan kelapangan rezeki untuk membiayai anak-anaknya. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 23 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @deni_delon

Bantuan sekolah untuk m rizky

Bantuan sekolah untuk m rizky


IIS ROHAENI (33,. Asma, TB Paru, dan Pembengkakan Jantung). Alamat: Kampung Kaum Kidul Timur RT.2/15 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Suami bu Iis, Bp. Iwan Setiawan (35). Pekerjaannya penjahit dengan tanggungan keluarga 1 orang. Jaminan Kesehatan yang dimiliki adalah BPJS Kelas 3. Bersama suaminya, Iis masih tinggal di rumah orangtuanya. Keluarga ini termasuk keluarga dhuafa. Sampai saat ini penghasilan suaminya belum mampu untuk membayar kontrakan rumah. Beban hidup mereka semakin berat ketika Iis didiagnosa mengidap asma dan TB Paru sejak bulan November 2014. Berbekal BPJS Kelas 3, pada bulan Desember 2014 ia sempat dirawat 3 minggu di RS Immanuel Bandung untuk penanganan kelahiran anaknya serta pengobatan penyakitnya. Bayinya ternyata sudah meninggal dalam kandungannya. Pada minggu kedua bulan Januari 2015 kondisi hu Iis menurun. Ia dibawa periksa ke RSUD Soreang dan dirujuk ke RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Kota Bandung serta dirawat inap di ruang Melati 2 Kamar 13. Kisah pilu mereka sampai pada kurir #SR berkat informasi pengurus RW setempat. Alhamdulillah #SedekahRombongan berempati atas keadaan yang mereka alami dan menyampaikan bantuan untuk biaya transport dan keperluan sehari-hari. Bantuan diterima oleh adik bu Iis, karena saat #SR berkunjung, suami bu Iis sedang pergi bekerja.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Januari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Bantuan untuk iis

Bantuan untuk iis


SRI BINTI ABDUL CHOIR (28, tuna netra). Alamat: Kampung Gedong RT.2/ 20, Kelurahan Kemiri Muka Kecamatan Beji, Depok Jawa Barat. Sri seorang janda dengan satu anak. Ia ditinggal pergi oleh suaminya 3 tahun yang lalu dan hingga sampai saat ini tidak diketahui dimana keberadaan suaminya itu. Sri dan anaknya tinggal di rumah kontrakan ayahnya. Ayah Sri, Abdul Choir (65), tidak bekerja sedangkan ibunya sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Sri anak sulung. Kini Sri dan ayahnya kesehariannya dibantu adik Sri yang bekerja sebagai tukang pembuat kunci di pasar Depok. Sejak Sri kecil, ia sudah mengalami gangguan penglihatan, yaitu buram melihat sekeliling, namun oleh orangtuanya Sri tidak dibawa berobat karena tidak punya biaya. Sekarang kondisi mata Sri sudah memburuk bahkan sudah tidak bisa melihat lagi. Kurir #SedekahRombongan mengunjungi Sri dan langsung menyampaikan untuk keperluan hidup sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 18 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikaendo @hapsarigendhis

Bantuan untuk sri

Bantuan untuk sri


RAHMA ROHIDATUL (3, epilepsy, CP spastis). Alamat: Jembatan Besi RT.6/1, Kelurahan Jembatan Besi Kecamatan Tambora Jakarta Barat. Ayah Rahma bernama Eri Sepriadi (34) seorang pedagang es susu kedelai di Pasar Inpres Jembatan Besi. Ibunya, Muslimah (35) seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki jaminan kesehatan BPJS. Rahma saat ini perlu dibantu karena membutuhkan biaya pemeriksaan mata di Klinik Mata Sumatera Eye Centre Rawamangun Jakarta sebesar Rp 930.000,-. Rahma menderita gangguan penglihatan dan epilepsi serta cerebral palsy (CP). Kedua orangtuanya tidak memiliki biaya transport yang cukup, sehingga Rahma tidak kontrol di Poli Neurologi dan juga tidak menjalani terapi di Unit Rehabilitasi Medis RSCM. #SedekahRombongan segera menyampaikan santunan untuk Rahma. Semoga Allah memberikan kesembuhan. Aamiin.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 24 Januari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @harjianis @hapsarigendhis

Bantuan untuk rahma

Bantuan untuk rahma


ALAN FADLAN BIN SUHARDI (15, Osteosarcoma). Alamat: Jl. Ramajaksa Kelurahan Winduherang Kecamatan Cigugur Kab. Kunigan Jawa Barat. Anak pertama dari pasangan bapak Suhardi (36) dan Ibu Emah (32) ini adalah seorang pelajar kelas 9 SLTPN I Cigugur. Riwayat penyakit Alan berawal 1 tahun yang lalu. Alan, biasa anak lelaki tampan ini disapa oleh rekan-rekannya adalah anak yang aktif diberbagai kegiatan disekolah. Ia tergabung di beberapa kegiatan ekstra kurikuler seperti basket, futsal dan pencak silat. Karena aktifitasnya yang begitu padat membuat kedua orangtuanya kuatir Alan kelelahan. Ayah Fadlan, Bp. Suhardi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan dan ibunya, Emah bertugas mengurus rumah tangga. Mereka kuatir karena Alan kecil sudah terbiasa keluar masuk rumah sakit karena penyakit tipus yang ia derita. Sampai suatu hari Alan mengeluh nyeri dipergelangan kaki kanannya saat ia pulang pertandingan Futsal disekolahnya. Ibunda Alan hanya memberikan minyak kayu putih agar nyeri yang dirasakan mereda, namun sebaliknya nyeri dirasakan makin hebat disertai timbul rasa panas dan kakinya mulai membengkak. Ia segera dibawa ke RSUD 45 Kuningan. Setelah dilakukan pemeriksaan foto rontgen kaki didapatkan adanya retak di tulang pergelangan kaki kanannya. Setelah diberikan obat pereda rasa nyeri dan bengkak Alan diperbolehkan pulang. Lalu atas inisiatif Ny.Emah, Alan dibawa ke tukang urut namun ternyata sesudah itu kaki Alan semakin mmbengkak seukuran buah kelapa. Kedua orangtua Alan lalu membawanya berobat ke dokter spesialis otrhopedi dr.Risa,Sp.O. Dari berbagai rangkaian pemeriksaan fisik dan penunjang, Alan diketahui menderita Osteosarcoma, yaitu suatu keganasan di jaringan tulang. Ia harus dirujuk dan mendapat penanganan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Sejak bulan Pebruari 2014 Alan mulai melakukan rawat jalan diruang Poli Orthopedi RSHS Bandung. Kurir #SedekahRombongan mendapatkan informasi tentang Alan pada tanggal 17 Januari 2015. Rencananya ia akan menjalani kemoterapi di RSHS, dan berangkat Minggu malam, tanggal 18 Januari 2015 menggunakan jasa tranportasi travel. Biaya transport yang cukup besar dan akomodasi selama menjalani rawat jalan ke RSHS cukup membebani ekonomi keluarganya. Ia berharap ada bantuan untuk mereka. Untuk pemeriksaan dan biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS kelas 3. #SedekahRombongan bertemu dengan keluarga Alan dan alhamdulillah dapat menyampaikan sedekah dari langit guna meringankan beban Alan.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @avinptr @hapsarigendhis

Bantuan untuk alan

Bantuan untuk alan


RAHMATIKA NUR RAHMADANI (3,5; Kelainan bawaan di kedua tangan). Alamat: Desa Sindang Kempeng RT.7/4 Kecamatan Beber Greget Cirebon Jawa Barat. Ayah Rahma, pak Hermawan seorang buruh bangunan. Ibunya Sri Komalasari, seorang ibu rumah tangga. Mereka menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Riwayat penyakit Rahma, diketahui sejak lahir ia memiliki cacat di kedua tangan. Ia pernah di bawa ke RSUD Halmaera Bandung untuk operasi, namun karena tidak menerima pelayanan BPJS dan mereka tidak mampu untuk membayar biaya operasi ia dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Saat ini di RSHS sedang menunggu jadwal operasi pengambilan pen. Kondisi ekonomi keluarga saat ini kurang. Ibu Rahma hanya memiliki uang untuk biaya tansport sehari-hari, itupun menunggu kiriman uang dari pak Hermawan yg sedang bekerja di Jakarta. #SedekahRombongan segera menyampaikan santunan untuk keluarga ini.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 26 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @fauzisedekah84 @hapsarigendhis

Bantuan untuk rahmatika

Bantuan untuk rahmatika


REKSA MUHAMMAD RAMADAN (Eja), (15, Gangguan Jiwa). Alamat: Kampung Cimuncang Utara RT.1/8, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Eja saat ini masih bersekolah kelas 3 SMP. Anak ketiga dari tiga bersaudara ini tinggal bersama orangtua dan kedua kakaknya di tanah sewaan milik PJKA. Ayahnya, Rahmat Taufik (46 tahun) pedagang makanan di sekolah dan dikenal dengan panggilan “Rahmat Cireng.” Ibunya, Eulis (40) seorang ibu rumah tangga. Sejak satu tahun yang lalu Eja menderita gangguan jiwa setelah peristiwa kecelakaan yang dialami. Perilaku dan psikologisnya terganggu diduga akibat adanya benturan di kepala. Upaya melakukan terapi medis dan nonmedis sudah dilakukan. Eja bahkan pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Cisarua Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kini ia kontrol sebulan sekali ke RSJ Cisarua. Ayah Eja menceritakan beratnya beban yang mereka rasakan dengan keadaan Eja saat ini. Namun dibalik itu, pak Rahmat bersyukur karena Eja terlihat semakin pulih. Ia sudah mulai rutin mengaji lagi walau sekolah terhenti sementara. Alhamdulillah, #SR bertemu kembali dengan Eja untuk menyampaikan santunan lanjutan yang digunakan untuk ongkos transportasi ke RSJ Cisarua Lembang. Terakhir Eja tercatat di Rombongan 649.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Januari 2014.
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Bantuan untuk reksa

Bantuan untuk reksa

DADAN (40, Gangguan Jiwa). Alamat: Kampung Margaluyu RT.2/10, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Tanggungan: 2 anak. Jaminan Kesehatan: Jamkesmas. Sejak 4 tahun yang lalu Dadan mengalami gangguan jiwa. Bersama kedua anaknya, Dadan tinggal menumpang di rumah ibunya yang sudah tua. Harta benda yang Dadan miliki semenjak berumah tangga habis terjual untuk biaya berobat. Kondisi psikologis Dadan mulai terganggu semenjak ia ditinggal istrinya. Upaya pengobatan medis dan alternatif sudah dilakukan untuk kesembuhan Dadan, namun gangguan kejiwaannya semakin memburuk. Ia terlihat semakin sering berbicara dan tertawa sendiri serta pergi berhari-hari ke hutan mengikuti suara-suara halusinasi yang terdengar di telinganya. Enam bulan terakhir Dadan kerap melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya sendiri dan orang lain, seperti mengamuk dan melukai warga di sekitar tempat tinggalnya. Karena kondisinya ini keluarga memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit jiwa. Alhamdulilllah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Dadan dan keluarganya sehingga dapat mendampingi sekaligus memberikan santunan dari sedekaholics #SR yang yang tercatat di Rombongan 652. Berbekal Jamkesmas, Dadan diperiksakan ke RSUD Soreang. Kemudian ia dirujuk lagi ke IGD RS Jiwa Cisarua Lembang Kabupaten Bandung Barat, diantar oleh MTSR Bandung. Dadan akhirnya dirawat di rumah sakit jiwa binaan Pemprov Jawa Barat ini selama 40 hari. Kondisi Dadan kini membaik. Tindakannya tak membahayakan lagi. Ia juga mulai nyambung saat berkomunikasi. Tanggal 26 Januari 2015 ia harus kontrol perrtama ke RSJ Cisarua Kab. Bandung Barat. Alhamdulillah, kembali #SedekahRombongan memberinya bantuan lanjutan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 26 Januari 2015
Kurir @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Bantuan untuk dadan

Bantuan untuk dadan


REJA MAULANA (2 , Hernia dan tumbuh-kembang tak normal). Alamat: Kampung Banjarsari RT.5/9, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Fasilitas kesehatan: BPJS. Ayahnya, Agus Sajidin (28), hanyalah buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Sehari ia mendapat bayaran Rp.50.000. Itu pun kalau ada yang membutuhkan jasa tenaganya. Ibunya, Iim Nurhanah (31) adalah ibu rumah tangga yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus kedua anaknya. Kini ibunya tak mampu lagi membantu suaminya mencari tambahan penghasilan, karena ia diduga mengidap kanker payudara. “Anak saya yang kedua ini sering sakit-sakitan, dan bila menangis, muncul pembengkakan di selangkangannya. Kata mantri dan Puskesmas, Reja terkena Hernia. Reja aja dulu, pak, bantu biar sembuh,” pinta ibunya saat kurir berkunjung ke rumah orangtuanya. Reja nampak tidak bergairah seperti layaknya anak-anak. Bukan hal mudah memang merasakan sakit berbulan-bulan tanpa upaya penyembuhan yang optimal. “Kami hanya mampu membawanya sampai Puskesmas. Takkan mampu kalau harus ke rumah sakit. Ia hanya diberi obat penahan sakit saja,” kata bapaknya sambil menunduk haru. Dengan bantuan kader PKK dan kedus setempat, akhirnya kita bisa membuatkan BPJS untuk melanjutkan pengobatan Reja. Relawan #SedekahRombongan memeriksakan Reja dua kali ke RSUD Soreang. Akhirnya Reja dioperasi di RSUD Al Ihsan Baleendah Kab. Bandung dan berhasil. Tiga minggu sekali ia kontrol ke RSUD Al Ihsan. Selain mengidap Hernia, pertumbuhan dan perkembangan Reja ternyata tidak normal. Untuk melanjutkan pengobatan Reja yang kini dirujuk ke RSUD Soreang, alhamdulillah, santunan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan kepada REJA MAULANA setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 634. Bantuan ini digunakan untuk transportasi dan biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda

Bantuan untuk reja

Bantuan untuk reja


Panti asuhan Destawan. Desa sawan , Buleleng Bali, panti ini menampung lebih dari 40 anak jalanan. Dikelola oleh pak Made yang jadi Guru SMP disana. Beliau membangun panti ini di lokasi pinggir hutan dan sawah, dari bangunan kayu hingga akhirnya bisa membangun rumah permanen untuk tinggal bersama. Lokasi yang jauh dari pemukiman membuat tempat mereka masih sering ditemukan binatang liar, dari Babi hingga ular. Anak-anak ini tinggal tinggal tanpa dipungut biaya, pak Made yang mengusahakan biayanya dari donatur. Kunjungan dari #SedekahRombongan ini bagian dari acara seminar yang dilakukan Saptuari bersama pemuda di Singaraja

Jumlah Bantuan: 5.000.000
Tanggal Penyampaian: 15 Desember 2014
Kurir: @Saptuari & Weda

Bantuan Panti asuhan Destawan

Bantuan Panti asuhan Destawan



WARTO BIN SUNTORO (31 tahun, luka bernanah di bawah lutut akibat pemakaian platina 15 tahun). Warto adalah seorang duafa, penderita downsyndrome yg beralamat di RT 3 RW 4 Dukuh Kacangan Desa Kalang Kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan Jawa Timur. Warto tinggal bersama ibu nya yaitu Bu Rubinah (58 tahun) sedangkan ayah nya sudah meninggal sejak Warto masih kecil. Dirumah itu juga tinggal adik Warto yg sudah menikah dan mempunyai satu anak dan suaminya yg bekerja sebagai kuli bangunan. Pada waktu masih kecil Warto mengalami kecelakaan sehingga harus dipasang platina pada kaki nya. Setelah lebih dari 15 tahun, kaki yg dipasang platina tersebut mengalami luka bernanah. Keluarga menginginkan pelepasan platina namun karena keterbatasan biaya tidak mampu membawa ke rumah sakiit. Bu Rubinah hanya bekerja menganyam bambu yg penghasilan nya kurang dari Rp 500.000 perbulan sehingga tidak mencukupi untuk biaya hidup sehari- hari sekalipun. Kurir #SR dipertemukan dengan kekuarga ini berdasarkan informasi warga yang rumah nya berdekatan dengan keluarga Bu Rubinah. Bantuan dari Sedekah Rombongan diharapkan untuk membantu biaya pengobatan Warto, walaupun keluarga ini telah memiliki Jamkesmas.

Santunan : Rp 500.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @krisnamonogami1 @anita
Tanggal : Rabu, 28 Januari 2015

Bantuan untuk warto

Bantuan untuk warto


DWI SUKARNO (18 tahun, Demam Berdarah) adalah putra ibu Suminah (48 tahun) dan Bapak Iwan Marpaung (50 tahun) yang beralamat di RT 6 RW 1 Desa Candirejo Magetan. Sudah 4
hari sakiit panas yang tidak kunjung turun. Ketika diperiksakan ke Puskesmas Panekan Magetan ternyata Dek Dwi menderita demam berdarah dan langsung rawat inap. Ibu Suminah bekerja sebagai pembantu rumah tangga yg penghasilan nya sekitar Rp 750.000 perbulan. Sedangkan bapak nya bekerja serabutan di Bogor dengan penghasilan tidak tentu sehingga sangat keberatan untuk membiayai perawatan Dek Dwi. Mereka juga masih mempunyai 3 anak yg menjadi tanggungan dan masih usia sekolah smua dan tidak mempunyai jaminan kesehatan apapun. Keluarga ini adalah tetangga dari salah satu #kurir SR. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk meringankan beban keluarga Dek Dwi. Ibu Suminah mengucapkan terimakasih atas bantuan teman-teman sedekaholic melalui Sedekah Rombongan

Santunan : Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @syahrul_judas
Tanggal : Rabu, 21 Januari 2015

Bantuan untuk dwi

Bantuan untuk dwi


SAHID BIN KASAN DIYU (54 tahun, diabet dan paru-paru) adalah warga Dusun Jaten Desa Krajan RT 29 RW 8 Kec.Parang Kab.Magetan Jawa Timur. Menderita Diabet sejak Januari 2014. Awal mulanya kakinya bengkak lalu terkena goresan kayu bakar saat bekerja.Sudah sering kali periksa ke dokter tapi belum membuahkan hasil. Kondisi kakinya sudah membiru, jemarinya sudah kering dan mata kakinya bernanah karena terjadi penyumbatan pembuluh arteri di kaki. Akhirnya dokter menyarankan amputasi kaki dan telah dilaksanakan tanggal 26 Nov 2014. Istrinya Mainem (45 tahun) adalah seorang buruh tani sedangkan pak Said semasa sehat juga bekerja sebagai buruh tani sehingga penghasilannya tidak mencukupi untuk berobat. Bu Mainem mempunyai 4 orang anak. Anak pertama 26 tahun tapi kondisinya juga ada gangguan otak (stress).
Anak ke 2 masih sekolah Aliyah, anak ke 2 SD kelas 5 dan anak ke 4 SD kelas 1. Kurir Sedekah Rombongan dipertemukan dengan Pak Said pada saat beliau dirawat dirumah sakit, sehari sebelum oprerasi amputasi kaki dilaksanakan. Pengobatan pak Said menggunakan Jamkesmas, tetapi ada beberapa biaya yang tidak tercover Jamkesmas. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk biaya transport pak Said saat kontrol rutin ke rumah sakiit seminggu sekali. Keluarga pak Said mengucapkan terimakasih atas bantuan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 500.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @riena_maia @agung_hermawan
Tanggal : Kamis, 15 Januari 2015

Bantuan untuk sahid

Bantuan untuk sahid


SITI SAPUROH (17th, TB Tulang) Dik Siti, putri kedua dari Pak Ruslam (74th) yang bertempat tinggal di Dusun Sidakaton, Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini sejak awal 2014 lalu sudah mengalami sakit. April 2014, pada dada kanan bawah Dik Siti terdapat benjolan sebesar telur ayam. Awalnya benjolan tersebut di diagnosis dokter sebagai tumor, namun setelah dilakukan operasi pada Juni 2014 lalu diketahui jika benjolan tersebut merupakan abses dingin akibat infeksi kuman TB yang berasal dari paru-paru dan menjalar ke tulang belakang Dik Siti. Pengobatan TB Dik Siti telah berjalan rutin selama 6 bulan terakhir, namun hal tersebut mengakibatkan tulang belakang Dik Siti mengalami kebengkokan yang menyebabkan sulit duduk, sulit berjalan dan nyeri pada lututnya. Sejak di vonis menderita Tuberkulosis, Dik Siti yang masih duduk di bangku kelas X SMA cuti dari sekolahnya. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai buruh tani kesulitan untuk membiayai sekolah dan pengobatan Dik Siti. Dik Siti tinggal berdua dengan sang ayah dirumah milik pamannya. Ibunya sudah meninggalkannya sejak Dik Siti berumur 4 tahun. Dik Siti harus menjalani pengobatan terapi obat anti tuberkulosis yang harus diminumnya setiap hari, mengingat dampak dari pengobatan tersebut, tim dokter kemudian merujuk Dik Siti untuk menjalani perawatan intensif di RS. Ortopedi Solo (RSO) namun karena keterbatasan biaya pengobatan Dik Siti sempat terhenti. Januari 2015 kurir Sedekah Rombongan membawa Dik Siti ke Solo untuk menjalani pengobatan lanjutan. 19 Januari 2015 Dik Siti Kontrol untuk pertama kali di RSO, dokter menyatakan bahwa tulang belakang Dik Siti sudah bengkok 30° dari kondisi normal, bila tidak dilakukan operasi maka hal tersebut akan berdampak dapat terjadinya penyempitan sarar tulang belakang yang mengakibatkan kelumpuhan total pada badan bagian bawah Dik Siti. 20 Januari 2015 Dik Siti kembali kontrol untuk melakukan foto rontgen dan cek darah, dan dijadwalkan operasi pada tanggal 23 April 2015, namun sebelum operasi Dik Siti harus menjalani kontrol rutin satu bulan sekali dan kembali kontrol pada 10 Februari 2015. Karena kontrol dilaksanakan satu bulan lagi, Dik Siti dan ayah pun memutuskan untuk kembali ke Tegal terlebih dahulu. Santunan sebesar Rp. 700.000 untuk biaya transportasi Dik Siti dari Solo ke Tegal kembali disampaikan Kurir #SR kepada Dik Siti, santunan sebelumnya masuk di rombongan 649. Dik Siti dan sang ayah merasa sangat bersyukur atas sedekah yang diberikan dan memohon kesembuhan untuk Dik Siti, agar Dik Siti dapat kembali bersekolah. Amiiin.

Jumlah santunan : Rp. 700.000,-
Kurir : @lastiko via @roschandraputri , @anissetya60
Tanggal : 21 Januari 2015

Bantuan untuk siti

Bantuan untuk siti


PAK SUYADI (39 th, cacat tangan&lumpuh), merupakan seorang difabel dengan cacat pada tangan kirinya yang teramputasi akibat ledakan petasan saat usianya 16 tahun. Bersama dengan istrinya Mulyati (33 th, lumpuh kaki), saat ini mereka tinggal di rumah milik orangtua di dukuh Pentur RT 01/5 Selondoko Ampel Boyolali Jawa Tengah. Sebelumnya pak Suyadi masih bisa bergerak bekerja sebagai sales mainan, menawarkan dagangannya ke warung-warung. Pertengahan puasa bulan Agustus 2014, beliau terjatuh ke jurang saat mencari rumput yang menyebabkan syaraf dan tulang belakangnya putus. Awalnya pak Suyadi di bawa ke RSUD Moewardi, karena 1 minggu tidak dilakukan perawatan pada lukanya maka keluarga membawanya ke RS Karima Utama Kartasura. Operasi penyambungan syaraf & tulang telah dilakukan di RSKU, dan menghabiskan biaya 30 juta rupiah, dimana pembayarannya saat ini masih terhitung hutang. Operasi yang dilakukan tidak lantas memberikan kesembuhan 100%, dan saat ini pak Suyadi mengalami kelumpuhan setengah tubuh bagian bawah. Sepekan setelah perawatan di rumah karena kurang mobilisasi punggung pak suyadi mengalami luka koreng di punggung (dekubitus), dan kelumpuhannya juga menyebabkan gangguan saat berkemih atau buang air kecil (BAK). Untuk mengatasi gangguan BAK, awalnya dipasang selang saluran kemih (kateter), namun satu minggu setelah penggantian kateter beliau mengalami perdarahan. Pak Suyadi pernah dibawa ke RSU Pandanarang Boyolali untuk operasi saluran kemih dan operasi perawatan luka dikubitus. Saat ini pak Suyadi telah dirawat di rumah, luka di punggung di rawat oleh istrinya setiap dua hari sekali. Selama pak Suyadi sakit, ibu mulyati menjadi tulang punggung untuk menyekolahkan putrinya Wafa Khoirunnisa (6 th) dan membiayai pengobatan pak Suyadi. Bu Mulyati mengungkapkan rasa keputus-asaannya, bagaimana harus melanjutkan pengobatan pak Suyadi, sementara penghasilanya dari warung tidak lebih dari 20 ribu perhari. #SedekahRombongan sudah memberikan bantuan dan pendampingan selama pengobatan pak Suyadi. masuk rombongan 644 #SedekahRombongan memberikan santunan kepada pak Suyadi: untuk penanganan kebocoran saluran kateter yang dialami setelah operasi pemasangan kateter, untuk operasional ke Rumah Sakit, untuk pembelian obat-obatan guna penyembuhan luka dikubitus, untuk kontrol dan penggantian kateter. Saat ini keadaan pak Suyadi semakin membaik luka di dikubitus di punggung berangsur angsur mengecil. luka pemasangan kateter di perut juga mengecil, #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan santunan yang ke-enam kali untuk biaya pengobatan sehari-hari sebesar Rp. 1.000.000. Bu Mulyati dan pak Suyadi menyampaikan terimakasih atas bantuan dan pendampingan yang diberikan #SedekahRombongan selama ini untuk kesembuhan pak Suyadi.

Santunan: Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @anissetya60 @eli_annnaa@cicicinta
Tanggal : 28 Januari 2015

Bantuan untuk suyadi

Bantuan untuk suyadi


ENI NURAENI (20, Bells Pallsy/Kelainan pada syaraf wajah). Alamat : Kampung Babakan Girang RT.1/1, Kelurahan Hegar Manah, Kecamatan Pangarangan, Kabupaten Lebak Banten. Eni Nuraeni, anak pertama dari dua bersaudara putri bapak Husen (43) dan ibu Yoyoh (39), sudah empat tahun ini menderita sakit Bells Pallsy (Kelainan pada syaraf wajah), Gejala awal sakitnya di rasakan Eni Nuraeni sejak ia masih duduk di bangku sekolah kelas 2 SMP, Eni Nuraeni sering mengalami demam panas tinggi dan nyeri disekitar rahang atau telinga serta kejang-kejang / kejang pada mata, bibir dan hidungnya, rasa sakitnya ini menyerang Eni Nuraeni jika kondisi badan dalam keadaan cape dan lelah, Kondisi ini mengakibatkan kegiatan sekolahnya terganggu, pasca lulus dari SMP, Eni Nuraeni tidak bisa meneruskan pendidikannya ke SMU karna sakitnya, Pengobatan sering dilakukan, Bapak Husen yang bekerja sehari-hari menjadi buruh tani terus mengusahakan kesembuhan untuk putri tercintanya ini, namun pasca di rujuk pengobatannya ke RSCM jakarta dari RSUD Adji Darmo Lebak Banten, bapak Husen tidak memiliki biaya lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan lanjutan untuk bIiaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 659. Alhamdulillah kondisi Eni Nuraeni semakin membaik. penjadwalan untuk operasi telinga tahap kedua insyaAllah akan dilakukan bulan depan. mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Januari 2015.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan untuk eni

Bantuan untuk eni


SUHAYAT OYO (28, Tumor pada Telinga), Alamat Kampung Pamatang RT.14/7, Desa Sukacai, Kabupaten Pandeglang Banten, sejak kecil mengalami memar pada daun telinga kanannya, namun sudah 1 tahun ini, daun telinga kanannya dirasakan sakit dan gatal disertai pembengkakan, Suhayat anak kedua dari tiga bersaudara putra bapak Satiri (61) dan ibu Sarwiyah (56) tidak bisa berbuat banyak untuk mengobati sakitnya, Suhayat sejak sakit sudah tidak bisa bekerja yang sebelumnya ia bekerja menjadi buruh bangunan dengan gaji harian, sementara kedua orang tuanya tergolong dari keluarga miskin dan tidak bisa membantu anaknya berobat. Dibantu waarga sekitar, Suhayat bisa menjalani pengobatan hanya sampai RSUD Serang Banten, sejak dirujuk pengobatannya ke RSCM setahun yang lalu, Suhayat tidak bisa melanjutkan pengobatannya karana tidak ada biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Suhayat dan keluarganya, bantuan lanjutan untuk biaya harian sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 659. Dari hasil biopsi yang dikeluarkan oleh departement Patologi Anatomi RSCM dijelaskan bahwa tumor pada telinga Suhayat tidak termasuk tumor ganas. kemungkinan untuk tindakan lanjutannya akan dilakukan operasi bedah plastik, namun sebelumnya Suhayat diharuskan melakukan tindakan Ctscan terlebih dahulu. Semoga pengobatannya dilancarkan oleh Allah. Amiin,

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Bantuan untuk suhayat

Bantuan untuk suhayat


MUH. RIZKI, (4, Rabdomiosarcoma) Alamat: kampung Pabuaran RT.1/5, Kertajaya, Rumpin, Bogor. Sungguh menyedihkan nasib Rizki, Sejak Kecil sudah terkena penyakit yang sangat menyakitinya. Terdiagnosa Rabdomiosarcoma OS, Mata sebelah kirinya menonjol keluar dan saat ini sedang berobat jalan ke RSCM Jakarta. Sepertinya akan mengalami tindakan perobatan panjang, begitu kata ibunya: Siti Solihat, 39 tahun menyatakan kesulitan yang mereka hadapi dimana tanggungan anakpun semuanya 5 orang masih kecil-kecil. Ayahnya: Acang, 41 tahun adalah seorang Supir Truk pengangkut pasir, Kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah sebelumnya masuk di Rombongan 659. Alhamdulillah kondisi Muh Rizki stabil. penjadwalan dari team dokter yang menanganinnya untuk therapi penyinaran belum didapat. untuk sementara Muh Rizki masih kontrol rutin di poli anak RSCM..

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan untuk rizki

Bantuan untuk rizki


YUDISTIRA PRATAMA, (5) Riwayat Penyakit : Jantung Bocor dan Microcephalus, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery pasca operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya membeli kursi roda, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 656. Kondisi Yudistira Alhamdulillah stabil. pertumbuhan tubuhnya semakin besar, berat badannya kini sudah mencapai 16 kg. hal ini membuat ibu Neneng Sartika kesulitan jika membawa Yudistira konsul ke RSCM. Alhamdulillah sebuah kursi roda bayi sudah dibelikan. semoga bisa bermanfaat untuk Yudistira.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 28 Januari 2014.
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @endangnumik

Bantuan untuk yudistira

Bantuan untuk yudistira


AGUSTINI NURMAN, (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini istri dari bapak Nurman, seorang nelayan, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya harian setelah sebelumnya masuk di Rombongan 662. Kondisi ibu Agustini Alhamdulillah stabil pasca melahirkan. kontrol rutin ke poli kebidanan dan ke poli bedah tumor kembali dilakukannya. penjadwalan untuk operasi bedah plastik rekontruksi wajah yang ke tiga untuk sementara belum dijadwalkan oleh team dokter. Semoga proses pengobatannya dilancarkan oleh Allah. Amiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan untuk agustina

Bantuan untuk agustina


RUDI BIN HARUN, (14, Riwayat Penyakit Tumor Maxilla), Alamat : Kampung. Kalibaru RT.11/3, Kelurahan Cilangkahan, Kabupaten Lebak, Banten. Rudi murid kelas 1 SMP Anak dari bapak Harun (32) seorang Buruh Tani ini sudah menderita Tumor Maksila dua tahun lalu. Berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh malah melebar menutupi hampir sebagian mukanya. Pada pertengahan Agustus 2012 #SedekahRombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal – Rudy sampai saat ini masih rutin berobat kemoterapi 9X lagi menggunakan fasilitas JAMKESDA dan tinggal di kontrakan sekitar RSCM. Rudy sudah lebih setengah tahun menghentikan perobatannya karna saat itu dirasa sudah baik dan bisa melanjutkan sekolahnya, namun kini ia harus kembali berobat ke RSCM karna saat diperiksa terakhir ia harus melakukan pengecekan ke RSCM kembali, #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 661. Kemotherapi rawat inap lanjutan yang ke lima belas sudah dilakukan. kondisi Rudi Alhamdulillah stabil untuk tindakan selanjutnya Rudi masih menunggu penjadwalan untuk kemotherapi rawat jalannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Bantuan untuk rudi

Bantuan untuk rudi


IWAN MAULUDIN, (21, Kelainan Darah/Anemia Aplastik). Alamat : Kampung Cibeureum RT.3/1, Desa Cibeureum. Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Iwan Mauludin sudah setahun lebih menderita sakit Anemia Aplastik. Gejala awal sakit, Iwan hanya merasakan badan sering lemas tak bertenaga yang disertai dengan mata berkunang-kunang, awalnya Iwan hanya mengira sakit yang dialaminya ini penyakit kurang darah biasa, namun makin hari dirasakannya kondisi badannya makin melemah. Bapak Burhanuddin (45), bapak 7 anak ini – yang bekerja sehari-harinya sebagai buruh bangunan, membawa Iwan ke puskesmas terdekat dan dari puskesmas Iwan dirujuk pengobatannya ke RSUD PMI Bogor. Hasil pemeriksaan dari dokter, Iwan terdiagnosa Anemia Aplastik yang harus membutuhkan waktu lama untuk jalani perawatan dan pengobatannya, dari RSUD PMI Bogor, Iwan dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Selama berobat jalan ke RSCM menggunakan Jamkesmas, Iwan selalu pulang pergi Jakarta Bogor dan sudah 1 tahun lebih Iwan berobat untuk transfusi darah dan kontrol rutin di poli Hematologi penyakit dalam RSCM, biaya transportasi sangat memberatkan Iwan apalagi Iwan Mauludin selama ini tidak bekerja. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Iwan Mauludin dan bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya harian yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 647. Kondisi Iwan Mauludin menurun, suhu badannya naik diikuti dengan demam. sudah satu minggu ini Iwan Mauludin dirawat intensif di gedung A RSCM Jakarta. dari hasil Lab HB nya 6, mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kesembuhannya . amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan untuk iwan

Bantuan untuk iwan


ASEP KHARIS APANDI (18. Kanker Darah/Leukemia). Alamat : Kampung Cibinong RT.1/1 Desa Citeupuseun, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Anak pertama dari dua bersaudara putra bapak Ujang Suganda (43) dan ibu Tuti Sumiati (35) ini, sekarang tidak dapat melanjutkan sekolah menengahnya. Sudah sejak sepuluh bulan yang lalu bersama kedua orangtuanya ia kost di Jakarta, untuk ikhtiar melakukan pengobatan di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, karena sakit kanker darah (Leukemia) yang ia derita. Gejala awalnya timbul sesudah Asep menjalani operasi amandel beberapa waktu lalu. Sesudah itu, kondisi Asep terus menurun, sampai ia tidak mampu berdiri apalagi berjalan. Ia kemudian berobat di RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak Banten dan berdasarkan pemeriksaan tim dokter, Asep didiagnosis Leukemia. Ia lalu dirujuk ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan penatalaksanaan selajutnya. Fasilitas BPJS yang ia gunakan untuk berobat sudah sangat membantu mengurangi beban orangtua Asep, yang sehari-harinya bekerja sebagai penjaga hutan ini. Namun, tingginya biaya kost dan biaya sehari-hari sangat memberatkan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat turut meringankan beban keluarga ini dengan menyampaikan santunan untuk biaya sehari-hari. Bantuan sebelumnya telah tercatat di Rombongan 659. Asep Kharis Apandi masih dirawat intensif di gedung A RSCM, kondisinya terus menurun. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kekuatan dan kesembuhan Asep Kharis Apandi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @hapsarigendhis

Bantuan untuk asep

Bantuan untuk asep


KANIA LARISTA (6 bulan, jantung bocor) Putri pasangan Bp. Wahyu Krisnanto (26) dan Ibu Purwanti (23) yang tinggal di Wonorejo RT.1/13, Alastuwo, kebakramat, Karanganyar, Jawa Tengah. Awalnya Kania mengalami batuk-batuk tiada henti dan oleh kedua orangtuanya Kania diperiksakan ke di puskesmas setempat. Namun, hasil yang didapat tidak kunjung membaik, batuk Kania semakin parah dan bertambah dengan muntah. Karena tidak sanggup menangani puskesmas pun menyarankan agar Kania diperiksakan ke RS Karanganyar, setelah diperiksakan, Kania justru diberi rujukan ke RS Moewardi karena RS Karanganyar juga tidak sanggup menangani. Di RS Moewardi (RSDM) diketahui jika Kania menderita Jantung Bocor, pihak RSDM selanjutnya menyarankan agar Kania melanjutkan pengobatan di RS Harapan Kita Jakarta. Namun, dengan keadaan Pak Wahyu yang bekerja sebagai buruh tekstil dengan penghasilan Rp. 1.060.000,- / bulan, tentu tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya berobat Kania, meski memiliki BPJS tetapi masih terdapat beberapa obat yang tidak tercover BPJS yang harus ditanggung oleh orangtua Kania. Alhamdulillah, PMI bersedia menanggung biaya pengobatan Kania selama berada di RS Harapan Kita Jakarta. Meskipun demikian, Pak Wahyu, kesulitan untuk memenuhi kebutuhan selama berada disana, seperti tempat tinggal dan akomodasi. Oleh karena itu, Tim #SedekahRombongan kemudian membantu Kania untuk dapat memenuhi kebutuhan selama berada disana, bantuan lanjutan untuk biaya transportasi ke Solo telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 664. Saat dikunjungi Kurir #SR kondisi Kania Alhamdulillah stabil. operasi besar penutupan kebocoran jantungnya sudah dijadwalkan oleh team dokter yang menanganinya, InsyaAllah operasi tersebut akan dilakukan pada bulan Juni 2015. untuk sementara Kania Larista pulang sementara ke kampung halamannya di Solo dan akan kembali ke RS Jantung Harkit Jakarta bulan April mendatang untuk kontrol rutin.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2015.
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan untuk kania

Bantuan untuk kania


SANIA PUJI RIANI (7, Jantung Bocor). Alamat: Nayu Barat, RT.05/RW.13, Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Sania, biasa ia dipanggil. Sejak lahir mengalami kelainan organ dalam, yaitu jantung bocor. Namun hal itu baru diketahui beberapa tahun terakhir ini. Awalnya, Bapak Bambang Sumedi (31) dan Ibu Dwi Wulandari (25) memeriksakan kondisi Sania ke puskesmas terdekat. Dari Puskesmas dirujuk ke RSDM Moewardi Surakarta. Setelah beberapa kali pemerikasaan. Akhirnya pihak RS merujuk Sania ke RSCM. Tim kurir #SR sendiri mendapat informasi terkait kondisi Sania melalui PMI Surakarta. Setelah melakukan koordinasi, kurir #SR langsung survei. Ketika itu, kami dapati bahwa keluarga Bapak Bambanh tinggal dalam rumah seukuran 2x4m. Berdampingan dengan rumah neneknya. Selama ini Bapak bambang bekerja dengan penghasilan tidak menentu. Rata-rata 20.000 s.d 35.000 rupiah per hari. Adapun Ibu Dwi, ia bekerja sebagai juru masak di warung milik tetangga dengan penghasilan +/- 25.000 rupiah per hari. Pada bulan agustus 2014 lalu, tim kurir #SR telah memberikan santunan pertama sebesar Rp.500.000,-. Santunan itu diberikan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di jakarta. Namun, karena masih harus bolak-balik Solo-Jakarta dan mengingat kondisi keluarga Bapak Bambang. #Sedekah Rombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya kos setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 662. Saat dikunjungi Kurir #SR Alhamdulillah kondisi Sania Puji Riani stabil untuk tindakan medisnya Sania Puji Riani masih menunggu penjadwalan operasi penutupan kebocoran pada jantungnya yang insyaAllah akan dilakukan pada bulan Januari ini, Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran dan kesembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 26 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @harji_anis

Bantuan untuk sania

Bantuan untuk sania

—-
BAGAS ADI SAPUTRA (9, Riwayat Penyakit Jantung Bocor/TOF). Alamat : Kampung Bendan RT.6/4. Desa Pati Kidul, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Bagas Adi Saputra, anak ke dua dari tiga bersaudara, putra bapak Susawi (40) dan ibu Sri Lestari (37), sejak lahir Bagas Adi Saputra sudah menderita sakit Jantung Bocor, yang ditandai dengan kondisi bibir, jari tangan dan kaki membiru, karna keterbatasan biaya, bapak Susawi seorang buruh tani ini tidak mampu untuk membiayai pengobatan anaknya, Pertengahan tahun 2012, dibekali Jamkesda, Bagas Adi Saputra baru bisa mendapatkan kesempatan menjalani pengobatan, Fasilitas dari Pemerintah ini digunakannya berikhtiar untuk kesembuhannya, pengobatan pertama dilakukan dari Puskesmas terdekat dilanjutkan ke RSUD Karyadi Semarang, dan dari hasil diagnosa dokter, pengobatan lanjutannya Bagas Adi Saputra dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta, Berobat dengan fasilitas Jamkesda sangat membantu langkah bapak Susawi ke Jakarta. namun karna belum ada kerja sama antara Pemda Pati dengan RS Jantung Harapan Kita pengobatan Bagas Adi Saputra tidak bisa menggunakan fasilitas Jamkesda yang dimilikinya dan pengobatannyapun tidak dilanjutkan. September 2014, pengobatan Bagas Adi Saputra kembali dilakukan, berbekal BPJS yang dimilikinya, Bagas Adi Saputra kembali berobat ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta, setelah dirujuk pengobatannya dari RSUD Karyadi Semarang, Berobat dengan fasilitas BPJS sangat membantu bapak Susawi, namun tingginya biaya hidup di Jakarta sangat memberatkan keluarga sederhana ini, Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut membantu meringankan beban keluarga ini, bantuan lanjutan untuk biaya kosan sudah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 616. Saat dikunjungi Kuri #SR kondisi Bagas stabil dan untuk tindakan medisnya Bagas akan melakukan katerisasi sebelum masuk pada operasi besar penutupan kebocoran pada jantungnya. Mohon doa dari rekan #Sedekaholics untuk kelancaran dan kesembuhanya

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Tanggal : 26 Januari 2015.
Kurir : @ddsyaedudin @harji_anis

Bantuan untuk bagas

Bantuan untuk bagas


MUHAMMAD FAJAR (1,2 tahun, Kanker Rabdomiosarcoma). Alamat : Jalan Kakap RT.3 Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Muhammad Fajar putra tunggal dari bapak Nikmat (22) dan ibu Irma Yanti (21) tetap riang dan aktif sepintas seperti anak-anak normal lainnya, walau sebenarnya, Muhammad Fajar memiliki penyakit yang bisa membahayakan jiwanya, ia menderita sakit Kanker Rabdomiosarkoma (kanker jaringan lunak), satu kanker ganas yang tumbuh ditengah-tengah antara kemaluan dan anusnya, Gejala awalnya, sejak ia berusia 2 bulan, tumbuh benjolan kecil di tengah-tengah antara penis dan anusnya, Muhammad Fajar sering mengalami demam dan panas tinggi karna sakitnya bahkan ia tidak bisa buang air kecil dan BAB selama 10 hari, bapak Nikmat orang tuanya, yang belum memiliki pekerjaaan tetap ini, pernah membawa Muhammad Fajar ke Puskesmas terdekat, dan dari puskesmas Muhammad Fajar dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Samarinda, di Rumah Sakit ini M.Fajar dirawat selama 19 hari, dari hasil Ctscan, M. fajar menderita Rabdhomiosarcoma, Pengobatan lanjutan selanjutnya, M. Fajar dirujuk ke RSCM Jakarta, Di RSCM, M. Fajar langsung rawat inap untuk jalani operasi pertama, dirawat selama 2 bulan di BCH RSCM, kemudian pasca operasi, tindakan medis selanjutnya, M. Fajar jalani rawat jalan yang kemudian dilanjut dengan kemoterapi. Sudah 8 bulan keluarga kecil ini ada di Jakarta, mereka kos di sekitar RSCM, tingginya biaya hidup selama di Jakarta, sangat memberatkan, selama ini biaya harian mereka dibantu oleh orang tuanya dari kampung, namun sudah beberapa bulan Terakhir ini, orang tua di kampung sakit dan tidak mengirimkan biaya, Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut membantu meringankan beban mereka, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 656. Saat dikunjungi Kurir #SR Muhammad Fajar berada di ruang rawat inap gedung A RSCM untuk kemoterapi lanjutan yang ke delapan atau yang ke dua pada siklus yang ke dua sementara kondisinya terlihat stabil. semoga pengobatannya dilancarkan . amiin

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Januari 2015,.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan untuk fajar

Bantuan untuk fajar


PULUNG BIN SARKAYA, (61, Penyakit Tumor Lidah), Alamat : kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Suami dari Ibu Sawnah ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya. Mereka dikarunia 3 anak. Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu, di bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Ia sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung Banten namun kondisinya belum mengalami perbaikan sehingga ia dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya walau ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain itu ada kendala biaya untuk biaya sehari-hari dan tempat tinggal. Selama berobat di RSCM, pak Pulung dan istrinya tinggal di rumah singgah #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, dengan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 661. Bapak Pulung masih dirawat intensif di gedung A RSCM. kondisinya kelihatan sudah membaik dari sebelumnya. saat dikunjungi Kurir #SR bapak Pulung sudah bisa duduk dan berjalan. untuk tindakan medis selanjutnya bapak Pulung akan melakukan kemoterapi lanjutannya. semoga bapak Pulung diberikan kekuatan, dilancarkan pengobatannya dan bapak Pulung bisa sembuh kembali. amin,

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Bantuan untuk pulung

Bantuan untuk pulung


NUR ROSIDAH (18 tahun, Polip hidung & Sinusitis) yang bertempat tinggal di Bonangan RT 06 RW 07, Baturan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. “Dik Ida” begitu tetangga memanggil adalah remaja putri lulusan SMK di salah satu sekolah di Solo. Dik Ida sejak kecil menderita sinusitis dan polip hidung yang menyebabkan susah bernafas. Ibunya Kusdiyani (48 tahun) bekerja sebagai buruh cuci yang Penghasilanya tidak menentu. Sementara ayahnya Jamal Rochim sudah bertahun tahun pergi meninggalkan keluarga. Saat usia 8 tahun Dik Ida pernah oprasi untuk pengambilan polip, namun gagal sehingga polip tumbuh lagi. Usia 10 tahun dilakukan oprasi yang kedua, berhasil. Namun, 6 bulan yang lalu dik Ida merasa susah bernafas, ada daging keluar dari hidung. Kemudian dilakukan oprasi yang ketiga. Mungkin karena tidak bersih dalam pengambilan polip, 1 bulan yang lalu dik Ida merasa susah bernafas, telinga terasa penuh seperti tuli, bahkan saat tidur mendengkur keras tidak seperti orang normalnya. Keluarga membawa periksa ke RS Yarsis Solo, dokter mengatakan polip di hidung kiri tumbuh lagi berukuran 5cm yang harus segera di ambil karena ada tanda akan menyebar ke pipi dan telinga. Mendengar hal ini ibu Kusdiyani kebingungan sebagai buruh cuci beliau tidak memiliki tabungan. Penghasilanya hanya cukup untuk makan sehari hari dan untuk kontrol putrinya Halimah (21tahun) menderita lupus yang harus kontrol setiap bulan. Dik Ida belum bisa bekerja, ijasahnya masih ditahan sekolah karena belum bisa melunasi biaya sekolah sekitar Rp. 4.5 jta. Saat ini keluarga memiliki jaminan kesehatan BPJS kelas 3. Dokter yang merawat mengatakan, biaya oprasi harus menambah dan jumlahnya baru akan diketahui setelah tindakan oprasi. Pada tanggal 21 januari 2015 dik Ida menjalani operasi polip hidung di RS Yarsis, setelah 4 hari dirawat di rumah sakit dik Ida sudah boleh pulang dan tidak ada biaya tambahan yang harus dibayar, semua sudah tercover BPJS. #Sedekah rombongan menyampaikan sedekah yang ke 4, sebelumnya di rombongan 640, 647. Untuk melunasi biaya sekolah dik Ida supaya ijazah bisa diambil dan dik Ida bisa mencari pekerjaan. Keluarga dik Ida mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp.5.000.000,-
Kurir : @lastiko via @anissetya60 @eli_annnaa
Tanggal: 27 Januari 2015

Bantuan untuk nur

Bantuan untuk nur


MARDALINA BINTI LOSO NEGER (23 Tahun, Tumor Pantat) beralamat di Klajiran RT 1/RW 8 Sawahan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah. Mbak Lina biasa beliau dipanggil, menderita tumor jinak dibagian pantat (daging tumbuh). Awalnya waktu kecil terdapat benjolan kecil dibagian pantat, namun dibiarkan oleh Mbak Lina. Sampai akhirnya waktu SMP benjolan tersebut terus membesar. Hal tersebut sangat mengganggu aktivitas Mbak Lina. Pada tahun 2010, akhirnya diperiksakan di RS Pandanaran Boyolali, oleh dokter dirujuk ke RS DR.Moewardi. Setelah kontrol di Poli Bedah, oleh dokter disarankan untuk segera dioperasi. Operasi pertama diangkat benjolan bagian kanan. Setelah itu, Mbak Lina tidak pernah kontrol lagi. Padahal benjolan bagian kiri belum dioperasi dan semakin hari semakin membesar. Anak ketiga dari lima bersaudara ini, saat ini bekerja sebagai pengasuh anak. Dengan gaji Rp 400.000,00/bulan, namun Mbak Lina baru bekerja seminggu sehingga belum menerima gaji. Sedangkan Bapak Loso Neger(46Tahun) dan IbuSutiyem (45Tahun) bekerja sebagai kuli bangunan. Namun sangat disayangkan, melihat kondisi Mbak Lina yang sedang sakit, Bapak Loso tidak lagi peduli dengan keluarganya. Akhirnya bersama Ibu dan kedua adiknya, saat ini Mbak Lina tinggal bersama neneknya di Sugehwaras RT 02/RW 06 Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Keluarga tidak memiliki biaya untuk berobat dan membuat BPJS. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan dari #Sedekahholic sebesar Rp 500.000,00 untuk biaya pembuatan BPJS. BPJS tersebut dapat digunakan Mbak Lina untuk melanjutkan pengobatan. Agar tumor yang dideritanya dapat dioperasi. Keluarga mengucapkan terimakasih atas bantuan yang telah diberikan.

Santunan: Rp 500.000,00
Kurir: @Lastiko via @Shofawa
Tanggal: 29 Januari 2015

Bantuan untuk mardalina

Bantuan untuk mardalina


ATMO SUNARTO (80 tahun, Penyumbatan urat syaraf) Tambak RT03/RW12, Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Mbah atmo, kakek 8 cucu ini sebelumnya mampu beraktifitas & melakukan kegiatan sehari tanpa dibantu orang lain. Mbah atmo setiap hari harus naik turun bukit untuk mengurus kebun sayur miliknya di lereng gunung lawu. Kadang mbah atmo disuruh mencari rumput oleh tetangga untuk pakan hewan ternaknya. Namun, sekitar 7 tahun yang lalu mbah atmo merasa nyeri dibagian punggung setelah mengurus kebun sayurnya. Keluarga kemudian membawa mbah atmo ke puskesmas setempat dan hanya diberi obat dari puskesmas. Selang beberapa hari, mbah atmo merasa badannya tidak enak dan nyeri disemua badan, saat itu juga, keluarga membawa ke RSUD Kab. Karanganyar. Beliau sempat CT Scan dan didiagnosa mengidap Stroke, tp hasil CT Scan terakhir ternyata mbah atmo menderita penyumbatan urat syaraf. Mbah atmo sempat dirawat beberapa hari di RSUD Kab. Karanganyar, tetapi karena mbah atmo belum tercover BPJS maupun jaminan kesetahan lainnya, biaya pengobatan mbah atmo semakin membengak dan keluarga tidak sanggup membiayai pengobatan tersebut, terlebih jarak rumah ke RSUD sangat jauh, putra-putri mbah atmo, Harsi(60), Yatmi(55), Karno(45), Wagimin(38) yang semuanya hanya petani, tidak sanggup melanjutkan pengobatan untuk mbah atmo, akhirnya keluarga sepakat untuk membawa mbah atmo pulang.
Sejak saat itu sampai saat kurir #SedekahRombongan mendantangi kediaman mbah atmo, beliau hanya bisa tidur dirumah dan tidak dapat bergerak & tidak dapat melakukan aktifitas kecuali dibantu oleh mas karno, putra ke-3 mbah atmo.#SedekahRombongan memberikan santunan untuk biaya pengobatan dan biaya hidup mbah atmo dan keluarga sebesar Rp1.000.000,-
Keluarga sangat berterima kasih kepada seluruh kurir dan #SedekahRombongan atas santunan yang telah diberikan.

Jumlah : Rp1.000.000,-
kurir : @lastiko via @rindusetiaji
Tanggal : 29 januari 2015

Bantuan untuk atmo

Bantuan untuk atmo


KELUARGA ALM. KADIMAN BIN HARJO KANDAR (52 tahun, stroke) adalah warga Desa Waduk Durenan RT 1 RW 1, Kecamatan Siderejo, Kabupaten Magetan Jawa Timur. Istrinya, Larsi (48th) hanya seorang ibu rumah tangga. Mereka memiliki 4 orang anak. Anak pertama dan kedua sudah dewasa dan sekarang bekerja di Surabaya. Anak nomor 3 sekarang duduk di kelas 1 SMA. Dan yang paling bungsu baru kelas 5 SD. Sehari-hari Pak Kadiman bekerja sebagai petani. Penghasilannya tidak tentu. Tanggal 26-1-2015 Pak Kadiman dirawat di ruangan ROD RSUD Dr. Soedono Madiun karena pembuluh darahnya pecah akibat tekanan darah tinggi yang telah di derita sejak lama. Awalnya Pak Kadiman dibawa ke RSUD Dr.Sayidiman Magetan, namun karena kondisi gawat pihak RS memberi rujukan untuk langsung di bawa ke RSUD Dr.Soedono Madiun. Meski memiliki BPJS tapi keluarga menghendaki Pak Kadiman dirawat dengan status pasien umum dengan harapan agar lebih cepat tertangani dan lekas membaik. Dengan kondisi ini keluarga sangat berharap ada bantuan untuk Pak Kadiman untuk meringankan bebannya. Tapi apa daya ternyata Tuhan berkehendak lain untuk Pak Kadiman dan keluarga. Sehari setelah kurir #SedekahRombongan berkunjung ke RSUD Dr.Soedono Madiun untuk mengetahui keadaannya ternyata Pak Kadimanan telah meninggal dunia 28-1-2015. Keesokan harinya beberapa kurir hadir untuk takziah di tempat beliau dan menyampaikan santunan untuk keluarga Bpk.Kadiman (alm) guna membatu pelunasan biaya selama dirawat di rumah sakit RSUD Dr.Soedono Madiun. Keluarga Pak Kadiman menyampaikan rasa terimakasih atas bantuan dari Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @krisnamonogami1
Tanggal : Kamis, 29 Januari 2015

Bantuan untuk kadiman

Bantuan untuk keluarga alm. kadiman


HERMANTO AKUBA, (58, Batu Caput Empedu). Alamat: Kp. Ternate Tanjung RT.03/03, Wonasa,Manado Sulawesi Utara. Herman, biasa ia dipanggil adalah seorang buruh bangunan lepas. sudah 3 malam yang lalu ia hampir tak sadarkan diri dan terbaring di Rumah Sakit . Gejala penyakitnya berawal pada tahun 2009 silam, ketika mulai merasakan kelainan dalam perutnya. Namun karna tuntutan waktu untuk terus bekerja mencari uang demi membiayai ketiga anaknya yang masih duduk dibangku sekolah. Barulah di pertengahan Januari 2015 ada kesempatan untuk memeriksakan diri ke Puskesmas,namun Puskesmas setempat memberikan rujukan ke RSUP Prof.Dr.R.D.KANDOU Manado, perasaan menyesalpun dirasakan oleh keluarga Pak Herman karena tidak membawa Pak Herman ke Rumah Sakit sejak awal. Kini Herman terbaring di ruang IRINA C Kelas 3 dan kesimpulan mengalami Cholesystolithiasis. Dokter yang menangani menuggu kesehatan normal untuk segera dilakukan opersi pengangkatan penyakitnya yang sudah semakin membengkak. Anak Pak Herman, Afandy (18) mengungkapkan kesedihan dan penyesalan saat dijenguk Kurir #SedekahRombongan. Maklum saja mereka tidak memiliki simpanan untuk biaya berobat Saat ini Pak Herman menggunakan fasilitas Jamkesmas dan biaya obat tambahan di bebankan kepada anak tertunya (Arfandy) yang baru lulus SMA dan hanya bekerja seperti Ayahnya (buruh bangunan) sedangkan yang membuatkan makanan selama diRumah Sakit adalah sanak saudara serta tetangganya. Arfandy sendirilah yang membawakan makanan dan menjaganya setelah pulang dari bekerja. #SedekahRombongan merasakan kesulitan mereka, bantuan awalpun disampaikan. Semoga Pak Herman kesehatannya segera normal untuk dioperasi dan pulih kembali sehingga ia dapat bekerja seperti biasa.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal : 20 Januari 2015
Kurir : @areefy_dip @akrampakki

Bantuan untuk hermanto

Bantuan untuk hermanto


M. FAJRI RAMADHAN (7 thn, Retino Blastoma) Alamat Jl. Sultan Khairun Rt/Rw : 007/004 Kel. Soa-Sio Kota Ternate Maluku Utara. Adik Fajri mengalami tumor mata sejak pertengahan 2013 berawal dari kecelakaan ketika bermain dan matanya terkena pagar besi yang kemudian membengkak. Pengobatan dilakukan di RS Ternate kemudian di rujuk ke RSWS Makassar. Kemoterapi telah dilakukan sejak 2013 dengan fasilitas Jamkesmas dan BPJS, namun siklus pertama kemoterapi terputus karena Adik Fajri dibawa pulang ke Ternate oleh ayahnya. Adik Fajri adalah anak satu-satunya dari Bpk. M. Arsyad do Mahfud dan ibu Herlywati Botutihe, ibunya telah meninggal dunia sehingga Adik Fajri hanya dibesarkan seorang bapak yg setiap hari narik ojek untuk biaya hidup dan berobat anaknya. Sejak Oktober 2013 #SedekahRombongan dipertemukan dengan Adik Fajri yang kemudian dalam dampingan #SedekahRombongan diberangkatkan ke Makassar untuk melanjutkan pengobatan pada RS Wahidin Makassar pada November 2014 atas rujukan
RS Ternate karena Adik Fajri sering terkena malaria dan HB yang sangat rendah, darah terus menerus keluar dari hidungnya. Saat ini orang tua Adik Fajri kembali ke Ternate mencari nafkah untuk biaya hidupnya. Adik Fajri dititipkan ayahnya pada kenalan di RS yang kemudian dirawat di Kab. Gowa, sekitar 30 KM dari RS Wahidin Makassar. Setiap jadwal kemoterapi diantar dan ditunggui di RS Wahidin. Siklus kemoterapi yang sedang berlangsung adalah siklus ke IV (25x kemo) dari 16 siklus yg dijadwalkan dokter. Bantuan diberikan sebesar Rp. 1.000.000,- adalah bantuan ke 5 untuk biaya pembelian obat-obatan yang tidak tercover BPJS dan juga biaya sehari-hari Adik Fajri selama berada di Makassar. Sebelumnya Adik Fajri masuk dalam rombongan 633, 637, 648 dan 658. Semoga Adik Fajri segera diberi kesembuhan oleh Allah SWT.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 25 Januari 2015
Kurir : @areefy_dip @yanuardisyukur @Wangi_Kemuning

Bantuan untuk fajri

Bantuan untuk fajri


MTSR Makassar, Demi memudahkan dan melanjutkan estafet penggunaan Ambulance MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) guna menjemput dan mengantar jenazah, dhuafa serta orang sakit, baik itu dalam kota maupun diluar kota. Maka dibutuhkanlah sarana untuk memudahkan kurir dalam mengangkut dan melayani pasien dhuafa untuk berobat, sehingga titipan langit tersampaikan tanpa rumit, sulit dan berbelit-belit. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran untuk pembayaran cicilan MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) Makassar pada bulan Januari 2015.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.600.000,-
Kurir : @areefy_dip via @ahmadhamzahmo
Tanggal : 26 Januari 2015.

MTSR Makassar

MTSR Makassar


FIDYAWATI OLII (19 tahun, Tumor Mata). Alamat: Kel. Ipilo, Kec. Kota Timur, Kota Gorontalo. Vivi, biasa ia di panggil adalah salah seorang siswi kelas XI IPA di SMA Muhammadiyah Kota Gorontalo. Disekolahnya, ia di kenal sebagai anak yang ceria, pintar dan cantik. Sebelumnya ia bersekolah disalah satu sekolah top yang berada di Kota Gorontalo, saat itu Vivi duduk dikelas X. Pada waktu itu ibunya sakit. Sakit yang di derita ibunya sudah komplikasi. Vivi merawat ibunya hingga ia jarang masuk sekolah dan akhirnya mendapat surat peringatan beberapa kali. Dan pada tahun 2013 Ibunda Vivi meninggal dunia, kemudian Vivi mendapatkan surat pindah dan karena keinginannya untuk tetap bersekolah sangat besar, maka ia pindah ke SMA Muhammadiyah. dan kini ia tinggal bersama neneknya di Talumolo. Sepeninggal Ibunya, Vivi awalnya hanya diketahui sakit gigi. Tapi lama kelamaan gigi yang sakit tersebut membengkak dan oleh neneknya dibawah ke dokter praktek. Oleh dokter diberitahukan bahwa Vivi memiliki benjolan pada rahang atasnya dan disarankan untuk segera berobat di Makassar. Sebenarnya Vivi ingin berobat, namun kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk menjalani pengobatan di Makassar. Bapaknya Vivi, Pak Ka Bim, adalah pengemudi bentor (becak motor) yang pendapatannya perhari hanya bisa dan mencukupi untuk makan sehari-hari. Akhirnya Vivi menjalani pengobatan tradisional. Namun setahun kemudian tak nampak perubahan pada dirinya yang lebih baik, akan tetapi semakin memperburuk kondisinya yang ditandai dengan perubahan badannya yang setiap hari semakin kurus dan juga muncul benjolan kecil pada kelopak matanya. Tim #SR akhirnya dipertemukan kepada Vivi dan menyalurkan bantuan untuk keperluan berobat dan kebutuhan makan dan minum sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 28 Januari 2015
Kurir : @areefy_dip @muh_rijal11

Bantuan untuk fidyawati

Bantuan untuk fidyawati


BENI WIJI PURWANTO (19 TH. WASIR) PLANGKAH BAYAN RT 02 RW 06 KEBUMEN. BENI merupakan salah satu siswa didik MTS PAKIS Gunung Lurah Cilongok Kab. Banyumas. Saat ini BENI sedang melanjutkan menimba ilmu di sekolah non formal AGROWILIS di desa Sokawera Cilongok. BENI sudah lama menderita Wasir namun dibiarkan saja tanpa melakukan pengobatan apapun teman2 dan gurunya juga tidak mengetahui penyakit yang BENI derita. Penyakit Wasir BENI sering kumat namun dia tidak pernah cerita dengan teman maupun gurunya. Saat kumat dia hanya tiduran dikamar menahan sakit dan dari duburnya keluar darah dan hanya di sumbat dengan kain supaya tak terlihat. Sakitnya baru diketahui oleh teman2 dan gurunya saat melakukan kerjabakti, tiba 2 dari dubur BENI mengeluarkan darah yang cukup banyak namun tidak disadari oleh BENI dan temannya melihat. Akhirnya BENI segera dibawa ke puskesmas dan dari pemeriksaan dokter harus segera dioperasi. Ketiadaan dana membuat proses pengobatan terhambat. Team #SedekahRombongan yang mendapat info langsung melakukan survey dan memutuskan untuk segera mngobati penyakit BENI. Saat melakukan survey kami mendapat info bahwa ternyata keluaga BENI juga sedang sakit. Akhirnya kurir memutuskan untuk membuatkan BPJS sekalian. Kendala dana juga yang menghambat untuk DENI mengurus dan mengambil dokumen persyaratan pembuatan BPJS. #SedekahRombongan memberikan uang transport untuk BENI guna mengambil dan mengurus dokumen di kampungnya di kebumen, sehingga nantinya bisa dibuatkan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 24 Januari 2015
Kurir ; @arfanesia via @slametpriyadi

Bantuan untuk beni

Bantuan untuk beni

REKAPITULASI BANTUAN

No Nama Target Jumlah Bantuan
1 Suminem 1,000,000
2 Sri 2,000,000
3 Puji 1,000,000
4 Tinem 1,000,000
5 Hafiz 1,000,000
6 RSSR Bandung 1,500,000
7 Mikail 2,000,000
8 M Rizky 1,000,000
9 Iis 500,000
10 Sri 1,000,000
11 Rahma 1,000,000
12 Alan 500,000
13 Rahmatika 500,000
14 Reksa 500,000
15 Dadan 500,000
16 Reja 500,000
17 Panti Asuhan Destawan 5,000,000
18 Warto 500,000
19 Dwi Sukarno 1,000,000
20 Sahid 500,000
21 Siti 700,000
22 Suyadi 1,000,000
23 Eni 500,000
24 Suhayat 500,000
25 M Rizki 500,000
26 Yudistira 1,000,000
27 Agustini 500,000
28 Rudi 500,000
29 Iwan 500,000
30 Asep 500,000
31 Kania 500,000
32 Sania 700,000
33 Bagas 700,000
34 M Fajar 500,000
35 Pulung 500,000
36 Nur Rosidah 5,000,000
37 Mardalina 500,000
38 Atmo 1,000,000
39 Alm Kadiman 1,000,000
40 Hermanto 750,000
41 M Fajri 1,000,000
42 MTSR Makasar 3,600,000
43 Fidyawati 1,500,000
44 Beni 500,000
Total 46,450,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 46,450,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 665 ROMBONGAN

Rp. 23,502,811,585,-