YESI SASI ROMADHON (16) adalah putri dari pasangan Bpk Winarto (Alm) dan Ibu sumiyati (37). Sekarang ini ia adalah siswi kelas 3 di sebuah SLTP favorit diwilayah Kecamatan Tengaran yaitu SMPN 2 Tengaran. Ia anak yg cerdas sehingga prestasi akademiknya selalu masuk 10 besar dan masuk dalam kelas favorit di SMP tersebut. Saat Yesi berusia 10 thn, ayahnya meninggal karena sakit. Sehingga mulai saat itu ibu Sumiyati harus berperan ganda sebagai ibu rmh tangga dan tulang punggung keluarga. Saat ini ibu sumiyati bekerja sebagai buruh disebuah warung makan nasi goreng di kawasan terminal Tingkir Salatiga untuk memenuhi kebuhan hidup dan biaya pendidikan untuk Yesi. Ini sangat berat namun tetap harus dijalani agar mampu bertahan.Kondisi yang memprihatinkan sangat terlihat dalam rumah tinggal Yesi yang berdinding papan dan bambu dengan lantai masih tanah dan ia harus berhimpit dengan penghuni rumah lainnya karena sampai saat ini Yesi masih tinggal di rumah kakek dan neneknya di RT 33/07 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang (orang tua ibu sumiyati) dan adik – adik ibu sumiyati lainnya. Untuk membantu meringankan beban, #SR memberikan sumbangan berupa alat-alat sekolah kepada Yesi senilai  Rp 500.000,-.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 13 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk Yesi

Bantuan untuk Yesi

——

ANGGITA RAHMAWATI (12) siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Karangduren Kec. Tengaran Kab Semarang. Ia adalah putri dari Bpk Muji Raharjo (Alm) dan Ibu Kodiyem (Alm). Anak periang ini sekitar 3 tahun yang lalu harus kehilangan ayah tercinta karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Selang 40 hari dari meninggalnya sang ayah anak ini kembali harus kehilangan ibunya karena sakit, sehingga ia menjadi yatim piatu. Beruntung ada keluarga Bpk Maskuri (56) dan Ibu Sapto Rini (46) dengan rela hati menjadi orang tua asuh bagi Anggita membawa Anggita tinggal di rumah Bpk Maskuri RT 34/08 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang. Dengan penghasilan sebagai tenaga parkir pasar dan tenaga serabutan di pasar ” Al Malaibari”  Kembangsari, Tengaran, cukuplah untuk biaya hidup keluarga Bpk Maskuri dan Anggita. Namun 1 tahun terakhir ini Bpk Maskuri mengalami sakit diabetes (gula) dan kesehatannya semakin menurun. Hal ini membuat Ibu Sabto Rini mengambil alih peran sebagai tulang punggung keluarga bekerja serabutan. Untuk meringankan beban Anggita, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan berupa peralatan sekolah dan sembako senilai Rp. 550.000,-

Jumlah Bantuan Total : Rp. 550.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk anggita

Bantuan untuk anggita

——

SITI KAROMAH (65) seorang janda warga RT 34/08 Dsn. Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah. Selama menikah 43 tahun pasangan ini tidak dikaruniai anak. Pada tahun 2011 bpk Sugondo meninggal dunia karena sakit. Sehingga ibu Siti Karomah hidup sebatang kara. Sepeninggal suaminya, mbah siti ( nama panggilannya ) bertahan hidup dengan hasil dari tanaman di pekarangan rumahnya berupa kelapa, singkong dll yg ditukar dengan beras dan kebutuhan lainnya. Namun lambat laun untuk menyambung hidupnya mbah siti terpaksa menjual sebagian tanah pekarangannya dan kini hanya tinggal rumah dan halamannya saja. Untuk membantu pemenuhan kebutuhan hidup mbah Siti, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan)  menyampaikan bantuan berupa sembako senilai Rp 500.000,-

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk Siti Karomah

Bantuan untuk Siti Karomah

——

HARTINI (50) seorang ibu rumah tangga dan istri dari Bapak Muhsin (52) seorang sopir. Pasangan suami istri ini adalah warga RT 35/08 Dsn Wedilelo Ds Karangduren Kec Tengaran Kab Semarang Prop. Jawa Tengah. Pasangan ini awalnya hidup dengan layak dan dikaruniai seorang anak. Namun 15 tahun silam Mbak Har (nama panggilan ibu Hartini) mengalami kejadian yang membuat kaki kirinya cacat permanen. Saat mbak Har hendak memasak (biasanya orang desa memasak di tungku/ pawon dengan bahan bakar kayu) ia terpeleset dan akhirnya pingsan, naas pada saat pingsan itu kaki kiri mbak Har masuk kedalam tungku / pawon. Selang 10 menit lek Sin (nama panggilan bapak Muhsin) mencium aroma daging bakar bergegas kedapur dan mendapati istrinya pingsan dan kakinya terbakar. Serta merta lek Sin membawa mbak Har ke RSU Salatiga Jawa Tengah. Setelah mendapat perawatan medis mbak Har berangsur sembuh namun telapak kakinya mengkerut dan volumenya mengecil hingga cacat permanen sampai sekarang. Sebagai suami lek Sin terus berusaha mengobatkan mbak Har kemana – mana dan harus merelakan menjual tanah – tanahnya untuk biaya berobat mbak Har, hingga akhirnya tinggal tanah yang sekarang di tempati saja. Saat ini mbk Har dan lek Sin bersama anak semata wayangnya Kristanto (28) seorang sopir, menantu dan 2 cucunya menempati rumah yang terbuat dari kayu dengan dinding sebagian papan dan anyaman bambu, lantai masih tanah dan jauh dari standar.  Untuk meringankan beban dan membantu kebutuhan hidup mbak Har, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan sebesar Rp 750.000,- yang diwujudkan berupa sembako dan kruk / penyangga untuk membantu berjalan.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 750.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk hartini

Bantuan untuk hartini

——–

KEVIN YUSUF MAULANA (9), siswa kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Karangduren Kec Tengaran Kab Semarang Jawa Tengah ini merupakan anak dari pasangan Bapak Agus Mulyono (Alm) dan Ibu Afifah (45). Mereka adalah warga RT 33/07 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab Semarang Prop. Jawa Tengah. Anak ini memiliki sifat pendiam namun memiliki prestasi yang cukup memuaskan di sekolahnya. Sekitar 4 tahun silam ayah dari dik Kevin (panggilan akrabnya) meninggal dunia karena sakit komplikasi dan sudah tidak ada lagi biaya untuk cuci darah, sehingga ia menjadi anak yatim. Sepeninggal suaminya mbk Fifah (nama panggilan Ibu Afifah) mengambil peran ganda sebagai ibu sekaligus tulang punggung keluarga. Dengan sedikit modal ia mencoba mengubah rumah kayu yang berukuran 4x7m menjadi tempat tinggal sekaligus warung agar mampu memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai sekolah dik Kevin. Untuk meringankan beban mbak Fifah dan membantu belajar dik Kevin Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 500.000,-  yang diwujudkan dalam bentuk  tas, sepatu dan peralatan sekolah.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 13 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk kevin

Bantuan untuk kevin

———–

NURYANTO (61) dan Kamini (55) adalah suami istri warga RT 34/08 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah. Mulanya kehidupan mereka cukup baik ketika lek Sakimin (nama panggilan Bapak Nuryanto) masih berprofesi sebagai Jagal (tukang potong) sapi. Karena jam kerja mulai tengah malam sampai pagi inilah, lambat laun kesehatan lek Sakimin semakin menurun dan mulai jarang berangkat memotong sapi dan akhirnya pekerjaannya mulai digantikan oleh orang lain. Kini lek Sakimin hanya mengandalkan hasil kebun dan pertanian saja untuk menghidupi keluarganya, dan dirasa tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehingga lek Sakimin dengan berat hati mulai menjual barang – barang di rumahnya bahkan mulai menjual sebagian tanah kebun bahkan terpaksa menjual sebagian tanah area rumahnya. Untuk meringan beban lek Sakimin Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 500.000,-  yang diwujudkan dalam bentuk berupa beras, minyak goreng, gula dan sembako lainnya.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk karyono

Bantuan untuk nuryanto dan kamini

——-

SUGITO PARJAN (70) dan Ibu Sukini (67) suami istri yg secara administrasi tercatat sebagai warga RT 33/07 Dsn. Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah. Lek  Parjan (nama panggilannya) kini bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan cucunya Yesi Sasi Romadhon. Karena bekerja serabutan inilah kadang penghasilan cukup kadang tidak, bahkan dalam sehari kadang tidak berpenghasilan sama sekali.Untuk membantu suaminya dan mencukupi kebutuhannya, Ibu Sukini bekerja sebagai pembantu di sebuah warung makan di pasar Kembangsari Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah.Kehidupan lek Parjan sangat sederhana. Rumahnya terbuat dari kayu dengan dinding papan dan anyaman bambu. Atapnya banyak yang bocor sehingga lantai tanahnya kadang menjadi becek dan rumahnya pun mulai miring ke kanan. Untuk meringankan beban dan kebutuhan lek Parjan, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 500.000,- yang diwujudkan berupa beras, minyak goreng, gula, susu dan sembako lainnya.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk sugito

Bantuan untuk sugito dan sukini

——-

SYARIFATUS SA’ADAH  (12) adalah siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah ini adalah anak ke-2 dari pasangan Bapak Mustofa (45) dan Ibu Sholikah (Alm) warga RT 34/08 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah.  Dik Ifah (panggilan akrabnya) memiliki prestasi yang gemilang dalam belajar di sekolahnya. Ia sosok pendiam tidak banyak bicara namun disukai oleh banyak temannya.  Sekitar 4 tahun silam ibu Sholikah meninggal dunia karena sakit, sehingga dik Ifah menjadi piatu. Sekarang ini dengan usia yang belia dik Ifah mau tidak mau harus bisa mengerjakan pekerjaan memasak, mencuci piring, mencuci pakaian dan menyetrika sendiri. Bapak Mustofa ayah dik Ifah berprofesi sebagai tukang batu kini merasa kerepotan menyekolahkan dik Ifah dan kakaknya Rofiqoh (14) belum lagi harus memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Kondisi rumah kayu sederhana dengan lantai tanah tanpa ada perabot kecuali meja, kursi dan TV 14″ menunjukkan kondisi keluarga ini. Tidak ada barang – barang berharga dalam rumah tersebut karena dulu terjual saat pengobatan Ibu Sholikah walaupun akhirnya beliau meninggal karena sakit. Untuk meringankan dan membantu dik Ifah, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 550.000,- yang diwujudkan berupa peralatan sekolah dan sembako.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 550.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk syarifatus

Bantuan untuk syarifatus

——–

ROFIQOH (14) adalah siswi kelas 2 SMP Bina Insani Susukan Kec. Susukan Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah ini merupakan anak pertama pasangan Bapak Mustofa (45) dan Ibu Sholikah (Alm) warga RT 34/08 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah. Sekitar 4 tahun silam Ibu Sholikah meninggal dunia karena sakit. Sehingga Rofiqoh menjadi Piatu. Dik Rofik (nama panggilannya) sejak masih belajar di MI prestasinya sangat bagus bahkan lulus dengan nilai terbaik. Sampai sekarang di bangku SMP dik Rofik selalu masuk dalam 10 besar.  Sayangnya Bpk Mustofa yang berprofesi sebagai tukang batu merasa berat memenuhi kebutuhan dan menyekolahkan dik Rofik dan adiknya Syarifatus Sa’adah (12) Untuk membantu dan meringankan beban dik Rofik, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 550.000,- yang diwujudkan berupa sepatu, tas, buku dan alat tulis serta sembako.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 550.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk Rofiqoh

Bantuan untuk Rofiqoh

———-

ANGGA BAGUS PRAKOSA (16) adalah adalah siswa kelas 3 SMP Almanar Bener Kec. Tengaran Kab.Semarang Prop. Jawa Tengah ini adalah siswa yang rajin, di dukung dengan postur yang tinggi layak bila ia bercita – cita menjadi tentara. Dik Angga (nama panggilan) adalah anak yatim piatu. Ayahnya (Mugi Raharjo) meninggal sekitar 3 tahun lalu karena kecelakaan. Selang sekitar 40 hari ibunya ( Kodiyem ) meninggal dunia karena sakit. Beruntung ada Bpk Maskuri (56) dan ibu Sapto Rini (46) warga RT 34/08 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah bersedia menjadi orang tua asuh bagi dik Angga.  Diawal Bpk maskuri yang berprofesi sebagai tukang parkir pasar bisa mencukupi kebutuhan keluarganya dan anak asuhnya. Namun belakangan ini beliau mulai sakit – sakitan. Setelah diperiksa ke bidan ternyata sakit diabetes (gula). Karena sakitnya ini beliau tidak bisa bekerja maksimal. Agar bisa meringankan beban dan untuk membantu dik Angga maka Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 550.000,- yang diwujudkan  berupa peralatan sekolah dan sembako.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 550.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk angga

Bantuan untuk angga

——-

LULUK YULIA FU’ADAH (13) Siswi kelas 2 SMP N 2 Tengaran, Kec Tengaran Kab Semarang Jawa Tengah ini merupakan anak pertama dari Rosyim (Alm) dan Sri Rahayu (34). Dik Luluk (nama panggilannya) adalah sosok anak yang cerdas dan periang dengan prestasi akademik yang memuaskan.4 tahun silam Bapak Rosyim meninggal dunia sehingga dik Luluk menjadi anak yatim. Kini dik Luluk hidup bersama kakek dan neneknya yaitu Bapak Jono (60)  dan Ibu Carsih (50). Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah cucunya ibu Carsih membuat kerupuk rambak dan keripik singkong yang dijual di pasar Kembangsari Kec Tengaran Kab Semarang Prop Jawa Tengah. Dik Luluk saat ini tinggal bersama kakek, nenek dan adiknya Wahyu Nugroho (9) menempati rumah dari kayu dan sangat sederhana di wilayah RT 33/07 Dsn. Wedilelo Ds. Karangduren Kec Tengaran Kab Semarang Prop Jawa Tengah. Untuk membantu dik Luluk, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 500.000,- yang diwujudkan berupa peralatan sekolah dan beras.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk Luluk

Bantuan untuk Luluk

———

WAHYU NUGROHO (9), Siswa kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Karangduren Kec Tengaran Kab Semarang Jawa Tengah ini merupakan anak ke-2 dari Bapak Rosyim (Alm) dan Ibu Sri Rahayu (34). Dik Wahyu (nama panggilan) adalah anak yang periang, cerdas dan selalu tersenyum. Ia anak yang rajin, mandiri dan tidak cengeng seperti kebanyakan anak seusianya. Empat tahun silam Bpk Rosyim meninggal dunia sehingga sejak itu dik Wahyu menjadi anak yatim.  Saat ini dik wahyu di asuh oleh kakek dan neneknya yaitu Bapak Jono (60)  Ibu Carsih (50). Guna memenuhi kebutuhan dan biaya sekolah dik Wahyu, ibu Carsih membuat kerupuk rambak dan keripik singkong dan dijual di pasar Kembangsari Kec Tengaran Kab Semarang Prop Jawa Tengah. Saat ini dik Wahyu tinggal bersama kakek, nenek dan kakaknya Luluk Yulia Fu’adah (13) di sebuah rumah sederhana di wilayah RT 33/07 Dsn Wedilelo Ds Karangduren Kec Tengaran Kab Semarang Prop Jawa Tengah. Guna membantu dik Wahyu Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 500.000,- yang diwujudkan berupa sepatu, tas dan peralatan sekolah.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk Wahyu

Bantuan untuk Wahyu

———

MUHAMMAD IFAN MAULANA (15), siswa kelas 1 SMP N 2 Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah ini merupakan anak pertama dari pasangan Suparman (Alm) dan Ibu Siti Khoiriyah (45) yang keduanya adalah warga RT 32/07 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang. Ifan ( panggilan akrab) memiliki sifat yang pendiam namun penuh dedikasi dan semangat yang tinggi dalam belajar. Namun sekitar 2 tahun lalu Suparman, ayah Ifan meninggal dunia karena sakit. Sehingga Ifan kini menjadi anak yatim. Ibu Siti Khoiriyah merasa terpukul sepeninggal suaminya. Karena kebutuhan hidup tak tercukupi, maka Ifan yang saat itu baru lulus MI Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang prop. Jawa Tengah tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Ibu Siti Khoiriyah tidak mau larut dalam kesedihan. Akhirnya ia memutuskan mulai saat itu berjualan sayuran matang dan lauk di pasar pagi untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan kembali Ifan tahun depan. pada pertengahan tahun 2014 Ifan mendaftar sekolah di SMP N 2 Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa tengah bersama adiknya Anisa Fatmawati (13). Dengan senang hati dan semangat tinggi walau harus masuk sekolah bersama adiknya, dan karena nilai Ifan cukup bagus akhirnya ia diterima di SMP N 2 Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah bersama adiknya. Untuk meringankan dan membantu Ifan, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 500.000,- yang di wujudkan berupa sepatu, tas, buku dan alat sekolah.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk Ifan

Bantuan untuk Ifan

——-

ANISA FATMAWATI (13) siswi kelas 1 SMP N 2 Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah ini adalah anak ke-2 dari pasangan bapak Suparman (Alm) dan Ibu Siti Khoiriyah warga RT 32/07 Dsn Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah. Dik Nisa (nama panggilannya) berkulit hitam manis, cerdas dan mudah akrab dengan prestasi akademik yang cukup memuaskan. Sekitar 2 tahun lalu, bapak Suparman meninggal dunia karena sakit. Sehingga dik Nisa menjadi anak yatim. Ibu Siti Khoiriyah akhirnya berperan sebagai tulang punggung keluarga dengan berjualan sayuran matang dan lauk pauk di pasar pagi, pasar Kembangsari Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah. Dari hasil berjualan inilah Ibu Siti Khoiriyah menghidupi keluarganya dan menyekolahkan Dik Nisa dan kakaknya M. Ifan Maulana (15) bersamaan. Guna meringankan beban dan membantu dik Nisa, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 500.000,- yang diwujudkan berupa peralatan sekolah dan beras.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 500.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk anisa

Bantuan untuk anisa

——–

AHMAD KHUMAEDI (63) dan Ibu Rohmatun (58) adalah warga RT 34/08 Dsn. Wedilelo Ds. Karangduren Kec. Tengaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah. Lek Medi (nama panggilannya) adalah  seorang perangkat desa yaitu Kaur Umum yang bertugas membantu Kepala Desa dalam hal pengurusan surat – surat keluarga warga desa dan Ibu Rohmatun adalah seorang ibu rumah tangga.  Sekitar 4 tahun yang lalu lek Medi mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan Solo – Semarang, saat itu lek Medi tengah berdinas mengurus surat akte kelahiran warga desa ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Semarang di jalan Pemuda no 7 Ungaran Kab. Semarang Prop. Jawa Tengag.  Akibat kecelakaan ini lek Medi mengalami patah tulang kaki dibeberapa bagian. Kemudian lek Medi di bawa ke RSUD Ambarawa jln RA Kartini no 101 Lodoyong Ambarawa Kab. Semarang Prop. Jawa Tengah. Setelah beberapa hari dirawat dan mendapat ijin dari keluarga kemudian lek Medi akhirnya dioperasi. Setelah menjalani operasi beberapa kali ternyata kaki lek Medi tidak membaik dan tidak ada perkembangan. Karena kondisi finansial yang tidak memungkinkan akhirnya lek Medi dibawa pulang ke rumah dengan harapan kondisi lek Medi mungkin bisa membaik dengan sendirinya. Setelah sekian lama ternyata kondisi lek Medi tidak bisa membaik. Namun semangat untuk pulih sangat tinggi. Dengan tangannya sendiri lek Medi membuat kruk ketiak dari kayu untuk belajar berjalan. Namun kruk buatannya kurang standar. Kini lek Medi terus belajar menapak dan berjalan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup lek Medi dan keluarganya lek Medi mengandalkan bagi hasil panen bengkok yang digarap warga. Namun itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dan menyekolahkan 3 anaknya.  Lek Medi termasuk orang yang berjiwa seni, hingga saat ini untuk menambah pemasukan maka lek Medi menerima pesanan lukisan, papan nama dan kadang – kadang membuat wayang kulit. Untuk meringankan dan membantu lek Medi, Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan) memberikan bantuan senilai Rp 750.000,- berupa kruk ketiak, beras, minyak goreng, gula dan sembako lainnya.  Lek Medi juga berharap dapat bantuan untuk tindak lanjut pengobatan kakinya.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 750.000-
Tanggal Penyerahan : 11 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  Via Samsudin

Bantuan untuk ahmad

Bantuan untuk ahmad

———

Ponpes Al-Anwar Bantul Novi Dwi Wahyuningsih lahir Bantul 17 Maret 2000. Alamat di Watugedung RT 2 Goasari Kecamatan Pajagan Kabupaten Bantul. Bapak Bernama Wahid Yainudin dan Ibu Giyem. Orang tua Novi bekerja sebagai buruh tani dengan dua orang anak. Novi Sekarang kelas 2 SMP, adiknya (Dista Nur Wahid) kelas 3 SD. Novi sempat  sakit lambung, dirawat rumah sakit PKU  Bantul selama 5 hari,  sekarang sudah sehat. Novi sudah hafal Qur’an 1 Juz lebih sedikit.Noviatun Syafiah tempat tanggal lahirnya,  Bantul 24 Oktober 2000. Alamat Noviatun di Watugedung RT 4 Goasari Kecamatan Pajagan Kabupaten Bantul. Orang tuanya  bernama Pak Ngadini dan Ibu Suwarni yang bekerja sebagai buruh. Sekarang Noviatun kelas 2 SMP. Kemarin sempet masuk UGD selama 2 hari karena kejang-kejang. Noviatun sudah  Hafal 3 Juz.Muhammad Zainurrahman lahir di Purworejo, 8 April 2000. Alamat di Desa. Kedung Loteng RT 3 RW 1 Bener, Purworejo. Muhammad terdiagnosis Cikungunya dan sempat dirawat di PKU Bantul selama 4,5 hari. Kini kondisi Putra pasangan Pak Ahmad Kafi dan Ibu Badri yang bekerja sebagai petani sudah sehat dan bisa melanjutkan belajar. Muhammad Zainurrahman sekarang sudah  hafal 5 Juz

Jumlah Bantuan: Rp. 3.900.000
Tanggal penyampaian: 10 Januari 2015
Kurir: @Saptuari via @imamnurhuda

Bantuan Ponpes Al-Anwar Bantul

Bantuan Ponpes Al-Anwar Bantul

———

MASJID NURUSSALAM yang berada di Rt 9 dusun Sambiroto Purwomartani Kalasan Sleman, Yogyakarta ,sejak dibangun tahun 2005 menggunakan dana swadaya dari warga sekitar saja. Masjid ini cukup luas, sehingga selain digunakan sebagai tempat Ibadah sholat berjamaah juga untuk kegiatan keagamaan yang lain, seperti pengajian rutin dan pendidikan Al Quran atau TPA. Untuk mendukung kegiatan yang ada, diperlukan pengeras suara yang memadahi. Karena kondisi Ampli yang lama watt nya terlalu rendah dan sound untuk ruangan juga kurang memadai, Tim POPIMAS#SR ( Panti Asuhan,Pondok Pesantren dan Masjid #SedekahRombogan ) menyampaikan bantuan untuk keperluan tersebut yang di wujudkan dalam bentuk satu set Ampli , dan Speaker untuk ruangan dalam. Semoga dengan pengeras yang memadai ini, jangkauan suara adzan bisa lebih jauh dan kegiatan keagamaan yang membutuhkan bantuan pengeras suara bisa berjalan dengan baik. Atas bantuan ini, Takmir masjid mengucapkan banyak terima kasih dan ikut mendoakan kepada segenap sedekaholics agara dilancarkan semua urusannya oleh Allah , Aamiin.

Jumlah Total Bantuan : Rp. 4.000.000
Tanggal Penyerahan : 17Januari 2015
Kurir : @kissherry

Bantuan MASJID NURUSSALAM

Bantuan MASJID NURUSSALAM

——–

PONIRAN ( 55 ) suami dari Suwarni ( 40 ) warga Rt 7/40 dusun Pasekan Maguwoharjo Sleman Yogyakarta. Sudah beberapa tahun terakhir menderita Diabetes basah. Dua tahun yang lalu sudah menjalani amputasi untuk beberapa jari pada kaki kirinya. Namun karena pola makan yang tidak terkontrol , Pak Poniran mengalami luka lagi pada bagian kaki sebelah kanan, kodisinya terus memburuk sehingga harus segera di bawa kerumah sakit swasta di Jogjakarta wilayah timur. Karena tidak memiliki BPJS pengobatan menggunakan jalur umum dan keluar biaya 8 juta, hal ini terasa berat bagi pak Poniran yang karena sakitnya sudah tidak bekerja lagi, sehingga praktis yang bekerja adalah istrinya. Dengan penghasilan sebagai penjaga kantin di salah satu instansi BUMN di Yogyakarta pendapatannya tidak mencukupi, atas kondisi inilah keluarga ini harus menjual sebidang tanahnya untuk biaya pengobatan. Setelah dua kali berpindah dari RS Swasta yg satu ke RS Swasta yang lain, Kurir #SedekahRombongan menyarankan untuk segera mengurus BPJS beliau, dan Alhamdulillah saat ini beliau sudah di rawat di RSUD Sleman, pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2015 operasi dilakukan oleh tim dokter untuk meng amputasi kaki pak Poniran sampai dengan pergelangannya. Dalam poses pengobatan ini, pihak keluarga secara mandiri mendampingi Pak Poniran. Untuk biaya pengurusan BPJS dan sekedar meringankan beban biaya yang sudah dikeluarkan saat berobat di RS sebelumnya, dari #SedekahRombongan memberikan santunan pengobatan senilai Rp. 2.000.000,-  semoga bisa meringankan keluarga pak Poniran.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 2.000.000-
Tanggal Penyerahan : 12 Januari  2015
Kurir :  @kissherry

Bantuan untuk Poniran

Bantuan untuk Poniran

——-

DITA WAHYU FEBRIANTO (10) siswi kelas 5 SD ini anak dari pasangan Bpk. Ngadino Mursidi Utomo dan Ibu Wastinah yg beralamatkan di dusun Walikan Rt.03/Rw.05 Pulutan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta. Saat ini Ibunda dik Dita, yaitu Ibu Wastinah merupakan salah satu dari penderita Kanker Payudara yang masuk dalam pendampingan #SedekahRombongan. Bu Wastinah sedang menjalani proses kemoterapy di RS Hardjo Lukito. Saat proses kemoterapy biasanya di dampingi oleh suaminya ,sehingga Dita yang sehari harinya berangkat sekolah diantar jemput oleh bapaknya,terpaksa saat jadwal kemo dia tidak ada yang mengantar sekolah, dan terpaksa bolos, karena jarak sekolah yang cukup jauh dari rumahnya.Agar Dita tetap bisa berangkat sekolah , Tim POPIMAS#SR (Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan)  memberikan dukungan kepada dia untuk tetap bersekolah dengan memberikan hadiah sepeda agar dia bisa berangkat sekolah sendiri tanpa harus bergantung kepada bapaknya. Semoga sepeda ini bermanfaat agar kelak dia bisa menjadi generasi penerus yg bermanfaat bagi keluarga dan sesama.

Jumlah Bantuan Total : Rp. 750.000-
Tanggal Penyerahan : 17 Januari  2015
Kurir :  @kissherry  @Cheblink_

Bantuan untuk Dita

Bantuan untuk Dita

——–

CAECILIA PALUPI (39 TAHUN, KANKER OVARIUM) tinggal di desa Jagalan RT 01/ RW 09 Jebres Surakarta, Jawa Tengah. ibu Palupi biasa di panggil meripakan istri dari bapak  Didit Dwi Susanto (34 tahun) yang bekerja di kasir SPA dengan penghasilan. 1.000.000,- Per bulan saat ini ibu palupi menderita KISTOMA OVARI. Sakit yang diderita bu Palupi berawal sejak tahun 2013 saat memeriksakan kehamilan diketahui bahwa di dalam perut/ kandungan terdapat kista dan janin. KISTA belum di oprasi karena ibu Palupi ingin mempertahankan kehamilannya. Perut ibu Palupi semakin membesar seiring bertambahnya usia kehamilan sementara kista mengecil. Saat ini usia putri ibu palupi yang bernama Maria Hana Diva Susanto adalah 7 bulan. Tangal 7 Desember 2014 bu Palupi merasa tidak enak di perut (Sebah) kemudian diperiksakan di dokter praktik di daerah Gading. Dokter mengatakan kista yang diderita ibu Palupi kembali membesar dan sudah semakin ganas, kemudian di anjurkan periksa di RS Dr. Moewardi. Sejak bulan Desember 2015 di RSDM bu Palupi pernah rawat inap 2 kali karena lemas, mual muntah tidak mau makan HBnya juga turun menjadi 8 yang normalnya 12-13. Dari dokter yang merawat di RS Muwardi mengatakan kista bu palupi bisa di oprasi 3 bulan lagi Menunggu antrian. saat ini keadaan bu Palupi semakin lemas beliau hanya tiduran di kasur karena saat duduk perutnya terasa sakit. Makannya pun hanya sedikit hanya 2- 5 sendok karena perutnya terasa sesak (ampek/sebah), kadang-kadang sesak nafas. Saat ini bu palupi membutuhkan biaya untuk operasi karena sudah tidak tahan dengan sakit yang dirasakannya. Bu Palupi memiliki jaminan kesehatan Jamkesmas, namun penanganan dengan menggunakan jamkesmas sangatlah lambat, kemudian dokter memberikan alternatif jika mau dioperasi dengan cepat dan tidak perlu mengantri lama harus menyiapkan dana untuk operasi kurang lebih sebesar Rp. 30.000.000,00 namun keluarga tidak memiliki biaya sebesar itu lantaran hanya suaminya yang bekerja. Sekarang bu Palupi sedang proses di buatkan BPJS untuk kontrol ke RSDM. #Sedekah rombongan menyampaikan santunan yang pertama dan bersedia mendampingi pengobatan bu Palupi. Keluarga bu Palupi mengucapkan terimakasih kepada Sedekah Rombongan dan mohon do`anya supaya segera diberi kesembuhan.

Santunan : Rp.500.000,-
Kurir : @lastiko via @anissety60 @aldi
Tanggal: 15 Januari 2015

Caecilia menderita KANKER OVARIUM

Caecilia menderita KANKER OVARIUM

——-

IBRA TRI GANA (5 TH, MIKROSEFALUS) Jl. Kali Putih RT 03 RW 01 Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Di usianya yang sudah masuk 5 tahun, kondisi Dik IBRA jauh berbeda dengan anak seusianya. Kondisi fisik Dik IBRA tidak berkembang, begitu pula dengan fungsi tubuh lainnya. Sehari-hari Dik IBRA lebih banyak beraktivitas di tempat tidur atau dalam gendongan orang tuanya. Karena faktor kemiskinan, pengobatan berupa terapi untuk DIK IBRA terpaksa berhenti ditengah jalan. Pada 2013, terapi DIK IBRA  yang dilakukan di RS MARGONO terpaksa berhenti kerena tidak adanya biaya untuk transportasi. Ayah DIK IBRA sehari-harinya bekerja serabutan, kalau ada yang menyuruh bekerja, berarti ia akan mendapat uang. Sementara Ibu DIK IBRA hanya ibu rumah tangga biasa. Team #SedekahRombongan membantu untuk biaya kebutuhan sehari – hari DIK IBRA, karena DIK IBRA hanya bisa makan bubur bayi kemasan dan susu, selain makanan itu jika diberikan pasti selalu muntah. Semoga dengan bantuan tersebut DIK IBRA bisa tetap sehat dan bisa kembali menjalani terapi di RS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 16 Januari 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Ibra menderita MIKROSEFALUS

Ibra menderita MIKROSEFALUS

——-

ISMA IKA MAWADATI (20 bulan,benjolan di dada). Alamat: jl. Lapangan jurang mangu rt 6/ rw 7, pageraji, kec. cilongok, kab. Banyumas. Isma, begitu dia biasa dipanggil adalah seorang balita yang sejak lahir menderita benjolan seperti bisul di dadanya yang tak kunjung sembuh meskipun telah beberapa kali keluar masuk puskesmas, benjolan tersebut kadang bisa kempes tapi akan membesar lagi dan demikian seterusnya. Kedua orang tuanya hanya bisa kebingungan karena ttidak memiliki biaya untuk berobat karena sang ayah (andras 23) hanya seorang pekerja serabutan yang belum tentu tiap hari dapat pekerjaan, sementara sang ibu (risah 21) hanya ibu rumah tangga biasa yang tentu tidak punya penghasilan dan isma adalah anak satu-satunya. Saat kurir sedekah rombongan menjenguknya dan berusaha mengetahui perihal penyakit anak tersebut supaya segera bisa dibantu ternyata mereka belum memiliki fasilitas asuransi kesehatan apapun sehingga tentu mengalami kesulitan biaya kalau berobat menggunakan fasilitas umum, dengan demikian alokasi bantuan kami pergunakan untuk mendaftarkan seluruh anggota keluarga ini di BPJS KESEHATAN, yg terdiri 3 orang, kami daftarkan fasilitas kesehatan utk 1 tahun.

Jumlah bantuan : 1.700.000
Tanggal: 16 januari 2015
Kurir: @arfanesia via yunanto

Isma menderita benjolan di dada

Isma menderita benjolan di dada

——

Maryanti, 32th menderita luka bakar karena terbakar saat memasak dengan tungku yang meledak karena Mbak Maryanti menyiram minyak tanah yang ternyata tercampur bensin dan langsung membakar tubuhnya.Warga Dk.Gebang, Ds.Kalitekuk, Kec.Semin, Wonosari Gunung Kidul ini sudah dioperasi terakhir pada Januari 2013 untuk mengambil daging di bagian kaki kanan, agar lukanya membaik dan pelurusan otot kakinya yang terbakar. Bantuan ini untuk kebutuhan keluarganya yang masih banyak membutuhkan, saat ini mbak Maryanti sudah bekerja kembali menjadi penjahit. Semoga dibukakan jalan rejeki selalu setelah kesembuhannya.

Jumlah Bantuan: Rp. 3.245.000
Tanggal Penyampaian: 17 Desember 2014
Kurir: @Saptuari

Maryanti menderita luka bakar

Maryanti menderita luka bakar

——-

Khairil Mustakin 2,5 tahun (Almarhum) , Putra Pak Sumarno , tinggal di Getas, Playen, Gunung Kidul, Yogyakarata, Adik Khairil menderita retinablastoma, dan sudah menjalani 2x kemoterapi sebelum kami dampingi, Bapaknya Khairil sudah mengajukan bantuan dan mendapat Jamkesta dari pemerintah setempat dengan jatah Rp.5juta/tahun dan sudah habis digunakan di kemo ke-1 dan ke-2, padahal Kemoterapi harus dijalani 105x , Kami akan mendampingi Dik Khairil Insya Allah sampai dia sembuh, namun Allah berkehendak lain hingga Khairil meninggal. Bantuan ini untuk keluarganya dengan membelikan beberapa kebutuhan keluarganya, semoga jadi penghibur untuk mereka.

Jumlah Bantuan: Rp. 2.890.000
Tanggal Penyampaian: 20 Desember 2014
Kurir: @Saptuari

Khairil menderita retinablastoma

Khairil menderita retinablastoma

———

SANIA PUJI RIANI (7thn, Jantung Bocor). Alamat: Nayu Barat, RT.05/RW.13, Nusukan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Sania, biasa ia dipanggil. Sejak lahir mengalami kelainan organ dalam, yaitu jantung bocor. Namun hal itu baru diketahui beberapa tahun terakhir ini. Awalnya, Bapak Bambang Sumedi (31) dan Ibu Dwi Wulandari (25) memeriksakan kondisi Sania ke puskesmas terdekat. Dari Puskesmas dirujuk ke RSDM Moewardi Surakarta. Setelah beberapa kali pemerikasaan. Akhirnya pihak RS merujuk Sania ke RSCM. Tim kurir #SR sendiri mendapat informasi terkait kondisi Sania melalui PMI Surakarta. Setelah melakukan koordinasi, kurir #SR langsung survei. Ketika itu, kami dapati bahwa keluarga Bapak Bambanh tinggal dalam rumah seukuran 2x4m. Berdampingan dengan rumah neneknya. Selama ini Bapak bambang bekerja dengan penghasilan tidak menentu. Rata-rata 20.000 s.d 35.000 rupiah per hari. Adapun Ibu Dwi, ia bekerja sebagai juru masak di warung milik tetangga dengan penghasilan +/- 25.000 rupiah per hari. Pada bulan agustus 2014 lalu, tim kurir #SR telah memberikan santunan pertama sebesar Rp.500.000,-. Santunan itu diberikan untuk biaya transportasi dan akomodasi selama pengobatan di jakarta. Namun, karena masih harus bolak-balik Solo-Jakarta dan mengingat kondisi keluarga Bapak Bambang. Maka, untuk kali kedua #SedekahRombongan melalui #SedekahHolic memberikan santunan lepas sebesar Rp.1.000.000,-. Santunan ini diberikan guna memenuhi kebutuhan perjalanan dan akomodasi selama di Jakarta.

Santunan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @lastiko via @Torianu_
Tanggal: 17 Januari 2015

Sania menderita Jantung Bocor

Sania menderita Jantung Bocor

———

SILVIA RAHMADANI (6 TH, NEUROBLASTOMA) alamat desa Kebanggan Kec. Sumbang kab. Banyumas. DIK SILVIA menderita kanker neroblastoma semacam kangker usus sudah sejak 2 tahun yang lalu. Dik SILVIA sudah menjalani operasi dan pengobatan kemoterapi di RS Sardjito Jogja selama kurang lebih 1 tahun yang lalu. Setelah pengobatan dan kemoterapi tahun lalu kondisi Dik SILVIA semakin membaik. Namun malang tak dapat di tolak saat ini kondisi Dik SILVIA kurang stabil dan kangker yang menyerang kembali kambuh. Dokter di RS yang merawat Dik SILVIA sudah tidak berani melakukan kemoterapi lagi karena di khawatirkan malah akan memperburuk kondisi kesehatan Dik SILVIA. Saran dan petunjuk dari dokter yang merawat bahwa tindakan pengobatan saat ini yang paling cocok adalah dengan melakukan pengobatan dengan obat – obatan herbal yang direkomendasikan dokter. Saat ini Dik SILVIA sudah menjalani pengobatan dengan obat – obatan herbal sesuai petunjuk dokter dan tetap melakukan kontrol rutin di RS Margono setiap tiga hari sekali untuk mengecek kondisi dan melakukan transfusi darah, serta melakukan citiscan rutin 3 bulan sekali di RS. Sarjito Jogja. Dik SILVIA merupakan penerima manfaat dari Jamkesmas sehingga #SedekahRombongan support untuk biaya akomodasi dan membantu biaya untuk membeli kebutuhan makanan untuk memastikan kebutuhan gizi Dik SILVIA terpenuhi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 19 Januari 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Silvia sakit NEUROBLASTOMA

Silvia sakit NEUROBLASTOMA

——-

TARNO (54 TAHUN), tinggal di Bulurejo RT02/1, Mlokomaniskulon, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah. Beliau hampir satu bulan mondok di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta untuk mendapatkan penanganan secara medis atas sakit yang di alaminya. Beliau mengalami sakit hernia dan kanker prostat. Kronologis dari kondisi pasien tersebut berawal dari saat Tarno menjenguk anak nya yang sedang merantau di Jakarta. Karena mungkin dari usia sudah agak tua sehingga dari kegiatan saat itu membuat kondisi tubuh kecapekan. Kemudian saat perjalanan pulang, berkali – kali Tarno harus merasakan sakit saat kencing. Dan saat itu tidak keluar kencingnya. Sesampainya di kampungnya, kondisi nge- drop. Lalu esok hari kita bawa beliau untuk kita periksakan ke Rumah Sakit Umum Daerah Mangun Sarkoro Wonogiri. Dari hasil medis tersebut, kemudian di rujuklah ke RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Selama proses itu berjalan, kami buatkan BPJS sebagai bentuk kepedulian kami untuk para pasien. Sehingga, efektifitas serta efisiensi dalam penanganan pun bisa tercapai. Prinsip kami dalam bergerak, bahwa setiap warga miskin yang sakit namun perlu kita bawa ke rumah sakit, maka dari urgenitas sakit yang di alami akan kita ukur dulu. Sehingga, ada waktu untuk menguruskan BPJS sehingga bisa di gunakan untuk kepentingan pasien secara medis. Urgenitas itu penting, namun juga tidak kalah penting untuk kita memberikan yang terbaik bagi mereka. Setelah penanganan dari RSUD Dr. Moewardi selesai, kita menunggu respon rumah sakit saat kapan untuk dilakukannya operasi. Sebelumnya, Tarno kita bawa ke Dokter specialis internis ( penyakit dalam ). Alhamdulillah, saat ini proses operasi telah di tetapkan, kami di panggil oleh tim dokter dan kemudian waktu operasi akan segera di laksanakan. Saat operasi, membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam. Dari jam 11 siang baru keluar dari ruang operasi jam 6 sore. Alhamdulillah, operasi berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala apapun. Dan, saat ini beliau sudah kami bawa pulang. Kontrol kembali akan dilaksanakan tanggal 20 Januari 2015, selama kami handle, kami berupaya memberikan yang terbaik bagi pasien dampingan kami. Semoga, kondisi beliau akan semakin membaik. Aamiin.

Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 10 Januari 2015
Kurir : @YuliantoNuzul@Mawanhananto

Tarno mengalami sakit hernia dan kanker prostat

Tarno mengalami sakit hernia dan kanker prostat

———

IDI CARSIDI  (40, TB Paru Aktif suspek MDR dan Fraktur Lumbal). Alamat:  RT .6/4 Dusun Wage Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin Kuningan. Pak Idi tidak memiliki kartu BPJS atau Jamkesmas. Tanggungan dalam keluarga Tanggungan dalam keluarga 5 orang. Istrinya bernama Daliah.  Pak Idi  menderita TB paru Aktif Suspek Multi Drug Resisten serta fraktur lumbal karena jatuh setahun yang lalu. Ia menjalani terapi RS El Syifa Kuningan setiap 2 minggu. Pak Idi sebagai kepala keluarga hanya bisa pasrah dengan penyakit yang menyerangnya. Ia harus menggunakan bantuan oksigen setiap sesak menyerangnya. Ia juga memerlukan fisioterapi untuk kesembuhannya. pak Idi juga memerlukan suntikan streptomycin.  Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat bertemu dengan pak Idi sehingga santunan dapat diberikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin via fauzimauludin @hapsarigendhis

Idi TB Paru Aktif suspek MDR dan Fraktur Lumbal

Idi TB Paru Aktif suspek MDR dan Fraktur Lumbal

——–

AURELIA BINTI NURYAMIN (12, typhus). Alamat : Kp. Bantar Peteuy RT/RW .3/9, Kelurahan Tajur Kecamatan Bogor Timur, Bogor Timur Jawa Barat. Aurelia adalah putri dari bapak Nuryamin (35) seorang tukang cukur di sebuah kios kecil dekat rumahnya. Ibunya, Melaniati (32) seorang ibu rumah tangga. Pada tanggal 2 Januari 2015, Aurel mulai mengeluh sakit di bagian perut sebelah kiri disertai demam dan sakit kepala. Aurel hanya dirawat dirumah kontrakannya saja dan diobati dengan obat yang dibeli di warung karena tidak ada biaya untuk berobat. Kurir #SR mendapat informasi mengenai Aurel tersebut, kemudian membawa Auriel ke UGD RSUD Karya Bhakti Bogor untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium Aurel diperbolehkan  pulang. Menurut dokter Aurel mengalami gejala typhus. Penyakitnya ini disebabkan pola hidup dan pola makan yang kurang bersih dan sehat. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan telah menyampaikan bantuan awal kepada Pak Nuryamin dan Ibu Melaniati untuk biaya berobat Aurelia dan serta kebutuhan sehari-hari. Mereka berdua mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Jumlah Bantuan: Rp 500.000,-
Tanggal : 9 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @omguguh @tutikandeo @hapsarigendhis

Aurelia sakit typhus

Aurelia sakit typhus

——–

KUSWATI MUSTOPA (40. Keguguran) Alamat : Jl. Pangkalan Jati VI RT5/5 No 38. Kelurahan Cipinang Melayu. Kecamatan Makasar Jakarta Timur. Keguguran salah satu hal yang paling ditakutkan oleh para ibu hamil. Bayangan memiliki bayi kecil yang mengemaskan lenyap sudah ketika dokter memvonis keguguran, begitu juga apa yang dialami oleh ibu Kuswati, istri dari bapak Mustopa (32) ini mengalami musibah keguguran di usia kandungannya memasuki usia 3 bulan, Bapak Mustopa seorang difabel yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang service elekronik ini sangat kebingungan saat tiba-tiba istrinya mengalami pendarahan, dibantu para tertangganya ibu Kuswati dibawa ke klinik bersalin Trio Kasih Pangkalan Jati untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil pemeriksaan dokter, ibu Kuswati divonis mengalami keguguran, Pasca keguguran, keluarga ini harus melunasi biaya perawatan sebesar Rp. 2.500.000,- beban biaya pasca keguguran menjadi beban untuk bapak Mustopa, penghasilannya hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saja. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dan ikut meringankan beban keluarga ini, bantuan untuk membantu biaya perawatan rumah sakit sudah disampaikan.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 15 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik @harjie_anis

Kuswati menderita Keguguran

Kuswati menderita Keguguran

——–

MOHAMMAD ADAM (47,  Stroke). Alamat : Kp. Cabang Pulo Bambu RT.1/1, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sudah 1 tahun Pak Adam tidak bekerja lagi sebagai pegawai desa di tempat tinggalnya semenjak stroke serta kelumpuhan kaki dan tangan sebelah kiri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan pendapatan  istrinya yang bekerja sebagai buruh sawah tetangga. Ibu Maya Pohan (40), istri Pak Adamlah yang saat ini menjadi tulang punggung keluarga dengan tanggungan 3 orang. Awal penyakit Pak Adam bermula 1 tahun yang lalu saat Pak Adam sedang di kamar mandi, tiba-tiba lengan dan tungkai kirinya tidak dapat digerakan yang membuat ia terjatuh di kamar mandi. Berbagai upaya kesembuhan sudah dilakukan oleh keluarga Pak Adam. Namun karena ketiadaan biaya, pengobatan saat ini hanya  urut tradisional saja. Keluarga berencana membawa pak Adam ke rumah sakit agar pengobatannya  lebih maksimal. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan awal untuk biaya  pengurusan kartu BPJS dan  biaya selama di rumah sakit nantinya.  Suasana haru terjadi saat kurir @SRbergerak menemui Pak Adam di rumahnya untuk menyampaikan bantuan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2015
Kurir: @ddsyaefudin @SuharnaYana @aaiyom @hapsarigendhis

Adam menderita Stroke

Adam menderita Stroke

———

RUSWOYO BIN ADAM (60,  Stroke). Alamat: Perum Bekasi Timur Regency Blok 7/73 RT.3/8, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ruswoyo tinggal disebuah rumah kontrakan bersama istri, Ratna Lesmana Shari (47) yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja rumah tangga di rumah tetangganya. Pada pertengahan tahun 2005, kedua kaki pak Ruswoyo mengalami pembengkakan dan bernanah. Ia hanya  meminta bantuan dokter di dekat rumahnya. Setelah diberi alkohol dan antibiotik, dokter juga menyarankan agar pola makannya diatur. Luka di kaki pak Ruswoyo semakin membaik. Namun, selang  beberapa waktu kemudian, kaki pak Ruswoyo sering terasa lemah dan tidak dapat digerakan yang membuat ia sering terjatuh. Saat ini pak Ruswoyo mengalami kelumpuhan kaki sebelah kanan. Ia sudah berobat dan dikatakan mengalami stroke. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti pampers, suplemen dan lainnya, dipenuhi dari  pendapatan istrinya.  Alhamdulillah, kurir @SRbergerak dapat bertemu pak Ruswoyo dan telah menyampaikan bantuan awal untuk membantu membeli keperluan sehari-hari.  Ucapan terimakasih yang tulus menyertai saat Kurir @SRbergerak pamit dari rumahnya. Semoga Allah memberi kesembuhan. Aamiin.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 17 Januari 2015
Kurir :  @ddsyaefudin @SuharnaYana @Kikie_SR @hapsarigendhis

Ruswoyo menderita Stroke

Ruswoyo menderita Stroke

———

MUHAMAD SULAIMAN (26, Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal). Alamat: Tridaya Indah 2 Blok C7/4 RT.2/3, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayah Sulaiman, Pak Ujang Sukiman (61) adalah seorang penarik becak odong-odong. Meskipun pak Ujang sering sakit namun tidak ada pilihan lain demi untuk menghidupi keluarganya. Demikian pula ibunya, Bu Fatimah (50). Bahkan adiknya yang bernama Muhamad Yusuf (23), sudah lama mengalami gangguan kejiwaan. Pada tahun 2006, ketika Sulaiman sepulang dari sekolah ia mendapat musibah yang menimpanya hingga membuat ia lumpuh sampai saat ini. Kejadian di sekitar Cempaka Putih Jakarta, ketika segerombolan anak-anak sekolah dari sekolah lain menyerang Sulaiman dengan senjata tajam dan benda tumpul. Sulaiman mengalami luka bacok dan memar di sekujur tubuhnya. Sulaiman pun terkapar di pinggir jalan tak sadarkan diri. Dengan bantuan masyarakat sekitar Sulaiman dibawa ke RSCM Jakarta. Di rumah sakit ini Sulaiman menjalani perawatan selama 2 bulan dan dilakukan pemasangan pen permanen di punggung. Ia dinyatakan lumpuh.  Sulaiman  juga pernah dirujuk ke RS Fatmawati Jakarta dan dirawat selama 2 bulan. Belum cukup cukup sampai di sini, pada bulan juli 2013, Sulaiman merasakan nyeri perut hebat.  Berkat kepedulian warga sekitar, ia dibawa ke RSUD Cibitung untuk mendapatkan perawatan. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Sulaiman dinyatakan menderita gangguan lambung  dan pembengkakan ginjal. Karena keadaan keluarga tidak memungkinkan Sulaiman terus dirawat di RSUD Cibitung, akhirnya diputuskan untuk menjalani perawatan di rumah. Hingga saat ini, Sulaiman hanya melakukan perawatan sendiri dengan membersihkan luka dengan kain kasa dan larutan Nacl. Alhamdulillah, kurir @SRbergerak telah menyampaikan bantuan awal untuk membeli obat pembersih luka dan keperluan sehari-hari. Semoga dengan bantuan ini dapat meringankan beban Sulaiman dan orang tuanya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 18 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana  @Kikie_SR  @hapsarigendhis

Sulaiman sakit Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal

Sulaiman sakit Lumpuh, Gangguan Lambung dan Pembengkakan Ginjal

———

RUMAH CINTA ANAK KANKER BANDUNG, Adalah Rumah Singgah khusus untuk memfasilitasi anak-anak yang berjuang melawan penyakit kanker dari seluruh penjuru Jawa Barat yang berobat ke RSUP.Hasan Sadikin Bandung dan RS.Cicendo, bahkan ada yang berasal dari Sumatra dan Kalimantan. RCAK BANDUNG ini terletak di Jl. Bijaksana Dalam No.11, RT.10/3, Kelurahan Pasteur, Sukajadi Kodya Bandung. Didirikan oleh bapak Supendi Wijaya 2 tahun lalu bertujuan meringankan beban anak penderita kanker berserta orangtuanya yang tidak mampu secara ekonomi. Fasilitas yang diberikan berupa Makanan sehat gratis yang setiap hari diberikan baik kepada Pasien maupun Keluarganya yang tinggal Di Rumah Cinta maupun yang sedang dirawat di rumah sakit, juga memberikan dana transportasi dan Sekolah Pembelajaran, Motivasi Edukasi serta Pembinaan Karakter Bagi Pasien serta Orangtuanya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk RCAK Bandung yang saat ini dalam keadaan darurat membutuhkan sembako dan keperluan makanan lainnya untuk anak-anak kanker tersebut, upaya bersama saling membantu anak-anak yang sedang dalam penderitaan melalui RCAK Bandung. Santunan sebelumnya masuk di Rombongan 659.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 19 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung

Bantuan untuk RUMAH CINTA ANAK KANKER BANDUNG

Bantuan untuk RUMAH CINTA ANAK KANKER BANDUNG

——-

AGUSTINI NURMAN, (35, Tumor Pipi). Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Agustini istri dari bapak Nurman, seorang nelayan, sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya persalinan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 657. Ibu Agustini tanggal 15 Januari 2015 telah melahirkan dengan selamat bayi perempuan dengan berat 3,6 kg, selama pengobatan dan menunggu jadwal operasi tahap ke dua rekontruksi wajahnya ibu Agustini mengandung.dan Alhamdulillah kondisi ibu Agustini dan anaknya pasca melahirkan dalam keadaan sehat walafiat,

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 17 Januari 2015
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Agustini menderita Tumor Pipi

Agustini menderita Tumor Pipi

——–

PARIYEM (62 TAHUN, KANKER TULANG BELAKANG ), ini merupakan bantuan kedua dalam proses penyembuhan pasien Pariyem yang kami handle. Tinggal di dusun Klampisan RT02/10, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah.  Setelah menjalani proses medis selama kurang lebih 1,5 bulan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta, akhirnya beliau di perbolehkan untuk kembali ke rumah. Secara medis, dokter menilai jika perkembangan pasca operasi semakin membaik. Sehingga, saat ini Pariyem hanya tinggal menjalani proses kontrol rutin yang sudah terjadwalkan. Rencananya, Selasa, 20 januari 2015 kita akan kembali mengantarnya ke rumah sakit untuk kontrol pertamanya. Pada saat beliau masih di Moewardi, ada alat yang wajib di beli semacam alat untuk terapi tulang belakang. Mau tidak mau, alat itupun kita belikan agar membantu progress penyembuhan sakitnya. Kami berharap dalam penanganan ini bisa berjalan dengan baik, keluarga nya mengucapkan terimakasih yang banyak karena #sedekahrombongan membantu mereka. Karena, hampir empat tahun belakangan ini, karena kondisi ekonomi yang tak mampu tidak ada tindakan medis apapun untuk menangani sakit Pariyem tersebut. Karena sakit itu, beliau tidak bisa berjalan selama itu. Pariyem mempunyai duan anak yang masih bersekolah, sang suami hanya bekerja serabutan. Hasil kesehariannya pun hanya cukup untuk kebutuhan pokok mereka. Saat ini, kami juga berupaya semakin menjalin kerjasama dengan pihak rumah sakit. Karena dengan kebersamaan serta kerjasama yang baik itu kemudahan akan kita rasakan bersama. Penyampaian amanah kepada kami untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat tak mampu seperti Pariyem ini semaksimal mungkin ihktiar itu kita jalankan. Karena barangkali masih banyak seperti beliau yang sangat membutuhkan bantuan, dan selalu teriring doa bagi kurir #sedekahrombongan, yang berjuang serta bergerak untuk memberikan yang terbaik, meluangkan waktu dan tenaga demi kesembuhan pasien – pasien yang kita handle. Semoga, para #sedekaholics pun selalu mendapatkan rejeki yang berkah melimpah. Ikhtiar ini semoga mendapatkan kemudahan, dan beliau bisa sembuh kembali. Aamiin.

Bantuan : Rp. 2.935.000,-
Tanggal : 13 Januari 2015
Kurir : @YuliantoNuzul@Mawanhananto

Ibu Pariyem menderita KANKER TULANG BELAKANG

Ibu Pariyem menderita KANKER TULANG BELAKANG

——–

MURTINEM BINTI PARTIJO, 29 Tahun, sakit tangan dan kaki tidak bisa digerakkan. Alamat : Rambut Gono Rt. 01/Rw. 08, Plosari, Patean, Kendal, Jawa Tengah.
Ibu Murtinem awalnya merasa kesemutan, namun stelah 3 minggu, seluruh tubuh yaitu tangan dan kaki tidak bisa digerakan. Sudah mencari pengobatan ke RSUD TEMANGGUNG tapi belum diketahui penyakitnya. Dan disarankan untuk berobat ke Semarang. Sedekah Rombongan memberi bantuan operasional pengobatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 13 Januari 2015
Kurir : @MarjunulNP, M. Yudan Febrianto

Murtinem sakit tangan dan kaki tidak bisa digerakkan

Murtinem sakit tangan dan kaki tidak bisa digerakkan

——-

JALIL BIN AHMAT umur 37 tahun (belum menikah). Pekerjaan Nelayan. Ayah bernama Ahmat ( 65 tahun, sudah tidak bekerja) dan Ibu bernama Kamaria (63 tahun/IRT). Alamat Desa Towale Kec.Banawa Tengah Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Pak Jalil mengalami sakit muntah dan berak disertai darah. Sudah sekitar 1 bulan mengalami hal tersebut sehingga praktis tidak dapat turun melaut. Hanya dirawat di rumah karena faktor biaya dan tak ada yang menjaga apabila di rumah sakit.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal : 12 Januari 2015
Kurir : @MarjunulNP, Abdul Rasyid

Bantuan untuk Jalil

Bantuan untuk Jalil

——–

WIWIK WARIS WIYANTI / 53 taun
Alamat : Cipinang Kebembem Rt 01 Rw 10 no 74 Pisangan Timur Pulogadung Jakarta Timur
Ini adalah bantuan ke 6 setelah sebelumnya dibantu di Rombongan 632, 637, 645, 649 dan 651
Bu Wiwik seorang Janda dengan 2 anak, saat ini tinggal dg Ibunya dan Adiknya. Dulunya bekerja sebagai tukang rias pengantin namun sekarang sudah tidak bisa lagi karena menderita kanker Nasofaring. Awal mula diketahui ada penyakit ini bu Wiwik mengalami pendarahan dihidung selama 3 bulan sejak bulan Mei 2014 tidak sembuh-sembuh. Ahirnya berobat ke bagian Onkologi RSUP Persahabatan dilakukan biopsi dan terdeteksi kanker Nasofairing stadium 4. Alangkah kagetnya bu Wiwik atas vonis ini. Kemoterapi ke-1 tgl 9 september 2014 Kemoterapi ke-2 tgl 9 Oktober 2014 kemoterapi ke-3 tanggal 4 November 2014. Biaya ditanggung BPJS. Sekarang semua gigi bu Wiwik telah dicabut karena kankernya telah menyebar dan untuk menghindari inveksi dan kesakitan yang luar biasa.Setelah kemo ke tiga berarti sudah melewati satu tahap paket pengobatan dengan selamat kondisi sehat Alhamdulilah. Setelah CT Scan yang sudah dilaporkan pada rombongan 637, dilanjutkan radiasi 33x yang dimulai tgl 16 desember 2014. Bu Wiwik menjalani terapi Radiasi setiap hari, biaya dicover BPJS. Tetapi ada syarat yang diminta oleh Rumah Sakit yaitu tes darah rutin setiap 5 hari Radiasi. Kami memilih dg biaya sendiri karena kalau BPJS antrinya panjang. Dalam bulan Januari ini diperlukan tes darah rutin selama 6 x untuk jadwal radiasi 33 x. Dokter memberikan resep untuk Vitamin dan susu khusus untuk penderita kanker juga dengan biaya sendiri.

Jumlah bantuan 1700.000,-
Tanggal 15 Januari 2015
Kurir : @MarjunulNP

Bantuan untuk Wiwik

Bantuan untuk Wiwik

——–

SUDARSONO dan MISEM (72 TH dan 70 TH, sakit mata dan kangker kulit ). Bpk. SUDARSONO sekitar 30 th yang lalu mengalami kecelakaan kerja pada saat beliau bekerja di pabrik penyamakan kulit di bogor. Wajah beliau tersiram air keras H2SO4 yang menyebabkan wajah beliau melepuh. Pihak pabrik mengobati beliau hingga dilakukan operasi plastik untuk merekonsruksi kembali wajah beliau namun tidak sampai tuntas karena pada saat itu pihak pabrik kesulitan biaya. Beliau memutuskan kembali ke Purwokerto dan beberapa tahun yang lalu mata kiri beliau mengalami gangguan dan terasa sakit sekali setelah diperiksakan matanya harus segera diangkat karena sudah rusak, dan akhirnya diangkatlah mata tersebut di RSUD Margono. Saat ini mata sebelah kanan juga mengalami hal serupa terasa sakit namun belum diperiksakan karena ketiadaan biaya. Ibu MISEM istri beliau juga menderita kangker kulit ada benjolan di telinga seharusnya diangkat beserta telinganya namun ibu MISEM menginginkan hanya benjolannya saja yg diangkat. Setelah operasi penganggkatan seharusnya ibu MISEM diwajibkan kemoterapi namun belum dapat dilakukan karena ketiadaan biaya. Saat ini mereka berdua hidup menumpang dirumah cucunya yang bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Wage. Akhirnya #SedekahRombongan membuatkan BPJS untuk Bpk.SUDARSONO dan Ibu MISEM supaya beliau – beliau dapat berobat kembali dan menjalani perawatan sebagaimana mestinya di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Bantuan untuk sudarsono dan misem

Bantuan untuk sudarsono dan misem

——–

HATRIONO ( 26TH, HNP atau SYARAF TERJEPIT ) warga RT 07 RW 04 Bobosan Purwokerto Utara. Kurang lebih 3 th yang lalu, berawal dari kaki kesleo karena bermain bola, HATRIONO saat ini kondisi kakinya lumpuh tidak bisa digerakkan. Saat kakinya kesleo beberapa hari kemudian dilakukan pemijatan ke tukang urut, namun selang beberapa minggu kemudian kedua kakinya malah sudah tidak bisa digerakkan sama sekali. Dari hasil pemeriksaan dokter di Rrumah Sakit, Mas HATRIONO mengalami syaraf terjepit dan upaya yang dilakukan dokter dilakukan penyinaran dan terapi gerak. Namun baru beberapa kali dilakukan penyinaran dan terapi saat ini sudah berhenti karena ketiadaan biaya untuk akomodasi ke Rumah Sakit. Ibunya bu GIYEM bekerja serabutan dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Mas HATRIONO sangat semangat untuk bisa sembuh dan juga kepengin bisa mandiri sehingga nantinya bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dan tidak merepotkan orang lain. Saat ini Mas HATRIONO sangat ingin mandiri dan saat kami tanyakan dia ingin beternak ayam bangkok. Hasil dari beternak nantinya dari jual telur sampai anakan ayam dipergunakan untuk membantu mencukupi kebutuhan hidup dan supaya bisa mandiri. Akhirnya #SedekahRombongan membantu permodalan untuk keinginan usaha Mas HATRIONO dan biaya transportasi ketika kontrol ke rumah sakit. Semoga Mas HATRIONO diberi kesembuhan dan dapat beternak ayam sampai sukses, aamiin…

Jumlah Bantuan Rp. 500.000,-
Tanggal : 20 Januari 2015
Kurir : @arfanesia via @slametpriyadi

Hatriono menderita HNP atau SYARAF TERJEPIT

Hatriono menderita HNP atau SYARAF TERJEPIT

——

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Target Jumlah Bantuan
1 Yesi 500,000
2 Anggita 550,000
3 Siti Karomah 500,000
4 Hartini 750,000
5 Kevin 500,000
6 Nuryanto 500,000
7 Sugito 500,000
8 Syarifatus 550,000
9 Rofiqoh 550,000
10 Angga 550,000
11 Luluk 500,000
12 Wahyu 500,000
13 Ifan 500,000
14 Anisa 500,000
15 Ahmad 750,000
16 Ponpes Al-Anwar 3,900,000
17 MASJID NURUSSALAM 4,000,000
18 Poniran 2,000,000
19 Dita 750,000
20 Caecilia 500,000
21 Ibra 500,000
22 Isma 1,700,000
23 Maryanti 3,245,000
24 Khairil 2,890,000
25 Sania 1,000,000
26 Silvia 500,000
27 Tarno 2,000,000
28 Idi 500,000
29 Aurelia 500,000
30 Kiswati 1,000,000
31 Adam 500,000
32 Ruswoyo 500,000
33 Sulaiman 500,000
34 RCAK Bandung 2,000,000
35 Agustini 2,000,000
36 Pariyem 2,935,000
37 Murtinem 500,000
38 Jalil 500,000
39 Wiwik 1,700,000
40 Sudarsono Misem 1,500,000
41 Hatriono 500,000
Total 46,320,000

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 46,320,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 662 ROMBONGAN

Rp. 23,019,633,157,-