KHASANATUN (49), adalah warga RT.3 RW.2 Dk.Bandaran Ds.Rowosari Kec.Ulujami, Kab.Pemalang Jawa Tengah. Sejak 2 tahun lalu beliau menderita Tumor Kelenjar Pankreas dan saat ini beliau sudah berobat di RSUP Kariadi Semarang. 2 bulan lalu beliau menjalani operasi dan sekarang harus menjalani pemeriksaan rutin serta kontrol pasca operasi ini. Namun karena keterbatasan biaya, proses pengobatan beliau sempat tertunda. Saat ini beliau kami dampingi proses pengobatannya agar berjalan lancar. Santunan ini ditujukan untuk membayar biaya opname, kontrol dan obat saat di RS.Mahardika Yogyakarta, saat kondisi lemah ibu khasanatun perlu perbaikan KU, biaya opname di RSUP. Hardjolukito Yogyakarta, kontrol, obat dan Akomodasi untuk pulang pergi jogja Pemalang Jawa Tengah. Dan sebelumnya sudah masuk di rombongan 641.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.255.300,-
Tanggal : 5 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @admin

Khasanatun beliau menderita Tumor Kelenjar Pankreas

Khasanatun beliau menderita Tumor Kelenjar Pankreas

———

SUYATMI (54) adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari bapak Rusdi (58) yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran di perempatan pojok beteng wetan Jogja. Ibu Suyatmi yang bertempat tinggal di Soronanggan RT 42 RW 21 desa Tawang Sari, kecamatan Pengasih, kabupaten Kulonprogo, beliau memiliki 5 anak dan 6 cucu, hanya anak bungsu yang masih ikut beliau. Berawal dari sakit gula dan sempat kehilangan memorinya, sekarang beliau tidak bisa melihat dengan jelas, setiap benda yang dilihat hanya berupa bayangan hitam. Saat ini suaminya menganggur karena harus menjaga Ibu Suyatmi. Bantuan ini digunakan untuk pengobatan mata beliau yang bermasalah. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 641.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.362.000,-
Tanggal : 19 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @Royekanala @admin

Suyatmi sakit gula dan sempat kehilangan memorinya dan kini matanya tidak jelas melihat

Suyatmi sakit gula dan sempat kehilangan memorinya dan kini matanya tidak jelas melihat

———-

SUTARNI (55thn) bertempat tinggal di wirosari RT 012 RW 005, somopuro, jogonalan, Klaten. Pekerjaan beliau sehari-hari adalah menjualan nasi, minum, dll. penghasilan beliau rata-rata 10-20rb per hari. Bu Sutarni Mempunyai riwayat penyakit yaitu jantung sejak 15 tahun yg lalu, tiap bulan menjalani pengobatan alternatif,pada tahun 2014 masuk Rumah Sakit sebanyak 3 kali, biasanya ke Rumah Sakit hanya ketika jantungnya terasa sakit, kalau tidak terasa sakit beliau pun tidak memeriksanya. terakhir kali ke Rumah sakit tegalyoso bulan ini dan beliau masuk ranap. Untungnya beliau mempunyai jaminan kesehatan ASKES untuk meringankan pengobatannya, beliau pernah dibantu berobat sebelumnya. Bu Sutarni mempunyai anak 1, tinggal dgn ibunya anaknya bekerja sebagai satpam dan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Bantuan di berikan untuk akomodasi pemeriksaan di Rumah Sakit Pusat Sardjito dan pembelian obat diluar jaminan. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 614.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.157.500,-
Tanggal : 20 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @Royekanala @ninikns

Sutarni Mempunyai riwayat penyakit jantung

Sutarni Mempunyai riwayat penyakit jantung

——–

PASIEN RSSR JOGJA, pasien dampingan #SedekahRombongan di yogyakarta yang menderita kanker dan tumor lebih dari 36 orang. Kondisi mereka sangat parah, ada yang bertahun-tahun kankernya tidak diobati sehingga sudah menyebar ke organ lainnya. Dalam 3 tahun #SedekahRombongan mendampingi pasien kanker mengamati jika hanya mengandalkan obat dokter dalam bentuk kemoterapi banyak pasien yang meninggal ketika usai kemo bahkan ketika kemo berjalan. Kami memutuskan untuk memberikan pengobatan tambahan alternatif kepada pasien #SedekahRombongan. Setelah searching di internet kami mendapat rekomendasi menggunakan Tahitian Noni yaitu ekstrak buah mengkudu yang diproses secara modern di pabriknya di amerika, jepang, china dan eropa. Di youtube lengkap sekali proses produksinya dengan teknolgi yang canggih, serta ribuan testimoni orang-orang yang telah sembuh dari sakit kanker, tumor, bahkan yang sudah luka terbuka bisa sembuh. Kami juga bekerja sama dengan distributor noni dengan mendapatkan harga khusus Rp. 300.000/botol, dari harga normal di apotek 378.000-450.000. Ikhitiar ini kami lakukan agar meminimalisir pasien yang meninggal karena kemoterapi, jika perkembangan bagus bagi pasien-pasien dampingan #SR maka kami akan melanjutkan terapi ini untuk jangka panjang.
Perkembangan pasien kami kami laporkan untuk mengetahui efek dan hasil terapi, dengan meminum Noni dalam dosis tinggi, mulai 30-60ml tiap jam sepanjang hari.
Perkembangan: para pasien merasakan badan yang lebih sehat, buang air besar lancar, yang sering sesak nafas jadi lega.
Beberapa pasien yang kemarin tidak bisa berdiri sekarang bahkan bisa berjalan. Dewi dengan tumor mata sekarang bagian yang membengkak lebih mengecil, kelopak matanya sedikit terbuka. Dewi yang lumpuh sekarang mulai merasakan hangat di kakinya.
Perkembangan positif selalu kami pantau.

Jumlah Pembelian tahap 7: Rp. 13.800.000
Tanggal Penyerahan: 22 Desember 2014
Kurir : @Saptuari

Pasien RSSR Jogja

Pasien RSSR Jogja

——–

PASIEN RSSR JOGJA, pasien dampingan #SedekahRombongan di yogyakarta yang menderita kanker dan tumor lebih dari 36 orang. Kondisi mereka sangat parah, ada yang bertahun-tahun kankernya tidak diobati sehingga sudah menyebar ke organ lainnya. Dalam 3 tahun #SedekahRombongan mendampingi pasien kanker mengamati jika hanya mengandalkan obat dokter dalam bentuk kemoterapi banyak pasien yang meninggal ketika usai kemo bahkan ketika kemo berjalan. Kami memutuskan untuk memberikan pengobatan tambahan alternatif kepada pasien #SedekahRombongan. Setelah searching di internet kami mendapat rekomendasi menggunakan Tahitian Noni yaitu ekstrak buah mengkudu yang diproses secara modern di pabriknya di amerika, jepang, china dan eropa. Di youtube lengkap sekali proses produksinya dengan teknolgi yang canggih, serta ribuan testimoni orang-orang yang telah sembuh dari sakit kanker, tumor, bahkan yang sudah luka terbuka bisa sembuh. Kami juga bekerja sama dengan distributor noni dengan mendapatkan harga khusus Rp. 300.000/botol, dari harga normal di apotek 378.000-450.000. Ikhitiar ini kami lakukan agar meminimalisir pasien yang meninggal karena kemoterapi, jika perkembangan bagus bagi pasien-pasien dampingan #SR maka kami akan melanjutkan terapi ini untuk jangka panjang.
Perkembangan pasien kami kami laporkan untuk mengetahui efek dan hasil terapi, dengan meminum Noni dalam dosis tinggi, mulai 30-60ml tiap jam sepanjang hari.
Perkembangan: para pasien merasakan badan yang lebih sehat, buang air besar lancar, yang sering sesak nafas jadi lega.
Beberapa pasien yang kemarin tidak bisa berdiri sekarang bahkan bisa berjalan. Bu Yahmi yang matanya terkena serpihan kayu tidak merasa perih lagi setelah dikompres Noni. Yeni yang lumpuh sekarang mulai merasakan hangat di kakinya.
Perkembangan positif selalu kami pantau.

Jumlah Pembelian tahap 8: Rp. 15.000.000
Tanggal Penyerahan: 30 Desember 2014
Kurir : @Saptuari

Pasien RSSR Jogja

Pasien RSSR Jogja

———-

Muhammad Riduan bin Maduli, 21 Tahun. Alamat : Sukajadi, Baturaja, Sumatra Selatan. Riduan adalah anak tunggal bapak Maduli, seorang sudah mengalaami buta tuli 24 tahun. Ibu Riduan sudah meninggal. Riduan sebagai tulang punggung keluarga berprofesi tukang ojek dan bisa membiayai kuliah dari mengojek dan sebagian lagi pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 1 bulan lalu, Riduan sepulang kuliah dirampas motornya dan ditusuk oleh perampok. Menjalani pengobatan 2 minggu di rumah sakit Baturaja. Pengobatan terbantu surat keterangan dari kelurahan namun bebas biaya kamar saja. Riduan sekarang sudah pulih, beliau sekarang membutuhkan motor untuk kerja.

Jumlah bantuan Rp. 1.000.000,-
Tanggal penyerahan :19 Desember 2014.
Kurir : @MarjunulNP, M. Yudan Febrianto

Riduan sepulang kuliah dirampas motornya dan ditusuk oleh perampok

Riduan sepulang kuliah dirampas motornya dan ditusuk oleh perampok

——-

Riska Yanti binti Sarudin (19 tahun/IRT) suami bernama Jemi bin Umar (28 tahun/pekerjaan buruh bangunan), anak satu orang (berumur satu bulan 10 hari). Alamat Jl.Poros Donggala-Mamuju Kec.Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Riska dilarikan ke RSUD Kabelota Donggala akibat beberapa kali tidak sadarkan diri (saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui penyakit yg diderita). Sudah beberapa hari hanya dirawat dirumah seadanya sehingga kondisi tubuh semakin lemah dan susah bernafas.

Jumlah bantuan Rp.1.000.000,-
Tanggal diserahkan :20 Desember 2014
Kurir :@MarjunulNP, Abdul Rasyid

Ibu Riska dilarikan ke RSUD Kabelota Donggala akibat beberapa kali tidak sadarkan diri

Ibu Riska dilarikan ke RSUD Kabelota Donggala akibat beberapa kali tidak sadarkan diri

———

Emila Binti Ama (umur 32 thn /IRT) suami bernama Marlan bin supardi (umur 33 thn/Sopir), anak 2 orang (masih balita), alamat Lrg.2 Km3 Kelurahan Maleni Kec.Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Emila mengidap penyakit kista dan berkeinginan untuk dioperasi. Kondisi suami sebagai sopir dan berpenghasilan tidak tetap membuat ketersediaan kebutuhan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari semakin sulit.

Jumlah bantuan : Rp.1.000.000,-
Tanggal penyerahan : 20 Desember 2014
Kurir : @MarjunulNP, Abdul Rasyid

Ibu Emila mengidap penyakit kista

Ibu Emila mengidap penyakit kista

——

Irham Bin Palawa (32 tahun/pekerjaan nelayan), istri bernama Ningsih Binti Pundi Aco (29 tahun/IRT), anak 4 orang (2 laki-laki 2 orang perempuan), alamat Dusun 1 Tintilo Desa Towale Kec.Banawa Tengah Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Pak Irham sudah 4 hari dirawat di RSUD Kabelota akibat buang air besar diserta darah yg mengental. Dokter menyarankan untuk tetap dirawat dalam beberapa hari kedepan. Dengan kondisi seperti ini maka pak Irham tak dapat melaut lagi untuk bisa menghidupi keluarga.

Jumlah bantuan : Rp.500.000,-
Tanggal penyerahan : 26 Desember 2014
Kurir : @MarjunulNP, Abdul Rasyid

Pak Irham sudah 4 hari dirawat di RSUD Kabelota akibat buang air besar diserta darah yg mengental

Pak Irham sudah 4 hari dirawat di RSUD Kabelota akibat buang air besar diserta darah yg mengental

——-

Enny Anggraini 48 tahun
Alamat Bronggang RT 01/27 Argomulyo Cangkringan Sleman.
Bu Enny adalah penderita Kanker Serviks stadium 3B dan menjadi penghuni di RSSR selama 4 bulan. Sudah kemoterapi 6x dan dilanjutkan penyinaran 4x namun fisiknya drop dan kena ginjal dan dilakukan hemodialisa selama 2 bulan ini seminggu 2x.
Kemaren bu Enny mengalami sesak napas dan dilarikan ke Rumah Sakit namun pagi subuh boleh kembali karena menurut dokter tidak ada penyakit paru2. Namun masih tetap menggunakan tabung udara di Rumah Singgah.
Setelah dilakukan terapi oleh tim kami sesak napas bu Enny sudah lega. Ternyata sesak napasnya disebabkan ketakutannya karena mendengar dokter bilang kankernya telah menyebar.
Dalam sesi terapi juga bu Enny mengaku punya utang 1 juta tapi tidak bisa membayar.
Uang 1 juta itu untuk membayar tagihan rumah sakit 7 bulan lalu yg pinjam ke takmir masjid 500rb dan pak Dukuh 500rb
Bantuan SR sebelumnya di Rombongan 599

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir dan terapis : @MarjunulNP
Tanggal 22 Desember 2014

Bu Enny adalah penderita Kanker Serviks stadium 3B

Bu Enny adalah penderita Kanker Serviks stadium 3B

———

MURSIHANA, 28 tahun, inveksi gangguan pencernaan, warga dusun Jetak Sendangtirto Berbah Sleman Yogyakarta, pernah mendapat bantuan dari #SedekahRombongan ketika berobat di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul dan pernah dirawat hingga 1 minggu lamanya. Saat ini kondisinya kembali sakit, dia membutuhkan bantuan kembali untuk pengobatannya, di dampingi suaminya pak Saryadi pengobatan dilanjutkan hingga sembuh total. Kondisi keluarganya dengan 2 orang anak yang masih kecil tidak terurus maksimal karena ibunya yang masih sakit-sakitan. Bantuan ini untuk proses berobat lebih lanjut.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000
Tanggal penyampaian: 29 Desember 2014
Kurir: @Saptuari via Vina

Mursihana menderita inveksi gangguan pencernaan

Mursihana menderita inveksi gangguan pencernaan

——–

PASIEN RSSR JAKARTA, Seperti diawali dengan pasien-pasien dampingan yang ada di RSSR Jogja, mereka yang menderita kanker dan begitu lamanya mengikuti tindakan-tindakan penyinaran dan kemoterapi yang terkadang sebagian dari pasien yang sudah tidak kuat fisiknya bahkan ada yang sampai meninggal karna penyakitnya yang sudah parah. RSSR Jakarta pun memulai menggunakan alternatif untuk pasien dengan mengkonsumsi ekstrak buah Noni berbentuk cairan dan juga dikonsultasikan dengan dokter spesialis dari distributor Tahitian Noni tersebut agar tindak mengganggu obat-obatan dari rumah sakit yang saat ini sedang dikonsumsi juga. Langkah pertama terapi untuk 5 orang pasien kita siapkan sebanyak 20 botol untuk dikonsumsi rutin selama 10 hari, semoga upaya altyernatif ini dapat membantu penyembuhan para pasien kanker yang saat ini dalam dampingan #SedekahRombongan.

Jumlah Pembelian : Rp. 6.000.000
Tanggal : 15 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pasien RSSR Jakarta

Pasien RSSR Jakarta

——-

SOPA NUR PAOJA, (6). Penyakit: Lupus. Alamat: Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Sopa, putri bp. Amin (44) dan ibu Ikoh (32) ini sudah lebih dua tahun yang lalu menderita Lupus. Ayah Sopa seorang buruh harian lepas yang memiliki tanggungan sebanyak 7 orang. Sebelum rutin berobat di RSHS, pengobatan lupus Sopa sempat terhenti karena ketiadaan biaya. Saat ini Sopa sudah kontrol teratur di RSHS Bandung. Alhamdulillah bantuan dari sedekaholic #SR sudah diberikan kepada Sopa dan orangtuanya. Ia menjadi pasien dampingan #SR dan santunan sebelumnya sudah masuk di rombongan 643. Perkembangan kondisi Sopa terus membaik meski tetap harus kontrol secara rutin. Santunan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk membeli obat-obatan yang amat ia butuhkan karna tidak dijamin oleh fasilitas kesehatan yang dimilikinya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 15  Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung

Sopa menderita sakit Lupus

Sopa menderita sakit Lupus

——–

TIAS B. CAHYANINGSIH, (12), Riwayat penyakit : Tumor Medula, Alamat : Jl.Asem Raya, RT.8/8, Duri Kepa, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Tias B. Cahyaningsih gadis malang ini terkena Tumor Medula sejak tahun 2008, yang berakibat syaraf motoriknya di bagian tulang belakang tidak berfungsi dan hanya dapat berbaring. Saking lamanya berbaring bagian pinggul/pantat Tias membusuk dan berdarah. Anak yatim dari ibu Nurhayati (32), beserta 2 orang saudaranya yang salah satunya juga terkena Tumor Otak namun tak mampu berobat. Sungguh iba kita melihat keluarga ini sampai-sampai untuk makanpun mereka kesulitan. Difasilitasi Gakin hanya untuk perobatannya, saat bu Nurhayati ibunda Tias bertemu di RSCM dengan Kurir #SedekahRombongan beliau sedang makan sisa jatah Tias makan dari RSCM. Sudah setahun lebih Tias dalam dampingan #SR namun kondisi kesehatan Tias tidak ada perubahan kearah kesembuhan malah kedua belah kakinya sudah tidak bisa digerakkannya lagi/lumpuh permanen. Kembali #SR menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya operasional dan juga kebutuhan-kebutuhan untuk keperluan perobatan seperti membeli kain kasa, diapers yang memang rutin dipergunakannya juga obat-obatan rujukan dokter, setelah bantuan sebelumnya masuk Rombongan 586. Saat dikunjungi Kurir #SR Tias tinggal di Rumah SInggah Harapan milik sebuah yayasan yang juga membantu memfasilitasi dalam berobat untuk kesembuhannya. kondisi Tias stabil kontrol rutin di RS Siloam Jakarta selama dua minggu sekali tetap dilakukannya. Tias terlihat bugar walaupun kedua kakinya sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Tias menderita Tumor Medula

Tias menderita Tumor Medula

———

KANIA LARISTA (6 bulan, jantung bocor) Putri pasangan Bp. Wahyu Krisnanto (26) dan Ibu Purwanti (23) yang tinggal di Wonorejo RT 01 RW 13, Alastuwo, kebakramat, Karanganyar, Jawa Tengah. Awalnya Kania mengalami batuk-batuk tiada henti dan oleh kedua orangtuanya Kania diperiksakan ke di puskesmas setempat. Namun, hasil yang didapat tidak kunjung membaik, batuk Kania semakin parah dan bertambah dengan muntah. Karena tidak sanggup menangani puskesmas pun menyarankan agar Kania diperiksakan ke RS Karanganyar, setelah diperiksakan, Kania justru diberi rujukan ke RS Moewardi karena RS Karanganyar juga tidak sanggup menangani. Di RS Moewardi (RSDM) diketahui jika Kania menderita Jantung Bocor, pihak RSDM selanjutnya menyarankan agar Kania melanjutkan pengobatan di RS Harapan Kita Jakarta. Namun, dengan keadaan Pak Wahyu yang bekerja sebagai buruh tekstil dengan penghasilan Rp. 1.060.000,- / bulan, tentu tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya berobat Kania, meski memiliki BPJS tetapi masih terdapat beberapa obat yang tidak tercover BPJS yang harus ditanggung oleh orangtua Kania. Alhamdulillah, PMI bersedia menanggung biaya pengobatan Kania selama berada di RS Harapan Kita Jakarta. Meskipun demikian, Pak Wahyu, kesulitan  untuk memenuhi kebutuhan selama berada disana, seperti tempat tinggal dan akomodasi. Oleh karena itu, Tim #SedekahRombongan kemudian membantu Kania untuk dapat memenuhi kebutuhan selama berada disana, bantuan lanjutan untuk biaya kos disekitar RS Jantung Harapan Kita Jakarta telah disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk pada Rombongan 652. Kondisi Kania Larista sempat drop sesampainya di Jakarta. Kania Larista sempat dirawat inap selama lima hari di RSAB Harapan Kita, saat di kunjungi Kurir #SR. Alhamdulillah kondisi Kania Larista sudah stabil dan sudah siap untuk melakukan kontrol pertamanya ke Poli Jantung di RS Harapan Kita Jakarta. semoga kondisinya tetap stabil dan dilancarkan dalam proses pengobatannya. amiin.

Jumlah Santunan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Desember 2014.
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Kania menderita Jantung Bocor

Kania menderita Jantung Bocor

——

NADIA PUTRI (1,5 tahun, Bronchopneumoni Dextra/Radang Paru sebelah kanan). Alamat: Kp. Gandu Poncol RT.1/1, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayah Nadia, Pak Sarnadi (35) adalah seorang pedagang gorengan dan ibunya Bu Ratnasari (24), seorang ibu rumah tangga. Riwayat penyakit pada saat usia Nadia 5 bulan, mengalami gejala panas tinggi yang di sertai kejang-kejang. Keluarga langsung membawa Nadia ke RS. Bakti Husada Cikarang dengan jaminan Jamkesda. Di RS. Bakti Husada, Nadia diinfus untuk menurunkan suhu panas tubuhnya selama 2 hari. Dari hasil pemeriksaan di RS. Bakti Husada, Nadia terkena penyakit Bronchopneumoni Dextra. Semenjak itulah Nadia sering mengalami sakit panas mendadak disertai kejang-kejang hampir setiap bulan. Alhamdulillah saat ini Nadia sudah punya kartu BPJS untuk sebagai jaminan saat ke Rumah Sakit. Dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pas an dan jumlah tanggungan 3 orang, Pak Sarnadi mengantar Nadia ke RS dan bahkan menunggu di RS ketika harus dirawat karena panas yang dialami Nadia belum juga turun. Saat ini di usia 1,5 tahun, Nadia belum bisa berjalan. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk Nadia, yang akan digunakan untuk membeli asupan bergizi seperti ikan, susu, telor dan daging untuk membantu pertumbuhan dan penyembuhannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 26 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @mardisay @abu_fatan @hapsarigendhis

Nadia menderita Bronchopneumoni Dextra/Radang Paru sebelah kanan

Nadia menderita Bronchopneumoni Dextra/Radang Paru sebelah kanan

——–

RIA SAPITRI (20, Eklampsia). Alamat: Dusun Lubul Ruso I. RT.3,  Pemayung, Batanghari, Jambi. Suami bu Ria, Bpk. A.Subhan (36), bekerja sebagai penyelam lepas yang mengumpulkan besi-besi tua di dasar sungai serta kadang juga jadi buruh pikul kalau ada yang memerlukan bantuannya. Mereka tinggal terpisah karena pak Subhan harus ke kota Jambi untuk mengumpulkan uang dan baru pulang  ke rumah  di Dusun Lubuk Ruso 2-3 minggu sekali. Sehari-hari bu Ria lebih banyak tinggal bersama kedua orangtuanya. Rumah mereka sederhana,  terbuat papan dengan penerangan hanya  1 lampu teplok dan baru 1 minggu ini menumpang lampu dari rumah tetangganya.  Jarak tempuh desa mereka dengan jalur utama lintas Sumatra memerlukan waktu 4 jam. Pada tanggal 23 Desember 2014, bu Ria yang sedang hamil anak pertama dengan usia kehamilan sekitar 27-28 minggu dibawa ke UGD RSUD Kota Abdul Manap Jambi dalam keadaan kejang dan tidak sadarkan diri. Pada saat dilakukan pemeriksaan  fisik dan tanda vital, tekanan darahnya 195/128 mmHg. Dokter mendiagnosis eklampsia dan segera memberi tatalaksana melalui infus (IVFD) serta berencana mengakhiri kehamilan bu Ria (terminasi) dengan operasi sectio cesaria. Namun karena ruang ICU penuh, ia dirujuk ke RS Mataher Jambi (rujukan provinsi) lalu dirujuk lagi  RS Kambang Jambi dengan alasan yang sama. Pada saat di-USG, diperkirakan berat janinnya 800 gram dan memerlukan ruang NICU setelah dilahirkan. Bagi keluarga tidak mampu ini,  mereka merasa kesulitan mengenai biaya operasi dan perawatan selanjutnya. Penghasilan pak Subhan  sekitar lima puluh ribu rupiah perminggu tergantung ada atau tidak yang memerlukan bantuan tenaganya. Mereka sebelumnya tidak memiliki jaminan kesehatan apapun dan baru mengurus Jamkesmas saat di rumah sakit. Meski demikian,  pihak rumah sakit dan tim medis tetap melakukan operasi untuk menyelamatkan nyawa ibu dan anak ini karena apabila tidak segera diakhiri kehamilannya, dapat berakibat fatal. Pada tanggal 25 Desember 2014, bu Ria dioperasi sectio cesaria dan lahir bayi laki-laki dengan berat 750 gram. Kondisi bu Ria berangsur membaik, namun bayinya meninggal satu hari kemudian meskipun sudah dimasukkan ke dalam inkubator dengan terpasang alat ventilator. Pada tanggal 28 Desember 2014 bu Ria  sudah diperbolehkan pulang dari RS Kambang dan mendapat  obat Dopamet serta metronidazol.  Dengan menggunakan  jaminan Jamkesmas  bu Ria tidak perlu membayar sama sekali biaya selama di rumah sakit.  Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat bertemu dan menyampaikan santunan dari sedekaholics yang akan digunakan untuk kontrol selanjutnya.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 28 Desember 2014
Kurir: @ddsyaefudin @hapsarigendhis @shintatantri

Santunan untuk Ria yang menderita Eklampsia dan Bayinya meninggal

Santunan untuk Ria yang menderita Eklampsia dan Bayinya meninggal

——–

PULUNG BIN SARKAYA, (61, Penyakit Tumor Lidah), Alamat : kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten. Suami dari Ibu Sawnah ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya. Mereka dikarunia 3 anak. Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu, di bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Ia sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung Banten namun kondisinya belum mengalami perbaikan sehingga ia dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya walau ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain itu ada kendala biaya untuk biaya sehari-hari dan tempat tinggal. Selama berobat di RSCM, pak Pulung dan istrinya tinggal di rumah singgah #SedekahRombongan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, dengan memberikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah sebelumnya  masuk pada Rombongan 652. Dari hasil laporan Radiologi pemeriksaan Orbita.Orofaring. Mandibula. kesimpulan KSS lidah post kemoterapi. dibandingkan dengan MSCT scan lidah tanggal 23-07-2014. saat ini : masih tampak massa pada dasar lidah kiri. ukuran bertambah. Multilpel kalsifikasi terutama di sisi kiri lidah. stqa, Sinusitis maxilaris kanan berkurang. Mastoiditis bilateral. stqa. Semoga kondisi bapak Pulung bisa stabil kembali dan diberikan kekuatan dalam proses pengobatannya. amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik

Pulung menderita Penyakit Tumor Lidah

Pulung menderita Penyakit Tumor Lidah

——

ANNISA BINTI WAWAN (2,6; Hydrochepalus). Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT.2/13, Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Annisa, Wawan (29) bekerja sebagai kusir delman dan ibunya,  Isma, seorang ibu rumah tangga.  Pada saat usianya satu bulan, Annisa didiagnosis hydrochepalus. Annisa sudah menjalani pemasangan selang (vp shunt) dan tiga kali tindakan operasi namun sampai dengan saat ini penyakitnya belum teratasi. Dokter telah menyarankan Annisa untuk dioperasi lagi, akan tetapi orangtua Annisa merasa  belum siap. Sebelum ini, Annisa dirawat di rumah sakit karena gejala penyakitnya kambuh, kepalanya terus membesar dan diduga mengalami meningitis. Tatalaksana  terhadap keadaan Annisa membutuhkan waktu lama dan diperlukan moril maupun materiil. Kedua orangtua Annisa sempat merasa tidak mampu lagi karena alasan biaya yang sangat mahal. Saat ini Annisa hanya berobat jalan ke RSUD Soreang menggunakan jaminan kesehatan BPJS. Dalam pertemuan terakhir dengan #SedekahRombongan, alhamdulillah orang tuanya  dapat dimotivasi untuk melanjutkan tindakan operasi keempat bagi Annisa. Akan tetapi operasi  belum dilaksanakan karena kondisi Annisa belum stabil. Ia mengalami kejang setiap hari. Bahkan  kini kedua matanya tak bisa melihat. Empati dari sedekaholics #SR membantu mengurangi kegalauan hati orangtua Annisa. Bantuanpun kembali disampaikan #SedekahRombongan kepada keluarga dhuafa ini. Bantuan digunakan untuk biaya transportasi ke RSUD Soreang, membayar iuran BPJS, serta membeli obat (kandistatin) dan biaya keperluan sehari-hari. Sebelum ini  catatan bantuan #SR untuk Annisa sudah masuk di Rombongan  615.

Jumlah Santunan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2014.
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Annisa didiagnosis hydrochepalus

Annisa didiagnosis hydrochepalus

——-

REHAN HABIBULLAH (1, Hydrochepalus). Alamat: Kampung Cisaat RT.1/7, Desa Nengkelan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Rehan, Alit Mail (32), seorang buruh tani dan buruh konveksi. Ibunya, Kayah (32), seorang ibu rumah tangga.  Buah cinta yang kedua hasil pernikahan Alit Mail dan Kayah ini belum bisa menikmati indahnya masa buaian. Sejak lahir, ia membawa kelainan. Rumah sempit mereka menjadi saksi betapa keluarga dhuafa ini menderita dalam kemiskinan dan kesakitan. Kampung halaman mereka pun ikut berduka. Ayahnya hanya buruh tani yang sekali-kali juga mengerjakan pesanan menjahit dari konveksi. Istrinya ikut membantu mengerjakan pesanan sambil mengurusi rumah tangga dan dua anak lainnya tanggungan mereka. Penghasilan mereka tentu takkan mampu mengeluarkan mereka dari kemiskinan, apalagi salah satu anaknya ditimpa penyakit cukup berat yaitu  hydrochepalus. Jaminan kesehatan yang mereka miliki, Gakinda Kabupaten Bandung, tentu takkan cukup membiayai pengobatan penyakit anaknya. Rehan terlahir tak sempurna: kepala besar dan terus membesar. Tak terhitung berapa kali ia diperiksakan ke Puskesmas, dokter praktek, RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Keluarganya hampir putus asa melihat Rehan hanya terbaring di rumah dan terganggu proses tumbuh kembangnya. Mereka sangat layak dibantu karena selain termasuk miskin, keadaan fisik Rehan dapat berakibat fatal terhadap kesehatannya. Jaminan kesehatan yang mereka miliki sangat kecil plafonnya. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka dan menyampaikan kembali santunan lanjutan agar Rehan segera berobat ke Rumah Sakit. Pada bantuan sebelumnya, Rehan masuk di Rombongan 615. Setelah dilakukan operasi vp-shunt, lingkar  kepalanya mulai mengecil. Akan tetapi, baru kepala sebelah kiri yang mengecil dan kondisi matanya masih belum normal. Rehan kontrol ke rumah sakit dua minggu sekali. Secara umum keadaan Rehan mengalami kemajuan. Nafsu makannya membaik dan berat badannya meningkat. Akan tetapi, takdir berkata lain. Allah Swt memanggilnya di saat Rehan mulai menunjukkan kelucuannya. Ia meninggal pada tanggal 23 Desember 2014. #SedekahRombongan amat memahami rasa kehilangan yang dialami orangtua Rehan dan menyampaikan santunan duka yang  terima di rumah mereka.

Jumlah Bantuan: Rp.  500.000,-
Tanggal: 26 Desember 2014
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Rehan menderita Hydrochepalus

Rehan menderita Hydrochepalus

———

SINTA BINTI MAHMUDIN (7, Kanker Darah) Alamat: Kampung Papanggungan RT.1/6, Mekarsari, Cikajang, Garut. Anak pasangan Mahmudin  (48) dan Eneng Suryati (47) ini menderita kanker darah sejak 2 tahun yang lalu. Sampai dengan saat ini Shinta masih rutin menjalani kemoterapi di RS Hasan Sadikin Bandung. Kesulitan yang dirasakan keluarga Bapak Syarifudin adalah ketiadaan biaya sehari-hari selama tinggal di Bandung, walaupun untuk berobat mereka cukup terbantu dengan fasilitas kesehatan yang dimiliki. Ayah Sinta hanyalah seorang tukang ojek yang sementara ini terpaksa tidak bisa mencari nafkah karena harus mendampingi Sinta berobat. Alhamdulillah #SedekahRombongan bertemu dengan mereka, sehingga bantuan lanjutan untuk Sinta dapat disampaikan. Bantuan ini dipergunakan untuk membeli obat kemoterapi (MP6). Kini Sinta tengah menjalani kemoterapi ke-34 dari 52 kali kemo yang dijadwalkan. Sebelum ini ia sudah tercatat masuk di Rombongan 547, 573, dan 633. Perkembangan kondisi Sinta menggembirakan dan terus mengalami perbaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Sinta sakit Kanker Darah

Sinta sakit Kanker Darah

——–

WATI BINTI KARI (85, Stroke dan komplikasi). Alamat: Kampung Leuweungkole RT.1/22 Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Bu Wati memiliki tanggungan 2 orang dengan jaminan kesehatan yang dimiliki SKTM Kabupaten Bandung. Bersama kedua anaknya yang belum berkeluarga, bu Wati  tinggal di rumah sederhana hasil jerih payah dengan almarhum suaminya yang telah lama meninggal dunia. Di kampungnya ia dikenal sebagai pemijat dan warga yang paling tua usianya. Ia jarang terdengar sakit yang mengharuskannya berobat ke dokter atau diperiksakan ke rumah sakit. Pada tanggal 17 Desember 2014 tiba-tiba ia merasa tak enak badan dan akhirnya tak sadarkan diri. Selama 3 hari bu Wati koma. Keluarga dan warga menghubungi #SedekahRombongan untuk membantu memeriksakannya ke Puskesmas. Berbekal surat keterangan tidak mampu dari desa, Bu Wati kemudian dirujuk ke IGD Soreang namun karena penuh akhirnya ia ditangani di IGD RSUD Al Ihsan Bandung. Setelah dirawat dan tidak ada perbaikan, akhirnya keluarga membawa Bu Wati pulang ke rumahnya. Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut mendampingi upaya terbaik untuk kesembuhan Bu Wati. Sampai meninggal tanggal 22 Desember 2014, Bu Wati tak pernah terbangun dari komanya. Innalillahi wa innailaihiroji’un. Sedekaholics #SR terus berupaya membahagiakan keluarga bersahaja ini dengan mendoakannya dan memberi bantuan uang duka.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 23 Desember 2014
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Wati meninggal setelah sakit Stroke dan komplikasi

Wati meninggal setelah sakit Stroke dan komplikasi

——-

YUDISTIRA PRATAMA, (5) Riwayat Penyakit : Jantung Bocor dan Microcephalus, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery pasca operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya harian, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 649. Operasi pada kedua kaki Yudistira sampai saat ini belum dijadwalkan oleh dokter orthopaedi yang menanganinya. selain kontrol rutin ke poli orthopaedi Yudistira juga rutin therapi bicara. therapi duduk di rehabmedik RSCM sementara untuk kontrol jantungnya Yudistira dijadwalkan kontrol dua bulan sekali.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2014.
Kurir : @ddsyaefudin @zerinabanu @endangnumik

Yudis sakit Jantung Bocor dan Microcephalus

Yudis sakit Jantung Bocor dan Microcephalus

——-

RISMA SIAHAAN (22, Arterio Venous Malformation), Alamat : Jl Jend.Sudirman 45 Pendawa 2 No 256 Sampit RT. 48/18, Desa Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah. Risma Siahaan, putri ke-2 dari tiga bersaudara, anak dari Ibu Rosita Boru Nadeak (47) sudah 12 tahun ini mengalami sakit pada tungkai dan kaki kanannya. Gejala awal yang sering ia rasakan adalah nyeri dan pegal-pegal pada kaki. Selain itu Risma juga tidak kuat berdiri terlalu lama, dan biasanya ia akan merasa baal serta kesemutan. Selama ini, karena hidup dengan ekonomi yang pas-pasan dan sepenuhnya masih dibiayai oleh ibunya yang bekerja sebagai buruh tani, Risma anak yatim ini tidak pernah mendapatkan fasilitas pengobatan yang memadai. Alhamdulillah pada pertengahan tahun 2014, dengan dibantu oleh sanak saudaranya dan dibekali jaminan kesehatan BPJS, Risma dapat menjalani pengobatan di RSUD Murjani Sampit Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter RSUD Murjani yang menanganinya Risma menderita penyakit dengan diagnosis AVM Regio Femur sampai Pedis dextra (AVM regio femur-pedis dextra yaitu: terbentuknya hubungan abnormal antara pembuluh darah arteri dengan vena disertai bypass pada sistem kapiler darah pada daerah paha hingga kaki kanan) dan pengobatan lanjutannya harus dirujuk ke RS Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Meskipun telah berobat dengan fasilitas BPJS, yang sangat membantu Risma dalam menjalani pengobatannya, akan tetapi tingginya biaya kost dan biaya hidup sehari-hari di Jakarta dirasa sangat memberatkan, apalagi Risma saat ini sama sekali belum memiliki pekerjaan. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan Risma, sekaligus membantu meringankan beban Risma, bantuan lanjutan untuk biaya harian kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 642. Operasi ke dua pada kaki Risma Siahaan sudah dilakukan dan Alhamdulillah berjalan sukses.Saat dikunjungi pasca operasi kondisi Risma Siahaan stabil dan sudah siap untuk kontrol pertamanya di poli bedah vasculer.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 31 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @endangnumik.

Risma sakit Arterio Venous Malformation

Risma sakit Arterio Venous Malformation

——-

CILIK BIN SADIH (70, stroke). Alamat Kp. Pulo Kukun RT.1/2, Desa Banjarsari, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi  Jawa Barat. Sejak 1 tahun yang lalu, Pak Cilik menderita stroke. Awalnya ketika itu Pak Cilik bangun tidur, tiba-tiba kaki dan lengan  kirinya terasa kaku dan tidak dapat digerakan. Pak Cilik tidak dibawa berobat ke dokter, karena tidak ada biaya. Selama ini Pak Cilik hanya melakukan pengobatan alternatif yang biayanya masih terjangkau. Bukan tanpa alasan kenapa Pak Cilik memilih pengobatan alternatif, karena selain berobat untuk dirinya, Pak Cilik bersama istri, Ibu Royah (58), juga harus merawat 3 cucunya yang yatim. Sebelum sakit, Pak Cilik sehari-harinya berjualan sosis goreng keliling dari satu sekolah ke sekolah lain dengan dipikul, akan tetapi sudah setahun ini ia sudah tidak bekerja lagi  karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Di sisi lain pengobatanya harus dilakukan, karena Pak Cilik masih berharap bisa sembuh dan bisa bekerja lagi untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Alhamdulillah, kurir #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk biaya terapi Pak Cilik.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 31 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @SuharnaYana @iidfahrudin @hapsarigendhis

Cilik sakit stroke

Cilik sakit stroke

——–

FUTRI MAHARANI SALSABILA (6, Polidaktili tangan kanan). Alamat  Kp. Pamahan RT.4/1, Desa Sukamantri, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Ayahnya bernama Murtalim (31) seorang guru honorer di sekolah swasta, sedangkan ibunya bernama Nur Oktaria (30) seorang ibu rumah tangga. Tanggungan keluarga pak Murtalim 2 orang. Sejak lahir Futri memiliki kelainan bawaan yaitu ada jari lebih yang menempel pada ibu jari kanan. Seiring bertambah usia Futri, jari  tersebut tumbuh  dan membesar sesuai perkembangan fisiknya. Karena adanya di tangan kanan, keadaan ini sangat mengganggu Futri saat menulis. Timbul juga   beban psikologis saat Futri dicela dan diejek  dan  teman bermainnya.  Kedua orangtua Futri ingin  kondisi  tangan Futri dioperasi saat usia balita, namun karena ketiadaan dana, keluarga hanya bisa pasrah. Satu bulan yang lalu orangtuanya   membawa Futri  membawa ke RSUD Cibitung Bekasi, dengan jaminan BPJS. Dokter sudah merencanakan operasi untuk Futri. Sebelum operasi,  dilakukan beberapa pemeriksaan terlebih dulu, diantaranya foto rontgen kedua tangannya. Kurir #SedekahRombongan menyampaikan titipan Sedekaholics  #SR untuk biaya rontgen dan transport ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 30 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @aaiyom @mardisay @abu_fatan @hapsarigendhis

Futri menderita Polidaktili tangan kanan

Futri menderita Polidaktili tangan kanan

——-

MUHAMMAD RAMDAN (4, Hipospodia). Alamat: Kampung Puncak Mulya RT.3/6 Desa Cihawuk Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Ayah Ramdan,  Awa (41) bekerja sebagai buruh tani dan ibunya Nur (38),  seorang ibu rumah tangga. Tanggungan keluarga mereka 3 anak dengan jaminan Jamkesmas. Ramdan tinggal bersama orangtua dan kedua kakak kandungnya di rumah amat sederhana yang terletak di daerah pegunungan. Kedua orangtuanya sehari-hari berkerja di ladang, sawah atau kebun orang lain dengan upah harian 30 ribu sampai 40 ribu rupiah. Mereka termasuk keluarga miskin yang layak dibantu untuk menjalani kehidupan yang wajar. Setiap hari mereka dihadapkan dengan tuntutan hidup yang tak pernah terpenuhi. Keadaan mereka semakin terpuruk ketika anak bungsunya, Ramdan sejak kecil sering  sakit dan  tidak dapat buang air kecil secara normal. Ia didiagnosis mengalami hipospodia. Berbekal Jamkesmas, orangtuanya memeriksakan Ramdan  ke Puskesmas dan RSUD Majalaya. Pada pertengahan tahun 2013 ia dirujuk ke RSHS Bandung dan sempat dirawat untuk rencana tindakan operasi. Akan tetapi, orangtua Ramdan memaksanya pulang karena kehabisan biaya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat bertemu dengan Ramdan saat mereka berobat ke RSHS Bandung. Titipan langit untuk Ramdan sebagai bentuk empati sedekaholics #SR sudah disampaikan. Bantuan ini digunakan untuk biaya transport dan keperluan  sehari-hari selama berobat.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2014
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ramdan menderita sakit Hipospodia

Ramdan menderita sakit Hipospodia

——–

ILHAM NURYASIN  (8, Retinoblastoma mata kanan).  Alamat: Kampung Giri Mukti RT.1/2, Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ayah Ilham, Tn. Sutia (43), kesehariannya  bekerja sebagai buruh perkebunan di PTPN VIII, sedangkan ibunya, Ny. Imas (27) adalah seorang ibu rumah tangga. Ilham, anak pertama dari 2 bersaudara ini didiagnosis mengalami retinoblastoma mata kanan. Tindakan operatif dan kemoterapi sudah dilakukan bahkan keadaannya telah dinyatakan terkontrol. Ilham masih harus menjalani kemoterapi  setiap 2 minggu sekali. Sampai dengan saat ini  ia  sudah menjalani siklus kemoterapi ke-19 dari 107 siklus. Keadaan Ilham kini kurang menggembirakan. Muncul benjolan baru di sekitar leher kiri belakang. Harapan dan keyakinan bahwa Allah Yang Maha Menyembuhkan membuat Ilham dan kedua orangtuanya tetap bersemangat menjalani terapi. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dapat  bertemu lagi dengan Ilham dan keluarganya, sekaligus menyampaikan santunan #SedekahRombongan.  Terakhir Ilham sudah  tercatat di Rombongan 643.  Bantuan ini digunakan untuk biaya transportasi ke rumah sakit serta  biaya sehari-hari.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 28 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Ilham menderita Retinoblastoma mata kanan

Ilham menderita Retinoblastoma mata kanan

———

RISKA binti BASIR (7). Penyakit: Leukemia. Alamat: Kp Warudoyong RT 15/5, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Riska, putri  Bapak Basir (45) dan Ibu Banah (38). Pak Basir sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Keadaan ekonomi yang sulit masih harus ditambah lagi dengan jumlah tanggungan 3 orang anak yang harus ia biayai segala kebutuhannya. Keluarga mereka menggunakan Jaminan Kesehatan BPJS kelas 3. Sejak  satu tahun yang lalu Riska menderita kanker darah dan harus menjalani pengobatan dengan kemoterapi rutin di RSHS Bandung. Penghasilan pak Basir, seorang buruh tani tidak mencukupi  mengobati anak tercintanya itu. Biaya transportasi ke Bandung dan  biaya sehari-hari menjadi kendala yang cukup menyulitkan keluarga mereka. Awalnya Riska dibantu santunan dari masyarakat dan saudara-saudara sekampungnya, namun bantuan tersebut tidak dapat seterusnya dilakukan karena  ekonomi masyarakat di sekitarnya pun rata-rata hampir sama dengan kondisi keluarga pak Basir. Cobaan hidup bagi keluarga pak Basir tidak hanya sampai di situ, ibunda Riska, Bu Banah menderita penyakit jantung dan gangguan lambung kronis, sehingga harus menjalani perawatan rutin yang menambah berat beban keluarga Pak Basir. Untuk meringankan penderitaan mereka, #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk transportasi dan biaya sehari hari selama kontrol di RSHS Bandung. Bantuan untuk keluarga tabah ini sebelumnya sudah  masuk di Rombongan 645. Riska harus kembali kemoterapi di RSHS Bandung. Kini ia telah menjalani 24 kali terapi dari 45 kali terapi yang dijadwalkan.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 27 Desember 2014
Kurir : @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Riska sakit Leukemia

Riska sakit Leukemia

——-

MUHAMMAD FAJAR (1,2, Kanker Rabdomiosarkoma). Alamat : Jalan Kakap RT.3 Desa Wanasari, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Muhammad Fajar putra tunggal dari bapak Nikmat (22) dan ibu Irma Yanti (21) tetap riang dan aktif sepintas seperti anak-anak normal lainnya, walau sebenarnya, Muhammad Fajar memiliki penyakit yang bisa membahayakan jiwanya, ia menderita sakit Kanker Rabdomiosarkoma (kanker jaringan lunak), satu kanker ganas yang tumbuh ditengah-tengah antara kemaluan dan anusnya, Gejala awalnya, sejak ia berusia 2 bulan, tumbuh benjolan kecil di tengah-tengah antara penis dan anusnya, Muhammad Fajar sering mengalami demam dan panas tinggi karna sakitnya bahkan ia tidak bisa buang air kecil dan BAB selama 10 hari, bapak Nikmat orang tuanya, yang belum memiliki pekerjaaan tetap ini, pernah membawa Muhammad Fajar ke Puskesmas terdekat, dan dari puskesmas Muhammad Fajar dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSUD Samarinda, di Rumah Sakit ini M.Fajar dirawat selama 19 hari, dari hasil Ctscan, M. fajar menderita Rabdhomiosarcoma, Pengobatan lanjutan selanjutnya, M. Fajar dirujuk ke RSCM Jakarta, Di RSCM, M. Fajar langsung rawat inap untuk jalani operasi pertama, dirawat selama 2 bulan di BCH RSCM, kemudian pasca operasi, tindakan medis selanjutnya, M. Fajar jalani rawat jalan yang kemudian dilanjut dengan kemoterapi. Sudah 8 bulan keluarga kecil ini ada di Jakarta, mereka kos di sekitar RSCM, tingginya biaya hidup selama di Jakarta, sangat memberatkan, selama ini biaya harian mereka dibantu oleh orang tuanya dari kampung, namun sudah beberapa bulan Terakhir ini, orang tua di kampung sakit dan tidak mengirimkan biaya, Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut membantu meringankan beban mereka, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan untuk membeli susu pediasure kembali disampaikan, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 650. Saat dikunjungi Kurir #SR Muhammad Fajar berada di ruang rawat inap gedung A RSCM untuk melakukan kemoterapi lanjutan atau kemoterapi yang pertama pada siklus yang kedua setelah pada siklus sebelumnya sudah dilakukannya selama enam bulan, Kondisi M. Fajar terlihat berat badannya semakin menurun. semoga kondisinya cepat pulih kembal.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Desember 2014.
Kurir: @ddsyaefudin @endangnumik.

Fajar sakit Kanker Rabdomiosarkoma

Fajar sakit Kanker Rabdomiosarkoma

———

MULYATI ENDANG (52, Kista Ovarium), Alamat ; Kampung Ongkrak RT.3/3, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mulyati Endang, Ibu dua anak istri dari bapak Endang Mulyana (60) sudah lima tahun menderita sakit Kista Ovarium, gejala awal yang dirasakan ibu Mulyati, ada benjolan kecil pada perutnya yang lambat laun benjolan itu membesar, Pengobatan yang dilanjutkan dengan operasi pertama pernah dilakukannya di RSHS Bandung pada tahun 2013, dari hasil operasi itu baru sebagian mengangkat tumornya, tahun 2014, bapak Endang Mulyana yang bekerja sebagai supir angkot ini kembali membawa istrinya menjalani pengobatan lanjutan di RSCM karna tumor yang tumbuh pada perut istrinya tersebut kembali membesar, Berobat dengan fasilitas BPJS meringankaan beban bapak Endang Mulyana dan ibu Mulyati, namun biaya harian dan mahalnya biaya kos disekitar RSCM sangat memberatkannya, apalagi selama istrinya sakit bapak Endang Mulyana sudah tidak bekerja dan praktis tidak memiliki penghasilan lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan, bantuan lanjutan untuk biaya harian dan kembali disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 650. Kondisi ibu Mulyati pasca operasi Alhamdulillah stabil kontrol pertamanya di poli kebidanan sudah dilakukan dan menurut team dokter pasca operasi ini kondisinya baik, untuk kontrol selanjutnya ibu Mulyati di jadwalkan kembali kontrol pada bulan Februari 2015.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal: 31 Desember 2014.
Kurir:  @ddsyaefudin @endangnumik.

Mulyati menderita Kista Ovarium

Mulyati menderita Kista Ovarium

——-

KORBAN BANJIR DAYEUH KOLOT. Lokasi Banjir: Kampung Lamajang Peuntas, RW 5 dan RW 17 Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Daerah ini sebelumnya jarang tertimpa musibah banjir sebesar tahun ini, biasanya warga berswadaya saling membantu menggalang dana bersama saat tertimpa bencana. Akan tetapi mengakhiri penghujung tahun 2014 di bulan Desember ini, luapan sungai Citarum kali ini sangat besar dan luapannya merendam sebagian Desa Dayeuh Kolot. Kurang lebih 500 KK rumahnya terendam air selama empat hari, bahkan ada yang sampai atap rumahnya. Mereka mengungsi di bangunan SD dan SMPN 1 Dayeuh Kolot. Warga yang ada di dua RW ini belum mendapatkan bantuan seperti warga lainnya di Kecamatan Dayeuh Kolot. Berkat informasi beberapa relawan lokal, #SedekahRombongan alhamdulillah bisa mengunjungi saudara kita yang terkena musibah banjir yang melumpuhkan kegiatan hidup warga. Lebih dari itu, bantuan pun telah disampaikan berupa Sembako dan Obat-obatan sesuai kebutuhan warga (250 paket).

Jumlah Bantuan: Rp. 10.000.000,-
Tanggal: 30 Desember 2014
Kurir: @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Bantuan korban banjir dayeuh kolot

Bantuan korban banjir dayeuh kolot

——–

NENG SETIAWATI (26, Gangguan Jiwa). Alamat: Kampung Cimuncang Utara RT.3/6 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Sehari-hari Eneng tinggal bersama di rumah orangtuanya. Ia  pernah berumah tangga, namun kemudian bercerai. Eneng memiliki satu anak laki-laki berusia 6 tahun yang tinggal  bersamanya. “Sejak kecil anak saya telah kehilangan kasih sayang ibu yang melahirkannya. Ibunya, Iin Marlina, telah lama meninggal dunia karena sakit, 16 tahun yang lalu saat Eneng masih anak-anak. Ketika berumah tangga, ia begitu keras menjalani hidupnya. Saat usahanya mulai membaik dan ia amat mencintai keluarga dan suaminya, ia malah diceraikan tanpa kesalahan. Tampaknya ini yang membuat Eneng seperti sekarang ini”, cerita Tatang S (52), ayah Eneng sambil menitikkan air mata dengan suara tertahan. Itulah potret buram keluarga dhuafa. Sementara itu, Pak Tatang, tak bisa berbuat banyak untuk mengobati luka batin anak kelima dari enam bersaudara ini. Hampir setahun Eneng tidak mendapatkan pengobatan yang berarti. Penghasilan Pak Tatang tak seberapa. Ia hanya juru parkir di taman kota Ciwidey. Eneng mulai menunjukkan gejala gangguan jiwa ketika ia  lebih senang menyendiri dalam kegelapan,  berhari-hari tidak mau makan, dan minum, serta mulai tidak melakukan perawatan diri. Fungsinya sebagai seorang ibu mulai terganggu. Berbagai upaya medis dan nonmedis telah dilakukan, akan tetapi kegoncangan  jiwanya malah semakin menjadi. Tampaknya luka kehidupan dan kekecewaan itu teramat susah disembuhkan! “Neng bahkan kerap melukai diri sendiri. Tetapi kami tak’kan putus asa untuk berusaha menyembuhkannya. Hanya saja, kami tak sanggup lagi mencari biaya untuk mengobatinya. Jaminan kesehatan pun kami tak punya,” tambah ayahnya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga yang sedang mendapat ujian ini dan menyampaikan bantuan untuk Eneng. Bantuan sebelumnya sudah masuk di Rombongan 616. Perkembangan kesehatannya membaik. Ia sudah mampu berkomunikasi seperti biasa. Terakhir ditemui #SedekahRombongan, Neng sudah mulai menjalani aktivitas sehari-hari. Jadwal kontrol rutinnya kini sebulan sekali di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Tanggal : 25 Desember 2014
Kurir :  @ddsyaefudin @cucucuanda @hapsarigendhis

Neng menderita Gangguan Jiwa

Neng menderita Gangguan Jiwa

———-

SANTI NOVIANTI (15, Leukemia). Alamat: Kampung Cikupa RT.3/8, Kelurahan Bojongmanggu, Kecamatan Pameungpeuk, Bandung. Santi putri dari Nandang Wahyudin (50) dan  Cuneng Sunangsing (48). Dua tahun yang lalu Santi diketahui menderita kanker darah dan pernah dirawat di RS Hasan Sadikin Bandung menggunakan fasilitas Jamkesmas.  Pada akhir tahun 2013 kondisi  Santi dinyatakan terkontrol setelah menjalani kemoterapi dan radioterapi. Alhamdulillah #SedekahRombongan pun telah menyampaikan Santunan untuk Santi dan tercatat di Rombongan 647. Saat ini Santi mengalami gejala yang sama seperti 2 tahun yang lalu, yaitu sering lemas, pusing dan pucat. Orangtuanya kembali membawa Santi berobat ke RS Hasan Sadikin Bandung. Meskipun sudah bersekolah seperti biasa, Santi tetap harus kontrol teratur. Bahkan kini Santi harus kembali menjalani kemoterapi untuk siklus yang baru sebanyak 46 kali kemoterapi. Saat ini ia telah menjalani 7 kali kemoterapi. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat kembali menyampaikan titipan Sedekaholics #SR untuk biaya transport dan kebutuhan selama berobat.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Tanggal: 27 Desember 2014
Kurir: @ddsyaefudin @abahlutung @hapsarigendhis

Santi menderita Leukemia

Santi menderita Leukemia

——

TEGAR SUSANTO ( 1 bulan 20 hari, kelainan organ Usus di luar tubuh) Dik Tegar bayi laki laki, anak ke 4 dari pasangan bapak Edy Purwanto (35 tahun) yang sehari hari bekerja sebagai buruh srabutan yang penghasilanya tidak menentu, berkisar Rp. 25.000,00 perhari. Dan ibu Susi Susanti ( 26 thn) ibu rumah tangga. Dik Tegar lahir dengan cara sectio caesar di salah satu rumah sakit swasta di ponorogo. Melihat Dik Tegar  mengalami kelainan yaitu organ dalamnya keluar dari perut, maka dokter menganjurkan untuk di rawat. Dik Tegar di rawat di HCU neunatus di RSDM Solo. Tanggal 19 November 2014 dik Tegar melakukan operasi pengangkatan organ tersebut. Dokter belum menjelasakan apakah organ itu hati atau usus, dan bagaimana keadaanya. Saat ini keadaan dik Tegar kritis masih di rawat di NICU. Kelurga dik Tegar kebinggungan bagaimana pembayaran perawatan sementara bapak Edy tidak bekerja dan Ibu Susi masih dalam masa penyembuhan post SC. Pak Edy mengatakan sudah tidak memiliki tabungan. Uangnya sdah habis untuk operasi SC dan biaya perawatan dik Tegar. Sampai – sampai untuk membeli darah saja harus mencari pinjaman. Menurut keterangan dari dokter organ dalam yang diluar tubuh dik Tegar organ Usus. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan dik Tegar dan Melalui kurir #Sedekah rombongan , santunan dari #Sedekaholic untuk dik Tegar kembali disampaikan bantuan lanjutan yang ke 3 ini untuk mengangsur biaya pengobatan selama dek Tegar dirawat dirumah sakit, yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 643 dan 644. Keluarga merasa terbantu dengan santunan ini dan mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan. Saat dikunjungi Kurir #SR, pada Tanggal 29 Desember 2014 kondisi dek tegar masih kesulitan menyerap nutrisi, sampai sekarang dek tegar belum ada perkembangan hingga orang tuanya hampir putus asa dan ingin mengajak pulang paksa dek tegar. Keluarga memohon doa dari para kurir semoga dek tegar segera sembuh dan tumbuh normal seperti bayi lainnya. Amiin .

Santunan : Rp 5.000.000,-
Kurir : @lastiko via @eli_annnaa @cicicinta
Tanggal : 29 Desember 2014

Tegar kelainan organ Usus di luar tubuh

Tegar kelainan organ Usus di luar tubuh

——

SAINAH (60 Tahun), dsn. Sapen, Genengharjo, Tirtomoyo, Wonogiri. Beliau orang yang tidak mampu, hidup berdua dengan suami bernama pak Sunar ( 72 Tahun). Rumah kondisi belum sempurna. Usia sudah tidak produktif lagi. Sehingga tidak mampu bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – harinya. Terkadang tidak tiap hari mereka bisa membeli beras. Membantu tetangga, apa yang bisa beliau lakukan sekedar bisa untuk menyambung hidup. Saat sakit pun, kadang dengan obat warung/ jamu yang di buatnya untuk menyembuhkan. Saat kurir menyerahkan bantuan, beliau pun sedang kurang baik kondisi tubuh dan kesehatannya. Bantuan ini, di maksudkan untuk meringankan bebannya. Yang bisa digunakan untuk membeli beras dan lauk. Semoga ALLAH selalu menjaganya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal  : 11 Desember 2014
Kurir: @teguh@mawanhananto

Bantuan untuk sainah

Bantuan untuk sainah

——-

WIDODO ( 41 Tahun), dsn. Jladri, ds. Pucung, Kismantoro, Wonogiri. Beliau orang yang kurang mampu, saat ini mengalami rabun mata. Sehingga untuk melihat kurang jelas. Tanggal 17 Desember 2014, beliau ke puskesmas untuk periksa. Kesehariannya bekerja sebagai tukang koran. Sehingga penghasilannya pun pas – pas an. Mempunyai anak satu yang masih berusia 4 Tahun. Beliau bekerja keras untuk bisa menghidupi keluarganya. Tiap hari berjualan masuk kantor, sekolah-sekolah, warung dan toko di purwantoro. Dari hasil itu pun kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan yang layak. Dan karena sakit itu pun, saat ini beliau harus mencari tambahan untuk ongkos periksa. Semoga bantuan ini meringankan beban pak Widodo ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 19 Desember 2014
Kurir: @teguh@mawanhananto

Bantuan untuk Widodo

Bantuan untuk Widodo

——–

YATI ( 55 Tahun) , RT02/05, nongkorejo, Sidoharjo, Wonogiri. Beliau saat ini berjualan sayur di pasar. Saat ini sedang hidup kesusahan, suaminya sedang sakit gula/diabetes. Dan, beliau harus berjuang lebih keras untuk mencukupi kebutuhan hidup rumah tangga nya. Anaknya kelas 2 SMP, dan membutuhkan banyak biaya untuk pendidikannya. Beban berat harus di pikulnya. Berangkat pagi jam 4 pagi untuk menjual sayur nya ke pasar. Saat yang lain masih tertidur. Tidak patah semangat, untuk mengurusi suami dan anak nya. Karena bagi nya itu adalah bhakti yang harus di jalankan. Semoga, bantuan ini meringankan bebannya. Suami bisa segera membantu mencari nafkah untuk biaya hidup dan sekolah anaknya. Mudah – mudahan bermanfaat bagi beliau. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 29 Desember 2014
Kurir: @paino@teguh@mawanhananto

Bantuan untuk Yati

Bantuan untuk Yati

——-

PONDOK PESANTREN AT THOHIRIYYAH alamat Ngeblak Wijirejo Pandak Bantul Yogyakarta Pimpinan Bp.Anas membina 80 orang santri dengan sistem ngalong alias pulang ke rumah masing-masing seperti TPA. Untuk mendukung  kegiatan belajar baca tulis Al-Qur’an serta pengajian membutuhkan sarana pengeras suara didalam Masjid Pondok Pesantren AT THOHIRIYYAH . Alhamdulillah Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan diberikan kesempatan menyampaikan bantuan seperangkat alat sound system di dalam ruangan Masjid senilai Rp. 3.500.000.
Jumlah Total Bantuan : Rp. 3.500.000
Tanggal Penyerahan : 26 Desember 2014
Kurir : @kissherry  @faisal_gudeg @doni_arch @dodymantoro
Bantuan sound PONDOK PESANTREN AT THOHIRIYYAH

Bantuan sound PONDOK PESANTREN AT THOHIRIYYAH

———-
PONDOK PESANTREN AR RUHAMA yang berada  di Playen Gunungkidul Yogyakarta, berdiri sejak tahun 1989 didirikan oleh mbah Kus. Saat ini pondok pesantren Ar Ruhama diasuh oleh ustadz Solihin yang merupakan santri dari mbah Kus. Total santri mukim di Ponpes ini ada 42 santri, mulai dari santri PAUD hingga SMK,  mayoritas saat ini masih bersekolah di SMP dan SMK. Sehari-hari para santri hanya berjalan kaki untuk pergi ke sekolah yang letaknya cukup jauh dari pondok pesantren. Untuk memudahkan para santri berangkat sekolah, Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekaRombongan ) memberikan bantuan tahap dua berupa sepeda 15 unit senilai  Rp. 8.700.000. sebelumnya sudah masuk dalam Rombongan 650
Jumlah Bantuan : Rp. 8.700.000,-
Tanggal Penyerahan : 20 Desember 2014
Kurir : @kissherry @ilhamasmara @ariskaa_rd
Bantuan sepeda PONDOK PESANTREN AR RUHAMA

Bantuan sepeda PONDOK PESANTREN AR RUHAMA

———-
PANTI ASUHAN AMALUNNAJAH berdiri pada tanggal 15 Juni 2012. Panti asuhan yang di asuh oleh bapak Khoiron ini terletak di Jl. Jogja-Wonosari Kerjan, Beji, Patuk, Gunungkidul Yogyakarta. Saat ini panti asuhan Amalunnajah mengasuh anak yatim, piatu, yatim piatu dan dhuafa sebanyak 144 anak yang berasal dari berbagai daerah.yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, bahkan sebagian dari mereka berasal dari Flores NTT. Dalam program berbagi kacamata untuk anak-anak panti, Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) melakukan pemeriksaan kesehatan mata para penghuni panti dan terdapat 54 penghuni yang membutuhkan kacamata. #SR memberikan bantuan kacamata secara cuma-cuma agar penglihatan mereka normal kembali dan dapat mendukung kegiatan belajar.
Jumlah Bantuan : Rp. 13.075.000,-
Tanggal Penyerahan : 24 Desember 2014
Kurir : @kissherry  @arizafuadi
Bantuan kacamata PANTI ASUHAN AMALUNNAJAH

Bantuan kacamata PANTI ASUHAN AMALUNNAJAH

———–

Pak Julius Taniu, 51 tahun, menderita gangguan ginjal sehingga daya tahan tubuhnya terus berkurang. Tinggal didaerah Nunumeu RT 007 RW 009, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi  Nusa Tenggara Timur. Pak Julius mempunyai istri dan memiliki 5 orang anak. Sehari-hari bekerja sebagai petani  ladang. Pak Julius pernah berobat ke Puskesmas, namun karena keterbatasan biaya sehingga beliau hanya tinggal dirumah saja. Penyakit ginjal ini sudah dideritanya selama 20 bulan. Gejala yang dialami dari mulai sesak nafas sampai pembengkakan dibeberapa bagian tubuh. Santunan #sedekahrombongan disalurkan untuk membantu pengobatan.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba, Melky
Tanggal: 14 Desember 2014

Julius menderita gangguan ginjal

Julius menderita gangguan ginjal

——-

Pak Yusak Nabunome, 37 tahun, menderita hernia dan pengecilan kaki sebelah kanan. Selain itu ada benjolan yang tumbuh didahinya. Alamat Pak Yusak di Desa Noemeto  Kecamatan Kopeta Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur.  Untuk menghidupi keluarga, Pak Yusak bekerja sebagai petani. Bersama istrinya, pak Yusak membesarkan 3 orang anak. Usaha untuk mengobati penyakitnya sudah dilakukan berbagai cara termasuk melalui puskesmas, namun saat diminta untuk dirujuk ke rumah sakit kabupaten, Pak Yusak menyerah karena tidak mempunyai biaya. Penyakitnya ini sudah diderita sejak 11 bulan lalu. Dukungan berobat dari #sedekahrombongan untuk Pak Yusak.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba, Melky
Tanggal: 14 Desember 2014

Yusak menderita hernia dan pengecilan kaki sebelah kanan

Yusak menderita hernia dan pengecilan kaki sebelah kanan

——

Pak Eliaser Bansae, 45 tahun, menderita penyakit hepatitis B sejak 2 tahun lalu. Tinggal bersama istri dan 4 anaknya di Desa Bena RT 02 RW 05 Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Pak Eliaser sempat dirawat dirumah sakit, karena alasan stadium akhir, belakangan ini Pak Eliaser terpaksa dipulangkan kerumah. Dahulu gejala yang sempat dirasakan seperti demam, kelelaahan, perut sakit dan kuning. Dari hasil diagnosa terakhir dokter, Pak Eliaser hanya bisa berdoa saja dengan keluarga. Bantuan #sedekahrombongan disalurkan untuk kontrol kondisinya dan meringankan biaya kehidupan harian.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba, Melky
Tanggal: 14 Desember 2014

Eli menderita penyakit hepatitis B

Eli menderita penyakit hepatitis B

——–

Simeon Halla, 19 tahun, mengalami kelumpuhan seluruh badan sejak bayi. Tinggal di di Liuoa Desa Bena  RT 05 RW 02, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Simeon adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, dibesarkan dikeluarga petani dengan ekonomi yang serba kekurangan. Kelumpuhannya berawal dari panas tinggi dan kejang waktu bayi dan tidak mendapatkan pertolongan langsung. Orangtuanya juga sangat terpukul karena sebelumnya Simeon masih biasa saja seperti bayi tanpa hambatan spesifik. Saat ditemui kurir, Simeon tampak kurang cukup gizinya untuk anak seumuran dia. Santunan #sedekahrombongan disalurkan untuk bantuan makanan bergizi.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @bratamanggala via Frids Lumba, Melky
Tanggal: 14 Desember 2014

Simeon mengalami kelumpuhan seluruh badan sejak bayi

Simeon mengalami kelumpuhan seluruh badan sejak bayi

——

Ibu Dorta Urip, 41 tahun, menderita komplikasi liver, jantung dan ginjal. Tinggal di Klasari, Katapop, Kabupaten Sorong, Propinsi Papua Barat. Suaminya, Pak Petrus Taratakut, bekerja sebagai petani. Saat ini Bu Dorta dikaruniai 4 orang anak. Bersamaan penyakitnya ini, Bu Dorta menjadi sulit untuk berkegiatan apalagi untuk mengurusi keluarganya. Gejala yang muncul dirasakan pada kaki dan perutnya yang membengkak. Tetapi kondisinya tidak serta merta membuatnya menyerah. Bu Dorta menyampaikan semangatnya masih tinggi untuk mendapatkan kesembuhan. Dukungan #sedekahromboongan ditujukan untuk membantu biaya berobat Bu Dorta.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @bratamanggala via @ibe_yapari, Yuyanti
Tanggal: 12 Desember 2014

Dorta menderita komplikasi liver, jantung dan ginjal

Dorta menderita komplikasi liver, jantung dan ginjal

——-

Pak Sudadi, 45 tahun, menderita penyakit stroke. Bersama keluarga, Pak Sudadi tinggal di Jl. Kakap Selatan, Arso 3, daerah transmigran Kabupaten Keerom, Propinsi Papua. Akibat strokenya, Pak Sudadi tidak bisa berjalan dengan baik, Kurir #sedekahrombongan sampai harus membantunya untuk duduk saat dikunjungi. Karena sudah tidak bisa berkegiatan lagi, akhirnya Istrinya Pak Sudadi yang harus bekerja untuk menghidupi keluarga. Santunan #sedekahrombongan diberikan untuk membantu Pak Sudadi rutin berobat ke rumah sakit.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @bratamanggala via Anto
Tanggal: 15 Desember 2014

Sudadi menderita penyakit stroke

Sudadi menderita penyakit stroke

——-

Pak Supriadi, 39 tahun, menderita lumpuh akibat kecelakaan kerja. Alamat tempat tinggal Pak Supriadi di Jl. Kakap Arso 3, Kabupaten Keerom, Propinsi Papua. Pak Supriadi menderita lumpuh sudah 7 tahun lamanya. Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tulang belakang Pak Supriadi telah rusak dan infeksi sehingga jaringan tubuh kebawah tidak berfungsi atau lumpuh. Untuk buang air kecil saja terpaksa harus menggunakan kateter. Pak Supriadi sehari-hari menggunakan kursi roda untuk mobilitasnya. Sekarang Pak Supriadi tinggal sendiri, dahulu sempat ada istri, namun paska 2 tahun kecelakaan istrinya tersebut meninggalkannya. Santunan #sedekahrombongan disalurkan untuk membeli kateter pengganti dan memperbaiki kursi rodanya.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @bratamanggala via Anto
Tanggal: 15 Desember 2014

Supriadi menderita lumpuh akibat kecelakaan kerja

Supriadi menderita lumpuh akibat kecelakaan kerja

——-

PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN ASWAJA LINTANG SONGO terletak di Pagergunung Sitimulyo Piyungan Bantul Yogyakarta. Panti asuhan sekaligus Ponpes ini  didirikan sejak tahun 2006 dan diasuh secara langsung oleh Bp. H. Drs. Heri Kiswanto, M.Si , saat ini membina 70 anak asuh. Panti asuhan ini mendidik anak asuhnya secara modern dengan menambahkan ketrampilan khusus di bidang pertanian dan home industry, seperti membuat roti dan menjahit. Dalam program berbagi kacamata untuk anak-anak panti, , Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) melakukan pemeriksaan kesehatan mata para penghuni panti dan terdapat 18 penghuni yang membutuhkan kacamata. #SR memberikan bantuan kacamata secara cuma-cuma agar penglihatan mereka normal kembali dan dapat mendukung kegiatan belajar.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.150.000,-
Tanggal Penyerahan : 24 Desember 2014
Kurir : @kissherry  @arizafuadi

Bantuan kacamata PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN ASWAJA LINTANG SONGO

Bantuan kacamata PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN ASWAJA LINTANG SONGO

——-

PANTI ASUHAN BINAUSA’ADAH MUHAMMADIYAH  terletak di daerah Diren, Pandowan, Galur, Kulon Progo Yogyakarta. Panti ini diasuh dan didirikan oleh Bp. Rujito pada tahun 1989. Awalnya hanya  mengasuh 2 anak yatim namun pada perkembangannya saat ini mengasuh sebanyak 45 santri yang berasal dari Kalimantan, Bengkulu, Riau, Sumatra, dan di daerah sekitarnya. Saat ini para santri Binausa’adah tidur hanya dengan lembaran kasur tipis. Oleh karena itu Tim POPIMAS #SR ( Pondok Pesantren, Panti Asuhan dan Masjid #SedekahRombongan ) memberikan bantuan berupa 25 unit kasur beserta bantal untuk anak asuh di panti ini senilai Rp. 11.250.000 agar mereka bisa istirahat dengan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 11.250.000,-
Tanggal Penyerahan : 27 Desember 2014
Kurir : @kissherry  @iblisganteng @arizafuadi

Bantuan kasur PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN ASWAJA LINTANG SONGO

Bantuan kasur PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN ASWAJA LINTANG SONGO

——–

AGUS PRASTOWO, 29 tahun warga dusun Jetak Sendangtirto Berbah Sleman Yogyakarta, sejak lahir memiliki sakit epilepsi yang sering kambuh. Pekerjaan sehari-hari sebagai takmir masjid Al Falah, dalam satu bulan bisa kambuh hingga 4 kali, dalam kondisi tidak sadar bisa jatuh sewaktu-waktu, membentur tembok, atau menghantam benda sekitarnya. #SedekahRombongan akan mendampingi proses terapi setiap bulan, agar tugas mas Agus menjaga masjid bisa terus dilakukan, pahala atas kesabarannya, dan doa kita semoga Allah mengangkat sakitnya, sehat kembali.

Tanggal penyampaian: 13 Desember 2014
Kurir: @saptuari
Jumlah bantuan: Rp. 1.200.000

Agus menderita sakit epilepsi

Agus menderita sakit epilepsi

———

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Target Jumlah bantuan
1 Khasanatun 5,255,300
2 Suyatmi 2,362,000
3 Sutarni 2,157,500
4 Pasien RSSR Jogja 13,800,000
5 Pasien RSSR Jogja 15,000,000
6 Muhammad Riduan 1,000,000
7 Riska 1,000,000
8 Emila 1,000,000
9 Irham 500,000
10 Erny 1,000,000
11 Mursihana 1,000,000
12 Pasien RSSR Jakarta 6,000,000
13 Sopa 500,000
14 Tias 500,000
15 Kania 1,000,000
16 Nadia 500,000
17 Ria 1,000,000
18 Pulung 500,000
19 Annisa 500,000
20 Rehan 500,000
21 Sinta 500,000
22 Wati 500,000
23 Yudistira 500,000
24 Risma 500,000
25 Cilik 500,000
26 Futri 500,000
27 Muhammad Ramdan 500,000
28 Ilham 500,000
29 Riska 500,000
30 Muhammad Fajar 500,000
31 Mulyati 500,000
32 Korban Banjir Dayeuh Kolot 10,000,000
33 Neng 500,000
34 Santi 500,000
35 Tegar 5,000,000
36 Sainah 500,000
37 Widodo 500,000
38 Yati 1,000,000
39 PONDOK PESANTREN AT THOHIRIYYAH 3,500,000
40 PONDOK PESANTREN AR RUHAMA 8,700,000
41 PANTI ASUHAN AMALUNNAJAH 13,075,000
42 Pak Julius Taniu 500,000
43 Pak Yusak Nabunome 500,000
44 Pak Eliaser Bansae 1,000,000
45 Simeon Halla 500,000
46 Ibu Dorta Urip 1,000,000
47 Pak Sudadi 1,000,000
48 Pak Supriadi 500,000
49 PANTI ASUHAN DAN PONDOK PESANTREN ASWAJA LINTANG SONGO 4,150,000
50 PANTI ASUHAN BINAUSA’ADAH MUHAMMADIYAH 11,250,000
51 Agus 1,200,000
Total 125,449,800

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 125,449,800,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 656 ROMBONGAN

Rp. 17,444,652,741,-