Adik Novitasari 18th,  beralamat di karang nongko Klaten jawa tengah. Adik Novita megidap tumor payudara. setelah menjalani operasi pengangkatan tumor payudara, adik Novita masih menjalani kemo dan kontrol untuk memantau perkembangan kesehatan adik Novita. ini bantuan ke 3 untuk adik Novita untuk biaya akomodasi dan kontrol.

bantuan sebesar Rp: 1.500.000,-
tanggal: 29-12-2014
kurir: @dhe_mang

Adik Novita megidap tumor payudara

Adik Novita megidap tumor payudara

——-

BENI SETIAWAN ( 38 Tahun) , alamat di Pagersari,Ngadirojo,Wonogiri. Beliau keseharian bekerja sebagai buruh tani. Penghasilannya pun tidak seberapa. Tanggal 18 Desember 2014, salah satu anggotaa keluarganya mengalami kecelakaan. Anaknya yang bernama Fitri ( 6 Tahun) mengalami kecelakaan tertabrak motor. Namun, yang menabrak melarikan diri. Naas baginya, sehingga Beni bingung untuk mengobati anak nya tersebut. Akhirnya di bawa ke puskesmas setempat. Karena tidak mampu, maka dia mencari pinjaman ke tetangganya. Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban nya dalam mengobati anaknya tersebut. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 20 Desember 2014
Kurir : @teguh @mawanhananto

2. beni

Anak Beni yang bernama Fitri mengalami kecelakaan tertabrak motor

———–

GIYATMI ( 36 Tahun) , alamat di Sindon RT03/05, Kayuloko, Sidoharjo, Wonogiri. Bu Giyatmi seorang yang hidup miskin. Saat ini sedang mengalami kesusahan, suami nya sedang sakit diabetes militus dan tak mampu untuk berobat. Beberapa kali di bawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan medis, sebab ada luka di kaki yang kemudian melebar dan semakin parah. Namun, masih bisa bertahan dan menjalankan aktivitas sehari mencari pakan ternak untuk kambing mereka. Untuk biaya hidup sehari sangat kekurangan, sehingga bantuan ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban keluarga beliau, untuk mencukupi kebutuhan makan serta biaya kontrol pengobatan suami nya. Semoga meringankan beban mereka. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2014
Kurir : @teguh@mawanhananto

Suami ibu giyatmi menderita diabetes melitus

Suami ibu giyatmi menderita diabetes melitus

——-

PARNI ( 46 Tahun) , Genengrejo, Sukorejo, Puhpelem, Wonogiri. Tinggal di sebuah dusun yang sangat jauh dari pusat kota. Masyarakat di daerah ini rata – rata mencari penghasilan keseharian dengan memecah batu kali di pinggir sungai dan setelah terkumpul kemudian di tawarkan kepada orang yang sedang membutuhkan bahan bangunan berupa kricak. Kondisi geografis yang naik turun, dan subur. Namun masih banyak yang hidup kekurangan. Parni, salah satu nya, beliau hidup miskin. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya mesti berjuang siang malam, bersama ibu-ibu tetangga lainnya, panas terik pun memecah batu kali untuk sekedar mencari sesuap nasi untuk menghidupi keluarga dan anak – anak nya. Hidup menjanda menjadi beban yang cukup berat baginya. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban beliau, dalam mencukupi kebutuhan hidup kesehariannya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2014
Kurir : @teguh@mawanhananto

Parmi  hidup miskin, bekerja siang malam, sebagai pemecah batu kali.

Parmi hidup miskin, bekerja siang malam, sebagai pemecah batu kali.

———-

MARINO ( 52 Tahun ), tinggal di dusun Petir, ds.Ngancar, Giriwoyo, Wonogiri. Saat ini beliau tidak bisa bekerja seperti biasanya sebagai kuli panggul di pasar mbatu. Sebab, beliau sedang sakit karena kaki patah akibat terjatuh dari truk saat memanggul bago berisikan hasil pertanian yang dijual ke pengepul di pasar. Penghasilan dari kuli panggul tidak seberapa. Dan itu sudah menjadi mata pencaharian baginya. Naas, tanggal 11 September 2014, beliau mengalami kecelakaan itu. Karena, beliau adalah juga sebagai tulang punggung bagi keluarga. Saat ini pun tidak mampu berbuat banyak dan hanya duduk di kursi bambu di rumahnya. Semoga, bantuan ini meringankan beban hidupnya saat ini. Aamiin.

Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Tanggal : 16 Desember 2014
Kurir : @teguh@mawanhananto

Marino sakit karena kaki patah akibat terjatuh dari truk.

Marino sakit karena kaki patah akibat terjatuh dari truk.

———-

NARTO ( 41 Tahun ), RT03/05,Sindon,Sidoharjo,Wonogiri. Beliau seorang anak yatim piatu yang pekerjaan sehari-harinya sebagai tukang cukur. Hidup sederhana, karena kondisi dan dari kecil sudah di tinggal kedua orang tuanya. Bapak ibu nya sudah meninggal dunia. Mas Narto berjuang sendiri untuk tetap menjalani kehidupannya yang kekurangan. Narto saat ini sedang proses penyembuhan dari sakit thypus yang di alaminya. Setelah di rawat beberapa hari di rawat inap setempat. Akhirnya beliau sembuh, namun saat ini kondisi masih lemah. Dan harus beristirahat dulu untuk beberapa waktu. Untuk membantu meringankan beban beliau, kita bantu biaya saat berobat. Semoga lekas sembuh. Aamiin.

Bantuan : Rp. 870.400,-
Tanggal : 21 Desember 2014
Kurir : @teguh@mawanhananto

Narto saat ini sedang proses penyembuhan dari sakit thypus .

Narto saat ini sedang proses penyembuhan dari sakit thypus .

———

NURSITI ( 21 Tahun) , dsn.Patoman, Sidoharjo, Wonogiri, Jawa Tengah. Dek Nur,panggilan akrabnya adalah anak seorang petani yang hidup miskin. Ayah nya yaitu Suparmo bekerja sebagai buruh tani di desa nya. Dan ibu nya yaitu Bu Warsi adalah jualan makanan ringan di sekolah – sekolah. Saat ini Nur sedang mengalami sakit usus buntu yang sudah cukup parah. Diagnosis dokter harus dilakukan operasi. Saat pertama masuk ke RSUD tanggal 18 Desember 2014, belum memiliki BPJS, sehingga proses pengobatan mau tidak mau memakai jenis umum. Dan kemudian operasi telah dilakukan oleh dokter. Alhamdulillah, saat ini Nur sudah kembali ke rumah nya. Namun,kondisi masih lemah. Dan perlu banyak istirahat dahulu. Biaya untuk operasi, akomodasi dan untuk mencukupi kebutuhan saat di rumah sakit kita bantu. Mudah-mudahan meringankan beban keluarga Nur, dan dia bisa kembali beraktivitas membantu kedua orang tuanya mencari nafkah. Nursiti saat ini ikut membantu meringankan beban keluarga dengan bekerja sebagai pelayan disebuah warung bakso di solo. Namun, karena sakit maka saat ini berhenti sebab kondisi belum memungkinkan untuk kembali beraktivitas. Semoga lekas sembuh dan bisa kembali membantu orang tua nya. Aamiin.

Bantuan : Rp. 4.267.800,- untuk biaya operasi,akomodasi dan mencukupi kebutuhan selama di Rumah Sakit.
Tanggal : 21 Desember 2014
Kurir : @teguh@mawanhananto

Bantuan untuk operasi usus buntu.

Bantuan untuk operasi usus buntu.

———

HANDOKO (47th) pekerjaan sehari-hari adalah buruh serabutan di kampungnya. Istrinya ibu rumah tangga bekerja sambilan sebagai pengasuh bayi di rumah tetangga. Sedangkan kedua anaknya, anak pertama bekerja sebagai tukang pijat dan anak kedua baru saja lulus dari bangku SLTA. Sudah lebih dari setahun pak Handoko menderita sakit tedun/hernia. Namun karena keterbatasan biaya beliau enggan memeriksakan diri ke dokter. Pihak keluarga sebenarnya sudah berusaha untuk membujuknya agar mau di bawa ke dokter, namun pak Handoko masih bersikukuh menolak. Hingga pada suatu petang saat menghadiri acara tahlil di rumah tetangga, sekujur badannya berkeringat disertai nyeri perut. Merasa tidak nyaman beliau keluar dari rumah dan beristirahat sebentar di teras rumah tersebut. Iba melihat kondisi kakaknya yang kesakitan, adiknya yang hadir pula pada acara itu  segera membawa pak Handoko ke dokter. Setelah diperiksa, dokter menyarankan agar pasien segera di operasi. Mendengar penjelasan dokter pak Handoko belum berani memutuskan operasi karena tidak ada biaya. Tim #sr melalui salah satu kurirnya mendengar berita tersebut segera melakukan survey ke kediaman pak Handoko yang beralamat di dusun Wuni, rt 002/rw002, Pasuruhan, Mertoyudan, Magelang. Setelah berunding dengan kurir lain berdasarkan hasil survey,maka diputuskan pak Handoko kami bantu untuk dilakukan operasi hernia di rumah sakit Nur Hidayah Bantul.

Jumlah Bantuan : Rp.5.000.000,-
Tanggal : 08 September 2014
Kurir : @RofiqSILVER @@nuliwsaputri

Bantuan untuk operasi Hernia pak Handoko.

Bantuan untuk operasi Hernia pak Handoko.

———

JUANDI (40) beralamat di desa Wonolelo Jambe Wangi Kaponan kec. Pakis kab. Magelang. Pada awalnya beliau mimisan lalu dibawa ke mantri, setelah itu bibirnya perot/miring selama 6 bulan, kemudian di bawa ke RS dan dirujuk ke RS Sardjito. Di RS Sarjito dilakukan biopsi dan hasilnya didiagnosa sebagai kanker Nasofaring/ CANASOFARING. Hingga sekarang pak Juandi sudah dilakukan 3X kemo dan penuinaran. Dalam pengobatannya beliau menggunakan jaminan kesehatan : BPJS (mandiri kelas 3). Dahulu pak Juandi pernah dibantu dengan pemberian santunan dari koran Kedaulatan Rakyat. Karena beliau sudah tidak bisa bekerja, istrinya terpaksa yang harus menghidupi keluarga dengan menjadi pembantu rumah tangga. Kasi Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk meringankan beliau dalam pengobatan terutama untuk akomodasi ke rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 10 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @suaravinda @noventata

Bantuan untuk pengobatan kanker Nasofaring/ CANASOFARING

Bantuan untuk pengobatan kanker Nasofaring/ CANASOFARING

——-

HAIKAL (13) , anak belia ini kesehariannya sudah berprofesi sebagai pemulung. Dia tinggal bersama ibunya yang juga berprofesi sebagai pemulung, mengontrak di daerah Taman Siswa Yogyakarta. Dia dan keluarganya sempat diusir dari kontrakannya karena tak dapat membayar kontrakan selama 2 bulan. Tim #sedekahrombongan mendapat laporan melalui telefon dari seseorang bahwa terdapat pemulung yang sedang mengalami sakit panas akibat infeksi dari kakinya yang luka yang telah seminggu tidak diobati sedang tidur di bawah gapura di jalan taman siswa. Tim #sedekahrombongan langsung menuju ke lokasi untuk mengantar dik Haykal menuju IGD RS Hardjolukito untuk pemeriksaan. Tidak ada penyakit serius yang diderita Haykal sehingga diperbolehkan pulang. karena tidak memiliki kontrakan lagi akhirnya tim sedekah rombongan memberikan santunan untuk melunasi kontrakannya selama 3 bulan yang belum dibayar dan membayar kontrakan untuk 1 bulan berikutnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 Oktober 2014
Kurir: @RofiqSILVER @mwatsik @dhimascheblink

Bantuan untuk membayar kontrakan haikal yang berprofesi sebagai pemulung.

Bantuan untuk membayar kontrakan haikal yang berprofesi sebagai pemulung.

——-

WARSITI (42), bertempat tinggal di Babadan RT 06 Banguntapan Bantul ini adalah seorang ibu rumah tangga yang berjualan jus buah didekat rumahnya. Awal September lalu beliau pernah memeriksakan dirinya ke RS Happy Land dan hasilnya adalah kanker ovarium stadium 3 yang sudah menyentuh dinding perut. Beliau harus segera dilakukan tindakan operasi. Suami beliau, bapak Wagiyana, adalah seorang pegawai swasta dengan penghasilan yang minim untuk menghidupi beliau dan 2 anaknya, karena itu mereka masih tinggal di rumah orang tua. Dan untuk membayar pengobatan istrinya, beliau juga berhutang kepada perusahaan. Selang 1 bulan setelah didiagnosa kanker, perut beliau membesar dengan penuh cairan serta kesulitan buang air besar. Setelah itu, beliau dirujuk ke RS Sardjito berharap beliau ditangani lebih cepat. Namun Tuhan berkata lain, beliau telah dipanggil oleh-Nya pada 7 November 2014. Santunan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan sebesar Rp 2.000.000,- semoga dapat mengurangi beban hidup almarhum beserta keluarga yang ditinggalkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 7 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @tukangtimba

Warsiti menderita kanker ovarium stadium 3 yang sudah menyentuh dinding perut

Warsiti menderita kanker ovarium stadium 3 yang sudah menyentuh dinding perut

——–

HARDANI (85) adalah seorang janda yang sudah berusia sangat lanjut yang bertempat tinggal di Karanggede RT 04 RW 04 Sumberharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Beliau mengalami patah di kedua kakinya yang lemah akibat gempa Jogja 2006 silam, karena itu beliau dipasangkan pen di kaki beliau. Untuk kesehariannya, beliau berjalan menggunakan tongkat. Karena usia beliau yang sudah sangat tua sehingga dari tim dokter tidak berani mengambil pen yang ada dikedua kaki beliau. Di rumah, beliau tinggal bersama dengan anaknya yang bernama Mbah Kamirah (60) yang senantiasa menemani serta merawat beliau saat dihari tuanya. Mbah Kamirah pun adalah seorang janda yang kesehariannya selain merwat ibundanya, beliau juga berusaha membantu perekonomian keluarga untuk sehari – hari. Santunan yang diberikan dari Sedekah Rombongan sebesar Rp 1.000.000,- semoga dapat mengurangi beban hidup beliau dan anaknya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 21 Desember 2014
Kurir: @RofiqSILVER @widjiyono

Hardani mengalami patah di kedua kakinya yang lemah akibat gempa Jogja 2006 silam.

Hardani mengalami patah di kedua kakinya yang lemah akibat gempa Jogja 2006 silam.

——–

ARIFIN DWI PAMUNGKAS merupakan anak dari pasangan pak Darmawan serta Ibu Sarwanti yang tinggal di sebuah rumah warisan dari kakek dan neneknya di Kanoman RT 04 / RW 05, Bayuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Sehari-hari, pak Darmawan bekerja sebagai tukang parkir, dengan penghasilan sebulan kurang lebih Rp.750.000,- dan istrinya yaitu bu Sarwanti sebagai ibu rumah tangga yang merawat anaknya dirumah. Mereka termasuk keluarga miskin (KKM tahun 2014) sesuai SK Bupati Sleman nomor 580/Kep.KDH/A/2013 tanggal 31 Desember 2013.Kini kondisi ibu dari dik Arifin ini sakit-sakitan dan sangat kurus karena mengidap penyakit jantung lemah serta maag akut. Dua bulan yang lalu opname di RS Queen Latifa karena muntah darah dan dokter mendiagnosa ibu Sarwanti ini terkena paru-paru basah. Padahal saat itu ibu Sarwanti sedang hamil 8 bulan, dan berat badannya hanya bertambah 2 kg. Dua orang anaknya juga kurus-kurus, kurang sehat. Semua hanya tidur dilantai, dengan alas karpet plastik tipis. Pada tanggal 6 oktober anak ketiganya yaitu dik Arifin ini lahir pada umur 8 bulan dengan cesar karena kondisi kandungan ibu yang lemah dan dikhawatirkan air ketubannya kering sehingga harus dirawat intensif karena kondisinya sangat lemah. Setelah diperbolehkan pulang oleh dokter, keluarga bapak Darmawan belum juga sanggup membayar biaya tagihan perawatan rumah sakit karena keterbatasan keuangan. Untuk membantu keluarga bapak Darmawan, Sedekah Rombongan memberi bantuan untuk membayar biaya rumah sakit putranya yang ketiga yaitu dik Arifin.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 6 Oktober 2014
Kurir : @RofiqSILVER @fahmiSQ @keliqer

ibu dari dik Arifin ini sakit-sakitan dan sangat kurus karena mengidap penyakit jantung lemah serta maag akut.

ibu dari dik Arifin ini sakit-sakitan dan sangat kurus karena mengidap penyakit jantung lemah serta maag akut.

——-

BINTANG GINTING (40) alamat di dusun Beku RT053/RW023 Banjarharjo kec. Kalibawang kab. Kulonprogo Yogyakarta. Pekerjaan beliau sebagai karyawan swasta untuk menghidupi istrinya bernama Sumarti (36) dan anaknya Safara Jendani Ginting (3). Pak Bintang terkena setrum pada tanggal 3 November 2014. Beliau saat mau mengganti atap rumah di SMP N 1 Kalibawang. Kayu yang dibawa mengenai kabel listrik. Beliau langsung dibawa ke RSUD muntilan selama 19 hari dan biaya rumah sakit mencapai sekitar 8 jt. Kami memberinya santunan untuk membantunya meringankan biaya tersebut.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2014
Kurir: @RofiqSILVER @anggabengok

Bantuan untuk biaya rawat inap RS Pak Bintang karena terkena setrum.

Bantuan untuk biaya rawat inap RS Pak Bintang karena terkena setrum.

———

EXCHEL IZKY (14 bulan) adalah seorang balita yang mengalami kelainan bawaan di paru – parunya yang mengaikabtkan gangguan kerusakan pada otaknya. Bapaknya, Wahono, adalah seorang buruh serabutan di Gunung Kidul. Karena beliau tidak bisa menerima keadaan anaknya, maka beliau lebih memilih untuk meninggalkan anak dan istrinya. Untuk kelangsungan hidup, Exchel dan ibunya, bergantung sepenuhnya kepada orang tua ibunya karena ayahnya sudah tidak menafkahkan mereka lagi. Dengan penghasilan yang tidak tetap, kakek dan neneknya membantu menghidupi Exchel dan ibunya serta turut ikut membantu memikirkan biaya pengobatan Exchel. Tim kurir pendamping bertemu Exchel di RS Pelita Husada dan kami mencoba membantu Exchel dan keluarga. Dengan kondisinya yang semakin memburuk, Exchel dirujuk ke RS Betesdha. Setelah dirawat selama 4 hari, ia diijinkan pulang. Menurut saran dari tim dokter Exchel harus mempunyai alat nebulizer sendiri di rumah. Santunan yang diberikan oleh Sedekah Rombongan sebesar Rp 6.632.000,- untuk membelikan alat serta membantu seluruh biaya selama dirawat di rumah sakit. Semoga santunan dari sedekaholic ini dapat bermanfaat untuk Exchel dan keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp. 6.632. 000,-
Tanggal: 1 Desember 2014
Kurir: @RofiqSILVER @aji_kristanto @Aryo @Nata

Exchel mengalami kelainan bawaan di paru – parunya yang mengakibatkan gangguan kerusakan pada otaknya.

Exchel mengalami kelainan bawaan di paru – parunya yang mengakibatkan gangguan kerusakan pada otaknya.

——–

KIRANA WULAN PRADESTA (7) adalah seorang bocah perempuan manis yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Bertempat tinggal di Gunung Gempal RT 23 RW 10 Giripeni Wates Kulon Progo, ia dan orang tuanya tinggal. Kesehariannya dulu sangatlah senang, khas anak perempuan pada umumnya, sebelum didiagnosa dokter mengidap AIHA (Auto Immun Hemolitik Anemia) pada Talesemia Betamayor atau bisa disebut anemia berat. Awalnya beliau merasakan pucat saat Juli 2008 lalu dibawa ke RSUD Wates dan diagnosa dengan penyakit tersebut. Sampai sekarang Kirana selalu rutin memeriksakan ke rumah sakit. Santunan yang diberikan Sedekah Rombongan sebesar Rp 1.000.000,- semoga bisa membantu meringankan beban Kirana dan keluarga sehari – hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 21 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @anggabengok @ghimoet

Kirana mengidap AIHA (Auto Immun Hemolitik Anemia) pada Talesemia Betamayor atau bisa disebut anemia berat.

Kirana mengidap AIHA (Auto Immun Hemolitik Anemia) pada Talesemia Betamayor atau bisa disebut anemia berat.

———

KISMO PAWIRO (83) alamat dusun Sibolong RT80/RW20 Jatimulyo kec. Girimulyo kab. Kulonprogo Yogyakarta. Beliau dan istrinya  Tuyem (79) bekerja sebagai petani. Pak Kismo mengalami lumpuh, kurang lebih sejak 2,5 tahun yang lalu.  Untuk mencukupi kebutuhan sehari hari, selama ini ibu Tuyem yang mencari nafkah untuk makan sehari-hari dan kadang tetangga yang kasihan memberikan makanan kepadanya. Kami memberinya santunan untuk meringankan biaya hidup keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 30 September 2014
Kurir: @RofiqSILVER @anggabengok @ghimoet

Santunan untuk meringankan biaya hidup keluarga pak kismo yang lumpuh selama 2.5th.

Santunan untuk meringankan biaya hidup keluarga pak kismo yang bekerja sebagai petani.

——–

YULIANA NUR HALIMAH (15) alamat  di desa Pulosari Wanujoyo kec Salam Kab. Magelang. Ayahnya bernama Suparman bekerja sebagai buruh nggadoh sapi & pijit dan Ibunya bernama Siti Aszariyah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Yuliana adalah pelajar SMA kelas X, dia mengalami kecelakaan sepeda motor pada tanggal 25 Oktobert 2014 dan mengalami patah tulang. Dia dibawa oleh orang tuanya ke sangkal putung untuk pengobatannya, dan menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.600.000,00. Biaya tersebut ditebus orang tuanya dengan berhutang kepada kerabatnya. Perjalanan Juliana masih panjang, sementara luka patah tulang belum sembuh total menyebabkan dia kesulitan dalam beraktifitas. Kami memberi santunan untuk membantu Yuliana membuat kartu jaminan kesehatan BPJS agar dapat dipakai untuk pengobatan patah tulangnya di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal: 4 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @vathjohn @rizkyaditya4 @syarief_ahmaddd

Yuliana mengalami kecelakaan sepeda motor dan mengalami patah tulang.

Yuliana mengalami kecelakaan sepeda motor dan mengalami patah tulang.

——–

RAHMAD ISNAINI (19) alamat dusun Gatak IX RT 005 RW 022 Sidoluhur kec. Godean kab.Sleman Yogyakarta. Orang tua bernama Mugi Kustiono (55) bekerja sebagai tukang becak dan Dwi Riwanti (52). Rahmad dahulu lahir dalam keadaan sungsang dan sejak SD hingga sekarang dia didiagnosa menderita Tortiolis/ kelainan otot pada leher. Kami memberinya santunan untuk membantunya dalam berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 8 Desember 2014
Kurir: @RofiqSILVER @anggabengok

Rahmad menderita Tortiolis/ kelainan otot pada leher.

Rahmad menderita Tortiolis/ kelainan otot pada leher.

——–

RAHMAT EKO RAMADHAN ( 2 )menderita sakit ATRESIANI & BOCOR KATUP JANTUNG alamat Jogotamu RT 01/RW 07 Loano Purworejo Jawatengah. Dik.Rahmat anak dari ke 1  Ibu.Siti Zulaikah (30th) yang berprofesi petani dan ibu rumah tangga pada tahun 2013 #SedekahRombongan mendamping proses pembuatan saluran sekresi di RSUP Dr Sarjito Yogyakarta secara jalur pengobatan umum .Pada tanggal 5/12/2014 Dik Rahmat Kontrol pembuatan saluran sekresi serta tindakan echo untuk mengetahui perkembangan katup  kebocoran jantungnya,  1 tahun yang akan datang baru akan  kembali kontrol. #SedekahRombongan kembali memberikan santunan untuk biaya akomodasi serta kontrol senilai Rp.2.000.000(Dua Juta Rupiah) setelah sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 594.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 15 September & 7 Desember 2014
Kurir: @RofiqSILVER @ilhamasamara@KedunkUSSIL

Rahmat menderita sakit ATRESIANI & BOCOR KATUP JANTUNG

Rahmat menderita sakit ATRESIANI & BOCOR KATUP JANTUNG

———

SUGIARTO (39)  alamat di dusun Prapak Wetan RT 005/RW 008, Sendangmulyo kec. Minggir kab. Sleman Yogyakarta. Pekerjaan sebagai buruh las untuk menghidupi istrinya yang bernama Sumiati (38) dan anaknya Fintia (7) dan Fala (2). Musibah terjadi, beliau mengalami kecelakaan sepulang bekerja. Belia korban tabrak lari sekitar seminggu yang lalu dan sempat rawat inap di RS. Baktiningsih Klepu selama 2 hari. Kami memberinya santunan untuk membantu beliau biaya akomodasi kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 5 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @anggabengok @ghimoet

Santunan untuk membantu beliau biaya akomodasi kontrol karena kecelakaan tabrak lari.

Santunan untuk membantu beliau biaya akomodasi kontrol karena kecelakaan tabrak lari.

———

CHOIRUL ANWAR (19) anak pertama dari Suprapto (48) yang bekerja sebagai buruh dan Khoiriyah (37). Alamat rumah di RT 1 RW 3 Pangen Juru Tengah Kab. Purworejo, Jawa Tengah. Irul nama panggilannya, setelah lulus dari SMK dia bekerja di  salah satu pabrik pembuatan alat music di Jakarta. Beberapa kali dia pinsan saat bekerja, dia mengira sakit biasa dan meneruskan kerja. Suatu hari dia pinsan lagi dan langsung dibawa ke klinik pabrik, dokter di sana langsung menyarankan untuk memeriksakan ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut karena ditemukan beberapa benjolan di bagian leher, paha dan lengan tangannya. Akhirnya Irul pulang ke kampungnya di Purworejo dan diperiksakan di  RS PKU Muhammadyah Purworejo, karena ketersediaan alatnya terbatas dokter murujuknya di RSUD Saras Husada Purworejo. Sekitar seminggu dirawat, dokter di Saras Husada merujuknya ke RSUP Dr Sardjito. Keluarga membawanya ke RS Sardjito, saat itu Irul mengalami pinsan saat berada di pendaftaran. Perawat di sana langsung membawanya ke IGD dan dokter memutuskan untuk rawat inap. Selama perawatan, Irul  menjalani pemeriksaan lab dan lain-lain, dokter mendiagnosa Irul terkena leukemia dan adanya cairan pada paru-parunya.Bantuan ini diberikan guna memenuhi kebutuhan selama di rumah sakit, akomodasi, dan pembelian obat di luar BPJS.yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 645.

Jumlah Bantuan : Rp 600.000,-
Tanggal: 16 Desember 2014
Kurir: @RofiqSILVER @tya_nurulendah

Irul terkena leukemia dan adanya cairan pada paru-parunya.

Irul terkena leukemia dan adanya cairan pada paru-parunya.

——-

ALVARO RICKI ADITYA (2) adalah anak dari Kirman (29), beliau sehari-hari bekerja sebagai buruh di kota Jakarta, dan ibunya bernama Miyanti (26) bekerja sebagai buruh pabrik. Dik Alvaro tinggal bersama kedua orang tuanya yang beralamatkan di Karang Banjar RT 021/009 kec. Bojongsari kab. Purbalingga. Adek Alvaro mengidap penyakit tumor mata, bermula pada umur 4 bulan pihak keluarga mengira hanya “belekan” saja namun lama kelamaan matanya semakin membesar, hingga sebesar bola pingpong dan mengakibatkan penglihatan tidak berfungsi secara maksimal. Karena keterbatasan biaya dik Alvaro tidak pernah dibawa oleh pihak keluarganya untuk berobat. Hal tersebut terdengar oleh tetangga rumahnya, akhirnya warga setempat berinisiatif untuk membawa dik Alvaro ke RSUD Purwokerto untuk melakukan pengobatan. Namun, pihak Rumah Sakit tidak mampu melakukan tindakan medis lebih lanjut dan akhirnya pihak rumah sakit merujuknya ke RS Sardjito. Sesampai di RS Sardjito, pihak dokter menyarankan dik Alvaro untuk segara operasi. Sebelumnya dik Alvaro belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak manapun dan merupakan dari keluarga yang kurang mampu. Kini kami mendampinginya dalam proses pengobatan dan kemoterapi di RSUP Dr Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk biaya pengobatan serta pembelian obat selama di rumah sakit. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 636.

Jumlah Bantuan : Rp 1.619.500,-
Tanggal : 19 November  2014
Kurir: @RofiqSILVER @admin

Alvaro bola mata hingga sebesar bola pingpong

Alvaro bola mata hingga sebesar bola pingpong

——-

TUMINEM (60) merupakan warga Getas RT14/RW03 Playen Gunungkidul. Ia merupakan seorang Ibu rumah tangga, yang memiliki suami bernama bapak Marjuki (64) yang bekerja sebagai buruh tani. Penghasilan keluarga ini hanya 200 ribu perbulan. Dan dengan minimnya penghasilan tersebut harus menanggung pula 2 orang putra dan 1 orang putri yang masih belum bekerja. Ibu tuminem mulai mengidap CaMamae (Kanker Payudara) dan sudah dioperasi di RSUD Wonosari pada tahun 2012 lalu. Hingga saat ini bu Tuminen diharuskan menjalani proses Kemoterapi dan penyinaran namun dikarenakan keterbatasan ekonomi, bu Tuminem sempat menunda proses pengobatan tersebut. Tim Sedekah Rombongan memutuskan untuk mendampingi Bu Tuminem sejak 10 Maret 2014 dan saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan di Dokter spesialis Onkologi RSAU Harjolukito. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol, susu peptamen, kemoterapi dan akomodasi.dan sebelumnya masuk dalam rombongan 642.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.332.850,-
Tanggal: 19 November  2014
Kurir : @RofiqSILVER @admin

Bu tuminem menderita mengidap CaMamae (Kanker Payudara)

Bu tuminem mengidap CaMamae (Kanker Payudara)

——–

YENI NURVITA (23)  istri dari pak Endra Riawan (27) yang bekerja sebagai pegawai jasa fotocopy. Mereka  tinggal di dusun Gunung Kacangan Sumberwungu Tepus Kab. Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta. Mbak Yeni mengalami kelumpuhan sejak 2 tahun lalu, tepatnya setelah 2 bulan menikah, yaitu pada tanggal 4 agustus 2012. Mbak Yeni tertindih pagar saat sedang bekerja dan mengakibatkan patah tulang belakang, beliau pernah dioperasi di RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo dan menghabiskan biaya sekitar 40an juta. Selang beberapa bulan setelah operasi ada luka di tubuh bagian belakang, sempat diperiksakan di rumah sakit Mumtazam Wonosari, karena keterbatasan dana lalu pindah ke pengobatan alternatif dan lukanya berhasil sembuh, akan tetapi kondisinya masih lumpuh. Dahulu, dari pihak RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo mbak Yeni disuruh untuk rutin terapi satu minggu sekali, tetapi karena keterbatasan dana dan tidak adanya transport keluarganya keberatan dan terpaksa terapi dihentikan. Akhirnya kami membawa mbak Yeni kontrol ke RS Ortopedi Dr. Soeharso Solo, dokter menyarankan untuk dilakukan fisioterapi dan akupuntur. Kemudian kami mendampinginya dengan melakukan terapi akupuntur di RSUP Hardjolukito. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi dan biaya terapi. yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 642.

Jumlah Bantuan : Rp 2.356.600,
Tanggal: 19 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @Admin

Yeni menderita patah tulang belakang

Yeni menderita patah tulang belakang

——–

Bayi SUPRIYATI (32) dan bapak Rokhmat (35). Ibu Supriyati adalah seorang IRT, sedangkan pak Rokhmat adalah seorang buruh serabutan. Bayi laki-laki yang berusia kurang lebih 1 bulan ini kurang beruntung, dia mempunyai riwayat muntah sejak lahir dan selama ini hanya BAB 4-5x saja. Kemudian dirawat di RSUD Sleman sampai usia 16 hari, lalu dirujuk ke  RS Sardjito dan diketahui bahwa terdapat sumbatan di ususnya. Dokter menyarankan untuk melakukan operasi laparotomi, tapi harus menunggu BPJS selesai diurus. Namun karena BPJS telat diurus dan pasien merupakan peserta BPJS mandiri, kartu tersebut tidak bisa digunakan. Status jaminan pasien sekarang adalah umum. Ibunya sudah berusaha juga meminta keringanan biaya dari pihak RS untuk operasi anaknya, tapi belum ada tindak lanjut. Saat ini pasien dirawat di NICU RS Sardjito Yogyakarta. Sedekah Rombongan memberikan bantuan ini untuk membantu biaya akomodasi keluarga bu Supriyati dan pak Rokhmat ini.

Jumlah Bantuan : Rp 3.000.000
Tanggal: 21 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @suaravinda

Bayi Supriyati terdapat sumbatan di ususnya

Bayi Supriyati terdapat sumbatan di ususnya

——–

Bayi SUYATI (29) berusia 12 hari ini merupakan anak pertama dari pasangan ibu Suyati (29) yang merupakan seorang IRT dan Bapak Ari Wibowo (29) yang sehari-harinya bekerja sebagai supir. Dengan pendapatan yang tidak menentu, mereka tinggal menumpang dirumah orang tuanya di Bugelan, RT 10 RW 4, Kebondalem Lor, Prambanan. Bayi dari pasangan ini lahir SC atas indikasi ibu hipertensi kronis. Berat badan lahir 1050gr pada usia kehamilan 31 minggu, dan hal ini membuat bayi mengalami infeksi awal yang berat. Serta memiliki trombosit  dan albumin yang rendah, serta terdapat perdarahan lambung. Bayi ini juga menderita anemia yang membuatnya harus menjalani tranfusi darah dan albumin. Saat ini ia dirawat di inkubator dan dengan alat bantu nafas di NICU RS Sardjito. Sedekah Rombongan memberikan bantuan ini untuk membantu biaya akomodasi keluarga bu Suyati dan Pak Ari ini.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal: 21 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @suaravinda

Bayi suyati mengalami infeksi awal yang berat

Bayi suyati mengalami infeksi awal yang berat

——-

Bayi SAPTINI (32) dan bapak Dedi Haryadi (35) ini lahir dengan berat badan sangat rendah. Ibu Saptini saat ini tidak bekerja, sedangkan bapak Dedi adalah seorang buruh. Mereka tinggal di Krapyak Wetan no.346 RT 16 Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Bayi ini memiliki  gangguan pernafasan karena kurang surfaktan. Kulit bayi juga terlihat kuning, sehingga perlu dilakukan fototerapi secara rutin. Bayi tersebut beresiko menderita gangguan hormon tiroid. Keluarga mempunyai jaminan kesehatan BPJS mandiri, tetapi untuk anaknya yang baru lahir ini tidak bisa dijaminkan karena pengurusannya sudah melebihi batas waktu yang ditetapkan. Sehingga kini mereka kesulitan untuk membiayai perawatan anaknya yang sekarang  sedang dirawat intensif di NICU RS Sardjito. Sedekah Rombongan memberikan bantuan ini untuk membantu biaya akomodasi keluarga bu Saptini dan pak Dedi ini.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000
Tanggal : 21 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @suaravinda

Bayi saptini gangguan pernafasan karena kurang surfaktan

Bayi saptini gangguan pernafasan karena kurang surfaktan

———

Bayi NGATINAH (25) yang tinggal di Ds Gendomoro RT 004/005 Kranggan, Temanggung. Anak kedua dari bu Ngatinah ini lahir dengan bantuan bidan di kampungnya. Bayi tersebut lahir dengan berat badan rendah dan sang ibu mengalami retensio plasenta yang kemudian dirujuk ke RS Sadewa. Ketika dibawa ke RS Sadewa, sang bayi muntah kecoklatan yang dicurigai ada pendarahan pada lambungnya lalu diputuskan untuk dirujuk ke RS Sardjito. Sehari-harinya, ibu Ngatinah ini tinggal ngekos sembari bekerja di Jogja. Dulu ketika bersalin suaminya menjenguk ke Jogja dari Temanggung, kemudian pergi mengurus jaminan dan surat-surat seperti Kartu Keluarga, KTP ke Temanggung dan surat2 ibu Ngatinah pun dibawa suaminya ke Temanggung. Tapi ternyata, sang suami tidak bisa dihubungi lagi hingga sekarang. Ketika bayi bu Ngatinah harus dirujuk ke RS Sadewa, hp ibu tersebut digadaikan untuk membayar biaya bidan. Di RS Sardjito, ibu Ngatinah tidak membawa baju dan uang, selama ini ia hidup dari bantuan ibu-ibu di rumah sakit. Ketika kondisi bayi sudah membaik dan dibolehkan pulang, ibu Ngatinah malah kebingungan mencari dana untuk membayar biaya rumah sakit. Untuk itulah Sedekah Rombongan memberi santunan kepada bu Ngatinah untuk membantu beliau menebus biaya rumah sakit yang menunggak.

Jumlah Bantuan : Rp 4.000.000
Tanggal : 1 Desember 2014
Kurir : @RofiqSILVER @suaravinda

Bayi ngatinah dicurigai ada pendarahan pada lambungnya

Bayi ngatinah dicurigai ada pendarahan pada lambungnya

——–

HADI PAWIRO (75) alamat dusun Kruwet RT 02/RW 05 desa Sumberagung kec. Moyudan kab. Sleman Yogyakarta. Suaminya sudah meninggal dunia 4 tahun yang lalu dan mereka tidak mempunyai anak. Mbah Hadi mengalami sakit stroke sakit sejak 2 tahun yang lalu. Beliau hidup seorang diri, yang merawatnya adalah tetangga sekitar dan keluarga dekat. Untuk membantu biaya hidup mbah Hadi, kami memberikan santunan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @anggabengok @ghimoet

Mbah Hadi mengalami sakit stroke

Mbah Hadi mengalami sakit stroke

——-

ESTI BUDIARTI (33) adalah seorang ibu rumah tangga yang merupakan istri dari bapak Jumari yang bekerja sebagai seorang petani. Pasangan ini dikaruniai 2 anak yang berumur 10 tahun dan 1,5 tahun. Mereka tinggal di Pedukuhan Bayur Kel. Bojong RT. 11 RW. 03 Jatibarang bersama ayah dari ibu Esti yaitu bapak Kusmiati (57) yang bekerja sebagai petani seperti suami dari bu Esti. Ibu Esti sejak 2 tahun terakhir mengidap tumor di bagian pangkal paha setelah kepulangannya dari arab. Sebelumnya sudah pernah menjalani operasi tetapi tumornya kembali tumbuh besar lagi selama kurang lebih 1 tahun hingga saat ini. Biaya ini digunakan untuk biaya akomodasi selama pengobatan di RSAU Hardjolukito susu dan lain lain.sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 636.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.337.550,-
Tanggal: 21 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER via @dhimascheblink

Esti mengidap tumor di bagian pangkal paha

Esti mengidap tumor di bagian pangkal paha

——-

TRIYONO BUDIARTO (18) baru saja menyelesaikan pendidikannya di bangku Sekolah Menengah Atas. Laki-laki yang akrab disapa Mas Budi ini tinggal di Warungboto UH 4 No.846 RT.31 RW.08 bersama sang ayah yaitu Pak Warijan (59) dan Ibundanya yang bernama Wakingah (54). Sehari-hari sang ayah bekerja sebagai buruh bangunan dan sang ibu adalah seorang Ibu Rumah Tangga. Pada Mei 2013 lalu, Mas Budi mulai sering merasa pusing dan terkena radang tenggorokan. Dan pada bulan oktober 2013 mulai muncul benjolan di tubuhnya. Mas Budi lalu diperiksakan ke THT RS Sardjito dan dibiopsi. Dokter mengatakan bahwa Mas Tri mengidap Ca Nasofaring (Kelenjar Getah Bening). Namun sayangnya pengobatan terpaksa dihentikan karena Mas Budi harus fokus belajar untuk persiapan Ujian kelulusan SMA. Setelah ujian kelulusan SMA terlewati, pengobatan dilanjutkan kembali namun kali ini bukan lagi di RS Sardjito melainkan di RS Wirosaban berharap mendapat diagnosa yang lebih ringan. Di RS Wirosaban, kembali Mas Tri di biopsi dan diagnosa dokter masih sama seperti yang lalu yaitu Ca Nasofaring (Kelenjar Getah Bening). Karena hasilnya sama, maka pihak RS Wirosaban merujuk kembali ke RS Sardjito dan dimulai pemeriksaan awal yaitu foto thorax dan CT scan. Setelah 1,5 bulan antri kamar untuk kemoterapi, ternyata sehari sebelumnya kondisi Mas Budi drop karena demam tinggi dan telinganya mengalami infeksi. Pihak RS pun menyuruh Mas Budi untuk pulang karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk menjalani kemoterapi. Mas Budi pun terpaksa pulang karena jatah kamar untuk pasien BPJS telah habis, dan akan menjalani kemoterapi nanti setelah kondisinya kembali stabil dan mendapat kamar di Tulip Rs Sardjito.
Mas Budi ini semangat sekali untuk sembuh, selama ini dia sendiri yang mengurus semua proses administrasi dan pengobatannya. Bahkan ia sering membawa ibunya naik motor untuk melakukan pengobatan di RS yang jaraknya lumayan jauh dari rumah mereka. Bantuan ini digunakan untuk biaya hidup sehari-hari Mas Budi dan keluarga, serta biaya akomodasi untuk pemeriksaan di RS. Hardjolukito dan RS.Sardjito Yogyakarta. Dan sebelumnya sudah masuk ke rombongan 593 , 596 , 609,631

Jumlah Bantuan : Rp. 3.154.000,-
Tanggal   : 27 Desember 2014
Kurir : @RofiqSILVER via @iblisganteng @aryaniyan

Mas Tri mengidap Ca Nasofaring (Kelenjar Getah Bening)

Mas Tri mengidap Ca Nasofaring (Kelenjar Getah Bening)

———

TASMIYATI (40) adalah istri dari Pak Sarmono yang bekerja sebagai buruh serabutan. Pasangan ini mempunyai anak perempuan yang berumur 3th. Mereka tinggal di dusun Sabrang kel. Margoyooso kec. Salaman kab. Magelang. Ibu Tasmiati menderita sakit perut yang membesar, yang diderita sejak 4th dan terkena penyakit herves serta hepatitis C. Pernah operasi kiret karena melahirkan prematur, sebelum operasi pernah mengalami muntah-muntah darah, setelah operasi ternyata plasentanya ada yang ketinggalan dan membuat perut ibu Tasmiati semakin hari semakin membesar, sebelumnya pernah dirawat di sardjito memakai jamkesmas pada tahun 2009 waktu itu sempat mengecil tapi karena kekurangan biaya, berhenti kontrol dan akhirnya perutnya membesar lagi.untuk saat ini Ibu Tasmiati di tangani oleh RS.Sardjito dan dikarenakan proses panjang dan lama,sama dokter disarankan obat jalan dan perlu penanganan khusus. Bu Tasmiyati menjalani penyedotan cairan diperutnya yang akan dilakukan setiap 2 minggu sekali, Berobat jalan dan segala kebutuhan sampai Bu Tasmiyati sembuh akan kita dampingi. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol RS, obat bulanan dan akomodasi yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 641.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Tanggal : 16 Desember  2014
Kurir : @RofiqSILVER via @ilfamaulida @KedunkUSSIL

Tasmiyati terkena penyakit herves serta hepatitis C.

Tasmiyati terkena penyakit herves serta hepatitis C.

——

SIYAM( 52th) Kanker Payudara & Tulang Retak ) merupakan warga dusun Jurug rt 80, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Beliau mengidap kanker payudara diketahui pada awal tahun 2014 dengan sebuah benjolan pada payudara kiri. Pada awal bulan agustus benjolan itu pecah, sampai saat ini belum pernah di obatkan ke rumah sakit. Kondisi di perparah saat kaki ibu Siyam kesleo yang menimbulkan tulang retak pada kaki kiri sehingga tidak bisa berjalan. Bantuan dari sedekah rombongan ini digunakan sebagai biaya akomodasi dan kontrol di RS. Hardjolukito Yogyakarta,sebelumnya masuk dalam rombongan 631.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.880.000,-
Tanggal: 20 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @admin

Siyam menderita Kanker Payudara & Tulang Retak

Siyam menderita Kanker Payudara & Tulang Retak

——

SUGIYATNO (63) merupakan penjual lotis keliling yang tinggal di Sidorejo, Karangtengah, Gunung Kidul. Ia tinggal bersama istrinya yang berumur 40th, serta 3 orang anaknya di sebuah rumah sederhana. Sang istri merupakan seorang ibu rumah tangga yang membantu pak Sugi untuk mempersiapkan buah-buahan untuk dijual. Pak Sugiyatno menderita syaraf kejepit sudah bertahun-tahun, menurut beliau sakitnya karena dulu sering jatuh tetapi tidak pernah dibawa berobat sehingga baru baru dirasakan efeknya sekarang. Selain itu pak Sugi juga mengalami luka dikaki karena pernah terkena kerikil tajam, sehingga hal tersebut sangat mengganggu aktifitas pak Sugi untuk mencari nafkah. Namun pak Sugi tidak mau dioperasi  dan lebih memilih memakai obat herbal untuk mengobati lukanya, beliau menyisihkan keuntungannya berjualan setiap hari untuk membeli obat herbal untuk lukanya. Namun semenjak terjatuh dari gerobak lotisnya pada akhir oktober, pak Sugi sama sekali tidak bisa bekerja, sebab gerobak sewanya sudah rusak sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu. Beliau ingin sekali mempunyai gerobak sendiri tetapi tidak ada biaya, saat ini untuk membeli obat herbal untuk mengobati lukanya pun sama sekali belum bisa karena ia tidak lagi berjualan. Pada tangggal 15 November 2014, Sedekah Rombongan menyampaikan santunan untuk pembuatan gerobak baru dan juga untuk membantu biaya pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal : 15 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @aji_kristanto

Sugiyanto menderita syaraf kejepit

Sugiyatno menderita syaraf kejepit

——–

SUROTO, (40) tinggal di Dusun Gebang RT 17 RW 04 Desa Ngloro, Kecamatan Saptoaari. . Istri Pak Suroto bernama Ibu Wastinah (39 tahun). Mereka berdua profesi sebgai petani dengan empat orang anak. Anak pertama sudah berkelurga dan ikut istrinya.  Anak ke-2 kerja serabutan untuk membantu ekonomi keluarga. Dulunya anak ke-2 pernah sekolah tapi berhenti waktu SMP karena ayahnya sakit. Anak ke-3 sekarang sekolah kelas 2 SMP. Anak ke-4 baru berumur 4,5th. Pak Suroto yang lahir di Gunung Kidul tanggal 04-7-1974 ini menderita gagal ginjal sejak tahun 2009. Pak Suroto harus menjalani cuci darah 3 kali dalam seminggu di RS PKU Muhammadiyah Jogja. Pada hari senin Pak Suroto berangkat ke Jogja dan baru pulang hari Jumat untuk meminimalisir biaya transport pulang pergi Pak Suroto pun terpaksa menumpang tidur di lorong-lorong rumah sakit PKU Muhammadiyah. Cuci darah Pak Suroto gratis karena memakai jamkesmas. Sedekah Rombongan memberikan santunan untuk membantu biaya akomodasi pak Suroto selama pengobatan di RS.

Jumlah Bantuan  : Rp. 1.000.000,-
Tanggal: 14 Desember 2014
Kurir : @RofiqSILVER @imamnurhuda @mwatsik @ariskaa_rd

Suroto menderita gagal ginjal

Suroto menderita gagal ginjal

——–

DAHLIO (82) thn bertempat tinggal di pundung sari kec semin kab gunung kidul. Beliau sakit prostat dan jantung,bah dalio bekerja sebagai buruh tani untuk menyambung kehidupannya, mbah dalio  sehari harinya tinggal sendiri dirumah gubuknya. Istri beliau meninggal sudah berpuluh2an taun,bah dahlio mempunyai anak tapi dia tidak mau merawat dan peduli dengan bapaknya, padahal anak beliau tinggal tidak jauh dari rumah mbah dalio sendiri. Mbah dalio tinggal di rumah gubuk bambu milih bapak dukuh setempat, mbah dalio mengalami postrat sudah 10 taun yang lalu dan belum diperiksakan sama sekali sampai kami menemukan beliau dan kami mendampingi pengobatan beliau. Santunan dari Sedekah Rombongan ini diberikan untuk biaya kontol obat selama bulan Oktober dan November 2014 dan akomodasi untuk kebutuhan sehari hari.yang sebelumnya masuk dalam rombongan 636.

Jumlah Bantuan : Rp. 4.591.750,-
Tanggal :31 Oktober & 31 November 2014
Kurir  : @RofiqSILVER  @blur_haikal @ferirachman_

37. dahlio2

Mbah Dahlio menderita sakit prostat dan jantung.

———

KARSONO atau biasa dipanggil mbah Cikrak lahir pada 31 desember 1931. Mbah cikrak merupakan seorang janda karena suaminya meninggal dunia sejak 20th yang lalu. Kini mbah Cikrak tinggal sendirian di Selang 3, RT 3 RW 3, Wonosari, Gunung Kidul. Dengan kondisi yang sudah tua dan renta, Mbah Cikrak lebih sering menghabiskan waktu untuk duduk dan berbaring di dipan rumahnya. Kebutuhan akan kursi roda sebenarnya sudah dirasakan sejak lama. Setiap pemeriksaan labsia, Mbah Cikrak tidak dapat berjalan jauh sehingga menggunakan kursi roda milik rumah sakit. Pada 24 November 2014, Sedekah Rombongan menyampaikan santunan berupa kursi roda. Semoga bantuan ini dapat membantu Mbah Karsono untuk melewati usia senja dengan bahagia dan nyaman.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal: 27 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @aniesanorma @rizkyaditya4 @fahmisq

Mbah karsono menerima santunan berupa kursi roda.

Mbah karsono menerima santunan berupa kursi roda.

———

EMI MURNITTA (14) tinggal bersama sang ayah yaitu Bapak Suwasno di Sempon Kulon RT 1 RW Dadapayu Semanu Gunungkidul. Bapak Suwasno sehari-harinya bekerja sebagai petani dengan pendapatan yang tidak seberapa untuk menafkahi keluarganya. Anak perempuannya yaitu dik Emi yang lahir pada  23 April 2000 lalu ini mengalami lumpuh sejak kecil. Kondisi ini membuat Dik Emi hanya dapat duduk atau berbaring. Mobilitasnya sangat terbatas dan tergantung bantuan orang di sekitarnya, terutama keluarganya. Pada 24 November 2014, tim Sedekah Rombongan menyampaikan bantuan berupa satu buah kursi roda untuk Dik Emi. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi Dik Emi ke depannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,-
Tanggal: 24 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @aniesanorma @rizkyaditya4 @fahmisq

Bantuan kursi roda untuk Emi yang mengalami lumpuh sejak kecil.

Bantuan kursi roda untuk Emi yang mengalami lumpuh sejak kecil.

——–

DIAH RAHMAWATI (5) tinggal di Selang 3, RT 3, RW 3, Selang, Wonasari bersama ayah serta ibunya yang bekerja sebagai petani. Mereka tinggal bertiga di sebuah rumah sederhana dengan pendapatan dari sang ayah yang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Malangnyam anak pertama mereka harus terlahir tidak sempurna dengan hanya memiliki 1 kaki. Kondisi dik Diah ini membuat ayah ibunya yang pendapatannya tidak seberapa, memutar akal dan membuatkan cagak berjalan yang dibuat dari gagang sapu untuk anak kecilnya. Sehari-hari Dik Diah bersekolah di PAUD dekat rumahnya. Dengan kondisinya yang berbeda dengan anak pada umumnya, Dik Diah tidak malu ataupun canggung bergaul dengan teman-teman seusianya. Pada hari Senin, 24 November 2014 tim Sedekah Rombongan mengabulkan permintaan keluarga dan masyarakat sekitar Dusun Selang untuk membantu pertumbuhan Dik Diah dengan memberikan alat bantu jalan (krek) serta santunan untuk biaya kehidupan sehari-hari dik Diah dan keluarga. Semoga bantuan ini semakin membuat Dik Diah bersemangat dan tumbuh menjadi anak yang percaya diri serta berguna untuk nusa bangsa.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal: 24 November 2014
Kurir: @RofiqSILVER @aniesanorma @rizkyaditya4 @fahmisq

SR memberikan alat bantu jalan (krek) serta santunan untuk biaya kehidupan sehari-hari dik Diah dan keluarga.

SR memberikan alat bantu jalan (krek) serta santunan untuk biaya kehidupan sehari-hari dik Diah dan keluarga.

——–

SINEM (90) tinggal di Dengok 6 RT 23 RW 23 Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul. Mbah Sinem tinggal sendiri di rumahnya yang sederhana karena suaminya sudah meninggal sejak beberapa tahun yang lalu. Pada bulan Oktober lalu Mbah Sinem jatuh dan kemudian tidak bisa berjalan. Lalu Mbah Sinem dibawa untuk berobat di puskesmas Playen. Kini kondisi Mbah Sinem sudah membaik dan rencananya ingin dibawa berobat lagi tapi terkendala biaya. Semenjak Mbah Sinem terjatuh, beliau kini tinggal bersama anak pertamanya yaitu Pak Manto yang bekerja sebagai buruh tani. Sedekah Rombongan memberi bantuan untuk kegiatan berobat  lebih lanjut di rumahnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Tanggal : 14 Desember 2014
Kurir : @RofiqSILVER @imamnurhuda @mwatsik @ariskaa_rd

Bantuan untuk kegiatan berobat  lebih lanjut karena jatuh dan tidak bisa berjalan.

Bantuan untuk kegiatan berobat lebih lanjut karena jatuh dan tidak bisa berjalan.

——-

NGADINAH (65) adalah seorang janda yang bertempat tinggal di daerah Banyumeneng RT 16 / RW 04, Banyuraden, Gamping, Sleman. Ibu Ngadinah menderita stroke lebih dari 5 tahun, tangan dan kaki kanannya lumpuh. Saat ini dalam kondisi dicatheter dengan menggunakan jaminan jamkesmas, selain dirawat anaknya beliau juga mendapat bantuan pengawasan sukarela dari tetangga yang berprofesi sebagai perawat RS PKU Muhamadiyah. Santunan ini diberikan untuk meringankan beban beliau.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal : 24 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER  @vitrasq @KedunkUSSIL

Ngadinah menderita stroke lebih dari 5 tahun, tangan dan kaki kanannya lumpuh.

Ngadinah menderita stroke lebih dari 5 tahun, tangan dan kaki kanannya lumpuh.

——-

HADI SUMARTO (74)  alamat Waru X RT 022/ RW 010 Banjarsari kec. Samigaluh kab. Kulonprogo Yogyakarta. Pekerjaan beliau adalah petani. Beliau menderita stroke dan glukoma selama 8 tahun, sudah pernah berobat di RS Sarjito dan pernah dilakukan operasi tetapi mata yang sebelah sudah tidak bisa berfungsi. istrinya bernama SARILAH (68)  juga mempunyai penyakit rematik. Anak perempuan bapak Hadi bernama FATIMAH (47)  menderita sakit vertigo dan hypertensi dan sudah 3 bulan. Ibu Fatimah pernah dibawa ke RS Panti Baktiningsih dan sempat opname selama 12 hari. Suami ibu Fatimah, bernama PONCOWERDO BROTO SUROWO (49) juga menderita tipes dan lambung. Keluarga ini benar-benar sedang menerima cobaan dari Tuhan. Kami memberikan santunan untuk meringankan biaya pengobatan anggota keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Tanggal : 10 Desember 2014
Kurir: @RofiqSILVER @anggabengok @ghimoet

Hadi menderita stroke dan glukoma selama 8 tahun.

Hadi menderita stroke dan glukoma selama 8 tahun.

——

MTSR Hilux Jogja Seiring dengan semakin banyaknya kegiatan dan pasien SR baik yang berada dalam dampingan maupun di luar dampingan, maka mobilitas ambulance MTSR ( Mobil Tanggap Sedekah Rombongan ) juga terus meningkat cukup tinggi. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran yang digunakan untuk pembayaran cicilan MTSR 3 atau Hilux di bulan Desember 2014 untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Jumlah Bantuan : Rp.3.990.000
Tanggal : 20 Desember 2014
Kurir : @saptuari @RofiqSILVER dan Semua Kurir Wilayah jogja

Pembayaran cicilan MTSR 3 atau Hilux Yogya

Pembayaran cicilan MTSR 3 atau Hilux Yogya

——

MTSR Hilux Malang Seiring dengan semakin banyaknya kegiatan dan pasien SR baik yang berada dalam dampingan maupun di luar dampingan, maka mobilitas ambulance MTSR ( Mobil Tanggap Sedekah Rombongan ) juga terus meningkat cukup tinggi. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran yang digunakan untuk pembayaran cicilan MTSR 3 atau Hilux di bulan Desember 2014 untuk wilayah Malang dan sekitarnya.

Jumlah Bantuan : Rp.3.990.000
Tanggal : 20 Desember 2014
Kurir : @saptuari @RofiqSILVER @anasfuadi dan Semua Kurir Wilayah Malang

Pembayaran cicilan MTSR 3 atau Hilux Malang.

Pembayaran cicilan MTSR 3 atau Hilux Malang.

——-

KELUARGA ALM.DIK PREHATEN MURIA KURNIAWATI (1 Tahun 2 Bulan, Hydrocephalus dan infeksi di Paru-paru) Dik Prehaten begitu biasa dipanggil merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Satiman (43 Tahun) dan Ibu Tri Wilis (34 Tahun). Pak Satiman dan keluarga tinggal di desa Watu Bonang RT 3/ RW 3 Watu Bonang, Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Ibu Tri Wilis adalah istri kedua bapak Satiman, sebelumnya Pak Satiman pernah menikah dan memiliki 1 keturunan tapi beberapa tahun yang lalu istrinya meninggal, kemudian beberapa tahun setelahnya pak satiman menikah lagi dengan Ibu TRI dan dikarunia anak pertama yakni dik Prehaten tersebut. Dik Prehaten lahir Tanggal 27 September 2013 secara sectio caesar (SC) di RSUD Sukoharjo dengan berat badan 4,2 kg. Sejak lahir dik Prehaten menderita penyakit hidrocepalus dan infeksi paru-paru. Dik Prehaten dirawat di RSUD Sukoharjo selama 20 hari kemudian dirujuk ke RSDM, 5 hari kemudian dik Prehaten menjalani operasi yang pertamanya. Hingga sekarang berat badan dik Prehaten belum bertambah, dalam waktu dekat dik Prehaten akan menjalani operasi yang ke  2 tapi masih menunggu antrian dan perbaikan sakit batuknya. Dik Prehaten dirawat di RSDM dengan jaminan kesehatan BPJS, sebelumnya menggunakan Jamkesmas tapi karena pelayanan kurang cepat keluarga memutuskan untuk membuat BPJS. Pak Satiman bekerja sebagai buruh bangunan, dengan penghasilan tidak menentu paling banyak Rp 50.000 per hari, kadang tidak kerja kalau sedang menunggu dik Prehaten di RSDM. Ibunya sebagai ibu rumah tangga. Sekarang rumah pak satiman sudah bagus layak dihuni, 4 tahun yang lalu masih bertembok anyaman bambu dan tidak layak dihuni hingga hampir roboh, kemudian ada tetangga yang baik hati dan inisiatif mengumpulkan warga sekitar untuk merenovasi rumahnya. Aliran listrik dan kamar mandi pun masih menumpang ditetangganya, Allhamdulilahnya pak Satiman tidak pernah dipungut biaya listrik. Tetangganya ikhlas memberikannya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan dik Prehaten dan Melalui kurir #Sedekah rombongan , santunan yang pertama dari #Sedekaholic untuk dik Prehaten. Disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari-hari keluarga selama menunggui dik Prehaten dirawat di RSDM pada tanggal 25 Desember 2014. Namun takdir berkata lain, pada tanggal 27 Desember 2014 pukul 02.00 dik Prehaten meninggal dunia. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan dari #Sedekaholic kepada keluarga dik Prehaten untuk pengurusan jenazah. Keluarga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, dan memohon para kurir untuk mendoakan almarhum agar ditempatkan ditempat yang terbaik, aamiin.

Santunan : Rp 1.000.000,-
Kurir       : @lastiko via @cicicinta @eli_annnaa
Tanggal   : 27 Desember 2014

Almh.Prehaten menderita Hydrocephalus dan infeksi di Paru-paru

Almh.Prehaten menderita Hydrocephalus dan infeksi di Paru-paru

——-

FATIN TRI MEILANI (1tahun, Hydrocephalus) adalah putri ke tiga dari Bapak Kusno (45 Tahun) dan Ibu Tinah (38 tahun). Mereka adalah warga Dukuh Nunut RT 04 RW 01, Desa Duwet, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Dik Fatin lahir 27 Mei 2013 di RSUD Sudono Madiun. Sejak dalam kandungan Dik Fatin sudah terindikasi pembesaran di kepalanya yang melebihi ukuran janin normal. Setelah lahir ternyata hal itu benar. Dokter menemukan adanya cairan di kepalanya (Hydrocephalus). Ia pun kemudian dirawat di rumah sakit.
Pada 5 Juni 2013 dilakukan pemasangan selang di kepalanya untuk mengeluarkan cairan melalui saluran kencing. Saat tim SR melakukan survey diketahui bahwa orang tua dik Fatin bekerja sebagai buruh tani. Di rumahnya tinggal 7 orang : ayah, ibu, 3 anak, kakek dan nenek. Pengobatan dan perawatan Dik Fatin selama ini menggunakan fasilitas BPJS mandiri. Namun begitu keluarga tetap merasa keberatan karena masih harus bekerja memenuhi kebutuhan keluarga  dan biaya sekolah kedua kakak dik Fatin yang duduk di bangku SD dan SMP. Keluarga dik Fatin membutuhkan pendampingan dan bantuan untuk meringankan bebannya. Sedekah Rombongan hadir untuk membantu proses pengobatan dik Fatin. Bantuan pertama dari #SR digunakan untuk pembayaran BPJS mandiri dik Fatin. Bapak Kusno mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga atas bantuan para sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 500.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @diana_sasa @Agung_hermawan
Tanggal : Sabtu, 27 Desember 2014

Fatin menderita Hydrocephalus.

Fatin menderita Hydrocephalus.

———

HARI SUMARTO BIN SAIMUN (35 tahun, Diabetes) telah divonis terkena diabetes sejak 4 tahun terakhir. Hari Sumarto warga Dusun Plosorejo Desa Krowe RT 01 RW 09 Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan Jawa Timur. Sebelumnya Hari Sumarto adalah seorang petani biasa namun setelah menderita diabetes tidak mampu bekerja maksimal. Istrinya hanya seorang ibu rumah tangga mempunyai 1  orang anak berumur 3 tahun. Karena kondisi Hari Sumarto yang tidak mampu bekerja mengharuskan istri dan anaknya memilih berpisah untuk pulang ke rumah orang tuanya. Sementara Hari Sumarto juga dalam perawatan orang tuanya sendiri. Sakit Diabetes yang dideritanya sudah menggerogoti tubuhnya yang semula berat badan 65 kg kini hanya tinggal 34 kg. Hari Sumarto sudah mencoba berbagai pengobatan di rumah sakit maupun pengobatan alternatif. Namun demikian belum membuahkan hasil maksimal. Satu tahun terakhir kondisinya semakin parah, penglihatannya mulai buram, ke dua kakinya merasakan nyeri sehingga total tidak bisa bekerja. Hari Sumarto harus sering kali menebus obat baik dari dokter ataupun beli di apotik dan itu mengandalkan penghasilan dari orang tuanya yang hanya buruh tani. Penghasilan keluarga Hari Sumarto masih kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi untuk pengobatan. Hari Sumarto selama ini berobat menggunakan BPJS mandiri sehingga untuk berobat merasa sangat berat. Bantuan dari Sedekah Rombongan digunakan untuk biaya pengobatan pak Hari Sumarto. Dan keluarga beliau mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari sedekaholic melalui Sedekah Rombongan.

Santunan : Rp 1.000.000
Kurir : @lastiko via @ervinsurvive @kangsugik
Tanggal : Sabtu, 27 Desember 2014

Hari divonis terkena diabetes

Hari divonis terkena diabetes

———

NGADIYEM MUNINGAN (99 Tahun, Duafa) Mbah Cilik begitu mbah Ngadiyem serinfg dipangggil lantaran badannya yang kecil. Mbah Cilik perawan tua yang tinggal di desa Muningan RT 2/ RW 3 Bulu Rejo, Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah itu hidup sendirian.  Anak ketujuh dari pasangan Alm. Bapak Paidi dan Alm. Ibu Rubiyah ini memiliki rumah yang hanya terdiri dari satu ruangan yang bersanding dengan kandang kambing itu dibangun dengan gotong royong warga sekitar. Rumahnya hanya bertembok seng dan beralaskan tanah, tidak ada kamar mandi jika ingin mandi dan lain-lain mbah Cilik menumpang di tetangganya begitu juga dengan listrik mendapat aliran dari tetangganya tanpa dipungut biaya. Mbah Cilik sudah tidak bekerja, tapi beliau masih memiliki 2 ekor kambing yang dulu warisan dari orang tuanya. Untuk makan sehari-hari mbah cilik hanya mengaharapkan belas kasihan dari warga sekitar. Meskipun beliau sudah tua tapi masih kuat, hanya saja penglihatan sudah tidak jelas lantaran faktor umur dan kadang merasa pegal-pegal dikaki jika terlalu keras bekerja mencari makan untuk kambingnya. Saat kaki mbah Cilik pegal-pegal biasanya mbah Cilik minum jamu pemberian tetangganya. Dan Allhamdulilahnya mbah Cilik masih taat Sholat 5 waktu meskipun beliau sendiri tidak tau bacaannya karena dahulu tidak pernah diajarkan. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Mbah Cilik dan Melalui kurir #Sedekah rombongan , santunan dari #Sedekaholic untuk Mbah Cilik. Disampaikan untuk biaya kebutuhan sehari-hari Mbah Cilik. Mba Cilik menyampaikan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan, dan mendoakan semoga kurir #SR selalu dalam lindungan-NYA aamiin.

Santunan : Rp 500.000,-
Kurir       : @lastiko via @eli_annnaa  @cicicinta
Tanggal   : 29 Desember 2014

Bantuan untuk mbah Ngadiyem

Bantuan untuk mbah Ngadiyem

———

ALJIWANI RASBAGAS NUGROHO (1 bulan, kanker dilangi-langit mulut). Dik AL begitu biasa di panggil merupakan anak kedua dari pasangan Bapak YUNUS RIYANTO ( 27 tahun)dan ibu NUGROHOWATI (22 tahun). Pak YUNUS dan keluarga tinggal di Pereng Wetan RT 7, RW 5 Sampetan, Ampel, Boyolali, Jawa tengah. Pak YUNUS bekerja sebagai penjaga toko yang menjual perlengkapan pendaki gunung, Dengan penghasilan Rp 1.240.000, Ibunya sebagai ibu rumah tangga.
Dik  ALJIWANI RASBAGAS NUGROHO lahir tgl 1 Desember 2014. Lahir prematur saat umur kandungan baru 7 bulan 3 hari dengan berat 1,6 kg. Saat umur kandungan 7 bulan air ketuban pecah, kemudian tgl 30 november 2014 kontraksi lagi tapi darah yang keluar karena air ketuban sudah keluar duluan, kemudian dokter mengambil keputusan untuk mempercepat proses kelahiran. Setelah lahir keluarga sempat syok karena dik AL lahir dengan kondisi ada daging yang tumbuh didalam mulutnya seperti “jambu air”. Sebelumnya tgl 21 november 2014 pernah melakukan USG akan tetapi tidak terdeteksi kalau ada kanker di langit-langit. Diagnosa dari RS Pandanarang itu tumor dari tenggoroan. Setelah 3 hari dirawat di RS pandanarang dik AL dirujuk ke RSDM dr. Moewardi. Hari jum`at tanggal 5 desember 14 baru dibawa ke RSDM dr. Sebelumnya kondisi dik AL sempat ngedrop dan hipotermia. Di RSDM dik AL di rawat di ruang HCU Neonatus, Diagnosa dari dokter RSDM itu kanker dari langit-langit. tgl 6-12-14 kondisi dik AL sudah stabil tetapi keluarga belum tahu tindakan yang akan diambil dokter selanjutnya karena masih harus dilakukan pemeriksaan awal. Selama dirawat Rs. Pandanarang hingga RS.moewardi dik AL tercatat sebagai pasien umum karena belum memiliki BPJS, keluarga masih berusaha untuk membuat BPJS, sebelumnya sudah membuat tetapi nama dik AL belum tercatat di Kartu Keluarga sehingga harus mengulang kembali. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan dik AL dan Melalui kurir #Sedekah rombongan , santunan dari #Sedekaholic untuk dik AL kembali disampaikan bantuan lanjutan yang ke 4 ini untuk membeli darah dan albumin pasca operasi pada tanggal 9 Desember 2014, yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 648, 649 dan 653 Keluarga merasa terbantu dengan santunan ini dan mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan. Saat dikunjungi Kurir #SR, pada Tanggal 29 Desember 2014 kondisi dik AL Stabil, berat badan naik 1 gram dari 1,70 kg menjadi 1,80 kg. Mari bersama mendoakan agar Dik AL bisa segera sembuh. Amiin .

Santunan : Rp 500.000,-
Kurir       : @lastiko via @eli_annnaa @cicicinta
Tanggal   : 29 Desember 2014

Dik al menderita kanker dilangi-langit mulut

Dik al menderita kanker dilangi-langit mulut

——–

Bpk Siswono 54th tinggal di Gebang Purworejo,JATENG mengalami infeksi saluran kencing. Beliau dan istri berprofesi sebagai buruh tani. Setelah periksa di puskesmas setempat Bpk Siswono di diagnosa mengalami infeksi saluran kencing dan harus menjalani perawatan. Santunan ini untuk penyemangat keluarga.

Bantuan sebesar Rp 2.000.000,-
Kurir: @dhe_mang
Taggal: 24-12-2014

Siswono mengalami infeksi saluran kencing

Siswono mengalami infeksi saluran kencing

——–

MTSR JOGJA  Seiring dengan semakin banyaknya kegiatan dan pasien SR baik yang berada dalam dampingan maupun di luar dampingan, maka mobilitas ambulance MTSR (Mobil Tanggap Sedekah Rombongan) juga terus meningkat cukup tinggi. Dalam laporan ini merupakan pengeluaran yang digunakan untuk biaya pembelian bensin dan servis MTSR di bulan Oktober  dan November 2014 untuk wilayah Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 27.243.050,-
Kurir: @RofiqSILVER @imamnurhuda @mwatsik @ariskaa_rd
Tanggal : 31 Oktober & 30 November 2014

MTSR JOGJA

MTSR JOGJA

——–

YAHMI (59 tahun, pendarahan pada mata) bertempat tinggal di RT 3 RW 2 Dukuh Krajan Desa Baron, Kec Magetan Ka b Magetan Jawa Timur bersama suaminya bapak Sumadi (69 tahun), serta anaknya yaitu Astri (30 tahun) berstatus janda anak 1. Ibu Yahmi mengalami sakit pada mata setelah  berapa minggu yang lalu mata beliau terkena potongan kayu bakar sehingga mata kiri beliau tidak bisa melihat lagi. Kami bertemu Bu Yahmi saat berobat ke poly mata RSU Sayidiman Magetan dengan kondisinya yang selalu mengerang kesakitan. Ibu Yahmi tidak mempunyai jaminan kesehatan sehingga  terpaksa mencari SKTM. Oleh dokter mata bu Yahmi hanya diberikan obat tetes dan belum ada tindakan lanjutan, sementara sakit beliau tidak tertahankan. Astri anaknya adalah tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai buruh serabutan dengan pendapatan  Rp. 500.000 perbulan sehingga tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan ini dari Sedekah Rombongan digunakan untuk biaya pemeriksaan ke RS YAP Yogya akomodasi selama di Jogja dan ongkos pulang pergi magetan – Jogja. Keluarga Bu Yahmi sangat terbantu dan mengucapkan terimakasih untuk bantuan dari sedekaholic melalui Sedekah Rombongan, Yang Sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 634.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.134.000,-
Kurir: @RofiqSILVER @vitrasq @admin
Tanggal : 20 November & 9 Desember 2014

Yahmi menderita pendarahan pada mata

Yahmi menderita pendarahan pada mata

———

BELLA SABINAH (7 bulan) , anak keempat dari pasangan Lilik Tri Murti dan Suheri. Sehari-hari, pak Suheri bekerja sebagai supir di proyek material. Dek Bella tinggal di Dusun Windusari RT 01 RW 01 Bandarsedayu Windusari Magelang Jawa Tengah, bersama orang tuanya dan kakek neneknya yang bekerja sebagai seorang petani. Mulai terdiagnosa hidrocepalus semenjak usia 4 bulan, kemudian ditangani di RS Sardjito. Selama14 hari pertama dek Bella mengalami kejang dan demam tinggi kemudian dirawat di RS Sardjito dengan biaya sendiri. Setelah itu, dipasang selang untuk pengeluaran cairan di kepalanya. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi di RSSR dan kontrol rutin, fisioterapi di Rumah Sakit Pusat Sardjito Jogja. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 636.

Jumlah Bantuan : 2.362.000
Tanggal : 19 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @windriani @noventata

Bella terdiagnosa hidrocepalus

Bella terdiagnosa hidrocepalus

——

DYAH WURYATININGSIH (45) Beliau tinggal di Penambongan Rt. 2 Rw.1 Purbalingga. Sejak 3 tahun lalu menderita ca mamae dan sudah pernah dioperasi di Rumah Sakit Margono Purwokerto. Pengobatan Bu Dyah membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga untuk biaya pengobatannya Bu Dyah harus menggadaikan rumah miliknya untuk biaya pengobatan tersebut. Namun, di akhir tahun 2012 tumbuh lagi benjolan di sekitar ketiaknya sehingga Bu Dyah harus kembali menjalani pengobatan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Ibu Dyah telah menjalani pengobatan pasca operasi untuk penyinaran dan kemoterapi lanjutan di RS. Sardjito Yogyakarta.  Kini bu Dyah dirujuk pengobatannya di RS Hardjolukito. Bantuan ini merupakan biaya untuk cek Laboratorium, kontrol, dan pembelian susu Peptamen.yang sebelumnya masuk dalam rombongan 625.

Jumlah Bantuan : 2.490.000,-
Tanggal : 6 Desember 2014
Kurir : @RofiqSILVER @fajardeddy

Dyah menderita ca mamae

Dyah menderita ca mamae

——–

ISMATUL HAWA (3) didiagnosa menderita tumor ganas di mulut. Ayahnya Muhamad Zarkoni (23) hanya bekerja sebagai buruh jahit konveksi dan Ibunya Yuni Astika Suprihatin (18) adalah warga Ds. Karangsari, Kec. Karanganyar, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah. Dik Ismatul Hawa menderita tumor sejak usianya 3 bulan. Awal mulanya seperti terkena gigitan nyamuk dan kemudian membesar seperti sekarang. Sekitar awal 2013 Dik Isma dibawa ke RSUD Kajen oleh orang tuanya dan menurut dokter yang menangani harus segera dirujuk dan dioperasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dengan bekal Jamkesmas, keluarganya saat itu membawa Dik Isma ke Semarang. Setelah berada di RS. Kariadi sekitar satu minggu dan belum sempat mendapat tindakan, namun keluarganya memutuskan untuk pulang ke rumah di Pekalongan karena keluarganya tidak memiliki uang untuk biaya hidup selama di Rumah Sakit walaupun untuk berobat orang tua Dik Isma mempunyai Jamkesmas. Sejak Juni 2013 kami membawa Dik Isma bersama orang tuanya ke Jogja dan kami bawa Dik Isma ke RSUP. Dr. Sardjito Jogja untuk berobat agar bisa kami pantau maksimal.bantuan ini untuk biaya akomodasi saat perawatan di Rumah Sakit Pusat Sardjito Jogjakarta dan akomodasi Pekalongan – Jogja . sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 610.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Tanggal : 27 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @AdminJuine

Ismatul didiagnosa menderita tumor ganas di mulut

Ismatul didiagnosa menderita tumor ganas di mulut

——-

ISROMAH (46) tinggal di Susukan, Tegal Arum, Borobudur Magelang Jawatengah, bersama suami dan 2 anaknya. Suaminya kerja sebagai tukang ojek di kampungnya, dengan penghasilan tak menentu. Bu Isromah menderita kanker payudara dengan indikiasi awal muncul benjolan di payudaranya sejak tahun 2011, setelah menyusui anak keduanya kemudian diperiksakan ke RST untuk di biopsi. Selanjutnya bu Isromah menjalani operasi di RSKB Jogja pada bulan Agustus 2011. Setelah operasi, benjolan kembali muncul ditempat yang sama dan menjalar ke leher sampai pipi. Kemudian diperiksakan ke Sardjito, dan dianjurkan untuk kemoterapi. Bu Isromah sudah menjalani kemo beberapa kali, dengan memakai jamkesmas pada th 2012. Tapi, sekarang jamkesmasnya sudah tidak bisa dipakai lagi, dan Bu Isromah tidak mempunyai biaya sehingga kemoterapi tidak bisa dilanjutkan sampai sekarang. Bantuan ini digunakan untuk biaya pemeriksaan  di RS. Hardjolukito suntik Leukogen dadan biaya kontrol, susu peptamen serta akomodasi. Sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 636.

Jumlah Bantuan : 2.116.350,-
Tanggal : 27 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @vatjohn @AdminJuine

Bu Isromah menderita kanker payudara

Bu Isromah menderita kanker payudara

—–

ROFINGAH (50) tinggal di dusun Gembuk Nggetas Playen Gunungkidul. Bu Rofingah tinggal berdua bersama suaminya dan tidak memiliki anak. Sehari-hari Bu Rofinah dan suaminya bekerja sebagai buruh tani. Pada tahun 2000 lalu, Bu Rofingah pernah menjalani operasi pengangkatan tumor payudara di Rumah Sakit Fatmasuri. Pasca operasi keadaannya sudah membaik, namun akhir-akhir ini penyakitnya kambuh dan kerap diperiksakan ke bidan setempat kemudian diberi obat, namun tidak ada perubahan. Keluarga memutuskan untuk membawa Bu Rofinah ke puskesmas Playen yang kemudian mendapat rujukan ke RSUD Wonosari. Bu Rofingah didiagnosa terkena kanker payudara. Kami akhirnya membawa bu Wastinah ke RS Hardjolukito untuk pengobatan lebih lanjut, bu Rofingah kini menjalani proses kemoterapi. Biaya ini digunakan untuk pembelian kebutuhan gizi , akomodasi dan biaya kontrol selama di Rumah Sakit.sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 636.

Jumlah Bantuan : 1.525.500
Tanggal : 20 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @dhimascheb

Rifingah menjalani operasi pengangkatan tumor payudara

Rifingah menjalani operasi pengangkatan tumor payudara

——–

MARDIWIYONO (71) alamat Ngijo RT/RW 03/02 Srimulyo, Piyungan. tinggal bersama dua keluarga dalam satu rumah, beliau tidak memiliki pekerjaan, memiliki anak bernama Slamet (40) yang berprofesi sebagai buruh bangunan. Dari penghasilan anaknya tersebut terkadang untuk makan sehari-hari juga masih kurang. Riwayat sakit beliau adalah bermula hanya luka dimata kanan tetapi tidak dihiraukan selam kurang lebih 5tahun dan sekarang terlihat seperti tumor  kemudian menjalar ke mata sebelah kiri. Saat ini mata sebelah kiri tidak bisa melihat karena keterbatasan biaya jadi beliau belum pernah diperiksakan sama sekali. Sebelumnya beliau pernah mendapatkan bantuan dari pihak Puskesmas setempat namun tidak ada hasil, Mbah Mardiwiyoni memiliki Jamkesmas. #sedekahrombongan memberikan bantuan tersebut untuk pembelian kasur, kebutahan pokok dan meringankan beban kehidupan sehari-hari. yang sebelumnya masuk dalam rombongan 651

Jumlah Bantuan : Rp. 2.030.000,-
Tanggal : 5 Desember 2014
Kurir : @RofiqSILVER @fajardeddy @arianiyan @iblisganteng

Bantuan kesehatan Mardiwiyono

Bantuan kesehatan Mardiwiyono

——–

TAUHID (48 ) seorang buruh yang beralamat di Kemiri Bumiroso, Kecamatan Watu Malang, Kabupaten Wonosobo. Beliau mempunyai seorang istri dan 2 orang anak. Awal mula sakit beliau terjadi pada tahun 2012 yaitu sariawan pada langit langit mulutnya, kemudian keluarga memeriksakan ke RSUD Wonosobo dan disarankan oleh dokter untuk dirujuk ke RS Sardjito karena sudah parah. Pada saat diperiksa di Sarjdito beliau mengalami koma selama 1 bulan. Dokter momvonis penyakit beliau adalah kanker. Kondisi ekonomi pak Tauhid yang tergolong kurang mampu membuat beberapa mahasiswa menghimpun dana untuk membantu pengobatan beliau. Akan tetapi lambat laun bantuan tersebut habis sehingga pengobatan tidak dilanjutkan. Akhirnya Lurah tempat beliau tinggal berinisiatif mencarikan jalan keluar untuk melanjutkan pengobatan pak Tauhid. Pak Lurah berkoordinasi dengan agen Makelar Sedekah Wonosobo dan kurir #SedekahRombongan untuk membawa beliau ke RS Sardjito. Di RS Sardjito Pak Tauhid menjalani rawat inap untuk memperbaiki kondisi kesehatannya dan dilakukan proses kemoterapi untuk mengatasi kanker di wajahnya. Bantuan ini diberikan untuk biaya kebutuhan keluarga untuk obat, susu dan kebutuhan saat di rumah sakit pusat sardjito. Yang sebelumnya sudah masuk dalam rombongan 609.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.118.000,-
Tanggal : 14 Oktober & 19 November 2014
Kurir : @RofiqSILVER @tukangbikinkaos @admin

Tauhid mengalami kanker langit mulut

Tauhid mengalami kanker langit mulut

——–

SUYATMI (54) adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari bapak Rusdi (58) yang sehari-hari bekerja sebagai loper koran di perempatan pojok beteng wetan Jogja. Ibu Suyatmi yang bertempat tinggal di Soronanggan RT 42 RW 21 desa Tawang Sari, kecamatan Pengasih, kabupaten Kulonprogo, beliau memiliki 5 anak dan 6 cucu, hanya anak bungsu yang masih ikut beliau. Berawal dari sakit gula dan sempat kehilangan memorinya, sekarang beliau tidak bisa melihat dengan jelas, setiap benda yang dilihat hanya berupa bayangan hitam. Saat ini suaminya menganggur karena harus menjaga Ibu Suyatmi. Bantuan ini digunakan untuk pengobatan mata beliau yang bermasalah. Yang sebelumnya masuk dalam rombongan 641

Jumlah Bantuan : Rp1.067.500,-
Tanggal : 17 Desember 2014
Kurir : @RofiqSILVER @Royekanala @admin

Suyatmi sakit gula

Suyatmi sakit gula

——–

REKAPITULASI ROMBONGAN

No Nama Target Jumlah bantuan
1 Novitasari 1,500,000
2 Beni 1,500,000
3 Giyatmi 1,500,000
4 Parni 1,500,000
5 Marino 1,500,000
6 Narto 870,400
7 Nursiti 4,267,800
8 Handoko 5,000,000
9 Juandi 2,000,000
10 Haikal 1,000,000
11 Warsiti 2,000,000
12 Hardani 1,000,000
13 Arifin 1,000,000
14 Bintang 2,000,000
15 Exchel 6,632,000
16 Kirana 1,000,000
17 Kismo 2,000,000
18 Yuliana 2,000,000
19 Rahmad 1,000,000
20 Rahmat 2,000,000
21 Sugiarto 1,000,000
22 Choirul 600,000
23 Alvaro 1,619,500
24 Tuminem 1,332,850
25 Yeni 2,356,600
26 Bayi Supriyati 3,000,000
27 Bayi Suyati 2,000,000
28 Bayi Saptini 2,000,000
29 Bayi Ngatinah 4,000,000
30 Hadi 1,000,000
31 Esti 1,337,550
32 Triyono 3,154,000
33 Tasmiyati 500,000
34 Siyam 1,880,000
35 Sugiyatno 2,500,000
36 Suroto 1,000,000
37 Dahlia 4,591,750
38 Karsono 750,000
39 Emi 750,000
40 Diah 500,000
41 Sinem 500,000
42 Ngadinah 1,000,000
43 Hadi 2,000,000
44 MTSR Hilux Jogja 3,990,000
45 MTSR Hilux Malang 3,990,000
46 KELUARGA ALM.DIK PREHATEN MURIA KURNIAWATI 1,000,000
47 Fatin 500,000
48 Hari 1,000,000
49 Ngadiyem 500,000
50 Aljiwani 500,000
51 Siswono 2,000,000
52 MTSR Jogja 27,243,050
53 Yahmi 2,134,000
54 Bella 2,362,000
55 Dyah 2,490,000
56 Ismatul 1,000,000
57 Isromah 2,116,350
58 Rofingah 1,525,500
59 Mardiwiyono 2,030,000
60 Tauhid 2,118,000
61 Suyatmi 1,067,500
Total 138,208,850

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 138,208,850,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM Rombongan 655 ROMBONGAN

Rp. 17,319,202,941,-