ANNISA BINTI WAWAN, 2 tahun, Alamat: Kampung Bojong Malaka, RT.2/13, Kopo, Kutawaringin, Bandung. Ayah: Wawan, 29 tahun, Pekerjaan Kusir Delman. Pada usia 1 bulan sudah terdiagnosa Hydrochepalus dan sudah dilakukan pemasangan selang namun saat ini harus dirawat lagi karna kambuh dan tersuspect Viningitis. Treatment terhadap kesehatan Annisa sepertinya cukup memakan waktu lama dan perlu moril dan materil, Kedua orangtuanya sangat tidak mampu untuk mengobatinya lagi karna alasan biaya yang sangat mahal. Dan saat ini upaya mendapatkan Gakinda telah mereka miliki serta Annisapun sudah berobat jalan ke RSHS, kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk keluarga ini untuk keperluan transport ke Rumah Sakit dan membeli susu setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 528. Sudah 3 kali Annisa mendapat tindakan dioperasi untuk menyembuhan penyakitnya, Akan tetapi perkembangan kesehatannya sampai saat ini belum menggembirakan. Bahkan kini, ia juga divonis epilepsi serta mata dan pendengarannya tak berfungsi. Dia mati dalam hidup, Haruskan putus asa dan berhenti berharap? “Tidak!” Kata ibunya, Ishma. “Sampai batas kemampuan dan keputusanNYA, kami akan terus berobat”. #SedekahRombongan sudah mendampingi Annisa selama setahun, Semoga ada perkembangan baik untuk anak malang ini. Bantuan ini khusus untuk membeli makanan bernustrisi tambahan. Sabtu, 3 Mei 2014, ibunya nulai memproses kembali surat rujukan untuk penanganan therapi Annisa di RSUD Soreang. Selama enam bulan ini, ibunya memang memilih alternatif pengobatan Annisa lewat terapi medis yang satu ini. “Saya tak kuasa kalau Annisa dioperasi dan dipasang selang lagi. Saya ambil cara ini dan Alhamdulillaah cukup menggembirakan. Pertumbuhan badan Annisa lebih cepat dari pembesaran kepalanya. Bahkan ukuran lingkar kepalanya kini mengecil 6 cm,” kata Bu Isma penuh suka cita.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 2 Mei 2014.

Adik Annisa terdiagnosa Hydrochepalus

Adik Annisa terdiagnosa Hydrochepalus


———————————————————–

SONI F ABDILLAH, 4 tahun, Bersama kedua orangtuanya dia tinggal di Kampung Cigeureh RT.4/4, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Ayah: Cecep Rahmat, 25 tahun, hanya buruh tani harian di kebun atau sawah milik warga desa yang memperkerjakannya. Ibunya: Laelasari, 22 tahun, kesehariannya mengurus rumah tangga saja. Walaupun tanggungan Pak Cecep cuma 2 orang namun keadaan ekonominya yang murat-marit tak memungkinkan mereka menjalani kehidupan yang wajar. “Kami serba kekurangan, Pak. Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari aja susah. Kehidupan kami makin berat karna harus punya uang untuk ke rumah sakit.” Kata Pak Cecep sambil menundukkan kepala. Hampir setahun, anaknya mengidap rabdomiosarcoma dan berobat menggunakan Jamkesmas, mereka memeriksakan anaknya ke rumahsakit dan akhirnya rutin pulang-pergi dirawat di RSHS Bandung menjalani rangkaian pengobaatan dan kemoterapi. Saat bertemu dengan #SedekahRombongan, ibu Soni menceritakan kepedihan hidup sambil sesekali mohon maaf dan berterimakasih, ” Nuhuun pisan. Insya Allah digentos ku Allah,” doanya menutup perjumpaan kami. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk membeli obat Cyklosposfamide dan obat kemoterapi yang tidak dijamin oleh BPJS Kelas 3 (Vincristine) setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 529.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 4 Mei 2014.

Adik Soni mengidap rabdomiosarcoma

Adik Soni mengidap rabdomiosarcoma

———————————————————–

MUHAMMAD FAREL, Usia 5 Tahun. Bersama orangtua dan kakak perempuannya, anak lucu ini tinggal di rumah bilik amat sederhana ukuran 2.5X3 meter yang berada di Kampung Jaringan RT.4/5, Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Ayahnya, Tatang Kurnia (32), sehari-hari berprofesi sebagai buruh bangunan. Berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan ayahnya bekerja di luar kota. Farel hanya sebulan sekali bertemu dengan ayahnya. Ibunya Farel, Hartini (32) juga pekerja keras. Selain sebagai ibu rumah tangga, ibunya bekerja di pabrik kerupuk sambil mengasuh kedua anaknya, “Nambah-nambah penghasilan, Pak. Biar anak-anak lebih baik nasibnya daripada kami orangtuanya,” papar ibu Farel saat ditanya alasan ia bekerja. Sungguh berat hidup mereka!. Derita mereka seolah tak berkesudahan! Ketabahan mereka terus diuji ketika anak kedua mereka, Farel, mengalami kecelakaan dan harus ditangani di rumah sakit. Padahal, mereka tak punya fasilitas kesehatan.
Senin 28-4-2014 itu menjadi hari yang tak terlupakan. Saat itu Farel “nyo-o” peso (pisau) untuk membelah jambu. Ketika “dikadekkeun” kana jambu, malah jari (telunjuknya) yang terputus. Ia langsung diperiksakan ke IGD RSUD Soreang dan segera mendapatkn tindakan. Bagian telunjuknya yang hampir terputus (awir-awiran), disambungkan kembali. Rabu, 30-4-14, orangtua Farel membawanya kontrol ke rumah sakit yg sama. Dia harus terus kontrol sampai dinyatakn sembuh dan jahitannya dibuka. Untuk membiaya pengobatan Farel, orangtuanya terpaksa meminjam 600.000 ke keluarga dan tetangganya. “Kami masih bingung untuk biaya pengobatan selanjutnya,” aku ibunya, Hartini, sambil menunduk, saat kami berkunjung ke rumahnya.
Alhamdulillah #SedekahRombongan mendengar jeritan tangis mereka. Santunan awal disampaikan untuk mereka dan perkembangan Farel akan terus didampingi oleh #SedekahRombongan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 4 Mei 2014.

Adik Farel mengalami kecelakaan saat bermain pisau

Adik Farel mengalami kecelakaan saat bermain pisau

———————————————————–

HANI NURHAWATI, 33 tahun, Alamat: Jl.Cicadas Girang, RT.1/6, Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung. Bu Hani adalah seorang Buruh Cuci Pakaian dan tinggal mengontrak dengan suaminya: Aji Hendratna, 39 tahun, Berprofesi sebagai Pedagan Asongan. Saat ini bu Hani sedang berobat jalan ke RSHS Bandung karna ia sudah 14 bulan mengidap Kanker pada Kulitnya dan Lupus, saat kambuh keluar darah dari kulit kepalanya hingga saat ini dia harus rutin membeli obat yang tidah tercover Jamkesda yang dimilikinya. Aji Hendratna begitu setia menemani bu Hani berobat, mereka masih mempunyai tanggungan anak 4 orang. bu Hani sangat tawaqal, meski dalam kondisi sakit dan hidup serba kekurangan namun ia masih berjuang mencari nafkah menjadi kuli cuci baju. Kembali #SedekahRombongan menyampaikan titipan langit untuk bu Hani setelah sebelumnya masuk di bantuan Rombongan 513.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 3 Mei 2014.

Ibu Hani mengidap Kanker pada Kulitnya dan Lupus

Ibu Hani mengidap Kanker pada Kulitnya dan Lupus

———————————————————–

ANGGUN NUGRAHA, 17 tahun, Alamat: Desa Serdang RT.10/5, Toboali, Bangka Selatan, Babel. Ayah: Sutopo, 44 tahun dan Ibu: Sulyani 40 tahun. Pada awal Tahun 2011, Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah hingga serius dan harus dirawat di RSUD Toboali kemudian RSUD Pangkal Pinang hingga akhirnya saat ini berada di RSCM Jakarta. Kesulitan mereka berihtiar menyembuhkan anaknya sangat penuh pengorbanan waktu , tenaga dan biaya hingga karna tempat tinggal yang bergitu jauh, Sutopo hanyalah seorang Petani yang penghasilannya cukup untuk keluarganya makan saja. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 537. Anggun Nugraha masih menunggu penjadwalan operasi lepas pen yang insyaAllah direncanakan bulan Mei tahun ini. Mohon doa dari rekan sedakaholiks untuk kelancaran operasi Anggun Nugraha agar bisa terlaksana bulan ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik,
Tanggal : 2 Mei 2014.

Adik Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah

Adik Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah

———————————————————–

LINDAWATI, 30 tahun, Alamat: Dusun Banjarsari, RT.2/5, Karyamulya, Rambah Samo, Rokan Hulu, Riau. Ibu Linda yang bertubuh mungil ini sedang berobat di RSCM berbekal Jamkesda karna penyakit yang dideritanya mengharuskannya dirujuk ke Jakarta, Ia terkena Fistel Vesicovaginalis. Suaminya: Tupal Siagian (33) adalah seorang Tunanetra yang berprofesi sebagai Tukang Pijit , Menceritakan kesulitan hidupnya selama berobat di Jakarta mereka kehabisan bekal. Tanggungan mereka 1 orang anak yang masih kecil dan Tupal mengharapkan ada bantuan sampai mereka kembali ke Kampung Halamannya bersama istrinya tercinta dengan kesembuhan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk kebutuhan harian mereka dan juga keperluan perobatan pasca operasi seperti kain kasa dan diapers setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 539. Saat ini bu Linda sudah berada di RSSR Jakarta untuk selanjutnya akan melakukan kontrol rutin pasca operasi di poli kebidanan RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal : 2 Mei 2014.

Ibu Lindawati terkena Fistel Vesicovaginalis

Ibu Lindawati terkena Fistel Vesicovaginalis

———————————————————–

PULUNG, 60 tahun. Warga Kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kec.Cimarga, Kab.Lebak, Banten ini menderita sakit Tumor pada Lidahnya, Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Suami dari Ibu Sawnah yang sudah dikarunia 3 orang anak ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya, sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung, Banten namun kondisi bapak Pulung tidak alami banyak kemajuan dari RSUD Dr Adjidarmo pengobatan lanjutannya bapak Pulung dirujuk ke RSCM Jakarta. Sudah beberapa bulan Bapak Pulung dan Ibu Sawnah ada di Jakarta untuk melakukan pengobatan di RSCM, Pengobatan dengan Fasilitas Jamkesmas yang sudah dimilikinya memang sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya, namun kadang ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain obat kendala biaya makan sehari-hari dan tempat tinggal adalah masalah yang sangat dominan untuk keluarga ini selama berobat jalan, praktis bapak Pulung sudah tidak punya penghasilan lagi, untuk sementara bapak Pulung dan ibu Sawnah tinggal di Rumah Singgah RSCM, namum biaya sewa Rp. 30.000/hari membuat keluarga ini tak sanggup lagi untuk membayarnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya sehari-hari mereka di Jakarta selama masih dalam jadwal perobatan di RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 537. Untuk saat ini bapak Pulung sudah selesai therapi penyinarannya dilanjut dengan kemotherapi yang sudah dilakukannya sebanyak tiga kali. Alhamdulillah tumornya sudah lebih mengecil dan kondisi fisiknya lebih bugar.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik,
Tanggal : 2 Mei 2014

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

———————————————————–

IDA FARIDA (46), Jl Seladarma Gg. Sukanta 1 no 14 RT 6/1, Kelurahan Yudanegara, Kecamatan Cihideng, Kota Tasikmalaya. Istri dari Pak Endang Basir (63) yang saat ini sudah tidak bekerja lagi ini didiagnosa menderita pembengkakan jantung dan diabetes. Berbekal fasilitas Jamkesmas Bu Ida sudah dua minggu dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya. Pertama kali dibawa ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan, namun ia kelihatan masih sadar dan bisa diajak berkomunikasi meskipun kelihatan kondisinya sangat lemah. Sejak dua hari yang lalu Bu Ida mengalami koma dan sampai saat ini belum sadar. Kondisi Bu Ida mulai memburuk sejak 3 bulan terakhir, namun tadinya ia hanya dibawa ke dokter Puskesmas dan dirawat di rumah. Namun karena kondisinya tidak menunjukkan kemajuan yang berarti, malah semakin mengkhawatirkan, akhirnya keluarga membawanya ke RSUD. Pak Endang yang masih memiliki tanggungan 2 orang ini sudah kehabisan bekal, meskipun saudara-saudaranya ada yang membantu sekedarnya, apalagi ada beberapa obat yang mesti dibeli karena tidak dijamin oleh fasilitas Jamkesmas. #SedekahRombongan memahami kesulitan keluarga ini dan menyampaikan santunan untuk keperluan biaya transportasi dan operasional perawatan Bu Ida agar ia bisa melanjutkan pengobatannya di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 3 Mei 2014.

Ibu Ida didiagnosa menderita pembengkakan jantung dan diabetes

Ibu Ida didiagnosa menderita pembengkakan jantung dan diabetes

———————————————————–

ERIS RIYANTO (32), Kampung Cangkudu RT 23/5, Desa Wargakerta, Kecamatan Sukarame Kabupaten Tasikmalaya. Pak Eris yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan. Ia tinggal bersama istri dan seorang anaknya. Sementara istrinya, Nunung Nuryamah (27), hanya sebagai ibu rumah tangga yang kesehariannya hanya disibukkan dengan urusan mengurus kebutuhan rumah tangga, melayani suami dan anak semata wayangnya. Pak Eris didiagnosa menderita penyakit Liver dan Lambung. Ia tercatat sebagai pasien yang memiliki fasilitas kesehatan BPJS Kelas 3. Sudah 40 hari ia dirawat di Ruang 4/Dederuk RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, sehingga untuk bekal sehari-hari dan transport bolak-balik ke Rumah Sakit istri dan saudara-saudara yang menungguinya mereka sudah kewalahan, meskipun sudah dibantu oleh orang tuanya. Karena kehabisan bekal dan biaya transportasi bolak-balik ke RSUD, hampir saja mereka membawa pulang paksa Pak Eris meskipun dokter belum memperbolehkannya pulang. Alhamdulillah, santuran dari para sedekaholic melalui Kurir #SR dapat membantu Pak Eris untuk melanjutkan perawatannya. Sebenarnya Pak Eris adalah warga Kabupaten Tasikmalaya, namun karena kondisinya tidak juga menunjukkan perbaikan, ia hanya beberapa hari dirawat di RSUD Kabupaten Tasikmalaya, kemudian ia dipindahkan ke RSUD Kota Tasikmalaya yang peralatannya lebih lengkap. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk keperluan biaya transportasi dan operasional perawatan Pak Eris agar ia bisa melanjutkan pengobatannya di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 3 Mei 2014.

Pak Eris didiagnosa menderita penyakit Liver dan Lambung

Pak Eris didiagnosa menderita penyakit Liver dan Lambung

———————————————————–

RAYHAN AHSAN NURHIDAYAT (2 th), Kampung Salamnunggal Kelurahan Parakan Nyasag Kecamatan Indihian Kota Tasikmalaya. Anak dari pasangan Bapak Dayat (44) dan Ibu Yati Mulyati (31) ini terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani). Pak Dayat sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, atau kadang-kadang kalau sedang tidak ada pekerjaan ia berjualan tahu. Penghasilannya yang tidak menentu membuat keadaan ekonomi keluarganya sulit, apalagi Pak Dayat harus membiayai keempat orang anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Keadaan ekonomi yang sudah sulit dirasakan tambah berat dengan kondisi Dik Rayhan yang memerlukan biaya perawatan yang cukup memperberat kesulitan keluarga mereka. Keluarga Pak Dayat tercatat sebagai penerima fasilitas Jamkeskinda dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, namun hal ini tidak serta merta menjamin pengobatan Dik Rayhan dapat dengan mudah dilakukan, karena pengobatannya harus dirujuk ke RSHS Bandung yang membutuhkan biaya transportasi yang lumayan besar dan cukup memberatkan untuk ukuran keluarga ini. Setelah empat kali melakukan pemeriksaan ke RSHS, mereka hampir menyerah dan nyaris menghentikan pengobatan Dik Rayhan. Setelah hampir 2 bulan didampingi oleh #SedekahRombongan, Bu Yati akhirnya bercerita kalau Dik Rayhan menderita Disorder of Sexual Development (DSD) with ambiguous genitalia atau kelainan perkembangan seksual (Sex Ambiguity). Setelah melakukan beberapa pemeriksaan termasuk test kromosom di RSHS Bandung, Dik Rayhan dinyatakan positif berjenis kelamin laki-laki. Untuk itu sebelum dilakukan tindakan operasi, ia diharuskan mendapatkan suntikan hormon sebanyak 5 kali yang dijadwalkan 1-2 minggu sekali. Setelah mendapatkan suntikan hormon yang pertama tanggal 25 Maret 2014, minggu ini Dik Rayhan berangkat lagi ke Bandung untuk kembali disuntik hormon yang kedua kalinya tanggal 10 April 2014. Hari Senin tanggal 5 Mei 2014 kembali Dik Rayhan akan menjalani jadwal suntik hormon untuk yang ketiga kalinya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan biaya suntik hormon yang tidak dijamin oleh Jamkeskinda Kota Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 536.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 3 Mei 2014

Adik Rayhan terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani)

Adik Rayhan terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani)

———————————————————–

RENA SETIAWATI (4 tahun), Kp. Dadaha Gunung Jati RT. 4/3 Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Dik Rena tinggal di rumah bilik milik neneknya, karena ayahnya meninggalkannya sejak 3 tahun yang lalu, meninggalkan tanggung jawab untuk menafkahi ibu dan dirinya sampai saat ini, bahkan sudah menikah lagi. Meskipun harus bergelut dengan kerasnya kehidupan, ibunya, Tia Maesaroh (22) berusaha sekuat tenaga berikhtiar untuk merawat Dik Rena yang terlahir tidak memiliki anus (atresia ani). Dik Rena pernah menjalani sekali operasi sewaktu ia berusia satu tahun, dan seharusnya menjalani perawatan dan kontrol rutin ke RSHS Bandung tempat ia menjalani operasi pertama. Namun, jangankan untuk biaya transportasi bolak-balik ke Bandung, untuk makan sehari-hari saja keluarga miskin ini sudah sangat kesulitan, meskipun untuk biaya pengobatan dan rumah sakit mereka memiliki fasilitas Jamkesmas. #SedekahRombongan sangat prihatin dengan kondisi Dik Rena dan keluarganya, apalagi setelah melihat keadaan rumah tempat tinggalnya yang sempit dan kurang layak huni. Sekarang Dik Rena sudah berada di Rumah Singgah SR di Bandung untuk mulai rangkaian pemeriksaan pra operasi. Setelah bulan Februari 2014 Dik Rena selesai menjalani pemeriksaan awal di RSHS Bandung, tanggal 10 April ini ia kembali harus kembali melakukan kontrol ke RSHS untuk mengetahui perkembangannya sebelum mendapatkan jadwal operasi. Tanggal 5 Mei 2014 Dik Rena kembali harus menjalani jadwal kontrol ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk biaya transportasi dan operasional Dik Rena melanjutkan pengobatannya di RSHS Bandung, yang sempat tertunda selama 3 tahun, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 536.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 3 Mei 2014.

Dik Rena yang terlahir tidak memiliki anus (atresia ani)

Dik Rena yang terlahir tidak memiliki anus (atresia ani)

———————————————————–

MUHAMMAD DILLAH MAULANA (4), Kampung Sukasari Girang RT 2/6 Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kab Tasik, Ayah Kohar (45), pekerjaan berjualan sendal keliling, Ibu Yani (39) Ibu rumah tangga, tanggungan 3 orang anak. Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya (susp. Rhabdomyosarcoma) sejak ia masih berusia 1 tahun, bermula dari benjolan kecil. Pada saat usianya 1,5 tahun ia pernah diperiksa di RSUD Tasikmalaya dan dirujuk ke RSHS, namun keluarga belum bisa membawanya ke RSHS krn ketiadaan biaya. Mereka berupaya untuk mengobati Dik Dillah dengan pengobatan alternatif, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh. Karena mereka tidak mendapatkan fasiitas Jamkesmas, akhirnya mereka mengupayakan untuk mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya. Alhamdulillah akhirnya Dik Dillah mendapatkan fasilitas Jamkesda. Saat ini benjolannya semakin membesar dan keluarga Dik Dillah berniat untuk mengobati penyakitnya sampai ia sembuh, namun mereka kesulitan untuk biaya sehari-hari dan transportasinya. Dik Dillah sempat dirawat di RSUD Tasikmalaya selama 2 hari, kemudian dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung. Di sana ia menjalani pemeriksaan selama sehari penuh, dan akhirnya kembali dirujuk ke RSHS Bandung. Saat ini Dik Dillah sedang menjalani serangkaian pemeriksaan di RSHS, terakhir akan dilakukan pemeriksaan di Bagian Kedokteran Nuklir, karena diduga ada kelainan di bagian tulang sekitar kelopak mata Dik Dillah. Untuk sementara tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Pemeriksaan Dik Dillah memang cukup panjang dan melelahkan, sampai saat ini ia sudah menjalani pemeriksaan hampir 6 bulan dengan melibatkan 4 dokter spesialis: spesialis mata, spesialis bedah syaraf, hemato onkologi, dan kedokteran nuklir. Tgl 15 April ia harus pulang dulu ke Tasikmalaya untuk memperpanjang surat-surat rujukan ke RSUD Dr Soekardjo Tasikmalaya dan surat jaminan kesehatan ke DinkesKab Tasikmalaya. Tanggal 6 Mei 2014 Dik Dillah kembai ke RSHS Bandung untuk menjalani jadwal operasi yang dijadwalkan Hari Rabu tanggal 7 Mei 2014, setelah sebelumnya harus membuat rujukan ke RS Mata Cicendo, karena rencananya operasi Dik Dillah juga akan didampingi oleh Dokter Spesialis Mata dari RS Cicendo, selain Dokter Spesialis Bedah Syaraf RSHS Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan biaya operasional, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 539.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 3 Mei 2014

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya (susp. Rhabdomyosarcoma)

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya (susp. Rhabdomyosarcoma)

———————————————————–

AMINAH (37), ibu dua anak, istri dari bapak Zumhari (38), seorang petani yang beralamat di Kmp. Cireundeu RT.15/4. Desa.Bojong Jengkol, Kec. Jampang Tengah, Kab.Sukabumi, Jawa Barat. Sejak lahir ibu Aminah sudah memiliki benjolan pada hidungnya, ukuran besarnya benjolan tersebut tidak berubah sampai ibu Aminah berkeluarga, karna keterbatasan ekonomi pengobatannya selalu tertunda. Pada tahun 2001 Ibu Aminah Pernah berobat di RSCM, menurut hasil pemeriksaan dokter poli bedah, benjolan yang diderita oleh ibu Aminah tidak berbahaya dan bersifat jinak, walaupun bersifat jinak dan tidak menimbulkan rasa sakit namun benjolan pada hidungnya harus diangkat/dioperasi. Karna tidak mempunyai biaya yang cukup, pengobatan ibu Aminah tidak dilanjutkan. Tahun ini ibu Aminah akan kembali melakukan pengobatan, Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut meringankan beban ibu Aminah, bantuan untuk pembuatan BPJS yang belum dimilikinya sudah disampaikan. Semoga pengobatan ibu Aminah bisa lebih dimudahkan,

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal : 1 Mei 2014

Sejak lahir ibu Aminah sudah memiliki benjolan pada hidungnya

Sejak lahir ibu Aminah sudah memiliki benjolan pada hidungnya

———————————————————–

NASRUDIN bin KAR’AN (45), Kampung Angsana RT 1/6, Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Bapak dua orang anak yang bekerja sebagai buruh tani ini tinggal di rumah gubuk sederhana dengan istrinya Ibu Marpuah (41) yang sehari-harinya selain mengurus urusan rumah tangga juga kadang ikut bekerja sebagai buruh tani demi membantu ekonomi keluarganya yang terbilang pas-pasan. Dengan dibantu fasilitas kesehatan Jamkesmas, Pak Nasrudin dirawat di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, karena ia didiagnosa menderita Koch Pulmonum Aktif+Hemaptoe, TB Paru akut yang mudah menular. Kondisi Pak Nasrudin memburuk karena diperkirakan mengalami pecah pembuluh darah sehingga ia sampai mengalami muntah darah. Pak Nasrudin menderita sakit TB Paru sudah menahun, hari Minggu kemarin ia mengalami sesak nafas, nyeri dada, dan batuk berdarah sehingga keluarga segera membawanya ke RSUD Kota Tasikmalaya. Setelah dirawat selama seminggu, Pak Nasrudin diperbolehkan pulang dengan catatan ia harus melakukan kontrol berkala untuk memantau kondisi penyakitnya. Dokter pun memberikan catatan agar Pak Nasrudin salalu hati-hati karena penyakitnya ini dapat menular kepada orang-orang di sekitarnya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk keperluan biaya transportasi mobil ambulan yang akan membawa Pak Nasrudin pulang dari RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya ke rumahnya yang berjarak cukup jauh di daerah selatan Kabupaten Tasikmalaya, yaitu Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 3 Mei 2014.

Bapak Nasrudin didiagnosa menderita Koch Pulmonum Aktif+Hemaptoe, TB Paru akut yang mudah menular

Bapak Nasrudin didiagnosa menderita Koch Pulmonum Aktif+Hemaptoe, TB Paru akut yang mudah menular

———————————————————–

EVA YULIANTI, Usia 6,5 tahun. Alamat : Jl. Jaka Utama, Gang Kamboja RT.2, Bandar Lampung. Eva adalah anak Yatim yang menderita sejak dalam kandungan, Ibunya: Naimawati, saat mengandung Eva, ia terkena Malaria dan saat Eva berusia 1 tahun terkena kejang demam. Ingin rasanya bu Naima membawa anak tercintanya ini ke rumah sakit, namun jarak yang sangat jauh serta ketiadaan biaya yang membuat harapannya itu hanya mimpi belaka. Maklum saja ibu Naimawati hanya seorang janda yang tak memiliki pekerjaan tetap dan masih menanggung 5 orang anak-anaknya untuk bertahan hidup, Hanya ratapan dan tangisan pada Tuhan yang menjadi pelipur lara selama ini. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa ini, Kurir #sr langsung membawnya ke RS. Abdul Muluk Lampung dan kini Eva sudah dalam kondisi rawat inap dengan fasilitas BPJS. Santunan awal disampaikan untuk kebutuhan transportasi dan mengurus JKN BPJS.

Jumlah Bantuan: Rp.1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @AkuoKawai @arisasamara
Tanggal : 4 Mei 2014.

Adik Eva saat berusia 1 tahun terkena kejang demam

Adik Eva saat berusia 1 tahun terkena kejang demam

———————————————————–

Putra Widianto adalah putra dari Bapak Tulijo dan Ibu Ganisa. Keluarga ini tinggal di Desa Krapyak 10, Rt 03 RW 27 Margo Agung Seyegan Sleman. Dek Putra menderita meningitis atau radang otak sejak 3 tahun yang lalu. Setiap bulan harus menjalani kontrol di RS. Sardjito dengan biaya yang cukup besar. Sedekah Rombongan mendampingi dek Putra hingga sembuh dan sudah berjalan hampir 1.5 tahun ini. Bantuan ini digunakan untuk meringankan beban yang dialami keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @herryjoo
Tanggal :3 Mei 2014

Dek Putra menderita meningitis atau radang otak

Dek Putra menderita meningitis atau radang otak

———————————————————–

Ibu Enah Rohanah atau biasa dipanggil ibu Enah ini adalah warga kuningan yang menderita kanker payudara. Istri dari bapak Yasin ini sudah 1,5 tahun menderita kanker payudara. Kondisinya pada saat itu sedang hamil dan oleh pihak dokter diberikan 2 pilihan antara menyelamatkan anaknya tetapi tidak bisa menjalani pengobatan atau melakukan operasi dan anaknya dalam kandungan harus digugurkan.Dalam kondisi tersebut Ibu Enah lebih memilih menyelamatkan anaknya dan tidak menjalani pengobatan medis.Selama masa kehamilan itu pula ibu Enah menjalani pengobatan herbal.Tetapi kondisi Ibu Enah semakin parah saat ini. Ibu Enah pernah akan di rujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, tetapi dari dinas kesehatan dan dinas sosial setempat tidak mau memberikan jaminan untuk biaya pengobatan dan menyerahkan seluruh biaya pada keluarga pasien, mendapat jawaban itu pak Yasin mengurungkan niatnya untuk membawa istrinya ke RS Hasan Sadikin karena terbayang biaya pengobatan yang mahal dan jauh dari jangkauannya. Ibu Enah tidak mendapatkan kartu jamkesmas dari Pemerintah setempat karena tidak terdaftar sebagai penerima Jamkesmas. Setelah mendapatkan laporan tentang keadaan dan keberadaan Ibu Enah, Tanggal 4 Januari lalu Tim Sedekah Rombongan menjemput Ibu Enah dari kuningan dan di bawa ke Jogja untuk diberi pengobatan secara maksimal hingga sembuh. Bantuan ini digunakan untuk biaya suntik albumin yang harus dilakukan setiap 2 hari sekali dan biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 7.000.000,- (Rp. 4,5jt pd tgl 2 Mei dan Rp. 2,5jt pd tgl 5 Mei)
Kurir :@KarmanMove via @maulina dan @syarief_ahmadd
Tanggal : 2 Mei 2014 dan 5 Mei 2014

Ibu Enah menderita kanker payudara

Ibu Enah menderita kanker payudara

Ibu Enah menderita kanker payudara

Ibu Enah menderita kanker payudara

———————————————————–

Ibu Ratmi Rachma (50th) adalah janda dari Bp.Alm Juwanto yang tinggal Rusunawa Jogoyudan (Kleringan ke utara 100m) Blok D lantai 2 no 26 Gowongan Jetis Kodya Yk. Beliau menderita sakit CA Mamae dan diparu-paru ada cairan sehingga harus memakai oksigen | Dokter menganjurkan Kemotherapy 8 X tapi terkendala kamar di RS Sarjito yg penuh. Pada saat kurir SR datang ke lokasi tempat bu ratmi ternyata beliau selama ini menyewa tabung oksigen yang besar dengan harga 20rb/hari dan setiap 2 hari harus isi ulang dengan harga 80rb. Sedangkan pada saat beliau harus bepergian, beliau menyewa 15rb/hari dan ditambah ongkos antar jemput tabung 60rb. Saat ini bu Ratmi berada dalam dampingan SR dan bantuan ini digunakan untuk pembelian tabung oksigen, kontrol dan pembelian obat serta akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,- (1,5jt pd tgl 2 Mei dan 1,5jt pd tgl 5 Mei)
Kurir: @KarmanMove via @RofiqSILVER dan @emaanggita
Tanggal : 2 Mei 2014 dan 5 Mei 2014

Ibu Ratmi menderita sakit CA Mamae dan diparu-paru ada cairan

Ibu Ratmi menderita sakit CA Mamae dan diparu-paru ada cairan

Ibu Ratmi menderita sakit CA Mamae dan diparu-paru ada cairan

Ibu Ratmi menderita sakit CA Mamae dan diparu-paru ada cairan

———————————————————–

Dek Fauzan Riswandi (12 tahun) adalah putra dari Bp. Wardani (41 th) yang bekerja sebagai pedagang kue keliling dengan bersepeda di pasar dan Ibu Wulan (43 th) seorang IRT. Bapak Wardani ini adalah ayah tiri dari dek Fauzan, sedangkan ayah kandungnya sudah meninggal. Keluarga ini tinggal di Semoyan Rt 1 No 6, Singosaren Banguntapan, Bantul. Namun setiap harinya dek Fauzan tinggal di panti asuhan yatim putra Islam Yogyakarta di Giwangan karena keterbatasan orang tuanya dalam membiayai anaknya tersebut untuk sekolah. Bapak Wardani bekerja dengan berjualan di pasar setiap harinya dengan penghasilan perhari berkisar 20-30 ribu. Dek Fauzan menderita tulang lutut yang tidak mampu menopang badan sehingga bentuk kaki seperti huruf O. Awalnya kelainannya ini disebabkan karena dek Fauzan lahir prematur dan obesitas. Sudah diperiksakan ke dokter dan oleh dokter diminta untuk operasi sebelum usia 13 tahun karena kondisi yang paling baik saat masih usia anak-anak dan dikhawatirkan juga kondisi kakinya semakin tidak mampu menopang badannya. Sedekah Rombongan mendampingi pengobatan dek Fauzan dan bantuan ini digunakan untuk biaya pembuatan BPJS di kelas 1.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir: @KarmanMove via @emaanggita
Tanggal : 5 Mei 2014

dek Fauzan lahir prematur dan obesitas

dek Fauzan lahir prematur dan obesitas

———————————————————–

Bu Suminah (60) adalah warga Desa Kalibawang Kulonprogo.Sejak ditinggal suaminya (alm.Moh.Zamroni) 20 tahun lalu, bu Minah bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya.Pada tahun 2006 lalu, bu Minah mendapati benjolan kecil di lehernya.Merasa hanya benjolan biasa, beliau membawanya ke pengobatan alternatif.Akan tetapi, pengobatan tersebut tidak memberi perubahan yang berarti.Alhasil, benjolan tersebut semakin membengkak.Melalui pemeriksaan di RSUD Wates, benjolan tersebut didiagnosa sebagai pembengkakan kelenjar getah bening.Dokter mengharuskan beliau untuk menjalani operasi.Akan tetapi karena ketiadaan biaya dan tidak adanya jamkes, beliau memutuskan untuk menghentikan pengobatan.Di tahun 2012 benjolan tersebut sudah semakin membesar dan menyulitkan aktifitas beliau.Melalui pemeriksaan di RSUP Dr.Sardjito, benjolan tersebut dinyatakan telah berkembang menjadi tumor jinak sehingga harus segera dilakukan operasi pengangkatan tumor.Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, beliau memutuskan untuk menunda tindakan operasi tersebut.Hingga pada awal tahun 2013, beliau bertemu dengan sedekah rombongan.Saat ini, bu Minah masih dalam dampingan #sedekahrombongan dan beliau harus menjalani serangkaian pengobatan sebelum operasi pengangkatan tumor dilakukan.Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : 1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @daniesh_cookiez
Tanggal :2 Mei 2014

Ibu Suminah menderita tumor di leher

Ibu Suminah menderita tumor di leher

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 21,000,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 544 ROMBONGAN

Rp. 17,151,349,062,-