AMBULANCE MTSR, Jakarta. Seiring dengan amanah dan penghidmatan #SedekahRombongan bagi para dhuafa selama ini, Kendaraan Ambulance khusus dalam bagian MTSR atau Mobil Tanggap Sedekah Rombongan terus berjalan beroperasi dalam mengantar orang sakit dan sebagai kendaraan pengantar jenazah bagi para dhuafa yang membutuhkannya. Beberapa Kabupaten/Provinsi pun sudah mulai memiliki ambulance MTSR tersebut dan dalam menjaga amanah tersebut serta kesiapan pelayanan operasional yang harus terus terjaga, maka perawatan pada kendaraan-kendaraan tersebut menjadi rutinitas yang wajib dilakukan seperti ganti oli dan service regular. Saat ini 3 unit MTSR Jakarta sudah melakukan service besar di Bengkel Khusus dan juga melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraannya pada waktu yang bersamaan, agar siap kembali menjelajah jalan mengantara para dhuafa berobat.

Biaya Service : Rp. 20.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin
Tanggal: 3 Mei 2014.

Service 3 MTSR Jakarta + Perpanjangan STNK

Service 3 MTSR Jakarta + Perpanjangan STNK


———————————————————–

M. FADIL NASRULLAH, Lahir 22 April 2014. Alamat: RT.10/17, Desa Telaga Murni, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Lahir dari pasangan Ayah: Nanik Arimansyah (29), seorang Buruh Pabrik dan Ibu: Cucu Suryanti (30), pekerjaan hanya seorang IRT biasa. Saat bayi yang langsung diberi nama Fadil ini lahir di Bidan setempat, kondisinya sangat mengenaskan. Ia lahir tak memiliki anus (Atresia Ani) dan kedua orangtuanya langsung bertindak karna panik membawanya ke Rumah Sakit besar yang lengkap peralatannya dari mulai RS Bakti Husada hingga RS.Hermina Bekasi. Namun karna orangtuanya tak mendapatkan jaminan dari tempatnya bekerja dan juga tak memiliki Jaminan Persalinan dari Pemerintah, akhirnya kini mereka kebingungan untuk membiayainya yang sudah jutaan rupiah padahal belum genap seminggu dirawat. Warga pun bahu membahu membantu karna memahami kesulitan mereka dan sehari-haripun keluarga ini bukanlah keluarga mampu, #SedekahRombongan memahami kesulitan mereka dan menyampaikan santunan awal untuk persiapan memindahkan Fadil ke RSUD Bekasi serta persiapan mengurus BPJS agar seluruh biaya perawatannya tercover.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @dedesyaefudin @suharnayana @achmadfathoni78
Tanggal : 30 April 2014.

Adik Fadil lahir tak memiliki anus (Atresia Ani)

Adik Fadil lahir tak memiliki anus (Atresia Ani)

———————————————————–

RISKI PERDIANSYAH, 7 tahun. Alamat: Jl.Tebing, RT.4/7, Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok. Putera dari pasangan Yana (34), bekerja sehari-hari sebagai Kuli Bangunan dan Nurhayati (34)? sebagai Pembantu Cuci Gosok. Gejala awalnya saat Rizki makan sering mengalami mual hingga muntah dan mata terlihat agak menguning dan kini aktifitas sekolahnya di TK sudah berhenti sementara karna kondisi Riski agak menurun staminanya, Sebulan ini berat badan Riski sudah berkurang 7 kg. Riski kembali dibawa ke Dokter dan kini dipastikan ia harus segera dirawat karna hasil test darahnya postitif terkena Hepatitis A, Demi kesehatannya dan agar tidak menular pada keluarganya makan keluargapun ihtiar bersiap membawanya. Berbekal Jamkesmas belum membuat mereka percaya diri karna biaya diluar itu seperti transport dan lainnya menjadi masalah baru untuk keluarga yang hidup pas-pasan ini. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, Bantuan awalpun disampaikan untuk biaya transportasi mereka.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin
Tanggal : 2 Mei 2014

Adik Riski hasil test darahnya postitif terkena Hepatitis A

Adik Riski hasil test darahnya postitif terkena Hepatitis A

———————————————————–

MUHAMMAD ARIFIN, 43 tahun. Alamat: Jl. Lame RT.3/5, Kalimanggis, Cibubur, Jakarta. Pak Arifin sungguh menderita keadaannya, satu sisi ia harus melaksanakan tugas Mulia sebagai Pengajar Tahfizh di LTQ Alhikmah namun kini ia juga harus berhenti karna penyakit yang dideritanya. Sementara salah satu anaknya juga dalam keadaan sakit amandel yang sudah mengganggu telinganya yang mengharuskannya dioperasi dan pak Arifin sendiri lebih mengalah merasakan derita karna Tumor pada Otaknya ia lawan dengan berbaring di lantai rumahnya yang kecil menggunakan obat-obatan herbal dan alternatif.? Istrinya: Siti Hamdah (43) adalah seorang ibu rumahtangga biasa yang setia mendampingi keadaan suami dan anaknya dengan doa yang tak henti-henti, Ia sangat bingung ketika anaknya yang bernama Sumayah (13) harus segera dioperasi dengan butuh biaya hingga diatas 5juta. Saat dikunjungi Kurir #SedekahRombongan pak Arifin merasa tak sanggup bicara dan lemah tertidur, Bantuanpun disampaikan untuk persiapaan mulai berobat ke Rumah Sakit dan Mengurus BPJSnya untuk pak Arifin dan seluruh anggota keluarganya agar dapat dipergunakan berobat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin
Tanggal : 30 April 2014

Bapak Arifin menderita tumor otak

Bapak Arifin menderita tumor otak

———————————————————–

Mobil Tanggap Sedekah Rombongan ( MTSR ), merupakan kendaraan operasional dalam membantu membaikkan sasaran ataupun pasien – pasien yang di handle oleh @Srbergerak, bukan hanya itu saja, “mobil perang” ini pun bermanfaat bagi masyarakat umum yang membutuhkan bantuan, dan banyak masyarakat miskin terbantu dengan MTSR ini. Di Wonogiri, MTSR bergerak dari hari ke hari, dari desa ke desa, ke pelosok – pelosok saat ada informasi dhuafa yang sakit , butuh bantuan, untuk disurvey kemudian dicarikan solusinya dan saat harus dilarikan ke Rumah Sakit pun, maka MTSR ini selalu siap untuk mengantar mereka. Alhamdulillah, sesuai Keputusan Kepala Badan Kerjasama Dan Penanaman Modal Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor : 222/191/GR.1/2014 tentang Izin Operasional Sedekah Rombongan, maka @Srbergerak semakin bersemangat untuk membantu para dhuafa, berbagi dan mencoba menyampaikan amanah para sedekaholics untuk membaikkan yang kurang mampu. Dengan legalitas tersebut, kami semakin mantap untuk melangkah, semakin bersemangat untuk menyampaikan titipan dari para sedekaholics melalui sedekah rombongan. Keputusan dalam legalitas itu yaitu dalam fasilitasi dan pendampingan pengobatan masyarakat kurang mampu. Untuk itu, MTSR seolah juga adalah manusia yang berdampingan menolong yang sakit, MTSR pun harus dalam keadaan yang fit, siap “perang” memberikan yang terbaik untuk masyarakat miskin. MTSR Wonogiri sebagai salah satu dari MTSR yang ada selain di Jogja, Malang dan Jakarta menjadi satu kesatuan yang bermuara pada tujuan membaikkan bersama sedekah rombongan. Seolah seperti tubuh dari bagian tubuh lainnya, seolah sebagai tangan dari tangan lainnya, sebagai rumah bagi dhuafa, sebagai teman untuk mengantar warga miskin dalam mencari sebuah jalan harapan untuk kesembuhannya. Sedikit demi sedikit kelengkapan sebagai satu kesatuan mulai terpenuhi. Mulai dari plafon atas, Floor/lantai bawah, Doortrim samping kanan kiri, Jok/tempat duduk penunggu, Stretcher/dragbar, Kursi Roda, Tabung oksigen, audio, Kit P3K, Sirine alhamdulillah sudah terpenuhi. Fungsi kemanfaatan semoga semakin memberikan pelayanan yang baik pada pasien – pasien sedekah rombongan. Memberikan kenyamanan, serta kekuatan bagi mereka untuk mencari kesembuhan. Dan semoga dengan kondisi yang ada saat ini, dengan legalitas yang sudah ada, dengan kelengkapan yang sudah baik, tentunya harapan bagi kami, bagi para sedekaholics untuk lebih bersemangat bergerak, lebih bersemangat membaikkan serta membantu masyarakat kurang mampu terutama dalam mobilisasi saat sakit, antar jemput serta apapun yang menuju ke arah fungsi MTSR ini sebagai kendaraan perang nya sedekah rombongan. Semoga ALLAH SWT selalu melimpahkan berkah serta rejeki bagi kita semua, bagi para sedekaholics serta para kurir sedekah rombongan semuanya.

Jumlah Bantuan : Rp. 10.000.000,- untuk kelengkapan MTSR Wonogiri.
Tanggal 2 Mei 2014.
@saptuari via @mawanhananto

Kelengkapan Ambulan MTSR Wonogiri

Kelengkapan Ambulan MTSR Wonogiri

———————————————————–

Bencana itu datangnya tidak di sangka – sangka, bagaimanapun kondisinya, ALLAH pasti punya rencana sendiri untuk semuanya. Saat sebelumnya baik – baik saja, tiba – tiba saat itu, sabtu 12 April 2014 sekitar pukul 12.00 WIB terjadi bencana puting beliung di Desa Gemantar, Desa Sendang Ijo dan Desa Nambangan. Angin puting beliung memporak – porandakan puluhan rumah. Terutama di dusun kedung banteng, ngawen, jetis, kulurejo dan bakalan kecamatan selogiri. Di desa sendang ijo hampir 70 rumah mengalami kerusakan dan lima rumah dinyatakan ambruk, sementara di desa Gemantar kurang lebih 65 rumah juga rusak, dan di Desa Nambangan tiga rumah mengalami kerusakan parah. Banyak rumah warga yang ambruk, yang rata – rata hanya ber atapkan genteng biasa dan rumah gedeg, sungguh kasihan warga miskin yang kemudian rumahnya ambruk akibat bencana tersebut. Dan kemudian warga lainnya saling membantu, bahu – membahu untuk membantu kembali membangun beberapa rumah yang ambruk dengan alat apa adanya. Pihak pemerintah kecamatan pun sudah bergerak, dengan menggandeng berbagai pihak dan juga komunitas – komunitas penggalangan dana lokal yang ada, semampu mereka. Warga sementara di ungsikan ke Balai Desa dan Rumah pak RT. Kepekaan, kepedulian, rasa saling menyayangi bukan saja karena ada warga sakit, warga miskin dan dhuafa yang membutuhkan. Saat seperti ini, atas nama sedekahrombongan bersama para sedekaholics yang menyedekahkan hartanya kita sampaikan untuk mendukung serta membantu para warga yang rumahnya ambruk rata dengan tanah. Semoga ALLAH memberikan hikmah yang baik, dan selalu memberikan rejeki bagi para sedekaholics yang telah iklhas bersama sedekahrombongan bergerak bersama membaikkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Bantuan di berikan tanggal 14 April 2014,
kurir @saptuari via @mawanhananto

Bencana puting beliung di Desa Gemantar, Desa Sendang Ijo dan Desa Nambangan

Bencana puting beliung di Desa Gemantar, Desa Sendang Ijo dan Desa Nambangan

———————————————————–

Terus bergerak dan bergerak membaikkan, namun ketika TUHAN berkehendak lain, maka kita tetap harus bersyukur dan jangan patah semangat. Kembali kami kurir Wonogiri tak henti menangis saat pada bakda maghrib mendapatkan telephone dari edi susilo, warga bendungan RT02/04, Genukharjo, Wuryantoro, Wonogiri. Saat itu, mas edi memberitahukan bahwa dek asha telah meninggal dunia, sungguh rasa sedih yang dalam kemudian kami rasakan, saat itu kami sedang dalam perjalanan dari solo dan rencana esoknya adalah membuatkan BPJS untuk dek asha dan kemudian akan kami koordinasikan dengan tim Jakarta dalam penanganan jantung dek asha. Namun, apa kehendak-Nya lah yang terbaik. Dek asha telah meninggal dunia dengan senyum, mungkin saat ini sudah bermain di surga-Nya. Rencana kami bahwa sehari sebelum dek asha meninggal, kami sudah datang ke kantor BPJS untuk membuatkan syarat tersebut, sehingga dengan adanya itu insyaallah ada keringanan biaya yang kemudian untuk dana sedekah rombongan bisa pun termanfaatkan untuk pasien lainnya. Dan saat esok hari semua persyaratan itu jadi, malam sebelumnya kabar bahwa dia sudah tiada. Menangis hati kami, teringat saat kelucuan yang di tampakkannya, mata berbinar penuh harapan, saat kami bawa dengan MTSR ke Moewardi solo, dan kontrol bolak – balik ke RSUD Wonogiri. Masih saja teringat wajahnya yang penuh harap, seakan berkata..”aku ingin sembuh dan bisa tersenyum….”. Perjuangan dek asha sangat berat, saat usia belum genap 2 Tahun, dia sudah mengalami kelainan otak mengecil, di tambah lagi tidak adanya dinding rahang pada mulutnya yang mestinya kemudian harus operasi bedah, dan juga jantung bocor yang di alaminya. Upaya tetap terus, saat beberapa waktu menunggu keputusan dokter langkah apa dulu yang harus di dahulukan, apakah operasi jantung dulu ataukah operasi bedah mulut dulu. TUHAN, sungguh kami tidak bisa membayangkan semuanya, seandainya kemudian kami bawa ke Jakarta dan dalam perjalanan nya dengan kondisi demikian, sungguh berat mungkin baginya. Dan, hari itu, TUHAN berkehendak lain, di panggilnya dek asha untuk selama – lamanya, mendampingi-Nya di surga…semoga. Bantuan untuk kebutuhan kontrol, perawatan di rumah serta asupan gizi dek asha saat masih hidup. Semoga ALLAH memberikan tempat yang terbaik baginya. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Tanggal 8 April 2014.
Kurir @saptuari @mawanhananto @yuliantonuzul

Adik Asha meninggal akibat jantung bocor

Adik Asha meninggal akibat jantung bocor

———————————————————–

Bapak Maryono tinggal di sebuah dusun jauh dari perkotaan yaitu di dusun ngereng ereng, Desa Sumber Agung, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri. Beliau kurang mampu, dan kemudiaan sakit sehingga membutuhkan bantuan untuk kesembuhannya. Beliau punya dua anak berusia 9 tahun dan 4 tahun. Beliau hanya bekerja serabutan, dan istrinya tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga. Beliau sakit paru – paru sudah hampir satu tahun ini. Sejak 6 bulan yang lalu kurang darah dan kemudian berlanjut ke jantung bengkak. Kondisi beliau saat ini memprihatinkan, kurus, lemah dan sering sakit. Saat kurir wonogiri datang ke rumahnya, beliau duduk di lantai dengan pandangan kosong. Memang, kondisi demikian baginya adalah kesehariannya, hidup dalam kondisi kekurangmampuan dan di tambah dengan sakit yang membutuhkan biaya untuk perawatannya. Semoga bantuan dari para sedekaholics melalui sedekah rombongan ini sedikit meringankan beban beliau. Dan semoga ALLAH SWT memberikan banyak rejeki untuk kawan para sedekaholics semuanya, bergerak bersama @Srbergerak.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Tanggal 29 April 2014,
kurir @saptuari via @mawanhananto @yuli

Bapak Maryono menderita jantung bengkak

Bapak Maryono menderita jantung bengkak

———————————————————–

Mbah Paijan yang akrab sering kami panggil Mbah Darmo adalah sosok Inspirator sekaligus Motivator di daerah Kampung Ponggalan RW 7 Giwangan Umbulharjo Jogjakarta.Meski sudah berusia 85 tahun, namun semangatnya setiap hari terus bergerak meniti langkah demi langkahnya bersama istri secara pasti setiap pagi. Tidak hanya Subuh, Mbah Darmo pun tak tak pernah absen lima waktu di Masjid Al Amanah Ponggalan.

Suatu pagi tanggal 28 April 2014, seperti biasanya Mbah Darmo dengan setia melayani istri yang sedang terkena penyakit gatal-gatal seluruh badannya sudah beberapa hari membelikan bubur kesukaan permaisyurinya tersebut. Tak disangka, dalam perjalanan pulang ada seorang pegawai wanita dari arah Selatan motornya menabrak tubuh Mbah Darmo kala itu. Bubur cinta yang sedianya diperuntukkan bagi Istrinya yang sedang sakir berhamburan begitu saja, berserakan di jalanan. Mbah Darmo pun tersungkur bersimpah darah. Beruntung banyak warga yang tanggap langsung menolong membawanya ke RS. Hidayatullah yang terdekat. Mbah Darmo Alhamdulillah selamat meski mengalami luka yang cukup serius. Kepalanya bocor, telinganya sobek, tulang bahunya retak, matanya lebab sangat besar, dan banyak bagian tubuh yang mengalami luka-luka cukup serius. Padahal selama ini beliau hanya hidup berdua bersama Istri di rumah mungil yang sangat sederhana. Kamipun langsung berusaha menghubungi Mas Karan dan MAs Saptu untuk bias dari Sedekah Rombongan ikut membantu. Akhirnya dikirimlah dana untuk biaya perawatan dan operasi Mbah Darmo. Alhamdulillah kini tinggal menunggu masa penyembuhan.

Jumlah Bantuan : Rp. 5.000.000,-
Tanggal : 4 Mei 2014
Kurir : Rifki Nesw

Mbah Darmo mengalami kecelakaan hingga kepalanya bocor

Mbah Darmo mengalami kecelakaan hingga kepalanya bocor

———————————————————–

MARSINI , 43 tahun. Warga kampung Pekopen RT.6/7, Kel. Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi ini sudah 1 tahun menderita CA Ovarium. Suaminya Bapak Sugita (54) hanyalah seorang buruh harian dengan tanggungan 5 orang anak. Karena keadaan ekonomi mereka yang minim serta tak berkecukupan, maka mereka tak mampu berbuat banyak untuk membiayai pengobatan Ibu Marsini di Rumah Sakit. Sudah 2 Minggu Ibu Marsini berobat di RS. Hasan Sadikin Bandung tanpa dampingan sanak saudara. Selama menetap di Bandung, Ibu Marsini tidak mampu membiayai kebutuhan hidup sehari-hari karena keadaan ekonomi yg lemah, kasihan sekali bu Marsini dan keluarga. Jaminan Kesehatan tuk berobat telah ia miliki namun operasional sehari-hari mereka di Bandung menjadi hambatan berobatnya. Dalam keadaan terjepit, Alhamdulillah, #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari selama berobat di RSHS setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 518. Saat ini bu Marsini tinggal di RSSR Bandung karna masih dalam tahap perobatan jalan di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @suharnayana @abahlutung
Tanggal : 4 Mei 2014.

Ibu Marsini menderita CA Ovarium

Ibu Marsini menderita CA Ovarium

———————————————————–

NENDA JULIANA binti Mumu Ahmad Muharram (almarhum), Usianya 15 tahun. Pelajar kelas 2 SLTP ini tinggal bersama ibunya, Euis Rida (40) di rumah keluarga (kakek-neneknya) di Jalan Kiaracondong No.288, RT.10/1 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kodya Bandung. Ayahnya Mumu Ahmad Muharram yang meninggal tahun 2000 memang belum sempat membuatkan rumah bagi ketiga anggota keluarganya. Teh Euis Rida sampai saat ini menjanda dan tak punya penghasilan tetap alias bekerja apa adanya. “Terasa berat membesarkan kedua anak almarhum, Pak. Apalagi Nenda kini harus berobat rutin ke rumah sakit. SKM Kota Bandung baru dibuatkan belum lama ini. Hampir dua tahun ini Nenda sering sakit-sakitan,” keluhnya sambil mengelus dada. Ia menambahkan, “Seluruh otot dan persendian Nenda kerap terasa sakit. Kulitnya terlihat layu. Berkali-kali ke dokter dan rumah sakit. Akhir April kemarin ia dirawat juga tiga hari di RSHS Bandung, Penyakitnya masih diteliti. Ada yang menyebutnya reumatik jantung, ada juga yang menduganya ia mengidap SLE,” Itulah penuturan Teh Euis. Yang jelas, penanganan dan pengobatannya kerap tertunda karena masalah biaya. Keluarga lemah ini layak dibantu, Rumah pun mereka tak punya. Pasien Nenda wajib kita muliakan. Ia pelajar dan anak yatim yang diuji dengan penyakit cukup berat. Alhamdulillah, Bantuan awal dari #SedekahRombongan sampai juga menyirami harapan Nenda dan keluarganya untuk mencari rido Allah melalui usaha penyembuhannya. Senin 5 Mei 2014, Nenda akan dibawa kontrol kembali ke RSHS. “Terima kasih. Tak diduga hari ini kami diberi Allah rezeki. Jazaakumullooh!” Ucap syukur dari Ibunda Nenda…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 3 Mei 2014

Seluruh otot dan persendian Nenda kerap terasa sakit. Kulitnya terlihat layu

Seluruh otot dan persendian Nenda kerap terasa sakit. Kulitnya terlihat layu

———————————————————–

KHAIRUL ARIF. 5 tahun, Khairul kerap mengeluhkan rasa sakit pada selangkangan dan saat-saat tertentu ketika kencing. Jika terlalu lama bermain dengan rekan sebayanya, pastilah ia pun merasakan sakit. “Kasihan, ia tak bisa bebas bermain seperti anak-anak yang lain,’ kata bapaknya, Dadan (29) sambil menunduk. “Malam hari tak jarang ia menangis lama, menahan rasa sakitnya. Berkali-kali anak ini kami bawa ke Puskesmas, tetapi sampai saat ini belum sembuh. Katanya, itu Hernia dan harus dioperasi. Tetapi kami tidak punya jaminan kesehatan dan tak punya biaya. Untuk hidup sehari-hari pun banting tulang Pak” tambah ibunya, Yati (24) sambil menitikkan air mata penuh harap. Keluaga kecil dan dhuafa ini tinggal di Kampung Saninten RT.4/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pak Dadan, sebagai tulang punggung satu-satunya di keluarga ini hanya berprofesi sebagai buruh tani harian, dan istrinya hanya ibu rumah tangga yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus kedua anaknya yang menjadi tanggungan mereka. Saat berkunjung ke rumahnya, tergambar jelas kemiskinan yang mereka alami. Rumahnya masih berlantaikan tanah. “Jangankan memikirkan rumah, untuk biaya hidup dan mengobati si Ade pun kami tak punya biaya,” aku Pak Dadan sambil menyeka air matanya. Orangtua Khairul Arief, Alhamdulillah, kini bisa tersenyum penuh harap saat kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan yang dipergunakan untuk biaya analisa hasil rontgen dan cek darah pra operasi Hernia setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 537.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 1 Mei 2014

Adik Khairul terkena Hernia

Adik Khairul terkena Hernia

———————————————————–

KURNIAWAN BIN RAHMAT KURNIA, 2 bulan, Terlahir dari seorang ibu muda Imas Ilah (23) dan ayah, Rahmat Kurnia (45), beralamat di Kp. Tegalparang RT.2/3, Desa Tegalparang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut. Bayi Kurniawan terlahir kurang beruntung, jauh dari sempurna dengan kepala membesar terdiagnosa Hydrocepalus, mata tertutup ke dalam dan yang lebih mengiris hati adalah Bapaknya seakan tidak menerima dianugrahi Kurniawan dalam keadaan seperti itu. Sedangkan sang ibu masih dirawat intensif di RSUD Garut pasca operasi cesar yang dilakukan, bayi malang tersebut tergolek lemah dalam perwatan di ruang Kenanga kamar 10A 1 3 RSHS dengan ditunggu oleh paman dan bibinya yang masih belia dan belum punya penghasilan. Jangankan buat membeli obat yang patent di luar jaminan pemerintah buat bertahan hidup pun mereka sangat kesusahan, Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, Bantuan lanjutanpun disampaikan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 522. Biaya ini akan dipergunakan untuk transportasi dan kebutuhan sehari-hari selama berobat di RSHS Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal : 4 Mei 2014.

Adik Kurniawan terdiagnosa Hydrocepalus

Adik Kurniawan terdiagnosa Hydrocepalus

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 48,000,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 543 ROMBONGAN

Rp. 17,130,349,062,-