CICI SUARSIH, 42 tahun. Alamat Kontrakan: Jl.H.Siin, RT.6/2, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Sejak tahun 2011 bu Cici terdiagnosa mengidap Tumor Ovarium, Perutnya membesar melebihi orang mengandung, bahkan kabar terbaru sudah bermasalah dengan livernya. Berbekal KJS, Lukman (32) MENDAMPINGI bu Cici berobat hingga dirujuk ke RSCM Jakarta, Namun karna jarak yang cukup memakan waktu serta biaya transportasi yang khusus harus menyewa mobil menjadi kendala perobatan bi Cici yang sering sekali berhenti. Maklum saja pekerjaan pak Lukman hanya seorang Security Staff, sementara mereka masih harus membiayai seorang buah hati mereka yang masih bersekolah di SD. Kesakitan yang sangat begitu tampak memilukan saat Kurir #SedekahRombongan menjenguk bu Cici, hingga berbalik badan dudukpun hampir tak bisa dilakukannya. Bantuan awal disampaikan untuk mereka mulai berobat kembali dengan dampingan #SR, namun mereka izin untuk pulang kampung dulu ke Ciamis guna beristirahat sambil menunggu persiapan berobat. Namun baru saja upaya ihtiar akan dilakukan, bu Cici meninggal dalam perjalanan ke kampung halamannya. Manusia hanya punya rencana, kembali Sang Kuasa penentu segalanya. Innalillahi Wa Innailahi Rojiun, Selamat jalan bu Cici…

Jumlah bantuan: Rp.1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin
Tanggal : 23 April 2014.

bu Cici terdiagnosa mengidap Tumor Ovarium

bu Cici terdiagnosa mengidap Tumor Ovarium


———————————————————–

ADE BAHTIAR (8), Kp. Sukasari Desa Rancapaku RT 3/8 Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Putra dari Pak Lili (44) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang jualan kupat tahu dan cimol (sejenis makanan kecil jajanan anak-anak) ini sekitar pukul 15.00 sore 5 hari yang lalu tiba-tiba tidak sadarkan diri dan suhu badannya panas sekali. Badannya kejang-kejang dan Dik Ade sperti yang kehilangan kesadarannya. Melihat kondisi yang mengkhawatirkan seperti itu Bu Yayah (42), ibunya, dengan bantuan para tetangganya segera membawa Dik Ade ke Dokter, karena Pak Lili saat itu sedang berkeliling menjajakan jualannya. Setelah diperiksa Dokter dan diberi obat, Dokter menyarankan agar Dik Ade segera dibawa ke RSUD apabila panas badannya tidak turun-turun. Besoknya suhu badan Dik Ade tidak juga kunjung turun, keluarga kebingungan karena tidak memiliki biaya untuk transportasi dan bekal jika harus dibawa ke RSUD Tasikmalaya, meskipun mereka memiliki JAMKESMAS. Menerima kabar tentang kesulitan keluarga Dik Ade Bahtiar, Kurir segera menemui keluarga miskin ini langsung ke rumahnya. Melihat keadaan rumah,dan informasi tentang keadaan keluarga ini yang didukung oleh Ketua RT setempat, serta kondisi Dik Ade Bahtiar yang terbaring lemah dengan panas badan tinggi dan tak sadarkan diri, atas ijin keluarga, Kurir SR segera membawanya ke IGD RSUD Tasikmalaya saat itu juga. Alhamdulillah setelah mendapatkan penanganan Tim Dokter dan menginap semalam di IGD, akhirnya kondisi Dik Ade Bahtiar yang didiagnosa menderita susp. Meningitis mulai membaik, dan akhirnya dirawat inap. Menurut Dokter, kalau saja Dik Ade Bahtiar terlambat ditangani mungkin akan berakibat fatal. Dik Ade Bahtiar ternyata juga didiagnosa menderita penyakit TB paru-paru, sehingga sekarang harus menjalani program pengobatan TB selama 6 bulan ke depan, sehingga ia harus bolak-balik ke RSUD Tasikmalaya setiap 2 minggu sekali. Dik Ade Bahtiar masih terus melanjutkan perawatan TB-nya yang masih harus ia selesaikan beberapa bulan lagi. #SedekahRombongan mendampingi penuh proses perawatan Dik Ade Bahtiar dan kembali menyampaikan santunan untuk biaya transportasi serta pengobatannya setelah sebelumnya masuk di Rombongan 517.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 21 April 2014

Adik Ade didiagnosa menderita susp. Meningitis

Adik Ade didiagnosa menderita susp. Meningitis

———————————————————–

KAKAY ROKAYAH (46), Kampung Cisaro RT 3/6 Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Suami Mamat Rahmat (50), buruh serabutan, tanggungan 3 orang, fasilitas kesehatan UPCPK dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Bu Kakay sudah lama menderita penyakit kanker payudara, namun ia selalu menyembunyikan penyakitnya itu, karena ia merasa malu dan tidak ingin merepotkan keluarga dan saudara-saudaranya. Baru sekitar dua tahun yang lalu ia memberitahukan penyakitnya ini kepada Ibu Ros, adiknya. Asalnya Bu Kakay tidak mau dibawa diperiksakan ke Dokter, namun akhirnya setelah dibujuk oleh saudara-saudaranya ia mau dibawa ke Dokter. Dokter menyatakan ia menderita kanker payudara (CA Mamae) dan merujuknya ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Lagi-lagi Bu Kakay tidak mau dibawa ke RSUD karena merasa takut dan memilih untuk berobat di rumah saja. Hari demi hari penyakit Bu Kakay semakin parah, dan cobaan tidak samapi di situ, karena ia pun harus pindah rumah karena gubuk yang selama ini ditempatinya adalah milik Desa yang akan segera dibangun untuk kantor desa. Akhirnya atas bantuan tetangga dan kerabatnya ia pindah ke pinggiran kampung, Bu Kakay seakan ingin mengasingkan diri dari keramaian dan tidak mau ditengok/ditemui oleh tetangga dan saudara-saudaranya. Sepertinya secara psikologis Bu Kakay menderita depresi karena penyakitnya ini. Kurir #SedekahRombongan yang datang ke rumahnya pun tidak bisa mengambil fotonya karena Bu Kakay keberatan untuk difoto. Yang difoto bersama Kurir #SR adalah Ibu Ros, adiknya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan Bu Kakay untuk membeli obat-obatan dan membantu perawatannya. Saat ini saudara-saudaranya sedang berusaha membujuk Bu Kakay agar mau berobat ke Rumah Sakit, mengingat kondisinya yang semakin mengkhawatirkan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 23 April 2014.

Bu Kakay sudah lama menderita penyakit kanker payudara

Bu Kakay sudah lama menderita penyakit kanker payudara

———————————————————–

ODAH binti SUHAEJI (64), Kampung Nangtang RT 4/1, Desa Nangtang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Suami Soma (74), buruh tani/serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, tanggungan 2 orang, seorang istri dan seorang cucu. Bu Odah menderita penyakit Katarak, setelah tiga kali bolak-balik ke RSUD ditemukan ada luka di bagian matanya sehingga Dokter RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya memberinya resep obat untuk memulihkan lukanya dahulu, dan belum bisa mengoperasinya. Ia harus menebus obat seharga Rp. 525.000,00 yang tidak terdapat di apotik rekanan Jamkesmas, sehingga harus dibeli di apotik umum. Pak Soma sangat kebingungan, karena uang yang ia miliki hasil dari sumbangan tetangga dan saudara-saudaranya sebanyak Rp 600.000 sudah habis untuk ongkos. Letak rumahnya yang cukup jauh dari RSUD (sekitar 50 km) mengharuskan ia mengeluarkan biaya transportasi Rp 200.000,00 pulang-pergi dengan mencarter mobil. Obat tidak bisa ia tebus karena sudah tidak memiliki lagi uang. Kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan, ketika tim #SR mendatangi rumahnya yang terbuat dari bilik bambu, kondisi rumahnya gelap dan hanya diterangi lampu tempel, karena penerangan listrik yang didapat atas belas kasihan aparat desa dengan mencantol dari Balai Desa sedang mengalami korsleting. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu pengobatan Bu Odah yang digunakan untuk membeli obat-obatan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 21 April 2014.

Bu Odah menderita penyakit Katarak

Bu Odah menderita penyakit Katarak

———————————————————–

NOVI NURLATIFAH (16), Kampung Nangoh RT 1/9, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Dik Novi menurut hasil pemeriksaan dokter Puskesmas diperkirakan menderita penyakit anemia/leukimia, untuk memastikannya ia dirujuk ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Dengan berbekal fasilitas kesehatan Jamkeskinda dari Pemkot Tasikmalaya, anak dari pasangan Bapak Wawan (40) dan Ibu Imas (37) ini pun akhirnya dibawa ke RSUD dan sempat beberapa hari dirawat karena HBnya rendah, hanya 4,8. Pak Wawan yang sehari-harinya hanya sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak menentu, merasa kesulitan untuk biaya transportasi dan operasional untuk perawatan anaknya. Tadinya ayah dari 4 orang anak ini akan menunda perawatan anaknya, Alhamdulillah Allah jua yang mempertemukan mereka dengan tim #SR. #SedekahRombongan memahami kesulitan keluarga miskin ini dan segera membantu keperluan perawatan Dik Novi dengan menyampaikan santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan transportasi dan biaya sehari-hari untuk pengobatan Dik Novi.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 20 April 2014.

Adik Novi menderita penyakit anemia/leukimia

Adik Novi menderita penyakit anemia/leukimia

———————————————————–

DEDENG bin Adang (30), Kampung Citoe RT 1/3, Desa Cidadap, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Istri Sukmayati (45) Ibu Rumah Tangga, tanggungan 3 orang. Pak Dedeng bekerja sebagai tukang sadap pohon aren, yang biasanya ia olah menjadi gula aren atau ia jual sebagai minuman air lahang. Sekitar dua bulan yang lalu Pak Dedeng mengalami kecelakaan terjatuh dari pohon aren selagi ia bekerja, sehingga tulang belakangnya patah. Karena ketiadaan biaya, ia hanya diobati ke tukang urut di kampungnya, namun kondisinya belum menunjukkan perbaikan berarti, malahan kulit dan daging di bagian belakang tubuhnya melepuh bahkan meninggalkan luka menganga. Akhirnya dengan dibantu oleh aparat dan masyarakat sekitar ia dibawa ke RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, dan akhirnya dirawat di sana dengan batuan fasilitas Jamkesmas. Diagnosa dokter menunjukkan ia menderita Paraplegi dengan retensio urine + konstipasi ec trauma tumpul vertebraa B-L dengan decubitus. Saat ini ia hanya bisa berbaring, tidak bisa menggerakan sebagian anggota tubuhnya, mengalami susah buang air kecil dan luka dekubitus menganga di bokongnya, dan ia sudah kehabisan bekal karena sudah hampir seminggu dirawat di RSUD. #SedekahRombongan menyampaikan santunan dari #sedekaholic untuk membantu Pak Dedeng, agar ia bisa melanjutkan perawatannya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 20 April 2014.

Pak Dedeng mengalami kecelakaan terjatuh dari pohon aren selagi ia bekerja

Pak Dedeng mengalami kecelakaan terjatuh dari pohon aren selagi ia bekerja

———————————————————–

YULNIDA, 45 tahun, Alamat: Karees Kulon RT.5/6, Malabar, Lengkong, Bandung. Bu Yulnida adalah seorang janda yang mempunyai anak 2, Tinggal di kontrakan dengan anak-anaknya. Sudah 2 tahunan ia menderita penyakit pada ginjalnya yang mengharuskannya Hemodialisa/Cuci Darah pada setiap minggunya. Kasihan sekali ibu yang miskin ini, satu sisi harus menghidupi anak-anaknya dan juga bergelut dengan penyakitnya. Ditemui di RS.Hasan Sadikin Bandung saat berobat menggunakan menggunakan fasilitas SKTM dan kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk bu Yulnida setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 529 Saat ini bu Yulnida masih mengikuti tindakan cuci darah seminggu 2 kali dan ternyata juga ia bermasalah dengan retina matanya. Rencana ia akan dioperasi matanya di RS.Cicendo Bandung. Bantuan lanjutan ini disampaikan untuk keperluan transportasi dan operasional selama berobat.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 21 April 2014.

Ibu Yulnida menderita penyakit pada ginjalnya

Ibu Yulnida menderita penyakit pada ginjalnya

———————————————————–

CITRA RUSWANTI, 2.5 tahun. Alamat: Kp.Pasir Kolotok RT.2/1, Cikadu, Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Balita cantik ini sungguh malang nasibnya, ia menderita Rabdomiosarcoma. Bermula 7 bulan lalu ada benjolan di pelipis kirinya dan semakin membesar, berbekal BPJS kedua orangtuanya pun memeriksakan Citra ke RSUD Bunut. Dari hasil biopsi ia harus ditangani serius di RSHS Bandung sebagai Rumah Sakit Pusat rujukan daerah Jawa Barat. Ayahnya, Ruswandi (42) yang hanya seorang Tukang Ojek dan Ibunya, Siti Nurjanah setia menemani Citra di Bandung selama ini. Walaupun sudah memiliki BPJS sebagai jaminan pembayarannya, namun mereka berdua mengemukakan kesulitan biaya hariannya yang selama ini mereka butuhkan baik makan atau transportasinya, sementara di rumah mereka tinggalkan anak-anaknya yang lain. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, Bantuan lanjutanpun disampaikan kembali masih untuk kebutuhan membeli obat dan transportasi setelah sebelumnya masuk pada bantuan Rombongan 528.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal : 22 April 2014.

Adik Citra menderita Rabdomiosarcoma

Adik Citra menderita Rabdomiosarcoma

———————————————————–

RANGGA SAPUTRA, 14 bulan. Bersama orangtua dan saudara kandungnya, ia tinggal, numpang di rumah uwanya di Kampung Saninten RT.4/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Ayahnya, Dadan (30) sampai saat ini belum mampu membuatkan anak istrinya rumah. Ayahnya hanya buruh tani yang kerap menggarap lahan berpindah-pindah, Ibunya, Yati (23) sehari-hari disibukkan dengan mengurusi anak-anaknya. Tanggungan 2 anak sudah cukup berat mereka rasakan. Keluarga dhu’afa ini semakin terpuruk dalam kubangan kemiskinan ketika si bungsu, Rangga Saputra diduga kuat menderita hernia. Gejalanya muncul beberapa bulan yang lalu. Setiap beraktivitas dan kecapaian anak ini kerap memegang “alat vital”nya sambil meregang kesakitan, Bahkan jika ia menangis kerap terjadi pembengkakan. Dua kali ia diperiksakan di Puskesmas Pasirjambu, tetapi ia belum pernah diperiksakan ke rumah sakit. “Tak berani kami membawanya ke rumah sakit., Kami tidak akan mampu dan tidak punya jaminan apa-apa. KTP dan KK pun belum punya,” kata ibunya. Keluarga ini sangat miskin, bahkan tempat tinggal pun ikut di rumah uwaknya. Bapaknya sering nganggur karna tak ada yg mempekerjakan. Mereka juga tak punya Jaminan Kesehatan. Bantuan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk keperluan membuat BPJS yang akan digunakan untuk peobatan lanjutan Rangga setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 524.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 23 April 2014.

Adik Rangga Saputra diduga kuat menderita hernia

Adik Rangga Saputra diduga kuat menderita hernia

———————————————————–

GUSTINI WULANDARI, 33tahun, Ibu dua anak warga Jl. Gunung sahari 9, RT.9/4 Kel.Gunung Sahari, Kec.Sawah Besar, Jakarta Pusat sudah delapan bulan ini menderita stroke/Lumpuh, gejala awal sakit dirasakannya sejak ibu Gustini mengandung anaknya yang ke dua, selama masa hamil, tensi/tekanan darah ibu Gustini tinggi, memasuki usia kandungan sembilan bulan dan menjelang melahirkan, tensi bu Gustini terus naik, saat melahirkan anak yang ke dua dilakukan dengan operasi cesar, Alhamdulillah anak yang dikandungnya sehat dan normal, namun pasca operasi cesar, bu Gustini Wulandari mengalami kelumpuhan karna serangan stroke, Pengobatan pasca melahirkan dilakukan di RSCM Jakarta, ibu Gustini Wulandari harus melakukan serangkaian terapi di rehabilitasi medik RSCM, pengobatan dengan pasilitas BPJS yang sudah dimilikinya sangat membantu ibu Gustini Wulandari namun untuk biaya transportasi sangat memberatkan ibu ini, apalagi sejak menderita sakit ibu Gustini sudah tidak dinafkahi lagi oleh suaminya, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan ibu Gustini Wulandari ini, bantuan awal untuk biaya transportasi sudah disampaikan dan ibu Gustini Wulandari dapat melanjutkan kembali pengobatannya,

Jumlah bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @dedesyaefudin @endangnumik @Harji_anis
Tanggal : 23 April 2014

Ibu Gustini menderita stroke/Lumpuh

Ibu Gustini menderita stroke/Lumpuh

———————————————————–

RADEN ARI PRASETYA, 17 tahun. Riwayat Penyakit : Syndrome Nefrotik. Cerita dari seorang anak dari keluarga yang tidak mampu dan sedang diuji oleh Tuhan, Yaitu Ari Prasetya. Ia menderita penyakit Syndrome Nefrotik sudah 10 tahun lamanya, berobat menggunakan Jamkesmas dan terus konsisten mengikuti jadwal tindakan yang sudah ditetapkan Rumah Sakit demi kesehatannya. Raden Ari hanya seorang Pelajar SMK yang hidup bersama Ibunya yang hanya seorang Pembantu Rumahtangga. Beralamat di Jl,Tanah Baru Permai, Blok E, RT.5/8, Tanah Baru, Bogor. Hidup mereka pas-pasan namun ihtiar hidup dan berobat selalu mereka perjuangkan. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan awal untuk mereka yang akan dipergunakan untuk transportasi dan kebutuhan sehari-hari Raden Ari selama berobat. Saat ini Raden Ari akan dalam persiapan tindakan operasi, Semoga prosesnya dimudahkan Allah dan Raden Ari lekas sembuh.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @omguguh @ririyusniati
Tanggal : 20 April 2014.

Adik RADEN ARI PRASETYA, 17 tahun. Riwayat Penyakit : Syndrome Nefrotik

Adik RADEN ARI PRASETYA, 17 tahun. Riwayat Penyakit : Syndrome Nefrotik

———————————————————–

SAHRUL GUNAWAN, 2 tahun. Alamat tidak menetap karna sering pindah kontrakan, terakhir di Dusun Gulampok RT.23/6, Desa Rangdumulya, Kec: Pedes , Karawang. Ayah: JUNAEDI (38) bekerja sebagai Buruh Harian Lepas, Tukang Bor air jetpam dan Ibu: RUKMI, (28) hanya ibu rumah tangga biasa. Sudah 5 bulan Syahrul menjalani perobatan jalan karna penyakit yang dideritanya yaitu Tumor Wilm, Berbekal BPJS cukup memudahkannya berobat namun ketiadaan biaya transportasi dan akomodasi ke RS Hasan Sadikin Bandung menjadi penyebab seringnya jadwal Kemoterapinya terus tertunda, Padahal ketentuan jadwal dari RSHS Syahrul harus berobat cukup lama. Serta ada obat yang tak tercover yang juga harus mereka siapkan dengan tunai. Keluarga prasejahtera ini memang memerlukan bantuan, #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka. Bantuan awalpun disampaikan untuk membeli obat (Daktinomici). Semoga ihtiar mereka dijawb Allah dan Syahrul dapat sembuh menjadi anak yang sehat.

Jumlah bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung
Tanggal : 20 April 2014.

Adik Sahrul menderita Tumor Wilm

Adik Sahrul menderita Tumor Wilm

———————————————————–

RINA Binti ASEP WAHYU. Sejak lahir sampai usianya kini, 28 tahun, ia akrab dengan ketidakberdayaan. Ia terlahir dengan fisik yang tak sampurna dan sakit-sakitan, Jantungnya bermasalah mengalami pembengkakan. Tamat sekolah dasar, ia tak melanjutkan belajarnya. Kemiskinan orangtuanya, memaksa dia untuk bekerja menjadi pembantu rumah tangga. Tapi kini ia tak mampu bekerja lagi semenjak ia ditimpa penyakit. Kedua orangtuanya tak bisa berbuat banyak. Hanya pasrah!. Bisa diperkirakan berapa penghasilan bapaknya, Asep Wahyu (62), dari usahanya menjadi calo jual beli TV bekas dan kerja serabutan lainnya. Walaupun ibunya, Manah (54), sekali-kali kerja di pabrik terasi, tentu tak berarti apa-apa dibandingkan dengan beban keluarga ini menghidupi tiga anggota keluarganya dalam kemiskinan. Sampai saat ini tempat tinggal pun di rumah kontrakan, di Kampung Hegarsari RT 01 RW 03, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung.
‘Jangankan untuk berobat rutin ke rumah sakit. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangat berat bagi kami. Walaupun punya Jamkesmas, kami tak sanggup mengongkosinya,” kata ibunya sambil menunduk. Berkat kepedulian pengurus RW dan warga, Rina sempat beberapa kali diperiksakan ke Puskesmas dan dokter praktek, walaupun akhirnya tidak tuntas. Akhirnya, lewat warga yang peduli juga, Rina dipertemukan dengan Kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Bantuan awalpun disampaikan untuk Rina dan termotivasi lagi untuk meneruskan ikhtiarnya untuk sembuh dari sakit yang menyerang jantungnya. “Alhamdulillaaah. Terimakasih. Nuhun pisan! Mugia Allah SWT masihan gentosna,” doa Rina sambil menangis.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 21 April 2014.

Ibu Rina Jantungnya bermasalah mengalami pembengkakan

Ibu Rina Jantungnya bermasalah mengalami pembengkakan

———————————————————–

TARWI, 18 tahun. Alamat: Kampung Sukamakmur RT.3/2, Dayeuh Luhur, Tempuran, Karawang. Ibu Tarwi, seorang ibu muda yang bersuamikan SANIM, 25 tahun, seorang Buruh Tani. Tarwi didiagnosa menderita Ca Mamae atau Kanker Payudara, yaitu penyakit yang akrab dengan kaum hawa dan tergolong mematikan. Pasangan prasejahtera ini sangat kebingungan saat menerima hasil dari Rumah Sakit atas penyakitnya tersebut, satu sisi mereka ingin Tarwi sembuh dan tak menderita kesakitan atas deritanya itu dan sisi lain mereka sedih merasa tak mampu berobat karna harus ke RS Hasan Sadikin Bandung karna RSUD Karawang merujuknya. Berbekal Kartu Jamkes belulah cukup karna mereka harus bertahan hidup yang bukan di daerahnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa yang wajib dibantu ini, Santunan lanjutanpun disampaikan untuk biaya harian Tarwi selama berobat di Bandung setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 537. Semoga Allah memudahkan perobatannya dan ibu Tarwi segera sembuh.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung
Tanggal : 23 April 2014

Ibu Tarwi didiagnosa menderita Ca Mamae atau Kanker Payudara

Ibu Tarwi didiagnosa menderita Ca Mamae atau Kanker Payudara

———————————————————–

M. ABDUL JABBAR, 5 tahun, Kp. Pulotanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Semenjak lahir jenis kelaminnya tidak jelas, Saat usia 1 tahun baru terlihat ada kelamin laki-laki dan itupun kecil dan pertumbuhannya menempel di kantung air kemih. Masalah yang dialami anak dari pasangan Rosyid (28) dan Inah Sri H (26) ini saat buang air kecil tidak bisa lewat kelamin laki-lakinya, melainkan lewat lubang yang timbul di sekitar kantung kemihnya. Jika sedang bermain dengan teman sebayanya kemudian ingin buang air kecil, maka Abdul, panggilan M. Abdul Jabbar harus pulang karena malu dengan teman-temannya yang lain. Keluarga yang kepala keluarganya berpenghasilan sebagai buruh tani dan sang Ibu yang seorang Ibu Rumah Tangga, hanya bisa pasrah karena tiada dana untuk berobat. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk M. Abdul Jabbar untuk terus membantu pengobatan kelainan yang dideritanya, bantuan lanjutan saat ini masih dipergunakan untuk therapy pembesaran kelaminnya yang harus terus dilaksanakan beberapa kali, Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 534.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 27 April 2014.

Adik Abdul Semenjak lahir jenis kelaminnya tidak jelas

Adik Abdul Semenjak lahir jenis kelaminnya tidak jelas

———————————————————–

AMIRATUL HIKMAH, (2), Anak ketiga dari bapak Marsudi (34) dan ibu Sumartini (33), warga Simpang Jelutih RT.3/2. Desa/Kel. Simpang Jelutih. Kec.Batin XXIV. Kab/Kota BatangHari. Jambi ini sejak lahir sudah menderita sakit Atresia Ani (lahir tanpa anus). Amiratul Hikmah menjalani pengobatan dan operasi pertama colostominya dilakukan di RSUD Raden Mataher Jambi. Selama 1 tahun lebih, Amiratul rawat jalan di rumah sakit tersebut, Hidup dalam ekonomi yang pas-pasan Bapak Marsudi yang bekerja setiap harinya sebagai Petani pekebun ini ingin Amiratul Hikmah lekas sembuh dan normal seperti anak-anak lainnya, pengobatan Amiratul Hikmah tetap terus diusahakannya walau secara materi bapak Marsudi tutup lubang gali lubang dalam membiayai pengobatan anaknya, Amiratul Hikmah dirujuk pengobatan lanjutannya dari RSUD Raden Mataher Jambi ke RSCM Jakarta. Bapak Marsudi tidak tahu sampai berapa lama pengobatan anaknya ini akan di lakukan di RSCM, Pengobatan dengan fasilitas Jamkesda sangat membantu keluarga ini dalam menjalani pengobatan Amiratul Hikmah, namun besarnya biaya harian dan mahalnya sewa kamar untuk tinggal sementara dijakarta menjadi kendala, apalagi bapak Marsudi selama mendampingi anaknya berobat di RSCM, praktis sudah tidak bekerja lagi, Alhamdulillah #Sedekahrombongan dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, bantuan awal untuk biaya harian Amiratul Hikmah sudah disampaikan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis
Tanggal : 20 April 2014.

Adik Amiratul menderita sakit Atresia Ani (lahir tanpa anus)

Adik Amiratul menderita sakit Atresia Ani (lahir tanpa anus)

———————————————————–

ERINA NURFADILAH, 4 tahun. Alamat: Dusun Sukasari RT.8/4, Cibadak, Rawamerta, Karawang. Balita malang pasangan Ahmad (37) dan Dedeh Ropiah (35) ini menderita Leukimia, Saat ini berada di RS. Hasan Sadikin Bandung dan sedang menjalani tindakan kemoterapi. Berawal beberapa bulan lalu dari keluhan Erina yang saat itu dirawat di RSUD Karawang, Namun dirujuk untuk melanjutkan ke RSHS Bandung. Kedua orangtuanya mendampingi Erina berobat dengan berbekal Jamkesda dan saat ini kesulitan mereka hidup di daerah yang tidak dekat dengan rumahnya tentunya membutuhkan biaya-biaya yang tak terduga karna rencana Erina harus 8 kali kemoterapi yang dijadwalkan. Ahmad dan Istrinya memendam kesulitan akan biaya tersebut dengan berdoa agar ada jalan keluar, maklum saja profesinya sebagai Buruh Harian harus terhenti selama ia mendampingi anaknya tercinta – Sementara dia harus menanggung 4 jiwa dalam keluarganya. Alhamdulillah. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk transportasi mereka dalam merawat jalan Erina yang 4X dalam sebulan dari Karawang-RSHS, Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 524, Semoga Erina lekas sembuh….

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu @abahlutung
Tanggal: 20 April 2014

Adik Erina menderita Leukimia

Adik Erina menderita Leukimia

———————————————————–

Ibu Sumiati 50 tahun seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Badegan, Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten. Beliau mengalami pembengkaan pada pipi sebelah kiri, terdapat benjolan didalamnya sebesar telur puyuh. Bapak Minto (60/buruh) sang suami, sudah memeriksakannya ke RSI Klaten. Setelah dilakukan pemeriksaan medis ternyata bu Sumiati mengidap tumor yang mengarah ke kanker. Dokter menyarankan untuk segera dilakukan operasi dengan biaya sekitar 8 juta namun keluarga belum menyanggupi karena tidak memiliki biaya. Saat ini ibu Sumiati sedang diupayakan oleh #sedekahrombongan klaten untuk segera mendapat penanganan medis sehingga bisa segera dioperasi.

Jumlah bantuan : Rp 2.500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via @bang_widji
Tanggal: 29-04-2014

Ibu Sumiati mengalami pembengkaan pada pipi sebelah kiri

Ibu Sumiati mengalami pembengkaan pada pipi sebelah kiri

———————————————————–

SRIWAHYUNI NINGSIH, 19 tahun, Jl.Gang Atap RT.5/11, No.76A, Kelapa Dua, Cimanggis Depok. Pelajar berprestasi ini menderita Osteosarcoma (Kanker Tulang), Berawal tahun lalu saat ujian praktik olahraga di SMAnya dan terjatuh mengakibatkan memar, Pembengkakan yang dianggap memar biasa itu hanya diobati urut alternatif yang tak kunjung sembuh. Anak miskin yg mendapat beasiswa di PNJ ini akhirnya kandas karna tak dapat meneruskan pendaftaran akibat musibah ini, lemah tak berdaya di rumah dan hanya doa dan tangis yang ia bisa lakukan. Penyakitnya terus makin parah hingga pecah sumsum Tulang dan membengkak besar pada bagian bawah lututnya. Berfasilitas Jamkesmas berobat ke RSUP Fatmawati dengan tindakan rawat jalan selama 3 bulan, kemudia dirujuk ke RSCM hingga diamputasi kaki kirinya demi menyelamatkan organ yang lain pada Januari 2014. Pak Kaswan (70), Ayah Sriwahyuni hanyalah seorang tua yang bekerja sebagai Buruh Bangunan yang penghasilannya sungguh pas-pasan, Sampai berkorban menjual rumah kecilnya untuk berobat anaknya tercinta dan mereka saat ini mengontrak. Kini Yuni harus kontrol paska operasi seminggu 3-5 kali untuk memastikan kesembuhan Yuni. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan keluarga ini dan bantuan awalpun disampaikan untuk biaya transportasi dan keperluan lainnya dalam berobat. Semoga ihtiar bersama ini dimudahkan Allah dan Yuni kembali sembuh dan dapat mendaftarkan diri untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri lagi…

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin
Tanggal : 29 April 2014

Adik Sriwahyuni menderita Osteosarcoma (Kanker Tulang)

Adik Sriwahyuni menderita Osteosarcoma (Kanker Tulang)

———————————————————–

NAMIH NURINDAH, 37 tahun, Wanita yang beralamat di Kp. Rawakeladi RT.02/02, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Nasibnya ternyata tak seindah namanya, Ia menderita Kanker rahim sejak dua tahun yang lalu, akibat yang menyakitkan dirinya yakni sering mengeluarkan darah dari organ vitalnya. Sejak dua bulan ke belakang, darah yang keluar semakin menjadi, atas saran dan bantuan tetangga sekitar bu Namih berobat ke RS di daerah Cikarang, hasil pemeriksaan sementara bu Namih positif menderita kanker rahim yang harus segera diobati dengan jalan operasi.
Bersuamikan Nana Rohana, 40 tahun, yang aktivitas sehari-hari hanya sebagai pedagang kecil – Mereka keluarga prasejahtera dengan tanggungan 4 orang. Selama ini bu Namih tidak pernah berobat serius ke Rumah Sakit karena ketiadaan dana, apalagi bu Namih tak memiliki Jamkesmas. Jadi tak terbayang harus menanggung biaya pengobatan akan kesembuhannya, itulah derita dhuafa Namih yang saat dijenguk #SedekahRombongan kondisinya sedang lemah tak berdaya. #Bantuan lanjurtan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk keperluan dan transportasi bu Namih melanjutkan berobat setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 535.

Jumlah bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @romli_iyom
Tanggal: 28 April 2014

Ibu Namih menderita Kanker rahim sejak dua tahun yang lalu

Ibu Namih menderita Kanker rahim sejak dua tahun yang lalu

———————————————————–

ASNAWIYAH, 43 tahun, Menderita sakit Liver dan Jantung. Beralamat di Kp. Ceger RT.03/04, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Wanita malang berstatus janda satu anak ini sudah lama kondisi perutnya semakin membesar dan kaki membengkak, sangat memprihatinkan. Saat ini tinggal bersama orang tua angkat. Sang Ayah, M. Abas (64), bermata pencarian buruh harian lepas, Sementara Ibunya, Suamah (62), seorang ibu rumah tangga yang masih mengurus tanggungan 5 orang.
Karena kemiskinan yang diderita, saat Kurir #SeekahRombongan menjenguknya, diketahui bahwa pasien belum pernah ke Rumah Sakit, karna tak memiliki biaya jadi hanya berobat di Mantri dan Klinik kampung saja. Semakin hari kondisi semakin memprihatinkan, kaki membengkak, sulit berjalan. #SedekahRombongan merasakan derita bu Asnawiyah, bekerjasama dengan Puskesmas Sukatani dan masyarakat setempat langsung membawa bu Asnawiyah ke RSUD Cibitung Kabupaten Bekasi, Bantuan awal disampaikan untuk keperluan pembuatan BPJS dan keperluan awal berobat.

Jumlah bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @romli_iyom
Tanggal: 28 April 2014

Bapak ASNAWIYAH, 43 tahun, Menderita sakit Liver dan Jantung

Bapak ASNAWIYAH, 43 tahun, Menderita sakit Liver dan Jantung

———————————————————–

SUKMA PUTRI, (13 tahun) anak ke dua dari empat bersaudara, anak dari bapak Tego Santoso (40) dan Ibu Lismiati (36) ini sejak bayi sudah menderita Bocor Jantung, Warga kampung Dusun III RT.4/6 Kel/Desa Rejo Basuki, Kec. Seputih Raman, Kab/Kota Lampung Tengah Prop. Lampung ini sering mengalami demam dan panas tinggi, karna keterbatasan biaya, bapak Tego Santoso hanya bisa mengobati Sukma Putri dengan pengobatan Alternatif saja, memasuki usia 9 tahun, Sukma Putri sering mengalami demam yang disertai perut membesar, karna keterbatasan biaya, bapak Tego Santoso yang bekerja sehari-harinya sebagai buruh tani ini, hanya bisa mengobati anaknya dengan pengobatan alternatif, Kondisi Sukma Putri makin memburuk diusianya yang ke 11 tahun, karna Sakit Sukma Putri tidak bisa melanjutkan lagi sekolahnya, pengobatan kembali dilakukannya, dari mulai puskesmas yang kemudian dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek Lampung. Selama 1 tahun Sukma Putri menjalani rawat jalan dirumah sakit ini, dan pengobatan lanjutannya dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Pengobatan dengan fasilitas Jamkesmas sangat membantu bapak Tego Santoso dan istrinya ibu Lismiati namun biaya harian dan sewa tempat tinggal sementara di Jakarta sangat memberatkan mereka, Alhamdulillah #Sedekah Rombongan dipertemukan dengan keluarga ini, bantuan untuk meringankan biaya harian telah disampaikan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir. : @pitungmasakini @dedesyaefudin @endangnumik
Tanggal. : 27 April 2014.

Adik Sukma sejak bayi menderita Bocor Jantung

Adik Sukma sejak bayi menderita Bocor Jantung

———————————————————–

MUHAMMAD ADAM, (8 bulan) adalah anak pertama dari pasangan suami istri Bapak Asnawi (29) dan Ibu Karina (21), Muhammad Adam yang lahir sehat dan normal, Keluarga kecil ini tinggal di Jl Yos Sudarso LK I RT 014/- Desa/Kel. Sukaraja, Kec.Bumi Waras Kab/Kota Bandar Lampung Prov. Lampung, namun memasuki usia 5 bulan, Muhammad Adam sering mengalami batuk yang disertai demam dan bibir membiru, Bapak Asnawi pedagang keliling acessories handphone ini membawa Muhammad Adam berobat ke puskesmas terdekat yang kemudian dari puskesmas dirujuk pengobatannya ke RSUD Abdoel Moeloek Lampung, dari hasil diagnosa team dokter Muhammad Adam terdiagnosa Dextrocdia, A-V Canal, selama 1 bulan menjalani rawat jalan, pengobatan lanjutan Muhammad Adam akhirnya dirujuk ke RS Jantung Harapan Kita Jakarta. Berobat dengan Fasilitas BPJS sangat membantu keluarga ini dalam menjalani pengobatan Muhammad Adam, namun biaya harian dan juga biaya sewa kos untuk tempat tinggal sementara di Jakarta, sangat memberatkan mereka, Alahamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan dengan keluarga sederhana ini, dan bantuan untuk meringankan biaya harian mereka sudah disampaikan. Saat kurir SedekahRombongan menjumpainya di RS Jantung Harapan Kita Jakarta, kondisi Muhammad Adam mengalami kritis dan sedang dirawat diruang ICU, semoga Allah memberikan kekuatan dan kesembuhan untuk Muhammad Adam, amiin

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik.
Tanggal : 27 April 2014.

Adik Muhammad Adam terdiagnosa Dextrocdia, A-V Canal

Adik Muhammad Adam terdiagnosa Dextrocdia, A-V Canal

———————————————————–

SITI SUKAESIH (42), Alamat: Jl. Kosangka RT 2/1, Sirna Galih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Ibu Rumah Tangga ini mengidap Tumor Nasopharinx sudah bertahun-tahun dan tak mampu berobat walau Jaminan Kesehatan sudah ia miliki, maklum istri dari Maman (50) seorang tukang parkir ini, masih mempunyai tanggungan 2 orang anak usia sekolah. Ia pun berusaha membantu suaminya dengan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sekitar rumahnya, itu pun hasilnya hanya cukup untuk makan. Kemampuan ekonimo keluarga Bu Siti tergolong lemah dan penderitaanya tambah berat dengan gumpalan tumor di bagian pipi dan sebagian wajahnya yang kian hari kian membesar. Setelah menunggu jadwal operasi sekitar 4 bulan, Siti Sukaesih kembali ke RSHS untuk menjalani perawatan tindakan operasi. Alhamdulillah, pada tanggal 23 Agustur Bu Siti Sukaesih sudah menjalani operasi dengan lancar, tumor yang selama 8 tahun menggelayutinya sudah berhasil diangkat, dan sekarang sedang menjalani perawatan pasca operasi dan persiapan kemoterafi. Atas persetujuan RSHS Bandung, pasca operasi selama lebih dari 6 bulan dari Oktober 2013 sampai April 2014, Bu Sukaesih harus kontrol di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, untuk alasan kemudahan dan biaya transport. Tanggal 28 April 2014 ia pun kembali harus kontrol ke RSHS Bandung, dan untuk selanjutnya masih dalam pantauan Tim Dokter RSHS Bandung sehingga ia masih diharuskan kontrol secara rutin selama 6 bulan ke depan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk transportasi dan biaya operasional kontrol Bu Siti Sukaesih ke RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 444.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal: 27 April 2014

Ibu Siti mengidap Tumor Nasopharinx

Ibu Siti mengidap Tumor Nasopharinx

———————————————————–

DHEA RAHAYU (2 thn), Alamat: Jln. Galunggung RT 1/4, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawangsari, Kota Tasikmalaya. Dhea dan ibunya tinggal di rumah neneknya yang sudah terkena penyakit stroke sehingga tidak bisa berjalan. Sungguh malang nasib gadis kecil putri dari pasangan Bobby (27) seorang karyawan swasta dan Fitri (24) ini. Sejak lahir didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus. Berat badannya pun jauh dari bayi normal seusianya karena ia hanya bisa mengkonsumsi susu formula tanpa asupan tambahan. Dhea selalu kesakitan setiap BAB, karena kotoran keluar melalui lubang vaginanya. Bukan hanya itu saja, ia juga terlahir dengan bibir sumbing, beruntung dengan bantuan dari sebuah yayasan pada usia 5 bulan ia mendapakan fasilitas operasi bibir sumbing gratis. Namun penderitaan Dhea tidak selesai sampai di situ, ayahnya sejak 5 bulan yang lalu pergi meninggalkan rumah entah ke mana dan tidak pernah ada komunikasi lagi. Kurir #SR membantu melobby Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk memberikan fasilitas Jamkeskinda yang tadinya hanya mendapatkan 75% menjadi full 100%. Dhea sudah mulai serangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSHS Bandung, alhamdulillah saat ini sudah mendapatkan jadwal operasi. Alhamdulillah, #SR telah memberangkatkan Dik Dhea ke Bandung untuk menjalani operasi pertama tanggal 10 September 2013. Tahap selanjutnya Dik Dhea akan menjalani operasi kedua yang dijadwalkan sekitar 2 bulan lagi, mudah-mudahan prosesnya dimudahlancarkan Allah SWT, amiiin. Dik Dhea tanggal 5 November badannya demam tinggi dan bekas operasi colostominya membengkak. Ia pun segera dibawa ke RSUD Tasikmalaya untuk diperiksa Dokter. Tanggal 7 November kembali Dik Dhea diperiksa Dokter RSUD Tasikmalaya, yang akhirnya merujuknya ke RSHS Bandung. Hari itu juga Dik Dhea diberangkatkan ke RSHS Bandung untuk dirawat Tim Dokter di sana. Setelah mendapatkan perawatan di RSHS, Dik Dhea sekarang kondisinya sudah membaik, dan sudah bisa pulang ke Tasikmalaya, dan selanjutnya akan kembali kontrol ke RSHS untuk cek darah akhir November ini. Awal Februari 2014 ini Dik Dhea akan kembali menjalani pemeriksaan dan kontrol ke RSHS Bandung. Setelah menunggu lebih dari sebulan sejak pemeriksaan terakhir, Dik Dhea akhirnya mendapatkan jadwal operasi dari RSHS, sehingga ia harus berangkat ke Bandung untuk memenuhi jadwal operasinya. Semoga operasi Dik Dhea dimudahlancarkan Allah SWT, setelah proses pemeriksaan dan pengobatan panjang hampir setahun dari mulai pertama didampingi #SR tanggal 22 Mei 2013. Tanggal 2 April akhirnya Dik Dhea menjalani operasi kedua berupa pembuatan lubang anus. Operasi yang berlangsung selama hampir 6 jam dari pukul 13.30 sampai 19.00 berhasil dengan lancar dan sekarang ia masih dirawat di RSHS untuk proses pemulihan pasca operasi. Setelah awal April 2014 dirawat selama 3 hari pasca operasi kedua, tanggal 29 April 2014 ini kembali Dik Dhea harus kontrol ke RSHS Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya transport dan operasional untuk kontrol ke RSHS Bandung, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 535.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 28 April 2014.

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

———————————————————–

AAN binti RADINI (54), Kampung Sukahurip RT 15/5, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Diagnosa Dokter RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya menyatakan Bu Aan menderita Hematemisis melena/anemia/siroisis hepatis. Sejak setahun yang lalu Bu Aan diketahui menderita penyakit anemia dan hepatitis. Beberapa hari yang lalu ia mengalami gejala muntah darah dan BAB yang terus menerus. Sudah tiga kali ia bolak-balik dirawat di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, sehingga suaminya Bapak Juhandi (61) yang hanya bekerja sebagai buruh tani sudah sangat kerepotan memikirkan biaya transportasi dan operasionalnya, meskipun untuk biaya perawatannya ia memiliki fasilitas Jamkesmas. Saat ditemui Kurir #SR, kondisi Bu Aan terlihat sangat lemah, ia hanya ditunggui oleh suaminya. #SedekahRombongan memahami kesulitan keluarga miskin ini dan segera menyampaikan santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan transportasi dan biaya sehari-hari untuk pengobatan Bu Aan. Pak Juhandi, bapak 3 orang ini, menangis saat menerima santunan yang disampaikan oleh Kurir #SR, dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 29 April 2014.

Bu Aan menderita Hematemisis melena/anemia/siroisis hepatis

Bu Aan menderita Hematemisis melena/anemia/siroisis hepatis

———————————————————–

SYAIR bin TAKIN (35), Kampung Cariwuh RT 1/ 8, Desa Rancapaku, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Pak Syair sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, ia tercatat sebagai warga miskin di Desa Rancapaku. Sebulan yang lalu ia menjalani operasi tumor di bagian perutnya. Pasca operasi ia harus menjalani kemoterafi, sehingga RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya merujuknya ke RSHS Bandung. Diagnosa Kurir Dokter RSUD menyatakan ia mengalami other specifed post surgical states. Anak dari pasangan Bapak Takin (55) dan Ibu Juju (47) yang memiliki tanggungan 4 orang ini kebingungan, karena meskipun memiliki fasilitas kesehatan Jamkesmas, namun mereka tidak memiliki biaya untuk transportasi bolak-balik ke RSHS Bandung dan biaya sehari-harinya selama di sana, tambahan lagi proses kemoterafi dapat dipastikan akan berlangsung dalam waktu yang tidak sebentar. Kurir #SR Tasikmalaya yang dihubungi oleh Kepala Desa Rancapaku segera mendatangi keluarga Pak Syair. Kebetulan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tasikmalaya sejak Bulan Februari 2014 sudah bisa melayani pasien kemoterafi, kemudian pilihan ini pun diberitahukan kepada Pak Syair. Pak Syair dan keluarga langsung menyetujuinya. Atas ijin dari pihak RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Pak Syair akhirnya direkomendasikan untuk dapat menjalani kemoterafi di RSUD Kabupaten Tasikmalaya. Pak Syair pun Kami bawa ke RSUD Kabupaten Tasikmalaya dan saat ini sedang menjalani rangkaian pemeriksaan sebagai persiapan untuk menjalani kemoterafi. Beberapa sample diambil dari Pak Syair dan kemudian diteliti di RSUD Kabupaten Tasikmalaya dan RSHS Bandung untuk menentukan formula dan tatalaksana kemoterafinya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan dari #sedekaholic untuk membantu Pak Syair, agar ia bisa melanjutkan perawatannya, yang digunakan untuk biaya transportasi dan biaya operasional persiapan kemoterafinya.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 29 April 2014.

Bapak Syair mengalami other specifed post surgical states

Bapak Syair mengalami other specifed post surgical states

———————————————————–

YANTI APRIMAWATI (36), Kp. Babakan Pala RT. 4/10 Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Bu Yanti didiagnosa menderita Anemia Aplastik. HB-nya turun drastis sampai 3,8. Ia pun diharuskan dirawat secara intensif di IGD RSUD Kota Tasikmalaya. Untunglah ia termasuk ke dalam keluarga yag memperoleh fasilitas kesehatan Jamkesmas dari Pemerintah sehingga sedikit meringankan biaya pengobatannya, meskipun ia sudah 7 kali keluar masuk RSUD, dan setiap kali masuk rumah sakit, ia selalu dirawat lama. Biaya transportasi dan operasional perawatan Bu Yanti cukup menguras penghasilan suaminya Pak Dadan Kurnia (40), sehingga perabotan rumahnya sudah banyak yang dijual, karena harus sering bolak-balik dirawat. Kali ini Bu Yanti sudah lebih dari satu minggu dirawat, sehingga Pak Dadan yang hanya buruh serabutan dan memiliki tanggungan 4 orang ini kehabisan bekal. Tanggal 26 April 2014, kondisi Bu Yanti kembali ngedrop sehingga ia kembali harus dirawat di RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu keluarga pra sejahtera ini, yang digunakan untuk biaya transportasi dan biaya bekal sehari-hari selama menjalani perawatan, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 530.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 29 April 2014.

Bu Yanti didiagnosa menderita Anemia Aplastik

Bu Yanti didiagnosa menderita Anemia Aplastik

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 17,500,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 541 ROMBONGAN

Rp. 17,052,065,062,-