Ny Isromah (46 th) tinggal di Susukan, Tegal Arum, Borobudur, bersama suami dan 2 anaknya. Suaminya kerja sebagai tukang ojek di kampungnya, dengan penghasilan tak menentu. Bu Isromah menderita Ca Mamae dengan indikiasi awal muncul benjolan di payudaranya sejak tahun 2011, setelah menyusui anak keduanya. Kemudian diperiksakan ke RST untuk di biopsi. Selanjutnya bu Isromah menjalani operasi di RSKB Jogja pada bulan Agustus 2011. Setelah operasi, benjolan kembali muncul ditempat yang sama dan menjalar ke leher sampai pipi. Kemudian diperiksakan ke Sardjito, dan dianjurkan kemo. Bu Isromah sudah menjalani kemo beberapa kali, dengan memakai jamkesmas pd th 2012. Tapi, sekarang jamkesmasnya sudah tidak bisa dipakai lagi, dan Bu Isromah tidak mempunyai biaya sehingga kemo tidak bisa dilanjutkan sampai sekarang. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol, pembelian obat dan akomodasi

Jumlah Bantuan : Rp. 1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @nurazisrohman
Tanggal : 21 April 2014

Bu Isromah menderita Ca Mamae

Bu Isromah menderita Ca Mamae

———————————————————–

Ibu Suparti (49) seorang IRT yang tinggal di dusun Bojong, Rt 5. Rw 10, Panjatan Kulon Progo. Suaminya adalah bapak Supriyadi (52) seorang buruh yang bekerja di pabrik kulit.Pasangan ini dikaruniai 2 orang anak yang masih kuliah dan duduk di bangku kelas 1 SMP.Ibu Suparti menderita kanker limfa sejak setahun yang lalu dan menyebabkan seluruh tubuhnya penuh dengan benjolan. Ibu Suparti sudah menjalani kemotherapy sebanyak 8x dan saat ini sedang dalam dampingan Sedekah Rombongan untuk proses pengobatan lanjutan pasca kemotherapy di RS. Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk biaya pengurusan BPJS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir: @KarmanMove via @arizafuadi
Tanggal : 22 April 2014

Ibu Suparti menderita kanker limfa

Ibu Suparti menderita kanker limfa

———————————————————–

Ibu Ratmi Rachma (50th) adalah janda dari Bp.Alm Juwanto yang tinggal Rusunawa Jogoyudan (Kleringan ke utara 100m) Blok D lantai 2 no 26 Gowongan Jetis Kodya Yk. Beliau menderita sakit CA Mamae dan diparu-paru ada cairan sehingga harus memakai oksigen | Dokter menganjurkan Kemotherapy 8 X tapi terkendala kamar di RS Sarjito yg penuh. Pada saat
Kurir SR datang ke lokasi tempat bu ratmi ternyata beliau selama ini menyewa tabung oksigen yang besar dengan harga 20rb/hari dan setiap 2 hari harus isi ulang dengan harga 80rb. Sedangkan pada saat beliau harus bepergian, beliau menyewa 15rb/hari dan ditambah ongkos antar jemput tabung 60rb. Saat ini bu Ratmi berada dalam dampingan SR dan bantuan ini digunakan untuk pembelian oksigen dan obat serta biaya kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @fahmiSQ
Tanggal : 21 April 2014

Ibu Ratmi menderita sakit CA Mamae

Ibu Ratmi menderita sakit CA Mamae

———————————————————–

Bu Suminah (60) adalah warga Desa Kalibawang Kulonprogo.Sejak ditinggal suaminya (alm.Moh.Zamroni) 20 tahun lalu, bu Minah bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya.Pada tahun 2006 lalu, bu Minah mendapati benjolan kecil di lehernya.Merasa hanya benjolan biasa, beliau membawanya ke pengobatan alternatif.Akan tetapi, pengobatan tersebut tidak memberi perubahan yang berarti.Alhasil, benjolan tersebut semakin membengkak.Melalui pemeriksaan di RSUD Wates, benjolan tersebut didiagnosa sebagai pembengkakan kelenjar getah bening.Dokter mengharuskan beliau untuk menjalani operasi.Akan tetapi karena ketiadaan biaya dan tidak adanya jamkes, beliau memutuskan untuk menghentikan pengobatan.Di tahun 2012 benjolan tersebut sudah semakin membesar dan menyulitkan aktifitas beliau.Melalui pemeriksaan di RSUP Dr.Sardjito, benjolan tersebut dinyatakan telah berkembang menjadi tumor jinak sehingga harus segera dilakukan operasi pengangkatan tumor.Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, beliau memutuskan untuk menunda tindakan operasi tersebut.Hingga pada awal tahun 2013, beliau bertemu dengan sedekah rombongan.Saat ini, bu Minah masih dalam dampingan #sedekahrombongan dan beliau harus menjalani serangkaian pengobatan sebelum operasi pengangkatan tumor dilakukan.Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : 1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @cahyo_triboto
Tanggal :17 April 2014

Ibu Suminah menderita pembengkakan kelenjar getah bening

Ibu Suminah menderita pembengkakan kelenjar getah bening

———————————————————–

Ibu Supriyanti adalah seorang janda berusia 52 tahun. Lahir di Temanggung, 24 Februari 1962 sehari-hari Bu Supriyanti berjualan di warung kelontong dan bensin eceran. Anak semata wayangnya, bernama Aldino Derry Wahyudi ( 22 tahun), seorang tukang parkir. Bu Supriyanti beralamat di Jl. T.Sumbing 10 No.37 RT 09 RW 01 Temanggung.Bu Supriyati mulai merasakan sakit pada payudara kirinya 3 tahun yang lalu.Berobat di RS Umum Joyonegoro, Temanggung, beliau didiagnosa kanker payudara dan menjalani operasi pengangkatan benjolan.Beberapa bulan kemudian menjalani pengangkatan payudara kiri.Seharusnya Bu Supriyanti dianjurkan menjalani kemoterapi, tetapi karena RS Temanggung tidak mempunyai fasilitas tersebut, beliau direkomendasikan pindah ke RS Sardjito.Namun akhirnya rekomendasi tersebut tidak dilakukan.6 bulan lalu, Bu Supriyanti merasakan sakit kembali pada bekas operasi.Ternyata bekas operasinya membusuk dan tangan kirinya membengkak.Dokter mengharuskan bu Supriyanti untuk kemoterapi di RS Sardjito Yogyakarta.
Tanggal 12 Februari 2014, Bu Supriyanti sampai di Yogyakarta dan mulai menjalani pengobatan didampingi Sedekah Rombongan. Bantuan ini digunakan untuk biaya rawat inap di RS. Bethesda Yogyakarta.

Jumlah Bantuan : 6.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @vitrasyauqani
Tanggal :17 April 2014

Ibu Supriyanti didiagnosa kanker payudara

Ibu Supriyanti didiagnosa kanker payudara

———————————————————–

Bu Yani adalah seorang ibu yang dilahirkan di Kuningan, 14 Agustus 1972.Beliau mengidap Tumor Payudara dan sudah melakukan pengobatan di RS Kuningan.Kemudian dirujuk ke Bandung, dan menjalani operasi serta kemoterapi pada tahun 2013.Saat ini sebenarnya masih membutuhkan penyinaran radioterapi, namun karena tidak ada biaya akhirnya diurungkan, Bu Yani masih merasakan sakit di payuaranya dan membutuhkan operasi lanjutan karena tumor payudaranya tumbuh kembali.Bu Yani saat ini dalam pendampingan Sedekah Rombongan dan bantuan ini digunakan untuk kontrol, cek lab, pembelian obat dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : 2.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @machiaiskandar
Tanggal :21 April 2014

Ibu Yani mengidap Tumor Payudara

Ibu Yani mengidap Tumor Payudara

———————————————————–

Dek Erinda Afikah (5 bulan) adalah putri terakhir dari bapak Ariyono dan ibu Wagirah yang bekerja membuka bengkel dan warung di rumahnya.Keluarga ini beralamat di Pangen Juru Tengah RT 02 RW 1 Purworejo.Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir. Sejak umurnya masih 2 bulan, kami mendampingi pengobatan dek Erinda di RS Sardjito. Setiap bulan, dek Erinda kontrol dengan dokter untuk melihat perkembangan matanya. Bantuan ini digunakan untuk biaya pemeriksaan dan pembelian obat serta akomodasi.

Jumlah Bantuan : 500.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @machiaiskandar
Tanggal :17 April 2014

Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir

Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir

———————————————————–

Dek Raditya Surya Prasetya (17 Bulan) adalah putra dari Bp. Aryana yang bekerja sebagai buruh dan Ibu Yuliani (IRT). Keluarga ini tinggal di Jajaran Sawit Rt 01, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Sejak dua bulan lalu Dek Raditya secara tidak sengaja ketika rambutnya dicukur oleh orang tuanya ditemukan ada 2 benjolan di kepalanya. Hanya dalam jangka waktu 3 minggu benjolan tersebut membesar. Dek Raditya kemudian di bawa ke Puskesmas dan Patmasuri. Oleh dokter didiagnosa menderita penyakit semacam kanker yang terdapat di kepala. Sampai saat ini belum ada tindakan lanjutan setelah dibawa ke RS. Patmasuri karena kendala biaya. SR memberikan bantuan untuk mengurus BPJS sebelum dilakukan pendampingan ke RS.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @arizafuadi
Tanggal : 22 April 2014

Adik Raditya didiagnosa menderita penyakit semacam kanker yang terdapat di kepala

Adik Raditya didiagnosa menderita penyakit semacam kanker yang terdapat di kepala

———————————————————–

Dengan semakin banyaknya pasien yang harus menginap di Rumah Singgah Sedekah Rombongan (RSSR) Jogja, kebutuhan akan perlengkapan tidur bagi pasien juga semakin bertambah. Oleh karena itu, Tim #SR Jogja menambah jumlah kasur dan bantal serta pengeluaran lainnya untuk memenuhi kebutuhan para pasien di RSSR Jogja.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @machiaiskandar @nurazisrohman
Tanggal : 22 April 2014

Tim #SR Jogja menambah jumlah kasur dan bantal di RSSR

Tim #SR Jogja menambah jumlah kasur dan bantal di RSSR

———————————————————–

Dek rezi (7 tahun) adalah anak kedua dari bapak Sahadi yang bekerja serabutan dan ibu Nani bekerja sebagai IRT. Keluarga ini tinggal di Randukuning Selang Wonosari. Saat ini dek Rezi sedang sekolah kelas 1 di SD MI YAPPI Randukuning. Memiliki kakak yang sekarang sudah Smp dan adik yang masih balita. Dek Rezi ini mengidap kelainan pada jantungnya. Sejak bayi dia sering sakit dengan jarak yang tidak lama. Setelah diperiksakan ke Sarjito, dia disuruh untuk cek jantung dan oleh dokter kemudian didiagnosa mengidap kelainan jantung bocor. Sampai saat ini masih kambuh sakitnya, sehingga terkadang mengganggu sekolahnya. Setiap kambuh Dek Rezi dibawa ke UGD Rsud Wonosari, namun hanya tindakan medis biasa. Untuk kesembuhannya dek rezi harus menjalani operasi yang diperkirakan biayanya sekitar 80 juta sedangkan Jamkesmas yang dia miliki tidak dapat mengcover seluruh biaya pengobatannya. Bantuan ini digunakan untuk akomodasi pengobatan dek Rezi

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @desiariyanii
Tanggal :23 April 2014

Dek Rezi ini mengidap kelainan pada jantungnya

Dek Rezi ini mengidap kelainan pada jantungnya

———————————————————–

Fahrurozi atau Wawan (45 tahun) adalah seorang duda yang tinggal di Dusun Cemangklek RT 005 RW 09 Desa Banjarejo Kec Kaliangkrik Magelang. Pak Wawan ini sehari-hari bekerja sebagai tukang becak di kawasan purawisata Jogjakarta. Sejak 3 bulan lalu kakinya terbakar dan dibiarkan sehingga kakinya membusuk. SR bertemu beliau dan langsung membawanya ke rumah sakit untuk tindakan medis awal. Saat ini Pak Wawan dalam dampingan SR untuk pengobatan lebih lanjut. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi pak Wawan pada saat pemeriksaan awal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @RofiqSILVER
Tanggal :23 April 2014

Bapak Wawan kakinya terbakar dan dibiarkan sehingga kakinya membusuk

Bapak Wawan kakinya terbakar dan dibiarkan sehingga kakinya membusuk

———————————————————–

Gilang Raharjo (3th) adalah Putra Bp. Wawan Susanto (28) yang bekerja sebagai buruh serabutan dan Ibu Eni Sulistyowati (27) seorang IRT. Keluarga ini masih tinggal di rumah Bp. Winarto(58), orang tua mereka, yang bekerja sebagai tukang becak. Mereka tinggal di Dusun Keringan Lor,Bulurejo, Semin. Dik Gilang ini menderita radang sendi/ flek tulang dan pernah dibawa di ortopedi solo. Dengan jaminan dari Jamkes, Dek Gilang pernah opname di RSUP Klaten dan harus menjalani tranfusi darah 3x dalam sebulan karena HB turun. Oleh dokter disarankan cek sumsum tulang di Jogja/Sarjito. Dari hasil ronsen tampak terdapat flek di tulang kaki, tangan, persendian dan kepala. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi pada saat pemeriksaan dek Gilang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @desiariyanii
Tanggal :23 April 2014

Dik Gilang ini menderita radang sendi/ flek tulang

Dik Gilang ini menderita radang sendi/ flek tulang

———————————————————–

Ibu Kismiati adalah seorang ibu rumah tangga berusia 50 tahun. Ibu Kismiati dan suaminya, sehari-hari mencari nafkah dengan menjual bakso dorong. Beliau bersama keluarga tinggal di sebuah rumah sederhana di Dusun Semoya, Banguntapan Bantul. Awal mula sakit, Ibu Kismiati merasakan benjolan pada perutnya. Ketika haid pun Ibu Kismiati merasakan nyeri sehat serta periode waktu yang lama. Ibu Kismiati kemudian berobat disebuah klinik bidan, lalu dirujuk ke dokter spesialis kandungan. Dari sinilah baru diketahuo melalui USG, bahwa Ibu Kismiati memiliki tumor kandungan. Karena ketiadaan biaya, Ibu Kismiati tidak melanjutkan pengobatan.
Kurir #SedekahRombongan mendapat laporan tentang beliau pada akhir Januari 2014. Kemudian dimulailah proses pengobatan pada Bulan Februari. Ibu Kismiati menjalani operasi kuretase di RS Nur Hidayah. Saat ini tindakan medis, kontrol, dan perawatan pasca operasi masih dijalani untuk kesembuhan Ibu Kismiati.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @danish_cookiez
Tanggal : 23 April 2014

Ibu Kismiati memiliki tumor kandungan

Ibu Kismiati memiliki tumor kandungan

———————————————————–

Ibu Tuminem (60 thn) warga Getas RT14 RW03 Playen Gunungkidul ini, sehari hari bekerja sebagai Ibu rumah tangga, istri dari bapak Marjuki (64 thn) yg bekerja sbagai buruh tani. Penghasilan keluarga ini hanya 200 ribu perbulan. Sedangkan keluarga ini memiliki 2 orang putra dan 1 orang putri yang masih belum bekerja tetap. Ibu tuminem mulai mengidap CaMamae (kanker payudara) dan sudah dioperasi di RSUD Wonosari pada tahun 2012 lalu, dan diharuskan Kemo dan penyinaran, namun dikarenakan keterbatasan ekonomi, bu Tuminem tidak menjalankan proses pengobatan tersebut. Tim Sedekah Rombongan memutuskan untuk mendampingi Bu Tuminem sejak 10 Maret 2014 dan saat ini sedang menjalani rangkaian pengobatan di Dokter spesialis Onkologi RS Harjolukito. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 700.000,-
Kurir: @KarmanMove via @ danish_cookiez
Tanggal : 23 April 2014

Ibu tuminem mengidap CaMamae (kanker payudara)

Ibu tuminem mengidap CaMamae (kanker payudara)

———————————————————–

Dik Zahratusita (2,5th) anak ketiga dari Bapak Yunus Subur (28th) & Ibu Dika Aryanti (26th) warga di Jl. Pena Pekiringan RT.14 RW.1 Talang Tegal ini mengidap kelainan kaki (CTEV) sejak lahir. Dik Zahra baru menjalani terapi saat usia 8 bulan, kemudian operasi pertama di RS. Kariadi Semarang saat berusia 1 tahun dan operasi kedua satu tahun kemudian. Pasca operasi Dik Zahra juga diharuskan untuk ganti gibs seminggu sekali. Setelah ke 8x ganti gibs seharusnya operasi lagi di bulan Juni 2013. Namun karena keterbatasan biaya untuk transportasi dan biaya hidup di Semarang hal itupun tertunda hinga kami bertemu Dik Sita sekitar 2 bulan lalu. Dik Sita kemudian kami dampingi pengobatannya di RS. Nurhidayah Bantul Yogyakarta dan sudah menjalani satu kali operasi. Rencananya masih akan ada lagi beberapa tindakan medis yang akan dilakukan tim medis terhadap Dik Zahra setelah operasi sebelumnya. Biaya ini ditujukan untuk biaya akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir: @KarmanMove via @ninikNS
Tanggal : 23 April 2014

Adik Zahratunisa mengidap kelainan kaki (CTEV)

Adik Zahratunisa mengidap kelainan kaki (CTEV)

———————————————————–

Dwi Cahyono (25 tahun) beralamat di Kedundang 1 Rt 027/Rw 012 Temon Kulon Progo. Bekerja sebagai sebagai buruh pabrik di Jakarta. Sudah berkeluarga dengan Dwi Astuti (23 tahun) dan dikaruniai anak Rafkah (6bulan). Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya. Semasa tinggal di Jakarta pernah diperiksakan berobat namun tidak tuntas. Kondisi lidahnya saat ini semakin serius yang menyebabkan dia kesulitan untuk berbicara. Dalam kondisi tersebut Mas Dwi pulang ke Kulonprogo untuk melakukan pengobatan alternatif baik di Purwokerto maupun di Tawangmangu. Praktis, semenjak pulang ke Jogja, kondisi ekonominya berubah karena dia tidak lagi bekerja. Saat ini istrinya pulang ke rumah orang tuanya bersama anakna, sedangkan Mas Dwi menjadi tanggungan Ibunya yang hanya berdagang sayuran kecil-kecilan. Biaya ini merupakan biaya akomodasi pengobatan mas Dwi.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir: @KarmanMove via @danish_cookiez
Tanggal : 23 April 2014

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

———————————————————–

RICA YUNITA, 24 tahun. Alamat: Perum Yeyes RT.3/8, Kenali Besar, Kota Baru, Jambi. Sejak usia 10 tahun menderita Tumor Pembuluh Darah, diawali benjolan kecil yang tumbuh di lehernya dan semakin membesar. Gejala awal sering dialami Yunita dengan demam dan rasa nyeri pada benjolan tersebut, Operasi pertama dilakukan di RS.Lubuk Linggau, Palembang saat ia masih kelas 4 SD. 2 tahun kemudian operasi kedua namun tumor itu belum juga musnah bahkan makin membesar, begitu juga dengan operasi ke 3 hingga ke 4 namun paska operasi tumornya belum juga sembuh. Rumah orangtuanya hingga habis terjual demi ihtiar pengobatan Yunita yang tak juga kunjung sembuh, sakit ia rasakan seperti ditusuk-tusuk jarum disertai dengan demam sering dirasakan. Agustus 2013 ia berobat kembali ke RSUD Mataher, Jambi hingga mendapat rujukan untuk dirawat jalan di RSCM Jakarta, diagnosanya ia terkena Limfangioma dan harus rawat jalan yang cukup memakan waktu serta jauh dari rumahnya di seberang pulau. Datang ke Jakarta berbekal seadanya dan harus beradaptasi dengan kondisi ibukota, hingga ia kehabisan dana dan tidur di emperan/selasar RSCM karna tak bisa mengontrak rumah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan Tuhan – Setelah 6 bulan lebih Rica Yunita berobat di RSCM dan 4 bulan di dampingi #Sedekahrombongan. Alhamdulillah menurut team dokter yang menanganinya, menyatakan Rica Yunita sudah sembuh dan diperbolehkan pulang, #Sedekahrombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya transportasi kepulangan Rica Yunita ke kampung halamannya di Jambi yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 534. Terima kasih rekan sedekaholics atas dukungan dan doa kepada Rica Yunita dalam berikhtiar pengobatannya sampai ia sembuh, semoga bantuan donasi yang disalurkan melalui #Sedekahrombongan dari rekan sedekaholics mendapat lipatan ganjaran dari Allah. Amiin

Jumlah Bantuan : Rp. 1.540.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 20 April 2014

Ibu Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

———————————————————–

FATIMAH ANANDA AZZAHRA, 10 tahun, Kepala retak ada pendarahan di otak, korban tawuran pelajar. Pelajar malang yang beralamat di Puri Cikarang Hijau Blok L4/9 Desa KarangAsih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Sementara sang ayah, Sutarjo (39) hanya bermata pencarian sebagai pengumpul oli bekas dan ibunda Giatun (34), hanya seorang Ibu Rumahtangga biasa. Kejadian yang menimpa korban yang juga merupakan pelajar kelas 4 SD Waluya 01 Cikarang, Pada tanggal 5 April 2014 saat pulang sekolah, saat turun dari angkot, nasib naas terjadi pada dirinya yang tiba-tiba terkena lemparan benda tajam/batu tajam di kepalanya dari pelajar yang sedang tawuran di lokasi. Akibatnya korban langsung tak sadar dan di larikan ke RS Mitra Keluarga Pasir Gombong Cikarang, setelah diperiksa, ternyata kepala korban retak dan mengalami pendarahan di otak.
Rumah sakit menyarankan agar korban dioperasi dengan asumsi biaya 92 jutaan. Dengan tanggungan 2 orang dan kondisi keluarga miskin, ayah korban Sutarjo berusaha mencari pinjaman untuk membiaya operasi sang buah hati tercinta. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga Fatimah, Bantuanpun disampaikan dan akan digunakan untuk mengurus BPJS serta persiapan untuk berobat ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @romli_iyom
Tanggal : 20 Maret 2014.

Adik FATIMAH ANANDA AZZAHRA, 10 tahun, Kepala retak ada pendarahan di otak, korban tawuran pelajar

Adik FATIMAH ANANDA AZZAHRA, 10 tahun, Kepala retak ada pendarahan di otak, korban tawuran pelajar

———————————————————–

RUDY BIN HARUN, 13 tahun, Kelas 1 SMP di Kp. Kalibaru RT.11/3, Cilangkahan, Malingping, Banten. Anak dari bapak Harun (32) seorang Buruh Tani ini sudah menderita Tumor Maksila setahun lalu. Berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh malah melebar menutupi hampir sebagian mukanya. Pada pertengahan Agustus 2012 #SedekahRombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal – Rudy sampai saat ini masih rutin berobat kemoterapi 9X lagi menggunakan fasilitas JAMKESDA dan tinggal di kontrakan sekitar RSCM. Rudy sudah lebih setengah tahun menghentikan perobatannya karna saat itu dirasa sudah baik dan bias melanjutkan sekolahnya, namun kini ia harus kembali berobat ke RSCM karna saat diperiksa terakhir ia harus melakukan pengecekan ke RSCM kembali, #SR memberi bantuan lanjutan untuk biaya membeli obat kemoterapi yang tidak dijamin oleh jamkesda, setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 527. Saat ini Rudy menjalani kemoterapi yang ke empat pada protokol ke dua di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 23 April 2014

Adik Rudy menderita Tumor Maksila

Adik Rudy menderita Tumor Maksila

———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery pasca operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan makan sehari-hari Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 534. Dari hasil echoxardiologi report terakhir, kondisi detak jantung Yudistira masih mengalami kelainan dan menurut team dokter yang menanganinya Yudistira harus terus mengkomsumsi obat dan kontrol rutin di poli cardiologi anak.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu @endangnumik
Tanggal: 20 April 2014

Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 23,240,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 540 ROMBONGAN

Rp. 17,034,565,062,-