Reza aditya ( 9 bulan ) sejak lahir tidak mempunyai anus. Anak dari Bapak Slamet wahyudi yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini sudah sejak lahir di tinggal ibundanya pergi karena tidak kuat menanggung beban dari ketidaknormalan kondisi reza saat itu, sehingga dikabarkan ibunya reza menjadi stress dan agak terganggu kejiwaannya. Saat ini dek Reza di rawat oleh neneknya yang bernama Ibu Sularmi, domisili mereka saat ini di kedung rejo Rt.02/rw01, Sendang Ijo, Selogiri Kabupaten Wonogiri. Reza adalah anak yang lucu, masih punya masa depan yang baik. Saat kami datang ke rumahnya, dengan lucu nya menyambut senyum atas kedatangan kurir SR. Dan kami pun saat itu memberikan penjelasan kepada nenek nya, bahwa kami insyaallah akan membantu pengobatan dek Reza agar bisa normal kembali dan mempunyai anus seperti anak kecil lainnya. Beberapa hari kemudian, kami kembali datang dan membawa kabar baik setelah kami kurir wonogiri berkonsultasi dengan mas @saptuari sebagai pendiri sedekah rombongan, segala sesuatu sebelum kami kurir wonogiri memutuskan untuk bertindak, kami mencoba berkoordinasi dengan mas @saptuari, beliau memang luar biasa. Info kami via Whatsapp pun di balasnya : “sikaaat…sembuhkan !!! “.

Begitulah, saat itu kami lakukan survey setelah mendapatkan informasi dari warga dan juga dari beberapa komunitas di facebook. Lalu kami bergerak untuk melihat langsung survey ke lokasi, dan akhirnya bertemu dengan bu sularmi yang sedang menggendong reza. Dan saat ini, alhamdulillah operasi untuk pembuatan anus berjalan dengan baik dan lancar. Beberapa kali sudah melakuan kontrol ke moewardi solo, dengan MTSR ambulan Wonogiri, kami mengantar serta membawa pulang dek Reza. Bantuan sementara untuk penanganan sementara dek Reza, kontrol ke RS, semoga kondisi dek Reza semakin membaik. Makasih mas @saptuari, dan sedekah rombongan juga para sedekaholics yang telah membantu dan bersama bergerak membaikkan, saling berbagi dan memberikan harapan bagi anak seperti Reza.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Bantuan di berikan 7 April 2014
kurir : @saptuari via @mawanhananto @yuli

Reza aditya ( 9 bulan ) sejak lahir tidak mempunyai anus

Reza aditya ( 9 bulan ) sejak lahir tidak mempunyai anus


———————————————————–

Sulaiman (25 tahun/pekerjaan tidak tetap/belum beristri), ayah sudah meninggal, tinggal bersama Ibu yang bernama Lahari (69 tahun), 5 bersaudara (3 perempuan/2 laki-laki). alamat dusun tintilo kec.banawa tengah sulawesi Tengah. Sulaiman sudah seminggu tidak dapat beranjak dari tempat tidur akibat penyakit yang belum diketahui. Belum memeriksakan diri karena takut biaya yang ditimbulkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan biaya pemeriksaan Sulaiman.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid
Tanggal : 12 April 2014.

Bapak Sulaiman sudah seminggu tidak dapat beranjak dari tempat tidur akibat penyakit yang belum diketahui

Bapak Sulaiman sudah seminggu tidak dapat beranjak dari tempat tidur akibat penyakit yang belum diketahui

———————————————————–

Arhat (1,5 tahun), ayah bernama Cindra (23 tahun/buruh bangunan), ibu bernama Rosita (20 tahun/IRT), alamat Jl.Banawa No. 61 Kelurahan Maleni Kec. Banawa Kab.Donggala. Dik Arhat hendak dibawa ke RS karena terus mengalami pendarahan di bagian dubur.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk membantu meringankan biaya berobat bagi dik Arhat.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid,
12 April 2014

Dik Arhat hendak dibawa ke RS karena terus mengalami pendarahan di bagian dubur.

Dik Arhat hendak dibawa ke RS karena terus mengalami pendarahan di bagian dubur.

———————————————————–

Indotang (61 tahun/IRT), suami bernama Jaludin (65 tahun/pekerjaan tukang becak), anak 5 orang. Alamat Jl.Seberang Sungai Maleni Kec.Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Indotang sudah 5 bulan mengalami komplikasi penyakit dan hanya dirawat seadanya di rumah. Keluarga hanya pasrah karena sudah pernah keluar masuk RS namun tidak ada perubahan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup ibu Indotang.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid
Tanggal : 12 April 2014.

Ibu Indotang sudah 5 bulan mengalami komplikasi penyakit dan hanya dirawat seadanya di rumah

Ibu Indotang sudah 5 bulan mengalami komplikasi penyakit dan hanya dirawat seadanya di rumah

———————————————————–

Joli (70 tahun/IRT/Janda), anak 6 orang (4 laki-laki 2 perempuan), alamat Dusun 1 Desa Towale Kec.Banawa Tengah Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Joli sudah 3 tahun mengalami Lumpuh dan buta. Sehari-hari hanya dirawat oleh anak yang hanya berpenghasilan sebagai nelayan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi Ibu Joli.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid
Tanggal : 12 April 2014.

Ibu Joli sudah 3 tahun mengalami Lumpuh dan buta

Ibu Joli sudah 3 tahun mengalami Lumpuh dan buta

———————————————————–

Bapak Parjo berusia 50 tahun beralamat di Jonggrangan Baru, Klaten Utara, Klaten. Sakit yang beliau alami adalah infeksi pada empedu yang berakibat pembengkaan karena terdapat batu empedu. Setelah 4 hari di rawat di RSI Klaten, pembengkaan sudah berkurang dan infeksinya sudah sembuh. Dokter menyarankan setelah kondisi pasien normal harus dilakukan operasi pengangkatan batu empedu. Bantuan ini untuk yang ketiga kalinya bagi bapak Parjo dipergunakan untuk biaya obat, USG saat kontrol dan untuk persiapan operasi pengangkatan batu empedu.

Jumlah Bantuan : Rp 2.500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Yadi
Tanggal: 15-04-2014

Bapak Parjo infeksi pada empedu yang berakibat pembengkaan

Bapak Parjo infeksi pada empedu yang berakibat pembengkaan

———————————————————–

M.ALI AKBAR, Alamat: Jl.Kampung Melayu, RT.5/1, Gerunggang, Kabupaten Bangka, Babel. Ayah: Yunus (41), Pekejaan sebagai Petani di kampungnya dan Ibu: Bakiah (38). Sejak empat bulan lalu menderita sakit pada kaki sebelah kiri, karna terdapat benjolan. Kemudian Ali Akbar memeriksakan ke RSUD Defati Hamzah, dari hasil pemeriksaan tersebut Ali Akbar divonis mengalami tumor ganas di bagian kaki kirinya dan tumor sudah menjalar dari telapak kaki hingga lutut. Ternyata RSUD tidak dapat menangani penyakitnya hingga akhirnya dirujuk ke RSCM. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di poli bedah RSCM, tim dokter memutuskan untuk mengambil tindakan amputasi pada kaki sebelah kirinya. Ali Akbar pada tanggal 17 Januari 2014 kaki kirinya diamputasi oleh tim dokter yang menanganinya di RSCM. Untuk menunjang kemudahan rawat jalan orang tua Ali Akbar pada awalnya memohon bantuan kepada #SedekahRombongan untuk dibelikan kursi roda, karna orang tua Ali Akbar kehabisan biaya selama berobat di RSCM Jakarta. bantuan lanjutanpun kembali disampaikam untuk keperluan sehari-hari selama berobat jalan di RSCM Jakarta setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 529. saat ini Ali Akbar sudah melakukan tindakan 11 kali penyinaran dari 30 kali rencana penyinaran dan 2 kali kemotherapi dari rencana 6 kali kemoterapi di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal : 10 April 2014

Adik Aliakbar menderita sakit pada kaki sebelah kiri, karna terdapat benjolan

Adik Aliakbar menderita sakit pada kaki sebelah kiri, karna terdapat benjolan

———————————————————–

ABDUL MUKTI, 66 tahun, Alamat: Kav. Bangsam Lestari, RT.3/12, No.80, Duri Angkang, Batam. Bapak yang sudah beranjak tua ini tidak bekerja namun berupaya keras melawan Tumor Parutis yang dideritanya sejak 2011. Pernah hampir 1 tahun menetap di Rumah Singgah pasien RSCM karna harus efektif berobat jalan melalui penyinaran dan lainnya dengan fasilitas Jamkesda. Ditemani setia oleh anaknya yang bernama Yudi, Pak Abdul Mukti sabar berobat namun untuk biaya hari-harinya selama ini dengan tidak berpenghasilan semakin membuatnya menderita. Alhamdulillah setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan 524 kembali #SedekahRombongan memberikan bantuan lanjutan untuk keperluan sehari-hari pak Abdul Mukti yang saat ini sudah berada di RSCM dan sudah melakukan 1 kali kemotherapi dari rencana 3 kali kemotherapi yang akan dilanjut dengan tindakan operasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 10 April 2014

Bapak Abdulmukti menderita Tumor Parutis

Bapak Abdulmukti menderita Tumor Parutis

———————————————————–

ERNA, 42 tahun, Alamat: Jl.Tipar Kampung Baru, RT.9/8, Cakung, Jakarta Timur. Ibu Erna adalah warga Jakarta Utara yang saat ini sedang berobat jalan ke RS Koja, karna pada bulan Oktober 2012 pernah dioperasi disana. Suami: Endang, 43 tahun, adalah seorang Sopir. Kini mereka sudah dapat melanjutkan kontrol paska operasinya ke RS Koja setelah sebelumnya menyampaikan kesulitan biaya mereka kepada #SedekahRombongan. Kini bu Erna sudah dirujuk ke RSCM Jakarta dan sudah mulai berobat jalan, Terakhir dijenguk saat berobat jalan di RSCM kondisi bu Erna semakin memburuk penyakitnya – Lukanya sudah melebar kebagian belakang punggungnya dan tangan kanan bu Erna membengkak akibat dari penyebaran sel kankernya. Bantuan lanjutanpun kembali disampaikan untuk kebutuhan transportasi bu Erna selama rawat jalan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 524, bu Erna hingga saat ini masih rutin rawat jalan di RSCM dan melakukan kemotherapi pada protokol kedua ini sudah dilakukannya sebanyak 8 kali kemotherapi.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal : 10 April 2014.

angan kanan bu Erna membengkak akibat dari penyebaran sel kankernya

angan kanan bu Erna membengkak akibat dari penyebaran sel kankernya

———————————————————–

ANGGUN NUGRAHA, 17 tahun, Alamat: Desa Serdang RT.10/5, Toboali, Bangka Selatan, Babel. Ayah: Sutopo, 44 tahun dan Ibu: Sulyani 40 tahun. Pada awal Tahun 2011, Anggun mengalami kecelakaan kendaraan saat akan berangkat ke Sekolah hingga serius dan harus dirawat di RSUD Toboali kemudian RSUD Pangkal Pinang hingga akhirnya saat ini berada di RSCM Jakarta. Kesulitan mereka berihtiar menyembuhkan anaknya sangat penuh pengorbanan waktu , tenaga dan biaya hingga karna tempat tinggal yang bergitu jauh, Sutopo hanyalah seorang Petani yang penghasilannya cukup untuk keluarganya makan saja. Kondisi ANGGUN NUGRAHA saat ini masih menunggu penjadwalan untuk operasi lepas pen yang sudah direncanakan bulan April namun mundur hingga bulan Mei, 2014 ini. #SedekahRombongan kembali memberikan bantuan lanjutan untuk biaya harian setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 528.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik,
Tanggal : 10 April 2014.

Kondisi ANGGUN NUGRAHA saat ini masih menunggu penjadwalan untuk operasi lepas pen

Kondisi ANGGUN NUGRAHA saat ini masih menunggu penjadwalan untuk operasi lepas pen

———————————————————–

PULUNG, 60 tahun. Warga Kampung Cinihnih RT.3/10, Desa MargaJaya, Kec.Cimarga, Kab.Lebak, Banten ini menderita sakit Tumor pada Lidahnya, Gejala awal sakit dirasakannya sejak 6 bulan lalu bagian bawah lidahnya tumbuh benjolan yang lambat laun membesar dan sulit digunakan untuk makan dan bernafas. Suami dari Ibu Sawnah yang sudah dikarunia 3 orang anak ini sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan buruh penyadap karet di kampungnya, sudah beberapa kali melakukan pengobatan di RSUD Dr.Adjidarmo Rangkas Bitung, Banten namun kondisi bapak Pulung tidak alami banyak kemajuan dari RSUD Dr Adjidarmo pengobatan lanjutannya bapak Pulung dirujuk ke RSCM Jakarta. Sudah beberapa bulan Bapak Pulung dan Ibu Sawnah ada di Jakarta untuk melakukan pengobatan di RSCM, Pengobatan dengan Fasilitas Jamkesmas yang sudah dimilikinya memang sangat membantu dalam pembiayaaan pengobatannya, namun kadang ada beberapa obat yang harus dibayar tunai oleh bapak Pulung yang di luar Jamkesmas. Selain obat kendala biaya makan sehari-hari dan tempat tinggal adalah masalah yang sangat dominan untuk keluarga ini selama berobat jalan, praktis bapak Pulung sudah tidak punya penghasilan lagi, untuk sementara bapak Pulung dan ibu Sawnah tinggal di Rumah Singgah RSCM, namum biaya sewa Rp. 30.000/hari membuat keluarga ini tak sanggup lagi untuk membayarnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk biaya sehari-hari mereka di Jakarta selama masih dalam jadwal perobatan di RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 528. Kondisi saat ini bapak pulung rawat jalan kembali dan sudah jalani 27 kali penyinaran dari 35 kali rencana penyinaran.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik,
Tanggal : 10 April 2014

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

Bapak Pulung menderita sakit Tumor pada Lidahnya

———————————————————–

KHAIRUL ARIF. Di usianya kini 5 tahun, ia kerap mengeluhkan rasa sakit pada selangkangan dan saat-saat tertentu ketika kencing. Jika terlalu lama bermain dengan rekan sebayanya, pastilah ia pun merasakan sakit. “Kasihan, ia tak bisa bebas bermain seperti anak-anak yang lain,’ kata bapaknya, Dadan (29) sambil menunduk. “Malam hari tak jarang ia menangis lama, menahan rasa sakitnya. Berkali-kali anak ini kami bawa ke Puskesmas, tetapi sampai saat ini belum sembuh. Katanya, itu Hernia dan harus dioperasi. Tetapi kami tidak punya jaminan kesehatan dan tak punya biaya. Untuk hidup sehari-hari pun banting tulang Pak” tambah ibunya, Yati (24) sambil menitikkan air mata penuh harap. Keluaga kecil dan dhuafa ini tinggal di Kampung Saninten RT.4/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pak Dadan, sebagai tulang punggung satu-satunya di keluarga ini hanya berprofesi sebagai buruh tani harian, dan istrinya hanya ibu rumah tangga yang sehari-hari disibukkan dengan mengurus kedua anaknya yang menjadi tanggungan mereka. Saat berkunjung ke rumahnya, tergambar jelas kemiskinan yang mereka alami. Rumahnya masih berlantaikan tanah. “Jangankan memikirkan rumah, untuk biaya hidup dan mengobati si Ade pun kami tak punya biaya,” aku Pak Dadan sambil menyeka air matanya. Orangtua Khairul Arief, Alhamdulillah, kini bisa tersenyum penuh harap saat kurir #SedekahRombongan menyampaikan santunan awal yang dipergunakan untuk transportasi dan membuat Kartu BPJS, “Terimakasih Pak. Sampaikan salam kami pada rekan-rekan #SR. Semoga amal kebaikan ini diterima Allah SWT!” Doa Bu Yati dalam kekhusuan dan keharuan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 3/4/2014

Adik Khairul menderita Hernia dan harus dioperasi

Adik Khairul menderita Hernia dan harus dioperasi

———————————————————–

YATI KARYATI (51). Ibu rumah tangga yang asli Sunda ini tinggal bersama keluarga intinya (suami dan keempat anaknya) di rumah sempit, di Kampung Kaum Kidul Barat RT.1/16, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Suaminya, Enjang S, (52) adalah Pedagang Kaki Lima di sekitar kota Ciwidey, Untuk menambah penghasilan, Pak Enjang juga dikenal sebagai pengumpul rongsokan untuk dijual ke pengepul. “Masih ada 4 anak yang menjadi tanggungan kami. Kami harus banting tulang menghidupi mereka, Pak” kata Pak Enjang. Sepintas lalu tampak di wajah mereka beratnya beban menghadapi kehidupan, Apalagi, selama tiga tahun Bu Yati kerap merasakan gangguan di punggungnya. “Benjolan ini semakin membesar. Semula hanya menjolan kecil yang muncul tiga tahun lalu. Berkali-kali kami memeriksakannya ke puskesmas Ciwidey. Pernah juga ke alternatif,” papar Bu Yati. Sebulan lalu Puskesmas memberi rujukan untuk diperiksa di RSUD Soreang. Akan tetapi karena ketidakmampuan membiayainya, keluarga miskin ini belum sempat melanjutkan pengobatannya. “Punya Jamkesmas saja tidak cukup, Pak, untuk berobat,”. Keluarga ini layak dibantu untuk melanjutkan ikhtiar mereka mendapatkan kesembuhan. Mereka amat miskin. Bahkan tempat tinggal pun sebenarnya masih rumah milik keluarga yang tidak layak dihuni 6 orang. Luasnya hanya 12m. Pertemuan mereka dengan Kurir #SedekahRombongan telah membukakan harapan mereka untuk menghilangkan benjolan di punggung Bu Yati, Bantuan lanjutan disampaikan kembali untuk keperluan transportasi bu Yati berobat jalan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 3 April 2014.

Ibu Yati memiliki benjolan di punggung

Ibu Yati memiliki benjolan di punggung

———————————————————–

REHAN HABIBULLOH, usianya 6 bulan. Dia buah cinta yang kedua hasil pernikahan Alit Mail (32) dan Kayah (32). Sayang, bayi suci ini belum bisa menikmati indahnya masa buaian. Sejak lahir, ia membawa kelainan. Rumah sempit mereka menjadi saksi betapa keluarga dhu’afa ini menderita dalam kemiskinan dan kesakitan. Mereka tinggal di Kampung Cisaat RT.1/7, Desa Nengkelan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Ayahnya hanya buruh tani yang sekali-kali mengerjakan pesanan menjahit dari konveksi. Istrinya, ikut membantu mengerjakan pesanan sambil mengurusi rumah tangga dan dua anak lainnya tanggungan mereka. Penghasilan mereka tentu takkan mampu mengeluarkan mereka dari kemiskinan, apalagi salah satu anaknya ditimpa penyakit cukup berat: Hydrocepalus. Jaminan kesehatan yang mereka miliki, Gakinda Kabupaten Bandung, tentu takkan cukup membiayai pengobatan penyakit anaknya. Rehan terlahir tak sempurna: kepala besar dan terus membesar. Tak terhitung berapa kali ia diperiksakan ke Puskesmas, dokter praktek, RSUD Soreang dan RSHS Bandung. Meski diduga kuat ia mengidap hydrocepalus, ia belum pernah menjalani operasi pemasangan selang ataupun yang berkaitan dengan penanganan penyakitnya pada umumnya. Keluarganya hampir putus asa, Anaknya kini hanya terbaring di rumah. Mereka sangat layak dibantu, Selain termasuk miskin – penyakit anaknya sangat membahayakan dan jaminan kesehatan yang mereka miliki sangat kecil plafonnya. #SedekahRombongan ikut merasakan derita mereka, Santunan lanjutan kembali disampaikan untuk Rehan agar segera berobat ke Rumah Sakit setelah sebelumnya masuk di Rombongan 517.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 3 April 2014.

Adik Rehan diduga mengidap hydrocepalus

Adik Rehan diduga mengidap hydrocepalus

———————————————————–

TARWI, 18 tahun. Alamat: Kampung Sukamakmur RT.3/2, Dayeuh Luhur, Tempuran, Karawang. Ibu Tarwi, seorang ibu muda yang bersuamikan SANIM, 25 tahun, seorang Buruh Tani. Tarwi didiagnosa menderita Ca Mamae atau Kanker Payudara, yaitu penyakit yang akrab dengan kaum hawa dan tergolong mematikan. Pasangan prasejahtera ini sangat kebingungan saat menerima hasil dari Rumah Sakit atas penyakitnya tersebut, satu sisi mereka ingin Tarwi sembuh dan tak menderita kesakitan atas deritanya itu dan sisi lain mereka sedih merasa tak mampu berobat karna harus ke RS Hasan Sadikin Bandung karna RSUD Karawang merujuknya. Berbekal Kartu Jamkes belulah cukup karna mereka harus bertahan hidup yang bukan di daerahnya. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga dhuafa yang wajib dibantu ini, Santunan awalpun disampaikan untuk mereka memulai berobat di Bandung. Semoga Allah memudahkan perobatannya dan ibu Tarwi segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu
Tanggal : 4 April 2014

Ibu Tarwi didiagnosa menderita Ca Mamae atau Kanker Payudara

Ibu Tarwi didiagnosa menderita Ca Mamae atau Kanker Payudara

———————————————————–

RANDI MUHAMMAD RIZAL SIDDIQ (3), Kp. Paseh Gunung Secang RT 5/4, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Dik Rizal, begitu ia dipanggil, adalah anak dari pasangan Pak Andi Juwandi (35) dan Bu Wenti Astuti (30). Dik Rizal menderita penyakit hernia dan ia memliki fasilitas kesehatan Jamkesmas. Orang tua Dik Rizal yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan dengan pengahasilan yang tidak menentu, seringkali untuk kebutuhan pokok sehari-hari pun mereka kesulitan jika sedang tidak mendapatkan pekerjaan. Keadaan ekonomi keluarga yang sulit memaksa mereka untuk menunda-nunda pengobatan Dik Rizal, yang sebenarnya sudah menderita penyakit ini sejak ia masih usia 1 tahun. Dokter menyarankan untuk dilakukan operasi secepatnya. Alhamduillah,setelah dipertemukan dengan #SedekahRombongan mereka lebih percaya diri untuk segera membawa Dik Rizal ke RSUD Tasikmalaya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk biaya transport dan bekal sehari-hari selama dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini via @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 12 April 2014.

Dik Rizal menderita penyakit hernia

Dik Rizal menderita penyakit hernia

———————————————————–

WINI YULIANTI (19) Kp. Cibogor RT 5/ 14 Keluarahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Hasil pemeriksaan dokter RSUD Tasikmalaya menyatakan Wini menderita pembengkakan jantung dan liver. Kondisi Wini sangat mengkhawatirkan ketika Tim #SR menemuinya di RSUD Dr Soekardjo Tasikmalaya. Tangan, kaki , sampai ke (maaf) kemaluannya juga mengalami pembengkakan. Dengan berbekal fasilitas jaminan kesehatan BPJS kelas 3 Wini dirawat di RSUD Dr Sukarjo Kota Tasikmalaya, sejak hari Kamis 20 Maret 2014. Keluarga yang masih memiliki tanggungan 2 orang anak ini sudah kehabisan bekal, sementara suami Wini, Jajang (25) hanyalah pekerjan buruh serabutan yang penghasilannya pas-pasan. Pak Jajang hampir saja membawa pulang paksa karena sudah tidak sanggup lagi untuk membiayai biaya operasional selama Bu Wini dirawat, karena ia seringkali harus meninggalkan pekerjaannya untuk bolak-balik menemani istrinya. #SedekahRombongan memahami kesulitan keluarga miskin ini dengan menyampaikan santunan untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya sehari-hari selama Bu Wini dirawat, sehingga ia bisa menyelesaikan pengobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 12 April 2014.

Adik Wini menderita pembengkakan jantung dan liver

Adik Wini menderita pembengkakan jantung dan liver

———————————————————–

AMRI (19), Kp. Cinangsi RT 1/2 Kelurahan Sukalaksana Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Dik Amri adalah putra dari Bapak Iyan (66) buruh bangunan yang masih memiliki tanggungan 3 orang anak. Ibunya Bu Uus (39) sehari-hari sebagai ibu rumah tangga biasa. Dik Amri didiagnosa menderita thalasemia, dan kondisinya awal Desember 2003 sempat ngedrop. Keluarganya yang tercatat di Kelurahan Sukalaksana tergolong keluarga miskin segera membawa Amri ke RSUD Tasikmalaya dengan berbekal Kartu Jamkesmas. Selama ini keluarga sudah sering bolak balik ke RSUD untuk mengobati Dik Amri. Satu per satu milik keluarga pun mereka jual demi megobati anaknya, sampai-sampai saat ini hampir tidak ada lagi perabotan yang bisa mereka jual, sementara Amri diperkiarakan masih harus menjalani pengobatan untuk waktu yang cukup panjang, saat ini harus cuci darah dan kontrol setiap 2 minggu sekali. Tanggal 12 April kembali Amri harus melakukan kontrol dan cuci darah di RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu transportasi dan operasional perawatan Dik Amri, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 493.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 12 April 2014

Dik Amri didiagnosa menderita thalasemia

Dik Amri didiagnosa menderita thalasemia

———————————————————–

AHMAD GERAL, yang masih berusia 1 tahun 3 bulan adalah anak dari pasutri Bpk Retno Hadi Wibowo 30 tahun dan Ibu Dewi Purwanti 21 tahun warga Datarajan Blok 1V Rt 002/004 Desa/Kel. Datarajan. Kec.Ulu Belu Kab.Tanggamus Prov.Lampung. Sejak lahir mengalami banyak kelainan pada jantungnya yang mengalami kebocoran, paru-parunya yang dimilikinya hanya satu, kelainan kelamin dan juga antresia ani (tidak memiliki anus), pasca lahir, Ahmad Geral jalani pengobatan di RS Abdoel Moeloek Lampung, kontrol rutin 1 minggu sekali dan juga tahapan-tahapan penggobatan hingga operasi colostomi sudah dijalaninya dalam ikhtiar untuk kesembuhannya. Sudah banyak biaya yang dikeluarkan oleh bapak Retno Hadi Wibowo, seorang pedagang bakso dikampungnya, sejak 2 bulan ini Ahmat Geral berada dijakarta untuk melanjutkan pengobatannya setelah di rujuk dari RS Abdoel Moeloek Lampung,

Selama di RSCM Ahmad Geral sudah jalani Penanganan rawat inap selama 5 hari untuk keterisasi jantungnya yang mengalami kebocoran dan juga kontrol rutin rawat jalan dipoli anak RSCM, Berobat dengan fasilitas BPJS/KJN yang sudah dimilikinya memang sangat membantu bapak Retno Hadi dan keluarga berobat di RSCM namun biaya harian dan biaya kos sebesar Rp 900.000 per bulan sangat memberatkan keluarga ini, apalagi pengobatan Ahmad Geral masih cukup panjang. Sementara sang ayah harus meninggalkan usaha dagang baksonya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @nu_maulana@ririn_restu

Adik Geral mengalami banyak kelainan pada jantungnya yang mengalami kebocoran, paru-parunya yang dimilikinya hanya satu, kelainan kelamin dan juga antresia ani (tidak memiliki anus)

Adik Geral mengalami banyak kelainan pada jantungnya yang mengalami kebocoran, paru-parunya yang dimilikinya hanya satu, kelainan kelamin dan juga antresia ani (tidak memiliki anus)

———————————————————–

ZIDNI KHOIRI yang masih berusia 5 tahun ini merupakan anak dari Bp. Suhin (38 th) dan Ibu Wigiawati (41 th), beralamatkan di kampung Setu RT 016 RW 004 (tidak ada no rumah) Ciputat Tanggerang Selatan Banten. Zidni terkena luka bakar itu pada 13 November 2014. Saat itu ia tiba-tiba menemukan korek dirumahnya. Kemudian ia bermain-main di kamar. Sang Ayah, Suhin, sedang mengurus adik zidni, Irham. Sang ibu, Wagiawati sedang mengurut tetangga. Kasur dalam kamar yang ditempati oleh zidni adalah kasur busa. Teriakkan Zidni kalah keras dengan suara musik, karena tetangga sedang mengadakan hajatan pernikahan. Tiba-tiba asap hitam menutupi cahaya lampu dan seketika itu pula Pak Suhin terkejut kemudian membuka kamar zidni. Api membakar tubuh zidni dan kasur busa itu. Setelah dipadamkan, zidni dibawah ke RS terdekat. Kemudian dirujuk ke RSUD Tangerang selatan. Namun oleh pihak RSUD dirujuk ke RSUP Fatmawati. Zidni berobat di Fatmawati sudah 3 bulan. Setelah 3 bulan itu zidni masih harus rawat jalan. Zidni mempunyai hutang sebesar Rp. 43.000.000. Karena Jamkesda tangerang selatan tidak bisa mengcover seluruh biaya pengobatan zidni dari total 70 jutaan. Pak suhin yang bekerja sebagai tukang bakso merasa sangat tidak mampu untuk melunasi hutangnya. Biaya kontrakan pun sudah 4 bulan belum dibayar.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,- digunakan untuk biaya operasional kontrol ke RS. Zidni direncakan akan dilakukan operasi cangkok kulit pada punggungnya.
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @nu_maulana@ririn_restu

Adik Zidni terkena luka bakar

Adik Zidni terkena luka bakar

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 14,500,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 537 ROMBONGAN

Rp. 16,973,216,662,-