DEDE KURNIA, 33 tahun. Alamat: Kampung Warga Mekar, RT.3/11, Sukamanah, Pangalengan, Bandung. Pak Dede tak memiliki pekerjaan tetap, apalagi mapan. Bahkan, ia tak punya profesi yang jelas, selain penganguran. Padahal ia sudah memiliki keluarga dengan tanggungan tiga orang. Istrinya, Imas (24), juga tak ada pekerjaan lain selain sebagai ibu rumah tangga. Kehidupan mereka semakin terasa berat ketika Kang Dede, biasa ia dipanggil, jatuh sakit akibat kecelakaan lalu lintas beberapa bulan yang lalu, sedangkan ia tidak memiliki jaminan kesehatan dari Pemerintah untuk mengobati penyakitnya secara tuntas. “Empat bulan lamanya saya menderita penyakit. Kata dokter, ini tetanus . Saya pernah kecelakaan saat mengendarai Cator (becak motor) ketika berjualan sayuran berkeliling kampung. Karena tidak punya biaya dan jaminan kesehatan, saya hanya mengobatinya sekadarnya saja dan saya belum pernah ke rumah sakit,” kata Pak Dede bercerita. Keluarga dhu’afa ini layak kita bantu. Secara ekonomi, keluarga Kang Dede terkategori miskin. Secara medis, penyakit (infeksinya) memerlukan penanganan yang harus serius dan lama. Penyakitnya termasuk membahayakan juga dan sementara itu ia tak memiliki jaminan yang pasti. Alhamdulillah, #SedekahRombongan menyegerakan bantuan awal untuk pak Dede, yang akan digunakan untuk mendaftarkan BPJS agar ia segera dapat berobat ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal : 23 Maret 2014.

Bapak Dede diduga menderita tetanus

Bapak Dede diduga menderita tetanus


———————————————————–

LINDAWATI, 30 tahun, Alamat: Dusun Banjarsari, RT.2/5, Karyamulya, Rambah Samo, Rokan Hulu, Riau. Ibu Linda yang bertubuh mungil ini sedang berobat di RSCM berbekal Jamkesda karna penyakit yang dideritanya mengharuskannya dirujuk ke Jakarta, Ia terkena Fistel Vesicovaginalis. Suaminya: Tupal Siagian (33) adalah seorang Tunanetra yang berprofesi sebagai Tukang Pijit , Menceritakan kesulitan hidupnya selama berobat di Jakarta mereka kehabisan bekal. Tanggungan mereka 1 orang anak yang masih kecil dan Tupal mengharapkan ada bantuan sampai mereka kembali ke Kampung Halamannya bersama istrinya tercinta dengan kesembuhan. Bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk kebutuhan mereka selama berobat di RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 529. Saat ini bu Linda berada di RSSR Jakarta menunggu penjadwalan untuk operasi pertamanya di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal : 23 Maret 2014.

Ibu Lindawati terkena Fistel Vesicovaginalis

Ibu Lindawati terkena Fistel Vesicovaginalis

———————————————————–

KANAH, 33 tahun, Alamat: Kp.Wates RT.7/1, Jayalaksana, Cabang Bungin, Bekasi. Bu Kanah divonis terkena Tumor di matanya saat setelah berobat ke RSUD Cibitung dan RS. Karya Medika Cibitung, Karna keterbatasan alat di kedua RSUD tersebut maka Kanah dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung. Kebingunganpun menambah beban Kanah yang bersuamikan Muhamad Kaji, 39 tahun, yang berprofesi hanya Buruh Serabutan saat melihat Jamkesmasnya terjadi kesalahan data di mana harus mengurus ulang sampai selesai dulu baru mereka bisa ke Bandung. Hidup pas-pasan adalah irama kehidupan mereka dimana masih ada 4 jiwa yaitu anak-anaknya yang harus mereka biayai pendidikannya juga, namun mereka selalu berdoa kepada Tuhan agar selalu diberikan jalan keluar. Bukankah penentu rezeki adalah Tuhan? Alhamdulillah, Kurir #SedekahRombongan membantu mereka mengurus perbaikan Jamkesmasnya dan selesai, hingga mengantarkan bu Kanah ke RS.Cicendo, Bandung. Operasi bu Kanah sudah selesai dilakukan sebelumnya dan saat ini masih terus kontrol ke RS Cicendo untuk memastikan kesembuhannya, Bantuan lanjutan pun disampaikan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 486.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @suharnayana @romli_iyom
Tanggal: 24 Maret 2014.

Ibu Kanah divonis terkena Tumor di matanya

Ibu Kanah divonis terkena Tumor di matanya

———————————————————–

NAMIH NURINDAH, 37 tahun, Wanita yang beralamat di Kp. Rawakeladi RT.02/02, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Nasibnya ternyata tak seindah namanya, Ia menderita Kanker rahim sejak dua tahun yang lalu, akibat yang menyakitkan dirinya yakni sering mengeluarkan darah dari organ vitalnya. Sejak dua bulan ke belakang, darah yang keluar semakin menjadi, atas saran dan bantuan tetangga sekitar bu Namih berobat ke RS di daerah Cikarang, hasil pemeriksaan sementara bu Namih positif menderita kanker rahim yang harus segera diobati dengan jalan operasi.

Bersuamikan Nana Rohana, 40 tahun, yang aktivitas sehari-hari hanya sebagai pedagang kecil – Mereka keluarga prasejahtera dengan tanggungan 4 orang. Selama ini bu Namih tidak pernah berobat serius ke Rumah Sakit karena ketiadaan dana, apalagi bu Namih tak memiliki Jamkesmas. Jadi tak terbayang harus menanggung biaya pengobatan akan kesembuhannya, itulah derita dhuafa Namih yang saat dijenguk #SedekahRombongan kondisinya sedang lemah tak berdaya. #Bantuan lanjurtan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk bu Namih melanjutkan berobat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @romli_iyom
Tanggal: 5 April 2014

Ibu Namih menderita Kanker rahim

Ibu Namih menderita Kanker rahim

———————————————————–

RAHMANSYAH, 5 tahun, Alamat: Blok Nyongat RT.8/6, Desa Sukagumiwang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Ayahnya, Martono (55) berprofesi sebagai buruh tani yang dipekerjakan dengan upah harian. Ibunya, Aisyah (37) adalah ibu rumah tangga. Jumlah tanggungan 3 orang, Sampai usianya 5 tahun kini, ia tak pernah berhenti merasakan penderitaan karena ditimpa sakit yang berat. Saat usia satu tahun ia didiagnosa mengalami hydrocepalus, Berkat pertolongan Allah dan kegigihan ibundanya, penyakit ini bisa terlewati dan dinyatakan sembuh setelah satu tahun ia diterapi. Belum lama ia merasakan kondisi sehat, pada usia 2 tahun ia didiagnosa mengidap TB Tulang Kronik di kaki kanannya. Sampai saat ini tiga tahun sudah orangtuanya mengikhtiarkan kesembuhan bagi anak keduanya ini. RSHS Bandung menjadi runah kedua untuk merawat dan membesarkan Rahmansyah dalam bayang-bayang ancaman penyakit yang melelahkan. Satu minggu sekali dia kontrol bahkan dirawat di RSHS, Kini ia sudah menjalani beberapa kali operasi dan tinggal di RSSR serta mendapatkan dampingan Kurir #SedekahRombongan. Alhamdulillah, Bantuan lanjutan untuk Rahmansyah disampaikan untuk keperluan sehari-hari selama di RSHS setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 513. Rahmansyah masih dirawat di RSHS Bandung untuk menunggu recovery paska operasi penyambungan dan pencabutan penyangga kakinya, Semoga penyembuhannya dimudahkan Allah SWT, Amiin.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda @abahlutung
Tanggal : 25 Maret 2014.

Adik Rahmansyah didiagnosa mengidap TB Tulang Kronik di kaki kanannya

Adik Rahmansyah didiagnosa mengidap TB Tulang Kronik di kaki kanannya

———————————————————–

DHEA RAHAYU (2 thn), Alamat: Jln. Galunggung RT 1/4, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawangsari, Kota Tasikmalaya. Dhea dan ibunya tinggal di rumah neneknya yang sudah terkena penyakit stroke sehingga tidak bisa berjalan. Sungguh malang nasib gadis kecil putri dari pasangan Bobby (27) seorang karyawan swasta dan Fitri (24) ini. Sejak lahir didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus. Berat badannya pun jauh dari bayi normal seusianya karena ia hanya bisa mengkonsumsi susu formula tanpa asupan tambahan. Dhea selalu kesakitan setiap BAB, karena kotoran keluar melalui lubang vaginanya. Bukan hanya itu saja, ia juga terlahir dengan bibir sumbing, beruntung dengan bantuan dari sebuah yayasan pada usia 5 bulan ia mendapakan fasilitas operasi bibir sumbing gratis. Namun penderitaan Dhea tidak selesai sampai di situ, ayahnya sejak 5 bulan yang lalu pergi meninggalkan rumah entah ke mana dan tidak pernah ada komunikasi lagi. Kurir #SR membantu melobby Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk memberikan fasilitas Jamkeskinda yang tadinya hanya mendapatkan 75% menjadi full 100%. Dhea sudah mulai serangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSHS Bandung, alhamdulillah saat ini sudah mendapatkan jadwal operasi. Alhamdulillah, #SR telah memberangkatkan Dik Dhea ke Bandung untuk menjalani operasi pertama tanggal 10 September 2013. Tahap selanjutnya Dik Dhea akan menjalani operasi kedua yang dijadwalkan sekitar 2 bulan lagi, mudah-mudahan prosesnya dimudahlancarkan Allah SWT, amiiin. Dik Dhea tanggal 5 November badannya demam tinggi dan bekas operasi colostominya membengkak. Ia pun segera dibawa ke RSUD Tasikmalaya untuk diperiksa Dokter. Tanggal 7 November kembali Dik Dhea diperiksa Dokter RSUD Tasikmalaya, yang akhirnya merujuknya ke RSHS Bandung. Hari itu juga Dik Dhea diberangkatkan ke RSHS Bandung untuk dirawat Tim Dokter di sana. Setelah mendapatkan perawatan di RSHS, Dik Dhea sekarang kondisinya sudah membaik, dan sudah bisa pulang ke Tasikmalaya, dan selanjutnya akan kembali kontrol ke RSHS untuk cek darah akhir November ini. Awal Februari 2014 ini Dik Dhea akan kembali menjalani pemeriksaan dan kontrol ke RSHS Bandung. Setelah menunggu lebih dari sebulan sejak pemeriksaan terakhir, Dik Dhea akhirnya mendapatkan jadwal operasi dari RSHS, sehingga ia harus berangkat ke Bandung untuk memenuhi jadwal operasinya. Semoga operasi Dik Dhea dimudahlancarkan Allah SWT, setelah proses pemeriksaan dan pengobatan panjang hampir setahun dari mulai pertama didampingi #SR tanggal 22 Mei 2013. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya transportasi dan biaya sehari-hari, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 513.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 25 Maret 2014.

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

———————————————————–

RISKA APRILIANI (2 thn), Kp. Sindang Hurip RT 2/9 Desa Singajaya Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Ayah Dik Riska, Kang Suparman (28) sehar-hari bekerja sebagai buruh serabutan yang penghasilannya tidak tentu. Ibunya Kokom Komala (21) meninggalkan Dik Riska dan Kang Suparman beberapa bulan yang lalu sebelum Dik Riska sakit. Praktis sekarang ia hanya diurus oleh Kang Suparman dan neneknya, mereka berdualah yang mengurus dan menunggui Dik Riska selama dirawat di Rumah Sakit. Dik Riska didiagnosa menderita penyakit abses thorax dx dan sudah 2 kali dioperasi. Selain itu ternyata ia juga menderita penyakit TB kulit, sehingga diprogram pengobatannya untuk selama 6 bulan ke depan. Saat ini ia dirawat untuk menjalani operasi yang ketiga kalinya dengan bantuan fasilitas Jamkesmas, namun kesulitan untuk biaya transport dan bekal selama dirawat karena Kang Suparman selama ini harus menunggui anak tercintanya sehingga tidak bisa bekerja mencari nafkah. Setelah selesai menjalani rawat inap Dik Riska saat ini diharuskan menjalani rawat jalan, setiap 2 minggu sekali di RSUD Tasikmalya yang haraus ia tempuh dari rumahnya yang cukup jauh di daerah Cibalong, di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk transportasi dan biaya operasional Dik Riska dalam menjalani rawat jalan terutama untuk mengobati penyakit TB kulitnya yang dijadwalkan akan selesai dalam waktu 6 bulan, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 523.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 27 Maret 2014

Dik Riska didiagnosa menderita penyakit abses thorax dx

Dik Riska didiagnosa menderita penyakit abses thorax dx

———————————————————–

MUHAMMAD DILLAH MAULANA (4), Kampung Sukasari Girang RT 2/6 Desa Mekarjaya Kecamatan Padakembang Kab Tasik, Ayah Kohar (45), pekerjaan berjualan sendal keliling, Ibu Yani (39) Ibu rumah tangga, tanggungan 3 orang anak. Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya (susp. Rhabdomyosarcoma) sejak ia masih berusia 1 tahun, bermula dari benjolan kecil. Pada saat usianya 1,5 tahun ia pernah diperiksa di RSUD Tasikmalaya dan dirujuk ke RSHS, namun keluarga belum bisa membawanya ke RSHS krn ketiadaan biaya. Mereka berupaya untuk mengobati Dik Dillah dengan pengobatan alternatif, namun penyakitnya tidak kunjung sembuh. Karena mereka tidak mendapatkan fasiitas Jamkesmas, akhirnya mereka mengupayakan untuk mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah daerah Kabupaten Tasikmalaya. Alhamdulillah akhirnya Dik Dillah mendapatkan fasilitas Jamkesda. Saat ini benjolannya semakin membesar dan keluarga Dik Dillah berniat untuk mengobati penyakitnya sampai ia sembuh, namun mereka kesulitan untuk biaya sehari-hari dan transportasinya. Dik Dillah sempat dirawat di RSUD Tasikmalaya selama 2 hari, kemudian dirujuk ke RS Mata Cicendo Bandung. Di sana ia menjalani pemeriksaan selama sehari penuh, dan akhirnya kembali dirujuk ke RSHS Bandung. Saat ini Dik Dillah sedang menjalani serangkaian pemeriksaan di RSHS, terakhir akan dilakukan pemeriksaan di Bagian Kedokteran Nuklir, karena diduga ada kelainan di bagian tulang sekitar kelopak mata Dik Dillah. Untuk sementara tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Bandung. Setelah melakukan pemeriksaan di Bagian Kedokteran Nuklir RSHS, Dik Dillah harus menjalani perawatan di dua Rumah Sakit, yaitu RSHS Bandung dan RS Mata Cicendo Bandung. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga Dik Dillah yang dipergunakan untuk pembelian obat yang tidak dijamin faskes yang dimilikinya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 517.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @abahlutung
Tanggal : 24 Maret 2014.

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya (susp. Rhabdomyosarcoma)

Dik Dillah sudah menderita penyakit Tumor di Kelopak matanya (susp. Rhabdomyosarcoma)

———————————————————–

RAYHAN AHSAN NURHIDAYAT (2 th), Kampung Salamnunggal Kelurahan Parakan Nyasag Kecamatan Indihian Kota Tasikmalaya. Anak dari pasangan Bapak Dayat (44) dan Ibu Yati Mulyati (31) ini terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani). Pak Dayat sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan, atau kadang-kadang kalau sedang tidak ada pekerjaan ia berjualan tahu. Penghasilannya yang tidak menentu membuat keadaan ekonomi keluarganya sulit, apalagi Pak Dayat harus membiayai keempat orang anggota keluarga yang menjadi tanggungannya. Keadaan ekonomi yang sudah sulit dirasakan tambah berat dengan kondisi Dik Rayhan yang memerlukan biaya perawatan yang cukup memperberat kesulitan keluarga mereka. Keluarga Pak Dayat tercatat sebagai penerima fasilitas Jamkeskinda dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, namun hal ini tidak serta merta menjamin pengobatan Dik Rayhan dapat dengan mudah dilakukan, karena pengobatannya harus dirujuk ke RSHS Bandung yang membutuhkan biaya transportasi yang lumayan besar dan cukup memberatkan untuk ukuran keluarga ini. Setelah empat kali melakukan pemeriksaan ke RSHS, mereka hampir menyerah dan nyaris menghentikan pengobatan Dik Rayhan. Setelah hampir 2 bulan didampingi oleh #SedekahRombongan, Bu Yati akhirnya bercerita kalau Dik Rayhan menderita Disorder of Sexual Development (DSD) with ambiguous genitalia atau kelainan perkembangan seksual (Sex Ambiguity). Setelah melakukan beberapa pemeriksaan termasuk test kromosom di RSHS Bandung, Dik Rayhan dinyatakan positif berjenis kelamin laki-laki. Untuk itu sebelum dilakukan tindakan operasi, ia diharuskan mendapatkan suntikan hormon sebanyak 5 kali yang dijadwalkan 1-2 minggu sekali. #SedekahRombongan menyampaikan santunan lanjutan untuk transportasi dan biaya suntik hormon yang tidak dijamin oleh Jamkesda, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 524.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 24 Maret 2014

Adik Rayhan terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani)

Adik Rayhan terlahir dengan kelainan tidak memiliki lubang anus (Atresia Ani)

———————————————————–

HAURA SYUHAROTUL DALFA (2,5), gadis kecil mungil yang beralamat di Kampung Cimacan RT 6/1, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya ini selalu mengenakan jilbab, lucu dan menggemaskan. Siapa nyana Haura, demikian dia biasa dipanggil, semenjak lahir menderita penyakit Hemangomia, Tumor pada pembuluh darah di bagian leher sebelah kanannya. Sejalan dengan pertambahan usia, tumor yang awalnya hanya seperti bercak kecil, yang dianggap orang tuanya hanya tanda lahir, lama kelamaan tambah membesar. Orang tua Haura, Undang Gunawan, 36 tahun, Guru honorer Madrasah dan ibunya Noneng Rustini, 24 tahun, sebenarnya ingin sekali mengobatinya. Namun ketiadaan biaya menghalangi niat mereka, untuk kebutuhan sehari-hari saja mereka cukup sulit. Meskipun memiliki fasilitas Jamkesmas, tetap saja perlu biaya untuk ongkos-ongkos dan bekal selama Haura mendapatkan pengobatan dan saat ini harus kontrol 2 minggu sekali ke RSHS yang harus ia tempuh dari rumahnya di Kabupaten Tasikmalaya. Jadwal operasi dari RSHS Bandung sudah didapat yaitu sekitar 1,5 bulan mendatang. Pemeriksaan Dik Haura memang tergolong panjang karena Tim Dokter harus ekstra hati-hati mengingat posisi tumornya sangat dekat dengan kelenjar ludah, sehingga dikhawatirkan akan terganggu. Selain itu juga ternyata dari hasil pemeriksaan dokter kemudian diketahui bahwa Dik Haura juga menderita kelainan di paru-parunya sehingga sekarang tim dokter RSHS sedang berusaha untuk mengobati paru-parunya terlebih dahulu sebelum Hemangiomanya dioperasi. Saat ini Dik Haura sedang menjalani pengobatan rawat jalan dan check up rutin 2 minggu sekali ke RSHS. “Mudah-mudahan kontrol ke RSHS ini adalah untuk yang terakhir dalam penanganan masalah paru-paru Dik Haura, agar selanjutnya pengobatan fokus ke operasi Hemangioma-nya” ujar Bu Noneng, ibunya Dik Haura. Tanggal 22 Maret 2014 Bu Noneng mendapat kabar dari RSHS bahwa Dik Haura sudah mendapatkan jadwal operasi, sehingga harus segera berangkat ke RSHS. Dengan bantuan #SR Dik Haura pun keesokan harinya berangkat, namun ternyata kondisi kesehatannya sedang tidak baik sehingga operasi Dik Haura diundur 1-2 minggu lagi sampai kondisi kesehatannya membaik. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan kepada Dik Haura untuk biaya operasional dan transportasi ke RSHS, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 517.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 24 Maret 2014

Adik Haura semenjak lahir menderita penyakit Hemangomia

Adik Haura semenjak lahir menderita penyakit Hemangomia

———————————————————–

NUROHMAH (63). Janda tua yang sehari-harinya berkeja sebagai guru ngaji di sebuah madrasah ini terpaksa harus meninggalkan pekerjaan mulianya itu. Sejak setahun terakhir penglihatannya berangsur-angsur buram, asalnya hanya dapat melihat remang-remang sampai akhirnya nyaris tak dapat melihat lagi. “Hanya terlihat seperti bayangan” begitu kata Bu Nenoh ketika dtanya kondisi penglihatannya jika meihat ada orang di depannya. Bu Nenoh saat ini tinggal menumpang di rumah sederhana milik anaknya di Jln Sukalaya III Gg. H. Saadah RT 3/1 Kelurahan Argasari Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Asalnya Bu Nenoh belum memiliki fasilitas jaminan kesehatan baik dari pemerintah pusat maupun Pemkot Tasikmalaya, namun setelah dibantu oleh tim #SedekahRombongan, alhamdulillah sekarang ia sudah mendapatkan faskes Jamkesda dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Puskesmas di wilayah tempat tinggal Bu Nenoh memperkirakan ia menderita Katarak dan diabetes, sehingga kemudian ia dirujuk untuk mendapatkan perawatan lebih intensif di RSUD Kota Tasikmalaya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan untuk membantu meringankan biaya pengobatan Janda tua ini yang akan digunakan sebagai biaya transportasi dan akomodasi ke RSUD Tasikmalaya. Ucapan terima kasih dan do’a untuk para sedekaholics dan Kurir #SR meluncur deras dari mulut Bu Nenoh yang tak dapat menahan perasaan haru saat menerima santunan dari #SR.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 27 Maret 2014

Ibu Nurohmah penglihatannya berangsur-angsur buram

Ibu Nurohmah penglihatannya berangsur-angsur buram

———————————————————–

DEWI SARTIKA, 30 tahun. Alamat Kp. Cibuntu RT.1/2, Desa Cibuntu, Kec. Cibitung, Kabupaten Bekasi. Suami Ibu Dewi Sartika seorang Buruh harian disebuah pabrik di Cibitung dengan tanggungan 3 orang anak. Ibu Dewi Sartika dua minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 17 Maret 2014 telah melahirkan seorang bayi laki-laki di RS Karya Medika Cikarang dengan persalinan normal, tapi sayang berat sang bayi ibu Dewi waktu dilahirkan hanya 1,7 Kg saja, sehingga Dokter menyarankan sang bayi tidak segera dibawa pulang tetapi harus mendapat perawatan intensive beberapa waktu di RS sampai berat sang bayi bisa dinyatakan ideal. Ibu Dewi dan pak Nendi, suaminya, semula sangat keberatan dikarenakan mereka tidak mempunyai biaya perawatan untuk bayinya di RS. Jangankan untuk biaya Perawatan Bayinya di RS, untuk biaya persalinan Ibu Dewi saja, suaminya pak Nendi sudah sangat berat, tapi tidak ada pilihan buat Ibu Dewi dan Suaminya demi keselamatan bayinya apapun akan dia lakukan. Dan dalam kondisi bingung mencari biaya untuk membayar biaya perawatan bayinya, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, Bantuan awalpun disampaikan dan akan dipergunakan untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit dan pembuatan BPJS Kesehatan yang belum dimiliki oleh keluarga ini.

Jumlah Bantuan : Rp 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @suharna_yana
Tanggal : 28 Maret 2014

berat sang bayi ibu Dewi waktu dilahirkan hanya 1,7 Kg saja

berat sang bayi ibu Dewi waktu dilahirkan hanya 1,7 Kg saja

———————————————————–

Karista maulida, umurnya 4 thn , sakit sejak berumur 3 tahun. Aslinya berasal dari morome konda kab konawe sulawesi tenggara.. Di diagnosis tumor otot oleh dokter di sulawesi tenggara. Karena dokter di rs daerah sulteng tidak sanggup kemudian dek karista dirujuk ke surabaya.. Tepatnya di rs dr. Soetomo akhirnya diketahui diagnosis small round cell carcinoma.. Dokter di rs soetomo karista diharuskan utk melakukan kemoterapi sebanyak 8x tapi pada kemoterapi yg ke 5 harus berhenti karena jamkesmas yang selama ini dipakai tdk berlaku lagi.. Beberapa kali keluarga kesulitan untuk mengurusi jamkes yg baru.. Sehingga terhentilah pengobatan dek karista.. Selama pengobatan di surabaya, karista tinggal di rumah saudara neneknya di desa singkul, kec karang tawar, Lamongan.. Kami membawa dek karista ke malang untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya.. Alhamdulillah kemoterapi sampai seri kedelapan sudah dilalui sesuai protokol kemo yang sudah diterbitkan oleh dokter.. Pasca kemo selesai dek karista diharuskan melakukan CT scan setelah dilakukan CT scan dokter menambah kemo karista menjadi 3x lagi.. Saat ini karista sudah selesai melakukan melakukan kemoterapi tambah dan dokter menyarankan untuk melakukan MRI.. MRI sudah dilakukan dan tindakan selanjutnya adalah dengan cara operasi.. Operasi pengambilan sisa tumor dilakukan tanggal 28 november 2013.. Dan setelah operasi dek karista diharuskan melakukan kemoterapi 13x dg protokol baru.. Saat ini dek karista baru selesai melakukan kemoterapi kesebelas dengan protokol baru.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya RS dn obat kemo kesebelas serta uang saku selama di malang

Jumlah Bantuan : Rp.2.708.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @DiasCPrasetya @annas_fuadi
Tanggal : 6/4/2014

Adik Karista didiagnosis tumor otot

Adik Karista didiagnosis tumor otot

———————————————————–

Wati Fatimah usia 19thn alamat dusun sumber canting RT 14 RW 01 desa botolinggo kab.Bondowoso.Sejak 4 thn yang lalu Wati merasakan sakit yang luar biasa pada saat datang bulan, ayahnya yang bekerja sebagai buruh harian lepas kebun kopi milik PTPN hanya memeriksakan anaknya di puskesmas setempat & hanya diberi resep obat pereda nyeri.3 tahun terakhir Wati sudah tidak mengalami datang bulan dikarenakan ada penyumbatan pada tube palupi nya.. Kami membawa wati ke malang untk mlalukan pngobatan.. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi secepatny Dan tanggal 23 desember ini wati melakukan operasi prtama (operasi pembersihan).. Dan tanggal 24 desember operasi kedua (operasi pembuatan saluran yg tersumbat di tube palupi) dilakukan.. Pertengahan bulan februari 2014 saat wati berada dirumahnya dikawasan pegunungan kawah ijen – bondowoso.. saluran yang baru dibuat tersumbat lagi,dek wati merasakan kesakitan yang luar biasa d bagian perut.. Dn kami membawa wati untuk melakukan pemeriksaan lagi.. Setelah dilakukan pemeriksaan ulang dek wati diharuskan melakukan operasi.. Dan saat ini wati berada di RSSA untuk melakukan operasi pembuatan saluran ulang.. Tanggal 23 maret 2014 wati melalukan operasi ulang.. Operasi pembersihan pada saluran tube valupi dan pemasangan selang.. Seminggu kemudian dek wati melakukan operasi kembali karena di dalam rahimnya terdapat kelainan.. Proses pemulihan pasca operasipun telah dilakukan.. Saat ini dek wati berada di malang untuk menunggu jadwal kontrol pasca operasi.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya operasi, biaya RS dan obat..

Jumlah Bantuan : Rp.18.530.900,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @DiasCPrasetya
Tanggal : 5/4/2014

Wati sudah tidak mengalami datang bulan dikarenakan ada penyumbatan pada tube palupi nya

Wati sudah tidak mengalami datang bulan dikarenakan ada penyumbatan pada tube palupi nya

———————————————————–

Dek Fitri, (10 th) adalah putri dari pasangan ibu Wartini dan pak Suroyo. Keluarga ini tinggal di Kuwangen Lor Rt 07 Rw 42, Pacarejo, Semanu Gunung Kidul. Dek Fitri menderita lumpuh akibat kecelakan dan mengalami pergeseran tulang ekor sekitar 4 tahun yang lalu. Dek Fitri ini adalah seorang anak yatim karena ayahnya meninggal saat kecelakaan beberapa waktu silam. Saat ini tinggal bersama ibu yang juga masih menanggung biaya hidup dan sekolah kakaknya yang masih duduk di kelas 6 SD. Sehari-hari bu wartini bekerja mencari nafkah sebagai penjual camilan yang dititipkan kewarung warung di sekitar rumahnya. Bantuan ini digunakan untuk meringankan beban yang dialami keluarga dek Fitri.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 7 April 2014

Dek Fitri menderita lumpuh akibat kecelakan dan mengalami pergeseran tulang ekor

Dek Fitri menderita lumpuh akibat kecelakan dan mengalami pergeseran tulang ekor

———————————————————–

Dek Erinda Afikah (5 bulan) adalah putri terakhir dari bapak Ariyono dan ibu Wagirah yang bekerja membuka bengkel dan warung di rumahnya.Keluarga ini beralamat di Pangen Juru Tengah RT 02 RW 1 Purworejo. Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir. Sejak umurnya masih 2 bulan, kami mendampingi pengobatan dek Erinda di RS Sardjito. Setiap bulan, dek Erinda kontrol dengan dokter untuk melihat perkembangan matanya.Bantuan ini digunakan untuk biaya pemeriksaan dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @tya_nurulendah
Tanggal : 3 April 2014

Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir

Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir

———————————————————–

Bu Tabarok (47), warga Desa Karangsari Kecamatan Boja Kabupaten Pekalongan, adalah seorang jandan yang hidup seorang diri di rumah tuanya.Sejak ditinggal suaminya (Alm. Samuri) lima tahun silam, sehari-harinya beliau menjajakan “chiki-chiki” (snack-red) di depan MI dan TK di dekat rumah beliau. Beliau mengaku rata-rata setiap harinya memperoleh untung lima ribu rupiah. Uang tersebut beliau gunakan untuk membeli makan setiap hari. Sebenarnya beliau memiliki seorang putra, Rizkiyanto (15), yang kini duduk di bangku SMA.Akan tetapi karena khawatir tidak mampu merawat dan membiayai pendidikan anaknya, Bu Tabarok dan suaminya yang seorang tukang becak memutuskan untuk menyerahkan putranya kepada keponakannya (Rondiyah) sejak putranya berumur 50 hari.Akhir tahun 2012 lalu, beliau sering terjatuh tiba-tiba dan mengalami nyeri di perut.Setelah mencoba berobat ke seorang tukang pijat, beliau dinyatakan terkena “usus kraket” (usus lengket-red).Karena dukun tersebut tidak mampu mengobati, akhirnya beliau memutuskan untuk memeriksakan penyakitnya ke RSUD Kota Pekalongan.Hasil diagnosa dokter menyatakan beliau terkena typus, sehingga dokter hanya memberinya obat.Setelah pengobatan typus selesai, beliau tidak merasa kondisi sakitnya tak juga membaik.Atas saran tetangganya, pada awal 2013 beliau pergi ke dokter praktek yang dinilai memiliki peralatan yang cukup lengkap.Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa beliau menderita kista ovarium.Dokter menyarankan untuk segera dilakukan tindakan operasi.Akan tetapi, karena ketiadaan biaya, beliau membiarkan penyakit tersebut bersarang di tubuhnya.Hingga pada akhir 2013, perut beliau sudah menbuncit dan terlihat seperti wanita hamil yang kontras dengan tubuhnya yang sangat kurus.Pembesaran perut pada kista ovarium disebabkan karena adanya cairan yang terdapat pada jaringan ovarium, dan terus bertumbuh. Pada akhir tahun 2013 beliau bertemu dengan tim Sedekah Rombongan Sejak saat itu hingga sekarang, Bu Tabarok masih dalam dampingan Sedekah Rombongan. Beliau harus menjalani serangkaian pengobatan dan tindakan sebelum operasi dilakukan. Bantuan ini digunakan untuk biaya akomodasi selama di RS.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @windriani
Tanggal : 3 April 2014

Ibu Tabarok menderita kista ovarium

Ibu Tabarok menderita kista ovarium

———————————————————–

Mbah Giyem, alamat Srunggo 2 RT 1, Imogiri. Beliau sakit tumor kandungan dan pernah dioperasi 2 tahun yang lalu.Akan tetapi setahun setelah operasi masih terdapat keluhan lagi dengan perutnya dan kembali membesar. Mbah Giyem kami bawa ke RS dan sekarang dalam proses pengembalian kondisi fisik sebelum menjalani tindakan lanjutan sampai Mbah Giyem sembuh nanti kami akan mendampingi. Dan bantuan ini adalah untuk pembelian obat dan biaya kontrol.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @windriani
Tanggal : 11 April 2014

Mbah Giyem sakit tumor kandungan

Mbah Giyem sakit tumor kandungan

———————————————————–

Bu Suminah (60) adalah warga Desa Kalibawang Kulonprogo.Sejak ditinggal suaminya (alm.Moh.Zamroni) 20 tahun lalu, bu Minah bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya.Pada tahun 2006 lalu, bu Minah mendapati benjolan kecil di lehernya.Merasa hanya benjolan biasa, beliau membawanya ke pengobatan alternatif.Akan tetapi, pengobatan tersebut tidak memberi perubahan yang berarti.Alhasil, benjolan tersebut semakin membengkak.Melalui pemeriksaan di RSUD Wates, benjolan tersebut didiagnosa sebagai pembengkakan kelenjar getah bening.Dokter mengharuskan beliau untuk menjalani operasi.Akan tetapi karena ketiadaan biaya dan tidak adanya jamkes, beliau memutuskan untuk menghentikan pengobatan.Di tahun 2012 benjolan tersebut sudah semakin membesar dan menyulitkan aktifitas beliau.Melalui pemeriksaan di RSUP Dr.Sardjito, benjolan tersebut dinyatakan telah berkembang menjadi tumor jinak sehingga harus segera dilakukan operasi pengangkatan tumor.Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, beliau memutuskan untuk menunda tindakan operasi tersebut.Hingga pada awal tahun 2013, beliau bertemu dengan sedekah rombongan.Saat ini, bu Minah masih dalam dampingan #sedekahrombongan dan beliau harus menjalani serangkaian pengobatan sebelum operasi pengangkatan tumor dilakukan.Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @fahmiSQ
Tanggal :11 April 2014

Ibu Suminah didiagnosa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening

Ibu Suminah didiagnosa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening

———————————————————–

Mbak Jemiyem, 24 tahun warga Girinyono, Rt 43 Rw 22 Sendangsari, Pengasih, KulonProgo, Jogjakarta ini sudah 2 tahun mengalami patah tulang di bagian lutut karena kecelakaan kerja yang cukup parah sampai mengakibatkan pendarahan. Semula dianggap biasa ketika diperiksakan ke dokter dan diindikasikan ada bakal tumor di lututnya.. Kami bertemu mbak Jemiyem dan mendampingi selama pengobatan. Mbak Jemiyem telah menjalani operasi pengambilan pen dan biopsi bakal tumor yang dideritanya. Dua opsi yang disarankan oleh dokter adalah opsi pertama adalah amputasi dan yang kedua adalah transplantasi lutut untuk membuatnya bisa berjalan normal dan membersihkan bakal tumornya. Opsi kedua dipilih untuk ikhtiar pengobatannya yang kemudian kami bawa mbak Jemiyem ke surabaya untuk pengobatan lanjutan. Pemeriksaan lengkap pun sudah dilakukan. Dan tanggal 17 November 2013 mbak Jemiyem dioperasi. Operasi dilakukan hampir 10 jam. Alhamdulillah operasi yang dilakukan lancar dan saat ini mbak jemiyem masih pemulihan kondisi pasca operasi dilakukan.. Tanggal 04 Desember 2013 mbak jemiyem diperbolehkan pulang oleh dokter. Saat ini mbak Jemiyem sudah beraktifitas seperti biasa di rumah dan hanya menjalankan kontrol rutin. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol dan pembelian obat.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @windriani
Tanggal :11 April 2014

Mbak Jemiyem mengalami patah tulang di bagian lutut karena kecelakaan kerja

Mbak Jemiyem mengalami patah tulang di bagian lutut karena kecelakaan kerja

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 33,738,900,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 535 ROMBONGAN

Rp. 16,933,633,584,-