Ibu yuliani ( 38 tahun ) ini hidup bersama rizki anak semata wayangnya , alamat di jendi RT04/V, selogiri, wonogiri membutuhkan bantuan dalam mencukupi kebutuhan hidupnya sehari – hari, serta pengobatan anaknya yang lemah jantung. hidupnya hanya mengandalkan hasil dari buruh sebagai buruh petani, yang tidak setiap saat pekerjaan itu di dapatnya. memang banyak masyarakat seperti beliau, di saat satu sisi terjadi ketimpangan sosial, banyak orang kaya dan ada juga yang hidupnya miskin. hidup adalah perjuangan, hidup bisa juga adalah takdir. namun ketika saat ini kita diberi kemampuan untuk berbagi, kenapa tidak ? walaupun mungkin bisa saja seperti ibu….harus bersusah payah mendapatkan uang hanya sekedar untuk makan serta mengobatkan anaknya, sedangkan kita dengan mudahnya menghambur – hamburkan uang untuk hal yang kurang bermanfaat. kita mencoba membantu, walau mungkin tidak seberapa ketika bantuan ini dibandingkan dengan kebutuhannya selama hidupnya nanti, akan tetapi paling tidak hal ini bisa memberikan manfaat yang nyata untuk kehidupannya, untuk sekedar bisa tersenyum dan bisa mencukupi kebutuhan pangan dalam kesehariannya. semoga semakin banyak para sedekaholics yang berkenan membantu, bersama – sama dengan sedekah rombongan, berbagi untuk meringankan beban hidup seperti beliau. masih banyak sekali di sekitar kita yang seperti itu.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
diberikan tanggal 19 Desember 2013,
kurir @saptuari via @yuli @mawanhananto. Semoga ALLAH SWT membaikkkan. Aamiin.

Ibu Yuliani bersama putranya rizki penderita lemah jantung

Ibu Yuliani bersama putranya rizki penderita lemah jantung


———————————————————–

Mbah Parni ( 72 tahun ) saat ini sebatang kara sejak di tinggal meninggal suaminya 3 bulan yang lalu. Sejak menikah dengan bapak Supar dan kemudian membuat rumah apa adanya di pungsari, ds. Jatimarto, Wonogiri ini mengharapkan bisa mewujudkan apa yang mereka impikan. Namun apa daya, takdir berkata lain. Bayangkan, saat kedua orang tuamu mungkin merasakan hal yang sama, apakah anda saat ini bisa seperti yang anda rasakan sekarang ? Inilah moment untuk mencoba menjadi bagian dari hidup orang – orang miskin itu, menjadi bagian dari senyum atas apa yang sudah kita berikan, atas apa yang ALLAH titipkan kepada kita dan kita menjaga amanah itu untuk kita berbagi, membaikkan dan sedikit memberikan kesejukan bagi jiwa yang menatap sebuah jalan harapan. Sejatinya, anda yang ringan berbagi, pasti merasa berbeda dalam tiap hirup nafas anda saat ini. Bantuan ini semoga memberikan kebaikan bagi mereka, membuat tersenyum dan kemudian membayangkan dalam doanya anda ada dalam tiap langkah kebaikan yang mereka capai. Semoga ALLAH selalu memberikan berkah dan kesejukan hati bagi para sedekaholics yang bersama sedekah rombongan untuk tetap bergerak bersama !! Move..itu sadja !!

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Bantuan di berikan tanggal 25 Januari 2014
kurir @saptuari via @mawanhananto

Mbah Parni tinggal sebatang kara

Mbah Parni tinggal sebatang kara

———————————————————–

SANIYAH, 43 tahun. Adalah seorang janda dhuafa dengan tanggungan 3 anak adalah warga Jl Cideng Raya RT. 08/02 Kec. Kertawangun, Kab. Cirebon, Jawa Barat. Sudah 4 tahun ini menderita sakit dengan diagnosis Tumor Tulang, gejala awal sakit dialami oleh ibu Saniyah saat ia masih berjualan bakso keliling dan bu Saniyah mengalami musibah, gerobak yang didorongnya terbalik dan menimpa dirinya, rasa sakit pada pinggul kanannya ternyata membawa derita panjang, pasca musibah itu pinggul kanannya mengalami pembengkakan, pengobatan pertama dilakukan dengan urut tradisional, namun bengkak pada pinggulnya semakin hari semakin membesar. Ibu Saniyah akhirnya berobat dan rawat inap di RS. Pelabuhan Cirebon, dari hasil diagnosa dokter, bu Saniyah terkena tumor tulang, pengobatan lanjutannnya kemudian dirujuk ke RSUD Arjawinangun, Cirebon dan kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Berobat dengan fasilitas Jamkesmas sangat membantu ibu Saniyah, namun biaya sehari-hari selama berobat ke RSHS Bandung sangat memberatkannya, apalagi bu Saniyah masih harus membiayai ke 3 orang anaknya dan pengobatannyapun tidak dilanjutkan. Saat Kurirt #SedekahRombongan menjumpainya, kondisi bu Saniyah sudah sangat mengkhawatirkan, tulang pinggulnya sudah berlubang dan mengeluarkan darah dan nanah, kehidupan janda dhuafa dan ke 3 anaknya ini hidup dari bantuan warga sekitarnya, selama sakit bu Saniyah praktis sudah tidak bisa berdagang lagi, Alhamdulillah #SedekahRombongan sudah menyalurkan bantuan untuk bu Saniyah, bantuan ini digunakan untuk biaya membeli diapers, kain kassa yang memang sangat dibutuhkannya.

Jumlah bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis
Tanggal : 6 April 2014.

Ibu Saniyah didiagnosis Tumor Tulang

Ibu Saniyah didiagnosis Tumor Tulang

———————————————————–

NASYWAH SYIFA AL THAFUNNISA, (2 tahun), Putri pertama dari pasutri bapak Faisal Makroji (29) dan ibu Oom (26) ini sejak dilahirkan sudah mempunyai kelainan pada bokongnya, ada daging tumbuh (Tumor) yang makin hari makin membesar. Keluarga ini tinggal di Desa Surakarta RT.1/6, Kec. Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pak Makroji, ayah 2 orang anak ini sehari-harinya bekerja sebagai guru honor di kampungnya, penghasilan yang minim sesuai dengan jam mengajar yang didapatinya belum mampu membawa Nasywah Syifa Al Thafunnisa menjalani pengobatannya untuk sembuh. Hingga kebingungan mereka Alhamdulillah sedikit terbantu saat keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan, Operasi pertama pengangkatan tumor Nasywah saat usianya 1,5 tahun dilakukan di RS JIH, sukses angkat tumornya, Namun saat ini tumor dengan diagnosis Meningomyolocele ini kembali tumbuh dan mulai membesar. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk pengurusan BPJS agar pengobatannya terus dapat terbiayai.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis
Tanggal : 6 April 2014.

Adik Nasywah menderita penyakit tumor

Adik Nasywah menderita penyakit tumor

———————————————————–

AGUSTINI, 32 tahun, Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Suami: Nurman, 35 tahun, Profesi Nelayan. Riwayat penyakit sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya operasional dan makan sehari-hari mereka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 529. Alhamdulillah operasi pertama rekontruksi wajah bu Agustini sudah dilakukan dan pasca operasi bu Agustini masih terus lakukan kontrol rutin di poli bedah untuk dipantau perkembangan kesehatannya oleh team dokter RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal: 4 April 2014

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Berbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery pasca operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan makan sehari-hari Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 529. Kondisi saat ini Yudistira stabil dan menunjukan perkembangan yang membaik namun jadwal untuk therapi dan kontrol rutinnya memamg masih membutuhkan waktu yang panjang.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu @endangnumik
Tanggal: 4 April 2014

Adik Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Adik Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

———————————————————–

ELMA TIANA, 7 tahun, Alamat: Lingkungan VII, RT.2/2, Bukit Kemuning, Lampung Utara. Ayah: Abadi, 50 tahun dan Ibu: Mariana, 42 tahun. Elma saat ini berada dalam perawatan jalan di RSCM Jakarta, Karna mengalami jantung bocor – Elma juga lumpuh kedua kakinya. Dirujuk dari RS Abdul Muluk Lampung berbekal Jamkesmas, Kedua Orangtua Elma berihtiar melewati jarak yang begitu jauh dilalui dari rumahnya. Pengorbanan waktu dan tenaga demi ihtiar kesebuhan Elma tercinta, Walau mereka hidup dalam kesulitan – Abadi hanya seorang Buruh Tani dan masih menanggung 5 orang anaknya yang saat ini ditinggalkan. #SedekahRombongan ikut meringankan beban mereka dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan selama di Jakarta setelah sebelumnya masuk bantuan di Rombongan 529. Alhamdulillah gift di paha kanan pasca operasi pada panggul kakinya sudah dibuka dan Elma sudah bisa berjalan dan sudah diperbolehkan pulang untuk sementara. kontrol kembali 3 bulan kedepan yang akan dilanjut pada tindakan operasi besar jantungnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 4 April 2014

Adik Elma mengalami jantung bocor

Adik Elma mengalami jantung bocor

———————————————————–

RICA YUNITA, 24 tahun. Alamat: Perum Yeyes RT.3/8, Kenali Besar, Kota Baru, Jambi. Sejak usia 10 tahun menderita Tumor Pembuluh Darah, diawali benjolan kecil yang tumbuh di lehernya dan semakin membesar. Gejala awal sering dialami Yunita dengan demam dan rasa nyeri pada benjolan tersebut, Operasi pertama dilakukan di RS.Lubuk Linggau, Palembang saat ia masih kelas 4 SD. 2 tahun kemudian operasi kedua namun tumor itu belum juga musnah bahkan makin membesar, begitu juga dengan operasi ke 3 hingga ke 4 namun paska operasi tumornya belum juga sembuh. Rumah orangtuanya hingga habis terjual demi ihtiar pengobatan Yunita yang tak juga kunjung sembuh, sakit ia rasakan seperti ditusuk-tusuk jarum disertai dengan demam sering dirasakan. Agustus 2013 ia berobat kembali ke RSUD Mataher, Jambi hingga mendapat rujukan untuk dirawat jalan di RSCM Jakarta, diagnosanya ia terkena Limfangioma dan harus rawat jalan yang cukup memakan waktu serta jauh dari rumahnya di seberang pulau. Datang ke Jakarta berbekal seadanya dan harus beradaptasi dengan kondisi ibukota, hingga ia kehabisan dana dan tidur di emperan/selasar RSCM karna tak bisa mengontrak rumah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan Tuhan – Bantuan lanjutanpun disampaikan setelah sebelumnya masuk di Rombongan 529 dan kini Rica Yunita sudah berada di RSSR Jakarta, Operasi Tumornya telah berhasil dilaksanakan, dan Alhamdulillah perkembangan pasca operasi Rica Yunita mengarah pada kesembuhannya, tinggal 2 kali kontrol dan therapi lagi Rica Yunita sudah bisa diperbolehkan pulang oleh team dokter RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 4 April 2014.

Ibu Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

Ibu Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

———————————————————–

AHMAD SIDIK, 40 tahun. Pak Ahmad Sidik tidak mempunyai pekerjaan tetap dan isterinya, Ibu Nurhayati, 36 tahun usianya, bekerja membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan berjualan kue kecil-kecilan di rumah kontrakannya yang beralamat di Perum Alam Pesona Wanajaya Blok E25/32 Rt.001/18 Ds. Wanajaya, Kec. Cibitung – Bekasi. Sehari-hari Bapak Sidik dan Nurhayati berdagang kue di rumahnya walaupun untungnya hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tetapi keduanya tetap sabar menjalaninya, tapi semenjak Bapak Sidik menderita positif DBD dan harus dirujuk untuk mendapat perawatan yang lebih intensive di RumahSakit. Isterinya sangat sedih dan bingung karena tidak mempunya biaya untuk membayar biaya perawatan di RS. Tapi bagaimana juga akhirnya dengan sangat terpaksa Bapak Sidik dibawa dan dirawat di RS. Mekar Sari Bekasi pada tanggal 31 Maret 2014 sehingga kedua suami isteri yang sampai saat ini belum dikaruniai anak ini sementara tidak dapat berjualan kue lagi dan otomatis tidak ada penghasilan dan pemasukan untuk kebutuhan mereka, apa lagi sekarang bapak Sidik sakit dan harus dirawat inap, sehingga modal untuk berdagang kue juga habis karna digunakan untuk ihtiar akan kesembuhannya, Keluarga ini belum memiliki Jaminan Kesehatan. Sungguh beban keluarga ini semakin berat dan terpuruk. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini dan ikut merasakan derita mereka, Bantuan awal disampaikan untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit dan pembuatan BPJS Kesehatan yang belum dimiliki oleh keluarga ini. Semoga ihtiar Bapak Sidik mendapat kemudahan dan kesembuhan sehingga dapat kembali beraktifitas seperti sedia kala.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @suharna.yana
Tanggal : 2 Maret 2014

Bapak Sidik menderita positif DBD

Bapak Sidik menderita positif DBD

———————————————————–

DHEA RAHAYU (2 thn), Alamat: Jln. Galunggung RT 1/4, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawangsari, Kota Tasikmalaya. Dhea dan ibunya tinggal di rumah neneknya yang sudah terkena penyakit stroke sehingga tidak bisa berjalan. Sungguh malang nasib gadis kecil putri dari pasangan Bobby (27) seorang karyawan swasta dan Fitri (24) ini. Sejak lahir didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus. Berat badannya pun jauh dari bayi normal seusianya karena ia hanya bisa mengkonsumsi susu formula tanpa asupan tambahan. Dhea selalu kesakitan setiap BAB, karena kotoran keluar melalui lubang vaginanya. Bukan hanya itu saja, ia juga terlahir dengan bibir sumbing, beruntung dengan bantuan dari sebuah yayasan pada usia 5 bulan ia mendapakan fasilitas operasi bibir sumbing gratis. Namun penderitaan Dhea tidak selesai sampai di situ, ayahnya sejak 5 bulan yang lalu pergi meninggalkan rumah entah ke mana dan tidak pernah ada komunikasi lagi. Kurir #SR membantu melobby Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk memberikan fasilitas Jamkeskinda yang tadinya hanya mendapatkan 75% menjadi full 100%. Dhea sudah mulai serangkaian pemeriksaan dan pengobatan di RSHS Bandung, alhamdulillah saat ini sudah mendapatkan jadwal operasi. Alhamdulillah, #SR telah memberangkatkan Dik Dhea ke Bandung untuk menjalani operasi pertama tanggal 10 September 2013. Tahap selanjutnya Dik Dhea akan menjalani operasi kedua yang dijadwalkan sekitar 2 bulan lagi, mudah-mudahan prosesnya dimudahlancarkan Allah SWT, amiiin. Dik Dhea tanggal 5 November badannya demam tinggi dan bekas operasi colostominya membengkak. Ia pun segera dibawa ke RSUD Tasikmalaya untuk diperiksa Dokter. Tanggal 7 November kembali Dik Dhea diperiksa Dokter RSUD Tasikmalaya, yang akhirnya merujuknya ke RSHS Bandung. Hari itu juga Dik Dhea diberangkatkan ke RSHS Bandung untuk dirawat Tim Dokter di sana. Setelah mendapatkan perawatan di RSHS, Dik Dhea sekarang kondisinya sudah membaik, dan sudah bisa pulang ke Tasikmalaya, dan selanjutnya akan kembali kontrol ke RSHS untuk cek darah akhir November ini. Awal Februari 2014 ini Dik Dhea akan kembali menjalani pemeriksaan dan kontrol ke RSHS Bandung. Setelah menunggu lebih dari sebulan sejak pemeriksaan terakhir, Dik Dhea akhirnya mendapatkan jadwal operasi dari RSHS, sehingga ia harus berangkat ke Bandung untuk memenuhi jadwal operasinya. Semoga operasi Dik Dhea dimudahlancarkan Allah SWT, setelah proses pemeriksaan dan pengobatan panjang hampir setahun dari mulai pertama didampingi #SR tanggal 22 Mei 2013. Tanggal 2 April akhirnya Dik Dhea menjalani operasi kedua berupa pembuatan lubang anus. Operasi yang berlangsung selama hampir 6 jam dari pukul 13.30 sampai 19.00 berhasil dengan lancar dan sekarang ia masih dirawat di RSHS untuk proses pemulihan pasca operasi. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan untuk membantu biaya biaya sehari-hari, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 513.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 3 April 2014.

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

Adik Dhea didiagnosa anamnesa BAB kostra di depan, fistula rectovaginalis, tidak punya anus

———————————————————–

ISTI BTI YAHDI. (41). Kp Citapen RT. 4/7, Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Bu Iis adalah istri dari Pak Sidin (69) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan memiliki tanggungan 5 orang. Ia sudah hampir 3 tahun menderita benjolan di bagian payudaranya, namun karena ketiadaan biaya, kekurangtahuan dan takut memeriksakan diri ke dokter, ia pun hanya berobat menggunakan obat-obatan kampung saja. Kader bidan desa dan kecamatan di wilayah tempat tinggal Bu Iis sudah berkali-kali menyarankan agar Bu Iis segera diobati ke RSUD, namun Bu Iis dan keluarganya tetap ingin berusaha mengobatinya dengan obat-obatan tradisional, mereka khawatir tidak memiliki biaya untuk berobat secara medis. Tumornya kian hari kian membesar, dan Bu Iis pun tak tahan lagi merasakan sakit yang terus menerus ia rasakan. Akhirnya ia mendatangi bidan desa dan meminta tolong untuk difasilitasi berobat ke RSUD Tasikmalaya. Dengan berbekal fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya, bidan dan dokter Puskesmas membantu membawa Bu Iis ke RSUD Tasikmalaya, sedangkan untuk biaya transportasi dan operasional, mereka bekerja sama dengan #SedekahRombongan, mengingat untuk rujukan ke poliklinik RSUD, Jamkesmas yang sekarang dialihkan menjadi BPJS tidak mengcover biaya untuk transportasinya. Bu Iis pun menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kota Tasikmalaya, dan hasil diagnosa tim Dokter menunjukkan bahwa diperkirakan ia menderita CA Mamae Dextra. Namun karena belum mendapatkan ruangan, Bu Iis kembali lagi ke rumahnya dan dijadwalkan untuk kontrol dan menjalani rawat inap untuk persiapan operasi 2 minggu mendatang. Tanggal 2 April 2014 Bu Iis mendapatkan panggilan dari pihak RSUD Tasikmalaya untuk menjalani pengangkatan tumornya. #SedekahRombongan membantu biaya operasional transportasi Bu Iis ke RSUD Tasikmalaya dari rumahnya yang cukup jauh di daerah Tasikmalaya Selatan. Besoknya tanggal 3 April 2014 tumor yang menggelayutinya bertahun-tahun itu berhasil diangkat tim dokter RSUD Tasikmalaya. Bu Iis dan keluarga mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan juga terima kasih yang tak terhingga kepada tim #SR. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan biaya transportasi dan operasional untuk kelancaran operasi pengangkatan tumor Bu Iis di RSUD Tasikmalaya, setelah sebelumnya masuk di Rombongan 527.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 2 April 2013.

Ibu Isti, tumor yang menggelayutinya bertahun-tahun itu berhasil diangkat

Ibu Isti, tumor yang menggelayutinya bertahun-tahun itu berhasil diangkat

———————————————————–

NAMIH NURINDAH, 37 tahun, Wanita yang beralamat di Kp. Rawakeladi RT.02/02, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Nasibnya ternyata tak seindah namanya, Ia menderita Kanker rahim sejak dua tahun yang lalu, akibat yang menyakitkan dirinya yakni sering mengeluarkan darah dari organ vitalnya. Sejak dua bulan ke belakang, darah yang keluar semakin menjadi, atas saran dan bantuan tetangga sekitar bu Namih berobat ke RS di daerah Cikarang, hasil pemeriksaan sementara bu Namih positif menderita kanker rahim yang harus segera diobati dengan jalan operasi. Bersuamikan Nana Rohana, 40 tahun, yang aktivitas sehari-hari hanya sebagai pedagang kecil – Mereka keluarga prasejahtera dengan tanggungan 4 orang. Selama ini bu Namih tidak pernah berobat serius ke Rumah Sakit karena ketiadaan dana, apalagi bu Namih tak memiliki Jamkesmas. Jadi tak terbayang harus menanggung biaya pengobatan akan kesembuhannya, itulah derita dhuafa Namih yang saat dijenguk #SedekahRombongan kondisinya sedang lemah tak berdaya. #Bantuan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk bu Namih melanjutkan berobat.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @romli_iyom
Tanggal: 5 April 2014

Ibu Namih menderita Kanker rahim

Ibu Namih menderita Kanker rahim

———————————————————–

M. ABDUL JABBAR, 5 tahun, Kp. Pulotanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Semenjak lahir jenis kelaminnya tidak jelas, Saat usia 1 tahun baru terlihat ada kelamin laki-laki dan itupun kecil dan pertumbuhannya menempel di kantung air kemih. Masalah yang dialami anak dari pasangan Rosyid (28) dan Inah Sri H (26) ini saat buang air kecil tidak bisa lewat kelamin laki-lakinya, melainkan lewat lubang yang timbul di sekitar kantung kemihnya. Jika sedang bermain dengan teman sebayanya kemudian ingin buang air kecil, maka Abdul, panggilan M. Abdul Jabbar harus pulang karena malu dengan teman-temannya yang lain. Keluarga yang kepala keluarganya berpenghasilan sebagai buruh tani dan sang Ibu yang seorang Ibu Rumah Tangga, hanya bisa pasrah karena tiada dana untuk berobat. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk M. Abdul Jabbar dalam rangka membantu pengobatan kelainan yang dideritanya, bantuan lanjutan saat ini masih dipergunakan untuk therapy pembesaran kelaminnya yang harus teru dilaksakan beberapa kali, Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 527.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 5 April 2014.

Adik Abdul Jabbar semenjak lahir jenis kelaminnya tidak jelas

Adik Abdul Jabbar semenjak lahir jenis kelaminnya tidak jelas

———————————————————–

KARNO, 54 tahun. Warga Jl. Cideng Indah Blok SLH Keblik RT.9/2, Desa Kertawinangun, Kab. Cirebon, Jawa Barat. Hanya bisa berbaring saja, tangan dan sebagian tubuhnya kaku. Pak Karno yang seorang pekerja di Balai Desa kini juga sudah tidak dapat bicara lagi sejak ia terserang Stroke. Ibu Kusniati, 54 tahun, istrinya yang sudah mengkaruniai 4 orang anak tetap setia merawat paK Karno. Sudah 4 tahun ini pak Karno terserang Stroke dan menahan derita yang tak kunung reda, pengobatan dan terapi pernah dilakukannya di RSUD Gunung Jati Cirebon, namun karna kendala biaya pengobatannyapun tidak dilanjutkan hingga saat ini ia belum sembuh. Alhamdulillah #Sedekah Rombongan bisa menjumpai keluarga ini dan ikut merasakan derita mereka, bantuan untuk biaya transportasi dan berobatpun disampaikan.

Jumlah bantuan : Rp. 500.000 ,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik @harji_anis
Tanggal : 6 April 2014.

pak Karno terserang Stroke

pak Karno terserang Stroke

———————————————————–

Aina Nur Salsabila, 9 Tahun Prawirodirjan GM II No 818 RT. 57/RW 17, gondomanan, Yogyakarta Aina anak pertama dari Pak Roni da Ibu Nena awalnya Februari 2014 menderita panas dan berobat ke RS Hidayatullah dan RSUD Wirosaban dengan biaya sendiri. Karena tidak menunjukkan tanda membaik maka Aina dirujuk ke RSUP Sarjito 1-6 Maret 2014 dan diagnosa menderita virus di selaput otaknya kemudian berobat kembali di RSUP Sarjito 14-sekarang dan keadaan semakin panas tinggi. Pihak dokter meminta mebeli obat Acycluvir zorak dimana obat di pesan di Surabaya dan harga Rp. 300.000/ampul dan setiap ampul untuk sekali suntik..Membutuhkan 56 ampul untuk 14 hari. Sehingga Keluarga Aina membutuhkan dana Rp. 16.800.000,- dan dana obat tersebut tidak tercover BPJS maupun jaminan kesehatan yang lain. Sedekah Rombongan bergerak memberikan santuanan kepada keluarga Aina untuk membantu pengobatan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
26 Maret 2014
@marjunulNP via @youdanok

Adik Aina diagnosa menderita virus di selaput otaknya

Adik Aina diagnosa menderita virus di selaput otaknya

———————————————————–

Yogi Prayoga (28 tahun) Ngrumpuk Rt. 02/08 Sendang Karanggede Boyolali Yogi adalah ayah dari 1 anak berumur 3 tahun sejak 2 tahun lalu kecelakaan kerja yang membuatnya lumpuh.Selama ini yang membiayai hidup ibunya sebagai buruh di Jakarta. Sampai sekarang masih kontrol yang tentu membutuhkan biaya. Sedekah Rombongan bergerak memberikan santunan kepada Yogi Prayoga untuk meringankan kehidupannya

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
26 Maret 2014
@marjunulNP via @youdanok

Bapak Yogi mengalami kecelakaan kerja yang membuatnya lumpuh

Bapak Yogi mengalami kecelakaan kerja yang membuatnya lumpuh

———————————————————–

Kasman 62 Tahun Pulutan Rt. 07/02 Kebonan Karanggede Boyolali Kasman adalah suami dari 1 istri dan ayah dari 1 anak sebagai buruh tani dan anaknya selama ini yang membiayai hidup Bapak dan Ibunya. Sejak 2 tahun lalu Kasman mengalami lumpuh serta tidak memiliki penghasilan. Sedekah Rombongan bergerak memberikan santuanan kepada keluarga Kasman untuk membantu meringankan kehidupannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
26 Maret 2014
@marjunulNP via @youdanok

Bapak Kasman mengalami lumpuh serta tidak memiliki penghasilan

Bapak Kasman mengalami lumpuh serta tidak memiliki penghasilan

———————————————————–

Adi Eriyanto, 16 Tahun Bawuran II RT 06, Bawuran, Pleret, Bantul, Yogyakarta Adi Eriyanto pernah mendapatkan santunan biaya operasi Jantung bocor di RS Harapan Kita Jakarta Desember 2013..22 Maret 2014 menjalani kontrol terakhir di RS Harapan Kita Jakarta dan dinyatakan baik. Sedekah Rombongan bergerak memberikan santunan kepada Adi untuk membantu biaya perjalanan dan operasional

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
26 Maret 2014
@marjunulNP via @youdanok

santunan kepada Adi untuk membantu biaya perjalanan dan operasional

santunan kepada Adi untuk membantu biaya perjalanan dan operasional

———————————————————–

Adik nurulaini berumur 4thn berasal dari dusun sumbernangka,ledokombo,jember. Dia adalah anak yg normal pd saat lahir,pd usia 2thn ada benjolan di mata kanannya yg semakin membesar,setelah di periksakan ke RS jember akhirnya di rujuk ke RS soetomo surabaya utk dilakukan pengangkatan mata kanannya menggunakan jamkesmas ortunya pada bln juli,seharusnya bln agustus kontrol utk dilakukan kemotherapy tp karna ortunya yg buruh serabutan tidak punya biaya lg utk ongkos&hidup selama disurabaya akhirnya tdk kontrol,pada bulan september 2012 benjolan dilehernya muncul hingga membesar sampai sekarang,ortunya hanya bisa pasrah krna ortunya sudah tidak mendapat jatah jamkesmas yang baru tahun 2013. Kami membawa dek nurulaini untuk melanjutkan pengobatan yang sempat terputus. Dan tindakan yang dilakukan dokter adalah dengan cara kemoterapi.. Saat ini protokol kemo nurulaini dganti karena setelah dilakukan pemeriksaan kanker diindikasikan menyebar ke mata yang satu nya.. Saat ini nurulaini sudah selesai melakukan kemo kelimabelas dg protokol baru.. Bantuan ini dipergunakan biaya RS dan beli obat untuk kemo kelimabelas serta uang saku selama di malang..

Jumlah Bantuan : Rp.4.068.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59 @annas_fuadi
tanggal : 5/4/2014

Adik Nurul ada benjolan di mata kanannya yg semakin membesar

Adik Nurul ada benjolan di mata kanannya yg semakin membesar

———————————————————–

Dek Afandi yusuf setiawan Ayah bernama sukarji dan Ibu bernama istuningsih. Alamat mereka di jln. jambu RT 03 Rw 03 desa wonotengah kec.purwoasri kab.kediri. Adik Afandi menderita tumor di pipi. Sudah beberapa kali kami bawa ke malang untuk melakukan tindakan pengobatan. Tindakan dari dokter adalah dengan cara injeksi obat untuk tumor dipipinya. Dokter belum berani mengoperasi dek affandi karena letak tumornya. Ikhtiar yang dilakukan adalah dengan cara injeksi obat secara ruitn tiap 2 minggu sekali.. Saat ini dek affandi kami bawa ke surabaya untuk melakukan injeksi rutin..Bantuan ini dipergunakan untuk biaya kontrol,obat,uang saku dan biaya transportasi

Jumlah Bantuan : Rp.500.500
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @shelgi @LukmanArifS @EniWardani
tanggal : 5/4/2014

Adik Afandi menderita tumor di pipi

Adik Afandi menderita tumor di pipi

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 18,568,500,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 534 ROMBONGAN

Rp. 16,899,894,684,-