Ahmad Alamsyah (7 bulan), ayah Bernama Judlan Laonge (34 tahun/pekerjaan buruh tidak tetap), ibu bernama Sumarni (25 tahun/IRT), alamat Desa Olaya Kec. Parigi Kab.Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Dik ahmad mengalami pelebaran usus sehingga perut membengkak, dan akan menjalani operasi 2 tahap, tahap pertama tanggal 12 April 2014 dan tahap kedua empat bulan setelah operasi pertama.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,- untuk membantu meringankan biaya operasi bagi dik Ahmad.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
5 April 2014.

Dik ahmad mengalami pelebaran usus sehingga perut membengkak

Dik ahmad mengalami pelebaran usus sehingga perut membengkak



———————————————————–

Adik Salsa sofiatun halimah (18bulan) putri dari ibu rubiyah (30 tahun) dan bapak arif( 32 tahun). Alamat di ploso, karangrejo tulung agung. Dek salsa mempunyai 3 orang kakak. Pada awalnya salsa terserang batuk pilek, kemudian periksa di puskesmas, diperiksa dokter kelopak matanya pucat, dan cekung, gatal-gatal, dan ada pembesaran di perutnya. Namun, dokter hanya mendiagnosa salsa terserang gizi buruk, dan akhirnya salsa dirujuk ke rumah sakit RS tulungagung. Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan di diagnosa bahwa dek salsa suspect leukimia,gizi buruk,kelainan jantung dn dermatitis atopik, di rumah sakit sudah mendapatkan transfusi darah juga, kemudian, pihak rumah sakit merujuk salsa untuk berobat ke RS di malang, namun bapak salsa menolak karena alasan biaya dan akhirnya salsa pun pulang. Ayah salsa bekerja sebagai penjual mainan keliling, ibunya tidak bekerja, selain itu juga ayahnya harus menghidupi 4 anak lainnya nya yg masih kecil-kecil. rumahnya kontrak, berpindah tempat dr satu tempat ke tempat lain. Kami membawa dek salsa ke malang untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan. Alhamdulillah setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dek salsa tidak menderita leukimia. Dek salsa hanya menderita gizi buruk dan infeksi kulit serta kelainan darah. Saat ini dek salsa melakukan kontrol rutin tiap bulan. Bantuan ini dipergunakan untuk uang saku,obat dan susu.

Jumlah Bantuan : Rp.655.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @annas_fuadi
Tanggal : 2/4/2014

Adik Salsa kelopak matanya pucat, dan cekung, gatal-gatal, dan ada pembesaran di perutnya

Adik Salsa kelopak matanya pucat, dan cekung, gatal-gatal, dan ada pembesaran di perutnya

———————————————————–

Siti khoiriyah 49 th istri bapak pak marikun 65 th. Ibu siti sakit kurah lebih 1 tahun yang lalu. awal mula seperti gondongen di leher setelah 5 bulan. pindah ke payudara sisi kiri. kondisi diperparah dengan tulang punggung keluarga pak marikun yang terserang sakit stroke. jadi pemasukan untuk penghidupan sehari2 yang mencari adalah ibu siti. pekerjaan sang suami adalah blantik kambing. untuk makan sehari-hari dari tetangga. beliau dengan sisa uangnya berobat kedokter disekitar rumahnya. dan terakhir ke dokter yasin di tulungagung. dan diagnosa dokter adlah kangker payudara alias c.a mamae. dan diberi solusi untuk operasi dengan biaya lebih dari 20 jt. namun beliau mngurungkan diri krena ketidak ada’an biaya dan tidak mendapatkan jamkesmas.

Anak dari pak marikun 3 orang dengan istrinya yang dulu. dan udah menikah semua dan tinggal di nganjuk. sedangkan ibu siti punya anak 2 dari suami yang dulu.anak pertama sudah menikah dan tinggal diblitar dan anak terakhir bernama ade cakra sakti 14 th masih bersekolah diMTsN karang rejo kelas 2. Kami mmbawa bu siti ke malang untk melakukan pngobatan. Saat ini bu siti berada d RS lavalette untuk menjalani kemoterapi kelima. alamat : desa gendingan dusun pucang songo. rt 02 rw 01 kec.kedung waru. kab.tulung agung. Bantuan ini dipergunakan untk pelunasan biaya RS,obat kemo dan uang saku

Jumlah Bantuan : Rp. 3.846.100,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal : 2/4/2014

Ibu Khoiriyah awal mula seperti gondongen di leher setelah 5 bulan. pindah ke payudara sisi kiri

Ibu Khoiriyah awal mula seperti gondongen di leher setelah 5 bulan. pindah ke payudara sisi kiri

———————————————————–

Bapak Parjo (50/buruh serabutan) tiba-tiba saja perutnya terasa amat sakit dan nafasnya sesak. Saat itu beliau langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dan mendapat penanganan medis. Setelah rekam jantung dokter memberi injeksi dan obat, pasien bisa rawat jalan. Selang dua hari di rumah, bapak Parjo mengalami hal yang sama, perutnya mengeras dan agak bengkak serta sakit tak tertahankan. Istrinya menangis kawatir dengan kondisi pak Parjo. Tim kurir #SR Klaten segera melarikan beliau ke RSI Klaten setelah dilakukan tindakan foto rongent, cek darah dan tinja untuk mengetahui jenis penyakitnya, ternyata ada pembengkaan akibat infeksi pada empedunya. Setelah dua hari dirawat kondisinya sudah membaik namun setelah tidak bengkak lagi empedunya dua minggu kemudian harus operasi pengambilan batu empedu. Pak Parjo yang tinggal di rumah bambu menempati pekarangan orang lain ini beralamat di Jonggrangan Baru, Klaten Utara, Klaten dan saat ini beliau opname di RSI Klaten. Semoga Allah memberi kesembuhan dan ikhtiar terbaik akan terus diusahakan untuk kesembuhan beliau.

Jumlah Bantuan : Rp 2.500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Yadi
Tanggal: 3-04-2014

Bapak Parjo ada pembengkaan akibat infeksi pada empedunya

Bapak Parjo ada pembengkaan akibat infeksi pada empedunya

———————————————————–

Bapak Parto (70/buruh harian lepas) tinggal di Badegan, Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten. Beliau mengalami sakit batu ginjal sudah sejak beberapa bulan yang lalu. Sebelumnya beliau sudah periksa di dokter praktek terdekat, oleh dokter beliau dirujuk ke rumah sakit namun karena tidak memiliki biaya hanya dirawat di rumah. Beliau merasakan badannya sakit pinggang pegal, untuk buang air kecil tidak lancar dan terasa sakit untuk buang air besar. Akhirnya tim kurir #SR Klaten memeriksakan beliau ke RSKB Diponegoro Klaten. Setelah dilakukan pemeriksaan beliau diminta opname dan dijadwal untuk operasi.

Jumlah Bantuan : Rp 2.500.000,-
Kurir: @dhe_mang Via Yadi
Tanggal: 3-04-2013

Bapak Parto mengalami sakit batu ginjal

Bapak Parto mengalami sakit batu ginjal

———————————————————–

Rahel (8 bulan), nama ayah Finto (18 tahun/Buruh bangunan), istri bernama Eliyana (19 tahun/IRT), alamat Lrg.Bampa pangasi Km.3 Kelurahan Maleni Kec. Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Dik Rahel mengalami kelainan pada kulit, dimana sudah sebulan kulit Rahel berbintik kemerahan (mengeluarkan cairan dan nanah) sehingga dik Rahel hanya dapat terus menangis siang dan malam.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi dik Rahel.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 April 2014.

Dik Rahel mengalami kelainan pada kulit

Dik Rahel mengalami kelainan pada kulit

———————————————————–

Anisa (24 tahun), anak dari Bapak Namrin (61 tahun/nelayan) dan Ibu Askiah (52 tahun). Alamat Dusun Tintilo Kec. Banawa Tengah Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Anisa mengidap penyakit Bronhitis akut dan sering muntah darah. Belum pernah berobat dan hanya mengandalkan pengobatan tradisional.

Jumlah Bantuan : Rp. 750.000,- untuk membantu biaya berobat bagi Anisa.
@MarjanulNP via Abdul Rasyid,
1 April 2014.

Sdri. Anisa mengidap penyakit Bronhitis akut dan sering muntah darah

Sdri. Anisa mengidap penyakit Bronhitis akut dan sering muntah darah

———————————————————–

Asmiah (58 tahun/IRT/Janda), anak 2 orang. Alamat Jl.Trans Sulteng-Sulbar Desa Towale Kec.Banawa Tengah Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Asmiah mengalami kelumpuhan akibat Stroke. Saat ini hanya tinggal bersama anak yang berpenghasilan tidak tetap.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup ibu Asmiah.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 April 2014.

Ibu Asmiah mengalami kelumpuhan akibat Stroke

Ibu Asmiah mengalami kelumpuhan akibat Stroke

———————————————————–

Ainun jariah (42 tahun/IRT), suami bernama Rais (45 tahun/pekerjaan Sopir), alamat Jl.kubur cina kelurahan Boya Kec.Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Ainun mengalami pembengkakan jantung dan harus dirawat di RSUD Undata Palu.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,- untuk membantu meringankan biaya berobat bagi ibu Ainun.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 April 2014.

Ibu Ainun mengalami pembengkakan jantung

Ibu Ainun mengalami pembengkakan jantung

———————————————————–

Umar (41 tahun/pekerjaan Tani), istri bernama Zaitun (38 tahun/IRT), anak 6 orang. Alamat Desa Ombo Kec. Sirenja Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Pak Umar harus segera dilarikan ke Rumah Sakit karena sudah 2 hari tidak sadarkan diri akibat sakit dibagian dada dan perut. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk biaya berobat bagi pak Umar.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
1 April 2014.

Bapak Umar sakit dibagian dada dan perut

Bapak Umar sakit dibagian dada dan perut

———————————————————–

Bapak Barjo berusia 47 tahun bekerja sebagai buruh tukang batu bertempat tinggal di Kepatihan, Bogem, Kalasan, Sleman. Beliau mengalami sakit infeksi paru-paru dan komplikasi penyakit lainnya. Keadaan beliau sudah demikian kronis, untuk berkomunikasi sudah mengalami kesulitan berbicara dan tubuhnya lemas. Pak Barjo sudah dirawat di RS Dr Sardjito Jogja selama dua minggu namun tidak ada perubahan. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya selama pengobatan di rumah sakit.

Jumlah Bantuan : Rp 2.000.000,-
Kurir: @dhe_mang Via @bang_widji
Tanggal: 2-04-2014

Bapak Barjo mengalami sakit infeksi paru-paru dan komplikasi penyakit lainnya

Bapak Barjo mengalami sakit infeksi paru-paru dan komplikasi penyakit lainnya

———————————————————–

Labece (47 tahun/IRT), nama suami Alinudin (56 tahun/pekerjaan serabutan), anak 3 orang. Alamat Desa Kola-kola Kec. Banawa Tengah Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Labece mengidap penyakit gula akut dan saat ini hanya tinggal berdua dengan suami (anak pergi merantau).

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi ibu Labece.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
5 April 2014.

Ibu Labece mengidap penyakit gula akut

Ibu Labece mengidap penyakit gula akut

———————————————————–

Irnawati (39 tahun/IRT), suami bernama Ahmad Santra (43 tahun/pekerjaan tidak tetap), anak berjumlah 6 orang, alamat Jl.Banawa No.119 Maleni Donggala. Irnawati mengalami pembengkakan ginjal sehingga harus menjalani perawatan selama 13 hari di RSUD Undata Palu.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan biaya berobat bagi ibu Irnawati.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
5 April 2014.

Ibu Irnawati mengalami pembengkakan ginjal

Ibu Irnawati mengalami pembengkakan ginjal

———————————————————–

Anisa (19 tahun/IRT), suami bernama Rahmat (34 tahun/nelayan), anak berjumlah 2 orang. Alamat Dusun Simbe Desa Towale Kec. Banawa Tengah Kabupaten Donggala. Anisa mengalami kelainan pada rahim sehingga harus menunggu untuk dilakukan operasi, saat ini dirawat di RSUD Kabelota Donggala.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan biaya berobat bagi Anisa.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
5 April 2014.

Ibu Anisa mengalami kelainan pada rahim

Ibu Anisa mengalami kelainan pada rahim

———————————————————–

Masmi (43 tahun/pekerjaan tani), istri bernama Masria (52 tahun/IRT), anak 2 orang. Alamat dusun wandu desa Salubomba kec. Banawa Tengah Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Pak Masmi tidak dapat lagi bekerja karena sudah seminggu tidak bisa berjalan. Belum memeriksakan diri ke puskesmas/dokter karena jarak rumah di atas gunung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup pak Masmi.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
6 April 2014.

Pak Masmi tidak dapat lagi bekerja karena sudah seminggu tidak bisa berjalan

Pak Masmi tidak dapat lagi bekerja karena sudah seminggu tidak bisa berjalan

———————————————————–

Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Darrun Najah Al-Fadhilah yang di asuh oleh Ustadz Anggit Nur Sp ,beralamat di Santan Gang 2 no 19 Maguwoharjo Sleman Yogyakarta (Timur Perumahan AURI ), saat ini menampung 56 anak asuh yatim-piatu dan dhuafa, yang semuanya adalah remaja Putri dengan program utama Tahfidz Qur’an ( Hafalan Qur’an ). Selain menanggung kebutuhan harian ,PA Darrun Najah juga menanggung seluruh biaya sekolah anak asuhnya. Saat ini PA Darrun Najah sedang melakukan rehab beberapa bangunan termasuk salah satunya adalah penyediaan kamar mandi . Untuk kebutuhan pembangunan tersebut #SedekahRombongan memberikan bantuan berupa uang Tunai sebesar Rp. 4.500.000

Jumlah Bantuan Total : Rp. 4.500.000,-
Tanggal Penyerahan: 5 April 2014
kurir: @Saptuari Via @kissherry

Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Darrun Najah Al-Fadhilah

Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Darrun Najah Al-Fadhilah

———————————————————–

Mbah Pardi usia 60 Tahun dan Mbok Parmi usia 57 Tahun, terkena stroke saat usia nya memang menua saat ini. Pasangan suami istri ini hidup berdua dalam sebuah rumah sederhana di Dusun Jetis, Desa Doho, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Hidup bagi mereka saat ini adalah banyak bersyukur, apapun yang dilaluinya sekarang. Dengan kondisi miskin itu, mereka berjuang dalam batas waktu yang entah sampai kapan DIA akan memanggilnya, seperti apa kah kita yang saat ini dengan sombongnya memiliki kemampuan secara fisik, memiliki materi yang wow luar biasa banyak, yang cantik, yang ganteng, punya banyak pacar sana sini….yah, semua akan berlalu dengan waktu. Keseharian mbah pardi dan mbok Parmi pun di rumah saja, untuk bergerak pun cukup sulit, apalagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan makan kesehariannya.

Ketika kemudian, sedikit jalan harapan untuk mengisi ruang perut kebutuhan makan melalui para sedekaholics yang mampu dan mau untuk berbagi, melalui sedekah rombongan, bersama satu niat berbagi dan membaikkan, bergerak bersama – sama, tanpa tau siapa dimana , jauh atau dekat, bukan keluarga dan bukan siapa – siapa…beginilah, alur cerita dari-Nya, bahwa niatan berbagi tersampaikan jua kepada mereka berdua. Sungguh, rasa senang dan senyum, menerima bantuan dari para sedekaholics yang dititipkan melalui sedekah rombongan. Banyak kata ucapan terimakasih tak terkira, doa tak terkira terucap dari asa mereka, semoga siapapun, darimanapun, dimanapun atas bantuan kepada mereka, semoga ALLAH memberikan berkah melimpah, memberikan kesehatan dan keselamatan bagi para sedekaholics dan team kurir sedekah rombongan dimanapun berada.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Bantuan di berikan pada 24 Februari 2014,
@saptuari via @yuli @mawanhananto

Mbah Pardi usia 60 Tahun dan Mbok Parmi usia 57 Tahun, terkena stroke

Mbah Pardi usia 60 Tahun dan Mbok Parmi usia 57 Tahun, terkena stroke

———————————————————–

Bapak Sakiyat ini, di usia nya yang sekarang menginjak 40 Tahun mengalami kebutaan sejak kecil, apa yang dia rasakan, coba rasakanlah bagaimana jika anda yang mengalami itu semua. Apakah kita mau dan bisa menerima kondisi serta keadaan seperti itu ? Maka, bersyukurlah kawan saat kawan semua masih menikmati warna warni dunia, banyak berbagilah mulai sekarang. Pak Sakiyat ini tinggal serta di rawat ibunya seorang diri, bertempat di Dsn. Sidokriyo Rt01/5, Ds. Kerjo Lor, Wonogiri. Bayangpun, sejak kecil kebutaan itu sudah dirasakannya, bayangpun selama empat puluh tahun tidak bisa melihat indahnya dunia fana ini. Bayangkanlah kawan…

Bersyukurlah kawan, banyak berbagi kawan…Rasa terimakasih yang mendalam terucap dari ibu nya sukiyat, setelah menerima bantuan dari para sedekaholics melalui sedekah rombongan, di terimanya dengan perasaan haru dan seakan tidak percaya, bahwa masih banyak di antara penghuni dunia ini yang perduli kepada mereka. Semoga sadja ini memberikan kebahagiaan tersendiri bagi mereka, dan para sedekaholics pun selalu mendapatkan kelimpahan berkah melimpah rejeki dari-Nya..bersama sedekah rombongan kita sampaikan. Semoga ALLAH memberikan yang terbaik !!

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Bantuan di berikan pada 24 Februari 2014,
kurir @saptuari via @yuli @mawanhananto.

Bapak Sakiyat mengalami kebutaan sejak kecil

Bapak Sakiyat mengalami kebutaan sejak kecil

———————————————————–

Bp. Wijadi ini, mencoba mencari penghidupan yang layak untuk dirinya merantau di kalimantan dan kemudian usaha apapun telah di lakukannya, namun apa kiranya jika Tuhan berkehendak lain. Ibunya saat ini terserang penyakit stroke, istrinya meninggalkan dia bersama anak semata wayangnya. Sungguh kasihan melihat sayu mata bapak wijadi ( 37 tahun ) saat harus berjuang, tanpa tau apa yang akan dia dapatkan. Mulai dari berkeliling bernyanyi untuk menghibur orang – orang, sampai menjadi kuli bangunan dan entah apa saja asal bisa cukup makan dan mampu menyembuhkan ibuknya. Tiap hari dia mengumandangkan adzan di masjid, tak satupun shalat yang tertinggal dan tidak dia lakukan di masjid. Suara khasnya menyeruak membahana dengan merdunya. Dia mengajari ngaji anak – anak di kampungnya, walau terkadang dia pun bingung mesti kemana untuk mencari uang untuk menghidupi ibu dan bapak serta anak nya. Tinggal di ds. buluejo, Ngadirojo, Wonogiri. Dalam sebuah rumah sederhana bahkan mungkin kurang layak, doa dan harapannya selalu dia ucapkan dalam setiap shalatnya. Secercah harapan baginya saat para sedekaholics bersama sedekah rombongan memberikan bantuan untuk pengobatan ibu nya yang bernama bu rasti, serta mencukupi kebutuhan makan sehari – hari mereka. Sungguh, seolah tak percaya, dan semoga berkah bagi para sedekaholics yang menitipkan sedekahnya melalui sedekah rombongan sehingga bisa bermanfaat bagi banyak orang dan warga miskin sepertinya. Semoga membaikkan beliau dan memberi manfaat baginya. Doa dan ucapan terimakasih tiada terkira untuk tim sedekah rombongan, doa untuk para sedekaholics tersampaikan pada-Nya melalui doa bapak wijadi ini, semoga berkah melimpah selalu. Aamiin.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.422.000,-
Bantuan di berikan tanggal 21 Januari 2014.
Kurir @saptuari via @mawanhananto

Perjuangan Bapak Wijadi

Perjuangan Bapak Wijadi

———————————————————–

ibu rinem ( 58 tahun ) hidup apa adanya sadja. Keseharian mencari rumput untuk makan ternaknya, ternak yang mungkin lebih penting dari pada beliau sendiri, asal ternak makan dia pun cukup senang. Karena memang di daerah ini, mereka mengandalkan kehidupan dari berternak, sehingga sebenarnya konsep pemberdayaan masyarakat melalui bantuan untuk ternak cukup bagus ketika itu di jalankan dengan semangat serta tanggungjawab yang bagus. Kebutuhan keseharian untuk makan dari hasil bumi seperti singkong, yang kemudia di jemur untuk dijadikan bahan makanan. Yah, seperti itulah mungkin kita tidak pernah berpikir, di antara gemerlap kehidupan kota masih banyak yang susah hanya untuk sekedar makan..ya..makan. Sedangkan sakit asma yang dideritanya cukup parah, beberapa kali kontrol ke RSUD Wonogiri, jarak yang cukup jauh memerlukan waktu yang cukup melelahkan. Tetap move dan bersemangat, menyampaikan amanah dari para sedekaholics untuk meringankan beban ibu ini. Bantuan ini semoga bisa meringankan beban berat hidupnya, dan untuk para sedekaholics semoga senantiasa di beri kesehatan dan kebahagiaan dan terus berbagi tanpa henti sampai kapanpun. Move !!

Jumlah Bantuan : Rp. 2.500.000,-
Bantuan di berikan tanggal 17 Januari 2014,
kurir @saptuari via @agus @mawanhananto

Ibu Rinem menderita sakit asma

Ibu Rinem menderita sakit asma

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 30,673,100,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 533 ROMBONGAN

Rp. 16,881,326,184,-