Wati Fatimah usia 19thn alamat dusun sumber canting RT 14 RW 01 desa botolinggo kab.Bondowoso. Sejak 4 thn yang lalu Wati merasakan sakit yang luar biasa pada saat datang bulan, ayahnya yang bekerja sebagai buruh harian lepas kebun kopi milik PTPN hanya memeriksakan anaknya di puskesmas setempat & hanya diberi resep obat pereda nyeri.3 tahun terakhir Wati sudah tidak mengalami datang bulan dikarenakan ada penyumbatan pada tube palupi nya.. Kami membawa wati ke malang untk mlalukan pngobatan.. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter menyarankan untuk melakukan tindakan operasi secepatny Dan tanggal 23 desember ini wati melakukan operasi prtama (operasi pembersihan).. Dan tanggal 24 desember operasi kedua (operasi pembuatan saluran yg tersumbat di tube palupi) dilakukan.. Pertengahan bulan februari 2014 saluran yang baru dibuat tersumbat lagi.. Dan saat ini wati berada di RSSA untuk melakukan operasi pembuatan saluran ulang.. Tanggal 23 maret 2014 wati melalukan operasi.. Saat ini dek wati masih berada d RS untuk proses pemulihan pasca opetasi.. Bantuan ini dipergunakan beli obat untuk terapi antibiotik setelah operasi,DP RS dan uang saku..

Jumlah Bantuan : Rp. 6.000.000,-
Kurir: @KarmanMove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal : 28/3/2014

Adik Wati sudah tidak mengalami datang bulan dikarenakan ada penyumbatan pada tube palupi nya

Adik Wati sudah tidak mengalami datang bulan dikarenakan ada penyumbatan pada tube palupi nya



———————————————————–

DURAHMAN, 1 tahun. Alamat: Kampung Jamantri RT.7/3, Sabajaya, Tirtajaya, Karawang. Ayah, Darja (27) dan Ibu, Yuyun (21). Sungguh malang nasib Durahman, memasuki usia 2 tahun Allah menguji kedua orangtuanya yang harus bersabar melalui Durahman yang terkena Meningitis. Durahman saat ini sudah lewat 2 minggu berada di RSUD Karawang dalam perhatian khusus dokter, malahan terindikasi ada cairan di otaknya. Keluarga prasejahtera ini tiada putus asa berihtiar untuk kesembuhan Durahman tercinta, mereka memiliki BPJS yang Alhamdulillah cukup membantu pengobatannya. Keluarga prasejahtera ini cukup lumayan kerepotan dala menyiapkan dana di luar berobat, seperti kebutuhan sehari-hari dan transport ke rumah sakit, karna profesi Darja yang bekerja sebagai Buruh Harian terpaksa berhenti tak memiliki penghasilan selama menemani Durahman di Rumah Sakit. #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, Bantuan awalpun disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari mereka selama di Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu
Tanggal : 21 Maret 2014.

Adik Durahman terkena Meningitis

Adik Durahman terkena Meningitis

———————————————————–

DANYELLA RIFKI FARISA, Alamat: Dukuh Sumberejo RT.4/4, Ringinagung, Magetan Jawa Timur. Putra bapak Mulyono (40) dan ibu Rubiani (31) ini menderita kelainan jantung. Gejala ini baru diketahui pada saat umur 2 tahun. Kondisi fisik lemah, apabila melakukan aktivitas sedikit berat selalu tersengal-sengal dan sesak nafas. Pada usia 10 tahun keluarga ini dipertemukan dengan #SedekahRombongan sehingga upaya membagikan kondisi Rifki bisa dilakukan dengan merujuknya ke RSCM Jakarta. Selama ini bapak dan ibunya tidak mampu mengobatkan Rifki karena pekerjaan ayahnya yang sebagai kuli bangunan dan ibunya berjualan mracang di depan rumah. Kini Rifki sudah berada di Jakarta dalam dampingan Kurir #SR dan akan memulai tindakan-tindakan praoperasi di RSCM, Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kebutuhan transportasi dan berobat setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 524, Semoga ikhtiar yang dilakukan oleh keluarga Rifki bersama #Sedekah Rombongan dimudahkan Allah dan Rifki kembali sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal: 23 Maret 2014.

Adik Danyella menderita kelainan jantung

Adik Danyella menderita kelainan jantung

———————————————————–

ASEP APANDI NUGRAHA, 26 tahun. Alamat: Blok Ahad, RT.5/2, Maja Selatan, Maja, Kab.Majalengka. Sejak 8 tahun lalu Asep didiagnosis terkena TB Tulang/Antilosing Spontilitis, saat ini sedang dirujuk ke RSCM Jakarta dari RSUD Cideres Majalengka. Awal keluhan Asep mengalami sakit pinggang dan ditherapi dengat urut, kemudian pada tahun 2009 ia terkena penyakit Paru-paru basah hingga diperiksakan dan dirawat di RSUD Cideres kemudian RSHS Bandung yang akhirnya harus ditangani RSCM karna tak kunjung sembuh. Anak muda yang tidak bekerja ini dan tinggal dengan Ibunya: Eni (61) terus semangat berjuang untuk kesembuhannya dan kembali ingin sehat dapat bekerja mencari nafkah, berbekal Jamkesmas didampingi saudaranya tinggal di sekitar RSCM karna harus rawat jalan. #SedekahRombongan ikut merasakan derita Asep, Bantuan lanjutan disampaikan untuk biaya transportasi pengurusan perpanjang Jamkesmas Asep, setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 524. Untuk saat ini Asep selain kontrol rutin di poli bedah ortopedi, Asep masih menunggu penjadwalan operasi yang kedua di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 23 Maret 2014

Sdr. Asep didiagnosis terkena TB Tulang/Antilosing Spontilitis

Sdr. Asep didiagnosis terkena TB Tulang/Antilosing Spontilitis

———————————————————–

SOPA NUR PAOJA, 6 tahun. Anak ketiga dari 6 bersaudara ini tinggal bersama kedua orangtuanya di Kampung Pasir Pogor RT.9/2, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Ayahnya, Amin (44), buruh harian lepas yang dipekerjakan para pemilik sawah/kebun untuk menggarap usaha pertanian mereka. Ibunya Ikoh (32) tak punya pekerjaan lain selain mengurus rumah tangga dan membesarkan keenam anaknya dengan segala keterbatasan. Tanggungan Pak Amin cukup banyak: 7 orang. Menggunakan JAMKESMAS, sejak 12 bulan lalu ia dibawa berobat ke Puskesmas Cisurupan dan RSUD Dr. Slamet Garut. Divonis mengidap lupus, akhirnya dirujuk ke RSHS Bandung. Hanya mampu berjalan 3 bulan, orangtua Sopa mengobatinya ke RSHS Bandung. Mereka menghentikan usahanya karena kehabisan biaya. Hampir 9 bulan ia tak mwndapatkan perawatan dan pengobatan medis. Alhamdulillah keluarga miskin ini mendapatkan dampingan dan bantuan #SedekahRombongan agar mereka bisa membebaskan dirinya dari belenggu penderitaan hidup akibat kemiskinan dan penyakit yang dialami anggota keluarga tercintanya. Bantuan lanjutan disampaikan untuk membeli kembali obat yang tidak tercover Jamkesmas (OSCAL, METIL) setelah sebelumnya masuk di Rombongan 522.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal: 24 Maret 2014.

Adik Sopa mengidap lupus

Adik Sopa mengidap lupus

———————————————————–

MUHAMMAD MANARUL HUDA, 2 tahun. Bersama orangtuanya, ia tinggal di Kampung Cimanuk Kaduhauk Barat, RT.1/1, Desa Cimanuk, Pandeglang Provinsi Banten. Ayahnya, Kalim (29) menghidupi keluarga dengan bekerja sebagai kenek truk. Ibunya Ruwaidoh (25) sehari-hari hanya disibukkan dengan urusan rumah tangga. Keluarga miskin ini memiliki tanggungan 3 orang. Tanggungan kehidupan keluarga kecil dan miskin ini semakin berat saat anaknya diduga menderita kanker yang menyerang matanya. Dalam kemiskinan, tertatih-tatih mereka berupaya melawan serangan mematikan dan melumpuhkan tubuh anak periang ini, 10 bulan lebih mereka bergelut dalam perjuangannya itu. Akhirnya, bola mata Manarul Huda diangkat ?î RS Cicendo 4 bulan lalu dengan menggunakan jaminan kesehatan dari Pemerintah Pusat (JAMKESMAS). Penanganan kanker yang dialami Huda ditangani dua rumah sakit: RS Cicendo dan RSHS Bandung. Ketika kondisinya drop beberapa bulan lalu, ia langsung difasilitasi ke IGD RSHS didampingi kurir #SR. Sampai saat ini dia masih dirawat di RSHS untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan kemotrapi. Dijadwalkkan ia harus mengikuti terapi kemo selama 2 tahun (105 siklus atau 44 kali kemoterapi). Alhamdulilah, Bantuan lanjutan disampaikan kembali untuk keperluan Manarul Huda membeli kembali obat kemoterapi Vincristine setelah sebelumnya masuk Rombongan 522. Manarul Huda masih terus mengikuti jadwal kemoterapi dengan rutin.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @abahlutung
Tanggal: 24 Maret 2014.

Adik Manarul Huda diduga menderita kanker yang menyerang matanya

Adik Manarul Huda diduga menderita kanker yang menyerang matanya

———————————————————–

Ibu NINA (38 th), merupakan istri dari Bpk. Aang (52 th) seorang buruh parkir di kawasan Tanggerang Selatan, beralamatkan di Jalan damai RT 1 RW 3 No 25, Kelurahan Babakan Klapa dua, Kecamatan Setu, tanggerang Selatan, Banten.Bantuan kali ini merupakan bantuan lanjutan untuk Bu Nina dari Sedekah Rombongan setelah sebelumnya telah mendapatkan bantuan dalam rombongan 514, bantuan digunakan untuk biaya operasional dari tempat tinggalnya ke RSCM, yang berjarak sangat jauh sekitar 60 km. Bu Nina sebelumnya telah menjalani terapi sinar. Saat ini Bu Nina melakukan tahap akhir di poli jantung dan kebidanan RSCM

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @nu_maulana

Saat ini Bu Nina melakukan tahap akhir di poli jantung dan kebidanan RSCM

Saat ini Bu Nina melakukan tahap akhir di poli jantung dan kebidanan RSCM

———————————————————–

Radut (33 tahun) yang beralamatkan di jalan dewi sartika RT 003 RW 014, kelurahan depok, Kota Depok, Jawa Barat. (Tidak ada No Rumah, karena tinggal di sekitar Rawa) mempunyai tanggungan 6 anak ini bekerja sebagai supir Angkutan Kota (angkot) sudah selama 1 bulan di rawat di RSUP Fatmawati. Radut sebelumnya mendadak sakit kepala dan jatuh pingsan ketika selesai bekerja. Oleh Istrinya Radut yang bernama Rita (35 th) dan dibantu juga oleh teman-temannya, Radut dibawa ke klinik terdekat dan akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati. Kondisi radut saat ini harus sering-sering diajak berbicara, karena tingkat kesadaran Radut menurun agar bisa pulih kembali. Bantuan dari SR digunakan untuk biaya operasional selama dirumah. Radut sudah diperbolehkan pulang dan kontrol ke puskesmas terdekat. Radut berobat menggunakan BPJS selama di RSUP Fatmawati. Rita selama di RS untuk kesehariannya mendapat bantuan dari keluarga pasien lain. Bahkan pihak doter juga turut membantu Rita yang hanya berprofesi sebagai buruh cuci baju

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
#kurir @pitungmasakini @wirawiry @nu_maulana @ririn_restu

Radut sebelumnya mendadak sakit kepala dan jatuh pingsan ketika selesai bekerja

Radut sebelumnya mendadak sakit kepala dan jatuh pingsan ketika selesai bekerja

———————————————————–

NADIROH, 50 tahun, Alamat: Kampung Melayu, RT.3/3, Tanah Baru, Pakis Jaya, Karawang. Derita Ibu Nadiroh seorang janda yang 10Th sudah bergelut dengan Kanker Payudara. Pada tahun 2009 pernah dioperasi 1X di RSUD Dukuh Ringin Slawi kemudian dirujuk ke RSUD Margono untuk dilanjut Kemoterapi. Namun karna ketiadaan biaya transportasi dan operasional untuk rawat jalan tersebut maka tindakannya hanya baru 2X dilakukan, hingga saat ini dia sering kesakitan di bagian dadanya dimana terdiagnosa Kankernya terus tumbuh dan harus segera dilakukan tindakan kembali ke RS. Bu Nadiroh tidak bekerja, mempunyai tanggungan 3 orang anak dan berobat menggunakan Jamkesmas. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan yang tidak tecover Jamkesmas dan untuk keperluan operasional selama berobat setelah sebelumnya masuk di Rombongan 513.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu
Tanggal : 18 Maret 2014.

Ibu Nadiroh terserang Kanker Payudara

Ibu Nadiroh terserang Kanker Payudara

———————————————————–

Karista maulida, umurnya 4 thn , sakit sejak berumur 3 tahun. Aslinya berasal dari morome konda kab konawe sulawesi tenggara.. Di diagnosis tumor otot oleh dokter di sulawesi tenggara. Karena dokter di rs daerah sulteng tidak sanggup kemudian dek karista dirujuk ke surabaya.. Tepatnya di rs dr. Soetomo akhirnya diketahui diagnosis small round cell carcinoma.. Dokter di rs soetomo karista diharuskan utk melakukan kemoterapi sebanyak 8x tapi pada kemoterapi yg ke 5 harus berhenti karena jamkesmas yang selama ini dipakai tdk berlaku lagi.. Beberapa kali keluarga kesulitan untuk mengurusi jamkes yg baru.. Sehingga terhentilah pengobatan dek karista.. Selama pengobatan di surabaya, karista tinggal di rumah saudara neneknya di desa singkul, kec karang tawar, Lamongan.. Kami membawa dek karista ke malang untuk melanjutkan ikhtiar pengobatannya.. Alhamdulillah kemoterapi sampai seri kedelapan sudah dilalui sesuai protokol kemo yang sudah diterbitkan oleh dokter.. Pasca kemo selesai dek karista diharuskan melakukan CT scan setelah dilakukan CT scan dokter menambah kemo karista menjadi 3x lagi.. Saat ini karista sudah selesai melakukan melakukan kemoterapi tambah dan dokter menyarankan untuk melakukan MRI.. MRI sudah dilakukan dan tindakan selanjutnya adalah dengan cara operasi.. Operasi pengambilan sisa tumor dilakukan tanggal 28 november 2013.. Dan setelah operasi dek karista diharuskan melakukan kemoterapi 13x dg protokol baru.. Saat ini dek karista baru selesai melakukan kemoterapi kesebelas dengan protokol baru.. Bantuan ini dipergunakan untuk biaya RS dn obat kemo kesebelas serta uang saku selama di malang

Jumlah Bantuan : Rp. 2.538.000,-
Kurir: @karmanmove via
Tanggal : 30/4/2014

Adik Karista didiagnosis tumor otot

Adik Karista didiagnosis tumor otot

———————————————————–

Bu sutinah berumur 44 tahun beralamat di jalan tlogosari 03/04 desa tosari kabupaten pasuruan jawa timur.. Beliau adalah janda beranak 3 menderita kanker payudara sejak 4 tahun yang lalu.. Pengobatan pun dlu sudah sempat dilakukan dengan cara kemoterapi dengan menggunakan jamkesda.. Namun sayang pengobatan dan kontrol rutin pun tidak diterskan oleh bu sutinah.. Bbrp bulan terakhir bu sutinah mengeluh nyeri hebat dan sedikit pendarahan disertai nanah dbenjolan yang sama.. Kami membawa bu sutinah ke malang untuk berobat lagi dan dokter mengharuskan bu sutinah untuk melakukan kemoterapi lagi.. Kemoterapi sampai keenam sudah selesai dilakukan, dan ikhtiar selanjutnya adalah dengan cara penyinaran.. Penyinaran pun telah dilakukan.. Saat ini bu sutinah melakukan kontrol rutin untuk melihat perkembangan paska penyinaran slsai dilakukan.. Bantuan ini dipergunakan untk transportasi,uang saku dan obat

Jumlah Bantuan : Rp. 2.250.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @cakicaka
tanggal : 28/4/2013

Ibu Sutinah menderita kanker payudara

Ibu Sutinah menderita kanker payudara

———————————————————–

Bu Suminah (60) adalah warga Desa Kalibawang Kulonprogo. Sejak ditinggal suaminya (alm. Moh.Zamroni) 20 tahun lalu, bu Minah bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya. Pada tahun 2006 lalu, bu Minah mendapati benjolan kecil di lehernya. Merasa hanya benjolan biasa, beliau membawanya ke pengobatan alternatif. Akan tetapi, pengobatan tersebut tidak memberi perubahan yang berarti. Alhasil, benjolan tersebut semakin membengkak. Melalui pemeriksaan di RSUD Wates, benjolan tersebut didiagnosa sebagai pembengkakan kelenjar getah bening. Dokter mengharuskan beliau untuk menjalani operasi. Akan tetapi karena ketiadaan biaya dan tidak adanya jamkes, beliau memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Di tahun 2012 benjolan tersebut sudah semakin membesar dan menyulitkan aktifitas beliau. Melalui pemeriksaan di RSUP Dr.Sardjito, benjolan tersebut dinyatakan telah berkembang menjadi tumor jinak sehingga harus segera dilakukan operasi pengangkatan tumor. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, beliau memutuskan untuk menunda tindakan operasi tersebut. Hingga pada awal tahun 2013, beliau bertemu dengan sedekah rombongan. Saat ini, bu Minah masih dalam dampingan #sedekahrombongan dan beliau harus menjalani serangkaian pengobatan sebelum operasi pengangkatan tumor dilakukan. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol obat dan simulator sebelum penyinaran.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @awansan123
Tanggal : 16 Maret 2014

Ibu Suminah memiliki tumor jinak di leher

Ibu Suminah memiliki tumor jinak di leher

———————————————————–

Ibu Enah Rohanah atau biasa dipanggil ibu Enah ini adalah warga kuningan yang menderita kanker payudara. Istri dari bapak Yasin ini sudah 1,5 tahun menderita kanker payudara. Kondisinya pada saat itu sedang hamil dan oleh pihak dokter diberikan 2 pilihan antara menyelamatkan anaknya tetapi tidak bisa menjalani pengobatan atau melakukan operasi dan anaknya dalam kandungan harus digugurkan. Dalam kondisi tersebut Ibu Enah lebih memilih menyelamatkan anaknya dan tidak menjalani pengobatan medis. Selama masa kehamilan itu pula ibu Enah menjalani pengobatan herbal. Tetapi kondisi Ibu Enah semakin parah saat ini. Ibu Enah pernah akan di rujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, tetapi dari dinas kesehatan dan dinas sosial setempat tidak mau memberikan jaminan untuk biaya pengobatan dan menyerahkan seluruh biaya pada keluarga pasien, mendapat jawaban itu pak Yasin mengurungkan niatnya untuk membawa istrinya ke RS Hasan Sadikin karena terbayang biaya pengobatan yang mahal dan jauh dari jangkauannya. Ibu Enah tidak mendapatkan kartu jamkesmas dari Pemerintah setempat karena tidak terdaftar sebagai penerima Jamkesmas. Setelah mendapatkan laporan tentang keadaan dan keberadaan Ibu Enah, Tanggal 4 Januari lalu Tim Sedekah Rombongan menjemput Ibu Enah dari kuningan dan di bawa ke Jogja untuk diberi pengobatan secara maksimal hingga sembuh. Bantuan ini digunakan untuk biaya rawat inap perbaikan KU dan dan pembelian obat di RS. Hidayatullah.

Jumlah Bantuan : Rp. 2.000.000,-
Kurir :@KarmanMove via @awansan123
Tanggal: 16 Maret 2014

Ibu Enah menderita kanker payudara

Ibu Enah menderita kanker payudara

———————————————————–

Dek Erinda Afikah (5 bulan) adalah putri terakhir dari bapak Ariyono dan ibu Wagirah yang bekerja membuka bengkel dan warung di rumahnya. Keluarga ini beralamat di Pangen Juru Tengah RT 02 RW 1 Purworejo. Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir. Sejak umurnya masih 2 bulan, kami mendampingi pengobatan dek Erinda di RS Sardjito. Setiap bulan, dek Erinda kontrol dengan dokter untuk melihat perkembangan matanya. Bantuan ini digunakan untuk biaya tes kromoso, kontrol rutin, pembelian obat dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.800.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 16Maret 2014

Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir

Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir

———————————————————–

Bp. Samsudin (48 tahun), pekerjaan sebagai buruh pembuat tahu. Istrinya bernama Komsiatun (46 tahun) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beralamatkan di Ngabean RT 01 RW 01 Krajan 1 Secang Magelang Jawa Tengah. Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala sejak sekitar 2 tahun yang lalu. Awal mula dulu mimisan yang cukup serius dan kemudian di bawa ke RS.Sardjito untuk penindakan biopsy. Akan tetapi untuk pengobatan Pak Samsudin ini di RS.Sardjito menghabiskan biaya sekitar 50juta sehingga pihak keluarga, karena keterbatasan biaya, beralih ke pengobatan alternatif. Ternyata pengobatan alternatif yang dilakukan tidak membuahkan perkembangan baik dan justru sebaliknya semakin parah. Akhir bulan maret 2013 kami kurir sedekah rombongan bertemu Pak Samsudin sudah dengan kondisi yang sudah parah (dengan luka di mata kiri membesar). Kam langsung membawanya ke RS.Sarjito dan sudah dilakukan perbaikan KU. Dokter menyarankan untuk dilakukan Penyinaran (Radioterapy) dan kemoterapy. Pak Samsudin kemudian menjalani proses kemotherapy dan penyinaran selama sekitar satu tahun. Namun pada tanggal 11 Maret 2014, Pak Samsudin tidak sanggup lagi menahan rasa sakit yang dia alami dan menghembuskan nafas terakhirnya. Bantuan ini merpakan santunan atas meninggalnya Pak Samsudin untuk meringankan beban yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @RofiqSILVER
Tanggal : 16 Maret 2014

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala

———————————————————–

Ibu Syafrinawati (31 th), beralamat di Kuningan Mandirancan No.14 RT 04 RW 04. Suaminya, Bapak Rusdiana (31 th) bekerja sebagai buruh serabutan.Tahun 2011 Bu Rina mulai merasakan sakit pada perutnya. Kemudian, tahun 2012 berobat di RS ’45 Kuningan. Setelah di USG didiagnosa penyumbatan saluran telur, dan harus dioperasi untuk pembersihan saluran telur. Karena ketiadaan biaya, akhirnya Bu Rina mengurungkan operasi ini. Awal Februari 2014, Bu Rina bertemu dengan SR dan setelah disurvey, akhirnya didampingi oleh SR. Sampai saat ini, Bu Rina sudah di USG, 12 x terapi dan HSG di RS Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk periksa lab dan control, terapi dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp.1.300.000,-
Kurir : @KarmanMove via @emaanggita
Tanggal : 19 Maret 2014

Ibu Syafrinawati didiagnosa penyumbatan saluran telur

Ibu Syafrinawati didiagnosa penyumbatan saluran telur

———————————————————–

Ibu Triningsih, seorang mantan TKW yang beralamat di Wonokromo II, Rt 01 / 18, Pleret, Bantul Jogjakarta, ini menderita patah tulang dan TBC. Saat ini sudah menjalani berbagai proses pengobatan di RS dengan dampingan dari Sedekah Rombongan. Pada tanggal 3 Februari 2014 lalu sudah selesai melakukan operasi cabut pen di tulang belakangnya. Selama ini sudah menjalani latihan-latihan senam untuk memperkuat tulang-tulang kakinya yang dilakukan setiap pagi agar tulang-tulang bu Triningsih kembali keuat dan mampu berjalan dan berkegiatan seperti biasa. Sedikit demi sedikit kondisi bu Triningsih berangsur membaik dan saat ini sudah bisa beraktiftas seperti biasa. Bantuan ini digunakan untuk kontrol rutin, pembelian obat, dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp.1.100.000,-
Kurir : @KarmanMove via @vsyauqani
Tanggal : 19 Maret 2014

Ibu Triningsih menderita patah tulang dan TBC

Ibu Triningsih menderita patah tulang dan TBC

———————————————————–

Dek Mustova (12 tahun) putra ke dua dari bapak sado.Keluarga ini tinggal di Girisubo, Kabupaten Gunungkidul DIY.Kakaknya sudah bekeja buruh di jogka sedangkan adiknya masih sekolah.Dek Mustova sejak lahir sudah memiliki kelainan pada punggung dan kakinya.Kedua orang tuanya yg hanya sebagai buruh tani tidak memiliki uang untuk membawa dek mustova berobat. Awalnya ketika lahir benjolan tidak begitu besar, seiring dg pertambahan usia benjolan di punggungnya semakin membesar, tulang punggungnya pun ikut bengkok karena benjolan ini. Namun dek mustova tidak mengalami kesakitan sama sekali akibat benjolan ini. Hari-harinya dilaluinya seperti anak-anak pada umumnya.Kepala sekolahnya yang mengetahui keadaan ini membawa dek mustova periksa ke puskesmas terdekat, dan disarankan untuk dibawa ke rumah sakit.Karena kendala biaya orang tua dek mustova tidak membawa dek mustova ke rumah sakit.Saat ini dek Mustova sedang dalam dampingan Sedekah Rombongan. Bantuan ini digunakan untuk control dan biaya akomodasi

Jumlah Bantuan : Rp.700.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @imamnurhuda
Tanggal : 19 Maret 2014

Adik Mustova benjolan di punggungnya semakin membesar, tulang punggungnya pun ikut bengkok

Adik Mustova benjolan di punggungnya semakin membesar, tulang punggungnya pun ikut bengkok

———————————————————–

Ibu Indoniyah (57 th) beralamat di Semaki, Umbulharjo Yogyakarta. Beliau adalah seorang janda yang hidup hanya dengan seorang adiknya, Ibu Tini di sebuah kamar berukuran 3×3 m. Ibu Indon bersama adiknya dulu adalah pedagang lotek di pasar. Namun semenjak sakit Bu Indon tidak lagi dapat berjualan dan adiknya pun juga karena harus mengurus kakaknya. Ibu Indon menderita sakit kanker payudara sejak bulan Agustus 2012 lalu dan menjalani operasi pengangkakatan payudara pada kedua payudaranya. Beliau kemudian juga menjalani kemotherapy selama 12 kali dan diikuti dengan radioterapi dua siklus (2×25 sesi). Akan tetapi radioterapinya belum tuntas karena setelah sesi ke 14 dari siklus kedua, jaminan kesehatannya dicabut. Akibatnya, kulit di bagian leher, dada, perut dan punggung menebal dan terasa keras. Kemudian mengalami sesak nafas. Ibu Indon akhirnya tidak dapat beraktifitas lagi seperti biasa dan hanya bisa duduk dan menyangga dengan tangan kirinya karena selalu kesakitan jika berbaring. Oleh karena itu tangan kirinya membengkak. Ibu Indon kemudian bertemu tim SR pada bulan Februari 2014 dan langsung dibawa ke RS. Sardjito. Selama hampir sebulan Ibu Indon dirawat di RS. Sardjito untuk memperoleh penanganan intensif. Namun kondisi Ibu Indon semakin memburuk dan pada tanggal 21 Maret 2014 beliau dinyatakan meninggal karena tidak sanggup lagi menahan sakitnya. Bantuan ini merupakan santunan untuk keluarga Ibu Indon

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @emaanggita
Tanggal : 22 Maret 2014

Ibu Indon menderita sakit kanker payudara

Ibu Indon menderita sakit kanker payudara

———————————————————–

Dwi Cahyono (25 tahun) beralamat di Kedundang 1 Rt 027/Rw 012 Temon Kulon Progo. Bekerja sebagai sebagai buruh pabrik di Jakarta. Sudah berkeluarga dengan Dwi Astuti (23 tahun) dan dikaruniai anak Rafkah (6bulan). Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya. Semasa tinggal di Jakarta pernah diperiksakan berobat namun tidak tuntas. Kondisi lidahnya saat ini semakin serius yang menyebabkan dia kesulitan untuk berbicara. Dalam kondisi tersebut Mas Dwi pulang ke Kulonprogo untuk melakukan pengobatan alternatif baik di Purwokerto maupun di Tawangmangu. Praktis, semenjak pulang ke Jogja, kondisi ekonominya berubah karena dia tidak lagi bekerja. Saat ini istrinya pulang ke rumah orang tuanya bersama anaknya, sedangkan Mas Dwi menjadi tanggungan Ibunya yang hanya berdagang sayuran kecil-kecilan. SR mendampingi mas Dwi untuk pengobatan penyakitnya dan saat ini sudah dalam proses kemotherapy yang ke empat di RS. Sardjito. Biaya ini merupakan biaya untuk kemotherapy ke empat.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @vsyauqani
Tanggal : 25 Maret 2014

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

Mas Dwi awalnya hanya mengalami sakit sariawan biasa namun kemudian terdapat benjolan di lidahnya

———————————————————–

Bu Suminah (60) adalah warga Desa Kalibawang Kulonprogo.Sejak ditinggal suaminya (alm.Moh.Zamroni) 20 tahun lalu, bu Minah bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya.Pada tahun 2006 lalu, bu Minah mendapati benjolan kecil di lehernya.Merasa hanya benjolan biasa, beliau membawanya ke pengobatan alternatif.Akan tetapi, pengobatan tersebut tidak memberi perubahan yang berarti.Alhasil, benjolan tersebut semakin membengkak.Melalui pemeriksaan di RSUD Wates, benjolan tersebut didiagnosa sebagai pembengkakan kelenjar getah bening.Dokter mengharuskan beliau untuk menjalani operasi.Akan tetapi karena ketiadaan biaya dan tidak adanya jamkes, beliau memutuskan untuk menghentikan pengobatan.Di tahun 2012 benjolan tersebut sudah semakin membesar dan menyulitkan aktifitas beliau.Melalui pemeriksaan di RSUP Dr.Sardjito, benjolan tersebut dinyatakan telah berkembang menjadi tumor jinak sehingga harus segera dilakukan operasi pengangkatan tumor.Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, beliau memutuskan untuk menunda tindakan operasi tersebut.Hingga pada awal tahun 2013, beliau bertemu dengan sedekah rombongan.Saat ini, bu Minah masih dalam dampingan #sedekahrombongan dan beliau harus menjalani serangkaian pengobatan sebelum operasi pengangkatan tumor dilakukan.Bantuan ini digunakan untuk biaya paket penyinaran di RS.Sardjito.

Jumlah Bantuan : Rp.5.500.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @sinta_murtina
Tanggal :25 Maret 2014

Ibu Suminah didiagnosa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening

Ibu Suminah didiagnosa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening

———————————————————–

Ibu Syafrinawati (31 th), beralamat di Kuningan Mandirancan No.14 RT 04 RW 04. Suaminya, Bapak Rusdiana (31 th) bekerja sebagai buruh serabutan.Tahun 2011 Bu Rina mulai merasakan sakit pada perutnya. Kemudian, tahun 2012 berobat di RS ’45 Kuningan. Setelah di USG didiagnosa penyumbatan saluran telur, dan harus dioperasi untuk pembersihan saluran telur. Karena ketiadaan biaya, akhirnya Bu Rina mengurungkan operasi ini. Awal Februari 2014, Bu Rina bertemu dengan SR dan setelah disurvey, akhirnya didampingi oleh SR. Sampai saat ini, Bu Rina sudah di USG, 12 x terapi dan HSG di RS Sardjito. Bantuan ini digunakan untuk USG, kontrol, pembelian obat dan akomodasi ke kuningan.

Jumlah Bantuan : Rp.2.852.000,-
Kurir : @KarmanMove via @emaanggita
Tanggal : 25 Maret 2014

Ibu Syafrinawati didiagnosa penyumbatan saluran telur

Ibu Syafrinawati didiagnosa penyumbatan saluran telur

———————————————————–

Nicholas Alvero Andrianto atau biasa dipanggil dik Niko Lahir di Kebumen, 17 April 2012. Orangtuanya adalah Ibu bernama Ratna Diana Wati ( 30 tahun, IRT) dan ayah bernama Irfan Andrianto (33 tahun,swasta-sales). Dik Niko merupakan bungsu dari 4 bersaudara, yaitu: 1. Kelvin Rafli Smith (13th). 2. Revando Afrianto (8th). 3. Jonathan Valentino (7th). Keluarga ini tinggal di Gang Soka RT 05 RW 03 No. 55 Kebumen. Dik Niko ini menderita kelainan fisik sejak lahir sehingga pada usianya yang baru 4 hari, Dik Niko harus menjalani menjalani operasi colostomi di Sarjito yakni pada tanggal tanggal 21 April 2012. Operasi kedua yang dijalani Dik Niko dilaksanakan tanggal 27 Juni 2012, yaitu operasi PRSAP (pembuatan anus buatan). Saat ini dik Niko sedang dalam masa pendampingan dengan Sedekah Rombongan untuk operasi lanjutan. Bantuan ini digunakan untuk kontrol dan biaya pembelian obat serta akomodasi ke kebumen.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 25 Maret 2014

Dik Niko ini menderita kelainan fisik sejak lahir

Dik Niko ini menderita kelainan fisik sejak lahir

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 37,540,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 531 ROMBONGAN

Rp. 16,804,752,318,-