Dek Helmy Taqiyudin (3 tahun) adalah putra dari bapak Turisman (35 tahun) seorang buruh harian lepas dan Ibu Kamsiyah (33 tahun) seorang Ibu Rumah Tangga. Keluarga ini tinggal di Desa Danasri RT 002 Rw 001,Kelurahan Buayan, Kecamatan Buayan. Dek Helmy sejak usia 2 bulan dideteksi oleh dokter menderita infeksi mata. Oleh keluarganya hanya diberi obat tetes mata. Namun lama kelamaan mata kirinya semakin membesar seperti bola pingpong. Saat ini dek Helmy sudah dioperasi dan harus menjalani serangkaian sebanyak 105 kali. Kami akan terus mendampingi dek Helmy hingga kesembuhannya kelak. Bantuan ini merupakan biaya kemotherapy, cek lab dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp.3.500.000,-
Kurir :@KarmanMove via @RofiqSILVER
Tanggal : 11 Maret 2014

Adik Helmy menderita infeksi mata

Adik Helmy menderita infeksi mata



———————————————————–

Ibu Hajirah (55 Tahun) Alamat di Desa Timbuseng, Kec. Patallassang, Kab. Gowa, Sulawesi Selatan. Ibu Hajirah menderita Kanker Payudara, semua berawal dari benjolan kecil pada tahun 2011, mengetahui hal tersebut Ibu Hajirah tetap berusaha berobat secara tradisional hingga saat ini. Namun, kanker yang diderita Ibu Hajirah tak kunjung sembuh bahkan semakin parah karena kanker sudah menyebar dan membusuk, sehingga membuat sebahagian tubuh Ibu Hajirah tidak dapat bergerak, demam tinggi dan muntah hampir tiap hari terjadi. Saat ini kami berusaha membujuk Ibu Hajirah agar bersedia dirawat di Rumah Sakit. Bantuan yang kami berikan untuk biaya membeli obat dan kebutuhan sehari-hari.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @areefy_dip via @ahmadhamzahmo
Tanggal : 01 April 2014

Ibu Hajirah menderita Kanker Payudara

Ibu Hajirah menderita Kanker Payudara

———————————————————–

Adi Romansa (12 th) tinggal di desa Mlobo 2/2 Karangkajen Secang Magelang. Adik piatu yang satu ini sejak lahir menderita hispopadia (kelainan saluran kencing). Dulu sudah pernah operasi sebanyak 3x untuk upaya kesembuhanya tapi karena keterbatasan biaya tidak dilanjutkan proses penyembuhannya. Beberapa bulan yang lalu tim sedekah rombongan dipertemukan dik Adi anak dari ibu Barliyah (45 th) untuk kelanjutan proses penyembuhannya. Saat ini kondisi dik Adi sudah semakin membaik dan akan dilakukan operasi lanjutan setahun lagi. Bantuan ini diperuntukkan untuk biaya kontrol dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp.1.540.000,-
Kurir : @KarmanMove via @vatjohn
Tanggal : 9 Maret 2014

Adik Romansah sejak lahir menderita hispopadia (kelainan saluran kencing)

Adik Romansah sejak lahir menderita hispopadia (kelainan saluran kencing)

———————————————————–

Bu Yani adalah seorang ibu yang dilahirkan di Kuningan, 14 Agustus 1972. Beliau mengidap Tumor Payudara dan sudah melakukan pengobatan di RS Kuningan. Kemudian dirujuk ke Bandung, dan menjalani operasi serta kemoterapi pada tahun 2013. Saat ini sebenarnya masih membutuhkan penyinaran radioterapi, namun karena tidak ada biaya akhirnya diurungkan, Bu Yani masih merasakan sakit di payuaranya dan membutuhkan operasi lanjutan karena tumor payudaranya tumbuh kembali. Bu Yani saat ini dalam pendampingan Sedekah Rombongan dan bantuan ini digunakan untuk kontrol, cek lab, pembelian obat dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp.1.500.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 9 Maret 2014

Ibu Yani mengidap Tumor Payudara

Ibu Yani mengidap Tumor Payudara

———————————————————–

Pak Baiman (60th) adalah warga RT.06 RW.10 Desa Jitar Kulon, Kel. Sumber Arum, Kec. Moyudan, Kab. Sleman. Beliau menderita TBC sejak puluhan tahun yang lalu dan tidak diperiksakan secara medis ke dokter karena keterbatasan biaya. Selama ini beliau hanya berobat dengan menggunakan obat yang dibeli dari warung setempat untuk meringankan sakit TBCnya. Bantuan santunan ini ditujukan untuk meringankan beban yang dialami Bapak Baiman.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir :@KarmanMove via @nggimoets
Tanggal : 11 Maret 2014

Bapak Baiman menderita TBC sejak puluhan tahun yang lalu

Bapak Baiman menderita TBC sejak puluhan tahun yang lalu

———————————————————–

Ibu Uwuh (64th) adalah warga RT.05 RW.007 Dusun Pingitan, Desa Sumber Arum, Kec. Moyudan, Kab. Sleman. Suaminya adalah Bapak Saswito (70 th). Sejak 5 tahun terakhir Ibu Uwuh menderita stroke dan sama sekali belum pernah berobat karena ketiadaan biaya Bantuan santunan ini ditujukan untuk meringankan biaya berobat beliau.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir :@KarmanMove via @nggimoets
Tanggal : 11 Maret 2014

Ibu Uwuh menderita stroke

Ibu Uwuh menderita stroke

———————————————————–

Mbak Rusmini Umur 28 Tahun Alamat di Kalibogor, Dadabong, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Mbak rusmini tinggal bertiga dengan ibu dan adiknya, tiga bulan yang lalu bertambah lagi anggota keluarganya seorang bayi laki-laki yang mungil yaitu anak mbak rusmini yang di beri nama Heri Susanto. Ayah mbak rusmini sudah meninggal 7 tahun yang lalu, sepeninggalan ayahnya, ibu mbak rusmini yaitu bu rubiah menjadi tulang punggung keluarga.

Keadaan keluarga bu rubiah cukup memprihatinkan, kedua anaknya mbak Rusmini dan adiknya mengalami ganguan mental. Mbak rusmini selain mengalami ganguan mental, kedua matanya mengalami rabun mata sehingga mengganggu penglihatannya, dengan kondisi fisik dan mental seperti itu menghambat dirinya untuk bisa bekerja seperti orang yang normal.

Seperti pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga” itulah yang dialami mbak rusmini, bayi yang dilahirkannya tiga bulan yang lalu bukan hasil dari sebuah pernikahan tetapi mbak rusmini dihamili oleh pamannya sendiri yang sudah berkeluarga. Keluarga bu rubiah hanya bisa pasrah menghadapi kondisi seperti itu, dan sekitar tiga bulan yang lalu lahirlah bayi dalam kondisi prematur (umur 7 bulan sudah lahir) anak mbak rusmini. Tiga minggu bayi itu dalam ruang inkubator namun sayang asi milik ibunya tidak dapat keluar sehingga harus minum susu formula pengganti asi, sangat berat jika melihat kondisi bu rubiah dan mbak rusmini yang tidak punya tulang punggung keluarga. Untuk makan sehari-hari sudah susah dan sekarang harus membeli susu formula pengganti asi untuk bayi, lebih parah lagi kondisi mbak rusmini yang blm bisa merawat bayinya maka bu rubiah lah yang setiap hari menggendong dan merawat bayi mungil itu. Semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran untuk bu rubiah dan mbak rusmini dalam merawat malaikat kecil itu, dan kelak akan menjadi anak yang soleh menjadi pintu kebahagiaan untuk mbak rusmini.

Jumlah Bantuan: Rp 1.000.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Rudianto dan Supriyanto
Tanggal Pemberian: 19 Maret 2014

Mbak rusmini selain mengalami ganguan mental, kedua matanya mengalami rabun mata sehingga mengganggu penglihatannya

Mbak rusmini selain mengalami ganguan mental, kedua matanya mengalami rabun mata sehingga mengganggu penglihatannya

———————————————————–

Ibu Nari Umur 30 thn Alamat di Kabrokan Wetan, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Bu nari tinggal berdua dengan suaminya bapak wakijan (45 thn) di sebuah rumah yang sangat sederhana, walau dindingnya dari tembok batu tetapi ukuranya kecil, pintu dan jendelanya terbuat dari gedeg. Mereka belum di karuniai anak sejak menikaj di tahun 2006.

Suami bu nari yaitu pak kijan mengalami cacat pada kakinya sehingga kalau berjalan agak aneh, selain itu pak kijan juga menderita penyakit kulit di perut dan punggungnya. Kondisi yang seperti itu membuat pak kijan tidak dapat bekerja buruh serabutan oleh karena itu pak kijan mengisi hari-harinya dengan keliling kampung untuk mengumpulkan botol plastik bekas jika sudah banyak maka dia jual ke pengepul untuk mendapatkan uang. Uang itulah yang digunakan untuk makan dan membeli kebutuhan hidup bu nari dan pak kijan, padahal hasil setiap hari dari mencari botol plastik itu belum tentu dapat untuk membeli 1 kg beras yang membuat mereka hanya makan 1 kali sehari sudah biasa.

Keadaan bu nari yang seperti itu menimbulkan belas kasihan dari tetangga sekitar dengan memberikan barang bekas atau makanan untuk mereka. Sekarang mbak Nari harus merawat bapaknya yang sudah sakitan- sakitan (sudah sepuh) yang tinggalnya di dusun lain dengan jarak yang cukup jauh dari rumah bu nari, tiap hari bu nari menjenguk dan merawat bapaknya dengan berjalan kaki.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Rudianto & Supriyanto
Tanggal Pemberian: 19 Maret 2014

Suami bu nari yaitu pak kijan mengalami cacat pada kakinya

Suami bu nari yaitu pak kijan mengalami cacat pada kakinya

———————————————————–

Ibu Mugiyarti Umur 35 Tahun Alamat di Kayen, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Yogyakarta. Ibu mugiyarti seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak, dia menderita penyakit mata sebelah kanan saraf retinanya sudah lepas yang membuatnya tidak bisa melihat sedang mata sebelah kiri juga min 23. Penyakit itu bu giyarti derita pada saat melahirkan anak pertama, saran dokter agar operasi caecar tidak bu giyatri lakukan karena alasan biaya yang mahal dia lebih memilih untuk melahirkan secara normal yang berdampak buruk pada mata sebelah kanan menjadi seperti sekarang ini.

Suami bu giyarti yaitu pak suyono bekerja sebagai buruh serabutan kuli truk dan tiap pagi dan sore mencari rumput untuk seekor kambing yang dia pelihara. Karena kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan bu giyarti walaupun matanya kabur demi membantu suami mencukupi kebutuhan keluarga rela bekerja keras membanting tulang pergi ke pasar bantul dengan menuntun sepeda sambil mengendong anaknya untuk menjual kayu bakar, walaupun uang hasil dari jualan itu tidak lah banyak tapi dapat membantu suaminya. Ibu mugiyarti dan pak suyono mempuyai tiga anak yang pertama laki-laki umur 8thn, yang kedua perempuan umur 3thn, dan yang ragil laki-laki umur 1thn, untuk mencukupi kebutuhan makan ketiga anaknya itu bu giyarti kadang-kadang tidak ada. Untuk bekerja buruh cating seperti dulu bu giyarti sudah tidak sanggup selain karena penyakit matanya juga harus momong anak yang masih kecil-kecil.

Jumlah Bantuan: Rp 750.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Rudianto & Supriyanto
Tanggal Pemberian: 19 Maret 2014

Ibu Mugiyarti menderita penyakit mata sebelah kanan

Ibu Mugiyarti menderita penyakit mata sebelah kanan

———————————————————–

Ibu Murfi’ah Umur 30 Tahun Alamat di RT 02 Garon Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta. Bulik mur seorang penghafal Al Qur’an, dia adalah ujung tombak dari rumah tahfizt yang dia asuh, sedang mata merupakan alat vital untuk melihat dan membaca Al Qur’an, sangat disayangkan jika penyakitnya itu membuat dia menjadi tidak dapat melihat lagi tentu nasib anak santrinya ikut terkena dampaknya.

Bulik mur menjadi semakin bersemangat untuk berobat agar penyakit matanya dapat sembuh setelah mendapat dukungan moral dan material dari #SR. Bulik mur memilih untuk menempuh jalur alternatif di sebuah klinik alternatif Rumah Sehat yang tentu saja melalui beberapa tahap dan waktu yang cukup lama dengan mengkonsuumsi obat dan vitamin serta ditambah beberapa terapi akupuntur sesuai kebutuhan dan perkembangan penyakitnya. Alhamdulillah sampai sekarang sudah berjalan hampir 4 bulan telah dapat dirasakan perubahan penglihatan yang dulu terasa gelap dan kabur sekarang sudah menjadi semakin jelas penglihatannya.

Untuk selanjutnya pendampingan untuk pengobatan dan terapi bulik mur akan di pegang oleh regu semut dengan menyerahkan biaya subsidi berobat setiap tanggal 19 disetiap bulannya, sekarang sudah masuk bulan ke 3 yaitu tanggal 19 Maret 2014 sebanyak 1,5juta. Perkembangan terbaru dari proses terapi herbal mata sebelah kanan bulik mur min pada matanya sudah berkurang dan saraf-saraf retinanya sudah mulai menyambung dengan baik, kotoran dan lemak yang menempel sudah mulai bisa hancur, yang berdampak pennglihatannya mulai jelas dan fokus. Biaya terapi dan akupuntur dari rumah sehat sudah gratis tetapi untuk menebus obat, suplemen dan multivitamin tiap bulannya menjadi meningkat sekitar 2,5 juta. Semoga bulik mur tetap konsisten menjalani terapi sehingga harapan bulik mur dan #SR untuk kesembuhan mata bulik mur dapat terwujud. Ibu Murfi’ah sudah pernah menerima donasi dari amanat donator sedekah rombongan pada rombongan 480 dan Rombongan 519

Jumlah Bantuan: Rp 1.500.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Rudianto & Liena Yuliani
Tanggal Pemberian: 19 Maret 2014

Ibu Murfiah mengalami gangguan penglihatan

Ibu Murfiah mengalami gangguan penglihatan

———————————————————–

Herman (9 tahun/SDN kelas 3), ayah bernama Tapo (56 tahun/Tani), ibu bernama Heda (35 tahun/IRT), memiliki saudara 4 orang. Alamat dusun Sivua Desa Powelua kec. Banawa Tengah Kab. Donggala Sulawesi Tengah. Dik Herman Sudah hampir sebulan tidak bersekolah karena tidak dapat berjalan (kaki terasa sakit dan ada benjolan dibagian bawah lutut), kedua orang tua hanya mengandalkan pengobatan dukun kampung dengan alasan jarak rumah sakit/dokter terlalu jauh dan memikirkan biayanya.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,- untuk membantu meringankan biaya berobat bagi dik Herman.
@MarjunulNP via Abdul Rasyid,
24 Maret 2014.

Adik Herman kaki terasa sakit dan ada benjolan dibagian bawah lutut

Adik Herman kaki terasa sakit dan ada benjolan dibagian bawah lutut

———————————————————–

AZELIA FEBRIANI, 1.5 tahun. Alamat Kontrakan: Legenda Malaka Blok E2/19, Batam. Ayah, Safrizal (38) dan Ibu, Arisia (36). Sungguh malang nasib Azelia, kemungkinan besar sebelah matanya tak dapat melihat lagi. Ia mederita Retinoblstoma dan belum pernah diobati ke Rumah Sakit sebelumnya. Selama ini Ayah dan Ibunya hanya berupaya menggunakan pengobatan yang terjangkau, konvensional dengan Herbal namun tak juga kunjung ada perbaikan. Pak Safrizal sungguh kebingungan tatkala memulai ihtiar di RS Otorita Batam untuk mengobati anaknya malah harus dirujuk ke RSCM Jakarta, belum lagi status BPJS dari perusahaannya bekerja terputus karna belum dibayar. Pak Safrizal hanya seorang operator di sebuah perusahaan, Penghasilannya masih pas-pasan dengan 3 tanggungan di rumahnya. Alhamdulillah, Pada Rombongan sebelumnya #SedekahRombongan telah menyampaikan santunan untuk persiapan mengurus BPJS dan telah selesai, Setelah rujukan didapatkan dari RS Otorita Batam – Kini bantuan lanjutan sudah disampaikan juga untuk transportasi ke Jakarta dan untuk keperluan lainnya selama berobat di Jakarta.

Jumlah Bantuan : Rp. 3.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini@ddsyaefudin @ieda_salim
Tanggal : 23 Maret 2014.

Adik Azelia menderita Retinoblstoma

Adik Azelia menderita Retinoblstoma

———————————————————–

KARNO MS, (60), Ayah dari 3 orang anak ini dan istrinya bu Su’iah (44) tinggal di Jalan Keagungan No: 34 RT.12/3. Kel.Keagungan. Kec:Taman Sari. Jakarta barat. Sudah 5 tahun pak Karno menderita sakit Tumor pada Hidungnya, karna keterbatasan biaya pak Karno yang sehari-harinya menjadi kuli serabutan ini hanya bisa berobat ke puskesmas dan klinik terdekat saja. Namun karna kondisi tumornya semakin hari semakin membesar , bu Su’iah membawa suaminya ini ke RS Tarakan Jakarta, dari hasil diagnosa tim dokter, pak Karno kemudian dirujuk pengobatannya ke RSCM dan sudah 2 bulan ini pak Karno menjalani serangkaian pemeriksaan, pengobatan. Dengan fasilitas KJS yang dimilikinya sangat membantu proses pengobatannya, namun untuk biaya transportasi selama berobat jalan masih sangat memberatkan pak Karno. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat membantu meringankan beban pak Karno, bantuan awal untuk biaya transportasi sudah disampaikan, semoga ikhtiar pak Karno untuk kesembuhannya dilancarkan dan pak Karno bisa segera sembuh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 19 Maret 2013.

pak Karno menderita sakit Tumor pada Hidungnya

pak Karno menderita sakit Tumor pada Hidungnya

———————————————————–

Bu YANTI WIDIANTI (34), Jl. Kapt. H. Didi Effendi Gg Titiran No. 47 RT 4/4 Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Bu Yanti, single parent dengan tanggungan 3 orang anak ini harus berperan ganda sebagai tulang punggung keluarga dan mengurus anak-anaknya. Dibalik ketangguhannya ibu ini, ternyata ia menderita penyakit yang cukup berat. Bu Yanti diduga menderita TB Abdomen, sehingga ia diharuskan untuk dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya, dengan bantuan fasilitas jaminan BPJS. Karena penyakit yang dideritanya ini, sekarang ia tidak bisa bekerja lagi. Untuk menghidupi anak-anaknya saat ini ia hanya mengandalkan bantuan dari para tetangga dan saudara-saudaranya. Untuk berangkat ke Rumah Sakit pun ia dibantu oleh tetangga dan RT setempat, namun bekal dari hasil urunan tetangganya itu hanya cukup unuk beberapa hari saja, sedangkan perawatannya belum selesai. #SedekahRombongan memahami kesulitan Ibu tangguh ini, dan segera menyampaikan santunan untuk membantu meringankan beban Bu Yanti Widianti, yang digunakan untuk biaya transportasi dan biaya bekal sehari-hari selama menjalani perawatan di RSUD Kota Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 18 Maret 2013.

Bu Yanti diduga menderita TB Abdomen

Bu Yanti diduga menderita TB Abdomen

———————————————————–

RUSLI JAYA (26), Kp Lancarmanah RT 3/3 Desa Cibanteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu ini didiagnosa Dokter menderita penyakit Anemia dan Hepatitis B. Pak Rusli dan keluarganya terpaksa harus kerap bolak-balik menjalani perawatan di RSUD Tasikmalaya karena peyakitnya ini. Ayahnya, Pak Ruhimat yang hanya seorang buruh tani dengan tanggungan keluarga 2 orang hanya bisa membantu alakadarnya untuk ongkos ke RSUD Kota Tasikmalaya yang lokasinya cukup jauh dari tempat mereka tinggal di daerah selatan Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini Kang Rusli harus mendapatkan perawatan yang cukup lama. Dengan berbekal fasilitas jaminan kartu BPJS, ia sudah satu minggu dirawat di RSUD Kota Tasikmalaya, transfusi darah sudah habis 5 labu. Selama dirawat ia ditunggui oleh ibunya, ibu Sariah (52), namun keluarga yang tergolong miskin ini sudah kehabisan bekal untuk biaya sehari-hari dan ada beberapa jenis obat yang harus dibeli ke luar, karena tidak terdapat di RSUD Tasikmalaya. #SedekahRombongan menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga ini, yang digunakan untuk biaya transportasi dan biaya bekal sehari-hari selama menjalani perawatan di RSUD Kota Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem
Tanggal : 18 Maret 2013.

Bapak Rusli didiagnosa Dokter menderita penyakit Anemia dan Hepatitis B

Bapak Rusli didiagnosa Dokter menderita penyakit Anemia dan Hepatitis B

———————————————————–

YANTI APRIMAWATI (36), Kp. Babakan Pala RT. 4/10 Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Bu Yanti didiagnosa menderita Anemia Aplastik. HB-nya turun drastis sampai 3,8. Ia pun diharuskan dirawat secara intensif di IGD RSUD Kota Tasikmalaya. Untunglah ia termasuk ke dalam keluarga yag memperoleh fasilitas kesehatan Jamkesmas dari Pemerintah sehingga sedikit meringankan biaya pengobatannya, meskipun ia sudah 7 kali keluar masuk RSUD, dan setiap kali masuk rumah sakit, ia selalu dirawat lama. Biaya transportasi dan operasional perawatan Bu Yanti cukup menguras penghasilan suaminya Pak Dadan Kurnia (40), sehingga perabotan rumahnya sudah banyak yang dijual, karena harus sering bolak-balik dirawat. Kali ini Bu Yanti sudah lebih dari satu minggu dirawat, sehingga Pak Dadan yang hanya buruh serabutan dan memiliki tanggungan 4 orang ini kehabisan bekal. #SedekahRombongan menyampaikan santunan dari sedekaholics untuk membantu meringankan beban keluarga pra sejahtera ini, yang digunakan untuk biaya transportasi dan biaya bekal sehari-hari selama menjalani perawatan di RSUD Kota Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 18 Maret 2013.

Bu Yanti didiagnosa menderita Anemia Aplastik

Bu Yanti didiagnosa menderita Anemia Aplastik

———————————————————–

KIKIN SODIKIN (57) Kp Saguling Panjang RT. 4/5 Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Pak Kikin sehari-hari bekerja sebagai tukang buruh jahit dengan penghasilan yang tidak seberapa, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan kadang kurang karena ia masih memiliki 5 orang anggota kelarga yang masih menjadi tanggunannya. Istrinya, ibu Tika Kartika (49), kadang ikut bekerja sekedar untuk membantu memberkan penghasilan tambahan untuk keluarganya. Pak Kikin menderita penyakit Hernia sudah sejak setahun terakhir ini. Selain itu ia juga memliki penyakit maag akut yang sudah ia derita beberapa tahun terakhir ini. Setelah beberapa kali diperiksa oleh dokter Puskesmas, kemudian ia dirujuk ke RSUD Kota Tasikmalaya. Dokter kemudian menyarankan agar Pak Kikin segera menjalani operasi hernia, dan jadwal operasipun sudah dikeluarkan Tm Dokter RSUD Kota Tasikmalaya, Sedangkan penyakit maag-nya akan diobati dengan cara berobat jalan. Dengan penghasilan yang minim, mereka khawatir akan biaya operasi yang harus dikeluarkan sehingga keluarga khawatir harus menunda rencana operasi tersebut, meskipun mereka memiliki fasilitas Jamkesmas/BPJS keluarga miskin. #SedekahRombongan segera memberikan bantuan dengan menyampaikan santunan untuk keluarga miskin ini yang digunakan untuk biaya transportasi dan biaya bekal selama menjalani perawatan di RSUD Kota Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin via @luchakiem via @AdeSRTasik
Tanggal : 19 Maret 2013.

Pak Kikin menderita penyakit Hernia

Pak Kikin menderita penyakit Hernia

———————————————————–

DEDI SUTARDI, Panggilannya Mang Daseng. Sampai usianya kini 50 tahun, ia amat akrab dengan kemiskinan. Ia terlahir dari keluarga miskin di rumah yang kini jadi tempat tinggalnya, di Pasar Kidul RT.1/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Keenam saudaranya pun hidup dalam kekurangan. Ia tinggal berdesakan dengan ketiga saudaranya yang sama-sama tak memiliki pasangan hidup. Pak Dedi Sutardi sendiri ditinggalkan istrinya yang tak tahan dengan penderitaan. Dua anak mereka sampai kini dibesarkan Pak Dedi tanpa sentuhan kasih ibu. Belenggu yang memasung kehidupan keluarganya seolah tiada henti, Sejak lama Pak Dedi Sutardi mengidap ashma. Karena itu, ia tak pernah bisa konsentrasi menjalankan usahanya berjualan kaos kaki dari kampung ke kampung. Ia lebih sering menganggur daripada bekerja. Yang lebih mengenaskan, rumah warisan yang ditinggali bersama saudaranya itu, terbakar habis pada bulan Ramadan tahun lalu. Berbulan-bulan mereka tinggal di pengungsian, di kantor RW. Dengan upaya warga dan Pemerintah, rumah mereka kini sudah hampir rampung dibangun kembali selayaknya untuk ditinggali. Akan tetapi baru saja tiga minggu menempati rumah bedengnya yang baru, ia terpuruk sakit. Berkali-kali ia berobat ke Puskesmas Ciwidey. Tim medis di Puskesmas menduga Pak Dedi Sutardi mengidap TB Paru, Ia belum pernah berobat ke rumah sakit karena identitas yang asli (KTP dan Kartu Keluarga) bahkan Kartu Jamkesma miliknya ikut terbakar bersama rumahnya. Tanggal 6 Februari 2014 menandai puncak kegetiran hidup Pak Daseng. Sebelum tidur, ia merasakan yang aneh pada mulutnya: mulutnya terus saja terbuka. Ia terkena disposisi pada rahangnya dan kini sudah sembuh namun ia juga terkena stroke. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya perobatannya setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 514. Pak Dedi kini masih dirawat di Ruang Isolasi, Ruang Mawar, Kamar 5 RSUD Soreang, Bandung.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 17 Maret 2014.

Pak Dedi Sutardi mengidap TB Paru

Pak Dedi Sutardi mengidap TB Paru

———————————————————–

DEDI, 21 tahun, Alamat: Kp. Cibulus, RT.12/3, Karang Patri, Pabayuran, Bekasi. Ayah: Makar, 50 tahun dan Ibu: Rohayati, 40 tahun. Dedi, Pemuda yang saat ini tidak bekerja dirawat di RSCM atas rujukan dari RSUD Bekasi, Ia mengidap penyakit Anemia Plastik Melena/Pendarahan. Kesulitan kedua orangtuanya dapat dibayangkan karna pak Makar juga kondisinya sedang menganggur, kehidupan mereka cukup sulit saat ini. Alhamdulillah, berbekal Jamkesmas mereka dapat merawat Dedi di Rumah Sakit, walau biaya harian dan transportasi selama di Rumah Sakit menjadi beban tambahan saat ini. #SedekahRombongan kembali manyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan transport setelah sebelumnya masuk di Rombongan 502. Dedi perkembangan kesehatannya sudah dinyatakan baik dan hanya perlu mengikuti jadwal pengontrolan setiap bulannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-.
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal: 19 Maret 2014.

Sdr. Dedi mengidap penyakit Anemia Plastik Melena/Pendarahan

Sdr. Dedi mengidap penyakit Anemia Plastik Melena/Pendarahan

———————————————————–

SUPRIHAH, 45 tahun. Alamat: Kota Serang Baru, Blok E/24, Cikarang Selatan, Bekasi. Ibu dhuafa ini sudah lama menderita sakit Limfomioma dan pernah tahun 2011 lalu berobat ke RSUD Cibitung namun tidak dilanjut karna ketiadaan biaya pendukungnya untuk transportasi dan lainnya. Memang bu Suprihah sudah memiliki BPJS namun itu belum membantu maksimal untuk memulai lagi ke Rumah Sakit, Ia kondisinya lemah dan harus mengurus anak-anaknya yang masih menjadi tanggungannya di rumah. Apalah daya, bu Suprihah sehari-harinya hanya bekerja membantu tetangga-tetangganya di sekitaran rumahnya, Ia sudah lama menjanda dan hidup dalam keadaan miskin – Selama ini kehidupannya dibantu oleh tetangga-tetangganya, Layak harus dibantu. #SedekahRombongan menyegerakan bantuan untuk ibu Suprihah berobat, Bantuan awalpun disampaikan dan semoga bu Suprihah dimudahkan perobatannya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zafinaangel
Tanggal : 16 Maret 2014.

Ibu Suprihah menderita sakit Limfomioma

Ibu Suprihah menderita sakit Limfomioma

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 20,540,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 530 ROMBONGAN

Rp. 16,767,212,318,-