Ibu Nong (48 Tahun) Beralamat di Jl. Tinumbu, Lr. 144, No. 15F, Makassar, Kel. Layang, Kec. Bontoala, Sulawesi Selatan. Ibu Nong menderita Kanker Sebasea dibagian mata sebelah kanannya yang sudah membesar dan hampir menutupi sebagian wajahnya. Kanker mata yang diderita oleh ibu nong adalah kali kedua setelah sebelumnya yang pertama telah diangkat dan kemudian tumbuh kembali pada tahun 2012, saat itu Ibu Nong sudah menjalani 2 kali Kemo, akan tetapi karena kehabisan biaya maka Kemo itu dihentikan. Saat ini Ibu Nong kembali berobat berkat uluran tangan para dermawan disekitar rumahnya, setiap Dua atau Tiga hari sekali Ibu Nong berangkat dari rumahnya menuju Rumah Sakit sendirian menggunakan Angkutan Umum untuk memeriksa luka yang selalu basah dan perih sambil menunggu keputusan dokter selanjutnya. Di rumah Ibu Nong tinggal sebatangkara, Adik perempuan yang selalu menemani selama ini sebelumnya telah menghadap kepada Sang Pencipta karena kanker payudara, sehingga memaksa Ibu Nong harus berjuang seorang diri. Bantuan yang kami berikan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari dan biaya transportasi. Semoga bantuan ini dapat meringankan sedikit beban dan derita Ibu Nong.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.200.000,-
Kurir : @areefy_dip Via @ahmadhamzahmo
Tanggal : 26 Maret 2014.

Ibu Nong menderita Kanker Sebasea dibagian mata sebelah kanannya

Ibu Nong menderita Kanker Sebasea dibagian mata sebelah kanannya



———————————————————–

DIDIN, 38 tahun, Alamat: Kampung Nyalindung RT.3/2, Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Pekerjaan: Kuli Bangunan. Kang Didin tak berdaya saat ini, jangankan untuk menghidupi anak istrinya bahkan untuk berjalanpun ia tak mampu karena tulang/otot pinggangnya bermasalah tak berfungsi. Mungkin karena terlalu sering memaksakan memikul beban di luar kemampuannya, Sampai saat ini belum ada kepastian diagnosa rumah sakit karena ia belum mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Walaupun memiliki Jamkesmas, keluarganya tak mampu mengupayakan kesembuhannya karena ketiadaan biaya. Pak Mamat, bapaknya, juga terkena stroke hampir 9 bulan. Saat bertemu dengan Kurir #SedekahRombongan, mereka menuturkan kisah hidupnya sambil sesekali menyeka air mata: Terlihat juga kepiluan, rasa malu, dan harapan. Saat pertama kali Pak Didin merasakan duduk di kursi roda, tak henti-hentinya ia mengucapkan terimakasih dan doa bagi semua. Bantuan lanjutan disampaikan untuk transportasi dan lainnya, Pak Dididn saat ini masih berobat jalan setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 504.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 15 Maret 2014.

Bapak Didin tulang/otot pinggangnya bermasalah tak berfungsi

Bapak Didin tulang/otot pinggangnya bermasalah tak berfungsi

———————————————————–

ADI ERYANTO, Lahir di Bantul, 22 Januari 1996, Riwayat penyakit saat bayi Adi pernah mengalami sakit muntaber, batuk, pilek yang kemudian ditangani RS saat itu. Adi kecil sakit-sakitan dan sembuh setelah berobat hingga duduk di bangku SMA sekarang. Namun bila beraktivitas olah raga atau kecapean Adi sering sesak nafas dan jantungnya berdetak kencang disertai mimisan di hidungnya, Di RS.Sarjito pernah diperiksa dan dikaterisasi ternyata jantung Adi bocor 2,5 cm dgn biaya dari jamkesda. Kemudian Sarjito menyarankan operasi dengan biaya kisaran 125jutaan, urung karena besarnya biaya. Kemudian Adi didaftarkan di Yayasan Jantung Indonesia dan diminta menyediakan dana 16 juta dari sisa bantuan yang direncanakan dilakukan operasi beserta paket obatnya di RS.Harapan kita Jakarta yang jauh lebih murah. Ayah: Sunarto, 43 tahun dan Ibu: Suprapti, 40 tahun, Mereka berjualan Pecel Lele di pinggir jalan Bauran 2, Bauran, Segoroyoso, Pleret dekat tempat tinggal mereka dengan pendapatan Rp.30.000/hari, sangatlah tidak cukup karna masih harus menanggung 5 orang anak-anak mereka. Demikian sekelumit cerita tentang Adi Eryanto, Pasien dampingan #SedekahRombongan yang pada tahun 2012 sudah dioperasi dan sukses, #SedekahRombongan juga membantu sisa pembayaran yang ditanggung Yayasan Jantung Indonesia. Adi Eryanto yang masih muda belia itu kini sehat kembali dan semoga menjadi anak yang bermanfaat untuk kehidupan keluarganya, minggu ini ia kembali ke Jakarta untuk mengontrol keadaannya setelah setahun operasi dan Alhamdulillah dinyatakan baik. Untuk selanjutnya ia dapat mengontrol kembali perkembangannya tahun depan di RS.Sarjito, Jogjakarta. Bantuan disampaikan untuk transportasi mereka PP Jakarta-Jogja setelah bantuan terakhir masuk di Rombongan 258.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal : 20 Maret 2014.

Adik Adi menderita jantung bocor

Adik Adi menderita jantung bocor

———————————————————–

RIA KOMALASARI, 37 tahun. Ibu dua anak, istri dari bapak Juliagus, 39 tahun, yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung dan tinggal di Kamp Sudimampir RT.2/3. Kel Cimanggis. Kec Bojong, Bogor. Sudah dua tahun ini menderita sakit Ca Mamae (kanker payudara), gejala awal tak dirasakan oleh ibu Ria Komalasari ketika ia mengangkat beban berat tiba-tiba payudaranya luka dan mengeluarkan darah. Pengobatan awal dilakukan oleh ibu Ria Komalasari di puskesmas terdekat yang kemudian dirujuk pengobatannya ke RS.Fatmawati dan RSCM Jakarta, operasi pertama dilakukan Juni 2012. Pengobatan pasca operasi tindakan medisnya lanjutankan dengan terapi penyinaran. Kehidupan yang miskin dan pas-pasan membuat ibu Ria Komalasari terputus-putus pengobatannya, biaya akomodasi untuk melakukan pengobatan dengan rawat jalan sangat memberatkan keluarga ini, apalagi selama ibu Ria Komalasari berobat, pak Juliagus praktis tidak bekerja karna harus mendampingi istrinya berobat. Ibu Ria Komalasari selama berobat di RSCM tinggal sementara di selasar ex kantin RSCM, keterbatasan biaya penyebab keluarga ini tidak mampu membayar sewa rumah/kos di sekitar rumah sakit, Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, yang saat ditemui kondisi ibu Ria Komalasari sudah tidak bisa duduk normal, Bantuan awal untuk keluarga ini disampaikan dan akan dipergunakan untuk biaya harian selama berobat di RSCM.

Jumlah Bantuan: Rp. 1.000.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal : 12 Maret 2014.

Ibu Ria menderita sakit Ca Mamae (kanker payudara)

Ibu Ria menderita sakit Ca Mamae (kanker payudara)

———————————————————–

M.ALI AKBAR, Alamat: Jl.Kampung Melayu, RT.5/1, Gerunggang, Kabupaten Bangka, Babel. Ayah: Yunus (41), Pekejaan sebagai Petani di kampungnya dan Ibu: Bakiah (38). Sejak empat bulan lalu menderita sakit pada kaki sebelah kiri, karna terdapat benjolan. Kemudian Ali Akbar memeriksakan ke RSUD Defati Hamzah, dari hasil pemeriksaan tersebut Ali Akbar divonis mengalami tumor ganas di bagian kaki kirinya dan tumor sudah menjalar dari telapak kaki hingga lutut. Ternyata RSUD tidak dapat menangani penyakitnya hingga akhirnya dirujuk ke RSCM. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di poli bedah RSCM, tim dokter memutuskan untuk mengambil tindakan amputasi pada kaki sebelah kirinya. Ali Akbar pada tanggal 17 Januari 2014 kaki kirinya diamputasi oleh tim dokter yang menanganinya di RSCM. Untuk menunjang kemudahan rawat jalan orang tua Ali Akbar pada awalnya memohon bantuan kepada #SedekahRombongan untuk dibelikan kursi roda, karna orang tua Ali Akbar kehabisan biaya selama berobat di RSCM Jakarta. Kini bantuan lanjutanpun disampaikam untuk keperluan sehari-hari selama berobat jalan di RSCM Jakarta setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 521.

Jumlah Bantuan: Rp. 500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal: 12 Maret 2014

Ali Akbar divonis mengalami tumor ganas di bagian kaki kirinya dan tumor sudah menjalar dari telapak kaki hingga lutut

Ali Akbar divonis mengalami tumor ganas di bagian kaki kirinya dan tumor sudah menjalar dari telapak kaki hingga lutut

———————————————————–

RICA YUNITA, 24 tahun. Alamat: Perum Yeyes RT.3/8, Kenali Besar, Kota Baru, Jambi. Sejak usia 10 tahun menderita Tumor Pembuluh Darah, diawali benjolan kecil yang tumbuh di lehernya dan semakin membesar. Gejala awal sering dialami Yunita dengan demam dan rasa nyeri pada benjolan tersebut, Operasi pertama dilakukan di RS.Lubuk Linggau, Palembang saat ia masih kelas 4 SD. 2 tahun kemudian operasi kedua namun tumor itu belum juga musnah bahkan makin membesar, begitu juga dengan operasi ke 3 hingga ke 4 namun paska operasi tumornya belum juga sembuh. Rumah orangtuanya hingga habis terjual demi ihtiar pengobatan Yunita yang tak juga kunjung sembuh, sakit ia rasakan seperti ditusuk-tusuk jarum disertai dengan demam sering dirasakan. Agustus 2013 ia berobat kembali ke RSUD Mataher, Jambi hingga mendapat rujukan untuk dirawat jalan di RSCM Jakarta, diagnosanya ia terkena Limfangioma dan harus rawat jalan yang cukup memakan waktu serta jauh dari rumahnya di seberang pulau. Datang ke Jakarta berbekal seadanya dan harus beradaptasi dengan kondisi ibukota, hingga ia kehabisan dana dan tidur di emperan/selasar RSCM karna tak bisa mengontrak rumah. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan Tuhan – Bantuan lanjutanpun disampaikan dan kini Rica Yunita sudah berada di RSSR Jakarta, Operasi Tumornya telah berhasil dilaksanakan, paska operasi selain kontrol rutin di poli bedah tumor. Rica Yunita masih harus melakukan therapi rutin di rehab medik RSCM karna tangan kanannya pasca operasi sulit digerakkan secara normal, Bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 522.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 11 Maret 2014.

Sdri Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

Sdri Rica menderita Tumor Pembuluh Darah

———————————————————–

YUDISTIRA PRATAMA, 3,5 tahun, Alamat: Kampung Caringin, Desa Cimahi, RT.2/4, Kosambi, Karawang. Ayah: Yusuf, 30 tahun dan Ibu: Neneng Sartika, 26 tahun. Keceriaan Balita Yudistira suram tak bersemangat, tak seperti teman-teman sebayanya yang membuat berisik dalam kehidupan isi rumah karena teriakan dan lari-lari kecil anak-anak. Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy, Astaghfirullah… Anak sekecil Yudistira harus menanggung beban komplikasi penyakit yang begitu serius. Itulah nasib yang harus diterima kedua orangtuanya yang dalam agama harus mengimaninya, upaya melawan nasibpun diihtiarkan. Beberbekal Jamkesmas Yudistira sudah mulai berobat, Persoalan baru yakni biaya harian selama di RSUD Karawang terkadang dan sering membuat mereka menahan lapar – Yusuf hanya seorang Buruh Harian. Bismillah… Kini Yudistira sudah dioperasi di RSCM Jakarta dan masih dalam kondisi recovery pasca operasi, Semoga berangsur sembuh. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan lanjutan untuk keperluan makan sehari-hari Yudistira setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 522. Saat ini Yudistira masih terus menjalani therapy rutin di Rehab medik RSCM dan juga kontrol rutin di poli anak RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @zerinabanu @endangnumik
Tanggal: 11 Maret 2014.

Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

Sejak kecil Yudistira telah divonis terkena penyakit Jantung, Hernia serta Cerebral Palsy

———————————————————–

SAIN (40), beralamat di Desa/Kel Kadu Enggang, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Istrinya Bu Uen (33), tidak bekerja, Jumlah tanggungan 2 orang anak. Pak Sain sudah 9 tahun menderita penyakit TB Tulang, saat ini sedang berobat di RSCM Jakarta, rujukan didapat dari RSUD Berkah Pandeglang dengan fasilitas Jamkesmas. Pak Sain berasal dari keluarga miskin, sangat membutuhkan bantuan untuk biaya sehari-hari dan tempat tinggal sementara selama berobat di Jakarta. Keadaan ekonomi yang pas-pasan karena selama sakit Pak Sain sudah tidak bisa bekerja maksimal. Berbekal keinginan untuk berikhtiar dalam menyembuhkan penyakitnya, terpaksa Pak Sain meminta bantuan dari tetangga sekitar untuk membekali biaya transportasi agar bisa berobat ke RSCM Jakarta. Saat awal ditemui #SedekahRombongan pak Sain sedang kebingungan untuk menginap di sekitar RSCM karna tidak mempunyai uang, saat ini pak Sain sudah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan. pasca operasi pertama selain kontrol rutin dipoli bedah pak Sain juga harus jalani beberapa pemeriksaan lanjutan. bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk transport dan biaya operasional berobat setelah sebelumnya masuk di Rombongan 518.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 11 Maret 2014.

Pak Sain sudah 9 tahun menderita penyakit TB Tulang

Pak Sain sudah 9 tahun menderita penyakit TB Tulang

———————————————————–

ELMA TIANA, 7 tahun, Alamat: Lingkungan VII, RT.2/2, Bukit Kemuning, Lampung Utara. Ayah: Abadi, 50 tahun dan Ibu: Mariana, 42 tahun. Elma saat ini berada dalam perawatan jalan di RSCM Jakarta, Karna mengalami jantung bocor – Elma juga lumpuh kedua kakinya. Dirujuk dari RS Abdul Muluk Lampung berbekal Jamkesmas, Kedua Orangtua Elma berihtiar melewati jarak yang begitu jauh dilalui dari rumahnya. Pengorbanan waktu dan tenaga demi ihtiar kesebuhan Elma tercinta, Walau mereka hidup dalam kesulitan – Abadi hanya seorang Buruh Tani dan masih menanggung 5 orang anaknya yang saat ini ditinggalkan. #SedekahRombongan ikut meringankan beban mereka dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk kebutuhan selama di Jakarta setelah sebelumnya masuk bantuan di Rombongan 521. Saat terakhir ditemui, Elma masih dalam tindakan rawat jalan. selain kontrol rutin dipoli bedah ortopedi dan poli cardiologi anak. Elma masih menunggu keputusan dari dokter untuk membuka gift di paha kanan pasca operasi pada panggul kakinya

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 11 Maret 2014

mengalami jantung bocor – Elma juga lumpuh kedua kakinya

mengalami jantung bocor – Elma juga lumpuh kedua kakinya

———————————————————–

YANTI BINTI MAHMUD. 41 tahun. Bersama suaminya, Tata (55) ia tinggal di rumahnya yang sangat sempit di Kampung Babakan Lampit RT.3/7, Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Suami Yanti hanyalah buruh tani di kampungnya yang perkerjaannya pun tak menentu. Dengan tanggungan 5 orang, tentu semakin memperparah kondisi ekonomi keluarga ini. Apalagi ketika Bu Yanti harus dirawat di rumah sakit karena diduga mendapat serangan jantung mendadak. “Ketika istri saya sakit, tak terbayang dari mana kami bisa memberinya pengobatan. Kantenan kedah ka rumah sakit mah! Untuk kebutuhan sehari-hari pun sudah susah,” cerita Pak Tata berbahasa campur sunda dengan mata hampa saat Kurir #SedekahRombongan bertemu dengannya tanpa diduga. Berdasarkan penuturan suami dan kader PKK di desanya, dalam seminggu ini kerap mengalami nyeri di perut dan dadanya. Berbekal Jamkesmas, ia diperiksakan ke bidan desa. Sayang bidan desa itu kurang tanggap. Yanti tidak dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit segera. Bantuan lanjutan kembali disampaikan #SedekahRombongan untuk keperluan transportasi dan lainnya setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 523.

Jumlah Bantuan: Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 10 Maret 2014.

Ibu Yanti diduga mendapat serangan jantung mendadak

Ibu Yanti diduga mendapat serangan jantung mendadak

———————————————————–

AGUSTINI, 32 tahun, Alamat: Talang Batu, RT.1/1, Kabupaten Mesuji, Lampung. Suami: Nurman, 35 tahun, Profesi Nelayan. Riwayat penyakit sejak tahun 2008 terkena Tumor Lunak Pipi kanannya dan sempat 2 kali dioperasi di RSCM Jakarta menggunakan fasilitas Jamkesmas. Belum sembuh total penyakitnya karena harus terus dilakukan penyinaran untuk mematikan jaringan tumornya, Agustini kembali ke Lampung karena merasa tidak mampu menanggung biaya hidup selama berobat di Jakarta. Akhirnya awal 2012 Tumor itu kembali tumbuh dan membesar dan RS. Abdul Muluk merujuknya kembali ke RSCM. Bismillah… #SedekahRombongan kembali membantu biaya operasional mereka selama berobat di Jakarta, Saat ini operasi tahap pertama pembuangan Tumor yang ada di pipi Agustini telah dilakukan dan selanjutnya tindakan kemoterapi terus dilakukan sambil menunggu jadwal operasi perbaikan bagian hidung dan pipinya. Bantuan lanjutan pun disampaikan untuk biaya operasional dan makan sehari-hari mereka setelah sebelumnya masuk di Rombongan 521. Saat ini Agustini menunggu penjadwalan operasi akhir rekontruksi wajahnya. mohon doa dari rekan sedekaholiks agar operasi Agustini dilancarkan dan Agustini bisa sembuh maksimal.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal: 11 Maret 2014

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

Ibu Agustini terkena Tumor Lunak Pipi kanannya

———————————————————–

LINDAWATI, 30 tahun, Alamat: Dusun Banjarsari, RT.2/5, Karyamulya, Rambah Samo, Rokan Hulu, Riau. Ibu Linda yang bertubuh mungil ini sedang berobat di RSCM berbekal Jamkesda karna penyakit yang dideritanya mengharuskannya dirujuk ke Jakarta, Ia terkena Fistel Vesicovaginalis. Suaminya: Tupal Siagian (33) adalah seorang Tunanetra yang berprofesi sebagai Tukang Pijit , Menceritakan kesulitan hidupnya selama berobat di Jakarta mereka kehabisan bekal. Tanggungan mereka 1 orang anak yang masih kecil dan Tupal mengharapkan ada bantuan sampai mereka kembali ke Kampung Halamannya bersama istrinya tercinta dengan kesembuhan. Bantuan disampaikan untuk kebutuhan mereka selama berobat di RSCM setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 518. Saat ini bu Linda berada di RSSR Jakarta menunggu penjadwalan untuk operasi pertamanya di RSCM.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal : 2 Maret 2014.

Ibu Lindawati terkena Fistel Vesicovaginalis

Ibu Lindawati terkena Fistel Vesicovaginalis

———————————————————–

NAIM BIN IRAN, 48 tahun, Luka di kaki membusuk tertimpa gelondongan kayu saat bekerja menaikan dan menurunkan kayu gelondongan. Pria sebaruh baya yang beralamat di Kp. Pulosirih, RT.2/3, Ds. Sukajadi, Kec. Sukakarya Kab. Bekasi ini bekerja sebagai buruh kasar di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur sebagai satu-satunya lokasi mata pencahariannya. Dengan 5 orang anak yang menjadi tanggungannya, karena belum ada yang bekerja. Pak Naim harus bekerja keras mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya tersebut. Sedangkan sang istri, Darsih, 48 tahun hanya seorang ibu rumah tangga dan tidak memiliki usaha untuk membantu mencari nafkah suami tercinta. Potret kemiskinan keluarga kurang beruntung ini bertambah parah saat kecelakaan kerja menimpa pak Naim. Kejadiannya 3 bulan yang lalu, saat bekerja dengan minimnya alat pengaman hingga kaki pak Naim remuk dan di jahit 18 jahitan. Urat kakinya ada yang terluka, menyebabkan Pak Naim sulit untuk berjalan, pengobatan hanya lewat mantri dan klinik di kampung karena jarak ke rumah sakit dapat di tempuh dengan ongkos yang tidak sedikit. Belum lagi biaya yang harus di tanggung jika berobat ke rumah sakit. Tidak terbayang harus banyak mengeluarkan biaya berobat, sementara selama ini usaha yang ada hanya cukup untuk menghidupi ke lima anaknya. Otomatis selama 3 bulan tidak ada usaha yang bisa dilakukan, untuk makan saja hasil pinjam tetangga. #SedekahRombongan merasakan derita pak Naim dan langsung menyampaikan bantuan awal untuk pak Naim agar segera berobat ke Rumah Sakit.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @romli_iyom
Tanggal : 10 Maret 2014.

Bapak Naim mengalami kecelakaan kerja hingga kakinya remuk

Bapak Naim mengalami kecelakaan kerja hingga kakinya remuk

———————————————————–

AZELIA FEBRIANI, 1.5 tahun. Alamat Kontrakan: Legenda Malaka Blok E2/19, Batam. Ayah, Safrizal (38) dan Ibu, Arisia (36). Sungguh malang nasib Azelia, kemungkinan besar sebelah matanya tak dapat melihat lagi. Ia menderita Retinoblstoma dan belum pernah diobati ke Rumah Sakit sebelumnya. Selama ini Ayah dan Ibunya hanya berupaya menggunakan pengobatan yang terjangkau, konvensional dengan Herbal namun tak juga kunjung ada perbaikan. Pak Safrizal sungguh kebingungan tatkala memulai ihtiar di RS Otorita Batam untuk mengobati anaknya malah harus dirujuk ke RSCM Jakarta, belum lagi status BPJS dari perusahaannya bekerja terputus karna belum dibayar. Pak Safrizal hanya seorang operator di sebuah perusahaan, Penghasilannya masih pas-pasan dengan 3 tanggungan di rumahnya. Bismillah, #SedekahRombongan mengawali santunan untuk Azelia yang akan digunakan untuk persiapan mengurus BPJS dan segera memulai berobat tanpa halangan.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini@ddsyaefudin @ieda_salim
Tanggal : 8 Maret 2014.

Adik Azelia menderita Retinoblstoma

Adik Azelia menderita Retinoblstoma

———————————————————–

SONI F ABDILLAH, 4 tahun, Bersama kedua orangtuanya dia tinggal di Kampung Cigeureh RT.4/4, Desa Cipinang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung. Ayah: Cecep Rahmat, 25 tahun, hanya buruh tani harian di kebun atau sawah milik warga desa yang memperkerjakannya. Ibunya: Laelasari, 22 tahun, kesehariannya mengurus rumah tangga saja. Walaupun tanggungan Pak Cecep cuma 2 orang namun keadaan ekonominya yang murat-marit tak memungkinkan mereka menjalani kehidupan yang wajar. “Kami serba kekurangan, Pak. Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari aja susah. Kehidupan kami makin berat karna harus punya uang untuk ke rumah sakit.” Kata Pak Cecep sambil menundukkan kepala. Hampir setahun, anaknya mengidap rabdomiosarcoma dan berobat menggunakan Jamkesmas, mereka memeriksakan anaknya ke rumahsakit dan akhirnya rutin pulang-pergi dirawat di RSHS Bandung menjalani rangkaian pengobaatan dan kemoterapi. Saat bertemu dengan #SedekahRombongan, ibu Soni menceritakan kepedihan hidup sambil sesekali mohon maaf dan berterimakasih, ” Nuhuun pisan. Insya Allah digentos ku Allah,” doanya menutup perjumpaan kami. Bantuan lanjutanpun disampaikan untuk membeli obat Cyklosposfamide setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 475.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,-
Kurir: @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 10 Maret 2014.

Adik Soni mengidap rabdomiosarcoma

Adik Soni mengidap rabdomiosarcoma

———————————————————–

KARTINI, 63 tahun. beralamat di Kp.Selang Cau, RT.4/12, Wanasari, Cibitung, Bekasi. Janda berusia 60 tahun ini sungguh menderita dimasa tuanya, Menderita akibat penyakit Kanker Payudara/CA Mamae sudah berbulan-bulan. Akhirnya berbekal SKTM dari Dinkes Bekasi diapun dirujuk berobat ke RSHS Bandung, namun persoalan biaya transportasi dan akomodasi yang menjadi tambahan derita buat Ibu Rumah Tangga ini yang sehari-harinyapun sudah sulit ekonominya. Ibu Kartini sudah 1 tahun dalam dampingan #SedekahRombongan dan saat bantuan ini disampaikan kondisinya masih belum membaik, Semoga Allah segera angkat penyakitnya.. Amiin. Kembali #SedekahRombongan ikut meringankan beban si Ibu tua miskin ini dengan menyampaikan bantuan lanjutan untuk melanjutkan perobatannya setelah sebelumnya masuk dalam Rombongan 507.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @suharnayana via Emma Rahmawati
Tanggal : 9 Maret 2014

Ibu Kartini menderita penyakit Kanker Payudara/CA Mamae

Ibu Kartini menderita penyakit Kanker Payudara/CA Mamae

———————————————————–

FARHAT PRAKOSO, 2 tahun. Bapak Hari Suparmono (38) dan Ibu Daryanti (30 ) sangat senang dengan kelahiran buah hati mereka yg ke-2 yang diberi nama Farhat Prakoso, Farhat lahir normal dan sehat serta pertumbuhan Farhat pun tak ubahnya seperti anak-anak lainnya. namun memasuki usia 2 tahun Farhat mengalami pembengkakan pada tubuh dan wajahnya, Pak Hari Suparmono membawa Farhat ke Rumah Sakit Hermina Bekasi dan mendapat perawatan selama 8 hari karena menurut diagnose dokter Farhat menderita Syndrome Nevrotic (gejala gagal ginjal). Pak Hari Suparmono dan Ibu Daryanti adalah warga Perum Mustika Wanasari RT.3/42, Kel. Wanasari, Kec. Cibitung – Bekasi, sudah hampIr 4 tahun paK Hari Suparmono membawa Farhat menjalani rawat jalan di RS. Hermina Bekasi dan 2 minggu sekali harus terus Kontrol dan lakukan terapi obat. Besarnya biaya pengobatan sangat membebani pak Hari Suparmono dan isterinya, penghasilan yang tidak menentu karena pak Hari Suparmono belum memiliki pekerjaan tetap sehingga menjadi kendala untuk kelangsungan pengobatan Farhat anaknya. Alhamdulillah #SedekahRombongan dipertemukan dengan keluarga ini, Bantuan awal disampaikan untuk biaya akomodasi ke Rumah Sakit dan juga untuk biaya pembuatan BPJS/JKN yang belum dimiliki oleh keluarga ini.

Jumlah Bantuan Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @suharnayana
Tanggal : 9 Maret 2014

Adik Farhat mengalami pembengkakan pada tubuh dan wajahnya

Adik Farhat mengalami pembengkakan pada tubuh dan wajahnya

———————————————————–

DEDI SUTARDI, Panggilannya Mang Daseng. Sampai usianya kini 50 tahun, ia amat akrab dengan kemiskinan. Ia terlahir dari keluarga miskin di rumah yang kini jadi tempat tinggalnya, di Pasar Kidul RT.1/9, Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Keenam saudaranya pun hidup dalam kekurangan. Ia tinggal berdesakan dengan ketiga saudaranya yang sama-sama tak memiliki pasangan hidup. Pak Dedi Sutardi sendiri ditinggalkan istrinya yang tak tahan dengan penderitaan. Dua anak mereka sampai kini dibesarkan Pak Dedi tanpa sentuhan kasih ibu. Belenggu yang memasung kehidupan keluarganya seolah tiada henti, Sejak lama Pak Dedi Sutardi mengidap ashma. Karena itu, ia tak pernah bisa konsentrasi menjalankan usahanya berjualan kaos kaki dari kampung ke kampung. Ia lebih sering menganggur daripada bekerja. Yang lebih mengenaskan, rumah warisan yang ditinggali bersama saudaranya itu, terbakar habis pada bulan Ramadan tahun lalu. Berbulan-bulan mereka tinggal di pengungsian, di kantor RW. Dengan upaya warga dan Pemerintah, rumah mereka kini sudah hampir rampung dibangun kembali selayaknya untuk ditinggali. Akan tetapi baru saja tiga minggu menempati rumah bedengnya yang baru, ia terpuruk sakit. Berkali-kali ia berobat ke Puskesmas Ciwidey. Tim medis di Puskesmas menduga Pak Dedi Sutardi mengidap TB Paru, Ia belum pernah berobat ke rumah sakit karena identitas yang asli (KTP dan Kartu Keluarga) bahkan Kartu Jamkesma miliknya ikut terbakar bersama rumahnya. Tanggal 6 Februari 2014 menandai puncak kegetiran hidup Pak Daseng. Sebelum tidur, ia merasakan yang aneh pada mulutnya: mulutnya terus saja terbuka. Ia terkena disposisi pada rahangnya dan kini sudah sembuh namun ia juga terkena stroke. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya perobatannya setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 514.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 10 Maret 2014.

Pak Dedi Sutardi mengidap TB Paru

Pak Dedi Sutardi mengidap TB Paru

———————————————————–

YULNIDA, 45 tahun, Alamat: Karees Kulon RT.5/6, Malabar, Lengkong, Bandung. Bu Yulnida adalah seorang janda yang mempunyai anak 2, Tinggal di kontrakan dengan anak-anaknya. Sudah 2 tahunan ia menderita penyakit pada ginjalnya yang mengharuskannya Hemodialisa/Cuci Darah pada setiap minggunya. Kasihan sekali ibu yang miskin ini, satu sisi harus menghidupi anak-anaknya dan juga bergelut dengan penyakitnya. Ditemui di RS.Hasan Sadikin Bandung saat berobat menggunakan menggunakan fasilitas SKTM dan kembali #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk biaya operasional transportasi bu Yulnida setelah bantuan sebelumnya masuk di Rombongan 511 Saat ini bu Yulnida masih mengikuti tindakan cuci darah seminggu 2 kali dan ternyata juga ia bermasalah dengan retina matanya. Rencana ia akan dioperasi matanya di RS.Cicendo Bandung. Ya Allah kuatkan ibu Yulnida menjalankan perobatannya dan angkat segera penyakitnya. Amiin…

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @cucucuanda
Tanggal : 10 Maret 2014.

Ibu Yulnida menderita penyakit pada ginjalnya yang mengharuskannya Hemodialisa/Cuci Darah

Ibu Yulnida menderita penyakit pada ginjalnya yang mengharuskannya Hemodialisa/Cuci Darah

———————————————————–

Agustina Winarni Umur 23 tahun Alamat di Srandakan RT 01 RW 01 Tri Murti Srandakan Bantul Yogyakarta. Agustina Winarni adalah anak tunggal dari bu J tukinah, ayahnya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Sekitar sebulan yang lalu regu semut #SR datang untuk memberikan bantuan untuk dik tina dan ibunya, bantuan itu berupa uang untuk melunasi hutang ibunya pada bang plecit dan modal usaha, sedang untuk dik tina berupa biaya melamar pekerjaan. Pada saat eksekusi regu semut berpesan jika dik tina ada masalah biaya yang mendesak jangan sekali-kali pinjam ke bang plecit, tapi coba utarakan ke regu semut #SR melalui mas Irfan.

Dik tina sangat beruntung, dia anak yg cukup pandai di sekolah, karena itu dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah ke UGM di Fakultas Peternakan jurusan peternakan hewan berkaki empat setelah lulus SMA. Beasiswa yg didapat dik tina adalah beasiswa penuh dari awal kuliah sampai lulus, dan yang membanggakan sekarang dik tina sudah lulus S-1 Peternakan, keren!.

Dengan bermodalkan ijazah S-1 Peternakan, dik tina melamar pekerjaan disebuah perusahaan, dan alhamdulillah pada tanggal 27- 2-2014 dik tina diterima bekerja di PT. SARANA PROTEINDO UTAMA CHAROEN POKPHAND GROUP dengan alamat Jln. Pokphand (belakang gudang ak 25-26), kampung Onyam, desa Kadu, kecamatan Curug, kabupaten Tangerang, Propinsi Banten.

Namun sebelum dik tina bekerja harus punya rekening tabungan di BCA untuk tranfer gaji dari perusahaan dan tentu saja akomodasi dan biaya hidup di tangerang, melihat kondisi dan waktu yang cuma dua hari dik tina dan ibu tukinah tidak bisa mengusahakan biaya tersebut, maka dik tina memberanikan diri untuk menceritakan masalahnya pada mas irfan. Mas irfan kemudian berembug dengan tim regu semut dan diputuskan untuk di eksekusi dengan memberi bantuan dana sebesar Rp 750.000 dengan rincian Rp 250.000 untuk buka rekening tabungan dan sisanya untuk uang saku dik tina berangkat ke tangerang.

Pada pagi harinya tgl 28 pebruari mas irfan langsung meluncur ke rumah dik tina untuk eksekusi, dik tina dan bu tukinah sangat senang sekali dan bersyukur masalah dik tina sudah mendapat solusi, hari itu juga dik tina mengurus pembuatan rekening tabungan dan membeli tiket untuk ke tangerang. Tim regu semut berdoa semoga dik tina diberi kelancaran dan kesabaran dalam bekerja di tangerang, betah dan sukses sehingga dapat membahagiakan ibu dan dirinya sendiri. Terimakasih banyak pada para donatur #SR.

Jumlah Bantuan: Rp.750.000,-
Relawan Pemberi: @IqbalRekarupa Via Rudianto & Irfan Rohudin
Tanggal Pemberian: 28 Pebruari 2014

Adik Agustina butuh bantuan untuk bekal awal bekerja di Tangerang

Adik Agustina butuh bantuan untuk bekal awal bekerja di Tangerang

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 11,950,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 529 ROMBONGAN

Rp. 16,746,672,318,-