Ibu Ice usia 40 tahun (janda) anak 2 orang, alamat Desa Sibualong Kec. Balaesang Kab.Donggala Sulawesi. Ibu Ice mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya disebabkan kebakaran dirumahnya. Kejadiannya pada saat bu Ice tertidur. Bu Ice segera dilarikan ke RS Anutapura Palu (jarak 150 Km dari rumahnya). Sekarang mendapat perawatan Instensif (ICU).

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk membantu meringankan biaya berobat bagi Ibu Ice.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid,
13 Maret 2014.

Ibu Ice mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya disebabkan kebakaran dirumahnya

Ibu Ice mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya disebabkan kebakaran dirumahnya



———————————————————–

Bu IIS BTI YAHDI. (41), Kp Citapen RT. 4/7, Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Bu Iis adalah istri dari Pak Sidin (69) yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani dan memiliki tanggungan 5 orang. Ia sudah hampir 3 tahun menderita benjolan di bagian payudaranya, namun karena ketiadaan biaya, kekurangtahuan dan takut memeriksakan diri ke dokter, ia pun hanya berobat menggunakan obat-obatan kampung saja. Kader bidan desa dan kecamatan di wilayah tempat tinggal Bu Iis sudah berkali-kali menyarankan agar Bu Iis segera diobati ke RSUD, namun Bu Iis dan keluarganya tetap ingin berusaha mengobatinya dengan obat-obatan tradisional, mereka khawatir tidak memiliki biaya untuk berobat secara medis. Tumornya kian hari kian membesar, dan Bu Iis pun tak tahan lagi merasakan sakit yang terus menerus ia rasakan. Akhirnya ia mendatangi bidan desa dan meminta tolong untuk difasilitasi berobat ke RSUD Tasikmalaya. Dengan berbekal fasilitas Jamkesmas yang dimilikinya, bidan dan dokter Puskesmas membantu membawa Bu Iis ke RSUD Tasikmalaya, sedangkan untuk biaya transportasi dan operasional, mereka bekerja sama dengan #SedekahRombongan, mengingat untuk rujukan ke poliklinik RSUD, Jamkesmas yang sekarang dialihkan menjadi BPJS tidak mengcover biaya untuk transportasinya. Bu Iis pun menjalani serangkaian pemeriksaan di RSUD Kota Tasikmalaya, dan hasil diagnosa tim Dokter menunjukkan bahwa diperkirakan ia menderita CA Mamae Dextra. Namun karena belum mendapatkan ruangan, Bu Iis kembali lagi ke rumahnya dan dijadwalkan untuk kontrol dan menjalani rawat inap untuk persiapan operasi 2 minggu mendatang. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan Bu Iis yang dipergunakan untuk biaya transportasi dan operasional sewaktu berobat ke RSUD Tasikmalaya.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem
Tanggal : 7 Maret 2013.

Ibu Iis menderita CA Mamae Dextra

Ibu Iis menderita CA Mamae Dextra

———————————————————–

Bu MAESAROH (40) Kp. Citerewes RT 3/3, Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Diagnosa: prolonged jandice ec. Hepatitis dd/metastase intrahepatal. Dirawat sejak 25 Februari 2014 di RSUD Tasikmalaya. Dengan dibantu fasilitas Jamkesmas, sudah hampir 2 minggu Bu Maesaroh dirawat, Pak Munir (56) dengan setia menungguinya, sehingga ia harus meninggalkan pekerjaannya sebagai kuli bangunan untuk sementara waktu. Hal ini tentu saja menghilangkan sumber penghasilannya, sehingga untuk bekal sehari-hari saja ia harus pinjam sana sini ke keluarga dan tetangganya. Sudah 2 minggu Bu Maesaroh dirawat, Pak munir yang masih memiliki tanggungan 3 orang anak ini pun sudah merasa malu untuk pinjam uang lagi, praktis ia kehabisan bekal, sementara perawatan istrinya belum selesai, dokter belum mebolehkannya pulang. Hampir putus asa dan akan pulang paksa dari rumah sakit, Alhamdulillah Allah mempertemukan Pak Munir dengan #SedekahRombongan yang sangat memahami kesulitannya sehingga dengan segera menyampaikan santunan untuk membantu kelanjutan pengobatan Bu Maesaroh.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 7 Maret 2013.

Ibu Maesaroh Diagnosa: prolonged jandice ec. Hepatitis dd/metastase intrahepatal

Ibu Maesaroh Diagnosa: prolonged jandice ec. Hepatitis dd/metastase intrahepatal

———————————————————–

Bu TITIN RUSTINI (23), Kp Gunung Malang, RT 3/4 Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Suami Hendar Supriadi (30), pekerjaan buruh sablon, tanggungan 2 orang, Memiliki Jamkesmas. Diagnosa Postpartum dengan retensio urine. Bu Titin mengalami kesulitan buang air kecil (BAK), karena diduga urine tertahan di dalam kandung kemih, beberapa hari pasca melahirkan bayinya. Ia pun diharuskan dirawat di RSUD Tasikmalaya sejak hari Selasa seminggu pasca melahirkan. Meskipun ia tergolong keluarga miskin yang mendapatkan fasilitas Jamkesmas/BPJS tetapi ada beberapa macam obat yang di luar jaminan Jamkesmas, sehingga mereka kebingungan karena tidak memiliki uang untuk membelinya. #SedekahRombongan segera menyampaikan santunan untuk keluarga miskin ini karena pengobatan Bu Titin terancam terhenti sebelum tuntas.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @ddsyaefudin @luchakiem @RahmatMuzaqqi
Tanggal : 8 Maret 2013.

Ibu Titin Diagnosa Postpartum dengan retensio urine

Ibu Titin Diagnosa Postpartum dengan retensio urine

———————————————————–

Dik YOGI ARIF (9 tahun), Warga Kampung Nangoh, RT.1/9 Kelurahan Bungursari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Menjalani hari-harinya tidak seceria teman-teman sebayanya. Anak dari pasangan Wawan S, 37 tahun dan Ibu Wiwin, 25 tahun ini sering mengalami kejang-kejang, yang waktunya tidak menentu. Kadang ketika dia sekolah, kadang ketika sedang bermain dan mengaji. Yogi Arief menurut diagnosis dokter menderita Susp Epilepsi. Dokter mengharuskan Yogi Arief untuk berobat jalan setiap minggu sekali selama kurun waktu 2 tahun ke depan. Kedua orang tuanya yang hanya Buruh Harian Lepas di perusahaan konveksi sebagai tukang jahit, merasa berat menanggung biaya pengobatan yang harus dilakukan secara rutin ini. Jarak dari rumah Yogi ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya yang sekitar 6 km, harus ditempuh dengan beberapa kali ganti kendaraan. Naik ojek, kemudian naik angkot 2x ganti jurusan. Berbekal JAMKESMAS, untuk bayar dokter dan obat memang mereka tidak perlu mengeluarkan biaya, tetapi untuk ongkos mereka tetap harus bayar. Sebagai buruh harian yang penghasilannya tidak seberapa dan tanggungan 3 orang anak yang masih kecil hal ini dirasakan Pak Wawan dan Bu Wiwin menambah berat beban keluarganya. Keluarga Dik Yogi termasuk keluarga yang mandiri biarpun keadaan ekonominya cukup sulit, sehingga mereka sebenarnya enggan untuk meminta bantuan sepanjang mereka masih mampu untuk membiayai pengobatan anaknya. Namun saat ini kondisi ekonomi Pak Wawan benar-benar sedang kesulitan karena ia sedang menganggur belum mendapatkan pekerjaan lagi. #SedekahRombongan kembali menyampaikan bantuan untuk meringankan biaya pengobatan Dik Yogi Arief setelah sebelumnya, hampir satu tahun yang lalu, masuk di Rombongan 369.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @luchakiem @AdeSRTasik
Tanggal : 8 Maret 2013.

Adik Yogi Arief menurut diagnosis dokter menderita Susp Epilepsi

Adik Yogi Arief menurut diagnosis dokter menderita Susp Epilepsi

———————————————————–

RHEINA SETYAWATI, 10 tahun. Putri kedua dari bapak Abdul Rahman (42) dan ibu Nurhasanah (40), warga kampung Bali Matraman RT.9/10, Kel. Manggarai Selatan, Kec.Tebet, Jakarta Selatan. Sejak usia 1 tahun Rheina Setiawati menderita epilepsi, gejala awal sering mengalami kejang-kejang. Rheina Setiawati seharusnya sudah bersekolah, karna kondisinya yang sering kambuh, Rheina Setiawati tidak dapat melanjutkan pendidikannya. Bapak Abdul Rahman yang bekerja sebagai seorang hansip di wilayah Tebet membawa putri keduanya ini ke RSCM untuk jalani pengobatannya dan sudah hampir 5 tahun lebih Rheina Setiawati kontrol rutin dan therapi di RSCM. Namun dalam beberapa bulan terakhir kegiatan pengobatan tidak lagi dilakukannya, kendala biaya menjadi penghalang bapak Abdul Rahman dan istrinya untuk membawa anak keduanya ini berobat di RSCM, tingginya biaya beberapa tindakan medis seperti pemeriksaan MRI/CTScan tidak bisa terjangkau oleh keluarga ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan dapat dipertemukan dengan keluarga bapak Abdul Rahman dan bantuan awal untuk biaya trasportasi dan juga biaya untuk pengurusan BPJS/KJN sudah disampaikan.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 13 Maret 2014

Adik Rheina Setiawati menderita epilepsi

Adik Rheina Setiawati menderita epilepsi

———————————————————–

RAMADHANI, Bayi dari pasangan Edi Wiharja (25) dan Devi (20) yang menikah tahun 2012, Warga asal Kp. Cibadak. RT.14/6. Kel/Desa Bojong. Kec. Cikupa. Kab Tangerang. Banten ini sangat bahagia saat istrinya mengandung anak pertamanya, namun proses kelahiran anaknya yang belum cukup umur ini lahir prematur dalam usia 8 bulan menjadi cobaan yang panjang bagi pasangan muda ini. Ramadhani lahir 28 Juni 2013 di sebuah Bidan di kampungnya dengan berat 2,4 kg dan 1 jam setelah kelahirannya bayi Ramadhani diberikan asupan susu formula, namun setelah 1 jam minum susu Ramadhani mengalami muntah-muntah. Oleh suster kembali bayi Ramadhani diberikan susu, namun kembali bayi Ramadhani mengalami muntah-muntah sampai 4x suster memberikan susu formula bayi Ramdhani kembali muntah-muntah. Kali ini kondisi seluruh tubuhnya membiru, melihat kondisi ini suster melarikan ke IGD RSUD Tangerang dan langsung ditangani oleh tim dokter, dari hasil pemeriksaan dokter dan hasil rongent thorax, paru-paru bayi Ramadhani terendam air susu yang diminumnya, baru diketahui bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus. Setelah 5 hari dirawat di perinatologi RSUD Tangerang, bayi Ramadhani dirujuk ke RSCM Jakarta untuk dilakukan tindakan operasi. Bayi Ramadhani langsung ditangani tim dokter dan operasi penyambungan rongga tenggorokaan ke lambung sudah dilakukan, namun biaya pembelian obat antibiotik dan susu formula yang dibutuhkan bayi Ramadhani sangatlah memberatkan pak Edi yang hanya seorang buruh limbah, sekali suntik pak Edi harus mengeluarkan biaya 1juta belum lagi biaya sehari-hari dan juga tempat tinggal sementara di Jakarta yang juga memberatkan keluarga ini. Alhamdulillah #SedekahRombongan ikut merasakan kesulitan mereka, bantuan lanjutanpun disampaikan untuk kebutuhan sehari-hari selama di RSCM setelah sebelumnya masuk di Rombongan 513. Kondisi Ramadhani Alhamdulillah berangsur-angsur membaik, berat badannya bertambah (6,1 kg diusia 7 bulan) pasca indoscopi pelebaran saluran tenggorokan yang ke enam.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 13 Maret 2014.

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

bayi Ramadhani tidak memiliki saluran rongga pencernaan/Atresia Esofagus

———————————————————–

RENDRA MITRA (7,5), Alamat: Jln. Budi Mulya RT.11/4, Pademangan, Jakarta Utara. Mengidap leukimia sejak tiga bulan lalu, Rendra sudah tidak tahan lagi dengan deritanya dan dengan bekal seadanya mencoba untuk berobat ke RSCM dengan memanfaatkan fasilitas KJS. Ayahnya Nana (29) sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek motor, dan ibunya Ita (26) ibu rumah tangga, terpaksa meninggalkan pekerjaanya sementara menunggui buah hatinya berobat di RSCM. Keluarga dengan jumlah tanggungan tiga orang anak ini merasa keberatan untuk biaya transportasi bolak-balik berobat ke RSCM, mengingat untuk makan sehari-hari saja mereka kesulitan. #SedekahRombongan kembali menyampaikan santunan lanjutan untuk Rendra untuk keperluan obat yang tak terbeli setelah santunan sebelumnya masuk di Rombongan 517, Bantuan ini akan dipergunakan untuk kebutuhan CTScan Rendra dalam waktu dekat.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @harji_anis
Tanggal : 13 Maret 2014.

Adik Rendra Mengidap leukimia

Adik Rendra Mengidap leukimia

———————————————————–

M. ABDUL JABBAR, 5 tahun, Kp. Pulotanjung RT.1/1, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Semenjak lahir jenis kelaminnya tidak jelas, Saat usia 1 tahun baru terlihat ada kelamin laki-laki dan itupun kecil dan pertumbuhannya menempel di kantung air kemih. Masalah yang dialami anak dari pasangan Rosyid (28) dan Inah Sri H (26) ini saat buang air kecil tidak bisa lewat kelamin laki-lakinya, melainkan lewat lubang yang timbul di sekitar kantung kemihnya. Jika sedang bermain dengan teman sebayanya kemudian ingin buang air kecil, maka Abdul, panggilan M. Abdul Jabbar harus pulang karena malu dengan teman-temannya yang lain. Keluarga yang kepala keluarganya berpenghasilan sebagai buruh tani dan sang Ibu yang seorang Ibu Rumah Tangga, hanya bisa pasrah karena tiada dana untuk berobat. #SedekahRombongan menyampaikan bantuan lanjutan untuk M. Abdul Jabbar dalam rangka membantu pengobatan kelainan yang dideritanya, bantuan saat ini dipergunakan untuk therapy pembesaran kelaminnya.

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin via @romli_iyom
Tanggal : 12 Maret 2014.

Adik Abdul Jabbar memiliki kelainan di kemaluannya

Adik Abdul Jabbar memiliki kelainan di kemaluannya

———————————————————–

RUDY, 13 tahun, Kelas 1 SMP di Kp. Kalibaru RT.11/3, Cilangkahan, Malingping, Banten. Anak dari bapak Harun (32) seorang Buruh Tani ini sudah menderita Tumor Maksila setahun lalu. Berawal dari luka kecil yang digaruk saat bermain dan tak kunjung sembuh malah melebar menutupi hampir sebagian mukanya. Pada pertengahan Agustus 2012 #SedekahRombongan bertemu Rudi saat sedang berobat di RSCM Jakarta dalam kondisi terlantar tidak ada tempat tinggal – Rudy sampai saat ini masih rutin berobat kemoterapi 9X lagi menggunakan fasilitas JAMKESDA dan tinggal di kontrakan sekitar RSCM. Rudy sudah lebih setengah tahun menghentikan perobatannya karna saat itu dirasa sudah baik dan bias melanjutkan sekolahnya, namun kini ia harus kembali berobat ke RSCM karna saat diperiksa terakhir ia harus melakukan pengecekan ke RSCM kembali, #SR memberi bantuan lanjutan untuk biaya harian selama pengobatan di RSCM Jakarta, setelah sebelumnya masuk pada Rombongan 522. Saat ini Rudy masih melakukan kemoterapi rawat inap dan juga kemoterapi rawat jalan (obat kemoterapi yang diberikan dokter harus dikomsumsi setiap hari agar Rudi bisa melakukan kegiatan sekolahnya).

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 14 Maret 2014

Adik Rudy menderita Tumor Maksila

Adik Rudy menderita Tumor Maksila

———————————————————–

IWAN MAULUDIN, seorang remaja berusia 20 tahun. Warga Kp Cibeureum RT.3/1, Desa Cibeureum. Kec. Cisarua, Kab. Bogor ini sudah setahun lebih menderita sakit Anemia Aplastik. Gejala awal sakit, Iwan hanya merasakan badan sering lemas tak bertenaga yang disertai dengan mata berkunang-kunang, awalnya Iwan hanya mengira sakit yang dialaminya ini penyakit kurang darah biasa, namun makin hari dirasakannya kondisi badannya makin melemah. Bapak Burhanuddin (45), bapak 7 anak ini – yang bekerja sehari-harinya sebagai buruh bangunan, membawa Iwan ke puskesmas terdekat dan dari puskesmas Iwan dirujuk pengobatannya ke RSUD PMI Bogor. Hasil pemeriksaan dari dokter, Iwan terdiagnosa Anemia Aplastik yang harus membutuhkan waktu lama untuk jalani perawatan dan pengobatannya, dari RSUD PMI Bogor, Iwan dirujuk pengobatan lanjutannya ke RSCM Jakarta. Selama berobat jalan ke RSCM menggunakan Jamkesmas, Iwan selalu pulang pergi Jakarta Bogor dan sudah 1 tahun lebih Iwan berobat untuk transfusi darah dan kontrol rutin di poli Hematologi penyakit dalam RSCM, biaya transportasi sangat memberatkan Iwan apalagi Iwan Mauludin selama ini tidak bekerja. Alhamdulillah, #SedekahRombongan dipertemukan dengan Iwan Mauludin dan bantuan lanjutan kembali disampaikan untuk biaya harian yang sebelumnya masuk dalam Rombongan 522. Saat ini Iwan Mauludin sudah tinggal di Rumah Singgah Sedekah Rombongan Jakarta agar memudahkannya berobat ke RSCM

Jumlah Bantuan : Rp. 500.000,-
Kurir : @pitungmasakini @ddsyaefudin @endangnumik
Tanggal : 14 Maret 2014.

Sdr. Iwan menderita sakit Anemia Aplastik

Sdr. Iwan menderita sakit Anemia Aplastik

———————————————————–

Warda (38 tahun/IRT), suami bernama Hendrik (27 tahun/pekerjaan buruh), anak 2 orang. Alamat Lrg.Pue Putih Kelurahan Ganti Kec. Banawa Kab.Donggala. SulTeng. Ibu warda saat ini dirawat di RSUD Kabelota Donggala akibat menderita penyakit paru-paru.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk membantu meringankan biaya selama perawatan ibu Warda.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid,
18 Maret 2014.

Ibu Warda menderita penyakit paru-paru

Ibu Warda menderita penyakit paru-paru

———————————————————–

Fatih (4 bulan), ayah bernama Amrullah (31 tahun/pekerjaan tidak tetap), ibu bernama Arniati (19 tahun). Alamat Jl.Banawa Km.2 Kelurahan Maleni Kec. Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Dik Fatih mengalami kelainan pada paru-paru sehingga harus dilarikan ke RS Kabelota Donggala untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi ayah dik Fatih yang sampai saat ini belum memiliki pekerjaan yang tetap menyebabkan keinginan keluarganya untuk mengeluarkan secara paksa dik Fatih.

Jumlah Bantuan : Rp. 1.000.000,- untuk membantu meringankan beban dik Fatih.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid,
18 Maret 2014.

Dik Fatih mengalami kelainan pada paru-paru

Dik Fatih mengalami kelainan pada paru-paru

———————————————————–

Irfan (32 tahun/tidak bekerja/yatim), 5 bersaudara, alamat dusun 1 Bamba Kec. Banawa Tengah Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Pak Irfan sehari-hari hanya bisa terbaring di rumah dan mendapatkan perawatan dari saudara-saudaranya (secara bergantian karena kondisi ekonomi masing-masing saudaranya), belum pernah dilakukan pengobatan kepada pak Irfan.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi Pak Irfan.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid,
18 Maret 2014.

Pak Irfan sehari-hari hanya bisa terbaring di rumah

Pak Irfan sehari-hari hanya bisa terbaring di rumah

———————————————————–

Arlia (43 tahun/pekerjaan pembantu rumah tangga/Janda), anak 3 orang, alamat Jl.Trans Sulawesi Lrg 3 Kelurahan Maleni Kec. Banawa Kab.Donggala Sulawesi Tengah. Ibu Arlia sudah hampir seminggu dirawat di RS sehingga tidak dapat bekerja lagi karena dianjurkan oleh dokter untuk beristirahat dari pekerjaanya sebagai pembantu rumah tangga. Hal ini menyebabkan Ibu Arlia merasa terbebani karena memikirkan penghasilan untuk menghidupi keluarganya.

Jumlah Bantuan : Rp.500.000,- untuk membantu meringankan beban hidup bagi Ibu Arlia.
Kurir : @MarjunulNP via Abdul Rasyid,
18 Maret 2014.

Ibu Arlia sudah hampir seminggu dirawat di RS sehingga tidak dapat bekerja lagi

Ibu Arlia sudah hampir seminggu dirawat di RS sehingga tidak dapat bekerja lagi

———————————————————–

Bu Suminah (60) adalah warga Desa Kalibawang Kulonprogo. Sejak ditinggal suaminya (alm. Moh.Zamroni) 20 tahun lalu, bu Minah bekerja sebagai buruh serabutan untuk menghidupi ketiga anaknya. Pada tahun 2006 lalu, bu Minah mendapati benjolan kecil di lehernya. Merasa hanya benjolan biasa, beliau membawanya ke pengobatan alternatif. Akan tetapi, pengobatan tersebut tidak memberi perubahan yang berarti. Alhasil, benjolan tersebut semakin membengkak. Melalui pemeriksaan di RSUD Wates, benjolan tersebut didiagnosa sebagai pembengkakan kelenjar getah bening. Dokter mengharuskan beliau untuk menjalani operasi. Akan tetapi karena ketiadaan biaya dan tidak adanya jamkes, beliau memutuskan untuk menghentikan pengobatan. Di tahun 2012 benjolan tersebut sudah semakin membesar dan menyulitkan aktifitas beliau. Melalui pemeriksaan di RSUP Dr.Sardjito, benjolan tersebut dinyatakan telah berkembang menjadi tumor jinak sehingga harus segera dilakukan operasi pengangkatan tumor. Lagi-lagi karena ketiadaan biaya, beliau memutuskan untuk menunda tindakan operasi tersebut. Hingga pada awal tahun 2013, beliau bertemu dengan sedekah rombongan. Saat ini, bu Minah masih dalam dampingan #sedekahrombongan dan beliau harus menjalani serangkaian pengobatan sebelum operasi pengangkatan tumor dilakukan. Bantuan ini digunakan untuk biaya kontrol obat dan simulator sebelum penyinaran.

Jumlah Bantuan : Rp.3.000.000,-
Kurir : @KarmanMove Via @awansan123
Tanggal : 16 Maret 2014

Ibu Suminah didiagnosa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening

Ibu Suminah didiagnosa mengalami pembengkakan kelenjar getah bening

———————————————————–

Ibu Enah Rohanah atau biasa dipanggil ibu Enah ini adalah warga kuningan yang menderita kanker payudara. Istri dari bapak Yasin ini sudah 1,5 tahun menderita kanker payudara. Kondisinya pada saat itu sedang hamil dan oleh pihak dokter diberikan 2 pilihan antara menyelamatkan anaknya tetapi tidak bisa menjalani pengobatan atau melakukan operasi dan anaknya dalam kandungan harus digugurkan. Dalam kondisi tersebut Ibu Enah lebih memilih menyelamatkan anaknya dan tidak menjalani pengobatan medis. Selama masa kehamilan itu pula ibu Enah menjalani pengobatan herbal. Tetapi kondisi Ibu Enah semakin parah saat ini. Ibu Enah pernah akan di rujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, tetapi dari dinas kesehatan dan dinas sosial setempat tidak mau memberikan jaminan untuk biaya pengobatan dan menyerahkan seluruh biaya pada keluarga pasien, mendapat jawaban itu pak Yasin mengurungkan niatnya untuk membawa istrinya ke RS Hasan Sadikin karena terbayang biaya pengobatan yang mahal dan jauh dari jangkauannya. Ibu Enah tidak mendapatkan kartu jamkesmas dari Pemerintah setempat karena tidak terdaftar sebagai penerima Jamkesmas. Setelah mendapatkan laporan tentang keadaan dan keberadaan Ibu Enah, Tanggal 4 Januari lalu Tim Sedekah Rombongan menjemput Ibu Enah dari kuningan dan di bawa ke Jogja untuk diberi pengobatan secara maksimal hingga sembuh. Bantuan ini digunakan untuk biaya rawat inap perbaikan KU dan dan pembelian obat di RS. Hidayatullah.

Jumlah Bantuan : Rp.2.000.000,-
Kurir :@KarmanMove via @awansan123
Tanggal: 16 Maret 2014

Ibu Enah menderita kanker payudara

Ibu Enah menderita kanker payudara

———————————————————–

Dek Erinda Afikah (5 bulan) adalah putri terakhir dari bapak Ariyono dan ibu Wagirah yang bekerja membuka bengkel dan warung di rumahnya. Keluarga ini beralamat di Pangen Juru Tengah RT 02 RW 1 Purworejo. Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata) sejak lahir. Sejak umurnya masih 2 bulan, kami mendampingi pengobatan dek Erinda di RS Sardjito. Setiap bulan, dek Erinda kontrol dengan dokter untuk melihat perkembangan matanya. Bantuan ini digunakan untuk biaya tes kromoso, kontrol rutin, pembelian obat dan akomodasi.

Jumlah Bantuan : Rp.1.800.000,-
Kurir : @KarmanMove via @sinta_murtina
Tanggal : 16Maret 2014

Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata)

Dek Erinda mengalami sakit glaukoma (kelainan pada mata)

———————————————————–

Bp. Samsudin (48 tahun), pekerjaan sebagai buruh pembuat tahu. Istrinya bernama Komsiatun (46 tahun) bekerja sebagai ibu rumah tangga. Beralamatkan di Ngabean RT 01 RW 01 Krajan 1 Secang Magelang Jawa Tengah. Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala sejak sekitar 2 tahun yang lalu. Awal mula dulu mimisan yang cukup serius dan kemudian di bawa ke RS.Sardjito untuk penindakan biopsy. Akan tetapi untuk pengobatan Pak Samsudin ini di RS.Sardjito menghabiskan biaya sekitar 50juta sehingga pihak keluarga, karena keterbatasan biaya, beralih ke pengobatan alternatif. Ternyata pengobatan alternatif yang dilakukan tidak membuahkan perkembangan baik dan justru sebaliknya semakin parah. Akhir bulan maret 2013 kami kurir sedekah rombongan bertemu Pak Samsudin sudah dengan kondisi yang sudah parah (dengan luka di mata kiri membesar). Kam langsung membawanya ke RS.Sarjito dan sudah dilakukan perbaikan KU. Dokter menyarankan untuk dilakukan Penyinaran (Radioterapy) dan kemoterapy. Pak Samsudin kemudian menjalani proses kemotherapy dan penyinaran selama sekitar satu tahun. Namun pada tanggal 11 Maret 2014, Pak Samsudin tidak sanggup lagi menahan rasa sakit yang dia alami dan menghembuskan nafas terakhirnya. Bantuan ini merpakan santunan atas meninggalnya Pak Samsudin untuk meringankan beban yang dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan.

Jumlah Bantuan : Rp.1.000.000,-
Kurir : @KarmanMove via @RofiqSILVER
Tanggal : 16 Maret 2014

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala

Bapak Samsudin menderita Kanker Nasopharing Sinustala

———————————————————–

Siti khoiriyah 49 th suami : pak marikun 65 th. Ibu siti sakit kurah lebih 1 tahun yang lalu. awal mula seperti gondongen di leher setelah 5 bulan. pindah ke payudara sisi kiri. kondisi diperparah dengan tulang punggung keluarga pak marikun yang terserang sakit stroke. jadi pemasukan untuk penghidupan sehari2 yang mencari adalah ibu siti. pekerjaan sang suami adalah blantik kambing. untuk makan sehari-hari dari tetangga. beliau dengan sisa uangnya berobat kedokter disekitar rumahnya. dan terakhir ke dokter yasin di tulungagung. dan diagnosa dokter adlah kangker payudara alias c.a mamae. dan diberi solusi untuk operasi dengan biaya lebih dari 20 jt. namun beliau mngurungkan diri krena ketidak ada’an biaya dan tidak mendapatkan jamkesmas.

Anak dari pak marikun 3 orang dengan istrinya yang dulu. dan udah menikah semua dan tinggal di nganjuk. sedangkan ibu siti punya anak 2 dari suami yang dulu.anak pertama sudah menikah dan tinggal diblitar dan anak terakhir bernama ade cakra sakti 14 th masih bersekolah diMTsN karang rejo kelas 2. Kami mmbawa bu siti ke malang untk melakukan pngobatan. Saat ini bu siti berada d RS lavalette lagi untuk menjalani kemoterapi keempat. alamat : desa gendingan dusun pucang songo. rt 02 rw 01 kec.kedung waru. kab.tulung agung. Bantuan ini dipergunakan untk pelunasan biaya RS kemo keempat,obat kemo dn uang saku

Jumlah Bantuan : Rp.4.114.000,-
Kurir: @karmanmove via @adist_ramadhan @decepe59
Tanggal 20/3/2014

Ibu Khoiriyah diagnosa dokter adlah kangker payudara alias c.a mamae

Ibu Khoiriyah diagnosa dokter adlah kangker payudara alias c.a mamae

----------------------------------------------------------------------------

Jumlah bantuan Rombongan ini : Rp. 21,414,000,-

TOTAL SEDEKAH YANG SUDAH DISALURKAN

DALAM 527 ROMBONGAN

Rp. 16,698,560,518,-